Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Waspada penyakit selama hamil dan risikonya bagi janin

Semua penyakit selama hamil terutama penyakit infeksi bila mengenai wanita hamil berisiko, tetapi sebagian besar penyakit infeksi saat hamil itu tidak menular langsung pada janin. Karena, bayi dalam kandungan memiliki pertahanan tubuh tertentu yang dikenal dengan nama placental barrier. Pertahanan ini akan menghalangi kuman-kuman penyakit masuk dan mengenai janin.

Golongan penyakit infeksi saat hamil yang bersifat akut seperti tipus, cacar air; demam berdarah atau usus buntu, kuman-kumannya tidak akan mengenai janin. 8iasanya, ibunya pun relatif akan sembuh sempuma. Namun demikian, jika ibu rnenderita sakit, misalnya suhu tubuhnya naik, dehidrasi, dan muntah-muntah sehingga asupan makanan kurang, hal ini akan berdampak pada bayi secara tidak langsung. Tetapi tidak dalam bentuk membuat bayi cacat. Namun, kalau kondisi penyakitnya berat, dapat juga mengancam nyawa bayi.

Sedangkan untuk golongan penyakit infeksi saat hamil seperti toksoplasmosis, rubele, cytomegalovirus, herpes dan sifilis, kuman-kumannva bisa masuk ke dalam darah dan menembus placental barrier. Akibatnya, bayi dalam kandungan bisa tertular penyakit ibunya dan menimbulkan cacat bawaan.

Itu sebabnya wanita yang hamil muda sedapat mungkin melakukan pemeriksaan TORCH (TOxsoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes), terutama rubela. Lebih baik lagi bila dilakukan sebelum hamil. Kalau setelah pemeriksaan masih juga menderita penyakit infeksi saat hamil tertentu yang kondisinya betul-betul akut, maka wanita tersebut harus diobati dulu, baru dapat memutuskan untuk hamil.

Untuk mencegah tertular penyakit infeksi saat hamil, pertama, jauhi sumber infeksi. Misalnya, tipus, hepatitis A dan diare yang termasuk penyakit infeksi saat hamil yang bisa didapat dari makanan yang tidak bersih. Karenanya, hindari mengonsumsi makanan yang kebersihannya diragukan. Semua makanan harus bersih dan diolah sampai matang (welldone). 8ila mau makan buah-buahan atau sayur-sayuran dalam keadaan mentah, cucilah terlebih dahulu dengan air vang mengatir. Wanita hamil disarankan tidak menjenguk keluarga atau rekan yang sakit di rumah sakit. Apalagi bila penyakitnya tergolong menular.

Kedua, pertahankan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, yang berdampak baik pada bayi, dan bisa meningkatnya daya imunitas ibu. Wanita hamil memang harus tetap bugar. Olahraga juga tak perlu berhenti. Apalagi kalau calon ibu kekurangan sel darah merah (anemia), maka semakin mudah terkena penyakit.

Namun, bila terlanjur sekit, segera minta pertolongan dokter. Jangan coba-coba mengobati diri sendiri. Dokter akan memutuskan apakah ibu perlu diberi obat atau tidak.

 

home-apps-mom

 

Sahabat Sehat ingin mendapatkan artikel kesehatan langsung di smartphone Anda? Install Aplikasi ProSehat di Appstore atau Playstore dan dapatkan artikel eksklusif serta HEMAT 50% dengan memasukkan kode promo ‘KADOBUATIBU’ di Dompet ProSehat Sahabat Sehat.

playstore-300x89

appstore-1-300x89

 

Chat Asisten ProSehat aja