Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 51–60 of 120 results

  • Pernahkah Anda melihat orang yang terlihat pucat, lemah, letih dan lesu  ? atau Anda sendiri pernah mengalaminya? Hal tersebut adalah tanda – tanda dari anemia dan biasanya tanda – tanda lainnya adalah Anda akan merasakan pusing, mudah lelah dan mual. Anemia adalah suatu kondisi dimana tubuh kekurangan hemoglobin yang terdapat di dalam  sel darah merah […]

    Tips Menu Sehat Cegah Anemia

    Pernahkah Anda melihat orang yang terlihat pucat, lemah, letih dan lesu  ? atau Anda sendiri pernah mengalaminya? Hal tersebut adalah tanda – tanda dari anemia dan biasanya tanda – tanda lainnya adalah Anda akan merasakan pusing, mudah lelah dan mual. Anemia adalah suatu kondisi dimana tubuh kekurangan hemoglobin yang terdapat di dalam  sel darah merah dan terjadi karena tubuh kita kekurangan zat besi, sehingga dengan kurang nya zat besi, tubuh menjadi berkurang dalam memproduksi hemoglobin. Hemoglobin memiliki fungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Sehingga hal tersebut menyebabkan seseorang yang mengalami anemia akan merasakan pusing, mudah lelah, lesu dan mual karena kekurangan pasokan oksigen.

    Agar tubuh  kita ini tidak mengalami anemi,  maka harus mencukupi kebutuhan zat besi dalam tubuh dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung kaya akan zat besi.

    Berikut adalah  beberapa daftar menu makanan yang kaya akan zat besi :

    Daging merah

    source: healthfreedoms

    Daging merah seperti yang terdapat pada daging sapi, kambing, kerbau dan sejenisnya merupakan sumber zat besi yang sangat mudah kita dapatkan . Sekitar 100 gram daging merah saja sudah mencukupi 15% dari kebutuhan zat besi yang disarankan. Anda dapat mengonsumsi daging merah  seminggu 1 kali atau 2 kali. Anda dapat membuat menu sehat dari daging merah ini dengan berbagai macam olahan, seperti daging teriyaki, daging panggang atau yang lainnya,. Jangan lupa untuk menambahkan aneka macam sayuran sebagai pendampingnya.

    Baca Juga: 10 Hal yang Bisa Dilakukan Untuk Mencegah Osteoporosis

    Bayam

    Siapa yang tidak tahu sayuran yang satu ini? Bayam merupakan sayuran yang sudah dikenal kaya akan kandungan vitamin, kalsium dan zat besi nya, yang tentunya sangat baik dalam mencegah anemia. Bila Anda mengonsumsi bayam secara rutin, maka kebutuhan zat besi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga produksi sel darah merah pun akan maksimal. Anda dapat membuat menu sehat dengan bayam, dengan mengolah nya menjadi sayur bayam atau bisa juga dengan menambahkannya pada omelet Anda.

    Buah bit

    Buah yang berwarna merah ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik, diantaranya yaitu, asam folat, vitamin C, kalsium dan zat besi. Perpaduan antara asam folat serta zat besi di dalam nya mampu mencukupi produksi sel darah merah dalam tubuh tentunya, sehingga mencegah tubuh dari resiko terkena anemia. Buah ini dapat Anda olah dengan membuatnya menjadi jus sebagai tambahan pada menu sehat Anda.

    Kurma

    Mudah sekali untuk menemukan makanan yang mengandung kaya akan kandungan zat besi, seperti buah satu ini contohnya. Buah kurma ini mudah sekali didapat sehingga kita tidak perlu lagi mengonsumsi suplemen sebagai penambah darah,, kita dapat mendapatkannya secara alami pada buah dan jug sayuran serta lauk pauk di sekitar kita. Tidak hanya sebagai makanan pencegah anemia, buah kurma memiliki banyak lagi kandungan gizi dan nutrisi di dalam nya yang sangat baik untuk kesehatan kita.

    Baca Juga: Ternyata 5 Menu Korea Ini Sangat Menyehatkan

    Telur

    Selain mengandung protein yang cukup tinggi serta omega 3, telur juga mengandung kaya akan zat besi di dalamnya. Sehingga sangat disarankan untuk mengonsumsinya agar tubuh sehat dan tentunya terhindar dari anemia. Telur dapat kita olah dengan berbagai macam menu sehat, contohnya saja seperti omelet, macaroni schotel, tambahan pada sayur capcay dan yang lainnya.

    Sangat mudah bukan menemukan sumber zat besi pada menu sehat yang ingin kita konsumsi? Jangan lupa pula untuk berolahraga secara rutin serta menjauhi rokok dan juga minum – minuman beralkohol, karena hal tersebut dapat menghambat produksi zat besi dalam tubuh.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Seringkali banyak diantara kita yang mengalami sakit kepala dan menganggap sepele, biasa terjadi karena kelelahan dan dengan beristirahat akan hilang dengan sendirinya. Memang betul, ada sakit kepala yang tergolong ringan dan tidak berbahaya sehingga dapat hilang sendiri nya tanpa obat atau penanganan khusus. Namun, perlu Anda ketahui, bahwa sakit kepala itu banyak sekali faktor penyebabnya, […]

    Pusing Kepala Berkurang Jika Anda Sering Mengonsumsi Sayur Buah Berikut

    Seringkali banyak diantara kita yang mengalami sakit kepala dan menganggap sepele, biasa terjadi karena kelelahan dan dengan beristirahat akan hilang dengan sendirinya. Memang betul, ada sakit kepala yang tergolong ringan dan tidak berbahaya sehingga dapat hilang sendiri nya tanpa obat atau penanganan khusus. Namun, perlu Anda ketahui, bahwa sakit kepala itu banyak sekali faktor penyebabnya, ada yang tidak berbahaya dan tidak membutuhkan penanganan khusus.Namun, ada juga yang termasuk sakit kepala yang berbahaya yang membutuhkan penanganan khusus.

    Oleh sebab itulah mulai sekarang alangkah baiknya, kita untuk tidak meremehkan pusing kepala yang dialami. Konsumsilah makanan sehat seperti sayuran serta buah – buahan yang dapat mencegah dan mengobati sakit kepala.

    Berdasarkan penyebabnya, sakit kepala dibagi menjadi dua, yaitu sakit kepala primer dan sekunder.

    • Sakit kepala primer : sakit kepala primer ini adalah jenis sakit kepala yang biasa timbul akibat dari salah mengonsumsi makanan, aktifitas fisik yang terlalu berat, posisi duduk yang salah, posisi berdiri dan tidur yang salah, merokok, minum – minuman beralkohol.

    Baca Juga: 7 Makanan Mengatasi Migren

    Contoh sakit kepala primer ini yaitu : migrain, sakit kepala tegang, sakit kepala kluster. Biasanya sakit kepala primer dapat diobati sendiri di rumah, dengan mengonsumsi banyak sayur dan juga buah serta istirahat cukup dan rutin berolahraga serta melakukan pijatan pada bagian kepala yang sakit.

    • Sakit kepala sekunder : sakit kepala sekunder ini biasanya terjadi karena adanya suatu penyakit tertentu. Contoh sakit kepala sekunder : sakit kepala yang disebabkan oleh kondisi penyakit tertentu seperti, flu, sinusitis, meningitis, infeksi pada telinga, kanker otak, perdarahan, dll. Sakit kepala sekunder ini butuh penanganan khusus dari dokter.

    Demikian beberapa penyebab dari timbulnya sakit kepala. Oleh karena itu, mulai sekarang sebaiknya dibiasakan untuk memperbanyak konsumsi sayur dan juga buah guna mencegah serta mengobati sakit kepala. Berikut beberapa macam sayur dan juga buah yang dapat mengurangi sakit kepala Anda :

    Semangka

    Semangka kaya akan kandungan air dan juga magnesiumnya yang sangat baik dalam membantu mengurangi sakit kepala. Diketahui, bahwa penyebab sakit kepala salah satunya adalah karena dehidrasi atau kekurangan cairan, sehingga buah semangka ini yang kaya akan kandungan air nya sangat membantu untuk mengurangi gejala sakit kepala tersebut.

    Kismis

     Kandungan dari kismis yang kaya akan serat dan juga kalium, mampu memberikan efek relaksasi pada otot – otot di kepala dan juga otot jantung yang menjadi penyebab timbulnya sakit kepala.

    Pisang

    Kalium yang terkandung dalam buah pisang cukup tinggi, sehingga sangat baik dalam mengurangi sakit kepala yang dialami. Kalium tersebut memiliki fungsi untuk merelaksasikan otot – otot yang tegang pada kepala penyebab sakit kepala. Selain kalium, kandungan magnesium nya juga ampuh dalam mengurangi sakit kepala.

    Anggur

    Buah anggur kaya akan kandungan vitamin C dan A serta mineral yang efektif mengurangi berbagai penyebab timbulnya sakit kepala. Selain nikmat, anggur memang terkenal akan khasiat nya dalam menjaga kesehatan tubuh.

    Baca Juga: 7 Makanan Peningkat Stamina Berhubungan

    Brokoli

    Kandungan CoQ10 dan juga zat besi serta nutrisi lainnya yang terdapat pada brokoli, terbukti sangat efektif dalam mengurangi sakit kepala yang menyerang.

    Selain itu, jangan lupa untuk selalu rutin berolahraga, aktifitas fisik, istirahat teratur, kelola stres serta menjauhi rokok dan juga minuman beralkohol, sakit kepala hilang, pikiran pun senang!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Berlibur tentunya menjadi momen yang sangat ditunggu oleh sobat-sobat sekalian dan keluarga bukan. Pada momen yang sangat spesial ini tentunya akan sangat menyenangkan apabila semua yang berlibur dalam keadaan sehat dan ceria. Salah satu yang perlu kita perhatikan pada saat berlibur, terutama teman teman yang hobi berwisata kuliner adalah terjadinya overeating. Lalu apakah yang dimaksud […]

    Mencegah Overeating “Kelebihan Makan” Saat Berlibur

    Berlibur tentunya menjadi momen yang sangat ditunggu oleh sobat-sobat sekalian dan keluarga bukan. Pada momen yang sangat spesial ini tentunya akan sangat menyenangkan apabila semua yang berlibur dalam keadaan sehat dan ceria. Salah satu yang perlu kita perhatikan pada saat berlibur, terutama teman teman yang hobi berwisata kuliner adalah terjadinya overeating. Lalu apakah yang dimaksud dengan overeating itu?Bagaimana cara mencegah dan mengatasinya? Mari kita baca artikel berikut.

    Overeating adalah suatu kondisi dimana seseorang makan terlalu banyak, asupan yang masuk ke tubuh melebihi energi yang dikeluarkan oleh orang tersebut. Overeating sering terjadi pada saat berlibur, terutama untuk orang-orang yang hobi berwisata kuliner. Kondisi overeating berbeda dengan binge eating disorder, yang merupakan kelainan dimana orang tersebut akan makan terus menerus karena ada permasalahan psikologis ataupun masalah sosial. Saat berlibur akan mempengaruhi kondisi emosional kita, dan dapat meningkatkan kemungkinan kita makan lebih banyak daripada biasanya.

    Baca Juga: 9 Makanan Untuk Mencegah Flu

    Makan yang terlalu banyak meskipun hanya pada saat liburan juga tidak baik, terutama apabila makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang tinggi kalori dan tinggi lemak. Hal Ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah dan menyebabkan obesitas atau kegemukan. Keadaan obesitas dan kolesterol yang tinggi ini dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit seperti serangan jantung, hipertensi, stroke, batu empedu, diabetes, dan masih banyak lainnya.

    Tentu anda tidak ingin terkena kondisi seperti di atas bukan? Solusinya adalah menjaga pola hidup sehat dan jangan makan berlebih. Kunci agar kita tidak makan terlalu banyak adalah, makanlah ketika kamu lapar dan berhentilah ketika kamu sudah kenyang sedang, jangan makan hingga kekenyangan. Umumnya dalam waktu 4 jam sisa makanan di lambung tinggal 10%, maka umumnya kita dapat makan setelah 4 jam dari makan sebelumnya.

    Berikut adalah cara-cara untuk mencegah overeating pada saat kita berlibur:

    • Makan perlahan, Ini berupakan merupakan konsep baru dalam menjaga makan. Tubuh kita memerlukan waktu 12 menit atau lebih untuk berproses hingga otak kita menangkap kita sudah kenyang, dan pada orang gemuk membutuhkan waktu 20 menit atau lebih. Sehingga, apabila kita makan dengan perlahan akan memastikan bahwa sinyal-sinyal kenyang ini sudah mencapai ke otak sebelum kita makan terlalu banyak.
    • Jangan makan ketika sedang melakukan pekerjaan lain, Apabila kita makan ketika sedang berkendara ataupun sedang bekerja di depan komputer otak kita akan terdistraksi, sehingga sinyal kenyang itu tidak tersampaikan optimal di otak dan kita akan makan lebih banyak dari biasanya. Usahakan pikiran fokus untuk menikmati makanan anda, karena hal itu akan mempercepat sinyal kenyang sampai ke otak.
    • Nikmati suapan pertama anda, sensor rasa pada lidah kita akan sangat sensitif ketika pada saat pertama kali kita makan. Apabila pada suapan pertama anda makan dengan perlahan dan benar-benar menikmatinya, saat suapan-suapan selanjutnya sudah tidak akan senikmat yang pertama, ini akan membantu anda saat akan berhenti makan.
    • Tampilan makanan, saat menggunakan piring sajian lebih kecil, dan mengatur agar kondisi piring tetap tertata, secara psikologis akan membuat kita menjadi lebih cepat kenyang
    • Pemilihan jenis makanan, Hindari makanan bervolume kecil dengan kalori yang besar seperti coklat, milkshake, mentega. Hal ini karena seringkali makanan ringan seperti coklat yang kita konsumsi berulang kali kalorinya dapat lebih besar dari makan berat kita.

    Baca Juga: 7 Jenis Olahraga Membakar Kalori Makan Siang

    Demikian informasi mengenai bagaimana cara mencegah overeating saat berlibur, semoga dapat bermanfaat untuk Sobat. Nah, jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Magee E. How to Stop Overeating [Internet]. WebMD. 2007 [cited 19 February 2019]. Available from: webmd.com/diet/obesity/features/overcoming-overeating#1
    2. Zelman K. Getting Over Overeating [Internet]. WebMD. 2005 [cited 19 February 2019]. Available from: webmd.com/diet/obesity/features/getting-over-overeating#2
    3. Sudoyo A, Djauzi S, Djoerban Z. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Jilid 3). 4th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2006.
    4. Hamdy O. Obesity: Practice Essentials, Background, Pathophysiology [Internet]. Emedicine.medscape.com. 1990 [cited 19 February 2019]. Available from: emedicine.medscape.com/article/123702-overview
    5. Meule A. The Psychology of Overeating: Food and the Culture of Consumerism. Food, Culture & Society. 2016;19(4):735-736.
    Read More
  • Libur panjang merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang. Momen yang paling pas untuk melepaskan penat dan stres setelah sekian lama bekerja. Sehingga, saat kita berlibur harus dalam keadaan yang sehat dan prima bukan? Berikut kita akan membahas penyakit yang sering timbul saat ataupun setelah berlibur. Apa saja penyakitnya dan bagaimana cara kita mengantisipasinya? […]

    Libur Panjang, Hati-hati Penyakit Mengintai

    Libur panjang merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang. Momen yang paling pas untuk melepaskan penat dan stres setelah sekian lama bekerja. Sehingga, saat kita berlibur harus dalam keadaan yang sehat dan prima bukan? Berikut kita akan membahas penyakit yang sering timbul saat ataupun setelah berlibur. Apa saja penyakitnya dan bagaimana cara kita mengantisipasinya?

    Penyakit yang sering timbul pada saat berlibur biasanya adalah penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan, karena saat berlibur berburu kuliner merupakan kegiatan yang paling sering dilakukan. Tiga penyakit tersering yang biasa muncul saat berlibur adalah keracunan makanan, gastroenteritis akut, dan tifoid.

    KERACUNAN MAKANAN

    Keracunan makanan didefinisikan sebagai penyakit yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan bakteri, parasit, virus, maupun zat kimia. Gejala dari keracunan makanan dapat sangat bervariasi, tergantung dari derajat penyakit dan tingkat keparahannya.

    • Nyeri perut, gejala ini merupakan efek dari peradangan saluran pencernaan.
    • Muntah, termasuk gejala yang sering ditemukan terutama dari penyebab infeksi bakteri dan virus.
    • Diare, biasanya gejala ini kurang dari 2 minggu.
    • Nyeri kepala.
    • Demam, tergantung dari tingkat keparahan penyakit, apabila berat, kondisi keracunan makanan dapat menimbulkan demam.
    • Perubahan pada BAB, apabila terjadi kerusakan yang invasif pada saluran pencernaan, BAB bisa berdarah.

    Baca Juga: 7 Lokasi Snorkeling di Jakarta

    Keracunan makanan depat dicegah dengan  menjaga kebersihan diri dengan selalu mencuci tangan saat akan makan, makanlah masakan yang benar-benar matang, dan jagalah bekal Anda pada suhu yang sesuai agar tidak basi.

    Penanganan yang dapat segera dilakukan adalah memberikan cairan agar tidak mengalami kondisi dehidrasi, dan hindari produk-produk yang mengandung susu terutama apabila terdapat gejala diare karena dapat memperparah diarenya, dan segera bawa ke dokter.

     GASTROENTERITIS AKUT

    Gastroenteritis adalah peradangan pada saluran pencernaan, penyebab yang paling sering pada penyakit ini adalah virus dan terkadang juga bakteri. Pada gastroenteris viral akut sering ditandai dengan demam ringan, muntah, diikuti diare cair dan bukan diare berdarah. Gastroenteritis viral akut umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, tapi kita tetap harus memerhatikan kadar cairan di tubuh, jangan sampai mengalami dehidrasi.

    Maka dari itu penanganan yang utama adalah cairan, pastikan minum harus cukup, usahakan konsumsi cairan yang isotonik untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang terbuang saat muntah dan diare. Pencegahan paling penting adalah melakukan vaksinasi rotavirus sebelum berlibur, karena virus yang umumnya menyebabkan penyakit ini adalah rotavirus.

    Baca Juga: 5 Persiapan Sebelum HoneyMoon

    DEMAM TIFOID

    Demam tifoid masih merupakan penyakit endemis di Indonesia. Penyebab dari penyakit ini adalah kuman Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi yang masuk ke dalam tubuh manusia, terjadi melalui makanan yang terkontaminasi kuman. Gejala yang timbul dapat sangat bervariasi dari ringan sampai berat. Biasanya jarak antara kuman masuk ke tubuh sampai timbul gejala cukup panjang sekitar 10-14 hari.  Pada minggu pertama gejala yang sering muncul demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, sulit BAB, ataupun diare.

    Pada minggu ke dua gejala menjadi semakin jelas, umumnya gejala yang sangat dominan adalah demam, lidah yang kotor di tengah umumnya lidah berwarna putih. Apabila sobat melihat gejala seperti ini pada keluarga atau kerabat saat atau sesudah berlibur segeralah bawa ke dokter, karena butuh penanganan yang adekuat. Umumnya pasien demam tifoid akan membutuhkan istirahat yang cukup dan terapi pengobatan.

    Baca Juga: 5 Penyebab Tifus dan Pencegahannya

    Nah, Sobat itulah sekilas informasi mengenai penyakit yang sering muncul saat dan sesudah berlibur. Jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Sudoyo A, Djauzi S, Djoerban Z. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Jilid 3). 4th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2006.
    2. Gamarra R. Food Poisoning: Practice Essentials, Background, Pathophysiology [Internet]. Emedicine.medscape.com. 2018 [cited 10 January 2019]. Available from: emedicine.medscape.com/article/175569-overview
    3. Lin B. Viral Gastroenteritis: Background, Pathophysiology, Etiology [Internet]. Emedicine.medscape.com. 2018 [cited 10 January 2019]. Available from: emedicine.medscape.com/article/176515-overview
    Read More
  • Di zaman millennial seperti sekarang ini banyak sekali tentunya makanan yang sangat hits dan instagramable yang membuat para kaum millennial menyukai sekali dunia kulineran. Namun tahukah Anda? Kalau ternyata semua makanan yang dijual tidak semuanya sehat dan layak dikonsumsi. Kita harus dapat memilah dan memilih mana makanan yang baik dikonsumsi untuk tubuh kita dan mana […]

    Hindari 7 Makanan Pemicu Kolesterol

    Di zaman millennial seperti sekarang ini banyak sekali tentunya makanan yang sangat hits dan instagramable yang membuat para kaum millennial menyukai sekali dunia kulineran. Namun tahukah Anda? Kalau ternyata semua makanan yang dijual tidak semuanya sehat dan layak dikonsumsi. Kita harus dapat memilah dan memilih mana makanan yang baik dikonsumsi untuk tubuh kita dan mana yang tidak baik dan tidak layak dikonsumsi oleh tubuh kita. Akibat nya jika kita tidak pandai dalam memilih makanan tersebut akan berdampak pada suatu kondisi yang disebut kolesterol tinggi yang banyak terjadi pada kaum muda pada zaman sekarang ini.

    Pada dasarnya kolesterol merupakan suatu lipid atau lemak yang berperan penting dalam tubuh kita. Kolesterol memiliki fungsi penting bagi tubuh seperti untuk memproduksi sejumlah hormon, vitamin D, empedu untuk memproses makanan, serta memproduksi berbagai zat yang membantu dalam proses pencernaan.Namun tentunya dalam kadar normal. Sebaliknya jika terlalu berlebihan kadar kolesterol dalam tubuh kita, maka akan berdampak pada kolesterol tinggi yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit stroke bahkan jantung. Oleh karena itu, betapa pentingnya bagi kita untuk memperhatikan konsumsi makanan yang mengandung kolesterol tersebut agar tidak berlebihan.

    Berikut di bawah ini beberapa makanan pemicu kolesterol yang penting untuk diperhatikan dalam mengonsumsi nya :

    1. Junk food atau makanan cepat saji

    Telah kita ketahui, bahwa makanan junk food atau cepat saji seperti burger dan sejenisnya merupakan makanan dengan kandungan gizi rendah dan memiliki kandungan kolesterol serta lemak jahat yang cukup tinggi. Oleh karena itu, ada baiknya bagi kita untuk mengurangi atau bahkan menghindari konsumsi junk food tersebut sebisa mungkin. Namun, jika ingin tetap mengonsumsi nya, ada baik nya untuk mengonsumsi nya dalam porsi kecil. Maka tidak dapat dipungkiri jika makanan junk food ini merupakan makanan penyumbang kolesterol yang cukup tinggi.

    Baca Juga: 5 Indikator Jantung Sehat

    1. Es krim

    Tahukah kalian? Bahwa semangkuk es krim ternyata mengandung kolesterol yang lebih tinggi dari makanan junk food lainnya. Oleh karena itu, ada baiknya mulai sekarang untuk mencoba mengganti menu es krim kita dengan yogurt dan juga buah – buahan, yang memiliki kandungan yang lebih sehat dan yang tak kalah nikmat tentunya.

    1. Kuning telur

    Kuning telur ini tentu sudah tidak asing lagi, sebagai salah satu makanan yang terkenal dengan kandungan kolesterol nya yang tinggi. 1 butir kuning telur saja mengandung kurang lebih sebanyak 186 mg kolesterol. Hal tersebut tentunya penting bagi kita untuk memperhatikan dalam mengonsumsi nya agar tidak berlebihan.

    1. Daging merah

    source: healthfreedoms

    Daging merah kaya akan kandungan protein dan juga zat besi nya yang sangat baik dikonsumsi bagi para penderita anemia. Namun, pada daging merah ini telah terbukti memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi. Tidak hanya kolesterol, lemak jenuh pada daging merah ini pun tergolong lebih tinggi jika dibandingkan dengan daging putih.Oleh karena itu, banyak para ahli dan peneliti kesehatan menyarankan untuk mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan jenis daging putih seperti pada ikan – ikanan dan juga ayam yang juga mengandung protein yang cukup tinggi serta memiliki kandungan asam lemak tak jenuh dan omega 3 yang cukup tinggi pula.

    1. Jeroan

    Jeroan memiliki kandungan kolesterol yang lebih tinggi dari daging merah. Oleh karena itu, saat mengonsumsi daging merah ada baik nya pilihlah daging yang bebas lemak dan jeroan, seperti pada bagian tenderloin.

    1. Hati

    Hati merupakan tempat dimana dibuat kolesterol dalam tubuh serta penyimpanan nya.Tidak heran jika kandungan kolesterol dalam hati yang cukup tinggi.

    Baca Juga: Hati – Hati Obesitas Pada Anak

    1. Mentega

    Tentunya akan terasa lebih lezat lagi jika makanan yang kita konsumsi seperti ayam atau roti diberi margarin sebelum digoreng atau dipanggang. Namun tahukah Anda? Kalau mentega termasuk pada makanan yang mengandung kolesterol cukup tinggi? Sebab itulah disarankan untuk menggantinya dengan margarin yang mengandung lemak tak jenuh dan kandungan kolesterol lebih rendah.

    Itulah tadi 7 makanan pemicu kolesterol tinggi yang dianjurkan untuk dihindari, disamping itu perlu pula untuk diperhatikan dalam pengolahan makanannya. Karena makanan yang diolah dengan cara digoreng, lebih tinggi kandungan kolesterol nya. Oleh karena itu, dalam pengolahan makanan lebih disarankan untuk mengolahnya dengan cara dikukus atau dipanggang. Selamat memulai hidup sehat dan jauh dari kolesterol tinggi!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Tahukah Sobat, bayi dilahirkan ke dunia sesuai dengan masa kehamilan yang normalnya 38-42 minggu. Namun, pada beberapa kondisi, bayi dapat dilahirkan lebih awal. Nah, tentunya bayi yang dilahirkan lebih awal memiliki risiko tinggi terhadap beberapa kelainan.  Berikut adalah  beberapa kelainan pada bayi yang baru lahir yang sering terjadi: Kelahiran Prematur Kelahiran prematur adalah kelahiran yang […]

    Penyakit Neonatal yang Sering Terjadi pada Bayi

    Tahukah Sobat, bayi dilahirkan ke dunia sesuai dengan masa kehamilan yang normalnya 38-42 minggu. Namun, pada beberapa kondisi, bayi dapat dilahirkan lebih awal. Nah, tentunya bayi yang dilahirkan lebih awal memiliki risiko tinggi terhadap beberapa kelainan.  Berikut adalah  beberapa kelainan pada bayi yang baru lahir yang sering terjadi:

    Kelahiran Prematur

    Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi lebih dari tiga minggu sebelum perkiraan tanggal lahir bayi, sebelum minggu ke 37 kehamilan. Bayi prematur, terutama bayi yang sangat dini, seringkali memiliki masalah medis yang rumit. Biasanya dapat terjadi komplikasi prematur yang bervariasi.

    Baca Juga: Penyebab Infeksi Hepatitis B pada Bayi

    Semakin dini bayi Sobat lahir, maka semakin tinggi risiko komplikasi. Berikut beberapa tanda bayi yang terlahir prematur:

    • Ukuran kecil, dengan besar kepala yang tidak proporsional.
    • Rambut halus (lanugo) tampak menutupi sebagian besar tubuh
    • Suhu tubuh rendah, terutama segera setelah lahiran karena kurangnya lemak tubuh yang disimpan
    • Gangguan pernafasan
    • Kurangnya refleks menghisap dan menelan, menyebabkan kesulitan makanan

    Meskipun penyebab pasti kelahiran prematur masih belum diketahui, tapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu wanita, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi, untuk mengurangi risiko kelahiran prematur.

    Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Sobat lakukan untuk mencegah bayi lahir prematur :

    • Suplemen progesteron. Wanita yang memiliki riwayat kelahiran prematur, leher rahim pendek atau kedua faktor ini mungkin dapat mengurangi risiko kelahiran prematur dengan mengonsumsi suplemen progesteron.
    • Jahitan serviks. Ini merupakan prosedur bedah yang dilakukan selama kehamilan pada wanita dengan serviks pendek, atau riwayat pemendekan serviks yang mengakibatkan kelahiran prematur. Selama prosedur ini, serviks akan ditutup dengan jahitan kuat yang dapat memberikan dukungan ekstra pada rahim. Jahitan dilepas ketika tiba waktunya untuk melahirkan bayi.

    Baca Juga: 5 Pertanyaan yang Paling Ditanyakan Seputar Vaksin Bayi

    Sepsis neonatal

    Sepsis neonatal adalah infeksi pada darah yang terjadi pada bayi berusia kurang dari 90 hari. Onset dini dapat terlihat pada awal minggu pertama kehidupan. Penyebab dari sepsis neonatal adalah bakteri seperti Escherichia coli (E coli), Listeria dan beberapa jenis Streptococcus. Virus Herpes simpleks juga dapat menyebabkan infeksi parah pada bayi yang baru lahir. Gejala yang dapat terjadi pada bayi seperti:

    • Perubahan suhu tubuh
    • Masalah pernafasan
    • Diare atau penurunan bising usus
    • Kadar gula darah rendah
    • Bayi kurang aktif
    • Tidak mau menyusui
    • Kejang
    • Denyut nadi yang cepat ataupun lambat.
    • Muntah
    • Kuning pada kulit dan bagian putih dari mata (jaundice)

    Pengobatan pada bayi berusia di bawah 4 minggu yang mengalami demam atau tanda infeksi lainnya dapat melalui pemberian antibiotik intravena. Bayi baru lahir dari ibu dengan faktor risiko tinggi juga dapat diberikan antibiotik, meskipun bayi tersebut belum memiliki tanda–tanda gejala. Bayi akan mendapatkan antibiotik hingga 3 minggu jika bakteri ditemukan dalam darah atau pada cairan tulang belakang. Obat antivirus atau biasa dikenal dengan ARV dapat digunakan untuk dugaan infeksi yang disebabkan oleh HSV.

    Sindrom gangguan pernafasan neonatal

    Penyakit neonatal ini sering terjadi pada bayi dengan usia kehamilan yang belum mencapai usia 40 minggu, sehingga perkembangan organ belum berkembang sepenuhnya dan mengakibatkan bayi tidak bisa bernafas secara normal. Bayi biasanya menunjukkan gejala gangguan pernapasan segera setelah lahir, terkadang terkadang dapat juga terjadi dalam 24 jam pertama setelahnya. Gejala–gejala yang dapat terlihat adalah warna kebiruan pada kulit, pernafasan yang cepat dan dangkal, volume urin kurang, dan berdengus saat bernapas.

    Jika dokter mencurigai bayi terkena gangguan pernafasan, maka akan dilakukan pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Pemeriksaan foto X-ray dada juga dapat digunakan untuk memeriksa paru–paru. Pengobatan yang diberikan pada bayi adalah dengan segera dirawat di NICU, untuk diberikan bantuan pernapasan melalui alat, pemberian surfaktan untuk membantu perkembangan paru yang belum sempurna, dan monitor tanda–tanda vital bayi untuk melihat perkembangan penyakit.

    Baca Juga: 10 Makanan Ibu Menyusui

    Itulah beberapa penyakit neonatal lainnya yang dapat terjadi pada bayi Bunda. Jika Bunda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai jenis–jenis penyakit lainnya, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter terdekat.

    Nah, jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Premature Birth – https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-birth/symptoms-causes/syc-20376730 , diakses pada tanggal 10-1-2019
    2. Premature Labor – https://www.webmd.com/baby/guide/premature-labor#1, diakses pada tanggal 10-1-2019
    3. Neonatal sepsis – https://medlineplus.gov/ency/article/007303.htm, diakses pada tanggal 10-1-2019
    4. Neonatal Sepsis (Sepsis Neonatorum) – https://www.msdmanuals.com/professional/pediatrics/infections-in-neonates/neonatal-sepsis , diakses pada tanggal 10-1-2019
    5. Neonatal Respiratory Distress Syndrome – https://www.healthline.com/health/neonatal-respiratory-distress-syndrome#prevention , diakses pada tanggal 10-1-2019
    Read More
  • Neonatal jaundice atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kuning pada bayi adalah perubahan warna kuning pada kulit dan mata bayi yang baru lahir. Neonatal jaundice terjadi akibat darah bayi yang mengandung zat bilirubin berlebihan yang merupakan pigmen kuning pada sel darah merah. Penyakit kuning pada bayi merupakan kondisi umum, terutama pada bayi yang lahir sebelum […]

    Mengenal Penyakit Kuning pada Bayi

    Neonatal jaundice atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kuning pada bayi adalah perubahan warna kuning pada kulit dan mata bayi yang baru lahir. Neonatal jaundice terjadi akibat darah bayi yang mengandung zat bilirubin berlebihan yang merupakan pigmen kuning pada sel darah merah. Penyakit kuning pada bayi merupakan kondisi umum, terutama pada bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu (bayi prematur) dan pada beberapa bayi yang diberikan susu formula. Penyakit ini biasanya terjadi karena hati bayi tidak cukup matang untuk menyingkirkan bilirubin dalam aliran darah.

    Sebagian besar bayi yang lahir antara usia 35 minggu dan cukup bulan biasanya tidak memerlukan perawatan untuk neonatal jaundice. Namun, jika kadar bilirubin dalam darah bayi dibiarkan terlalu tinggi, dapat menyebabkan kerusakan otak, terutama dengan adanya faktor risiko tertentu untuk neonatal jaundice yang parah. Gejala pada penyakit kuning ini dapat dilihat pada kulit dan bagian putih mata yang menguning dan biasanya muncul antara hari kedua dan keempat setelah lahir.

    Baca Juga: 10 Tips Memberikan Makanan Untuk Bayi 6 Bulan

    Jika Sobat ingin memeriksa apakah anak terkena penyakit kuning, maka dapat diperiksa dengan cara menekan dahi atau hidung bayi. Jika kulit terlihat kuning di tempat Sobat menekan, maka kemungkinan bayi memiliki penyakit kuning ringan. Jika bayi tidak memiliki penyakit kuning maka warna kulit seharusnya terlihat sedikit lebih terang dari warna kulit saat ditekan. Periksalah bayi dalam kondisi pencahayan yang baik, terutama di siang hari.

    Sebagian besar rumah sakit memiliki kebijakan untuk memeriksakan kadar bilirubin bayi untuk memeriksa apakah bayi Sobat mengalami neonatal jaundice sebelum dipulangkan dari rumah sakit. American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar bayi yang baru lahir diperiksa penyakit kuning selama pemeriksaan medis rutin dan setidaknya setiap 8 hingga 12 jam saat berada di rumah sakit. Jika bayi pulang lebih awal dari 72 jam setelah lahir, buatlah perjanjian dengan dokter untuk mencari tahu lebih tentang penyakit kuning dalam waktu dua hari setelah dipulangkan.

    Faktor risiko terutama untuk neonatal jaundice yang parah dan dapat menyebabkan komplikasi adalah :

    • Lahir prematur. Seorang bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu mungkin tidak dapat memproses bilirubin secepat bayi cukup bulan. Bayi prematur juga menyusu dan buang air besar lebih sedikit, sehingga lebih sedikit bilirubin yang dibuang lewat tinja.
    • Memar tubuh yang signifikan. Bayi baru lahir yang memiliki memar yang banyak di tubuh memiliki kadar bilirubin yang lebih banyak diakibatkan kerusakan dari sel darah merah.
    • Golongan darah. Jika golongan darah ibu berbeda dari golongan darah bayinya, maka bayi tersebut mungkin menerima antibodi melalui plasenta yang dapat menyebabkan kerusakan sel darah merah yang cepat dan tidak normal.
    • Minum susu formula, bukan ASI. Pada bayi yang diberikan susu formula, terutama pada bayi yang mengalami kesulitan menyusui atau mendapatkan cukup nutrisi berisiko lebih tinggi terkena neonatal jaundice. Namun, pemberian susu formula tetap dianjurkan degan pertimbangan bayi harus tetap mendapatkan nutrisi dan cukup terhidrasi.

    Baca Juga: 10 Bahaya Hepatitis B Pada Bayi

    Komplikasi yang dapat terjadi bila neonatal jaundice dibiarkan dapat berakibat serius, seperti terjadinya ensefalopati akut atau kerusakan pada otak. Bilirubin bersifat racun bagi sel – sel otak. Jika kadar bilirubin bayi terlalu tinggi, maka terdapat resiko bilirubin dapat masuk ke dalam otak, yang disebut enseflopati bilirubin akut. Perawatan yang cepat dapat mencegah kerusakan permanen yang signifikan.

    Tanda -tanda dari ensefalotapi akut pada bayi seperti lesu dan sulit dibangunkan. Tangisan bernada tinggi, susah menyusui, demam, dan kern ikterus. Kern ikterus adalah sindrom yang terjadi jika ensefalopati menyebabkan kerusakan pada otak. Gejala yang muncul berupa gerakan yang tidak terkendali, pandangan melirik terus ke atas, gangguan pendengaran, perkembangan enamel gigi yang tidak baik.

    Penanganan yang diberikan di rumah sakit berupa fototerapi. Perawatan ini menggunakan cahaya putih neon, yaitu cahaya biru dengan panjang gelombang 425 hingga 475 nm. Fungsi dari fototerapi ini adalah untuk membuat bilirubin di dalam tubuh bayi lebih mudah larut dalam air sehingga dapat dikeluarkan dengan cepat oleh hati dan ginjal. Lama dari terapi ini bergantung pada nilai kadar bilirubin bayi, sehingga dokter akan memeriksakan kadar tersebut tiap hari, hingga kadar bilirubin telah turun dalam batas normal.

    Cara mencegah neonatal jaundice adalah pemberian makanan yang memadai. Bayi perlu diberikan ASI 8 hingga 12 kali per hari selama beberapa hari pertama kehidupannya. Kemudian, jangan lupa menjemur bayi pada sinar matahari pagi karena dapat membantu menurunkan kadar bilirubin dan tetap konsultasikan masalah ini dengan dokter Anda, ya Bunda.

    Baca Juga: Suntik BCG Pada Bayi Amankah?

    Setelah mengerti gejala dan bahaya dari neonatal jaundice jika kondisi ini dibiarkan, maka penting untuk Bunda memeriksakan kesehatan bayi terutama jika tanda–tanda tersebut mulai muncul. Semoga membantu

    Nah, jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Infant Jaundice – mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-jaundice/symptoms-causes/syc-20373865, diakses pada tanggal 10-1-2019
    2. Hyperbilirubinemia in the Term Newborn – aafp.org/afp/2002/0215/p599.html, diakses pada tanggal 10-1-2019
    3. Hyperbilirubinemia in Neonates : Types, Causes, Clinical Examinations, Preventive Measures and Treatment: A Narrative Review Article – ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4935699/, diakses pada tanggal 10-1-2019
    4. Newborn jaundice – medlineplus.gov/ency/article/001559.htm, diakses pada tanggal 10-1-2019
    5. Neonatal hyperbilirubinemia – msdmanuals.com/professional/pediatrics/metabolic,-electrolyte,-and-toxic-disorders-in-neonates/neonatal-hyperbilirubinemia , diakses pada tanggal 10-1-2019
    Read More
  • Leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang sel darah kita. Leukimia menyerang sel darah putih, tapi beberapa jenis leukemia dapat muncul pada jenis sel darah lain. Jenis leukemia banyak, tergantung apakah terjadinya baru (akut) atau sudah lama (kronik) dan mulainya pada sel mieloid atau limfoid. Gejala leukemia seringkali tidak terlihat oleh mata. Namun, gejala […]

    Yuk, Kita Kenali Gejala Leukimia Sejak Dini

    Leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang sel darah kita. Leukimia menyerang sel darah putih, tapi beberapa jenis leukemia dapat muncul pada jenis sel darah lain. Jenis leukemia banyak, tergantung apakah terjadinya baru (akut) atau sudah lama (kronik) dan mulainya pada sel mieloid atau limfoid.

    Gejala leukemia seringkali tidak terlihat oleh mata. Namun, gejala umum yang dapat dirasakan antara lain, demam, kelelahan, sering terkena infeksi, pembesaran kelenjar getah bening, hati atau limpa, berat badan yang tiba-tiba menurun, mimisan yang berulang, mudah memar/berdarah, nyeri pada tulang dan keringat berlebihan.

    Baca Juga: 10 Tanya Jawab Seputar Leukemia

    Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya leukemia pada seseorang antara lain:

    1. Riwayat keluarga menderita leukemia
    2. Merokok
    3. Terpapar bahan kimia seperti benzene yang sering ditemukan pada industri kimia dan bahan bakar mobil.
    4. Kelainan genetik
    5. Riwayat terapi kanker sebelumnya.

    Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan untuk mendiagnosa penyakit ini antara lain dengan pemeriksaan darah, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan sum-sum tulang belakang. Pada pemeriksaan darah ditemukan peningkatan sel darah putih yang sangat tinggi diikuti dengan penurunan sel darah merah dan trombosit.

    Mengapa kanker darah ini seringkali lambat terdeteksi?Hal ini karena gejala yang dialami tidak terlalu kelihatan dan gejalanya tidak spesifik. Belum lagi terkadang kita tidak terlalu memperhatikan kesehatan diri dan melewati jadwal Medical Check Up tiap tahunnya.

    Baca Juga: Kupas Tuntas Leukemia Pada Anak

    Lalu, bila sudah terkena leukemia apakah bisa sembuh?Kesembuhan penderita leukemia tergantung beberapa faktor antara lain stadium saat pertama kali didiagnosa, usia penderita, dan terapi yang memadai. Jadi, bukan tergantung dari berapa lama penyakit leukimia sudah diderita pasien. Hal ini karena penderita leukemia yang sudah sembuh pun masih harus check up rutin, karena masih ada kemungkinan kambuh kembali.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. cancer.org/cancer/leukemia.html
    2. mayoclinic.org/diseases-conditions/leukemia/symptoms-causes/syc-20374373
    3. tanyadok.com/artikel-konsultasi/penyakit-leukemia-bisakah-sembuh
    Read More
  • Obesitas memang sangat erat kaitannya dengan makanan yang Anda konsumsi setiap harinya. Jika Anda setiap harinya terlalu berlebihan dalam mengonsumsi makanan yang mengandung kalori serta glukosa, dan juga sering sekali membeli makanan sembarangan, tidak memperhatikan kandungan dari makanan tersebut, cara pengolahannya serta bahan makanan yang digunakan, maka jangan kaget bila suatu saat nanti tiba – […]

    6 Pola Makanan Cegah Obesitas

    Obesitas memang sangat erat kaitannya dengan makanan yang Anda konsumsi setiap harinya. Jika Anda setiap harinya terlalu berlebihan dalam mengonsumsi makanan yang mengandung kalori serta glukosa, dan juga sering sekali membeli makanan sembarangan, tidak memperhatikan kandungan dari makanan tersebut, cara pengolahannya serta bahan makanan yang digunakan, maka jangan kaget bila suatu saat nanti tiba – tiba saja kadar gula darah Anda naik.

    Bila Anda menjaga pola makan, Anda akan mencegah dan mengurangi risiko terkena penyakit diabetes karena diabetes ini adalah penyakit yang tidak dapat disepelekan. Ia dapat berdampak pada penyakit jantung jika dibiarkan begitu saja.

    Berikut ini 6 pola makan untuk mencegah obesitas :

    Makan sedikit tapi sering

    Bila Anda menerapkan pola makan sedikit tapi sering, tubuh akan lebih mudah dalam mencerna makanan yang masuk. Tentunya hal tersebut akan berdampak positif bagi pencernaan kita karena tidak ada lagi lemak yang menumpuk. Jadi, lebih baik makan dalam porsi kecil tapi sering ya, daripada makan jarang tapi sekali nya makan tidak terkira banyaknya.

    Baca Juga: 4 Jenis Pemanis Buatan Untuk Penderita Diabetes

    Biasakan sarapan

    cewek usia 20an, makan sehat

    Jangan pernah melewatkan sarapan pada pagi harinya karena dengan sarapan otak dan juga organ tubuh bisa menjadi lebih maksimal dan juga fokus dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Selain itu, dengan membiasakan diri untuk sarapan juga membuat Anda tidak terlalu banyak saat makan siang nanti karena kelaparan.

    Menerapkan diet sehat (pola makan sehat)

    Bila Anda menerapkan diet sehat atau pola makan sehat, tentunya tubuh akan lebih sehat karena makanan yang masuk ke dalam tubuh berasal dari makanan yang sehat yang sangat dibutuhkan dan menyehatkan tubuh.  Jika membiasakan diri menerapkan pola makan atau diet sehat juga membuat tubuh terhindar dari penumpukan lemak dan juga kolesterol. Jangan lupa untuk pola makan sehat juga harus berdasarkan gizi seimbang, yang memperbanyak konsumsi sayur dan juga buah – buahan.

    Konsumsi protein rendah lemak

    Protein memang sangat vital sekali fungsinya bagi tubuh, salah satunya yaitu untuk memperbaiki sel – sel tubuh yang rusak. Namun, untuk mencegah obesitas, ada baiknya bagi Anda untuk mengonsumsi protein yang bersumber dari daging putih, seperti yang terdapat pada daging ayam, dan juga ikan. Selain dari protein hewani, atau protein yang berasal dari hewan, protein nabati juga sangat penting untuk dikonsumsi, seperti yang terdapat pada kacang-kacangan, tahu dan tempe.

    Memperhatikan asupan gula dan kalori harian

    Kalori dan juga gula yang terkandung dalam makanan dan juga minuman yang kita makan, jika dikonsumsi berlebihan akan sangat berpengaruh pada kadar gula darah kita. Naiknya kadar gula dalam darah, salah satu penyebab utamanya adalah karena terlalu banyak jumlah kalori dan juga gula yang masuk. Oleh karena itu, untuk menerapkan pola makan untuk mencegah obesitas, sangat penting untuk memperhatikan setiap jumlah kalori dan juga gula yang masuk agar tidak berlebihan. Contoh kandungan kalori dan gula pada minuman dan makanan yang sebisa mungkin dihindari, yaitu yang terdapat pada fast food, cookies serta minuman manis.

    Baca Juga: 5 Menu Harian Stabilkan Gula Darah

    Hindari minuman beralkohol dan juga rokok

    Minuman beralkohol memiliki kandungan glukosa yang cukup tinggi dan juga kandungan lainnya yang sangat merugikan kesehatan. Oleh karena itu, sebisa mungkin untuk menghindari konsumsi minuman beralkohol. Selain minuman beralkohol juga disarankan untuk menghindari rokok, karena rokok dengan kandungan zat – zat yang ada di dalamnya serta nikotin, mampu merusak organ – organ tubuh termasuk pancreas sebagai penghasil insulin.

    Demikian 6 pola makanan untuk mencegah obesitas. Namun, tidak hanya pola makan saja yang perlu diperhatikan. Kita juga harus rutin dalam berolahraga, kelola stress, aktifitas fisik serta rutin cek kesehatan ke dokter. Semoga bermanfaat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi :

    1. Sekarsari B. Aturan Makan yang terbukti mencegah diabetes. 2018. [Internet]. Available at: 1health.id/id/article/category/diet-dan-nutrisi/aturan-makan-ini-terbukti-mencegah-diabetes.html (1.12.18)
    2. Khoiri A. Pola makan tepat untuk cegah risiko diabetes. 2016. [Internet]. Available at: cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160420162349-255-125308/pola-makan-tepat-untuk-cegah-risiko-diabetes (1.12.18)

     

    Read More
  • Apakah Sobat sering menderita sakit kepala sebelah? Bisa jadi Anda menderita migren. Menurut WHO, migren termasuk 1 dari 20 penyakit yang paling menimbulkan gangguan aktivitas. Sehingga, penderita sakit kepala sebelah sebaiknya memiliki pengetahuan tentang kondisi ini, agar dapat mencegah kambuh dan efektif dalam menerapkan cara-cara mengobati sakit kepala sebelah. Migren merupakan salah satu jenis sakit […]

    Bagaimana Mengobati Sakit Kepala Sebelah?

    Apakah Sobat sering menderita sakit kepala sebelah? Bisa jadi Anda menderita migren. Menurut WHO, migren termasuk 1 dari 20 penyakit yang paling menimbulkan gangguan aktivitas. Sehingga, penderita sakit kepala sebelah sebaiknya memiliki pengetahuan tentang kondisi ini, agar dapat mencegah kambuh dan efektif dalam menerapkan cara-cara mengobati sakit kepala sebelah.

    Migren merupakan salah satu jenis sakit kepala yang tidak memiliki penyebab spesifik. Migren yang ‘klasik’ didahului dengan gejala awalan yang berbagai macam, misalnya gangguan pandangan (silau atau kabur), gangguan bicara, gangguan perilaku, perubahan mood, gangguan memori, mual, gangguan pendengaran, penciuman, dan lain-lain. Meskipun begitu, sebagian besar penderita migren tidak memiliki gejala awalan.

    Meski penyebab migren belum diketahui dengan pasti, tapi serangan migren memiliki banyak faktor pemicu yang terbagi atas faktor-faktor luar tubuh dan faktor-faktor dalam tubuh. Contoh faktor dalam tubuh, misalnya, hormon (pada wanita dapat berupa masa menstruasi, ovulasi, alat KB hormonal), psikologis (stres, cemas, ketakutan, depresi), dan pola tidur (kurang tidur, terlalu banyak tidur). Faktor eksogen misalnya cuaca, sinar, gerakan, suara bising, makanan dan minuman.

    Baca Juga: 6 Tips Meredakan Sakit Kepala

    Penatalaksanaan sakit kepala sebelah terbagi menjadi tiga bagian besar, yaitu menghindari pencetus, terapi segera serangan akut, dan terapi pencegahan migren. Terapi serangan migren dan terapi pencegahan tentunya diberikan oleh dokter Anda. Apabila benar Sobat menderita migren, ada kemungkinan bahwa terapi yang Anda butuhkan tidak dapat dibeli bebas di apotek. Di sini, kita akan berfokus pada cara mengobati sakit kepala sebelah yang dapat Anda lakukan sendiri, yaitu menghindari pencetus.

    Catat Sakit Kepala Sebelah Anda

    Seringkali penderita migren tidak mengetahui apa faktor pencetus serangan migrennya. Ya, sebagian kasus migren memang tidak memiliki pencetus. Namun, alangkah baiknya Anda mengetahui dengan pasti pencetus migren Anda, sehingga dapat menghindarinya apabila migren Anda memang memiliki pencetus. Apa yang mencetuskan serangan nyeri kepala pada Anda berbeda dengan pencetus serangan nyeri kepala pada orang lain.

    Baca Juga: 5 Herbal Sakit Kepala yang Sehat dan Aman

    Anda dapat mulai menulis ‘buku harian sakit kepala’, yaitu catatan mengenai kapan saja Anda mengalami sakit kepala, gejala-gejala apa yang Anda alami di sekitar waktu nyeri kepala tersebut, serta kejadian-kejadian apa yang mendahuluinya. Apakah Anda mengonsumsi makanan atau minuman tertentu? Apakah Anda selalu sedang mengalami beban kerja berat ketika nyeri itu akan muncul? Berapa jam waktu tidur Anda sebelum nyeri kepala Anda muncul? Ingat bahwa terdapat jangka waktu hingga 24 jam sejak adanya pencetus hingga muncul nyeri kepala.

    Terkadang, pencetus migren merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, misalnya perubahan cuaca, stres, atau masa tertentu siklus menstruasi pada wanita. Namun, pengetahuan akan pencetus spesifik migren dapat membantu Sobat mengantisipasi serangan nyeri kepala.

    Hindari Pencetus Tersering Sakit Kepala Sebelah

    Meski pencetus nyeri kepala sebelah bagi tiap orang berbeda-beda, beberapa hal lebih sering berperan sebagai pencetus daripada hal lainnya. Bila Sobat belum mengetahui pencetus spesifik nyeri kepala sebelah Anda, lakukan hal-hal berikut sebagai usaha awal menghindari serangan nyeri kepala sebelah:

    Kurangi stres

    Pada suatu penelitian yang dilakukan pada dua ratus orang, ditemukan bahwa pencetus tersering adalah stres emosional. Apabila Anda penderita sakit kepala sebelah, Anda perlu lebih sadar akan hal-hal yang membuat Anda stres dan menghindarinya.

    Makan teratur

    Lupa makan juga termasuk satu penyebab tersering timbulnya migren. Pertahankan pola makan yang sehat dan teratur. Selain mencegah sakit kepala sebelah, pola makan yang sehat dan teratur juga baik untuk keseluruhan kesehatan Anda.

    Perhatikan pola tidur Anda

    Perubahan pola tidur dari kebiasaan normal Anda, baik itu terlalu banyak maupun terlalu sedikit tidur, dapat mencetuskan migren. Kenali pola tidur biasa Anda, dan hindari melakukan perubahan-perubahan mendadak.

    Baca Juga: Ternyata Kurang Tidur Picu Kanker Payudara

    Makanan dan Minuman Ini Sering Mencetuskan Sakit Kepala Sebelah:

    Sesuai yang telah disebutkan sebelumnya, makanan dan minuman merupakan salah satu dari pencetus migren. Makanan atau minuman pencetus berbeda-beda bagi tiap orang, tetapi berikut ini merupakan kemungkinan pencetus terbesar. Bila Anda mengetahui dengan pasti bahwa suatu makanan tertentu mencetuskan sakit kepala Anda, hindari makanan tersebut sepenuhnya!

    Keju

    Keju tua, seperti blue cheese, feta, dan brie, mengandung tiramin. Tiramin merupakan substansi yang terbentuk saat proses penuaan makanan memecah kandungan proteinnya. Makanan lain yang tinggi tiramin adalah makanan yang diacar atau difermentasikan, misalnya acar dan kimchi. Makanan tinggi tiramin terasosiasi dengan timbulnya serangan sakit kepala sebelah.

    Kafein

    Pada beberapa penderita migren, kopi dapat merupakan pencetus migrennya. Namun, bila Anda seorang peminum kopi, tiba-tiba menghentikan konsumsi kopi yang mencetuskan fenomena withdrawal juga dapat merupakan penyebab sakit kepala Anda.

    Alkohol

    Alkohol merupakan salah satu penyebab tersering sakit kepala sebelah. Biasanya, orang-orang yang menderita migren karena alkohol akan mengalaminya pada fase withdrawal, misalnya beberapa jam setelah kadar alkohol darah berkurang.

    Cokelat

    Kurang lebih seperlima penderita migren menyatakan cokelat sebagai salah satu pencetus migren mereka. Biasanya, semakin tinggi kandungan kokoanya, semakin mungkin perannya sebagai pencetus sakit kepala.

    Pemanis buatan

    Pemanis buatan sering digunakan bagi penderita kencing manis sebagai pengganti gula alami. Namun, ternyata pemanis buatan terhubung dengan migren.

    Makanan mengandung pengawet

    Monosodium glutamate (MSG) merupakan salah satu jenis pengawet yang sering kita dengar. MSG ternyata terasosiasi dengan timbulnya nyeri kepala. Selain MSG, pengawet-pengawet lain juga mungkin menimbulkan nyeri kepala pada beberapa orang. Contoh pengawet lain yang diduga sering menimbulkan nyeri kepala sebelah adalah nitrat, yaitu pengawet yang sering ditemukan pada daging terproses seperti ham dan sosis.

    Baca Juga: Sakit Kepala Tak Kunjung Reda? Coba Makanan Ini

    Mengobati sakit kepala sebelah dapat merupakan proses yang penuh tantangan. Langkah awal termudah (dan mungkin terpenting) adalah mendokumentasikan nyeri kepala sebelah Anda untuk mengetahui pencetus pribadinya. Selain itu, secara umum pertahankan gaya hidup dan pola makan yang sehat. Kebanyakan pencetus migren termasuk dalam pola hidup yang tidak teratur dan makanan-makanan mengandung bahan aditif atau buatan.

    Nah, Sobat kini sudah lebih memahami masalah sakit kepala sebelah. Jika masih membutuhkan informasi kesehatan lainnya, bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Migraine and Diet [Internet]. American Migraine Foundation. [dikutip 17 September 2018]. Tersedia pada:  americanmigrainefoundation.org/understanding-migraine/migraine-and-diet/
    2. Living With Migraine: Diet and Migraine [Internet]. American Migraine Foundation. [dikutip 17 September 2018]. Tersedia pada: americanmigrainefoundation.org/understanding-migraine/living-with-migraine-diet-and-migraine/
    3. Bartleson JD, Cutrer FM. Migraine update. Diagnosis and treatment. Minn Med. 2010;93(5):36–41.
    4. Martin PR. Behavioral Management of Migraine Headache Triggers: Learning to Cope with Triggers. Curr Pain Headache Rep. 1 Juni 2010;14(3):221–7.
    5. Andress‐Rothrock D, King W, Rothrock J. An Analysis of Migraine Triggers in a Clinic-Based Population. Headache J Head Face Pain. 1 September 2010;50(8):1366–70.
    6. 10 Foods That Trigger Migraines [Internet]. [dikutip 17 September 2018]. Tersedia pada:  healthline.com/health/foods-that-trigger-migraines
    7. Dito Anurogo. Penatalaksanaan Migren. CDK. 2012;39(10):731–7.
    8. Isti Suharjanti. Strategi Pengobatan Akut Migren. CDK. 2013;40(2):87–91.
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja