Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 71–80 of 93 results

  • Sakit kepala, tentu bukan hal yang asing bagi kita semua. Mungkin hampir setiap orang di dunia ini pernah mengalami sakit kepala, paling tidak satu kali dalam hidupnya. Selain jenis sakit kepala dan penyebabnya sangat bervariasi, sakit kepala juga sangat berhubungan dengan faktor-faktor lain, seperti stres, kecemasan, pola makan dan jenis makanan tertentu, gaya hidup, aktivitas […]

    6 Tips Meredakan Sakit Kepala yang Ampuh!

    Sakit kepala, tentu bukan hal yang asing bagi kita semua. Mungkin hampir setiap orang di dunia ini pernah mengalami sakit kepala, paling tidak satu kali dalam hidupnya. Selain jenis sakit kepala dan penyebabnya sangat bervariasi, sakit kepala juga sangat berhubungan dengan faktor-faktor lain, seperti stres, kecemasan, pola makan dan jenis makanan tertentu, gaya hidup, aktivitas fisik, konsumsi obat-obatan tertentu, kondisi cuaca dan lingkungan, hingga faktor hormonal seperti menstruasi.

    Sobat mungkin juga sudah mencoba berbagai macam obat tapi masih kurang efektif. Lalu bagaimanakah cara meredakan sakit kepala yang manjur? Banyak cara-cara yang ditawarkan tapi kurang tepat dan kadang justru memperparah sakit kepala. Nah, gaya hidup yang baik dan pola asupan makanan, memegang peranan yang sangat penting dalam hal ini. Yuk Sobat, mari kita simak lebih lanjut:

    Sakit kepala merupakan salah satu keluhan yang paling sering dikeluhkan di fasilitas kesehatan. Penyebab sakit kepala sangat beragam mulai dari sakit kepala ringan yang sederhana, mengganggu rasa nyaman, hingga sakit kepala yang berbahaya dan mengancam nyawa. Sakit kepala pada umumnya dibedakan menjadi 2, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer adalah sakit kepala tanpa penyebab yang jelas, seperti sakit kepala tipe tegang (tension-type headache—TTH), migrain, sakit kelapa tipe klaster (cluster-type headache), dan beberapa lainnya. Sedangkan sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan karena penyakit/penyebab lain, seperti karena cedera pada kepala, pecahnya pembuluh darah, infeksi, tumor otak, dan lain-lain. Sakit kepala yang paling sering ditemukan adalah sakit kepala primer, yang sekaligus akan menjadi sasaran topik bacaan kali ini.

    Sakit kepala primer inilah yang memiliki kaitan erat dengan pola makan dan gaya hidup. Banyak makanan dan gaya hidup tertentu yang sudah diteliti lebih lanjut dapat mencetuskan atau memperparah sakit kepala. Berdasarkan penelitian, 12-60% orang dengan migrain akan tercetus oleh gaya hidup dan makanan tertentu.

    Pencetus Sakit Kepala

    Hal yang perlu Sobat semua ketahui terlebih dahulu untuk mengurangi dan meredakan sakit kepala ialah memahami apa yang dapat mencetuskannya. Perlu sobat ingat bahwa faktor pencetus sakit kepala masing-masing orang dapat saja berbeda, tapi secara umum terdapat beberapa hal yang dapat mencetuskan sakit kepala, baik gaya hidup, pola makan hingga beberapa jenis makanan tertentu yang sudah diteliti dapat mencetuskan sakit kepala.

    1. Hindari minuman beralkohol.

    Bagi sebagian orang mungkin minuman beralkohol tidak menyebabkan sakit kepala. Namun, bagi para penderita sakit kepala primer yang kronis, baik migrain maupun jenis sakit kepala primer lainnya, alkohol ternyata dapat mencetuskannya meski dikonsumsi dalam jumlah sedikit.

    1. Hindari makanan/minuman pencetus sakit kepala.

    Inilah topik yang paling sering dibahas dalam sakit kepala. Apa saja yang perlu dihindari? Beberapa jenis makanan atau minuman ternyata sudah terbukti dapat mencetuskan sakit kepala terutama migrain, yaitu:

    • Keju dan produk susu lainnya,
    • Coklat,
    • Kopi (kafein),
    • Buah-buahan seperti sitrus (jeruk),  pisang, dan apel,
    • Kacang-kacangan,
    • Daging merah dan daging yang telah diproses seperti sosis, ham, hotdog,
    • Gandum,
    • Minuman/makanan terlalu dingin,
    • MSG (monosodium glutamat) atau mecin,
    • Aspartame atau pemanis buatan,
    • Makanan berlemak tinggi.

    Makanan atau minuman ini diketahui mengandung banyak faktor yang dapat menyebabkan sakit kepala seperti histamin, tiramin, dan nitrat/nitrit. Tidak menutup kemungkinan Sobat mungkin memiliki jenis makanan lain yang dapat mencetuskan sakit kepala. Penelitian menunjukkan, menghindari asupan pencetus atau eliminasi diet ini dapat menurunkan durasi kekambuhan sakit kepala sebesar 29%.

    Selain itu, mengurangi asupan lemak ternyata dapat menurunkan kadar hormon estrogen, sehingga cocok bagi para wanita yang sering mengalami sakit kepala saat fase premenstruasi.

    1. Pola makan pencetus sakit kepala.

    Tidak hanya jenis makanan, ternyata pola makan yang salah juga dapat mencetuskan sakit kepala loh. Penelitian menemukan bahwa berpuasa dan terlambat makan akan menyebabkan fluktuasi kadar gula di dalam darah yang berujung mencetuskan sakit kepala primer seperti migrain ataupun jenis lainnya pada sebagian orang.

    1. Gaya hidup dan faktor lain pencetus sakit kepala.

    Gaya hidup yang salah ternyata dapat menyebabkan sakit kepala yang dialami Sobat tidak kunjung membaik. Kurang olahraga, kekurangan tidur karena sulit tidur atau kebiasaan tidur larut malam, dan kelelahan yang menyebabkan kurangnya istirahat, dapat mencetuskan sakit kepala.

    Faktor lain yang cukup berpengaruh dalam mencetuskan sakit kepala primer adalah faktor psikososial seperti stres, kecemasan, ketidakpuasan dalam pekerjaan dan masalah dalam pekerjaan lainnya, serta berbagai faktor tidak umum lainnya seperti bau-bauan yang menyengat. Kecemasan juga seringkali diikuti dengan sulit tidur. Penelitian menemukan bahwa kecemasan adalah salah satu faktor penyebab sakit kepala yang berkepanjangan.

    Tips Meredakan Sakit Kepala

    1. Minumlah air. Minum air yang cukup dapat membantu meredakan sakit kepala dalam 30 menit hingga 3 jam. Kekurangan cairan atau dehidrasi yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan sakit kepala.
    2. Berolahraga. Penelitian menemukan bahwa berolahraga secara teratur tidak hanya dapat meredakan sakit kepala primer seperti migrain, tapi juga dapat mencegah kekambuhan di kemudian hari, terutama bagi Sobat yang tidak ingin terlalu bergantung dengan obat-obatan. Olahraga juga dapat membantu meredakan stres dan membuat Sobat menjadi lebih rileks.
    3. Tidur dan istirahat cukup. Jika Sobat sering tidur larut malam, ini saatnya untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Tidur paling tidak 8 jam sehari dan istirahat yang cukup terbukti menurunkan frekuensi dan derajat sakit kepala.
    4. Kompres dingin. Meski terlihat sebagai metode yang sangat tradisional, tapi penelitian mencatat bahwa kompres dingin dapat secara efektif meredakan sakit kepala pada 71% pasien.
    5. Konsumsi kafein dosis rendah. Kafein memang dapat menyebabkan sakit kepala, tapi jika dikonsumsi pada dosis kecil dapat bermanfaat untuk meredakan sakit kepala. Kafein dosis rendah dapat mudah Sobat temui dengan mengonsumsi teh.
    6. Konsumsi makanan kaya magnesium. Diet tinggi magnesium dapat meredakan dan mencegah kekambuhan sakit kepala terutama migrain dan sakit kepala tipe klaster. Contoh makanan kaya magnesium adalah sayur-sayuran hijau seperti bayam, buah alpukat, dan berbagai jenis kentang.

    Jadi, cara meredakan sakit kepala bukan hanya mengonsumsi obat-obatan, tapi juga perlu memerhatikan gaya hidup, pola makan dan jenis makanan yang perlu dihindari untuk meredakan sakit kepala dengan tepat dan holistik. Jangan lupa, jika Sobat sudah mencoba semua yang disarankan di atas namun sakit kepala tidak kunjung membaik, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Atau perkaya info kesehatan lainnya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Keterangan lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Center for Integrated Healthcare. Headache: types, tips, & treatment suggestions. USA: VA Healthcare; 2013. p. 1-4.
    2. Rizzoli P, Mullally WJ. Headache. American Journal of Medicine. 2018;131(1):17–24.
    3. Robbins M, Grosberg BM, Lipton RB. Headache. UK: John Wiley & Sons; 2013. p. 3.
    4. Saracco MG, Calabrese G, Cavallini M, Montano V, Rinaldi B, Valfrè W, Aguggia M. Relationship between primary headache and nutrition: a questionnaire about dietary habits of patients with headache. Neurological Sciences. 2014;35(1):159–161.
    5. Panconesi A. Alcohol-induced headaches: evidence for a central mechanism?. J Neurosci Rural Pract. 2016;7(2):269–275.
    6. Bunner AE, Agarwal U, Gonzales JF, Valente F, Barnard ND. Nutrition intervention for migraine: a randomized crossover trial. Journal of Headache and Pain. 2014;15(1):1–9.
    7. Gonzalez A, Hyde E, Sangwan N, Gilbert JA, Viirre E, Knight R. Migraines are correlated with higher levels of nitrate-, nitrite-, and nitric oxide-reducing oral microbes in the American Gut Project Cohort. mSystems. 2016;1(5):e00105-16.
    8. Yuan H, Silberstein SD. Headache and migraine. Headache. 2018 Jan;58(1):184-193.
    9. Buchholz, D. Heal Your Headache. New York: Workman Publishing. 2002.
    10. Haque B, Rahman KM, Hoque A, Hasan ATMH, Chowdhury RN, Khan SU, et al. Precipitating and relieving factors of migraine versus tension type headache. BMC Neurology. 2012 12:82.
    11. Boardman HF, Thomas E, Millson DS, Croft PR. Psychological, sleep, lifestyle, and comorbid associations with headache. Headache. 2005;45(6):657–669.
    12. Molarius A, Tegelberg Å, Öhrvik J. Socio-economic factors, lifestyle, and headache disorders: a population-based study in Sweden. Headache. 2008;48(10):1426–1437.
    13. Silva-Néto RP, Peres MF, Valença MM. Odorant substances that trigger headaches in migraine patients. Cephalalgia. 2014;34(1):14-21.
    14. Popkin BM, D’Anci KE, Rosenberg IH. Water, hydration, and health. Nutrition Reviews. 2010;68(8):439–458.
    15. Varkey E, Cider Å, Carlsson J, Linde M. Exercise as migraine prophylaxis: a randomized study using relaxation and topiramate as controls. Cephalalgia. 2011;31(14):1428–1438.
    16. Kelman L, Rains JC. Headache and sleep: examination of sleep patterns and complaints in a large clinical sample of migraineurs. Headache. 2005 Jul-Aug;45(7):904-10.
    17. Ucler S, Coskun O, Inan LE, Kanatli Y. Cold therapy in migraine patients: open-label, non-controlled, pilot study. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. 2006;3(4):489–493.
    18. Lipton RB, Diener HC, Robbins MS, Garas SY, Patel K. Caffeine in the management of patients with headache. Journal of Headache and Pain. 2017;18(1).
    19. Mauskop A, Varughese J. Why all migraine patients should be treated with magnesium. Journal of Neural Transmission. 2012;119(5):575–579.
    Read More
  • Sahabat, tahukah Anda jika penyakit jantung atau dalam istilah medis disebut Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang dapat menimbulkan angka kematian terbanyak. Penyakit jantung koroner merupakan keadaan dimana pembuluh darah utama yang memasok darah utama ke jantung mengalami kerusakan (arterosklerosis). Kerusakan dipicu oleh berbagai hal seperti sumbatan kolesterol yang menjadi plak di dinding pembuluh […]

    6 Makanan yang Dilarang untuk Penderita Jantung

    Sahabat, tahukah Anda jika penyakit jantung atau dalam istilah medis disebut Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang dapat menimbulkan angka kematian terbanyak.

    Penyakit jantung koroner merupakan keadaan dimana pembuluh darah utama yang memasok darah utama ke jantung mengalami kerusakan (arterosklerosis). Kerusakan dipicu oleh berbagai hal seperti sumbatan kolesterol yang menjadi plak di dinding pembuluh darah, hal ini diakibatkan kolesterol darah yang tinggi biasanya karena banyak asupan makanan yang mengandung lemak. Selain itu, merokok, darah tinggi (hipertensi), tingginya gula darah (diabetes) juga dapat menyebabkan kerusakan elastisitas pembuluh darah.

    Analogi sumbatan pada pembuluh darah oleh kolesterol

    Gejala yang mungkin ditimbulkan akibat rusaknya elastisitas pembuluh darah yang dapat mengurangi suplai darah yang membawa oksigen ke jantung dapat menyebabkan seseorang terasa sesak. Gejala awal yang ditimbulkan hampir sama dengan gejala sakit maag yaitu mual, nyeri ulu hati, sakit kepala, kemudian gejala berkembang seiring keparahan sumbatan yaitu berupa nyeri dada yang menjalar sampai ke pundak dan lengan tangan.

    Nyeri dada atau dalam istilah awamnya merupakan angin duduk atau dalam bahasa medis disebut angina, terdiri dari dua tipe yaitu angina stabil dan tidak stabil. Angina stabil adalah jenis nyeri dada dan sesak napas yang timbul ketika jantung bekerja lebih keras yaitu saat melakukan aktivitas atau pekerjaan fisik berat. Angina stabil dapat segera diatasi dengan istirahat serta minum obat sesuai anjuran dokter. Dibandingkan angina stabil, angina tidak stabil lebih mengancam jiwa, tapi angina stabil pun tentunya tetap harus diwaspadai. Angina tidak stabil timbul pada saat pasien istirahat, dan secara tiba-tiba, hal ini merupakan kegawatdaruratan dan perlu tindakan segera karena dapat mengancam jiwa.

    Menurut data survei Sample Registration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian tertinggi setelah stroke yaitu sebesar 12,9%. Menurut WHO (World Health Organization), data tahun 2014 menyatakan bahwa penyakit kardiovaskular menempati penyebab kematian tertinggi di dunia yaitu sebesar 37%, dan yang mengalami penyakit kardiovaskular adalah negara dengan penghasilan menengah sampai rendah.

    Persentase kematian akibat PJK menurut WHO dibanding penyakit tidak menular lainnya

    Seperti yang disebutkan diatas, bahwa makanan yang kita makan terutama yang mengandung tinggi lemak dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Maka dari itu, kita dapat menimbang-nimbang makanan apa yang baik bagi tubuh dan yang tidak baik bagi tubuh. Berikut ini makanan yang dilarang bagi pasien dengan Penyakit Jantung Koroner:

    1. MAKANAN TINGGI KARBOHIDRAT

    Makanan tinggi karbohidrat seperti nasi, kue, pasta, sereal dan roti dapat meningkatkan gula darah serta meningkatkan cadangan lemak tubuh, sehingga dapat meningkatkan risiko obesitas, apabila cadangan lemak meningkat maka lemak akan membentuk plak di sepanjang dinding pembuluh darah. Selain itu, gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko gula darah tinggi atau disebut diabetes yang dapat menyebabkan kerusakan elastisitas pembuluh darah (arterosklerosis).

    Lalu, hindari makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, sebagai gantinya Sobat dapat mengganti nasi dengan kentang, gandum dan biji-bijian. Lalu, perbanyaklah minum air putih. Minum air putih yang cukup dapat membantu mengurangi rasa lapar diluar jam makan sehingga dapat mencegah Anda untuk mengonsumsi camilan atau makanan sampingan tinggi karbohidrat seperti cokelat, kue, dan roti.

    2. MAKANAN & MINUMAN YANG MENGANDUNG TINGGI GULA

    Seperti yang dijelaskan di atas, makanan yang mengandung gula secara tidak langsung dapat memperparah risiko penyakit jantung koroner. Batasan asupan normal gula pada orang dewasa sekitar 24-36 gram per hari atau setara dengan 6 sampai 9 sendok teh per harinya. Gula didapatkan bisa dari berbagai jenis makanan seperti biskuit, makanan dalam kemasan, pemanis buatan, susu kental manis, kue, kopi dan minuman dengan perasa.

    Tingginya asupan gula setiap harinya dapat meningkatkan cadangan lemak dalam tubuh sehingga menyebabkan risiko obesitas, bila penumpukan lemak dalam pembuluh darah terjadi, maka bisa meningkatkan beban kerja jantung kemudian, dan pembuluh darah kehilangan elastisitasnya lalu dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

    Oleh karena itu, batasi asupan gula seperti mengindari minuman bersoda serta makan yang mengandung gula seperti roti, biskuit dan lain sebagainya.

    3. MAKANAN YANG MENGANDUNG TINGGI GARAM

    Seperti yang diketahui bahwa tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menyebabkan arterosklerosis akibat kerusakan elastisitas pembuluh darah. Hipertensi terutama disebabkan karena tingginya konsumsi makanan tinggi garam.

    Batas konsumsi garam per hari pada orang dewasa ialah 1500-2300 mg atau sekitar 1 sendok teh garam per harinya, dengan kata lain untuk orang yang sudah menderita tekanan darah tinggi harus mengonsumsi garam jauh dibawah dari batas asupan normal per harinya. Namun, kenyataannya rata-rata masyarakat mengonsumsi garam lebih tinggi dari batas anjuran, sumber garam tidak hanya berasal dari makanan utama saja, terkadang kita mengonsumsi garam berlebih berasal dari makanan tambahan atau snack seperti mie instan, keripik, biskuit dan lain sebagainya. Sehingga, rata-rata masyarakat mengonsumsi 3000-5000 mg sodium per hari.

    Konsumsi garam berlebih dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah terutama peningkatan tekanan darah karena sodium atau garam akan menahan (meretensi) air dalam tubuh sehingga terjadi peningkatan volume plasma darah kemudian akan meningkatkan beban kerja jantung lalu pembuluh darah kehilangan elastisitasnya.

    4. MAKANAN YANG MENGANDUNG LEMAK BERLEBIH

    Makanan tinggi lemak seperti misalnya daging berlemak, kulit ayam, jeroan (otak sapi, paru ayam), susu tinggi lemak dan makanan yang digoreng, dapat meningkatkan kolesterol total dalam darah terutama kolesterol jahat atau yang biasa dikenal dengan sebutan LDL (Low Density Lipoprotein) meningkat. Bila kolesterol dalam darah meningkat, akibatnya lemak menumpuk dan membuat plak di sepanjang pembuluh darah sehingga menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang (arterosklerosis). Setelah terjadi sumbatan, maka pompa darah oleh jantung terganggu, jantung harus memompa darah lebih keras. Hal ini menyebabkan tekanan darah meningkat. Bila hal ini berlangsung secara terus- menerus, maka dapat memperparah hipertensi dan meningkatkan keparahan penyakit jantung koroner.

    5. MAKANAN CEPAT SAJI

    Makanan cepat saji masih menjadi primadona makanan zaman sekarang, karena rasanya yang gurih serta mudah didapatkan menyebabkan makanan cepat saji ini banyak diminati dari segala kalangan. Namun tahukah Anda, di balik gurihnya makanan cepat saji mengandung kalori serta kolesterol tinggi?

    Makanan cepat saji seperti ayam goreng, burger, dan kentang goreng adalah contoh makanan yang sangat tidak baik bagi kesehatan karena mengandung minyak berlebih sehingga dapat menyebabkan kolesterol total dalam darah meningkat, dan makanan cepat saji kadang mengandung bumbu penyedap dan garam dalam jumlah berlebih ditambah lagi daging pada makanan cepat saji bukanlah daging segar melainkan daging yang sudah diawetkan.

    6. MINUMAN YANG MENGANDUNG KAFEIN

    Minuman atau makanan berkafein seperti kopi, teh dan cokelat ternyata termasuk ke dalam makanan yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, selain kandungan gula dan perasa tambahan dalam secangkir kopi, kandungan kafein yang terkandung dalam kopi, teh dan cokelat dapat meningkatkan tekanan darah. Setelah itu, kafein dalam pembuluh darah mengikat reseptor Adenosin yang mengaktivasi sistem saraf simpatis dan meningkatkan hormon kortisol. Hal ini yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga menyebabkan tekanan darah naik, pompa jantung meningkat. Apabila mengonsumsi kopi terlalu sering dan dalam jumlah yang banyak, dapat meningkatkan risiko darah tinggi. Umumnya kandungan kafein dalam secangkir kopi adalah 60,4 – 80,1 mg, sedangkan batas konsumsi harian kopi (kafein) adalah 400 mg per hari atau setara dengan 4 cangkir kopi.

    Melihat bahaya dari penyakit jantung koroner serta penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbanyak, sudah saatnya kita mulai menjaga kalori serta asupan makanan yang dikonsumsi seperti perbanyak makanan yang mengandung serat seperti sayur dan buah, hindari makanan cepat saji dan makanan yang digoreng. Selain makanan, Sobat perlu menghindari kebiasaan merokok serta lakukan olah raga teratur dan istirahat yang cukup guna menjaga kesehatan jantung. Apabila sudah mengalami gejala seperti penyakit jantung koroner, jangan ragu untuk periksakan diri ke dokter, minum obat dan kontrol secara teratur kesehatan jantung Anda.

    Nah Sobat, jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Sudoyo A, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. 5th ed. Jilid 3. Jakarta: Interna Publishing; 2009. Page : 367-368.
    2. Noncommunicable Diseases (NCD) in Indonesia [Internet]. Who.int. 2014 [cited 7 September 2018]. Available from: who.int/nmh/countries/idn_en.pdf
    3. Ha S. Dietary Salt Intake and Hypertension. Electrolytes & Blood Pressure [Internet]. 2014 [cited 5 September 2018];12(1):7. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4105387/
    4. Johnston C. Functional Foods as Modifiers of Cardiovascular Disease. American Journal of Lifestyle Medicine [Internet]. 2009 [cited 5 September 2018];3(1_suppl):39S-43S. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2847297/
    5. Dalen J, Devries S. Diets to Prevent Coronary Heart Disease 1957-2013: What Have We Learned?. The American Journal of Medicine [Internet]. 2014 [cited 7 September 2018];127(5):364-369. Available from: amjmed.com/article/S0002-9343(13)01111-X/fulltext

     

    Read More
  • Hidup sehat adalah hal yang diinginkan siapa saja, mulai dari yang muda hingga tua baik oleh kaum hawa maupun adam. Hidup sehat sendiri berarti kita jauh dari berbagai penyakit dan seperti yang kita tahu ketika terserang penyakit akan mengakibatkan kita tidak mampu beraktivitas dengan optimal. Bukan hanya itu saja, penyakit tertentu juga membutuhkan biaya yang […]

    Kurangi 8 Jenis Makanan Ini Jika Tak Ingin Asam Lambung Tinggi

    Hidup sehat adalah hal yang diinginkan siapa saja, mulai dari yang muda hingga tua baik oleh kaum hawa maupun adam. Hidup sehat sendiri berarti kita jauh dari berbagai penyakit dan seperti yang kita tahu ketika terserang penyakit akan mengakibatkan kita tidak mampu beraktivitas dengan optimal. Bukan hanya itu saja, penyakit tertentu juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit dalam penyembuhannya. Pastinya tidak ada yang mau terserang penyakit bukan?

    Penyakit yang dimaksud di sini pun jenisnya bermacam-macam, mulai dari penyakit ringan seperti flu hingga penyakit membahayakan yang dapat mengancam keselamatan kita seperti penyakit jantung ataupun penyakit stroke. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas salah satu jenis penyakit yang menyerang saluran pencernaan – lebih tepatnya penyakit asam lambung.

    Penyakit asam lambung sendiri lebih dikenal dengan istilah gaestroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit yang satu ini biasanya ditandai dengan mengalami kesulitan dalam menelan makanan dan juga timbul sensasi terbakar pada bagian dada. Sebenarnya apa sih penyebab dari timbulnya penyakit asam lambung ini?

    Meskipun penyakit asam lambung tidak berbahaya, ada baiknya kita mengetahui pemicu dari penyakit ini sehingga penyakit ini tidak mudah kambuh di kemudian hari. Beberapa penyebab penyakit asam lambung antara lain adalah obesitas, kebiasaan merokok, ataupun karena penggunaaan obat-obatan tertentu. Bukan hanya itu saja, penyakit asam lambung tinggi ini juga bisa disebabkan oleh pola makan kita alias terdapat beberapa jenis makanan yang sebaiknya kita hindari agar penyakit ini tidak sering kumat. Kira-kira apa saja ya makanan yang sebaiknya kita kurangi atau hindari untuk kita penderita asam lambung tinggi?

    Dari pada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasan berikut ini!

    1. Cokelat

    Siapa di antara kita yang pecinta cokelat? Namun, tahukah kalian jika cokelat dapat memicu asam lambung kita menjadi tinggi? Tingginya kandungan kafein, lemak, serta cocoa sayangnya dapat menyebabkan asam lambung kita menjadi tinggi dan hal yang satu ini pastinya tidak diharapkan untuk terjadi.

    2. Alkohol

    Seperti yang kita ketahui, alkohol adalah salah satu jenis minuman yang tidak disarankan untuk dikonsumsi terlalu sering karena dampaknya yang dapat membahayakan kinerja organ kita. Mengonsumsi alkohol bukanlah suatu hal yang disarankan untuk penderita asam lambung karena alkohol memiliki kandungan asam yang tinggi.

    3. Kafein

    Siapa yang suka mengonsumsi kopi? Sayangnya, kita penderita asam lambung tidaklah disarankan untuk mengonsumsi kopi atau minuman yang mengandung kafein karena kandungan yang satu ini dapat memicu kambuhnya asam lambung sewaktu-waktu. Kabar baiknya, kita masih bisa mengonsumsi setidaknya satu cangkir kopi dalam sehari karena hal ini masih dalam batas aman. Kafein bukan saja hanya dtemukan pada kopi tapi juga pada teh, sehingga ada baiknya kita mengonsumsi teh herbal agar lebih aman untuk kesehatan lambung kita.

    4. Makanan yang mengandung banyak gas

    Jenis makanan yang satu ini sebaiknya dihindari oleh penderita asam lambung karena gas yang terkandung dalam makanan akan memicu perut kembung dan pastinya menimbulkan rasa tidak nyaman pada penderitanya. Beberapa makanan yang mengandung banyak gas antara lain adalah kacang-kacangan, kecambah, kubis, brokoli, serta berbagai produk olahan susu.

    5. Makanan berlemak

    Makanan berlemak bukanlah jenis makanan yang disarankan untuk terlalu sering dikonsumsi secara umum karena dapat membahayakan organ kita, terlebih lagi pada penderita asam lambung tinggi. Tingginya kandungan lemak pada suatu makanan akan memperlambat proses pencernaan yang kemudian akan membuat perut terasa mulas juga. Terdapat beberapa jenis makanan yang mengandung lemak tinggi, contohnya saja adalah keripik kentang, berbagai cookies ataupun kue yang menggunakan banyak mentega, alpukat, keju, ataupun daging beriga.

    6. Buah dengan kadar asam yang tinggi

    Buah adalah salah satu jenis makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi dengan rutin bahkan leboh baik lagi jika kita bisa mengonsumsinya tiap hari karena buah mengandung banyak vitamin yang dapat membuat tubuh kita tetap fit sepanjang hari. Namun, tahukah kalian jika terdapat beberapa buah yang tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita asam lambung? Beberapa buah-buahan yang tinggi akan kandungan asam sebaiknya tidak dikonsumsi penderita asam lambung karena dapat menyebabkan asam lambung kambuh sewaktu-waktu. Beberapa pantangan buah bagi penderita asam lambung antara lain adalah belimbing, kedondong, nanas, ataupun mangga.

    7. Makanan pedas

    Siapa di antara kita yang suka mengonsumsi makanan bercita rasa pedas? Sayangnya, penderita asam lambung dianjurkan untuk tidak mengonsumsi banyak makanan pedas karena hal ini dapat membuat iritasi pada lambung. Bila perlu tambahkan saos tomat, saos sambal, ataupun bubuk cabe pada makanan yang kita konsumsi.

    8. Minuman bersoda

    Siapa di antara kita yang masih sering mengonsumsi minuman bersoda? Apakah kalian tahu bahaya yang akan timbul karena kita mengonsumsi minuman bersoda dalam jumlah banyak? Layaknya alkohol kita tidaklah disarankan untuk mengonsumsi minuman bersoda terlalu sering karena dapat mengganggu kinerja organ kita. Bukan hanya itu saja, gelombang soda juga akan menyebar ke seluruh perut dan tentu saja membuat kondisi asam lambung semakin memburuk. Minuman bersoda biasanya akan menimbulkan efek panas, mual, serta mulas yang tidak kunjung sembuh.

    Itu tadi adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya kita hindari agar penyakit asam lambung tinggi tidak mudah kumat. Sebaiknya kita juga memulai pola hidup yang lebih sehat seperti dengan memperbanyak mengonsumsi sayuran serta buah-buahan agar kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi dengan baik. So, tunggu apalagi untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Dalam keseharian, rasanya ada saja kita temui orang di sekitar yang bersin, batuk atau pilek. Kerap kali gejala–gejala itu disebut dengan flu. Sebenarnya flu merupakan infeksi saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh virus influenza. Influenza ini dapat menyerang segala umur, tapi lebih sering terjadi pada anak hingga usia 14 tahun. Golongan usia lanjut (≥ […]

    Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Dalam keseharian, rasanya ada saja kita temui orang di sekitar yang bersin, batuk atau pilek. Kerap kali gejala–gejala itu disebut dengan flu. Sebenarnya flu merupakan infeksi saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh virus influenza. Influenza ini dapat menyerang segala umur, tapi lebih sering terjadi pada anak hingga usia 14 tahun. Golongan usia lanjut (≥ 65 tahun) menempati tempat kedua usia tersering terkena penyakit flu. Hingga saat ini, vaksin influenza masih dipercaya efektif terhadap pencegahan flu. Gejala flu yang seringkali muncul tiba-tiba, yaitu:

    – Batuk dengan/tanpa dahak.

    – Pilek, dapat ditandai hidung berair maupun rasa tersumbat pada hidung.

    – Demam.

    – Nyeri kepala.

    – Lemas.

    – Pegal seluruh tubuh.

    – Mata berair.

    Penyakit influenza biasanya akan membaik pada 5-7 hari. Vaksin influenza tidak digunakan sebagai pengobatan, hanya sebagai pencegahan terhadap penyakit flu itu sendiri.

    Tahukah Moms bahwa virus influenza dibagi menjadi 4 tipe, yaitu tipe A, B, C, dan D. Virus influenza yang dapat menginfeksi manusia adalah virus tipe A, B, dan C. Virus tipe A dan B ini menjadi penyebab tersering dari tingginya rantai penularan flu di masyarakat, sedangkan virus influenza C tergolong jarang menyebabkan penyakit flu. Gejala yang disebabkan oleh virus tipe A dan B juga biasanya didapati lebih parah dibandingkan virus influenza tipe C. Berbeda dengan virus influenza lainnya, virus influenza tipe D tidak dapat menginfeksi manusia, melainkan virus ini biasanya menyerang sapi dan kerbau.

    Virus influenza tipe A dibagi lagi menjadi jenis-jenis sub tipe berdasarkan kandungan protein yang terdapat pada permukaan dinding virus tersebut. Pada saat ini, dikenal 2 subtipe dari virus influenza tipe A yang menjadi penyebab flu di masyarakat, yaitu virus H1N1 dan H3N2.  Sedangkan, virus influenza tipe B yang diketahui menginfeksi tubuh manusia, yaitu virus B/Yamagata dan virus B/Victoria. Vaksin influenza terbukti efektif terhadap keempat tipe virus flu ini.

    Pertengahan tahun 2018 ini, angka kejadian flu di Indonesia tergolong tinggi, dapat dilihat melalui data persebaran penyakit influenza berikut ini.

    Moms, melalui data tersebut, WHO melaporkan 87% kejadian flu di masyarakat disebabkan oleh virus influenza tipe A, dan 13% sisanya disebabkan oleh virus influenza tipe B. Dari yang terinfeksi virus tipe A didapatkan 80% disebabkan oleh virus H1N1 dan 20% sisanya oleh virus H3N2. Untuk virus influenza tipe B didominasi oleh virus B-Yamagata sebanyak 80%. Seringkali penyakit flu ini dikaitkan terhadap musim yang sedang berjalan, namun berbeda pada negara tropis, penyakit flu terjadi pada waktu yang tidak menentu. Di Indonesia sendiri didapatkan penyakit flu dapat terjadi sepanjang waktu, namun cenderung meningkat pada bulan November hingga April. Tempat tinggal kumuh, kebersihan yang tidak terjaga, nutrisi yang buruk, keterbatasan pelayanan kesehatan, dan gaya hidup tidak sehat menjadi faktor-faktor yang bertanggung jawab terhadap terjadinya penyakit flu di masyarakat.

    Flu seringkali dianggap enteng dan tidak diobati dengan benar, dan tentu saja hal ini perlu dicermati. Mengapa? Jangan anggap enteng penyakit flu ya Moms, karena komplikasi yang dapat ditimbulkan dari penyakit flu cukup serius dan dapat mengenai sistem tubuh lainnya. Selain mencegah terjadinya penyakit flu, vaksin influenza tentunya sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi dari virus influenza. Komplikasi yang sering terjadi, yaitu:

    1. INFEKSI BAKTERI

    Infeksi bakteri yang sering terjadi bersamaan dengan infeksi virus ini adalah penyakit pneumonia. Pneumonia adalah suatu infeksi yang terjadi pada jaringan paru-paru mengakibatkan perubahan struktural pada paru-paru sehingga membuat kerja paru-paru tidak lagi optimal dalam sistem pernapasan manusia. Ada tiga tanda utama yang muncul yaitu demam tinggi, batuk hebat, dan sesak napas. Rawat jalan tidak lagi cukup untuk mengobati pneumonia.

    1. INFEKSI SISTEM SARAF

    Virus influenza dapat menyebar hingga otak dan sistem saraf. Apabila sudah menginfeksi ke dalam otak, maka akan terjadi komplikasi dari sistem saraf pusat, seperti contohnya kejang yang dapat terjadi pada sebagian tubuh maupun seluruh tubuh. Kerusakan pada jaringan otak itu sendiri juga dapat terjadi dan biasanya ditandai dengan perubahan kesadaran dan perilaku.

    1. INFEKSI PADA JANTUNG & ORGAN LAINNYA

    Walaupun jarang terjadi, namun virus influenza dapat mengakibatkan infeksi pada selaput jantung dan otot jantung yang menyebabkan jantung tidak lagi dapat memompa darah dengan baik. Organ lainnya yang dapat terkena adalah ginjal, yang dapat berujung pada gagal ginjal.

    Vaksin influenza dibuktikan dapat mencegah terjadinya penyakit flu sebesar 50-80%. Pemberian vaksin influenza sebaiknya dilakukan setiap tahunnya, terutama bagi:

    –  Penduduk usia ≥ 50 tahun.

    –  Anak usia 6 bulan – 5 tahun.

    – Penderita penyakit kronis (diabetes, penyakit ginjal, penyakit jantung, penderita kanker, penyakit ginjal, dsb).

    –  Wanita hamil.

    – Memiliki sistem imun yang rendah (penderita HIV, pengguna obat kortikosteroid jangka panjang).

    –  Petugas medis.

    –  Semua orang yang mau melindungi dirinya dari penyakit flu.

    Vaksin influenza yang beredar di masyarakat ada 2 jenis, yaitu vaksin hidup yang diberikan secara spray pada hidung dan vaksin mati yang diberikan melalui suntikan. Berdasar rekomendasi terbaru tahun 2017-2018 yang dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menyatakan bahwa pemberian vaksin hidup tidak lagi direkomendasikan, karena memiliki tingkat efektivitas yang rendah terhadap virus influenza yang tersebar. Pemberian vaksin influenza yang saat ini direkomendasikan hanya pemberian melalui suntikan. Vaksin influenza mencakup keempat jenis virus yang paling sering menyebabkan flu, yaitu virus H1N1, virus H3N2, dan kedua virus tipe B. Sampai saat ini belum didapati efek samping yang bermakna pada pemberian vaksin influenza ini.

    Reaksi yang dapat ditimbulkan dari pemberian vaksin dapat dibedakan menjadi 3 berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu ringan, sedang, dan berat. Reaksi yang paling sering terjadi dari pemberian vaksin influenza ialah tergolong ringan, yaitu adanya kemerahan, nyeri, dan bengkak pada lokasi tempat penyuntikan, adanya gejala seperti flu yang menyertai pada 1-2 hari setelah penyuntikan, seperti rasa panas dingin pada badan, mata berair, dan lemas, tapi dapat hilang dengan sendirinya. Demam juga dapat terjadi sebagai reaksi yang dapat terjadi setelah vaksinasi, tapi apabila didapati terjadi biasanya diakibatkan karena ada pemberian vaksin influenza yang bersamaan dengan pemberian vaksin lainnya. Reaksi yang mengancam nyawa sangat jarang terjadi.

    Oleh karena itu, tak boleh anggap enteng penyakit flu dan komplikasinya Moms! Lindungi diri dan keluarga yang Anda cintai dengan menjaga kesehatan serta vaksin flu. Kini, ada layanan vaksin ke rumah yang bisa diakses dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Influenza Update [Internet]. World Health Organization. August 2018 [cited 24 August 2018]. Available from: who.int/influenza/surveillance_monitoring/updates/EN_GIP_Influenza_transmission_zones.pdf
    2. Rothberg M, Haessler S, Brown R. Complications of Viral Influenza. The American Journal of Medicine. 2008;121(4):258-264.
    3. Update: ACIP Recommendations for the Use of Quadrivalent Live Attenuated Influenza Vaccine (LAIV4)- United States, 2018-19 Influenza Season [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. June 2018 [cited 21 August 2018]. Available from : cdc.gov/mmwr/volumes/67/wr/mm6722a5.htm?s_cid=mm6722a5_w%20
    4. Ghebrehewet S, MacPherson P, Ho a. Clinical Updates Influenza. The BMJ. December 2016;355:1-10.
    5. Types of Influenza Viruses [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. June 2018 [cited 21 August 2018]. Available from : cdc.gov/flu/about/viruses/types.htm
    6. Influenza NICD Recommendations for the diagnosis, prevention, management and public health response. National Institue for Communicable Diseases. May 2017.
    7. Barberis I, Martini M, Iavarone F, Orsi A. Available influenza vaccines: Immunization strategies history and new tools for fighting the disease. J Prev Med Hyg. 2016;57:41-46.
    8. Treanor JJ. Influenza Vaccination. The New England Journal of Medicine. 2016;375:1261-8.

     

    Read More
  • Pernahkah kalian mengalami sakit perut? Apa yang menurut kalian menyebabkan sakit perut? Sakit perut dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti ketidakcocokan perut kita dengan jenis makanan tertentu, pola makan kita yang berantakan, ataupun karena disebabkan oleh penyakit tertentu. Maag adalah salah satu contoh penyakit yang menyebabkan perut kita sewaktu-waktu dan kita perlu mengonsumsi obat tertentu […]

    6 Pantangan Makanan untuk Penderita Maag

    Pernahkah kalian mengalami sakit perut? Apa yang menurut kalian menyebabkan sakit perut? Sakit perut dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti ketidakcocokan perut kita dengan jenis makanan tertentu, pola makan kita yang berantakan, ataupun karena disebabkan oleh penyakit tertentu. Maag adalah salah satu contoh penyakit yang menyebabkan perut kita sewaktu-waktu dan kita perlu mengonsumsi obat tertentu untuk mencegah pernyakit ini kambuh sewaktu-waktu. Maag tentu saja akan menganggu keseharian kita karena membuat kita tidak nyaman untuk beraktivitas dan pastinya membuat kita tidak bisa beraktivitas dengan optimal dalam sehari.

    Sebenarnya apa sih penyebab dari penyakit maag? Maag dapat disebabkan oleh banyak hal seperti adanya luka pada lapisan dalam lambung, terjadinya infeksi bakteri helicobacter pylori, efek samping karena penggunaan obat tertentu, dan lain-lain. Tanpa disangka, stres juga merupakan salah satu penyebab dari maag dan hal ini juga dipicu oleh waktu istirahat kita yang kurang. Namun tahukah kalian jika terdapat beberapa makanan yang dapat memicu kambuhnya maag? Berarti kita harus menghindari makanan tersebut dong?

    Dari pada semakin penasaran mengenai pantangan makanan apa untuk penderita maag, yuk kita simak penjelasan berikut!

    1. Makanan pedas

    Makanan pedas adalah salah satu jenis makanan yang digemari oleh semua kalangan, mulai dari yang muda hingga sudah lanjut usia. Namun tahukah kalian jika penderita maag sebaiknya menghindari makanan pedas? Yup, makanan pedas dapat menyebabkan luka pada lambung yang pastinya memperparah penyakit maag. Untuk itulah kita sebaiknya menghindari makanan yang banyak mengadung cabai, bubuk cabai, ataupun merica.

    2. Makanan asam

    Seperti makanan pedas, penderita maag tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan asam karena jenis makanan yang satu ini dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan. Beberapa contoh makanan asam antara lain adalah buah jeruk, limau, lemon, minuman berkabonasi ataupun minuman bersoda, dan lain-lain.

    3. Produk olahan susu

    Apakah kalian termasuk penggemar susu? Namun tahukah kalian jika berbagai produk olahan susu tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit maag? Kenapa begitu? Yup benar sekali, tingginya kandungan laktosa pada berbagai produk olahan susu inilah yang dapat menyebabkan timbulnya gangguan pada saluran pencernaan kita. Kandungan laktosa ini akan menyebabkan perut kita menjadi kembung, menghasilkan gas berlebih dan tentu saja bisa berujung pada diare. Meskipun begitu, kita tetap bisa mengonsumsi beberapa produk olahan susu apabila berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter agar kebutuhan nutrisi kita tetap tercukupi.

    4. Minuman berkafein

    Kabar mengecewakan bagi pecinta kopi namun penderita penyakit maag. Kok bisa? Yup, sebagai penderita maag kita tidak disarankan untuk mengonsumsi minuman berkafein dalam intensitas waktu yang rutin karena hal ini dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan kita. Beberapa contoh minuman berkafein lainnya adalah cokelat, soda, serta teh.

    5. Makanan yang sulit dicerna

    Beberapa jenis makanan yang sulit dicerna juga akan menyebabkan gangguan pada pencernaan kita dan hal ini lah yang menyebabkan lambung kita bekerja lebih keras dari biasanya. Memang makanan apa yang dimaksud dengan makanan sulit dicerna di sini? Beberapa contohnya makanan sulit dicerna antara lain adalah cake, makanan dengan kadar lemak tinggi, keju, cokelat, dan lain-lain.

    6. Buah dan sayur yang menghasilkan gas

    Buah dan sayuran yang tinggi akan kandungan gas juga tidak disarankan untuk penderita maag karena hal ini dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan kita. Beberapa contoh makanan yang tinggi akan kandungan gas adalah kubis, kacang-kacangan, nangka, kedondong, pisang ambon, sawi, dan berbagai buah-buahan yang dikeringkan.
    Nah itu tadi adalah beberapa pantangan makanan untuk penderita maag yang perlu kita ketahui. Bukanlah suatu hal yang sulit untuk diingat bukan? So, pastinya sudah siap untuk hidup lebih sehat dari sebelumnya bukan?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Sobat, seringkah Anda mengalami tidak bisa tidur malam hari? Tentunya kita tak asing lagi mendengar keluhan-keluhan sekitar yang mengatakan dirinya tidak bisa tidur malam hari, tapi apakah yang sebenarnya dimaksud kondisi tidak bisa tidur malam hari? Insomnia, atau yang sering dibilang tidak bisa tidur malam hari, sesungguhnya merupakan suatu keadaan yang membuat kuantitas dan kualitas […]

    Duh, Sering Susah Tidur Malam Hari Nih!

    Sobat, seringkah Anda mengalami tidak bisa tidur malam hari? Tentunya kita tak asing lagi mendengar keluhan-keluhan sekitar yang mengatakan dirinya tidak bisa tidur malam hari, tapi apakah yang sebenarnya dimaksud kondisi tidak bisa tidur malam hari? Insomnia, atau yang sering dibilang tidak bisa tidur malam hari, sesungguhnya merupakan suatu keadaan yang membuat kuantitas dan kualitas tidur menjadi terganggu.

    Gangguan tidur ini mencakup saat seseorang mengalami kesulitan untuk memulai tidur, kesulitan untuk mempertahankan tidur atau ditandai dengan sering terbangun dan sulit kembali tidur lagi, ataupun kesulitan untuk bangun di pagi hari, serta kualitas tidur yang tidak baik. Kualitas tidur yang tidak cukup ini ditandai dengan adanya rasa mengantuk yang hebat pada siang hari/ pada saat beraktivitas. Sekitar 30-40% orang di dunia melaporkan mengalami keadaan tidak bisa tidur malam hari. Wajarnya pada dewasa normal, waktu yang dibutuhkan untuk tidur adalah 7-8 jam, sedangkan pada orang tua, terutama pada lansia, waktu tidur tidak lagi sama, dimana biasanya waktu tidur ini menjadi lebih sedikit, yaitu sekitar 5-6 jam per harinya.

    Apa saja yang dapat menyebabkan keadaan tidak bisa tidur malam hari?

    – Penyakit fisik, contoh: adanya rasa sakit yang dirasakan terus-menerus, gangguan jantung dan paru-paru yang menyebabkan sulit bernapas saat tidur, gangguan sendi hingga menyebabkan pergerakan menjadi terbatas, ataupun infeksi kronis, seperti hepatitis dan infeksi HIV/AIDS.

    – Gangguan kejiwaan, contohnya depresi, gangguan cemas, gangguan bipolar, maupun gangguan kepribadian.

    – Konsumsi obat-obatan, contohnya obat antidepresan, obat golongan adrenergik (salbutamol, terbutaline, metilfenidat, dexamfetamin), kortikosteroid, dan golongan opioid (morfin, tramadol, kodein, oxycodone, dll).

    – Genetik/keturunan keluarga.

    – Pola hidup yang tidak teratur, contohnya waktu kerja yang tidak menentu, olahraga tidak teratur, tidak adanya agenda sehari-hari yang teratur, serta kebiasaan merokok dan minum alkohol.

    Seseorang dikatakan terkena insomnia apabila gejala tidak bisa tidur malam hari ini sudah dialami selama 3 malam dalam 1 minggu yang terjadi terus-menerus selama 3 bulan berturut-turut dan menyebabkan gangguan pada aktivitas sehari-hari.

    Ada 10 tanda dan gejala dari gangguan insomnia, serta efek yang ditimbulkan dari gangguan tersebut, yaitu:

    1. Sulit untuk memulai tidur malam hari.
    2. Sulit untuk tidur nyenyak.
    3. Sering terbangun tiba-tiba di malam hari dan sulit untuk kembali tidur.
    4. Cepat terbangun di pagi hari.
    5. Rasa lelah dan tidak bersemangat pada waktu kerja.
    6. Rasa mengantuk yang berlebihan pada siang hari.
    7. Gangguan mood dan perubahan perilaku.
    8. Gangguan akademik di sekolah, maupun pekerjaan.
    9. Gangguan hubungan interpersonal dengan orang lain.
    10. Selalu berespons negatif terhadap perilaku orang yang ditujukan pada dirinya

    Keadaan tidak bisa tidur malam hari ini juga tentunya memengaruhi kesehatan dan keterbatasan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Adanya penurunan kualitas tidur akan mengganggu kerja dari sistem imun tubuh, fungsi otak, dan kerja dari sistem organ, seperti contohnya jantung. Hal ini ditandai dengan adanya perubahan mood, daya ingat, dan proses penyembuhan penyakit. Selain itu, gangguan tidur sering berkaitan dengan terjadinya depresi, yang kemudian berujung pada adiksi (ketergantungan) terhadap obat penenang. Maka apabila Sobat sudah sering mengalami tidak bisa tidur malam hari, perlu dicermati dan ditangani dengan baik.

    Berikut beberapa tips yang dapat Sobat coba untuk memperbaiki kualitas tidur:

    1. Paksakan dirimu untuk memiliki jadwal tidur yang teratur. Hal ini dapat dilakukan dengan mengatur jam bangun dan tidur setiap harinya.
    2. Ciptakan suasana tidur yang baik, seperti contohnya lampu yang disesuaikan, suasana yang hening, dan suhu ruangan yang cukup.
    3. Baringkan dirimu di tempat tidur ketika sudah merasa cukup mengantuk untuk tidur. Jangan biasakan dirimu berbaring di tempat tidur terlalu lama untuk melakukan aktivitas lainnya, seperti bermain gadget, atau membaca. Apabila setelah berbaring, tidak juga kunjung tidur dalam 15-20 menit berikutnya, Anda perlu bangun dari tempat tidur dan berpindah posisi untuk melakukan aktivitas yang ringan, seperti bersantai dan membaca.
    4. Biasakan untuk olahraga teratur setiap harinya, cukup 20-30 menit/hari. Olahraga dapat membuat metabolisme tubuhmu lancar dan juga membantu tidur.
    5. Asupan nutrisi tentunya juga berpengaruh terhadap kualitas tidur. Hindari makanan dan minuman yang bersifat stimulan, contohnya alkohol, kopi, teh, cokelat, minuman kaleng terutama minuman penambah energi, serta makanan yang terlalu manis. Makanan dan minuman tersebut disarankan untuk tidak dikonsumsi minimal dalam waktu 6 jam sebelum tidur. Sebaliknya, makanan yang mengandung kacang dan produk susu dapat membantu kualitas tidur. Penelitian lainnya juga menyatakan bahwa asupan karbohidrat dan lemak yang tinggi juga berpengaruh terhadap terjadinya insomnia. Berbeda dengan karbohidrat dan lemak, asupan protein, seperti susu dan ikan, justru membantu untuk memperbaiki kualitas tidur. Dan jangan dilupakan Sobat, kalau buah dan sayuran memiliki banyak manfaat, termasuk untuk memperbaiki kualitas tidur.
    6. Bebaskan pikiranmu dari beban stres maupun pikiran kesibukan lainnya yang mengganggu. Usahakan dirimu dalam keadaan tenang saat menjelang tidur. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan relaksasi, yaitu dengan meditasi dan lakukan gerakan pelemasan otot-otot di tubuh mulai dari kepala hingga anggota tubuh.

    Apabila tidak bisa tidur malam hari ini sudah dirasakan berulang sejak lama, jangan takut untuk tetap mencoba menjalani tips di atas guna memperbaiki kualitas tidur Sobat. Namun, apabila cara-cara tersebut belum juga berhasil, saatnya Sobat segera memeriksakan diri ke dokter. Obat-obatan dapat diberikan untuk pengobatan dari gangguan tidak bisa tidur malam hari ini, biasanya yang diberikan adalah obat golongan benzodiazepine, contohnya lorazepam, estazolam, dan alprazolam.

    Namun, mengingat banyaknya efek samping dari konsumsi obat-obatan, tentunya Sobat memilih untuk tidak kecanduan obat-obatan bukan? Ayo Sobat, segera perbaiki kebiasaan pola hidupmu agar mendapat kualitas dan kuantitas tidur yang baik pula! Selain itu, bila Sobat ingin mendapatkan informasi kesehatan lainnnya, segera akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Sobat bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 untuk keterangan lebih lanjut.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Valente S. Evaluating and Managing Insomnia: Non-pharmacological Treatments. Journal of Sleep Disorders & Therapy.2015;4(2):1-4.
    2. Cunnington D, Junge M. Clinical Updates Chronic insomnia: diagnosis and non-pharmacological management. British Medical Journal. 2016:1-6.
    3. Winkelman JW. Insomnia Disorder. The New England Journal of Medicine. 2015;375(15):1437-44.
    4. St-Onge MP, Mikic A, Pietrolungo. Effects of Diet on Sleep Quality. American Society for Nutrition. 2016;7:938-49.
    5. Zeng y, Yang J, Du J, Pu X, Yang X, Yang S, et al. Strategies of Functional Foods Promote Sleep in Human Being. Current Signal Transduction Therapy. 2014;4(3):148-55.
    Read More
  • Moms, sadarkah Anda bahwa makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari ternyata dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit terutama darah tinggi (hipertensi), apalagi jika makanan tersebut dikonsumsi secara berlebihan. Sebelumnya, kita harus mengenal apa yang dimaksud dengan darah tinggi. Darah tinggi atau dalam bahasa kedokteran disebut hipertensi, adalah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan tekanan darah. Dikatakan tekanan […]

    Waspada! 7 Asupan Ini Bisa Meningkatkan Risiko Darah Tinggi

    Moms, sadarkah Anda bahwa makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari ternyata dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit terutama darah tinggi (hipertensi), apalagi jika makanan tersebut dikonsumsi secara berlebihan.

    Sebelumnya, kita harus mengenal apa yang dimaksud dengan darah tinggi. Darah tinggi atau dalam bahasa kedokteran disebut hipertensi, adalah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan tekanan darah. Dikatakan tekanan darah tinggi bila tekanan darah di atas atau sama dengan 140/90 mmHg. Faktor penyebab darah tinggi tidaklah hanya berasal dari makanan berlemak saja, tetapi seperti obesitas atau kegemukan, alkohol, stres, kafein, mengonsumsi makanan yang asin atau dengan tinggi garam, keturunan (riwayat darah tinggi dalam keluarga), kurangnya aktivitas fisik dan olahraga dapat meningkatkan tekanan darah.

    Terkadang kita tidak menyadari makanan yang kita konsumsi berisiko meningkatkan tekanan darah, yakni:

    1. GARAM

    Garam yang biasa disebut Natrium sangat berpotensi meningkatkan tekanan darah, batas konsumsi garam per hari bagi orang dewasa adalah 1500-2300 mg atau sekitar 1 sendok teh garam per harinya, dengan kata lain untuk orang yang sudah menderita tekanan darah tinggi harus mengonsumsi garam jauh di bawah dari batas asupan normal per harinya. Namun, kenyataannya rata-rata masyarakat mengonsumsi garam lebih tinggi dari batas anjuran, sumber garam tidak hanya berasal dari makanan utama saja, terkadang kita mengonsumsi garam berlebih berasal dari makanan tambahan atau snack seperti mie instan, keripik, biskuit, dan lain sebagainya. Sehingga, rata-rata masyarakat mengonsumsi 3000-5000 mg sodium per hari.

    Konsumsi garam berlebih dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah terutama peningkatan tekanan darah karena sodium atau garam akan menahan (meretensi) air dalam tubuh sehingga terjadi peningkatan volume plasma darah kemudian akan meningkatkan beban kerja jantung. Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi asupan garam per harinya ya, Moms.

    2. GULA

    Gula merupakan hal yang penting harus kita waspadai sebagai salah satu makanan penyebab tekanan darah tinggi. Batasan asupan normal gula pada orang dewasa rata-rata sekitar 24-36 gram per hari atau setara dengan 6 sampai 9 sendok teh per harinya. Gula bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan seperti biskuit, makanan dalam kemasan, pemanis buatan, susu kental manis, kue, kopi dan minuman dengan perasa.

    Tingginya asupan gula setiap hari dapat membuat cadangan lemak dalam tubuh meningkat sehingga menyebabkan risiko obesitas, bila penumpukan lemak dalam pembuluh darah terjadi maka akan meningkatkan beban kerja jantung kemudian dapat meningkatkan risiko darah tinggi.

    3. MAKANAN TINGGI LEMAK

    Makanan tinggi lemak seperti misalnya daging berlemak, kulit ayam, jeroan (otak sapi, paru ayam), susu tinggi lemak dan makanan yang digoreng, dapat meningkatkan kolesterol total dalam darah terutama kolesterol jahat atau yang biasa dikenal dengan sebutan LDL (Low Density Lipoprotein) meningkat, dengan meningkatnya kolesterol dalam darah, mengakibatkan lemak menumpuk dan membuat plak di sepanjang pembuluh darah. Setelah terjadi sumbatan, maka pompa darah oleh jantung terganggu, jantung harus memompa darah lebih keras, hal ini membuat tekanan darah meningkat. Bila hal ini berlangsung secara terus-menerus, maka dapat memperparah hipertensi bahkan menimbulkan penyakit jantung koroner.

    4. MAKANAN CEPAT SAJI

    Pada zaman modern seperti sekarang ini, rata-rata masyarakat lebih gemar  mengonsumsi makanan cepat saji karena lebih praktis dan rasanya yang lebih gurih sehingga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa terkadang lebih memilih konsumsi makanan cepat saji. Makanan cepat saji seperti ayam goreng, burger, dan kentang goreng mudah sekali untuk ditemui.

    Makanan seperti ini sangat tidak baik bagi kesehatan karena mengandung minyak berlebih sehingga dapat menyebabkan kolesterol total dalam darah, dan makanan cepat saji kadang mengandung bumbu penyedap dan garam dalam jumlah berlebih, ditambah lagi daging pada makanan cepat saji bukanlah daging segar melainkan daging yang sudah diawetkan.

    Melihat kondisi di atas, sebaiknya batasi asupan makanan fast food atau makanan cepat saji ya, Moms.

    5. MINUMAN BERSODA

    Siapa yang tidak pernah merasakan minuman bersoda? Dibalik rasanya yang manis, minuman bersoda ternyata mengandung gula yang sangat tinggi.  Gula ternyata memiliki nama samaran dalam kemasan misalnya sukrosa atau HFCS (High Fructose Corn Syrup). Seperti yang telah dijelaskan di atas, konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas yang secara tidak langsung dapat menyebabkan risiko tekanan darah tinggi.

    6. KAFEIN

    Minuman atau makanan berkafein seperti kopi, teh dan cokelat ternyata termasuk ke dalam makanan yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, selain kandungan gula dan perasa tambahan dalam secangkir kopi, kandungan kafein yang terkandung dalam kopi, teh dan cokelat dapat meningkatkan tekanan darah. Ketika kafein masuk ke dalam sistem pencernaan, sebanyak 99% akan diserap ke pembuluh darah dan mencapai kadar puncak di pembuluh darah dalam waktu 45-60 menit. Setelah itu, kafein dalam pembuluh darah mengikat reseptor Adenosin yang mengaktivasi sistem saraf simpatis dan meningkatkan hormon kortisol. Hal ini yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga menyebabkan tekanan darah naik, pompa jantung meningkat. Jadi, otomatis bila Anda mengonsumsi kopi terlalu sering dan dalam jumlah yang banyak, dapat meningkatkan risiko darah tinggi. Umumnya kandungan kafein dalam secangkir kopi adalah 60,4 – 80,1 mg, sedangkan batas konsumsi harian kopi (kafein) adalah 400 mg per hari atau setara dengan 4 cangkir kopi.

    7. ALKOHOL

    Minuman beralkohol seperti wine (anggur merah), bir, makanan yang mengandung alkohol seperti tape juga dapat meningkatkan risiko peningkatan tekanan darah. Batas konsumsi alkohol 1-2 kali dalam sehari atau 100 ml–350 ml per hari.

    Tekanan darah tinggi yang berlangsung terus-menerus tentu sangat berbahaya bagi kesehatan, hal ini dapat mengganggu sistem organ tubuh lainnya seperti:

    • Kerusakan Pembuluh Darah

    Tekanan darah yang tinggi terus-menerus dapat menyebabkan pembuluh darah kurang kelenturannya atau sifat elastisitasnya, sehingga lemak dan kolesterol sangat memungkinkan lebih cepat menumpuk, dengan adanya penumpukan ini maka darah yang mengalir akan tersumbat, darah akan lambat sampai ke seluruh tubuh, kerja jantung akan semakin berat sehingga dapat menyebabkan jantung koroner, gangguan irama listrik jantung, serta sianosis (oksigen ke jaringan berkurang karena darah lambat sampai ke jaringan tubuh).

    • Kerusakan Organ Jantung

    Beban jantung akan semakin berat karena memompa darah lebih keras akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah, maka semakin lama dinding otot jantung semakin melebar sehingga menyebabkan perbesaran otot jantung.

    • Kerusakan Organ Paru-Paru

    Bila pompa jantung terganggu, otomatis akan terjadi penumpukan darah paru-paru menuju jantung, sehingga darah akan terbendung di pembuluh darah paru dan jaringan paru sehingga menyebabkan pasien mudah lelah, keringat dingin malam hari, sesak napas ketika melakukan aktivitas fisik berlebihan. Bila kondisi ini berlangsung lama, maka akan mengakibatkan gagal jantung dan paru.

    • Kerusakan Organ Ginjal

    Bila terjadi gangguan pada sirkulasi darah dan pompa jantung maka darah yang melewati ginjal pun akan terganggu sehingga dapat menyebabkan gagal ginjal.

    • Kerusakan Otak

    Tidak hanya sumbatan ke jantung dan paru-paru saja yang dapat terjadi, adanya gangguan aliran darah dapat mengganggu kerja otak. Bila asupan oksigen menuju otak terhambat maka otak dalam keadaan iskemik (kekurangan oksigen) sehingga pasien dapat jatuh ke dalam kondisi stroke.

    Moms, melihat beberapa komplikasi penyakit lain yang mungkin timbul akibat peningkatan tekanan darah, maka kita harus mencegah risiko timbulnya peningkatan tekanan darah. Dimulai dengan langkah yang mudah yaitu mewaspadai segala asupan makanan sehari-hari, batasi asupan kalori untuk mencegah kenaikan berat badan, melakukan olahraga fisik secara teratur minimal 3-5 kali seminggu selama 30 menit per hari, ganti makanan berlemak dengan makanan yang lebih sehat seperti sayur dan buah-buahan, hindari makanan cepat saji, serta hindari makanan yang digoreng. Apabila Moms gemar makanan yang digoreng, Moms dapat mengganti minyak goreng dengan olive oil atau minyak sunflower yang lebih sehat.

    Walaupun Moms tidak sedang menderita hipertensi, ada baiknya tetap memeriksakan kesehatan diri secara berkala ke dokter karena seringkali hipertensi muncul secara tidak kita sadari. Selain itu, jangan lupa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Sudoyo A, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. 5th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2009.
    2. Ha S. Dietary Salt Intake and Hypertension. Electrolytes & Blood Pressure [Internet]. 2014 [cited 22 August 2018];12(1):7-18. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4105387/
    3. WHO | Obesity, high blood pressure, high cholesterol, alcohol and tobacco: The World Health Organization’s response [Internet]. Who.int. 2018 [cited 22 August 2018]. Available from: who.int/whr/media_centre/factsheet3/en/
    4. Husain K, Ansari R, Ferder L. Alcohol-induced hypertension: Mechanism and prevention. World Journal of Cardiology [Internet]. 2014 [cited 22 August 2018];6(5):245. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4038773/
    5. Bazzano L, Green T, Harrison T, Reynolds K. Dietary Approaches to Prevent Hypertension. Current Hypertension Reports [Internet]. 2013 [cited 22 August 2018];15(6):694-702. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4366416/

     

    Read More
  • Obesitas merupakan kondisi penumpukan lemak berlebih pada jaringan tubuh yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Masalah ini sedang menjadi sorotan dunia dimana obesitas terjadi pada 10% populasi dunia. Cara mengetahui obesitas adalah dengan menggunakan Body Mass Index (BMI), yang memperkirakan kadar lemak dalam tubuh berdasarkan berat dan tinggi badan. Berdasarkan kriteria WHO dan Asia Pasifik, seseorang […]

    8 Trik Mencegah Obesitas Zaman Now!

    Obesitas merupakan kondisi penumpukan lemak berlebih pada jaringan tubuh yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Masalah ini sedang menjadi sorotan dunia dimana obesitas terjadi pada 10% populasi dunia. Cara mengetahui obesitas adalah dengan menggunakan Body Mass Index (BMI), yang memperkirakan kadar lemak dalam tubuh berdasarkan berat dan tinggi badan. Berdasarkan kriteria WHO dan Asia Pasifik, seseorang tergolong obesitas apabila memiliki BMI 30.0 kg/m2. Berat badan akan bertambah apabila jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih besar dari jumlah kalori yang dibakar. Hal ini ternyata dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk di dalamnya adalah genetik, hormon, lingkungan, dan sosial. Sobat perlu hati– hati karena obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit lainnya seperti penyakit jantung, kencing manis, stroke, kanker, bahkan kematian.  Untuk menghindari hal tersebut, simak cara mencegah obesitas terkini di bawah ini, yuk Sobat!

     

    • KONSUMSI JENIS KARBOHIDRAT YANG TEPAT

     

    Mengonsumsi jenis karbohidrat yang tepat dapat membuat Sobat tidak cepat lapar. Jenis karbohidrat kompleks, seperti makanan yang berasal dari gandum dan beras merah, dicerna lebih lama sehingga energi yang dihasilkan bertahan lebih lama. Karbohidrat kompleks lebih dianjurkan agar Sobat tidak cepat lapar. Sedangkan, minuman yang memiliki kadar gula tinggi, seperti minuman bersoda dan minuman berperisa, mengandung karbohidrat simpleks. Jenis karbohidrat simpleks lebih cepat dicerna dan energi yang dihasilkan tidak bertahan lama, sehingga Sobat akan cenderung cepat lapar. Selain itu, minuman dengan gula tambahan sebanyak 2 gram/kg berat badan juga berhubungan dengan peningkatan masukan kalori, peningkatan berat badan, dan peningkatan massa lemak yang signifikan.

    • KUALITAS LEMAK LEBIH PENTING DIBANDINGKAN JUMLAH LEMAK YANG DIKONSUMSI

    Untuk kesehatan yang baik, tipe lemak yang dikonsumsi lebih penting daripada jumlah lemak yang dikonsumsi. Makanan yang tinggi lemak umumnya mengandung kalori yang tinggi pula. Makanan yang harus dibatasi adalah makanan yang kaya akan lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol. Lemak jenuh dan lemak trans berhubungan dengan peningkatan berat badan, sedangkan lemak tidak jenuh baik untuk kesehatan. Lemak jenuh terdapat pada daging yang segar dan daging yang telah diproses, produk olahan susu tinggi lemak (keju, krim, es krim), minyak kelapa, dan minyak palma. Lemak trans terdapat pada margarin dan makanan yang digoreng. Kolesterol terdapat pada sumber lemak hewani, seperti kuning telur, keju, daging sapi, udang. Lemak yang dianjurkan untuk lebih banyak Sobat konsumsi adalah lemak tidak jenuh yang terdapat pada minyak zaitun, minyak kanola, minyak ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

    • MENGONSUMSI MAKANAN TINGGI PROTEIN; ASUPAN KALORI SEDIKIT, NAMUN CEPAT KENYANG

    Mengonsumsi makanan tinggi protein dapat membantu menjaga berat badan. Dengan jumlah kalori yang lebih rendah, makanan tinggi protein akan membuat Sobat merasa lebih kenyang dibandingkan dengan makanan tinggi karbohidrat dan lemak. Selain itu, jumlah kalori yang dibutuhkan untuk memecah dan menyimpan protein lebih besar daripada makronutrien lainnya sehingga akan membantu meningkatkan jumlah kalori yang dibakar per harinya. Beberapa contoh makanan tinggi protein yang dianjurkan adalah kacang, biji–bijian, ikan, dan daging unggas. Berdasarkan penelitian, mengonsumsi kacang dapat membantu menjaga berat badan karena kacang memiliki kadar protein dan serat yang tinggi sehingga dapat membuat Sobat merasa lebih kenyang. Sedangkan, daging merah maupun daging yang telah diproses sebaiknya dibatasi karena konsumsi yang berlebihan dapat meningkatkan berat badan.

    • BUAH DAN SAYUR TIDAK BOLEH DILEWATKAN

    Buah dan sayuran merupakan contoh makanan dengan kalori yang rendah serta mengandung air dan serat yang tinggi. Kadar air yang tinggi pada buah dan sayur juga akan membuat Sobat merasa lebih kenyang. Disarankan untuk mengonsumsi sayur dan buah sebanyak 5 porsi per hari.

    • CINTAILAH MAKANAN RUMAH & KURANGI MEMBELI MAKANAN DARI LUAR

    Membatasi membeli makanan di restoran merupakan salah satu cara mencegah obesitas terkini. Makanan yang berasal dari restoran umumnya memiliki jumlah kalori, lemak total, lemak jenuh, kolesterol, dan sodium yang lebih besar dibandingkan makanan yang dimasak sendiri. Selain itu, makanan yang dibeli di restoran juga mengandung kadar serat dan kalsium yang rendah serta memiliki kualitas nutrisi yang lebih buruk. Makanan yang berasal dari restoran menyumbang 32% dari total kalori per orang per hari. Jumlah kalori yang masuk setiap kali Sobat makan di restoran lebih besar dibandingkan jumlah kalori dari makanan yang dimasak sendiri di rumah. Apabila harus makan di luar rumah, pilihlah makanan yang diproses dengan cara dipanggang, dibakar, dikukus, direbus, atau pilihlah salad dengan saus rendah lemak. Apabila ingin mengonsumsi makanan cepat saji disarankan untuk memilih ayam bakar atau panggang, serta batasi makanan yang diproses dengan cara digoreng.

    • ATUR PORSI MAKAN SECUKUPNYA

    Ketika makan, Sobat harus mengatur porsi makan secukupnya, jangan berlebihan. Porsi makan yang berlebihan berkaitan dengan peningkatan jumlah pemasukan kalori sehingga berperan dalam obesitas. Sobat akan cenderung mengonsumsi makanan dalam porsi besar apabila berkunjung ke restoran. Semakin besar porsi yang disediakan, maka semakin banyak pula makanan yang dikonsumsi. Ketika porsi makan meningkat 50% dan 100% dari normal, maka jumlah kalori yang masuk ke tubuh juga akan meningkat rata–rata  120% dan 130% di atas jumlah kalori yang dibutuhkan.

    • TINGGALKAN POLA HIDUP SEDENTARI

    Pola hidup sedentari merupakan pola hidup dengan aktivitas fisik yang minimal sehingga dapat berperan dalam terjadinya obesitas. Pola hidup seperti ini harus ditinggalkan dengan perbanyak aktivitas fisik. Aktivitas fisik diartikan sebagai gerakan tubuh yang dapat membakar kalori atau energi, termasuk di dalamnya adalah olahraga. Manfaat dari olahraga adalah meningkatkan total kalori yang dibakar sehingga akan membantu menjaga keseimbangan energi serta mengurangi jumlah lemak total, dan pada akhirnya menghambat terjadinya obesitas. Jenis olahraga yang dianjurkan tergantung dari umur, ada atau tidaknya keterbatasan fisik, serta ketersediaan fasilitas. Bila Sobat yang cenderung kurang aktif, dianjurkan untuk melakukan olahraga yang bersifat aerobik (berenang, jalan cepat, jogging, bersepeda) dengan durasi 30 – 60 menit dan frekuensi minimal 5 kali per minggu.  

    Selain meningkatkan aktivitas fisik, kegiatan seperti menonton televisi dan bermain video game juga harus dibatasi. Menurut penelitian, semakin banyak waktu yang Sobat habiskan untuk menonton televisi, maka berat badan akan cenderung meningkat. Menonton televisi atau bermain video game dapat mengurangi waktu untuk melakukan aktivitas fisik. Selain itu, iklan di televisi banyak yang memberikan contoh pola makan yang tidak sehat. Dengan menonton televisi, Sobat juga dapat menghabiskan lebih banyak camilan yang tidak sehat secara tidak sadar sehingga menambah total kalori yang masuk ke tubuh.

    • USAHAKAN CUKUP TIDUR SETIAP HARI

    Nah, cara mencegah obesitas terkini yang terakhir adalah dengan cukup tidur.  Kurang tidur akan meningkatkan rasa lapar dengan memengaruhi jumlah hormon yang berfungsi menekan rasa lapar, yaitu hormon gherlin dan leptin. Suhu tubuh juga akan mengalami penurunan sehingga pembakaran kalori berkurang.  Selain itu, akibat dari kurang tidur adalah Sobat bisa merasa letih keesokan harinya sehingga mengurangi semangat untuk melakukan aktivitas fisik. Oleh karena itu, mulai sekarang usahakan tidur minimal 7 jam pada malam hari ya, Sobat. Jangan lupa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat guna mendapatkan infomasi kesehatan penting lainnya. Atau hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 untuk keterangan lebih lanjut. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Chan RS., Woo J. Prevention of overweight and obesity: How effective is the current Public health approach. Int J Environ Res Public Health. Maret 2010;7(3):765–83.
    2. Recommended Community Strategy and Measurements to Prevent Obesity in the United States – CDC [Internet]. [dikutip 4 September 2018]. Tersedia pada: cdc.gov/mmwr/pdf/rr/rr5807.pdf
    3. Orringer K, Harrison R, Nichani S, Riley M, Rothberg A, Trudeau L, dkk. Obesity prevention and management. [Internet]. Juli 2013 [dikutip 4 September 2018]. Tersedia pada: med.umich.edu/1info/FHP/practiceguides/obesity/obesity.pdf
    4. Greenwood JLJ, Stanford JB. Preventing or improving obesity by addressing specific eating patterns. J Am Board Fam Med. 1 Maret 2008;21(2):135–40.
    5. Obesity Prevention Source [Internet]. Obesity Prevention Source. 2012 [dikutip 4 September 2018]. Tersedia pada: hsph.harvard.edu/obesity-prevention-source/obesity-causes/diet-and-weight/
    6. Lin TK, Teymourian Y, Tursini MS. The effect of sugar and processed food imports on the prevalence of overweight and obesity in 172 countries. Glob Health. Desember 2018 [dikutip 5 September 2018];14(1). Tersedia pada: globalizationandhealth.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12992-018-0344-y
    7. Ba S, I C, Jc S, Wpt J. Diet, nutrition and the prevention of excess weight gain and obesity. Public Health Nutr;7(1a):123–46.
    Read More
  • Mual adalah salah satu hal yang pastinya tidak diinginkan oleh siapapun karena hal ini membuat kita tidak nyaman dan rasa mual ini biasanya disertai dengan rasa pusing ataupun penyakit lainnya. Mual juga dapat menjadi salah satu tanda ada yang tidak beres dengan tubuh kita dan bukan suatu hal yang mengherankan jika hal ini dapat mengganggu […]

    Redakan Perut Mual dengan 7 Makanan Ini

    Mual adalah salah satu hal yang pastinya tidak diinginkan oleh siapapun karena hal ini membuat kita tidak nyaman dan rasa mual ini biasanya disertai dengan rasa pusing ataupun penyakit lainnya. Mual juga dapat menjadi salah satu tanda ada yang tidak beres dengan tubuh kita dan bukan suatu hal yang mengherankan jika hal ini dapat mengganggu keseharian kita sehingga membuat kita tidak beraktivitas dengan optimal dalam sehari. Pastinya tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi bukan?

    Namun, sebenarnya apa sih yang memicu timbulnya rasa mual pada sesorang?Penyebab mual dapat karena jenis makanan yang kita konsumsi, contohnya saja kita alergi terhadap beberapa jenis makanan atau saat kita makan secara berlebihan. Bukan hanya itu saja, penyebab mual juga dapat karena beberapa penyakit seperti migrain, vertigo, asam lambung naik, ataupun tukak lambung. Mual dapat menjadi kabar gembira untuk ibu muda karena mual dapat menjadi salah satu tanda kehamilan.

    Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi mual yang timbul secara terus menerus? Apakah ada obat yang ampuh untuk mengatasi permasalahan yang satu ini? Kabar baiknya, terdapat beberapa bahan alami yang dapat kita gunakan untuk mengatasi mual tanpa mengonsumsi obat yang pastinya aman untuk dilakukan. Kira-kira apa saja ya bahan alami yang ampuh untuk mengatasi mual?

    Dari pada semakin penasaran, yuk kita simak cara meredakan perut mual

    1. Mengonsumsi teh chamomile

    Teh chamomile adalah salah satu teh herbal yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat karena berbagai manfaat yang dapat kita dapatkan dari teh yang satu ini dan salah satunya adalah untuk meredakan rasa mual yang tidak kunjung hilang. Bubuk bunga chamomile sangatlah efektif untuk mengatasi berbagai permalasalahan pencernaan seperti memperlancar pembuangan gas, menenangkan perut, dan pastinya merelaksasi otot pada perut sehingga kita merasa lebih nyaman dengan kondisi perut kita dalam hitungan menit.

    2. Mengonsumsi atau menghirup lemon

    Lemon adalah bahan alami berikutnya yang efektif untuk mengatasi rasa mual yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Mengolah lemon untuk mendapatkan manfaat yang satu ini pun sangat mudah karena yang perlu kita lakukan adalah dengan merendam satu potongan lemon dengan air hangat lalu kita konsumsi beberapa kali hingga rasa mual hilang. Bukan hanya diolah menjadi minuman saja, kulit lemon juga efektif untuk meredakan rasa mual. Kita pun hanya cukup mengusap-usap kulit lemon pada benda di sekitar atau kulit kita hingga rasa mual hilang.

    3. Mengonsumsi jahe

    Siapa sih yang tidak kenal dengan jahe? Jahe adalah salah satu bumbu dapur yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita dan salah satunya adalah untuk meredakan mual. Bila ingin mengurangi rasa mual, konsumsilah 4 hingga 6 cangkir rebusan jahe tiap harinya. Hal ini cukup berbeda untuk ibu hamil, di mana sebaiknya mereka sebaiknya hanya mengonsumsi 1 hingga 2 cangkir rebusan jahe tiap harinya dan dapat kita lakukan sampai rasa mual hilang.

    4. Mengonsumsi air

    Mengonsumsi lebih banyak air adalah cara berikutnya yang dapat kita lakukan untuk mengatasi mual mengingat ketika kita muntah biasanya cairan dalam tubuh kita akan keluar dan apabila terjadi terus menerus maka dapat menyebabkan kita mengalami dehidrasi. Air yang dimaksud di sini bukan saja air putih, tapi juga dapat berasal dari berbagai makanan seperti sup, kaldu bening, minuman dingin, jeli, dan lain-lain. Namun, tidak disarankan untuk mengonsumai air secara berlebihan dalam satu waktu karena dapat memicu terjadinya peregangan pada perut dan pastinya tidak meredakan rasa mual.

    5. Serai

    Serai adalah bahan alami berikutnya yang cukup ampuh untuk meredakan rasa mual terutama bagi ibu hamil dan pastinya sayang untuk dilewatkan. Cara yang perlu kita lakukan pun sangat mudah yaitu dengan menyeduh satu batang serai yang sudah dimemarkan sebelumnya. Kita hanya perlu mengonsumsi seduhan serai ini seperti layaknya mengonsumsi teh dan dapat kita konsumsi secara rutin hingga rasa mual berkurang.

    6. Daun pandan

    Daun pandan adalah salah satu bumbu dapur yang sudah tidak asing lagi untuk digunakan sebagai bahan tambahan pada suatu hidangan dan pastinya membuat hidangan tersebut menjadi lebih wangi. Campur satu daun pandan dengan satu daun jeruk yang akan kita seduh bersamaan dengan gula jawa ataupun madu. Cita rasa yang lezat dari ramuan yang satu ini pastinya akan membuat ketagihan dan efektif untuk menyingkirkan rasa mual dalam keseharian kita.

    7. Peppermint

    Peppermint adalah bahan alami terakhir yang dapat kita gunakan untuk mengurangi rasa mual. Peppermint di sini dapat dalam bentuk aroma terapi ataupun teh, di mana sebuah penelitian menunjukkan bahwa peppermint terbukti efektif untuk menangani kasus mual sebanyak 57 persen dan bahan alami yang satu ini juga aman untuk digunakan oleh ibu hamil ataupun pasca melahirkan. Mengonsumsi teh peppermint juga mampu untuk menghilangkan rasa mual dan pastinya aman untuk dikonsumsi secara rutin.

    Itu tadi adalah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasi rasa mual yang dapat timbul sewaktu-waktu. Pastinya sudah tidak bingung kan untuk menangani permasalahan yang satu ini? Selain dengan memanfaatkan berbagai bahan alami tersebut, kita juga dapat mengubah asupan makanan kita menjadi lebih sehat seperti mengurangi atau berhenti mengonsumsi makanan berlemak di mana kandungan kolesterol yang tinggi dapat memicu timbulnya rasa mual. So, tunggu apalagi untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Sahabat sehat, walupun kita sudah melakukan diet seimbang dan menerapkan pola hidup sehat, tentunya anda pernah mengalami masalah pada sistem pencernaan anda, terutama pada lambung. Masalah yang ditimbulkan lambung bermacam-macam seperti perut kembung, rasa nyeri dan panas, kemudian dapat menjadi mual hingga muntah. Jika sahabat sering merasakan gejala seperti bersendawa setelah makan atau merasakan makanan […]

    Punya Penyakit Asam Lambung, Hindari 8 Makanan Ini

    Sahabat sehat, walupun kita sudah melakukan diet seimbang dan menerapkan pola hidup sehat, tentunya anda pernah mengalami masalah pada sistem pencernaan anda, terutama pada lambung. Masalah yang ditimbulkan lambung bermacam-macam seperti perut kembung, rasa nyeri dan panas, kemudian dapat menjadi mual hingga muntah.

    Jika sahabat sering merasakan gejala seperti bersendawa setelah makan atau merasakan makanan yang dimakan rasanya naik ke atas lagi seperti mau muntah, mungkin sahabat punya masalah dengan lambung. Orang-orang biasanya menyebutnya dengan sakit maag. Tapi mungkin saja bisa lebih serius dari itu.

    Masalah pada lambung janganlah dianggap sepele. Walaupun pada tingkat rendah tidak membahayakan, tapi apabila dibiarkan bisa menjadi berbahaya. Salah satu penyakit lambung yang cukup membahayakan dan tidak boleh dibiarkan adalah penyakit asam lambung atau yang biasa disebut GERD dalam dunia kedokteran.

    GERD adalah kependekan dari Gastro-oesophageal reflux disease atau refluks asam lambung. Refluks asam lambung merupakan kondisi dimana asam lambung yang berguna untuk mencerna makanan, memiliki kadar lebih tinggi sekaligus memiliki tekanan tinggi sehingga naik ke saluran esophageal sphincter, yaitu saluran yang memisahkan kerongkongan dengan lambung.

    Sensasi yang ditimbulkan ketika anda mengalami GERD adalah rasa nyeri pada ulu hati dan rasa panas sepanjang tenggorokkan seperti terbakar. Hal ini tentu tidak dapat dibiarkan karena asam yang naik dapat merusak sel dan rongga kerongkongan serta pencernaan sahabat.

    Terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan GERD seperti obesitas, merokok, diabetes, dan lain sebagainya. Pada tingkatan parah anda mungkin harus diopname di rumah sakit sampai tingkat asam lambung kembali normal. Prosedur untuk mengembalikan asam lambung ke tingkat normal tidaklah menyenangkan, seperti makanan yang terbatas, minum obat-obatan dan vitamin, sampai melakukan endoskopi.

    Tentunya kita tidak ingin itu terjadi pada kita bukan sahabat sehat. Nah, cara mengatasi dan menghindari gejala asam lambung yang muncul adalah dengan menjaga pola makan dan gaya hidup kita. Kenapa? Asam lambung erat kaitannya dengan makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari.

    Nah, jika sahabat ingin menghindari terkena penyakit asam lambung dan jika lambung para sahabat termasuk sensitif dan mungkin mudah sekali terserang penyakit asam lambung, ada baiknya sahabat mengindari 8 makanan ini:

    1. Kafein

    Bagi para pekerja dan pebisnis, kopi sudah menjadi bagian hidup kita sehari-hari. Rasanya kurang lengkap kalau sehari tidak mengonsumsi kopi. Kandungan kafein pada kopi pun membuat kita terjaga selama bekerja, sehingga menghindari kopi memang cukup mustahil. Padahal kopi dan produk berkafein lainnya terbukti dapat meningkatkan asam lambung. Jika kita sangat membutuhkan kafein, batasilah konsumsinya seminimal mungkin, atau dapat menggantinya dengan teh hijau.

    2. Sambal

    Kita sebagai orang indonesia rasanya suka merasa ada yang kurang jika tidak makan sambal. Padahal sahabat pasti semua tahu kalau rasa pedas dari sambal dapat membuat lambung kita panas dan bahkan dapat mengiritasi saluran esofagus. Hindarilah makanan pedas sebisa mungkin, jika susah cobalah untuk mengurangi rasa pedasnya.

    3. Coklat

    Buat sahabat pecinta coklat, mungkin ini adalah kabar buruk. Alasannya adalah coklat memiliki asam alami, dan coklat dengan tingkat cocoa dan lemak yang tinggi juga mengandung kafein dan zat theobromine yang dapat memicu refluks asam lambung. Zat dalam coklat juga bertanggung jawab dalam pelemasan otot sfingter dimana otot tersebut tidak dapat menahan asam lambung yang naik ke kerongkongan.

    4. Alkohol

    Alkohol disini bukan hanya minuman saja, tapi juga makanan yang mengandung alkohol seperti durian, tape, dan manisan buah karena memiliki kadar gas tinggi. Bukan saja minum alkohol terkadang merilekskan pikiran dan juga otot-otot badan, termasuk otot esophageal sphincter sehingga mudah sekali menaikkan asam lambung. Makanya banyak orang muntah ketika mabuk, ya inilah salah satu penyebabnya.

    5. Buah-buahan Citrus

    Nah, buat para sahabat yang sedang menjalani diet sehat tapi memiliki masalah pada lambung, hindarilah mengonsumsi buah-buahan yang rasanya asam seperti jeruk, lemon, dan lain sebagainya. Jika tetap ingin mengonsumsinya, usahan perut harus terisi dulu, jangan makan buah-buahan asam ini ketika perut sedang kosong.

    6. Makanan dengan Kadar Gas Tinggi

    Banyak makanan sehat seperti sayur dan buah yang mengandung kadar gas yang tinggi. Kadar gas tinggi tentunya memicu asam lambung naik. Makanan seperti brokoli, kol, kubis sebaiknya dibatasi konsumsinya.

    7. Protein Tinggi Lemak

    Makanan ini perlu dihindari karena dapat membuat perut buncit. Konsumsi lemak yang berlebihan juga dapat memperlambat proses pencernaan sehingga akan mudah terjadi tekanan dalam lambung yang dapat membuat asam lambung naik. Hindari juga makanan yang mengandung banyak minyak seperti gorengan karena juga mengandung lemak yang tinggi.

    8. Produk Susu

    Bukan hanya susu, tapi produk turunan lainnya seperti keju dan mentega harus dihindari karena mengandung lemak yang tinggi. Seperti yang kita tahu, lemak yang tinggi tidak bagus untuk pencernaan. Tenang saja, sahabat tetap dapat mengonsumsi makanan ini, tetapi tidak sebagai makanan utama melainkan dijadikan bahan campuran makanan lain.

    Banyak ya pantangannya? Tenang saja, sahabat tidak perlu kecil hati atau pun secara total menghindari daftar makanan di atas.

    Ingat saja, lebih baik mencegah dibanding mengobati kan. Ketika keadaan pencernaan sudah memburuk, sahabat tidak akan bisa sama sekali mengonsumsi makanan di atas. Kuncinya adalah dengan mengonsumsi secara tidak berlebihan dan ingat untuk selalu makan teratur.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja