Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Archive for Category: Kesehatan Wanita

Showing 101–110 of 117 results

  • Sebuah penelitian mengatakan bahwa 1000 hari pertama kehidupan (mulai dari pembuahan sampai usia 2 tahun) merupakan masa yang krusial untuk mencegah penyakit di usia dewasa. Salah satu komponen pentingnya adalah dengan mendapatkan nutrisi yang baik dari sejak buah hati masih di dalam kandungan. Makanan yang dikonsumsi oleh Moms memiliki pengaruh yang sangat besar untuk pertumbuhan, […]

    6 Panduan Nutrisi Ibu Hamil untuk Menjaga Kesehatan Calon Buah Hati

    Sebuah penelitian mengatakan bahwa 1000 hari pertama kehidupan (mulai dari pembuahan sampai usia 2 tahun) merupakan masa yang krusial untuk mencegah penyakit di usia dewasa. Salah satu komponen pentingnya adalah dengan mendapatkan nutrisi yang baik dari sejak buah hati masih di dalam kandungan. Makanan yang dikonsumsi oleh Moms memiliki pengaruh yang sangat besar untuk pertumbuhan, perkembangan, serta masa depan buah hati.

    Selain itu, nutrisi yang baik juga akan memenuhi kebutuhan Moms untuk mencapai kehamilan yang sehat. Ketika hamil, kebutuhan nutrisi akan meningkat, oleh karena itu Moms dianjurkan untuk makan dengan pola gizi seimbang, bervariasi,dan lebih banyak dari sebelum hamil. Nutrisi yang penting bagi ibu hamil dibagi menjadi beberapa komponen penting yang akan segera dibahas.

    Yuk, Moms, pahami panduan nutrisi bagi ibu hamil berikut ini:

    1. Makanan pokok tidak boleh dilewatkan untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat dan serat.

    Kebutuhan karbohidrat untuk ibu hamil adalah 45% – 64% dari total kalori/hari. Karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa yang merupakan sumber energi terbesar. Jenis karbohidrat yang baik bagi Moms adalah karbohidrat kompleks yang terdapat pada makanan yang mengandung serat dan pati, seperti nasi, roti, kentang, dan jagung. Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh, oleh karena itu energi yang dihasilkan lebih tahan lama.

    Nasi merah dan roti gandum merupakan salah satu makanan pokok yang disarankan untuk Moms, karena selain memenuhi kebutuhan karbohidrat, makanan tersebut juga mengandung serat. Serat berfungsi untuk mencegah sembelit, menjaga stabilitas kadar gula darah, mengurangi kadar kolesterol, serta mencegah diabetes. Contoh makanan lain yang merupakan sumber serat yang baik adalah buah dan sayuran hijau.

    2. Makanan kaya protein penting untuk jaringan tubuh Moms dan calon buah hati.

    Protein merupakan salah satu komponen nutrisi yang harus diperhatikan oleh Moms. Kebutuhan protein meningkat pada saat hamil untuk mendukung pembentukan jaringan tubuh ibu, calon buah hati, serta plasenta, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Kebutuhan protein ibu hamil adalah 76 gram/hari (sesuaidenganAngkaKecukupanGizi).

    Apabila jumlah protein yang Moms konsumsi kurang, berat dan panjang badan lahir dari buah hati akan terpengaruh. Sumber protein dapat berasal dari hewan (protein hewani) dan tumbuhan (protein nabati). Menurut penelitian, sumber protein hewani memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan protein nabati. Moms bisa mendapatkan protein hewani dengan mengonsumsi daging sapi, daging ayam, ikan, telur, susu, dan keju. Sedangkan protein nabati bisa ditemui pada kacang-kacangan dan produk olahannya, seperti tahu dan tempe.

    3. Tidak semua lemak dalam makanan harus dihindari.

    Kebutuhan lemak pada saat hamil sama dengan sebelum hamil, yaitu 20% – 35% dari total kalori/hari atau sekitar 6 sendok teh/hari. Perlu diperhatikan bahwa pada saat hamil, kualitas lemak lebih penting dibandingkan jumlah total lemak yang dikonsumsi. Lemak membantu menyediakan energi, membentuk berbagai organ janin serta plasenta, dan penting untuk perkembangan otak janin.

    Jenis lemak yang harus dikonsumsi adalah lemak tidak jenuh yang terdapat pada minyak zaitun, minyak kanola, minyak ikan, kacang-kacangan dan biji-bijian. Jenis lemak yang perlu Moms hindari adalah lemak jenuh (pada daging dan susu) serta lemak trans (pada makanan ringan dan mentega). Apabila dikonsumsi berlebihan, kedua jenis lemak tersebut dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, salah satunya penyakit jantung. Konsumsi daging dan susu sangatlah penting bagi Moms dan calon buah hati, tetapi sebaiknya dipilih yang rendah lemak agar kadar lemak jenuh yang dikonsumsi tidak terlalu banyak.

    DHA (Docohexaenoic Acid) merupakan asam lemak yang termasuk dalam kelompok Omega-3. DHA berperan dalam perkembangan otak dan mata calon buah hati. DHA banyak terdapat pada ikan (salmon, haring, teri), kacang kenari, gandum, dan telur yang kaya akan Omega-3. Moms juga dapat mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung DHA.

    4. Suplementasi asam folat dan zat besi harus dikonsumsi secara rutin.

    Asam folat merupakan kelompok dari vitamin B yang penting bagi pembentukan DNA. Selain itu, asam folat jugaberfungsi untuk membentuk sel darah merah dan mencegah kecacatan pada otak dan tabung saraf janin (seperti pada gambar). Perlu diperhatikan adalah pada saat hamil, kebutuhan folat meningkat dua kali lipat.Moms bisa mengonsumsi buah golongan sitrus (seperti jeruk, lemon), sayuran hijau, hati, dan kacang – kacangan sebagai sumber asam folat. Namun, sulit untuk memenuhi kebutuhan asam folat hanya dari makanan saja.

    Kesulitan dalam memastikan jumlahasam folat yang harus dikonsumsi dalam memenuhi kebutuhan menyebabkan Moms harus mengonsumsi suplemen yang mengandung asam folat. Suplementasi asam folat dianjurkan pada seluruh wanita usia subur. Pada wanita yang berencana hamil, suplementasi asam folat sudah dianjurkan sejak 1 bulan sebelum pembuahan hingga 12 minggu pertama kehamilan untuk mencegah defek pada tabung saraf calon buah hati. Moms mungkin membutuhkan asam folat dalam kadar yang lebih tinggi per harinya apabila terdapat efek tabung saraf pada anak sebelumnya atau apabila Moms mengonsumsi obat anti kejang.

    Di samping asam folat, kebutuhan zat besi juga meningkat untuk memproduksi lebih banyak sel darah yang merupakan media untuk memberikan oksigen ke janin. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi besi yang meningkatkan risiko persalinan prematur, berat badan lahir rendah, dan perdarahan setelah persalinan.

    Sumber makanan yang kaya akan zat besi adalah daging merah, ikan, kacang – kacangan, dan sayuran hijau. Namun, sulit untuk memenuhi kebutuhan zat besi apabila dari makanan saja. Oleh karena itu, suplemen zat besi, dalam bentuk tablet besi, dibutuhkan untuk Moms mulai dari usia kandungan 16 minggu. Penyerapan zat besi didalam tubuh dapat dipercepat dengan mengonsumsi vitamin C dan hindari mengonsumsi makanan yang kaya zat besi berbarengan dengan teh karena dapat menghambat penyerapannya dalam tubuh.

    5. Jangan lupa cukupi kebutuhan cairan.

    Kebutuhan cairan untuk janin dan untuk perkembangan kantung ketuban harus dipenuhi dan cenderung meningkat. Oleh karena itu, cairan penting disertakan dalam panduan nutrisi bagi ibu hamil. Konsumsi cairan yang tidak adekuat dapat menyebabkan sembelit bahkan dehidrasi. Moms dianjurkan untuk minum 10 gelas cairan per hari. Kecukupan jumlah cairan yang diminum dapat dinilai dengan memperhatikan warna urin. Apabila urin berwarna bening sampai kuning muda, maka cairan yang Moms minum sudah cukup. Pilihan minuman yang dianjurkan adalah air putih dan susu rendah lemak. Selain sebagai sumber cairan dan protein, susu juga merupakan sumber kalsium yang berguna bagi perkembangan tulang dan gigi janin. Makanan seperti sayuran dan buah juga dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan cairan.

    6. Makanan dan minuman yang perlu Moms hindari ketika hamil

    Beberapa makananan dan minuman yang harus dihindari ketika hamil karena berkaitan dengan kesehatan dan keamanannya untuk calon buah hati.Minuman yang harus Moms hindari adalah alkohol, minuman yang mengandung kafein dan gula tinggi, serta minuman herbal. Konsumsi alkohol pada saat hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah atau bahkan keguguran. Minuman herbal, seperti jamu, dianjurkan untuk dikonsumsi dengan hati-hati. Sebelum mengonsumsi minuman herbal, sebaiknya berkonsultasi kepada dokter terkait terlebih dahulu untuk memastikankegunaan dan keamanannya.

    Moms tidak perlu membatasi konsumsi garam pada saat hamil. Bilaingin mencegah konsumsi garam yang berlebihan, Moms hanya perlu untuk membatasi konsumsi makanan yang mengandung pengawet seperti sup kalengan dan makanan ringan yang asin, seperti keripik kentang.Sebisa mungkin Moms menghindari konsumsi obat – obatan pada trimester pertama kecuali apabila obat tersebut memang dibutuhkan pada kondisi kesehatan tertentu. Konsumsi obat pada saat kehamilan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter yang terkait.

    Selain 6 poin panduan nutrisi bagi ibu hamil yang telah disebutkan di atas, Moms juga perlu tahu bahwa ibu hamil berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit yang disebabkan oleh makanan. Oleh karena itu, pengolahan makanan juga harus dilakukan dengan baik. Moms diwajibkan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan. Sayur dan buah juga harus dicuci dengan bersih sebelum dimasak serta makanan,seperti daging dan telur, harus dimasak hingga matang. Diharapkan dengan memahami panduan ini, masa kehamilan dan persalinan dapat berjalan dengan lancar dan buah hati dapat lahir dengan sehat.

    Nah, Moms jangan lupa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi :
    1. Buku Kesehatan Ibu dan Anak – Depkes RI [Internet].[dikutip 15 Agustus 2018]. Tersedia pada: depkes.go.id/resources/download/infoterkini/BUKU%20KIA%202015_FINAL-.pdf
    2. Marangoni F, Cetin I, Verduci E, Canzone G, Giovannini M, Scollo P, dkk. Maternal diet and nutrient requirements in pregnancy and breastfeeding. An Italian Consensus Document. Nutrients [Internet]. 14 Oktober 2016 [dikutip 15 Agustus 2018];8(10). Tersedia pada: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5084016/
    3. Nutrition During Pregnancy – ACOG [Internet]. [dikutip 15 Agustus 2018]. Tersedia pada: acog.org/Patients/FAQs/Nutrition-During-Pregnancy
    4. Lucas C, Charlton KE, Yeatman H. Nutrition advice during pregnancy: Do women receive it and can health professionals provide it? Matern Child Health J. 2014;18(10):2465–78.
    5. Shahid AR, Ul Hosna A, Alam A. Pregnancy and nutrition. Bangladesh J Med Sci. 2012;11(4).
    6. Kominiarek MA, Rajan P. Nutrition recommendations in pregnancy and lactation. Med Clin North Am. 2016;100(6):1199–215.
    7. New Zealand, Ministry of Health. Food and nutrition guidelines for healthy pregnant and breastfeeding women: a background paper. Wellington, N.Z.: Ministry of Health; 2008.

    Read More
  • Mual saat hamil atau morning sickness merupakan hal biasa yang terjadi pada trimester pertama kehamilan kemudian berkurang saat usia kandungan 12-14 minggu. Kondisi lain yaitu Hiperemesis gravidarum juga banyak dialami oleh wanita pada trimester awal kehamilan. Perbedaanya, Hiperemesis gravidarum merupakan kondisi mual dan muntah yang lebih hebat, terjadi terus-menerus sampai menyebabkan tubuh kekurangan cairan, tidak nafsu […]

    7 Cara Mengatasi Mual Saat Hamil

    Mual saat hamil atau morning sickness merupakan hal biasa yang terjadi pada trimester pertama kehamilan kemudian berkurang saat usia kandungan 12-14 minggu. Kondisi lain yaitu Hiperemesis gravidarum juga banyak dialami oleh wanita pada trimester awal kehamilan.

    Perbedaanya, Hiperemesis gravidarum merupakan kondisi mual dan muntah yang lebih hebat, terjadi terus-menerus sampai menyebabkan tubuh kekurangan cairan, tidak nafsu makan, bahkan berat badan menjadi berkurang.Penyebab mual saat hamil diperkirakan karena peningkatan Hormon Chorion Gonadotropin (HCG) yang mulai meningkat selama kehamilan. Penyebab lain adalah adaptasi lambung pada saat perut mulai membesar, serta kondisi stres dan lemas.

    Mual dan muntah memang sering dialami oleh wanita hamil pada trimester pertama kehamilannya. Namun, tahukah Moms bahwa mual dan muntah terus-menerus selain dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas, kekurangan cairan, nafsu makan berkurang, juga dapat menyebabkan gangguan nutrisi, elektrolit, berat badan berkurang.

    Padahal si kecil di dalam kandungan membutuhkan nutrisi yang cukup terutama pada awal kehamilan untuk pertumbuhan dan perkembangan organ tubuhnya. Lalu, bagaimana cara mencukupi kebutuhan nutrisi sedangkan kondisi tubuh terus-menerus mengalami mual dan muntah saat hamil.

    Berikut beberapa tips mengatasi mual saat hamil yang dapat Moms lakukan:

    1. MENGUBAH POLA DAN KEBIASAAN MAKAN

    Pada pagi hari saat bangun tidur, Momsdapat memakan sepotong kue atau biskuit, roti, atau makanan kering lainnya sebelum bangun dari tempat tidur. Usahakan agar lambung sama sekali tidak kosong, sehingga mengurangi rasa mual dan muntah pada pagi hari. Siang harinya, Moms dapat makan seperti biasa, tetapi hindari makan banyak sampai terlalu kenyang, atau makan terlalu sedikit. Hal ini disebabkan pada saat kehamilan, hormonprogesteron yang dihasilkan akan memperlambat pemrosesan makanan dalam pencernaan. Anda juga sebaiknya minum air terlebih dahulu sebelum makan.Pada malam hari, hindari tidur sesaat setelah selesai makan, karena pemrosesan makanan membutuhkan waktu. Apabila setelah makan Momslangsung tidur dalam posisi berbaring, makaitu dapat memicu rasa mual.

    2. JENIS MAKANAN YANG DISARANKAN

    Telah dibuktikan bahwa jenis makanan yang anda makan berpengaruh terhadap rasa mual pada saat hamil. Beberapa jenis makanan yang sebaiknya Moms hindari :

    • Makanan dengan bau yang tajam atau sejenisnya, karena akan merangsang mual.
    • Makanan yang dibiarkan sampai dingin.
    • Makanan berminyak atau gorengan.
    • Makanan berlemak.
    • Makanan pedas.

    Moms hendaknya memperbanyak konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan protein dibandingkan makanan berlemak, seperti nasi, daging, ikan, roti, pasta, biskuit, sereal, susu, cokelat, keju. Selain itu. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jahe dapat mengurangi rasa mual pada saat hamil.Moms diperbolehkan untuk minum air jahe atau teh jahe, mencampur makanan dengan jahe, atau makan permen jahe jika dirasa memang dapat mengurangi rasa mual. Makanan lain seperti lemon, mint juga disarankan untuk mengurangi rasa mual saat hamil

    3. HINDARI MAKAN BANYAK DALAM SATU WAKTU

    Moms,untuk menghindari mual dan muntah saat hamil sebaiknya jangan makan banyak sampai terlalu kenyang atau makan terlalu sedikit. Dalam mengonsumsi makanan, tidak disarankan untuk makan banyak dalam satu waktu. Sebaiknya makan dalam porsi yang sedikit, tetapi dengan frekuensi yang sering, misalnya tiap 1-2 jam sekali. Demikian juga waktu minum, teguklah air sedikit-sedikit dan secara perlahan.Minum air yang cukup dapat mencegah terjadinya dehidrasi akibat muntah terus-menerus saat hamil.

    4. ISTIRAHAT DAN TIDUR CUKUP

    Pada saat hamil, regulasi hormon dalam tubuh Anda akan berubah. Maka, hal tersebut dapat mengakibatkan metabolisme tubuh menjadi meningkat. Itulah mengapa pada saat hamilMoms menjadi mudah lelah dan lemas. Apabila merasa badan mulai lelah, jangan tunda lagi untuk segera beristirahat. Kelelahan merupakan salah satu faktor yang mencetuskan rasa mual saat hamil.

    5. KONSUMSI VITAMIN B6

    Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi vitamin B6 memiliki efek mengurangi rasa mual saat hamil. Selain itu, vitamin ini membantu tubuh menggunakan makanan untuk dijadikan energi, membawa oksigen ke seluruh tubuh, membentuk hemoglobin dan diketahui berfungsi baik bagi perkembangan otak dan sistem saraf si kecil. Anda bisa memenuhi kebutuhan vitamin B6 dari makanan seperti beras merah, gandum, ikan, daging ayam atau bebek, kacang-kacangan, dan sayuran yang berwarna hijau. Selain dari sumber makanan tersebut, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin B6 dengan dosis 25 mg sebanyak 3 kali sehari, tentunya harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

    6. KONSUMSI OBAT ANTI-MUNTAH

    Konsumsi obat anti-muntah umumnya diresepkan dokter apabila gejala muntah dapat mengancam Anda dan bayi dalam kandungan, seperti contohnya muntah terus-menerus sampai dehidrasi, malnutrisi. Namun apabila Moms hanya mengalami mual dan muntah dan masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa, tidak disarankan untuk mengonsumsi obat anti-muntah. Hal ini terlebih dahulu dapat Anda konsultasikan dengan dokter.

    7. KONDISI YANG PERLU DIWASPADAI

    Mual dan muntah saat hamil pada kondisi berat atauhiperemesis gravidarum, dapat menyebabkan kekurangan cairan/dehidrasi dan malnutrisi pada ibu. Gejala mual dan muntah saat hamil juga dapat muncul pada kondisi berbeda misalnya Infeksi Saluran Kemih (ISK). Moms, berhati-hatilah jika Anda mengalami mual dan muntah saat hamil disertai dengan kondisi berikut:

    • BAK bewarna gelap atau tidak BAK sama sekali dalam waktu lebih dari 8 jam.
    • Terus-menerus muntah dan tidak dapat mencerna makanan atau minuman sama sekali dalam waktu 24 jam.
    • Badan terasa sangat lemas, menggigil, dan tidak dapat berdiri.
    • Perut terasa sakit.
    • BAK disertai dengan rasa sakit atau keluar darah.
    • Berat badan mulai berkurang.

    Pada kondisi mual dan muntah disertai dengan kondisi di atas, kemungkinan Anda mengalami tanda dehidrasi atau infeksi saluran kemih. Sebaiknya segeralah berkonsultasi ke dokter.

    Nah, Moms itulah sederet tips untuk mengatasi mual saat hamil. Nutrisi yang seimbang, melakukan aktivitas yang positif, serta istirahat cukup dapat membantu mengurangi gejala mual saat hamil.

    Jika Anda masih memerlukan informasi kesehatan atau layanan imunisasi ke rumah, yuk akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Lalu, info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Hyperemesis Gravidarum: Causes, Symptoms, and Diagnosis [Internet]. Healthline. 2018 [cited 18 August 2018]. Available from: healthline.com/health/hyperemesis-gravidarum#morning-sickness-vs-hg
    2. Nausea During Pregnancy: Causes, Management & Concerns [Internet]. American Pregnancy Association. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: americanpregnancy.org/pregnancy-health/nausea-during-pregnancy/
    3. Quinla JD, Hill DA. Nausea and vomiting of pregnancy. Am Fam Physician [Internet]. 2003;68(1):121–8. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/sites/entrez?Db=pubmed&Cmd=Retrieve&list_uids=12887118&dopt=abstractplus%5Cnpapers3://publication/uuid/6A9F1640-6EF9-4C41-BE9E-45AAE209B5E0
    4. Morning Sickness Relief: Treatment & Supplements [Internet]. American Pregnancy Association. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: americanpregnancy.org/pregnancy-health/morning-sickness-relief/
    5. Pregnancy, Vomiting Treatment [Internet]. WebMD. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: webmd.com/first-aid/pregnancy-vomiting-treatment
    6. Nausea During Pregnancy: Causes, Management & Concerns [Internet]. American Pregnancy Association. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: americanpregnancy.org/pregnancy-health/nausea-during-pregnancy/
    7. Pass the sick bag: Eating your way through Hyperemesis Gravidarum – Diet in Pregnancy [Internet]. Diet in Pregnancy. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: dietinpregnancy.co.uk/pregnancy/hyperemesis-gravidarum/
    8. Natural Sources of Vitamin B6 During Pregnancy – American Pregnancy Association [Internet]. American Pregnancy Association. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: americanpregnancy.org/pregnancy-health/natural-sources-of-vitamin-b6-during-pregnancy/
    9. Unisom and B-6: Treating Morning Sickness [Internet]. Healthline. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: healthline.com/health/pregnancy/unisom-and-b6#1
    10. Vomiting and morning sickness in pregnancy [Internet]. nhs.uk. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/morning-sickness-nausea/
    11. Maltepe C, Koren G. The management of nausea and vomiting of pregnancy and hyperemesis gravidarum- A 2013 update. J Popul Ther Clin Pharmacol [Internet]. 2013;20(69):e184–92. Available from: jptcp.com/jptcp_symp_e184_e192_koren-r194667 ovidsp.ovid.com/ovidweb.cgi?T=JS&CSC=Y&NEWS=N&PAGE=fulltext&D=emed11&AN=2013458026
    Read More
  • Sekarang ini pemerintah banyak mempromosikan perang terhadap berbagai penyakit yang mudah menular atau menjadi wabah. Salah satunya adalah Rubella yang mengkhawatirkan banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan tentu saja ibu hamil yang bukan hanya mementingkan kesehatan sendiri tetapi calon bayi yang ada diperutnya. Banyaknya masalah yang terjadi akibat ibu hamil yang terinfeksi Rubella […]

    Rubella dan Kehamilan serta Dampaknya pada Janin

    Sekarang ini pemerintah banyak mempromosikan perang terhadap berbagai penyakit yang mudah menular atau menjadi wabah. Salah satunya adalah Rubella yang mengkhawatirkan banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan tentu saja ibu hamil yang bukan hanya mementingkan kesehatan sendiri tetapi calon bayi yang ada diperutnya.

    Banyaknya masalah yang terjadi akibat ibu hamil yang terinfeksi Rubella dan berimbas pada bayi menyebabkan banyak orang yang mencoba mencegah atau menghindari rubella dengan berbagai cara. Namun, beberapa ibu hamil juga masih ada yang belum sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan khususnya dari Rubella. Berikut ini akan kita bahas secara gamblang.

    Bahaya Rubella atau Campak Jerman bagi ibu hamil

    Rubella bisa dikategorikan penyakit yang berbahaya bagi ibu hamil serta janinnya, karena dapat menimbulkan cacat lahir. Rubella atau campak jerman termasuk virus yang paling berbahaya dan mematikan, umumnya menyerang ibu hamil pada 12 minggu pertama atau trimester pertama.

    Selain itu, ada juga penyakit yang disebut Congenital Rubella Syndrome (CRS), kondisi ini terjadi pada janin yang ada dalam perut atau rahim ibu yang terinfeksi virus tersebut. CRS bisa mempengaruhi kondisi di segala bagian tubuh bayi yang sedang berkembang. Tentu menjadi ketakutan sendiri jika yang terkena adalah bagian otak atau tubuh lain.

    Cacat lahir yang paling umum dari CRS dapat mencakup:

    • Gangguan pendengaran
    • katarak
    • penyakit jantung bawaan
    • keterlambatan perkembangan

    Tanda dan gejala

    Kenali gejala penyakit ini bila Sobat sangat khawatir mengenai keselamatan anak yang dikandung. Memang beberapa gejala hampir serupa dengan penyakit lainnya. Namun, Sobat bisa menilai dari tanda khusus rubella yang tidak akan muncul pada penyakit lain, yakni ruam merah yang sudah pasti muncul pertama kali.

    • Ruam merah

    Untuk anda yang terjangkit rubella, masalah yang pertama muncul adalah ruam merah khususnya di bagian wajah serta leher. Selain itu rubella akan menyebar ke semua bagian tubuh dan berproses selama 3 hari gejala lainnya kemudian akan menyusul atau muncul. Diantaranya adalah :

    • demam ringan (<39°C) yang sulit untuk terun
    • adanya mual dan juga muntah meskipun tidak salah makan
    • sakit kepala
    • mata mulai memerah dan bengkak
    • Tubuh mulai terasa tidak nyaman, batuk dan nyeri tenggorokan
    • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
    • Khusus ibu hamil adanya kondisi tidak nyaman dan kurang sehat pada tubuh serta janin lambat merespon anda. selain itu pegal yang dirasakan berbeda dengan pegal ibu hamil biasanya, karena menyerang berbagai bagian tubuh tidak hanya punggung ataupun kaki.

    Penyebaran Rubella

    Rubella menular melalui percikan cairan penderita ketika mereka bersin atau batuk. Bila mengenai wanita hamil, maka besar kemungkinan janin yang dikandung tertular penyakit ini. Pada ibu hamil jika memang sang ibu terkena rubella maka kemungkinan menularkan ke bayinya secara langsung sebesar 90% . Bayi dengan CRS dapat membawa virus selama satu tahun atau lebih. Berdasarkan WHO sendiri angka CSR sangat tinggi di Afrika dan Asia Tenggara.

    Pemerintah menggalakan program vaksin MR atau rubella untuk mengurangi wabah dan kandungan virus rubella di Indonesia. Khususnya mereka yang tinggal di lingkungan padat penduduk dan mudah sekali menular wabahnya. Ibu hamil yang membekali diri dengan banyak nutrisipun tetap bisa terkena masalah tersebut.

    Cara Menghindari dan Menyembuhkan Rubella

    Ada beberapa cara pada ibu hamil untuk menghindari dan juga menyembuhkan rubella agar tidak semakin parah atau tidak terjangkit. Pertama yakni mengonsumsi makanan bergizi khususnya ibu hamil trisemester pertama yang masih mengalami mual dan sulit makan. Nutrisi ibu hamil harus lebih banyak mengingat daya tahan tubuh bekerja untuk dua nyawa.

    Sedangkan virus termasuk masalah penyakit yang banyak ditakuti karena bisa masuk dan menyerang pasien dengan mudah. Ibu hamil harus memperhatikan porsi makan serta kandungan nutrisi apa saja yang ada pada makanan tersebut.

    Selanjutnya adalah istirahat yang cukup pada ibu hamil karena ibu hamil mudah lelah dengan membawa janin yang ada di kandungan tanpa bisa dilepas sedikitpun. Sobat harus bisa mengtur waktu untuk mengistirahatkan tubuh dan kondisi anda. Jika tidak fit dan membiarkan tubuh terlalu lelah, maka berbagai penyakit termasuk virus mudah masuk ke dalam tubuh.

    Pilihan tepat lainnya adalah melakukan vaksin rubella untuk mencegah dan meminimalisir terjangkitnya virus rubella tersebut. Tentu kamu bisa melakukan vaksin rubella di ProSehat yang memberikan layanan vaksinasi ke rumah.

    Namun, semua kembali pada kemauan Sobat dan tekat sebagai ibu yang melindungi janinnya. Rubella yang menyerang ibu hamil berpotensi untuk merugikan dan menularkan kembali pada anak Sobat yang lainnya atau orang disekitarnya. Usahakan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.

     

    Read More
  • Kelahiran si Kecil selalu disambut dengan berbagai persiapan oleh orangtua sebagai ungkapan sayang dan bahagia. Seringkali, tantangan yang dihadapi orangtua dalam mengasuh si Kecil seperti menyesuaikan jadwal tidur dan menyusui di malam hari, ditambah rutinitas pekerjaan yang tetap harus berjalan, membuat beberapa bulan pertama setelah melahirkan adalah masa – masa yang melelahkan secara fisik dan […]

    Olahraga Asyik Moms & Kids Sesuai Tahap Perkembangan Motorik

    Kelahiran si Kecil selalu disambut dengan berbagai persiapan oleh orangtua sebagai ungkapan sayang dan bahagia. Seringkali, tantangan yang dihadapi orangtua dalam mengasuh si Kecil seperti menyesuaikan jadwal tidur dan menyusui di malam hari, ditambah rutinitas pekerjaan yang tetap harus berjalan, membuat beberapa bulan pertama setelah melahirkan adalah masa – masa yang melelahkan secara fisik dan emosional. Menariknya, The American College of Obstetrics and Gynecologists menyatakan bahwa olahraga bagi Ibu yang baru saja melahirkan justru memberikan banyak keuntungan, termasuk meningkatkan energi dan kondisi psikologi. Mari kita simak olahraga apa saja yang dapat dilakukan Moms bersama si Kecil, serta manfaat – manfaatnya!

    Untuk Ibu dan si Kecil usia 0 – 1 tahun

    Di bawah usia 1 tahun, kemampuan motorik si Kecil masih dalam tahap perkembangan, sehingga pilihan olahraga lebih disesuaikan dengan kebutuhan sang Ibu. Setelah melahirkan secara normal dan tanpa komplikasi, Ibu dianjurkan untuk memulai aktivitas fisik kembali secara perlahan setelah 4 – 6 minggu.

    Olahraga yang disarankan bagi Moms pada masa ini adalah aktivitas fisik taraf sedang, yaitu aktivitas yang cukup untuk meningkatkan detak jantung dan berkeringat, namun tidak terlalu berat. Contoh olahraga yang dimaksud seperti jalan cepat dan bersepeda pada permukaan datar. Lama olahraga yang disarankan sebanyak 150 menit/minggu dan dibagi sesuai waktu luang yang tersedia. Jika sudah mulai terbiasa, Moms dapat melakukan olahraga ini sambil mengajak si Kecil dengan bantuan kereta bayi. Bagi Ibu menyusui, disarankan untuk menyusui si Kecil terlebih dahulu sebelum olahraga agar tidak terganggu oleh kondisi payudara yang kencang.

    Keuntungan bagi Ibu, aktivitas fisik taraf sedang ini dapat menguatkan kembali otot perut yang teregang akibat kehamilan, meningkatkan mood dan mengurangi stres, membantu mengembalikan berat badan, meningkatkan kebugaran dan energi, serta menjalin kedekatan hubungan Ibu–Anak. Bagi si Kecil, diajak mengenal lingkungan luar sangat membantu perkembangan motoriknya, seperti menggerakkan kepala, melirik, memusatkan pandangan terhadap objek, mengenali dan merespons terhadap suara, juga melatih ekspresi saat diajak bersosialisasi.

    Untuk Ibu dan si Kecil usia 1 – 3 tahun

    Mulai usia di atas 1 tahun, si Kecil sudah dapat berjalan sendiri dan menginjak usia 2 tahun umumnya sudah dapat berlari. Pada tahap ini, si Kecil perlu diajak kerja sama untuk melakukan olahraga bersama Moms, yang tentu saja harus dikemas dalam bentuk permainan atau aktivitas yang disenangi si Kecil. Contohnya, si Kecil yang baru bisa berjalan sangat gemar untuk berjalan – jalan, berlari, maupun melompat, dimana hal ini dapat menjadi bentuk olahraga bagi Moms untuk ikut menemani si Kecil bermain. Usia 1 – 3 tahun juga merupakan periode dimana si Kecil butuh mengeksplorasi objek dan lingkungan yang baru, sehingga Moms dapat melakukan olahraga dengan mengajak si Kecil berjalan di taman atau area bermain untuk memperkenalkannya dengan berbagai objek baru, serta melatih kelincahan motoriknya.

    Untuk Ibu dan si Kecil usia 3 – 6 tahun

    Setelah mencapai usia 3 tahun, semakin banyak pilihan olahraga yang dapat dilakukan bersama si Kecil. Aktivitas yang memerlukan gerakan kompleks sudah dapat dilakukannya. Contoh olahraga yang dapat dilakukan Ibu bersama si Kecil adalah lempar – tangkap bola, bermain sepeda bersama (dengan bantuan sepeda roda tiga), memanjat struktur tinggi di area bermain, bahkan menari atau senam bersama.

    Secara psikologi, mulai usia 3 tahun ke atas, si Kecil berada pada masa ingin belajar mandiri dan tidak bergantung kepada orang tua lagi. Namun, sangat penting bagi orang tua untuk tetap menjaga hubungan yang baik tanpa menghalangi si Kecil mengenal dan berinteraksi dengan dunia luar. Dengan demikian, selain bertujuan melatih kemampuan motorik dan kekuatan fisik, mengajak si Kecil olahraga bersama merupakan salah satu cara yang baik untuk tetap meningkatkan komunikasi pada masa peralihan ini.

    Untuk Ibu dan si Kecil 6 – 11 tahun

    Memasuki usia sekolah, si Kecil semakin lama menghabiskan waktunya di sekolah dan dibutuhkan rasa percaya diri serta kemampuan komunikasi yang baik untuk bisa bersosialisasi dengan guru dan teman – temannya. Telah terbukti secara ilmiah, bahwa hal tersebut dapat tercapai bila si Kecil mendapat dukungan yang kuat secara psikologis di rumah, dimana orang tua memegang peranan yang sangat penting. Salah satu cara memberikan dukungan tersebut adalah dengan membina hubungan yang erat dan menyenangkan bagi si Kecil, salah satunya dengan olahraga bersama, seperti bermain basket bersama Ayah atau menari bersama Ibu. Bagi anak usia sekolah, aktivitas fisik yang dianjurkan adalah 1 jam/hari, untuk meningkatkan kekuatan fisik dan mencegah obesitas pada anak.

    Bagaimana Moms? Tidak sulit bukan untuk berolahraga bersama si Kecil? Jadi, jangan ragu untuk memulai aktivitas bersama si Kecil sejak dini ya, karena selain memberikan manfaat bagi Anda yang baru melahirkan, ternyata banyak juga manfaat yang bisa didapatkan si Kecil baik secara fisik dan psikologis, sehingga dapat meningkatkan kemampuan dirinya dalam proses belajar kelak.

    Jangan lupa, Anda juga bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Referensi

    1. Felfe C, Lechner M, Steinmayr A. Sports and Child Development. PLOS ONE. 2016;11(5):e0151729.
    2. Nelson. Textbook of Pediatrics. Edisi ke-20. Philadelphia: Elsevier, 2016.
    3. Roy B. Postpartum Exercise. ACSM’s Health and Fitness Journal. 2014;18(6):3-4.
    4. Şahin F. Mother-Child Relation and Factors Affecting This Relation. International Journal of Science Culture and Sport. 2014;2(3):79-88.
    Read More
  • ASI merupakan komponen penting bagi Moms yang menyusui. Payudara sebagai organ yang berperan dalam pembentukan ASI juga penting untuk dirawat agar produksi ASI tidak terhambat. Moms  seringkali mengalami beberapa masalah seputar payudara pada saat menyusui seperti saluran ASI tersumbat, puting payudara nyeri atau lecet, peradangan pada payudara (mastitis), dan pembengkakan payudara (breast engorgement). Pembengkakan payudara […]

    Pijat Payudara pada Bunda Menyusui, Efektifkah?

    ASI merupakan komponen penting bagi Moms yang menyusui. Payudara sebagai organ yang berperan dalam pembentukan ASI juga penting untuk dirawat agar produksi ASI tidak terhambat. Moms  seringkali mengalami beberapa masalah seputar payudara pada saat menyusui seperti saluran ASI tersumbat, puting payudara nyeri atau lecet, peradangan pada payudara (mastitis), dan pembengkakan payudara (breast engorgement).

    Pembengkakan payudara dapat terjadi karena tidak aktifnya hisapan bayi, puting susu terbenam atau terlalu panjang, posisi menyusui yang tidak benar, hingga pengosongan payudara yang tidak sempurna, sehingga menyebabkan penyempitan saluran susu (duktus laktiferus). Bendungan ASI ini menyebabkan payudara menjadi keras pada perabaan, rasa panas, sehingga bayi menjadi sulit menyusu. Kemudian payudara yang membengkak akan terasa lebih asin karena kadar sodiumnya lebih tinggi akibat peradangan dan pembengkakan, sehingga sering menyebabkan si Kecil tidak mau menyusui.

    Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengatasi payudara yang membengkak, antara lain kompres es, memakai bra khusus untuk mengurangi bengkak, pemberian obat anti nyeri, serta pemijatan pada payudara. Nah Moms, cara yang terakhir cukup efektif dalam mengurangi pembengkakan payudara akibat bendungan ASI. Bagaimana caranya? Yuk, kita simak lebih lanjut.

    Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi

    Pemijatan payudara akibat bendungan ASI merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi pembengkakan pada payudara, sehingga produksi ASI tidak terhambat. Sotomi Oketani merupakan orang Jepang pertama yang mempopulerkan pijat Oketani yang dapat memberikan rasa nyaman pada ibu menyusui. Pijat Oketani membuat areola dan puting payudara menjadi lebih elastis dan payudara menjadi lebih lembut serta lancarnya aliran susu karena penekanan pada alveoli (kantung penampung susu).

    Baca Juga: Imunisasi Polio Suntik VS Tetes

    Karakteristik Pijat Oketani antara lain menimbulkan rasa nyaman dan tidak menimbulkan nyeri, Moms dapat merasa pulih dan lega, mencegah luka pada puting payudara dan mastitis, memperbaiki kelainan bentuk puting payudara, meningkatkan proses laktasi, dan tentunya meningkatkan kualitas ASI. Penasaran bukan bagaimana caranya, Moms? Mari kita lihat gambarnya di bawah ini.

    Langkah A1 :

    Mendorong area C dan menariknya ke atas (arah A1) dan B2 dengan menggunakan ketiga jari tangan kanan dan jari kelingking tangan kiri ke arah bahu.

    Langkah A2:

    Mendorong ke arah C 1-2 dan menariknya ke atas dari bagian tengah A (1-2) dengan menggunakan jari kedua tangan ke arah ketiak kiri.

    Langkah A3:

    Mendorong C (2) dan menariknya ke atas A(3) dan B (1) dengan menggunakan jari dan ibu jari tangan kanan dan jari ketiga tangan kiri menempatkan ibu jari di atas sendi kedua dari jempol kanan. Kemudian mendorong dan menarik sejajar dengan payudara yang berlawanan. Mendorong dan menarik nomor (1), (2) dan (3) digunakan untuk memisahkan bagian keras dari payudara dari fasia dari otot dada utama. .

    Langkah A4:

    Menekan seluruh payudara menuju pusar, menempatkan ibu jari kanan pada C (1), tengah, ketiga,dan jari kelingking di sisi B dan ibu jari kiri pada C (1), tengah, ketiga dan kelingking di sisi A.

    Baca Juga: Tips Memerah ASI dan Menyimpannya dengan Baik

    Langkah A5:

    Menarik payudara menuju arah praktisi dengan tangan kanan sementara dengan lembut memutar itu dari pinggiran atas untuk memegang margin yang lebih rendah payudara seperti langkah 4.

    Langkah A6:

    Menarik payudara ke arah praktisi dengan tangan kiri sambil memutarnya dengan lembut dari pinggiran atas ke pegangan margin bawah payudara seperti teknik no 5. Ini adalah prosedur yang berlawanan dengan langkah no 5.

     Langkah A7:

    Merobohkan payudara menuju arah  praktisi dengan tangan kiri sementara lembut memutar itu dari

    pinggiran atas untuk memegang margin yang lebih rendah payudara seperti manipulasi 5. Ini adalah prosedur berlawanan dengan operasi (5) . Prosedur manual (5)dan (6) adalah teknik untuk mengisolasi bagian dasar keras dari C- payudara (2) ke C (1) dari fascia pectoralis utama .

    Baca Juga: 9 Tips ASI Lancar Setelah Melahirkan

    Pijat Oketani dapat dilakukan mulai hari pertama setelah melahirkan. Pijat ini dilakukan selama 30 menit pada kedua payudara (15 menit per payudara). Keunggulan Pijat Oketani lainnya adalah dapat merangsang hormon prolaktin dan oksitosin yang berperan dalam kelancaran ASI.Wah, banyak sekali ya manfaatnya pijat ini. Jadi, sudah ingin mencoba, Moms?

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Kusumastuti, Qomar UL, Pratiwi. Efektivitas pijat oketani terhadap pencegahan bendungan ASI pada ibu post partum. The 7th University Research Colloqium 2018. STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.
    2. Thomas P, Chhugani M, Rahman J. Varun N. Effectiveness of breast massage on mild breast engorgement, breast milk pH and suckling speed of neonate among the postnatal mothers. International Journal of Current Research.2017; 9(10): 58821-58826.
    3. Machmudah. Sukses menyusui dengan pijat Oketani. Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Semarang. 2017.

     

    Read More
  • Kanker merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia setelah penyakit jantung. Bagi kaum wanita, jumlah penderita kanker serviks menempati posisi kedua tertinggi setelah kanker payudara. Kanker serviks adalah tumor ganas yang berasal dari serviks (mulut rahim) dan 90% diawali oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Meskipun kanker serviks memiliki tingkat keberhasilan pencegahan dan kesembuhan paling […]

    Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Kanker merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia setelah penyakit jantung. Bagi kaum wanita, jumlah penderita kanker serviks menempati posisi kedua tertinggi setelah kanker payudara. Kanker serviks adalah tumor ganas yang berasal dari serviks (mulut rahim) dan 90% diawali oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Meskipun kanker serviks memiliki tingkat keberhasilan pencegahan dan kesembuhan paling tinggi di antara jenis kanker lainnya, sampai pada tahun 2013, lebih dari separuh populasi wanita di dunia mendapat kanker serviks setiap tahun. Hal ini disebabkan kurang terlaksananya strategi pencegahan kanker serviks, yaitu vaksinasi HPV dan deteksi dini. Saat ini, di Indonesia telah tersedia fasilitas yang melaksanakan strategi tersebut. Oleh karena itu, sayang sekali jika Anda atau kerabat akhirnya menderita kanker serviks hanya karena kita tidak memiliki informasi yang cukup. Melalui artikel ini, mari kita kupas bersama cara pencegahan dan terapi efektif kanker serviks!

    Siapa saja yang harus mendapat vaksin HPV?

    Setiap remaja perempuan dan wanita berusia 9 – 26 tahun yang tidak sedang hamil, disarankan mendapat vaksin HPV dan sebaiknya sebelum melakukan hubungan seksual pertama kali. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan usia terbaik untuk mendapat vaksin HPV adalah 11 – 12 tahun. Untuk perempuan berusia < 14 tahun, cukup diberikan dua dosis (dua kali penyuntikkan) dengan jarak waktu 6 – 12 bulan, sedangkan untuk perempuan berusia 14 – 26 tahun diperlukan tiga dosis (tiga kali penyuntikkan). Jadwal vaksin tiga dosis ini berbeda – beda sesuai dengan jenis vaksin yang diberikan. Di Indonesia, terdapat dua jenis vaksin HPV yaitu kuadrivalen (melawan HPV tipe 6, 11, 16, dan 18) dan bivalen (melawan HPV tipe 16 dan 18). Jika Anda menggunakan vaksin kuadrivalen, penyuntikkan dilakukan di bulan ke 0, 2, dan 6, sedangkan jika Anda menggunakan vaksin bivalen, penyuntikkan dilakukan di bulan ke 0, 1, dan 6.

    Baca Juga: Fakta Seputar Tetanus Pada Anak

    Hingga saat ini belum ada penelitian yang membandingkan perbedaan efektivitas kedua jenis vaksin tersebut, tapi keduanya terbukti mencegah kanker serviks yang disebabkan HPV tipe 16 dan 18 sebesar hampir 100%. Perlu diketahui, kanker serviks juga dapat disebabkan oleh HPV tipe lain dan virus lain, meskipun memang penyebab tersering kanker serviks dan paling berbahaya adalah HPV tipe16 dan 18. Setelah mendapat vaksin HPV, setiap wanita di atas usia 30 tahun tetap wajib melakukan pemeriksaan rutin untuk skrining kanker serviks.

    Sebagai informasi tambahan, pria berusia 9 – 26 tahun juga disarankan mendapat vaksin HPV karena selain menyebabkan kanker serviks, beberapa tipe HPV juga dapat menyebabkan    kanker lain seperti anus, penis (alat kelamin pria), dan orofaring (dinding belakang rongga mulut).

    Kanker serviks paling bisa disembuhkan di antara kanker lain karena perjalanan penyakitnya cukup lama, sehingga konsensus merekomendasikan setiap wanita melakukan pemeriksaan rutin mulai usia 30 tahun setiap 5 tahun sekali, karena semakin  awal stadium saat terdeteksi, semakin besar tingkat kesembuhannya. Pemeriksaan kanker serviks dilakukan secara bertahap. Pemeriksaan awal (skrining) bertujuan untuk melihat apakah ada kelainan pada serviks, berupa Pap smear (sel serviks diambil dan diperiksa di laboratorium) atau  tes Inspeksi Visual Asam-asetat/IVA yang lebih sederhana (kapas yang dibasahi asam-asetat ditempel di serviks selama 5 menit, kemudian serviks diamati secara langsung).

    Baca Juga: 5 Mitos Nyeri Sendi

    Jika hasil skrining menunjukkan kelainan, maka perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa kolposkopi (melihat serviks secara langsung dengan bantuan alat seperti mikroskop, bernama kolposkop) dan biopsi (mengambil sedikit jaringan serviks untuk diperiksa di laboratorium) untuk menegakkan diagnosis.

    Apa saja pilihan pengobatan yang tersedia di Indonesia bagi penderita kanker serviks? Berapa besar kemungkinan untuk sembuh?

    Pilihan pengobatan kanker serviks bergantung pada stadium saat terdiagnosis. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker membutuhkan waktu kurang lebih 7 tahun. Sel serviks yang terinfeksi secara persisten (bertahan dalam waktu yang lama) akan berubah menjadi lesi pra-kanker atau disebut cervical intraepithelial neoplasia (CIN), yaitu sel serviks yang tidak normal tapi belum sepenuhnya berubah menjadi sel kanker. Jika seseorang terdeteksi pada stadium CIN, ada 3 pilihan prosedur pengobatan. World Health Organization (WHO) menyatakan pilihan terbaik saat ini adalah ablasi (menghancurkan sel tidak normal tanpa membuang bagian dari serviks). Prosedur ablasi dilakukan tanpa bius umum, dengan menggunakan alat bersuhu sangat dingin (-90oC) atau sangat panas (100 – 120oC) untuk membunuh sel serviks yang tidak normal. Prosedur ini memiliki angka kesembuhan 85 – 95%. Pilihan kedua adalah eksisi serviks (membuang seluruh atau sebagian dari serviks) dengan kemungkinan kesembuhan 84%. Pilihan ketiga adalah histerektomi (mengangkat rahim), dapat menjadi pilihan bagi wanita yang sudah tidak ingin memiliki anak.

    Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi

    Jika stadium CIN terlewati dan berlanjut menjadi kanker, pilihan pengobatan akan berkurang. Pada kanker serviks stadium I (kanker terbatas pada serviks), terdapat pilihan eksisi dan pengangkatan seluruh bagian serviks bagi wanita yang masih ingin memiliki anak, atau pengangkatan rahim jika sudah tidak ingin memiliki anak. Harapan hidup untuk 5 tahun ke depan pada stadium I masih 100%. Pada stadium II (harapan hidup untuk 5 tahun: 44 – 68%) dan stadium III (harapan hidup untuk 5 tahun: 18 – 39%), operasi sulit memberikan hasil yang baik, sehingga pilihan terbatas pada kemoradiasi (gabungan kemoterapi dan radioterapi). Jika sampai pada stadium IV-A (harapan hidup untuk 5 tahun: 18 – 39%), kemoradiasi menjadi pilihan utama, dan pada kasus yang sangat jarang dapat dilakukan pengangkatan seluruh organ panggul. Pada stadium akhir, yaitu IV-B, harapan hidup dalam 5 tahun ke depan sudah < 18%, sehingga umumnya perawatan yang diberikan bukan bertujuan untuk menyembuhkan tetapi meningkatkan kualitas hidup dengan bantuan kemoradiasi.

    Jadi, kanker serviks bisa disembuhkan jika terdeteksi pada stadium awal. Perlu diketahui, setelah dinyatakan sembuh, masih terdapat kemungkinan untuk muncul sel kanker baru sebesar 30 – 70%, tergantung kondisi masing – masing pasien. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap perempuan untuk melakukan vaksin HPV dan pemeriksaan rutin sesuai rekomendasi untuk mencegah kanker serviks.

    Baca Juga: 10 Makanan si Pencegah Kanker Serviks

    Nah, bila Anda ingin melindungi diri dan keluarga dari bahaya kanker serviks, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin HPV, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Sahabat bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi HPV, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi

    1. Castle P, Murokora D, Perez C, Alvarez M, Quek S, Campbell C. Treatment of cervical intraepithelial lesions. International Journal of Gynecology & Obstetrics. 2017;138:20-25.
    2. Hoffman B, Schorge J, Schaffer J, Halvorson L, Bradshaw K, Cunningham F. Williams Gynecology. 2nd ed. McGrawHill; 2012.
    3. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. Cdc.gov. 2017 [cited 6 July 2018]. Available from: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-vaccine-young-women.htm
    4. JadwalImunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 2017 [cited 6 July 2018]. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
    5. Petry K. HPV and cervical cancer. Scandinavian Journal of Clinical and Laboratory Investigation. 2014;74(sup244):59-62.

     

    Read More
  • Tahukan Bunda, bayi yang baru lahir sistem kekebalan tubuhnya masih rentan terhadap penyakit. Maka dari itu bayi yang baru lahir harus mendapatkan beberapa jenis vaksinasi salah satunya Hepatitis B. Hepatitis B adalah peradangan pada organ hati yang diakibatkan oleh virus hepatitis B yang dapat berkembang menjadi kronis. Apabila Hepatitis B tidak ditangani dengan tepat, berpotensi […]

    8 Alasan Mengapa Bayi Baru Lahir Harus Suntik Hepatitis B

    Tahukan Bunda, bayi yang baru lahir sistem kekebalan tubuhnya masih rentan terhadap penyakit. Maka dari itu bayi yang baru lahir harus mendapatkan beberapa jenis vaksinasi salah satunya Hepatitis B.

    Hepatitis B adalah peradangan pada organ hati yang diakibatkan oleh virus hepatitis B yang dapat berkembang menjadi kronis. Apabila Hepatitis B tidak ditangani dengan tepat, berpotensi menjadi sirosis hati hingga kanker hati. Bila dua kondisi ini terjadi, dapat meningkatkan risiko kematian. Lalu, mengapa Bayi baru lahir harus suntik hepatitis B? Berikut 8 alasannya:

    1. Hepatitis B Dapat Ditularkan Saat Persalinan

    Penularan hepatitis B dapat ditularkan secara vertikal dari Ibu ke janin, baik pada saat masih di dalam kandungan atau setelah proses persalinan. Ibu yang terinfeksi hepatitis B, 90% dapat menginfeksi bayinya. Sehingga Ibu hamil memerlukan pemeriksaan status infeksi virus hepatitis B (HbsAG). Pemeriksaan dilakukan sebanyak dua kali, saat pemeriksaan kehamilan pertama dan diulang kembali sebelum persalinan. Vaksinasi Hepatitis B merupakan salah satu cara untuk memutus rantai penularan tersebut.

    2. Hepatitis B pada Anak Tidak Bergejala

    Hepatitis B pada anak-anak seringkali tidak menimbulkan gejala apapun hanya gejala biasa seperti rasa mual dan lesu. Pertumbuhan Anak terlihat sehat dan normal tanpa hambatan. Namun di kemudian hari, penyakit ini dapat berkembang dan meningkatkan risiko komplikasi yang lebih parah.

    3. Semakin Muda Usia Semakin Rentan Menjadi Hepatitis B Kronis

    Pada orang dewasa, sebanyak 90% yang terkena hepatitis B dapat mengalami kesembuhan. Akan tetapi 5% sisanya dapat berkembang menjadi kronis. 15-25% Orang dewasa yang terinfeksi Hepatitis B sejak usia anak-anak, dapat berubah menjadi kronis hingga berkembang menjadi sirosis atau kanker hati.

    Pada Anak-anak yang terinfeksi usia dibawah 1 tahun, sebesar 80-90% dapat berkembang menjadi kronis. Sedangkan usia kurang dari 6 tahun hanya 30-50% yang berkembang menjadi kronis.

    4. Vaksinasi Hepatitis B Pengobatan yang Tepat dan Cepat

    Meskipun Hepatitis B belum ada obat untuk menyembuhkannya, vaksinasi hepatitis B telah terbukti efektif sebagai pencegahan agar terlindungi dari infeksi hepatitis B. Selain itu proses vaksinasi Hepatitis B sangat cepat jadi tidak menghabiskan waktu seharian.

    5. Vaksinasi Hepatitis B menjadi Program Rutin Pemerintah

    Dengan tingginya penderita Hepatitis B pada Anak-anak, maka pemerintah memasukkan vaksinasi hepatitis B menjadi program vaksinasi rutin secara nasional dengan anjuran WHO.

    Hal ini dilihat dari tingginya angka penderita hepatitis B dengan usia kurang dari 1 tahun mencapai 80-90%. Maka demikian bayi yang baru lahir menjadi usia yang pas untuk diberikan perlindungan sejak dini.

    6. Penundaan vaksinasi dapat Meningkatkan Risiko Penularan

    Bila Vaksinasi Hepatitis B pada bayi ditunda maka bayi berisiko tertular Hepatitis B. Penularan dapat terjadi dari Ibu, anggota keluarga lainnya ataupun tenaga medis yang tidak mengetahui jika mereka terinfeksi Hepatitis B.

    Penundaan pemberian vaksinasi pada bayi dilihat dari kondisi tertentu sesuai petunjuk dokter. Sehingga vaksinasi hepatitis B harus diulang saat usia bayi menginjak 1 bulan dan 6 bulan.

    7. Vaksinasi Hepatitis B Sangat Aman untuk Si Kecil

    Satu hal yang dikhawatirkan para Bunda pada si Kecil yaitu efek samping yang timbul pasca vaksinasi. Bunda tidak perlu khawatir, karena pemberian vaksinasi Hepatitis B sangat aman untuk si Kecil.

    Sebagian Anak akan merasakan reaksi normal seperti ada rasa nyeri atau bengkak sekitar lokasi suntik dan demam ringan yang biasa terjadi 1-2 hari setelah vaksinasi diberikan. Jadi jangan panik dulu ya Bunda.

    8. Ibu Hamil juga perlu mendapatkan Vaksinasi Hepatitis B

    Tidak hanya Si kecil yang mendapatkan vaksinasi Hepatitis B. Para Ibu hamil juga bisa mendapatkan vaksinasi hepatitis B. Vaksinasi Hepatitis B menggunakan vaksin inaktif yang tidak mengandung kuman hidup yang aman diberikan untuk ibu hamil. Akan tetapi pemberian vaksinasi Hepatitis B harus di dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter.

    Baca Juga: 10 Jenis Vaksinasi Ibu Hamil

    Vaksinasi Hepatitis B bisa Bunda dapatkan di ProSehat. Kenapa di ProSehat? ProSehat Aplikasi kesehatan panggil dokter kerumah yang pas untuk Bunda dan Keluarga. Selain vaksinasi, Sahabat bisa mendapatkan berbagai produk kesehatan baik vitamin hingga makanan sehat.

    Bunda juga bisa berkonsultasi langsung dengan Asisten Kesehatan Maya melalui melalui Telp / SMS / WhatsApp :0811-18-16-800. Download aplikasi ProSehat melalui Google Play dan Apps Store sekarang juga. Lindungi Bunda dan keluarga sekarang juga jangan sampai sakit hati ya.

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:

    1. Widodo, Ariani Dewi. “Vaksinasi Hepatitis B pada Bayi Baru Lahir, Penting!”. tanyadok.com
    2. Trisbiantara, Irene. “Tanya Jawab: Hepatitis B”. tanyadok.com
    3. IDAI. “Kenali Hepatitis B”. idai.or.id
    4. Hepatitis B Foundation. “Recommendations for Screening, Monitoring, and Referral of Pediatric Chronic Hepatitis B”. hepb.org
    5. Ananta, Yovita. “Vaksin Hepatitis B untuk Anak”. rspondokindah.co.id
    6. ProSehat. “10 Jenis Vaksinasi Wajib Bagi Calon Ibu Hamil”. prosehat.com

    Read More
  • Papsmear sebagai deteksi dini kanker serviks pasti sering terdengar familiar di telinga perempuan. Namun jangan salah, bagi sebagian perempuan Indonesia lainnya, papsmear terdengar asing. Pemeriksaan ini adalah salah satu cara untuk mewaspadai kanker serviks yang menyerang banyak perempuan di Indonesia. Sobat pasti bertanya-tanya seberapa penting papsmear dilakukan?apakah wajib dilakukan? Bagaimana prosedur pemeriksaan pap smear, dan […]

    Waspadai Kanker Serviks dengan Metode Pendeteksi Dini Berikut

    Papsmear sebagai deteksi dini kanker serviks pasti sering terdengar familiar di telinga perempuan. Namun jangan salah, bagi sebagian perempuan Indonesia lainnya, papsmear terdengar asing. Pemeriksaan ini adalah salah satu cara untuk mewaspadai kanker serviks yang menyerang banyak perempuan di Indonesia. Sobat pasti bertanya-tanya seberapa penting papsmear dilakukan?apakah wajib dilakukan? Bagaimana prosedur pemeriksaan pap smear, dan sebagainya. Yuk, mari kita kupas tuntas tentang papsmear dan kanker serviks.

    Prevalensi dan faktor risiko kanker seviks

    Tahukah Sobat bahwa kanker serviks merupakan salah satu kanker terbanyak pada wanita disamping kanker payudara?Ya, menurut WHO, 2 dari 20 wanita Indonesia menderita kanker serviks dan setiap harinya terdapat sekitar 26 orang wanita meninggal karena kanker seviks.1 Lebih mirisnya lagi, pada stadium awal kanker seringkali tidak terdeteksi karena tidak bergejala. Gejala akan dirasakan apabila kanker sudah berkembang menjadi stadium lanjut. Hal inilah yang menyebabkan angka kejadian kanker serviks pada wanita terus meningkat setiap tahunnya.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai

    Penyebab kanker serviks

    Penyebab kanker serviks adalah Human Papiloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Sebanyak 12 jenis HPV menyebabkan kanker pada manusia, dan 70% dari kasus kanker serviks disebabkan oleh 2 tipe HPV tersebut.2 Virus ini menular melalui hubungan seksual berisiko tanpa pengaman, sehingga beberapa orang memiliki risiko untuk terkena kanker ini, antara lain:

    • Memiliki pasangan seksual lebih dari satu
    • Melakukan hubungan seks pertama kali di usia dini
    • Riwayat melahirkan lebih dari 6 kali
    • Penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka waktu lama
    • Merokok
    • Riwayat menderita Penyakit Menular Seksual (PMS)
    • Menurunnya daya tahan tubuh karena HIV
    • Diet rendah serat (buah dan sayuran)
    • Kegemukan dan obesitas
    • Riwayat keluarga penderita kanker serviks

    Gejala kanker serviks

    Kanker serviks pada stadium awal tidak bergejala. Ketika kanker sudah berkembang ke stadium lanjut, gejala yang dapat dirasakan berupa perdarahan tidak normal dari vagina seperti perdarahan setelah berhubungan seksual, perdarahan setelah menopause, diantara siklus haid, serta perdarahan saat haid yang lebih banyak dan panjang dari biasanya. Kemudian, gejala lainnya adalah keluarnya cairan tidak normal dari vagina diantara siklus haid. Rasa nyeri juga dapat dirasakan bila ada infeksi yang terjadi di daerah serviks.3Kanker serviks memiliki massa pra-kanker yang panjang dan butuh proses 3 hingga 20 tahun sampai terjadinya kanker serviks dimulai dari infeksi HPV.4

    Baca Juga: 6 Tips Menghindari Seks Beresiko

    Pemeriksaan papsmear sebagai deteksi dini

    Pap smear atau papanicolau smear merupakan pemeriksaan mikroskopik sel mulut rahim (serviks) untuk mendeteksi adalanya sel prekanker atau kanker. Pemeriksaan ini pertama kali ditemukan pada tahun 1928 oleh dr. George N. Papanicoloau yang berhasil menurunkan kejadian kanker serviks saat itu sebesar 75%. Pemeriksaan ini hendaknya dilakukan setahun sekali pada wanita yang sudah aktif secara seksual sekitar usia 21 tahun dan dapat berhenti dilakukan saat 70 tahun bila tidak ada kelainan abnormal.5

    Tes pap smear dilakukan pada hari ke 14 setelah menstruasi. Bila sobat ingin melakukan tes ini, harus abstain atau tidak melakukan hubungan seksual 48 jam sebelum pemeriksaan dan tidak boleh menggunakan kontrasepsi, pelumas, atau pembersih vagina sebelum pemeriksaan. Kemudian, pengambilan sampel dilakukan dengan posisi litotomi (mengangkang) dan alat berupa spekulum dimasukkan serviks dapat terlihat. Setelah itu, diambil bagian dari mulut serviks dengan menggunakan spatula dan dioleskan dengan di kaca gelas.5

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Hasil pemeriksaan pap smear dapat diambil kemudian dan dapat terlihat apakah ada lesi kanker atau pra kanker di sana. Hasil pap smear dapat negatif (meskipun ada sel abnormal pada serviks anda) karena beberapa sebab antara lain kurangnya sel serviks yang diambil, jumlah sel yang tidak normalnya sedikit, adanya sel darah atau sel radang yang menutupi sel yang tidak normal. Bila hasil pemeriksaan positif atau ditemukan sel tidak normal, maka Sobat akan disarankan melakukan pemeriksaan kolposkopi atau biopsi untuk memeriksa jaringan serviks, vagina dan vulva.

    Apakah pemeriksaan pap smear sakit?Tentu tidak. Kemungkinan penyebab rasa sakit pada saat diperiksa adalah saat alat spekulum dimasukkan ke dalam vagina. Hal ini menimbulkan sedikit rasa sakit, pada saat pengambilan sel tidak akan terasa sakit. Selain rasa sakit, berbagai alasan membuat wanita menjadi enggan untuk memeriksakan diri. Ada yang bilang takut ketahuan bila ternyata hasil pemeriksaan positif kanker hingga alasan tidak ada waktu untuk melakukan pemeriksaan. Ayolah, satu hari dalam setahun dapat Sobat luangkan untuk pemeriksaan pap smear.

    Pencegahan kanker serviks

    Kanker serviks sekarang dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi kanker serviks. Vaksinasi ini mulai dapat diberikan anak usia 11 atau 12 tahun dalam 2 kali suntik. Jika anak berusia diatas 14 tahun, vaksin ini diberikan dalam 3 kali suntik. Selain itu, semua wanita dapat diberikan vaksin ini. Pencegahan lain dari kanker serviks adalah dengan menghindari semua faktor risiko seperti setia pada satu pasangan seksual, tidak merokok, lawan kegemukan, dan pastinya selalu jalanin gaya hidup sehat setiap harinya dengan makan makanan sehat, olahraga teratur, lakukan pemeriksaan kesehatan berkala serta kelola stres.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Suduh cukup tau tentang pap smear dan kanker serviks, kan? Mau tunggu apalagi, yuk, segera datangi layanan kesehatan terdekat untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara teratur. Jangan takut untuk untuk diperiksa ya, karena pencegahan dan deteksi dini lebih baik dibandingkan dengan bila sudah terkena penyakit.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kendalikan kanker serviks sejak dini dengan imunisasi. 2016. [Internet]. Retrieved from: kemkes.go.id
    Murillo R, Herrero R, Sierra MS, Forman D. Etiology of cervical cancer (C53) in Central and South America.2016. In: Cancer in Central and South America. Lyon: International Agency for Research on Cancer
    American Cancer Society. Cervical cancer causes, risk factors and prevention. [Internet]. Retrieved from: cancer.org/content/dam/CRC/PDF/Public/8600.00.pdf
    Mastutik G, Alia R, Rahniayu A, Kurniasari N, Rahaju AS, Mustokoweni S. Skirining kanker serviks dengan pemeriksaan papsmear di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya dan RS Mawadah Mojokerto. Majalah Obstetri dan ginekologi.
    Mehta V, Vasanth V, Balachandran C. Pap smear. Indian Journal Dermatology Venereology Leprology 2009;75:214-6.

    Read More
  • Tak hanya dalam keluarga, komunikasi memang sangat dibutuhkan untuk setiap kehidupan. Komunikasi merupakan sarana efektif dalam bekerja, untuk itu komunikasi sangatlah diperlukan dalam melengkapi kehidupan sehari-hari. Dalam hidup hampir setiap hari menggunakan komunikasi, baik komunikasi secara langsung atau pun komunikasi secara tidak langsung, komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal. Pada dasarnya komunikasi ini berfungsi untuk […]

    10 Manfaat Komunikasi yang Baik dalam Keluarga

    Tak hanya dalam keluarga, komunikasi memang sangat dibutuhkan untuk setiap kehidupan. Komunikasi merupakan sarana efektif dalam bekerja, untuk itu komunikasi sangatlah diperlukan dalam melengkapi kehidupan sehari-hari. Dalam hidup hampir setiap hari menggunakan komunikasi, baik komunikasi secara langsung atau pun komunikasi secara tidak langsung, komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal. Pada dasarnya komunikasi ini berfungsi untuk mencapai sebuah tujuan yang diharapkan.

    Dalam keluarga sangat diperlukan komunikasi, terutama komunikasi kepada anak, dengan komunikasi antara orang tua dan anak terjalin dengan baik, maka keluarga akan mudah untuk mencapai tujuan yang akan dicapainya. Untuk itu akan dibahas betapa pentingnya komunikasi dalam keluarga dengan menyimak manfaat komunikasi dalam keluarga, seperti berikut ini :

    1. Menyampaikan informasi
    Dengan adanya komunikasi, ketika keluarga ingin menyampaikan suatu informasi, maka setiap anggota keluarga akan tahu informasi itu. Jadi tidak akan ada miss komunikasi atau salah paham antara satu dengan yang lainnya. Dengan komunikasi ini maka akan membawa dampak :

    – Akan tercipta kedamaian di dalam Keluarga
    – Kesalahpahaman dalam keluarga bisa diminimalisir
    – Setiap informasi yang ada, setiap keluarga dapat mengetahuinnya

    2. Mengerti keinginan karena diungkapkan dengan ekspresi
    Komunikasi non verbal, komunikasi dengan menggunakan ekspresi, dengan adanya ekspresi dalam keluarga maka dalam keluarga akan :

    – Mengerti apa yang di inginkan setiap anggota keluarganya
    – Mampu memahami setiap situasi dan kondisi anggota keluarganya, dengan melihat ekspresi yang dikeluarkan

    3. Timbulnya sikap sosial di keluarga
    Melatih komunikasi pada anak, terutama bicara dan berekspresi akan membantu anak mengembangkan sikap sosialnya baik di keluarga maupun di luar masyarakat nantinya. Anak yang mampu berbicara dan berekspresi lebih mudah di ketahui keinginannya dibanding anak yang hanya diam saja. Dengan berbicara dan berekspresi, jiwa sosial yang dimiliki anak akan muncul secara spontan. Hal itu disebabkan karena beberapa hal yaitu :

    – Anak terbiasa berbicara dengan anggota keluarga yang lain
    – Anak terbiasa mengungkapkan keinginannya kepada orang lain
    – Anak terbiasa berinteraksi terhadap orang lain
    – Anak akan terbiasa belajar dengan lingkungan dengan berbicara dan berekspresi sehingga akan menimbulkan sikap sosial yang baik

    4. Fungsi pemantauan kepada anak-anak
    Komunikasi akan membantu orang tua untuk mengontrol pergerakan anak, baik di dalam keluarga maupun di luar keluarga atau di lingkungannya. Dengan berkomunikasi, keluarga akan mengerti hal apa saja yang telah terjadi di luar sana, sehingga keluarga bisa :

    – Mengetahui hal apa saja yang dilakukan anak
    – Bagaimana perkembangan sosialisasi antara individu dengan individu yang lain
    – Apakah anak berbuat nakal atau tidak di dalam lingkungan
    – Seberapa peka dan peduli anak terhadap lingkungan sekitarnya

    5. Memberi ruang untuk anak agar berkata jujur
    Yang terpenting bagi keluarga adalah komunikasi, itulah sebabnya komunikasi sangat bermanfaat bagi kehidupan keluarga terutama anak dengan orang tua. Pada dasarnya keterbukaan anak sangat penting bagi orang tua, untuk itu sudah semestinya sejak kecil melatih anak untuk dapat berkomunikasi dengan baik. Melatih anak untuk selalu terbuka berkata jujur agar tidak ada kebohongan, sehingga apabila ada masalah, orang tua akan mudah untuk menyelesaikan masalah di dalam keluarganya.

    6. Melatih sikap empati dalam keluarga
    Saling mengerti, memahami dan peka terhadap anggota keluarga akan menimbulkan rasa empati dalam keluarga. Jika empati sudah ada disetiap anggota keluarga, control keluarga akan lebih mudah dilakukan, kehidupan harmonis dalam keluarga akan mudah didapatkan, sehingga akan terciptanya keluarga yang damai dan bahagia.

    Empati merupakan rasa peduli antara individu dengan individu yang lain atau perasaan yang mendalam yang dimiliki individu terhadap individu lain hingga saling memahami. Empati muncul karena adanya rasa simpati dan peduli di dalam kehidupan.

    7. Dapat menyalurkan dukungan
    Bila komunikasi dalam keluarga dapat berjalan dengan baik, maka setiap anggota keluarga akan mampu untuk saling memberikan dukungan satu dengan yang lainnya, dengan begitu kebutuhan keluarga akan terpenuhi. Selain itu, juga anak akan lebih mudah bereksplorasi untuk mencapai keinginannya, karena komunikasi pada orang tuanya, akan lebih mudah untuk orang tua memberikan dukungan kepada sang anak.

    8. Menyalurkan sikap positif
    Komunikasi akan membantu lingkungan keluarga untuk menyalurkan sikap positif, baik itu menegur, menyayangi satu dengan yang lainnya. Hingga kebiasaan-kebiasaan positif akan dapat dibiasakan.

    9. Saling memahami persamaan dan perbedaan
    Komunikasi akan membuat hubungan dalam keluarga menjadi harmonis, dengan adanya komunikasi maka perbedaan di keluarga akan dapat saling dipahami.

    10. Memiliki maksud dan tujuan yang sama
    Sama seperti halnya sebuah organisasi, disetiap rumah tangga pasti memiliki tujuan. Untuk itu komunikasi sangat dibutuhkan dalam keluarga agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai sesuai dengan yang di harapkan. Apabila maksud dan tujuan yang sama sudah tercapai maka keluarga akan mencapai keluarga yang bahagia.

    Read More
  • Wanita terkadang melakukan beberapa hal agar terhindar dari penyakit kanker payudara. Salah satu cara yang digunakan masyarakat pada umumnya yakni melepas bra ketika hendak tidur. Aksi melepas bra ini sudah banyak beradar di masyarakat. Masyarakat mengaitkan kanker payudara dengan penggunaan bra saat tidur. Alasan lain memilih tidak memakai bra yaitu mungkin agar lebih nyaman sekaligus […]

    Mitos / Fakta: Pakai Bra Saat Tidur Sebabkan Kanker Payudara?

    Wanita terkadang melakukan beberapa hal agar terhindar dari penyakit kanker payudara. Salah satu cara yang digunakan masyarakat pada umumnya yakni melepas bra ketika hendak tidur. Aksi melepas bra ini sudah banyak beradar di masyarakat. Masyarakat mengaitkan kanker payudara dengan penggunaan bra saat tidur. Alasan lain memilih tidak memakai bra yaitu mungkin agar lebih nyaman sekaligus menghindari dampak-dampak buruk yang terjadi karenanya. Namun, benarkah kabar yang beredar di masyarakat itu benar adanya? Simak ulasannya berikut ini!

     

    Penggunaan bra merupakan hal wajib bagi semua wanita. Selain menjadi penyangga payudara agar lebih kuat, terkadang bra juga dijadikan sebagai fashion bagi beberapa kalangan. Menurut kabar yang beredar, bra dapat menghambat sirkulasi pada getah bening dan mengganggu pembuangan zat-zat yang tidak dibutuhkan dalam tubuh. Dan kemudian hal tersebut dianggap dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara.

     

    Sayangnya, kabar tersebut tidaklah seutuhnya benar. Sebab, sampai sejauh ini para ahli belum dapat menemukan bukti ilmiah yang menyatakan bahwa pemakaian bra saat tidur dapat menyebabkan kanker payudara. Sampai sejauh ini pula para ahli menyatakan bahwa memakai bra berkawat juga tidak meningkatkan resiko terkena kanker payudara.

     

    Namun, ada baiknya untuk memilih bra yang nyaman dipakai. Apabila bra yang digunakan terlalu ketat akan membahayakan dan justru meningkatkan resiko kanker (meskipun menggunakan bra yang tidak berkawat). Jadi pilihlah bra yang nyaman dan pas dipakai pada diri Anda. Agar terhindar dari dampak yang terjadi dari penggunaan bra yang terlalu ketat.

     

    Jadi, kabar baiknya adalah Anda dapat memakai bra selama seharian penuh tanpa harus takut akan dampak buruk yang mengintai. Yang terpenting bra yang digunakan merupakan bra yang nyaman dan sesuai untuk Anda. Para dokter juga menyarankan untuk memakai bra saat tidur, terutama apabila payudara terasa sangat nyeri.

     

     

    Penggunaan bra saat tidur haruslah nyaman agar sirkulasi udara di sekitar payudara berjalan lancar. Sangat disarankan untuk memakai bra yang terbuat dari serat alami atau berbahan katun. Pilihlah jenis bahan yang lembut agar payudara leluasa bergerak. Hindari bra yang terlalu ketat maupun terlalu longgar. Gantilah bra saat tidur. Jangan memakai bra yang Anda kenakan beraktivitas dari pagi, apalagi bila bra telah dipenuhi dengan keringat.

     

    Demikian artikel mengenai “Pakai Bra Saat Tidur Sebabkan Kanker Payudara?“. Janganlah menyalahkan teman yang memakai bra saat tidur tapi terkena kanker payudara, mungkin saja ia memang termasuk kalangan yang beresiko tinggi terkena kanker payudara. Nantikan artikel lain kami untuk mendapatkan informasi kesehatan tubuh yang bermanfaat lainnya.

    Diulas oleh: dr. Anindi Putri Harjanti

     

    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja