Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 81–90 of 93 results

  • Sakit kepala merupakan hal yang sudah biasa dilalui oleh semua orang. Mulai dari anak anak hingga lansia. Sakit kepala dapat terjadi di semua kalangan, tetapi jenis sakit kepala tidak semuanya sama. Ada yang sakit kepala sebelah/ migrain, sakit kepala seperti diikat (tension headache), atau sakit kepala yang cukup parah yang merupakan gejala dari beberapa penyakit […]

    5 Herbal Sakit Kepala yang Sehat dan Aman

    Sakit kepala merupakan hal yang sudah biasa dilalui oleh semua orang. Mulai dari anak anak hingga lansia. Sakit kepala dapat terjadi di semua kalangan, tetapi jenis sakit kepala tidak semuanya sama. Ada yang sakit kepala sebelah/ migrain, sakit kepala seperti diikat (tension headache), atau sakit kepala yang cukup parah yang merupakan gejala dari beberapa penyakit seperti tumor di kepala atau penyakit lainnya. Banyak orang jika terkena sakit kepala akan membeli obat di apotik, di toko, atau warung terdekat.

    Banyak sekali merek- merek yang beredar di warung maupun apotik. Tapi apakah anda tahu bahwa itu akan membuat anda ketergantungan terhadap obat yang beredar di pasaran. Terkadang, sakit kepala sedikit langsung diminumi obat sakit kepala yang dosisinya sendiri pun anda belum bisa memperkirakan. Bisa-bisa bukannya sembuh, loh, penyakit lain dapat timbul juga. Beberapa penjelasan ini akan menjelaskan tentang obat herbal sakit kepala yang sehat, aman, dan alami.

    Herbal Sakit Kepala yang Alami Adalah:

    1. Zaitun (Olive Oil)

    Minyak zaitun sangat berguna untuk meringkan sakit kepala. Banyak sekali manfaat minyak zaitun di dunia kesehatan. Anda bisa menggunakan minyak zaitun untuk memijat punggung dan leher agar tidak terjadi penyumbatan pembuluh darah yang bisa menyebabkan sakit kepala. Waktu yang dibutuhkan untuk memijat sekitar 20-30 menit. Bisa juga ditambah dengan minyak lavender untuk menambah keharuman.

    2. Teh Herbal

    Teh herbal biasanya digunakan untuk mengatasi sakit kepala. Teh herbal yang disajikan hangat bisa dijadikan aromaterapi untuk merilekskan otot kepala dan tengkuk. Anda bisa meminum teh herbal dua kali sehari. Teh herbal bisa mengendurkan otot kepala akibat stres, depresi, dan lain-lain. Seduhlah teh herbal dan cium harum baunya setelah itu, minumlah sedikit demi sedikit.

    3. Jahe

    Semua orang tidak asing lagi dengan yang dinamakan jahe. Jahe dapat mengobati beberapa jenis penyakit. Jahe juga dapat digunakan sebagai obat sakit kepala ringan. Kita bisa menggunakan jahe untuk mengobati sakit kepala dengan cara membuat sari jahe atau biasa dikenal dengan wedang jahe. Proses pembuatan wedang jahe pun mudah. Ada yang jahenya dibakar dulu atau di sangria, bahkan hanya di geprak dan di campur dengan air panas, sari jahe sudah bisa keluar. Aroma jahe yang khas dan wedang nya yang menghangatkan,bisa meredakan sakit kepala tersebut. Anda bisa juga menambahkan serai dan gula batu.

    4. Buah Alpukat dan Daun Alpukat

    Siapa yang tidak mengenal alpukat? Buah yang satu ini ternyata bermanfaat untuk mengobati sakit pada kepala. Bukan hanya buahnya saja, daun alpukat juga bermanfaat dalam mengobati sakit kepala. Bagaimana cara mengobati sakit kepala dengan daun alpukat? Simak ulasannya berikut

    • Cuci bersih 10 lembar daun alpukat yang akan digunakan
    • Rebus daun dengan tiga gelas air
    • Rebus hingga air hanya separo gelas saja.
    • Saring airnya, kemudian minumlah selagi hangat.

    5. Daun Jeruk Nipis

    Daun jeruk nipis bukan hanya digunakan untuk memasak saja, daun jeruk nipis ternyata juga bisa digunakan untuk meredakan sakit kepala. Cara menggunakan daun jeruk nipis untuk meredakan sakit kepala:

    • Cuci bersih 10 lembar daun jeruk nipis, usahakan sampai benar-benar bersih
    • Tumbuk halus daun jeruk nipis itu
    • Taruhlah tumbukan daun jeruk nipis tadi pada sebuah mangkuk atau tempat lainnya.
    • Beri sedikit air dan campurkan, setelah itu taruh di bahu, pelipis dan kening. Aroma daun jeruk nipis itu akan meregangkan otot kepala anda.

    Beberapa obat herbal yang sehat dan alami untuk meringankan sakit kepala. Konsumsilah makanan yang sehat dan atur pola makan serta istirahat yang cukup. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. Terima kasih.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Radang Paru atau Pneumoniaan adalah sebuah penyakit berbahaya yang ditandai dengan infeksi pada paru-paru. Radang Paru biasanya terjadi karena adanya bakteri atau virus yang masuk dan menyerang kantung udara pada bagian paru-paru. Jika kantung udara terisi dengan sebuah cairan yang sudah terinfeksi akan menyebabkan persediaan oksigen berkurang. Radang paru merupakan sebuah penyakit yang sangat serius […]

    Bagaimana Mengenali dan Mencegah Sakit Radang Paru

    Radang Paru atau Pneumoniaan adalah sebuah penyakit berbahaya yang ditandai dengan infeksi pada paru-paru. Radang Paru biasanya terjadi karena adanya bakteri atau virus yang masuk dan menyerang kantung udara pada bagian paru-paru. Jika kantung udara terisi dengan sebuah cairan yang sudah terinfeksi akan menyebabkan persediaan oksigen berkurang.

    Radang paru merupakan sebuah penyakit yang sangat serius apalagi bila menyerang seorang bayi atau anak kecil yang memiliki sistem imun yang belum terlalu kuat. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan dapat menyerang semua usia. Namun, bila penyakit ini menyerang seseorang yang masih muda atau sudah sangat tua tentu akan membuat sebuah kondisi yang sangatlah buruk bagi kesehatan.

    Apakah penyebab utama timbulnya Radang Paru?

    Penyebab utama timbulnya penyakit radang paru-paru adalah terjadinya infeksi bakteri dan bakteri yang umumnya menyerang radang paru adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae
    Bagaimana cara mengenali Radang Paru-Paru?

    Diagnosis penyakit Radang Paru dapat dilakukan dengan melakukan berbagai wawancara medis, pemeriksaan fisik oleh dokter dan pemerikasan penunjang lainnya, beberapa pemeriksaan yang biasanya dilakukan diantaranya pemeriksaan darah secara lengkap, rontgen bagian dada, cek dahak hingga cek kultur dahak. Gejala yang sering timbul umumnya adalah batuk yang disertai dengan dahak. Pada umumnya lendir yang keluar dalam mulut biasanya berwarna kuning atau hijau dan ada juga yang mengeluarkan dahak dengan disertai darah. Selain dahak orang yang teridentifikasi punya penyakit radang paru sering mengalami demam dalam waktu yang lama dan sering merasa lemas serta sesak napas.

    Apa saja langkah pencegahan yang harus dilakukan?

    Salah satu cara untuk mencegah penyakit Radang Paru adalah dengan melakukan vaksinasi yang biasanya menggunakan media suntik. Semua kalangan dianjurkan untuk mendapatkan vaksin mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa. Vaksin bukan berarti alat penyembuh penyakit radang paru dan bukan juga alat penjamin seseorang agar tidak terkena radang paru. Namun, peran vaksin disini dapat memberikan kekebalan tubuh agar tidak mudah terkena penyakit radang paru. Vaksin hanyalah sebatas alat pencegah saja bukan penyembuh.

    Pencegahan

    Cara pencegahan lainnya adalah dengan menjauhkan anak-anak dari orang yang memiliki penyakit radang paru-paru. Anak memiliki sistem imun yang belum terlalu kuat jadi sangat mudah untuk tertular suatu penyakit. Sebaiknya jauhkan anak dan orang tua yang terkena radang paru gunakanlah masker dan menutup mulut saat batuk agar tidak akan tertular kepada anak-anak. Adanya sirkulasi yang baik di rumah akan dapat mencegah adanya virus yang dapat menyerang radang paru. Sebaiknya pada pagi hari ada sinar matahari yang masuk ke dalam rumah karena bila keadaan pengap virus akan tumbuh dan bertahan hidup di suatu ruangan yang lembap tanpa sirkulasi udara.

    Segeralah datang ke dokter dan sebutkan semua keluhan yang terjadi dengan otomatis dokter juga akan memberikan saran-saran terbaiknya dan memberikan terapi yang akan menyembuhkan radang paru yang sudah mulai masuk dalam tubuh. Kemudian, perbanyak istirahat untuk membuat penyakit segera hilang.
    Itulah ulasan mengenai cara mengenali dan mencegah penyakit radang paru. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan referensi untuk mencari informasi mengenai cara pencegahan penyakit radang paru-paru.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Semua orang pasti pernah merasakan pencernaannya terganggu, termasuk saat harus berhadapan dengan diare. Hal ini seringkali menyebabkan aktifitas kita juga jadi terganggu karena harus bolak-balik ke kamar mandi. Belum lagi bila diarenya disertai dengan gejala lain seperti demam, mual muntah serta kekurangan cairan (dehidrasi). Apalagi bila Sobat ternyata harus rawat inap karena penyakit semakin parah. […]

    Gastoenteritis, Penjelasan, Penyebab dan Pencegahannya

    Semua orang pasti pernah merasakan pencernaannya terganggu, termasuk saat harus berhadapan dengan diare. Hal ini seringkali menyebabkan aktifitas kita juga jadi terganggu karena harus bolak-balik ke kamar mandi. Belum lagi bila diarenya disertai dengan gejala lain seperti demam, mual muntah serta kekurangan cairan (dehidrasi). Apalagi bila Sobat ternyata harus rawat inap karena penyakit semakin parah. Sobat pasti tidak ingin seperti itu bukan?Nah, sebelum kejadian, yuk kita kupas tuntas mengenai diare dan pencegahan yang bisa kita lakukan.

    Diare atau yang sering disebut dengan gastroenteritis merupakan gangguan yang terjadi pada pencernaan yang disebabkan oleh virus, bakteri, parasit atau racun yang menyebabkan feses menjadi lebih cair. Penyebab gastroenteritis yang paling sering adalah Rotavirus dan Nanovirus, Shigella, E. colli, Salmonella, dan Campylobacter. Penyakit ini bila tidak ditangani secepatnya dapat menyebabkan kita kekurangan cairan loh dan berakibat fatal pada tubuh. Kemudian, anak-anak juga lebih rentan terkena penyakit ini karena sistem pencernaan mereka yang belum berkembang dengan baik.

    Gastroenteritis

    Bila Sobat terkena penyakit ini, biasanya gejala yang sering dialami antara lain feses cair dan terkadang disertai darah, demam, mual muntah, penurunan nafsu makan, nyeri dan kram perut, dan sakit kepala. Sobat dapat mengalami kekurangan cairan akibat muntah dan mencret yang terjadi bersamaan. Waspadalah bila tanda-tanda kekurangan cairan seperti kulit dan mulut kering, kepala terasa ringan, dan sangat haus dirasakan oleh Sobat.

    Bagaimana Sobat dapat terkena gastroenteritis? Sobat dapat terkena penyakit ini melalui kontak langsung dengan penderita yang mengantarkan virus penyebab penyakit, makanan atau minuman yang telah terkontaminasi agen penyebab penyakit, atau melalui tangan yang tidak dicuci sehabis buang air atau setelah mengganti popok bayi. Sobat harus berhati-hati, ya!

    Nah, bila Sobat tidak ingin terkena gastroenteritis, ada beberapa hal yang dapat mencegahnya, seperti:

    1. Mencuci tangan

    Cucilah tangan Sobat setelah buang air, sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, dan setelah mengganti popok bayi. Tangan menjadi media yang berkontribusi menyebabkan diare. Oleh karena itu, jangan lupa untuk mencuci tangan. Cuci tangannya jangan lupa pakai sabun, ya Sobat.

    2. Menjaga kebersihan makanan

    Bagi Sobat yang sering mengonsumsi makanan pinggir jalan harus berhati-hati karena seringkali makanan tersebut sudah terkontaminasi oleh bakteri penyebab gastroenteritis. Lebih baik membawa bekal dari rumah yang sudah terjaga kebersihannya dibandingkan dengan jajan di pinggir jalan.

    3. Hati-hati saat bepergian

    Liburan menjadi sangat menyenangkan bila tidak diusik oleh penyakit gastroenteritis. Oleh karena itu, selama Sobat liburan atau bepergian jauh pastikan untuk menjaga kebersihan makanan dan minuman seperti minum dari botol kemasan, hindari penggunaan es batu dalam minuman, gunakan air di botol bila ingin menggosok gigi, hindari makanan mentah termasuk salad, daging mentah/setengah matang dan ikan mentah.

    4. Segera vaksinasi anak untuk mencegah gastroenteritis

    Pada anak, berikan vaksin rotavirus monovalen 2 kali saat berusia 6-14 minggu dengan jarak 4 minggu dengan dosis kedua. Bila menggunakan vaksin rotavirus pentavalen, maka diberikan 3 dosis dengan jarak 4-10 minggu dari dosis kedua.

    Nah, sudah tahu kan caranya agar tidak terkena gastroenteritis? Bila Sobat ingin tetap sehat, jagalah kondisi badan dan asupan makanan sehari-hari. Gastroenteritis dapat terjadi pada siapa saja dan dimana saja. Salam Sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Serangan jantung atau dalam bahasa medis dikenal sebagai sindrom koroner akut ialah masalah kesehatan yang sangat serius baik bagi pria maupun wanita. Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. WHO memperkirakan sekitar 3,8 juta pria dan 3,4 juta wanita meninggal setiap tahunnya karena penyakit jantung yang fatal dan paling banyak disebabkan karena […]

    Serangan Jantung pada Wanita dan Pria, Sejauh Mana Perbedaannya?

    Serangan jantung atau dalam bahasa medis dikenal sebagai sindrom koroner akut ialah masalah kesehatan yang sangat serius baik bagi pria maupun wanita. Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. WHO memperkirakan sekitar 3,8 juta pria dan 3,4 juta wanita meninggal setiap tahunnya karena penyakit jantung yang fatal dan paling banyak disebabkan karena serangan jantung. Di Inggris, 1 dari 3 pria dan 1 dari 4 wanita meninggal karena serangan jantung dan sekitar 188.000 orang mengalami serangan jantung setiap tahunnya. Baik di negara maju, maupun negara berkembang, serangan jantung masih menjadi momok yang menakutkan.

    Tentu Sobat sekalian sudah sering mendengar berbagai informasi terkait serangan jantung dan gejala yang ditimbulkan. Meskipun benar gejala serangan jantung pada umumnya adalah nyeri pada dada kiri, namun apakah gejala serangan jantung pada wanita dan pria sepenuhnya sama? Hal ini penting untuk diketahui karena gejala serangan jantung perlu disadari dengan cepat agar tidak terlambat mendapatkan penanganan dan intervensi medis, apalagi kita semua tahu bahwa jantung merupakan organ yang sangat vital. Nah untuk dapat memahaminya, yuk Sobat baca lebih lanjut.

    Sindrom koroner akut merupakan kumpulan gejala dan spektrum penyakit yang umumnya disebabkan karena adanya plak aterosklerosis yang menyumbat pembuluh darah koroner jantung. Kondisi ini akan menyebabkan gejala berupa:

    • Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada kiri seperti tertekan beban berat yang menjalar ke daerah leher, bahu, lengan, dagu, atau punggung.
    • Gejala lain yang dapat menyertai: sesak nafas, mual dan muntah, berkeringat dingin, berdebar-debar, dan sinkop.

    Gejala-gejala tersebut biasanya tidak membaik dengan istirahat. Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko yang telah diketahui dapat menyebabkan serangan jantung seperti:

    • Hipertensi,
      Diabetes melitus,
    • Dislipidemia atau kadar lemak darah yang tinggi,
    • Merokok,
    • Riwayat serangan jantung pada keluarga atau faktor genetik,
    • Obesitas,
    • Konsumsi alkohol, dan
    • Depresi.

    Setiap gejala yang dicurigai mengarah kepada serangan jantung perlu dipastikan dengan pemeriksaan penunjang seperti rekam jantung dan pemeriksaan enzim jantung. Serangan jantung jika tidak tertangani dengan segera dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti kerusakan katup dan struktur jantung lainnya, kegagalan pompa jantung, gangguan irama jantung, hingga kematian.

    Penanganan yang cepat harus dilakukan agar dapat mencegah terjadinya komplikasi yang tidak diharapkan. Namun agar bisa mendapatkan penangan yang optimal dan maksimal, tentu tidak boleh sampai terlambat menyadari gejala dari serangan jantung itu sendiri. Permasalahannya tidak sesederhana itu loh ternyata! Banyak yang tidak menyadari bahwa gejala yang sedang dialami adalah gejala serangan jantung yang tidak khas sehingga terlambat mengunjungi fasilitas kesehatan dan terlambat mendapatkan penanganan. Sobat semua perlu ingat bahwa gejala dari serangan jantung tidak selalu sama seperti gejala yang dicantumkan di atas. Banyak sekali faktor yang menyebabkan gejala serangan jantung menjadi tidak spesifik, seperti usia, adanya penyakit penyerta lainnya seperti diabetes melitus, dan bahkan jenis kelamin. Mungkin cukup mengagetkan namun hal tersebut terbukti benar bahwa jenis kelamin menjadi salah satu faktor penting.

    Ternyata penelitian melihat adanya beberapa perbedaan serangan jantung pada wanita dan pria. Data menunjukkan bahwa serangan jantung ialah penyebab kematian pada wanita yang paling tinggi, lebih tinggi dibandingkan kanker payudara, kanker serviks, ataupun berbagai jenis kanker lainnya yang biasanya lebih ditakuti oleh wanita. Wanita cenderung lebih lama untuk mengunjungi fasilitas kesehatan terkait keluhan serangan jantung yang dialaminya, sehingga sering terlambat mendapatkan penanganan yang maksimal.

    Gejala serangan jantung pada wanita seringkali menunjukkan gejala yang tidak khas. Banyak dari wanita yang mengalami serangan jantung tanpa mengeluhkan adanya nyeri dada sama sekali, namun keluhan yang muncul berupa nyeri punggung, nyeri ulu hati, gangguan pencernaan, mual dan muntah, dan terasa lemas pada seluruh tubuh, meskipun masih ada sebagian kecil yang mengalami nyeri dada yang khas.

    Hal ini sangat berbeda dengan pria, di mana gejala nyeri dada kiri yang disertai keringat dingin hebat adalah yang paling sering dikeluhkan. Pria sangat jarang mengeluhkan nyeri ulu hati dan mual muntah sebagai gejala dari serangan jantung. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematian akibat serangan jantung pada wanita juga lebih tinggi dibandingkan pria akibat keluhan pada wanita yang kurang spesifik dan semakin tua usia wanita mengalami serangan jantung.

    Mungkin banyak yang bertanya-tanya mengapa hal ini dapat terjadi. Wanita pada awalnya cukup ‘terlindungi‘ dari serangan jantung oleh hormon estrogen yang dimilikinya. Namun saat menopause terjadi, maka produksi estrogen seorang wanita menurun drastis yang dapat menyebabkan kegemukan atau obesitas dan peningkatan tekanan darah. Hal ini menyebabkan risiko serangan jantung pada wanita menjadi sama besar dengan pria saat memasuki periode menopause. Selain itu, rata-rata usia wanita yang mengalami serangan jantung lebih tua dibandingkan pria dan seringkali disertai dengan penyakit penyerta lain seperti diabetes melitus, kadar lemak darah tinggi, dan depresi. Hal inilah yang menyebabkan keluhan serangan jantung yang dialami oleh wanita seringkali tidak spesifik dibandingkan dengan pria.

    Serangan jantung pada wanita dan pria ternyata cukup berbeda bukan? Mulai dari gejala yang cenderung lebih tidak khas pada wanita dan berbagai faktor penyebab yang mendasarinya, sehingga hal ini pun perlu menjadi perhatian bagi setiap kita untuk lebih sadar akan kemungkinan gejala serangan jantung yang seringkali tidak khas. Setelah mengetahui mengenai hal ini, Sobat jangan lupa untuk ikut memberikan edukasi bagi orang tua ataupun saudara dan sahabat agar setiap kita semua lebih berhati-hati dan sadar akan kemungkinan gejala serangan jantung. Sobat bisa mencari informasi kesehatan lainnya dengan cara mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Ralston SH, Penman ID, Strachan MWJ, Hobson RP. Davidson’s principles and practice of medicine. 23rd ed. China: Elsevier; 2018. p. 484-6.
    2. Morrow DA. Myocardial infactions: a companion to Braunwald’s heart disease. China: Elsevier; 2017. p. 11.
    3. Patel H, Rosengren A, Ekman I. Symptoms in acute coronary syndromes: does sex make a difference? American Heart Journal. 2004;148(1):27–33.
    4. Ferri FF. Ferri’s clinical advisor. Philadelphia: Elsevier; 2018. p. 31-2.
    5. Devon HA, Ryan CJ, Ochs AL, Shapiro M. Symptoms across the continuum of acute coronary syndromes: differences between women and men. American Journal of Critical Care. 2008;17:14-25.
    6. Arslanian-Engoren C, Patel A, Fang J, Armstrong D, Kline-Rogers E, Cuvernoy CS, et al. Symptoms of men and women presenting with acute coronary syndromes. Am J Cardiol. 2006;98:1177–1181.
    7. Canto JG, Rogers WJ, Goldberg RJ, Peterson ED, Wenger NK, Vaccarino V, et al. Association of age and sex with myocardial infarction symptom presentation and in-hospital mortality. JAMA. 2012;307(8):813-822.
    8. Maas AHEM, Appelman YEA. Gender differences in coronary heart disease. Neth Heart J 2010;18:598-603.

    Read More
  • Mayoritas orang mungkin pernah mengalami maag. Banyak penyebab yang mendasari seseorang terjangkit maag. Tetapi, kemungkinan besar adalah telat makan sesuai jadwal biasanya. Sehingga asam lambung meningkat dan mengakibatkan nyeri pada lambung. Dalam keadaan ini, tentu kamu tidak diperbolehkan untuk sembarang mengonsumsi makanan atau minuman. Namun, kamu dapat bersenang hati sebab beberapa jenis makanan dan minuman […]

    6 Daftar Makanan dan Minuman Meredakan Maag

    Mayoritas orang mungkin pernah mengalami maag. Banyak penyebab yang mendasari seseorang terjangkit maag. Tetapi, kemungkinan besar adalah telat makan sesuai jadwal biasanya. Sehingga asam lambung meningkat dan mengakibatkan nyeri pada lambung. Dalam keadaan ini, tentu kamu tidak diperbolehkan untuk sembarang mengonsumsi makanan atau minuman. Namun, kamu dapat bersenang hati sebab beberapa jenis makanan dan minuman mampu diandalkan sebagai pereda maagmu jika sedang kambuh.

    Apa saja makanan dan minuman yang bisa meredakan maag? Berikut daftarnya:

    1. Lidah Buaya

    Lidah buaya memiliki sifat antioksidan yang mampu meredakan rasa nyeri di lambung. Kamu bisa menngkreasikannya untuk meredakan maag saat kambuh. Lidah buaya bisa diolah menjadi jus dengan campuran madu, atau jika kamu suka, silakan memakannya langsung dengan memastikan bahwa lidah buaya sudah tercuci bersih terlebih dahulu.

    2. Teh herbal

    Nyeri pada lambung saat maag tentunya diakibatkan karena kadar asam lambungmu sedang meningkat. Kamu bisa mengonsumsi teh herbaluntukmeredakannya. Tidak semua teh herbal dapat kamu konsumsi. Pilih teh herbal yang tidak mengandung kafein dan daun peppermint. Sebab kafein serta pappermint justru akan meningkatkan kadar asam pada lambung. Cara menyajikannya pun juga tidaklah sulit. Kamu tinggal menyeduh satu sendok teh herbal di dalam satu cangkir yang telah terisi air hangat. Minum saat itu juga agar meredakan maag dengan segera.

    3. Kentang rebus

    Selain memenuhi kebutuhan karbohidratmu agar tubuh tetap kenyang, ternyata kentang yang direbus juga dapat digunakan untuk meredakan maag saat kambuh. Sebab kentang rebus mengandung alkali yang mampu menetralisir asam lambungmu yang sedang meningkat. Kamu bisa mencobanya sebagai alternatif pereda maag dengan mengonsumsinya langsung tanpa harus ditambahkan apapun.

    4. Air Kelapa

    Minuman selanjutnya yang bisa kamu andalkan saat mengalami maag yaitu air kelapa. Air kelapa mengandung kalium yang berfungsi untuk menetralisir asam lambung yang meningkat dengan menyeimbangkan pH tubuh kembali normal sehingga maag yang kamu alami segera reda. Kamu bisa mengonsumsi air kelapa dari satu kelapa utuh tanpa harus menambahkan apapun.

    5. Jus rendah sitrus

    Kamu boleh mengonsumsi jus buah atau sayur sebagai pereda maag asalkan bahan yang kamu pilih tidak mengandung asam. Misalnya wortel, mentimun, atau bayam. Selain itu kamu juga bisa memilih buah bit, semangka, atau pir. Apapun buah dan sayurnya, jangan sampai bahan makanan tersebut mengandung asam berlebih yang menyebabkan nyeri lambung semakin parah.

    6. Air putih

    Air putih selalu menjadi pilihan terbaik dalam menyembuhkan beragam jenis penyakit dan tidak terkecuali penyakit maag. Air putih dapat menyeimbangkan pH di dalam tubuh dan menetralisir kandungan asam pada lambung. Meski demikian, biasanya air putih di beberapa kota memiliki pH yang juga berbahaya bagi tubuh. Sehingga disarankan untuk berhati-hati dalam memilih air putih yang akan dikonsumsi.

    Ketika maag kambuh, tentunya rasa nyeri pada lambung akan membuatmu sulit melakukan banyak aktivitas. Olehkarena itu, diperlukan langkah-langkah yang mampu menetralisir dan meredakan maag tersebut. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan yaitu memerhatikan asupan makanan dan minuman yang masuk ke dalam lambung. Kamu perlu tahu beberapa makanan dan minuman dapat digunakan untuk menurunkan kadar asam lambungmu seperti teh herbal, kentang, dan beberapa jus buah atau sayur. Namun, juga ada beberapa makanan dan minuman yang perlu kamu hindari pula seperti kopi, buah dengan kandungan sitrus yang tinggi, dan alkhohol.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    idntimes.com/food/dining-guide/yoshi/6-makanan-redakan-sakit-maag-1/full
    lifestyle.kompas.com/read/2018/05/03/102521320/berbagai-minuman-yang-bisa-mengurangi-gejala-asam-lambung

    Read More
  • Saat ini berita tentang serangan jantung yang menyerang kaum muda semakin sering kita dengar. Memang serangan jantung tak pandang usia, penyakit jantung merupakan penyakit yang mematikan. Penyakit ini menduduki peringkat pertama terbanyak, yaitu 15 dari 1000 orang mengidap penyakit jantung di Indonesia. Penyebab jantung yang terbanyak akibat dari penyempitan pembuluh darah jantung. Kelompok usia yang […]

    Mengapa Anak Muda Zaman Now Mudah Terkena Penyakit Jantung?

    Saat ini berita tentang serangan jantung yang menyerang kaum muda semakin sering kita dengar. Memang serangan jantung tak pandang usia, penyakit jantung merupakan penyakit yang mematikan. Penyakit ini menduduki peringkat pertama terbanyak, yaitu 15 dari 1000 orang mengidap penyakit jantung di Indonesia. Penyebab jantung yang terbanyak akibat dari penyempitan pembuluh darah jantung. Kelompok usia yang sering terkena penyakit jantung rata-rata usia lanjut, walau begitu, dapat juga menyerang usia muda.

    Angka kematian akibat jantung sangat tinggi, berdasar data dari WHO, ada 17,5 juta dari 56,5 juta orang yang mengalami sakit jantung meninggal. Mengetahui hal tersebut, mungkin Sobat menjadi takut karena anak muda dapat terkena penyakit jantung, namun Sobat jangan takut dulu karena penyakit jantung ada prosesnya dan dapat dikendalikan.

    Penyakit jantung tidak secara mendadak terjadi, segala sesuatu pasti ada prosesnya. Misal pada penyakit jantung akibat penyempitan pembuluh jantung. Dari penelitian-penelitian yang ada, penyempitan terjadi secara bertahap sejak usia muda hingga usia lanjut. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah jantung yaitu diabetes, hipertensi, kebiasaan merokok, kegemukan, jarang aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, stres, dan minum minuman beralkohol. Dengan mengendalikan kebiasaan hidup sehat, Sobat dapat terhindar dari penyakit jantung.

    Untuk mempermudah mengingat cara mencegah penyakit jantung Sobat cukup ingat “CERDIK”. Berikut ini beberapa tips untuk mencegah anak muda zaman now terkena penyakit jantung:

    C: Cek kesehatan rutin

    Cek kesehatan secara rutin meliputi konseling ke dokter, pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium, meliputi lemak darah dan gula darah.

    E: Enyahkan asap rokok

    Merokok meningkatkan terkena penyakit jantung 2-4 kali dari yang tidak merokok dan setelah berhenti merokok selama 1 tahun, dapat menurunkan secara drastis terkena penyakit jantung.

    R: Rajin aktivitas fisik

    Kolesterol dalam darah yang tinggi meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Dengan aktivitas fisik yang berkala dapat mengurangi kolesterol jahat (LDL kolesterol), begitu juga dengan kolesterol total. dan meningkatkan kolesterol yang baik (HDL kolesterol) dalam darah.

    D: Diet seimbang

    Menjaga pola makan yang seimbang penting untuk hidup sehat, termasuk mencegah penyakit jantung. Berdasarkan Survei Konsumsi Makanan Indonesia menyatakan bahwa secara garis besar penduduk Indonesia mengonsumsi lemak, gula, dan garam melebihi dari kebutuhan sehari-hari. Batas konsumsi lemak, gula, dan garam per hari yang dianjurkan: lemak sebanyak 67 gram atau setara dengan 5 sendok makan minyak sayur, gula sebanyak 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan, dan garam sebanyak 1 sendok teh.

    I: Istirahat cukup

    Kurang tidur berhubungan dengan kejadian hipertensi, yang merupakan salah satu penyebab dari penyakit jantung. Durasi tidur yang dianjurkan yaitu 8-10 jam untuk remaja dan 7-9 jam untuk dewasa.

    K: Kelola stres

    Stres masih belum diketahui secara pasti bagaimana caranya membuat seseorang terkena penyakit jantung, tetapi beberapa penelitian menyatakan ada hubungan stres dengan penyakit jantung. Stres juga dapat memicu terjadinya hipertensi, mati mendadak, dan gangguan pola kebiasaan seperti pola tidur, pola makan, dan aktivitas fisik, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.

    Dengan menjalani tips-tips di atas, anak muda zaman now diharapkan bisa mengikuti langkah tersebut. Bukankah lebih baik mencegah dari pada mengobati? Selain itu, jika Sobat ingin mencari tahu informasi seputar kesehatan lain, akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Daftar Pustaka

    1. Nhlbi.nih.gov. (2018). What Are the Risk Factors for Heart Disease?, HHS, NIH, NHLBI. [online] Available at: nhlbi.nih.gov/health/educational/hearttruth/lower-risk/risk-factors.htm [Accessed 17 Sep. 2018].
    2. Depkes.go.id. (2018). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. [online] Available at: depkes.go.id/article/view/17073100005/penyakit-jantung-penyebab-kematian-tertinggi-kemenkes-ingatkan-cerdik-.html [Accessed 17 Sep. 2018].
    3. Smoking and Tobacco Use. (2018). CDC – Fact Sheet – Health Effects of Cigarette Smoking – Smoking & Tobacco Use. [online] Available at: cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/health_effects/effects_cig_smoking/index.htm [Accessed 17 Sep. 2018].
    4. Nagai, M., Hoshide, S. and Kario, K. (2009). Sleep Duration as a Risk Factor for Cardiovascular Disease- a Review of the Recent Literature. Current Cardiology Reviews, 999(999), pp.1-8.
    5. Paruthi, S., Brooks, L., D’Ambrosio, C., Hall, W., Kotagal, S., Lloyd, R., Malow, B., Maski, K., Nichols, C., Quan, S., RoParuthi, S., Brooks, L., D’Ambrosio, C., Hall, W., Kotagal, S., Lloyd, R., Malow, B., Maski, K., Nichols, C., Quan, S., Rosen, C., Troester, M. and Wise, M. (2016). Recommended Amount of Sleep for Pediatric Populations: A Consensus Statement of the American Academy of Sleep Medicine. Journal of Clinical Sleep Medicine, 12(06), pp.785-786.sen, C., Troester, M. and Wise, M. (2016). Recommended Amount of Sleep for Pediatric Populations: A Consensus Statement of the American Academy of Sleep Medicine. Journal of Clinical Sleep Medicine, 12(06), pp.785-786.
    6. Watson, N., Badr, M., Belenky, G., Bliwise, D., Buxton, O., Buysse, D., Dinges, D., Gangwisch, J., Grandner, M., Kushida, C., Malhotra, R., Martin, J., Patel, S., Quan, S. and Tasali, E. (2015). Joint Consensus Statement of the American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society on the Recommended Amount of Sleep for a Healthy Adult: Methodology and Discussion. Journal of Clinical Sleep Medicine.
    7. Esch, T, B Stefano G & Fricchione G, Benson H. (2002). Stress in cardiovascular disease. Medical science monitor : international medical journal of experimental and clinical research. 8. RA93-RA101.
    8. Depkes.go.id. (2018). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. [online] Available at: depkes.go.id/article/view/17103100004/healthy-starting-from-my-food-plate.html.

    Read More
  • Seringkali orang tua tidak sadar kebiasaan kecil yang salah bisa menyebabkan masalah atau penyakit yang nantinya akan berdampak pada kondisi anak. Bukan tanpa sebab, ada beberapa penyakit atau kejadian yang berawal dari masalah serupa juga salah satunya adalah paru-paru basah. Siapa yang sangka bahwa hujan-hujanan atau tinggal di kondisi yang lembab atau gelap dan basah […]

    Pneumonia : Pembunuh Balita Utama di Dunia

    Seringkali orang tua tidak sadar kebiasaan kecil yang salah bisa menyebabkan masalah atau penyakit yang nantinya akan berdampak pada kondisi anak. Bukan tanpa sebab, ada beberapa penyakit atau kejadian yang berawal dari masalah serupa juga salah satunya adalah paru-paru basah. Siapa yang sangka bahwa hujan-hujanan atau tinggal di kondisi yang lembab atau gelap dan basah bisa mendatangkan penyakit.

    Penyakit yang biasanya menyerang paru ini disebut sebagai Pneumonia. Faktanya penyakit ini telah membunuh ratusan balita yang ada di dunia begitupun yang ada di Indonesia. Tentu hal ini tidak dapat dianggap sepele saja, untuk itu dalam artikel ini akan kita bahas secara gamblang mengenai pneumonia sebagai pembunuh balita utama di dunia.

    Apa itu pneumonia/paru-paru basah ?

    Pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan infeksi pada satu atau kedua paru-paru anak. Jika kondisinya sehat oksigen akan masuk ketika bernafas dan bergerak melalui tabung pernafasan. Setelah itu oksigen masuk ke dalam darah melalui kantung udara di paru (alveoli).

    Jika anak terkena pneumonia, paru-paru tidak dapat melakukan pekerjaan seperti biasa, dimana ada cairan atau lendir yang menghalangi alveoli. Hal inilah yang menyebabkan oksigen sulit untuk masuk penuh ke dalam paru-paru. Tempat yang seharusnya dilewati darah akan sulit masuk akibat cairan atau lendir yang tidak mudah dibersihkan.

    Gejala pneumonia pada anak

    Setelah mengetahui apa itu penyakit pneumonia, selanjutnya adalah gejala yang dapat Sobat kenali khususnya pada anak. Semakin cepat maka akan semakin baik, karena gejala ini bisa menunjukan bahaya pada kondisi sistem pernafasan anak. Apa saja ?

    • Batuk berdahak dan cukup parah, tetapi jenis dahaknya berbeda yakni hijau dan terkadang bercampur dengan darah.
    • Demam yang cukup tinggi dan terjadi secara berkala
    • Sesak nafas, dimana ritme napas terjadi lebih cepat dan juga pendek
    • Nyeri pada dada yang ditambah dengan batuk sehingga semakin buruk pada anak. Tidak jarang karena kondisi ini menyebabkan berat badan anak turun dan anak merasa stress atau kelelahan. Pada balita seringkali disertai dengan menangis dan juga sakit pada
    • Detak jantung kencang dan parah.
    • Merasa lelah dan lemah disertai mual serta muntah
    • Mengi atau napas berbunyi.

    Tindakan medis terhadap pneumonia

    Lantas bagaimana jika anak menunjukan gejala bahwa anak mengalami pneumonia ? tentu ada beberapa tindakan yang bisa anda ambil. Jangan menyepelekan terutama jika gejala utama muncul seperti dahak hijau dan juga berdarah.

    • Konsultasikan ke dokter anak secara langsung, biasanya dokter akan memeriksa terlebih dahulu dan dianjurkan untuk melakukan rangkaian tes.
    • Dokter akan memastikan menggunakan X-Ray untuk melihat foto dada anak, gambaran pneumonia adalah spot berawan putih di paru-paru pada hasil foto.
    • Dokter akan menganalisa dari hasil tes karena pneumonia bisa terjadi karena berbagai faktor. Menentukan solusi yang tepat dan penanganan yang tepat harus sesuai dengan penyebabnya.
    • Pengobatan biasanya dilakukan dengan antibiotik, obat, serta menyemprotkan larutan air asin (saline) di bagian hidung anak juga dapat membantu mengencerkan lendirnya. Sehingga anak bisa bernafas dengan baik.

    Cara Mencegah Pneumonia pada Anak

    Mencegah lebih baik dibandingkan mengobati, rasanya kata-kata ini sudah banyak didengar oleh orang tua sekarang ini karena pneumonia dan penyakit sistem pernafasan seringkali menyerang anak-anak termasuk di Indonesia. Penyakit ini dapat menular lewat percikan ludah ketika penderita bersin maupun batuk yang dahaknya bisa mengandung bakteri. Termasuk saat anda mencuci atau menyentuh sapu tangan penderita. Selain dapat menular lewat udara, makan dan minum milik penderita juga harus dipisah karena bisa menularkan.

    Agara terhindar dari penyakit ini berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

    • Gizi yang cukup

    Ketika anak sedang dalam masa pertumbuhan, akan ada masanya dimana mereka sering tidak nafsu makan karena energi yang mereka gunakan lebih tinggi dan mobilitas mereka tinggi. Selain itu, anak juga rentan terkena penyakit karena sistem imun anak mudah sekali turun hanya karena makanan atau istirahat. Bayi dapat diberikan ASI yang maksimal di enam bulan pertama, yang artinya ibu juga yang memberikan ASI harus tahu seberapa banyak dan apa saja nutrisi yang mereka konsumsi. Cukupi kebutuhan nutrisi anak dengan memberikannya buah, sayuran, dan makanan bergizi lainnya.

    Cara selanjutnya adalah dengan imunisasi yang biasa disebut HiB atau Haemophilus influenzae tipe B. Dimana vaksin ini banyak diberikan pada anak untuk menghindari masalah lain seperti meningitis ataupun masalah lainnya. Imunisasi menjadi cara yang ampuh untuk mencegah Pneumonia yang bisa menyerang anak. Selain itu anak biasanya diberikan imunisasi lain yaitu vaksinasi Pneumokokus (PCV). Nah, anda bisa menerima vaksin yang sama dengan rekomendasi dokter dan juga konsultasi sebelumnya kepada dokter anak.

    • Kesehatan lingkungan

    Cara terakhir adalah menjaga kesehatan lingkungan, dimana saat makan dan juga kebersihan lingkungan anda harus mencuci dan membersihkan lingkungan tempat tinggal atau tempat tidur Sobat. Selain itu jauhkan dari asap rokok dan polusi udara yang memungkinkan anak terpapar atau bahkan menghisapnya.

    Jangan biarkan pneumonia menyebabkan kondisi yang lebih serius, dimana anda harus bisa menajga kebersihan. Khususnya kondisi untuk tidur yang lembab dan basah bisa menimbulkan pneumonia berat pada anak.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Pilek. Siapa sih di antara kita yang sering mengalami penyakit ini? Kapan sih terakhir kalian terserang pilek? Pilek merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang kita sewaktu-waktu bahkan sudah dikenal sebagai penyakit yang tidak berbahaya dan dapat sembuh tanpa resep dokter – bahkan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, apakah benar pilek tidak berbahaya seperti yang […]

    Cara Mencegah Pilek pada Anak

    Pilek. Siapa sih di antara kita yang sering mengalami penyakit ini? Kapan sih terakhir kalian terserang pilek? Pilek merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang kita sewaktu-waktu bahkan sudah dikenal sebagai penyakit yang tidak berbahaya dan dapat sembuh tanpa resep dokter – bahkan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, apakah benar pilek tidak berbahaya seperti yang kita pikir selama ini? Siapa sebenarnya yang rentan untuk terserang pilek?

    Pada penderita pilek, masa inkubasi virus biasanya berlangsung selama 2 hingga 3 hari dan gejala penyakit ini justru muncul setelah masa inkubasi selesai. Pliek merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, alias bisa menyerang dari mereka yang masih balita hingga yang sudah berusia paruh baya bahkan berusia lanjut. Lalu siapa yang paling rentan terserang virus pilek?

    Seperti berbagai penyakit lainnya, tentu saja penyakit pilek sangat mudah untuk menyerang mereka yang berdaya tahan tubuh lemah. Balita cenderung lebih menderita ketika terserang pilek karena daya tahan tubuh mereka lemah dan penyakit pilek ini cenderung lebih lama daripada golongan usia lainnya, yaitu dengan rentang waktu 10 hingga 14 hari. Hal ini cukup berbeda ketika anak sudah menginjak usia lebih besar, di mana penyakit pilek ini hanya berlangsung dalam kurun waktu 7 hingga 10 hari.

    Kok bisa? Tentu saja jawabannya karena daya tahan tubuh kita yang semakin kuat dari hari ke hari. Anak-anak diperkirakan bisa mengalami penyakit ini sebanyak 8 hingga 12 kali dalam setahun sedangkan orang dewasa hanya 2 hingga 4 kali. Perbedaan yang cukup mencolok bukan?

    Pilek cenderung muncul hanya dalam bulan-bulan tertentu, lebih tepatnya ketika dalam masa pergantian antara musim kemarau ke musim penghujan – lebih tepatnya terjadi antara bulan Oktober hingga Februari. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir terserang virus pilek ini? Apa yang menandakan kita atau anak sedang terserang virus pilek? Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai gejala pilek serta upaya mencegah terjangkit virus pilek yang pastinya praktis untuk dilakukan. Daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasan yang satu ini!

    Gejala Pilek Anak

    Meskipun pilek bukan suatu penyakit berbahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang, tentu saja kita sebaiknya segera menanganinya ketika muncul beberapa gejala pilek agar penyakit ini tidak bertambah parah dari waktu ke waktu. Berikut adalah beberapa gejala pilek awal yang mudah dikenali pada anak:

    1. Anak mengalami kelelahan yang berlebih atau lebih cepat lelah daripada sebelumnya meskipun melakukan aktivitas yang sama. Kelelahan ini juga disertai dengan terjadinya gangguan pada sistem pernafasan anak seperti tidak berhenti bersin ataupun batuk kering;
    2. Anak mengalami demam. Demam yang dialami oleh anak pun tidak biasa, alias anak tiba-tiba mengalami demam bahkan bisa berlangsung selama beberapa hari. Demam yang dimaksud di sini pun tidak main-main alias bisa mencapai 38,3 derajat celcius dan apabila tidak segera ditangani tentu saja dapat menyebabkan kejang. Parahnya lagi, anak yang mengalami pilek dan berusia di atas 6 bulan suhunya dapat mencapai hingga 39,3 derajat ataupun lebih.
    3. Nafsu makan anak menurun. Hal ini tentu saja disebabkan kondisi tubuh anak yang tidak enak bahkan untuk menelan saja terasa sakit yang membuat anak enggan untuk makan, meskipun hanya mengemil atau biasanya nafsu makan anak besar. Bukan saja hanya nafsu makan menurun, anak juga bisa mengalami muntah ataupun diare ketika penanganan pilek terlambat.
    4. Anak mengalami gangguan pernafasan. Meskipun kita sudah tahu jika virus pilek menyerang saluran pernafasan, gejalanya akan terlihat sebagai gejala awal pilek di mana nafas anak akan menjadi pendek-pendek atau justru nafas anak menjadi sangat cepat dan tidak terkendali. Timbulnya gejala yang satu ini biasanya juga disertai dengan anak mengeluhkan timbulnya rasa nyeri pada bagian telinga.

    Cara Mencegah Pilek Pada Anak

    Nah, bagaimana? Pastinya sekarang sudah paham, kan mengenai apa saja gejala pilek anak yang harus kita waspadai dan segera kita lakukan penanganan agar penyakit ini tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Lalu apakah ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya virus ini ke anak? Tentu saja ada! Wah apa saja ya kira-kira cara mencegah pilek pada anak yang mudah untuk dilakukan? Nah daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasannya yang satu ini!

    1. Mencuci tangan

    Meskipun kelihatannya hal ini sepele, mencuci tangan merupakan hal yang efektif untuk dilakukan untuk mencegah anak terjangkit virus pilek. Tentu saja mencuci tangan yang dimaksud di sini pun bukan sembarangan alias kita perlu melakukan teknik cuci tangan yang tepat agar kuman dan bakteri dapat mati. Teknk cuci tangan yang dimaksud di sini pun mudah dilakukan , yaitu mencuci kedua tangan dengan sabun setidaknya selama 15 detik kemudian dibilas dengan air hingga bersih.

    2. Menjauhkan anak dari orang sakit

    Cara ini juga mudah untuk dilakukan sekaligus efektif untuk meminimalisir anak terserang penyakit. Seperti yang kita tahu pula, daya tahan tubuh anak belum sebagus orang dewasa sehingga sebaiknya kita menjauhkan anak dari orang lain yang sedang mengalami penyakit tertentu; setidaknya 6 meter agar kesehatan anak tetap terjaga. Hal ini juga bisa kita terapkan di rumah, di mana ketika ada anggota keluarga lainnya yang sakit sebaiknya anak tidak berada di satu ruangan dengan mereka.

    3. Vaksinasi Flu

    Seperti layaknya penyakit berbahaya lainnya, kita juga bisa memberikan vaksin flu pada anak sehingga daya tahan tubuh anak semakin kuat dan pastinya anak semakin kebal terhadap virus flu ataupun pilek. Vaksin flu bisa kita berikan sejak anak menginjak usia 6 bulan dan bisa kita berikan secara berkala alias setiap tahun yang berfungsi sebagai penguat (booster). Vaksin pilek bisa diberikan dalam dua bentuk, yaitu suntikan ataupun semprotan di mana vaksin ini diberikan dengan cara disemprotkan ke dalam lubang hidung atau biasa kita kenal dengan “flu mist”. Flu mist sendiri bisa diberikan pada anak yang sudah berusia 2 tahun dan juga bisa diberikan pada kita yang sudah tidak muda lagi – lebih tepatnya vaksin ini tetap bisa bekerja dengan efektif untuk mereka yang sudah menginjak usia 49 tahun.

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai pilek – lebih tepatnya bagaimana pilek menyerang anak dan gejala apa yang biasanya muncul. Mengetahui bagaimana cara mencegah anak terserang virus pilek juga merupakan hal penting supaya anak selalu dalam kondisi fit dan pastinya bisa riang gembira sepanjang hari. Bukan suatu hal yang sulit untuk dilakukan bukan untuk mencegah anak terserang pilek?

    Buat sobat yang ingin melakukan vaksinasi tapi tak sempat maka bisa mencoba salah satu layanan imunisasi flu dari prosehat. Prosehat memberikan layanan vaksinasi lengkap datang ke rumah. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/8-jurus-ampuh-cegah-flu
    Read More
  • Siapa sih di antara kita yang pernah mengalami penyakit yang satu ini? Kapan terakhir kali kalian mengalami tifus? Atau siapa sih di antara kita yang belum pernah mengalami tifus sama sekali? Tifus merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di masyarakat dan dikategorikan menjadi salah satu penyakit yang sangat umum, bahkan kasus tifus […]

    Gejala Tifus dan Pencegahannya

    Siapa sih di antara kita yang pernah mengalami penyakit yang satu ini? Kapan terakhir kali kalian mengalami tifus? Atau siapa sih di antara kita yang belum pernah mengalami tifus sama sekali? Tifus merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di masyarakat dan dikategorikan menjadi salah satu penyakit yang sangat umum, bahkan kasus tifus di Indonesia mencapai angka 2 juta tiap tahunnya. Yup benar, penyakit tifus adalah salah satu jenis penyakit yang umum ditemui dalam negara berkembang dan apabila penangannya terlambat tentu saja dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu.

    Dari manakah tifus berasal? Pertanyaan yang satu ini sering kali muncul mengingat tifus sering kali muncul tiba-tiba pada seseorang dan menyebabkan kita tidak mampu beraktivitas dengan optimal seperti biasanya bila terserang penyakit yang satu ini. Timbulnya tifus pada tubuh seseorang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri Salmonella typhi dalam tubuh dan ketika hal ini terjadi fungsi tubuh lainnya akan terganggu dengan cepat. Bakteri yang satu ini juga sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lainnya, terutama melalui makanan ataupun minuman yang telah terkontaminasi.

    Apakah tifus hanya bisa ditularkan melalui makanan dan dengan hal ini berarti kita hanya perlu waspada terhadap jenis makanan yang kita konsumsi? Penularan tifus melalui fekal-oral, makanan dan minuman yang terkontaminasi dengan bakteri penyakit ini. Oleh sebab itu bukanlah suatu hal yang mengherankan jika mereka yang terserang tifus sering kali disebabkan ruangan mereka yang tidak terlalu bersih. Bukan hanya karena ruangan kotor, infeksi bakteri Salmonella typhi ini juga dengan mudah menyerang mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah – alias mereka yang sedang dalam kondisi tidak fit.

    Apa akibatnya jika penyakit tifus tidak segera ditangani, alias penanganan penyakit tifus pada seseorang terlambat? Penyebaran penyakit tifus ke bagian tubuh lainnya terbilang sangat cepat dan hal ini berarti juga memicu timbulnya berbagai penyakit lain yang dapat membahayakan keselamatan jiwa kita. Infeksi ginjal serta pankreas, radang selaput jantung (miokarditis), hingga terjadinya radang selaput otak (meningitis) adalah beberapa contoh penyakit lainnya yang biasanya muncul ketika penanganan tifus terlambat. Penyakit yang cukup menyeramkan bukan? Lalu, kapan kita mengetahui jika kita mengalami infeksi bakteri Salmanellla typhi?

    Gejala Tifus

    Yup, benar sekali, untuk mengetahui kapan kita mengalami infeksi bakteri Salmonella typhi maka berarti kita perlu mengenal apa saja gejala dari penyakit tifus. Pengetahuan gejala dari suatu penyakit merupakan hal yang wajib untuk diketahui mengingat perlu segera dilakukan penanganan dan mencegah penyakit menyebar ke bagian tubuh lainnya. Masa inkubasi bakteri ini berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya, di mana biasanya ini terjadi dalam kurun waktu 3 hingga 30 hari dan gejala tifus pun akan muncul bersamaan dengan proses ini berlangsung. Nah berikut adalah beberapa gejala tifus yang harus kita waspadai:

    1. Demam tinggi

    Demam tinggi merupakan gejala utama dari penyakit tifus dan suhu tubuh seseorang bisa mencapai 390C hingga 400C. Tentu saja demam tidak hanya berlangsung sehari alias demam tinggi ini bisa berlangsung selama beberapa minggu dan disertai dengan sakit kepala yang tidak kunjung sembuh. Demam pada penderita tifus seringkali memburuk saat malam hari dan sebaliknya jika suhu tubuh seseorang tetap konstan selama demam kemungkinan bukan mengalami tifus, mengingat gejala tifus ini mirip dengan gejala demam berdarah.

    1. Muncul ruam atau bintik merah

    Gejala tifus berikutnya sangat mudah diobservasi, di mana ruam atau bintik merah ini biasanya muncul pada beberapa hari awal terinfeksi bakteri Salmonella typhi. Bintik merah pada penderita tifus ini tidak akan hilang meskipun ditekan keras dengan jari.

    1. Terjadinya gangguan pencernaan

    Gangguan pencernaan merupakan gejala yang khas dari tifus, di mana penderita tifus biasanya mengalami sakit perut hingga diare yang dapat berlangsung selama beberapa hari. Bukan hanya itu saja, biasanya mereka juga akan mengalami turunnya nafsu makan karena kondisi yang tidak fit sehingga bukan suatu hal mengherankan jika penderita tifus akan kehilangan berat badan dalam angka yang tidak sedikit. Ketika penanganan tifus terlambat, maka sembelit juga bisa muncul sewaktu-waktu.  Tidak jarang juga pasien mengeluhkan perutnya terasa kembung dan hal ini disebabkan oleh terjadinya pembengkakan hati serta empedu.

    1. Terjadinya komplikasi

    Komplikasi sangat mungkin terjadi pada penderita tifus, terlebih lagi ketika penanganan tifus terlambat atau pasien tidak kunjung sembuh meskipun tifus sudah berlangsung selama beberapa minggu. Beberapa komplikasi yang mungkin muncul pada penderita tifus antara lain adalah hepatitis atau peradangan hati, hipovolemia atau terjadinya penurunan volume darah, atau bisa juga terjadi pendarahan gastrointestinal alias terjadinya pendarahan dalam usus yang disebabkan karena usus pecah.

    Seperti yang kita bahas sebelumnya, gejala dari penyakit tifus ini sering kali dianggap mirip dengan gejala dari penyakit demam berdarah (DBD) sehingga tidak jarang jika banyak orang tua yang melakukan penanganan kurang tepat ketika penyakit tifus muncul. Perbedaan mencolok antara gejala demam berdarah dan tifus adalah penderita DBD sering kali mengalami nyeri sendi dan otot hingga menimbulkan sensasi tulang seperti retak atau biasa dikenal dengan break bones. Pada tifus, gejala dapat kembali muncul dua atau tiga minggu setelah demam hillang – alias ketika suhu tubuh kita kembali normal.

    Pencegahan Tifus

    Apakah yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit tifus datang menyerang anak? Yup, seperti yang kita tahu, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati dan karena itu sebisa mungkin kita melakukan berbagai cara untuk menjaga anak tetap sehat dan pastinya bakteri akan enggan menyerang anak. Nah, berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya tifus pada anak atau diri kita sendiri:

    1. Membiasakan mencuci tangan. Meskipun kelihatannya sepele, hal yang satu ini sangatlah efektif untuk menangkal berbagai penyakit datang pada kita, tak terkecuali untuk penyakit tifus. Kita bisa membiasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengonsumsi makanan. Kebiasaan yang satu ini juga lebih dianjurkan dilakukan ketika kita buang air atau membersihkan kotoran, mengingat banyaknya bakteri yang bisa menempel pada permukaan tangan kita dan dapat menyebabkan penyakit sewaktu-waktu.
    2. Memperhatikan tempat kita membeli makanan. Hal ini sering kali tidak diperhatikan oleh kita dan seringkali kita membeli makanan di pinggir jalan. Sayangnya, makanan di pinggir jalan sering kali tidak terjamin kebersihannya dan menjadi sumber bakteri yang tentu saja bisa menjadi penyakit untuk kita. Sebaiknya kita menghindari membeli makanan di pinggir jalan dan sebagai gantinya kita bisa membeli makanan di warung yang sudah terjamin kebersihannya.
    3. Membersihkan kamar mandi secara teratur.  Yup, kamar mandi adalah salah satu bagian dari rumah yang sering kali menjadi sarang penyakit  terlebih karena kondisi ruangan yang lebih lembab daripada bagian rumah lainnya. Kita perlu membersihkan toliet secara rutin dan sebisa mungkin tidak menggunakan air mentah ketika berkumur karena kemungkinan air mentah yang kita konsumsi tidak higenis dan menjadi sarang penyakit. Hindari bertukar barang-barang pribadi, seperti handuk ataupun sikat gigi untuk meminimalisir penyebaran bakteri dari satu orang ke orang lainnya.
    4. Memberikan Imunisasi Tipes. Pembeerian imunisasi tipes terbukti mengurangi angka terjadinya tipes. Sobat bisa melakukan vaksinasi tipes ditempat kesehatan terdekat.

    Nah, itu tadi adalah sekilas tentang penyakit tifus, lebih tepatnya mengenai gejala dan bagaimana cara mencegah penyakit tifus datang menyerang kita. Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tetap menjalani pola hidup yang sehat agar badan tetap fit dan pastinya meminmalisir datangnya berbagai penyakit pada kita. So, apakah kalian sudah siap untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

    Untuk sobat yang tidak ingin antri melakukan vaksinasi maka bisa membeli vaksin tifus di prosehat. Layanan vaksinasi datang ke rumah, aman dan terjangkau. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • merdeka.com/sehat/gejala-tifus-kln.html
    • liputan6.com/health/read/3558433/gejala-tifus-dan-cara-pengobatannya-di-segala-usia
    • tanyadok.com/artikel-konsultasi/benarkah-gejala-awal-db-mirip-dengan-tifus
    Read More
  • Influenza atau yang lebih dikenal dengan flu, adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza dan dapat menyerang setiap kelompok usia, dari balita sampai lansia. Berbeda dengan pilek biasa (common cold), gejala flu umumnya lebih berat dan jika terjadi saat kekebalan tubuh sedang menurun, dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya, seperti pneumonia (infeksi paru), miokarditis […]

    9 Gejala Flu dan Tips Pencegahannya

    Influenza atau yang lebih dikenal dengan flu, adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza dan dapat menyerang setiap kelompok usia, dari balita sampai lansia. Berbeda dengan pilek biasa (common cold), gejala flu umumnya lebih berat dan jika terjadi saat kekebalan tubuh sedang menurun, dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya, seperti pneumonia (infeksi paru), miokarditis (radang otot jantung), perikarditis (radang selaput pembungkus jantung), ensefalitis (radang otak), atau bahkan kematian.

    Meskipun hampir setiap orang pernah mengalami gejala flu, penyakit flu dan common coldmasih sering dianggap sama, sehingga sebagian masyarakat masih menganggap ringan penyakit flu. Kabar baiknya, penyakit ini dapat dicegah agar tidak sampai menimbulkan komplikasi penyakit yang berat.

    Gejala penyakit flu dan pilek biasa memang sulit dibedakan karena keduanya disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan. Meskipun demikian karena virus penyebabnya berbeda, tentu terdapat beberapa perbedaan yang dapat membantu kita lebih mengenali keduanya.

    Berikut 9 gejala flu dan perbedaannya dengan pilek biasa:

    1. DEMAM

    Tidak seluruh penderita flu mengalami demam, tetapidapat terjadi pada sebagian besar kasus. Rentang variasi suhu saat flu sangat besar, yaitu antara 38 – 41oC. Seseorang yang baru terpapar virus influenza tidak akan langsung mengalami gejala flu karena virus memerlukan waktu untuk bereplikasi (bertambah banyak) di dalam tubuh sampai bisa menimbulkan gejala, umumnya selama 18 – 72 jam.

    Saat jumlah virus di dalam tubuh sudah banyak, tubuh akan beresponsdengan mengaktifkan sejumlah sel darah putih dan zat–zat tertentu untuk membunuh sel yang sudah terinfeksi virus. Proses inilah yang menimbulkan beberapa gejala flu, termasuk demam. Pada penderita flu, suhu tubuh akan dengan cepat meningkat dalam 24 jam pertama setelah virus berhasil memperbanyak diri, kemudian mulai mereda setelah 3–4 hari, meskipun ada juga yang mengalami demam sampai 1 minggu, tergantung pada kekebalan tubuh setiap penderita.

    Berbeda dengan pilek biasa, sebagian besar kasusnya justru tidak disertai demam, dan kalaupun ada, peningkatan suhu tubuh terjadi secara perlahan.

    1. SAKIT KEPALA

    Sakit kepala dapat terjadi karena proses yang sama seperti penyebab demam, yaitu keluarnya zat–zat dari sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus. Daerah kepala yang sakit bisa seluruhnya, atau hanya terlokalisir di bagian depan kepala saja. Pada penderita flu, sakit yang dirasakan seringkali sangat mengganggu, sedangkan pada pilek biasa sakit yang dialami lebih ringan.

    1. SAKIT TENGGOROKAN

    Tenggorokan yang merupakan bagian dari saluran pernapasan, adalah salah satu tempat dimana virus yang menyerang saluran pernapasan dapat melekat langsung. Melekatnya virus mengakibatkan kerusakan sel–sel pelapis tenggorokan yang berfungsi sebagai pelindung. Saat terjadi kerusakan, tubuh akan berespons dengan memanggil sejumlah sel darah putih ke daerah tersebut, sehingga tenggorokan akan terasa sakit dan kering. Sakit tenggorokan lebih jarang terjadi pada penderita flu dibandingkan pada penderita pilek biasa.

    1. BATUK

    Batuk merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan zat asing yang ada di tenggorokan. Saat terjadi iritasi lapisan pelindung tenggorokan dan responss radang, tubuh menerima informasi bahwa ada zat asing di dareah tersebut dan menyebabkan batuk. Pada penderita flu, batuk dapat terjadi lebih lama sampai > 1 minggu, meskipun gejala lain sudah mulai mereda.

    1. PILEK

    Pilek (meningkatnya produksi cairan hidung) akibat iritasi pada hidung, umumnya timbul bersamaan dengan demam, tetapi masih dapat terjadi meskipun demam sudah mereda. Pada penderita pilek biasa, gejala ini lebih sering terjadi dan disertai dengan bersin –bersin.

    1. GANGGUAN PENGECAPAN

    Penderita flu maupun pilek biasa umumnya kurang dapat merasakan makanan sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan fungsi pengecapan seseorang juga dipengaruhi oleh indera penciuman. Sebuah makanan yang dikonsumsi tanpa mencium aromanya, cita rasanya akan berubah. Pada keadaan iritasi saluran napas, saraf penciuman di hidungterganggu sehingga seringkali penderita merasa makanan yang dikonsumsi menjadi tawar, dan akhirnya penderita kehilangan nafsu makan.

    1. NYERI OTOT

    Nyeri otot dapat terjadi di seluruh bagian tubuh, tetapi paling sering di otot kaki dan pinggang. Nyeri otot lebih sering dialami oleh penderita flu, sedangkan jarang sekali dialami penderita pilek biasa.

    1. MUAL

    Mual dan muntah lebih sering dialami pada anak–anak daripada orang dewasa, terkadang dapat disertai dengan diare.

    1. LESU

    Lesu atau keadaan mudah lelah dirasakan oleh penderita flu maupun pilek biasa, tetapi lebih berat pada penderita flu. Lesu dapat terjadi karena zat–zat radang yang beredar dalam tubuh sebagai respons terhadap infeksi yang terjadi. Saat zat ini mencapai otak, penderita akan merasa lesu dan kurang sadar terhadap lingkungan sekitar, sehingga penderita disarankan untuk tidak membawa kendaraan sendiri atau melakukan hal yang membutuhkan konsentrasi penuh terlebih dahulu.

    Keadaan lesu ini dapat terjadi sampai > 2 minggu. Jika terjadi perubahan kesadaran yang berlanjut dan bermakna, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terdekat karena hal tersebut dapat merupakan tanda dan gejala flu dengan komplikasi kelainan otak (ensefalitis atau ensefalopati) yang harus segera diberikan tindakan penanganan dan pencegahan agar tidak semakin berat.

    Perbedaan Flu dan Pilek Biasa (Common Cold)

    Bagaimana Cara Mencegah Flu dan Komplikasinya?

    Bila kita ingin mengetahui pencegahan flu, makaperlu diketahui terlebih dahulu bagaimana cara penularannya. Flu dapat menular dengan 2 cara, yaitu via udara (oleh penderita flu yang bersin atau batuk) atau kontak langsung dengan cairan atau partikel yang mengandung virus influenza. Dengan demikian cara menghindari tertular virus influenza adalah menghindari kontak dengan penderita flu dan selalu mencuci tangan setelah berkontak dengan fasilitas umum seperti tiang di bus, pagar, meja, telepon umum, dan sebagainya.

    Namun, mengingat virus merupakan hal yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata, sulit bagi kita untuk senantiasa terlindungi. Oleh karena itu, sampai saat ini cara terbaik untuk mencegah flu adalah dengan vaksin influenza. Di Indonesia, vaksin influenza yang tersedia adalah berupa virus yang sudah tidak aktif dan diberikan dengan cara disuntik. World Health Organization merekomendasikan kelompok berikut ini mendapatkan vaksin influenza 1 kali tiap tahun:

    • Wanita hamil
    • Anak berusia 6 – 59 bulan
    • Lansia (usia ≥ 65 tahun)
    • Individu dengan penyakit kronik tertentu (sistem kekebalan tubuh yang kurang baik)
    • Individu yang bekerja di fasilitas kesehatan

    Bahaya Flu pada Kelompok Risiko Tinggi dan Pencegahannya

    Vaksin influenza telah terbuktidapat memberikan perlindungan sebesar 50 – 80% terhadap virus influenza. Meskipun setelah melakukan vaksinasi seseorang masih mungkin mengalami gejala flu, tetapi vaksinasi tetap diperlukan untuk pencegahan terhadap terjadinya komplikasi berbahaya yang dapat ditimbulkannya. Perlu diketahui bahwa vaksin influenza dibuat di dalam media telur, sehingga bagi individu yang memiliki alergi terhadap telur perlu menyampaikan kepada tenaga kesehatan sebelum menerima vaksin tersebut, agar diberikan jenis vaksin khusus.

    Nah, bila Anda ingin melakukan vaksin flu atau mencari tahu informasi kesehatan lainnya, jangan lupa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Tersedia layanan vaksin flu ke rumah loh! Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Cold Versus Flu [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2018 [cited 18 August 2018]. Available from: cdc.gov/flu/about/qa/coldflu.htm
    2. Kasper DL, Fauci AS, Hauser S, et al. Harrison’s principles of internal medicine (19th ed). New York: McGraw Hill Companies, Inc. 2015.
    3. Textbook of Pediatrics. Edisi ke-20. Philadelphia: Elsevier, 2016.
    4. Seasonal Influenza Vaccine Dosage & Administration [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2018 [cited 18 August 2018]. Available from: cdc.gov/flu/about/qa/vaxadmin.htm
    5. Vaccine Use [Internet]. World Health Organization. [cited 18 August 2018]. Available from: who.int/influenza/vaccines/use/en/
    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja