Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Archive for Category: Lawan Diabetes

Showing 31–40 of 40 results

  • Memiliki anak yang gemuk memang menggemaskan. Tapi jangan sampai gemuknya berlanjut hingga si kecil memasuki usia 5 tahun. Dikhawatirkan ia malah akan obesitas pada saat sudah besar! Obesitas pada anak belum lama menjadi sorotan permasalahan gizi pada anak. Hal ini disebabkan karena komplikasi obesitas pada anak yang dapat ditimbulkan lebih kompleks dibandingkan dengan obesitas pada […]

    Hati-hati Obesitas Pada Anak!

    Memiliki anak yang gemuk memang menggemaskan. Tapi jangan sampai gemuknya berlanjut hingga si kecil memasuki usia 5 tahun. Dikhawatirkan ia malah akan obesitas pada saat sudah besar!

    obese-child

    Obesitas pada anak belum lama menjadi sorotan permasalahan gizi pada anak. Hal ini disebabkan karena komplikasi obesitas pada anak yang dapat ditimbulkan lebih kompleks dibandingkan dengan obesitas pada orang dewasa. Hal ini atas pertimbangan anak yang masih akan terus tumbuh dan berkembang, serta karena anak merupakan generasi penerus bangsa. Dan jika mereka obesitas, aktifitas mereka dalam membangun bangsa ini akan terganggu.

    Tapi sebenarnya, apa itu obesitas pada anak?

    Obesitas adalah akumulasi jaringan lemak di bawah kulit yang berlebihan dan menyebar di seluruh tubuh. Obesitas pada umumnya memiliki tanda dan gejala yang khas, yaitu wajah membulat, dagu rangkap (double chin), leher pendek, pipi membulat, dada mengembung dan payudara yang membesar dengan jaringan lemak. Pada anak laki-laki penis akan tampak kecil karena terkubur dalam jaringan lemak supra-pubik sementara pada anak perempuan indikasinya adalah menstruasi dini.

    Hati-hati obesitas pada anak karena akan menyebabkan masalah kesehatan yang timbul ketika mereka dewasa, seperti berikut ini:

    • Penyakit jantung
    • Resistensi terhadap insulin sehingga rentan terhadap penyakit diabetes
    • Penyakit muskuloskeletal (penyakit otot dan tulang) seperti osteoarhtritis
    • Penyakit kanker
    • Disabilitas

    Berikut fakta-fakta yang terkait dengan resiko obesitas pada anak:

    1. Fakta Genetik: Sebuah penelitian mengatakan bahwa jika ibu biologis mengalami obesitas, maka keturunannya memiliki peluang 75% mengalami obesitas.

    2. Fakta Diet: Dalam hal ini ada 2 poin penting yang diperhatikan yaitu:

    • Perubahan trend makanan cepat saji atau junkfood: Salah satu penyebab obesitas pada anak disebabkan oleh terlalu banyak makan makanan junkfood. Peran orang tua yang memiliki lebih sedikit waktu dan energi untuk menyiapkan makanan sehat juga turut menjadi andil dalam pengalihan makanan ke junkfood. Makanan junkfood biasanya tinggi kadar gula dan lemaknya. Makanan ini juga biasa ditawarkan dalam ukuran besar yang menggiurkan.
    • Konsumsi minuman ringan tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik: Selain itu, minuman ringan sudah lebih populer ketimbang susu dan air. Misalnya, setiap tahun, orang Meksiko membelanjakan lebih banyak uang untuk minuman ringan, daripada untuk gabungan sepuluh makanan pokok. Menurut buku Overcoming Childhood Obesity, menenggak minuman ringan 600 mililiter saja setiap hari dapat menaikkan berat badan sebanyak 11 kilogram dalam waktu setahun.

    3. Fakta Kurangnya Olahraga: Asupan makanan tidak berbanding lurus dengan kegiatan fisik atau kegiatan olahraga si kecil. Menonton TV sambil makan, bermain games sambil disuapin makan, tentunya akan menyebabkan obesitas pada anak dengan mudah.

    4. Fakta Faktor Psikologi: Beberapa anak memakan lebih banyak karena adanya gangguan emosi seperti stress atau sekedar bosan.

    5. Fakta Faktor Sosio-ekonomi: Makanan yang tersedia dengan harga  tidak terlalu mahal biasanya cepat saji seperti frozen meals, crackers dan cookies. Makanan tersebut biasanya tinggi lemak dan garam yang berperan dalam penambahan berat badan.

    Bertindak sekarang!

    Badan Kesehatan Dunia atau WHO, menghimbau agar keluarga terutama orang tua lebih pintar dan cermat dalam memilih makanan yang sehat bagi anak-anaknya. Hal ini disebabkan karena preferensi atau kecenderungan untuk menyukai makanan tertentu dibentuk sejak awal masa kanak-kanak dan saat tersebut orang tua memiliki peran yang penting. Memberikan anak-anak balita makanan yang tinggi kalori, tinggi lemak, tinggi gula dan tinggi kadar garam/natrium merupakan kontribusi utama obesitas di masa kanak-kanak. Para orang tua, terutama ibu harus paham mengenai nutrisi pada anak-anak dan harus membongkar kebiasaan lama yang mengatakan anak yang sehat adalah anak yang gemuk. Adanya mitos inilah yang juga menyebabkan orang tua cenderung memberikan asupan makanan berlebihan kepada anak-anaknya.

    Sumber: TanyaDok.com

    Daftar Pustaka

    • Budiwarti, Y. Endang, SKM,MPH. Gizi pada Anak Obesitas. [internet] 2012. [cited May 29 2014]. Available from  http://www.rscm.co.id/index.php?bhs=in&id=GIZ0000001
    • Anonymous. Fakta Penyakit Jantung pada Anak. [internet] 2014. [cited May 29 2014]. Available from http://www.parenting.co.id/article/mode/fakta.penyakit.jantung.pada.anak/001/003/640
    • Gabriella, J. Hartono, dr. Laporan  Gizi di Awal Tahun 2014 : Kurus vs Obesitas. [internet] 2012. [cited May 29 2014]. Available from http://www.tanyadok.com/anak/laporan-gizi-di-awal-tahun-2014-kurus-vs-obesitas
    • Agtadwimawanti, Nur Resti. Fakta Tentang Obesitas dan Kegemukan. [internet] 2012. [cited May 29 2014]. Available from  http://intisari-online.com/read/fakta-tentang-obesitas-dan-kegemukan
    • Mahadikawati, Ika. Obesitas  pada Anak. [internet] 2012. [cited May 28 2014]. Available from http://mediasehat.com/konten7no107
    • Anonymous, Mayo Clinic Staff. Childhood Obesity. [internet] 2014 [cited May 28 2014]. Available from http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/childhood-obesity/basics/causes/con-20027428
    • Anonymous. Obesitas – Fakta, Penyebab dan Resikonya.  [internet] 2014 [cited May 28 2014]. Available from Obesitas – Fakta, Penyebab dan Resikonya
    • Facts and figures on childhood obesity. [homepage on the Internet]. 2014 [cited 2014 Jun 11]. Available from: WHO, Web site: Facts and figures on childhood obesity
    Read More
  • Berlibur dengan kerabat atau anak Anda yang menyandang diabetes tidaklah sulit asalkan Anda tahu persis benda-benda dan jenis obat diabetes apa yang wajib dibawa selama liburan. Kerabat Anda dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2 dapat melakukan perjalanan ke seluruh dunia. Diabetes tidak harus menghalangi mereka dalam jelajahi keindahan alam. Persiapan yang matang tentang kewajiban […]

    Tips Traveling dengan Diabetesi

    Berlibur dengan kerabat atau anak Anda yang menyandang diabetes tidaklah sulit asalkan Anda tahu persis benda-benda dan jenis obat diabetes apa yang wajib dibawa selama liburan. Kerabat Anda dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2 dapat melakukan perjalanan ke seluruh dunia. Diabetes tidak harus menghalangi mereka dalam jelajahi keindahan alam. Persiapan yang matang tentang kewajiban mereka yang harus dipenuhi selama perjalanan, seperti waktu minum obat diabetes dan obat-obatan atau suntik insulin yang harus dibawa adalah yang harus diperhatikan dengan seksama.

    beli paket p3k keluarga di prosehat obat diabetes

    Baca juga: Tips Liburan Dengan Si Alergi Makanan

    Sebelum Keberangkatan
    Sebaiknya 2 minggu sebelum keberangkatan untuk liburan Anda lakukan beberapa hal ini:

    1. Buat janji dengan dokter Anda untuk konsultasi perihal rencana perjalanan Anda.

    2. Dapatkan persediaan dua kali lebih banyak dari biasanya dan bawa resep tambahan serta surat dari dokter yang menjelaskan bahwa Anda atau anak Anda memiliki diabetes.

    3. Jika Anda perlu suntik vaksin, rencanakan hal tersebut sudah selesai dilakukan 3 atau 4 minggu sebelum keberangkatan.

    4. Lakukan riset perihal daerah atau destinasi tujuan wisata Anda kali ini. Risetnya dapat berupa tempat makan, hotel dan yang paling penting adalah fasilitas medis atau rumah sakit terdekat, just in case.

    klik di sini beli p3k keluarga

    Beli di sini: Paket P3K Liburan Keluarga

    List Barang Bawaan Wajib
    Sementara untuk barang bawaan wajib, pastikan barang-barang ini sudah berada di dalam 1 tas jinjing yang dapat Anda pegang selama perjalanan:

    1. Nama dan nomor telepon dokter yang juga ada pada speed dial smartphone Anda.

    2. Daftar obat-obatan yang harus diminum oleh Anda (jika Anda menderita diabetes) atau anak Anda.

    3. Bawa identitas yang dapat menunjukkan orang lain bahwa Anda atau kerabat Anda menyandang diabetes.

    4. Obat diabetes, jarum suntik untuk insulin serta alat tes kadar gula Anda harus berada di satu tas jinjing dan disimpan di dalam kabin pesawat untuk kemudahan mengakses obat-obatan dan kebutuhan diabetesi lainnya. Jika tas berisi kebutuhan diabetes ini disimpan di dalam bagasi, maskapai penerbangan Anda bisa saja menghilangkan tas tersebut sehingga rencana liburan Anda bisa berantakan.

    tebus resep obat diabetes di sini - prosehat

    Tebus di sini resep obat diabetes Anda

    5. Bawa obat-obatan melebihi dosis 1 minggu dari rencana kepulangan Anda dari liburan panjang agar kebutuhan obat-obatan Anda tidak berkurang jika terjadi hal buruk pada Anda selama liburan.

    6. Siapkan permen, snack ringan atau gel glukosa atau tablet untuk berjaga-jaga jika kadar gula darah Anda drop atau terlalu rendah.

    7. Jangan lupa untuk memberi tahu maskapai penerbangan, agen perjalanan dan staff hotel tempat Anda menginap, bahwa Anda penyandang diabetes atau sedang berlibur dengan diabetesi.

    8. Pada saat di airport, petugas yang akan memeriksa barang bawaan Anda harus diberi tahu jika Anda adalah diabetesi dan membawa daftar list obat dan jarum suntik yang tidak boleh dipisahkan oleh Anda. Biasanya petugas tersebut akan memeriksa dokumen dan surat rekomendasi dari dokter Anda. Jangan lupa untuk mengetahui pula syarat dan ketentuan membawa obat-obatan ke dalam pesawat, seperti yang sudah pernah dibahas di sini.

    9. Pastikan dokter atau perawat yang pernah menangani Anda menyuntikkan insulin telah mempertimbangkan tekanan udara saat di daratan dan di udara sehingga insulin Anda tetap dapat digunakan ketika Anda harus menggunakannya di dalam pesawat terbang.

    Dengan persiapan tersebut, Anda tidak perlu ragu lagi untuk membawa kerabat Anda yang menyandang diabetes untuk pergi liburan.

    klik di sini ebook p3k keluarga

    Free Download E-book P3K Keluarga: Tips dan Checklist Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Liburan

    Referensi:

    Read More
  • Sudah mengatur menu harian untuk diet diabetes yang bisa dipelajari oleh Anda di sini, tapi masih ingin minum minuman manis seperti susu? Susu non-fat bisa menjadi solusinya! Dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism para ahli membuktikan bahwa risiko bertambah buruknya penyakit diabetes dapat menurun hingga 15% bila didampingi dengan konsumsi susu non-fat sebanyak 3-5 […]

    Susu Non-Fat: Efektifkah Untuk Atasi dan Cegah Diabetes?

    Sudah mengatur menu harian untuk diet diabetes yang bisa dipelajari oleh Anda di sini, tapi masih ingin minum minuman manis seperti susu? Susu non-fat bisa menjadi solusinya!

    Dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism para ahli membuktikan bahwa risiko bertambah buruknya penyakit diabetes dapat menurun hingga 15% bila didampingi dengan konsumsi susu non-fat sebanyak 3-5 porsi/hari. Susu non-fat atau tanpa lemak ini membantu penuhi asupan makan para penyandang diabetes tanpa membuat kadar gula darah melonjak tajam. Susu tanpa lemak ini tentunya dapat juga menjadi pengganti makanan bagi Anda yang ingin menjaga berat badan.

    https://www.prosehat.com/produk/susu/tropicana-slim-susu-non-fat-fitosterol-original/

    Rahasia Susu Non-Fat

    Susu non-fat, biasa disebut susu skim, adalah susu sapi yang sebagian besar kandungan lemaknya telah dibuang. Substansinya lebih ringan, dan dari segi rasa memang kurang gurih seperti susu pada umumnya, tapi yang jelas tidak ada lemak yang tersisa dari susu jenis ini. Walaupun begitu, susu jenis ini bebas gula dan tinggi kalsium, yang juga dilengkapi dengan sumber protein, kandungan gula alami, vitamin D, kalsium, vitamin A, fosfor, kalium, yodium dan vitamin B. Setiap 1 cangkir susu non-fat, terkandung hanya 90 kalori, 8 gram protein, 12 gram gula alami, dan kandungan tersebut sudah mencakup 30 % dari angka kebutuhan harian kalsium Anda, dan 25 % dari angka asupan vitamin D harian Anda.

    Susu non-fat ini tepat dijadikan sebagai pendamping menu diet para penyandang diabetes. Karena susu ini bebas lemak dan gula, namun tinggi akan kalsium. Sangat cocok untuk diabetes dan Anda yang ingin menjalankan diet. Untuk melengkapi asupan harian nutrisi Anda susu jenis ini juga dilengkapi dengan Omega3 dan serat yang sangat baik bagi kesehatan jantung. Bonus tambahan dengan mengkonsumsi susu non fat bagi penyandang diabetes adalah selain Anda dapat mengontrol kadar gula darah, susu jenis ini bisa membantu menghambat terjadinya osteoporosis atau tulang keropos yang seringkali juga menyerang diabetesi.

    https://www.prosehat.com/produk/susu/tropicana-slim-susu-non-fat-fitosterol-original/

    Jadi, jangan lupa untuk tetap penuhi asupan nutrisi yang berimbang tanpa harus takut ancaman kadar gula darah yang melonjak tajam dengan minum susu non-fat ini.

    Read More
  • Selain mengatur menu harian untuk diabetesi yang sudah dibahas di artikel sebelumnya di sini, kita juga bisa melakukan olahraga diabetes secara rutin untuk atasi dan cegah diabetes. Dengan berolahraga rutin maka dapat membantu tubuh memperbaiki metabolisme lemak dan menurunkan kolesterol. Ditambah lagi efeknya bagi penyandang diabetes adalah memperkecil risiko terjadinya komplikasi dari penyakit kencing manis ini. […]

    5 Jenis Olahraga Tepat untuk Diabetesi

    Selain mengatur menu harian untuk diabetesi yang sudah dibahas di artikel sebelumnya di sini, kita juga bisa melakukan olahraga diabetes secara rutin untuk atasi dan cegah diabetes. Dengan berolahraga rutin maka dapat membantu tubuh memperbaiki metabolisme lemak dan menurunkan kolesterol. Ditambah lagi efeknya bagi penyandang diabetes adalah memperkecil risiko terjadinya komplikasi dari penyakit kencing manis ini. Dengan kata lain, olahraga bagi diabetesi dapat memperbaiki metabolisme kolesterol sehingga menurunkan kadar LDL dalam darah serta meningkatkan kadar HDL (baca lebih lanjut tentang kolesterol HDL & LDL di sini). Berikut 5 jenis olahraga untuk penderita diabetes:

    Renang

    Berenang dapat meningkatkan kesehatan jantung, karena kegiatan bergerak yang konstan memungkinkan darah dan oksigen terpompa lebih efisien. Jenis olahraga ini juga tidak membuat tegang sendi – sendi Anda. Olahraga yang menggunakan otot tubuh bagian atas dan bawah ini juga menguntungkan penyandang diabetes terutama yang sudah mengalami gangguan neuropati diabetes (baca di sini). Lakukan gerakan aktif pada bagian tubuh yang sering merasa kesemutan atau kebas / mati rasa. Untuk pembakaran kalori Anda, berenang cepat selama 1 jam dengan gaya bebas bisa membakar 590 kalori dan 413 kalori untuk berenang dengan speed lambat.

    https://www.prosehat.com/produk/makanan-minuman/tropicana-slim-high-fiber-high-calcium-milk-chocolate/

    Berjalan

    Berjalan kaki menjadi jenis olahraga bagi Anda penyandang diabetes yang paling mudah dilakukan dan sangat efektif untuk mengurangi kadar gula dalam darah. Kadar gula darah yang meningkat pada penderita kencing manis sebagai efek dari stress atau sakit seperti pilek dapat dikurangi dengan berjalan kaki. Jika Anda sedang dalam terapi insulin, setelah melakukan jenis olahraga ini sebaiknya tetap cek kadar gula dengan teratur untuk memastikan kadar gula darah Anda tidak drop ke level yang terlalu rendah.

    https://www.prosehat.com/produk/makanan-minuman/tropicana-slim-high-fiber-high-calcium-milk-chocolate/

    Bersepeda

    Dengan bersepeda, banyak energi yang dihabiskan sehingga kadar gula darah Anda menurun dengan drastis. Untuk melakukan olahraga ini, tetap jaga asupan kalori dengan mengkonsumsi misalnya madu dalam jumlah yang sangat sedikit pada beberapa interval. Jika Anda bersepeda dalam waktu yang singkat seperti 20-30 menit, Anda dapat mengkonsumsi cemilan ringan pada menit ke 15 atau setelah bersepeda dalam jumlah yang masih disarankan oleh dokter Anda.

    https://www.prosehat.com/produk/makanan-minuman/tropicana-slim-high-fiber-high-calcium-milk-chocolate/

    Yoga

    Dengan melakukan yoga secara teratur, kadar stres Anda dapat berkurang sehingga kadar gula darah pun bisa ikut menurun. Di samping itu, olahraga yoga juga dapat meningkatkan kelenturan tubuh, menurunkan tekanan darah dan menjaga bentuk tubuh secara keseluruhan. Untuk pembakaran kalorinya sendiri, dengan melakukan 1 jam yoga, 200 kalori akan terbakar secara optimal.

    https://www.prosehat.com/produk/makanan-minuman/tropicana-slim-high-fiber-high-calcium-milk-chocolate/

    Senam Diabetes

    Sebagai favorit para diabetesi sekarang adalah senam diabetes yang dilakukan rutin setiap 1-2 kali seminggu. Selain gerakan olahraga yang sudah dibuat untuk berbagai kalangan usia, senam ini juga sangat mudah dilakukan. Olahraga diabetes ini dapat dilakukan bersama dengan teman-teman komunitas, misalnya saja PERSADIA yang sangat terkenal. Kelebihan senam ini sebenarnya adalah dengan bertemu sesama penyandang diabetes maka bisa saling belajar dan bersosialisasi.

    https://www.prosehat.com/produk/makanan-minuman/tropicana-slim-high-fiber-high-calcium-milk-chocolate/

    Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai rencana olahraga diabetes dan membuatnya rutin. Selalu ingat untuk mengecek kadar gula sebelum olahraga, terutama jika Anda adalah penderita diabetes tipe 1 yang harus menunda olahraga ketika kadar gula darah sedang sangat tinggi (>300 mg/dl) atau sangat rendah (<70 mg/dl).

    Mari kita mulai berolahraga untuk atasi dan cegah diabetes.

    Sumber: Aldo Fransiskus Marsetio, BMedSc

    Referensi:

    Read More
  • Penyandang diabetes harus mendapatkan jumlah karbohidrat yang tepat pada siang hari untuk menjaga kadar gula darah dari fluktuasi naik dan turun. Berikut jenis makanan untuk diet diabetes: Karbohidrat Sebagai penyandang diabetes kita perlu makan sekitar 150 gram (tidak lebih dari 1 kilogram) karbohidrat setiap hari, dibagi merata sepanjang hari melalui makanan dan cemilan. Anda bisa […]

    Jenis Makanan untuk Diet Diabetes

    Penyandang diabetes harus mendapatkan jumlah karbohidrat yang tepat pada siang hari untuk menjaga kadar gula darah dari fluktuasi naik dan turun. Berikut jenis makanan untuk diet diabetes:

    https://www.prosehat.com/cegahdiabetes/

    Karbohidrat

    Sebagai penyandang diabetes kita perlu makan sekitar 150 gram (tidak lebih dari 1 kilogram) karbohidrat setiap hari, dibagi merata sepanjang hari melalui makanan dan cemilan. Anda bisa makan roti gandum utuh, pasta, nasi, kentang, labu, kacang polong, jagung dan kacang-kacangan.

    Protein

    Sebaiknya kita tidak mengkonsumsi lebih dari 6 oz. (sekitar 12 sendok makan) protein sehari, tapi setidaknya 4 oz (sekitar 8 sendok makan). Protein ini bisa berasal dari daging merah, ikan dan unggas, serta keju dan tahu.

    Lemak

    Asupan lemak kita perlu dibatasi sebanyak 1 g lemak jenuh per porsi dan tidak lebih dari 3 g lemak per porsi. Untuk mendapatkan asupan lemak baik, Anda bisa mengkonsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian sebagai cemilan sehat yang mengandung jumlah tinggi lemak omega. Jadikan kacang almond atau walnut sebagai cemilan di siang hari sebelum makan besar.

    Sayuran dan Buah

    Setidaknya 5 jenis sayuran dan buah harus menjadi bagian dari diet diabetes. Sayuran seperti kembang kol, brokoli, kacang hijau, tomat, serta buah seperti apel, berbagai jenis buah berry, pisang dan melon bisa menjadi pilihan yang tepat.

    Susu

    Penyandang diabetes perlu mengkonsumsi setidaknya dua porsi susu sehari. Jenis susu yang baik bagi penyandang diabetes adalah susu non-fat/rendah lemak atau yogurt rendah lemak atau tanpa lemak.

    Jadi jenis makanan untuk penyandang diabetes kurang lebih sama dengan kebanyakan orang pada umumnya. Yang membedakan hanya porsi yang lebih dikontrol agar tidak terjadi lonjakan kadar glukosa dalam darah. Untuk menu harian diabetes yang lezat dan bergizi seimbang, cek di sini.

    https://www.prosehat.com/produk/alat-kesehatan/accu-check-active/

    Read More
  • Bingung memilih menu harian untuk saudara atau orang tua kita yang menyandang diabetes? Atau Anda ingin turunkan berat badan tanpa menahan lapar? Menu harian ini bisa membantu menurunkan berat badan dan membantu diabetesi kontrol gula darah serta menjaga asupan gizi yang seimbang dengan memperhatikan 3J (Jenis, Jumlah, dan Jam) yang sudah dibahas di sini. Sarapan Kita […]

    Menu Harian untuk Keluarga Bantu Diabetesi

    Bingung memilih menu harian untuk saudara atau orang tua kita yang menyandang diabetes? Atau Anda ingin turunkan berat badan tanpa menahan lapar? Menu harian ini bisa membantu menurunkan berat badan dan membantu diabetesi kontrol gula darah serta menjaga asupan gizi yang seimbang dengan memperhatikan 3J (Jenis, Jumlah, dan Jam) yang sudah dibahas di sini.

    Sarapan

    Kita selalu bisa memilih sarapan yang baik. Menurut American Diabetes Association, sarapan yang baik bagi diabetesi adalah buah-buahan segar, telur, oatmeal (½ cangkir) dan satu potong roti gandum. Anda bisa juga menyiapkan 1 daging, 2 jenis buah, 2 roti gandum, dan susu rendah lemak.

    https://www.prosehat.com/cegahdiabetes/

    Cemilan Pagi

    Sebelum makan siang, ada baiknya diselingi dengan cemilan ringan untuk Anda yang sedang menjaga berat badan, maupun diabetesi yang sedang mengontrol kadar gula dalam darah. Cemilan yang dapat membuat kenyang namun sehat adalah kacang-kacangan seperti almond dan walnut. Sebagai variasi, satu buah apel dengan selai kacang juga mengenyangkan dan menjadi menu cemilan paling disukai oleh banyak kalangan usia.

    https://www.prosehat.com/cegahdiabetes/

    Makan Siang

    Rencanakan makan siang Anda dengan mempertimbangkan hal berikut ini:

    • 2 jenis sumber protein (ikan, susu, daging merah, dsb)
    • 2 buah roti gandum,
    • 2 jenis buah (apel, pisang, dsb)
    • 1 jenis sayuran (brokoli, bayam, buncis, dsb), dan
    • 2 sumber lemak nabati (alpukat, kacang kedelai, kacang kenari, dsb)

    Dengan bahan-bahan tersebut, Anda dapat membuat satu buah sandwich tuna lezat. Persiapkan bahan-bahan dengan dua jenis buah yang bisa dimakan langsung atau dibuat jus. Tambahkan pemanis buatan berbahan dasar alami seperti stevia untuk menambah rasa manis pada jus Anda. Untuk dressing, gunakan sedikit saja mayones rendah lemak sebagai penambah rasa.

    https://www.prosehat.com/cegahdiabetes/

    Cemilan Sore

    Menunggu jam makan malam memang terasa sangat lama, dan untuk mengatasi rasa lapar tersebut, 5 crackers tanpa garam dan bebas gula dengan keju cheddar yang dilelehkan dapat ditambahkan sebagai cemilan menjelang makan malam. Pilihan minuman seperti jus apel tanpa gula sebelum makan malam akan menolong porsi makan malam Anda yang pastinya akan berkurang.

    https://www.prosehat.com/cegahdiabetes/

    Makan Malam

    Untuk makan malam, Anda dapat menyiapkan: tiga jenis daging (ikan, ayam, dsb), 1 sumber karbohidrat, dan satu jenis sayuran mentah. Anda bisa membuat menu ini:

    • Tumis dada ayam dengan irisan brokoli. Bumbui dengan garam dan lada.
    • Pengganti nasi: rebus 1 buah kentang
    • Sajikan dengan dressing mayones (1 sendok kecil).
    • Jangan lupa susu rendah lemak dengan fitosterol yang akan mengontrol kadar gula darah Anda.

    menu diabetes

    Itu tadi adalah menu harian sederhana bagi diabetesi yang bisa dicoba. Tetap ingat untuk membatasi penggunaan gula meja. Anda bisa beralih ke pemanis buatan berbahan dasar alami seperti Stevia untuk tetap mendapatkan rasa manis namun tidak menaikkan kadar gula darah Anda. Kadar gula dalam darah normal, tubuh pun tetap ideal. Selamat mencoba!

    Referensi:

    Read More
  • Madu-Madu Senyumnya Manis Semanis Madu Membuat Hati Selalu Rindu. Senyum semanis madu tidak bikin gemuk dan tidak bikin kadar gula darah melonjak. Lalu, bagaimana dengan madu nektar yang semanis gula pasir? Bagi kita para penyandang diabetes, makanan apapun yang bebas gula dipukul rata menjadi makanan yang dapat dikonsumsi. Mana yang lebih baik bagi Anda yang […]

    Madu vs. Gula Pasir: Mana yang Baik Untuk Diabetes?

    Madu-Madu Senyumnya Manis Semanis Madu Membuat Hati Selalu Rindu.

    Senyum semanis madu tidak bikin gemuk dan tidak bikin kadar gula darah melonjak. Lalu, bagaimana dengan madu nektar yang semanis gula pasir? Bagi kita para penyandang diabetes, makanan apapun yang bebas gula dipukul rata menjadi makanan yang dapat dikonsumsi. Mana yang lebih baik bagi Anda yang ingin menjaga berat badan dan para penyandang diabetes?

    Sebenarnya indikator makanan sehat adalah yang bergizi seimbang, bukan hanya bebas gula. Kemudian madu hadir seakan menjadi jawaban dari pengganti gula pasir bagi diabetesi. Pertanyaannya adalah, mana yang paling baik bagi diabetesi antara kedua jenis pemanis tersebut? Hasil penelitian dari Waikato University di Hamilton, New Zealand menyatakan ternyata konsumsi madu sama dengan menjalani diet tanpa gula yang bisa dilihat tips dan triknya di sini.

    https://www.prosehat.com/produk/makanan-minuman/tropicana-slim-madu/

    Jumlah Kalori

    Satu sendok makan gula pasir mengandung 46 kalori. Pemanis nektar ini sendiri mengandung 64 kalori. Lebih tinggi memang, tapi karena tingkat kemanisan yang berbeda, penggunaannya harus dimoderasi menjadi lebih sedikit dari gula untuk mencapai rasa manis yang diinginkan. Karena lebih manis dari gula, sebaiknya gunakan 1/3 – 1/2 lebih sedikit dibanding penggunaan gula, yang pada akhirnya akan mengurangi jumlah kalori dan baik bagi penyandang diabetes.

    https://www.prosehat.com/produk/makanan-minuman/tropicana-slim-madu/

    Kandungan

    Madu merupakan zat alami yang dihasilkan dari konsentrat nektar yang berasal dari bunga tanaman. Kandungannya sendiri beragam dan baik bagi tubuh, yaitu  protein, riboflavin (vitamin B2), pantothenic acid (vitamin B5), niacin (vitamin B3), folate (vitamin B9), vitamin B6, vitamin C, calcium, phosphorus, potassium, iron, magnesium, dan zinc. Beberapa jenis antioxidant juga hanya bisa ditemukan dalam madu, yaitu pinobanksin, catalase, chrysin, dan pinocembrin. Sebagai sumber energi yang stabil, madu memasuki saluran darah secara perlahan. Hal ini berbeda dengan gula biasa yang memasuki saluran darah dengan sangat cepat sehingga menyebabkan terjadinya lonjakan level glukosa dalam darah.

    25.11.2015_-_Gula_vs_Madu_03

    Madu vs. Gula Meja

    Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu dilihat lebih lanjut Glycemic Index (GI) dari gula meja dan madu. GI sendiri adalah metode untuk mengukur efek makanan kaya karbohidrat pada tingkat gula darah. Semakin rendah level GI dari suatu makanan, semakin sehat bagi tubuh. Gula meja memiliki GI 61, sedangkan madu memiliki GI sebesar 55.

    Dapat disimpulkan bahwa madu lebih baik dari gula dan dapat menjadi sumber energi yang lebih baik. Mengapa baik? Karena gula mengandung sukrosa hingga 100%, sedangkan madu hanya 1,5%. Sisa kandungan dari madu yang berupa fruktosa dan glukosa (jenis monosakarida) dapat memasuki aliran darah secara langsung dan tidak perlu diproses menjadi gula sederhana, sehingga baik bagi sumber energi dan asupan nutrisi bagi tubuh.

    Jadi Anda sekarang bisa memilih madu di sini sebagai pengganti gula, lengkap dengan kandungan gizi yang baik untuk tubuh

    Read More
  • Apakah susu baik untuk dijadikan pengganti makanan bagi penderita diabetes? Pertanyaan itu pasti terngiang-ngiang di benak kalian ya. Benar lho! Susu rendah kalori berfungsi sebagai pengganti makanan bagi pasien diabetes. Mengapa? Kita bahas lebih lanjut yuk! Sebelumnya penting ya, untuk mengetahui rekomendasi asupan nutrisi bagi pasien diabetes, termasuk susu. Ternyata hal tsb harus disesuaikan dengan […]

    Susu Rendah Kalori Pengganti Makanan Diabetesi

    Apakah susu baik untuk dijadikan pengganti makanan bagi penderita diabetes? Pertanyaan itu pasti terngiang-ngiang di benak kalian ya. Benar lho! Susu rendah kalori berfungsi sebagai pengganti makanan bagi pasien diabetes. Mengapa? Kita bahas lebih lanjut yuk!

    Sebelumnya penting ya, untuk mengetahui rekomendasi asupan nutrisi bagi pasien diabetes, termasuk susu. Ternyata hal tsb harus disesuaikan dengan kebutuhan kalori per hari. Porsi makanan diabetesi yang direkomendasikan dianjurkan seimbang dengan komposisi sebagai berikut:

    • Energi dari karbohidrat 45-65%,
    • Protein 15-20%,
    • Lemak 20-25%,
    • Vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah yang cukup.

    prosehat diabetes 1

    Untuk itu, pada pengaturan konsumsi makanan dan minuman, termasuk susu rendah kalori untuk diabetesi ditentukan oleh beberapa hal berikut:

    • kebutuhan kalori per hari,
    • kebutuhan bahan makanan per hari, dan
    • daftar bahan makanan pengganti serta cara penggunaannya.

    Jenis Susu untuk Diabetesi

    Susu adalah minuman dengan indeks glikemik rendah. American Diabetes Association (ADA) merekomendasi 2 hingga 3 gelas susu rendah lemak dengan nol atau rendah kalori untuk diabetesi setiap hari. Pilihan produk susu yang baik adalah:

    • Susu tanpa lemak,
    • Susu rendah lemak, dan
    • Susu kedelai terfortifikasi.

    Fungsi Susu Bagi Diabetesi

    Berdasarkan data American Diabetes Association (ADA), Diabetesi memiliki risiko osteoporosis dan patah tulang lebih tinggi daripada seseorang tanpa penyakit diabetes. Oleh karena itu fungsi susu untuk diabetes adalah sebagai pencegah terjadinya osteoporosis. Konsumsi makanan atau minuman yang kaya akan kalsium dan protein, seperti susu, membantu menjaga kekuatan tulang dan melindungi terhadap kejadian osteoporosis.

    Susu Rendah Kalori

    Sebagian besar produk susu yang mengandung pemanis rendah kalori akan mengandung pula sejumlah kalori dan karbohidrat dari bahan komposisi lainnya. Hal ini berarti makanan dengan keterangan seperti “bebas gula” atau “rendah gula” tidak selalu rendah atau nol kalori. Sebelum mengonsumsi, penting untuk memperhatikan label kandungan nutrisi yang tertera pada kemasan susu tersebut. Perlu juga untuk memperhatikan rasa susu. Susu dengan rasa coklat dan vanila cenderung memiliki kadar gula atau pemanis buatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu tanpa rasa.

    prosehat diabetes susu

    Terdapat 6 jenis pemanis buatan yang telah diuji dan disetujui aman oleh U.S. Food and Drug Administration (FDA), di antaranya:

    • Acesulfame potassium (disebut juga acesulfame K),
    • Aspartame,
    • Saccharin,
    • Sucralose,
    • Neotame, dan
    • Advantame.

    Pemanis buatan di atas memiliki tingkat kemanisan yang 100 kali lebih tinggi daripada gula biasa sehingga hanya sedikit jumlah yang dibutuhkan untuk konsumsi pemanis ini. Terkecuali aspartame, pemanis buatan ini tidak dimetabolisme oleh tubuh untuk energi sehingga mengandung 0 kalori.

    Ternyata penting ya susu untuk diabetes itu. Terutama bagi pasien yang memiliki sweet-tooth, adanya pemanis buatan yang sudah resmi aman untuk digunakan sebagai pengganti gula dapat menjadi salah satu solusi. Dan ternyata susu bukan hanya untuk anak-anak saja tapi susu bagi penderita diabetisi juga bermanfaat, lho. Konsumsi rutin susu jenis ini juga bermanfaat untuk jaga kadar gula serta jaga pola makan seimbang penderita diabetes. Selain itu, siapa bilang susu ini hanya untuk penderita diabetes? Bagi kamu yang hendak mengendalikan berat badan, boleh lho untuk coba mengganti susu yang kami minum dengan susu rendah kalori ini.

    Pesan online susu rendah lemak, langsung diantar tanpa ribet dengan kemacetan adalah bukti perhatian kita bagi orang yang dicintai yang saat ini menderita diabetes atau bahkan bisa untuk dia yang kamu sayangi yang ingin turunkan berat badan.

    Narasumber: dr. Novita Liman

    Referensi:

    • American Diabetes Association. Dairy. [Internet]. 2015 [cited November 14, 2015]. Available from: http://www.diabetes.org/food-and-fitness/food/what-can-i-eat/making-healthy-food-choices/dairy.html.
    • American Diabetes Association. Foundations of Care: Education, Nutrition, Physical Activity, Smoking Cessation, Psychosocial Care, and Immunization. Diabetes Care 2015;38(Suppl. 1):S20–S30.
    • American Diabetes Association. Low-Calorie Sweeteners. [Internet]. 2015 [cited November 14, 2015]. Available from: http://www.diabetes.org/food-and-fitness/food/what-can-i-eat/understanding-carbohydrates/artificial-sweeteners/
    • Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Konsensus Pengelolaaln dan Pencegahan Diabets Melitus Tipe 2 di Indonesia 2006.PDF. [Internet]. 2006 [cited November 14, 2015]. Available from: http://www.pbpapdi.org/images/file_guidelines/12_Konsensus%20Pengelolaaln%20dan%20Pencegahan%20Diabets%20Melitus%20Tipe%202%20di%20Indonesia%202006.PDF.
    Read More
  • Suntik insulin sering menjadi momok bagi para pasien diabetes, terutama pasien diabetes tipe 2. Banyak pasien diabetes yang enggan untuk mendapatkan terapi suntik insulin karena menurut mereka kalau sudah mulai suntik insulin artinya diabetesnya sudah parah, sudah tidak tertolong lagi! Banyak yang bahkan lebih memilih untuk diet ketat dan menggunakan pemanis buatan rendah kalori untuk […]

    Mengapa Suntik Insulin Penting Bagi Diabetesi Tipe 2

    Suntik insulin sering menjadi momok bagi para pasien diabetes, terutama pasien diabetes tipe 2. Banyak pasien diabetes yang enggan untuk mendapatkan terapi suntik insulin karena menurut mereka kalau sudah mulai suntik insulin artinya diabetesnya sudah parah, sudah tidak tertolong lagi! Banyak yang bahkan lebih memilih untuk diet ketat dan menggunakan pemanis buatan rendah kalori untuk mencegah keparahan dari diabetesnya.

    Tapi benarkah hal itu? Apa sih sebenarnya insulin itu dan apa manfaat terapi insulin?

    Apa Itu Insulin?

    Insulin adalah hormon yang membantu mengubah makanan menjadi energi. Insulin pada seseorang dengan diabetes tipe 2 tidak mampu bekerja dengan baik. Kondisi ini disebut resistensi insulin. Seseorang dengan diabetes tipe 2 yang telah dikupas di sini, memerlukan suntikan insulin jika kadar glukosa darah mereka tidak dapat dikontrol dengan baik bahkan setelah dilakukan pengaturan pola makan, olahraga, penurunan berat badan, dan obat-obatan untuk diabetes tipe 2 rutin ditebus resep dan diminum teratur setiap hari.

    Fungsi insulin di dalam tubuh pasien diabetes tipe 2 adalah menurunkan kadar glukosa darah dengan memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel-sel tubuh. Glukosa dalam sel digunakan untuk menyediakan energi. Insulin menurunkan kadar glukosa darah, baik ketika makan maupun ketika tidak. Oleh karena itu, penting untuk menyinkronkan pola makan dengan suntik insulin.

    Jenis

    Terdapat 5 jenis insulin yang dikategorikan berdasarkan puncak dan jangka waktu efeknya:

      • Insulin kerja cepat: mulai bekerja sekitar 15 menit setelah suntikan, efek puncak terjadi sekitar 1 jam kemudian, dan lama kerjanya 2 sampai 4 jam.
      • Insulin kerja pendek: mulai bekerja sekitar 30 menit setelah suntikan, efek puncak terjadi sekitar 2-3 jam kemudian, dan lama kerjanya 3 sampai 6 jam.
      • Insulin kerja sedang: mulai bekerja sekitar 2-4 jam setelah suntikan, efek puncak terjadi sekitar 4-12 jam kemudian, dan lama kerjanya 12 sampai 18 jam.
      • Insulin kerja panjang: mulai bekerja sekitar 4-6 jam setelah suntikan, efek puncak terjadi sekitar 10-18 jam, dan lama kerjanya sampai 24 jam.
      • Gabungan insulin kerja cepat dan kerja sedang (pre-mixed insulin): Insulin premixed dapat bermanfaat bagi orang-orang yang mengalami kesulitan menggunakan dua atau lebih jenis insulin dan sulit mengikuti arahan dan dosis yang tepat. Insulin ini juga cocok bagi orang-orang dengan diabetes yang telah stabil dengan kombinasi insulin ini. Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk terapi insulin jenis ini.

    Masing-masing jenis bekerja pada kecepatan yang berbeda dan untuk periode waktu yang berbeda. Sebagian orang mungkin disarankan menggunakan kombinasi dua atau lebih jenis insulin.

    Baca Juga: 8 Olahraga Aman Saat Puasa

    Terapi

    Terapi insulin biasa diberikan dalam bentuk suntikan karena insulin berbahan dasar protein. Jika insulin dikonsumsi sebagai pil, insulin akan dipecah dan dicerna bahkan sebelum sampai ke dalam darah untuk menurunkan kadar glukosa darah. Oleh karena itu, insulin hanya tersedia dalam bentuk suntikan sampai saat ini. Seseorang dapat menyuntikkan insulin ke beberapa tempat pada tubuhnya:

    • Suntikan insulin di area perut bekerja paling cepat.
    • Suntikan insulin di area paha bekerja paling lambat.
    • Suntikan insulin di lengan bekerja dengan kecepatan sedang.

    Konsultasi dengan dokter yang menangani Anda diperlukan untuk menunjukkan cara yang tepat untuk menyuntikkan insulin dan di bagian mana dari tubuh untuk menyuntikkannya. Sebagian besar orang dengan diabetes tipe 2 memerlukan minimal 2 suntikan insulin sehari untuk kontrol glukosa darah yang baik. Sebagian orang memerlukan 3 atau 4 suntikan sehari untuk kontrol diabetes yang lebih fleksibel. Tapi jangan lupa untuk mengatur dosis suntikan insulin per individu melalui diskusi dengan tenaga kesehatan, ya karena efek yang mungkin terjadi pada penggunaan insulin adalah kondisi kadar glukosa darah rendah dalam tubuh (hipoglikemia) dan penambahan berat badan.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Panduan Terapi

    Dokter yang menangani pasien diabetes tipe 2 akan bekerja sama untuk menentukan jenis insulin yang terbaik. Keputusan pilihan ini akan tergantung pada beberapa hal:

    • Lama waktu yang dibutuhkan tubuh untuk menyerap insulin
    • Berapa lama insulin tetap aktif bervariasi per individu
    • Jenis makanan yang dimakan
    • Konsumsi alkohol
    • Intensitas olahraga
    • Kesediaan pasien untuk mendapat berapa banyak suntikan per hari
    • Seberapa sering pasien memeriksa gula darah
    • Usia
    • Tujuan pasien mengelola gula darah

    Nah, itu tadi penjelasan tentang terapi insulin yang harus dijalani oleh pasien diabetes tipe 2. Jadi sekarang tidak perlu lagi takut akan momok suntik insulin kan? Suntik insulin bukan berarti akhir dari segalanya. Suntik insulin akan bantu pasien diabetes mendapat kontrol gula darah yang lebih baik. Suntikan insulin juga tidak boleh terlewatkan. Jadi jangan sampai keluarga atau orang yang disayangi kehabisan suntikan insulinnya. Ingat selalu untuk menebus resep suntikan insulin dan obat diabetes lainnya. Tebus resep online mudah dan hemat hanya di ProSehat. Obat asli diantar tanpa harus antri atau macet.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Narasumber: dr. Novita Liman

    Referensi:

    • American Diabetes Association. Insulin Administration. Diabetes Care 2004;27(Suppl. 1):S106–S109.
    • American Diabetes Association. Low-Calorie Sweeteners. [Internet]. 2015 [cited November 14, 2015]. Available from: http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/medication/insulin/insulin-basics.html
    • Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Petunjuk Praktis Terapi Insulin pada Pasien Diabetes Melitus. [Internet]. 2006 [cited November 14, 2015]. Available from: http://www.pbpapdi.org/images/file_guidelines/13_Petunjuk%20Praktis%20Terapi%20Insulin%20pada%20Pasien%20Diabetes%20Melitus.PDF.
    Read More
  • Banyak yang mengira penyakit diabetes hanya menyerang orang tua dan yang memiliki riwayat diabetes dalam keluarganya. Tapi hal tersebut salah besar! Agar tidak salah persepsi lagi, kita bahas beberapa fakta dan mitos diabetes (kencing manis) berikut ini. Fakta dan Mitos Diabetes (Kencing Manis) ‘Makan terlalu banyak nasi bikin diabetes’. ‘Diabetes tidak ada gejalanya sama sekali’. […]

    Diabetes 101: Fakta dan Mitos Tentang Diabetes

    Banyak yang mengira penyakit diabetes hanya menyerang orang tua dan yang memiliki riwayat diabetes dalam keluarganya. Tapi hal tersebut salah besar! Agar tidak salah persepsi lagi, kita bahas beberapa fakta dan mitos diabetes (kencing manis) berikut ini.

    Fakta dan Mitos Diabetes (Kencing Manis)

    ‘Makan terlalu banyak nasi bikin diabetes’. ‘Diabetes tidak ada gejalanya sama sekali’. ‘Diabetes menyerang orang obesitas’. ‘Diabetes itu penyakit turunan’. Banyak sekali ya, fakta dan mitos diabetes yang seliweran tentang diabetes. Tapi apakah semuanya fakta, atau mitos belaka? Daripada semakin ngawur, kita cek fakta dan mitos diabetes ini yuk.

    Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik ketika seseorang memiliki gula darah tinggi (gula darah), karena produksi insulin tidak memadai, atau karena sel-sel tubuh tidak merespon dengan baik terhadap insulin. Pasien dengan gula darah tinggi biasanya akan mengalami sering kencing (poliuria), mereka akan menjadi semakin haus (polidipsia) dan lapar (polifagia).

    Lanjut ke fakta dan mitos diabetes (kencing manis), yuk!

    1. Mitos atau Fakta: diabetes adalah penyakit keturunan.

    Mitos! 95% kasus diabetes terjadi bukan karena genetik, melainkan disebabkan oleh beberapa masalah yang terjadi pada insulin: 1. pankreas tidak menghasilkan hormon insulin, sehingga gula dari makanan tidak dapat dipecah oleh sel-sel tubuh (diabetes tipe I), 2. adanya resistensi insulin, yaitu gula yang masuk ke tubuh diproses dengan lambat oleh si kurir ini atau resistensi sel, yaitu ketika gula yang dibawa insulin tidak semuanya diterima oleh sel-sel tubuh (they’re being picky!). Dari kedua akibat itu, terjadilah kekurangan atau kejenuhan insulin, dan akibatnya timbul kelebihan kadar gula darah. Tapi banyak juga penderita diabetes dengan orang tua yang juga penderita lho. Ternyata, penderita diabetes tidak mewarisi penyakit ini dari orangtuanya, tapi mewarisi/meniru kebiasaan makan orang tua yang salah (makanan manis dan karbohidrat). Mereka tidak beralih ke pemanis buatan yang rendah kalori sebagai trik untuk memuaskan sweet-tooth mereka. Kebiasaan ini berlangsung bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun hingga menguras habis cadangan insulinnya.

    2. Mitos atau Fakta: ada 2 jenis diabetes, yaitu kering dan basah.

    Mitos! Dalam ilmu kedokteran tidak ada istilah diabetes kering atau basah. Kedua istilah ini merupakan istilah yang timbul dari gejala diabetes tipe II, yaitu penurunan berat badan drastis (kering) karena tidak ada gula yang diantar oleh insulin (kurir) ke sel-sel tubuh untuk dijadikan energi. Diabetes basah atau luka yang tidak kunjung sembuh dan tak jarang bahkan bernanah sehingga basah, sebenarnya adalah komplikasi dari diabetes itu sendiri. Baik “diabetes kering” maupun “diabetes basah” tetap diabetes dan sama-sama berbahaya dan perlu dikendalikan dengan obat supaya tidak timbul komplikasi lainnya yang lebih fatal.

    3. Mitos atau Fakta: rasa air kencing penderita diabetes manis (kencing manis)

    Mitos! Pada jaman dahulu memang banyak orang mendeteksi penyakit diabetes dengan memperhatikan apa yang terjadi pada air kencing mereka. Logikanya, karena kadar gula darah yang tinggi, lantas air kencing yang disekresikan ginjal pun akan terasa manis. Tapi rasa air kencing tidak manis! Jangan dicoba, ya! Perlu dilakukan tes laboratorium terlebih dahulu untuk mendeteksi kadar gula dalam air kencing. Agar terhindar dari kencing manis, beralihlah ke produk pemanis buatan yang rendah kalori.

    4. Mitos: puasa mengurangi risiko terkena diabetes

    Mitos! Puasa tidak mengurangi risiko diabetes, karena ada dua tipe diabetes itu tadi, yaitu tipe I, ketika tidak ada produksi insulin sama sekali pada tubuh si penderita, dan diabetes tipe II, ketika insulin mengalami beberapa masalah sehingga tidak dapat mengantar gula ke sel-sel tubuh untuk dipecah menjadi energi. Mau puasa setahun lamanya, kalau kalian diabetes tipe I, tidak akan merubah apapun. Begitu juga yang diabetes tipe II, tidak makan sama sekali malah memperburuk kesehatan yang lain, karena masalah pada penyakit diabetes itu terletak pada insulinnya itu sendiri.

    Jadi, kita semua harus berhati-hati karena penyakit diabetes termasuk silent disease lho. Tidak ada gejala yang muncul dari penyakit ini. Umumnya keluhan khas penderita diabetes adalah trias-poli yang sudah kita bahas sebelumnya: sering kencing (poliuria), sering haus (polidipsia) dan lapar (polifagia). Cara terbaik untuk mengetahui kondisi diabetes adalah rutin cek gula darah yang dapat dilakukan sendiri di rumah dengan alat cek kadar gula darah.

    Pencegahan terbaik untuk diabetes adalah kendalikan berat badan dengan olahraga rutin dan rutin kontrol kadar gula darah dalam tubuh. Selain itu, beralih ke makanan yang rendah kalori misalnya penggunaan pemanis buatan rendah kalori untuk mengurangi asupan gula dan untuk mengendalikan berat badan. Yuk, kita mulai dari sekarang!

    Read More

Showing 31–40 of 40 results

WhatsApp Asisten Maya saja