Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Berita Terkini

Showing 41–50 of 115 results

  • Kamis, 8 Oktober 2020 sejumlah aksi demonstrasi menentang dan menolak Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law (UU Sapu Jagat) terjadi di sejumlah kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Palembang, dan beberapa kota di Kalimantan. Demonstrasi yang diikuti oleh para buruh, mahasiswa, dan pelajar tersebut kenyataannya berakhir ricuh, dan beberapa fasilitas publik seperti […]

    Risiko Besar Penularan Covid-19 Saat Demonstrasi di Tengah Pandemi

    Kamis, 8 Oktober 2020 sejumlah aksi demonstrasi menentang dan menolak Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law (UU Sapu Jagat) terjadi di sejumlah kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Palembang, dan beberapa kota di Kalimantan. Demonstrasi yang diikuti oleh para buruh, mahasiswa, dan pelajar tersebut kenyataannya berakhir ricuh, dan beberapa fasilitas publik seperti halte-halte TransJakarta dan Stasiun MRT Bundaran HI di Jakarta Pusat rusak dan dibakar. Di Bandung, fasilitas publik yang juga berada di Jalan Dago, Taman Cikapayang, juga terkena imbas. Di Surabaya, beberapa fasilitas publik juga mengalami nasib yang sama sehingga membuat Walikota Surabaya, Risma Tri Maharini marah-marah.

    demonstrasi di tengah pandemi

    Baca Juga: Tren Bersepeda di Masa Pandemi, Apa Saja Tipsnya?

    Demonstrasi yang memang menolak beberapa isi yang terkandung dalam UU yang sudah disahkan pada Senin, 5 Oktober 2020 itu mengundang beberapa kekhawatiran dari para pendemo yang sebagian besar adalah buruh pabrik terutama tentang kontrak seumur hidup, jam kerja yang diperpanjang, libur yang diperpendek, serta upah yang akan dibatasi. Ditambah lagi UU tersebut memudahkan para pekerja asing masuk selain juga memudahkan investor asing untuk investasi demi pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, pemerintah melalui Kemenaker membantah hal-hal tersebut dan UU sudah mengakomodasi kepentingan para pekerja melalui berbagai macam rembukan ke berbagai pihak. Adapun isi-isi yang dipertentangkan adalah hoaks dan kesalahan interpretasi. Demonstrasi itu sendiri berakhir pada sore dan malam hari ketika para gubernur seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Ganjar Pranowo turun menenangkan para pendemo, dan berjanji akan menyuarakan aspirasi mereka.

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Demonstrasi memang sudah berakhir. Namun yang sangat disayangkan adalah banyak fasilitas publik yang rusak dan terbakar. Padahal, fasilitas-fasilitas publik ini tidak tahu-menahu sama sekali. Untuk Jakarta sendiri Gubernur Anies Baswedan mengalkulasi biaya kerusakan berkisar pada Rp 25 milyar. Selain fasilitas publik, yang sangat disayangkan adalah demonstrasi terjadi di saat pandemi Corona masih merajalela, dan banyak dari peserta demonstrasi tidak menerapkan protokol-protokol kesehatan. Akibatnya, puluhan orang dinyatakan reaktif seperti yang terjadi di Tangerang dan Jakarta. Dapat dikatakan bahwa demonstrasi di tengah pandemi menimbulkan kluster baru penyebaran Corona. Hal ini pun semakin mempersulit upaya untuk memperkecil penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Sampai Kamis, 8 Oktober 2020 jumlah penderita Corona di Indonesia adalah 321.000 orang. Ini mengartikan bahwa ancaman penyebaran virus di tengah unjuk rasa itu nyata dan bukan hoaks.

    Demonstrasi sebenarnya boleh-boleh saja asal dilakukan dengan menerapkan protokol-protokol kesehatan seperti yang dilansir dari akun Instagram @pandemictalks berikut ini:

    • Menggunakan masker. Siapkan 3-4 masker jika demonstrasi berjalan seharian
    • Gunakan pelindung mata/kacamata untuk mengurangi transmisi virus melalui mata
    • Jaga jarak minimum 2 meter dengan peserta demo lainnya. Jangan main-main dengan protokol jarak ini
    • Usahakan jangan berada di posisi tengah barisan demonstrasi, namun di ujung luar garis demonstrasi. Selain itu, perhatikan arah angin untuk meminimalkan penyebaran via aerosol

    Selain itu, seperti dilansir oleh Pandemictalks ada yang juga perlu diperhatikan oleh para pendemo setelah melakukan aksi, yaitu:

    • Sesampainya di rumah segera mandi sebelum menyentuh barang lain. Pakaian dan perlengkapan yang digunakan saat demonstrasi langsung dicuci
    • Disiplin menggunakan masker selama tiga minggu pasca demonstrasi saat di rumah. Hindari berbicara tanpa masker dengan penghuni rumah
    • Jika kondisi rumah memungkinkan banyak kamar lakukan isolasi mandiri. Pisahkan peralatan makan dan mandi dari penghuni lainnya.

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya!

    Itulah mengapa sebenarnya demonstrasi sangat berbahaya dilakukan di tengah pandemi Corona yang belum tahu kapan akan mereda. Untuk itu, Sobat Sehat selalu jagalah kesehatan diri dan orang lain. Supaya Sobat dapat terlindung terus dari virus Corona selain menerapkan protokol-protokol kesehatan, jangan lupa juga untuk tes PCR swab dan rapid test di Prosehat. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Astutik Y. Puluhan Reaktif Covid-19, Ancaman di Tengah Demo Itu Nyata [Internet]. news. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20201008111026-4-192763/puluhan-reaktif-covid-19-ancaman-di-tengah-demo-itu-nyata
    2. Sahri S. Kerusuhan Demo Jakarta Akibatkan Kerusakan Fasilitas Umum – Nusa Daily [Internet]. Nusa Daily. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://nusadaily.com/metro/kerusuhan-demo-jakarta-akibatkan-kerusakan-fasilitas-umum.html
    3. Massa Pendemo Rusak Fasilitas Umum di Taman Dago, Bandung [Internet]. kumparan. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/massa-pendemo-rusak-fasilitas-umum-di-taman-dago-bandung-1uL51Ox9YIK
    4. Risma Marah, Pendemo Rusak Fasilitas Kota [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/surabaya/08/10/2020/risma-marah-pendemo-rusak-fasilitas-kota/
    5. Menilik Cara Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Anies Baswedan, dan Risma Hadapi Pedemo UU Cipta Kerja – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://www.tribunnews.com/nasional/2020/10/09/menilik-cara-ganjar-pranowo-ridwan-kamil-anies-baswedan-dan-risma-hadapi-pedemo-uu-cipta-kerja?
    6. Login • Instagram [Internet]. Instagram.com. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://www.instagram.com/p/CGD70ezgk6W/
    Read More
  • Sebanyak 40,3% orang Indonesia percaya bahwa vaksin Corona bisa menghentikan penyebaran Covid-19 secara massif. Hal itu terlihat dari survei yang digelar oleh Jakpat. Hanya 16% yang tidak terlalu mempercayai serta tidak begitu tertarik mengenai vaksin sebagai cara yang efektif. Jumlah responden yang diikutkan sebanyak 1.252 orang, dan survei ini digelar pada tanggal 3-4 September 2020. […]

    Survei Jakpat: 40,3% Orang Indonesia Percaya Vaksin Corona

    Sebanyak 40,3% orang Indonesia percaya bahwa vaksin Corona bisa menghentikan penyebaran Covid-19 secara massif. Hal itu terlihat dari survei yang digelar oleh Jakpat. Hanya 16% yang tidak terlalu mempercayai serta tidak begitu tertarik mengenai vaksin sebagai cara yang efektif. Jumlah responden yang diikutkan sebanyak 1.252 orang, dan survei ini digelar pada tanggal 3-4 September 2020.

    vaksin corona

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Mengenai vaksin, Presiden Joko Widodo sendiri sudah menargetkan bahwa mulai akhir tahun 2020 atau awal 2021 sekitar 170-180 juta orang akan disuntik. Jokowi juga menargetkan pada akhir 2021, Indonesia sudah bisa menghasilkan 290 juta dosis vaksin. Lebih percayanya orang Indonesia terhadap vaksinasi Covid-19 ini berdasarkan kenyataan bahwa selama 6 bulan lebih terkena Corona yang juga sudah dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO, sebanyak 52% orang Indonesia panik menghadapi pandemi, dan lebih memilih bekerja atau belajar dari rumah. Sementara itu, di sisi lain sebanyak 53,0% orang tidak panik dalam menghadapi pandemi, dan memilih bekerja seperti biasa sebelum pandemi.

    Faktor-faktor yang membuat panik bagi orang-orang yang memilih beraktivitas dari rumah adalah karena faktor kesehatan (60%) kemudian diikuti oleh sosial (59,4%), dan ekonomi (50,1%). Sebanyak 59% responden di Indonesia terutama di Jabodetabek menurut survei tersebut percaya bahwa Covid-19 adalah virus yang mematikan dan berbahaya, namun 31% responden menganggap itu sebagai sebuah konspirasi.

    Berdasarkan hal tersebut, pada akhirnya mayoritas masih menghindari beraktivitas keluar rumah seperti bepergian, pergi ke mall, dan menghadiri acara-acara akbar secara fisik. Jika ditotal ada 95,0% yang memilih menghindari beraktivitas keluar sedangkan 5% lainnya malah sebaliknya. Apabila pandemi tidak segera berakhir, pilihan untuk tetap di rumah tetap menjadi prioritas, yaitu sebanyak 82,0%.

    Baca Juga: PSBB Ketat di Jakarta, Poin-poin yang Perlu Sobat Ketahui

    Keberadaan vaksin yang dipercaya oleh para responden dalam survei tersebut diperkirakan bisa menghentikan penyebaran Corona pada akhir 2020 atau pertengahan awal 2021. Jika memang vaksin begitu sangat dipercaya lalu bagaimana perkembangan vaksin yang sudah ada?

    Perkembangan Vaksin-vaksin Corona Sejauh Ini

    Indonesia sendiri telah menyiapkan 3 calon vaksin untuk mencegah Covid-19, dan kebanyakan berasal dari Cina. Vaksin-vaksin itu adalah vaksin buatan Sinovac, Sinopharm, dan CanSino. Selain ketiganya juga terdapat vaksin asal Uni Emirat Arab yang dikembangkan oleh G-42, dan vaksin buatan sendiri bernama Merah-Putih yang dikembangkan oleh Lembaga Biomolekuler Eijkman. Lalu bagaimana dengan perkembangan vaksin-vaksin tersebut sejauh ini?

    Dikutip dari berbagai sumber, vaksin pertama yang kemungkinan bisa diakses untuk umum adalah buatan Sinovac. Vaksin ini berjenis inactivated atau menggunakan seluruh virus yang tidak aktif untuk mendorong tubuh mengembangkan system kekebalan. Cara ini merupakan pendekatan yang klasik, dan sudah banyak digunakan untuk mengembangkan vaksin-vaksin sebelumnya seperti Hepatitis A, Flu, dan Polio.

    Di Indonesia, Sinovac sebagai pemasok vaksin bekerja sama dengan Bio Farma yang sudah ditunjuk pemerintah untuk mengembangkan vaksin yang bernama CoronaVac. Sejauh ini, vaksin Sinovac yang paling siap karena sudah mengadakan uji klinis fase III, dan kemungkinan bisa diedarkan pada Desember 2020.

    Selain Sinovac, juga terdapat vaksin lain yaitu Sinopharm dan CanSino yang keduanya masih dalam penjajakan kerja sama. Sinopharm diketahui akan berusaha menyediakan 10 juta dosis vaksin di Indonesia yang kemungkinan pada akhir 2020. Distribusi ini melalui kerja sama dengan perusahaan mitra Sinopharm di Uni Emirat Arab, yaitu G-42, dan tentu saja Kimia Farma. Demikian menurut Kepala BPOM, Penny Lukito. Sinopharm sendiri juga sudah melalukan uji klinis 1 dan 2 pada Juni 2020. Uji klinis terakhir dilaksanakan di Uni Emirat Arab yang mempunyai 119 kebangsaan dalam populasinya. Dilaporkan tidak ada dampak buruk yang dirasakan.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Sementara CanSino dilaporkan telah melaksanakan uji klinis III pada Agustus 2020, dan telah melakukan penjajakan kerja sama dengan negara lain termasuk Indonesia untuk uji klinis lebih lanjut. Vaksin ini dikembangkan oleh Institut Bioteknologi Beijing yang merupakan bagian dari Akademi Ilmu Militer milik pemerintah Cina.

    Lalu bagaimana dengan Vaksin Merah-Putih?

    Sejauh ini pengembangan vaksin buatan dalam negeri kemajuannya sudah sebanyak 50%. Metode yang digunakan dalam pengembangan vaksin ini adalah rekombinan, yaitu para peneliti mengambil gen yang mengode kapsul protein dari sekuens RNA virus SARS Cov-2. Gen tersebut kemudian disisipkan dalam vektor atau pembawa gen yang disebut plasmid kemudian dimasukkan ke dalam sel bakteri. Bakteri tersebut berfungsi sebagai pabrik protein yang kelak disuntikkan ke dalam tubuh manusia untuk memicu respons sistem imun. Sedikitnya dua gen –S atau spike, struktur yang digunakan SARS-CoV-2 untuk menginfeksi sel manusia, dan N atau nukelokapsid, protein yang menyelubungi RNA virus. Dengan begitu, vaksin bisa melatih antibodi untuk mengenali virus yang hendak menginfeksi sel tapi juga virus yang telanjur masuk sel, menambah keampuhannya.

    Vaksin ini sendiri menurut Menristek Bambang P. Brodjonegoro, yang juga Ketua Penanggung Jawab Tim Pengembangan Vaksin Covid-19 memperkirakan Merah-Putih baru hadir pada Triwulan Keempat 2021.

    Terlihat sekali bahwa pengembangan vaksin bisa dibilang masih jauh dari kata selesai, dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang bisa berubah. Meskipun sudah ada, vaksin-vaksin ini tentu tidak bisa sembarangan digunakan karena ada beberapa tingkatan untuk menerima, yaitu:

    • Fase 1: Tenaga kesehatan dan responden pertama (5%)
    • Fase 2: Orang-orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu sehigga meningkatkan risiko mengalami infeksi Covid-19 yang lebih serius hingga kematian dan orang dewasa yang tinggal di lingkungan padat (10%)
    • Fase 3: Pekerja di layanan jasa esensial yang memiliki risiko paparan tinggi dan orang-orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu sehingga dapat mengalami infeksi Covid-19 moderat (35%)
    • Fase 4: Orang dewasa muda, anak-anak, dan pekerja layanan esensial dengan risiko paparan yang meningkat (40-45%)
    • Fase 5: Masyarakat atau khalayak yang tersisa

    Dengan demikian, sebelum vaksin benar-benar bisa dikembangkan lebih jauh sebagai cara paling efektif yang dipercayai orang Indonesia untuk mengatasi Corona, untuk sekarang ini tetap melaksanakan protokol-protokol kesehatan, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta tidak lupa menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan mengonsumsi buah, sayuran, dan multivitamin. Tidak lupa juga untuk menerapkan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment, yang sejauh ini pelaksanaannya masih di bawah ekspetasi.

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Untuk pencegahan secara medis, Sobat Sehat juga bisa mengonsumsi Redemsivir yang sudah diperbolehkan edar di Indonesia dengan merek jual Covifor oleh Kalbe Farma, dan melakukan tes-tes pencegahan Corona seperti rapid test dan PCR swab.

    Untuk layanan PCR swab dan rapid test lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19 Vaccine through Indonesian Perspective – JAKPAT Survey Report – JAKPAT [Internet]. JAKPAT. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://blog.jakpat.net/covid-19-vaccine-through-indonesian-perspective-jakpat-survey-report/
    2. Indonesia C. Beda Vaksin Covid-19 China dan Uni Emirat Arab Incaran RI [Internet]. teknologi. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200930202605-199-552928/beda-vaksin-covid-19-china-dan-uni-emirat-arab-incaran-ri
    3. Indonesia C. Jokowi Optimis Vaksin Covid-19 Tersedia Akhir 2020 [Internet]. nasional. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201001082619-20-553017/jokowi-optimis-vaksin-covid-19-tersedia-akhir-2020
    4. Azizah K. Alhamdulillah! RI Dapat 10 Juta Vaksin Corona Halal dari Uni Emirat Arab [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5155489/alhamdulillah-ri-dapat-10-juta-vaksin-corona-halal-dari-uni-emirat-arab
    5. News P. Kapan Vaksin Merah Putih Diproduksi? Begini Kata Menristek – PRFM News [Internet]. PRFM News. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-13730867/kapan-vaksin-merah-putih-diproduksi-begini-kata-menristek
    6. Siapa saja yang mengembangkan ‘vaksin merah-putih’ dan bagaimana cara kerjanya? – BBC News Indonesia [Internet]. BBC News Indonesia. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.bbc.com/indonesia/majalah-54275740
    7. Media K. Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia Telah Disusun, Bagaimana Menurut Pedoman WHO? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/01/132000165/prioritas-penerima-vaksin-covid-19-di-indonesia-telah-disusun-bagaimana?page=all
    8. Indonesia C. Tenaga Medis Kedodoran, Jurus 3T Jokowi Menguap Jadi Jargon [Internet]. nasional. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200928113902-20-551802/tenaga-medis-kedodoran-jurus-3t-jokowi-menguap-jadi-jargon
    9. Redemsivir Diklaim Ampuh Lawan Corona, tapi Belum Banyak Tersedia | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/uang/redemsivir-diklaim-ampuh-lawan-corona-tapi-belum-banyak-tersedia.html
    Read More
  • Belakangan ini tersiar kabar bahwa tes-tes Corona seperti rapid test dan PCR swab tidak lagi diperlukan dalam melakukan perjalanan, baik melalui darat, laut, dan udara. Dua metode tes ini memang sering dijadikan sebagai syarat supaya orang-orang yang melakukan perjalanan tersebut tidak menulari atau tertular virus penyebab Covid-19. Hal ini sudah tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 […]

    Masih Perlukah Tes Corona dalam Perjalanan?

    Belakangan ini tersiar kabar bahwa tes-tes Corona seperti rapid test dan PCR swab tidak lagi diperlukan dalam melakukan perjalanan, baik melalui darat, laut, dan udara. Dua metode tes ini memang sering dijadikan sebagai syarat supaya orang-orang yang melakukan perjalanan tersebut tidak menulari atau tertular virus penyebab Covid-19. Hal ini sudah tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan Pengendalian Covid-19 yang dirilis pada Juli 2020 lalu.

    perlukah tes corona

     

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Peraturan Kementerian Kesehatan itu melengkapi dua peraturan yang sudah ada sebelumnya, yaitu SE Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 9 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease (Covid-19) dan SE Menkes Nomor HK.02.01/MENKES/382/2020 tentang Prosedur Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri di Bandar Udara dan Pelabuhan dalam Rangka Penerapan Kehidupan Masyarakat Produktif dan Aman terhadap Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

    Meski begitu, syarat untuk melakukan dua tes Corona itu kenyataannya dinilai tidak efektif oleh beberapa pihak. Alvin Lie, misalnya. Anggota Ombudsman yang juga pengamat penerbangan nasional ini menilai bahwa rapid test itu sebenarnya tidak perlu. Yang diperlukan adalah protokol kesehatan seperti memakai masker, pemeriksaan suhu tubuh, dan menjaga jarak. Baginya, hal tersebut sudah cukup. Penggunaan surat keterangan bebas Corona menurutnya tidak serta-merta memastikan seseorang tidak terkena Corona.

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid-19, Mulai dari Suspek hingga Kematian

    Hal serupa diungkapkan epidemiolog Pandu Riono yang menyatakan bahwa tes-tes Corona yang ada dengan surat keterangan malah akan dijadikan ajang komersialisasi. Lalu bagaimana dari pihak pemerintah sendiri dalam hal ini Satgas Covid-19?

    Anggota Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Erlina Burhan, mengungkapkan hal yang sama. Dokter spesialis paru ini menyatakan setuju mengenai penghapusan tes-tes Corona sebagai syarat perjalanan, dengan alasan kurang efektif dan terlambat dalam mendiagnosis hasil karena hasil yang bisa berubah-ubah. Alasan lainnya adalah karena dari segi ekonomis pemeriksaan ini cukup mahal, terutama tes PCR swab.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Meski begitu rencana ini sedang digodok oleh pemerintah dan sedang dibicarakan detail pelaksanaannya, begitu kata Profesor Wiku Adisasmito, juru bicara Satgas Covid-19. Di saat adanya rencana tersebut muncullah narasi di media sosial yang menyatakan bahwa rapid test telah dicabut sebagaimana yang dibagi oleh akun bernama Adens di grup Facebook Grup Info Kejadian Kota Kendari. Unggahan tersebut tentu saja mendapatkan banyak perhatian yang berisi kekhawatiran jika tes-tes Corona seperti rapid test dan PCR Swab dicabut, mengingat potensi penyebaran virus Corona di Indonesia masih tinggi, dan sudah menembus angka 287.008 hingga Rabu, 30 September.

    Menanggapi unggahan tersebut, Kemenkes melalui akun Twitternya menyatakan bahwa rapid test masih diberlakukan dalam bepergian. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Ahmad Yurianto. Ia menyatakan bahwa rapid test tetap dilakukan untuk situasi tertentu seperti pada kondisi kapasitas pemeriksaan rapid test-PCR terbatas pada suatu populasi spesifik dan situasi khusus. Situasi khusus yang dimaksud adalah untuk pelaku perjalanan termasuk pekerja migran yang datang terutama di wilayah Pos Lintas Batas Darat Negara (PLBDN) serta pada pelacakan kontak di lokasi tertentu seperti lapas, panti jompo, panti rehabilitasi, asrama, pondok pesantren, dan pada kelompok-kelompok rentan.

    Produk Terkait: Rapid Test Covid-19

    Para penumpang juga harus tetap membawa surat keterangan bebas Corona yang berlaku selama 14 hari. Meski begitu, masyarakat diimbau tetap mematuhi protokol pencegahan dan pengendalian Covid-19 sesuai perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, health alert card atau HAC juga masih wajib diisi oleh para pelaku perjalanan sesuai dengan Pasal 36 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantiaan Kesehatan. Pengisian HAC dapat dilakukan secara manual atau elektronik. Tes Corona masih diberlakukan dalam perjalanan, menurut Yuri, karena moda transportasi umum adalah tempat berkumpulnya banyak orang sehingga berpotensi memunculkan kluster penularan Covid-19, dan tentu saja memerlukan kewaspadaan dini untuk langkah antisipasi.

    Produk Terkait: Layanan PCR Swab ke Rumah/Kantor

    Jadi, Apakah Tes Corona Masih Diperlukan dalam Perjalanan?

    Melihat masih begitu massifnya kasus Corona di Indonesia yang dari hari ke hari jumlah penderitanya terus meningkat, hal tersebut tentu saja masih diperlukan supaya penyebaran virus dapat terkendali. Agar tidak terjadi penyelewengan tentunya dibutuhkan regulasi dan tindakan khusus sehingga tidak memberatkan dan merugikan. Namun, protokol-protokol kesehatan bagaimanapun harus tetap dijalankan karena tes Corona bukanlah untuk diagnosis tetapi sebagai salah satu langkah pencegahan. Untuk rapid test dan PCR swab ini, Sobat bisa memanfaatkan layanan ke rumah atau kantor dari Prosehat.

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat PCR Swab di Jawa Tengah dan Yogyakarta

    Apabila Sobat memerlukan layanan PCR swab dan juga rapid test, untuk lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Media K. [KLARIFIKASI] Rapid Test Perjalanan Tidak Dicabut Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/09/10/142000065/-klarifikasi-rapid-test-perjalanan-tidak-dicabut?page=all
    2. Choirul M. Pakar Setuju Swab & Rapid Test di Pesawat Dihapus, Tapi… [Internet]. news. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20200811090953-4-178847/pakar-setuju-swab-rapid-test-di-pesawat-dihapus-tapi
    3. Sidik F. Syarat Rapid Test untuk Perjalanan Dinilai Tak Relevan Lagi, Ini Alasannya [Internet]. detiknews. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5085753/syarat-rapid-test-untuk-perjalanan-dinilai-tak-relevan-lagi-ini-alasannya/2
    4. Inikah Penyebab Kemenkes Cabut Aturan Rapid Test untuk Perjalanan? | Kabar24 – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://kabar24.bisnis.com/read/20200908/15/1288581/inikah-penyebab-kemenkes-cabut-aturan-rapid-test-untuk-perjalanan
    Read More
  • Sudah seminggu PSBB ketat kembali lagi dilaksanakan di Jakarta, menyusul naiknya angka penderita COVID-19 dan keterbatasan fasilitas layanan kesehatan untuk merawat pasien.1 Namun, selama seminggu pelaksanaan ini, apakah benar PSBB ketat yang dicanangkan Gubernur Anies Baswedan ini berjalan sesuai dengan arahan dan protokol kesehatan berdasarkan Pergub Nomor 88 Tahun 2020? Baca Juga: PSBB Ketat di Jakarta, […]

    Rangkuman Seminggu PSBB Ketat di DKI Jakarta

    Sudah seminggu PSBB ketat kembali lagi dilaksanakan di Jakarta, menyusul naiknya angka penderita COVID-19 dan keterbatasan fasilitas layanan kesehatan untuk merawat pasien.1 Namun, selama seminggu pelaksanaan ini, apakah benar PSBB ketat yang dicanangkan Gubernur Anies Baswedan ini berjalan sesuai dengan arahan dan protokol kesehatan berdasarkan Pergub Nomor 88 Tahun 2020?

    psbb ketat di dki jakarta, psbb ketat di jakarra, seminggu psbb ketat di dki jakarta

    Baca Juga: PSBB Ketat di Jakarta, Poin-poin yang Perlu Sobat Ketahui

    Berdasarkan hasil yang didapatkan Prosehat dari berbagai sumber, PSBB yang dilaksanakan secara ketat di Jakarta untuk mengurangi jumlah penderita COVID-19 selama PSBB Transisi belum benar-benar berjalan ketat. Sebab, ternyata masih banyak orang berkumpul dan berkerumun di suatu titik. Hal itu yang terlihat pada kerumunan warga di pasar ikan hias Jatinegara atau Pasar Mester. Tampak tidak dilakukannya protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, meskipun kebanyakan sudah memakai masker.2 Namun, masih banyak orang yang menggunakan masker yang tidak direkomendasikan, seperti masker scuba dan buff.

    Selain kerumunan, banyak juga pelanggaran yang dilakukan warga DKI saat PSBB. Tercatat dari tanggal 14 September sampai tanggal 17 September 2020, sebanyak 13.000 warga DKI dihukum menyapu jalanan karena melanggar aturan-aturan dalam PSBB. Selain dikenai sanksi sosial, seperti menyapu jalan, beberapa warga DKI lebih memilih membayar denda administratif. Pelanggaran lain yang banyak dilakukan adalah tidak memakai masker, meskipun sendirian di dalam mobil.3

    Seminggu setelah pelaksanaan PSBB ketat di DKI Jakarta juga memperlihatkan bahwa tidak semua fasilitas publik di Ibu Kota ditutup. Hal itu yang terlihat pada kawasan Gelora Bung Karno atau GBK, yang tetap membuka area ring sekitar stadion, walau hanya dibuka untuk lari dan jogging, dan tidak untuk bersepeda.4 Pada Minggu, 20 September, kawasan sekitar GBK seperti Jalan Jenderal Sudirman, masih juga dipadati warga untuk berolahraga yang kebanyakan bersepeda. Padahal, dalam instruksi gubernur dinyatakan bahwa berolahraga sebaiknya dilakukan di area sekitar rumah saja.6

    Lalu bagaimana dengan bidang-bidang lainnya?

    Untuk perkantoran, Pemprov DKI menyatakan telah menutup sementara 23 kantor hingga hari keempat pelaksanaan PSBB. Penyebab penutupan itu selain melanggar protokol kesehatan, ada 14 perusahaan yang ditutup karena salah satu karyawannya terpapar COVID-19. Perincian perkantoran yang ditutup adalah 6 berada di Jakarta Barat, 3 di Jakarta Selatan dan Utara, 1 di Jakarta Timur dan Pusat. Untuk peribadatan, sesuai aturan, tempat beribadah harus ditutup jika tempat ibadah itu merupakan tempat ibadah raya atau besar yang terletak di tepian jalan raya dan jamaahnya bisa dari mana saja. Beberapa masjid besar, seperti Istiqlal dan Al Azhar terlihat ditutup, begitu juga dengan Masjid Fatahillah di Balai Kota DKI. Untuk tempat ibadah umat non-muslim, seperti Gereja Katedral, masih mengadakan misa online.5

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Karena PSBB di Jakarta kembali seperti pada awal pandemi, tempat-tempat wisata di Ibu Kota yang dikelola Pemprov DKI juga ditutup, seperti Taman Impian Jaya Ancol dan Monas. Hal ini  tentu saja membuat banyak warga Ibu Kota mengalihkan rekreasi ke wilayah-wilayah penyangga, seperti Depok, Bogor, dan Bekasi. Apalagi Pemprov juga meniadakan SIKM keluar-masuk Jakarta. Pengalihan ini yang membuat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melarang secara lisan warga Jakarta agar tidak ke Jawa Barat. Pelarangan itu juga terlihat pada tindakan aparat yang menjaga ketat pintu masuk wilayah Puncak. Tidak semua diperbolehkan masuk dan diminta kembali ke Jakarta.8

    Namun, apakah pelarangan serta penindakan pelanggaran ini membuahkan efek yang begitu bagus untuk menekan tingkat penderita COVID-19 di Jakarta?

    Sampai dengan tanggal 23 September, jumlah penderita virus asal Wuhan tersebut mencapai 65.687 kasus, dengan perincian 51.494 meninggal dan 1.628 sembuh. Jumlah ini juga selaras dengan positivity rate penderita COVID-19 di Jakarta yang angkanya mencapai 13,2%, dan melebihi standar WHO, yaitu 5%. Seminggu pelaksanaan PSBB di Jakarta belum menuai hasil yang menggembirakan, sehingga hal ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.7

    Nah, karena gambaran yang demikian mengenai PSBB di DKI Jakarta yang ternyata belum memberikan efek yang menggembirakan akibat masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai protokol kesehatan dan abai pada aturan yang sudah ditetapkan, untuk bisa membantu pemerintah mengurangi jumlah penderita virus, Sobat Sehat hendaknya tetap menjalankan protokol-protokol kesehatan, seperti 3 M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak ketika berada di keramaian.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Selain itu, tetap di rumah saja dan jangan keluar rumah apabila tidak ada hal-hal yang mendesak. Apabila Sobat ingin melakukan tes COVID-19, seperti rapid test dan PCR swab, bisa dilakukan di rumah saja dengan menghubungi Prosehat. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Ikhsanudin A. Seminggu DKI Jakarta PSBB Ketat, Pakar: Belum Ada Perubahan [Internet]. detiknews. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5181183/seminggu-dki-jakarta-psbb-ketat-pakar-belum-ada-perubahan
    2. Sancaya R. Potret Warga Berkerumun di Pasar Ikan Hias Jatinegara saat PSBB [Internet]. detiknews. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/foto-news/d-5180700/potret-warga-berkerumun-di-pasar-ikan-hias-jatinegara-saat-psbb
    3. 13 Ribu Orang di Jakarta Dihukum Menyapu Jalan karena Langgar PSBB [Internet]. kumparan. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/13-ribu-orang-di-jakarta-dihukum-menyapu-jalan-karena-langgar-psbb-1uDuFlC9PHq/full
    4. Media K. Tetap Buka Saat PSBB Total DKI Jakarta, Kawasan GBK Sepi Pengunjung [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/09/20/13320101/tetap-buka-saat-psbb-total-dki-jakarta-kawasan-gbk-sepi-pengunjung
    5. Azahra T. PSBB Ketat Jakarta, Aktivitas Olahraga Masih Ramai di Kawasan Sudirman [Internet]. detiknews. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5180339/psbb-ketat-jakarta-aktivitas-olahraga-masih-ramai-di-kawasan-sudirman
    6. Nafian M. Masjid Fatahillah Balai Kota DKI Tak Gelar Salat Jumat Selama PSBB [Internet]. detiknews. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5178115/masjid-fatahillah-balai-kota-dki-tak-gelar-salat-jumat-selama-psbb
    7. PSBB, Ridwan Kamil Larang Warga Jakarta Bepergian ke Jawa Barat [Internet]. KOMPAS.tv. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://www.kompas.tv/article/109410/psbb-ridwan-kamil-larang-warga-jakarta-bepergian-ke-jawa-barat
    8. Silaban M. Update Corona Jakarta: Pasien Positif Covid-19 Bertambah 1.079 Orang [Internet]. Tempo. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://metro.tempo.co/read/1388311/update-corona-jakarta-pasien-positif-covid-19-bertambah-1-079-orang
    Read More
  • Setelah 3,5 bulan PSBB Transisi diterapkan sebagai bagian dari adaptasi kebiasaan baru, PSBB ketat di Jakarta mulai kembali diberlakukan per 14 September 2020 seiring dengan mulai meningkatnya kasus Corona di Ibu Kota, yang ketika tulisan ini dibuat per 10 September mencapai 43.397 kasus, dengan perincian 37.224 sembuh dan 1.334 meninggal. Tak hanya jumlah kasus yang […]

    PSBB Ketat di Jakarta, Poin-poin yang Perlu Sobat Ketahui

    Setelah 3,5 bulan PSBB Transisi diterapkan sebagai bagian dari adaptasi kebiasaan baru, PSBB ketat di Jakarta mulai kembali diberlakukan per 14 September 2020 seiring dengan mulai meningkatnya kasus Corona di Ibu Kota, yang ketika tulisan ini dibuat per 10 September mencapai 43.397 kasus, dengan perincian 37.224 sembuh dan 1.334 meninggal. Tak hanya jumlah kasus yang meningkat, jumlah kematian penderita Corona di Jakarta mencapai angka yang cukup mengkhawatirkan, yaitu rasio kasus positif atau positivity rate mencapai 3,2% atau 6,9% sejak awal pandemi pada Maret 2020 lalu.

    psbb ketat di jakarta, psbb total di jakarta

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Kebijakan penerapan PSBB ketat atau total ini diumumkan sendiri oleh Gubernur Anies Baswedan dalam konferensi pers daring pada 9 September pukul 19.35 WIB, dan tidak memerlukan izin lagi dari Kementerian Kesehatan. Selain meningkatnya jumlah penderita dan kematian akibat Corona, Anies mengungkapkan bahwa penerapan ini juga untuk mengantipasi daya tampung rumah-rumah sakit di DKI Jakarta yang tingkat ketersediaannya sudah mencapai 77% untuk ruang isolasi, dan ICU 83%,  dan diprediksi akan melonjak hingga 100% pada 17 September 2020, yang tentu saja hal ini akan membuat rumah sakit beserta para tenaga medis kewalahan menangani kasus Corona di Jakarta yang merupakan penyumbang terbesar kasus Corona di Indonesia yang sudah mencapai 207.203 hingga Kamis, 10 September 2020.

    Tentu saja pelaksanaan PSBB ketat di DKI Jakarta ini juga akan dikoordinasikan Pemprov dengan DKI dengan kota-kota penyangga yang tergabung dalam Jabodetabek seperti Depok, Bogor, dan Bekasi, supaya lancar mengingat kebanyakan penduduk Jakarta di siang hari adalah orang-orang dari kota-kota tersebut yang datang untuk mencari nafkah, dan  kota-kota seperti Bogor dan Depok pun sudah menerapkan aturan jam malam seiring dengan status zona merah pada keduanya.

    Lalu hal-hal apa saja yang perlu diketahui mengenai pelaksanaan kembali PSBB seperti di awal-awal pandemi ini? Yuk, Sobat Sehat, mari simak beberapa poin di bawah supaya Sobat sudah siap, dan tidak terkejut.

    Poin-poin yang Perlu Diketahui

    WFH dan Pembatasan Aktivitas Perkantoran

    Poin pertama yang ditekankan dari penerapan kembali PSBB total di Jakarta adalah kantor-kantor diwajibkan untuk menggelar kegiatan perkantoran dari rumah atau WFH sehingga aktivitas perkantoran dari tempat langsung dibatasi. Hal ini untuk mencegah penularan virus corona yang semakin massif. Apalagi kebanyakan kasus Corona di Jakarta berada di perkantoran.

    Baca Juga: Mengapa Terjadi COVID-19 di Perkantoran?

    Hanya 11 Bidang yang Diizinkan Beroperasi

    Pemprov DKI Jakarta dalam penerapan PSBB ketat hanya membolehkan 11 bidang saja yang beroperasi, dan 11 bidang itu merupakan bidang yang esensial dan penting. Mereka adalah

    • Kesehatan
    • Bahan pangan dan minuman
    • Energi
    • Komunikasi dan teknologi informatika
    • Keuangan
    • Logistik
    • Perhotelan
    • Komunikasi dan teknologi informatika
    • Keuangan
    • Logistik
    • Perhotelan
    • Konstruksi
    • Industri strategis
    • Pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional, dan objek tertentu
    • Pemenuhan kebutuhan sehari-hari

    Pengecualian 11 bidang ini mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 33 tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB. Meskipun mendapat pengecualian, pengoperasian 11 bidang ini tetap harus dilaksanakan dalam operasi yang minimal, dan tidak boleh seperti biasanya. Untuk izin bidang non-esensial yang sudah mendapatkan izin akan dievaluasi ulang supaya pergerakan terkendali dan tidak menyebabkan penularan. Jika ingin beroperasi, bidang non-esensial ini harus mengajukan izin terlebih dahulu.

    Pembatasan lalu lintas dan operasional transportasi umum

    Kegiatan lalu lintas akan dibatasi sebagai akibat pemberlakuan PSBB ketat di Jakarta. Karena, itu Pemprov DKI meniadakan ganjil-genap sebagai tindakan lanjut. Akan tetapi, peniadaan ini bukan berarti orang bebas bepergian ke sana kemari. Selain pembatasan lalu lintas, Pemprov DKI juga akan membatasi jam operasional transportasi umum yang juga dianggap sebagai tempat penyebaran virus. Transportasi-transportasi yang akan dibatasi itu adalah TransJakarta, MRT, dan KRL. Pemprov juga akan kembali menyetop operasional ojek online.

    Tempat Hiburan Ditutup Kembali

    Tempat-tempat hiburan di Jakarta yang selama PSBB Transisi beroperasi kembali kini akan ditutup kembali sebagai dampak dari pengetatan PSBB Jakarta. Itu berarti tempat-tempat hiburan yang dikelola Pemprov DKI seperti Kebun Binatang Ragunan, Taman Impian Jaya Ancol, dan Taman Mini Indonesia Indah akan ditutup.

    Kembali Belajar dari Rumah

    Selain kegiatan perkantoran, kegiatan belajar-mengajar juga kembali dari rumah, dan sejauh ini banyak sekolah di DKI yang belum beroperasi normal atau kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka langsung meskipun di masa PSBB Transisi.

    Baca Juga: Bagaimana Cara Mendapat Surat Keterangan Bebas Corona?

    Kafe dan restoran boleh tetap buka namun hanya melayani pesan antar

    Kafe dan restoran di masa PSBB ketat di Jakarta tetap diperbolehkan beroperasi namun hanya sebatas melayani pesan antar. Dengan begitu, Sobat tidak diperbolehkan makan di tempat. Hal ini tentu saja untuk membatasi penyebaran virus.

    Kegiatan berkumpul dan berkerumun dilarang

    Pemprov DKI juga menekankan pelarangan kegiatan berkumpul dan berkerumun karena dapat menjadi kluster penyebaran virus. Bahkan, untuk kegiatan kumpul keluarga dan reuni sebaiknya ditunda terlebih dahulu.

    Beribadah kembali di rumah

    Poin terakhir pada pengetatan kembali PSBB Jakarta adalah beribadah kembali di rumah. Itu berarti tempat-tempat ibadah seperti masjid dan gereja ditutup kembali namun yang ditutup adalah tempat-tempat Ibadah yang berada di jalan raya atau tepi jalan atau yang berkapasitas cukup besar karena sangat berpotensi besar dapat menjadi tempat penyebaran virus. Selain di jalan raya, yang ditutup adalah yang berada di zona merah. Sedangkan untuk tempat ibadah yang berada di dalam kompleks masih diperbolehkan buka namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Itulah poin-poin penting yang perlu Sobat Sehat ketahui mengenai penerapan kembali PSBB ketat di Jakarta sebagai akibat dari meroketnya kasus Corona di Jakarta. Diharapkan penerapan PSBB secara total ini bisa mengurangi jumlah penderita Corona di Ibu Kota. Karena itu, Sobat Sehat diharapkan tetap menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menjalankan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak atau physical distancing. Apabila memerlukan panduann PSBB di Jakarta, silakan klik di sini.

    Nah, karena semua harus di rumah kembali, bagi Sobat yang ingin melakukan pemeriksaan tes Corona seperti rapid test dan PCR swab di rumah supaya aman dan nyaman, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Poin-poin Penting PSBB Total Anies [Internet]. nasional. 2020 [cited 10 September 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200910072733-20-544721/poin-poin-penting-psbb-total-anies
    2. Anies Tarik Rem Darurat, Jakarta Kembali ke PSBB Ketat [Internet]. kumparan. 2020 [cited 10 September 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/anies-tarik-rem-darurat-jakarta-kembali-ke-psbb-ketat-1uAPs3R8Py0/full
    3. detikcom T. PSBB Jakarta, Ini 11 Bidang Perkantoran yang Boleh Beroperasi [Internet]. detiknews. 2020 [cited 10 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5166872/psbb-jakarta-ini-11-bidang-perkantoran-yang-boleh-beroperasi
    4. Media K. PSBB Transisi Dicabut, Mulai Senin Depan Perkantoran di Jakarta Wajib Full WFH Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 10 September 2020]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/09/09/20280301/psbb-transisi-dicabut-mulai-senin-depan-perkantoran-di-jakarta-wajib-full?page=all
    5. detikcom T. 7 Poin Penting Pemberlakuan Kembali PSBB Ketat di Jakarta [Internet]. detiknews. 2020 [cited 10 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5166768/7-poin-penting-pemberlakuan-kembali-psbb-ketat-di-jakarta/4
    6. Jakarta Kembali Perketat PSBB, Anies-Ridwan Kamil dan Kepala Daerah Bodebek Bakal Rapat Bersama : Okezone Megapolitan [Internet]. https://megapolitan.okezone.com/. 2020 [cited 10 September 2020]. Available from: https://megapolitan.okezone.com/read/2020/09/10/338/2275439/jakarta-kembali-perketat-psbb-anies-ridwan-kamil-dan-kepala-daerah-bodebek-bakal-rapat-bersama
    7. COVID-19 pandemic data [Internet]. En.wikipedia.org. 2020 [cited 10 September 2020]. Available from: https://en.wikipedia.org/wiki/Template:COVID-19_pandemic_data
    Read More
  • Komunikasi yang tepat untuk layanan kesehatan mengenai Corona terutama di Jakarta yang jumlah penderita Coronanya semakin hari semakin meningkat itu sangat penting apalagi jika komunikasi dilakukan secara virtual untuk mencegah penyebaran virus secara massif. Karena itulah, Prosehat bersama dengan Dinas Kesehatan DKI melakukan penandatanganan kerja sama untuk membantu meningkatkan komunikasi layanan kesehatan yang berkaitan dengan […]

    Penandatanganan Kerja Sama Prosehat dan Dinkes DKI untuk Layanan Kesehatan Virtual Covid-19

    Komunikasi yang tepat untuk layanan kesehatan mengenai Corona terutama di Jakarta yang jumlah penderita Coronanya semakin hari semakin meningkat itu sangat penting apalagi jika komunikasi dilakukan secara virtual untuk mencegah penyebaran virus secara massif. Karena itulah, Prosehat bersama dengan Dinas Kesehatan DKI melakukan penandatanganan kerja sama untuk membantu meningkatkan komunikasi layanan kesehatan yang berkaitan dengan Corona pada warga Provinsi DKI Jakarta dalam bentuk chatbot. Dinkes DKI sejak April membantu komunikasi warga DKI untuk Covid-19 melalui layanan WA resmi di 081388376955.

    Acara penandatanganan itu bertempat di gedung Dinas Kesehatan DKI Jakarta Jalan Kesehatan Nomor 10. Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. Acara dihadiri oleh Founder/CEO Prosehat, dr. Gregorius Bimantoro dan Direktur Operasional, dr. Agnes Susanto, MPH, serta Kepala Dinas Kesehatan DKI, Widyastuti, pada 9 September 2020. Perlu diketahui, Prosehat sebagai asisten kesehatan Indonesia yang terpercaya juga sudah mendukung aplikasi Peduli Lindungi dari Kemkominfo, dan sudah ada chat dokter 24 jam tanpa aplikasi sehingga Sobat bisa dengan mudah menikmati layanan kesehatan virtual dari Prosehat.

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Di saat pandemi virus Corona belum mereda sama sekali, pemerintah berencana membuka kembali bioskop pada 10 September 2020. Pembukaan ini untuk menggiatkan kembali perekonomian negara yang terganggu akibat Covid-19 semenjak virus asal Wuhan tersebut merebak di Indonesia mulai awal Maret 2020. Meskipun begitu, rencana pembukaan kembali bioskop ini menimbulkan banyak pro dan kontra sehubungan dengan […]

    Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Di saat pandemi virus Corona belum mereda sama sekali, pemerintah berencana membuka kembali bioskop pada 10 September 2020. Pembukaan ini untuk menggiatkan kembali perekonomian negara yang terganggu akibat Covid-19 semenjak virus asal Wuhan tersebut merebak di Indonesia mulai awal Maret 2020. Meskipun begitu, rencana pembukaan kembali bioskop ini menimbulkan banyak pro dan kontra sehubungan dengan sifat virus Corona yang bisa airborne atau lintas udara. Mengingat bioskop berada dalam ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang juga tertutup, dikhawatirkan hal tersebut malah akan membuat kluster baru penyebaran virus Corona, dan justru akan meningkatkan jumlah penderita infeksi virus Corona di Indonesia sehingga petugas medis pun bisa semakin kewalahan.

    imun tubuh alami, imunitas tubuh natural

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Pro dan kontra itu semakin bertambah ketika Satgas Covid-19 melalui juru bicara Profesor Wiku Adisasmito pada 26 Agustus 2020 mendukung rencana pembukaan kembali bioskop. Alasan yang dikemukakan adalah bahwa menonton bioskop bisa menciptakan kekebalan tubuh secara alami melalui perasaan senang dan gembira yang diciptakan. Apabila masyarakat senang, imunitas dengan sendirinya juga akan meningkat. Imunitas kuat menurutnya juga sangat diperlukan dalam kondisi pandemi seperti ini. Rencana pembukaan ini juga sudah berdasarkan kajian dari Satgas Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir yang meliputi aspek sosial, kesehatan, dan ekonomi.

    Meski begitu, Profesor Wiku menyatakan bahwa pembukaan kembali ini harus melihat beberapa hal, seperti kesiapan daerah, waktu yang tepat, dan menerapkan protokol-protokol kesehatan seperti pembatasan usia, dilarang masuk bagi yang mempunyai gejala batuk dan pilek dan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius, pemesanan secara online, serta physical distancing untuk antre dan tempat duduk. Ahli Epidemologi UI, Tri Yunis Miko Wahyono mengkritik rencana tersebut, dan mengatakan bahwa imunitas tubuh dapat tercipta jika melihat pada 3 hal, yaitu genetika, asupan gizi, dan kondisi psikologis.

    Terlepas dari pernyataan yang dilontarkan Profesor Wiku soal bioskop dapat meningkatkan imunitas tubuh secara alami, sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan tanpa harus menonton ke bioskop. Apa saja itu? Yuk, Sobat Sehat silakan simak ya!

    Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami

    Keseimbangan dalam Tubuh

    Cara pertama untuk bisa meningkatkan kekebalan dalam tubuh secara alami adalah dengan membentuk keseimbangan dalam tubuh, yang bisa didapatkan dengan cara menjalankan gaya dan strategi hidup sehat yang meliputi:

    • Tidak merokok
    • Mengonsumsi banyak buah dan sayuran
    • Berolahraga secara teratur
    • Tidak mengonsumsi alkohol
    • Menimimalkan stres
    • Mencuci tangan
    • Tidur yang Cukup

    Tidur dan imunitas tubuh mempunyai keterkaitan yang begitu erat karena kualitas tidur yang tidak memadai atau buruk berhubungan dengan kerentanan yang lebih tinggi terhadap penyakit. Istirahat yang cukup dapat memperkuat kekebalan tubuh secara alami. Selain itu, tidur lebih banyak di kala sakit juga dapat membuat sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik dalam melawan penyakit. Untuk orang dewasa, waktu tidur yang dibutuhkan adalah 7 jam atau lebih, sementara remaja 8-10 jam, dan anak-anak yang lebih muda serta bayi adalah 14 jam. Apabila Sobat mengalami kesulitan saat tidur, cobalah membatasi waktu menatap layar elektronik selama satu jam sebelum tidur. Sebab, cahaya biru yang dipancarkan dari ponsel, televisi, dan komputer dapat mengganggu ritme sirkadian atau siklus bangun-tidur alami. 

    Olahraga Teratur

    Imunitas tubuh secara alami bisa juga Sobat dapatkan dengan olahraga secara teratur. Selain dapat meningkatkan kekebalan tubuh, olahraga juga bisa menimimalkan stres, meningkatkan kesehatan jantung, membantu mengontrol berat badan, dan melindungi diri dari berbagai penyakit. Apabila stres pada diri Sobat dapat diminimalkan, hal tersebut akan membantu Sobat tercegah dari berbagai penyakit yang mudah menyerang tubuh, termasuk virus Corona. Karena itu, berolahragalah karena olahraga juga dapat menciptakan perasaan senang dan bahagia.

    Baca Juga: Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Mengonsumsi Makanan yang Baik

    Mengonsumsi makanan yang baik dan menyehatkan juga menjadi salah satu faktor kekebalan tubuh dapat tercipta secara alami. Makanan yang baik itu seperti buah-buahan, sayur-sayuran, atau kacang-kacangan yang kaya akan nutrisi dan antioksidan, yang dapat memberikan kekuatan bagi tubuh Sobat untuk menangkal berbagai patogen berbahaya. Antioksidan dalam makanan ini juga dapat membantu mengurangi peradangan dengan memerangi senyawa tidak stabil atau radikal bebas yang dapat menyebabkan peradangan dalam kadar yang tinggi ketika menumpuk di dalam tubuh.

    Selain itu, Sobat juga perlu mengonsumsi makanan dengan lemak yang sehat seperti salmon dan minyak zaitun yang dapat meningkatkan respons kekebalan tubuh terhadap patogen dengan mengurangi inflamasi dalam tubuh. Makanan-makanan fermentasi yang mengandung bakteri baik atau probiotik seperti yogurt, asinan kubis, dan kimchi, juga baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Sobat. Karena penelitian menunjukkan bahwa jaringan bakteri usus yang berkembang dapat membantu sel-sel kekebalan tubuh menjadi dapat membedakan antara sel-sel normal yang sehat dan organisme penyerbu berbahaya.

    Tetap Terhidrasi

    Cara terakhir yang bisa Sobat lakukan untuk bisa mendapatkan kekebalan tubuh secara alami adalah Sobat tetap harus terhidrasi agar kebutuhan cairan dalam tubuh tetap terpenuhi. Karena dalam kondisi dehidrasi atau kekurangan cairan, Sobat dapat mengalami keluhan sakit kepala yang akan menghambat kinerja fisik, konsentrasi, suasana hati, pencernaan hingga fungsi jantung dan ginjal. Untuk mencegah dehidrasi, Sobat harus minum cukup cairan setiap hari, dan air yang dianjurkan adalah bebas kalori, zat adiktif, dan gula. Jadi, pilihan air yang tepat untuk hal ini adalah air putih.

    Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Imun untuk Lawan Corona

    Itulah hal-hal yang bisa dilakukan untuk dapat meningkatkan imunitas tubuh secara alami tanpa harus ke bioskop hanya untuk mendapatkan rasa senang dan bahagia. Sebab, bukan hal yang tepat untuk menonton film di bioskop saat pandemi virus Corona ini masih ada di sekitar kita. Apabila Sobat ingin informasi lebih lanjut mengenai imunitas tubuh yang baik dan produk-produk kesehatan imunitas tubuh, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Novika S. Tunggu Izin, Bioskop Siap Buka 10 September [Internet]. detikfinance. 2020 [cited 28 August 2020]. Available from: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5148081/tunggu-izin-bioskop-siap-buka-10-september
    2. Benarkan Menonton di Bioskop Bisa Meningkatkan Imunitas Tubuh? [Internet]. VOA Indonesia. 2020 [cited 28 August 2020]. Available from: https://www.voaindonesia.com/a/benarkan-menonton-di-bioskop-bisa-meningkatkan-imunitas-tubuh-/5560233.html
    3. (www.dw.com) D. Pemerintah Akan Izinkan Bioskop Dibuka Kembali di Tengah Pandemi | DW | 26.08.2020 [Internet]. DW.COM. 2020 [cited 28 August 2020]. Available from: https://www.dw.com/id/pemerintah-izinkan-buka-kembali-bioskop-saat-pandemi/a-54698531
    4. Media K. Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh, Tak Hanya Nonton di Bioskop Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 28 August 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/27/190200165/cara-meningkatkan-imunitas-tubuh-tak-hanya-nonton-di-bioskop?page=all
    5. Elmira P. 9 Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh Secara Alami [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 28 August 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4221534/9-cara-meningkatkan-imunitas-tubuh-secara-alami
    Read More
  • Event Webinar Penggalangan Dana Jejak Kebaikan: Kemampuan Komunikasi Efektif dan Penyaringan Berita Hoaks untuk Intervensi Perubahan Perilaku Masyarakat

    Berita hoaks merupakan salah satu berita yang bisa mengubah persepsi masyarakat terutama pada masyarakat Indonesia yang literasinya masih kurang seperti literasi kesehatan. Banyak sekali berita hoaks pada salah satu bidang penting ini apalagi di masa pandemi Corona. Banyak yang mengatakan bahwa Corona adalah semacam konspirasi global sehingga masih ada masyarakat yang enggan melakukan anjuran pemerintah mengenai protokol-protokol kesehatan.

    Atas dasar itulah, Jejak Kebaikan, sebuah organisasi masyarakat yang berfokus pada edukasi kesehatan bagi masyarakat menengah ke bawah, dan sudah mengadakan kegiatan sosial di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Timika, akan mengadakan sebuah webinar bertema “Heroes in us”. Webinar ini akan membahas  “Kemampuan Komunikasi Efektif dan Penyaringan Berita Hoaks untuk Intervensi Perubahan Perilaku Masyarakat”. Topik ini merupakan bagian dari edukasi kesehatan organisasi selama pandemi, dengan fokus pada Covid-19.

    Webinar akan diselenggarakan pada Sabtu, 29 Agustus 2020 pukul 09.00 hingga 11.35 WIB melalui Zoom, dan akan menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Andre Rahadian SH., LL.M, Ketua Tim Koordinator Relawan Satgas Penanganan Covid-19 dan Riang Rimbatmaja, Konsulyan C4D Unicef Indonesia.

    Apabila Sobat Sehat berminat berpartisipasi dalam webinar silakan mengakses link  pendaftaran di tinyurl.com/webinarjejak. Biaya pendaftarannya sebesar Rp.30.000 yang nantinya akan digunakan untuk kegiatan sosial Jejak Kebaikan di SMAN Raimanuk, Atambua, Belu, NTT, untuk membantu para guru dan siswa melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara produktif dan aman sesuai dengan protokol kesehatan.

    Biaya pendaftaran sudah termasuk sertifikat elektronik ber-SKP Atma Jaya dan ilmu komunikasi yang sangat berguna di masa yang akan datang. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Brigitte Leonie di http://wa.me/6281299082568 atau Prosehat sebagai media partner acara di 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Telemedisin adalah salah satu inovasi layanan kesehatan pada era digital yang dapat membantu pasien memanfaatkan waktu yang lebih efisien karena tidak harus datang ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan untuk berkonsultasi. Itu artinya telemedisin merupakan jawaban untuk kemudahan mengakses pelayanan. Kebutuhan akan telemedisin menjadi sangat penting terutama di era pandemi Covid-19. Kehadirannya dapat meminimalkan jumlah […]

    Event Webinar Kemkominfo-Kemenkes: Diskusi Publik Telemedisin untuk Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan Bersama Prosehat

    Telemedisin adalah salah satu inovasi layanan kesehatan pada era digital yang dapat membantu pasien memanfaatkan waktu yang lebih efisien karena tidak harus datang ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan untuk berkonsultasi. Itu artinya telemedisin merupakan jawaban untuk kemudahan mengakses pelayanan.

    Kebutuhan akan telemedisin menjadi sangat penting terutama di era pandemi Covid-19. Kehadirannya dapat meminimalkan jumlah penyebaran penderita terutama di Indonesia. Selain itu, penggunaan telemedisin dianggap bisa mengatasi sejumlah permasalahan kesehatan di Indonesia seperti persebaran tenaga kesehatan yang belum merata, masalah geografis, dan kurangnya fasilitas kesehatan di beberapa wilayah tertentu.

    Berangkat dari hal tersebut Kemenkominfo bersama dengan Kemenkes bekerja sama dengan IDI, ATENSI, dan Prosehat mengadakan Webinar Diskusi Publik dengan judul Telemedisin untuk Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan. Acara ini akan diadakan pada Sabtu, 22 Agustus 2020 pukul 10.00-12.00 WIB, dan akan disiarkan secara langsung melalui Zoom Kata Data Indonesia dan Youtube Kemkominfo TV.

    Acara rencananya akan dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G. Plate dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Acara akan dibagi dalam dua sesi. Sesi 1 bertemakan Inovasi Teknologi Kesehatan Mandiri. Sesi pertama ini akan diisi oleh 3 pembicara, yaitu Samuel Abrijani Pangerapan dari Kominfo yang menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika, Steve Aditya dari Deloitte Indonesia, dan Daniar Supriyadi dari Bahar Law Firm. Setelah itu, pada sesi 2 akan diisi oleh 4 pembicara, yaitu dr. Alexander Ginting dari Kemenkes yang menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Kesehatan, Prof. Dr. Budi Wiweko, Wakil Direktur Pengembangan Imeri FKUI, dr. Daeng Faqih, Ketua Umum IDI, dan terakhir, Prof. dr. Purnawan Junadi, MPH., Ph.D, Ketua ATENSI.

    Apabila Sobat Sehat tertarik mengikuti acara bermanfaat yang satu ini, silakan scan barcode untuk mendaftar atau klik http://tiny.cc/KominfoTelemedicine. Agar lebih mudah, silakan unduh terlebih dahulu aplikasi Zoom jika ingin berpartisipasi melalui gadget karena setelah mendaftar peserta akan mendapatkan email dan password untuk diskusi virtual ini.

    Read More
  • Penyebaran COVID-19 di perkantoran menjadi klaster baru penyebaran virus asal Wuhan tersebut di Indonesia, terutama di Jakarta.1 COVID-19 di tempat kerja meningkat saat Indonesia sudah melaksanakan fase New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru sejak 4 Juni 2020 lalu. AKB yang di Jakarta disebut sebagai PSBB Transisi ini malah menjadi fase yang justru kembali meningkatkan kasus COVID-19 […]

    Mengapa Terjadi COVID-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Penyebaran COVID-19 di perkantoran menjadi klaster baru penyebaran virus asal Wuhan tersebut di Indonesia, terutama di Jakarta.1 COVID-19 di tempat kerja meningkat saat Indonesia sudah melaksanakan fase New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru sejak 4 Juni 2020 lalu. AKB yang di Jakarta disebut sebagai PSBB Transisi ini malah menjadi fase yang justru kembali meningkatkan kasus COVID-19 sebanyak 10 kali lipat jika dibandingkan pada masa pemberlakuan PSBB dari Maret hingga Mei. Pemerintah sendiri menyatakan bahwa penyumbang terbaru kasus COVID-19 di Jakarta adalah dari perkantoran.2

    corona di perkantoran, corona di tempat kerja

    Total, terdapat 459 kasus COVID-19 yang terjadi di tempat kerja sampai dengan 29 Juli 2020. Kasus dengan jumlah tersebut tersebar di 90 klaster perkantoran, mulai dari kantor pemerintah hingga swasta. Dari 90 klaster, kebanyakan kasus malah terjadi di kantor-kantor pemerintah. Tercatat, terdapat 139 kasus di kementrian. Bahkan, Pemerintah Daerah DKI sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas kehidupan di Jakarta, juga tidak bisa terhindar dari kasus COVID-19. Sebanyak 141 kasus terdapat di lingkungan pemerintah provinsi.2

    Berikut ini adalah rincian klaster penyebaran COVID-19 di tempat kerja sampai 29 Juli 2020.2

    • Kementerian: 20 klaster, 139 kasus
    • Badan/lembaga: 10 klaster, 25 kasus
    • Kantor di lingkungan Pemda DKI: 34 klaster, 141 kasus
    • Kepolisian: 1 klaster, 4 kasus
    • BUMN: 8 klaster, 35 kasus
    • Swasta: 14 klaster, 92 kasus

    Meroketnya kembali kasus COVID-19 di Jakarta tentu saja mengkhawatirkan semua orang karena keadaan tersebut berpotensi mengembalikan keadaan seperti di awal datangnya virus asal Wuhan tersebut sehingga wacana akan melaksanakan kembali PSSB mengemuka sebagai salah satu cara menghentikan penyebaran virus secara massif.

    Lalu, mengapa bisa muncul penyebaran COVID-19 di tempat kerja? Apa saja penyebabnya? Yuk, Sobat Sehat, mari simak penjelasan di bawah ini supaya Sobat Sehat bisa tetap beraktivitas, namun tetap waspada.

    Baca Juga: Siapkan Diri Kembali Bekerja Setelah PSBB

    Penyebab Terjadinya COVID-19 di Perkantoran

    Tidak Mematuhi Protokol Kesehatan

    Ketika PSBB Transisi akan diberlakukan di Jakarta, Satgas COVID-19 meminta semua pihak yang hendak beraktivitas kembali untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah dianjurkan dan disepakati. Protokol itu antara lain memakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir selama 20 detik atau dengan hand sanitizer jika tidak air, dan melakukan physical distancing 1-2 meter di ruang kerja.3

    Melepas Masker

    Memakai masker sudah menjadi anjuran wajib bagi para pekerja yang ingin bekerja pada saat PSBB Transisi. Akan tetapi, masih banyak yang meremehkan penggunaan masker ini saat berada di lingkungan kantor, terutama ketika sedang makan di kantin kantor lalu makan saling berhadap-hadapan, dan tidak menyadari air liur yang keluar dari mulut saat bicara sebagai salah satu penyebab penyebaran virus Corona.4

    Ruangan Tidak Dibatasi

    Pedoman untuk tetap bekerja di masa New Normal sesuai anjuran WHO adalah kapasitas ruangan kerja harus dibatasi jumlahnya, supaya tidak terjadi penularan dengan menerapkan physical distancing. Apabila dalam ruangan tersebut biasa diisi 10 orang, harus dibatasi hingga 3 atau 5 orang. Namun, kenyataan yang terjadi adalah banyak perkantoran tidak menerapkan hal tersebut sehingga terjadilah penularan virus. Selain kapasitas ruangan yang harus dibatasi, banyak rapat yang tidak sesuai protokol, yaitu berlangsung melebihi setengah jam yang berpotensi memunculkan penderita baru.5

    Sirkulasi Udara Tertutup

    Penyebab terjadinya penyebaran COVID-19 di perkantoran lainnya adalah sirkulasi udara yang dibiarkan tertutup karena banyak perkantoran yang mengandalkan AC sebagai sirkulasi. Padahal, sirkulasi udara yang tertutup merupakan salah satu media penyebaran virus Corona secara airborne atau lintas udara.4

    Lupa Membersihkan Diri

    Penyebab terakhir mengapa penyebaran COVID-19 di tempat kerja meningkat adalah karena para pekerja lupa membersihkan diri ketika akan dan sudah pulang bekerja. Banyak yang lupa mencuci tangan dan ketika kembali ke rumah tidak melepas baju yang digunakan ke tempat cucian serta tidak membersihkan semua peralatan yang sudah digunakan.4

    Itulah beberapa penyebab umum terjadinya penyebaran COVID-19 di tempat kerja. Meski begitu, menurut Kepala Dinas Provinsi DKI Jakarta, Widiastuti, penularan Covid-19 bukan hanya terjadi di dalam kantor, namun juga bisa terjadi luar kantor atau permukiman.3 Supaya Sobat Sehat tetap dapat beraktivitas dengan aman dan sehat, dan terhindar dari virus Corona, berikut ini adalah cara-caranya:

    Cara Menghindari COVID-19 di Perkantoran

    Tetap Melaksanakan Protokol Kesehatan

    Protokol kesehatan untuk COVID-19 bagaimana pun tetap harus dilaksanakan supaya Sobat tidak tertular. Karena itu, Sobat diharapkan tetap rajin mencuci tangan, memakai masker, dan melakukan physical distancing. Sebelum memasuki kantor dan meninggalkan kantor, hendaklah mencuci tangan. Tak lupa untuk selalu dicek suhu tubuh saat akan memasuki tempat kerja.4

    Membawa Makanan dan Minuman Sendiri

    COVID-19 terjadi di tempat kerja juga karena adanya penumpukan para pekerja di kantin kantor. Penumpukan ini tentu saja menjadi salah satu media penyebaran virus, apalagi jika dalam penumpukan tidak ada penerapan physical distancing sama sekali. Cara terbaik untuk menghindarinya adalah Sobat membawa saja bekal makanan dan minuman dari rumah. Dengan begitu, Sobat tidak perlu antre saat di kantin.2

    Rapat Tidak Terlalu Lama

    Rapat di kantor pada satu ruangan juga menyebabkan virus Corona dapat menular cepat di perkantoran. Karena itu, disarankan tidak mengadakan rapat terlalu lama dan maksimal adalah 30 menit seperti yang direkomendasikan WHO.5

    Kapasitas Tidak Lebih dari 50%

    Supaya kantor tidak menjadi klaster penyebaran virus Corona, sebaiknya kapasitas yang dianjurkan adalah tidak melebihi 50%. Karena itu, diusahakan supaya kantor dapat mengatur jadwal masuk kerja bagi karyawannya.4

    Buat Sirkulasi Udara Terbuka

    Jika selama ini mengandalkan AC untuk sirkulasi udara dan tertutup, ada baiknya perkantoran mulai membuka jendela dan menyalakan kipas angin sebagai pengganti AC. Sirkulasi udara yang terbuka ini akan meminimalkan penyebaran virus Corona melalui udara.4

    Melaksanakan Shift

    Shift kerja bagi karyawan merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah penyebaran virus. Shift bisa dilakukan dengan mengatur kedatangan karyawan supaya mereka tidak datang secara bersamaan. Waktu pertama shift adalah pukul 08.00 dan kedua adalah pukul 10.00 sesuai jam masuk kantor, dan dilakukan dengan jeda kedatangan 1,5 sampai 2 jam.1

    Work from Home

    Work from home atau WFH juga merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan dalam mencegah penyebaran virus. WFH ini merupakan cara yang paling dianjurkan dan aman dilakukan sebab tidak ada perjumpaan fisik sama sekali. Karena itu, bagi perkantoran yang bisa melakukan WFH, lakukan!

    Rapid Test dan PCR Swab Rutin

    Cara terakhir yang bisa digunakan untuk menghindari COVID-19 di perkantoran adalah perlunya rapid test dan PCR swab secara rutin. Melalui dua metode ini, kantor bisa mengetahui para pegawainya yang positif atau negatif COVID-19. Untuk metode ini, kantor bisa memfasilitasi sendiri atau bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dalam pengadaan alat. Selain itu, kantor bisa bekerja sama dengan Prosehat yang juga mempunyai layanan rapid test  dan PCR swab.

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan PCR swab dan rapid test Prosehat ke rumah, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Media K. Pemerintah Sebut Perkantoran Jadi Klaster Baru Penyumbang Kasus Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/07/27/20462231/pemerintah-sebut-perkantoran-jadi-klaster-baru-penyumbang-kasus-covid-19?page=all
    2. Azizah K. 90 Perkantoran di DKI Jakarta Jadi Klaster Corona, Ini Rinciannya [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5112281/90-perkantoran-di-dki-jakarta-jadi-klaster-corona-ini-rinciannya
    3. Pemprov DKI Ungkap Alasan Perkantoran jadi Klaster Corona [Internet]. nasional. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200723234851-20-528383/pemprov-dki-ungkap-alasan-perkantoran-jadi-klaster-corona
    4. Mediatama G. Banyak kasus baru corona dari perkantoran, ini panduan aman selama di kantor [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/banyak-kasus-baru-corona-dari-perkantoran-ini-panduan-aman-selama-di-kantor?page=all
    5. Mediatama G. Ini cara mencegah penyebaran virus corona saat rapat di kantor [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/ini-cara-mencegah-penyebaran-virus-corona-saat-rapat-di-kantor
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja