Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 81–90 of 120 results

  • Sobat, dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas 7 jenis makanan yang dapat membantu Anda mencegah diabetes. Diabetes merupakan suatu kelainan kronis yang perlu diobati secara efektif, karena jika dibiarkan dapat memperburuk kondisi tubuh dan menimbulkan komplikasi pada stroke, maupun penyakit ginjal. Apakah Sobat tahu apa yang dimaksud dengan prediabetes?Prediabetes ditandai dengan tingginya kadar gula […]

    7 Jenis Makanan Bantu Cegah Diabetes

    Sobat, dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas 7 jenis makanan yang dapat membantu Anda mencegah diabetes. Diabetes merupakan suatu kelainan kronis yang perlu diobati secara efektif, karena jika dibiarkan dapat memperburuk kondisi tubuh dan menimbulkan komplikasi pada stroke, maupun penyakit ginjal.

    Apakah Sobat tahu apa yang dimaksud dengan prediabetes?Prediabetes ditandai dengan tingginya kadar gula yang paling sering disebabkan oleh resistensi insulin, yaitu kondisi dimana tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan benar. Kondisi ini sering menjadi pendahulu dari diabetes tipe 2. Namun, diagnosis prediabetes tidak berarti Sobat akan terkena diabetes tipe 2. Hal yang perlu Sobat lakukan adalah mencegahnya sejak dini, sehingga kadar gula darah Anda tidak lebih dari nilai prediabetes.

    Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko Sobat untuk prediabetes. Genetik merupakan salah satu faktor. Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, maka Sobat perlu waspada. Namun, faktor gaya hidup lebih berperan penting dalam perkembangan penyakit.

    Pilihan makanan menjadi sangat berarti ketika Sobat ingin mencegah diabetes. Sebenarnya tidak ada makanan yang benar-benar dilarang untuk dikonsumsi penderita diabetes, bahkan makanan yang dianggap tidak baik sekalipun bisa Sobat konsumsi, asalkan sesekali dan hanya dalam jumlah sedikit. Namun, lebih mudah tentunya untuk mengelola diabetes jika Sobat tetap berpegang pada opsi yang terbaik.

    Berikut adalah 7 jenis asupan yang dapat membantu Sobat untuk mencegah diabetes:

    1. ZAT TEPUNG (KARBOHIDRAT)

    Makan karbohidrat tidak langsung menyebabkan seseorang menderita prediabetes. Tubuh kita membutuhkan karbohidrat, tapi Sobat harus memilih jenis karbohidrat dengan bijak tentunya.Jumlah dan jenis karbohidrat yang dikonsumsi dalam makanan adalah yang memengaruhi gula darah. Berikut beberapa panduan makanan yang direkomendasikan seperti:

    • Biji – bijian utuh, seperti beras merah, oatmeal.
    • Kentang manis panggang.
    • Biji- bijian utuh lainnya tanpa tambahan gula.

    Sobat perlu waspada dengan indeks glikemik. Makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi akan meningkatkan gula darah lebih cepat, sehingga jenis- jenis makanan dengan indeks glikemik tinggi, contohnya pada biji- bijian olahan seperti nasi putih atau tepung putih, sereal dengan sedikit biji – bijian dan mengandung banyak gula, roti putih, dan kentang goreng perlu dihindari.

    1. SAYUR–SAYURAN

    Konsumsi sayuran sangat direkomendasikan, Sobat akan mendapatkan banyak serat dan sedikit lemak atau garam. Jenis sayuran yang direkomendasikan:

    • Sayuran segar, dimakan mentah, dikukus ringan, atau dipanggang.
    • Sayuran beku polos, sedikit dikukus.
    • Sayuran hijau seperti kangkung, bayam.
    • Sayuran kaleng yang rendah atau tanpa garam.

    Sobat dapat mengombinasikan warna sayuran agar tidak cepat bosan, seperti warna orange, merah dari wortel atau paprika merah, putih dari bawang, bahkan ungu dari terong. Pedoman dari Amerika merekomendasikan Sobat mengonsumsi sayur sebanyak 2,5 cangkir per hari.

    Namun Anda perlu berhati–hati pada sayuran kaleng yang mengandung banyak garam, sayuran yang dimasak dengan menggunakan keju, mentega yang banyak.

    1. BUAH–BUAHAN

    Dari buah – buahan, Sobat mendapat kandungan karbohidrat, vitamin, mineral dan serat dari sumber yang segar, rendah lemak dan garam. Namun cenderung memiliki lebih banyak karbohidrat dibandingkan dengan sayuran. Pilihan buah yang dapat Sobat konsumsi:

    • Buah – buahan segar.
    • Buah kaleng tanpa tambahan gula.
    • Selai rendah gula atau bebas gula.

    Hindari konsumsi buah kaleng yang mengandung sirup gula, saus apel manis, jus buah dengan kandungan gula yang tinggi.

    1. PROTEIN

    Banyak sekali pilihan yang dapat Sobat konsumsi sebagai sumber protein, seperti daging sapi, ayam, ikan, makanan laut, kacang, keju, telur, kacang dan tempe tahu. Konsumsi makanan tersebut sebaiknya tetap yang mengandung rendah lemak dan utamakan sumber protein nabati. Hindari sumber protein seperti daging goreng, daging babi asap, keju biasa(bukan yang rendah lemak), unggas dengan kulit, ikan goreng, tahu goreng.

    1. PRODUK SUSU

    Jika ingin mengonsumsi produk susu, carilah yang mengandung lemak rendah. Pilihan yang direkomendasikan seperti susu rendah lemak atau 1% susu krim, yoghurt rendah lemak, keju rendah lemak.

    1. LEMAK, MINYAK & MANISAN

    Pilihan makanan yang satu ini biasanya sulit untuk ditolak, dan jika dikonsumsi terlalu banyak makan dapat menambah berat badan serta membuat Sobat sulit untuk mengelola diabetes. Inilahjenis makanan yang dianjurkan:

    • Sumber nabati alami seperti kacang, biji–bijian, atau alpukat (tinggi kalori, tentunya dengan porsi kecil).
    • Makanan dengan lemak omega 3 seperti salmon, tuna, atau mackerel.
    • Minyak nabati seperti minyak canola atau minyak zaitun.

    Sobat perlu menghindari makanan-makanan yang mengandung lemak trans, karens kurang baik untuk kesehatan hati. Hindari juga konsumsi lemak jenuh terutama dari produk hewani, minyak kelapa dan minyak sawit. Sobat dapat menanyakan pada dokter keluarga, batas konsumsi yang diperlukan, terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes.

    1. MINUMAN

    Saat mengonsumsi minuman favorit, mungkin saja terdapat lebih banyak kandungan kalori, gula, garam atau bahkan lemak yang Sobat tidak tahu. Berikut adalah minuman yang direkomendasikan:

    • Air putih.
    • Teh tanpa pemanis (jika mau, tambahkan seiris lemon).
    • Kopi hitam, atau dengan tambahan susu rendah lemak dan pengganti gula.

    Sobat perlu menghindari minuman seperti soda, bir, teh manis, kopi dengan gula dan krim, minuman penambah energi.

    Itulah 7 jenis asupan yang dapat Sobat konsumsi untuk mencegah diabetes. Mengontrol makanan merupakan salah satu pola hidup sehat yang dianjurkan. Sobat juga dapat berolahraga secara rutin yang direkomendasikan sebanyak 5 hari seminggu dengan durasi setidaknya 30 menit. Tidak perlu olahraga yang berat dan rumit, cukup dengan berjalan, bersepeda, menari, mengikuti kelas olahraga dan aktivitas lain.

    Nah, bila Sobat ingin mencari aneka produk makanan sehat, suplemen, maupun informasi kesehatan lain, bisa diakses dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Jenis Makanan untuk Diet Diabetes – prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/jenis-makanan-untuk-diet-diabetes, diakses pada tanggal 1-10-2018
    2. 9 Makanan Pencegah Diabetes – lifestyle.sindonews.com/read/1279059/155/9-makanan-pencegah-diabetes-1517629308, diakses pada tanggal 1-10-2018
    3. 10 Foods that can help prevent diabetes – foxnews.com/lifestyle/10-foods-that-can-help-prevent-diabetes, diakses pada tanggal 1-10-2018
    4. Best and Worst Foods for Diabetes – webmd.com/diabetes/diabetic-food-list-best-worst-foods#1, diakses pada tanggal 1-10-2018
    5. The Right Diet for Prediabetites – healthline.com/health/diabetes/prediabetes-diet#exercise, diakses pada tanggal 1-10-2018
    Read More
  • Sobat pernah merasakan masalah asam lambung? Duh, pasti cukup menyiksa ya! Keluhan akibat dari kelebihan asam lambung atau yang disebut sebagai dyspepsia ini dapat berupa rasa nyeri panas dan pedih di ulu hati, mual dan terkadang sampai muntah, perut terasa kembung, cepat merasa kenyang dan sering bersendawa. Hal ini tentu mengganggu aktivitas Sobat sehari-hari. Kelebihan […]

    7 Cara Mengatasi Asam Lambung

    Sobat pernah merasakan masalah asam lambung? Duh, pasti cukup menyiksa ya! Keluhan akibat dari kelebihan asam lambung atau yang disebut sebagai dyspepsia ini dapat berupa rasa nyeri panas dan pedih di ulu hati, mual dan terkadang sampai muntah, perut terasa kembung, cepat merasa kenyang dan sering bersendawa. Hal ini tentu mengganggu aktivitas Sobat sehari-hari. Kelebihan asam lambung dapat menyebabkan peradangan pada permukaan lambung sehingga disebut sebagai penyakit gastritis atau yang lebih dikenal sebagai penyakit asam lambung (maag).

    Gastritis merupakan salah satu gangguan pencernaan yang paling sering dijumpai pada masyarakat. Gastritis umumnya menyerang wanita pada usia sekitar 20-30 tahun. Gastritis juga sering menyerang lanjut usia, dikarenakan lapisan pelindung lambung pada lansia menipis seiring dengan bertambahnya usia serta penggunaan obat nyeri yang berlebihan.

    Penyakit asam lambung sering dianggap penyakit yang biasa saja dan tidak memerlukan penanganan lebih lanjut. Padahal, penyakit asam lambung yang dibiarkan secara terus-menerus dapat menyebabkan penyakit tersebut menjadi kronik serta berujung pada terjadinya luka (tukak) dan perdarahan pada lambung, serta komplikasi lain seperti pecahnya lapisan lambung (perforasi lambung). Berikut ini kami uraikan7 cara mengatasi asam lambung:

    1. Memperbaiki pola makan dengan cara makan porsi kecil

    Sobat pasti sering mendengar ungkapan “Aduh, maag saya kambuh karena tadi telat makan.” Ya, pada penderita penyakit asam lambung, disarankan untuk memiliki pola makan yang teratur dan disarankan makan lebih sering (misalnya lima kali sehari) dengan porsinya sedikit-sedikit. Hal ini bertujuan agar lambung selalu terisi makanan sehingga menetralisir asam lambung yang ada.Porsi makan yang kecil setiap kali makan akan mengurangi rasa begah (penuh) sesudah makan. Jadi, jangan sampai menunggu terlalu lapar dan juga jangan makan dalam porsi yang berlebihan saat satu kali makan.

    1. Berhati-hati dengan obat pengurang rasa nyeri yang digunakan.

    Seperti yang kita ketahui Sobat, semakin bertambahnya usia, sering terjadi kelainan pada sendi (nyeri sendi/pegal linu/rematik). Biasanya, untuk mengatasi pegal linu, pasien akan mengonsumsi obat-obat rematik/penghilang rasa sakit yang dijual bebas. Pada obat-obat tersebut, umumnya mengandung obat golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS). OAINS yang dikonsumsi dalam jangka waktu lama dan sering,dapat mengakibatkan terjadinya luka bahkan sampai perdarahan lambung. Banyak pasien yang datang ke rumah sakit dalam keadaan sudah buang air besar berdarah berwarna hitam. Berhati-hatilah dalam mengonsumsi obat-obat pegal linu yang dijual bebas di pasaran. Disarankan agar menghindari penggunaan obat anti nyeri secara berlebihan atau sebaiknya menemui dokter untuk anjuran pilihan dan penggunaan obat anti nyeri.

    1. Menghindari atau mengurangi konsumsi makanan dan minuman seperti teh, kopi, alkohol, makanan pedas dan asam, gorengan serta makanan berlemak.

    Teh dan kopi mengandung senyawa kafein yang dapat merangsang peningkatan produksi asam lambung, hal ini dapat mencetuskan nyeri ulu hati pada pasien yang sensitif dengan kafein. Makanan pedas, asam, dan alkohol berlebihan juga dapat meningkatkan produksi asam lambung dan mengiritasi permukaan lambung sehingga menyebabkan luka. Kandungan lemak yang tinggi pada gorengan sering menimbulkan rasa penuh dan tidak nyaman pada lambung.

    1. Berhenti merokok.

    Rokok dapat menghalangi proses penyembuhan luka yang sudah terjadi pada lambung. Hal ini tidak berarti apabila luka di lambung sudah sembuh, dapat merokok kembali. Seperti yang diketahui bahwa rokok merupakan hal yang harus dihindari karena banyak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan tubuh, tidak hanya lambung, tetapi dapat juga paru-paru, tenggorokan, mulut dan bagian-bagian tubuh lainnya.

    1. Tidak langsung tidur/berbaring setelah makan kenyang.

    Saat perut penuh terisi makanan, sebaiknya Sobat jangan langsung berbaring atau tiduran. Hal ini mengakibatkan isi makanan dan juga asam lambung dapat naik ke kerongkongan, sehingga dapat menyebabkan rasa mual dan rasa terbakar pada dada. Sobat sebaiknya tetap duduk atau berjalan santai setelah makan, selama kurang lebih 1-2 jam.

    1. Mengurangi stres yang berlebih.

    Stres dapat memicu produksi asam lambung. Tentu setiap orang pasti mengalami stres. Satu hal yang harus selalu diingat adalah hanya diri kita sendirilah yang paling memahami tubuh kita. Setiap orang memiliki mekanisme pertahanan terhadap stres yang berbeda-beda, ada yang mengatasi stres dengan cara banyak makan, berolahraga, berekreasi, memancing dan sebagainya. Saat Anda merasakan stres dalam hidup anda, cobalah berbagi hal tersebut dengan orang-orang terdekat. Akan terasa lebih ringan apabila Sobat berbagi cerita dan bisa mendapatkan solusi dari orang-orang terdekat yang mungkin saja dapat membantu masalah Anda. Cobalah membuat daftar mengenai hal-hal yang disukai dan lakukanlah hal tersebut setiap kali merasakan jenuh atau stres terhadap kerjaan atau aktivitas Sobat sehari-hari.

    1. Memeriksakan diri ke dokter untuk mencari penyebab dan terapi lebih lanjut.

    Penyakit asam lambung yang dirasakan terus-menerus (lebih dari seminggu), sudah diberikan obat antasida tapi tidak kunjung sembuh menjadi indikasi bahwa Sobat harus segera memeriksakan diri ke dokter. Apalagi jika ada tanda bahaya (alarm symptom) seperti nyeri ulu hati yang muncul pada saat usia lebih dari 50 tahun, penurunan berat badan, anemia (kurang sel darah merah), buang air besar berdarah (melena), atau muntah darah. Gejala-gejala tersebut sering kali menunjukkan adanya hal serius yang ada di dalam lambung sebagai penyebab sakit mag, seperti tukak lambung atau kanker lambung. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan lanjutan seperti endoskopi untuk memastikan penyebab. Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan yang bekerja untuk menekan produksi dan menetralisir asam lambung maupun antibiotik untuk membunuh kuman penyebab produksi asam lambung berlebihan.

    Itulah 7 cara mengatasi asam lambung.Sobat sekalian dapat mengikuti 7 hal ini untuk mengatasi penyakit asam lambung yang terus-menerus mengganggu aktivitas Sobat sehari-hari. Jika Anda memerlukan suplemen, produk makanan sehat atau artikel terkait masalah kesehatan lainnya, yuk akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Hirlan. Gastritis. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Kolopaking MS, Setiyohadi B, Syam AF, editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Edisi VI. Interna Publishing. 2016:1768-71.
    2. Nishizawa T, Masaoka T, Suzuki H. Functional Dyspepsia: Pathogenesis, Diagnosis and Treatment. Journal of General and Family Medicine. 2016;17(3):204-10.
    3. Rani AA, Fauzi A. Infeksi Helicobacter pylori dan Penyakit Gastroduodenal. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Kolopaking MS, Setiyohadi B, Syam AF, editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Edisi VI. Interna Publishing. 2016:1772-3.
    4. Tarigan P. Tukak Gaster. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Kolopaking MS, Setiyohadi B, Syam AF editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Edisi VI. Interna Publishing. 2016:1781-91.
    5. Simadibrata M, Makmun D, Abdullah M, Syam AF, Fauzi, A, Renaldi K,et al. Konsensus Nasional Penatalaksanaan Dispepsia dan Infeksi Helicobacter pylori. Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia. 2014.
    6. Sipponen P, Maaroos HI. Chronic Gastritis. Scand J Gastroenterol. 2015; 50(6): 657–67.
    Read More
  • Sahabat pasti pernah merasakan mual, bukan? Mual adalah suatu kondisi yang tidak nyaman dan terasa menekan di area perut, biasanya disertai dorongan ingin muntah. Namun, mual tidak melulu disertai dengan muntah. Banyak hal yang bisa memicu mual antara lain virus penyakit, kondisi pencernaan yang tidak sehat, kehamilan, efek kemoterapi, mabuk perjalanan, atau bahkan bau yang […]

    7 Asupan untuk Mengusir Mual

    Sahabat pasti pernah merasakan mual, bukan? Mual adalah suatu kondisi yang tidak nyaman dan terasa menekan di area perut, biasanya disertai dorongan ingin muntah. Namun, mual tidak melulu disertai dengan muntah.

    Banyak hal yang bisa memicu mual antara lain virus penyakit, kondisi pencernaan yang tidak sehat, kehamilan, efek kemoterapi, mabuk perjalanan, atau bahkan bau yang tidak menyenangkan pun bisa memicu perasaan mual. Sering kali, tidak jelas mengapa mual menyerang. Apa pun alasannya, biasanya kita akan mencoba segala cara agar mual hilang. Nah, Sahabat, atasi sering mual dengan asupan ini, yuk!

    1. Jahe

    Jahe punya sejarah panjang dalam mengobati mual, sakit perut, dan diare. Selama lebih dari 2000 tahun, tanaman rempah ini telah digunakan di Cina untuk mengobati berbagai masalah pencernaan dan nyeri perut. Komponen aktif dalam jahe yakni senyawa gingerol bekerja langsung memengaruhi sistem saraf pusat dan pencernaan.
    Menurut Lauren Richter, Asisten Profesor  Pengobatan Keluarga dan Masyarakat dari Pusat Pengobatan Integratif Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, Baltimore – Amerika Serikat, jahe sangat baik digunakan sebagai pengobatan alami untuk mual, terutama dalam kehamilan. “Jahe aman untuk dikonsumsi ibu hamil dan bisa meredakan gejala mual selama kehamilan,” katanya.

    Tak hanya itu, jahe juga efektif digunakan sebagai pengobatan untuk mengatasi mual pasca-operasi dan kemoterapi. Sebuah studi yang diterbitkan pada bulan Februari 2012 di Integrative Cancer Therapies menemukan bahwa dari  100 wanita dengan kanker payudara stadium lanjut yang mengonsumsi jahe setelah kemoterapi, mengalami rasa mual yang lebih rendah kekuatannya dibandingkan pasien lain yang tidak mengonsumsinya.

    Nah, kalau kamu sedang mual, coba deh konsumsi jahe.  Makan sepotong kecil jahe segar atau permen jahe. Kamu juga bisa mengolah jahe menjadi minuman, misalnya air rebusan jahe, wedang jahe, teh jahe, dan sebagainya.

    2. Peppermint

    Selain jahe, obat tradisional lain yang manjur mengobati mual adalah peppermint. Baik daun maupun minyaknya sangat membantu dalam menangani gangguan pencernaan dan sindrom iritasi usus. Sebuah penelitian kecil yang diterbitkan pada Februari 2014 di Journal of PeriAnesthesia Nursing menunjukkan bahwa aroma minyak peppermint dapat meredakan mual.  Aromaterapi menggunakan minyak peppermint memicu efek lega dan menenangkan sehingga bisa mengurangi perasaan mual yang kamu alami. Selain itu, kamu bisa minum teh peppermint. Jangan khawatir, peppermint merupakan obat herbal yang aman.

    Penderita kanker yang mengalami efek mual pasca-operasi pun bisa mengonsumsinya dan terbukti mampu mengurangi rasa mual, demikian disinyalir oleh American Cancer Society.

    Walau teh peppermint relatif aman untuk pencernaan, tapi bagi Sobat yang menderita penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) sebaiknya tidak mengonsumsi teh dari daun peppermint. Sebab, bagi beberapa orang yang pencernaannya sensitif atau bermasalah, justru teh peppermint bisa memicu naiknya asam lambung.

    3. Apel

    Makanan yang mengandung serat tinggi bisa membantu membersihkan bahan kimia dalam tubuh yang menyebabkan mual, demikian disebutkan oleh Erin Palinski-Wade, RD, CDE, penulis buku Belly Fat for Dummies. Namun, jangan berlebihan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan kaya serat, terkadang justru malah memicu mual. Jadi, makan secukupnya, sekitar 1-2 buah apel saja. “Apel gala utuh atau sayuran mentah yang renyah, adalah pilihan yang paling baik,” katanya.

    4. Air Putih

    Jika mual disertai muntah yang banyak maka mungkin saja terjadi dehidrasi. Mual juga merupakan gejala dehidrasi, tapi minum terlalu banyak dapat memperburuk mual karena membuat membuat perut semakin merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, jika Sobat merasa mual, teguk cairan sedikit demi sedikit. Jangan langsung dalam jumlah banyak. Sobat bisa minum air putih hangat atau air dengan irisan buah segar.

    5. Pisang

    Buah satu ini sangat bagus dikonsumsi jika Sobat sering mual yang disertai muntah dan dehidrasi. Makanlah pisang sebagai camilan. Buah kuning ini kaya kalium sehingga bisa mengembalikan kalium yang sering tergerus habis akibat diare dan muntah.

    6. Kacang-kacangan

    Kurangnya protein dalam tubuh bisa memperburuk mual yang kamu rasakan. Oleh karena itu, cobalah untuk mengonsumsi makanan kaya protein seperti kacang-kacangan, termasuk selai kacang (jika Sobat tidak alergi). Kacang-kacangan bermanfaat mengembalikan energi tubuh yang terkuras karena mual dan muntah. Beberapa kacang yang bisa dipilih, antara lain: kacang merah, kacang polong, hazelnut, walnut, kacang tanah atau kacang mede.

    7. Crackers

    Makanan tinggi pati dan hambar seperti seperti crackers dan roti panggang membantu menyerap asam lambung dan menenangkan perut yang mual. Makanlah crackers perlahan-lahan tiap kali Sobat merasa mual. Bagi Anda yang sedang hamil, crackers juga baik dikonsumsi, terutama untuk mengurangi gejala morning sickness. Sebelum bumil bangun pagi, gigitlah beberapa potong crackers untuk membantu meredakan mual yang dirasakan di pagi hari.

    Nah, itulah beberapa asupan yang dapat Sobat coba bila sering dilanda mual. Memang, nggak enak banget rasanya kalau mual. Rasanya ingin segera diusir jauh-jauh, deh!

    Selain asupan di atas, kamu mungkin juga akan memerlukan obat jika mual yang dirasa sangat parah. Ada banyak obat-obatan antimual yang dijual bebas untuk mengatasi mual dan muntah, misalnya: Emetrol, Nauzene, Dramamine, Pepto-Bismol atau Gravol.

    Namun, jika berencana hamil, jangan mengonsumsi obat-obatan bebas tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, ya.

    Nah, Sobat, semoga mual yang sering kamu rasakan, bisa teratasi, ya! Jangan lupa mengonsumsi makanan yang dapat meredakan mual. Lalu, sobat dapat mencari informasi mengatasi mual atau masalah kesehatan lainnya dengan cara mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga.

    Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. How to Get Rid of Nausea: 16 Ways [Internet]. Healthline. 2018 [cited 10 September 2018]. Available from: healthline.com/health/how-to-get-rid-of-nausea#cbd-oil
    2. Cold F, Health E, Disease H, Management P, Conditions S, Problems S et al. How to Treat Nausea and Vomiting [Internet]. WebMD. 2018 [cited 10 September 2018]. Available from: webmd.com/digestive-disorders/understanding-nausea-vomiting-treatment
    3. Madeline R. Vann M. 4 Natural Remedies for Nausea [Internet]. EverydayHealth.com. 2018 [cited 10 September 2018]. Available from: everydayhealth.com/digestive-health/natural-remedies-for-nausea/
    4. 9 Foods That Help Relieve Nausea [Internet]. EverydayHealth.com. 2018 [cited 10 September 2018]. Available from: everydayhealth.com/digestive-health/diet/foods-that-help-relieve-nausea/#02
    Read More
  • Sobat sangat menyukai makanan pedas, tapi memiliki sakit maag? Apakah benar-benar tidak boleh bagi seorang penderita maag untuk mengonsumsi makanan pedas? Bagaimana caranya supaya bisa makan pedas tanpa sakit maag? Simak ulasan berikut: Rasa pedas termasuk salah satu rasa yang dapat meningkatkan nafsu makan. Saat ini banyak sekali rumah makan yang berlomba-lomba menyajikan makanan pedas […]

    5 Trik Tetap Makan Pedas, Tanpa Sakit Maag

    Sobat sangat menyukai makanan pedas, tapi memiliki sakit maag? Apakah benar-benar tidak boleh bagi seorang penderita maag untuk mengonsumsi makanan pedas? Bagaimana caranya supaya bisa makan pedas tanpa sakit maag? Simak ulasan berikut:

    Rasa pedas termasuk salah satu rasa yang dapat meningkatkan nafsu makan. Saat ini banyak sekali rumah makan yang berlomba-lomba menyajikan makanan pedas dengan berbagai tingkat kepedasannya. Tetapi tahukah Sobat bahwa mengonsumsi makanan pedas dapat membahayakan kesehatan terutama lambung Sobat?

    Gastritis atau yang lebih dikenal dengan penyakit maag merupakan suatu keadaan dimana terjadinya peradangan pada lapisan dalam lambung. Selanjutnya peradangan ini dapat berpotensi terbentuknya luka pada lambung. Sakit maag merupakan penyakit yang sering ditemukan pada kalangan masyarakat. Sakit maag dapat dipicuolehbeberapa hal, yaitu stres, merokok, konsumsi kopi, makanan asam dan pedas, pola makan yang salah yaitu tidak makan dengan teratur, penggunaan obat-obat penahan sakit serta dapat pula disebabkan infeksi bakteriHelicobacter pylori.

    Ada beberapa tips yang dapat Sobat lakukan untuk tetap dapat makan pedas tanpa sakit maag:

    1. Ketahui Dahulu Apa Sebab Sakit Maag Sobat

    Penyebab sakit maagterdiri dari beberapa faktor dan saling berhubungan satu sama lain. Makanan pedas hanyalah salah satu dari sekian faktor yang dapat menyebabkan atau bahkan pencetus timbulnya sakit maag. Penyebab utama sakit maagSobat harus diketahui, seperti pada sakit maag akibat infeksi Helicobacter pylori, maka diperlukan antibiotik untuk membunuh kuman tersebut. Namun untuk hal ini, sebaiknya Sobat berkonsultasi dengan Dokter, kemudian usahakan radang lambung Sobat mereda terlebih dahulu.

    1. Kenali Seberapa Parah Sakit MaagSobat

    Pada beberapa pasien maag, radang lambung dapat terjadi dengan hebat hingga menimbulkan luka pada permukaan lambung atau dikenal dengan ulkus lambung. Pada kondisi tersebut, seseorang dapat mengeluhkan muntah darah maupun buang air besar berdarah. Pada kondisi ini, dianjurkan tidak mengonsumsi makanan pedas agar tidak memperparah luka lambung.

    1. Tidak Makan Pedas Secara Berlebihan

    Capsaicin(zat yang terkandung dalam cabai) mungkin tidak secara langsung meningkatkan produksi asam lambung, tapi dapat merangsang saraf-saraf sensorik secara langsung pada lambung, sehingga dapat merangsang terjadinya nyeri. Perlu diingat bahwa toleransi  atau sensitivitas seseorang terhadap capsaicin sering kali berbeda, sebagai contoh ada orang yang hanya makan sedikit pedas sudah merasakan nyeri pada lambung, sebaliknya ada yang sangat kuat terhadap pedas. Oleh karena itu, kenalilah kondisi tubuh Sobat secara pribadi dan janganlah konsumsi makanan pedas secara berlebihan.

    1. Jangan Biarkan Perut Kosong

    Pola makan yang dianjurkan untuk para penderita sakit maag yakni makan teratur dan sering tetapi dalam porsi kecil. Makan teratur seperti hingga lima kali sehari, dapat mencegah lambung menjadi kosong sehingga makanan yang ada dapat menetralisir dari asam lambung yang ada. Bagi para penderita maag, tidak disarankan makan secara berlebihan dalam satu kali porsi makan, hal ini dapat menyebabkan rasa begah dan mual yang tentu sangat mengganggu.

    1. Kurangi Makanan Pedas yang Berlemak

    Makanan berlemak dapat membuat pengosongan isi lambung jadi melambat. Hal ini tentu bisa menyebabkan rasa begah pada penderita sakit maag. Konsumsi makanan pedas berlemak secara berlebihan tentu tidak dianjurkan.

    Nah, sekarang Sobat sudah tahu tipsuntuk tetap makan pedas tanpa menimbulkan sakit maag.Jangan lupaya, penyakitmaagtidak melulu hanya disebabkan oleh makanan pedas saja.Anjuran makan yang rutin pada penderita maag tetap harus dijalankan, seperti makan sering dengan porsi kecil dan kurangi makanan berlemak.

    Oleh karena itu, apabila kalian merasakan gejala maag, konsultasikan dengan dokter. Jika membutuhkan produk kesehatan terkait maag maupun informasi kesehatan lain, dapat diakses dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat!instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka:

    1. Gastritis. Dalam: Setiati S, et al, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Edisi VI. Interna Publishing. 2016:1768-71.
    2. Imatake K, Matsui T, Moriyama M. The effect and mechanism of action of capsaicin on gastric acid output. J Gastroenterol. 2009;44(5):396-404.
    3. Santyanarayana MN. Capsaicin and Gastric Ulcers. Crit Rev Food Sci Nutr. 2006;46(4):275-328.
    4. Sipponen P, Maaroos HI. Chronic Gastritis. Scand J Gasroenterol. 2015;50(6):657-667.
    5. Tarigan P. Tukak Gaster. In: Setiati S, et al, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Edisi VI. Interna Publishing. 2016:1781-1791.
    Read More
  • Diabetes Melitus (DM), atau biasa dikenal dengan kencing manis, merupakan kelompok penyakit metabolik kronikyang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah. Paling sedikit 285 juta orang di dunia menderita DM dan 60%-nya terdapat di Asia. Dalam keadaan normal, makanan yang dicerna akan berubah menjadi glukosa yang kemudian digunakan untuk menghasilkan energi. Glukosa dalam darah lalu […]

    5 Makanan yang Harus Diwaspadai Penderita Diabetes

    Diabetes Melitus (DM), atau biasa dikenal dengan kencing manis, merupakan kelompok penyakit metabolik kronikyang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah. Paling sedikit 285 juta orang di dunia menderita DM dan 60%-nya terdapat di Asia. Dalam keadaan normal, makanan yang dicerna akan berubah menjadi glukosa yang kemudian digunakan untuk menghasilkan energi. Glukosa dalam darah lalu dipindahkan ke dalam sel dengan bantuan hormon insulin, baik untuk langsung diubah menjadi energi atau disimpan sebagai cadangan energi. Produksi maupun aktivitas dari hormon insulin ini terganggu pada penderita diabetes sehingga terjadi penumpukan kadar glukosa dalam darah yang disebut hiperglikemia.

    Sobat mungkin berpikir apa saja tanda dari DM. Penderita DM seringkali cepat haus dan lapar, frekuensi berkemihmeningkat, dan penurunan berat badan. Seseorang dapat dikatakan menderita diabetes apabila mengalami gejala di atas ditambah dengan nilai gula darah sewaktu yang³ 200 mg/dl. Bagi Andayang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, berat badan berlebih, aktivitas fisik yang kurang, dan sering mengonsumsi makanan dengan kualitas buruk lebih berisiko untuk terkena DM. IngatyaSobat, Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, tapi dapat dikontrollho. Apabila tidak dikontrol, diabetes dapat berlanjut menjadi kerusakan ginjal, mata, saraf, serta penyakit jantung. Salah satu upaya untuk mengontrolnya adalah dengan mengatur makanan yang dikonsumsi agar berat badan, gula darah, tekanan darah, dan kadar lemak dalam tubuh tetap dalam batas normal. Tentunya terdapat beberapa makanan yang harus diwaspadai penderita diabetes agar gula darah tetap terkontrol dan terhindar dari komplikasi. Yuk, kita simak di bawah ini!

    1. NASI PUTIH SEBAGAI SUMBER KARBOHIDRAT

    Orang Asia lebih cenderung terkena diabetes pada usia yang lebih muda dan pada indeks massa tubuh yang lebih kecil dibandingkan orang Barat. Hal ini disebabkan beberapa faktor,salah satunya adalah tingginya konsumsi karbohidrat sederhana yang terdapat pada nasi putih. Karbohidrat merupakan sumber utama yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Karbohidrat dibagi dua jenis, karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.

    Pada penderita diabetes, makanan yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti nasi putih, harus dibatasi karena karbohidrat jenis ini dicerna dalam waktu singkat sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah dalam waktu yang cepat. Selain nasi putih, makanan pokok yang mengandung karbohidrat simpleks adalah pasta, roti tawar, dan sereal. Asupan karbohidrat yang dianjurkan untuk penderita diabetes adalah 45–65% total asupan energi danSobat dengan diabetes disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks sebagai makanan pokok. Karbohidrat kompleks, seperti pada nasi merah atau roti gandum, memiliki kadar serat dan vitamin yang tinggi sehingga dapat memperlambat penyerapan glukosa.

    1. MAKANAN & MINUMAN MANIS

    Makanan dan minuman manis seperti gula, kue kukis, pastry, permen, manisan, sirup dengan kadar fruktosa yang tinggi, minuman ringan, jus buah, dan bahan pemanis buatan mengandung karbohidrat sederhanaharus dibatasi pada penderita diabetes karena dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah. Konsumsi minuman dengan kadar fruktosa yang tinggi secara berlebihan selain akan memengaruhi kadar gula darah, juga akan akan memengaruhi sensitivitas hormon insulin, tekanan darah, metabolisme lemak, serta meningkatkan deposit lemak dalam tubuh. Gula dan produknya (minuman ringan dan manis) serta madu, hanya diperbolehkan untuk dikonsumsi pada kondisi kadar gula darah yang sangat rendah (hipoglikemia).

    1. PRODUK HEWANI & MAKANAN YANG DIGORENG

    Produk hewani seperti daging berlemak, mentega, margarin, susu full cream, kuning telur,mayones, es krim dan makanan lain yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans merupakanmakanan yang harus diwaspadai penderita diabetes. Makanan yang memiliki kadar lemak yang tinggi  (terutama lemak jenuh dan lemak trans) akan mempersulit kerja hormon insulin untuk memasukkan glukosa ke dalam sel sehingga berperan dalam peningkatan kadar glukosa darah. Selain itu, lemak yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan berbagai kanker. Asupan lemak yang dianjurkan pada penderita diabetes adalah 20–25% dari kebutuhan kalori atau tidak lebih dari 2-3 gram lemak per porsi makanan.

    Pengolahan makanan juga harus diperhatikan untuk membatasi kadarlemak yang dikonsumsi. Anda harus membatasikonsumsi makanan yang diproses dengan cara digoreng,serta yang diolah dengan mentega atau margarin.Sebab dalam pembuatan margarin, terjadi proses hidrogenasi yang mengubah lemak baik untuk tubuh menjadi lemak jenuh dan lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol. Mengurangi konsumsi lemak dan mengurangi lemak dalam tubuh dapat membantu hormon insulin agar dapat bekerja secara optimal, menurunkan berat badan, menjaga kadar gula dan lemak dalam darah agar tetap terkontrol.

    1. MAKANAN KEMASAN & MAKANAN CEPAT SAJI

    Makanan kemasan dan makanan cepat saji harus dikurangi. Makanan kemasan seperti makanan ringan (keripik kentang), sayuran dan buah kalengan,jus buah dalam kemasan cenderung mengandung karbohidrat kompleks, bahan pengawet, pemanis buatan, dan mengandung kadar garam tinggi. Sedangkan makanan cepat saji cenderung memiliki kadar lemak trans yang tinggi. Bahan–bahan yang terdapat pada kedua kelompok makanan tersebut dapat memengaruhi kadar gula dalam darah melalui proses yang telah dijelaskan sebelumnya.

    Anjuran asupan garam untuk penderita diabetes sebenarnya sama dengan orang sehat yaitu < 2300 mg/hari. Namun,umumnya penyakit diabetes terjadi bersamaan dengan tekanan darah tinggi atau bahkan sudah menimbulkan komplikasi ke ginjal. Sehingga disarankan untuk membatasi konsumsi garam, untuk menjaga tekanan darah dan meringakan kerja ginjal, dengan mengurangi jumlah garam yang ditambahkan pada saat memasak dan membatasi konsumsi makanan berpengawet.

    1. ALKOHOL

    Salah satu makanan yang harus diwaspadai penderita diabetes adalah makanan dan minuman yang tinggi alkohol. Alkohol pada penderita diabetes rentan untuk menyebabkan keadaan hipoglikemia apabila dikonsumsi berlebihan dan dalam perut kosong, terlebih pada yang menerima terapi hormon insulin. Alkohol juga dapat menyebabkan berbagai efek metabolik lain, seperti konsumsi kalori yang berlebihan, peningkatan kadar lemak, radang pankreas, gangguan pada metabolisme karbohidrat dan glukosa, gangguan pada fungsi hati. Sehingga dianjurkan bagi penderita diabetes untuk membatasi konsumsi alkohol untuk menghindari komplikasi dari diabetes, seperti hipoglikemia dan penyakit jantung.

    Nah, Sobat itulah jenis makanan dan minuman yang perlu diwaspadai penderita diabetes. Jika Anda membutuhkan alat cek gula darah, gula rendah kalori, atau produk kesehatan lain, bisa dipesan dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Type 2 Diabetes diet guidelines: foods to eat, foods to avoid [Internet]. [dikutip 13 September 2018]. Tersedia pada: medicinenet.com/diabetic_diet_for_type_2_diabetes/article.htm#type_2_diabetes_diet_definition_and_facts
    2. Diabetic Food List: Best and worst choices [Internet]. [dikutip 13 September 2018]. Tersedia pada: webmd.com/diabetes/diabetic-food-list-best-worst-foods#1
    3. PERKENI. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PERKENI; 2015.
    4. NIDKK. What I Need to Know About Eating and Diabetes. Bethesda: NIH; 2007.
    5. Jeevani. Diet for diabetics and their limitations. J Diabetes Metab. 2011;02(09).
    6. Jain R, Handa A, Tiwari D, Priyanka J, Gupta AK. Nutrition in diabetes. JIACM. 2014;15(2) :125­–31.
    7. Asif M. The prevention and control the type-2 diabetes by changing lifestyle and dietary pattern. J Educ Health Promot [Internet]. 21 Februari 2014 [dikutip 13 September 2018];3. Tersedia pada: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3977406/
    8. Hamdy O, Barakatun-Nisak M-Y. Nutrition in diabetes. Endocrinol Metab Clin North Am. 2016;45(4):799–817.
    9. Evert AB, Boucher JL, Cypress M, Dunbar SA, Franz MJ, Mayer-Davis EJ, dkk. Nutrition therapy recommendations for the management of adults With diabetes. Diabetes Care. 2014;37(Supplement_1):S120–43.
    10. Hu FB. Globalization of Diabetes: The role of diet, lifestyle, and genes. Diabetes Care. 2011;34(6):1249–57.
    Read More
  • Ketika membicarakan topik mengenai tekanan darah, umumnya kita lebih sering  mendengar kiat-kiat untuk mengatasi tekanan darah tinggi, mulai dari gaya hidup dan makanan yang dapat dikonsumsi. Padahal tidak hanya tekanan darah tinggi, banyak juga yang mengalami kondisi sebaliknya atau tekanan darah rendah. Sama seperti tekanan darah tinggi, penderita tekanan darah rendah pun juga merasakan berbagai […]

    Alami Tekanan Darah Rendah? Siapkan 6 Jenis Makanan Ini di Rumah

    Ketika membicarakan topik mengenai tekanan darah, umumnya kita lebih sering  mendengar kiat-kiat untuk mengatasi tekanan darah tinggi, mulai dari gaya hidup dan makanan yang dapat dikonsumsi. Padahal tidak hanya tekanan darah tinggi, banyak juga yang mengalami kondisi sebaliknya atau tekanan darah rendah. Sama seperti tekanan darah tinggi, penderita tekanan darah rendah pun juga merasakan berbagai keluhan.

    Tekanan darah rendah atau hipotensi adalah kondisi dimana angka tekanan darah Anda di bawah nilai rata-rata normal. Tekanan darah normal biasanya sekitar 120/80 mmHg, dan angka sedikit di atas atau di bawah nilai ini, masih dikatakan normal tergantung dengan kondisi, usia, riwayat penyakit yang ada, kondisi secara umum. Anda akan didiagnosis tekanan darah rendah bila tekanan darah di bawah 90/60 mmHg, disertai keluhan seperti lemas, pandangan kabur, pusing, oleng, sulit berkonsentrasi, hingga pingsan. Jika keluhan disertai dengan tanda-tanda syok seperti kulit yang dingin dan pucat, nadi cepat, serta nafas cepat dan pendek, maka harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan karena kondisi tersebut merupakan kegawatan/emergensi.

    Penyebab tekanan darah rendah sangat banyak dan bervariasi, tidak selalu sama pada masing-masing individu. Berikut beberapa contoh kondisi yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah, yaitu:

    1. Perubahan posisi tiba-tiba (hipotensi ortostatik)
    2. Anemia
    3. Gangguan sistem saraf otonom
    4. Dehidrasi
    5. Diet yang kurang tepat
    6. Stres
    7. Kadar gula darah yang rendah
    8. Berbagai kondisi penyakit lainnya seperti penyakit jantung, infeksi berat, reaksi alergi hebat, dan lain-lain.

    Jika diperhatikan dengan saksama, ternyata banyak sekali penyebab tekanan darah rendah. Melihat penyebabnya yang cukup beragam, maka penanganan yang dapat dilakukan sebenarnya bervariasi tergantung dari apa yang menyebabkan tekanan darah Anda rendah. Jika tidak disebabkan oleh penyakit yang spesifik dan memerlukan berbagai obat-obatan maupun penanganan emergensi, maka Anda dapat mencoba beberapa tips dan makanan yang telah terbukti dapat membantu meningkatkan tekanan darah berikut:

    1. MINUMLAH AIR YANG BANYAK

    Kekurangan cairan di dalam tubuh dapat menyebabkan tekanan darah rendah, seperti yang terjadi pada kondisi dehidrasi. Penelitian menunjukkan bahwa minum air 2 liter lebih banyak dari biasanya dapat secara signifikan meningkatkan tekanan darah Anda menjadi normal dan mengurangi gejala pusing yang biasanya muncul. Yuk Sobat, biasakan untuk minum air yang cukup.

    1. KONSUMSI MAKANAN KAYA VITAMIN B-12

    Setiap individu dengan tekanan darah rendah perlu memperbanyak konsumsi vitamin B-12 setiap harinya. Hal ini karena kekurangan vitamin B-12 dapat menyebabkan anemia yang berujung menyebabkan tekanan darah yang rendah. Bahkan penelitian juga menemukan bahwa kekurangan vitamin B-12 dapat menyebabkan hipotensi ortostatik, yaitu tekanan darah yang turun karena perubahan posisi tiba-tiba. Anda dapat menemukan makanan kaya vitamin B-12 seperti telur, susu, sereal, kacang-kacangan, daging sapi, dan lain-lain. Hindari konsumsi alkohol karena dapat menyebabkan gangguan penyerapan vitamin B-12.

    1. ASAM FOLAT

    Mirip dengan vitamin B-12, kekurangan asam folat dapat menyebabkan anemia yang juga berujung menyebabkan tekanan darah Anda rendah loh. Makanan yang mengandung asam folat tinggi adalah asparagus, hati sapi, miju-miju atau lentil, kacang-kacangan seperti buncis atau kacang panjang, telur, bayam, pisang, dan brokoli.

    Contoh jenis makanan mengandung asam folat tinggi

    1. KONSUMSI MAKANAN TINGGI GARAM

    Berbeda dengan individu yang mengalami tekanan darah tinggi, yang diharuskan untuk mengurangi konsumsi garam, mereka dengan tekanan darah rendah justru harus meningkatkan konsumsi garam. Garam atau natrium dapat meningkatkan tekanan darah di dalam tubuh melalui berbagai mekanisme dan pengaturan fungsi hormon. Anda dapat menambah garam lebih banyak dalam masakan Anda sehari-hari atau mengonsumsi makanan kaya natrium tinggi seperti ikan asin, keju, berbagai macam daging, buttermilk, roti, biskuit, dan olive. Tapi ingat ya Sobat, konsumsi garam juga tidak boleh berlebihan.

    Berbagai makanan kaya akan sodium

    1. TEH AKAR MANIS (LICORICE TEA)

    Licorice atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai akar manis yang berasal dari tumbuhan Glycyrrhizia glabra, biasanya digunakan sebagai zat perasa pada berbagai makanan dan minuman untuk memberikan cita rasa manis. Penelitian telah menemukan bahwa mengonsumsi teh akar manis licorice ini terbukti dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga sangat baik bagi mereka dengan tekanan darah rendah. Hal ini disebabkan karena akar tanaman tersebut mengandung zat glycyrrhizin yang berinteraksi dengan ginjal dan berujung pada peningkatan tekanan darah.

    Akar manis atau licorice

    1. KAFEIN

    Kafein tentu sudah sangat terkenal dapat meningkatkan tekanan darah yang bersifat sementara. Jika Anda merasa tekanan darah Anda sedang turun tiba-tiba dan mengalami sedikit pusing, kafein dapat membantu meningkatkan tekanan darah Anda dengan cepat melalui efeknya yang meningkatkan kemampuan pompa jantung dan frekuensi nadi. Tentunya Anda dapat menemukan kafein pada kopi maupun teh.

    Selain mencoba beberapa makanan yang telah dijelaskan di atas, berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk menghindari terjadinya tekanan darah rendah, yaitu:

    1. Hindari berolahraga terlalu berat pada kondisi cuaca yang terlalu panas untuk menghindari terjadinya dehidrasi.
    2. Jangan terlalu cepat dalam berubah posisi (seperti dari duduk lalu berdiri), tapi biasakan untuk lebih perlahan dan bertahap.
    3. Hindari tidur terlalu lama.
    4. Bila perlu coba gunakan stocking yang cukup ketat untuk membantu melancarkan peredaran darah.

    Jadi, bagi Anda yang memiliki tekanan darah rendah, cobalah serangkaian tips yang diuraikan di atas. Bila keluhan tidak membaik atau bahkan tetap memburuk, sebaiknya segera periksakan diri Sobat ke dokter. Lalu, untuk mencari produk makanan sehat maupun informasi kesehatan lainnya, Anda bisa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Olsen N. Raise low blood pressure naturally through diet. Updated 19 September 2017. Diakses 19 September 2018. Available at: healthline.com/health/low-blood-pressure-diet#what-to-eat
    2. Jormeus A, Karlsson S, Dahlgren C, Lindstrm T, Nystrom FH. Doubling of water intake increases daytime blood pressure and reduces vertigo in healthy subjects. Clinical and Experimental Hypertension. 2010;32(7): 439–43.
    3. Ganjehei L, Massumi A, Razavi M, Wilson JM. Orthostatic hypotension as a manifestation of vitamin B12 deficiency. Tex Heart Inst J. 2012;39(5):722–3.
    4. Zhang Q, Lv XY, Yang YM. Megaloblastic anemia with hypotension and transient delirium as the primary symptoms: Report of a case. International Journal of Clinical and Experimental Medicine. 2015;8(10):18879–83.
    5. Olsen N. Why is folate good to you? Updated 26 Juni 2018. Diakses 19 September 2018. Available at: medicalnewstoday.com/articles/287677.php
    6. NDTV food desk. 6 foods to have for those who have low blood pressure. Updated 25 April 2018. Diakses 19 September 2018. Available at: food.ndtv.com/food-drinks/6-foods-to-have-for-those-who-have-low-blood-pressure-1842647
    7. Allcock E, Cowdery J. Hypertension induced by liquorice tea. BMJ Case Reports. 2015;2015:10–12.
    Read More
  • Ladies, dalam kegiatan sehari-hari tentunya kita tidak luput dengan beban kerja, stres, lelah, dan mood yang tiba-tiba menurun, entah itu karena masalah pekerjaan, pertemanan maupun keuangan. Namun, bagaimana mekanisme terbentuknya stres? Sebelum membahas mengenai bagaimana cara menanggulangi stres, menu makanan apa saja yang dapat menurunkan stres dan kegiatan apa saja yang dapat meningkatkan mood, ada […]

    11 Makanan Sehat ini Dapat Menghilangkan Stres

    Ladies, dalam kegiatan sehari-hari tentunya kita tidak luput dengan beban kerja, stres, lelah, dan mood yang tiba-tiba menurun, entah itu karena masalah pekerjaan, pertemanan maupun keuangan. Namun, bagaimana mekanisme terbentuknya stres? Sebelum membahas mengenai bagaimana cara menanggulangi stres, menu makanan apa saja yang dapat menurunkan stres dan kegiatan apa saja yang dapat meningkatkan mood, ada baiknya kita mengerti apa yang dimaksud dengan stres dan bagaimana mekanisme terjadinya stres di dalam tubuh.

    Stres merupakan suatu keadaan atau kondisi respons seseorang ketika menghadapi suatu masalah yang cukup serius dalam hidupnya, masalah dapat berkaitan dengan berbagai penyebab, baik dari segi lingkungan atau kehilangan anggota keluarga misalnya. Stres merupakan respons tubuh yang wajar.

    sakit kepala, stress

    Mekanisme Terjadinya Stres

    Terjadinya stres terjadi dalam 3 tahapan, tahapan pertama merupakan keadaan awal atau disebut keadaan alarm (The Initial Alarm), dimana hormon adrenalin lepas ke dalam tubuh. Pada tahap ini, seseorang akan merespons menghadapi atau melarikan diri dari masalah tersebut. Kemudian masuk ke tahap dua yaitu tahap jangka pendek yaitu mekanisme perlawanan (The Resistance Stage) yang disiapkan tubuh untuk berusaha mengatasi masalah dan tahap selanjutnya yang merupakan tahap terakhir adalah tahap kelelahan (The Exhaustion Stage), dimana tubuh akan merasa lelah, pada tahap ini seseorang mulai merasakan dampak dari stres dan bisa menjadi dampak jangka panjang. Apabila seseorang tidak dapat menjaga daya tahan tubuhnya, maka akan rentan mengalami penyakit.

    Seseorang yang sedang mengalami stres, dapat dilihat dari perubahan tubuhnya, misalnya:

    • Otot terasa tegang atau kelelahan terus-menerus.
    • Kehilangan fokus dan konsentrasi.
    • Nyeri kepala berulang dan terus-menerus.
    • Tekanan darah meningkat.
    • Mudah marah.
    • Mudah tersinggung atau perasaannya lebih sensitif.
    • Nafsu makan yang berkurang atau malah meningkat.

    Stres ternyata sangat berkaitan dengan status nutrisi seseorang, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa saat seseorang stres, akan ada kecenderungan tidak makan makanan yang bergizi, penurunan nafsu makan atau lebih memilih makanan siap saji. Berikut ini kebiasaan makanan ketika seseorang mengalami stres yang dapat memengaruhi status gizi seseorang:

    • Nafsu makan berkurang, sehingga status gizi seseorang berkurang, secara tidak langsung daya tahan tubuh juga menurun.
    • Seseorang yang stres, ada kemungkinan lebih memilih makanan yang cepat saji, makanan dalam kemasan, serta makanan yang mengandung gula tinggi.
    • Selain itu, karena terlalu sibuk atau sedang mengalami stres, seseorang cenderung melupakan jadwal makan utamanya. Hal ini menjadi pemicu konsumsi makanan ringan secara berlebihan.
    • Konsumsi kopi berlebihan. Saat stres, ada kecenderungan seseorang mencari stimulan untuk memulihkan tenaga dari kelelahan. Apabila hal ini berlangsung lama, maka akan menyebabkan ketergantungan kafein yang tentunya tidak baik bagi kesehatan tubuh. Selain itu, bahan campuran kopi seperti susu, gula, krimer dan perasa tambahan, tidak baik bagi tubuh karena menambah jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh.

    Adanya kaitan antara keadaan stres dengan asupan nutrisi yang mungkin kita konsumsi serta mempunyai dampak yang tidak baik bagi tubuh, maka kita harus mengantisipasi setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh. Berikut ini anjuran makanan yang dapat dikonsumsi untuk meredakan stres dan tentunya baik untuk kesehatan tubuh:

    1. SAYURAN HIJAU

    Pada tahun 2012, sejumlah penelitian menyatakan konsumsi sayuran hijau pada saat stres seperti bayam yang kaya akan asam folat dapat membantu tubuh untuk membantu menyeimbangkan hormon serotonine dan dopamine, dimana hormon ini membantu mencegah terjadinya stres.

    Sebuah penelitian di Universitas Otago membuktikan bahwa seseorang yang mengonsumsi sayur dan buah secara teratur, dapat membantu seseorang lebih tenang dan mempunyai mood yang lebih stabil.

    2. KACANG-KACANGAN

    Kacang-kacangan dipercaya mengandung tryptophan, dan asam amino yang berfungsi meningkatkan serotonin. Sehingga, seseorang yang mengonsumsi makanan yang mengandung tryptophan mempunyai mood yang lebih stabil.

    3. MAKANAN ATAU MINUMAN YANG DIFERMENTASI

    Suatu penelitian menyatakan bahwa kesehatan usus dimulai dari bakteri baik yang ada di dalamnya. Ketika jumlah bakteri baik jumlahnya lebih rendah dibandingkan bakteri jahat, maka akan memengaruhi neurotransmitter system otak untuk melepas hormon kortisol dan mencetuskan perasaan cemas, dan depresi. Makanan yang difermentasi contohnya minuman probiotik, yoghurt, sayuran yang difermentasi (kimchi, tape)

    4. SALMON

    Salmon mempunyai banyak sekali kandungan asam lemak bebas omega 3, EPA dan DHA. Omega 3 dipercaya merupakan senyawa antidepresan dan menurunkan efek cemas.

    5. BLUEBERRIES

    Anthocyanins merupakan pigmen yang terdapat pada buah berries (blueberries atau blackberries), merupakan senyawa antioksidan yang sangat tinggi. Antioksidan dipercaya meningkatkan produksi dopamine yang berfungsi meningkatkan pusar keseimbangan, fungsi memori serta menyeimbangkan mood.

    6. DARK CHOCOLATE

    Selain rasanya yang enak, dark chocolate ternyata mempunyai segudang manfaat untuk mengatasi stres, karena di dalam kandungan dark chocolate mengandung senyawa anandamine yang dapat menghambat sinyal rasa nyeri dan depresi di otak.

    7. BIJI-BIJIAN

    Biji-bijian seperti biji labu, biji bunga matahari dan biji sesame mengandung magnesium, magnesium ini berfungsi mengaktifkan neurotransmitter serotonin. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, serotonin berfungsi mengatur emosi, perasaan cemas, marah, rasa nyeri dan depresi.

    8. ALPUKAT

    Selain rasanya yang enak, ternyata alpukat mengandung vitamin E, vitamin B dan asam folat. Sebuah penelitian menyatakan apabila seseorang mengonsumsi alpukat setelah makan siang, akan membuat perut terasa kenyang lebih lama. Hal ini akan menstabilkan gula darah yang akan membantu mood dalam keadaan stabil walaupun seseorang dalam keadaan stres.

    9. VITAMIN C

    Sumber vitamin C dapat kita jumpai pada sayur dan buah-buahan seperti jeruk dan lemon. Vitamin C dapat menurunkan stres dan meningkatkan daya tahan tubuh. Mengonsumsi vitamin C dengan jumlah yang cukup dapat membantu menurunkan hormon stres (kortisol), serta membantu menurunkan tekanan darah saat dalam keadaan panik.

    10. OATMEAL

    Oatmeal seperti sereal gandum, roti gandum dapat menurunkan kadar hormon stres dan meningkatkan serotonin yang akan menstimulasi efek tenang dan peningkatan mood.

    11. PRODUK HERBAL

    Produk herbal seperti teh chamomile, mint, teh barley serta passion blower dapat memberikan efek tenang, mencegah insomnia, gangguan perut selama stres, serta meningkatkan mood.

    Selain memerhatikan asupan makanan, berikut ini beberapa saran untuk mengurangi stres dan memperbaiki mood:

    1. Ketika mempunyai masalah, cobalah untuk tenang terlebih dahulu dengan pikiran jernih, buang semua pikiran negatif, kemudian coba untuk menemukan solusinya.
    2. Cobalah untuk latihan meditasi, meditasi dapat membantu mengurangi pikiran negatif dan menenangkan tubuh.
    3. Istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh tidak terganggu.
    4. Olahraga setiap pagi, selain meningkatkan daya tahan tubuh, dengan berolahraga dapat menurunkan hormon stres.
    5. Lakukan kegiatan atau hobi yang Anda sukai.
    6. Habiskan waktu bersama teman, bertukar pikiran serta rekreasi.

    Nah, Ladies itulah 11 makanan sehat yang dapat menghilangkan stres. Untuk informasi kesehatan lainnya, jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Ritchie J. Combating Stres with a Balanced Nutritional Diet [Internet]. 1st ed. UK: Stres Management Society; 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: mhit.org/assets/combat-nutritional-stres.pdf
    2. co is available at DomainMarket.com [Internet]. Health.co is available at DomainMarket.com. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: domainmarket.com/buynow/health.co
    3. Medicine U. Eat Right, Drink Well, Stres Less: Stres-Reducing Foods, Herbal Supplements, and Teas – Explore Integrative Medicine [Internet]. Explore Integrative Medicine. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: exploreim.ucla.edu/nutrition/eat-right-drink-well-stres-less-stres-reducing-foods-herbal-supplements-and-teas/
    4. C. Yau, Y. and N. Potenza, M. (2018). Stres and Eating Behaviors. NCBI, [online] (2013 Sep; 38(3): 255–267.). Available at: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4214609/ [Accessed 22 Sep. 2018].
    5. Mental Health Foundation. (2018). How to manage and reduce stres. [online] Available at: mentalhealth.org.uk/publications/how-manage-and-reduce-stres [Accessed 22 Sep. 2018].
    Read More
  • Angka kejadian alergi makanan pada anak di dunia sekitar 6-8%, dan sering terjadi pada tahun pertama kehidupan seorang anak. Alergi terjadi karena adanya perubahan pada reaksi tubuh sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap suatu bahan yang ada di lingkungan hidup kita, salah satunya adalah makanan. Sehingga, bila si kecil mengalami alergi terhadap makanan, maka makanan […]

    9 Makanan yang Harus Dihindari Ketika Gatal Alergi

    Angka kejadian alergi makanan pada anak di dunia sekitar 6-8%, dan sering terjadi pada tahun pertama kehidupan seorang anak. Alergi terjadi karena adanya perubahan pada reaksi tubuh sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap suatu bahan yang ada di lingkungan hidup kita, salah satunya adalah makanan. Sehingga, bila si kecil mengalami alergi terhadap makanan, maka makanan tersebut wajib dihindari terutama bila gatal akibat alerginya sudah muncul.

    Alergi makanan merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh reaksi alergi yang melibatkan IgE (suatu imunoglobulin) terhadap bahan yang terkandung dalam makanan. Alergi makanan merupakan suatu jenis alergi yang cukup mengkhawatirkan dan merupakan ancaman bagi masyarakat, mengingat makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi setiap individu. Kejadian alergi makanan dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain genetik, umur, jenis kelamin, pola makan, jenis makanan, dan faktor lingkungan.

    Pada setiap individu, alergi makanan yang dimiliki tak selalu sama. Ada anak yang alergi terhadap makanan laut tapi anak lainnya justru alergi terhadap cokelat dan tidak memiliki alergi terhadap makanan laut. Alergi memang merupakan hal yang unik, karena respons pada masing-masing individu selalu tak sama, dan keunikan dari alergi inilah yang menjadi tantangan bagi setiap orang tua. Orang tua yang memiliki anak alergi terhadap makanan, harus menjaga anaknya agar terhindar dari makanan yang dapat menimbulkan gatal alergi .

    Berdasarkan waktu yang muncul, respons alergi dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok 1 adalah kelompok yang muncul respons alerginya paling cepat yaitu beberapa menit setelah menyantap makanan yang jumlahnya sedikit, gejala pada kelompok 1 biasanya berupa ruam kulit yang gatal, bibir bengkak, hingga sesak nafas. Kelompok 2 adalah kelompok yang respons timbulnya alergi beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang jumlahnya cukup banyak, gejala pada kelompok ini berupa diare dan muntah. Dan kelompok yang terakhir atau kelompok 3 adalah kelompok yang respons muncul alerginya paling lama jika dibandingkan dua kelompok lain, pada kelompok 3 respons alergi dapat muncul sampai 1 hari setelah memakan makanan yang menyebabkan alergi dalam jumah yang sangat banyak, gejalanya bisa berupa muntah, diare, hingga sesak napas. Dari ketiga kelompok di atas, kelompok 1 atau kelompok yang merespons alergi dengan bentuk ruam kulit dan gatal ialah yang paling sering terjadi dan penyebabnya mudah diketahui.

    Tak banyak memang bahan makanan yang dapat menimbulkan alergi. Biasanya bahan makanan yang sering menimbulkan alergi memiliki berat molekul yang cukup tinggi yaitu 10.000 sampai 60.000 dalton. Beberapa makanan di bawah ini adalah makanan-makanan yang mungkin menimbulkan alergi dan harus dihindari ketika gatal alergi sedang timbul.

    1. KACANG TANAH

    Berdasarkan beberapa penelitian, 7,4% anak mengalami alergi terhadap kacang tanah. Penyebabnya karena kacang tanah merupakan salah satu jenis glikoprotein yang memiliki berat molekul cukup besar.

    1. TELUR

    Alergi telur merupakan penyebab alergi makanan terbesar pada anak-anak di Jepang, yaitu sekitar 52,3%. Di indonesia alergi terhadap telur juga lumayan tinggi presentasenya tapi belum didapatkan data secara pasti. Telur termasuk protein hewani yang banyak dikonsumsi, terdiri dari putih telur dan kuning telur, kuning telur banyak mengandung kolesterol, sedangkan putih telur banyak mengandung protein. Kandungan protein inilah yang biasanya menyebabkan anak mengalami alergi terhadap telur.

    1. DAGING AYAM

    Banyak orang yang menyukai daging ayam, selain karena mudah dicari, harganya pun tidak terlalu mahal seperti daging merah, tapi sebagian kecil orang tidak dapat menikmati kenikmatan pada daging ayam karena memiliki alergi. Daging ayam memiliki protein yang cukup tinggi, hal inilah yang menyebabkan beberapa orang alergi terhadap daging ayam. Berdasarkan data penelitian bagian Alergi Imunologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, ada sekitar 7,4% anak memiliki alergi terhadap daging ayam.

    1. UDANG

    Salah satu makanan laut yang dapat menyebabkan alergi adalah udang. Udang merupakan jenis makanan yang paling banyak menyebabkan alergi makanan dibandingkan makanan lain. Sekitar 8,8% anak memiliki alergi terhadap udang.

    1. KERANG

    Banyak orang yang suka makan kerang, tapi banyak pula yang belum mengetahui jika kerang dapat menyebabkan alergi. Angka kejadian alergi terhadap kerang sama tingginya dengan angka kejadian alergi pada udang.

    1. KEPITING

    Sama halnya dengan udang dan kerang, kepiting merupakan salah satu jenis makanan laut yang banyak digemari masyarakat. Namun, sayangnya angka kejadian alergi pada kepiting juga masih tinggi walau belum ada data nyatanya.

    1. TUNA

    Ikan memang sangat diperlukan untuk meningkatkan kecerdasan anak karena di dalam ikan terkandung banyak omega-3 yang sangat bagus untuk perkembangan otak. Namun, pada beberapa anak, dapat memiliki alergi terhadap ikan terutama ikan tuna. Berdasarkan data, 4,4% anak memiliki alergi terhadap ikan tuna.

    1. COKELAT

    Masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa protein yang terdapat di dalam cokelat dapat menyebabkan reaksi alergi. Sebanyak 2,9% anak memiliki alergi terhadap cokelat.

    1. STROBERI

    Banyak orang berpikir bahwa buah-buahan banyak mengandung vitamin dan mineral sehingga baik untuk kesehatan. Namun bagi sebagian orang, anggapan ini tak sesuai, karena ada sebagian kecil orang di dunia ini yang memiliki alergi terhadap stroberi.

    Nah, Moms itulah 9 makanan yang harus dihindari ketika Anda atau si kecil mengalami gatal alergi. Untuk informasi kesehatan lainnya, jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, ya. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:

    1. Chapman JA et al. Food Allergy: A Practice Parameter. Annals Of Allergy’ Asthma Immunol.
    2. Haahtela et al. Finnish Allergy Programme 2008–2017 –Time to Act and Change The Course. 2017.
    3. Lovik M. et al. The Norwegian National Reporting System and Register of Severe Allergic Reactions to Food. Norsk Epidemiol.
    4. Irawati N, Abdilah F. Patofisiologi dan diagnosis alergi makanan. Otorhinolaryngologica Indonesiana 2015.
    5. AA, Denburg J, Fokkens WJ, Togias A et al. Allergic rhinitis and its impact on asthma (ARIA) 2013 update ( in collaboration with the WHO, GA2LEN and AllerGen). J allergy 2013.
    Read More
  • Sobat pernah mengalami perut tidak nyaman alias terasa kembung? Perut kembung atau yang disebut abdominal bloating merupakan keadaan gangguan pencernaan yang ditandai dengan perasaan tidak nyaman di perut, perut terasa penuh dan bergas. Keadaan ini dapat dirasakan pada semua umur, tua atau muda, pria maupun wanita. Kondisi tersebut dapat ringan sampai berat, dan dapat mengganggu […]

    9 Trik Mengusir Perut Kembung

    Sobat pernah mengalami perut tidak nyaman alias terasa kembung? Perut kembung atau yang disebut abdominal bloating merupakan keadaan gangguan pencernaan yang ditandai dengan perasaan tidak nyaman di perut, perut terasa penuh dan bergas. Keadaan ini dapat dirasakan pada semua umur, tua atau muda, pria maupun wanita. Kondisi tersebut dapat ringan sampai berat, dan dapat mengganggu aktivitas fisik penderitanya.

    Gangguan perut kembung biasanya disertai dengan gejala lainnya seperti perut yang terasa keras, atau begah (distensi), nyeri atau kram perut dan perasaan tidak nyaman pada perut, perut terasa lebih besar, sering sendawa (mengeluarkan gas dari mulut), sering kentut (flatus), perubahan kebiasaan buang air besar (dapat berupa sering buang air besar, sulit buang air besar, perubahan konsistensi buang air besar seperti diare atau buang air besar sedikit-sedikit namun sering), mual dan muntah.

    Penyebab dari perut kembung ini dapat disebabkan oleh berbagai penyebab seperti:

    Faktor Penyebab Perut Kembung Gangguan mikroba atau bakteri di usus, sehingga menimbulkan penumpukan gas berlebih di usus, gangguan intestinal transit atau gangguan gerak usus dan gangguan pengosongan lambung. Sebenarnya, adanya gas dalam saluran pencernaan merupakan hal yang wajar dan kondisi yang normal, tapi bila jumlah gas hanya 100-200cc. Peningkatan jumlah gas dalam keadaan setelah makan, aktivitas bakteri usus, produk makanan tertentu yang menimbulkan gas ketika dicerna seperti kol, makanan yang mengandung serat tinggi, tape, durian, makanan lain yang mengandung alkohol, kacang-kacangan, bawang merah, bawang putih, kentang, susu serta produk susu lainnya seperti keju dan mayonese.

    1. Intoleransi laktosa (pada pasien yang tidak dapat mencerna makanan yang mengandung laktosa). Banyak orang yang memiliki kondisi dimana enzim laktase (enzim yang mencerna laktosa) dalam kadar rendah, setelah masa kanak-kanak jumlah enzim laktase ini semakin berkurang seiring bertambahnya usia sehingga akibatnya dari waktu ke waktu mengalami peningkatan jumlah gas setelah mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa. Makanan yang termasuk mengandung laktosa seperti susu, keju, es krim, roti, sereal dan mayones.
    2. Mengonsumsi minuman yang bersoda sehingga meningkatkan gas pada saluran cerna.
    3. Gangguan usus kronis atau IBS (Irritable Bowel Sydrome) yaitu gangguan fungsi usus dan saluran pencernaan dapat disebabkan karena kondisi psikologi ataupun kondisi peradangan pada saluran pencernaan. Gangguan kembung dirasakan oleh 90% pasien dengan penyakit IBS.
    4. Gangguan psikologi misalnya gangguan cemas, depresi atau dalam kondisi panik.
    5. Gangguan kebiasaan buang air besar atau sembelit, bila seseorang mengalami sulit buang air besar, maka perut akan terasa penuh.
    6. Hormonal, misalnya saat seorang wanita mengalami pre menstrual syndrome (PMS), maka perut akan terasa kembung, penuh, tidak nyaman, nyeri dan sering bersendawa.
    7. Kebiasaan merokok, dengan merokok maka sedikit banyak asap juga akan masuk ke dalam saluran pencernaan, sehingga dapat menimbulkan penumpukan gas di dalam saluran pencernaan.
    8. Makan terlalu cepat, seperti yang dibahas sebelumnya, setelah makan maka gas dalam saluran cerna dapat meningkat, apalagi jika terlalu terburu-buru maka akan memperberat kerja lambung sehingga akan timbul perasaan tidak nyaman pada lambung, seperti perasaan nyeri dan penuh di lambung.
    9. Gangguan pankreas, gangguan ini disebabkan menurunnya enzim pencernaan yang diproduksi oleh pankreas sehingga menyebabkan sindrom malabsorbsi (atau gangguan penyerapan makanan).

    Selain dari penyebab di atas, ternyata perut kembung dapat merupakan suatu gejala dari penyakit yang lebih serius, bisa merupakan suatu penyakit gawat darurat yang perlu dilakukan penanganan segera, misalnya:

    1. Kanker ovarium
    2. Penyakit Crohn’s atau kolitis ulserativa
    3. Penyakit celiac
    4. Cairan yang menumpuk pada rongga perut atau asites yang disebabkan oleh penyakit kanker, hati (sirosis), gagal jantung kongestif. Akibat penumpukan cairan ini, perut menjadi begah atau distensi.

    Agar Sobat mengetahui penyebab perut kembung dengan pasti, perlu konsultasi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang untuk mengetahui penyebab dari perut kembung tersebut. Pengobatannya dapat berbeda-beda tergantung dari penyebabnya.

    Pemeriksaan awal yang dapat dilakukan dokter seperti pemeriksaan fisik dan meninjau pola makan serta kebiasaan pasien, tes primer yang bertujuan mengukur tingkat hidrogen dari tes nafas (pada pasien intoleransi laktosa), dan jumlah gas hidrogen akan meningkat akibat aktivitas bakteri yang menghasilkan gas berlebih). Pemeriksaan penunjang lain seperti foto x-ray dengan zat pewarna kontras untuk melihat struktur anatomi dari saluran cerna serta melihat adanya air trapping (gas yang terjebak di saluran cerna) akibat penyakit lainnya.

    Apabila melalui tes ini belum ditemukan diagnosis maka dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan untuk melihat usus besar (kolonoskopi) atau USG perut untuk menilai apakah benar kembung atau terdapat asites (cairan pada rongga perut) pada pasien.

    Kemudian, ada beberapa trik menghindari terjadinya perut kembung dan mengurangi gejala perut kembung:

    1. Luangkan waktu untuk mengunyah makanan lebih lama. Hal ini untuk menghindari tertelannya gas lebih banyak serta mengurangi beban kerja lambung sehingga dapat mengurangi gas berlebihan pada saluran cerna.
    2. Menghindari makanan yang mengandung gas. Makanan yang terbukti mengurangi gas dalam saluran cerna seperti minuman probiotik, yoghurt, jahe, madu, pepermint, kayu manis.

    Berikut ini makanan yang baik untuk mencegah perut kembung:

    Makanan Pencegah Perut Kembung

    1. Apabila dokter telah mendiagnosis intoleransi laktosa (atau gangguan mencerna makanan yang mengandung laktosa) maka sebaiknya pasien mengonsumsi laktase untuk memudahkan pencernaan laktosa.
    2. Menghindari kebiasaan yang menyebabkan aerophagia (tertelannya udara ke saluran pencernaan) misalnya merokok, mengunyah permen karet, minum minuman bersoda, minum dengan sedotan atau minum terlalu cepat.
    3. Kurangi makanan yang mengandung serat. Makanan yang mengandung serat sangat baik bagi kesehatan pencernaan namun konsumsi serat yang berlebih tidaklah baik karena dapat meningkatkan pembusukan oleh bakteri usus sehingga produksi gas dalam saluran cerna pun meningkat.
    4. Apabila kembung disebabkan oleh gangguan psikologis, maka diperlukan konseling untuk mengurangi gejala saluran pencernaan.
    5. Minum air putih dalam jumlah yang cukup. Minum air putih dapat membantu melancarkan saluran pencernaan sehingga mencegah terjadinya konstipasi.
    6. Rajin berolahraga, dengan berolahraga dapat membantu menjaga aktivitas fisik dan mental, olahraga dapat meningkatkan detak jantung, dan meningkatkan pergerakan usus dalam saluran cerna, sehingga dapat mencegah terjadinya konstipasi dan mencegah penumpukan gas.
    7. Obat-obatan sesuai dengan resep dokter, misalnya obat-obatan yang mengandung simetikon yang berfungsi untuk mengeluarkan gas dalam saluran pencernaan, atau jenis lainnya sesuai dengan diagnosis dokter.

    Nah, Sobat itulah 9 langkah yang bisa Anda tempuh untuk mengatasi perut kembung. Bila Sobat memerlukan produk kesehatan atau informasi kesehatan lain, segera akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Lacy, B., Gabbart, S. and Crowell, M. (2018). Pathophysiology, Evaluation, and Treatment of  Bloating Hope, Hype, or Hot Air?. NCBI Gastro and Hepatology, [online] 7(11): 729–739(PMC3264926 PMID: 22298969). Available at: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3264926/ [Accessed 21 Sep. 2018].
    2. Mayoclinic.org. (2018). Gas and gas pains – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. [online] Available at: mayoclinic.org/diseases-conditions/gas-and-gas-pains/diagnosis-treatment/drc-20372714 [Accessed 20 Sep. 2018].
    3. Seo, A., Kim, N. and Oh, D. (2013). Abdominal Bloating: Pathophysiology and Treatment. Journal of Neurogastroenterology and Motility, [online] 19(4), pp.433-453. Available at: jnmjournal.org/journal/view.html?uid=327&vmd=Full [Accessed 20 Sep. 2018].
    4. Sullivan, S. (2012). Functional Abdominal Bloating with Distention. ISRN Gastroenterology, [online] 2012(10.5402/2012/721820), pp.1-5. Available at: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3388350/ [Accessed 20 Sep. 2018].

     

    Read More
  • Moms yang memiliki buah hati dengan riwayat alergi pasti harap-harap cemas setiap memberi asupan makanan untuknya. “Duh, habis makan ini, Si Dedek bakal gatal-gatal alergi lagi nggak ya?” Makanan yang dapat menjadi pemicu alergi ialah makanan yang dapat menyebabkan reaksi sistem kekebalan tubuh anak bekerja berlebihan,  serta menyebabkan gejala dan tanda seperti masalah pencernaan, gatal–gatal […]

    7 Makanan Pemicu Alergi yang Perlu Dihindari

    Moms yang memiliki buah hati dengan riwayat alergi pasti harap-harap cemas setiap memberi asupan makanan untuknya. “Duh, habis makan ini, Si Dedek bakal gatal-gatal alergi lagi nggak ya?”
    Makanan yang dapat menjadi pemicu alergi ialah makanan yang dapat menyebabkan reaksi sistem kekebalan tubuh anak bekerja berlebihan,  serta menyebabkan gejala dan tanda seperti masalah pencernaan, gatal–gatal atau sesak napas.

    Pada beberapa anak, alergi makanan dapat menyebabkan gejala berat atau bahkan reaksi yang mengancam nyawa, dikenal sebagai reaksi anafilaksis, sehingga penting sekali untuk Moms tahu, apa saja makanan yang dapat menyebabkan alergi pada anak.

    Alergi makanan memengaruhi sekitar 6-8 % anak–anak usia di bawah 3 tahun dan hingga 3% pada orang dewasa. Meskipun tidak dapat disembuhkan, beberapa anak dapat mengatasi alergi makanan mereka seiring bertumbuh usia. Alergi cenderung terjadi dalam keluarga, tapi tidak mungkin untuk memprediksi apakah seorang anak akan mewarisi alergi makanan orang tua atau apakah sesama saudara akan memiliki kondisi yang sama.

    Saat anak Moms alergi, badannya melakukan kesalahan dimana makanan yang seharusnya tidak berbahaya dianggap sebagai sesuatu yang dapat menyebabkan anak Moms sakit, sehingga sistem kekebalan anak akan merespons untuk melindungi tubuh. Moms mungkin dapat melihat gejala–gejala seperti bercak–bercak di kulit, mata gatal, atau bisa juga reaksi yang lebih besar hingga anak sulit bernapas.

    Alergi makanan dapat menjadi masalah yang serius, namun Moms dapat melakukan beberapa hal untuk mencegahnya. Salah satunya adalah Moms dapat menghindari makanan yang dapat memicu alergi anak.

    Berikut ini adalah 7 makanan yang dapat memicu alergi:

    1. Susu

    Alergi pada susu sapi merupakan alergi yang paling sering terjadi pada anak. Reaksi dapat timbul bahkan dengan jumlah yang sedikit. Ibu yang meminum susu sapi dan memberikan ASI kepada anak dengan alergi susu bahkan dapat menimbulkan reaksi alergi. Seiring bertambahnya usia, alergi susu pada anak dapat menghilang, tapi pada 1 dari 5 anak dapat menetap hingga dewasa.

    2. Telur

    Alergi pada telur disebabkan oleh protein yang terdapat pada telur, seperti ovomucoid, ovalbumin dan conalbumin. Memasak telur dapat menghilangkan protein ini, tapi tidak seluruhnya. Sehingga beberapa anak bisa tetap alergi pada telur yang dimasak. Kadang–kadang, anak dapat alergi pula terhadap daging ayam, burung puyuh, kalkun, atau bahkan bulu burung. Hal ini disebut sindrom “bird-egg “.

    3. Kacang–kacangan, termasuk almond, walnut, hazelnut

    Alergi pada kacang umumnya terjadi seumur hidup. Alergi pada kacang dapat menimbulkan reaksi yang berat, seperti anafilaksis. Jika anak Moms alergi terhadap kacang, konsultasikan kepada dokter atau ahli alergi. Anak yang memiliki alergi pada satu jenis kacang dapat juga bereaksi terhadap jenis kacang lainnya.

    4. Kedelai

    Alergi kedelai sering terjadi sejak usia dini. Sebagian orang dengan alergi kedelai juga dapat bereaksi dengan susu. Kedelai banyak digunakan sebagai bahan makanan seperti roti, sereal, minuman, es krim, margarin, pasta, daging olahan, dan makanan berbumbu.

    5. Gandum dan biji – biji lainnya, termasuk barley, oats

    Alergi gandum sering terjadi, terutama pada bayi. Salah satu allergen utama pada gandum yaitu gliadin, dapat ditemukan pada gluten. Sehingga anak dengan alergi gandum disarankan untuk makan–makanan yang bebas dari gluten.

    6. Ikan

    Alergi pada ikan sering menyebabkan reaksi berat, termasuk anafilaksis. Orang dewasa cenderung memiliki reaksi alergi terhadap ikan dan kerang dibandingkan anak–anak. Jika anak alergi terhadap satu jenis ikan, maka kemungkinan besar juga akan alergi dengan ikan lainnya, karena allergen pada ikan mirip dan memasak ikan tidak merusak allergen.

    7. Kerang

    Alergi terhadap kerang cukup sering terjadi. Berbagai jenis kerang yang dapat menimbulkan alergi yaitu udang, lobster, kepiting, tiram. Anak yang alergi terhadap satu jenis kerang sering bereaksi pula dengan jenis kerang lainnya.

    Hampir semua makanan dapat memicu alergi. Jenis yang kurang umum termasuk:

    • Jagung
    • Agar–agar
    • Kelapa
    • Nasi
    • Daging–daging sapi, ayam, kambing dan babi
    • Wijen, bunga matahari
    • Rempah–rempah, seperti jintan, ketumbar, bawang putih, dan mustard
    • Buah–buahan dan sayur – sayuran

    Reaksi alergi dapat terjadi beberapa menit setelah anak Moms makan, atau bisa juga beberapa jam setelahnya. Gejala yang dapat timbul :

    • Ruam, kulit merah, bengkak, kering atau gatal.
    • Pilek, hidung tersumbat, bersin, batuk kering ringan.
    • Mata gatal, berair, merah.
    • Mulut atau di dalam telinga terasa gatal.
    • Sakit perut, kram, muntah, atau diare.

    Seringkali, makanan seperti kacang – kacangan, ikan atau kerang dapat menimbulkan reaksi yang lebih berat, namun alergi pada tiap makanan juga dapat menimbulkan gejala berikut:

    • Kesulitan bernapas atau menelan.
    • Bengkak pada bibir, lidah atau tenggorokan.
    • Rasa lemah, pusing, atau pingsan.
    • Nyeri pada dada, denyut jantung tidak beraturan.

    Terkadang gejala dapat terjadi pada seluruh badan dan bisa sangat serius hingga mengancam jiwa. Reaksi ini disebut anafilaksis, dan ini adalah keadaan darurat medis. Biasanya dapat terjadi beberapa menit setelah anak Moms makan. Jika anak Moms memiliki asma dan alergi makanan, maka anak Moms cenderung memiliki anafilaksis. Jika hal ini terjadi pada si kecil, segera bawa ke dokter atau tenaga kesehatan terdekat.

    Penyebab Tersembunyi

    Seperti yang kita sudah bahas tadi, kunci untuk mengontrol alergi makanan ialah dengan menghindari makanan yang dapat menjadi pemicu alergi. Namun hal ini tidaklah mudah, bisa saja dari bahan–bahan untuk makanan tertentu seperti:

    • Sebagian besar makanan yang dipanggang, seperti kue dibuat dengan telur dan kadang–kadang kacang.
    • Saus salad, mungkin dibuat dengan minyak kedelai.
    • Hot dog mungkin mengandung protein susu.

    Jadi, Moms harus memastikan dan membaca tiap label makanan. Namun, label makanan tidak selalu menuliskan keseluruhan bahan yang digunakan. Misalkan nanas, susu, atau protein kedelai yang dicampurkan mungkin saja terdapat pada popcorn, namun Anda tidak melihatnya di daftar bahan. Sebagai gantinya, Moms akan melihat “natural flavor”.

    Ketika anak Moms memiliki alergi terhadap makanan, Moms harus selalu mengingat bahkan jika perlu mencatat makanan apa saja yang dapat menimbulkan alergi pada anak. Bila Moms akan memesan makanan di restoran, tanyakan bagaimana makanan dibuat sebelum memesan makanan tersebut.

    Temui dokter atau ahli alergi jika anak Moms memiliki gejala alergi makanan sesaat setelah makan. Carilah perawatan darurat bila si kecil memiliki gejala–gejala anafilaksis seperti:

    • Penyempitan saluran udara yang membuat anak sulit bernapas.
    • Syok, dengan penurunan tekanan darah yang parah.
    • Nadi cepat.
    • Pusing atau pingsan.

    Jadi Moms, itulah 7 makanan yang dapat menjadi pemicu alergi. Alergi terhadap makanan terkadang dapat hilang dengan bertambahnya usia, namun jika anak Moms alergi terhadap suatu makanan tertentu, cara terbaik adalah menghindari bahan ataupun olahan dari makanan tersebut. Nah, Moms yang ingin mencari tahu seputar alergi atau masalah kesehatan lainnya, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Food allergy – acaai.org/allergies/types/food-allergy, diakses pada tanggal 18-9-2018
    2. Deteksi Penyebab Alergi Makanan Pada si Kecil – tanyadok.com/anak/deteksi-penyebab-alergi-makanan-pada-si-kecil, diakses pada tanggal 18-9-2018
    3. Common Food Allergy Triggers – webmd.com/allergies/food-triggers#1, diakses pada tanggal 18-9-2018
    4. Food Alergy – mayoclinic.org/diseases-conditions/food-allergy/symptoms-causes/syc-20355095, diakses pada tanggal 18-9-22018
    5. Eight common food allergies : Causes, symptoms, and triggers – medicalnewstoday.com/articles/8624.php, diakses pada tanggal 18-9-2018
    6. The 8 Most Common Food Alergies – healthline.com/nutrition/common-food-allergies#section12, diakses pada tanggal 18-9-2018

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja