Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Gigi

  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Selain minum obat sakit gigi, ada beberapa cara menghilangkan sakit gigi dalam 5 menit dan terbukti ampuh. Misalnya berkumur air garam. Ada juga dengan menggunakan metode perawatan cahaya neon. Namun untuk prosedur cahaya neon ini hanya bisa dilakukan di beberapa dokter gigi saja. […]

    Cara Paling Ampuh Menghilangkan Sakit Gigi dalam 5 Menit

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Berkumur dengan Antiseptik Dipercaya Menjadi Salah Cara Menghilangkan Sakit Gigi dalam 5 Menit

    Selain minum obat sakit gigi, ada beberapa cara menghilangkan sakit gigi dalam 5 menit dan terbukti ampuh. Misalnya berkumur air garam. Ada juga dengan menggunakan metode perawatan cahaya neon. Namun untuk prosedur cahaya neon ini hanya bisa dilakukan di beberapa dokter gigi saja.

    Sebelum memeriksakan ke dokter, Sahabat Sehat sebaiknya melakukan beberapa tips berikut sebagai penanganan awal sakit gigi di rumah. Yuk simak cara mana yang bisa menjadi pilihan terbaik untuk mengatasi sakit gigi yang saat ini sedang Sahabat Sehat rasakan.

    6 Cara Menghilangkan Sakit Gigi dalam 5 Menit

    Sakit gigi merupakan salah satu kondisi yang tidak menyenangkan. Sahabat Sehat mungkin merasa terganggu hingga sulit makan dan berbicara. Banyak penyebab sakit gigi, mulai dari kondisi gigi berlubang hingga adanya peradangan akar saraf gigi. Lantas, bagaimanakah cara mengatasi sakit gigi yang ampuh? Mari simak penjelasannya berikut.

    Kompres Air Dingin

    Rata-rata sakit gigi disertai dengan keluhan pipi bengkak. Untuk mengatasinya, Sahabat Sehat dianjurkan menggunakan air dingin ataupun es batu untuk mengompres area pipi yang bengkak. Kompres dingin mampu mengurangi nyeri serta peradangan yang terjadi pada gusi. 

    Bungkuslah beberapa bongkah es batu dengan kain handuk, lalu tempelkan handuk dingin pada pipi yang bengkak. Diamkan selama kurang lebih 20 menit, dan ulangi minimal tiga kali sehari hingga bengkak dan nyeri mereda.

    Berkumur Air Garam

    Berkumur dengan air garam merupakan cara mengatasi sakit gigi yang paling popular sejak dahulu sebab air garam merupakan cairan desinfektan alami sehingga mampu melepaskan partikel sisa makanan dan kotoran yang tersangkut di sela-sela gigi.

    Campurkan ½ sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, dan kumur selama 30 detik. Larutan garam hanya digunakan untuk bekumur dan tidak untuk ditelan. 

    Bawang Putih

    Bawang putih diketahui dapat membunuh bakteri penyebab plak, dan dipercaya memberi efek meredakan nyeri. Haluskan bawang putih hingga menjadi pasta dan oleskan ke area gigi yang sakit. Alternatif lainnya, Sahabat Sehat dapat menambahkan sedikit garam pada pasta bawang putih tersebut atau mengunyah bawang putih segar secara perlahan.

    Cengkeh

    Cengkeh dipercaya memiliki efek sebagai antibakteri alami dan mampu meredakan rasa nyeri. Gunakan cengkeh kering dan tempatkan di antara gigi yang sakit dan pipi. Selain itu, celupkan minyak cengkeh ke bola kapas dan tempelkan pada area yang nyeri atau dengan menambahkan setetes minyak cengkeh ke dalam gelas.

    Daun Jambu Biji

    Kandungan anti peradangan dan antimikroba pada daun jambu biji dapat merawat kebersihan mulut. Kunyah beberapa daun jambu yang masih segar secara langsung atau buat daun jambu menjadi larutan obat kumur dengan menumbuk beberapa lembar daun jambu dan rebus ke dalam air mendidih hingga pekat. Setelah hangat, larutan tersebut dapat digunakan untuk berkumur.

    Cara ini seringkali terbukti ampuh sebagai cara menghilangkan sakit gigi dalam 5 menit. Oleh sebab itu, Sahabat Sehat bisa mencoba cara ini untuk mengatasi rasa sakit dan nyeri gigi yang saat ini sedang dirasakan.

    Ke Dokter Gigi

    Cara terbaik menghilangkan sakit gigi adalah dengan ke dokter gigi. Dengan ke dokter gigi, penyebab sakit gigi akan langsung diketahui. Dokter juga akan langsung menangani penyebab sakit gigi tersebut sehingga masalah sakit gigi bisa terselesaikan saat itu juga.

    Ada beberapa metode yang dilakukan dokter gigi untuk menghilangkan sakit gigi, terutama sakit gigi akibat gigi berlubang. Beberapa cara tersebut diantaranya adalah:

    • Menggosok fluoride berjenis cair, busa, gel, atau pernis ke gigi yang berlubang
    • Membersihkan dan mengebor bagian gigi yang rusak, lalu menambalnya
    • Menggunakan cahaya neon untuk mencari titik pembusukan dan menghentikannya
    • Melakukan perawatan saluran akar pada gigi

    Untuk prosedur menggunakan cahaya neon masih bersifat eksperimental. Oleh sebab itu, metode tersebut masih sangat jarang digunakan. Jika cara menghilangkan sakit gigi dalam 5 menit yang Sahabat Sehat sudah coba masih tetap gagal, sebaiknya segera periksakan ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan segera.

    Tips Merawat Gigi

    Daripada harus pusing memikirkan bagaimana cara menghilangkan sakit gigi dalam 5 menit, lebih baik mencegak terjadinya sakit gigi. Oleh sebab itu, perawatan gigi wajib dilakukan. Membiasakan diri untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut merupakan hal yang penting untuk mencegah infeksi dan peradangan dalam rongga mulut.

    Sahabat Sehat dianjurkan melakukan beberapa tips berikut untuk merawat gigi:

    Sikat Gigi Minimal Dua Kali Sehari

    Pastikan memberi jeda minimal 30 menit sebelum Sahabat Sehat menyikat gigi setelah makan. Jika Sahabat Sehat langsung menyikat gigi setelah makan, justru dapat mengikis enamel dan lapisan dentin pada gigi sehingga dapat merusak gigi.

    Menyikat Gigi Dengan Benar.

    Sikat gigi secara perlahan hingga ke sela-sela gigi. Setelahnya, kumur hingga sisa pasta gigi dan partikel kotoran yang terselip di gigi terbawa. Waktu ideal yang dibutuhkan untuk menyikat gigi adalah sekitar 2 hingga 3 menit.

    Memilih Sikat & Pasta Gigi yang Tepat 

    Pilihlah pasta gigi ber- Fluoride yang dapat memperkuat enamel gigi dan mencegah gigi berlubang. Selain itu, pilihlah sikat gigi yang memiliki bulu halus yang lentur. 

    Menggunakan Benang Gigi

    Benang gigi diketahui dapat membersihkan plak serta sisa makanan di sela-sela gigi. Jika dibandingkan dengan tusuk gigi, benang gigi terbukti lebih aman karena tidak akan memperberat kondisi gigi yang berlubang.

    Rutin Kontrol Ke Dokter Gigi

    Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter setiap minimal 6 bulan sekali, terutama untuk membersihkan karang gigi.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagaicara menghilangkan sakit gigi dalam 5 menit serta tips merawat gigi. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Cronkleton E. 10 Home Remedies for Toothache [Internet]. USA : Healthline. 2017 [updated 2017 May 18; cited 2021 Aug 24].
    2. Beauman J. 7 Natural Toothache Remedies [Internet]. USA : Everyday Health. 2017 [updated 2017 Nov 14; cited 2021 Aug 24].
    3. Shea T. 2021. 11 Home Remedies for Toothache Relief [Internet]. USA : Reader’s Digest. 2021 [updated 2021 Feb 16; cited 2021 Aug 24].
    4. Frisbee E. An Overview of Toothaches [Internet]. USA : WebMD. 2020 [updated 2020 Jan 24; cited 2021 Aug 24].
    Read More
  • Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sebagian orang rajin berkumur dengan air garam untuk menjaga kesehatan rongga mulut dan tenggorokan. Larutan air garam yang digunakan untuk berkumur sebenarnya tidak serta-merta dapat membunuh semua bakteri yang ada di dalam mulut maupun tenggorokan. Namun larutan air garam dapat membantu membersihkan kuman yang terselip di sela gusi, […]

    Manfaat Berkumur Dengan Air Garam Bagi Kesehatan Rongga Mulut

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Sebagian orang rajin berkumur dengan air garam untuk menjaga kesehatan rongga mulut dan tenggorokan. Larutan air garam yang digunakan untuk berkumur sebenarnya tidak serta-merta dapat membunuh semua bakteri yang ada di dalam mulut maupun tenggorokan.

    Namun larutan air garam dapat membantu membersihkan kuman yang terselip di sela gusi, gigi, dan tenggorokan. Setelah dibawa ke permukaan, kuman ikut terbuang ketika larutan air garam dibuang dari mulut.

    Produk Terkait : Sariawan

    Manfaat Berkumur Dengan Air Garam

    Sahabat Sehat dapat memperoleh berbagai manfaat berkumur dengan air garam, yaitu :

    1. Meredakan Radang Tenggorokan

    Berkumur dengan air garam dapat membantu mengatasi radang tenggorokan secara alami. Namun jika Sahabat Sehat menderita radang tenggorokan yang cukup berat, disarankan tetap menggunakan obat seperti parasetamol maupun ibuprofen.

    2. Meringankan Infeksi Saluran Pernapasan

    Banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan dengan berkumur menggunakan air garam, salah satunya dapat mengurangi tingkat keparahan infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan flu, radang tenggorokan, maupun radang amandel.

    3. Meredakan Sariawan

    Berkumur dengan air garam juga dapat membantu meredakan sariawan dengan lebih cepat. Selain itu dapat meringankan rasa sakit sekaligus mempercepat penyembuhan luka. Campuran air dan garam diketahui dapat membantu menetralkan asam di tenggorokan yang diproduksi oleh bakteri. Hal ini dapat menjaga keasaman rongga mulut, serta mencegah pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan pada rongga mulut.

    4. Meringankan Gejala Alergi

    Alergi serbuk sari, bulu hewan peliharaan, dan debu, dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di tenggorokan. Sahabat Sehat dapat berkumur dengan air garam sebagai salah satu cara untuk meringankan keluhan.

    5. Menghilangkan Bau Mulut

    Berkumur dengan air garam dapat menjadi cara efektif menghilangkan bau mulut. Air garam diketahui dapat menghilangkan bakteri patogen (bakteri yang menyebabkan penyakit) pada rongga mulut.

    Manfaat berkumur air garam dapat diperoleh dengan tambahan jika air yang digunakan adalah air hangat, karena air hangat dipercaya memberikan efek mengurangi rasa nyeri dibandingkan dengan air dingin. Selain itu, air hangat dapat membantu melarutkan garam lebih cepat.

    Cara Membuat Larutan Air Garam

    Cara membuat larutan air garam cukup mudah. Sahabat Sehat dapat  mencampurkan seperempat hingga setengah sendok teh garam ke dalam air, dan dapat ditambahkan pula dengan madu ataupun lemon. Berkumur hingga 2 kali sehari dianggap mampu memberikan manfaat yang baik bagi tubuh.

    Produk Terkait : Obat Kumur

    Cara Berkumur dengan Air Garam

    Sahabat Sehat dapat mulai berkumur dari bagian belakang tenggorokan, lalu basuh air di sekitar mulut dan gigi. Direkomendasikan untuk meludahkan air garam di wastafel. Hindari menelan terlalu banyak air garam, karena beresiko membuat Sahabat Sehat kekurangan cairan (dehidrasi), kekurangan kalsium dan tekanan darah tinggi.

    Penggunaan obat kumur alami ini tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia enam tahun atau orang yang memiliki kesulitan berkumur. Penderita tekanan darah tinggi perlu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum berkumur dengan air garam.

    Baca Juga : Kesehatan Gigi yang buruk

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai manfaat berkumur dengan larutan air garam bagi kesehatan rongga mulut. Jika Sahabat Sehat memerlukan produk terkait kesehatan rongga mulut, segera manfaatkan layanan Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Afifah M. 5 Manfaat Kumur dengan Air Garam yang Sayang Dilewatkan [Internet]. 2020 [updated 2020 Aug 06; cited 2021 June 10]. Indonesia : Kompas. Available from: https://www.google.co.id/amp/s/amp.kompas.com/health/read/2020/08/06/120200268/5-manfaat-kumur-dengan-air-garam-yang-sayang-dilewatkan
    2. 4 Manfaat berkumur air garam untuk kesehatan mulut yang jarang diketahui [Internet]. Indonesia : Kontan. 2021 [updated 2021 Jan 11; cited 2021 June 10]. Available from : https://www.google.co.id/amp/s/amp.kontan.co.id/news/4-manfaat-berkumur-air-garam-untuk-kesehatan-mulut-yang-jarang-diketahui
    Read More
  • Kesehatan gigi yang buruk dapat menyebabkan gigi rusak, bolong, dan terlihat menguning.1 Salah satu penyakit yang bisa muncul akibat tidak menjaga kesehatan gigi adalah penyakit gusi atau periodontitis, yang menimbulkan infeksi gusi, yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.2 Selain menimbulkan nyeri, periodontitis juga dapat menyebabkan keluarnya nanah di antara gigi dan gusi, bahkan gigi tanggal.1 Baca Juga: […]

    Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Kesehatan gigi yang buruk dapat menyebabkan gigi rusak, bolong, dan terlihat menguning.1 Salah satu penyakit yang bisa muncul akibat tidak menjaga kesehatan gigi adalah penyakit gusi atau periodontitis, yang menimbulkan infeksi gusi, yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.2 Selain menimbulkan nyeri, periodontitis juga dapat menyebabkan keluarnya nanah di antara gigi dan gusi, bahkan gigi tanggal.1

    kesehatan gigi yang buruk, kesehatan gigi yang tidak baik

    Baca Juga: Perilaku Merusak Gigi yang Sering Dilakukan dan Dianggap Sepele

    Kebiasaan tidak menjaga kebersihan gigi, seperti malas menyikat gigi menyebabkan penumpukan plak pada gigi, sehingga terjadi infeksi dan mengakibatkan gingivitis atau gusi meradang. Gingivitis ditandai dengan gusi kemerahan dan membengkak. Apabila Sobat mengalami keluhan ini, Sobat harus segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jika diabaikan, infeksi yang bermula di gusi ini bisa menyebabkan kuman masuk ke pembuluh darah dan terbawa aliran darah. Kemudian, kuman tersebut dapat berlabuh di organ lainnya.3 Oleh karena itu, kesehatan gigi yang buruk juga bisa menimbulkan beberapa penyakit kronis secara tidak langsung.4 Apa saja penyakit-penyakit kronis itu? Yuk, Sobat Sehat, kita simak bersama-sama di bawah ini.

    Penyakit Jantung

    Siapa sangka jika kesehatan gigi yang buruk ternyata dapat mengakibatkan salah satu penyakit kronis paling berbahaya di dunia, yaitu penyakit jantung. Infeksi kronis pada gusi dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dengan mempengaruhi aliran darah.2 Penyakit gusi menyebabkan peradangan pembuluh darah dan saat disertai penumpukan lemak dalam darah, akan membantu terbentuknya plak yang menumpuk di arteri.2, 4 Selain itu, kuman dari mulut ini bisa melaju dalam aliran darah dan hinggap di jantung, lalu menginfeksi katup jantung.1

    Diabetes

    Diabetes atau kencing manis ternyata juga berhubungan dengan buruknya perawatan gigi. Diabetes dapat menyebabkan kelainan di pembuluh darah. Selain itu, pada pasien diabetes biasanya ditemukan kadar kimiawi inflamasi (misalnya, interleukin) yang lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit gusi. Kadar gula yang tinggi menciptakan lingkungan yang ideal untuk infeksi.4

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Stroke

    Stroke yang juga dikenal sebagai salah satu penyakit mematikan ternyata juga berhubungan dengan kesehatan gigi yang buruk. Dalam suatu penelitian, dilaporkan bakteri cnm-positif yang ditemukan di dalam air liur dapat masuk ke pembuluh darah, melewati pembatas darah dan otak, kemudian menyebabkan perdarahan.5

    Penyakit Ginjal

    Kesehatan gigi dan mulut sangat penting bagi penderita penyakit ginjal. Soalnya, saat menderita penyakit kronis seperti penyakit ginjal, sistem kekebalan tubuh cenderung lebih lemah. Bakteri yang dibiarkan di mulut karena jarang menyikat gigi, bahkan hingga ada gigi yang berlubang, dapat menyerang tubuh dengan sistem imun yang lemah dan menyebabkan infeksi serius.1 Penyakit ginjal juga dihubungkan dengan penyakit gusi. Dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang tidak bergigi memiliki kemungkinan menderita penyakit ginjal kronis lebih besar dibandingkan orang dewasa yang giginya masih cukup lengkap.6

    Pneumonia

    Buruknya kesehatan gigi dan mulut, juga dapat menyebabkan penyakit lain bermunculan, salah satunya pneumonia. Pada pneumonia, terjadi infeksi paru, sehingga kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak. Kesehatan mulut yang buruk ternyata memberi ruang untuk bakteri yang berperan dalam risiko berkembangnya pneumonia.2

    Penyakit Paru Kronis

    Mungkin tidak ada yang menyangka jika buruknya kesehatan gigi juga dapat memperberat gangguan pernapasan pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit paru kronis, seperti emfisema. Penyebabnya adalah bakteri dari mulut yang menyerang saluran pernapasan.2

    Alzheimer

    Bakteri pada mulut yang timbul akibat buruknya kesehatan gigi juga bisa menyebabkan alzheimer. Berdasarkan penelitian, salah satu bakteri penyebab infeksi gusi, yaitu Porphyromonas gingivalis (Pg) ditemukan pada jaringan otak pasien alzheimer, sehingga bakteri mulut ini diduga dapat menjadi akar penyakit alzheimer. Alzheimer sendiri merupakan kondisi seseorang mengalami penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, berbicara, dan perubahan perilaku yang disebabkan oleh gangguan otak. Bahkan, jika mengidap alzheimer dengan kondisi berat, penderitanya dapat mengalami halusinasi dan delusi.2 Penyakit gusi juga dikaitkan dengan penurunan kognitif dan perkembangan demensia yang lebih cepat.4

    Osteoporosis

    Penyakit kronis lain akibat malas menjaga kebersihan dan merawat gigi adalah osteoporosis. Penelitian baru dari National Institute of Health Osteoporosis and related Bone Diseases National Resource Center menyatakan penyakit gusi dan osteoporosis dapat menyebabkan kerusakan tulang. Selan itu, terdapat hubungan antara inflamasi dan kesehatan tulang.4

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Cegah Osteoporosis

    Itulah berbagai penyakit kronis yang dapat dipicu oleh kesehatan gigi yang buruk. Semuanya berawal dari bakteri atau kuman dari mulut yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.4 Oleh karena itu, Sobat Sehat harus menjaga kebersihan gigi dengan rajin menyikat gigi dua kali sehari dan memeriksa gigi secara rutin minimal 6 bulan sekali. Semoga dengan mengetahui hubungan antara kesehatan gigi yang buruk dan penyakit kronis ini menyadarkan kita bahwa kesehatan gigi tidak boleh diabaikan. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin mengetahui produk-produk kesehatan yang berkaitan, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Malas Sikat Gigi Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Kronis, Benarkah? [Internet]. kumparan.com. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparansains/malas-sikat-gigi-bisa-tingkatkan-risiko-penyakit-kronis-benarkah-1rn9vQePPPd/full
    2. Ini 3 Penyakit Serius Akibat Tidak Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi [Internet]. listerine.co.id. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://www.listerine.co.id/ini-3-penyakit-serius-akibat-tidak-menjaga-kesehatan-gigi-dan-gusi
    3. Penyakit Kronis Bisa Berawal dari Kuman Gigi [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2013/05/04/13542032/penyakit.kronis.bisa.berawal.
    4. Jangan Remehkan K. Jangan Remehkan, Kesehatan Mulut Berhubungan dengan Penyakit Kronis [Internet]. Nationalgeographic.grid.id. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://nationalgeographic.grid.id/read/13307582/jangan-remehkan-kesehatan-mulut-berhubungan-dengan-penyakit-kronis
    5. Jangan Anggap Sepele, Radang Gusi Bisa Picu Berbagai Penyakit [Internet]. Health.grid.id. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://health.grid.id/read/351849618/jangan-anggap-sepele-radang-gusi-bisa-picu-berbagai-penyakit-kronis?page=all
    6. Selamatkan Ginjal dengan Gigi yang Sehat [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/230007/selamatkan-ginjal-dengan-gigi-yang-sehat
    Read More
  • Banyak perilaku merusak gigi yang tanpa disadari dilakukan oleh banyak orang sehingga berdampak buruk pada kesehatan gigi yang berakibat gigi berlubang dan rusak.1 Gigi berlubang perlu ditambal, padahal, menambal gigi membutuhkan biaya yang cukup mahal. Gigi berlubang yang dibiarkan dapat menyebabkan gigi terbelah, kerusakan syaraf gigi, kematian gigi yang bisa mengakibatkan proses pembusukan, serta infeksi yang […]

    Perilaku Merusak Gigi yang Sering Dilakukan dan Dianggap Sepele

    Banyak perilaku merusak gigi yang tanpa disadari dilakukan oleh banyak orang sehingga berdampak buruk pada kesehatan gigi yang berakibat gigi berlubang dan rusak.1 Gigi berlubang perlu ditambal, padahal, menambal gigi membutuhkan biaya yang cukup mahal. Gigi berlubang yang dibiarkan dapat menyebabkan gigi terbelah, kerusakan syaraf gigi, kematian gigi yang bisa mengakibatkan proses pembusukan, serta infeksi yang menyebabkan pembengkakan pada rahang dan kelenjar disertai demam.2

    perilaku merusak gigi, kebiasaan merusak gigi

    Baca Juga: Penyakit Gigi dan Gusi yang Sering Terjadi dan Penanganannya

    Kerusakan gigi bisa dihindari dengan cara mencegah perilaku yang dapat merusak gigi, seperti menyikat gigi dengan benar atau memeriksakan diri ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.1 Lalu perilaku apa sajakah yang sebenarnya dapat merusak gigi? Yuk, Sobat Sehat, mari kita simak penjelasannya di bawah ini!

    Tidak pernah flossing

    Flossing adalah salah satu cara membersihkan gigi dengan benang untuk mengangkat bakteri yang berada di antara gigi akibat sisa makanan yang terselip. Selain menyikat gigi selama dua kali sehari, flossing juga merupakan hal penting yang harus dilakukan untuk menjaga kebersihan gigi. Flossing setidaknya membantu membersihkan gigi ketika menyikat gigi tidak maksimal. Tidak pernah flossing dapat membuat bakteri berkembang biak sehingga gigi menjadi berlubang.1

    Jarang mengganti sikat gigi

    Ketika Sobat mempunyai sikat gigi, sikat gigi tentu haruslah diganti setiap 3 bulan. Sikat gigi yang tidak diganti lama-kelamaan akan berbulu dan tidak lagi efektif digunakan untuk menyikat gigi. Apabila sudah terlalu lama digunakan, sikat gigi dapat membahayakan dan bisa menyebabkan infeksi.1 Selain itu, sikat gigi yang bulunya sudah menjadi keras rentan mengikis enamel gigi dan dapat melukai gusi.3

    Baca Juga: Bagaimana Cara Merawat dan Menyimpan Sikat Gigi yang Benar

    Menyikat gigi terlalu keras

    Banyak yang mengatakan jika menyikat gigi keras-keras dapat mengangkat bakteri dan noda yang menempel di gigi. Namun, ternyata hal itu tidaklah benar. Menyikat gigi terlalu keras justru akan melukai gusi dan enamel, sehingga membuat gusi menipis dan gigi menjadi sensitif.1

    Produk Terkait: Jual Sikat Gigi Formula

    Menyikat gigi setelah memakan makanan asam

    Sangat dianjurkan untuk menyikat gigi setelah sarapan supaya bau mulut hilang. Namun, yang perlu diperhatikan adalah apakah menu sarapan yang disantap mengandung asam atau tidak. Apabila Sobat sebelumnya menyantap makanan yang mengandung asam, seperti jeruk atau buah-buahan lain, sebaiknya tunggulah satu jam terlebih dahulu sebelum menyikat gigi. Sebab, jika langsung menyikat gigi, kandungan asam dalam makanan tersebut dapat membuat enamel gigi lunak akan terkikis.3

    Mengunyah es batu

    Perilaku merusak gigi lainnya lainnya yang paling sering dilakukan dan kerap dianggap sepele adalah mengunyah es batu. Memang mengunyah es batu memberikan sensasi ketika meminum minuman dingin. Namun, tanpa disadari, hal ini malah berisiko merusak lapisan email gigi akibat temperatur yang dingin serta tekstur yang keras. Es batu yang dikunyah dalam mulut akan memunculkan perbedaan suhu yang begitu ekstrem. Selain itu, gigi mengalami tumbukan yang keras sehingga menyebabkan retak kecil pada lapisan terluarnya.4

    Menambahkan terlalu banyak cuka

    Apakah Sobat Sehat ada yang gemar memakan bakso? Apakah Sobat Sehat sering menyantapnya dengan cuka sampai melewati batas supaya mendapatkan sensasi makan yang lebih enak? Kalau iya, mulai sekarang, sebaiknya dihentikan saja kebiasaan ini karena rupanya asam akibat cuka dapat menyebabkan pengikisan lapisan email pada gigi. Kondisi yang demikian juga bisa mengakibatkan gigi sensitif karena lapisan di bawahnya mengalami kontak lansung dengan makanan atau minuman. Untuk menghindarinya, jangan terlalu banyak menuangkan cuka dan selingi dengan meminum air mineral untuk membantu membersihkan gigi dari kuah makanan yang asam.4

    Menyantap makanan panas dilanjutkan minum es

    Ketika Sobat merasakan kepanasan saat menyantap makanan, tentu Sobat akan segera mencari minuman dingin dengan es batu supaya rasa panas tersebut dapat diredakan. Namun, kebiasaan tersebut kenyataannya malah akan menyebabkan keretakan kecil pada email gigi akibat perubahan suhu yang ekstrem. Selain itu, sebaiknya juga jangan lansung melahap makanan yang masih panas karena akan menyebabkan hal yang sama. Selain pada gigi, menyantap makanan panas juga berisiko pada lambung. Karena itu, biarkan suhu makanan turun terlebih dahulu sebelum mulai disantap.4

    Makan terlalu banyak gula

    Memang mengasyikkan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula karena rasanya yang manis dan membuat ketagihan. Akan tetapi, hal tersebut malah akan menyebabkan gigi dan gusi rusak. Gula yang tinggi dapat memicu bakteri yang memproduksi asam, yang jika terlalu lama berada dalam mulut akan membuat masalah pada enamel gigi yang berdampak serius pada kesehatan gigi dan mulut.1

    Baca Juga: Apa Itu Impacted Wisdom Teeth? Berikut Penjelasannya

    Merokok

    Kebiasaan merokok adalah salah satu perilaku merusak gigi yang sering dilakukan, namun dianggap sepele. Padahal, seperti yang sudah diketahui sebelumnya, selain membuat gigi terlihat kuning dan kecoklatan, rokok dapat menyebabkan kanker mulut.1

    Mengonsumsi minuman berwarna

    Minuman berwarna, seperti teh, kopi, dan minuman bersoda, memang sungguh menggoda dari tampilan dan rasa, sehingga tidak salah jika Sobat Sehat menggemarinya. Namun, sebaiknya jika Sobat menginginkan gigi selalu terlihat putih dan sehat, Sobat perlu menghindari minuman-minuman tersebut. Terus-terusan mengonsumsi minuman bersoda dapat membuat gigi menguning yang akhirnya bisa menghilangkan rasa percaya diri.3

    Membuka bungkus makanan atau minuman dengan gigi

    Hal terakhir yang kerap dilakukan sehingga dapat merusak gigi secara tidak langsung adalah kebiasaan membuka bungkus makanan atau minuman dengan gigi. Banyak orang melakukannya agar praktis. Namun ternyata, beberapa hasil studi menunjukkan bahwa membuka bungkus makanan atau minuman dengan gigi dapat menyebabkan tekanan kuat pada gigi, terutama gigi bagian depan. Hal ini pun bisa mengakibatkan keretakan halus pada permukaan gigi. Karena itu, hindarilah membuka bungkus dengan gigi dan gunakanlah gunting atau jari saat membuka kemasan makanan atau minuman.4

    Baca Juga: Obat Sakit Gigi

    Itulah beberapa perilaku merusak gigi yang paling sering dilakukan dan kerap dianggap sepele oleh banyak orang. Sobat Sehat sudah seharusnya menghindari hal-hal tersebut jika ingin gigi Sobat Sehat tetap sehat. Jangan lupa untuk menyikat gigi secara teratur dan rajin memeriksakan gigi tiap 6 bulan sekali. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kebiasaan yang merusak gigi dan produk-produk kesehatan untuk mencegahnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Susita S. Delapan Hal yang Bisa Merusak Gigi [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170608111430-255-220274/delapan-hal-yang-bisa-merusak-gigi
    2. Media K. Bahaya Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Ditambal Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/03/18/133800820/bahaya-membiarkan-gigi-berlubang-tanpa-ditambal?page=all
    3. Septiani A. 5 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Gigi Kamu [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4521963/5-kebiasaan-buruk-yang-bisa-merusak-gigi-kamu
    4. Gigi 4. 4 Kebiasaan Makan yang Bisa Merusak Gigi | Listerine® Indonesia [Internet]. Produk-Produk LISTERINE® Antiseptic Mouthwash, Rinse & Oral Care. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://www.listerine.co.id/artikel/4-kebiasaan-makan-yang-bisa-merusak-gigi
    Read More
  • Selain membersihkan gigi untuk menjaga kebersihan mulut, mulut selalu segar, dan tidak bau, hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara merawat dan menyimpan sikat gigi sehabis pemakaian. Sikat gigi adalah alat yang tidak akan terpisahkan dari membersihkan gigi.1 Dengan alat inilah, membersihkan gigi menjadi lebih mudah, terutama untuk menghilangkan plak dan sisa makanan yang menumpuk di […]

    Bagaimana Cara Merawat dan Menyimpan Sikat Gigi yang Benar?

    Selain membersihkan gigi untuk menjaga kebersihan mulut, mulut selalu segar, dan tidak bau, hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara merawat dan menyimpan sikat gigi sehabis pemakaian. Sikat gigi adalah alat yang tidak akan terpisahkan dari membersihkan gigi.1 Dengan alat inilah, membersihkan gigi menjadi lebih mudah, terutama untuk menghilangkan plak dan sisa makanan yang menumpuk di gigi dan gusi.

    merawat dan menyimpan sikat gigi

    Baca Juga: Apa Itu Impacted Wisdom Teeth? Berikut Penjelasannya

    Akan tetapi, hingga hari ini rupanya masih banyak yang belum bisa merawat dan menyimpan sikat gigi dengan benar. Padahal, jika tidak dirawat dan disimpan dengan benar, sikat gigi dapat menjadi sarang kuman hingga menyebabkan penyakit. Tentu saja, hal ini akan berpengaruh pada kesehatan gigi dan mulut Sobat.2

    Nah, apakah Sobat Sehat selama ini sudah menyimpan dan merawat sikat gigi dengan benar? Bila belum, simaklah cara merawat dan menyimpan sikat gigi supaya tetap steril di bawah ini.

    Cara Merawat dan Menyimpan Sikat Gigi

    Bersihkan Sikatnya

    Cara pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan sikat pada sikat gigi yang Sobat miliki. Hal ini merupakan salah satu poin paling penting. Sikat harus dibersihkan setelah dipakai supaya sisa kotoran yang menempel di gigi tidak pindah ke sikat gigi. Apabila ada kotoran yang menempel, hal tersebut malah akan membuat Sobat jijik untuk memakai kembali sikat gigi yang dimiliki.3

    Keringkan Setelah Dipakai

    Setelah dibersikan, sikat gigi sebaiknya juga dikeringkan setelah dipakai. Hal ini supaya bakteri dalam sikat gigi bisa mati terkena udara, sehingga sikat gigi tidak menjadi sarang bakteri. Oleh karena itu, sikat jangan tutup sikat gigi dalam keadaan basah. Selain bisa menjadi sarang bakteri, sikat gigi yang disimpan dalam keadaan basah, lembap, dan di tempat tertutup dapat menyebabkan masalah kesehatan mulut, misalnya sariawan.3

    Menyemprot Disinfektan pada Sikat Gigi

    Penyemprotan disinfektan pada sikat gigi juga diperlukan sebagai salah satu cara merawat dan menyimpan gigi. Penyemprotan ini merupakan upaya yang paling efektif untuk menjaga sikat gigi tetap bersih. Salah satu disinfektan yang efektif dalam menghancurkan komponen sel bakteri dan membunuh berbagai jenis mikroorganisme adalah hidrogen peroksida.4 Selain disinfektan, bahan lain yang dilaporkan efektif adalah antiseptic mouthwash karena mengandung berbagai bahan, seperti alkohol, mentol, dan eucalyptol yang dapat membunuh bakteri pada sikat gigi.3

    Produk Terkait: Antiseptik Pencuci Mulut

    Jangan Simpan di Dekat Toilet

    Satu hal yang tidak pernah disadari semua orang, mungkin juga termasuk Sobat Sehat, adalah jangan menyimpan sikat gigi di dekat toilet. Dengan menyimpan sikat gigi di dekat tempat membuang hajat tersebut, sikat gigi berpotensi terkena sisa kotoran, air sabun, dan air kotor yang mengandung banyak kuman penyakit. Ketika membilas toilet dengan air, air toilet dapat terciprat hingga sejauh dua meter ke segala arah atau menempel di seluruh permukaan kamar mandi, termasuk di sela-sela bulu sikat gigi dan mengendap dalam beberapa waktu.1 Selain jangan disimpan di dekat toilet, juga jangan simpan sikat gigi di dekat wastafel karena berpotensi menyebabkan hal yang sama.2

    Baca Juga: 5 Mitos vs Fakta Seputar BAB

    Jangan Campurkan Sikat Gigi

    Biasanya sikat gigi disimpan dalam keadaan dicampur satu sama lain. Padahal, hal tersebut dapat menyebabkan bersarangnya banyak bakteri dari mulut yang tentu bisa membahayakan kesehatan tubuh. Supaya tidak terkena dan tertular penyakit, hendaknya sikat gigi pribadi jangan dicampur dan ditempatkan terpisah dari sikat gigi milik anggota keluarga lainnya.1 Bila Sobat mencampurkan beberapa sikat gigi dalam satu tempat, permukaan bulu antar sikat gigi bisa saling menempel dan menyebabkan kontaminasi silang. Bahaya yang ditimbulkan bisa sama halnya dengan apabila Sobat berbagi sikat gigi.2

    Posisikan Sikat Gigi Tegak ke Atas

    Supaya terbebas dari bakteri, sebaiknya selalu posisikan sikat gigi menghadap ke atas atau dalam posisi tegak, yaitu bulu sikat gigi di atas dan gagang sikat gigi di bawah. Dengan cara ini, bulu sikat terpapar sirkulasi udara yang baik, sampai ke sela-selanya. Selain itu, hal ini bermanfaat untuk mengalirkan sisa-sisa air di sela bulu sikat gigi, sehingga kelembapan pada bulu sikat gigi terjaga.2

    Produk Terkait: Sikat Gigi Formula

    Rutin Mengganti Sikat

    Sikat gigi juga harus rutin diganti setiap 3-4 bulan sekali. Namun, Sobat bisa segera menggantinya lebih dini apabila Sobat menemukan bulu sikat gigi sudah melebar. Sikat gigi yang bulu-bulunya sudah melebar tidak akan lagi efektif membersikah rongga mulut. Selain itu, gantilah sikat gigi ketika Sobat sehabis sembuh dari berbagai macam penyakit seperti flu, sariawan, dan sakit tenggorokan karena virus penyebab penyakit tersebut berpotensi menempel di bulu sikat gigi.4

    Cuci Tangan

    Ini hal yang sering dilupakan, yaitu mencuci tangan setelah menyikat gigi. Padahal, seperti Sobat ketahui, tangan merupakan kendaraan utama dari penularan bakteri dan virus. Oleh karena itu, usahakan selalu mencuci tangan dengan sabuh dan air selama 20 detik setelah menyikat gigi untuk mencegah penyebaran kuman dari bulu sikat gigi.3

    Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat dan menyimpan sikat gigi agar tetap steril setelah pemakaian beberapa kali. Selain itu, di bawah ini ada beberapa tips memilih sikat gigi berdasarkan jenisnya.

    Tips Memilih Sikat Gigi

    Perhatikan Jenis Bulunya

    Saat ini bulu sikat gigi terbagi menjadi tiga, yaitu soft (halus), medium (sedang), dan hard (keras). Para ahli kesehatan gigi menyarankan menyikat gigi dengan sikat gigi berbulu halus atau soft bristles brush yang mampu menyingkirkan plak tanpa merusak lapisan luar atau enamel gigi. Enamel gigi sendiri sangat rentan terkikis dan dapat mempengaruhi keadaan gigi sensitif. Apabila Sobat menyikat dengan bulu sikat yang keras, hal tersebut berisiko melukai gusi.5

    Baca Juga: Mengenal Anestesi dan Jenis-jenisnya

    Perhatikan Ukuran Kepalanya

    Untuk ukuran kepala sikat, sebaiknya pilihlah kepala sikat yang tidak terlalu besar. Sebab, jika besar akan sulit untuk menjangkau bagian terdalam mulut. Perlu diketahui gigi bagian belakang, seperti gigi geraham adalah bagian yang penuh dengan sisa makanan. Oleh karena itu, supaya lebih mudah menjangkau sela-sela gigi, gunakanlah sikat berkepala kecil.5

    Perhatikan Pegangannya

    Pegangan sikat gigi atau handle grip yang nyaman akan membuat aktivitas menyikat gigi menjadi menyenangkan. Pilihlah pegangan yang agak panjang supaya nyaman digenggam. Usahakan cari non-slip handle grip agar sikat tidak mudah lepas dari genggaman karena licin, dan setidaknya handle grip harus nyaman dipegang selama 3 menit, sebagai waktu yang ideal untuk menyikat gigi.5

    Perhatikan Cara Mengoperasikannya

    Untuk pengoperasian, saat ini ada dua jenis sikat gigi yang digunakan, yaitu manual yang biasa Sobat gunakan dan elektrik. Keduanya tentu mempunyai banyak perbedaan. Apabila Sobat ingin yang efektif, dapat mengurangi plak pada gusi, dan mudah digunakan, Sobat bisa memilih sikat gigi elektrik, sedangkan jika ingin efektif dengan menggunakan teknik sikat gigi yang benar, sikat gigi manual bisa jadi pilihan di samping harganya yang murah. Terlepas dari itu, keduanya sama saja asal digunakan dengan benar.6

    Baca Juga: 8 Cara Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

    Setelah Sobat mengetahui cara merawat dan menyimpan sikat gigi dengan benar, serta cara memilih sikat gigi berdasarkan ukuran, bulu, dan pengoperasian, Sobat jangan lupa untuk rutin memeriksa gigi setiap 6 bulan sekali untuk menjaga gigi tetap sehat. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kesehatan gigi dan produk-produk kesehatannya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. 5 Tips Menyimpan Sikat Gigi agar Tak Jadi Sarang Kuman [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 9 September 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/04/23/101000320/5-tips-menyimpan-sikat-gigi-agar-tak-jadi-sarang-kuman?pag
    2. Rompies J. 5 Cara Menyimpan Sikat Gigi agar Tak Menjadi Sarang Bakteri [Internet]. POPMAMA.com. 2020 [cited 9 September 2020]. Available from: https://www.popmama.com/life/home-and-living/jemima/cara-tepat-menyimpan-sikat-gigi-agar-tak-menjadi-sarang-bakteri/2
    3. Tips Membersihkan Sikat Gigi agar Terbebas dari Kuman [Internet]. medcom.id. 2020 [cited 9 September 2020]. Available from: https://www.medcom.id/rona/kesehatan/9K50ej3k-tips-membersihkan-sikat-gigi-agar-terbebas-dari-kuman
    4. Lima Tips Membersihkan Sikat Gigi Agar Bebas Kuman [Internet]. Jernih.co. 2020 [cited 9 September 2020]. Available from: https://jernih.co/oikos/lima-tips-membersihkan-sikat-gigi-agar-bebas-kuman/
    5. Cara Memilih Sikat Gigi Yang Baik [Internet]. Listerin.co.id. 2020 [cited 11 September 2020]. Available from: https://www.listerine.co.id/artikel/jangan-asal-memilih-sikat-gigi
    6. Abdi H. Perbandingan Sikat Gigi Manual dan Elektrik, Mana Efeknya Lebih Bersih [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 11 September 2020]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4094226/perbandingan-sikat-gigi-manual-dan-elektrik-mana-efeknya-lebih-bersih
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja