Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Archive for Category: Kesehatan Wanita

Showing 1–10 of 117 results

  • KamiSehat 11 April : Healthy Glowing

    Kosmetik adalah bahan atau campuran bahan untuk digosokkan, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan atau disemprotkan pada, dimasukkan dalam, dipergunakan dalam badan manusia dengan maksud untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik, dan mengubah rupa dan tidak termasuk golongan obat.

    Tentunya selain digunakan untuk mempertahankan kondisi kulit dan melindungi kulit dari faktor yang merusak, juga dapat mengubah penampilan agar lebih menarik, menambah daya tarik dengan keharuman kulit, serta menolong penderita yang memiliki penyakit kulit agar penampilannya dapat diterima secara sosial.

    Sebenarnya kosmteik dapat digunakan oleh siapa saja yang memiliki tujuan untuk melindungi kulit dari faktor yang merusak, mereka yang memiliki kelainan kulit,dsb. Namun, penggunaan kosmetik pada wanita hamil harus dibatasi dan sesuai dengan konsultasi dokter karena beberapa kandungan pada kosmetik dapat berbahaya bagi janin.

    Perlu diketahui beberapa jenis kosmetik yaitu dekoratif, pewangi dan skincare. Skincare terdiri dari pembersih, penipis, pelembab, serta pelindung. Komposisi skincare ada yang bahan aktif, bahan pembawa, dan ada yang bahan tambahan. Bahan aktif disebut dengan functional active, contohnya pemutih, anti jerawat, pelembab, anti aging dan sensitive calming. Sedangkan bahan pembawa disebut dengan structural active yaitu bahan yang mendukung bahan aktif supaya tersaji baik di kulit.Sedangkan bahan tambahan adalah sebagai penambah dalam kosmetik seperti menambah daya tarik, warna parfum, dll.

    Nah, penggunaan kosmetik tentunya sangat penting terutama bagi wanita. Namun, pada beberapa kondisi kulit seperti alergi/iritan terhadap bahan dalam kosmetik, kulit berjerawat yang sedang meradang, wanita hamil, serta permasalahan kulit lain yang serius menyebabkan Sahabat sebaiknya berkonsultasi dulu ke dokter terhadap jenis kosmetik yang akan digunakan. Kulit sangat rentan dan sensitif dapat terjadi karena beberapa hal seperti polusi, merokok, ketidakseimbangan hormon, stres, makanan yang kurang sehat. Belum lagi dengan maraknya kosmetik online yang dapat dibeli langsung tanpa konsultasi dengan dokter yang sering mengakibatkan kulit menjadi “bahan percobaan” kosmetik. Ouch! enggak mau, kan jadi bahan percobaan kosmetik?

    Ada beberapa faktor yang mempengaruhi efek samping penggunaan beberapa kosmetik, yaitu cara pemakaian yang salah (seperti menggosok terlalu keras), kondisi kulit yang tidak normal, usia dan jenis kelamin, serta keturunan (adanya riwayat alergi dalam keluarga.

    Kemudian, untuk menghindari efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan kosmetik, hendaklah Sahabat berkonsultasi dengan dokter yang memiliki pengalaman di bidang kosmetik. Dokter akan memeriksa kondisi kulit anda dan memberi saran terhadap kosmetik yang akan digunakan. Lalu, Sahabat juga harus menghindari penggunaan kosmetik yang tidak diketahui bahan dan komposisinya. Bacalah label kosmetik dan ikuti aturan/cara pakainya, uji kosmetik yang akan dipakai, cuci dan bilas tangan yang bersih sebelum menggunakannya, gunakan kosmetik secara lembut di kulit, serta simpan kosmetik dengan baik.

    Bagaimana menghilangkan milia yang sering ada sekitar hidung?

    Milia dapat dihilangkan dengan melakukan ekstraksi (pengangkatan) milia yang dilakukan oleh dokter. Seringkali krim tidak dapat menghilangkan milia, sehingga Sahabat hendaknya konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

    Mengapa di usia 40-an masih timbul jerawat?

    Jerawat dapat timbul karena beberapa faktor antara lain genetik, ketidakseimbangan hormon, pemakaian kosmetik yang dapat menimbulkan jerawat, pola hidup yang tidak sehat, dsb. Oleh karena itu, meskipun usia sudah lanjut, tetap pemakaian kosmetik harus tepat, pola hidup sehat dijaga agar jerawat tidak timbul lagi.

    Read More
  • Mempunyai anak adalah suatu hal yang menyenangkan bagi seorang ibu sekaligus menjadi pengalaman dan tantangan baru. Para ibu berusaha semaksimal mungkin agar anak tumbuh dengan fisik yang baik, sehat dan juga cerdas tentunya. Berbagai pelajaran baru pun didapatkan, seperti tahapan tumbuh kembang anak dari mulai bayi sampai balita, hingga proses makanan yang dikonsumsinya. Jikalau saat […]

    5 Hal yang Wajib Diketahui Ibu Sebelum Memberikan MPASI Pertama

    Mempunyai anak adalah suatu hal yang menyenangkan bagi seorang ibu sekaligus menjadi pengalaman dan tantangan baru. Para ibu berusaha semaksimal mungkin agar anak tumbuh dengan fisik yang baik, sehat dan juga cerdas tentunya. Berbagai pelajaran baru pun didapatkan, seperti tahapan tumbuh kembang anak dari mulai bayi sampai balita, hingga proses makanan yang dikonsumsinya. Jikalau saat baru lahir hingga usia 6 bulan, bayi diberikan ASI secara ekslusif, dan tentunya pada usia 6 bulan ke atas ini para ibu diajarkan untuk mengenal hal baru lagi, yaitu pengenalan makanan baru pada bayi yang biasa disebut MPASI.

    Namun, sebelum mengenalkan MPASI pada bayi  kita perlu mengetahui beberapa hal terlebih dahulu, agar tidak terlalu cepat atau terlalu lambat dalam pemberian MPASI serta agar makanan MPASI yang diberikan juga makanan yang tepat, untuk pencernaan dan kesehatan bayi. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan para ibu sebelum memberikan MPASI :

    Manfaat dari pemberian MPASI pada bayi

    Sebelum memberikan MPASI pada bayi kita, tentunya para ibu perlu untuk mengetahui apa saja sih manfaat dari MPASI yang diberikan pada bayi? Manfaat MPASI bagi bayi tentu sangat penting, pertama, dengan memberikan MPASI pada bayi, bayi mendapatkan nutrisi tambahan lainnya yang tentunya sangat bermanfaat bagi bayi. Kedua, dengan memberikan MPASI, mendukung bayi untuk tumbuh dan berkembang sehingga mencegah bayi dari gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Ketiga, dengan memberikan MPASI, melatih otot – otot pada mulut bayi dan juga melatih kemampuan motorik pada bayi.

    Baca Juga: 12 Cara Mengajarkan Anak Hidup Sehat

    Kapan sebaiknya MPASI diberikan?

    Pada bayi baru lahir sangat dianjurkan untuk diberikan ASI ekslusif. Namun, saat bayi berusia 6 bulan, dianjurkan untuk memberikan MPASI. Pemberian MPASI yang terlalu cepat atau terlalu lambat dapat memberikan gangguan atau masalah pada kesehatan bayi. Oleh karena itu, pemberian MPASI pada bayi harus pada waktu yang tepat, tidak terlalu cepat dan tidak pula terlalu lambat. Idealnya pada bayi diberikan MPASI pada usia 6 bulan. Selain itu pemberian MPASI ini juga dapat dilihat dari perkembangan bayi tersebut, apakah organ – organ bayi sudah siap untuk menerima MPASI. Berikut beberapa tanda bahwa bayi sudah dapat dikenalkan MPASI ;

    • Bayi sudah mulai menggenggam dan juga memasukkan makanan atau sesuatu ke mulut.
    • Bayi akan bergerak ke depan pada makanan atau mainan yang disukainya, sebaliknya akan mundur atau menutup mulut, jika diberikan sesuatu yang tidak disukainya.
    • Bayi sudah mampu menegakkan sendiri leher dan kepala nya.
    • Bayi sudah mulai dapat berdiri dengan bantuan.

    Itulah tadi beberapa tanda dan waktu yang tepat pemberian MPASI pada bayi. Bila pemberian MPASI yang terlalu cepat, maka resiko bayi tersedak cukup tinggi, gangguan pencernaan pada bayi, meningkatkan resiko obesitas, infeksi dan juga alergi. Bila pemberian MPASI terlalu lambat, maka akan terjadi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi atau bayi mengalami suatu kondisi yang dinamakan picky eater yaitu suatu kondisi dimana bayi menolak diberikan makanan lain selain ASI. Beberapa hal harus diperhatikan dalam pemberian MPASI,

    Harus mengetahui cara pemberian MPASI yang baik

    Berikut beberapa cara pemberian MPASI yang baik, sesuai dengan usia nya :

    • Usia bayi 6-8 bulan

    Pada usia awal pemberian MPASI ini, tentunya haruslah diperhatikan dalam pemberiannya. Pemberian MPASI pada usia bayi 6 sampai 8 bulan pemberian MPASI 2-3 kali sehari, dan makanan selingan diberikan 1-2 kali. Makanan yang diberikan pada usia awal pemberian MPASI ini adalah makanan yang halus, seperti : bayam yang dihaluskan, kentang yang dihaluskan, wortel, pepaya, pir, yang semuanya dihaluskan. Jika sudah terbiasa dengan bahan makanan yang sudah disebutkan di atas, Anda dapat menambahkan telur atau daging yang dihaluskan.

    Baca Juga: 8 Makanan Untuk Jantung Bengkak yang Aman

    • Usia bayi 9-11 bulan

    Pada usia bayi 9-11 bulan, frekuensi pemberian makanan MPASI, masih sama seperti pada bayi usia 6-8 bulan. Yang membedakannya adalah, pada bayi usia 9-11 bulan ini pencernaan dan organ bayi sudah lebih kuat dan sudah beradaptasi, sehingga sudah bisa dapat diberikan nasi tim, biscuit atau finger food.

    • Usia bayi 12 bulan ke atas

    Pada usia ini bayi sudah bisa diberikan nasi lembek  dengan lauk seperti tahu, tempe, ikan, ayam, atau daging yang sudah dicincang. Frekuensi pemberiannya, masih sama dengan usia bayi yang sebelumnya.

    Makanan yang tidak dianjurkan untuk dijadikan MPASI

    Pada saat memperkenalkan MPASI, tentunya kita memperkenalkan makanan tersebut satu persatu, untuk mengetahui apakah bayi alergi pada suatu makanan tertentu. Dan berikut ini ada beberapa makanan yang memang tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi untuk dijadikan MPASI :

    • Susu sapi murni : karena dapat memberikan dampak kekurangan zat besi.
    • Makanan yang keras, bulat dan kecil, untuk bayi usia di bawah 12 tahun, karena beresiko tersedak.
    • Konsumsi jus buah tidak dianjurkan lebih dari 4-6 ons perhari, karena dapat menyebabkan diare dan juga karies atau gigi berlubang.
    • Hindari makanan kaleng atau makanan siap saji : baik pada bayi maupun orang dewasa, makanan kalengan atau makanan yang sudah siap saji memang tidak dianjurkan, karena pada makanan tersebut memiliki kandungan pengawet dan juga garam yang cukup banyak. Yang tentunya kandungan tersebut sangat tidak baik untuk kesehatan bayi.

    Baca Juga: 4 Cara Sehat Masa Depan Dimulai dari Sekarang

    Masak makanan hingga matang

    Pada saat pemberian MPASI, tentunya makanan yang ingin diberikan sebagai MPASI bagi bayi, harus dipastikan benar sudah matang. Karena jika makanan kurang matang yang diberikan pada bayi, terutama telur, akan berdampak pada masalah pencernaan seperti diare.

    Baik, itulah beberapa hal yang perlu ibu perhatikan dan ketahui sebelum memberikan MPASI pertama pada bayi. Semoga berhasil!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Kulit yang menjadi idaman para wanita, tentunya kulit yang sehat dan lembab bercahaya. Kulit yang sehat, lembab dan juga bercahaya tentunya menjadikan kita menjadi lebih percaya diri dan tentunya sangat menunjang penampilan Anda. Apalagi bagi ibu – ibu yang sudah memiliki anak, tentu untuk perawatan khusus ke salon menjadi sulit untuk dilakukan. Tapi tahukah Anda, […]

    10 Jenis Buah ini Bagus untuk Perawatan Kulit Kering

    Kulit yang menjadi idaman para wanita, tentunya kulit yang sehat dan lembab bercahaya. Kulit yang sehat, lembab dan juga bercahaya tentunya menjadikan kita menjadi lebih percaya diri dan tentunya sangat menunjang penampilan Anda. Apalagi bagi ibu – ibu yang sudah memiliki anak, tentu untuk perawatan khusus ke salon menjadi sulit untuk dilakukan.

    Tapi tahukah Anda, untuk memiliki kulit yang sehat, lembab dan juga bercahaya, kita tidak perlu repot – repot pergi ke salon. Beberapa buah tertentu memiliki kandungan yang sangat baik untuk perawatan kulit kering, sehingga kulit menjadi lebih lembab, sehat dan juga bercahaya. Bagi ibu – ibu yang memiliki kulit yang kering, tentunya kulit kering menjadikan Anda terlihat lebih tua, kusam dan tidak bercahaya. Berikut beberapa daftar buah – buahan yang sangat baik untuk perawatan kulit kering Anda:

    Alpukat

    Buah alpukat memiliki kandungan vitamin E yang cukup tinggi. Vitamin E berperan sangat penting untuk meremajakan kulit Anda serta mengembalikan kelembaban alami kulit. Bila Anda rutin mengonsumsi buah alpukat, tentunya membuat wajah Anda menjadi lebih lembab dan terkenal cepat dalam mengatasi masalah kulit kering Anda. Sehingga kulit wajah lebih lembab dan sehat tentunya.

    Baca Juga: 10 Makanan Ibu Menyusui Agar Bayi Cerdas

    Jeruk

    Jeruk kaya akan kandungan vitamin C serta antioksidannya yang sangat baik dalam merawat kulit, dan menjadikan kulit tampak lebih sehat dan bercahaya. Kandungan vitamin C dan juga anti oksidannya merangsang produksi kolagen, yang mana kolagen adalah suatu zat penting yang berfungsi meremajakan serta memberikan cahaya pada kulit Anda.

    Pepaya

    Buah yang mudah didapat dan juga dengan harga terjangkau ini ternyata memiliki peran yang cukup penting pula dalam merawat kulit kering Anda, sehingga mampu mengembalikan kelembaban alami kulit Anda. Kandungan vitamin C pada buah papaya ini cukup tinggi, yang mana vitamin C sangat baik untuk meremajakan kulit. Selain itu, kandungan vitamin A nya yang juga terkandung di dalamnya, juga berperan penting dalam mengangkat sel kulit mati penyebab kulit kering. Enzim papain yang terdapat pada buah papaya dapat membantu mencegah kulit dari serangan radikal bebas, sehingga dapat mencegah dari kerusakan kulit dan membuat kulit selalu sehat bercahaya.

    Baca Juga: 5 Makanan Sehat Bagi Kamu yang Suka Nge Gym

    Apel

    Apel memang sudah tidak diragukan lagi khasiatnya untuk kesehatan kulit. Kandungan vitamin A dan C, serat, serta antioksidannya memang sangat baik untuk membantu menjaga kelembaban alami kulit, menjadikan kulit lebih cerah dan juga sehat, serta membantu menangkal kulit dari serangan radikal bebas. Sehingga kulit kering pun dapat diatasi, dan kulit menjadi sehat juga bercahaya.  

    Buah naga

    Buah naga tentu menjadi favorit para ibu – ibu jaman sekarang ini. Bagaimana tidak ? selain rasanya yang nikmat juga kandungan vitamin C di dalamnya yang cukup tinggi sehingga menjadikanya buah yang sangat baik untuk dikonsumsi sebagai pelembab dan pencerah alami kulit. Sehingga buah naga ini merupakan buah yang dapat ditambahkan dalam menu cemilan sehat Anda sehari – hari.

    Pisang

    Pisang dipercaya dapat menjadi buah yang dapat menjaga maupun mengembalikan kelembaban alami kulit. Kandungan vitamin yang ada di dalamnya, mampu memberikan nutrisi alami bagi kulit Anda. Buah pisang ini biasa dijadikan sarapan atau cemilan sehat sehari – hari.

    Tomat

    Tomat dengan kandungan vitamin C yang tinggi sangat baik bagi kesehatan kulit wajah Anda. Konsumsilah buah tomat secara rutin, baik itu sebagai jus atau sebagai pelengkap sayur ataupun dimakan mentah – mentah, menjadikan kulit Anda menjadi lebih sehat dan lembab alami.

    Semangka

    Kandungan serat dan juga air yang cukup tinggi pada semangka dipercaya mampu membuat kulit menjadi lebih lembab dan sehat. Buah semangka ini ketika dimakan, banyak sekali air nya dan air tersebut mampu membuat kulit menjadi lembab karena mampu membuat kebutuhan cairan dalam tubuh terpenuhi, sehingga dengan terpenuhinya kebutuhan cairan dalam tubuh, membuat kulit wajah pun menjadi lebih lembab. .

    Kiwi

    Buah kiwi kaya akan kandungan vitamin C serta antioksidannya, yang sangat baik dalam merangsang produksi kolagen yang mampu meremajakan kulit Anda. Selain itu, dengan kandungannya ini juga mampu melindungi kulit dari sinar radikal bebas yang mampu memberikan efek negatif bagi kulit. Sehingga menjadikan kulit lebih sehat, lembab dan bercahaya tentunya.

    Mangga

    Mangga memiliki kandungan yang dapat melembabkan kulit Anda, sehingga mencegah Anda dari kulit kering. Buah mangga mengandung flavonoid dan juga beta karoten yang mampu mencegah kuit dari kerusakan serta peradangan seperti kulit kering dan jerawat.

    Baca Juga: Ternyata 5 Menu Korea Ini Menyehatkan

    Itulah tadi beberapa buah yang bagus untuk merawat kulit Anda yang kering, sehingga mampu mengembalikan kembali, kelembaban alami kulit Anda. Selain dengan mengonsumsi aneka buah yang telah disebutkan di atas, jangan lupa pula untuk mencukupi kebutuhan cairan Anda, menjalani gaya hidup sehat yaitu dengan berolahraga secara rutin, menghindari stress, rokok, dan juga alkohol. Semoga bermanfaat!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Kandungan nutrisi dan gizi yang seimbang pada makanan tentunya sangat berpengaruh pada perkembangan fisik dan otak anak, serta untuk kesehatan seluruh anggota keluarga. Jika makanan yang dikonsumsi merupakan makanan sejenis junk food yang bergizi sedikit dan berlemak tinggi, tentunya hal tersebut akan berdampak pada masalah kesehatan pada keluarga, seperti penyakit diabetes, ginjal, kolesterol tinggi, asam […]

    Panduan Menu Masakan Sehari-hari Buat Keluarga dengan Gizi Seimbang

    Kandungan nutrisi dan gizi yang seimbang pada makanan tentunya sangat berpengaruh pada perkembangan fisik dan otak anak, serta untuk kesehatan seluruh anggota keluarga. Jika makanan yang dikonsumsi merupakan makanan sejenis junk food yang bergizi sedikit dan berlemak tinggi, tentunya hal tersebut akan berdampak pada masalah kesehatan pada keluarga, seperti penyakit diabetes, ginjal, kolesterol tinggi, asam urat, hingga jantung.

    Oleh karena itu, penting sekali bagi kita para ibu untuk memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi anggota keluarga di rumah. Memasak serta mengolah sendiri masakan yang akan dikonsumsi, akan lebih menjamin kualitas serta kandungan gizi yang ada di dalamnya. Selain itu ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam menyajikan menu masakan keluarga, yaitu diantaranya:

    Buat daftar menu masakan sehat harian

    Kita menjadi lebih mudah dalam berbelanja dan juga sangat membantu dalam memasak sehari-hari dengan membuat daftar menu makanan sehat. Kita juga jadi mengetahui apa-apa saja yang nantinya harus dibelanjakan. Selain itu, juga setiap harinya, kita tidak perlu membuang-buang waktu lagi untuk memikirkan masak apa hari ini? Hal ini karena sudah ada jadwal menu masakan sehat harian yang akan kita buat.   

    Melihat pada resep-resep masakan sehat

    Resep dan tutorial cara membuat menu masakan sehat sudah banyak tersebar di internet, baik itu lewat instagram ataupun youtube. Anda perlu untuk rajin-rajin melihat pada resep dan juga tutorial masakan sehat ini. Selain mengetahui cara membuatnya, Anda juga mendapatkan ide masakan-masakan sehat terbaru yang beraneka ragam dan tidak monoton.

    Baca Juga: 11 Makanan yang Bisa Mengurangi Resiko Stress

    Perbanyak sayuran

    Pada menu masakan sehat sehari- hari, jangan lupa untuk memperbanyak sayuran di dalamnya. Sayuran ini merupakan hal yang sangat penting dalam pemenuhan gizi seimbang dan sebagian dari isi piring kita, menurut kementrian kesehatan, sebagian besarnya adalah berisi sayuran. Pasalnya sayuran ini memang sangat baik untuk kesehatan, melancarkan pencernaan, mengeluarkan toksin – toksin yang ada dalam tubuh, dan juga menghindari diri dari resiko terkena berbagai macam penyakit tidak menular. Berikut, contoh resep sayuran yang dapat Anda buat di rumah, simple dan menyehatkan.

    • Sup ayam sayuran

    Bahan yang dibutuhkan :

    • 500 ml air kaldu ayam
    • Daging ayam fillet, potong-potong dadu, rebus.
    • Brokoli, potong kecil
    • 2 buah wortel, iris
    • 4 buah buncis, iris
    • 1 buah tomat, potong empat
    • 1 batang daun seledri, iris tipis
    • 2 siung bawang putih, haluskan
    • Secukupnya garam, pala dan lada

    Cara membuat :

    • Tumis bawang putih yang sudah dihaluskan.
    • Didihkan 500 ml air kaldu ayam. Setelah mendidih, masukkan bumbu yang sudah ditumis, dan wortel yang sudah dikupas, cuci bersih dan diiris. Tunggu hingga wortel empuk.
    • Kemudian jika ortel sudah empuk, masukkan buncis.
    • Selanjutnya, masukkan brokoli. Jika brokoli sudah matang, masukkan tomat, daun seledri, dan daging ayam. Dan terakhir tambahkan garam, lada dan pala. Koreksi rasa.
    • Sup ayam sayuran, siap untuk dinikmati.

    Sediakan buah sebagai cemilan

    Sebagai cemilan sehat atau selingan antara jeda waktu makan, Anda dapat menjadikan buah sebagai cemilan atau selingan tersebut. Anggota  keluarga menjadi terhindar dari mengonsumsi cemilan-cemilan yang tidak sehat seperti keripik kentang, cake, cookies dan yang lainnya. Sehingga dengan itu pula, akan lebih terjaga kesehatan anggota keluarga dan terhindar dari penyakit-penyakit yang disebabkan oleh obesitas dan juga cemilan berpengawet dan mengandung pewarna, seperti, diabetes, kolesterol tinggi, kanker, stroke hingga jantung.

    Jauhi minuman manis dan biasakan minum air putih

    Pada minuman manis tentunya memiliki kandungan glukosa yang tinggi. Jika tubuh terlalu banyak mengonsumsi glukosa, akan berdampak pada timbulnya penyakit tertentu, seperti diabetes dan jantung. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika kita mulai membiasakan pada anggota keluarga kita untuk mengonsumsi air putih sebagai minuman harian. Selain mengurangi resiko dari penyakit-penyakit tersebut, air putih juga mampu mengeluarkan racun-racun dalam tubuh.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat Untuk Jantungmu

    Biasakan sarapan

    Membiasakan sarapan setiap hari bagi anggota keluarga, agar terhindar dari jajan sembarangan nanti saat di luar rumah, dan juga menghindari dari porsi makan siang yang terlalu banyak akibat kelaparan. Anda dapat menyajikan sereal, salad buah atau sayur, nasi merah dan  lauk dan yang lainnya sebagai sarapan sehat untuk angota keluarga Anda.

    Berikut contoh ide resep sarapan sehat yang dapat Anda buat untuk anggota keluarga Anda :

    • Sandwich

    Bahan yang dibutuhkan :

    • Roti gandum
    • 1 lembar selada
    • 1 buah tomat
    • 1 telur ceplok
    • Yogurt

    Cara membuat :

    • Panggan roti yang sudah diolesi margarin.
    • Kemudian, tambahkan 1 lembar selada pada tiap 1 tangkap roti, ½ buah tomat, dan 1 lembar telur ceplok. Dan tambahkan yogurt di atasnya. Sandwich siap untuk dihidangkan sebagai sarapan sehat keluarga.

    Baca Juga: Tips Makanan Sehat Sesuai jam Makan

    • Salad buah

    Bahan yang dibutuhkan :

    • 3 buah stroberi
    • 1 buah alpukat
    • 1 buah pisang
    • 1 buah apel
    • 3 sdm yogurt

    Cara membuat :

    • Cuci dan potong semua buah, kemudian taruh di mangkok buah yang sudah dipotong-potong.
    • Kemudian siram dengan yogurt di atasnya.
    • Salad buah sehat untuk sarapan keluarga, siap untuk dihidangkan.

    Itulah tadi beberapa panduan menu masakan sehari-hari, buat keluarga dengan gizi yang seimbang. Jangan lupa untuk mengurangi takaran garam dan juga gula pada masakan sehat harian Anda, dan sebisa mungkin untuk menghindari vetsin atau MSG.  Selamat mencoba!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Persiapan yang dilakukan oleh ibu, tidak hanya pada saat hamil saja. Apalagi mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tentunya selain baik untuk janin dalam rahim dan juga sangat baik untuk memperlancar proses persalinan nantinya. Makanan yang sehat dan bergizi seimbang ini juga sangat baik dikonsumsi untuk ibu selepas melahirkan untuk memperlancara serta memperbanyak keluarnya ASI. ASI begitu […]

    10 Cara Memperbanyak ASI Lewat Asupan Sehat dan Bergizi

    Persiapan yang dilakukan oleh ibu, tidak hanya pada saat hamil saja. Apalagi mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tentunya selain baik untuk janin dalam rahim dan juga sangat baik untuk memperlancar proses persalinan nantinya. Makanan yang sehat dan bergizi seimbang ini juga sangat baik dikonsumsi untuk ibu selepas melahirkan untuk memperlancara serta memperbanyak keluarnya ASI. ASI begitu penting untuk bayi kita nantinya hingga usia 6 bulan. Sehingga, sangat penting untuk melakukan berbagai cara yang telah dianjurkan oleh bidan atau dokter kandungan untuk memperlancar ASI.

    Berbagai cara untuk memperlancar ASI serta mendukung pada pemberian ASI ekslusif pada bayi diantara lain : melakukan pemijatan pada payudara, pastikan teknik menyusui sudah benar, teruslah menyusui, sering-sering memompa ASI, meciptakan suasana yang tenang dan nyaman bagi ibu, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Berikut beberapa daftar makanan yang dapat memperbanyak ASI :

    Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan memiliki kandungan serat, zat besi, vitamin, mineral dan juga protein, yang sangat baik bagi ibu untuk memperlancar jalannya ASI. Berbagai jenis kacang-kacangan yang dapat Anda konsumsi yaitu, kacang almond, walnut, kacang merah dan berbagai jenis kacang lainnya.

    Baca Juga: Tips Memerah dan Menyimpan Asi

    Kurma

    Telah kita ketahui, bahwa kurma merupakan buah dengan kandungan gizi yang sangat baik. Bahkan kandungan kalsiumnya yang cukup tinggi yang terdapat pada kurma, mampu merangsang produksi hormon prolaktin, yaitu hormon yang bertugas untuk memproduksi ASI pada wanita. Selain itu, kandungan kalori yang terdapat pada kurma juga sangat baik bagi ibu yang sedang menyusui untuk memenuhi kebutuhan energy agar tidak lemas dan kehabisan tenaga.

    Gandum

    Gandum atau oat, yang biasa disajikan dalam menu sarapan, merupakan menu sarapan sehat yang sehat dan bergizi tinggi tentunya. Semangkuk oat pada saat sarapan, dipercaya mampu meningkatkan produksi ASI pada ibu, karena kandungan di dalamnya. Zat besi serta serat yang terkandung dalam gandum atau oat ini, sangat baik dalam menunjang produksi ASI pada ibu. Mulai sekarang, cobalah untuk mengonsumsi oat sebagai menu sarapan kita.

    Ikan salmon

    Siapa yang tidak tahu ikan salmon? Ikan yang satu ini selain memiliki rasa yang nikmat, kandungan gizi dan nutrisi di dalamnya juga sangat tinggi, yang tentunya sangat baik bagi kesehatan. Ikan salmon ini merupakan sumber protein terbaik. Selain itu, salmon mengandung DHA dan juga kalsium yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas ASI serta melancarkan proses pengeluaran ASI. Salmon juga mempunyai kandungan lemak yang sedikit, sehingga dapat dikonsumsi tanpa harus khawatir akan efek sampingnya dan sangat dianjurkan bagi para ibu menyusui.

    Baca Juga: 10 Persiapana Ibu ASI Ketika Naik Pesawat

    Blueberry

    Buah blueberry ini merupakan salah satu buah yang sangat dianjurkan bagi ibu menyusui. Bahkan ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi 2 porsi blueberry setiap harinya. Blueberry memiliki kandungan kalsium, kalium, mineral, vitamin A dan K, sehingga mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu menyusui dan membantu meningkatkan produksi ASI.

    Aprikot

    Aprikot adalah buah yang memiliki kandungan kasium, kalium, vitamin A dan C yang sangat baik untuk ibu yang sedang menyusui. Aprikot juga mengandung fitoesterogen yang sangat membantu produksi ASI pada ibu menyusui.   

    Alpukat

    Buah alpukat ini mengandung lemak sehat dan juga serat yang tinggi. Sehingga sangat baik untuk ibu yang sedang menyusui. Kandungan kalorinya juga mampu mengembalikan energi yang hilang saat menyusui. Sementara kandungan asam lemak omega 3, omega 6 dan omega 9 nya sangat membantu untuk para ibu menyusui agar dapat mengeluarkan ASI lebih banyak. Mau produksi ASI Anda banyak? Rutin konsumsi alpukat setiap harinya.

    Bayam

    Pada masa kehamilan, bayam sangat baik bagi ibu hamil agar terhindar dari penyakit anemia, memberikan nutrisi pada bayi, serta memenuhi kadar zat besi pada tubuh. Pada saat menyusui pun, bayam ternyata sangat baik bagi ibu menyusui. Pasalnya, kandungan kalsium, vitamin A dan vitamin C yang terdapat pada bayam, sangat membantu ibu dalam produksi ASI nya. Selain itu, kandungan fitoesterogen dalam bayam juga mampu meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.

    Brokoli

    Brokoli memang sudah tidak diragukan lagi akan kandungan gizinya yang sangat baik bagi ibu dan juga bayi. Kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung pada brokoli ini sangat banyak, sehingga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi ibu yang sedang menyusui. Vitamin A, C, zat besi, kalsium dan mangan yang ada di dalamnya, dipercaya dapat memperlancar produksi ASI pada ibu menyusui. Tidak hanya itu, kandungan asam folat yang ada dalam brokoli ini juga berperan penting dalam perkembangan otak dan fisik bayi. Oleh karena itu, mulai sekarang rutinlah mengkonsumsi brokoli sebagai menu sayuran harian Anda.

    Baca Juga: Hubungan Antara Menyusui dan Kanker Payudara

    Daun katuk

    Kalau yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi manfaatnya untuk memperlancar produksi ASI. Hal ini pun dibenarkan oleh penelitian dari Balitbang kementrian kesehatan RI, yang menyatakan bahwa ibu menyusui yang mengonsumsi ekstrak daun katuk memiliki ASI yang lebih banyak dan produksi ASI yang lebih lancar dibandingkan yang tidak.

    Itulah tadi beberapa cara memperbanyak ASI lewat makanan sehat yang ada di sekitar Anda. Semoga bermanfaat!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Contoh ilustrasi: Karin (28 tahun,) sangat sulit diajak datang ke pesta, baik itu pesta di kantor maupun pesta ulang tahun temannya. Ia pasti akan bertanya dulu berapa orang yang diundang dan kira-kira acaranya apa. Teman-teman Karin pun sudah paham bahwa kalau ingin mengundang Karin  merayakan ulang tahun, lebih baik mengadakan acara makan-makan di restoran atau […]

    Ibu Introvert VS Ekstrovert, Apa Bedanya?

    Contoh ilustrasi:
    Karin (28 tahun,) sangat sulit diajak datang ke pesta, baik itu pesta di kantor maupun pesta ulang tahun temannya. Ia pasti akan bertanya dulu berapa orang yang diundang dan kira-kira acaranya apa. Teman-teman Karin pun sudah paham bahwa kalau ingin mengundang Karin  merayakan ulang tahun, lebih baik mengadakan acara makan-makan di restoran atau di rumah dengan hanya mengundang maksimal 3 orang sahabat dekatnya.

    Dessy (29 tahun), justru sebaliknya, ia paling sulit berada sendirian, ia merasa harus selalu bersama dengan orang lain. Kalau waktu libur, seperti akhir pekan, ia pasti sudah akan sibuk menghubungi teman-teman atau saudaranya untuk menghabiskan waktu bersama. Maka, Dessy suka kurang dapat memahami Karin yang tidak senang pesta. Bagi Dessy, pesta adalah tempat bertemu banyak orang baru yang bisa menambah kenalan sehingga Dessy sangat senang datang jika ada undangan pesta.

    Sahabat, konon manusia itu dalam bersikap bisa dikategorikan dalam dua tipe besar loh, yaitu introvert dan ekstrovert. Manusia seperti Karin, adalah contoh tipe manusia introvert. Pada tipe ini, karakteristiknya adalah orang-orang yang lebih senang mengekplorasi pemikiran dan perasaannya ke dalam diri. Sedangkan pada tipe ekstrovert, contohnya Dessy, dicirikan dengan orang-orang yang lebih senang mengekplorasi dunia di luar dirinya. Nah, konsep introvert dan ekstrovert ini pada awalnya dikenalkan oleh Carl Jung pada tahun 1921 (Feist, Feist & Roberts, 2013).

    Baca Juga: Bagaimana Cara Cegah Penularan HPV

    Konsep introvert dan esktrovert digambarkan oleh Jung seperti dalam permainan jungkat jungkit. Manusia tidak ada yang sepenuhnya introvert dan tidak ada yang sepenuhnya ektrovert. Jadi, Karin yang lebih senang menyendiri, tidak terlalu suka keramaian dikatakan lebih dominan dalam mengarahkan pikiran dan perilaku ke dalam dirinya sendiri sehingga cenderung introvert. Sebaliknya pada Dessy, yang lebih dominan mengarahkan energi, pikiran dan perilaku ke luar dirinya, bersama teman-temannya dikatakan cenderung ektrovert.

    Kepribadian yang sehat, menurut Jung sendiri adalah manusia yang cukup fleksibel, yang bisa menyeimbangkan keduanya (Schultz & Schultz, 2013). Pengaruh dari cara manusia mengeksplorasi diri dan pikirannya ini ke dalam diri atau keluar diri biasanya juga berpengaruh kepada perilaku sehari-hari, tentu saja termasuk jika seseorang tersebut sudah menjadi ibu. Untuk lebih jelasnya, yuk kita bahas satu persatu.

    Karin, yang dominan introvert, tentu saja lebih nyaman untuk tidak berada di keramaian. Ia butuh “me time” untuk bisa mengisi ulang energinya sehingga ketika ia menjadi ibu, ia pun akan cenderung mengharapkan suami dan anak-anaknya untuk memahami apa yang menjadi perasaan dan pikirannya. Bagi Karin yang introvert, mungkin akan sulit untuk menyatakan apa yang dirasakan dan dipikirkannya. Jika suami dan anak Karin termasuk tipe yang introvert juga, mungkin kebiasaan di rumah Karin akan berkisar pada kegiatan yang sifatnya lebih banyak kegiatan individual, seperti membaca buku atau mengerjakan hobi masing-masing yang tidak terlalu melibatkan orang lain dalam kegiatannya.

    Kunjungan tamu ke rumah maupun berkunjung ke rumah orang lain mungkin akan menjadi suatu hal yang kurang nyaman dilakukan oleh orang-orang introvert. Nah, buat keluarga yang anggotanya dominan introvert, sebaiknya perlu diperhatikan bahwa tetap dibutuhkan komunikasi antar satu dengan yang lainnya, misalnya membuat jadwal untuk bersama-sama melakukan kegiatan yang akan menimbulkan interaksi bersama seperti berkegiatan setiap hari Minggu pagi di taman tanpa membawa buku bacaan atau gawai, sehingga mengharuskan berinteraksi dengan sesama anggota keluarga.

    Baca Juga: Wanita Wajibkah Melakukan Pap Smear

    Pada Dessy, jika berkeluarga, tentu saja akan berbeda dalam menghadapi suami dan anaknya. Dessy mungkin akan lebih senang bercerita mengenai kejadian yang dialaminya seharian dan mungkin Dessy juga mengharapkan hal yang sama dari suami dan anaknya. Kalau suami dan anak Dessy termasuk tipe dominan ekstovert juga, bisa dibayangkan rumah tangga Dessy pastilah ramai. Oleh karena itu, mungkin tetap diperlukan waktu-waktu untuk berefleksi ke dalam diri, tidak selalu mengeksplorasi dunia di luar dirinya atau bersama dengan orang lain terus-menerus.

    Penyesuaian diri mungkin yang agak sulit adalah jika berhadapan dengan orang yang memiliki tipe berlawanan. Misalnya jika Dessy memiliki anak yang tipenya dominan introvert, maka mungkin Dessy harus memahami kesulitan sang anak untuk langsung dapat beradaptasi di lingkungan yang ramai. Begitu juga sebaliknya, jika sang ibu introvert memiliki anak yang dominan ektrovert, mungkin akan pusing meminta anaknya untuk tidak selalu keluar rumah, berdiam diri di rumah saja. Bagi ibu yang introvert, perlu untuk paham, bahwa anaknya yang esktrovert juga butuh berada bersama teman-temannya untuk menyalurkan energinya keluar diri.

    Sahabat, seperti yang sudah dijelaskan oleh Jung sendiri, bahwa tidak ada manusia yang sepenuhnya introvert maupun yang sepenuhnya ektrovert, melainkan manusia memiliki keduanya di dalam diri. Nah, adanya pengetahuan tentang introvert dan ekstovert ini lebih diharapkan agar Sahabat nantinya bisa lebih memahami diri sendiri dan orang-orang yang berinteraksi dengan Sahabat. Seperti Dessy yang paham bahwa Karin kurang nyaman berada di keramaian pesta, maka ia akan lebih baik mengundang Karin untuk merayakan ulang tahun berdua saja.

    Demikian juga dengan Karin, yang mungkin bisa memahami kesenangan Dessy berada bersama dengan orang banyak, maka ia mungkin sesekali dapat hadir jika diundang Dessy. Hal yang sama juga dapat dilakukan jika Anda memiliki suami atau anak. Berkenalanlah dengan kecenderungan mereka, apakah lebih dominan ekstrovert atau introvert, sehingga nantinya Sahabat dapat lebih mudah berinteraksi dengan mereka.
    Selain itu, jangan lupa untuk mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Bila Anda membutuhkan produk kesehatan , bisa juga menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    Introvert and Extravert: Psychology (internet) Encyclopedia Britannica (cited 8 Desember 2018) available from: britannica.com/science/introvert.
    – Feist, Jess; Feist, Gregory.J, & Roberts, Tomi-Ann (2013) Theories of Personality, 8th ed, New York: McGraw Hill education (Asia).
    – Schultz, Duane P, Schultz, Sydney Ellen (2013) Theories of Personality, 10th ed, Australia: Wadsworth Cengage Learning

    Read More
  • Menurut Cancer Worldwide Data tahun 2018, tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker diseluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. Umumnya, 1 […]

    Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Menurut Cancer Worldwide Data tahun 2018, tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker diseluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. Umumnya, 1 dari 6 orang meninggal akibat kanker, 70% penderita kanker yang meninggal berasal dari negara miskin dan berkembang.

    Sampai saat ini, penyebab kanker masih belum diketahui secara pasti, namun secara garis besar penyebab kanker dapat dibagi menjadi  3 faktor eksternal yaitu:

    • Faktor karsinogenik fisik: sinar ultraviolet (u.v) dan radiasi
    • Faktor karsinogenik kimia: paparan asbes, perokok, pengonsumsi tembakau, pengawet makanan dan arsenik (air minum yang tercemar zat arsenik)
    • Faktor karsinogenik biologi: infeksi virus, bakteri dan parasit

    Faktor penuaan juga meningkatkan risiko terjadinya kanker, semakin bertambahnya usia maka meningkatkan risiko terjadinya pembelahan sel ganas atau sel kanker.

    Baca Juga: Metode Deteksi Dini Kanker Serviks

    Faktor risiko yang meningkatkan terjadinya kanker adalah konsumsi alkohol yang berlebihan, perokok, makan makanan yang tidak sehat dan junk food, serta pasien yang menderita penyakit infeksi. Menurut data WHO, sebanyak 15% penderita kanker yang didiagnosis pada tahun 2012 juga menderita infeksi seperti Helicobacter pylori (infeksi pada lambung), HPV (Human Papiloma virus) penyebab kanker leher rahim, Hepatitis B dan C virus dapat berkembang menjadi kanker hati dan Epstein bar virus.

    Sebanyak 30-50% kanker dapat dicegah dengan cara menghindari faktor risiko di atas dan memodifikasi gaya hidup menjadi gaya hidup sehat seperti olahraga serta mengonsumsi makanan sehat (sayur dan buah-buahan).

    Menurut data dari World Cancer Research Fund, kanker payudara merupakan kanker tersering diderita oleh wanita seluruh dunia. Pada tahun 2018, tercatat sebanyak 25,4% dari total kanker yang menyerang wanita disebabkan oleh kanker payudara. Berikut ini tabel jenis kanker terbanyak yang menyerang wanita:

    Ranking Jenis kanker Kasus baru yang didiagnosis tahun 2018 (8.218.216 kasus) %
    1 Payudara 2,088,849 25,4
    2 Kolorektal 794,958 9.7
    3 Paru-paru 725,352 8.8
    4 Kanker serviks (leher rahim) 569,847 6.9
    5 Tiroid 436,344 6.3
    6 Rahim (Korpus uteri) 382,069 5.3
    7 Lambung 349,947 4.3
    8 Ovarium 295,414 3.6
    9 Hati 244,506 3.0
    10 Limfoma non-hodgin 224,877 2.7
    11 Pankreas 215,885 2.6
    12 Leukimia 187,579 2.3
    13 Esophagus 172,335 2,1
    14 Ginjal 148,755 1.8
    15 Kulit 137,025 1.7
    16 Otak dan sistem saraf 134,317 1.6
    17 Kantung kemih 125,311 1.5
    18 Kantung empedu 122,024 1.5
    19 Bibir dan mulut 108,444 1.3
    20 Multiple melanoma 70,088 0.9
    21 Vulva 44,235 0.5
    22 Nasopharynx 35,663 0.4
    23 Limfoma Hodgkin 33,431 0.4
    24 Anus 28,345 0.3
    25 Kelenjar liur 23,543 0.3
    26 Larynx 22,445 0.3
    27 Oropharynx 18,415 0.2
    28 Vagina 17,600 0.2
    29 Kaposi sarcoma 13,551 0.2
    30 Hypopharynx 13,112 0.2
    31 Mesothelioma 8,781 0.1

     

    Sedangkan di Indonesia, angka kanker terbanyak pada wanita adalah kanker payudara sebanyak 48.998 jiwa dan kanker serviks sebanyak 20.928 jiwa.

    Angka kanker di Indonesia

    Kita akan membahas jenis kanker yang terbanyak pada wanita di Indonesia yaitu kanker payudara dan kanker leher rahim atau kanker serviks.

    Kanker Payudara

    Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh wanita, sebanyak 2,1 juta wanita didiagnosis kanker payudara pada tahun 2018. Angka kematian akibat kanker payudara diperkirakan sebanyak 627,000 jiwa (15% dari jumlah angka kematian yang disebabkan oleh kanker) meninggal pada tahun 2018. Hal yang paling penting pada kanker payudara dalam menentukan angka harapan hidup yaitu diagnosis yang cepat dan screening payudara. Kebanyakan wanita dengan kanker payudara, berhasil didiagnosis pada stadium lanjut. Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal yang timbul sehingga masyarakat tidak segera melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan.

    Baca Juga: Apakah HPV dan Kanker Serviks Saling Berkaitan

    Kanker payudara timbul ketika terjadi pembelahan sel yang tidak wajar dan berlebihan pada jaringan payudara, kanker payudara dapat berasal dari sel penghasil susu (lobus), jaringan lemak, saluran susu (duktus) dan jaringan ikat payudara.

    Saat fase awal kanker payudara, pasien tidak menyadari gejala yang timbul karena benjolan pada payudara berukuran sangat kecil. Ketika benjolan semakin besar dan menimbulkan rasa nyeri, penderita baru menyadari dan pada saat inilah stadium kanker payudara sudah berlanjut. Berikut ini gejala kanker payudara:

    • Terdapat benjolan pada payudara, benjolan biasanya berbenjol-benjol dan permukaannya tidak rata, dapat terasa nyeri.
    • Ukuran payudara lebih besar.
    • Payudara berwarna kemerahan.
    • Penebalan kulit pada payudara seperti kulit jeruk.
    • Puting payudara masuk ke dalam.
    • Adanya darah atau nanah yang keluar dari puting payudara.
    • Terjadi perbesaran kelenjar getah bening pada ketiak, lipat paha atau leher.
    • Penurunan berat badan.
    • Penurunan nafsu makan.

    Untuk pencegahan kanker payudara, dianjurkan melakukan pemeriksaan SADARI secara mandiri atau dengan petugas medis yaitu dengan melihat sendiri perubahan bentuk dan ukuran payudara sendiri dan meraba payudara apakah ada benjolan, pemeriksaan dilakukan sekitar 1 minggu sampai 2 minggu setelah selesai menstruasi. Selain itu, apabila dicurigai terdapat benjolan pada payudara segera lakukan pemeriksaan ke dokter dan dilakukan pemeriksaan mamografi (untuk melihat benjolan pada payudara), melakukan tes darah penanda kanker payudara, dan MRI.

    Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan pembedahan (lumpektomi atau pembedahan pengangkatan tumor yang masih kecil atau masektomi atau pembedahan pengangkatan total payudara), radioterapi, terapi hormonal dan kemoterapi

    Anatomi Organ Serviks Uteri

    Serviks atau leher rahim adalah organ kewanitaan yang menghubungkan antara organ rahim dengan vagina. Fungsi dari leher rahim adalah penghasil lendir yang berfungsi sebagai pelumas saat berhubungan seksual serta mempermudah jalannya sperma masuk untuk bertemu dengan sel telur, sebagai penahan bakteri maupun parasit agar tidak masuk ke dalam rahim, selain itu leher rahim berfungsi menutup ketika wanita sedang mengandung agar tidak mudah terjadinya keguguran dan akan terbuka saat proses persalinan berlangsung. Bagi wanita, organ leher rahim ini sangat berperan penting.

    Kanker serviks adalah kanker keempat terbanyak diderita oleh wanita di dunia, diperkirakan 570.000 kasus baru yang berhasil didiagnosis pada tahun 2018 di seluruh dunia dan 90% kanker serviks ditemukan pada negara yang miskin dan berkembang. Sedangkan di Indonesia, kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua setelah kanker payudara. Angka kematian kanker serviks dapat diminimalisir dengan pencegahan, diagnosis yang cepat dan screening.

    Penyebab terjadinya kanker serviks masih belum dapat diketahui penyebabnya. Namun, biasanya didahului oleh infeksi dari virus HPV (Human Papiloma Virus). Infeksi virus ini dapat sembuh dengan sendirinya, namun pada sebagian orang akan berkembang ke arah perkembangan sel serviks uteri menjadi sel yang abnormal. Perubahan sel ini disebut CIN (Cervical Intraepithelial Neoplasia) yang akan berkembang ke arah keganasan. Virus HPV yang menyebabkan kanker serviks adalah tipe 16 dan 18. Apabila sudah terjadi keganasan maka sel kanker akan menyebar (metastasis) melalui kelenjar getah bening.

    Faktor risiko terjadinya kanker serviks sebagian besar karena keturunan dari keluarga yang menderita kanker serviks, perokok berat, obesitas atau kegemukan, peminum alkohol, kurang mengonsumsi sayur dan buah, mengonsumsi obat hormonal seperti pil kb hormonal, pasangan seksual berganti-ganti, melahirkan lebih dari 5 anak, orang dengan daya imun rendah seperti orang dengan HIV AIDS, penderita gonorhea, candidiaasis (jamur pada kamaluan) dan penyakit menular seksual lainnya.

    Baca Juga: Cara Periksa Sendiri Gejala Kanker Payudara

    Pada fase awal, biasanya penderita kanker serviks tidak mengalami gejala sehingga pasien tidak menyadari sedang terkena kanker serviks. Gejala biasanya dirasakan ketika sel kanker sudah mulai menyebar ke bagian tubuh lainnya.

    Gejala dan Stadium Kanker Serviks

    Gejala pada pasien penderita kanker serviks antara lain:

    • Nyeri pada perut bawah atau pinggul.
    • Nyeri saat berhubungan intim dan mudah berdarah saat berhubungan intim.
    • Pendarahan diluar masa menstruasi.
    • Penurunan berat badan drastis dalam hitungan minggu atau beberapa bulan.
    • Perut membengkak.
    • Mual dan muntah.
    • Kehilangan nafsu makan.
    • Apabila sudah menyebar ke organ tubuh lain, maka gejala yang timbul sesuai dengan organ yang terkena. Misalnya bila menyebar ke paru-paru maka akan terjadi sesak napas, batuk, apabila menyebar ke tulang maka akan terjadi pembengkakan pada tulang dan nyeri, bila menyebar ke otak dan sistem saraf maka akan timbul kejang dan penurunan kesadaran.

    Cara untuk mendeteksi awal atau screening kanker serviks adalah dengan cara pemeriksaan IVA test bagi wanita yang sudah menikah. IVA test dapat mendeteksi awal adanya perubahan sel pada serviks uteri. Apabila ditemukan adanya perubahan sel, maka dilakukan pemeriksaan selanjutnya yaitu biopsi untuk memeriksa sel serviks uteri di bawah mikroskop.

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Sebagai tindakan pencegahan, berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan:

    • Jangan berganti-ganti pasangan untuk mencegah terinfeksi virus HIV.
    • Gunakan kondom saat berhubungan seksual.
    • Melakukan vaksin HPV pada saat belum aktif secara seksual, kurang lebih pada usia 9–26 tahun.
    • Hindari merokok dan minum minuman beralkohol secara berlebihan.
    • Hindari penggunaan obat hormonal dalam jangka waktu panjang.
    • Apabila aktif secara seksual, maka dianjurkan untuk aktif melakukan pemeriksaan papsmear secara teratur minimal 6 bulan sampai 1 tahun sekali.

    Pengobatan yang dapat dilakukan bagi pasien yang telah didiagnosis kanker serviks tergantung dari stadium kanker yang diderita, dapat berupa pembedahan, kemoterapi dan radioterapi. Namun, efek samping yang mungkin timbul pada saat pengobatan dengan kemoterapi dan radioterapi sangat banyak, misalnya penurunan nafsu makan, sariawan, badan lemas, berat badan menurun, rambut rontok, mual dan muntah.

    Nah, Sobat itulah ulasan tentang kanker yang sering menyerang wanita, jika Anda masih membutuhkan artikel maupun produk kesehatan lain, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
    2. Cervical cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/cervical-cancer/en/
    3. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    4. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    5. [Internet]. Who.int. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/country-profiles/idn_en.pdf
    Read More
  • Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya membutuhkan keberadaan orang lain. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Semenjak bayi sampai tua, kita membutuhkan orang lain untuk hidup bersama. Ada berbagai jenis hubungan antar manusia, salah satunya adalah hubungan cinta yang terjalin antar individu. Cinta itu sendiri sebenarnya merupakan pengalaman terpenting dan […]

    Menjadi Ibu VS Karier, Bagaimana Menyeimbangkannya?

    Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya membutuhkan keberadaan orang lain. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Semenjak bayi sampai tua, kita membutuhkan orang lain untuk hidup bersama. Ada berbagai jenis hubungan antar manusia, salah satunya adalah hubungan cinta yang terjalin antar individu. Cinta itu sendiri sebenarnya merupakan pengalaman terpenting dan paling diinginkan dalam kehidupan manusia. Ada banyak bentuk-bentuk cinta dalam kehidupan manusia, antara lain perasaan cinta antara manusia dengan Tuhan, rasa cinta pada pada keluarga, dan yang tidak kalah penting adalah hubungan cinta dengan lawan jenis yang disukainya.

    Hubungan cinta dengan lawan jenis antara laki-laki dan perempuan biasanya diharapkan berujung pada pernikahan. Pearson & Lee dalam Sarwono (1996), mengatakan bahwa pernikahan adalah puncak dari hubungan intim antar jenis kelamin dimana kedua belah pihak saling membagi pengalaman dan perasaan serta pikiran. Saat memasuki pernikahan, tentu saja seorang laki-laki dan perempuan akan memainkan peran baru sebagai suami dan istri. Terlebih jika sudah memiliki anak, mereka akan mendapatkan peran baru sebagai orang tua, ayah dan ibu.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Seorang ibu bekerja yang memiliki anak tentunya memiliki tantangan-tantangan sendiri dalam membesarkan anak-anaknya. Kadang seorang perempuan pekerja yang melahirkan seorang anak akan dihadapkan pada 2 pilihan, melanjutkan bekerja atau berhenti bekerja untuk mengurus segala kebutuhan anak. Ibu yang memilih untuk tetap bekerja atau berhenti bekerja setelah memiliki anak tentu saja sudah memikirkan berbagai hal, sehingga keputusan yang mereka ambil merupakan keputusan yang mereka anggap paling tepat.

    Saat ini menjadi seorang wanita karier merupakan pilihan yang memang dapat diambil oleh siapapun. Kita bisa lihat saat ini perempuan dapat bekerja pada berbagai bidang, bahkan untuk bidang strategis seperti kepala daerah, menteri, manager, direktur, dan masih banyak lagi. Handayani, dkk (2012) mengemukakan bahwa seorang perempuan yang bekerja, memiliki peran ganda yang harus dijalankan pada saat bersamaan. Ia harus bertanggung jawab atas pekerjaannya, juga bertanggung jawab atas perkembangan anak. Hal ini yang sering dikhawatirkan oleh ibu bekerja, mereka khawatir jika tidak dapat memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Achmad (dalam Wibowo, 2011) mengemukakan bahwa jumlah wanita yang mencari kerja akan semakin bertambah dari waktu ke waktu pada sebagian wilayah di dunia. Hal ini dipengaruhi oleh kesetaraan kesempatan yang diperoleh perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan juga pekerjaan.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Work life Balanced tentu saja dapat dimiliki oleh ibu bekerja, jika mereka dapat membagi waktu dan perhatian antara pekerjaan dan keluarga. Juga dengan keteguhan hati bahwa keluarga merupakan fokus yang paling utama. Namun, tentu saja ada beberapa hal terkait pekerjaan ibu yang dapat memengaruhi pengasuhan buah hati mereka, antara lain:

    • Kesepakatan dalam keluarga mengenai pembagian peran dalam rumah tangga.
    • Jenis pekerjaan yang dimiliki oleh ibu, pekerjaan yang stressfull atau pekerjaan yang lebih santai
    • Jarak antara kantor dan rumah.
    • Lokasi kerja, apakah harus dikerjakan di kantor atau bisa dikerjakan di rumah.
    • Adakah orang yang dapat dipercaya untuk mengurus segala kebutuhan anak saat ibu bekerja, dll.

    Nah, agar pengasuhan anak pada ibu bekerja bisa tetap berjalan secara optimal, dan ibu tetap bisa menjalankan berbagai perannya, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

    • Carilah pengasuh yang berkualitas untuk menemani anak. Hal ini bertujuan agar ibu benar-benar yakin dan merasa percaya diri saat harus bekerja dan meninggalkan anak bersama pengasuhnya.
    • Jika anak ‘dititipkan’ kepada keluarga dekat (orang tua atau mertua), sebaiknya mereka memang bersedia dan mampu untuk membantu mengurus anak.  Walaupun dititipkan pada keluarga, tetap sediakan pengasuh yang berkualitas, jadi keluarga hanya perlu mengawasi.
    • Buatlah daftar kegiatan harian yang bisa dilakukan oleh anak-anak, sehingga pengasuh lebih mudah untuk mendampingi anak-anak
    • Berikan juga fasilitas untuk bermain bagi anak, misalnya puzzle, buku gambar, pensil warna, dan mainan edukatif lainnya.
    • Buat list aturan yang harus diterapkan kepada anak, seperti jam tidur siang, penggunaan gadget, dll.
    • Meminimalisasi kerepotan yang terjadi pagi hari. Contohnya dengan menyiapkan pakaian dan segala keperluan yang akan dipakai atau dibawa dari malam hari, menyiapkan sarapan sederhana dan sehat yang tidak membutuhkan waktu lama untuk mengerjakannya, dan bangun lebih pagi. Bila melakukan hal ini, diharapkan ibu tidak terburu-buru saat pagi hari, dan bisa tetap melakukan segala rutinitas dengan santai dan tenang.
    • Buat jadwal pengaturan transportasi anak, misalnya siapa yang mengantar dan menjemput ke sekolah atau tempat les.
    • Usahakan setiap hari ibu bisa berkomunikasi dengan anak-anak, melalui telepon pengasuh atau keluarga atau melakukan video call.
    • Setelah kembali dari bekerja, istirahat sejenak atau rileksasi sejenak, supaya dapat fokus dan tenang saat berhadap dan bermain dengan anak.
    • Ibu juga berhak untuk mendapatkan ‘me time’, dengan melakukan hobi atau kegiatan positif yang disukai, maupun memanjakan diri ke salon.
    • Rencanakan kegiatan positif bersama keluarga, misalnya liburan, berenang, main sepeda, menonton film di bioskop, dll.

    Baca Juga: Ternyata Kurang Tidur Picu Kanker Payudara

    Nah, selain saran-saran di atas, hal yang tidak kalah penting adalah buat jadwal untuk bisa tetap menghabiskan waktu berdua dengan pasangan. Karena hubungan yang harmonis antara suami dan istri tentu saja akan memberikan dampak positif bagi pengasuhan anak.

    Selain itu, jangan lupa untuk mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Bila Anda membutuhkan produk kesehatan , bisa juga menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    – Handayani, A., Maulia, D., & Yulianti, P. D. (2012). Pengaruh konflik peran ganda terhadap kinerja guru. Penilaian kinerja untuk peningkatan profesionalisme guru berkelanjutan. prosiding.upgrismg.ac.id/
    – Wibowo, (2011). Peran Ganda Perempuan Dan Kesetaraan Gender. Muwazah, 2.

    Read More
  • Setiap wanita yang menikah, lalu kemudian memiliki anak, biasanya akan berada pada satu momen dimana mereka dihadapkan dengan pilihan: “Apakah saya akan terus bekerja dan meninggalkan anak di rumah, atau meninggalkan karier dan menjadi ibu rumah tangga untuk menemani anak?”  Hmm, rasanya perdebatan mengenai keputusan menjadi ibu bekerja atau ibu rumah tangga tidak ada habisnya […]

    Bedakah Kondisi Psikis Ibu Rumah Tangga VS Ibu Bekerja?

    Setiap wanita yang menikah, lalu kemudian memiliki anak, biasanya akan berada pada satu momen dimana mereka dihadapkan dengan pilihan: “Apakah saya akan terus bekerja dan meninggalkan anak di rumah, atau meninggalkan karier dan menjadi ibu rumah tangga untuk menemani anak?”  Hmm, rasanya perdebatan mengenai keputusan menjadi ibu bekerja atau ibu rumah tangga tidak ada habisnya ya, Sobat. Tapi sebenarnya pilihan mana sih yang lebih baik? Lantas, apa dampak dari pilihan tersebut terhadap keluarga?

    Menurut John Bowlby, Psikolog pembuat teori mengenai Attachment, bayi perlu memiliki hubungan yang hangat dan berkesinambungan dengan ibu atau figur pengasuh permanen lainnya, untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Lebih lanjut, Susan H. Landry, PhD dari Children’s Learning Institute, University of Texas Health Science Center, juga mengatakan bahwa ikatan batin yang baik dengan figur pengasuh dan pola pengasuhan yang responsif sudah terbukti mampu meningkatkan kemampuan regulasi emosi, pembuatan keputusan, serta perkembangan kognitif anak.
    Bila mengacu kepada penjelasan ini, maka dapat kita lihat bahwa menjadi ibu rumah tangga mungkin keputusan yang paling tepat untuk perkembangan anak.

    Baca Juga: Perbedaan Peran Ayah dan Ibu Bagi Anak

    Namun, menurut suatu polling, ibu rumah tangga ternyata juga memiliki tingkat kesedihan dan stres yang tinggi dalam menjalani harinya. Sekitar 50% ibu rumah tangga dilaporkan merasa stres dengan kehidupan sehari-hari mereka. Stres yang dirasakan karena tekanan hidup dan tuntutan peran sebagai ibu, juga turut membuat ibu rumah tangga tidak bisa menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak-anak mereka di rumah. Studi dari Highland Spring terhadap 10.000 keluarga mengungkapkan bahwa orangtua hanya menghabiskan waktu tidak terinterupsi sekitar 34 menit dalam sehari dengan anak mereka karena adanya masalah dan stres dalam hidup. Wah Sobat, ternyata ibu rumah tangga pun memiliki keterbatasan dalam pola interaksi dengan anak ya, ternyata.

    Bagaimana dengan ibu bekerja? Penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Child Health and Development menunjukkan bahwa anak dari ibu yang bekerja memiliki pencapaian akademis yang lebih tinggi, karier yang lebih sukses, serta menghasilkan skor kognitif yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan ibu bekerja memiliki kestabilan finansial yang lebih baik, sehingga dapat memberikan fasilitas yang lebih memadai untuk anak mereka. Waktu yang terbatas dan tuntutan pekerjaan juga membuat ibu bekerja berusaha untuk lebih efisien dalam mendampingi anak, sehingga mereka menjadi lebih sensitif dengan kebutuhan anaknya. Jadi, ibu bekerja pun memiliki keunggulan yang serupa ya, Sobat.

    Baca Juga: 6 Makanan Agar Asi Tetap Lancar

    Namun perlu diketahui, ibu bekerja lebih rentan untuk merasa lelah dan tertekan karena tuntutan untuk menyeimbangkan peran sebagai karyawan, ibu, serta istri. Polling lainnya menunjukkan bahwa 48% ibu bekerja merasa stres karena tuntutan peran yang harus dijalankan. Angka ini tidak berbeda jauh dengan persentase stres pada ibu rumah tangga. Lebih lanjut, perasaan stres ini dapat memengaruhi hubungan orangtua-anak di rumah serta berdampak pada tingkah laku anak ke depannya.  

    Lantas, sebenarnya mana yang lebih baik sih, Sobat? Dari berbagai studi yang dilakukan, sebenarnya tidak pernah ada kesimpulan yang pasti mengenai peran mana yang lebih baik. Poin penting yang ditekankan adalah kemampuan ibu untuk untuk merasa puas dan terpenuhi dengan peran yang mereka jalankan. Hal ini dapat membantu mengurangi tingkat stres ibu, sehingga mereka dapat menjalin hubungan yang baik dengan keluarga. Rasa bahagia dengan peran yang mereka emban ini akan membantu ibu untuk bersikap positif dengan anak dan menghabiskan waktu yang berkualitas dengan mereka, tanpa terganggu dengan stres keseharian. Hal ini didukung oleh studi Milkie, et al. (2015), dimana ditemukan bahwa jumlah waktu yang dihabiskan oleh orangtua dengan anaknya, tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan emosi dan kognitif mereka. Waktu yang berkualitas lebih dibutuhkan, dibandingkan kuantitasnya.

    Jadi Sobat, apapun peran yang seorang ibu pilih, hal yang lebih penting adalah dukungan yang lingkungan berikan, agar ibu merasa bahagia dan berdaya dengan posisi yang mereka pilih. Jangan lupa untuk mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Jika membutuhkan produk kesehatan lain, Sobat juga bisa  menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    – Attachment Theory – Simply Psychology [Internet]. Simply Psychology 2017. [cited 26 November 2018]. Available from: simplypsychology.org/attachment.html
    – The Role of Parents in Early Childhood Learning – Encyclopedia of Early Childhood Development [Internet]. Encyclopedia of Early Childhood Development 2014. [cited 26 November 2018]. Available from: child-encyclopedia.com/parenting-skills/according-experts/role-parents-early-childhood-learning
    – Stay-at-Home Moms Report More Depression, Sadness, Anger – Gallup [Internet]. Gallup 2012. [cited 26 November 2018]. Available from: news.gallup.com/poll/154685/stay-home-moms-report-depression-sadness-anger.aspx
    – What Research Says About Being a Stay-at-Home Mom – Verywell Family [Internet]. Verywell Family 2018. [cited 26 November 2018]. Available from: verywellfamily.com/research-stay-at-home-moms-4047911
    – Common Causes of Stress for Mothers – Secure Teen [Internet]. Secure Teen 2013. [cited 26 November 2018]. Available from: secureteen.com/working-mom/children-of-working-mothers-a-league-of-high-achievers/
    – Working Mom vs Stay-At-Home Mom: What’s Best for Kids? – Secure Teen [Internet]. Secure Teen 2013. [cited 26 November 2018]. Available from: secureteen.com/working-mom/working-mom-vs-stay-at-home-mom-what%E2%80%99s-best-for-kids/

    Read More
  • Berhubungan seksual merupakan bagian kehidupan yang normal dan sehat. Hal tersebut tentunya harus menyenangkan bagi Sobat dan juga pasangan. Namun, hubungan seksual dapat menjadi tindakan berisiko menularkan penyakit jika Anda memiliki perilaku seksual yang berisiko tinggi.  Apakah Sobat tahu jenis perilaku seksual berisiko tinggi yang dapat menularkan penyakit? Yuk, mari kita cek. Hubungan seksual berisiko […]

    Apa Itu Perilaku Seksual Berisiko Tinggi?

    Berhubungan seksual merupakan bagian kehidupan yang normal dan sehat. Hal tersebut tentunya harus menyenangkan bagi Sobat dan juga pasangan. Namun, hubungan seksual dapat menjadi tindakan berisiko menularkan penyakit jika Anda memiliki perilaku seksual yang berisiko tinggi.  Apakah Sobat tahu jenis perilaku seksual berisiko tinggi yang dapat menularkan penyakit? Yuk, mari kita cek.

    Hubungan seksual berisiko tanpa pengaman

    Apakah yang dimaksud dengan hubungan seksual berisiko tanpa pengaman? Artinya Sobat melakukan hubungan seksual melalui vagina, anal maupun oral tanpa menggunakan kondom dengan pasangan seks lebih dari satu. Tentunya kita tidak tahu bukan pasangan seksual kita sehat apa tidak. Terutama bila Sobat berhubungan dengan Wanita Pekerja Seksual (WPS). Hal tersebut dapat meningkatkan risiko terkena HIV dan Penyakit Menular Seksual (PMS). Cairan tubuh seperti darah dan air mani dapat menularkan PMS ketika Sobat berhubungan seksual.

    Baca Juga: Manfaat Seks Rutin Bagi Kesehatan

    Jadi jika pasangan Sobat menderita HIV atau PMS lainnya, meskipun Anda tidak mengetahuinya, dapat ditularkan ke Sobat loh! Untuk itu, gunakanlah selalu kondom saat berhubungan. Hal ini dapat mengurangi risiko Anda terkena PMS tertentu. Sobat masih bisa terkena herpes dan papillomavirus (HPV) dari pasangan meskipun sudah menggunakan kondom.

    Berganti–ganti pasangan seksual

    Sobat lebih mungkin terkena HIV atau PMS lainnya jika Anda memiliki lebih dari satu pasangan seks, atau banyak pasangan seks selama hidup. Hal ini disebabkan lebih banyak orang tentunya makin banyak peluang bahwa salah satu dari mereka akan memiliki HIV dan terinfeksi. Sehingga, setialah pada satu pasangan. Jika Sobat tidak tahu apakah pasangan Sobat telah melakukan hubungan seksual dengan orang lain, ada baiknya Sobat dan pasangan sama–sama memeriksakan diri untuk pemeriksaan awal PMS dan berbagi hasilnya satu sama lain.

    Seks anal

    Hal ini melibatkan semua aktivitas seksual di sekitar area anus. Ini merupakan jenis seks yang paling berisiko, baik bagi pria maupun wanita dalam menularkan HIV dan PMS lainnya. Hal ini disebabkan oleh lapisan anus yang jauh lebih tipis dari vagina, sehingga lebih muda untuk terluka dan rentan terhadap infeksi. Sebaiknya hindari jenis aktivitas seksual ini. Namun, jika Sobat dan pasangan ingin melakukannya, gunakan kondom dan pelumas untuk menurunkan risiko terluka saat berhubungan seksual.

    Baca Juga: Lindungi si Gadis dari Kanker Serviks

    Seks dan obat–obatan

    Sobat tidak hanya dapat terkena penyakit HIV dan PMS, termasuk hepatitis, dari hubungan seksual saja. Sobat juga bisa terkena penyakit tersebut dari seseorang yang menggunakan narkoba melalui suntikan. Jika orang yang berhubungan seks dengan Sobat berbagi peralatan narkoba dengan seseorang yang positif HIV, ia dapat tertular virus tersebut. Lalu menularkannya pada Sobat melalui hubungan seks yang tidak terlindungi. Jika Sobat menggunakan narkoba jenis lainnya, termasuk minum–minuman beralkohol, hal tersebut dapat meningkatkan risiko Sobat membuat keputusan yang buruk dan cenderung melakukan hubungan seksual yang berisiko tinggi.

    Selain itu, ada sederet alasan mengapa pasangan–pasangan tetap melakukan perilaku seksual berisiko tinggi:

    • Kurang memahami tentang PMS dan bagaimana penyakit tersebut ditularkan.
    • Tidak berbicara terlebih dahulu dengan pasangan mengenai praktik seks yang lebih aman.
    • Tidak siap dan kurang mengerti tentang bagaimana cara menggunakan pelindung untuk mencegah PMS.
    • Tidak menyadari gejala awal PMS.
    • Tidak mencari perawatan medis untuk PMS yang diderita.

    Apa saja efek yang dapat terjadi jika tetap melakukan perilaku seksual berisiko tinggi?

    Kehamilan yang tidak diinginkan

    Kehamilan yang tidak diinginkan dapat berdampak pada keluarga yang belum siap untuk menerima edukasi, dan kurangnya kesempatan sosial dan ekonomi untuk keluarga.

    Penyakit Menular Seksual dan HIV

    PMS sering tanpa gejala, sehingga bisa saja orang tidak sadar telah menularkan penyakit tersebut ke orang lain. HIV akan bergejala dalam 10 tahun setelah orang tersebut pertama kali terpapar virus tersebut.

    Baca Juga: Wajibkah Wanita Menikah Melakukan Pap Smear

    Hepatitis B dan C

    Hepatitis B ditularkan melalu hubungan seks dan kontak terhadap cairan tubuh penderita. Infeksi dari hepatitis B juga dapat terjadi tanpa gejala. Hepatitis C ditularkan melalui kontak terhadap darah dari penderita, sehingga perilaku seks berisiko tinggi juga dapat meningkatkan faktor risiko.

    Kanker serviks dan organ lainnya

    Faktor yang paling berpengaruh pada kanker serviks adalah virus human papilloma, yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Semakin banyak pasangan seksual seorang wanita tanpa menggunakan kondom, maka semakin besar juga risiko tertular virus tersebut dan nantinya akan berkembang menjadi kanker serviks

    Herpes genital berulang

    Partner yang memiliki herpes aktif dapat menularkan pada pasangannya saat berhubungan seksual. Herpes pada kemaluan dapat terjadi berulang karena virus yang ada dapat tidur di dalam tubuh dan aktif kembali bila dipicu oleh hubungan seksual berisiko.

    Hubungan yang tidak harmonis

    PMS dapat berpengaruh pada hubungan pasangan. Hubungan seksual dapat menjadi tidak nyaman bahkan nyeri, dan juga risiko tinggi tertular penyakit. Jika pasangan tidak diberitahu sebelumnya, dapat berujung pada PMS yang tidak diketahui sumbernya, dan kurangnya rasa percaya dalam suatu hubungan.

    Jangan lupa Sobat, bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan lain, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. What’s Risky sex – webmd.com/sex/whats-risky-sex#1, diakses pada tanggal 20-11-2018
    2. High-Risk Sexual Behavior – cigna.com/individuals-families/health-wellness/hw/medical-topics/high-risk-sexual-behavior-tw9064, diakses pada tanggal 20-11-2018
    3. Sexual Risk Behaviors : HIV, STD, & Teen Pregnancy Prevention – cdc.gov/healthyyouth/sexualbehaviors/, diakses pada tanggal 20-11-2018
    4. Top 9 Risk Factors for Sexually Transmitted Diseases – verywellhealth.com/top-risk-factors-for-acquiring-an-std-3133104, diakses pada tanggal 20-11-2018
    5. The Effects on Health of Sexual behavior and combating the issue – healthknowledge.org.uk/public-health-textbook/disease-causation-diagnostic/2e-health-social-behaviour/sexual-behaviour, diakses pada tanggal 20-11-2018
    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja