Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Memahami Penyebab Serangan Panik serta Cara Mengatasinya

Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

Munculnya Serangan Panik dapat Mengganggu Aktivitas

Serangan panik dapat dialami oleh siapa saja. Muncul mendadak, tanpa sebab dan peringatan. Meskipun demikian, masalah ini bisa diatasi. Walaupun pada beberapa orang sulit untuk disembuhkan, namun dengan metode yang tepat, frequensi munculnya gejala yang kerap disebut panic attack ini bisa dikurangi.

Setidaknya sekitar 13% orang akan mengalami serangan panik dalam satu episode kehidupan mereka. Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi masalah ini? Mari simak penjelasan berikut.

Gejala yang Muncul saat Terjadi Serangan Panik

Serangan panik lebih sering muncul pada remaja hingga dewasa muda dibawah usia 25 tahun. Jika Sahabat Sehat pernah mengalaminya sebanyak empat kali atau lebih, kemungkinan akan terus mengalaminya lagi di kemudian hari. Biasanya masalah ini akan berlangsung selama 10 hingga 20 menit, maupun hingga lebih dari satu jam pada kondisi berat.

Berikut adalah beberapa gejala yang menjadi tanda kemungkinan besar seseorang mengalami serangan panik :

  • Denyut jantung tidak teratur
  • Sesak nafas
  • Pusing dan sakit kepala
  • Mual dan sensasi tersedak
  • Kelelahan
  • Gemetar dan berkeringat
  • Mulas
  • Nyeri dada
  • Kejang otot
  • Kesemutan di ekstremitas
  • Ketakutan
  • Rasa panik tanpa dasar seolah-olah telah terjadi sesuatu

Beberapa orang mengidentifikasikan panic attack sebagai gangguan kecemasan atau bahkan tanda serangan jantung. Sebenarnya kedua hal tersebut berbeda. Saat seseorang mengalami serangan panik, perasaan yang muncul adalah rasa takut dan ingin berlari kabur. Sementara saat muncul gangguan kecemasan, rasa takut akan disertai dengan gelisah serta hanya ingin diam.

Berbeda pula dengan serangan jantung. Walaupun memiliki gejala yang hampir mirip, namun serangan jantung berlangsung dengan perasaan menyakitkan di jantung, atau membuat badan lemas dan pusing hingga ingin tertidur.

Tips Mengatasi Serangan Panik

Ketika mengalami serangan panik, terutama di tengah keramaian, tentu akan sangat mengganggu. Oleh sebab itu, Sahabat Sehat perlu mengetahui bagaimana menangani masalah ini ketika gejalanya muncul.

Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai metode yang dapat diterapkan dalam mengatasi serangan panik:

Melatih Pola Pernapasan

Saat terjadi serangan panik, Sahabat Sehat dapat mengalami kesulitan bernafas dan terasa sesak. Untuk mengatasinya, fokuskan diri untuk mengambil nafas dalam dan keluarkan dari mulut. Tarik napas selama empat detik, tahan selama satu detik lalu lepaskan secara bertahap.

Mengenali Faktor Pemicu Serangan Panik

Jika Sahabat Sehat pernah mengalami serangan panik, kenali faktor pemicu nya agar dapat dihindari di kemudian hari. Dengan mengenali bahwa yang Sahabat Sehat tengah alami adalah serangan panik, ingatkan diri bahwa kondisi ini hanya terjadi sementara saja dan akan berlalu.

Mencoba Menutup Mata

Untuk mengurangi rangsangan dan membantu menenangkan diri, tutuplah mata selama serangan panik berlangsung. Hal ini dapat mengurangi rangsangan pemicu dan membantu Sahabat Sehat untuk lebih mudah fokus pada pernapasan.

Melatih Kesadaran Penuh

Mindfulness atau kesadaran penuh dapat membantu Sahabat Sehat menyadari kondisi yang tengah terjadi. Pasalnya, serangan panik dapat membuat Sahabat Sehat tidak sadar akan kondisi lingkungan sekitar. Untuk mengatasinya, fokuskan pikiran pada sensasi fisik sekitar misalnya menghentakan kaki ke tanah atau meraba tekstur pakaian yang sedang dikenakan.

Melakukan Teknik Relaksasi Otot

Sama halnya dengan melakukan teknik pernapasan dalam, teknik relaksasi otot juga dapat meredakan serangan panik serta membantu mengendalikan respon tubuh. Lakukan beberapa gerakan, misal menggerakkan jari tangan dan gerakan ke atas atau kebawah untuk membantu membuat rileks. 

Bayangkan Tempat yang Membuat Bahagia

Bayangkanlah diri Sahabat Sehat sedang berada di tempat yang menyenangkan, misalnya pantai ataupun pegunungan. Hal ini terbukti membantu Sahabat Sehat menjadi lebih tenang.

Melakukan Olahraga Ringan

Hormon endorfin berperan dalam menjaga agar darah tetap terpompa dengan baik ke seluruh tubuh. Dengan melakukan olahraga ringan, Sahabat Sehat dapat menghasilkan lebih banyak hormon endorphin sehingga dapat menaikan suasana hati. Oleh karena itu jika Sahabat Sehat merasa stress, cobalah melakukan olahraga ringan seperti jalan santai. 

Beritahu Orang Terdekat

Jika Sahabat Sehat kerap mengalami serangan panik, sebaiknya beritahu orang terdekat agar membantu apabila Sahabat Sehat membutuhkan penanganan lebih lanjut. Jika mengalami sesak nafas, pucat, hingga lemas maka segera memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan terdekat.

Nah Sahabat Sehat itulah mengenai berbagai metode mengatasi serangan panik. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. Smith A. How to stop a panic attack: 13 effective methods [Internet]. USA : Medical News Today. 2020 [updated 2020 Sep 29; cited 2021 Sep 01].
  2. Gotter A. 11 Ways to Stop a Panic Attack [Internet]. USA : Healthline. 2021 [updated 2021 July 23; cited 2021 Sep 01].
  3. Bressert S. Tips to Cope with a Panic Attack [Internet]. Psych Central. 2016 [updated 2016 May 17; cited 2021 Sep 01].
  4. Burke D. Panic Disorder: Causes, Symptoms, and Treatment [Internet]. USA : Healthline. 2018 [updated 2018 Aug 29; cited 2021 Sep 01].

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com