Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Apa Itu Anoreksia Nervosa? Yuk, Sahabat Kenali Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Penanganannya

Banyak orang berusaha membuat badannya terlihat ideal, salah satunya dilakukan dengan menjalani program diet dan olahraga. Namun ternyata keinginan ini dapat berubah menjadi kekhawatiran yang bersifat obsesif, yang disebut dengan anoreksia nervosa.

anoreksia nervosa, anoreksia

Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

Anoreksia nervosa (seringkali disebut anoreksia) merupakan salah satu jenis kelainan makan yang menyebabkan terjadinya penurunan berat badan drastis.

Penderita anoreksia kerap disibukkan dengan perhitungan kalori dan berat badan sehingga mengkonsumsi makanan rendah kalori karena ketakutannya yang berlebihan terhadap berat badan, disertai dengan melakukan olahraga secara berlebihan.

Anoreksia kebanyakan diderita oleh para remaja wanita,wanita karier, ibu rumah tangga, maupun pria.

Apa Gejala anoreksia?

Anoreksia ditandai dengan:

  • Tidak mampu mempertahankan berat badan normal
  • Kelelahan
  • Sulit tidur
  • Kulit kering, menguning atau muncul bercak
  • Rambut menipis atau rontok
  • Sembelit
  • Gangguan haid
  • Tekanan darah rendah

Selain itu, beberapa hal berikut juga dapat dialami penderita anoreksia:

  • Berlebihan dalam berolahraga
  • Menghindari dan memilih makanan tertentu
  • Mudah marah
  • Menarik diri dari kegiatan sosial
  • Suasana hati yang tertekan
  • Menahan lapar dan menolak tawaran makan
  • Mengonsumsi obat pencahar, ataupun pil diet

Apa Penyebab Anoreksia?

Penyebab anoreksia sebenarnya tidak diketahui secara pasti. Para penderita berfokus untuk terlihat sempurna, terlepas dari pandangan negatif orang terhadap cara mereka mencapai hal tersebut.

Namun, beberapa faktor berikut diketahui dapat menyebabkan anoreksia :

Faktor Biologis

Genetika dan hormon mungkin berpengaruh pada timbulnya anoreksia. Beberapa bukti menunjukkan adanya hubungan antara anoreksia dengan kadar serotonin, yang merupakan bahan kimia yang diproduksi di otak.

Lingkungan

Tekanan dari masyarakat agar terlihat kurus, juga dapat berkontribusi menimbulkan kelainan anoreksia. Citra tubuh yang tidak realistis dari media seperti majalah dan televisi, dapat mempengaruhi kaum muda dan memicu timbulnya keinginan tersebut.

Psikologi

Penderita gangguan obsesif-kompulsif (OCD) cenderung lebih mempertahankan diet ketat dan melakukan olahraga secara berlebihan.

Baca Juga: Penyebab Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Dideteksi Sejak Dini

Bagaimana Cara Mendiagnosis Anoreksia?

Anoreksia dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik, untuk memeriksa tekanan darah dan denyut jantung. Selain itu perlu melakukan pemeriksaan laboratorium, seperti tes darah untuk mengetahui kadar elektrolit, fungsi hati, fungsi ginjal, serta pemeriksaan kepadatan tulang dan rekam jantung.

Setelah itu penderita anoreksia perlu dirujuk untuk melakukan pemeriksaan psikologis, umumnya pemeriksa akan menanyakan beberapa hal berikut:

  • Cara penderita dalam membatasi asupan makanan
  • Ketakutan akan bertambahnya berat badan
  • Ketidakpuasan bentuk atau tampilan tubuh

Bagaimana Penanganan Anoreksia?

Penanganan anoreksia melibatkan para dokter spesialis untuk mengatasi masalah fisik, emosional, sosial, dan psikologis yang dihadapi para penderita anoreksia.

Adapun penanganan yang dilakukan yaitu:

  • Terapi perilaku kognitif, untuk membantu penderita anoreksiamenemukan cara baru dalam berpikir, berperilaku, dan mengelola stres
  • Terapi konseling
  • Terapi nutrisi, untuk memberikan informasi perihalmakanan yang benar untuk kesehatan
  • Obat, untuk mengatasi depresi dan kecemasan
  • Pemberian suplemen, untuk mengatasi kekurangan nutrisi

Perawatan di rumah sakit diperlukan, jika memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Indeks massa tubuh (IMT) yang rendah
  • Malnutrisi
  • Menolak makan secara terus-menerus
  • Keadaan darurat pada kejiwaan, misalnya depresi berat

Hal tersebut tentu saja menjadi tantangan bagi penderita anoreksia karena kondisi ini dapat berulang meski sudah menjalani terapi dan pengobatan.

Baca Juga: Seperti Apa dan Bagaimana Pertolongan Pertama Gangguan Kesehatan Jiwa?

Dukungan keluarga dan teman sangat dibutuhkan sehingga dapat mencegah dan mengatasi hal ini. Pemberian nutrisi secara bertahap turut membantu proses pemulihan penderita anoreksia saat menjalani perawatan.

Apakah Anoreksia Dapat Menyebabkan Komplikasi?

Anoreksia dapat menyebabkan komplikasi pada tubuh, yang melibatkan gangguan pada jantung dan pembuluh darah, sistem pencernaan, ginjal, ketidakseimbangan hormon, dan kekuatan tulang

Beberapa dari masalah ini dapat mengancam nyawa. Selain efek fisik dari nutrisi yang buruk, penderita kemungkinan memiliki risiko bunuh diri sehingga memerlukan penanganan secara psikologis serta deteksi dini.

Perbedaan Anoreksia dan Bulimia

Anoreksia kerap disamakan dengan Bulimia, karena keduanya merupakan jenis gangguan makan. Namun pada kondisi Bulimia, penderita akan memuntahkan kembali makanan yang sudah dimakan misalnya menggunakan obat pencahar.

Hal ini dapat berdampak besar pada kesehatan, seperti meningkatkan risiko penyakit lambung, kram perut, diare, sembelit, radang tenggorokan, gigi terkikis karena asam lambung, dan sakit pada gusi.

Baca Juga: Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

Demikianlah mengenai anoreksia nervosa, salah satu jenis gangguan makan yang cukup berpengaruh pada penderitanya jika dibiarkan berlarut-larut. Apabila Sahabat ingin berkonsultasi khusus mengenai hal ini, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. anoreksiaNervosa: Symptoms, Causes, and Treatments [Internet]. Healthline. 2021 [cited 17 March 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/anoreksia-nervosa
  2. anoreksianervosa: Symptoms, causes, and treatment [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2021 [cited 17 March 2021]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/267432
  3. Perbedaan Eating Disorder: Anoreksia, Binge Eating, dan Bulimia [Internet]. kumparan. 2021 [cited 17 March 2021]. Available from: https://kumparan.com/info-kesehatan/perbedaan-eating-disorder-anoreksia-binge-eating-dan-bulimia-1t0N6RcOtzO/full

Chat Asisten ProSehat aja