Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 91–93 of 93 results

  • Semua orang tua berharap anaknya dapat sehat dan tumbuh dengan baik. Orang tua sebagai orang yang mengurus dan memberikan kasih sayang sejak kecil, tentu mengharapkan anaknya memiliki kehidupan yang menyenangkan dan jauh dari penyakit. Sayangnya hal tersebut tidak mungkin, karena  virus dan bakteri ada dimana-mana termasuk di udara sehingga menyebabkan seorang anak pasti pernah terserang […]

    Gejala Campak yang Dapat Ibu Kenali dan Cara Mencegahnya

    Semua orang tua berharap anaknya dapat sehat dan tumbuh dengan baik. Orang tua sebagai orang yang mengurus dan memberikan kasih sayang sejak kecil, tentu mengharapkan anaknya memiliki kehidupan yang menyenangkan dan jauh dari penyakit. Sayangnya hal tersebut tidak mungkin, karena  virus dan bakteri ada dimana-mana termasuk di udara sehingga menyebabkan seorang anak pasti pernah terserang penyakit.

    Salah satu penyakit yang sering menyerang adalah campak. Penyakit ini dapat dikatakan musuh besar orang tua karena kedatangannya yang tidak diharapkan dan tentu saja terkadang tidak menampilkan gejala yang jelas bagi beberapa anak. Dalam artikel ini Sobat dapat mempelajarinya sekaligus mengetahui cara mencegahnya.

    Pengertian Campak

    Penyakit campak merupakan infeksi yang disebabkan virus  Morbili yang ditandai adanya bercak merah (ruam) di seluruh tubuh yang sangat menular. Saat campak menyerang anak dan tidak ditangani serius maka akan terjadi komplikasi yang lebih buruk. Gejala campak mulai muncul kurang lebih 2 minggu setelah virus masuk kedalam tubuh.

    Campak ini ditakuti banyak orang tua karena selain penyakitnya mudah menular, juga menyiksa anak dengan rasa sakitnya ataupun rasa kurang nyaman karena infeksi virus ini. Akibatnya, banyak orang tua baru yang kewalahan ketika anaknya terkena campak.

    Penderita Campak di Indonesia

    Berbicara soal penderita campak yang ada di Indonesia khususnya anak-anak, pemerintah sudah sadar bahwa campak berbahaya dan telah melakukan program imunisasi sejak tahun 1982. Selain itu, data dari Departemen Kesehatan di tahun 2015 mengemukakan tentang cakupan imunisasi campak di Indonesia yang merupakan kategori sedang di Asia Tenggara.

    Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan cakupan imunisasi dari 84% menjadi 95% di tahun 2020. Sehingga, tidak ada alasan masyarakat Indonesia terkena campak khususnya anak. Alasannya karena campak masuk kedalam 10 besar penyebab kematian terbanyak pada balita di Indonesia.

    Gejala Campak

    Adapun beberapa gejala jelas yang dapat ibu kenali ketika anaknya terserang virus campak, adalah:

    • Mata merah dan menjadi lebih sensitif pada cahaya atau bisa dikatakan mata mudah silau dengan lampu yang terang.
    • Tanda seperti pilek, batuk, radang tenggorokan, hidung beringus, atau hidung tersumbat muncul secara tiba-tiba
    • Adanya ruam berwarna merah kecoklatan dan biasanya muncul di kulit dalam beberapa hari kemudian. Adanya bercak di bagian telinga, sekitar kepala serta leher menjadi ciri khas paling terlihat.Pada akhirnya ruam akan menyebar ke seluruh tubuh. Selain itu, penderita juga berpotensi mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher.
    • Adanya bercak putih keabu-abuan yang muncul di bagian mulut serta tenggorokan.
    • Gejala lainnya hampir sama dengan penyakit pada umumnya seperti demam, sakit kepala, tidak nafsu makan.

    Penyebaran Virus Campak

    Virus campak dapat menyebar di dalam percikan cairan yang dikeluarkan oleh penderita karena bersin maupun batuk. Virus campak juga bisa menulari siapa saja yang menghirup percikan cairan ini.

    Virus campak dapat bertahan di luar makhluk hidup selama beberapa jam dan dapat menempel ke benda lain dengan cepat. Hal inilah yang menyebabkan anda bisa terkena campak meskipun orang yang menderita sudah tidak ada di lingkungan tersebut. terutama ketika Sobat menyentuhnya maka benda yang sudah ada virusnya akan menempel di tangan ke hidung atau mulut, kita bisa ikut terinfeksi.

    Pengobatan Campak

    Bagaimana jika sebagian anak Sobat sudah terkena campak atau memiliki gejala campak ? sistem kekebalan tubuh manusia memang berjalan secara alami dan akan melawan virus. Namun, komplikasi yang dapat terjadi bisa menjadi sangat parah, sehingga dibutuhkan perawatan di rumah sakit terutama untuk anak-anak yang kondisinya sedang tidak fit.

    Ada beberapa cara untuk mencegah anak sampai terkena masalah campak atau penyakit campak.

    1. Istirahat yang cukup

    Anak-anak mengeluarkan energi dengan sangat tinggi, jika tidak dibarengi dengan istirahat jelas akan menyebabkan masalah pada tubuhnya. Bila daya tahan tubuh menurun, virus seperti campak mungkin saja menyerang tanpa gejala dan juga aba-aba. Anda harus tahu bahwa imun anak adalah yang terpenting, belum lagi campak bisa saja menular ke anak-anak yang lainnya.

    1. Konsultasikan ke dokter

    Bawalah ke dokter anak bila buah hati Sobat terkena campak dan usahakan konsultasi sesegera mungkin. Nantinya dokter akan memutuskan apakah anak anda harus di isolasi di rumah sakit atau bisa dirawat dirumah. Hal ini untuk menghindari adanya wabah campak yang berkembang di keluarga anda yang mungkin menular ke adik atau kakaknya. Hal ini juga sering diingatkan oleh para dokter untuk langsung memisahkan peralatan makan dan sejenisnya ketika ada yang terkena campak.

    1. Imunisasi Campak

    Terakhir jelas dengan imunisasi campak sejak kecil. Anak-anak yang mendapatkan imunisasi campak akan membentuk imun yang bagus dengan vaksin didalam tubuhnya. Sehingga sejak awal virus campak  akan sulit menerobos masuk dan menyebabkan penyakit. Imunisasi bisa dikatakan cara untuk mencegah dibandingkan sudah terjangkit dan mengobati. Imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan dengan penguatan di usia 18 bulan dan 6-7 tahun. Namun, imunisasi campak kedua (penguatan) tidak diberikan bila anak telah mendapatkan MMR pada usia 15 bulan.

    Buat sobat yang ingin melakukan vaksinasi namun terkendala waktu maka sobat bisa melakukan vaksinasi bersama Prosehat. Prosehat memberikan layanan vaksinasi campak lengkap dan terjangkau untuk sobat semua. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Polio. Siapa sih di antara kita yang tidak asing dengan penyakit ini? Atau siapa sih di antara kita yang tidak mengenal penyakit ini? Penyakit polio merupakan salah satu penyakit yang ditakuti karena merupakan salah satu penyakit berbahaya dan apabila tidak segera ditangani maka dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang. Apakah penyakit berbahaya yang satu ini masih […]

    Penyakit Polio Menular atau Tidak?

    Polio. Siapa sih di antara kita yang tidak asing dengan penyakit ini? Atau siapa sih di antara kita yang tidak mengenal penyakit ini? Penyakit polio merupakan salah satu penyakit yang ditakuti karena merupakan salah satu penyakit berbahaya dan apabila tidak segera ditangani maka dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang. Apakah penyakit berbahaya yang satu ini masih sering ditemui di Indonesia? Jika iya, seberapa seringkah seseorang mengalami penyakit ini?

    Polio merupakan salah satu penyakit yang sangat sering menyerang balita bahkan juga bisa menyerang kita yang sudah tidak muda lagi. Seperti layaknya penyakit campak ataupun cacar, penyakit polio sangat mudah menyerang mereka yang tidak memiliki daya tahan tubuh yang bagus. Data UNICEF menyatakan jika 20 tahun silam setidaknya 1.000 anak menjadi lumpuh karena penyakit ini. Dampak yang sangat mengerikan dari polio bukan? Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi penyakit polio?

    Dokter melakukan gerakan inovatif, lebih tepatnya Gerakan Pemberantasan Polio Global yang digalakkan sejak tahun 1988. Apakah gerakan ini berhasil? Kabar bahagianya, pada tahun 2004 hanya ditemukan 1.266 kasus polio di seluruh dunia berkat dilakukannya gerakan ini. Penurunan yang cukup drastis bukan? Lalu, bagaimana dengan kasus polio di Indonesia setelah dilakukannya gerakan ini? Apakah juga menurun layaknya di negara lain?

    Angka Polio Indonesia

    Apakah Gerakan Pemberantasan Polio Global juga memiliki pengaruh positif di Indonesia? Sayangnya kasus polio ini muncul kembali di Indonesia pada tahun 2005, di mana kasus ini terjadi pada anak berusia 20 bulan. Semenjak kasus ini terjadi, polio juga mulai bermunculan di berbagai daerah Indonesia lainnya – terlebih anak yang belum mendapatkan imunisasi polio. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara di peringkat ke 16 yang kembali terserang virus polio bahkan dikhawatirkan dapat menjadi pengekspor virus polio ke negara tetangga, bahkan Asia Timur. Lalu, apa upaya pemerintah untuk mengatasi hal ini?

    Yup, bukan rahasia lagi jika virus polio adalah virus ganas yang dapat menyebabkan kelumpuhan bagi penderitanya; baik cepat ataupun lambat. Hingga saat ini, belum ditemukan obat yang mampu mengatasi polio sehingga WHO (World Health Organization) menggalakkan program imunisasi polio dan hal ini juga dilakukan di Indonesia. Kabar baiknya, sejak tahun 2014 Indonesia sudah dinyatakan sebagai salah satu negara yang bebas polio seperti halnya beberapa negara di Asia Tenggara, Eropa, Pasifik Barat, juga Amerika Serikat. Sebemarnya bagaimana sih asal mula polio ini terjadi? Kapan kita tahu seseorang terjangkit virus mematikan yang satu ini?

    Diagnosis Polio

    Meskipun Indonesia sudah dinyatakan sebagai salah satu negara yang bebas polio, bukan berarti kita sudah 100 persen aman dari penyakit ini. Ketika seseorang terserang virus polio, cepat atau lambat virus ini akan menyerang sistem pusat dan dapat menyebabkan kelumpuhan sewaktu-waktu – terutama pada bagian kaki. Virus polio  merupakan salah satu virus yang cepat menyebar dari satu orang ke orang lainnya terutama melalui makanan ataupun minuman yang sudah terkontaminasi dengan tinja virus tersebut (fekal-oral). Seramnya lagi, virus polio juga bisa menyebar dengan cepat melalui udara atau lebih tepatnya ketika sesorang bersin ataupun batuk. Lalu, siapa saja yang rentan terserang virus polio?

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, virus polio sangatlah rentan menyerang kita yang tidak memiliki daya imun yang bagus. Namun, bukan hanya itu saja, virus polio juga mudah menyerang mereka yang bepergian ke suatu tempat yang masih rawan virus polio seperti beberapa negara di Afrika; misalnya saja Nigeria, Afganistan, ataupun Pakistan. Seseorang yang juga sudah melakukan operasi amandel juga lebih mudah mengalami penyakit polio karena daya tahan tubuh yang lebih rendah daripada orang lainnya. Kapan kita bisa mengetahui seseorang terjangkit polio? Gejala apakah yang biasanya muncul dari penyakit polio ini?

    Gejala Polio

    Apa saja, ya kira-kira gejala dari penyakit polio? Sebelum kita membahas apa saja gejala polio, ada baiknya kita mengetahui apa saja jenis dari penyakit polio. Wah, memangnya polio terdiri dari berbagai jenis ya?

    Penyakit polio sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yaitu polio non-paralisis, polio paralisis, serta sindrom pasca-polio. Memangnya, apa sih perbedaan antara satu jenis polio dengan jenis polio lainnya? Nah, daripada semakin penasaran, yuk mending kita simak penjelasan yang satu ini!

    1. Polio non-paralisis

    Jenis penyakit polio yang pertama sering kali dikenal dengan poli non-paralisis. Jenis polio yang satu ini tidak berbahaya seperti jenis polio lainnya alias tidak menyebabkan kelumpuhan. Gejala polio non-paralisis antara lain adalah radang selaput otak (meningitis) yang biasanya ditandai dengan kaku kuduk dan penurunan kesadaran. Kemudian, gejala polio non-paralisis lainnya adalah merasa cepat lelah, sakit tenggorokan, demam, melemahnya otot serta rasa sakit pada bagian kaki, tangan, leher serta punggung.

    2. Polio paralisis

    Jenis polio berikutnya adalah jenis polio yang berbahaya karena dapat menyebabkan kelumpuhan sewaktu-waktu. Lalu bagaimana dengan gejala polio paralisis? Gejalanya sendiri sama dengan gejala polio non-paralisis dan biasanya berlangsung dalam rentang waktu satu pekan. Sedangkan kelumpuhan sendiri bisa terjadi sewaktu-waktu alias tanpa prediksi yang jelas, contohnya saja bisa terjad dalam hitungan jam setelah kita terinfeksi virus polio ataupun dalam hitungan hari.

    3. Sindrom pasca-polio

    Jenis polio terakhir biasa kita kenal dengan sindrom pasca-polio, terjadi pada seseorang yang mengalami polio sebelumnya dan muncul pada usia sudah dewasa – lebih tepatnya dalam rentang usia 30 hingga 40 tahun. Beberapa gejala yang menandakan kita mengalami sindrom pasca-polio adalah sebagai berikut:

    • Sulit berkonsentrasi atau bahkan mudah lupa;
    • Bagian persendian atau otot yang melemah atau sering terasa sakit;
    • Mengalami depresi atau suasana hati yang mudah berubah;
    • Kesulitan untuk tidur disertai dengan kesulitan bernafas;
    • Tidak kuat terhadap suhu dingin.

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai polio. Yup, polio adalah sebuah penyakit yang mudah untuk menular sehingga kita perlu rutin melakukan vaksin polio sehingga kita tidak terserang penyakit mematikan ini. Vaksin polio sendiri sudah bisa diberikan sejak balita, lebih tepatnya sejak anak lahir, usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan yang terakhir adalah ketika anak berusia 18 bulan sesuai dengan rekomendasi pemerintah. Lalu, bagaimana dengan kita yang tidak mendapatkan vaksin polio ketika kecil?

    Menariknya, kita yang sudah beranjak dewasa tetapi belum pernah mendapatkan vaksin polio sebelumnya juga bisa mendapatkan vaksin ini sebanyak tiga kali. Vaksin polio untuk orang dewasa bisa dilakukan sebanyak tiga kali, di mana rentang antara vaksin pertama dengan vaksin kedua adalah 1 hingga 2 bulan sedangkan dengan vaksin ke-tiga dengan rentang waktu antara 6 hingga 12 bulan. Tentu saja kita bisa mendapatkan vaksin ini pada pelayanan kesehatan terdekat sehingga tidak ada alasan lagi bagi kita untuk malas melakukan vaksin polio. Pastinya sekarang sudah tidak takut lagi dengan penyakit polio bukan?

    Untuk sobat yang tidak ingin antri melakukan vaksinasi maka bisa membeli vaksin polio di prosehat. Layanan vaksinasi datang ke rumah, aman dan terjangkau. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • https://www.tanyadok.com/anak/polio-tidak-hanya-menyerang-kaki-anda
    Read More
  • Tuberkulosis paru atau penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit pernapasan yang sangat ditakuti kebanyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Menurut laporan WHO kematian masyarakat dunia banyak yang disebabkan oleh TB dan juga malaria. Tak lupa juga AIDS menjadi permasalahan di kalangan masyarakat dunia. Penyakit tuberkolosis disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini bisa saja […]

    7 Gejala TB Paru pada Si Kecil

    Tuberkulosis paru atau penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit pernapasan yang sangat ditakuti kebanyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Menurut laporan WHO kematian masyarakat dunia banyak yang disebabkan oleh TB dan juga malaria. Tak lupa juga AIDS menjadi permasalahan di kalangan masyarakat dunia.

    Penyakit tuberkolosis disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini bisa saja menyerang berbagai usia, tidak hanya orang dewasa tetapi anak-anak sampai anak yang masih kecil sekalipun. Penyakit ini dapat dihindari dengan berbagai cara mulai dari menjaga kebersihan lingkungan sampai pengobatan dan juga terapi. Namun, sebelum mengenali penyakitnya Sobat harus bisa mengenali gejala yang ada, apa saja ?

    1. Batuk lama

    Batuk lama menjadi pertanda bahwa anak terserang atau terkena TB paru. Namun, bukan berarti ketika anak Sobat mengalami batuk maka langsung panik dan menyangka anak terkena TB paru. Sobat dapat mengkonsultasikan hal ini ke dokter terkait batuk yang diderita oleh anak. Jenis batuk pada TB paru biasanya berbeda dengan batuk biasa terjadi pada anak.

    Batuk yang diakibatkan TB paru penyebaran bakterinya terjadi dengan sangat cepat. Sulit untuk menghentikan batuk yang ada, apalagi pada malam hari tubuh anak merasa tidak enak. Selain itu, batuk TB paru memiliki karakter tidak pernah reda dan semakin parah serta sulit hilang sampai waktu 14 hari. Jika memang sudah melewati waktu tersebut segera ke dokter.

    1. Batuk berdarah

    Gejala selanjutnya yang mudah dikenali adalah batuk berdarah, dimana pasien yang terserang TB paru  pasti mengalami tahapan ini terutama mereka yang sudah terserang dengan waktu yang lama. Anak yang sudah mengalami batuk berdahak harus segera dilarikan ke rumah sakit karena darah yang terkandungpun terdapat bakteri berbahaya dan menular.

    Pengobatan TB paru jika sudah sampai tahapan batuk berdarah ini seringkali sulit. Selain itu anak-anak akan mengalami sakit yang terus menerus di bagian dada karena darah yang ada menyebabkan kurangnya oksigen dan infeksi pada paru. Jika sudah seperti ini biasanya penanganannya menjadi lebih kompleks.

    1. Anak menjadi sangat lemah

    TB paru mengandung bakteri yang sangat aktif dan bisa menyebabkan tubuh menjadi sangat lemah. Hal ini terjadi karena kondisi pernapasan anak yang memburuk dan menyebabkan mereka mudah lesu serta kehilangan oksigen. Gejala awalnya dapat disertai batuk atau tidak, batuk berdarah dan gejala lesu atau lemas sudah jelas menjadi tanda bahwa anak terserang TB paru.

    Selain itu tanda lainnya adalah anak menjadi tidak semangat baik bermain maupun bergerak. Pada umumnya anak sehat mungkin merasa lemah dan juga lesu tetapi jika berhubungan dengan mainan atau hal yang ia suka dapat menjadi semangat lagi. Hal ini berbeda dengan anak yang terserang TB paru.

    1. Berat badan terus menurun

    Anak yang terserang TB paru bisa mengalami penurunan berat badan yang sangat signifikan. Sebenarnya semua masalah pernafasan yang menyerang manusia khususnya anak-anak akan menyerang kondisi tubuh dan berat badan. Pada TB paru, berat badan anak akan turun atau tidak naik dalam 2 bulan sebelumnya meskipun sudah diberikan perbaikan gizi dalam 1-2 bulan.

    Lantas bagaimana kondisi mereka jika berat badan terus menurun? kemungkinan masalah yang dihadapi anak dengan TB paru adalah kurang gizi dan juga mengalami pertumbuhan yang buruk. Padahal, anak-anak pada masa pertumbuhan dan perkembangan banyak membutuhkan banyak nutrisi. Jelas jika TB paru tidak diobati maka akan bertambah buruk.

    1. Demam

    Demam berkepanjangan menjadi tanda selanjutnya anak terserang TB paru, dimana demam terjadi lebih dari 2 minggu dan atau berulang tanpa sebab yang jelas. Jika TB paru semakin parah maka demampun dapat semakin parah dan menyebabkan kejang. Sobat bisa menggunakan obat penurun panas tetapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama karena demam seringkali kambuh.

    1. Mengeluarkan keringat pada malam hari

    Malam hari biasanya anak-anak tidur dengan nyenyak terutama jika anak sudah main dengan cukup lama. Sayangnya berbeda dengan kondisi anak yang terserang TB paru, ketika malam hari seringkali demam dan juga keluar keringat dingin. Kondisi ini terjadi baik ketika anak sedang demam ataupun tidak demam.

    Keringat dingin di malam hari ini disebabkan oleh infeksi dan adanya perubahan sistem imun dalam tubuh anak. Gejala ini seringkali diabaikan karena umumnya anak akan terlihat normal di siang hari. Sebagai orang tua, Sobat harus peka terhadap kondisi anak.

    1. Anak mudah murung dan marah

    Ketika sakit, anak-anak sangat mudah dikenali dan juga dipahami. Berbeda dengan orang dewasa yang bisa menutupi rasa sakit anak-anak lebih mengekspresikan rasa tidak nyaman mereka, terutama ketika terserang TB paru yang bisa menyebabkan mereka menjadi lemah atau lesu.

    Hal ini berimbas pada kondisi anak yang mudah marah dan seringkali murung. Tidak diketahui pasti mengapa anak menjadi rewel seperti bayi, tapi perlu Sobat pahami bahwa anak yang sedang tidak nyaman akibat penyakit akan mempengaruhi suasana hatinya. Apalagi jika hal tersebut menyebabkan batuk atau demam terus menerus yang membuat mereka lelah.

    Itulah ketujuh tanda yang paling bisa dikenali dari gejala TB paru pada anak. Memang jika dilihat sekilas gejalanya sama dengan gejala penyakit lainya sehingga tidak mudah untuk orang awam. Namun, sebagai orang tua baiknya peka dan juga mulai memahami jika ada masalah pada anak. TB paru pada anak bukanlah penyakit ringan yang mudah disembuhkan, melainkan berbahaya dan juga menular dan bisa menyebabkan penyakit menyebar disekitar keluarga Sobat.

    Untuk pencegahan, sobat bisa menggunakan vaksin BCG atau TB agar semua keluarga terlindungi dari penyakit tersebut. Prosehat juga memberikan layanan vaksinasi ke rumah sehingga tidak perlu lagi antri untuk melakukan vaksinasi. Ingat Sehat Ingat Prosehat

    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja