Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Berita Terkini

Showing 61–70 of 114 results

  • Semakin hari berita seputar virus corona (COVID-19) semakin menyebar dimana-mana. Bahkan Presiden Jokowi sudah mengeluarkan kebijakan untuk  beraktivitas dari rumah, seperti belajar di rumah bagi para pelajar dan mahasiswa, serta pegawai juga melakukan tugasnya dari rumah atau dengan sistem online. Baca Juga: Dampak Covid-19 pada Kesehatan Karyawan Tak jauh berbeda dari imbauan Presiden Jokowi, Gubernur […]

    Social Distancing, Pentingnya Jaga Jarak 5 Langkah

    Semakin hari berita seputar virus corona (COVID-19) semakin menyebar dimana-mana. Bahkan Presiden Jokowi sudah mengeluarkan kebijakan untuk  beraktivitas dari rumah, seperti belajar di rumah bagi para pelajar dan mahasiswa, serta pegawai juga melakukan tugasnya dari rumah atau dengan sistem online.

    Baca Juga: Dampak Covid-19 pada Kesehatan Karyawan

    Tak jauh berbeda dari imbauan Presiden Jokowi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyarankan masyarakat dapat melakukan social distancing atau pembatasan interaksi. Menurut Anies, kedisiplinan social distancing amat penting dan amat instrumental dalam menjaga agar penyebaran kasus COVID-19 bisa selesai.
    Social distancing juga sudah dilakukan sejumlah negara dalam penanganan virus corona. Lantas, apa yang dimaksud Social Distancing?

    Ada beberapa pendapat seputar Social Distancing, antara lain menurut Center for Disease Control (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit yang merupakan badan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, social distancing adalah menjauhi perkumpulan, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak antar manusia. Sementara menurut Katie Pearce dari John Hopkins University, social distance atau social distancing adalah sebuah praktek dalam kesehatan masyarakat untuk mencegah orang sakit melakukan kontak dengan orang sehat guna mengurangi peluang penularan penyakit.  Tindakan ini bisa dilakukan dengan cara seperti membatalkan acara kelompok atau menutup ruang publik, serta menghindari keramaian.

    Jaga Jarak Lima Langkah

    Untuk memutus mata rantai penularan COVID-19, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Brian Prahastuti, menginstruksikan masyarakat mematuhi pembatasan sosial untuk menghindari penularan. Salah satu bentuk pembatasan sosial adalah menjaga jarak hingga lima langkah.

    “Social distancing artinya menjaga jarak sosial dengan orang lain yaitu lima langkah,” ujar Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, saat video conference yang ditayangkan melalui akun youtube saluran BNPB, Rabu (18/3).

    Produk Terkait: Layanan PCR Swab-Rapid Test ke Rumah

    Hal ini tentu sejalan dengan WHO yang menyatakan bahwa masyarakat harus menjaga jarak minimal 2 meter dari orang lain ketika berinteraksi dan jangan bersentuhan.

    Langkah-langkah Social Distancing

    1. Hindari berkumpul secara langsung dengan teman atau saudara.
    2. Tidak perlu mengunjungi pusat keramaian seperti mall atau tempat wisata.
    3. Jika terpaksa keluar rumah, usahakan TIDAK berjabat tangan dengan orang lain. Jika harus menggunakan fasilitas umum seperti KRL atau menekan tombol lift, sering-seringlah mencuci tangan.
    4. Jangan lupa terapkan etika batuk dengan benar yaitu menggunakan siku lengan sehingga partikel air liur (droplet) tidak menyebar.
    5. Jaga jarak dengan orang lain minimal 2 meter.

    Nah, Sobat Sehat, tentunya kita berharap COVID-19 segera berlalu dari Indonesia, agar kita bisa beraktivitas seperti semula. Melakukan social distancing termasuk langkah tepat untuk memutus mata rantai virus corona. Mungkin kita perlu meniru negara lain seperti Korea Selatan. Dilansir dari voa news, dampak suksesnya praktek social distancing di Korea Selatan terlihat dari negara ini yang tidak perlu melakukan lock down. Hal tersebut berimbas pada perekonomian negara tersebut yang cenderung lebih stabil jika dibandingkan Italia dan Iran.

    Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sobat Ketahui Tentang Virus Covid-19

    Oleh karena itu, yuk Sobat Sehat bersama-sama menerapkan social distancing, dan menyebarkan pentingnya manfaat social distancing.

    Untuk informasi kesehatan lainnya dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Cegah Corona dengan Social Distancing, Apa Itu? | Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 19 March 2020]. Available from: republika.co.id/berita/q7dnp7370/cegah-corona-dengan-social-distancing-apa-itu
    2. Apa Arti Social Distancing yang Disebut Bisa Mencegah Penyebaran Corona Baru? [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 19 March 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4203725/apa-arti-social-distancing-yang-disebut-bisa-mencegah-penyebaran-corona-baru
    Read More
  • Dengan berkembangnya teknologi saat ini, membuat kehidupan Kita menjadi lebih mudah. Salah satu nya dengan kehadiran transaksi belanja secara online. Akan tetapi perkembangan tersebut dimanfaatkan beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan jual beli online. Uang sudah ditransfer, namun barang yang Anda beli atau pesan tidak kunjung datang. Walaupun harga yang Kita keluarkan […]

    Tips Aman Berbelanja Online

    Dengan berkembangnya teknologi saat ini, membuat kehidupan Kita menjadi lebih mudah. Salah satu nya dengan kehadiran transaksi belanja secara online. Akan tetapi perkembangan tersebut dimanfaatkan beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan jual beli online. Uang sudah ditransfer, namun barang yang Anda beli atau pesan tidak kunjung datang.

    Walaupun harga yang Kita keluarkan mungkin tidak seberapa, tentu membuat Kita sedikit kesal. Uang sudah ditransfer, namun barang yang Anda beli atau pesan tidak kunjung datang. Terlebih lagi jika barang yang Anda pesan tersebut berupa produk kesehatan yang Anda atau keluarga butuhkan.

    Untuk menghindari dari penipuan seperti itu, berikut tips aman untuk Anda yang berniat berbelanja online.

    1. Selalu jaga informasi pribadi Anda

    Jangan pernah memberikan informasi pribadi Anda seperti Email, username, password dan nomor kartu kredit Anda kepada orang lain. Termasuk kode OTP saat Anda mengakses marketplace atau online shop lainnya.

    1. Jangan klik link yang mencurigakan

    Sering mendapatkan link melalui SMS atau Whatsapp yang mencurigakan? Jangan langsung klik ya, karena mungkin saja link tersebut bukan link resmi marketplace.

    1. Berhati-hati dengan pihak yang mengatasnamakan marketplace tertentu

    Selalu waspada jika Anda dihubungi oleh pihak yang mengatasnamakan marketplace. Terlebih lagi jika pihak tersebut menawarkan voucher, promo, hadiah ataupun menginformasikan kendala seputar verifikasi,transaksi atau pengiriman.

    1. Teliti dan lakukan transaksi pembayaran melalui marketplace resmi

    Pastikan untuk teliti sebelum melakukan pembayaran. Lakukanlah transaksi pembayaran yang resmi.

    1. Rutin mengganti Kata Sandi secara berkala

    Dengan rutin mengganti kata sandi dapat melindungi akun Anda. Selain itu gunakan kaa sandi yang kuat dengan menggabungkan kata dan numerik.

    Dengan adanya kejadian seperti itu, membuat ProSehat sebagai salah satu aplikasi asisten  kesehatan lebih meningkatkan keamanan konsumen saat berbelanja. ProSehat menawarkan berbagai produk kesehatan, seperti multivitamin, jamu hingga makanan sehat. Selain itu, ProSehat menawarkan layanan kesehatan vaksinasi dan home care.

    Untuk produk kesehatan, ProSehat selalu menggunakan produk yang terjamin asli dan memiliki ijin edar BPOM atau Farmalkes. Kalau tanggal kadaluarsa ada nggak, sih? Pasti ada dong. Karena selain tanggal kadaluarsa, nomor batch produksi nya juga tercantum.

    Lalu bagaimana dengan layanan kesehatan seperti vaksinasi dan home care di ProSehat? ProSehat memastikan jika tenaga kesehatan yang bekerjasama, bersertifikasi dan memiliki ijin praktek. Terdapat pula pembekalan kepada tenaga kesehatan saat melakukan layanan kesehatan kepada pasien.

    Selain itu berbelanja di ProSehat, Anda dapat bertanya langsung seputar produk dan layanan kesehatan melalui Asisten kesehatan Maya Whatsapp 0811-18-16-800. Aman belanja online, jadilah konsumen yang cerdas.

    Daftar Pustaka

    1. Hardiyanti, N. (2018) Ini 5 Tips Aman Berbelanja Peralatan Rumah Secara Online Lewat E-commerce. Available at: https://idea.grid.id/read/09704878/ini-5-tips-aman-berbelanja-peralatan-rumah-secara-online-lewat-e-commerce?page=all
    2. Cahya,I. (2018). Biar Gak ‘Zonk’, Lakukan 7 Tips Penting Ini Saat Belanja Online. Available at: https://www.idntimes.com/life/women/izah-cahya-novembrilianti/7-tips-penting-ini-saat-belanja-online-c1c2/full
    Read More
  • Belanja online menjadi salah satu solusi berbelanja disaat padatnya kesibukan Anda. Selain itu, keuntungan lainnya saat berbelanja online yaitu karena banyaknya promo yang ditawarkan dari berbagai marketplace. Akan tetapi jangan sampai karena keasyikan berbelanja, pada akhirnya membuat Anda merugi dan terhindar dari penipuan. Nah, berikut 8 tips dari idEA (Asosiasi E-commerce Indonesia) yang perlu Anda […]

    Bijak Berbelanja Online, Konsumen Cerdas Berdaya

    Belanja online menjadi salah satu solusi berbelanja disaat padatnya kesibukan Anda. Selain itu, keuntungan lainnya saat berbelanja online yaitu karena banyaknya promo yang ditawarkan dari berbagai marketplace.

    Akan tetapi jangan sampai karena keasyikan berbelanja, pada akhirnya membuat Anda merugi dan terhindar dari penipuan. Nah, berikut 8 tips dari idEA (Asosiasi E-commerce Indonesia) yang perlu Anda ingat agar lebih bijak saat berbelanja.

    1. Belanja di situs belanja online terpercaya

    Berbelanja lah di situs belanja online yang terpercaya. BIasanya situs-situs belanja online tersebut sudah dilengkapi dengan metode perlindungan yang telah terjamin keamanannya. Jadi jangan sampai salah pilih, ya.

    1. Berbelanja di Seller dengan reputasi terbaik

    Jika sudah memilih situs belanja online yang terpercaya, maka langkah selanjutnya pilih Seller dengan reputasi terbaik. Umumnya situs belanja online sudah menggunakan sistem reputasi di masing-masing seller. Jadi lebih memudahkan Anda saat berbelanja online.

    1. Teliti Saat membaca deskripsi produk

    Kurangnya dari belanja online yaitu Anda tidak bisa secara langsung melihat kondisi barang yang akan Anda pesan. Sebisa mungkin teliti membaca deskripsi yang sudah di cantumkan seller. Jika kondisi barang yang Anda terima tidak sesuai, maka Anda bisa ajukan keluhan kepada Seller.

    1. Menggunakan pembayaran yang terintegrasi dengan baik

    Jika Anda sudah yakin dengan barang yang akan dibeli, maka lakukanlah pembayaran yang telah terintegrasi dengan baik di situs belanja online tersebut. Hindari pembayaran diluar dari situs belanja online.

    1. Simpan bukti transaksi belanja Anda

    Jangan sampai lupa menyimpan bukti transaksi serta detail barang yang Anda beli, ya. Apabila barang yang dikirim juga belum sampai, Anda bisa mengkonfirmasi langsung ke seller.

    1. Perhatikan Syarat dan Ketentuan di masing-masing situs belanja online

    Umumnya, masing-masing situs belanja memiliki syarat dan ketentuan saat menyediakan layanannya. Pastikan untuk membaca serta memahami sebelum Anda bertransaksi. Patuhilah aturan yang berlaku agar situs tersebut dapat memberikan pelayanan yang maksimal.

    1. Hindari penggunaan wifi public

    Pencurian identitas sering terjadi saat Anda melakukan belanja online. Untuk menghindari hal itu, maka sebisa mungkin tidak menggunakan wifi public saat mengakses transaksi online agar data pribadi Anda tidak digunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

    1. Waspada dengan Social Engineering

    Penipuan yang paling marak terjadi saat ini yaitu social engineering. Para pelaku menjerat pada korbanya dengan mengaku sebagai salah satu karyawan situs belanja online dan mengajak korban untuk bertransaksi di luar situs.

    Hindari memberikan data rahasia kepada pihak manapun baik berupa PIN, password, kode OTP dan informasi lainnya. Aman belanja online, jadi konsumen yang cerdas berdaya. Selamat berbelanja

    Sumber :

    idEA. 2019. Trik Anti Rugi Belanja Online

     

    Read More
  • “Cuci tangan dulu sebelum makan!” Nasihat seperti ini pasti sudah Sobat dengar sejak kecil. Yup, menjaga kesehatan diri sendiri tentu harus dimulai dari hal sederhana. Bahkan kini urusan membersihkan tangan bisa dilakukan dengan pertolongan darurat yaitu hand sanitizer. Benda penyelamat ini bisa jadi alternatif bahkan praktis dibawa kemana-mana. Lantas, pertanyaannya, apa sajakah plus minus jika kita […]

    Plus Minus Cuci Tangan dengan Air VS Hand Sanitizer

    “Cuci tangan dulu sebelum makan!” Nasihat seperti ini pasti sudah Sobat dengar sejak kecil. Yup, menjaga kesehatan diri sendiri tentu harus dimulai dari hal sederhana. Bahkan kini urusan membersihkan tangan bisa dilakukan dengan pertolongan darurat yaitu hand sanitizer. Benda penyelamat ini bisa jadi alternatif bahkan praktis dibawa kemana-mana.

    Lantas, pertanyaannya, apa sajakah plus minus jika kita mencuci tangan dengan air + sabun dibandingkan hand sanitizer?

    Banyak para ahli berpendapat mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun tetap lebih baik daripada hand sanitizer. Tentu saja air dan sabun lebih mampu menghilangkan kotoran dan kuman, apalagi ketika tangan memang terlihat kotor dan berminyak.

    Apa Saja Kandungan Hand Sanitizer?

    Hand sanitizer terdiri dari alkohol, contohnya etanol, sebagai zat aktif yang bekerja sebagai antiseptik. Kandungan lainnya yakni air, pewangi, gliserin. Hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol pada umumnya dapat mencegah mayoritas bakteri dan virus, terutama penyebab flu dan batuk. Namun menurut Infectious Diseases Society of America, hand sanitizer tidak bisa mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri C difficile yang memicu radang di usus besar.

    Tapi ada beberapa produk gel pembersih tangan yang mengklaim bebas alkohol menggantinya dengan komponen antibiotik yang disebut dengan triclosan atau triclocarban. Bahan ini umumnya juga ada dalam pasta gigi dan sabun.

    Risiko Keseringan Menggunakan Hand Sanitizer

    Segala sesuatu yang berlebihan biasanya punya efek yang kurang baik!”. Rupanya hal ini juga berlaku pada hand sanitizer. Pemakaian hand sanitizer terlalu sering memiliki risiko tertentu.

    1. Kebal Antibiotik

    Antibiotik efektif untuk melawan bakteri. Tapi kandungan triclosan dalam gel pembersih tangan yang berfungsi sebagai antibakteri ini dipercaya pakar medis berperan besar membuat bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik.

    2. Kekebalan Tubuh Menurun

    Keseringan memakai hand sanitizer yang mengandung triclosan atau triclocarban dapat menurunkan kekebalan tubuh Sobat dari penyakit dengan membunuh bakteri baik dalam tubuh untuk memerangi bakteri jahat. Bila kekebalan tubuh melemah, maka tubuh akan lebih mudah terserang infeksi.

    Penggunaan dalam jangka panjang berisiko menyebabkan gangguan pada fungsi otot kerangka dan jantung. Terlebih lagi, efek penggunaan gel pembersih tangan yang mengandung triclosan atau triclocarban memang tidak akan langsung terasa. Biasanya penggunaan rutin dalam jangka waktu 3-5 tahun, baru akan mengakibatkan kulit kering dan sensitif.

    3. Kandungan Bahan Kimia Berbahaya

    Pewangi dari gel pembersih tangan diperoleh dari senyawa kimia sintetis yang disebut phtalate. Nah, phtalates ini terkait dengan berbagai gangguan kesehatan seperti penurunan motilitas (gerak) dan konsentrasi (jumlah) sperma, alergi, asma.

    Gunakan Hand Sanitizer Saat Darurat
    Gel pembersih tangan memang praktis dibawa. Namun, tetap saja disarankan hanya digunakan saat memang tidak tersedia air dan sabun untuk mencuci tangan. Ditegaskan oleh American Cleaning Institute, hand sanitizer hanyalah suplemen, bukan untuk menggantikan fungsi cuci tangan dengan sabun. Bahkan untuk beberapa virus penyebab wabah flu seperti Norovirus, mencuci tangan dengan air dan sabun, tetap sangat dianjurkan sebagai pencegahan utama, terutama setelah menggunakan toilet, mengganti popok bayi, sebelum makan, dan menyiapkan makanan.

    Pentingnya Waktu 20-30 Detik!

    Sebenarnya hal yang perlu jadi catatan Sobat adalah cara dan waktu dalam membersihkan tangan. Cara yang tepat untuk membersihkan tangan ialah dengan membasuh seluruh permukaan tangan dan punggung tangan selama 20-30 detik menggunakan sabun dan air.

    Sedangkan jika menggunakan hand sanitizer, Sobat bisa menggunakan sekitar satu atau dua tetes, lalu gosok kedua tangan, di bagian punggung dan telapak, antara jari-jari serta kuku, sampai tangan kering. Jangan lupa membersihkan juga sela-sela jari dan bawah kuku ya, Sobat, karena itulah tempat yang paling banyak menyembunyikan bakteri.

    Nah, jika Sobat membutuhkan informasi maupun produk kesehatan, coba akses www.prosehat.com atau instal aplikasi ProSehat. Keterangan lebih lanjut, bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga! Salam Sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Perkembangan revolusi industri menyebabkan teknologi juga semakin berkembang dan praktik medis juga terlibat di dalamnya. Revolusi Industri adalah peristiwa terjadinya perubahan global yang menyebabkan banyak aspek kehidupan juga terpengaruh. Sebelum Revolusi Industri 1.0 terjadi, kita memproduksi barang atau jasa dengan mengandalkan tenaga otot, air, ataupun angin. Hingga pada tahun 1776, James Watt menemukan mesin uap […]

    Pengaruh Kemajuan Teknologi pada Praktik Medis

    Perkembangan revolusi industri menyebabkan teknologi juga semakin berkembang dan praktik medis juga terlibat di dalamnya. Revolusi Industri adalah peristiwa terjadinya perubahan global yang menyebabkan banyak aspek kehidupan juga terpengaruh. Sebelum Revolusi Industri 1.0 terjadi, kita memproduksi barang atau jasa dengan mengandalkan tenaga otot, air, ataupun angin. Hingga pada tahun 1776, James Watt menemukan mesin uap yang mengubah sejarah dan sering disebut dengan Revolusi Industri 1.0. 

    teknologi pada praktik medis

    Baca Juga: Peran dan Efektivitas Telemedicine bagi Kesehatan Anak

    Revolusi 2.0 dimulai dengan perubahan total pada proses produksi dengan terciptanya “Lini Produksi” atau Assembly Line yang menggunakan “Ban Berjalan” atau conveyor belt di tahun 1913. Revolusi Industri 3.0 adalah penemuan mesin yang bergerak otomatis, contohnya adalah komputer dan robot. Di saat ini, dunia bergerak memasuki era digitalisasi. Lalu, apa yang dimaksud dengan Revolusi Industri 4.0?

    Revolusi Industri 4.0 menerapkan konsep otomatis yang dilakukan oleh mesin tanpa memerlukan tenaga manusia. Hal tersebut merupakan hal vital yang dibutuhkan oleh para pelaku industri demi efisiensi waktu, tenaga kerja, dan biaya. Manusia dapat memonitoring proses produksi melalui sistem digital. Jadi, peran internet sangat besar saat ini.

    Bagaimana sistem kesehatan dapat dipengaruhi oleh Revolusi Industri 4.0 ini?Nah, sahabat saat ini manusia sangat gampang dalam mencari informasi, termasuk informasi medis baik yang terpercaya maupun yang tidak. Terkadang, kepercayaan terhadap informasi medis yang didapatkan ini sangatlah tinggi, sehingga tanpa pikir panjang banyak orang menyebarkan berita yang tidak terpercaya alias hoaks. 

    Kemudian, kecerdasan buatan (Artificial Intellegence/AI) sudah mulai digunakan di bidang medis melalui beberapa aplikasi dan atau layanan pelanggan (customer service) yang menawarkan layanan kesehatan berbasis online. Kecerdasan buatan merupakan stimulasi proses kecerdasan manusia yang dilakukan oleh mesin, terutama sistem komputer. Proses yang terjadi di dalamnya termasuk proses belajar, alasan, serta koreksi otomatis oleh komputer tersebut.

    Beberapa contoh dari kecerdasan buatan yang diaplikasikan di bidang kesehatan antara lain berdasarkan beberapa jurnal referensi kesehatan antara lain penggunaan AI (watson for oncology) untuk rekomendasi pengobatan kanker paru pada pasien cina, pembelajaran dengan mesin di bidang radiologi; aplikasi dibandingkan dengan interpretasi gambar, serta analisis gambar digital pada patologi payudara; dari teknis pemrosesan gambar ke kecerdasan buatan. Pertanyaannya: apakah dokter dapat digantikan dengan kecerdasan buatan?

    Kemudian, sistem di fasilitas layanan kesehatan  berbasis digital juga mulai diperkenalkan dan sebagian sudah digunakan. Namun, pemakaian data kesehatan bersama antara beberapa fasilitas kesehatan masih dirasakan sulit terkait dengan keamanan data di dalamnya.

    Baca Juga: Amankah Menggunakan Resep Secara Online?

    Nah, ada yang disebut dengan Internet of things (IoT), yaitu semua data kesehatan dapat diinput melalui aplikasi seperti kadar glukosa, aktifitas sehari-hari, jumlah kalori yang dibutuhkan setiap hari, nutrisi, obat-obatan dan dapat diakses secara online. Interkoneksi melalui perangkat yang terhubung dengan internet tertanam pada benda sehari-hari seperti ponsel atau komputer yang memungkinkannya mengirim dan menerima data.

    Tantangan dalam digitalisasi kesehatan sering terkait dengan keamanan data pasien. Hal ini karena semakin banyaknya peretas yang sering mengambil alih atau merusak jaringan dalam sistem kesehatan berbasis digital. Kasus lain adalah maraknya phising, ransomware, Ddos, cryptojacking yang merupakan bagian dari penyerangan dalam dunia digital (cyberattack). 

    Baca Juga: Saatnya Bumil Manfaatkan Telemedicine

    Namun, tantangan inilah yang sama-sama harus kita hadapi. Kita tidak perlu takut untuk menghadapi digitalisasi dalam dunia kedokteran karena kita adalah negara hukum. Digitalisasi dunia kesehatan justru memberi manfaat yang besar bagi pasien ataupun dokternya karena membuat waktu yang ada lebih efektif dan efisien. Selain itu, kita juga mengajarkan pasien untuk peduli terhadap dirinya sendiri melalui informasi kesehatan yang terpercaya. Jadi, kita pasti siap menghadapinya.

     

    Bagi Sobat Sehat yang ingin memanfaatkan layanan kesehatan online bisa juga Sobat dapatkan di Prosehat. Sobat bisa chat dokter selama 24 jam tanpa instal aplikasi. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Oleh: Anis Fuad Peradaban manusia telah mengalami tahapan evolusi mulai dari revolusi industri 1.0 hingga revolusi industri 4.0 yang terbaru. Hal ini ditandai dengan meluasnya jaringan siber yang secara fisik didukung oleh beranekaragam kemajuan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas, kecepatan kinerja, efisiensi biaya, komunikasi sosial lintas batas dan waktu, reposisi dan reorientasi peran manusia dalam […]

    Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi Digital di Bidang Kesehatan

    Oleh: Anis Fuad

    Peradaban manusia telah mengalami tahapan evolusi mulai dari revolusi industri 1.0 hingga revolusi industri 4.0 yang terbaru. Hal ini ditandai dengan meluasnya jaringan siber yang secara fisik didukung oleh beranekaragam kemajuan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas, kecepatan kinerja, efisiensi biaya, komunikasi sosial lintas batas dan waktu, reposisi dan reorientasi peran manusia dalam sistem produksi, inovasi layanan baru yang mendisrupsi cara bisnis lama, dsb. Kemudian, evolusi ini berdampak pula pada sektor kesehatan.

    inovasi kesehatan digital

    Baca Juga: Peran dan Efektivitas Telemedicine Bagi Kesehatan Anak

    Kesehatan digital mulai berkembang di negara kita.Lalu, sejauh mana transformasi digital akan memberi perubahan di kesehatan?Mulai dari revolusi digital, genomik, ilmu kesehatan, pelayanan kesehatan, semuanya berkaitan dengan sistem digitalisasi. Jurnal dari  dr Erik Topol, seorang kardiologis, di jurnal Nature, Januari yang lalu menekankan ada beberapa kemungkinan. Namun, dia menyampaikan bahwa kalau di sektor transportasi perubahan sudah mencapai bentuk bisnis “taksi tanpa sopir”, tetapi di kesehatan situasi tersebut tidak diharapkan saat munculnya fenomena “rumah sakit tanpa dokter”.

    Akan tetapi riset dan teknologi terus berkembang. Sehingga, pelayanan kedokteran juga suatu saat akan menerima berbagai kemajuan teknologi digital untuk mendukung dokter agar:

    • dapat memanfaatkan berbagai teknologi untuk mendukung proses diagnostik dan pengambilan keputusan klinis, termasuk dalam proses pencegahan, terapi sampai dengan rehabilitasi pasien
    • berinteraksi lebih efektif dengan pasien serta mendorong pasien terlibat dlm komunikasi terapetik
    • meningkatkan pengetahuan dan keterampilan klinis berkelanjutan
    • lebih memfokuskan kepada aspek esensial terapi daripada pernik2 administratif dan klerikal dalam pengelolaan pasien

    Nah, kecerdasan buatan di bidang kedokteran juga mulai berkembang. Beberapa bagian seperti radiologi, neurologi, patologi, dermatologi, gastroenterologi, dan kardiologi mulai melakukan riset mengenai ini. Di bidang oftalmologi, kecerdasan buatan dapat digunakan untuk mendeteksi beberapa penyakit seperti diabetik retinopati, penyakit retina, degenerasi makular, Retinopathy of Prematurity (ROP), dsb. 

    Baca Juga: Dampak Covid-19 Pada Kesehatan Karyawan

    Berikut adalah salah satu contoh kecerdasan buatan dalam mendeteksi retinopati diabetes. Cara kerjanya adalah:

    • Beragam foto fundus retinopati diabetik diklasifikasikan oleh ahli diterjemahkan menjadi algoritma/program komputer.
    • Algoritma dilatih/ditingkatkan kinerjanya melalui pengenalan kasus sehingga lebih cerdas.
    • Algoritma kemudian diuji ke kasus yang lebih banyak untuk dipilih algoritma mana yang paling bagus performanya. Kemudian hasil dibandingkan dengan ahli.
    • Inilah mengapa disebut dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Komputer dapat dilatih dan memiliki kecerdasan setara dengan ahli.
    • Pendekatan machine learning yang baru, yaitu deep learning memberikan sepenuhnya kepada komputer untuk mengenali karakter yang harus diidentifikasi.

    Bagaimana dengan kondisi di indonesia, apakah sistem kesehatan digital dapat digunakan?tentunya kita menghadapi tantangan yang cukup banyak. Luasnya wilayah Indonesia disertai dengan semua problematika kesehatan yang ada, kesenjangan akses telekomunikasi di daerah yang terpencil/terpelosok, dsb adalah tantangan yang nyata bagi kita.

    Namun, dunia kesehatan digital atau yang sering kita sebut dengan telemedicine/telemedis mulai mendapat dukungan dari pemerintah. Sebagai contoh, Menteri Kesehatan mempercepat peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan melalui pelayanan kesehatan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi komunikasi, Menteri Komunikasi dan Informatika mempercepat penyediaan jaringan dan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung , antara lain pelayanan kesehatan jarak jauh (telemedicine), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, serta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mempercepat peningkatan akses dan kualitas pelayanan pendidikan melalui, antara lain pemberian dukungan pendampingan, pelatihan,dan penyediaan dosen dan tenaga ahli.

    Baca Juga: Digitalisasi Faskes untuk Membangun Ekosistem Digital yang Terhubung

    Indonesia belum sepenuhnya menerapkan Revolusi Industri 4.0 karena masih ada industri yang menggunakan teknologi revolusi pertama, kedua, dan ketiga. Teknologi terus berkembang , bahkan semakin maju dengan tingkat kecepatan tinggi. Idealnya, teknologi maju terjangkau, tidak menyebabkan jurang kesenjangan, semakin murah, meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan, diterima oleh masyarakat dan profesi kesehatan. Kemajuan teknologi sebaiknya diimbangi dengan regulasi yang adaptif, kolaboratif, menjunjung tinggi etika, dan edukasi kepada masyarakat, profesi kesehatan serta regulator.

    Apabila Sobat menginginkan informasi lain mengenai kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Dr. Trisna Haryo Prasetyo, SpAn-KIC: Peran Penting Dokter Anestesi, “Dewa” Penghilang Nyeri Ketika kita mendengar profesi “dokter spesialis anak”, “dokter spesialis kandungan”, atau “dokter spesialis penyakit dalam”, sepertinya adalah hal biasa bukan? Namun bagaimana dengan dokter spesialis anestesi? Meskipun ini bukanlah bidang kedokteran yang baru, namun umumnya bagi masyarakat awam yang hanya menjalani pengobatan biasa […]

    Peran Penting Dokter Anestesi, “Dewa” Penghilang Nyeri Dr. Trisna Haryo Prasetyo

    Dr. Trisna Haryo Prasetyo, SpAn-KIC:

    Peran Penting Dokter Anestesi, “Dewa” Penghilang Nyeri

    Ketika kita mendengar profesi “dokter spesialis anak”, “dokter spesialis kandungan”, atau “dokter spesialis penyakit dalam”, sepertinya adalah hal biasa bukan?

    Namun bagaimana dengan dokter spesialis anestesi? Meskipun ini bukanlah bidang kedokteran yang baru, namun umumnya bagi masyarakat awam yang hanya menjalani pengobatan biasa (tanpa tindakan operasi), dokter anestesi masih terasa kurang familiar bagi mereka.

    Baca Juga: Mengenal Anestesi dan Jenis-jenisnya

    Nah, untuk mengenal lebih lanjut seputar bidang anestesi, yuk berkenalan dengan Dr. Trisna Haryo Prasetyo, SpAn-KIC, dokter anestesi yang akrab disapa Dokter Pras ini akan berbagi cerita:

    Q: Apa sih yang membuat Dokter Pras ingin menjadi dokter spesialis anestesi?

    A: Dulu sewaktu masih kuliah kedokteran, saya kok melihat dokter anestesi keren aja, bisa menolong pasien-pasien dalam keadaan kritis. Kalau dokter lain resusitasi pasien biasanya nggak berhasil, kalau dokter anestesi resusitasi kebanyakan berhasil. Selain itu, dokternya harus tetap tenang, tidak panik seberapapun tidak stabil kondisi pasien.

    Q: Orang awam terkadang mengenal anestesi sebagai bius, jika mendengar dokter anestesi disebut sebagai “dokter bius”, bagaimana opini pribadi Dokter Pras mendengarnya?

    A: Bisa dimengerti bahwa orang menyebut demikian karena itu yang dapat mereka pahami mengenai tugas dokter anestesi.

    Sebenarnya ilmu anestesi itu jauh lebih luas dari sekedar membius. Dokter anestesi mempersiapkan pasien mulai dari kondisi optimal sebelum operasi, menjaga keadaan pasien tetap baik sepanjang operasi berlangsung, memfasilitasi dokter bedah agar dapat melakukan operasi dengan baik dan nyaman sehingga keberhasilan operasi tinggi, menjaga agar tidak terjadi komplikasi pada pasien setelah operasi, lalu menjaga agar pasien tetap nyaman dan tidak nyeri sesudah operasi.

    Q: Apa saja tantangan maupun suka duka menjadi dokter anestesi?

    A: Rasanya sangat senang ya menjadi dokter anestesi, karena bisa membantu pasien sehingga tidak merasakan nyeri operasi. Namun memang waktunya sangat terbatas, terkadang saat sedang banyak yang harus dibantu, saya tidak sempat istirahat dengan cukup.

    Baca Juga: Anestesi Umum/Bius Total, Bagaimana Proses dan Persiapannya?

    Q: Dokter Pras punya pengalaman menarik dengan pasien atau keluarga pasien?

    A: Kalau sebelum operasi keadaan pasien mengkhawatirkan atau prognosis buruk, lalu kita sudah menceritakan semua kemungkinan terburuk pada keluarga pasien. Kemudian sepanjang operasi kita berupaya keras menjaga pasien tetap stabil dan akhirnya operasi berjalan lancar dan pasien pulih, rasanya sangat membahagiakan, tidak ternilai rasanya buat saya. Karena itulah di kemudian hari setelah menjadi dokter anestesi saya lanjut belajar lagi dan mengambil Konsultan Intensive Care (KIC)

    Q: Lalu, bagaimana tanggapan atau komentar keluarga Dokter Pras sendiri dengan profesi sekarang?
    A: Biasanya yang sulit masalah waktu, karena saya sebagai dokter anestesi harus setiap saat dan sewaktu-waktu siap dipanggil.

    Kebetulan istri saya juga dokter, sudah pasti lebih paham. Lalu, anak-anak sudah terbiasa dan mengerti bahwa ada orang lain yang lebih membutuhkan dan harus ditolong segera. Bahkan terkadang mereka ikut mengantar atau menunggui saya.
    Oh ya ada cerita lucu, pernah suatu kali ada kumpul-kumpul keluarga besar merayakan ulang tahun saya. Eh, malah saya tinggal karena mendadak ada panggilan he…he…he.

    Baca Juga: Persiapan yang Diperlukan Sebelum Pembiusan Atau Anestesi

    Q: Menurut Dokter Pras, bagaimana dengan dunia anestesi di Indonesia? Sudah cukup baikkah?

    A: Ilmu anestesi berkembang dengan sangat pesat di Indonesia. Malah saat ini ilmu anestesi sudah berkembang menjadi beberapa sub bagian dan cukup maju. Namun demikian, kita tidak boleh berhenti mengembangkan diri serta tidak lupa benchmark juga ke negara-negara tetangga supaya tidak ketinggalan.

    Apabila Sobat mempunyai pertanyaan  dan ingin informasi lanjut soal anestesi, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Kejadian Luar Biasa (KLB) hepatitis A terjadi di Pacitan karena semakin meningkatnya penderita hepatitis A di sana. Menurut salah satu sumber berita, penderita hepatitis A meningkat hingga 877 orang hingga 28 juni 2019 kemarin. Nah, Sahabat sehat, agar terhindar dari penularan hepatitis A, sebaiknya kita harus mengenal terlebih dulu penyakitnya. Apa sih hepatitis A itu? […]

    Viral karena Hepatitis A

    Kejadian Luar Biasa (KLB) hepatitis A terjadi di Pacitan karena semakin meningkatnya penderita hepatitis A di sana. Menurut salah satu sumber berita, penderita hepatitis A meningkat hingga 877 orang hingga 28 juni 2019 kemarin. Nah, Sahabat sehat, agar terhindar dari penularan hepatitis A, sebaiknya kita harus mengenal terlebih dulu penyakitnya.

    Apa sih hepatitis A itu?

    Hepatitis A merupakan  penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis A yang menyerang organ hati kita. Hati mengalami peradangan, sehingga fungsinya menjadi terganggu. Beberapa fungsi hati kita antara lain menyaring darah dari berbagai zat yang berbahaya, menghancurkan sel darah merah yang sudah tua, memproduksi beberapa protein seperti hormon, cairan empedu dan albumin, dsb. Bayangkan, bila fungsinya terganggu, sangat berbahaya bagi tubuh kita, bukan?

    Baca Juga: Benarkah Gejala Hepatitis A Mirip Influenza?

    Penularan hepatitis A

    Virus hepatitis A ditemukan  pada tinja dan darah dari penderita, sehingga virus dapat menular melalui kontak erat dan dekat dengan penderita seperti hubungan seksual, mengurus penderita yang sakit, dan penggunaan jarum narkoba. Hepatitis A juga menular melalui kontaminasi makanan dan minuman yang mengandung virus termasuk kontaminasi saat menanam bibit, panen, pengolahan dan penyediaan makanan.

    Gejala dan diagnosis hepatitis A

    Bila sahabat mengalami kekuningan pada mata dan tubuh, merasa sangat lemah, demam, nyeri perut, urin berwarna gelap atau seperti teh, feses berwarna pucat, dan tidak mau makan, segera periksa ke dokter karena kemungingkanan Sahabat menunjukkan gejala penyakit hepatitis A. Biasanya dokter akan mengambil sampel darah untuk diperiksa apakah darah mengandung virus penyakit ini.

    Siapakah yang berisiko terkena hepatitis A?

    Hepatitis A sering mengenai mereka yang tinggal di daerah yang kurang bersih (sanitasi buruk dan kurangnya air bersih), pengguna narkoba jarum suntik, mereka yang tinggal dekat dengan penderita, pelancong yang pergi ke daerah endemis, dan  pekerjaan yang berhubungan dengan makanan (pramusaji, koki, petani, dsb).

    Bagaimana menghindari penularan hepatitis A?

    Bila Sahabat menjadi sehat dan kuat, maka kemungkinan tertular virus hepatitis A menjadi lebih rendah. Sahabat dapat mengikuti tips di bawah ini:

    Mencuci tangan dengan sabun sesuai waktunya

    Cucilah tangan sahabat sebelum dan sesudah makan, sesudah Buang Air Besar (BAB), sebelum dan sesudah mengolah makanan, dan sesudah mengganti popok si Kecil. Pakailah sabun saat mencuci tangan dan ikuti langkah-langkah mencuci tangan yang benar.

    Menjaga kebersihan makanan dan sumber air

    Konsumsilah makanan yang terjamin kebersihannya, lebih baik bila Sahabat memproses makanan sendiri di rumah.  Cucilah bahan makanan dengan bersih dan jaga sumber air Sahabat agar tidak terkontaminasi virus hepatitis A.

    Pengolahan sampah yang baik

    Sampah merupakan sumber berbagai penyakit, sehingga pengolahan sampah di lingkungan rumah harus di tata dengan baik, sehingga menghindari penularan berbagai sumber penyakit. Pengelolaan sampah dapat dilakukan bersama di lingkungan sekitar rumah Sahabat.

    Baca Juga: 5 Penyakit Hepatitis yang Perlu Dihindari

    Perilaku seks sehat tanpa narkoba

    Hindari memiliki lebih dari satu pasangan seksual dan jauhkan narkoba dari hidup Sahabat. Virus hepatitis A beredar di darah sehingga hubungan seksual berisiko dan penggunaan jarum narkoba bersama dapat menularkan virus ini. Perilaku seks sehat tanpa narkoba dapat melindungi Sahabat dari penularan hepatitis A.

    Vaksinasi Hepatitis A

    Agar Sahabat mendapatkan kekebalan dan terhindar dari penularan hepatitis A, maka vaksinasi  adalah jawabannya. Vaksinasi hepatitis A dapat melindungi Sahabat dari penyakit ini. Anak usia di atas 2 tahun sudah dapat diberikan 2 kali dosis vaksinasi hepatitis A dengan jeda 6-12 bulan diantara kedua dosis. Pada orang dewasa juga diberikan vaksinasi hepatitis A sebanyak 2 kali dengan jeda 6-12 bulan diantaranya.

    Nah, Sahabat sudah tahu  nih penyakit, penularan, dan gejala hepatitis A. Jadi, ingatlah untuk selalu mencegah sebeum terjadinya penyakit ini. Bila Sahabat khawatir tertular hepatitis A, yuk, lakukan vaksinasi hepatitis A segera agar Sahabat dan keluarga dapat terlindungi secara optimal. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Billy AT. Penderita Hepatitis A di Pacitan Capai 877 Orang, Laki-laki Lebih Mudah Terjangkit. [Internet]. Available at: tribunnews.com/regional/2019/06/29/penderita-hepatitis-a-di-pacitan-capai-877-orang-laki-laki-lebih-mudah-terjangkit.
    2. Center for Disease Control and Prevention. Hepatitis A. 2019. [Internet]. Available at: cdc.gov/hepatitis/hav/pdfs/hepageneralfactsheet.pdf
    3. World Health Organization. Hepatitis A. 2018. [Internet]. Available at: who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a
    Read More
  • Digitalisasi Faskes untuk Membangun Ekosistem Digital Kesehatan yang Terhubung

    Semakin berkembangnya dunia digital menyebabkan konsumen sudah mengakses layanan/produk dari perusahaan secara digital. Perusahaan juga sudah melakukan automatisasi digital, artificial intelligence akan menggantikan peran profesi di seluruh dunia seperti smartwatch atau self-driving car. Bagaimana di dunia kesehatan?

    Baca Juga: Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi di Bidang Kesehatan

    Industri kesehatan di Indonesia masih menghadapi tantangan interoperabilitas, transformasi digital, dan pengelolaan data. Masalah yang masih harus dihadapi:

    1. Sebanyak 1.440 triliun rupiah habis untuk menangani masalah interoperabilitas setiap tahunnya. Interoperabilitas adalah diskoneksi antara satu entitas layanan kesehatan dengan yang lainnya, permasalahan rujukan antara klinik ke rumah sakit atau antar rumah sakit.
    2. Sebanyak 210 dari 504 kabupaten/kota belum memiliki jaringan komunikasi data untuk pelaksanaan e-kesehatan,
    3. Sebanyak 61% Daerah Tingkat II tidak melaporkan data kesehatan prioritas.

    Baca Juga: Peran dan Efektivitas Telemedisin Bagi Kesehatan Anak

    Fasilitas kesehatan memainkan peranan penting dalam memperbaiki ekosistem kesehatan Indonesia. Belum terhubungnya pelayanan kesehatan di Indonesia menimbulkan berbagai masalah untuk semua pihak, antara lain:

    1. Pasien tidak mengetahui kenapa klaim asuransinya ditolak
    2. Pihak asuransi sulit untuk melakukan validasi klaim dengan dokumen yang kurang lengkap.
    3. Jadwal dokter sering berubah dan tidak pasti
    4. Dokumen fisik harus dibawa dari klinik/RS rujukan
    5. Dokter membatalkan jadwal praktek karena operasi
    6. Dokter mengalami kesulitan dalam mengakses rekam medis sebelumnya di layanan kesehatan lain, sehingga harus mendiagnosa ulang.
    7. Dokter terbiasa menulis di kertas dan kesulitan bila harus berhadapan dengan komputer.
    8. Pengelola faskes khawatir berbagi rekam medis dengan pihak lain
    9. Pengelola faskes mengalami kesulitan proses verifikasi klaim dan pencairannya
    10. Pengelola faskes kesulitan untuk mendigitalisasikan rekam medis

    Menghubungkan semua stakeholder adalah kunci terciptanya ekosistem kesehatan yang lebih baik. Dengan faskes yang telah terdigitalisasi dan terhubung dengan baik ke dokter, pasien, mitra asuransi & farmasi, serta pemerintah, akan tercipta ekosistem kesehatan yang lebih baik dan lebih siap dalam menerapkan sistem universal healthcare coverage (UHC) di Indonesia.

     

    Read More
  • Home Care Visit

    Medical visit at home dapat menjadi salah satu solusi pemeriksaan kesehatan tanpa harus datang ke layanan kesehatan dan menunggu antrian disana. Hal ini akan menghemat waktu dan biaya Anda, terhindar dari macet, kelelahan saat di rumah sakit dan risiko penularan penyakit di Rumah Sakit.

    Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan sebelum medical visit:

    • Siapkan daftar pertanyaan atas masalah yang dihadapi terkait kondisi pasien
    • Siapkan diri untuk menceritakan sejelas mungkin terkait tanda dan gejala yang terjadi pada pasien
    • Siapkan diri dan dokumen-dokumen riwayat penyakit pasien
    • Siapkan alat dan bahan yang diperlukan saat medical visit

    Sahabat dapat bertanya kepada petugas medis yang datang seputar kesehatan pasien:

    • Apa yang mungkin menyebabkan kondisi pasien terjadi?
    • Apa saja pilihan perawatan terbaik untuk pasien?
    • Apa manfaat perawatan yang dilakukan?
    • Apa dampak perawatan yang dilakukan terhadap pasien?
    • Mengapa perawatan yang dilakukan penting untuk diikuti?
    • Apa yang terjadi jika perawatan yang direkomendasikan tidak dilakukan?

    Pada kunjungan ke rumah terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan:

    1. Cek kondisi kesehatan oleh tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, ahli gizi, fisioterapi.
    2. Perawatan medis di rumah seperti infus, perawatan luka, injeksi, vaksinasi, perawatan pasien dengan selang kencing, perawatan pasien dengan selang makan, trakeostomi, ventilator, kolostomi, dan sebagainya.
    3. Perawatan non-medis di rumah seperti pendampingan oleh tenaga kesehatan untuk pemenuhan kebutuhan dasar pasien (makan, mandi, mobilisasi, minum obat, dll).

    Perawatan kunjungan ke rumah dapat diperoleh melalui layanan kesehatan terdekat seperti Rumah Sakit, puskesmas, klinik atau homecare.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja