Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 31–40 of 158 results

  • Batuk kronis pada lansia adalah batuk yang terjadi selama lebih dari dua bulan atau delapan minggu. Sebenarnya, batuk kronis tidak hanya terjadi pada lansia, namun juga pada orang dewasa muda atau anak-anak. Namun, data Copenhagen General Population Study tahun 2017 menunjukkan bahwa penderita batuk kronis terbanyak adalah lansia berusia 60 tahun ke atas.1 Batuk dapat […]

    Batuk Kronis pada Lansia, dari Gejala Hingga Pencegahan

    Batuk kronis pada lansia adalah batuk yang terjadi selama lebih dari dua bulan atau delapan minggu. Sebenarnya, batuk kronis tidak hanya terjadi pada lansia, namun juga pada orang dewasa muda atau anak-anak. Namun, data Copenhagen General Population Study tahun 2017 menunjukkan bahwa penderita batuk kronis terbanyak adalah lansia berusia 60 tahun ke atas.1

    batuk kronis pada orang tua

    Batuk dapat menimbulkan rasa tidak nyaman berkepanjangan bagi pasien dan pengaruh besar datang ke kehidupan mereka.2 Selain itu, batuk kronis sendiri bisa jadi merupakan salah satu tanda adanya gangguan kesehatan dan sebuah gejala penyakit lain yang lebih serius jika berlangsung secara terus-menerus.3 Apabila Sobat memiliki batuk yang berkepanjangan, Sobat disarankan untuk segera memeriksakan ke dokter.

    Baca Juga: Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari

    Apa Saja Penyebabnya?

    Penyebab batuk kronis pada seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:1

    • Riwayat merokok
    • Infeksi seperti TBC, pneumonia, atau batuk rejan
    • Riwayat asma
    • Penyakit refluks asam lambung
    • Radang saluran pernapasan atau bronkitis
    • Efek samping obat untuk hipertensi 

    Selain itu, batuk kronis dapat juga merupakan gejala dari penyakit-penyakit di bawah ini, yaitu:1

    • Bronkitis
    • Bronkiektasis
    • Cystic fibrosis
    • Sarkodiosis
    • Penyakit paru interstisial
    • Kanker paru-paru
    • Gagal jantung

    Apa Saja Gejala yang Dapat Menyertai Batuk Kronis?

    Berikut adalah gejala yang dapat menyertai keluhan batuk kronis:3

    • Hidung berair atau tersumbat
    • Menumpuknya ingus di belakang tenggorokan
    • Sakit tenggorokan
    • Suara serak
    • Desah dan nafas pendek
    • Mulas atau rasa asam di mulut
    • Batuk berdarah

    Jenis-jenis batuk kronis

    Batuk kronis ternyata juga mempunyai jenis. Jenisnya adalah sebagai berikut:

    • Batuk kering

    Jenis batuk ini tidak menghasilkan lendir namun dapat mengiritasi paru-paru dan tenggorokan. Batuk ini juga bisa menandakan adanya infeksi virus atau masalah sinus.3

    • Batuk basah

    Jenis batuk ini menghasilkan lendir atau dahak. Warna dahak juga bisa mengindikasikan adanya infeksi bakteri atau cairan di paru-paru.3

    • Batuk akibat stress

    Jenis batuk ini disebabkan oleh terangsangnya refleks batuk di saluran napas saat tubuh dan pikiran sedang mengalami stres. Jenis batuk ini biasanya tidak menghasilkan lendir dan tidak berhubungan dengan infeksi.3

    • Batuk rejan

    Jenis batuk ini biasanya terjadi pada anak-anak dan disebabkan oleh infeksi virus. Batuk ini juga bisa menghasilkan suara yang keras karena adanya pembekakkan pada batang tenggorokan dan juga bersifat sangat menular.3

    Bagaimana Diagnosis dan Terapi Batuk Kronis?

    Pertama kali yang harus dilakukan Sobat jika mempunyai orang tua yang sudah lansia dengan batuk kronis adalah membawanya ke dokter untuk didiagnosis awal. Pada lansia, penyebab batuk kronis yang mudah hilang adalah penyakit gastroesophageal reflux, yaitu batuk yang terjadi di kerongkongan karena refluks asam lambung dari perut, yang menyebabkan iritasi mukosa saluran pernapasan dan terluka oleh efek asam lambung.2 

    Untuk diagnosis, doker akan menanyakan gejala yang dialami dan melakukan pemeriksaan fisik. Barulah kemudian dokter melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan seperti:

    • Uji pencitraan yaitu melalui foto rontgen dada dan CT scan untu melihat kondisi paru-paru
    • Tes fungsi paru, yaitu untuk mengukur kapasitas paru-paru
    • Tes dahak, untuk memeriksa kemungkinan infeksi bakteri
    • Tes asam lambung, yaitu untuk mengukur kadar asam lambung di kerongkongan
    • Endoskopi untuk melihat kondisi saluran pernapasan atau kerongkongan dan lambung
    • Biopsi atau pengambilan sampel jaringan dari saluran pernapasan untuk diteliti di laboratorium

    Adakah Metode Pengobatannya?

    Ada, berdasarkan penyebabnya, yaitu:3

    • Batuk yang disebabkan oleh asma dapat diobati dengan steroid inhalasi untuk mengurangi peradangan di saluran pernapasan.
    • Batuk yang disebabkan oleh alergi dapat diobati dengan menghindari hal-hal yang menyebabkan alergi dan mengonsumsi antihistamin untuk meredam reaksi alergi.
    • Batuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri dapat diobati dengan antibiotik.
    • Batuk yang disebabkan oleh GERD dapat diobati dengan antasida untuk menetralkan asam lambung dan obat untuk mengurangi asam lambung.

    Selain dengan obat modern, batuk kronis pada lansia juga bisa diredakan dengan obat-obatan alami sebagai berikut:

    Obat Alami Pereda Batuk Kronis

    Jeruk Nipis 

    Kandungan alami di dalamnya berkhasiat meredakan batuk, sehingga saluran pernapasan kembali lega. Cara membuatnya cukup sederhana, yaitu campurkan 3 sdm air perasan jeruk nipis, 3 sdm madu, dan 3 sdm air hangat ke dalam wadah. Kemudian konsumsi 2-4 sendok teh dua kali dalam sehari agar hasilnya lebih maksimal.4

    Daun Andong

    Daun andong dikatakan mampu membantu meredakan batuk kronik yang disertai gejala batuk berdarah. Untuk membuatnya, cukup dengan merebus 5 helai daun ke dalam air mendidih kurang lebih 15 menit. Setelah itu, diamkan sampai kondisinya dingin, dan minum ramuan kurang lebih 100 ml sekali sehari sampai batuk mereda.4

    Jahe dan Kencur

    Jahe dan kencur bisa dimanfaatkan untuk meredakan batuk pada lansia. Caranya adalah rebus jahe dan kencur terlebih dahulu ke dalam segelas air, lalu tunggu sampai volume air mencapai setengah gelas. Kemudian, saring rebusan air ke dalam gelas lalu tambahkan perasan air jeruk nipis dan madu. Minum ramuan ini sekali sehari secara teratur sampai batuk hilang.4

    Baca Juga: Tanaman Obat Tradisional Alternatif Pencegah Corona

    Belimbing Wuluh

    Bunga belimbing wuluh bisa dimanfaatkan untuk meredakan batuk. Cara membuatnya adalah rebus segenggam bunga belimbing wuluh ke dalam secangkir air, lalu rebus hingga mendidih, kemudian saring airnya, dan diamkan sampai hangat. Konsumsi setiap hari dan teratur hingga batuk mereda. Jangan lupa tambahkan perasan air jeruk nipis dan madu agar lebih nikmat.4

    Daun kemangi

    Ambil segenggam daun kemangi, lalu cuci bersih, dan rebus dalam air sampai mendidih. Saring airnya dan konsumsi sekali dalam sehari. Manfaatnya akan terasa selama beberapa kali pemakaian dan obat herbal ini dikatakan tidak menyebabkan efek samping.4

    Daun Sirih

    Rebus daun sirih ke dalam air dan tunggu sampai mendidih. Setelah itu, saring airnya dan diamkan sampai hangat. Agar rasanya lebih nikmat, bisa tambahkan madu secukupnya. Disarankan untuk dikonsumsi cukup sehari sekali.4

    Daun Asam Muda

    Berkhasiat menghilangkan gatal di tenggorokan supaya batuk kering mereda. Cara membuat ramuan ini adalah dengan merebus daun asam muda, daun saga manis, dan bubuk kayu manis ke dalam air hingga mendidih. Saring airnya, lalu biarkan sampai hangat. Air rebusan dapat dikonsumsi sekali sehari secara teratur.4

    Apa Saja Langkah-langkah untuk Pencegahan?

    Pada lansia, batuk kronis dapat dicegah dengan beberapa upaya berikut:2

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya

    • Membersihkan tenggorokan, gigi, mulut setiap hari dengan menyikat gigi setelah makan, sebelum tidur, dan setelah bangun tidur
    • Jangan merokok sama sekali karena merokok merupakan penyebab umum penyakit pernapasan
    • Dianjurkan untuk tidak minum air dingin atau es
    • Hindari makan berlebihan, dan jangan berbaring minimal 3 jam setelah makan apabila menderita refluks asam lambung atau GERD
    • Gunakan obat-obatan untuk asma sesuai anjuran dokter
    • Konsumsi pereda batuk sesuai anjuran dokter
    • Konsultasikan kembali dengan dokter mengenai obat antihipertensi yang dikonsumsi, khususnya manfaat dan risiko dari obat ACE inhibitor, karena obat ini dapat menimbulkan efek samping batuk
    • Mengonsumsi madu secara rutin
    • Menjauhi polusi/iritan
    • Perbanyak istirahat

    Itulah hal-hal yang penting diketahui mengenai batuk kronis pada lansia, mulai dari penyebab hingga pencegahannya. Apabila batuk ini tidak ditangani atau dibiarkan saja, mungkin terdapat penyakit tertentu yang mendasarinya, seperti penyakit kanker paru, pneumonia, dan tuberkulosis. Terlebih lagi, lansia merupakan individu yang rentan, sehingga batuk kronis pada lansia harus lebih diperhatikan dan diberikan pengobatan yang tepat.

    Apabila Sobat ingin mengetahui secara lengkap dan dalam mengenai batuk dan pilek silakan tonton video Youtube di bawah ini

    dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat. Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut dan produk-produk kesehatan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi 

    1. Çolak Y, Nordestgaard B, Laursen L, Afzal S, Lange P, Dahl M. Risk Factors for Chronic Cough Among 14,669 Individuals From the General Population. 2020
    2. Penyebab batuk berkepanjangan pada lansia – KabarSumsel.ID [Internet]. KabarSumsel.ID. 2020 [cited 10 August 2020]. Available from: http://kabarsumsel.id/01-2019/5084/penyebab-batuk-berkepanjangan-pada-lansia.html
    3. Batuk Kronis: Gejala, Jenis, dan Cara Mengatasinya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 10 August 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/03/20/080000468/batuk-kronis–gejala-jenis-dan-cara-mengatasinya?page=all
    4. Jenis Obat Batuk Alami Untuk Orangtua [Internet]. Berita Kesehatan Lansia/Manula Lanjut Usia. 2020 [cited 10 August 2020]. Available from: https://www.golansia.com/jenis-obat-batuk-alami-untuk-orangtua-632/
    5. Mediatama G. Waspadai 5 penyakit ini jika batuk berkepanjangan [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 10 August 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/waspadai-5-penyakit-ini-jika-batuk-berkepanjangan

     

    Read More
  • Batuk dan pilek sudah menjadi kata-kata yang begitu akrab di telinga. Apabila mengalaminya, tentu saja Sobat merasa tidak nyaman, apalagi jika batuk dan pilek terjadi berulang kali. Sobat mungkin bertanya-tanya mengapa Sobat bisa menjadi langganan untuk penyakit umum yang satu ini. Batuk dan pilek sering kali merupakan gejala flu. Flu itu sendiri dapat disebabkan oleh […]

    Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya

    Batuk dan pilek sudah menjadi kata-kata yang begitu akrab di telinga. Apabila mengalaminya, tentu saja Sobat merasa tidak nyaman, apalagi jika batuk dan pilek terjadi berulang kali. Sobat mungkin bertanya-tanya mengapa Sobat bisa menjadi langganan untuk penyakit umum yang satu ini. Batuk dan pilek sering kali merupakan gejala flu. Flu itu sendiri dapat disebabkan oleh berbagai virus, salah satunya virus influenza. Selain itu, faktor-faktor tertentu juga bisa memicu seseorang terkena flu. Orang dewasa bisa tertular 2-3 hari sebelum munculnya gejala. Artinya, seseorang dapat menularkan virus influenza bahkan sebelum ia tahu bahwa ia terinfeksi. Selain orang dewasa, penyakit ini juga menyerang anak-anak, terutama bayi.1

    gejala batuk pilek

    Namun, sebelum mengetahui cara mengatasinya, ada baiknya Sobat mengetahui terlebih dahulu mengenai penyebab batuk dan pilek.

    Penyebab Flu dengan Gejala Batuk Pilek

    Flu kebanyakan disebabkan oleh human rhinovirus atau HRV. Selain HRV, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh coronavirus, adenovirus, human parainfluenza virus (HPIV), dan respiratory syncytial virus atau RSV. Virus ini masuk ke tubuh melalui hidung, mulut, atau bahkan mata. Virus bahkan bisa masuk ke dalam tubuh ketika Sobat tanpa sengaja menghirup percikan liur penderita melalui bersin atau batuk. Selain itu, virus bisa masuk ketika seseorang menyentuh permukaan benda yang telah terkontaminasi percikan liur yang mengandung virus, kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata sendiri dengan tangan.

    Selain disebabkan oleh virus, flu juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor dan kondisi di bawah ini, yaitu:

    • Berada di tempat publik seperti pasar, sekolah, dan kantor
    • Sistem kekebalan tubuh yang rendah
    • Punya riwayat penyakit kronis
    • Usia anak-anak yang masih rentan penyakit
    • Sering merokok
    • Terpapar udara dingin

    Gejala Flu

    Lalu seperti apakah gejala flu?1

    • Demam
    • Batuk
    • Nyeri otot
    • Sakit kepala
    • Kelelahan
    • Bersin-bersin
    • Hidung tersumbat
    • Suara serak
    • Tenggorokan gatal
    • Mata berair
    • Berkurangnya daya penciuman dan pengecapan
    • Merasa ada tekanan pada wajah dan telinga
    • Nyeri telinga
    • Hilang nafsu makan 

    Cara Tepat Mencegah Batuk dan Pilek Datang Kembali

    Untuk bisa mencegah batuk dan pilek, Sobat Sehat bisa melakukan beberapa cara di bawah ini. Apa saja caranya? Yuk, mari simak!

    1. Cuci tangan secara teratur

    Cara pertama yang bisa Sobat lakukan untuk bisa mencegah batuk dan pilek adalah mulailah mencuci tangan secara teratur dengan memakai sabun selama 20 detik pada air yang mengalir sesuai dengan protokol kesehatan. Cucilah dengan menyentuh area wajah, yaitu mata, hidung, dan mulut. Selain itu, sebisa mungkin hindari kontak dengan penderita, dan terapkan etika yang baik dalam batuk dan bersin.

    2. Hindari merokok dan mengonsumsi alkohol2

    Cara kedua yang bisa dilakukan untuk mencegah batuk dan pilek datang lagi adalah Sobat sebaiknya mulai mengurangi atau tidak sama sekali merokok, baik aktif maupun pasif. Merokok bisa meperburuk gejala batuk dan pilek karena rokok sendiri mengandung zat kimia yang menempel di tenggorokan, sehingga terjadi batuk untuk membersihkan zat kimia tersebut. Selain merokok, mengonsumsi alkohol juga dapat meningkatkan batuk dan pilek karena kandungan dalam alkohol yang dapat menurunkan daya tahan tubuh, dan tubuh menganggap alkohol sebagai racun. Karena itu, mulailah menghindari dengan mengurangi atau tidak sama sekali mengonsumsi keduanya.

    3. Konsumsi Makanan Bergizi2

    Konsumsi makanan bergizi dan seimbang bisa mencegah batuk dan pilek. Perbanyaklah konsumsi buah dan sayur serta makanan tinggi protein. Biasakan untuk mengonsumsi karbohidrat yang beragam, alias tidak bergantung pada nasi saja sebagai makanan pokok. Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi dan banyak gula. 

    4. Berolahraga Secara Teratur3

    Olahraga secara teratur juga dianjurkan karena olahraga akan meningkatkan daya imunitas tubuh Sobat secara alami. Mulailah dengan berolahraga ringan seperti jalan kaki, jogging, lari, dan bersepeda setiap hari selama 30 menit. Karena sedang pandemi corona, jangan lupa memakai masker ya! 

    5. Cek Kesehatan Secara Rutin

    Cek kesehatan secara rutin juga perlu dilakukan sebagai salah satu cara mencegah batuk dan pilek datang kembali. Yang perlu dicek rutin adalah tekanan darah, berat badan, kolestrol total, lingkar perut, dan kadar gula darah. Sobat bisa melakukan pemeriksaan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, atau bisa juga di rumah dengan mengikuti layanan cek kesehatan di rumah dari Prosehat.

    6. Hindari Kerumunan2

    Kerumunan dan keramaian merupakan salah satu situasi yang dapat menyebabkan munculnya batuk dan pilek, sebaiknya Sobat menghindari kerumunan supaya tidak terjangkit infeksi lagi dan memutuskan rantai penularan penyakit. Usahakan untuk tetap di rumah saja, terutama di masa pandemi Corona sekarang ini. 

    7. Perbanyak Minum2 

    Batuk dan pilek biasanya menyebabkan lendir atau ingus berlebihan menumpuk di bagian belakang tenggorokan atau postnasal drip. Dengan memperbanyak minum, tubuh Sobat akan terhidrasi dengan baik dan selaput lendir akan tetap lembap. Selain itu, lendir postnasal drip akan menipis. Minuman yang disarakan adalah teh hangat yang dicampur madu. Cara ini cocok untuk Sobat yang ingin meredakan gejala batuk dan pilek dengan cepat.

    8. Mandi atau Berendam Air Hangat2

    Cara yang satu ini juga sangat sederhana, yaitu mandi atau berendam air hangat. Sebab, batuk dan pilek akan semakin terasa saat udara kering. Mandi dan berendam air hangat bisa Sobat lakukan untuk mengurangi gejala. Selain berendam air hangat, Sobat juga bisa menggunakan alternatif lain, yaitu dengan humidifier atau pelembap ruangan.

    9. Tidur yang Cukup2

    Cara terakhir supaya batuk dan pilek tidak datang kembali adalah tidur dengan cukup di waktu malam supaya dapat memberikan kesegaran dan mood yang bagus, serta bisa memberikan respons yang baik dalam beraktivitas. Karena itu, usahakan jangan bergadang agar tubuh Sobat tetap fit.

    Itulah 9 cara yang bisa Sobat lakukan supaya tidak menjadi langganan batuk dan pilek. Cara ini cukup mudah karena umumnya tidak memerlukan obat sama sekali. Namun, supaya Sobat ingin terlindungi dari virus influenza, Sobat bisa melakukan vaksinasi influenza, dan dapat memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang tentunya mempunyai beberapa kelebihan seperti:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat ingin mengetahui secara lengkap dan dalam mengenai batuk dan pilek silakan tonton video Youtube di bawah ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut silakan hubungi asisten kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Sendari A. Penyebab Flu dan Batuk, Serta Gejalanya yang Beda dengan Pilek Biasa [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 5 August 2020]. Available from: http://liputan6.com/read/4054285/penyebab-flu-dan-batuk-serta-gejalanya-yang-beda-dengan-pilek-biasa
    2. Gak Perlu Obat, Ini 7 Cara Mudah Mengobati Batuk & Pilek dalam Semalam [Internet]. IDN Times. 2020 [cited 5 August 2020]. Available from: https://www.idntimes.com/health/fitness/viktor-yudha/cara-mengobati-batuk-dan-pilek-dalam-semalam-tanpa-obat/7
    3. Rutin Olahraga 30 Menit Sehari Hasilnya Lebih Maksimal [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 5 August 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2013/09/21/0959235/Rutin.Olahraga.30.Menit.Seh
    Read More
  • Mewabahnya COVID-19 di Indonesia membuat semua aktivitas rutin menjadi terganggu, termasuk imunisasi anak. Imunisasi pada anak dilakukan sebagai upaya membentuk kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit menular, seperti cacar, polio, tuberkulosis, hepatitis B, difteri, campak, dan rubella. Hal ini dikarenakan anak-anak, terutama bayi, masih rentan terserang penyakit. Berbagai penyakit dapat mempengaruhi pertumbuhan anak, seperti menyebabkan kecacatan, […]

    Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi COVID-19?

    Mewabahnya COVID-19 di Indonesia membuat semua aktivitas rutin menjadi terganggu, termasuk imunisasi anak. Imunisasi pada anak dilakukan sebagai upaya membentuk kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit menular, seperti cacar, polio, tuberkulosis, hepatitis B, difteri, campak, dan rubella. Hal ini dikarenakan anak-anak, terutama bayi, masih rentan terserang penyakit. Berbagai penyakit dapat mempengaruhi pertumbuhan anak, seperti menyebabkan kecacatan, kelumpuhan, bahkan kematian. Oleh karena itu, imunisasi pada anak begitu penting untuk dilakukan.1

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    vaksinasi anak, imunisasi anak di masa Corona

    Namun, ketika COVID-19 mewabah, banyak orang tua yang bertanya-tanya, apakah imunisasi masih perlu dilakukan? Hal ini disebabkan virus corona adalah salah satu virus mematikan yang dapat menyebar begitu cepat sehingga membuat banyak orang tua khawatir dirinya dan anaknya tertular bila pergi ke luar rumah.2

    Jawabannya adalah perlu. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebagai organisasi yang bertanggung jawab terhadap kesehatan anak-anak Indonesia, termasuk di dalamnya mengenai imunisasi, menyatakan bahwa imunisasi untuk anak-anak tetap harus dilakukan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan berdasarkan rekomendasi dari WHO. Penetapan jadwal juga melihat kondisi perkembangan anak di Indonesia sehingga jadwal pemberian imunisasi yang sesuai dan bertahap akan membantu perkembangan anak.2

    Karena imunisasi anak tetap harus dilakukan, pelaksanaannya pun menyesuaikan dengan kondisi yang ada, yaitu menerapkan protokol kesehatan sebagai tindak lanjut upaya mengurangi penyebaran corona. Hal itu tertuang dalam Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi Pada Masa Pandemi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan.1 Lalu, seperti apakah imunisasi anak di masa pandemi? Yuk, tanpa berlama-lama, mari kita simak, Sobat Sehat!

    Dilaksanakan di Fasilitas Kesehatan

    Fasilitas kesehatan seperti posyandu, puskesmas, dan rumah sakit tetap melaksanakan imunisasi dasar lengkap untuk anak-anak, namun dengan berbagai protokol kesehatan, seperti melakukan physical distancing 1-2 meter, melakukannya di ruangan yang cukup besar dan mempunyai sirkulasi udara yang baik untuk mencegah terjadinya penularan corona secara airborne, dan petugas medis diharuskan memakai APD lengkap.1

    Selain itu, ruangan dipastikan harus steril sebelum dan sesudah kunjungan dengan disemprotkan cairan desinfektan. Tak lupa, setiap orang yang membawa anaknya untuk imunisasi harus memakai masker dan mencuci tangan. Untuk jam kunjungan pun diusahakan tidak sampai membuat orang tua dan anak lama menunggu untuk meminimalkan paparan virus. Karena itu, diharapkan orang tua untuk mengatur jadwal imunisasi anak sebelumnya dengan mengatur janji bertemu dokter.1

    Dapat Dilaksanakan di Tempat Pribadi Dokter atau Layanan ke Rumah

    Apabila Sobat Sehat yang telah menjadi orang tua masih begitu khawatir mengenai pelayanan pemberian imunisasi secara langsung di fasilitas kesehatan yang menjadi tempat rentan penyebaran virus, Sobat juga bisa melakukannya di tempat pribadi dokter yang membuka praktik pribadi sehingga bersifat lebih privat. Pilihan lainnya dapat berupa layanan imunisasi ke rumah sebagai salah satu cara mengurangi penyebaran virus.3

    Untuk layanan imunisasi ini, Sobat juga dapat memanfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa kelebihan seperti:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Imunisasi Tidak Dilakukan di Wilayah Rawan Corona

    Imunisasi anak boleh saja tidak dilakukan di wilayah yang menurut pemerintah merupakan wilayah rawan COVID-19. Penundaannya adalah satu bulan jika memang imunisasi tidak memungkinkan dan sangat berisiko. Namun, apabila memungkinkan, imunisasi harus dijalankan.3

    Dapat Diberikan Imunisasi Tambahan dan Kombinasi

    Jika sebelum datangnya virus corona imunisasi yang diberikan sebatas pemberian vaksinasi dasar seperti hepatitis, polio, BCG, DPT, HiB, dan campak/MR, di masa pandemi ini, pemberian imunisasi tambahan dan kombinasi, seperti influenza dan PCV dapat sangat bermanfaat dalam mencegah pneumonia pada anak.2

    Catat Waktu Kunjungan

    Agar imunisasi dasar anak di masa pandemi dapat berjalan seperti biasa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, sebaiknya Sobat mencatat waktu kunjungan ke fasilitas kesehatan yang memberikan layanan imunisasi. Pencatatan ini akan membuat jadwal kunjungan menjadi teratur. Dari pencatatan ini pun Sobat bisa merencanakan jadwal kunjungan setelahnya.3

    Physical Distancing untuk Anak di Rumah

    Ketika di rumah, anak yang sudah diimunisasi sebaiknya diusahakan jangan keluar rumah supaya tidak tertular virus corona. ASI juga harus tetap diberikan pada anak yang berusia di bawah 2 tahun. Selain itu, jauhkan anak dari orang-orang dengan gejala flu, seperti batuk dan pilek yang diindikasikan sebagai gejala COVID-19.

    Itulah gambaran mengenai imunisasi anak di masa pandemi corona yang harus tetap sesuai jadwal dan memperhatikan banyak protokol kesehatan dari pemerintah. Apabila Sobat ingin mengetahui secara lengkap dan dalam mengenai imunisasi di masa pandemi silakan tonton YouTube di bawah ini,  dan jangan lupa subscribe YouTube Prosehat.

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut silakan hubungi asisten kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi pada Masa Pandemi COVID-19 [Internet]. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2020 [cited 6 August 2020]. Available from: https://covid19.go.id/storage/app/media/Protokol/Final%20Juknis%20Pelayanan%20Imunisasi%20pada%20Masa%20Pandemi%20COVID-19.pdf
    2. Ada jadwal imunisasi anak saat pandemi corona? Ini yang wajib Parents tahu! [Internet]. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://id.theasianparent.com/anak-imunisasi-saat-pandemi-corona
    3. Media K. Selama Pandemi, Jadwal Imunisasi Anak Tetap Dilakukan atau Ditunda? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/02/152505420/selama-pandemi-jadwal-imunisasi-anak-tetap-dilakukan-atau-ditunda?page=all
    Read More
  • Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan. Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang ringan. […]

    Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan. Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang ringan. Padahal, terkadang flu dapat menjadi penyakit yang sangat serius dan berakibat fatal, bahkan hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dianjurkan untuk melakukan vaksinasi flu untuk mencegah dan mengurangi keparahan penyakit ini.1, 2

    vaksinasi flu, vaksinasi influenza

    Apa Itu Vaksin Flu?

    Vaksin flu atau vaksin influenza adalah salah vaksin yang diberikan untuk mencegah influenza. Penyakit ini sangat mudah menyebar melalui percikan air liur, udara, dan/atau kontak langsung dengan barang atau permukaan yang terkontaminasi virus. Selain gejala penyakit saluran pernapasan seperti batuk kering dan pilek, gejala yang ditimbulkan bisa berupa sakit kepala, nyeri otot, dan lemas. Gejala batuk sebagai tanda mula penyakit ini bisa bertahan hingga dua minggu.3

    Mengapa Vaksin Ini Penting?

    World Health Organization (WHO) mencatat angka kejadian influenza berat mencapai 5 juta kasus pertahun dengan angka kematian mencapai 650.000 kasus di seluruh dunia.4 Komplikasi flu biasanya terjadi pada individu berisiko tinggi, seperti usia lanjut, wanita hamil, anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, tenaga medis, dan penderita penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS, penyakit jantung, dan penyakit paru kronis atau asma.1 Adapun komplikasi yang mungkin terjadi antara lain adalah peradangan paru atau pneumonia, gangguan sistem saraf pusat, serta gangguan jantung, seperti miokarditis dan serangan jantung. Selain itu, flu dapat memperparah kondisi penyakit kronis yang sudah diderita, misalnya asma, diabetes, dan gagal jantung kongestif.3

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Dengan demikian, vaksin influenza menjadi sangat penting sebagai sebuah langkah pencegahan dan pemberian kekebalan, khususnya untuk seseorang yang menderita penyakit kronis. Terlebih lagi, saat ini sedang terjadi pandemi virus corona baru (coronavirus disease-2019 atau COVID-19). Flu dan COVID-19 memang kerap menunjukkan gejala yang serupa, namun sebenarnya tidak sama dan penanganan kedua penyakit tersebut juga berbeda. Vaksinasi flu tidak melindungi seseorang dari infeksi virus corona dan Sobat Sehat yang sudah divaksinasi flu tidak lantas bebas begitu saja dari virus corona. Akan tetapi, pemberian vaksinasi flu pada masa kini tetap penting agar Sobat tetap dalam kondisi sehat dan terhindar dari influenza.5

    Adakah Komponen Kandungan Vaksin dan Apa Saja?

    Berdasarkan komponen yang dikandungnya, vaksin influenza dibagi menjadi dua jenis, yaitu vaksin trivalen dan vaksin kuadrivalen. Seperti dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention atau CDC), vaksin flu trivalen dapat melindungi diri dari tiga tipe virus influenza yang paling umum, yakni virus influenza A (H1N1), virus influenza A (H3N2), dan satu jenis virus influenza B. Sedangkan vaksin flu quadrivalen digunakan untuk melindungi tubuh dari dua virus influenza A (H1N1), influenza A (H3N2) dan dua jenis virus influenza B.3

    Seperti Apakah Jenis Vaksinnya?

    Vaksin influenza terdiri dari vaksin influenza tidak aktif (inactived influenza vaccine atau IIV) yang mengandung virus mati, vaksin influenza hidup yang dilemahkan (live attenuated influenza vaccine atau LAIV), dan vaksin influenza rekombinan (recombinant influenza vaccine atau RIV). Vaksin jenis pertama adalah adalah vaksin yang mengandung virus mati. Vaksin ini diberikan melalui suntikan di paha atau otot deltoid. Jenis vaksin yang mengandung virus yang sudah dilemahkan dan tersedia dalam bentuk vaksin semprotan hidung. Vaksin ini diberikan untuk individu berusia 2-49 tahun dengan dosis dan jadwal yang disesuaikan.3

    Ada banyak jenis vaksin yang dapat dipilih, Sobat Sehat dapat bertanya kepada dokter untuk menentukan jenis vaksin yang tepat.3

    Siapa Saja yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Pada umumnya, semua orang yang berusia di atas 6 bulan direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin influenza.3 Selain itu, vaksin influenza diberikan kepada individu berisiko tinggi, seperti:2

    • Pasien berusia di atas 65 tahun
    • Pasien dengan penyakit kronis, seperti seperti penyakit jantung, paru-paru, ginjal, penyakit metabolik, anemia berat, dan pasien dengan sistem imun lemah
    • Para pekerja medis
    • Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun

    Siapa Saja yang Tidak Diberikan Vaksin?3

    • Bayi di bawah usia 6 bulan
    • Orang dengan penyakit atau alergi terhadap kandungan pasien yang apabila diberikan vaksin akan membahayakan
    • Orang yang sedang dalam kondisi tidak sehat dan harus menunggu sampai kondisi pulih harus berkonsultasi dulu kepada dokter

    Bagaimanakah Pemberian Vaksin yang Tepat?

    Berdasarkan rekomendasi dari Komite Penasihat Praktik Imunisasi (Advisory Committee on Immunization Practices atau ACIP), vaksin flu mulai diberikan pada individu yang berusia 6 bulan ke atas. Vaksin harus diberikan sebelum musim flu berkembang karena dibutuhkan waktu hingga 2 minggu agar antibodi dapat berkembang di dalam tubuh. Di Indonesia, umumnya musim flu muncul saat terjadinya pancaroba, yaitu pergantian dari musim kering ke musim hujan.1

    Vaksin flu juga merupakan vaksin tahunan. Artinya, vaksin harus diberikan setiap tahun ketika menjelang musim flu datang. Hal ini terjadi karena respons imun tubuh dari vaksinasi sebelumnya menurun dari waktu ke waktu, sehingga vaksin tahunan diperlukan untuk perlindungan optimal. Selain itu, virus flu memiliki kemampuan untuk berubah setiap waktu, sehingga vaksin perlu ditinjau sesuai perubahan tersebut.1

    Seperti Apakah Cara Pemberiannya?

    Vaksin diberikan dengan penyuntikan, utamanya di otot deltoid lengan kanan. Sebelum disuntik, lengan dibersihkan terlebih dahulu dengan kapas beralkohol untuk memastikan bakteri tidak masuk ke titik suntikan. Setelah dibersihkan, barulah jarum disuntikan.6

    Bagaimanakah dengan Efektivitasnya?

    Efektivitas vaksin influenza ini dapat bervariasi dari tahun ke tahun. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin flu tergantung pada usia dan status atau riwayat kesehatan orang yang mendapatkan vaksin, serta kesesuaian atau kecocokan antara virus flu yang beredar di lingkungan dan vaksin.1

    Manfaat Apa Saja yang Didapatkan?

    Vaksin influenza memberikan beberapa manfaat, yaitu mencegah penyakit flu, mengurangi risiko rawat inap karena flu, membantu mencegah kondisi serius terkait penyakit kronis, membantu melindungi wanita selama dan setelah kehamilan, mengurangi keparahan penyakit apabila terinfeksi, serta melindungi orang-orang di sekitar.1

    Adakah Efek Sampingnya?

    Efek samping vaksinasi influenza meliputi:3

    • Rasa sakit, kemerahan, dan bengkak di area yang disuntik
    • Nyeri kepala
    • Demam
    • Mual
    • Nyeri otot
    • Lelah
    • Pingsan

    Pada penggunaan vaksinasi flu jenis semprot, dapat timbul efek samping seperti pilek, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, dan batuk. Apabila setelah vaksinasi Sobat mengalami gejala seperti yang disebutkan, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.3

    Di Manakah Mendapatkannya?

    Untuk bisa mendapatkan vaksin influenza, Sobat bisa datang ke rumah sakit atau klinik yang menyediakan layanan vaksinasi ini. Namun, harap dicatat bahwa tidak semua fasilitas kesehatan memberikan layanan vaksin ini, sehingga Sobat harus menghubungi fasilitas kesehatan terlebih dahulu.

    Berapa Harganya?

    Harga vaksin flu cukup bervariasi tergantung tempat Sobat mendapatkannya. Di Indonesia, harga vaksin berkisar dari Rp 200.000,00 hingga Rp 500.000,00.

    Bagaimana Caranya Supaya Terhindar dari Flu?

    Apabila Sobat adalah orang yang ingin selalu sehat dan bugar tanpa terkena penyakit flu, selain divaksinasi, Sobat bisa melakukan berbagai upaya di bawah ini:7

    • Hidup bersih dan sehat, seperti makan dengan teratur, tidur teratur, dan berolahraga
    • Menjaga sistem kekebalan tubuh
    • Berhenti merokok
    • Memakai masker untuk mencegah penularan flu
    • Rajin mencuci tangan
    • Tidak menyentuh wajah dengan tangan kotor

    Itulah hal-hal mengenai vaksin flu yang Sobat perlu ketahui. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi flu ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Vaksin Influenza, Mencegah dan Mengurangi Keparahan Flu [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190708143012-255-410160/vaksin-influenza-mencegah-dan-mengurangi-keparahan-flu
    2. Perlukah Vaksin Influensa? [Internet]. Konimex.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.konimex.com/post/healthy-lifestyle/keluarga-sehat/perlukah-vaksin-influensa
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza (Flu) [Internet]. cdc.gov. 2020 [cited 6 August 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/flu/about/index.html
    4. World Health Organization. WHO launches new global influenza strategy [Internet]. who.int. 2019 [cited 6 August 2020]. Available from:https://www.who.int/news-room/detail/11-03-2019-who-launches-new-global-influenza-strategy
    5. Vaksin Flu, Bisakah Tangkal Virus Corona? [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/19/093350720/vaksin-flu-bisakah-tangkal-virus-corona?page=all
    6. Cara Memberikan Vaksin Flu [Internet]. wikiHow. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://id.wikihow.com/Memberikan-Vaksin-Flu
    7. 5 Cara Mencegah Serangan Flu [Internet]. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191104133204-255-445427/5-cara-mencegah-serangan-flu
    Read More
  • Haid adalah proses alamiah yang ada pada setiap wanita. Proses ini yang disebut juga sebagai menstruasi adalah proses keluarnya darah dari kemaluan wanita berupa vagina yang terjadi karena siklus bulanan alami pada tubuh wanita, dan merupakan siklus proses organ reproduksi wanita untuk bersiap jika mengalami kehamilan. Persiapannya ditandai dengan penebalan dinding rahim (endometrium) yang berisi […]

    6 Penyebab Haid Tidak Teratur yang Tidak Boleh Diabaikan

    Haid adalah proses alamiah yang ada pada setiap wanita. Proses ini yang disebut juga sebagai menstruasi adalah proses keluarnya darah dari kemaluan wanita berupa vagina yang terjadi karena siklus bulanan alami pada tubuh wanita, dan merupakan siklus proses organ reproduksi wanita untuk bersiap jika mengalami kehamilan. Persiapannya ditandai dengan penebalan dinding rahim (endometrium) yang berisi pembuluh darah.

    menstruasi tidak teratur, haid datang ngacak

    Haid biasanya datang secara normal pada wanita setiap bulannya. Ciri-ciri haid normal atau teratur adalah sebagai berikut:

    • Siklus berlangsung 24-35 hari
    • Darah keluar selama 2-7 hari
    • Volume darah yang keluar di kisaran 15-90 ml
    • Disertai dengan gejala ringan seperti kram perut, jerawat, payudara terasa nyeri

    Meskipun begitu ada juga haid yang datang secara tidak teratur. Penandanya adalah sebagai berikut:

    • Jumlah jeda hari (siklus) antarwaktu haid selalu berubah-ubah, yang awalnya per 30 hari sekali tiba-tiba memendek menjadi 21 hari
    • Darah yang keluar terkadang sangat banyak hingga lebih dari 7 hari tapi kadang sangat sedikit dan singkat
    • Lamanya waktu haid berbeda-beda setiap bulannya

    Tentu saja haid yang datangnya tidak teratur ini sangat menjengkelkan buat kamu Sobat Sehat wanita sebab bisa saja datang di saat-saat kamu sedang ingin melakukan aktivitas yang menyenangkan, dan akhirnya mengubah mood Sobat secara keseluruhan. Supaya Sobat tidak jengkel lagi karena haid yang datang tidak teratur ini, sebaiknya Sobat ketahui dulu penyebab mengapa haid tidak teratur.

    Penyebab Haid Tidak Teratur

    1. Mengalami PCOS (Sindrom Ovarium Poliklistik)

    Penyebab haid tidak teratur yang pertama adalah Sobat kemungkinan besar mengalami PCOS atau kumpulan gejala yang disebabkan oleh terbentuknya kista-kista kecil di dalam indung telur. Keberadaan kista ini membuat hormon menjadi tidak seimbang. Testosteron dapat meningkat melebihi batas normal, yang seharusnya pada wanita hanya terdapat sedikit hormon testosterone. Selain perubahan hormon, PCOS ini berpengaruh pada pelepasan sel telur yang berubah menjadi tidak normal. Hal ini menyebabkan wanita dengan PCOS tidak mengalami haid atau mengalami haid tetapi darah yang keluar hanya sedikit. Wanita yang mengalami PCOS juga kemungkinan akan mengalami keluhan lain seperti tumbuh kumis atau rambut di bagian tubuh tertentu.

    2. Berat Badan Turun Drastis

    Penurunan berat badan secara drastis sehingga menyebabkan tubuh menjadi terlalu kurus juga, dan lemak berkurang juga menjadi penyebab haid datang tidak teratur. Tentu saja hal ini bukannya menjadi hal yang menyenangkan sebab bagaimana pun lemak merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hormone seksual. Karena itu, adanya perubahan dalam komposisi lemak tubuh akan dapat memengaruhi keseimbangan hormone yang berperan di dalam siklus haid.

    3. Olahraga Terlalu Berat

    Haid datang tidak teratur juga karena Sobat berolahraga dengan intensitas dan frekuensi yang sangat banyak. Hal itu tentu saja akan memberikan tekanan berlebihan pada kelenjar adrenalin dan kelenjar pituitary. Saat berolahraga, tubuh Sobat akan menghasilkan kortisol atau hormon stres. Sobat tentu saja ingin terlihat langsing dan bugar tetapi tetap harus memedulikan juga kesehatan reproduksi. Latihan olahraga yang intensif malah akan meningkatkan stres dan menyebabkan ketidakseimbangan hormone, dan bisa dipastikan datang bulan tidak teratur.

    4. Menopause Dini

    Saat wanita akan mengalami menopause, hormon di dalam tubuhnya akan mengalami perubahan. Salah satunya adalah perubahan hormone estrogen dan progesterone yang menjadi tidak tidak teratur. Akibatnya, siklus haid terganggu. Kebanyakan wanita mulai memasuki menopause di usia 45-55 tahun. Namun, ada pula yang mengalami gejala menopause di usia 40 tahun ke bawah. Kondisi ini disebut sebagai menopause dini. Menopause menyebabkan pelepasan sel telur terhenti. Hasilnya, haid terlambat atau bahkan terhenti sama sekali.

    5. Penggunaan alat kontrasepsi

    Penggunaan alat kontrasepsi seperti IUD (spiral) atau pil KB memang bisa menyebabkan perubahan berupa flek di antara siklus haid. Alat kontrasepsi IUD bisa menyebabkan darah yang keluar lebih banyak daripada biasanya atau nyeri perut pada saat haid normal. Sedangkann pil KB atau pil pencegah kehamilan mengandung hormon estrogen dan progestin yang mencegah indung telur melepaskan sel telur. Butuh waktu hingga enam bulan agar siklus haid kembali konsisten setelah berhenti mengonsumsi pil KB. Alat kontrasepsi hormonal yang ditanam atau disuntik juga dapat menyebabkan haid datang telat.

    6. Hamil

    Penyebab terakhir haid datang tidak teratur adalah kemungkinan Sobat sedang hamil. Tentu saja untuk hal ini Sobat sudah pasti gembira apalagi setelah menikah. Namun untuk memastikannya, Sobat harus mengecek pada dokter atau bidan.

    Bagaimana Caranya Mencegah Haid Tidak Teratur?

    Apakah haid yang datangnya secara acak ini bisa dicegah. Tentu jawabannya, bisa. Sobat Sehat tinggal melakukan saja berbagai cara di bawah ini:

    • Mempertahankan berat badan yang ideal
    • Olahraga dengan teratur
    • Latihan Yoga
    • Konsumsi vitamin D
    • Masukkan kayu manis dalam makanan
    • Konsumsi cuka apel
    • Konsumsi nanas dan jahe
    • Jangan stres

    Itulah 6 penyebab mengapa haid datang tidak teratur yang sungguh menjengkelkan bagi Sobat. Semoga dengan mengetahui penyebab dan cara mencegahnya ini, Sobat tidak perlu jengkel dan uring-uringan. Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam masalah haid, silakan klik video Youtube di bawah ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. 15 Penyebab Haid Tidak Teratur, Para Wanita Harus Waspada | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 4 August 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/jabar/15-penyebab-haid-tidak-teratur-yang-jarang-dihiraukan-kln.html
    2. Agrina N. Penyebab Haid Tidak Teratur dan Pengaruhnya dengan Masa Subur [Internet]. POPMAMA.com. 2020 [cited 4 August 2020]. Available from: https://www.popmama.com/pregnancy/getting-pregnant/novyagrina/penyebab-haid-tidak-teratur-dan-pengaruhnya-dengan-masa-subur/3
    3. Haid Tidak Teratur? Jangan Panik, Atasi dengan Cara Ini [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 4 August 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2208654/haid-tidak-teratur-jangan-panik-atasi-dengan-cara-ini
    Read More
  • List biaya imunisasi anak di Jakarta merupakan hal yang ingin sekali diketahui para orang tua yang berada di Jakarta dan sekitarnya untuk mengimunisasi anak-anak mereka terutama di tengah pandemi Corona. Tentu banyak orang tua yang bertanya-tanya apakah biaya imunisasi anak ini tetap atau berubah selama pandemi? Hal ini perlu diketahui mengingat virus Corona semenjak datang […]

    Inilah List Biaya Imunisasi Anak di Jakarta Selama Corona

    List biaya imunisasi anak di Jakarta merupakan hal yang ingin sekali diketahui para orang tua yang berada di Jakarta dan sekitarnya untuk mengimunisasi anak-anak mereka terutama di tengah pandemi Corona. Tentu banyak orang tua yang bertanya-tanya apakah biaya imunisasi anak ini tetap atau berubah selama pandemi? Hal ini perlu diketahui mengingat virus Corona semenjak datang ke Indonesia pada awal Maret sudah membuat banyak orang terjangkit dan terdampak secara ekonomi sehingga banyak yang menjadi pengangguran.

    Hal tersebut juga akan berdampak bagi orang tua yang masih mempunyai anak yang harus mendapatkan imunisasi dasar lengkap supaya tumbuh-kembang anak tidak terganggu oleh penyakit-penyakit menular seperti Corona sehingga di saat dewasa mereka tidak mengalami kelumpuhan total hanya karena tidak diimunisasi. Apalagi anak-anak yang lengkap imunisasinya di masa kecil akan menjadi modal yang bagus menuju Indonesia Emas 2045 seperti yang sudah dicanangkan pemerintah. Sebab, pada 100 tahun kemerdekaan Indonesia itu, Indonesia akan mengalami kelebihan demografi penduduk dari usia muda terutama yang lahir pada 2020.

    IDAI sebagai badan tertinggi penyelenggara imunisasi anak di Indonesia juga telah menyatakan bahwa imunisasi anak tetap harus dilakukan di masa pandemi, dan tidak boleh ditunda. Karena  jika ditunda atau terlewat akan mempengaruhi kekebalan tubuh anak. Hal ini juga berdasarkan Permenkes Nomor 12 Tahun 2017. Meski begitu, IDAI memberikan kelonggaran untuk daerah yang rawan Corona imunisasi bisa ditunda 2 minggu atau sebulan. Namun, jika di daerah rawan itu imunisasi darurat bisa dilakukan, harus segera dilakukan supaya kekebalan tubuh anak tetap ada dan terpenuhi.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Untuk tempat pelaksanaannya, sesuai dengan Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi Pada Masa Pandemic Covid-19 dari Kementerian Kesehatan bisa dilakukan di tempat-tempat berikut:

    Fasilitas-fasilitas Kesehatan

    Fasilitas-fasilitas kesehatan seperti posyandu, puskesmas, dan rumah sakit tetap melaksanakan imunisasi dasar lengkap untuk anak-anak namun dengan berbagai protokol kesehatan seperti melakukan physical distancing 1-2 meter, melakukannya di ruangan yang cukup besar dan mempunyai sirkulasi udara yang bagus untuk mencegah terjadinya penularan Corona secara airborne, dan petugas medis memakai APD lengkap.

    Selain itu, ruangan dipastikan harus steril sebelum dan sesudah dengan disemprotkan cairan desinfektan. Tak lupa, setiap orang yang mau mengimunisasi anaknya harus memakai masker dan mencuci tangan. Untuk jam kunjungan pun diusahakan tidak sampai membuat orang tua yang mengimunisasi anaknya lama menunggu supaya tidak tertular virus. Karena itu, diharapkan orang tua untuk mengatur jadwal imunisasi anak sebelumnya dengan mengatur janji bertemu dokter kemudian membuat catatan jadwal kunjungan berikutnya sehingga memudahkan orang tua.

    Di Tempat Pribadi Dokter

    Fasilitas-fasilitas kesehatan merupakan fasilitas publik yang sudah pasti ramai pengunjung, dan hal tersebut tentu akan membuat orang tua menjadi risih dan khawatir akan keselamatan mereka dan anak-anaknya dapat tertular virus Corona meskipun sudah ada penerapan protokol-protokol kesehatan. Untuk hal ini, orang tua yang khawatir bisa menggantinya dengan mengimunisasi di tempat pribadi dokter yang bersangkutan sehingga akan menjadi lebih aman karena hanya ada interaksi 2-3 orang dalam satu ruangan. Imunisasi di tempat pribadi dokter ini juga tidak harus memakai antrean karena berdasarkan perjanjian, dan bisa dilakukan tanpa harus menunggu seperti di fasilitas-fasilitas kesehatan.

    Rumah Orang Tua yang Anaknya Diimunisasi

    Tempat terakhir yang disarankan untuk imunisasi anak di tengah pandemi adalah rumah orang tua si anak yang akan diimunisasi. Rumah sangat dianjurkan karena sifat virus Corona yang mudah menyebar secara massif.  Apalagi pemerintah tetap meminta sebagian besar warga untuk tetap di rumah apabila tidak mempunyai kepentingan selama masa PSBB Transisi di Jakarta. Untuk itu, para orang tua bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari dinas kesehatan setempat atau klinik dan rumah sakit negeri atau swasta.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    List Daftar Biaya Imunisasi Anak di Jakarta Selama Corona

    Di bawah ini adalah daftar biaya imunisasi anak di Jakarta selama pandemic Corona atau pada tahun 2020 ini. Berikut adalah daftarnya:

    Imunisasi Hepatitis B

    Hepatitis B merupakan salah satu imunisasi dasar lengkap yang wajib diberikan kepada anak sebagai perlindungan terhadap penyakit hepatitis B yang merupakan salah satu penyakit menular. Vaksin ini diberikan saat anak baru pertama kali lahir hingga 4 bulan. Untuk harganya berkisar dari angka Rp 90.000 hingga Rp 120.000

    Imunisasi Polio

    Selain hepatitis B, vaksin yang juga diberikan pada anak adalah polio yang berfungsi melindungi anak dari serangan penyakit polio yang bisa menyebabkan kelumpuhan pada anak sehingga mempengaruhi tumbuh-kembang anak. Vaksin ini diberikan pada saat anak baru lahir hingga 4 bulan. Harganya sendiri mulai dari Rp 85.000 hingga Rp 300.000.

    Imunusasi BCG

    Imunisasi BCG adalah imunisasi yang diberikan untuk melindungi tubuh dari kuman penyakit tuberculosis, yaitu penyakit yang bisa menyerang saluran pernapasan, tulang, otot, kelenjar getah bening, kulit, otak, saluran cerna hingga ginjal. Imunisasi hanya dilakukan sekali, yakni pada saat bayi berusia 2-3 bulan melalui suntikan. Untuk harganya mulai dari Rp 250.000 hingga Rp 375.000.

    Imunisasi DPT

    Imunisasi DPT adalah vaksin kombinasi yang diberikan untuk mencegah tiga penyakit, yakni difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Difteri – infeksi bakteri yang dapat menyebabkan hambatan jalur napas di tenggorokan dan mengakibatkan gangguan saluran pernapasan. Harga untuk imunisasi ini dimulai dari Rp 135.000 hingga Rp 300.000.

    Imunisasi Campak

    Imunisasi campak adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah serangan penyakit campak kepada anak-anak. Penyakit ini dapat menyebabkan pneumonia, diare, dan radang otak (ensefatitis). Imunisasi diberikan sebanyak 3 kali, yakni pada anak berusia 9 bulan, 18 bulan, dan 6 tahun. Namun, apabila anak sudah diberikan vaksin MR/MMR di usia 15 bulan, pemberian imunisasi campak di usia 18 bulan sudah tidak perlu karena vaksin MR/MRR sudah mengandung vaksin campak. Untuk harga, kisarannya adalah dimulai dari Rp 130.000 hingga Rp 155.000.

    Selain daftar harga imunisasi dasar lengkap untuk anak di atas, berikut adalah juga daftar harga untuk imunisasi tambahan.

    Daftar List Imunisasi Tambahan

    • Hib dimulai dari harga Rp 215.000 hingga Rp 219.000
    • PCV dimulai dari harga 400.000 hingga Rp 800.000
    • Rotavirus dimulai dari harga Rp 280.000 hingga Rp 400.000
    • Influenza dimulai dari harga Rp 165.000 hingga Rp 290.000
    • MMR dimulai dari harga Rp 165.000 hingga Rp 475.000
    • Tifoid dimulai dari harga Rp 150.000 hingga Rp 400.000
    • Hepatitis A dimulai dari harga Rp 350.000 hingga Rp 550.000
    • Varisela (cacar air) dimulai dari harga Rp 450.000 hingga Rp 630.000

    Imunisasi-imunisasi tambahan tersebut mulai dari tifoid hingga varisela pemberiannya dimulai dari umur 1-2 tahun hingga 18 tahun, yang berarti imunisasi-imunisasi tersebut juga berlaku untuk orang dewasa.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020

    Itulah daftar harga imunisasi anak di Jakarta yang tersedia di klinik atau rumah sakit selama Corona. Harga yang ada di atas bisa berbeda-beda tergantung fasilitas kesehatannya. Selain di fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik, puskesmas, dan posyandu, Sobat Sehat juga bisa memanfaatkan layananan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Layanan ini mempunyai kelebihan sebagai berikut:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk daftar harganya Sobat Sehat bisa melihatnya sebagai berikut:

    • Imunisasi hepatitis B sekali suntik adalah Rp 390.000
    • Imunisasi DPT adalah Rp 480.000
    • Imunisasi polio adalah Rp 440.000
    • Imunisasi BCG adalah Rp 680.000
    • Imunisasi campak adalah Rp 490.000

    Selain imunisasi dasar lengkap yang bisa dilakukan di rumah, Prosehat juga menyediakan imunisasi tambahan yang juga bisa dilakukan di rumah sehingga aman dan nyaman buat Sobat Sehat dalam mengimunisasi anak di masa pandemik Corona. Itulah mengenai list biaya imunisasi anak di Jakarta di masa pandemi Corona yang harus tetap sesuai jadwal dan memperhatikan banyak protokol kesehatan dari pemerintah. Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi anak ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Berapa Biaya Imunisasi Anak 2020 dari Balita hingga Remaja? [Internet]. Lifepal Media. 2020 [cited 3 August 2020]. Available from: https://lifepal.co.id/media/biaya-imunisasi-anak/
    2. Yunita N. Daftar Imunisasi Wajib untuk Bayi dan Anak, Jangan Sampai Lupa! [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 3 August 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4826873/daftar-imunisasi-wajib-untuk-bayi-dan-anak-jangan-sampai-lupa
    3. Antisipasi Virus Corona, Vaksinasi di Rumah Saja! | Parentstory Blog [Internet]. Parentstory.com. 2020 [cited 3 August 2020]. Available from: https://www.parentstory.com/blog/harus-di-rumah-saja-vaksinasi-tetap-bisa-dilakukan
    4. Indonesia: Petunjuk teknis pelayanan imunisasi pada masa pandemi Covid-19 [Internet]. TechNet-21. 2020 [cited 3 August 2020]. Available from: https://www.technet-21.org/fr/library/main/6512-indonesia–petunjuk-teknis-pelayanan-imunisasi-pada-masa-pandemi-covid-19
    Read More
  • Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1 WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal […]

    Yang Perlu Sobat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1

    vaksinasi hepatitis b, imunisasi hepatitis b

    WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat komplikasi penyakit ini. Di Indonesia, penderita penyakit ini diperkirakan mencapai 28 juta orang, setengah di antaranya berpotensi menjadi kronis, dan 10 % dari risiko kronis tersebut akan mengalami sirosis atau bahkan kanker hati.1 Hepatitis B merupakan satu dari lima jenis infeksi hepatitis. Infeksi virus pada hati lainnya yang menyebabkan hepatitis adalah A, C, D, dan E.2

    Baca Juga: 5 Penyakit Hepatitis yang Patut Diwaspadai!

    Apa Penyebab Hepatitis B?

    Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang menyebar melalui darah atau cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi. Virus ini tidak menyebar melalui makanan atau kontak biasa.1 Selain itu, hepatitis B dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:

    Kontak seksual

    Seseorang dapat terinfeksi penyakit hepatitis B jika melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi.1

    Berbagi jarum suntik

    Hepatitis B dapat ditularkan melalui jarum suntik yang telah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi virus hepatitis B. Tidak hanya itu, praktik tradisional yang melibatkan darah, seperti tusuk jarum atau akupunktur, dan menggunakan peralatan tato yang tidak disterilkan dengan tepat, serta pembuatan tato kosmetik juga dapat menyebabkan penyakit ini. 1

    Dari ibu ke anak

    Ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B dapat menularkan virus ke bayi saat melahirkan. Biasanya hal ini terjadi di negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia.1

    Transfusi darah

    Transfusi darah juga menjadi penyebab, terutama di negara-negara yangh tidak memeriksa secara menyeluruh apakah darah yang ditranfusi tercemar virus hepatitis B atau tidak.1

    Seperti Apa Gejalanya?

    Baca Juga: 10 Ciri Terkena Hepatitis B yang Perlu Kamu Ketahui

    Gejala timbulnya hepatitis B biasanya adalah sebagai berikut:1

    • Sering sakit perut
    • Urine berwarna gelap
    • Demam
    • Nyeri sendi
    • Kehilangan selera makan
    • Sering mual dan muntah
    • Lesu dan sering mengalami kelelahan
    • Kulit dan bagian putih mata tampak menguning

    Bagaimanakah Cara Mengobatinya?

    Belum ada pengobatan spesifik untuk hepatitis B akut. Pengobatan bertujuan untuk mengurangi gejala, memberikan kenyamanan kepada pasien, keseimbangan nutrisi, dan pemberian cairan untuk menggantikan kehilangan cairan karena muntah atau diare. Sedangkan pada hepatitis B yang sudah kronik, beberapa agen antivirus dapat diberikan untuk mencegah berkembangnya sirosis hati. Tidak banyak pasien hepatitis B kronik (10-40%) yang membutuhkan pengobatan. Namun, pada mayoritas pasien, antivirus ini tidak menyembuhkan infeksi hepatitis B, melainkan hanya menekan replikasi virus agar tidak berkembang. Oleh karena itu, strategi terbaik adalah dengan pencegahan. Vaksinasi hepatitis B adalah cara utama pencegahan hepatitis B.3

    Kapan Sebaiknya Vaksin Diberikan dan Berapa Dosisnya?

    Pemberian vaksin hepatitis B sebaiknya sebanyak 3 kali untuk dapat memberikan perlindungan yang optimal.4 Untuk bayi yang baru dilahirkan, vaksin diberikan kurang dari 12 jam setelah dilahirkan, selanjutnya secara berturut-turut pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Pada dewasa, dapat diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pemberian pertama, diikuti sebulan setelahnya, dan terakhir pada bulan keenam.5 Dosis yang perlu diberikan adalah 0,5 ml. Orang dewasa, terutama yang berisiko tinggi terserang hepatitis B, mendapatkan vaksin dengan dosis 1 ml.6

    Siapa Sajakah yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Petugas medis5

    Petugas medis berhak mendapatkan vaksin hepatitis B karena kerap berhubungan langsung dengan pasien, peralatan medis, serta darah penderita infeksi hepatitis B. Hal yang demikian dapat membuat petugas medis berisiko tertular infeksi penyakit ini.

    Individu yang satu atap dengan penderita5

    Apabila ada anggota keluarga yang menderita hepatitis B, sebaiknya anggota keluarga lain segera menjalani vaksinasi yang dapat melindungi seluruh anggota keluarga dari penularan penyakit.

    Orang yang kerap berganti pasangan seksual5

    Bagi Sobat yang punya kebiasaan bergonta-ganti pasangan, disarankan juga harus diberikan vaksin karena kebiasaan ini menimbulkan risiko tinggi tertular. Supaya Sobat tidak mengalaminya, sebaiknya mulailah menghentikan kebiasaan bergonta-ganti pasangan seksual.

    Bayi yang baru lahir2

    Karena hepatitis B adalah penyakit yang sangat mudah ditularkan dari ibu yang terkena infeksi, pemberian vaksin menjadi sangat penting dalam waktu kurang dari 24 jam setelah persalinan. Hal ini untuk mencegah virus masuk ke tubuh bayi.

    Pengguna narkoba dengan jarum suntik5

    Tak hanya melalui hubungan seksual, hepatitis B juga dapat ditularkan melalui suntika narkoba terutama suntikan narkoba bekas. Karena itu, jika Sobat mengalami hal tersebut, segara upayakan dengan vaksinasi untuk pencegahan.

    Selain kelompok-kelompok di atas, juga terdapat beberapa orang yang perlu mendapatkan vaksinasi, yaitu:

    • Pengidap penyakit hati atau ginjal kronis
    • Penderita diabetes
    • Staf rumah sakit jiwa
    • Penderita HIV/AIDS
    • Para wisatawan yang berkunjung ke wilayah rawan hepatitis B
    • Korban kekerasan atau pelecehan seksual
    • Lelaki yang melakukan hubungan seksual dengan lelaki lain

    Bagaimana Cara Pemberiannya?

    Vaksin ini diberikan dengan cara disuntik secara intramuskular atau suntikan ke dalam otot tubuh dalam satu suntikan. Lokasi penyuntikan yang disarankan adalah otot deltoid untuk orang dewasa atau di paha bagian anterolateral untuk bayi yang baru lahir (neonatus) dan bayi.7

    Perlukah Persiapan?

    Tentu saja ada persiapan yang diperlukan bagi yang ingin mendapatkan vaksinasi hepatitis B ini, seperti Sobat Sehat harus segar bugar. Jika Sobat merasa kurang sehat dan sedang membutuhkan pemulihan, maka dianjurkan tidak melakukan vaksinasi.7 Selain itu, apabila Sobat adalah orang yang mengalami alergi berat terhadap hepatitis B, juga sangat tidak dianjurkan.

    Vaksinasi hepatitis B memang tidak diperkenankan diberikan pada penderita hepatitis B kronis. Sehingga, sebelum divaksin, Sobat harus diperiksa terlebih dahulu HBsAg dan anti-HBs. Bila HBsAg dinyatakan positif, kemungkinan orang tersebut telah menderita hepatitis B akut atau kronis, sehingga didiskualifikasi dari pemberian vaksin. Namun, apabila HBsAg dan anti-HBs menunjukkan hasil negatif, vaksin dapat diberikan.7

    Apa Saja Manfaat yang Didapat?

    Selain mencegah tubuh terserang virus hepatitis B, manfaat yang didapatkan dari vaksinasi hepatitis B ini adalah membuat seseorang terhindar dari penyakit kronis yang disebabkan oleh virus ini, seperti kanker hati dan sirosis.7

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Seberapa Efektifkah?

    Semenjak ditemukan pada 1982, vaksin hepatitis B dinyatakan 95% efektif. Tak hanya mencegah infeksi hepatitis saja, tetapi juga komplikasi kronis yang mengikutinya. Jangka waktu perlindungan dilaporkan bisa mencapai 20 tahun, atau bahkan seumur hidup.5

    Adakah Efek Sampingnya?

    Tentu saja ada. Bagi Sobat Sehat yang sudah divaksinasi akan mendapatkan efek samping sebagai berikut:2,7

    • Demam
    • Gatal-gatal
    • Mual
    • Muncul ruam di kulit
    • Bengkak di area bekas suntikan
    • Sensasi terbakar pada kulit
    • Sakit kepala
    • Tubuh mudah lelah

    Di Manakah Cara Mendapatkannya?

    Untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis B, Sobat bisa mendapatkannya secara gratis di posyandu jika ditujukan untuk anak Sobat. Vaksin hepatitis B adalah salah satu imunisasi dasar lengkap untuk anak-anak bersama dengan BCG, polio, campak, DPT-HB. Selain di posyandu, fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin secara gratis adalah puskesmas. Vaksin ini juga bisa didapatkan di rumah sakit, terutama untuk orang dewasa, namun dengan biaya sendiri.

    Berapa Biayanya?

    Biaya untuk vaksinasi mulai dari Rp 420.000,00 hingga Rp 1.180.000,00 untuk orang dewasa dengan dosis 1 kali hingga 3 kali suntik, sedangkan untuk anak mulai dari Rp 390.000,00 hingga Rp 2.090.000,00 untuk dosis dari 1 hingga 3 kali suntik.

    Itulah beberapa hal yang perlu Sobat Sehat ketahui tentang vaksin hepatitis sebagai salah salah satu vaksinasi penting untuk membuat tubuh kebal dari serangan virus hepatitis B yang dapat menyebabkan penyakit kronis hingga kematian. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi hepatitis B ke rumah dari Prosehat dengan beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan memiliki izin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Setiawan H. Penyakit Hepatitis B Penyebab, Gejala Serta Makanan yang Harus Dihindari [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3920432/penyakit-hepatitis-b-penyebab-gejala-serta-makanan-yang-harus-dihindari
    2. Wahyu, A. Vaksin Hepatitis, Ini Aturan dan Efek Sampingnya [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/vaksin-hepatitis-ini-aturan-dan-efek-sampingnya/
    3. World Health Organization. Hepatitis B [Internet], who.int. 2020 [cited 31 July 2020]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b
    4. Vaksin Hepatitis B Harus Diberikan Tiga Kali [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/266006-vaksin-hepatitis-b-harus-diberikan-tiga-kali
    5. Efektivitas Vaksin Hepatitis B [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/kesehatan/health-issues/11/11/2017/efektivitas-vaksin-hepatitis-b/
    6. Badan POM RI. Vaksin Hepatitis B [Internet]. Pionas.pom.go.id. 2015 [cited 31 July 2020]. Available from: http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin/144-vaksin-dan-antisera/vaksin-hepatitis-b
    7. Cegah Hepatitis B dengan Vaksin [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/73275-cegah-hepatitis-b-dengan-vaksin
    Read More
  • Penyebaran COVID-19 di perkantoran menjadi klaster baru penyebaran virus asal Wuhan tersebut di Indonesia, terutama di Jakarta.1 COVID-19 di tempat kerja meningkat saat Indonesia sudah melaksanakan fase New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru sejak 4 Juni 2020 lalu. AKB yang di Jakarta disebut sebagai PSBB Transisi ini malah menjadi fase yang justru kembali meningkatkan kasus COVID-19 […]

    Mengapa Terjadi COVID-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Penyebaran COVID-19 di perkantoran menjadi klaster baru penyebaran virus asal Wuhan tersebut di Indonesia, terutama di Jakarta.1 COVID-19 di tempat kerja meningkat saat Indonesia sudah melaksanakan fase New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru sejak 4 Juni 2020 lalu. AKB yang di Jakarta disebut sebagai PSBB Transisi ini malah menjadi fase yang justru kembali meningkatkan kasus COVID-19 sebanyak 10 kali lipat jika dibandingkan pada masa pemberlakuan PSBB dari Maret hingga Mei. Pemerintah sendiri menyatakan bahwa penyumbang terbaru kasus COVID-19 di Jakarta adalah dari perkantoran.2

    corona di perkantoran, corona di tempat kerja

    Total, terdapat 459 kasus COVID-19 yang terjadi di tempat kerja sampai dengan 29 Juli 2020. Kasus dengan jumlah tersebut tersebar di 90 klaster perkantoran, mulai dari kantor pemerintah hingga swasta. Dari 90 klaster, kebanyakan kasus malah terjadi di kantor-kantor pemerintah. Tercatat, terdapat 139 kasus di kementrian. Bahkan, Pemerintah Daerah DKI sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas kehidupan di Jakarta, juga tidak bisa terhindar dari kasus COVID-19. Sebanyak 141 kasus terdapat di lingkungan pemerintah provinsi.2

    Berikut ini adalah rincian klaster penyebaran COVID-19 di tempat kerja sampai 29 Juli 2020.2

    • Kementerian: 20 klaster, 139 kasus
    • Badan/lembaga: 10 klaster, 25 kasus
    • Kantor di lingkungan Pemda DKI: 34 klaster, 141 kasus
    • Kepolisian: 1 klaster, 4 kasus
    • BUMN: 8 klaster, 35 kasus
    • Swasta: 14 klaster, 92 kasus

    Meroketnya kembali kasus COVID-19 di Jakarta tentu saja mengkhawatirkan semua orang karena keadaan tersebut berpotensi mengembalikan keadaan seperti di awal datangnya virus asal Wuhan tersebut sehingga wacana akan melaksanakan kembali PSSB mengemuka sebagai salah satu cara menghentikan penyebaran virus secara massif.

    Lalu, mengapa bisa muncul penyebaran COVID-19 di tempat kerja? Apa saja penyebabnya? Yuk, Sobat Sehat, mari simak penjelasan di bawah ini supaya Sobat Sehat bisa tetap beraktivitas, namun tetap waspada.

    Baca Juga: Siapkan Diri Kembali Bekerja Setelah PSBB

    Penyebab Terjadinya COVID-19 di Perkantoran

    Tidak Mematuhi Protokol Kesehatan

    Ketika PSBB Transisi akan diberlakukan di Jakarta, Satgas COVID-19 meminta semua pihak yang hendak beraktivitas kembali untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah dianjurkan dan disepakati. Protokol itu antara lain memakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir selama 20 detik atau dengan hand sanitizer jika tidak air, dan melakukan physical distancing 1-2 meter di ruang kerja.3

    Melepas Masker

    Memakai masker sudah menjadi anjuran wajib bagi para pekerja yang ingin bekerja pada saat PSBB Transisi. Akan tetapi, masih banyak yang meremehkan penggunaan masker ini saat berada di lingkungan kantor, terutama ketika sedang makan di kantin kantor lalu makan saling berhadap-hadapan, dan tidak menyadari air liur yang keluar dari mulut saat bicara sebagai salah satu penyebab penyebaran virus Corona.4

    Ruangan Tidak Dibatasi

    Pedoman untuk tetap bekerja di masa New Normal sesuai anjuran WHO adalah kapasitas ruangan kerja harus dibatasi jumlahnya, supaya tidak terjadi penularan dengan menerapkan physical distancing. Apabila dalam ruangan tersebut biasa diisi 10 orang, harus dibatasi hingga 3 atau 5 orang. Namun, kenyataan yang terjadi adalah banyak perkantoran tidak menerapkan hal tersebut sehingga terjadilah penularan virus. Selain kapasitas ruangan yang harus dibatasi, banyak rapat yang tidak sesuai protokol, yaitu berlangsung melebihi setengah jam yang berpotensi memunculkan penderita baru.5

    Sirkulasi Udara Tertutup

    Penyebab terjadinya penyebaran COVID-19 di perkantoran lainnya adalah sirkulasi udara yang dibiarkan tertutup karena banyak perkantoran yang mengandalkan AC sebagai sirkulasi. Padahal, sirkulasi udara yang tertutup merupakan salah satu media penyebaran virus Corona secara airborne atau lintas udara.4

    Lupa Membersihkan Diri

    Penyebab terakhir mengapa penyebaran COVID-19 di tempat kerja meningkat adalah karena para pekerja lupa membersihkan diri ketika akan dan sudah pulang bekerja. Banyak yang lupa mencuci tangan dan ketika kembali ke rumah tidak melepas baju yang digunakan ke tempat cucian serta tidak membersihkan semua peralatan yang sudah digunakan.4

    Itulah beberapa penyebab umum terjadinya penyebaran COVID-19 di tempat kerja. Meski begitu, menurut Kepala Dinas Provinsi DKI Jakarta, Widiastuti, penularan Covid-19 bukan hanya terjadi di dalam kantor, namun juga bisa terjadi luar kantor atau permukiman.3 Supaya Sobat Sehat tetap dapat beraktivitas dengan aman dan sehat, dan terhindar dari virus Corona, berikut ini adalah cara-caranya:

    Cara Menghindari COVID-19 di Perkantoran

    Tetap Melaksanakan Protokol Kesehatan

    Protokol kesehatan untuk COVID-19 bagaimana pun tetap harus dilaksanakan supaya Sobat tidak tertular. Karena itu, Sobat diharapkan tetap rajin mencuci tangan, memakai masker, dan melakukan physical distancing. Sebelum memasuki kantor dan meninggalkan kantor, hendaklah mencuci tangan. Tak lupa untuk selalu dicek suhu tubuh saat akan memasuki tempat kerja.4

    Membawa Makanan dan Minuman Sendiri

    COVID-19 terjadi di tempat kerja juga karena adanya penumpukan para pekerja di kantin kantor. Penumpukan ini tentu saja menjadi salah satu media penyebaran virus, apalagi jika dalam penumpukan tidak ada penerapan physical distancing sama sekali. Cara terbaik untuk menghindarinya adalah Sobat membawa saja bekal makanan dan minuman dari rumah. Dengan begitu, Sobat tidak perlu antre saat di kantin.2

    Rapat Tidak Terlalu Lama

    Rapat di kantor pada satu ruangan juga menyebabkan virus Corona dapat menular cepat di perkantoran. Karena itu, disarankan tidak mengadakan rapat terlalu lama dan maksimal adalah 30 menit seperti yang direkomendasikan WHO.5

    Kapasitas Tidak Lebih dari 50%

    Supaya kantor tidak menjadi klaster penyebaran virus Corona, sebaiknya kapasitas yang dianjurkan adalah tidak melebihi 50%. Karena itu, diusahakan supaya kantor dapat mengatur jadwal masuk kerja bagi karyawannya.4

    Buat Sirkulasi Udara Terbuka

    Jika selama ini mengandalkan AC untuk sirkulasi udara dan tertutup, ada baiknya perkantoran mulai membuka jendela dan menyalakan kipas angin sebagai pengganti AC. Sirkulasi udara yang terbuka ini akan meminimalkan penyebaran virus Corona melalui udara.4

    Melaksanakan Shift

    Shift kerja bagi karyawan merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah penyebaran virus. Shift bisa dilakukan dengan mengatur kedatangan karyawan supaya mereka tidak datang secara bersamaan. Waktu pertama shift adalah pukul 08.00 dan kedua adalah pukul 10.00 sesuai jam masuk kantor, dan dilakukan dengan jeda kedatangan 1,5 sampai 2 jam.1

    Work from Home

    Work from home atau WFH juga merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan dalam mencegah penyebaran virus. WFH ini merupakan cara yang paling dianjurkan dan aman dilakukan sebab tidak ada perjumpaan fisik sama sekali. Karena itu, bagi perkantoran yang bisa melakukan WFH, lakukan!

    Rapid Test dan PCR Swab Rutin

    Cara terakhir yang bisa digunakan untuk menghindari COVID-19 di perkantoran adalah perlunya rapid test dan PCR swab secara rutin. Melalui dua metode ini, kantor bisa mengetahui para pegawainya yang positif atau negatif COVID-19. Untuk metode ini, kantor bisa memfasilitasi sendiri atau bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dalam pengadaan alat. Selain itu, kantor bisa bekerja sama dengan Prosehat yang juga mempunyai layanan rapid test  dan PCR swab.

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan PCR swab dan rapid test Prosehat ke rumah, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Media K. Pemerintah Sebut Perkantoran Jadi Klaster Baru Penyumbang Kasus Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/07/27/20462231/pemerintah-sebut-perkantoran-jadi-klaster-baru-penyumbang-kasus-covid-19?page=all
    2. Azizah K. 90 Perkantoran di DKI Jakarta Jadi Klaster Corona, Ini Rinciannya [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5112281/90-perkantoran-di-dki-jakarta-jadi-klaster-corona-ini-rinciannya
    3. Pemprov DKI Ungkap Alasan Perkantoran jadi Klaster Corona [Internet]. nasional. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200723234851-20-528383/pemprov-dki-ungkap-alasan-perkantoran-jadi-klaster-corona
    4. Mediatama G. Banyak kasus baru corona dari perkantoran, ini panduan aman selama di kantor [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/banyak-kasus-baru-corona-dari-perkantoran-ini-panduan-aman-selama-di-kantor?page=all
    5. Mediatama G. Ini cara mencegah penyebaran virus corona saat rapat di kantor [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/ini-cara-mencegah-penyebaran-virus-corona-saat-rapat-di-kantor
    Read More
  • Tanaman obat tradisional menjadi hal yang banyak diperbincangkan di dunia kesehatan di Indonesia ketika virus Corona mulai melanda Indonesia sejak awal Maret 2020. Beberapa ahli dan pakar menyarankan beberapa tanaman obat sebagai salah satu cara alternatif untuk membendung penularan virus yang berasal dari Wuhan tersebut.1 Beberapa tanaman yang mengemuka adalah empon-empon atau rimpang, yaitu sebutan […]

    Tanaman Obat Tradisional Alternatif Pencegah Corona

    Tanaman obat tradisional menjadi hal yang banyak diperbincangkan di dunia kesehatan di Indonesia ketika virus Corona mulai melanda Indonesia sejak awal Maret 2020. Beberapa ahli dan pakar menyarankan beberapa tanaman obat sebagai salah satu cara alternatif untuk membendung penularan virus yang berasal dari Wuhan tersebut.1 Beberapa tanaman yang mengemuka adalah empon-empon atau rimpang, yaitu sebutan untuk kelompok tanaman obat yang dibuat menjadi jamu, yang terdiri dari jahe merah, kunyit, dan temulawak.2

    tanaman tradisional, tanaman herbal, tanaman obat

    Oleh banyak kalangan, tanaman-tanaman obat tersebut dipercaya dapat melindungi diri dari serangan virus Corona, bahkan diklaim bisa menyembuhkan orang yang terkena virus mematikan tersebut, namun sampai sekarang belum ada kesimpulan medis bahwa tanaman tradisional tersebut bisa terbukti menyembuhkan COVID-19.1

    Mengenai tanaman obat ini, Kemenkes sebagai representasi pemerintah di bidang kesehatan, dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19), melampirkan tentang pemanfaatan obat tradisional untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan yang tertera pada lampiran nomor 15.2

    Pada lampiran itu, Kemenkes memberikan beberapa contoh tanaman obat, mulai dari empon-empon hingga biji-bijian, kemudian khasiat obat-obat tersebut beserta ramuan-ramuan yang bisa dibuat dari tanaman tersebut.2 Berikut adalah contoh tanaman obat yang ada pada lampiran Kemenkes tersebut seperti dikutip oleh Prosehat.

    Apa Saja Tanaman Obat Tradisional untuk Melawan Corona?2

    • Rimpang/empon-empon. Tanaman pada kelompok ini adalah jahe merah, jahe, temulawak, kunyit, kencur, dan lengkuas.
    • Umbi-umbian. Tanaman yang termasuk kelompok ini adalah bawang putih.
    • Kulit kayu. Termasuk dalam kelompok ini adalah kayu manis.
    • Batang. Termasuk dalam kelompok ini adalah sereh.
    • Buah. Termasuk dalam kelompok ini adalah jambu biji, lemon, jeruk nipis.
    • Herba. Termasuk dalam kelompok ini adalah meniran.
    • Biji-bijian. Termasuk dalam kelompok ini adalah jinten hitam.

    Apa Saja Khasiatnya?

    Selain beberapa contoh tanaman obat tradisional yang bisa dijadikan sebagai alternatif untuk melawan virus Corona, di bawah ini adalah beberapa khasiat lain yang didapatkan, yaitu:

    Untuk meningkatkan daya tahan tubuh

    Khasiat pertama dari tanaman obat adalah dapat meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit dan tetap sehat selama beraktivitas. Karena khasiat yang demikian, tidak salah jika tanaman obat dapat dijadikan sebagai alternatif melindungi diri dari Corona. Beberapa tanaman obat yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh adalah meniran, kencur, dan mengkudu.2

    Pencegah dan penurun darah tinggi

    Selain mampu meningkatkan daya tahan tubuh, tanaman obat ternyata juga dapat membantu mencegah dan menurunkan darah tinggi akibat kolesterol dan stres yang terjadi selama masa pandemi. Tanaman-tanaman obat yang dapat melakukan hal tersebut adalah seledri dan kumis kucing.2

    Pencegah dan penurun diabetes

    Tanaman obat seperti kayu manis, mengkudu, dan pare, dapat membantu mencegah dan mengontrol diabetes.2

    Mengurangi keluhan batuk

    Salah satu gejala Corona adalah batuk kering. Apabila Sobat Sehat merasa memiliki gejala tersebut, Sobat bisa meminum minuman yang terbuat dari tanaman obat seperti kencur, lagundi, saga. Jahe merah, lemon, dan daun mint.2

    Baca Juga: 8 Home Remedy Mudah Obat Batuk Anak

    Mengurangi nyeri tenggorokan

    Nyeri di tenggorokan juga merupakan indikasi sebagai salah satu gejala Corona. Karena itu, untuk mengurangi nyeri tenggorokkan, Sobat Sehat bisa meminum minuman yang mengandung jahe, kencur, jeruk nipis, adas, dan pala.2

    Meningkatkan produksi ASI

    Khasiat terakhir yang didapatkan dari tanaman obat tradisional adalah mampu meningkatkan produksi ASI. Tanaman-tanaman yang memiliki efek demikian adalah katuk, pegagan, kelor, dan torbangun.2

    Baca Juga: 7 Asupan untuk Meningkatkan Nutrisi Ibu Menyusui

    Bagaimana Cara Membuatnya?

    Kemenkes juga memberikan panduan cara membuat ramuan dari tanaman obat yang sudah disebutkan sebelumnya. Terdapat tujuh ramuan yang disarankan sebagai cara alternatif mencegah diri dari penyakit Corona, yaitu:

    Ramuan Jahe Merah

    Ramuan pertama ini terdiri dari jahe merah 2 ruas ibu jari, jeruk nipis 1 buah, kayu manis 3 jari, gula merah secukupnya, dan air 3 cangkir. Untuk membuat ramuan ini, Sobat harus mencuci bersih semua bahan terlebih dahulu. Selain dicuci bersih, jahe merah juga digeprek. Kemudian rebus air hingga mengeluarkan banyak uap. Selanjutnya, kecilkan api dan rebus bahan-bahan yang sudah disiapkan bersama gula merah selama 15 menit, dan setelahnya saring dalam keadaan dingin. Minumlah 1 kali sehari sebanyak 1 setengah cangkir.2 

    Ramuan Kunyit dan Lengkuas

    Bahan ramuan ini terdiri dari: kunyit 1 ruas ibu jari, lengkuas 1 ruas ibu jari, jeruk nipis 1 buah, air 3 cangkir, dan gula merah secukupnya. Pertama-tama, Sobat harus mencuci bersih semua bahan. Untuk kunyit dan lengkuas, selain dicuci, juga digeprek. Kemudian, air direbus hingga mendidih, setelah itu kecilkan api dan masukkan semua bahan, tunggu kira-kira hingga setengahnya dan matikan. Selanjutnya, saring dalam keadaan dingin. Ramuan ini sebaiknya diminum 2 kali sehari sebanyak 1 setengah cangkir.2

    Ramuan Pegagan

    Cara membuat ramuan pegagan ini cukup sederhana. Sobat hanya memerlukan bahan-bahan, seperti pegagan 10 lembar, jahe merah 1 ruas ibu jari, temulawak 1 iris, gula aren secukupnya, dan air sebanyak 1,5 gelas. Setelah itu, cuci bersih pegagan. Kemudian, rebus air sampai mendidih. Setelah mendidih, kecilkan api lalu masukkan jahe merah dan temulawak. Selanjutnya, masukkan pegagan. Tunggulah sampai air tersisa kira-kira setengahnya dan matikan. Ramuan pegagan ini disarankan untuk diminum 2 kali sehari 1 gelas.2

    Ramuan Beras Kencur

    Untuk membuat ramuan ini, bahan-bahan yang diperlukan adalah kencur dengan jumlah 500 gram yang sudah dikupas, beras 100 gram, daun pandan 3 lembar, gula aren secukupnya, dan air sejumlah 2300 ml. Cara membuatnya adalah sangria beras hingga kekuningan, lalu haluskan beras, kencur, dan gula aren. Masukkan ke dalam air hingga mendidih kemudian tambahkan pandan, kemudian disaring. Cara meminumnya adalah 2 kali sehari.2

    Ramuan Daun Kelor

    Untuk membuat ramuan daun kelor, Sobat hanya membutuhkan daun kelor sebanyak 2 genggam dan air sebanyak 2 cangkir. Cara membuatnya adalah rebuslah air sampai mendidih, kemudian masukkan daun kelor, lalu matikan api dan saringlah sesudah dingin. Cara meminumnya dibedakan berdasarkan usia, yaitu untuk dewasa 2 kali sehari 1 cangkir dan anak-anak 2 kali sehari setengah cangkir.2

    Ramuan Jeruk Lemon

    Cara membuat ramuan lemon ini cukup mudah. Pertama-tama, siapkan dahulu jeruk lemon sebanyak 1 buah dan madu sebanyak dua sendok makan. Kemudian, cuci bersih jeruk lemon, lalu peras dan campurkan dengan 2 sendok makan madu. Aduklah sampai tercampur. Minumlah ramuan ini 2 kali sehari secukupnya.2

    Ramuan Bawang Putih

    Ramuan terakhir adalah dari bawang putih. Bahan-bahannya meliputi bawang putih sebanyak 2 butir, air hangat 1 gelas, dan madu secukupnya. Bawang putih dicuci bersih dan dimemarkan sampai halus, kemudian dicampurkan ke dalam air hangat. Jangan lupa tambahkan madu, lalu aduklah hingga larut. Ramuan ini sebaiknya diminum 2 kali sehari secukupnya.2

    Adakah Hal-hal yang Harus Diperhatikan?

    Dalam membuat minuman dari tanaman obat tradisional, tentunya Sobat harus memperhatikan beberapa hal tertentu agar minuman berbentuk jamu tersebut benar-benar berkhasiat dan bisa membantu untuk melindungi diri Sobat dari virus Corona. Hal-hal tersebut adalah:2

    • Pilih jenis tanaman yang tepat sesuai resep
    • Cermati komposisi bahan saat akan meramu 
    • Ikuti takaran sesuai petunjuk, tidak ditambah atau dikurangi
    • Rebuslah dengan api kecil kurang lebih 15 menit
    • Jangan menggunakan alat rebusan dengan bahan-bahan dari alumunium, timah, dan tembaga
    • Penggunaan ramuan pada ibu hamil dan menyusui harus hati-hati

    Itulah berbagai tanaman obat tradisional yang bisa Sobat manfaatkan untuk memelihara kesehatan dan mencegah penularan virus Corona.2 Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai cara menghindari virus Corona secara tepat dan memerlukan informasi kesehatan lainnya, serta membutuhkan produk-produk kesehatansilakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Apakah Jamu, Tanaman Herbal dan Merokok Bisa Membantu Memerangi Virus Corona? [Internet]. Tempo. 2020 [cited 28 July 2020]. Available from: https://www.tempo.co/abc/5422/apakah-jamu-tanaman-herbal-dan-merokok-bisa-membantu-memerangi-virus-corona
    2. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/413/2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.
    3. Adhi IS. 6 Jenis Tanaman Herbal untuk Cegah Infeksi Virus Corona Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 28 July 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/04/18/115800268/6-jenis-tanaman-herbal-untuk-cegah-infeksi-virus-corona?page=all
    Read More
  • Virus Corona yang sedang melanda dunia dalam setengah tahun terakhir tidak pelak membuat semua orang harus tetap di dalam rumah demi mencegah penyebaran di dalam virus. Akibatnya, banyak yang terkena sindrom mager alias malas gerak dan memilih rebahan karena berkurangnya aktivitas sehari-hari yang dilakukan seperti keluar rumah, baik dengan berjalan, bersepeda, atau naik kendaraan, untuk […]

    Awas, Risiko Gangguan Kesehatan Bagi Pecinta Mager (Males Gerak)

    Virus Corona yang sedang melanda dunia dalam setengah tahun terakhir tidak pelak membuat semua orang harus tetap di dalam rumah demi mencegah penyebaran di dalam virus. Akibatnya, banyak yang terkena sindrom mager alias malas gerak dan memilih rebahan karena berkurangnya aktivitas sehari-hari yang dilakukan seperti keluar rumah, baik dengan berjalan, bersepeda, atau naik kendaraan, untuk bekerja, berkumpul bareng dengan teman-teman, dan berolahraga.

    gangguan kesehatan, risiko malas gerak, risiko mager

    Ketika semua ada di dalam rumah, mager menjadi sebuah proritas dengan rebahan sembari menonton televisi, browsing internet, mendengarkan musik-musik online secara gratis atau yang sudah diunduh, dan disimpan di dalam laptop atau komputer. Hal tersebut tampak terlihat nyaman mengingat sudah tidak ada aktivitas fisik yang dilakukan sebelum datangnya Corona. Namun, ternyata hal tersebut malah menimbulkan banyak dampak negatif alih-alih dijadikan sebagai tameng untuk melindungi diri dari serangan virus. Apa saja dampak negatifnya, yuk mari simak, Sobat Sehat!

    Dampak Negatif Akibat Mager

    Terkena Obesitas

    Dampak negatif pertama akibat mager yang akan dirasakan Sobat Sehat adalah obesitas atau kegemukan. Hal itu karena kurangnya bergerak namun kebiasaan mengemil tetap jalan yang berakibat metabolism tubuh melambat sehingga tidak seimbang antara pemasukan kalori dan pengeluaran kalori yang diperlukan. Sudah dipastikan jika Sobat seperti ini terus akan mudah mengalami kegemukan yang bisa menyebabkan banyak penyakit berbahaya.

    Baca Juga: Hati-hati Obesitas Pada Anak!

    Mengundang Banyak Penyakit Berbahaya

    Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa obesitas akibat mager merupakan awal mula munculnya penyakit-penyakit berbahaya seperti tekanan darah tinggi, diabetes, jantung, hingga stroke. Karena itu, supaya Sobat terhindar, sebaiknya janganlah mager, dan cobalah untuk berolahraga dan bergerak sebanyak mungkin.

    Mengalami Osteoporosis

    Umumnya osteoporosis atau tulang keropos dialami oleh mereka yang sudah tua dan lanjut usia. Akan tetapi, dalam konteks Sobat mager, hal tersebut tidak berlaku. Itu artinya, apabila Sobat mager, kemungkinan besar Sobat akan terkena osteoporosis padahal Sobat masih berusia muda dan dalam masa-masa produktif. Osteoporosis yang Sobat alami itu karena otot-otot di sekitar tulang menjadi lemah yang berakibat keropos.

    Rentan Stres

    Dampak negatif lain yang akan Sobat rasakan jika mager terus-menerus adalah Sobat bakal mudah terkena stres. Stres bisa muncul karena hormon endorfin yang dapat membuat dirimu merasa bahagia tidak akan muncul apalagi saat di masa pandemi Corona seperti yang menjadi lebih mudah karena banyak situasi tidak menguntungkan. Selain stres, Sobat akan mengalami gangguan mental lainnya seperti depresi yang efeknya sungguh berbahaya.

    Mudah Merasa Lelah

    Sobat akan menjadi orang yang mudah lelah akibat mager yang Sobat lakukan. Penyebabnya adalah Sobat sudah merasa lelah terlebih dahulu untuk melakukan suatu aktivitas padahal aktivitas tersebut mudah dilakukan. Dari perasaan mudah lelah tersebut akhirnya akan berujung pada Sobat yang tidak semangat dalam menjalani kehidupan, dan hal ini sungguh berbahaya.

    Itulah 5 dampak negatif akibat mager yang sedang Sobat alami karena virus Corona yang mengharuskan untuk tetap di rumah. Selain 5 dampak yang tidak baik untuk kesehatan, mager juga bisa berakibat Sobat jadi sulit dalam mencapai kesuksesan, menjadi orang yang antisosial, tidak disiplin, dan pesimistis.

    Tips Supaya Tidak Mager

    Agar Sobat tidak mengalami situasi mager yang berlebihan sehingga berdampak negatif untuk kesehatan tubuh, sebaiknya Sobat mulai menjalani tips-tips berikut supaya tetap sehat selama pandemi. Berikut adalah tipsnya seperti yang diutarakan oleh dr. Anastasia Gita berdasarkan rekomendasi dari WHO.

    Latihan Olahraga Online

    Jika sebelum datangnya pandemi, Sobat terbiasa berolahraga di luar ruangan atau outdoor sebagai salah satu aktivitas fisik yang biasa dilakukan, kali ini Sobat harus berolahraga di dalam ruangan atau indoor untuk menyesuaikan dengan situasi. Apabila Sobat adalah orang yang gemar berlari bisa melakukannya dengan treadmill, dan apabila Sobat adalah orang yang gemar bersepeda, bisa melakukannya dengan sepeda statis. Selain itu, Sobat bisa melakukan olahraga lain seperti loncat tali, push up, squat jump, dan yoga. Untuk gerakan-gerakannya pun bisa dilihat melalui Youtube.

    Mendengarkan Musik Sambil Nge-Dance

    Apabila Sobat adalah orang yang gemar mendengarkan musik, sebaiknya ketika terjadi pandemi, jangan terus-menerus dilakukan dengan rebahan yang menyebabkan Sobat menjadi mager. Sobat harus mendengarkan musik sembari bergerak atau nge-dance supaya tetap aktif, dan kalori juga tetap terbakar. Karena itu, jenis musik yang didengarkan adalah musik-musik yang berirama kencang dan penuh semangat serta membuat Sobat aktif bergerak seperti musik-musik K-Pop.

    Baca Juga: Musik Asik, Kerja Terusik?

    Bermain Video Game

    Video game yang selama ini dianggap sebagai racun oleh banyak kalangan karena membuat anak-anak muda menjadi malas bergerak ternyata bisa menjadi tips supaya tetap aktif selama pandemi. Namun, disarankan untuk bermain video game yang menstimulasi kerja otak atau bermain video game yang mengandalkan virtual reality sehingga membuat Sobat tetap aktif bergerak.

    Semua aktivitas di atas berdasarkan rekomendasi dari WHO sebaiknya dilakukan 30 menit setiap hari untuk orang dewasa dan 1 jam per hari untuk anak-anak. Apabila Sobat Sehat melakukan WFH, hal yang perlu Sobat lakukan supaya WFH tetap sehat adalah perhatikan posisi tubuh, rileks sembari berdiri atau berjalan selama 20 menit. Itulah mengenai dampak mager dan tips mengatasinya di masa pandemi. Karena dampaknya sangat negatif, Sobat jangan kebanyakan mager dan harus tetap bergerak supaya tetap sehat.

    Apabila Sobat ingin mengetahui secara lengkap dan dalam dampak mager silakan tonton video di bawah ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Times I, Prima B. 5 Dampak Negatif Akibat Kamu Suka Mager, Jangan Jadi Kebiasaan! [Internet]. IDN Times. 2020 [cited 27 July 2020]. Available from: https://www.idntimes.com/life/inspiration/berkat-prima/akibat-mager-c1c2/5
    2. Widiyarti Y. Jangan Mager, Dampaknya Buruk buat Kesehatan Fisik dan Mental [Internet]. Tempo. 2020 [cited 27 July 2020]. Available from: https://cantik.tempo.co/read/1071826/jangan-mager-dampaknya-buruk-buat-kesehatan-fisik-dan-mental
    3. Awas Jangan Kebanyakan Mager, Ini Efek Buruknya [Internet]. GenPI.co. 2020 [cited 27 July 2020]. Available from: https://www.genpi.co/gaya-hidup/36572/awas-jangan-kebanyakan-mager-ini-efek-buruknya
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja