Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Dampak Negatif Memarahi Anak yang Harus Orang Tua Waspadai

Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

Rasa Kecewa Anak Menjadi Dampak Negatif Memarahi Anak yang Sulit Dihindari

Cukup banyak dampak negatif memarahi anak walaupun Si Kecil memang bersalah. Memarahi Si Kecil dapat mempengaruhi kondisi psikologisnya. Oleh sebab itu sangat penting untuk mengetahui bagaimana cara yang baik dalam menegur si kecil, dan apa yang harus dilakukan setelah anda memarahinya.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas beberapa hal yang menjadi dampak negatif akibat orang tua memarahi anaknya. Harapannya, dengan tahu resiko yang terjadi kita bisa lebih menahan emosi dan mampu memperbaiki cara mendidik anak sehingga si kecil memiliki karakter yang jauh lebih baik.

Sedikitnya Ada 9 Dampak Negatif Memarahi Anak

Ketika si kecil anda marahi, harapannya tentu agar dia merubah perilaku menjadi pribadi yang lebih baik. Namun seringkali hal ini tidak terjadi. Alih-alih menjadi lebih baik, si kecil justru memiliki luka secara psikologi.

Memarahi atau bahkan membentak dapat menjadi suatu pengalaman traumatis bagi anak. Bahkan beberapa orang cenderung mengingat kejadian tersebut hingga dewasa. Berikut beberapa dampak negatif secara psikologis yang dapat dialami anak :

  • Kehilangan Rasa Percaya Diri

    Kehilangan Percaya Diri Akibat Sering Dimarahi
    Ketika si kecil melakukan sesuatu, kemungkinan besar dia merasa hal tersebut adalah hal yang baik dan benar. Malahan mungkin si kecil berharap hal tersebut dapat membuat anda senang dan bangga.

    Ketika hal yang dia kerjakan justru dihargai dengan bentakan, hal ini tentunya akan membawa dampak negatif. Bisa jadi si kecil akan merasa kecewa dan kehilangan percaya diri. Si anak akan merasa takut melakukan hal-hal kreatif karena takut hal tersebut akan membuatnya dimarahi.

  • Membuat Anak Menjadi Pribadi yang Egois dan Keras Kepala

    Pribadi Egois dan Tidak Mau Mengalah pada Anak
    Memarahi anak juga beresiko membuat anak menjadi pribadi yang egois dan keras kepala. Hal ini biasa terjadi ketika anda memarahi anak tanpa mau mendengarkan penjelasan darinya. Apalagi jika anak anda merasa yakin dia melakukan hal yang benar namun tetap anda marahi.

    Oleh sebab itu, sangat disarankan bagi orang tua untuk mendengarkan apa alasan seorang anak melakukan hal yang anda anggap merupakan kesalahan tersebut. Membuka jalur komunikasi akan membentuk pribadi anak yang mampu menghargai orang lain sehingga dapat menjadi pribadi yang lebih mudah diterima di masyarakat.

  • Memiliki Jiwa Pemberontak dan Tidak Bisa Diatur

    Anak yang Suka Melawan dan Tidak Peduli Lagi Apa Kata Orang Tuanya
    Ketika anak anda sudah merasa melakukan hal yang baik dan benar namun anda justru terus menerus memarahinya maka akan ada rasa kecewa dirinya terhadap anda. Dia mungkin merasa sudah saatnya untuk tidak lagi diatur-atur oleh anda.

    Untuk menghindari terjadinya dampak negatif memarahi anak maka hubungan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak harus dibangun. Terutama setelah anda memarahinya. Misalnya dengan memberikan hadiah dimana jika dia menuruti apa yang anda katakan maka anda akan memberikan hadiah sesuai yang dia mau. Cara ini sangat efektif dilakukan untuk membangun kesadaran bahwa dibalik kemauan menuruti perintah orang tua pasti akan ada hal baik yang bisa diperoleh.

  • Suka Menyendiri dan Tertutup (Introvert)

    Anak yang Merasa Lebih Aman dan Nyaman Menyendiri
    Anak yang memiliki sifat ekstrovert atau mudah bersosialisasi cenderung lebih mudah untuk sukses dalam karir maupun usaha yang dijalankan. Memarahi anak dapat memberikan dampak negatif pada psikologi seorang anak menjadi pribadi yang introvert. Hal ini erat kaitannya dengan rasa percaya diri dimana seorang anak takut jika dia melakukan sesuatu akan membuat orang lain kecewa, memarahinya, atau trauma dimarahi membuatnya tidak memiliki keberanian untuk menjawab lawan bicara.

    Lagi-lagi sangat ditekankan bahwa ketika seorang anak memang harus dimarahi, pastikan memberikannya ruang untuk bicara mengapa dia melakukan hal tersebut. Jika diperlukan, temani dia untuk melakukan hal-hal yang anda minta. Tentunya bukan dengan suasana memarahi. Dengan demikian, tidak akan ada trauma yang membuatnya merasa takut berbicara ataupun merasa menyendiri adalah sesuatu yang lebih nyaman. Si kecil justru merasa menyenangkan jika melakukan banyak hal bersama-sama.

  • Mudah Stress dan Ketakutan

    Mudah Stress dan Rentan Depresi
    Setiap anak memiliki response yang berbeda-beda. Bisa jadi marah yang anda berikan pada anak pertama membuatnya jadi pribadi yang lebih baik. Namun pada anak kedua bisa jadi marah yang anda lakukan bisa membuatnya stress dan ketakutan. Apalagi jika marah tersebut diiringi dengan membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain.

    Ketika memarahi anak, pastikan sekedar untuk memberitahunya bahwa tindakannya salah. Tidak perlu menekan psikologi anak dengan tanggung jawab yang berlebihan, apalagi jika si anak sampai merasa dibanding-bandingkan dengan orang lain. Hal tersebut dapat memicu stress karena alih-alih memberikan motivasi, anda justru memberikan padanya beban yang sulit dia kejar.

  • Terjerumus dalam Kenakalan Remaja

    Kriminalitas Banyak Tumbuh Pada Orang yang Mengalami Luka Batin di Saat Masa Anak-Anak
    Anak yang sering dimarahi akan merasa stress. Untuk melampiaskan rasa tertekannya maka seorang anak akan melakukan kenakalan-kenakalan, khususnya saat remaja ketika dia merasa sudah memiliki kemampuan untuk melawan orang-orang di sekelilingnya. Beberapa kenakalan ini seperti penggunaan obat terlarang, pergaulan bebas, bolos sekolah, atau bahkan tindakan-tindakan kriminal. Oleh sebab itu, pendekatan yang baik antara orang tua dan anak sangat diperlukan.

    Memarahi anak bukan hal yang salah. Namun sebagai orang tua kita harus memastikan anak tidak merasa tertekan. Sebagai orang tua andapun dituntut untuk memahami keadaan anak pasca dimarahi dan segera mengambil tindakan yang diperlukan setelah memarahi anak. Misalnya memeluk, mengajaknya jajan, atau mengajaknya bermain. Jangan sampai dampak negatif memarahi anak yang telah anda lakukan terbawa hingga dia beranjak dewasa.

  • Menjadi Pribadi yang Mudah Marah

    Perilaku Anak yang Mudah Marah Karena Meniru Orang Tua yang Juga Suka Memarahinya
    Tumbuh kembang anak secara psikologi akan dipengaruhi dari meniru perilaku orang tua dan orang di sekitarnya. Jika si kecil sering dimarahi maka dampak negatifnya adalah si anak juga akan berubah menjadi pribadi yang mudah marah. Sebaliknya, jika cara anda memarahinya dengan baik dan tidak melukai mentalnya maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mau mendengarkan arahan-arahan anda.

    Jika setelah marah yang anda lakukan selama ini justru membuat si kecil semakin mudah marah maka ini merupakan gejala bahwa anak anda sudah berusaha meniru perilaku yang anda lakukan kepadanya. Bimbingan profesional dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini.

  • Kurang Inisiatif dan Cenderung Malas

    Rasa Malas Karena  Trauma Takut Apa yang Dilakukannya Hanya Akan Berujung Dimarahi dan Disalahkan
    Kebanyakan anak kecil melakukan sesuatu karena inisatif spontan. Mereka cenderung tidak tahu apa yang dilakukan adalah sesuatu yang salah. Malahan kebanyakan mengira hal tersebut adalah hal yang benar. Misalnya anak yang mencoret-coret dinding rumah karena mengira hal tersebut dapat membuat dinding rumah tampak lebih menarik.

    Tindakan memarahi tanpa adanya arahan menyalurkan kreativitas anak akan cenderung menghambat inisiatif mereka dalam melakukan sesuatu. Pada titik tertentu, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang malah berpikir dan cenderung hanya akan melakukan apa yang diperintahkan. Hal ini tentunya akan kurang baik bagi kehidupannya di usia dewasa nantinya.

  • Menjadi Anak yang Kurang Tanggap

    Dampak Negatif Memarahi Anak Salah Satunya Adalah Membuat Anak Cenderung Sulit Mencerna Informasi
    Ada dampak negatif memarahi anak terus menerus walaupun memang dia melakukan kesalahan. Dampak tersebut adalah menjadikan anak pribadi yang kurang tanggap dan sulit memahami apa yang dikatakan orang lain. Hal ini terjadi karena otak pada umumnya tidak ingin menyimpan trauma terlalu lama. Otak kemudian menjadi lebih cepat melupakan marah yang anda lakukan hari ini. Di sisi lain otak juga tidak mengolah informasi dengan benar. Hal ini membuat otak menjadi sulit berkonsentrasi dan cenderung cuek dengan informasi di sekelilingnya.

    Anak yang cenderung menjadi kurang tanggap di kemudian hari memiliki ciri-ciri cenderung cuek ketika anda marahi. Jika hal ini terjadi, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi dan pemeriksaan kondisi anak.

  • Gangguan Kesehatan pada Anak

    Anak Cenderung Mudah Jatuh Sakit Akibat Sering Dimarahi dan Dibentak
    Memarahi anak bukan hanya mempengaruhi mental anak. Kesehatan anak bisa terganggu. Mulai dari jantung lambung, hingga masalah susah tidur.

    Lihat Juga: Penyebab dan Solusi dari Sering Susah Tidur

    Saat anak dimarahi, jantungnya akan berdetak lebih kencang. Ada potensi reaksi dimana jantung akan terus merasa tertekan dan berdetak lebih kencang ketika si anak bertemu dengan anda. Masalah ini dapat membuat anak merasa mudah lelah dan cenderung cuek kepada anda.

    Pada sisi lain, stress akibat dimarahi bisa membuat masalah kesehatan pada lambung anak. Hal ini bisa terjadi karena ketika anak dimarahi maka produksi asam lambung bisa meningkat. Tentunya ini bisa beresiko menyebabkan kerusakan lambung.

Tips Bagi Orang Tua Saat Marah

Bagi Sahabat Sehat yang sebelumnya seringkali marah atau melampiaskan kemarahan pada anak, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut sebagai solusinya :

Beri waktu luang

Saat Sahabat Sehat ingin melampiaskan emosi pada anak, hentikan kegiatan sejenak dan tarik nafas dalam secara perlahan. Ingatkan pada diri sendiri mengenai dampak negatif memarahi anak yang mungkin dia alami saat dan pasca Sahabat Sehat marah.

Bicara dengan anak

Saat Sahabat Sehat marah, cobalah membicarakan hal yang dialami dengan anak sehingga mereka dapat memahami hal yang dirasakan oleh Sahabat Sehat.

Beri batasan tegas

Jika anak melakukan perilaku diluar batas sopan santun atau norma yang berlaku, sebaiknya Sahabat Sehat menjelaskan dengan tegas mengenai hal tersebut. Hindari emosi berlebihan dan bicarakan hal ini dengan baik-baik.

Beri konsekuensi, bukan ancaman

Sebagian orang tua kerap kali mengancam anak, terutama jika berperilaku tidak sesuai dengan yang diharapkan. Namun hal ini tidak dapat dibenarkan, sebab ancaman dapat mempengaruhi kondisi psikologis anak. Jadi Sahabat Sehat dapat memberikan konsekuensi dengan memberi peringatan. Sebagai contoh, jika anak tidak membereskan mainan maka nanti tidak diperkenankan menonton televisi.

Nah Sahabat Sehat, demikianlah beberapa hal yang menjadi dampak negatif memarahi anak yang wajib Sahabat Sehat waspadai. Semoga informasi ini bisa bermanfaat, dan jika ada pertanyaan seputar kesehatan anak maka silahkan hubungi kami melalui fitur chat yang ada di pojok kanan bawah halaman ini. 

Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Chat Dokter 24 Jam