Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Diet, Amankah Bagi Penderita Penyakit Kronis?

Menurut data statistik Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI), penyakit kronis atau yang termasuk penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian utama terbanyak di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menyelesaikan survei penyebab kematian berskala nasional, peringkat masalah utama penyebab kematian utama disebabkan oleh stroke, kemudian disusul oleh penyakit jantung iskemik, diabetes mellitus beserta komplikasinya, dan hipertensi (tekanan darah tinggi) beserta komplikasinya.

Penyebab penyakit kronis atau penyakit degeneratif ini sebagian besar disebabkan gaya hidup dan pola makan yang tidak tepat. Penyakit kronis yang menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia tentunya saling berkaitan, dimulai dari pola makan yang tidak tepat dapat menyebabkan peningkatan kadar lemak dalam pembuluh darah, dimana pembuluh darah utama yang memasok darah utama ke jantung mengalami kerusakan (arterosklerosis), kerusakan ini dipicu oleh berbagai hal seperti sumbatan kolesterol yang menjadi plak di dinding pembuluh darah, hal ini diakibatkan kolesterol darah yang tinggi biasanya disebabkan karena banyak asupan makanan yang mengandung lemak, selain itu merokok, darah tinggi (hipertensi), tingginya gula darah (diabetes) juga dapat menyebabkan kerusakan elastisitas pembuluh darah.

Menurut data survei Sample Registration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian tertinggi setelah stroke yaitu sebesar 12,9%. Menurut WHO (World Health Organization), data tahun 2014 menyatakan bahwa penyakit kardiovaskular menempati penyebab kematian tertinggi di dunia yaitu sebesar 37%.

Baca Juga: 7 Makanan Memicu Kolesterol

Salah satu cara agar terhindar dari penyakit kronis adalah menghindari makanan yang kurang baik sehari-hari. Namun, apakah aman melakukan diet apabila kita terlanjur didiagnosis mempunyai penyakit kronis seperti tingginya gula darah, darah tinggi maupun penyakit jantung koroner? Tentu saja aman, selama melakukan diet dengan cara yang tepat, hanya dengan mengurangi porsi makanan atau jumlah kalori yang masuk setiap harinya, tidak melakukan diet yang ekstrim atau berlebihan serta tetap menjaga aktivitas fisik seperti halnya olah raga.

Berikut ini anjuran diet serta perubahan gaya hidup yang dianjurkan bagi pasien dengan penyakit kronis:

  1. Hindari makanan yang mengandung karbohidrat berlebih

Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh, tapi apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan cadangan lemak tubuh. Hal ini disebabkan karbohindat mengandung senyawa gula. Secara garis besar terdapat dua jenis karbohidrat yaitu karbohidrat simpleks dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat simpleks didapatkan dari makanan seperti kue kering, puding, jus, roti, soda, cokelat, permen. Sedangkan karbohidrat kompleks ditemukan pada makanan seperti kacang polong, gandum, roti dan nasi. Karbohidrat yang dibutuhkan tubuh yaitu 45-65% dari sumber kalori harian yang diperlukan tubuh. Apabila dikonsumsi secara berlebihan maka akan meningkatkan risiko obesitas (berat badan berlebih) sehingga meningkatkan risiko terjadinya stroke akibat sumbatan plak lemak, diabetes serta penyakit jantung koroner.

  1. Mengurangi asupan garam yang berlebihan

Batas konsumsi garam per hari bagi orang dewasa adalah 1500-2300 mg atau sekitar 1 sendok teh garam per harinya, dengan kata lain untuk orang yang sudah menderita tekanan darah tinggi harus mengonsumsi garam jauh di bawah dari batas asupan normal per harinya. Konsumsi garam berlebih dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah terutama peningkatan tekanan darah yang akan meningkatkan beban kerja jantung. Cara mengurangi garam tidak hanya dengan mengurangi garam dapur saja, tapi juga mengurangi makanan yang asin seperti biskuit, keripik, keju, serta berbagai makanan ringan lainnya.

  1. Mengurangi asupan gula yang berlebihan

Seperti yang telah dijelaskan pada asupan karbohidrat di atas, asupan gula dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kronis. Batasan asupan normal gula pada orang dewasa rata sekitar 24-36 gram per hari atau setara dengan 6 sampai 9 sendok teh per harinya. Gula bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan seperti biskuit, makanan dalam kemasan, pemanis buatan, susu kental manis, kue, kopi dan minuman dengan perasa. Bagi pasien dengan gula darah tinggi dapat mengganti asupan gula dengan gula low calories atau dengan gula jagung.

Baca Juga: Teh Hijau Bisa Menurunkan Kolesterol? Masa Sih?

  1. Menghindari makanan yang mengandung tinggi lemak (terutama lemak jenuh)

Meningkatnya kolesterol dalam darah terutama LDL (Low Density Lipoprotein), meningkatkan penumpukan lemak sepanjang pembuluh darah sehingga menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang (arterosklerosis).Bagi pasien dengan penyakit kronis, dapat mengganti asupan lemak dengan lemak yang tak jenuh seperti minyak ikan yang mengandung omega 3, mengganti minyak zaitun atau olive oil saat menggoreng makanan, mengganti asupan lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh seperti alpukat, kacang almond, ikan tuna, salmon.

  1. Memperbanyak asupan serat setiap harinya

Bahan makanan yang mengandung serat seperti sayur, gandum serta buah-buahan sangat baik bagi pasien dengan penyakit kronis untuk tetap menjaga berat badannya. Hal ini disebabkan serat dapat meningkatkan perasaan kenyang lebih lama sehingga seseorang yang mengonsumsi cukup serat akan jarang merasa lapar dan mengurangi kebiasaan mengonsumsi makanan ringan.

  1. Menghindari minuman yang mengandung kafein

Minuman atau makanan berkafein seperti kopi, teh dan cokelat ternyata termasuk ke dalam makanan yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, selain kandungan gula dan perasa tambahan dalam secangkir kopi, kandungan kafein yang terkandung dalam kopi, teh dan cokelat dapat meningkatkan tekanan darah. Umumnya kandungan kefein dalam secangkir kopi adalah 60,4 – 80,1 mg, sedangkan batas konsumsi harian kopi (kafein) adalah 400 mg per hari atau setara dengan 4 cangkir kopi.

  1. Memperbanyak minum air putih

Air putih selain baik bagi kesehatan, ternyata dapat meningkatkan rasa kenyang lebih lama pada saluran pencernaan. Konsumsi air putih dengan kadar yang cukup akan mengurangi kebiasaan minum minuman manis yang mengandung kalori serta menurunkan kebiasaan konsumsi makanan ringan karena memberikan efek kenyang yang lebih lama. Minumlah air putih minimal 8 gelas per hari atau setara dengan dua liter air.

  1. Melakukan aktivitas fisik atau olah raga secara teratur

Apabila seseorang telah berhasil menurunkan berat badan dengan menjaga pola makanan dan asupan kalori per hari, maka aktivitas fisik juga diperlukan untuk menjaga berat badan tetap ideal dan tidak mudah naik kembali. Aktivitas fisik yang dapat dilakukan bagi pasien dengan penyakit kronis dapat dilakukan dengan olah raga ringan seperti jalan kaki minimal 30 menit sampai 1 jam per hari selama minimal 5 hari dalam satu minggu, bersepeda santai, berenang, senam, tai chi, yoga dan senam lantai.

  1. Menghindari kebiasaan merokok

Mengurangi kebiasaan merokok sangat penting untuk dilakukan bagi seseorang yang sehat atau bagi penderita penyakit kronis. Hal ini disebabkan rokok mengandung 4000 bahan kimia berbahaya yang akan mengurangi kadar oksigen dalam tubuh. Selain itu, zat yang bersifat candu ini akan mempercepat detak jantung, menaikkan kerja jantung serta merusak elastisitas pembuluh darah sehingga mempercepat terjadinya arterosklerosis (pembuluh darah kehilangan elastisitasnya). Hal ini menyebabkan terjadinya serangan jantung. Rokok juga menyebabkan otak kekurangan oksigen dan perdarahan otak akibat kerusakan pembuluh darah otak.

Baca Juga: 5 Indikator Jantung Sehat

Pada intinya, cara melakukan diet pada pasien dengan penyakit kronik tidak dapat dilakukan secara agresif karena asupan kalori yang cukup masih dibutuhkan untuk sumber energi pasien. Contohnya, bagi penderita diabetes, apabila melakukan diet secara agresif maka gula darah akan turun drastis sehingga menyebabkan pasien lemas sampai kehilangan kesadaran. Diet bagi penderita penyakit kronis dianjurkan dengan cara mengurangi porsi makan secara bertahap, serta melakukan aktivitas fisik yang rutin demi mencapai berat badan yang ideal.

Nah, itulah sederet informasi diet untuk penderita penyakit kronis. Bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

instal aplikasi prosehat

Daftar Pustaka

  1. Sami, W. and Ansari, T. (2016). Type 2 diabetes mellitus: Link between diet, HbA1c and complications. Australasian Medical Journal, [online] 9(9). Available at: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5426415/ [Accessed 9 Nov. 2018].
  2. Skerrett, P. and Willett, W. (2010). Essentials of Healthy Eating: A Guide. Journal of Midwifery & Women’s Health, [online] 55(6), pp.492-501. Available at: aafp.org/afp/2018/0601/p721.html [Accessed 9 Nov. 2018].
  3. UCSF Medical Center. (2018). Diet and Congestive Heart Failure. [online] Available at:  ucsfhealth.org/education/diet_and_congestive_heart_failure/ [Accessed 9 Nov. 2018].
  4. (2018). Diet and Heart Failure. [online] Available at: webmd.com/heart-disease/heart-failure/dietary-guidelines-heart-failure [Accessed 9 Nov. 2018].
  5. int. (2018). Noncommunicable Diseases (NCD) in Indonesia. [online] Available at: who.int/nmh/countries/idn_en.pdf [Accessed 9 Nov. 2018].

WhatsApp Asisten Maya saja