Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 61–70 of 120 results

  • Apakah Sobat pernah mendengar tentang diet rendah purin? Jika Sobat gemar mengonsumsi daging dan bir, diet tanpa konsumsi keduanya akan terlihat tidak menarik. Namun, diet rendah purin dapat membantu Sobat yang baru saja terdiagnosis asam urat (gout), batu ginjal, maupun gangguan pencernaan. Apakah Purin Itu? Sebelum kita bahas lebih jauh, Sobat perlu tahu apa sebenarnya […]

    Asam Urat? Coba Diet Rendah Purin!

    Apakah Sobat pernah mendengar tentang diet rendah purin? Jika Sobat gemar mengonsumsi daging dan bir, diet tanpa konsumsi keduanya akan terlihat tidak menarik. Namun, diet rendah purin dapat membantu Sobat yang baru saja terdiagnosis asam urat (gout), batu ginjal, maupun gangguan pencernaan.

    Apakah Purin Itu?

    Sebelum kita bahas lebih jauh, Sobat perlu tahu apa sebenarnya purin itu. Purin sendiri bukanlah suatu senyawa yang bermasalah. Purin diproduksi secara alami dalam tubuh dan dapat juga ditemukan pada beberapa makanan tertentu. Masalahnya adalah senyawa purin nantinya akan terurai menjadi asam urat yang dapat membentuk kristal, lalu dapat menempel pada sendi dan akan menyebabkan rasa sakit dan peradangan sendi yang biasa disebut sebagai gout, atau serangan asam urat.

    Sepertiga dari asam urat yang dibuat tubuh didapat dari kadar purin yang dipecah yang didapatkan dari makanan dan minuman yang Sobat konsumsi. Jika Anda mengonsumsi banyak makanan yang mengandung purin tinggi, maka tingkat asam urat yang dikonsumsi pun akan bertambah tentunya. Terlalu banyak asam urat juga dapat menyebabkan gangguan seperti asam urat atau batu ginjal.

    Baca Juga: 10 Persiapan Travelling Bagi Penderita Asam Urat

    Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan dalam Diet Purin?

    Terdapat dua kunci penting yang perlu Sobat ketahui ketika ingin memulai diet rendah purin, yaitu mengetahui dan menghindari makanan apa saja yang mengandung purin dengan kadar tinggi. Kedua, mengubah pola diet sehingga tubuh dapat lebih mudah mengeluarkan asam urat dengan lebih baik.

    Diet rendah purin sangat bagus dilakukan pada siapa saja yang membutuhkan bantuan untuk mengelola asam urat atau batu ginjal. Diet ini juga lebih mengutamakan pada konsumsi buah–buahan dan sayur, sehingga bagi Anda yang tidak memiliki gangguan dan hanya ingin menerapkan pola makan yang sehat, diet tersebut dapat menjadi pilihan yang baik.

    Makanan Apa Saja yang Perlu Dikonsumsi?

    Sebenarnya terdapat banyak pilihan makanan yang dapat Sobat konsumsi jika mengikuti diet rendah purin. Makanan yang baik untuk dikonsumsi seperti:

    • Produk susu rendah lemak: pilihan rendah lemak dan bebas lemak paling baik, seperti susu, keju, yoghurt.
    • Biji – bijian: seperti roti, pasta nasi dan kentang. Lebih baik jika mengandung banyak gandum murni.
    • Buah–buahan dan sayuran: semua sayuran sehat, dan Sobat juga harus mengonsumsi buah–buahan, baik itu buah utuh maupun jus tanpa tambahan gula.
    • Vitamin C: sumber vitamin C yang baik seperti jeruk, nanas, stroberi, paprika, tomat dan alpukat.
    • Telur: namun Sobat tentunya hanya mengonsumsi dalam jumlah yang cukup.
    • Kopi dan teh.

    Inilah jenis makanan yang mengandung purin dengan kadar tinggi:

    • daging babi asap, daging sapi muda, bebek, hati.
    • beberapa makanan laut seperti ikan sarden, ikan teri, tuna, kerang.
    • kacang polong kering dan kacang havernut.
    • Sayuran yang mengandung kadar purin tinggi seperti kembang kol, bayam dan jamur namun sayuran tidak meningkatkan produksi asam urat seperti makanan lainnya.

    Selain makanan yang mengandung purin tinggi, Sobat juga perlu tahu makanan dan minuman lain yang dapat mengubah bagaimana tubuh mempertahankan atau mengeluarkan asam urat dari tubuh, yaitu:

    • Makanan berlemak tinggi: lemak menahan asam urat di ginjal, jadi Sobat harus menghindari makanan yang digoreng, produk susu penuh lemak, makanan berlemak tinggi lainnya.
    • Alkohol: bir dan wiski tinggi purin, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa semua konsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar asam urat. Alkohol juga dapat menyebabkan dehidrasi, yang menghambat kemampuan tubuh untuk mengeluarkan asam urat.

    Saran diet rendah purin

    Asam urat dapat melewati tubuh Sobat melalui urine, sehingga jika Anda tidak minum air dengan jumlah yang cukup, maka akan terjadi penumpukan asam urat dalam tubuh. Menurut National Kidney Foundation, Sobat dapat mengurangi risiko terkena asam urat dan batu ginjal jika Anda minum delapan gelas air atau lebih dalam sehari.

    Baca Juga: 5 Mitos Nyeri Sendi

    Bagi Sobat yang memiliki batu ginjal atau asam urat, mengikuti diet rendah purin mungkin diperlukan. Jika Anda berpikir diet rendah purin memang cocok, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter  maupun ahli gizi. Selain itu, jika Sobat  membutuhkan produk kesehatan terkait asam urat, misalnya alat tes darah untuk mengecek kadar asam urat maupun informasi kesehatan penting lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Daftar Pustaka

    1. Foods to eat and avoid on low purine diet – medicalnewstoday.com/articles/322590.php , diakses pada tanggal 8-11-2018.
    2. Gout diet: what’s allowed, what’s not – mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/gout-diet/art-20048524 , diakses pada tanggal 8-11-2018.
    3. Tips for Following a Low Purie Diet – healthline.com/health/tips-for-following-low-purine-diet , diakses pada tanggal 8-11-2018
    4. Low Purine Diet – arthritis.org/about-arthritis/types/gout/articles/low-purine-diet.php , diakses pada tanggal 8-11-2018
    5. Diet Rendah Purin – gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2013/09/Brosur-Diet-Rendah-Purin.pdf, diunduh pada tanggal 8-11-2018
    Read More
  • Apa itu diet rendah kalori? Bagi Sobat yang ingin menurunkan berat badan, pasti tak jarang mendengar istilah diet rendah kalori. Seperi kita ketahui, makan lebih sedikit kalori atau berolahraga untuk membakar kalori biasanya memang membuat berat badan turun. Satu pon lemak tubuh sama dengan 3.500 kalori. Jadi, jika Sobat ingin menurunkan 2 pon berat badan […]

    Alami Obesitas? Coba Diet Rendah Kalori!

    Apa itu diet rendah kalori? Bagi Sobat yang ingin menurunkan berat badan, pasti tak jarang mendengar istilah diet rendah kalori. Seperi kita ketahui, makan lebih sedikit kalori atau berolahraga untuk membakar kalori biasanya memang membuat berat badan turun. Satu pon lemak tubuh sama dengan 3.500 kalori. Jadi, jika Sobat ingin menurunkan 2 pon berat badan setiap minggu, maka Sobat perlu makan 7.000 kalori lebih sedikit setiap minggunya, yang artinya mengurangi rata–rata 1.000 kaori lebih sedikit setiap harinya.

    Diet rendah kalori adalah diet yang membatasi asupan Sobat hingga 1.200–1.600 kalori per hari untuk pria dan 1.000 hingga 1.200 kalori per hari untuk wanita. Ada juga diet sangat rendah kalori dimana seseorang hanya mengonsumsi 800 kalori per hari dan jenis diet ini biasanya menggunakan makanan khusus atau sup untuk menggantikan makanan dan vitamin, serta tentunya harus dengan pantauan dokter gizi maupun ahli gizi terlatih. Diet rendah kalori dapat membantu seseorang mencapai penurunan berat badan hingga 3-5 pon per minggu. Untuk menurunkan berat badan, kebanyakan orang lebih memilih diet rendah kalori dibanding diet sangat rendah kalori, karena diet yang ekstrim lebih susah untuk diikuti dan memiliki lebih banyak risiko untuk kesehatan Sobat.

    Jadi apa yang harus Sobat lakukan untuk memulai diet rendah kalori? Tentu saja Anda harus mencari tahu berapa banyak kalori yang diperlukan oleh tubuh untuk mempertahankan berat badan saat ini. Hal tersebut bergantung pada berat badan, usia, tinggi badan, dan tingkat aktivitas Sobat. Jika ingin menghitung kebutuhan kalori, Sobat dapat menggunakan berbagai jenis aplikasi yang sudah banyak tersedia.

    Baca Juga: 8 Tips Mengolah Makanan Sehat Alami

    Bila ingin menurunkan berat badan dalam jumlah yang banyak, maka Anda perlu menurunkan kebutuhan kalori perlahan-lahan sesuai dengan berjalannya waktu. Sobat juga perlu mencatat apa yang sudah dimakan sehari–hari, sehingga Anda dapat terus memantau berapa banyak kalori yang Sobat konsumsi tiap harinya.

    Menambahkan diet rendah kalori dengan berolahraga merupakan salah satu cara yang paling sukses untuk menurunkan berat badan dan juga untuk mempertahankannya.

    Berikut ini adalah beberapa tips untuk memaksimalkan kalori Sobat:

    • Konsumsi protein selalu. Cobalah konsumsi protein setiap kali Sobat makan. Tidak hanya membantu untuk menjaga tetap kenyang, tapi juga membantu membakar kalori. Studi penelitian menunjukkan bahwa protein dapat membantu meningkatkan metabolisme, sehingga membantu pembakaran kalori. Protein juga membantu menurunkan nafsu makan karena Anda merasa lebih kenyang. Ada banyak sumber protein yang bisa dicoba, seperti daging tanpa lemak, telur, keju, ikan, kacang– kacangan.
    • Jangan minum kalori. Nah, yang dimaksudkan yakni cobalah untuk menghindari semua minuman manis seperti minuman bersoda, jus buah, dan minuman olahraga. Ketika Sobat sedang diet, tidak ada minuman yang lebih penting daripada air putih. Mempertahankan kondisi tubuh dalam keadaan terhidrasi juga membantu membakar kalori dalam tubuh Sobat.
    • Hentikan konsumsi “junk food”. Tentu saja, Sobat pasti akan sesekali ingin untuk kembali mencoba makanan jenis ini, namun jangan menjadi kebiasaan. Kalori dari junk food disebut sebagai kalori kosong, karena makanan jenis ini tidak ada fungsinya untuk menyehatkan tubuh Sobat dan juga jenis makanan ini tidak membuat kenyang dalam waktu yang lama. Lebih baik jika Sobat menghilangkan jenis makanan tersebut dari daftar makanan Anda.
    • Perhatikan jenis karbohidrat yang Sobat konsumsi. Karbohidrat dibagi dalam beberapa bentuk, namun sebagian besar dibagi menjadi 2 kategori, yaitu sederhana dan kompleks. Karbohidrat kompleks umumnya adalah karbohidrat yang baik untuk tubuh seperti sayuran, kentang dan gandum utuh. Karbohidrat sederhana sering disebut juga karbohidrat olahan, seperti roti putih, nasi putih, keripik kentang, gula dan sering ditemukan dalam makanan–makanan olahan (makanan cepat saji). Buah juga mengandung gula, yang secara teknis merupakan karbohidrat sederhana, namun dianggap sebagai komponen diet yang sehat.

    Baca Juga: 8 Alasan Kenapa Medical Check Up Perlu

    Hal penting lainnya saat Sobat hendak melakukan diet rendah kalori adalah Anda mungkin akan tergoda untuk memotong kalori sebanyak mungkin untuk menurunkan berat badan lebih cepat, tapi hal ini justru akan membuat Anda sulit mempertahankan diet rendah kalori yang terlalu rendah.

    Jika Sobat ingin melakukan diet rendah kalori, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena ada kemungkinan malah berakhir dengan kekurangan gizi, terutama bagi yang masih dalam masa pertumbuhan. Penelitian juga menunjukkan bahwa orang–orang yang membatasi kalori terlalu banyak dan menurunkan berat badan terlalu cepat biasanya akan mendapatkan kembali berat badan yang sudah mereka turunkan.

    Bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Low-Calorie Diets – familydoctor.org/low-calorie-diets/ , diakses pada tanggal 10-11-2018
    2. Low-Calorei Diets mean High-Quality Lives, Research Shows – everydayhealth.com/columns/jared-bunch-rhythm-of-life/reducing-daily-calories-is-a-great-way-to-improve-your-quality-of-life/ , diakses pada tanggal 10-11-2018
    3. How healthy are low-calorie diets – today.com/health/low-calorie-diets-are-they-healthy-t119760 , diakses pada tanggal 10-11-2018
    4. Pengaruh Diet Rendah Kalori Seimbang dan Latihan Fisik Aerobik terhadap profil Lipid Perempuan Obes – journal.mercubaktijaya.ac.id/downlotfile.php?file=4.pdf, diunduh pada tanggal 10-11-2018
    5. Diet rendah kalori – gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2013/09/Brosur-Diet-Rendah-Kalori.pdf , diunduh pda tanggal 10-11-2018
    Read More
  • Human Papilloma Virus (HPV) menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya kanker mulut rahim pada wanita. Di Indonesia, kanker serviks menduduki urutan kedua dari 10 kanker berdasarkan data dari Patologi Anatomi 2010 dengan insiden sebesar 12,7%. Ini berarti jumlah penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 10.000 penduduk dan terjadi 40 ribu kasus kanker serviks […]

    PRIA, SEX, dan HPV Berikut Pembahasannya

    Human Papilloma Virus (HPV) menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya kanker mulut rahim pada wanita. Di Indonesia, kanker serviks menduduki urutan kedua dari 10 kanker berdasarkan data dari Patologi Anatomi 2010 dengan insiden sebesar 12,7%. Ini berarti jumlah penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 10.000 penduduk dan terjadi 40 ribu kasus kanker serviks setiap tahunnya. HPV sendiri tidak hanya menyerang wanita saja, akan tetapi pria juga berisiko terinfeksi virus ini.

    HPV sudah menjadi masalah yang sangat serius, tidak hanya untuk wanita tetapi bagi pria juga. Pada wanita, infeksi HPV akan menjadi kanker serviks. Pada Pria, infeksi virus ini menjadi kutil kelamin/Kondiloma akuminata (genital warts). Penularan utamanya 85% melalui hubungan seksual, termasuk melalui oral seks dan anal seks. Penularannya tidak bisa dicegah 100% dengan penggunaan kondom. Hal ini karena penularannya melalui skin to skin contact (melalui gesekan saat hubungan seks).

    hpv

    Siapa saja yang dapat tertular HPV? Pada dasarnya, pria heteroseksual  yang memiliki pasangan seksual lebih dari satu atau pria yang wanitanya memiliki pasangan seksual lebih dari satu dapat tertular HPV.  Selain itu, ada beberapa golongan resiko tinggi tertular HPV, mereka adalah pria gay dan biseksual yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual dan pria yang mengalami kondisi penurunan sistem imunitas tubuh, seperti ditemukan pada infeksi HIV- AIDS.

    Baca Juga: Sebelum Menikah Pria Juga Butuh Ini

    HPV memiliki beberapa jenis tipe dan sebagian diantaranya merupakan penyebab masalah di area genital. HPV tipe 16 dan 18 biasanya akan menimbulkan keluhan dan gejala yang berat berujung kanker penis atau kanker anus, sedangkan tipe 6 dan 11 merupakan tipe yang jinak dan penyebab kutil kelamin. Namun, meskipun jinak, tidak boleh dianggap remeh, loh. Hal ini karena angka kekambuhan yang tinggi. Ada juga dokter yang melaporkan kasus kanker di rongga mulut yang disebabkan oleh HPV. Jadi, virus HPV ini tidak hanya berbahaya terhadap wanita saja tetapi pria pun perlu mewaspadainya.

    Oleh karena itu, kita harus mengubah pandangan kita dengan pencegahan terhadap HPV karena mencegah lebih baik dari mengobati. Pencegahannya adalah dengan menghindari perilaku risiko seperti berhubungan seksual dengan pasangan lebih dari satu, berhubungan seksual dengan LGBT dan yang paling penting adalah vaksinasi.

    Menurut rekomendasi dari pusat pengendalian penyakit di Amerika (CDC) vaksinasi HPV  diberikan pada :

    • Semua anak laki-laki usia 11 atau 12 tahun
    • Semua pria hingga usia 21 tahun yang belum menerima vaksinasi ini.
    • Semua pria gay, biseksual dan pasien dengan penurunan imunitas tubuh (infeksi HIV) hingga usia 26 tahun.
    • Vaksin ini aman digunakan sampai dengan usia 26 tahun, akan tetapi paling efektif jika diberikan pada usia yang lebih muda

    Menurut rekomendasi IDAI, vaksin HPV sudah dapat diberikan pada anak berusia 10 tahun. Cara penyuntikannya:

    • Pada anak usia 10-13 tahun dilakukan 2 kali suntikan: 0 dan 6 bulan
    • Pada usia diatas 13 tahun dilakukan 3 kali suntikan: 0, 2, 6 bulan

    Cara pemberian vaksin HPV quadrivalen adalah dengan menyuntikkannya secara intramuskular (IM) lewat otot di bagian lengan kiri atas. Vaksin ini aman, reaksi ringan yang biasa dialami adalah rasa pegal dan sakit yang sifatnya sementara di lokasi penyuntikan.

    Baca Juga: 5 Makanan Penambah Stamina Pria

    FAQ Pria, sex dan HPV:

    1. Apakah vaksin HPV dapat diberikan pada wanita atau pria diatas 26 tahun?
      Menurut rekomendasi satgas imunisasi dewasa, diutamakan dibawah 26 tahun. Namun, bukan berarti usia di atasnya tidak boleh vaksinasi, ya.
    1. Apakah vaksin HPV dapat diberikan pada pria yang telah terinfeksi HPV?
      Vaksinasi HPV memang lebih baik diberikan sebelum terjadinya infeksi, tapi tetap bermanfaat juga diberikan karena apabila infeksinya yg masuk misalnya adalah tipe HPV 6 atau HPV 11, yang menimbulkan kutil kelamin. Pemberian vaksin HPV quadrivalen dapat mencegah kanker penis dan kanker anus yg disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18.
    1. Apakah bahaya HPV pada laki-laki? padahal risiko kanker rahim ada pada perempuan?
      Memang benar risiko kanker serviks ada pada perempuan, tetapi pada laki-laki HPV dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker penis dan kanker anus. Sehingga, alangkah baiknya bila keduanya di vaksinasi untuk pencegahan HPV.
    1. Pada laki-laki mana yang lebih mudah, mengobati atau mencegah HPV?
      Lebih mudah pencegahan dengan vaksinasi karena bila kutil diobati, kutilnya hilang tapi virusnya seringkali masih ada di dalam darah. Kemudian, sebagai pria kita harus peduli dengan pasangan dengan cara memberikan mereka vaksinasi HPV.
    1. Bila pasangan saya wanita berusia 35 tahun dan sudah pernah kena kutil kelamin,   apakah masih bisa mendapatkan vaksinasi HPV?
      Tentunya, masih dapat diberikan vaksinasi HPV untuk mencegah infeksi HPV penyebab kanker serviks. Namun, jangan lupa untuk tetap melakukan pap smear dulu ya sebelum vaksinasi.
    1. Apabila sedang terkena kutil kelamin dan ingin di vaksinasi HPV apakah harus        sembuh dulu kutilnya atau boleh divaksin ketika sedang ada kutilnya?
      Boleh langsung diberikan vaksinasi pada penderita yang sedang terkena kutil kelamin.

    Baca Juga: 6 Khasiat Cengkeh Untuk Pria

    1. Bagaimana Efektivitas vaksin HPV bila baru dilakukan 2x suntik untuk usia diatas 20 thn dan aktif secara seksual? Apakah lebih baik dilanjutkan suntik ke 3?
      Sebaiknya tetap dilakukan 3 x suntik di bulan 0,2 dan 6 dan jadwal lebih baik tidak terlewatkan lebih dari setahun.
    1. Bila sudah melakukan vaksinasi pertama lalu terlewat setahun dan kemudian hamil, apakah tetap divaksinasi?
      Bila hamil, vaksinasi HPV ditunda terlebih dulu kemudian setelah melahirkan baru diberikan vaksinasi HPV lanjutannya.
    1. Apakah kutil kelamin berbahaya hingga menyebabkan kematian, soalnya tadi dikatakan virusnya tetap ada dalam darah?

    Kutil kelamin tidak menyebabkan kematian. Namun, kutil kelamin dapat kambuh kembali. Bila berkembang menjadi kanker yang dapat menyebabkan kematian. Sehingga, vaksinasi sangat dianjurkan untuk mencegah ini.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Bagi Sobat yang belum dapat membayangkan bagaimana pemeriksaan pap smear, mungkin gambar diatas dapat menjelaskan semuanya. Pada pap smear yang diperiksa adalah sel-sel apusan dari leher rahim atau serviks. Setelah diambil sampel sel itu kemudian diperiksa di bawah mikroskop lalu terlihatlah bagaimana kondisi sel yang ada di area leher rahim. Pengambilan sampelnya tidak nyeri tapi […]

    Fakta tentang Pap Smear yang Perlu Diketahui

    Bagi Sobat yang belum dapat membayangkan bagaimana pemeriksaan pap smear, mungkin gambar diatas dapat menjelaskan semuanya. Pada pap smear yang diperiksa adalah sel-sel apusan dari leher rahim atau serviks. Setelah diambil sampel sel itu kemudian diperiksa di bawah mikroskop lalu terlihatlah bagaimana kondisi sel yang ada di area leher rahim. Pengambilan sampelnya tidak nyeri tapi lebih tepat mungkin terasa agak tidak nyaman pada saat alat yang dinamakan “spekulum” atau mudahnya corong untuk membuka liang vagina. Pada saat pengambilan akan digunakan alat seperti lidi berkapas yang panjang  (cotton bud), sehingga tidak akan terasa sakit sama sekali.

    Siapa saja yang perlu dilakukan pap smear? Mereka adalah wanita yang sudah aktif secara seksual. Kalo gitu kapan sih kita perlu pap smear? Jika sudah menikah maka biasanya dianjurkan setiap setahun sekali atau kalau baru melahirkan boleh diperiksakan 6 bulan-1 tahun setelah melahirkan. Tapi perlu diingat bahwa pap smear hanya untuk menilai bagaimana kondisi sel leher rahim atau serviks kita. Jadi tidak bisa untuk mengecek spesifik infeksi-infeksi lain. Misal infeksi syphilis atau kencing nanah dsb.

    Baca Juga: Wanita Wajibkah Melakukan Pap Smear?

    FREQUENTLY ASKED QUESTION (FAQ) PAP SMEAR

    1. Apakah saat pemeriksaan pap smear bisa berdarah?
      Pada umumnya tidak bisa berdarah karena prinsipnya pemeriksaan pap smear itu adalah mengambil sampel memakai sejenis brush ke dalam leher rahim.
    1. Apakah pemeriksaan pap smear dianjurkan pada wanita single yang belum aktif secara seksual?Pemeriksaan pap smear tidak dianjurkan pada wanita single dan belum aktif secara   seksual karena akan merusak selaput dara.
    1. Apakah pap smear dapat dilakukan untuk memeriksa adanya kista pada indung telur?
      Pap smear tidak dapat dilakukan untuk memeriksa adanya kista pada indung telur.    Pemeriksaan kista pada indung telur biasa dilakukan dengan USG.
    1. Kalau misalnya kita gak merasa ada gangguan apapun pada vagina? Hanya untuk deteksi saja dan ingin tau apakah ada infeksi lain, apakah bisa dengan pap smear?
      Apakah sudah aktif secara seksual? Kalau ada infeksi biasa ada gejala, kecuali kanker serviks ini yang sering tidak bergejala pada awalnya sehingga dibuatlah rutin pap smear untuk deteksi dini. Tapi kalau infeksi menular seksual (IMS) biasanya bergejala dan sebaiknya periksakan dulu ke dokter.
    1. Kenapa pada luka di leher rahim yang mengeluarkan darah setelah berhubungan seksual disarankan pemeriksaan pap smear?
      Kalau masih muda,luka di leher rahim itu biasa. Kita sebut itu erosi serviks atau bahasa gampangnya lecet di leher rahim.Biasanya sering terjadi pada wanita muda. Hal  ini karena sel dari dalam serviks keluar ke bagian luar serviks sehingga terjadi peradangan. Pap smear digunakan untuk melihat lebih jelas luka tersebut.
    1. Saat pap smear, apa saja yang bisa dideteksi selain potensi kanker serviks? Apakah termasuk penyakit kelamin lainnya seperti kutil kelamin, dll?
      Pemeriksaan pap smear memang lebih fokus untuk melihat adanya perubahan sel leher rahim yang menuju ke arah tumor/kanker. Tidak semua penyakit kelamin bisa dideteksi dengan pap smear, misalnya seperti kencing nanah atau sifilis tidak bisa dideteksi dengan pap smear tapi kalau kutil kelamin (genital warts) terjadi karena proses perubahan sel oleh virus HPV. Sedangkan pada sifilis dan kencing nanah tidak ada perubahan sel pada leher rahim.
    1. Bila pada saat pap smear ditemukan hasil abnormal atau ada penyakit, apakah vaksin tetap dapat dilakukan?
      Jika pada saat pap smear ditemukan sel yang abnormal maka vaksin tidak dianjurkan karena belum ada data penelitian pemberian vaksin sebagai terapi.
    1. Apakah pap smear dapat dilakukan saat sedang menstruasi?
      Pap smear sebaiknya dilakukan seminggu setelah haid bersih.
    1. Apakah  urutan pemeriksaan untuk mengecek kondisi vagina dan rahim kita sehat dan tidak ada gejala adalah adalah dengan pap smear, test HPV, USG?
      Jika tidak ada gejala jawabannya, iya. Jadi memang hanya untuk check up. Kalau ada gejala baiknya tetap dikonsultasikan dulu ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, ya.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    1. Bagaimana langkah-langkah untuk menjaga vagina tetap sehat?

    (a) Mencuci vagina dengan benar (tidak perlu sabun khusus atau antiseptik setiap hari)

    (b) Menggunakan celana dalam dengan bahan yang menyerap, misal katun

    (c) Saat mencuci vagina setelah BAB arahnya depan ke belakang dan bukan sebaliknya

    (d) Tidak berganti- ganti pasangan seksual

    1. Apabila menggunakan KB apakah bisa melakukan pap smear?
      Pap smear dapat dilakukan bila sedang menggunakan KB.
    1. Apabila sudah melahirkan apa bisa diberikan vaksin HPV?
      Wanita yang pernah melahirkan boleh diberikan vaksin HPV tetapi sebaiknya melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dulu.
    1. Apakah pap smear harus dilakukan terus menerus?
      Pap smear harus rutin dilakukan setahun sekali,  tapi kalau 3x hasilnya baik boleh diperpanjang jedanya misalnya 2-3 tahun sekali.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Menurut World Health Organization (WHO) , Kanker merupakan pertumbuhan sel-sel baru secara abnormal yang tumbuh melampaui batas normal dan yang kemudian menyerang bagian sebelah tubuh dan menyebar ke organ lain. Presentasi kasus kanker di seluruh Dunia berdasarkan data Globocan 2018 dari International Agency for Research on Cancer disebutkan bahwa terdapat 18,1 juta kasus baru dan […]

    Aktivitas Pemicu Kanker #KamiSehat

    Menurut World Health Organization (WHO) , Kanker merupakan pertumbuhan sel-sel baru secara abnormal yang tumbuh melampaui batas normal dan yang kemudian menyerang bagian sebelah tubuh dan menyebar ke organ lain. Presentasi kasus kanker di seluruh Dunia berdasarkan data Globocan 2018 dari International Agency for Research on Cancer disebutkan bahwa terdapat 18,1 juta kasus baru dan 9,6 juta kematian akibat kanker di seluruh dunia pada tahun 2018. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2012, dimana terdapat 14 juta kasus baru kanker dan 8,2 kasus kematian akibat kanker di seluruh dunia.

    Kanker yang terbanyak pada wanita secara global adalah kanker payudara (2,4%), kanker kolorektal (9,4%), kanker paru (8,4%), kanker serviks (6,6%) dan kanker tiroid (5,5%). Sedangkan kanker yang terbanyak pada pria antara lain kanker paru (14,5%), kanker prostat (13,5%), kanker kolorektal (10,9%), kanker lambung (7,2%) dan kanker hati (6,3%).

    Baca Juga: 5 Perbedaan Kanker dan Tumor

    Bagaimana presentase kanker di Indonesia? Kanker payudara, kanker serviks, kanker ovarium, kanker tiroid dan kanker paru merupakan 5 besar jenis kanker terbanyak pada wanita. Kanker payudara masih menempati posisi 1 kemudian diikuti oleh kanker serviks di urutan ke 2.Terjadi perbedaan pada presentase kanker serviks pada wanita dimana berdasarkan presentase di seluruh dunia menempati urutan ke 4 sedangkan di Indonesia masih di posisi ke 2 penyebab kanker pada wanita di Indonesia.

    Nah, sebenarnya apakah aktivitas yang dapat memicu terjadinya kanker itu?

    • Indeks massa tubuh yang tinggi. Yang berarti berat badan berlebih/obesitas meningkatkan risiko terjadinya kanker .
    • Kurang aktivitas fisik. Penelitian telah menunjukkan bahwa diet yang buruk dan gaya hidup yang tidak aktif adalah 2 faktor utama yang yang dapat meningkatkan risiko kanker seseorang. Berdasarkan data dari (Kemenkes tahun 2014) Kelebihan berat badan, obesitas dan kurangnya aktivitas fisik, yang menyebabkan 274.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya)
    • Kurang konsumsi buah dan sayur
    • Banyak konsumsi makanan olahan dan daging merah
      Menurut perkiraan terbaru oleh Global Burden of Disease Project, sekitar 34.000 kematian akibat kanker per tahun di seluruh dunia disebabkan oleh diet tinggi daging olahan. Memasak pada suhu tinggi atau dengan makanan yang bersentuhan langsung dengan nyala api atau permukaan yang panas, seperti pada memanggang atau menggoreng, menghasilkan lebih banyak jenis bahan kimia karsinogenik tertentu (seperti hidrokarbon aromatik polisiklik aromatik dan amina aromatik heterosiklik).
    • Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
      Asap rokok terdiri dari lebih dari 7.000 bahan kimia, dan lebih dari 70 diketahui dapat menyebabkan kanker (karsinogen). Beberapa bahan kimia yang ditemukan dalam asap rokok meliputi: Nikotin,Sianida, Benzene, Formaldehida, Metanol (alkohol kayu), Acetylene (bahan bakar yang digunakan dalam obor las), Amonia, Gas racun karbon monoksida dan nitrogen oksida, Vinil klorida, Etilen oksida, Arsenikum, Chromium, Kadmium, Nitrosamin, Hidrokarbon aromatik polynuclear. Paparan berulang dari zat kimia tersebut menyebabkan iritasi dan inflamasi kronis, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker. Contohnya adalah kanker paru dan esofagus akibat bahan kimia pada rokok, dan berbagai macam kanker lainnya.
      Konsumsi alkohol berlebihan, yang menyebabkan sekitar 351.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya . Penggunaan alkohol jangka panjang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker hati. Biasanya, penggunaan alkohol dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati. Hal ini, pada akhirnya, dapat meningkatkan risiko kanker hati. Penggunaan alkohol telah dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi dari kanker usus besar dan rektum. Hal tersebut umumnya lebih sering pada pria dibandingkan pada wanita. Ancaman terakhir dari konsumsi alkohol jangka panjang adalah kanker payudara
    • Terpapar zat karsinogenik
      Karsinogen sendiri adalah zat yang menyebabkan penyakit kanker. Sedangkan karsinogenik merupakan substansi yang menyebabkan kanker atau meningkatkan risiko timbulnya kanker. Jenis paparannya dapat berupa:
      – Fisik: sinar UV dan radiasi sinar X
      – Kimiawi: Polusi udara (di luar maupun di dalam ruangan), yang menyebabkan sekitar 71.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya.
      Karsinogen di lingkungan kerja, yang menyebabkan setidaknya 152.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya.
      Paparan berulang dari zat kimia tersebut menyebabkan iritasi dan inflamasi kronis, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker.
    • Biologis: Infeksi virus, bakteri (Hepatitis Virus, virus Epstein Barr dapat menyebabkan kanker esofagus, kanker perut, dan limfoma. dan HPV yang menyebabkan kanker serviks)

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Di seluruh dunia, infeksi terkait dengan kanker sekitar 15% sampai 20%. Persentase ini bahkan lebih tinggi di negara-negara berkembang, tetapi lebih rendah di Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya.

    Wanita  yang memiliki  kebiasaan dalam  pola konsumsi makanan  berlemak dapat menyebabkan  tubuh menghasilkan lebih banyak  estrogen dan akan memicu proses pembelahan  sel yang tidak normal. Senyawa lemak juga menghasilkan  radikal bebas sehingga dapat memicu pertumbuhan sel kanker.  Lemak yang menumpuk dalam tubuh akan memengaruhi hormon yang pada akhirnya membuat sel-sel tumbuh  menjadi tidak normal dan menjadi kanker.

    Sebagai tambahan juga mengenai penjelasan sebelumnya mengenai perbedaan persentase kanker serviks. Secara global kanker serviks menjadi penyebab nomor 4 kanker pada wanita. Namun data di Indonesia masih menunjukkan posisi nomor 2. Hal tersebut disebabkan secara global sudah meningkat kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dan pencegahannya. Namun di Indonesia tingkat kesadaran tersebut masih rendah sehingga kanker serviks masih menjadi nomor 2 penyebab kanker pada wanita di Indonesia.

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kemoterapi

    Apakah semua virus HPV akan menyebabkan kanker serviks atau hanya jenis tertentu? Bagaimana ciri” atau tanda awal kanker serviks? Penyebab utama dari kanker serviks adalah virus HPV dengan tipe 16 dan 18. Gejala kanker serviks yang muncul umumnya adalah rasa sakit saat berhubungan, keluarnya cairan yang tidak normal dari vagina, dan perdarahan. Selain itu, perdarahan setelah berhubungan, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause merupakan gejalanya juga.

    Pap smear pada wanita yang sudah aktif berhubungan seksual sebaiknya dilakukan setiap 3 tahun sekali kemudian jika hasilnya negatif dilanjutkan dengan pemberian vaksinasi HPV untuk mencegah kejadian kanker serviks.

    Apakah aktivitas yang dapat menjadi pemicu kanker serviks?

    Beberapa aktivitas pemicu kanker serviks:

    1. Hubungan seksual di usia muda
    2. Berganti-ganti pasangan seksual
    3. Terdapat penyakit menukar seksual
    4. Merokok
    5. Melahirkan lebih dari 3 kali
    6. Pemakaian pil KB

    Apakah aktivitas kantor yang dapat memicu kanker?

    Beberapa aktivitas di kantor yang dapat memicu kanker adalah:

    • Aktivitas fisik yang kurang seperti terlalu banyak duduk.
    • Keadaan stres karena pekerjaan kantor yang terlalu banyak dapat menurunkan imunitas tubuh dan lebih meningkatkan risiko terjadinya kanker.
    • Konsumsi makanan fast-food (makanan cepat saji yang pastinya mengandung tinggi kalori dan lemak tapi rendah nutrisi yang lain) berlebihan saat makan siang.
    • Tidak menggunakan tabir surya sehingga kulit terpapar sinar UV.
    • Adanya shift malam yang membuat ritme sirkadian tubuh terganggu, sehingga tubuh lebih rentan terjangkit kanker.
    • Jenis pekerjaan seseorang yang bekerja di tempat yang mengandung banyak debu, zat kimia seperti asbes, gas, dan zat radioaktif.

    Baca Juga: Kanker Serviks Si Pembunuh Banyak Wanita

    Apakah jenis pekerjaan yang rentan terpapar zat pemicu kanker?

    Contoh pekerjaannya seperti yang bekerja di bidang industri pertanian, pabrik, konstruksi. Pekerjaan tersebut membuat seseorang banyak terpapar bahan seperti asbes, gas kimia, benzena, silika, debu dan zat kimia lainnya. Pekerja yang banyak bekerja di luar ruangan yang membuat lebih lama terkena paparan sinar matahari (UV) juga memiliki risiko kanker lebih tinggi dibandingkan dengan yang bekerja di ruangan.

    Apakah meletakkan ponsel dekat kepala dapat memicu kanker otak?

    Kemungkinan bahwa ponsel dapat menyebabkan kanker saat ini masih kontroversial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ponsel tidak berpengaruh pada risiko kanker. Namun, ini adalah penelitian jangka pendek yang tidak dapat secara jelas menunjukkan dampak radiasi ponsel dalam jangka panjang. Hingga saat ini, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kaitan antara ponsel dan kanker. Berdasarkan penelitian National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS) menunjukkan bahwa energi radiofrekuensi dari ponsel tidak menyebabkan kerusakan DNA yang bisa berakibat pada kanker.

    Bagaimana korelasi penggunaan pil KB dapat memicu kanker serviks?

    Mengenai PIL KB yang meningkatkan risiko terjadinya kanker adalah karena faktor hormonal yang terdapat dalam PIL KB itu sendiri. Berdasarkan penelitian wanita yang menggunakan pil KB selama 5 tahun memiliki risiko 10 % lebih tinggi dibandingkan yang tidak menggunakan pil KB sama sekali. Kemudian, wanita yang menggunakan pil kb 5-9 tahun risiko meningkat hingga 60%.Selain kanker serviks, pil KB juga meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara dan kanker endometrium. Namun, jangan takut untuk menggunakan pil KB, ya Sobat. Selama dalam pengawasan dokter tetap aman dikonsumsi.

    Apakah bra berkawat dapat menjadi salah satu pemicu kanker payudara?

    Sampai saat ini belum ada penelitian atau data medis yang cukup kuat untuk membuktikan isu bahwa bra kawat jadi salah satu penyebab kanker payudara. Penelitian yang paling akurat di tahun 2014 dalam jurnal Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention berhasil mencatat bahwa tidak ada kaitan antara bra kawat dan kanker payudara.

    Baca Juga: Hubungan Antar Menyusui dengan Kanker Payudara

    Aktivitas apa yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara?

    Aktivitas yang dapat memicu kanker payudara yaitu tingginya konsumsi lemak, obesitas, merokok, stres, dan kurangnya tidur.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Menu diet diabetes mellitus memang selalu diidentikkan dengan penderita diabetes melitus atau yang oleh kebanyakan orang sering disebut penyakit kencing manis, penyakit yang disebabkan oleh adanya kerusakan pankreas yang merupakan organ penghasil insulin . Seperti yang kita ketahui bahwa dua pilar utama pengobatan diabetes melitus adalah dengan pengaturan pola makan dan olahraga yang teratur. Tapi, […]

    Cermat Memilih Menu Diet Diabetes Melitus

    Menu diet diabetes mellitus memang selalu diidentikkan dengan penderita diabetes melitus atau yang oleh kebanyakan orang sering disebut penyakit kencing manis, penyakit yang disebabkan oleh adanya kerusakan pankreas yang merupakan organ penghasil insulin . Seperti yang kita ketahui bahwa dua pilar utama pengobatan diabetes melitus adalah dengan pengaturan pola makan dan olahraga yang teratur.

    Tapi, tahukah Sobat, diet diabetes melitus juga berguna untuk kita, terutama yang memiliki risiko untuk terjangkit penyakit tersebut. Hal ini dapat kita prediksi jika adanya penderita diabetes mellitus dalam keluarga kita atau bahkan orang tua kita sendiri atau karena kita memang menyadari bahwa pola makan kita selama ini sangatlah tidak sehat.

    Baca Juga: Si Penghambat Rumah Tangga

    Sebelum membahas lebih jauh mengenai menu diet diabetes mellitus, ada baiknya kita mengetahui tujuan dari disusunnya menu diet, yaitu mengontrol kadar gula darah, mencapai atau mempertahankan berat badan tetap dalam ukuran normal dan mencegah komplikasi seperti gangguan ginjal atau gangguan jantung. Selain tujuan-tujuan di atas, Sobat juga harus mengetahui beberapa syarat dan prinsip dalam menu diet diabetes mellitus. Pertama, menu diet yang diberikan harus sesuai dengan keadaan penderita, apakah ia sedang hamil, menderita penyakit tertentu atau umurnya yang masih kanak-kanak atau lanjut usia. Kedua, menu diet diabetes mellitus haruslah menarik dan mudah diaplikasikan.

    Berdasarkan waktu pemberiannya, menu diet diabetes mellitus dapat diberikan dengan interval setiap tiga jam, dengan tiga kali makan utama (pagi, siang dan malam) dan masing-masing diikuti sekali snack atau buah. Selain mengatur waktu pemberian, kita juga harus mengatur komponen-komponen yang harus diberikan. Secara garis besar, berdasarkan persentase zat gizi maka menu diet diabetes mellitus harus mengandung tiga zat gizi utama dimana setidaknya 55-60% karbohidrat, 15-20% protein dan tidak lebih dari 25% lemak perharinya dengan catatan tidak mengonsumsi gula murni, tapi mengonsumsi makanan yang tinggi serat terutama serat larut.

    Dalam pemilihan atau penyusunan menu diet diabetes mellitus, Sobat harus memerhatikan hal-hal berikut ini;

    • Semua jenis karbohidrat baik berupa nasi, kentang, gandum, ubi atau lainnya haruslah dibatasi,
    • Sumber protein hewani dapat berupa ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, ikan dan telur rendah kolesterol
    • Membatasi makanan tinggi lemak jenuh seperti kornet, sosis dan kuning telur serta menghindari keju, abon dan dendeng.
    • Alangkah baiknya jika sumber protein utama yang Anda konsumsi berasal dari tumbuhan seperti tempe, tahu dan kacang-kacangan.
    • Konsumsilah sayur dan buah yang tinggi serat serta hindari buah-buahan yang terlalu manis dan diawetkan seperti durian, nangka, alpukat, kurma dan manisan buah.
    • Hindarilah konsumsi minuman yang manis, mengandung alkohol, susu kental manis, minuman ringan, es krim, susu maupun yoghurt.

    Pada dasarnya tidak ada patokan bagaimana menu diet diabetes mellitus harus disusun dan dapat dipergunakan secara universal oleh setiap orang. Agar lebih efektif, menu diet diabetes mellitus harus disesuaikan untuk tiap-tiap orang berdasarkan keunikan atau kekhususan yang dimiliki orang tersebut. Oleh karena itu, selain waktu pemberian dan jenis makanan yang harus dikonsumsi.

    Baca Juga: Jamu Ampuh Atasi Obesitas yang Harus Dicoba

    Sobat sekalian juga harus menyesuaikan jumlah kalori yang masuk, hal ini dapat dihitung dengan mempertimbangkan usia, jenis kelamin, aktivitas fisik dan juga berat badan. Jadi, amat dianjurkan Sobat sekalian untuk  mendatangi dokter maupun ahli gizi yang dapat membantu menyusun menu diet diabetes ini. Jangan lupa dibarengi olahraga yang teratur, sehingga hidup yang sehat pun akan tercapai.

    Bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Evert A, Boucher J, Cypress M, Dunbar S, Franz M, Mayer-Davis E et al. Nutrition Therapy Recommendations for the Management of Adults With Diabetes. Diabetes Care. 2013;37(Supplement_1):S120-S143.
    2. Kajinuma H. Guidelines For Diet Control In Diabetes Mellitus. Asian Medical Journal. 2001;44(2):57-63.
    3. Kementerian Kesehatan RI. Diet Diabetes Mellitus. 2011.
    4. Asiah N. Diet Untuk Penderita Diabetes Mellitus. Lecture presented at; 2011; Universitas YARSI.
    5. Rahmawati F. Perencanaan Diet Untuk Penderita Diabetes Mellitus. Presentation presented at; 2012; Fakultas Teknik, Universitas Negri Yogyakarta.
    Read More
  • Sobat pernah mendengar tentang DHF (Dengue High Fever), Chikungunya, Leptospirosis? Mungkin sekilas Anda mengetahui informasi terkait penyakit-penyakit tersebut, tapi sudahkah Anda memahami penyebab dan perbedaan ketiganya? Hal yang patut jadi perhatian ialah gejala dari penyakit tersebut cukup mirip dan sering terjadi pada musim penghujan. DHF dan Chikungunya adalah infeksi virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes. […]

    Kenali Perbedaan DHF, Chikungunya, Leptospirosis

    Sobat pernah mendengar tentang DHF (Dengue High Fever), Chikungunya, Leptospirosis? Mungkin sekilas Anda mengetahui informasi terkait penyakit-penyakit tersebut, tapi sudahkah Anda memahami penyebab dan perbedaan ketiganya? Hal yang patut jadi perhatian ialah gejala dari penyakit tersebut cukup mirip dan sering terjadi pada musim penghujan.

    DHF dan Chikungunya adalah infeksi virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes. Seekor nyamuk pembawa virus ini dapat menginfeksi lebih dari selusin orang-seumur hidup nyamuk tersebut. Nyamuk Aedes aegypti lebih cenderung menyebarkan demam berdarah dan nyamuk tipe Aedes albopictus lebih cenderung menyebarkan virus chikungunya. Tak jarang seseorang dapat terinfeksi dua virus tersebut secara bersamaan. Sedangkan leptospira merupakan infeksi bakteri yang sering ditemukan baik di daerah pedesaan dan perkotaan, dimana faktor lingkungan dan gaya hidup memengaruhi perkembangan penyakit ini. Bakteri leptospira ditularkan ke manusia melalui kontak tidak langsung lewat urin atau jaringan hewan yang terinfeksi.

    Baca Juga: Nyamuk Pembunuh No 1 Dunia

    Gejala awal dari DHF dan chikungunya sangat mirip yaitu demam tinggi, sakit kepala, nyeri pada bagian mata, nyeri sendi, ruam dan lesu. Gejala kelelahan yang diakibatkan oleh kedua penyakit virus ini dapat berlangsung berminggu-minggu bahkan hingga bulan. Dalam beberapa kasus bahkan nyeri sendi dapat bertahan sampai beberapa bulan, atau bahkan tahun.

    Sedangkan gejala leptospira dapat terlihat setelah masa inkubasi 1 atau 2 minggu, yang terkadang tidak menunjukkan gejala, tapi dapat pula menyebabkan gejala demam tinggi yang mirip dengan DHF dan chikungunya, nyeri kepala, muntah, diare, ruam kulit dan penyakit kuning (pada kulit dan mata dapat terlihat lebih kuning). Sehingga, ketika Sobat menemukan gejala-gejala tersebut, segeralah berobat ke dokter terdekat untuk dilakukan beberapa tes darah sederhana untuk membedakan penyakit.

    Beberapa metode dapat digunakan untuk menentukan diagnosis dari gejala-gejala dari DHF, chikungunya serta leptospirosis, yaitu dengan tes darah sederhana. Tes darah ini dilakukan untuk mendeteksi virus DHF atau virus chikungunya selama beberapa hari dalam darah selama beberapa hari setelah infeksi atau antibodi terhadap virus tersebut. Tes ini dilakukan oleh dokter jika ada kecurigaan pasien menderita infeksi DHF atau chikungunya.

    Penyakit chikungunya jarang berakibat fatal, tapi DHF dapat mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.

    Pemeriksaan leptospira dapat dilakukan dengan tes darah sederhana dan memeriksa darah Sobat untuk mengetahui apakah Sobat memiliki antibodi terhadap leptospira, yang menandakan bahwa Sobat sedang terinfeksi bakteri tersebut. Jika Sobat telah memiliki infeksi ini sebelumnya, maka hasil ini dapat mengakibatkan hasil positif palsu, sehingga dokter mungkin saja meminta untuk melakukan tes ulang seminggu kemudian untuk memastikan hasilnya benar. Selain itu pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah tes DNA. Cara ini lebih tepat dalam menentukan diagnosis, tapi mahal dan membutuhkan waktu yang lama.

    Baca Juga: Kenali Gejala Demam Berdarah Sebelum Jelajah Nusantara

    Penyakit DHF dan chikungunya tidak memiliki obat khusus. Jika Sobat merasa menderita kedua penyakit tersebut, maka Sobat dapat mengonsumsi parasetamol untuk meredakan demam dan nyeri dan menghindari obat-obatan jenis aspirin karena dapat menyebabkan perdarahan. Sobat juga tentunya perlu beristirahat, banyak minum cairan, dan mengunjungi dokter terutama jika gejala bertambah buruk.

    Leptospirosis dapat diobati dengan menggunakan antibiotik dan dokter mungkin juga akan menyarankan Sobat mengonsumsi obat penurun demam untuk mengurangi gejala demam dan nyeri otot. Leptospira akan berlangsung selama 1 minggu dan terkadang dapat sembuh dengan sendirinya. Bila gejala bertambah parah seperti gejala gagal ginjal, meningitis (infeksi selaput otak), dan masalah paru-paru, maka Sobat sebaiknya segera berobat ke rumah sakit untuk perawatan intensif.

    Itulah perbedaan dan terapi dari DHF, Chikungunya dan Leptospirosis. Jika Sobat mulai memiliki gejala yang kita bahas di atas, segeralah konsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih lanjut sakit yang diderita. Untuk informasi kesehatan lainnya, bisa diperoleh melalui www.prosehat.com atau install aplikasi di google play atau app store. Atau jika Anda membutuhkan produk kesehatan, dapat menghubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Differences between dengue and chikungunya – ttsh.com.sg/about-us/newsroom/news/article.aspx?id=4999, diakses pada tanggal 7-1-2019
    2. Dengue virus infection : Clinical manifestations and diagnosis – uptodate.com/contents/dengue-virus-infection-clinical-manifestations-and-diagnosis, diakses pada tanggal 7-1-2019
    3. Dengue vs Leptospirosis, diagnosis and treatment from the first contact – medtube.net/science/wp-content/uploads/2014/03/Dengue-vs.-Leptospirosis-diagnosis-and-treatment-from-the-first-contact.pdf, diakses pada tanggal 7-1-2019
    4. Dengue fever – webmd.com/a-to-z-guides/dengue-fever-reference#1, diakses pada tanggal 7-1-2019
    5. Chikungunya virus – cdc.gov/chikungunya/symptoms/index.html, diakses pada tanggal 7-1-2019
    Read More
  • Rambut uban seringkali terlihat keren, sebab uban seringkali menjadi tanda kebijakan. Namun, memiliki rambut uban di usia yang muda dapat menjadi masalah. Penelitian membuktikan bahwa faktor genetik berperan penting dalam memiliki rambut uban. Selain itu, stres dan nutrisi yang tidak cukup juga ikut memengaruhi. Faktor genetik tidak akan dapat diubah, tapi dapat dipengaruhi dengan menjaga […]

    6 Cara Mengatasi Uban yang Efektif

    Rambut uban seringkali terlihat keren, sebab uban seringkali menjadi tanda kebijakan. Namun, memiliki rambut uban di usia yang muda dapat menjadi masalah. Penelitian membuktikan bahwa faktor genetik berperan penting dalam memiliki rambut uban. Selain itu, stres dan nutrisi yang tidak cukup juga ikut memengaruhi. Faktor genetik tidak akan dapat diubah, tapi dapat dipengaruhi dengan menjaga gaya hidup sehat. Oleh karena itu, makan makanan sehat tidak hanya meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, namun juga membantu menjaga warna rambut agar tetap hitam selama beberapa tahun ke depan.

    Berikut ini adalah 6 makanan yang dapat mengatasi uban yang efektif:

    Buah-buahan dan sayur-sayuran

    Buah dan sayur bersifat penting bagi tubuh. Penelitan terbaru menunjukkan bahwa bukanlah kehilangan pigmen rambut yang menyebabkan rambut menjadi uban, tapi karena menumpuknya hidrogen peroksida pada folikel rambut yang mengakibatkan perubahan warna ini. Hidrogen peroksida secara alami diproduksi di dalam tubuh sebagai produk sampingan hasil metabolisme rutin tubuh. Zat ini juga dibentuk sebagai hasil paparan sinar X, perokok pasif, stres, dan polusi udara. Selain itu, kandungan hidrogen peroksida yang tinggi dapat menjadi gejala penuaan, seperti kerutan, artritis, degenerasi otak, dan penyakit jantung.

    Baca Juga: 5 Olaharaga Terbaik Untuk Kesehatan Jantung

    Bagaimana cara memerangi hidrogen peroksida? Caranya cukup mudah. Cukup mengonsumsi antioksidan yang lebih banyak. Buah dan sayur memiliki kandungan antioksidan yang membantu menurunkan proses penuaan dan menjaga rambut tetap sehat dan baik. Makanan yang seperti apa yang sebaiknya dikonsumsi? Anda tidak perlu mengonsumsi buah dan sayuran yang mahal dan eksotis. Cukup makan buah lokal musiman. Hal ini disebabkan buah seperti itu lebih segar dan cenderung lebih nikmat dan bernutrisi. Selain itu, Anda juga dapat mendukung petani lokal.

     

    Konsumsi Indian Goosebery (Amla)

    Pada obat tradisional dari India, amla dianggap sebagai salah satu herbal yang membantu awet muda. Amla dianggap sangat baik untuk mencegah rambut uban – dalam istilah Ayurvedic, gejala kelebihan pitta doscha (kelebihan panas tubuh). Amla membantu mendinginkan dan menurunkan pitta dosha. Selain itu, amla jug amengandung banyak vitamin C, antioksidan dan nutrien lain – yang membantu memperlambat kerontokan rambut dan timbulnya rambut uban, sebagai penundaan gejala penuaan.

    Konsumsi Bawang

    Mengonsumsi bawang sehari dapat membantu menghindarkan terjadinya rambut uban. Bawang kaya akan antioksidan yaitu enzim katalase, yang membantu mengembalikan warna rambut secara alami. Selain itu, fitonutrien pada bawang bersamaa dengan vitamin C, asam folat, dan tembaga akan membantu menunda rambut uban. Konsumsi bawang adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengembalikan warna rambut. Sleain itu, penggunaan jus bawang pada kulit kepala Anda dapat mengurangi pembentukan hidrogen peroksida. Nyatanya, masker rambut dengan jus bawang telah digunakan sejak lama untuk mengobati rambut uban. Bahkan, bawang dapat membantu mencegah kerontoan rambut dan membantu tumbuh kembang rambut menjadi lebih cepat, halus, dan mengkilap.

    Konsumsi Kacang almond

    Kacang almond terbukti mencegah rambut uban. Makan makanan kaya antioksidan adalah salah satu cara untuk menghindarkan hidrogen peroksida dari dalam tubuh. Selain tubuh kita mampu mengonversi hidrogen peroksida menjadi oksigen dan air. Hal ini akan dibantu dengan bantuan enzim katalase – yang dikenal sebagai antioksidan. Namun, semakin bertambahnya usia, maka tubuh akan memproduksi semakin sedikit enzim katalase. Alhasil, peroksida akan meningkat menyebabkan peningkatan rambut uban. Bahkan faktor stres dan nutrisi yang rendah akan menyebabkan kadar katalase menurun. Namun, kacang almond diketahui dapat meningkatkan enzim katalase di dalam tubuh. Oleh karena itu, kacang ini dapat mencegah rambut uban dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, kacang almond juga kaya akan vitamin E yagn baik bagi kulit.

    Bagaimana cara mengonsumsi almond? Cukup rendam almond semalaman di dalam air dan konsumsi pada pagi hari bersamaan dengan sarapan. Bahkan, Anda juga dapat mengonsumsi almond dalam keadaan kering, sebagai cemilan. Proses perendaman akan meningkatkan kandungan nutrient dan menyebabkan kacang almond lebih bersifat basa sehingga mudah dicerna.

    Gunakan Minyak kelapa

    Minyak kelapa dapat memberikan keajaiban bagi rambut – dari ketombe hingga menghaluskan, bahkan memperlebat rambut. Minyak kelapa merupakan pengobatan yang sederhana dan efektif untuk menjaga rambut. Minyak kelapa adalah salah satu bahan yang dapat mencegah rambut menjadi uban.  Hal ini disebabkan kelapa kaya akan antioksidan.

    Baca Juga: 8 Makanan Untuk Jantung Bengkak

    Konsumsi Makanan yang Mengandung Vitamin B12

    Defisiensi vitamin B12 akan mengakibatkan peningkatan jumlah rambut uban, kelelahan, napas pendek, dan kebingungan. Vitamin B12 terdapat pada makanan hewani seperti daging, ikan, telur, susu, dan produk susu lainnya. Rambut uban yang disebabkan defisiensi vitamin B12 dapat dikembalikan dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin B12. Namun, jika Anda seorang vegetarian, maka vitamin B12 dapat ditingkatkan dengan mengonsumsi suplemen.

    Oleh karena itu, segeralah mengonsumsi 6 makanan yang telah terbukti mencegah terjadinya rambut uban untuk menghindari penuaan dini.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka:

    1. Top 3 food to reduce and prevent grey hair. [Internet]. Available at; hairbuddha.net/tired-of-fighting-grey-hair/ (1.12.18)
    2. 8 makanan yang mencegah timbulnya uban. 2013. [Internet]. Available at: merdeka(dot)com/gaya/8-makanan-yang-mencegah-timbulnya-uban.html (1.12.18)

    Read More
  • Mendengar kata ‘diabetes’ merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Seperti diketahui, selain dengan minum obat dan berbagai bentuk penanganan medis lainnya, gaya hidup dan pola diet penderita diabetes juga menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan terapi. Salah satunya adalah susu rendah kalori, apakah cocok dan aman diberikan […]

    Susu Rendah Kalori Pengganti Makanan, Cocokkah untuk Penderita Diabetes?

    Mendengar kata ‘diabetes’ merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Seperti diketahui, selain dengan minum obat dan berbagai bentuk penanganan medis lainnya, gaya hidup dan pola diet penderita diabetes juga menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan terapi. Salah satunya adalah susu rendah kalori, apakah cocok dan aman diberikan sebagai makanan pengganti bagi penderita diabetes? Simak ulasan di bawah ini:

    Diabetes melitus atau penyakit gula adalah kondisi dimana kadar gula darah tinggi karena tubuh tidak dapat menghasilkan atau menggunakan hormon insulin dengan efektif. Insulin adalah hormon yang berguna dalam mengatur kadar gula darah, memastikan agar gula darah didistribusikan ke dalam sel sebagai sumber energi. Di saat fungsi ini terganggu, maka kadar gula darah akan meningkat dan terjadilah penyakit gulaini. Terdapat dua tipe diabetes, yaitu diabetes melitus tipe 1 dan 2. Apapun tipe diabetes yang dialami, tidak semua makanan dan minuman baik untuk dikonsumsi. Porsi makan para diabetesi yang dianjurkan pun tidak sama dengan orang-orang pada umumnya, yaitu:

    • Energi dari karbohidrat 45-65%,
    • Protein 15-20%,
    • Lemak 20-25%,
    • Vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah yang cukup.

    American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan perencanaan makan untuk dapat mencapai kadar gula yang normal dan terkontrol dengan baik tapi tetap mendapatkan nutrisi yang maksimal, yaitu:

    • Perhitungkan karbohidrat yang Anda konsumsi setiap saat makan,
    • Pertimbangkan dan kontrol porsi makanan Anda tidak berlebihan,
    • Pilih jenis makanan dengan indeks glikemik rendah yang baik untuk gula darah Anda.

    Lalu, bagaimana dengan susu, terutama susu rendah kalori, apakah cocok untuk untuk penderita diabetes?American Diabetes Association (ADA) menyatakan bahwa setiap pasien diabetes memiliki risiko osteoporosis dan patah tulang yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang sehat, sehingga konsumsi susu sebagai sumber kalsium dan vitamin D cukup penting agar dapat mencegah terjadinya osteoporosis dini. Selain itu, susu mengandung indeks glikemik yang rendah sehingga cocok bagi penderita diabetes. Bahkan beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi susu dapat menurunkan risiko hipertensi dan sindrom metabolik lainnya, bahkan menurunkan risiko diabetes kemudian hari bagi mereka yang belum terkena diabetes.

    Prinsipnya sebenarnya sama, pada kondisi diabetes maka tidak semua susubaik untuk Anda. Pastinya perlu diperhatikan kandungan gula, karbohidrat, dan lemak jenuh pada masing-masing produk susu. Setelah itu, sesuaikan dengan total asupan harian agar tidak berlebihan. Oleh karena itu, hindarilah produk susu yang diberikan pemanis tambahan, serta susu yang tinggi akan kandungan lemak jenuh. Jadi untuk para diabetesi, beberapa pilihan susu yang rendah kalori dan baik untuk pasien diabetes adalah sebagai berikut:

    1. Susu tanpa lemak
    2. Susu rendah lemak
    3. Susu kedelai terfortifikasi

    Para diabetesi perlu tahu bahwa sebagian besar susu yang mengandung pemanis rendah kalori akan mengandung sejumlah kalori dan karbohidrat dari bahan komposisi yang lain. Itu sebabnya, meskipun diberi keterangan ‘bebas gula’ atau ‘rendah gula’ tapi tidak selalu benar adanya. Penting untuk para diabetesi mencermati label kandungan nutrisi yang tertera pada masing-masing kemasan susu rendah kalori apapun yang ingin dikonsumsi. Rasa dari susu juga perlu diperhatikan. Pilihlah susu tanpa rasa karena susu dengan rasa tertentu seperti cokelat dan vanila, biasanya mengandung kadar gula atau pemanis buatan yang lebih tinggi.

    Nah,bila Sobat membutuhkan produk susu rendah kalori, aneka makanan-minuman kesehatan serta informasi seputar kesehatan lainnya, bisa dipesan melalui www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Susu rendah kalori pengganti makanan diabetesi. Diupadate 16 November 2016. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/susu-rendah-kalori-pengganti-makanan-diabetesi
    2. What are the best milk options for people with diabetes? Diupdate 18 April 2016. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: healthline.com/health/diabetes/best-milk-for-diabetics
    3. What is the best milk for people with diabetes? Diupdate 28 Agustus 2018. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: medicalnewstoday.com/articles/311107.php
    4. Daily Nutrition. Milk products and type 2 diabetes. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: dairynutrition.ca/scientific-evidence/roles-on-certain-health-conditions/milk-products-and-type-2-diabetes
    5. Spero D. Is milk bad for you? Diabetes and milk. Diupdate 20 Juni 2017. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: diabetesselfmanagement.com/blog/is-milk-bad-for-you-diabetes-and-milk/
    Read More
  • Beberapa anak ada yang rentan terkena alergi. Alergi yang paling sering adalah terhadap bahan makanan tertentu. Misalnya, alergi terhadap kacang, susu yang mengandung laktosa, makanan yang berprotein tinggi misalnya makanan laut (udang, ikan, kepiting, cumi-cumi dan makanan laut lainnya), dsb. Sebagai orang tua, hendaknya kita bijak dalam mengawasi menu makanan apa saja yang baik untuk […]

    Panduan Menu Harian untuk Anak Alergi

    Beberapa anak ada yang rentan terkena alergi. Alergi yang paling sering adalah terhadap bahan makanan tertentu. Misalnya, alergi terhadap kacang, susu yang mengandung laktosa, makanan yang berprotein tinggi misalnya makanan laut (udang, ikan, kepiting, cumi-cumi dan makanan laut lainnya), dsb. Sebagai orang tua, hendaknya kita bijak dalam mengawasi menu makanan apa saja yang baik untuk anak agar anak terhindar dari alergi makanan.

    Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap bahan makanan tertentu. Pada tahun pertama kehidupan, sekitar 6% anak usia kurang dari 3 tahun akan rentan menderita alergi makanan (terutama terhadap protein susu). Mulai usia 5-6 tahun, alergi makanan akan lambat laun menghilang, kecuali alergi terhadap kacang dan makanan laut.

    Di Amerika, angka kejadian alergi makanan pada bayi sekitar 6% pada usia 1-3 tahun dengan 2-3% bayi dan balita menderita alergi susu sapi, sementara 1,5% alergi telur dan 0,6% alergi kacang.

    Menurut data World Allergy Organization (WAO) dalam buku “The WAO White Book on Allergy” pada tahun 2013 menunjukkan bahwa angka kejadian alergi makanan pada anak cenderung meningkat yaitu mencapai 10-4-% dari total jumlah populasi dunia. Sebuah penelitian di UGM Yogjakarta membuktikan bahwa sebagian besar alergi pada anak berasal dari makanan yang dikonsumsi seperti : udang (12,63%), kepiting (11,52%), tomat (4,38%), putih telur (3,5%) serta susu sapi (3,46%). Sedangkan di U.S, alergi makanan tertinggi disebabkan oleh kacang (25,2%), susu (21,1%) dan kerang (17,2%).

    Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko alergi pada anak yakni riwayat alergi pada keluarga, kelahiran caesar, makanan tertentu atau sesuatu yang terhirup, seperti polusi yang termasuk polusi udara dan asap rokok.

    Gejala alergi makanan sangat bervariasi dan mencangkup berbagai organ, misalnya:

    • Pada kulit akan menimbulkan gatal, kemerahan dan bentol-bentol (urtikaria), kulit kering dan pecah-pecah.
    • Pada saluran napas akan menimbulkan sesak napas, pembengkakan lidah dan tenggorokan (angioedema).
    • Pada mata, mata merah dan berair (konjungtivitis).
    • Pada saluran cerna akan menimbulkan diare, nyeri perut.
    • Gejala syok anafilatik seperti peningkatan detak jantung (berdebar), napas cepat, sulit bernapas, pucat, penurunan tekanan darah yang drastis, pingsan sampai meninggal pada kasus alergi yang berat.

    Pemilihan menu makanan bagi anak adalah hal yang perlu diperhatikan terutama bila anak menderita hipersensitivitas terhadap bahan makanan tertentu. Pertama-tama, kita harus mengetahui bahan makanan apa yang menyebabkan terjadinya alergi pada anak, kemudian ibu baru membuat menu harian secara teliti tanpa menggunakan bahan masakan yang menyebabkan alergi. Berikut ini menu makanan yang perlu diperhatikan bagi penderita alergi makanan:

    1. Upayakan agar anak mendapatkan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif minimal sampai 2 tahun, karena menurut jumlah penelitian, ASI mengandung sejumlah immunoglobulin atau daya tahan tubuh yang mampu menghindarkan anak dari berbagai penyakit dan alergi.
    2. Susu sapi mengandung sejumlah nutrisi, kalsium, vitamin D yang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak. Namun, apabila anak menderita alergi terhadap susu sapi maka segala produk susu sapi harus dihindari termasuk keju dan mayones. Selain produk di atas, Moms perlu hati-hati dengan bahan olahan yang mengandung susu sapi seperti roti, kue, biskuit dan es krim.

    Sebagai alternatif, Anda dapat mengganti produk susu sapi dengan susu almond, susu kacang kedelai. Kacang almond dan kedelai juga mengandung nutrisi serta protein bagi tumbuh kembang anak.

    1. Apabila anak alergi terhadap makanan laut seperti kepiting, ikan laut, udang, cumi, kerang, maka hindari makanan yang berbahan dasar makanan laut, ganti dengan ayam, sapi atau tahu tempe sebagai produk yang mengandung protein.

    Anak yang alergi terhdap ikan akan rentan kekurangan omega-3 yang hanya didapat dari ikan laut, untuk itu Moms dapat menggantinya dengan suplemen omega 3, sayuran hijau, serta minyak kanola sebagai tambahan dalam menyajikan makanan agar si kecil tidak kekurangan omega 3 yang terbukti baik bagi perkembangan otak si kecil.

    1. Apabila anak alergi terhadap kacang maka hindari konsumsi kacang tanah, selai kacang dan bumbu kacang.
    2. Apabila anak alergi terhadap telur, maka harus hindari makan yang berbahan dasar telur, seperti omelete, kue, dan roti yang juga mengandung telur. Untuk mencari bahan pengganti telur memang kenyataannya sulit, agar anak terhindar dari kekurangan protein maka Moms dapat menyajikan makanan lain berbahan dasar kacang kedelai (tahu dan tempe), kacang almond, daging sapi dan kacang hijau sebagai asupan protein anak.
    3. Apabila anak alergi terhadap gandum, maka hindari makanan yang mengandung gandum seperti roti, biskuit oat, pilihlah tepung dengan tepung bebas gandum dan dapat diganti dengan tepung beras.
    4. Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet atau makanan dalam kemasan, usahakan untuk anak dengan hipersensitif terhadap makanan mendapatkan makanan yang segar.
    5. Perbanyak sayur dan buah-buahan, karena sayur dan buah-buahan mampu meningkatkan antioksidan yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.

    Pengobatan anak dengan alergi makanan sebenarnya tidak ada, obat-obatan hanya diberikan untuk meredakan gejala agar anak merasa nyaman dan tidak rewel. Menanggulangi anak dengan alergi makanan hanya dengan tindakan pencegahan menghindari makanan yang menyebabkan alergi. Moms perlu selektif dan hati-hati dalam memilih menu buat si kecil.

    Apabila anak mengalami alergi segera setelah mengonsumsi makanan, alergi yang dialami cukup parah sampai timbul sesak napas atau timbul gejala syok anafilatik, dianjurkan untuk segera membawa anak ke Dokter untuk dilakukan pemeriksaan serta pengobatan yang tepat dan cepat. Karena pengobatan yang cepat akan meningkatkan peluang anak untuk sembuh dari reaksi alergi yang timbul.

    Moms jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan maupun alergi. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Tanukusumah M, Kurniati N, C N. Prevalensi Alergi Makanan pada Anak Usia Kurang dari 3 Tahun di Jakarta Berbasis Survei dalam Jaringan / Online. Sari Pediatri. 2016;16(5):365.
    2.  Plus G. Menu Planning for the Food Allergy Cook [Internet]. Kidswithfoodallergies.org. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: kidswithfoodallergies.org/page/menu-planning-for-the-food-allergy-cook.aspx
    3. Fiocchi A, Fierro V. Food Allergy | World Allergy Organization [Internet]. Worldallergy.org. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: worldallergy.org/education-and-programs/education/allergic-disease-resource-center/professionals/food-allergy
    4. Pawankar R, Canonica G, Holgate S, Lockey R. World Allergy Organization (WAO) white book on allergy. 1st ed. United Kingdom: WAO; 2011.
    5. Milliken C. Five myths about food allergies, debunked [Internet]. News.northwestern.edu. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from:  news.northwestern.edu/stories/2018/april/five-myths-about-food-allergies-debunked/
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja