Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Olahraga

Showing 41–47 of 47 results

  • Sekitar satu dari tiga orang dewasa mengalami kegemukan dan obesitas dan angkanya melebihi 50% pada beberapa negara di dunia. Masalah ini seringkali disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan konsumsi makanan tinggi kalori. Belum lagi faktor genetik dari orang tua dan perkembangan ekonomi dapat menjadi faktor   risiko terjadinya kegemukan atau obesitas. […]

    Sudah Olahraga, Kok Berat Badan Tetap Naik?

    Sekitar satu dari tiga orang dewasa mengalami kegemukan dan obesitas dan angkanya melebihi 50% pada beberapa negara di dunia. Masalah ini seringkali disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan konsumsi makanan tinggi kalori. Belum lagi faktor genetik dari orang tua dan perkembangan ekonomi dapat menjadi faktor   risiko terjadinya kegemukan atau obesitas.

    Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kegemukan atau obesitas. Pola diet sehat disertai dengan olahraga merupakan cara yang cukup efektif untuk menurunkan berat badan. Kegiatan ini harus dilakukan secara terus-menerus dan dijadikan sebagai gaya hidup sehat setiap hari. Tahukah Sobat, beberapa orang sering merasa frustasi karena tidak kunjung berkurang berat badannya. Padahal, olahraga sudah optimal dan terkadang berat badan yang diharapkan turun malah berbalik angka menjadi naik kembali. Mungkin ada yang salah dengan cara Sobat mencapai target berat badan ideal. Mau tahu?Yuk, simak penjelasannya berikut.

    Kondisi Kesehatan Tertentu

    Sebelum Sobat melakukan pola diet dan olahraga untuk menurunkan berat badan, coba periksakan terlebih dahulu ke dokter kondisi kesehatan Sobat. Pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk melihat kadar gula darah, kolesterol, asam urat, dan ada tidaknya kelainan pada darah rutin sobat (anemia, peningkatan sel darah putih,dsb).

    Penurunan hormon tiroid (hipertiroid) dapat menyebabkan Sobat sulit menurunkan berat badan. Hal ini karena hormon tiroid yang berfungsi mengatur metabolisme tubuh kadarnya menurun sehingga metabolisme Sobat menjadi turun.2 Penyakit lain yang dapat menyebabkan berat badan tidak turun antara lain adalah penyakit Cushing, Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), kelainan makan Binge Eating Disorder (makan berlebihan dan tidak bisa berhenti) serta depresi.

    Jenis dan Frekuensi Olahraga yang Salah

    Seringkali kita bernafsu olahraga berjam-jam dengan niat menurunkan berat badan atau melakukan olahraga kardio atau olahraga berat lainnya agar berat badan turun dengan cepat. Kenyataannya, bukannya makin menurun, berat badan justru makin meningkat. Olahraga yang benar dilakukan secara bertahap mulai dari pemanasan, olahraga inti dan pendinginan. Olahraga teratur dilakukan 3-5 kali seminggu dengan satu hari istirahat (200-300 menit/minggu).

    Jenis olahraga yang disarankan adalah olahraga aerobik intensitas sedang, artinya olahraga ini akan menghabiskan kalori sekitar 1000-2000 kalori perminggu, dilakukan lebih dari 3 kali per minggu dan dilakukan selama rata-rata 30 menit. Olahraga yang termasuk jenis ini adalah berjalan cepat, tenis,bersepeda kurang 10 mil/jam, olahraga aerobik di air seperti berenang, dan bulutangkis.

    Salah Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga

    Asupan makanan harus diperhatikan sebelum dan sesudah olahraga, jangan sampai kalori yang masuk lebih besar dibandingkan dengan kalori yang keluar. Makanan yang dikonsumsi sebelum olahraga hendaklah makanan dengan kadar indeks gula yang rendah seperti oatmeal, roti pisang, roti gandum, muffin apel, buah pir, jus apel, pisang, kacang merah, dsb. Sedangkan makanan yang dikonsumsi setelah olahraga hendaklah kadar gulanya tinggi yang dikonsumsi 30 menit  setelah makan dan 2 jam setelah olahraga untuk memulihkan tenaga. Makanan kadar indeks gula tinggi yang dimaksud antara lain kentang rebus, roti putih biasa, jus jeruk, nanas, kismis, semangka, dsb.

    Asupan Nutrisi yang Tidak Seimbang

    Apabila kita ingin berat badan turun, maka kalori yang masuk harus lebih kecil daripada kalori yang keluar, sehingga asupan nutrisi harus seimbang. Biasanya, beberapa kebiasaan sulit dihilangkan, seperti menghilangkan cemilan di luar jam makan atau menghentikan kebiasaan mengonsumsi minuman manis tinggi kalori (kemasan botol ataupun sachet). Belum lagi kebiasaan mengonsumsi keripik asin atau gorengan sebagai cemilan. Benar, kan Sobat?

    Pola Diet yang Salah

    Sobat tergiur melakukan diet-diet terkenal dengan gizi tidak seimbang? Hati-hati, loh! Tubuh kita memerlukan nutrisi makro dan mikro seperti vitamin dan mineral agar dapat sehat dan mampu melakukan berbagai metabolisme yang ada. Diet ekstrim akan berakibat fatal dan justru menimbulkan efek yo-yo dimana berat badan yang sudah turun akan naik kembali.

    Fad Diet adalah berbagai macam diet yang menjanjikan penurunan berat badan secara cepat melalui diet yang tidak seimbang/tidak sehat. Ciri fad diet adalah mempromosikan pembatasan beberapa jenis makanan dan menggantikannya dengan vitamin atau suplemen yang mahal, memiliki efek pembakaran lemak yang tidak masuk akal, atau menyarankan pelaksanaan detoksifikasi dalam tubuh. Contoh dari Fad Diet adalah diet dengan tinggi protein, rendah karbohidrat, diet cairan, serta diet dengan kalori yang sangat rendah.

    Risiko dari Fad Diet antara lain meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, kanker, osteoporosis, rasa letih, berkurangnya cairan dan elektrolit, batu ginjal, dan pada perempuan akan menyebabkan gangguan menstrual. Jadi, sebelum Sobat berniat untuk menurunkan berat badan, segera konsultasikan dengan dokter Anda. Jangan sampai yang tadi niatnya mau sehat, menjadi sakit karena diet yang Sobat lakukan.

    Selain olahraga, Anda juga tetap bisa menjaga kesehatan dengan rutin melakukan vaksinasi. Sobat bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Referensi:

    1. Hruby A, B Hu F. The epidemiology of obesity: the big picture. Pharmacoeconomics. 2014. Springer International Publishing Switzerland.
    2. The American Thyroid Association. Thyroid and weight. [Internet]. Retrieved from: thyroid.org (26.07.18)
    3. Medbroadcast. Obesity. Retrieved from: medbroadcast.com (26.07.18).
    4. Ming Fock K, Khoo J. Diet and exercise in management of obesity and overweight. Journal of Gastroenterology and Hepatology. 2013; 28(suppl.4):59-63.
    5. Centers for Disease Control and Prevention. Measuring Physical Activity Intensity. [Internet]. Retrieved from: cdc.gov (26.07.2018)
    6. Lowa High School Athletic Association. Pre-and Post Exercise nutrition.[Internet]. Retrieved from: iahsaa.org (26.07.2018)
    7. Jauregui-Lobera I. Fad diets, miracle diet, diet cult but no result. Journal of Negative and No Positive Result.2017; 2(3): 90-93.
    Read More
  • Sobat gemar berolahraga? Jika ya, tentu selain menyenangkan, berolahraga juga memberi manfaat yang baik untuk kesehatan. Saat ini kita sudah mengenal banyak sekali macam-macam olahraga. Kita pun bebas memilih olahraga mana yang kita sukai dan cocok untuk diri kita sendiri, mulai dari olahraga yang ringan dan sederhana, hingga yang cukup sulit dan menantang. Masing-masing olahraga […]

    3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    Sobat gemar berolahraga? Jika ya, tentu selain menyenangkan, berolahraga juga memberi manfaat yang baik untuk kesehatan. Saat ini kita sudah mengenal banyak sekali macam-macam olahraga. Kita pun bebas memilih olahraga mana yang kita sukai dan cocok untuk diri kita sendiri, mulai dari olahraga yang ringan dan sederhana, hingga yang cukup sulit dan menantang.

    Masing-masing olahraga sebenarnya punya tujuan yang berbeda-beda loh, ada yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan membakar lemak, ada pula yang bertujuan membentuk dan meningkatkan ketahanan otot, dan ada pula yang bertujuan meningkatkan elastisitas tubuh, otot, dan sendi. Untuk itu, kali ini kita akan membahas jenis-jenis olahraga yang ada sesuai dengan kategori yang tepat, sehingga kita dapat memilih jenis olahraga yang tepat untuk dilakukan sesuai dengan tujuan yang Sobat harapkan.

    Olahraga adalah aktivitas yang mengerahkan tenaga dan bertujuan untuk latihan tubuh, rekreasi, maupun kebugaran. Jenis-jenis olahraga dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori secara umum, yaitu:

    1. Olahraga aerobik (aerobic exercise),
    2. Olahraga ketahanan (resistance exercise), dan
    3. Olahraga fleksibilitas (flexibility exercise).

    Aerobic exercise

    Atau sering dikenal sebagai ‘cardio’, merupakan olahraga yang meningkatkan kerja jantung untuk memompa darah dan oksigen menuju otot-otot yang sedang bekerja. Olahraga jenis ini akan meningkatkan denyut jantung dan frekuensi pernapasan kita supaya olahraga dapat tetap berlangsung. Contoh jenis olahraga yang termasuk dalam kategori aerobik adalah berjalan kaki, jogging, lari, renang, bersepeda, menari, berbagai gerakan pada kelas aerobik, dan olahraga dalam tim seperti sepak bola, basket, voli, dan lain-lain.

    Olahraga aerobik sangat baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, menurunkan dan menjaga berat badan ideal, menurunkan depresi dan meningkatkan mood positif, meningkatkan kemampuan kerja otak, dan bahkan dapat mencegah berbagai macam kanker. Aerobik sangat dianjurkan bagi mereka yang mengalami obesitas dan diabetes. Penelitian menunjukkan olahraga aerobik adalah olahraga yang paling efektif untuk menurunkan berat badan pada kondisi obesitas.

    Resistance exercise

    Berbeda dari aerobik, olahraga ini berfokus pada kontraksi otot dengan tujuan meningkatkan kekuatan otot, massa otot, dan ketahanan otot. Sebenarnya olahraga ini memicu robekan mikro pada sel otot. Sel otot kemudian akan beregenerasi sehingga bertambah besar dan kuat. Manfaat dari olahraga jenis ini adalah untuk meningkatkan kekuatan otot dan membentuk otot, mengingat seiring dengan bertambahnya usia sel-sel otot pun semakin berkurang. Tetapi dengan olahraga ketahanan ternyata proses tersebut akan melambat atau bahkan sebaliknya. Manfaat lain berupa meningkatkan kekuatan tulang, mencegah osteoporosis, menurunkan risiko jatuh pada usia tua, dan menjaga berat badan tetap ideal. Contoh jenis olahraga ketahanan tidak lain adalah semua aktivitas yang berhubungan dengan angkat beban, seperti latihan otot dengan barbel/dumbell, ataupun menggunakan tubuh kita sebagai beban untuk melatih otot tertentu (bodyweight exercise), seperti push-up, pull-up, sit-up, squat, dan sebagainya.

    Flexibility exercise

    Merupakan kumpulan olahraga ‘stretching’ atau peregangan otot. Tujuan olahraga ini adalah untuk meningkatkan kelenturan otot dan range of motion (ROM) sendi. Olahraga ini juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya cedera otot dan mengurangi asam laktat yang menyebabkan nyeri otot, sehingga dianjurkan untuk dilakukan sebelum dan setelah melakukan olahraga jenis lainnya. Dan jangan salah sangka, olahraga fleksibilitas jika dilakukan dengan teratur ternyata juga dapat meningkatkan kekuatan otot dan performa dalam berolahraga. Contoh dari olahraga fleksibilitas adalah semua gerakan yang berhubungan dengan stretching, termasuk olahraga yoga dan tai-chi.

    Masing-masing dari ketiga jenis olahraga ini dapat membakar kalori yang berbeda-beda. Mari kita lihat contoh-contoh dari masing-masing jenis olahraga dan perkiraan kalori yang dibakar pada tabel di bawah ini:

     

    Tabel 1. Contoh beberapa aktivitas olahraga aerobik dan perkiraan kalori yang dibakar dalam 30 menit.2,6,7

    Contoh Aktivitas Olahraga Kalori yang Dibakar dalam 30 menit*
    Aerobic exercise

    Berjalan kaki

    Berlari (8 km/jam)

    Bersepeda santai

    Bersepeda (19 km/jam)

    Berenang

    Sepak bola

    Menari

    Basket

    88-110 kalori240 kalori

    61 kalori

    240 kalori

    180 kalori

    240-270 kalori

    90-180 kalori

    240 kalori

    Resistance exercise

    Latihan angkat beban

    Bodyweight exercise (push up, pull up, dan lain)

    90-180 kalori135 kalori
    Flexibility exercise

    Stretching dan yoga

    120 kalori

    *perkiraan kalori yang dibakar pada individu dengan berat badan ± 60 kg. Berat badan lebih dari ini dapat membakar lebih dari yang diperkirakan, dan begitu pula sebaliknya.

    Ternyata mengetahui jenis-jenis olahraga ini cukup menarik bukan? Masing-masing memiliki tujuan dan manfaat yang berbeda-beda. Menggabungkan ketiganya dalam program olahraga Anda pun tidak masalah, asal tetap berfokus pada jenis olahraga yang Sobat lebih inginkan manfaatnya. Pilihlah jenis olahraga yang tepat sesuai keinginan dan kebutuhan Anda.

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap olahraga yang tepat untuk membakar kalori dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Madden CC, Putukian M, McCarty EC, Young CC. Netter’s sports medicine. 2nd ed. Philadelphia: Elsevier; 2018. p. 117-40.
    2. MedicineNet. Weil R, Stöppler MC. Aerobic exercise. Diakses 29 Juli 2018. Available at: medicinenet.com
    3. Chaudhary S, Kang MK, Sandhu JS. The effects of aerobic versus resistance training on cardiovascular fitness in obese sedentary females. Asian Journal of Sports Medicine. 2010;1(4);177–184.
    4. EmedicineHealth. Weil R. Stöppler MC. Resistance training. Diakses 29 Juli 2018. Available at: emedicinehealth.com
    5. LiveScience. Rettner R. Flexibility exercise: everything you need to know. Updated 8 Juli 2016. Diakses 29 Juli 2018. Available at: livescience.com
    6. Harvard Health Publising. Calories burned in 30 minutes for people of three different weight. Updated 17 Maret 2017. Diakses 29 Juli 2018. Available at: health.harvard.edu
    7. Bean A. The complete guide to sports nutrition. London: A & C Black Publishers; 2009. p. 161.
    Read More
  • Gemuk atau tidaknya seseorang bukan dinilai dari berat badan saja, tetapi dari Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu perbandingan antara berat badan dengan tinggi badan. IMT di atas kisaran normal digolongkan sebagai overweight (berat badan lebih) atau obese (obesitas). Overweight dan obesitas bukan sekadar masalah kosmetik bagi kaum wanita yang ingin tampil cantik, tetapi juga merupakan […]

    6 Cara Sehat Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Sebulan

    Gemuk atau tidaknya seseorang bukan dinilai dari berat badan saja, tetapi dari Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu perbandingan antara berat badan dengan tinggi badan. IMT di atas kisaran normal digolongkan sebagai overweight (berat badan lebih) atau obese (obesitas). Overweight dan obesitas bukan sekadar masalah kosmetik bagi kaum wanita yang ingin tampil cantik, tetapi juga merupakan salah satu masalah kesehatan terbanyak di abad ke – 21 ini yang meningkatkan risiko terjadinya diabetes melitus (kencing manis), stroke dan, penyakit jantung.

    diet sebulan, diet sehat sebulan

    Sebagian besar pasien menderita obesitas akibat hasil dari gaya hidup yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Oleh karena itu, menurunkan berat badan atau yang sering kita sebut dengan “diet”, bukan hanya diperlukan untuk menghasilkan bentuk tubuh yang indah, tetapi juga untuk menghindari diri kita menderita penyakit kronis, seperti obesitas.

    Klasifikasi IMT untuk Penduduk Asia – Pasifik

    Jenis diet apa yang paling baik?

    Saat ini terdapat banyak metode diet yang dikenal oleh masyarakat melalui media sosial, seperti diet mayo (puasa garam), diet keto (tinggi lemak), diet Atkins (rendah karbohidrat), diet Dukan (tinggi protein), dan sebagainya. Pertanyaannya, apakah semuanya efektif untuk menurunkan berat badan? Sampai saat ini sudah dilakukan banyak penelitian medis yang membandingkan variasi diet rendah lemak, diet tinggi lemak, diet rendah karbohidrat, ataupun diet tinggi protein.

    Ternyata, semua variasi tersebut berhasil menurunkan berat badan. Kesimpulannya, bukan jenis diet yang menentukan keberhasilan penurunan berat badan, melainkan adanya pembatasan asupan kalori yang kurang dari kebutuhan dalam setiap jenis diet tersebut. Mengapa? Karena, pada dasarnya setiap makanan dan minuman yang kita konsumsi memiliki kandungan energi (contoh: 100 gram apel mengandung 52 kalori). Energi ini diperlukan oleh tubuh kita untuk menjaga fungsi tubuh tetap berjalan dan melakukan aktivitas sehari – hari (contoh: berdiri selama 1 jam membutuhkan 90 kalori).

    Saat jumlah energi yang masuk ke dalam tubuh sama dengan jumlah energi yang dikeluarkan, maka berat badan seseorang akan menetap. Jika jumlah energi yang masuk lebih banyak daripada yang dikeluarkan, maka terjadi kenaikan berat badan. Begitu pula sebaliknya, saat jumlah energi yang masuk kurang daripada yang dikeluarkan, maka berat badan akan turun, dan prinsip inilah yang digunakan dalam program penurunan berat badan atau “diet.”

    Namun, baik atau tidaknya suatu jenis diet sebaiknya tidak hanya dinilai dari keefektidan dalam menurunkan berat badan, tetapi juga harus disesuaikan dengan kondisi tubuh masing – masing individu. Contohnya, seseorang yang memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah, sebaiknya menghindari jenis diet tinggi lemak. Oleh karena itu, setiap orang yang memiliki penyakit tertentu dan ingin menurunkan berat badan, sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk menentukan jenis diet yang tepat.

    Seberapa banyak saya bisa menurunkan berat badan dalam 1 bulan?

    Semakin sedikit kalori yang kita konsumsi, semakin banyak berat badan bisa turun. Namun, asupan kalori yang terlalu sedikit (kurang dari 800 kalori/hari) memiliki efek samping yang banyak, mulai dari konstipasi, kulit kering, gangguan siklus menstruasi, rambut rontok, mudah lelah, terbentuk batu empedu dan batu kandung kemih, bahkan dapat sampai mengakibatkan gangguan irama jantung.

    Oleh karena itu, kecepatan maksimal penurunan berat badan yang aman adalah 0,5 kg/minggu. Rata – rata, orang yang melakukan pembatasan asupan kalori 1200/hari dapat mencapai penurunan 2 kg/bulan, dan jika diteruskan selama 6 bulan maka minimal 10% berat badan awal akan terbuang.

    Tips & tricks

    Tentu tidak mudah untuk mengubah gaya hidup yang sudah kita lakukan bertahun – tahun. Namun, panduan yang tepat dan mudah dimengerti dapat sangat membantu kita memulai gaya hidup baru. Berikut ini beberapa tips & tricks sehat untuk memulai penurunan berat badan:

    • Tentukan Target Asupan Kalori Per Hari

    Sebagai langkah awal untuk mencapai keadaan defisit (kurang) kalori, hitunglah kebutuhan kalori kita dalam sehari, menggunakan rumus Harris-Benedict:

    • Laki – laki : 66,5 + (13,8 x (berat badan dalam kilogram)) + (5 x (tinggi badan dalam sentimeter)) – (6,8 x usia)
    • Perempuan : 65,1 + (9,6 x (berat badan dalam kilogram)) + (1,9 x (tinggi badan dalam sentimeter)) – (4,7 x usia)
    • Hasil perhitungan di atas, dikalikan dengan faktor aktivitas fisik. Jika dalam sehari aktivitas fisik yang dilakukan rendah, dikalikan dengan 1,2. Untuk aktivitas fisik sedang dikalikan 1,3 dan untuk aktivitas fisik berat dikalikan 1,4.

    Setelah mendapatkan kebutuhan kalori perhari, mulailah dengan mengurangi 500 – 1000 kalori untuk mendapatkan target asupan kalori per hari. Namun, asupan per hari tidak boleh kurang dari 1000 kalori.

    • Kurangi porsi makan

    Mengurangi porsi makan bertujuan untuk mencapai target kalori yang telah ditentukan di tahap pertama. Cara ini merupakan cara yang paling diterima dan mudah dilakukan, karena kita masih bisa mengonsumsi makanan dan minuman favorit, hanya saja porsinya dikurangi.

    • Pindahkan waktu makan jadi lebih awal

    Selama melakukan program penurunan berat badan, selain menurunkan asupan kalori, target kita adalah mengurangi “jendela waktu” untuk makan. Usahakan beri jeda waktu minimal 3 jam antara makan terakhir dan tidur malam. Asupan kalori yang kita konsumsi sesaat sebelum tidur akan diubah menjadi lemak, karena selama tidur kita hanya perlu sedikit kalori.

    Baca Juga: 11 Cara Ampuh Cegah Flu

    • Subtitusi jenis makanan

    Membatasi asupan kalori bukan langkah yang mudah. Oleh karena itu, sebaiknya terapkan prinsip subtitusi jenis makanan tinggi kalori dengan rendah kalori, agar kita tetap dapat makan 3 kali sehari disertai snack, namun tidak melebihi target kalori. Sebagai contoh, mengganti hidangan penutup pai stroberi dengan buah stroberi asli yang diberi krim, kita dapat menghemat asupan 300 – 400 kalori. Atau mengganti es krim reguler dengan es krim bebas lemak, agar kita dapat menghemat 60 kalori.

    Subtitusi makanan tinggi kalori dengan rendah kalori

     

    • Buatlah buku harian makanan

    Buku harian makanan berfungsi untuk mencatat setiap makanan dan minuman yang kita konsumsi, beserta jumlah kalorinya. Dengan demikian, kita dapat mengatur dan merencanakan jenis makanan yang kita santap dalam sehari, agar tidak melebih target kalori. Selain itu, saat kita berhasil mencapai target dalam sehari, secara psikologis hal tersebut akan memberikan semangat untuk melakukan hal yang sama keesokan harinya. Untuk mengetahui berapa kandungan kalori dalam setiap makanan, kita dapat dengan mudah mendapatkannya dengan bantuan internet atau aplikasi di handphone/tablet yang menyediakan daftar makanan beserta kandungan kalorinya.

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Kalori yang Dibakar

    Contoh buku harian makanan

    • Tingkatkan aktivitas sehari-hari

    Kita melakukan aktivitas dengan menggunakan energi (kalori). Dengan meningkatkan aktivitas fisik, maka semakin banyak kalori yang terbuang, dengan demikian membantu kita mencapai kondisi defisit kalori untuk menurunkan berat badan. Rekomendasi yang ada menyarankan kita untuk olahraga tiga kali seminggu, masing – masing selama 30 menit. Namun jika jadwal yang padat menyulitkan hal tersebut terlaksana, berjalan selama 10 menit per hari dapat menjadi alternatif yang sangat baik.

    Baca Juga: 5 Manfaat Olahraga Bagi Kaum Milineal

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai cara membakar kalori yang tepat dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan untuk mengatasi berat badan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi

    1. Guth E. Healthy Weight Loss. The Journal of The American Medical Association. 2014;312(9):974.
    2. McKnight T. Obesity Management in Family Practice. New York: Springer; 2006.
    3. Paoli A. Ketogenic Diet for Obesity: Friend or Foe?. International Journal of Environmental Research and Public Health. 2014;11(2):2092-2107.
    4. Sacks F, Bray G, Carey V, Smith S, Ryan D, Anton S et al. Comparison of Weight-Loss Diets With Different Compositions of Fat, Protein, and Carbohydrates. The New England Journal of Medicine. 2009;360(9):859-873.
    5. The Asia-Pacific perspective: Redefining obesity and its treatment. World Health Organization; 2000.

     

    Read More
  • Olahraga merupakan kegiatan yang harus rutin dilakukan agar tubuh tetap sehat dan bugar. Tetapi, manfaat olahraga bukan hanya itu, karena beberapa olahraga ternyata bermanfaat menghilangkan stres yang mengendap di pikiran seseorang. Baca Juga: Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona Olahraga adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi stres. Ketika Anda berolahraga, tubuh melepaskan hormon endorfin, […]

    4 Olahraga tepat hilangkan stres berat

    olahraga-penghilang-stress

    Olahraga merupakan kegiatan yang harus rutin dilakukan agar tubuh tetap sehat dan bugar. Tetapi, manfaat olahraga bukan hanya itu, karena beberapa olahraga ternyata bermanfaat menghilangkan stres yang mengendap di pikiran seseorang.

    Baca Juga: Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Olahraga adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi stres. Ketika Anda berolahraga, tubuh melepaskan hormon endorfin, yang merupakan hormon yang melawan stres.

    Studi menunjukkan bahwa olahraga sangat efektif dalam mengurangi kelelahan, meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi, dan untuk meningkatkan fungsi kognitif secara keseluruhan.

    Ketika stres mempengaruhi otak, tubuh juga terpengaruh dengan hal ini. Sebaliknya ketika tubuh anda baik, maka pikiran anda juga akan baik. Seperti yang dikatakan diatas, olahraga dan aktifitas fisik memproduksi hormon endorphin,  zat kimia di otak yang bertindak sebagai obat penghilang rasa sakit alami  dan juga meningkatkan kemampuan untuk tidur, yang pada akhirnya mengurangi stres. Berikut adalah jenis olahraga yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan stress anda.

    Yoga

    Yoga adalah olahraga yang memiliki banyak manfaat. Dengan melakukan yoga, postur tubuh anda yang kurang tegap bisa menjadi normal kembali. Namun tidak dipungkiri lagi salah satu khasiat yoga yang paling terkenal adalah untuk mengurangi stres Anda.

    Bersepeda

    Selain menyehatkan, ternyata bersepeda juga mampu menghilangkan stres.  Dengan bersepeda secara tidak langsung kita dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan menikmati udara segar. Bersepeda juga dapat menstimulasi kerja zat kimia di dalam otak yang langsung berperan dalam mengendalikan mood. Bonus dari semua itu adalah kesehatan. Tentunya dengan kehadiran sepeda fixie juga sangat menunjang aktivitas bersepeda para penggemarnya.

    Baca Juga: Tren Bersepeda di Masa Pandemi, Apa Saja Tipsnya?

    Tai Chi

    Dengan gerakan-gerakan tai chi yang lembut, olahraga ini tidak hanya tepat bagi mereka yang sudah lansia, tapi juga bagi mereka yang ingin menghilangkan stress.
    Seperti latihan penyelarasan tubuh dan pikiran lainnya, tai chi mampu meredam stress. Selama tai chi, pikiran Anda akan terpusat pada gerakan dan pernafasan. kombinasi ini akan membantu Anda mencapai relaksasi.

    Mixed Martial Art

    Karate, Kungfu, Taekwondo atau olahraga pertahanan tubuh memberikan sejumlah manfaat bagi mereka yang memilih ini sebagai cara untuk menghilangkan stres. Ini sangat meningkatkan percaya diri, kewaspadaan, fokus, dan perhatian Anda. Anda bisa mengeluarkan emosi karena stres, dan Andapun akan merasa santai saat setelah berolahraga.

    Adapun latihan lain yang mudah untuk dilakukan sehari hari adalah :

    • Jogging, berjalan, atau menari tiga sampai lima kali seminggu selama 30 menit.
    • Lebih baik Anda berolahraga rutin setiap hari selama 10-20 menit daripada anda menunggu akhir pekan untuk berolahraga selama 3 jam penuh. Banyak data ilmiah menunjukkan bahwa frekuensi lah yang paling penting.
    • Cari bentuk latihan yang menyenangkan. Orang ekstrovert biasanya berolahraga yang bersifat team seperti sepakbola, basket dan voli. Orang yang lebih introvert biasanya lebih memilih olahraga solo seperti lari, bersepeda.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai stres, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    http://www.everydayhealth.com/exercise-photos/exercises-that-relieve-stress.aspx

    http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/in-depth/exercise-and-stress/art-20044469

    https://www.adaa.org/living-with-anxiety/managing-anxiety/exercise-stress-and-anxiety

    http://tryata.com/martial-arts-helps-reduce-stress/

    Read More
  • Hidup sehat tentu harus diajarkan sedari dini. Makanya cara mengajarkan anak gaya hidup sehat juga harus ditanamkan sedari dini. Tujuannya adalah biar dewasa nanti si kecil sudah terbiasa hidup sehat dan menjadi pola hidup sehari – hari. Nah, mari simak cara mengjakarkan Anak gaya hidup sehat: 1) Peduli Kesehatan Anak Sejak Kecil Seperti yang kita […]

    12 Cara Mengajarkan Anak dengan Gaya Hidup Sehat

    Hidup sehat tentu harus diajarkan sedari dini. Makanya cara mengajarkan anak gaya hidup sehat juga harus ditanamkan sedari dini. Tujuannya adalah biar dewasa nanti si kecil sudah terbiasa hidup sehat dan menjadi pola hidup sehari – hari. Nah, mari simak cara mengjakarkan Anak gaya hidup sehat:

    1) Peduli Kesehatan Anak Sejak Kecil

    Seperti yang kita ketahui, memang cukup sulit untuk membujuk anak agar menghindari makanan yang kurang sehat. Anak-anak pasti mudah tertarik dengan makanan yang bentuk lucu. Namun hal sekecil itu perlu diperhatikan untuk membiasakan dan mengajarkan anak bagaimana menjalani hidup sehat. Alexis Tindall, seorang ahli gizi berpendapat bahwa sebagai orangtua, kita harus melatihnya seperti pelatih profesional.

    Baca Juga: Hati – Hati Obesitas Pada Anak

    2) Jangan Biasakan Memaksa Anak Memakan Habis Seluruh Isi Piringnya

    Sahabat Sehat jangan pernah memaksa anak untuk menghabiskan makanannya saat sudah kekenyangan. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang disuruh makan segala sesuatu di piring mereka akan lebih cenderung untuk meminta porsi yang lebih besar nantinya. Mendorong anak-anak untuk makan ketika mereka tidak lapar merupakan hal yang buruk.

    3) Buat Olahraga Menjadi Menyenangkan

    Apabila orang dewasa banyak menghabiskan waktu di pusat kebugaran saat olahraga. Bagaimana dengan anak-anak? Ajak anak Sahabat Sehat melakukan olahraga yang menyenangkan seperti bermain bola, jalan-jalan, atau bahkan mendaki. Dengan demikian, anak-anak nantinya akan terbiasa dan senang melakukan aktivitas fisik dan ingin selalu melakukannya.

    Baca Juga: Tips Road Trip dengan Anak

    4) Jangan Biasakan Makan Sambil Menonton TV

    Terkadang saat anak kita menonton sebuah film kartun ia terus menerus menyantap snack yang tidak membuatnya merasa kenyang. Sebaiknya hindari kebiasaan tersebut sejak dini.

    5) Batasi Penggunaan Media Elektronik

    Media elektronik layaknya TV, Komputer, dan Gadget sangat digemari oleh anak-anak. Faktanya anak usia 8 s.d 18 tahun menghabiskan rata-rata 7,5 jam dalam sehari dalam menggunakan media elektronik tersebut. Sebaiknya hindari hal-hal tersebut, maksimal 4 sampai 5 jam saja per harinya. Kebiasaan minim aktifitas fisik sangat berbahaya bagi kesehatan buah hati anda.

    Baca Juga: Cegah Obesitas Pada Anak dengan 5 Menu Berikut

    6) Buat Variasi Makanan Si Kecil

    Ajak si anak memakan sayur dan buah. Apabila ia tidak mau pertama kalinya tidak berarti ia akan menolak pula saat kedua dan ketiga kalinya. Jangan buat doktrin yang memaksa makanan sehat, namun sebaliknya ubah makanan sehat menjadi menarik. Seperti menyusun buah dan sayur pada tusuk sate.

    7) Amankan HP-nya di Malam Hari

    Biasanya anak kita tidur dengan posisi HP di dekatnya, sebaiknya jangan pernah membiarkan hal itu terjadi. Saat memasuki waktu tidur, ambil HPnya agar si anak tidak tidur larut malam sehingga memiliki kualitas tidur yang lebih baik. Selain itu , radiasi hp juga berbahaya bagi kesehatan buah hati anda.

    Baca Juga: 8 Penyakit yang Sering Menyerang Anak

    8) Pilih Makanan Ringan yang Sehat

    Ada perlunya kita memperhitungkan kalori dalam makanan ringan anak-anak. Jangan biasakan anak terus menerus makan makanan ringan yang kurang sehat. Makanan ringan untuk anak-anak lebih baik jika mengandung berbagai nutrisi seperti lemak sehat, biji-bijian dan protein, bukan hanya yang penuh dengan pemanis buatan.

    9) Jangan Sering Berikan Hadiah Permen

    Banyak orangtua yang memberikan hadiah permen apabila melakukan hal yang baik. Sebaiknya jangan terlalu sering memperlakukan hal tersebut. Terlalu sering memakan permen atau lolipop juga kurang baik bagi anak-anak terutama bagi kesehatan gigi

    Produk Terkait: Makanan Sehat Lengkap dan Terjangkau

    10) Libatkan Anak dalam Kegiatan Keluarga

    Sekali-kali ajak anak Sahabat Sehat melakukan sesuatu bersama. Contohnya mengajarkan atau memasak bersama masakan-masakan yang sehat. Contoh-contoh baik yang diajarkan, nantinya akan ditiru oleh anak-anak apabila si anak memiliki antusias tinggi.

    11) Jangan Buat Peraturan “No Junkfood”

    Terlalu memaksakan anak untuk tidak mengkonsumsi junkfood juga tidaklah baik. Sahabat Sehat hanya perlu mengawasi dan membatasinya. Sebaiknya ajarkan anak Sahabat Sehat mengenai porsi pas dalam menyantap sesuatu.

    Baca Juga: 14 Makanan yang Aman Dimakan Penderita Diabetes

    12) Jadilah Contoh yang Baik

    Ini adalah aturan yang terpenting bagi Sahabat Sehat. Sahabat Sehat harus menjadi teladan yang baik dalam gaya hidup sehat. Kebiasaan hidup sehat yang Sobat Sehat jalani bersama akan mudah diikuti oleh sang anak.

    Itulah tadi 12 cara mengajarkan pada anak gaya hidup yang sehat. Gaya hidup ini penting terutama di masa pandemi Corona supaya mereka kebal terhadap penyakit tersebut. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut terutama produk-produk kesehatan untuk anak sehat, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
  • Dengan berolahraga kita akan mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar. Berolahraga juga dapat mencegah kita mengalami penyakit-penyakit membahayakan, misalnya saja osteoporosis. Untuk itu, memulai diri agar rajin berolahraga adalah hal yang penting. Kali ini kami akan menginformasikan tentang olahraga apa saja yang dapat mencegah osteoporosis. Yuk, mari kita simak ulasannya berikut ini! Baca Juga: 10 […]

    Berikut Ini Adalah 7 Olahraga Cegah Osteoporosis

    Dengan berolahraga kita akan mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar. Berolahraga juga dapat mencegah kita mengalami penyakit-penyakit membahayakan, misalnya saja osteoporosis. Untuk itu, memulai diri agar rajin berolahraga adalah hal yang penting. Kali ini kami akan menginformasikan tentang olahraga apa saja yang dapat mencegah osteoporosis. Yuk, mari kita simak ulasannya berikut ini!

    olahraga cegah osteoporosis

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Cegah Osteoporosis

    1. Lompat Tali

    Meskipun terdengar lucu, lompat tali memiliki pengaruh yang kuat dalam menjaga kesehatan tulang. Jika kita melakukan setidaknya 10 menit tiap hari untuk melakukan hal ini, kita akan meningkatkan kualitas kesehatan tulang dan juga mendapakan beberapa manfaat penting lainnya.

    2. Jogging

    Lari di pagi atau sore hari adalah pilihan olahraga yang tepat untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Selain mendapatkan udara yang sejuk dan menyegarkan pikiran, kita juga dapatkan manfaat lain seperti tidak rentan terhadap penyakit osteoporosis.

    Baca Juga: Lari Pagi, Yuk!

    3. Tenis

    Olahraga tenis dapat membentuk tulang yang kuat. Tiap-tiap gerakan yang terjadi dalam olahraga tenis akan mencegah Anda mengalami osteoporosis. Ajak pula anggota keluarga Anda agar tercegah dari osteoporosis.

    4. Basket

    Olahraga yang satu ini dilakukan dengan beramai-ramai. Mengajak teman-teman Anda bermain basket akan menambah keseruan dalam permainannya. Bermain bola basket membuat tubuh Anda menjadi lincah dan atraktif. Selain mencegah osteoporosis olahraga basket juga dapat membakar kalori dalam tubuh Anda.

    5. Berenang

    Mengisi beberapa waktu luang untuk berenang adalah hal yang menyenangkan. Berenang memiliki banyak manfaat, dan salah satu manfaatnya adalah memperkuat tulang dan memperbaiki kinerja paru-paru.

    Baca Juga: 5 Olahraga Terbaik untuk Kesehatan Jantung

    6. Mendaki

    Memiliki hobi mendaki berarti memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Sekali-sekali cobalah untuk mendaki agar terhindar dari penyakit osteoporosis.

    7. Yoga

    Yoga adalah olahraga yang berfokus pada konsentrasi. Dengan yoga kita akan mendapatkan tubuh yang fleksibel dan tulang yang sehat.

    Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari

    Hal diatas adalah artikel mengenai 7 Olahraga Cegah Osteoporosis“. Osteoporosis bisa kita cegah dengan berbagai macam olahraga, untuk itu ayo kita rajin berolahraga untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Nantikan artikel lain kami untuk mendapatkan informasi kesehatan tubuh yang bermanfaat lainnya. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai olahraga pencegah osteoporosois dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh dr. Anindi Putri Harjanti

     

    Read More
  • “Banyak dari kita begitu sibuk, sehingga istirahat hanya dianggap membuang waktu. Tapi sebenarnya, istirahat merupakan kebutuhan biologis. Semua ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa untuk terus hidup kita butuh istirahat, sama seperti kita membutuhkan makanan, ” kata Dr Matius Edlund, pakar kesehatan tidur dari AS. Dr. Edlund menambahkan, jika Anda tidak bisa tidur, istirahat bisa sama efektifnya dengan tidur. Selain itu, waktu […]

    5 Cara Sehat Mengisi Waktu Istirahat

    “Banyak dari kita begitu sibuk, sehingga istirahat hanya dianggap membuang waktu. Tapi sebenarnya, istirahat merupakan kebutuhan biologis. Semua ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa untuk terus hidup kita butuh istirahat, sama seperti kita membutuhkan makanan, ” kata Dr Matius Edlund, pakar kesehatan tidur dari AS. Dr. Edlund menambahkan, jika Anda tidak bisa tidur, istirahat bisa sama efektifnya dengan tidur. Selain itu, waktu istirahat dapat digunakan untuk olahraga dan meningkatkan metabolisme setelah makan siang.

    Berikut ini kami sajikan cara sehat mengisi waktu istirahat Anda di tempat kerja. Apa saja itu? Yuk, mari simak!

    1. Power Nap

    Sebuah publikasi pada jurnal SLEEP di tahun 2008 bahkan membuktikan bahwa tidur siang sejenak akan meningkatkan kemampuan mengingat Anda. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Center menyatakan bahwa sepertiga orang di Amerika terbiasa tidur siang untuk meningkatkan produktivitasnya. Periode tidur siang ini dikenal dengan istilah Power Nap, karena setelah tidur siang sekitar 10-20 menit seseorang akan segar bugar seolah baru di-recharge.

    2. Naik Turun Tangga

    Jika Anda sedang makan siang di mall atau di kantor, upayakan untuk selalu menghindari eskalator atau elevator. Cari tangga, naik turun tangga lebih baik ketimbang memakai eskalator. Naik turun tangga selama kurang lebih 5 menit sehari dapat membakar 33 kalori dalam tubuh Anda.

    3. Berjalan Kaki

    Biasakan diri Anda untuk berjalan ke mana saja selama kurang lebih 15 menit sebelum masuk ruangan kantor. Tahukah Anda, bahwa dengan berjalan kaki, otomatis mampu membakar 250-500 kalori dalam tubuh. Mungkin Anda bisa memulai untuk berjalan di taman sekitar kantor atau mall. Selain membakar kalori, Anda juga bisa mendapat pasokan oksigen langsung dari alam terbuka.

    4. Bersosialisasi

    Manfaatkan waktu istirahat makan siang Anda dengan berbincang bersama rekan kerja Anda. Kurangi makan siang sembari bekerja di depan laptop. Mengobrol dengan rekan kerja saat jam istirahat terbukti mengurangi tingkat hormon stress akibat pekerjaan yang menumpuk.

    5. Istirahat Total

    Mungkin Anda sering mengabaikan hal ini, namun ternyata cara terbaik untuk istirahat total adalah menghirup nafas yang dalam. Bernapaslah perlahan-lahan sampai hitungan delapan. Dengar dan bayangkan udara bergerak saat Anda bernapas. Fokuslah pada kesejajaran tubuh Anda dan tarik nafas yang dalam. Cara lain yang juga sangat baik istirahat adalah untuk tidur (selama 15 sampai 30 menit) jika Anda merasa sangat lelah.

    Selamat mempraktekan cara-cara sehat mengisi waktu istirahat di atas dan kembali beraktivitas dengan semangat penuh! Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai cara sehat mengisi waktu istirahat silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More

Showing 41–47 of 47 results

Chat Dokter 24 Jam