Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Berita Terkini

Showing 31–40 of 114 results

  • Cuti bersama akhir tahun 2020 sudah di depan mata. Cuti yang jatuh pada bulan Desember tersebut tercatat mempunyai satu hari libur nasional dan lima hari cuti bersama. Aturan tersebut tertuang dalam SKB tiga menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB terbaru Nomor 391 Tahun 2020, Nomor 02 Tahun 2020, dan Nomor 02 Tahun […]

    Sebelum Cuti Bersama Akhir Tahun 2020, Perkuat Imunitas Tubuh

    Cuti bersama akhir tahun 2020 sudah di depan mata. Cuti yang jatuh pada bulan Desember tersebut tercatat mempunyai satu hari libur nasional dan lima hari cuti bersama. Aturan tersebut tertuang dalam SKB tiga menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB terbaru Nomor 391 Tahun 2020, Nomor 02 Tahun 2020, dan Nomor 02 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020. Adapun 1 hari libur nasional dan lima hari cuti itu sebagai berikut:

    • Tanggal 25 Desember 2020: libur nasional Hari Raya Natal
    • Tanggal 24 Desember 2020: cuti bersama Hari Raya Natal
    • Tanggal 28, 29, 30, dan 31 Desember: Cuti bersama untuk menggantikan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah yang dimundurkan karena pandemi Covid-19.

    Tentu saja dengan sudah diumumkannya cuti bersama Desember 2020 oleh pemerintah membuat Sobat Sehat ingin segera dan tidak sabaran melakukan liburan panjang di akhir tahun untuk bisa melepas penat setelah bekerja keras sepanjang tahun. Meski begitu, Sobat dianjurkan tetap untuk melaksanakan protokol-protokol kesehatan supaya tidak tertular dan kasus Covid-19 tidak meningkat. Dengan kata lain, Sobat harus tetap bijak dalam berlibur nantinya.

    cuti bersama akhir tahun 2020

    Baca Juga: Tips Liburan dengan Si Alergi Makanan

    Berikut adalah yang bisa Sobat lakukan saat liburan akhir tahun di tengah pandemi seperti di bawah ini:

    Disiplin dalam Menerapkan Protokol Kesehatan

    Protokol kesehatan yang ada bagaimana pun harus tetap dilaksanakan sehingga Sobat harus disiplin dalam menjalankannya. Sebab, bagaimana pun di Indonesia, tingkat penyebaran Covid-19 masih cukup tinggi terutama di Pulau Jawa. Karena itu, protokol-protokol kesehatan, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak harus benar-benar dilaksanakan, dan jangan dianggap remeh supaya tidak tertular virus.

    Pastikan Berlibur Hanya Bersama Keluarga Inti

    Jika Sobat ingin berlibur aman dan nyaman di tengah pandemi, pastikan bersama orang orang serumah atau keluarga inti. Yang perlu diingat adalah jangan membawa orang-orang berisiko untuk liburan seperti lansia, wanita hamil, dan anak-anak.

    Cari Tempat Wisata yang Menjalankan Protokol Kesehatan

    Hal ini penting supaya cuti bersama akhir tahun 2020 tidak menjadi bencana. Perhatikan apakah tempat tersebut menerapkannya terutama yang sifatnya dalam ruangan atau indoor yang potensinya sangat besar untuk menyebarkan virus. Jika tidak, sebaiknya jangan dikunjungi.

    Cari Tempat Wisata yang Tidak Ramai

    Hal ini juga penting supaya dapat meminimalkan penyebaran virus. Sebab, jika ramai potensi untuk melaksanakan jaga jarak tidak ada sama sekali.

    Produk Terkait: Rapid Test-PCR Swab

    Selain harus patuh pada protokol kesehatan, sebaiknya Sobat jika mengalami sakit hendaknya membatalkan liburan supaya tidak berisiko terkena virus. Karena itu, sobat harus sehat dan imun tubuh kuat. Supaya tidak terserang sakit saat hendak berlibur, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Sobat Sehat lakukan:

    Tips Tidak Terserang Sakit Saat Traveling

    Rajin Mencuci Tangan dan Hindari Menyentuh Area Wajah

    Cara ini terlihat simpel namun sangat efektif. Hal ini perlu Sobat lakukan supaya benar-benar terlindung dari penyakit saat bepergian karena selama bepergian Sobat akan selalu pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Di satu tempat yang Sobat singgahi itu sudah pasti Sobat akan memegang benda-benda yang bisa ada kuman dan bakteri yang hinggap. Cuci tangan selama 20-30 detik sesuai anjuran WHO. Jika di tempat tersebut tidak ada untuk mencuci tangan, bawalah hand sanitizer. Lakukanlah saat sebelum makan dan minum, sebelum tidur, setelah dari toilet, setelah bersin, dan setelah memegang barang di tempat umum. Jangan lupa juga untuk menghindari menyentuh area wajah karena kuman atau bakteri bisa mudah dengan masuk melalui, hidung, mata, mulut, dan telinga. Karena itu, usahakan cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh wajah.

    Konsumsi Vitamin

    Mengonsumsi vitamin sangatlah penting untuk liburan supaya daya tahan tubuh kuat dan tidak mudah terkena sakit. Sebab, traveling merupakan aktivitas yang bakal menuntut untuk terus berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya. Konsumsilah vitamin dalam bentuk suplemen serta dari sayur dan buah supaya perlindungan diri semakin efektif.

    Produk Terkait: Jual Suplemen, Vitamin, Multivitamin Lengkap

    Selalu Minum Air Putih

    Air putih meskipun sudah menjadi hal yang biasa dan selalu ada dalam kehidupan sehari-hari ternyata punya manfaat yang sangat penting bagi tubuh agar terhindar dari sakit. Saat melakukan aktivitas traveling pun air putih sangat dianjurkan karena mencegah diri dari dehidrasi yang jika dibiarkan akan berakibat fatal. Minumlah air putih sebanyak-banyaknya. Untuk air putih yang terbaik bisa dibawa saat dari rumah saat bepergian atau meminta kepada pihak penginapan jika air putih sudah habis. Sobat pun bisa membeli air putih dalam kemasan untuk berjaga-jaga seandainya air putih yang di-tap langsung dari keran kurang higenis.

    Konsumsi Makanan yang Sehat

    Mengonsumsi makanan yang sehat perlu selama traveling cuti bersama akhir tahun 2020 supaya Sobat terhindar dari sakit yang bisa mengacaukan jadwal liburan. Pilihlah makanan yang mengandung protein seperti sayur-sayuran dan buah-buahan serta minumlah air hangat untuk mencegah radang tenggorokan. Hindari mengonsumsi makanan di pinggir jalan yang kemungkinan besar kurang higienis. Bagi Sobat Sehat yang ingin wisata kuliner carilah tempat kuliner yang higienis dan terjaga kebersihannya.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Traveling

    Istirahat yang Cukup

    Istirahat yang cukup akan membantu Sobat tetap prima dan bugar saat traveling. Karena itu, jangan paksakan diri mengeksplorasi banyak tempat saat berlibur atau melakukan hal-hal yang kurang penting yang dapat menurunkan stamina Sobat.

    Sedia Obat-obatan

    Ini penting sekali menyediakan obat-obatan sebagai usaha untuk berjaga-jaga jika Sobat mendadak sakit. Karena itu, bawalah beberapa obat yang diperlukan seperti obat sakit kepala, obat maag, obat diare, dan jangan lupa juga minyak kayu putih.

    Jangan Telat Makan

    Usahakan untuk tetap makan teratur saat traveling supaya tidak tidak terkena penyakit lambung atau lainnya. Supaya tidak lupa, Sobat bisa mengatur sendiri waktu yang tepat untuk makan melalui pengingat di alat komunikasi seperti telepon genggam.

    Lakukan Vaksinasi

    Pepatah mengatakan: mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, daripada Sobat menderita sakit saat traveling yang sangat tidak enak rasanya, dan harus meminum obat serta menjalankan pantangan-pantangan yang akhirnya membuat Sobat tidak bebas, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan vaksinasi. Tindakan ini akan mencegah Sobat terkena penyakit-penyakit yang sering datang saat berjalan-jalan seperti Flu, Hepatitis, Kolera, Menigitis, dan Tifus. Namun dari semua itu yang terpenting adalah vaksin Flu untuk mencegah datangnya penyakit flu yang bersifat musiman. Rencanakan vaksinasi untuk liburan ini minimal 6 bulan sebelum keberangkatan mengingat ada vaksinasi yang dilakukan lebih dari 1 suntikan.

    Baca Juga: Vaksinasi Influenza untuk Keluarga Siap Liburan

    Nah, itulah Sobat mengenai cuti bersama akhir tahun 2020 beserta protokol kesehatan yang harus dilakukan serta tips mencegah sakit datang saat traveling dengan menguatkan imun tubuh salah satunya dengan vaksinasi. Untuk vaksinasi traveling terutama vaksinasi Flu, sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. SKB 3 Menteri: Daftar Libur Natal dan Cuti Bersama Desember 2020 – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://tirto.id/skb-3-menteri-daftar-libur-natal-dan-cuti-bersama-desember-2020-f63a
    2. detikcom T. Bersiap Liburan Akhir Tahun 2020? Catat Tanggalnya! [Internet]. detikTravel. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://travel.detik.com/travel-news/d-5247310/bersiap-liburan-akhir-tahun-2020-catat-tanggalnya
    3. Media K. Masih Rawan Covid-19, Bijak Manfaatkan Cuti Bersama Saat Libur Panjang Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/23/153200965/masih-rawan-covid-19-bijak-manfaatkan-cuti-bersama-saat-libur-panjang?page=all
    4. 2 Tips dan Cara Paling Ampuh Agar Tetap Sehat Saat Traveling [Internet]. Blog Antavaya. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://blog.antavaya.com/12-tips-dan-cara-paling-ampuh-agar-tetap-sehat-saat-traveling
    Read More
  • Seluruh dunia sepakat bahwa hingga saat ini Covid-19 merupakan sebuah pandemi. Bahkan, WHO sendiri juga sudah menegaskan dalam beberapa pertanyaan badan kesehatan dunia tersebut karena sifat Covid-19 yang terjadi secara global alias mewabah di seluruh dunia. Hingga hari ini tercatat sudah 52,6 juta kasus virus di seluruh dunia, dengan 34,1 juta sembuh dan 1,29 juta […]

    Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa itu Sindemi?

    Seluruh dunia sepakat bahwa hingga saat ini Covid-19 merupakan sebuah pandemi. Bahkan, WHO sendiri juga sudah menegaskan dalam beberapa pertanyaan badan kesehatan dunia tersebut karena sifat Covid-19 yang terjadi secara global alias mewabah di seluruh dunia. Hingga hari ini tercatat sudah 52,6 juta kasus virus di seluruh dunia, dengan 34,1 juta sembuh dan 1,29 juta meninggal. Untuk Indonesia sendiri sudah tercatat melebihi 450.000, yaitu 452.000l, dengan 382.000 sembuh dan 14.933 meninggal. Beberapa langkah juga sudah dilakukan seperti meminta masyarakat untuk melakukan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak sebanyak 1-2 meter kemudian melakukan tes-tes Corona seperti PCR swab dan rapid test. Tak hanya itu, beberapa negara pun juga sudah melakukan karantina wilayah atau lockdown dan menutup beberapa akses meskipun harus mengorbankan perekonomian yang juga terguncang akibat virus yang mewabah ini.

    sindemi

    Baca Juga: Mastubasi Dapat Menguatkan Imun Tubuh Hadapi Covid-19?

    Hasilnya, ada beberapa negara yang sukses, ada juga yang tidak. Jumlah penderita virus perlahan bisa dikurangi meskipun kemudian mengalami lonjakan kembali setelah ada pelonggaran. Harapan satu-satunya pun kini tertuju pada vaksin Covid-19 yang masih dalam pengembangan meskipun vaksin tidak serta-merta dengan cepat menghilangkan pandemi. Kini setelah Covid-19 sudah dinyatakan sebagai pandemi muncul lagi istilah untuk menyebut virus asal Wuhan tersebut sebagai sindemi. Tentu banyak Sobat Sehat yang bertanya-tanya apa itu sindemi?

    Pengertian Sindemi

    Sindemi adalah akronim yang berasal dari dua kata, yaitu sinergi dan pandemi. Artinya, penyakit seperti Covid-19 tidak boleh berdiri sendiri sebab pada kenyataannya di satu sisi ada Covid-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, dan di sisi lainnya ada serangkaian penyakit yang sudah diidap seseorang. Kedua elemen ini berinteraksi dalam konteks ketimpangan sosial yang mendalam.Istilah ini sendiri dimunculkan oleh Richard Horton, pemimpin redaksi jurnal ilmiah The Lancet pada 26 September 2020. Melalui sindemi ini, Horton hendak menunjukkan satu tingkat keseriusan yang lebih parah dari pandemi. Dengan demikian, para pemangku kebijakan perlu mengambil langkah yang lebih serius untuk menjaga kesehatan masyarakat.

    Komentar ini ia tulis tepat saat virus Covid-19 atau Corona merenggut 1 juta nyawa manusia di seluruh dunia. Horton juga menyatakan bahwa pendekatan yang diambil dalam penanganan virus memakai pendekatan yang terlalu sempit. Sebab, selama ini ia menilai semua intervensi hanya berfokus pada pemotongan laju penularan virus. Penanganan ini bahwa penanganan yang ada lebih berdasarkan pada pandangan bahwa Covid-19 sebagai penyakit menular. Sejarah ilmu pengetahuan epidemiologi selama berabad-abad menunjukkan bahwa memutus rantai penularan adalah cara yang tepat untuk mengatasi wabah penyakit menular.

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Ketimpangan sosial yang pernyataan Horton soal sindemi terlihat dari pernyataan PBB pada awal tahun 2020. PBB telah memperingatkan bahwa pandemi memiliki dampak yang tidak proporsional di antara populasi termiskin di dunia. Hal itu ditegaskan oleh Sekjen PBB, Antonio Guterres. Yang paling terdampak adaklah kelompok masyarakat paling rentan, orang yang hidup dalam kemiskinan, pekerja miskin, perempuan dan anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok marginal lainnya.

    Bukan Istilah Baru

    Sindemi bukanlah istilah baru dan sudah muncul pada dekade 90-an oleh seorang antropolog medis asal Amerika Serikat, Merill Singer. Istilah ini dicetuskannya untuk menyebiut kondisi ketika dua penyakit atau lebih berinteraksi sedemikian rupa sehingga menyebablan kerusakan yang lebih besar ketimbang dampak dari masing-masing penyakit tersebut. Dampak dari interaksi ini juga difasilitasi oleh kondisi sosial dan lingkungan yang tidak bisa dijelaskan dapat menyatukan kedua penyakit atau membuat populasi menjadi lebih rentan terhadap dampaknya. Istilah ini muncul saat Singer dan koleganya sedang meneliti penggunaan narkoba di komunitas berpenghasilan rendah di AS. Ia dan koleganya menemukan bahwa banyak masyarakat yang menggunakan narkoba menderita sejumlah penyakit seperti TBC dan penyakit menular seksual. Kesimpulan dari penelitian bahwa dalam beberapa kasus kombinasi penyakit memperkuat dampak dan kerusakan yang dialami penderita.

    Cara Penanganan

    Mengenai sindemi ini beberapa ahli seperti Tiff-Annie Kenny dari Laval University di Kanada menyarankan hal yang sama seperti Norton, yaitu mengganti pendekatan epidemiologi klasik mengenai risiko penularan Covid-19 dengan pendekatan dalam konteks sosial. Hal lainnya, menurut Merill Singer adalah mengatasi faktor struktural yang mempersulit masyarakat miskin untuk mengakses layanan kesehatan atau mengonsumsi makanan yang memadai. Perubahan strategi ini diperlukan untuk menghadapi pandemi di masa depan sebagai akibat tindakan manusia yang selalu melampaui batas yang menyebabkan beberapa hal negatif seperti perubahan iklim dan deforestasi. Hal ini perlu supaya pengobatan atau pencegahan terhadap Covid-19 benar-benar berjalan efektif.

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid1-19, Mulai dari Suspek hingga Kematian

    Nah, itulah Sobat Sehat mengenai sindemi, istilah yang baru-baru ini diluncurkan untuk menyebut Covid-19 yang masih mewabah. Yuk, Sobat, tetap jaga diri dari Covid-19 dengan menerapkan 3M, menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat, serta jangan lupa untuk PCR-swab dan rapid test di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19: Dulu Pandemi Kini Jadi Sindemi, Apa Itu? [Internet]. kumparan. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparansains/covid-19-dulu-pandemi-kini-jadi-sindemi-apa-itu-1uZnXdKkJNo
    2. Media K. Ilmuwan Sebut Covid-19 Bukan Lagi Pandemi, tetapi Sindemi, Apa Itu? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/11/12/180200023/ilmuwan-sebut-covid-19-bukan-lagi-pandemi-tetapi-sindemi-apa-itu?page=all
    3. Indonesia B. Sejumlah Ilmuwan Sebut COVID-19 Bukan Pandemi Tapi Sindemi, Maksudnya? [Internet]. detiknews. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://news.detik.com/bbc-world/d-5251747/sejumlah-ilmuwan-sebut-covid-19-bukan-pandemi-tapi-sindemi-maksudnya
    Read More
  • Ternyata hanya 47% orang Indonesia yang mampu menjaga jarak selama masa pandemi Corona. Jumlah ini kalah dari 72% mencuci tangan memakai sabun untuk mencegah virus, dan dianggap sebagai hal paling efektif serta pemakaian masker sebanyak 71%. Itulah yang terlihat pada survei yang dilakukan oleh AC Nielsen dan Unicef untuk mendeteksi sejauh mana kesadaran masyarakat mengenai […]

    Survei AC Nielsen-Unicef: Hanya 47% Orang Indonesia yang Mau Jaga Jarak

    Ternyata hanya 47% orang Indonesia yang mampu menjaga jarak selama masa pandemi Corona. Jumlah ini kalah dari 72% mencuci tangan memakai sabun untuk mencegah virus, dan dianggap sebagai hal paling efektif serta pemakaian masker sebanyak 71%. Itulah yang terlihat pada survei yang dilakukan oleh AC Nielsen dan Unicef untuk mendeteksi sejauh mana kesadaran masyarakat mengenai Covid-19 yang sudah hampir 8 bulan melanda Indonesia. Survei ini diadakan di 6 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, dan Makassar, yang merupakan kota-kota besar dan padat di Indonesia terutama Jakarta dan sekitarnya atau Jabodetabek. Survei diadakan pada September-Oktober dengan responden pada kisaran umur 15-65 tahun, dan berjumlah 2.000 orang.

    survei AC Nielsen-Unicef

    Baca Juga: Social Distancing, Pentingnya Jaga Jarak 5 Langkah

    Hasil ini menunjukkan bahwa orang Indonesia masih mempunyai kesadaran yang rendah untuk menjaga jarak padahal hal tersebut salah satu hal terpenting selain mencuci tangan dan memakai masker, dan termasuk dalam 3 M. Rendahnya kesadaran untuk jaga jarak ini disebabkan oleh banyak hal. Sebanyak 40% tidak bisa menjaga jarak karena merasa tidak enak dengan orang lain untuk menjaga jarak, 36% menilai tidak bisa jaga jarak dikarenakan orang lain yang mendekat, dan 25% beranggapan bahwa semua orang memang tidak bisa menjaga jarak sama sekali. Hal-hal lainnya yang diungkapkan dalam survei ini adalah kesalahan dalam menilai bahwa orang yang terlihat sehat bisa dianggap tidak menyebarkan virus sama sekali sehingga membuat kesadaran yang rendah sama sekali mengenai pentingnya jaga jarak. Padahal, orang yang terlihat sehat kemungkinan besar adalah suspek terkena Corona. Selain itu, pengaruh religius terutama dalam beribadah juga menjadi faktor kurangnya jaga jarak (2%), lupa (25%) dan 14% lainnya tidak mempercayai keberadaan Corona sehingga tidak perlu jaga jarak.

    Produk Terkait: PCR Swab-Rapid Test

    Survei ini juga mengungkapkan mengapa masyarakat sering kali tidak memakai masker saat keluar rumah padahal persentase kesadaran masyarakat mengenai pencegahan efektif melalui masker beda-beda tipis dengan mencuci tangan memakai sabun. Sebanyak 53.7% menyatakan lupa memakai diikuti dengan 14.8% yang menyatakan masih bisa terhindar dan waspada terhadap virus walaupun tidak memakai masker, dan 13.9% menyatakan merasa berat dalam bernapas saat memakai masker ketika beraktivitas. Hal-hal inilah yang membuat masyarakat abai dalam melakukan protokol kesehatan Covid-19 padahal masker merupakan cara alami untuk mencegah penularan sebelum adanya vaksinasi.

    Baca Juga: Kenali Apa dan Bagaimana Rapid Test Corona

    Kemudian pengetahuan masyarakat Indonesia juga masih sedikit mengenai transmisi penyebaran virus. Hanya 10% yang mengetahui secara lengkap penyebaran Covid-19. Jumlah ini tentu saja kalah besar jika dibandingkan 79% orang yang mengetahui transmisi tetapi hanya secara parsial, dan 11% sisanya bahkan tidak tahu sama sekali. Persentase yang mengetahui bahwa virus dapat menyebar lewat udara atau airborne hanya 5% yang mengetahui secara utuh. Fakta ini dilanjutkan dengan 71% yang tahu bahwa Corona bisa menyebar lewat batuk dan bersin, 31% yang tahu Corona menyebar melalui droplet, dan 36.7% percaya lewat menghirup virus secara langsung. Survei juga menyoroti bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia kebanyakan mendapatkan informasi terpercaya mengenai Corona dari televisi, 85% dan 22% dari internet. Meski begitu sebanyak 30% responden juga terkena informasi yang bersifat hoaks yang tentu saja akan sangat mempengaruhi kesadaran dalam menghadapi pandemi.

    Hasil survei semakin menegaskan dan memberikan gambaran bahwa kesadaran masih terlihat kurang dalam diri masyarakat Indonesia dalam menghadapi Corona yang ditunjukkan dengan tidak mau menjaga jarak, tidak mau memakai masker saat keluar rumah, salah persepsi terhadap suspek Corona, serta kurangnya pengetahuan terhadap transmisi penyebaran virus. Hal ini yang tentu saja berkontribusi terhadap penyebaran virus Corona yang semakin massif dari hari ke hari. Hingga Senin, 16 November 2020, berjumlah penderita telah mencapai angka 467.113 orang, dengan perincian 391.911 sembuh dan 15.211 orang meninggal. Bukan tidak mungkin angka ini akan bisa bertambah hingga 450.000 dan 500.000.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Survei AC Nielsen dan Unicef ini menunjukkan ironi masyarakat Indonesia yang sebanyak 70% menganggap bahwa virus Corona adalah hal yang menakutkan, menular, mematikan, dan berbahaya tetapi dalam pelaksanaan pencegahan virus hanya sedikit yang benar-benar bisa melaksanakan protokol kesehatan. Nah, Sobat Sehat diharapkan tetap melaksanakan protokol kesehatan melalui 3M dengan benar. Jangan lupa untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta lakukan PCR Swab dan rapid test jika hendak bepergian, baik untuk berlibur atau berbisnis. Namun jika tidak ada keperluan yang mendesak sebaiknya di rumah saja.

    Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sobat Ketahui Virus Covid 19

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Analysis_COVID_19_UNICEF_NIELSEN’_OMNIBUS_SURVEY_FINAL_vn.pdf. 2020. AC Nielsen-UNICEF; 2020.
    2. Mahfud MD: Vaksin Alami yang Ada Sekarang Adalah Pakai Masker [Internet]. kumparan. 2020 [cited 9 November 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/mahfud-md-vaksin-alami-yang-ada-sekarang-adalah-pakai-masker-1uDXBbLkMQS
    3. UPDATE Sebaran Virus Corona Indonesia Minggu (15/11/2020): DKI Catat 1.165 Kasus Baru & Jateng 1.017 – Tribun Ternate [Internet]. Tribun Ternate. 2020 [cited 16 November 2020]. Available from: https://ternate.tribunnews.com/2020/11/15/update-sebaran-virus-corona-indonesia-minggu-15112020-dki-catat-1165-kasus-baru-jateng-1017
    Read More
  • Dunia sedang bereuforia karena salah satu calon vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNtech dilaporkan memiliki efektivitas sebesar 90% dari hasil uji klinis ketiga. Euforia ini disambut hangat dan positif pada perdagangan saham di beberapa negara termasuk di Indonesia pada indeks harga saham gabungan (IHSG) sebab efektivitas tersebut akan berdampak kuat pada perekonomian yang […]

    Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Corona Berakhir?

    Dunia sedang bereuforia karena salah satu calon vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNtech dilaporkan memiliki efektivitas sebesar 90% dari hasil uji klinis ketiga. Euforia ini disambut hangat dan positif pada perdagangan saham di beberapa negara termasuk di Indonesia pada indeks harga saham gabungan (IHSG) sebab efektivitas tersebut akan berdampak kuat pada perekonomian yang selama ini terdampak keras akibat Covid-19 sejak melanda Tanah Air Maret 2020. Efektivitas vaksin Pfizer ini juga didukung oleh keyakinan kuat Bill Gates sebagai pemberi donasi terkuat untuk pendanaan vaksin. Sebelumnya, pada September 2020, sang pendiri Microsoft juga sudah menyatakan bahwa vaksin Corona yang paling ampuh adalah buatan Pfizer. Dikabarkan, seperti dilansir dari CNBC Indonesia, vaksin ini akan diproduksi dalam beberapa pekan ke depan karena harus menunggu persetujuan dari otoritas kesehatan setempat sebelum nanti mulai didistribusikan massal pada 2021.

    vaksin covid 19

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Selain Pfizer, vaksin lainnya yang juga siap ke pasaran adalah buatan AstraZeneca yang bekerja sama dengan Universitas Oxford. Vaksin ini rencananya akan dipasarkan pada akhir Desember dan vaksinasi mulai Januari 2021. Selanjutnya ada Moderna yang menurut rencana akan dipasarkan mulai Maret 2021. Lalu bagaimana dengan vaksin Sinovac yang digadang-gadang akan mulai juga diedarkan pada minggu ketiga Desember 2020? Setelah melalui uji klinis ketiga dan dianggap aman serta lolos uji oleh Satgas Covid-19, rencananya vaksin akan mulai dipasarkan pada akhir Januari 2021 apabila pemerintah ingin memakai emergency use authorization setelah mendapat laporan hasil vaksin pada bulan yang sama. Seperti dilansir dari IDN Times, vaksin Sinovac yang akan diberikan pada publik di bulan Desember bukanlah vaksin uji klinis, melainkan vaksin siap edar yang diimpor langsung dari Cina. Keinginan Indonesia memakai Sinovac tampaknya tidak terpengaruh meskipun Sinovac mendapat hasil negatif di Brasil karena ada relawan yang meninggal sehingga dihentikan oleh otoritas setempat, dan didukung langsung oleh Presiden Jair Bolsonaro.

    Baca Juga: Kenali Avigan dan Klorokuin, Obat yang Disiapakan Jokowi untuk Covid-19

    Dengan persiapan calon vaksin tersebut muncul optimisme pada masyarakat dunia bahwa virus Corona akan segera bisa diatasi, dan pandemi akan berlalu sehingga kehidupan akan kembali normal seperti sebelum pandemi. Namun apakah demikian?

    Profesor Wiku Adisasmito selaku juru bicara Satgas Covid-19 menyatakan meskipun vaksin sudah ada dan tersedia terutama dari Sinovac, bukan berarti pandemi segera berakhir. Masyarakat pun tetap diminta untuk menjalankan 3M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak di keramaian. Hal ini, Profesor Wiku mengatakan, untuk menghindari hal yang belum bisa diprediksi sebab semua negara masih dalam tahap memelajari cara mencegah penyebaran virus yang efektif. Dapat disimpulkan bahwa vaksin bukanlah cara satu-satunya untuk mencegah penularan. Hal senada diungkapkan oleh pakar kesehatan AS, Paul Offit yang menyatakan bahwa vaksinasi akan efektif jika dilakukan bersama dengan tindakan higienis sebagai pencegahan. Hal tersebut membutuhkan proses yang tidak sebentar. Hal itu karena perlunya distribusi vaksin yang membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sehingga prosesnya panjang, dan kalaupun sudah ada masyarakat yang bisa divaksinasi, perlindungan tidak langsung terjadi saat itu juga.

    Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sobat Ketahui Tentang Covid-19

    Dari gambaran di atas itu bisa terlihat bahwa pandemi Corona tidak akan berakhir secara instan meskipun vaksin sudah tersedia. Meskipun pandemik ini sudah dapat dikalahkan, virus lainnya yang dapat menginfeksi tidak serta merta hilang.  Virus lainnya seperti yaitu Influenza, Campak, Pneumonia, Hepatitis, Meningitis, MERS, SARS,  Flu Burung, dan Flu Babi tetap dapat menginfeksi. Cara terbaik adalah melakukan vaksinasi untuk pencegahan sebagai respons terhadap penyakit yang dihasilkan oleh daya tahan tubuh yang sudah ditingkatkan. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang mengasosiasikan vaksinasi dengan pengobatan bukan sebagai pencegahan. Akibatnya, masyarakat berharap besar akan kesembuhan terhadap vaksin sedangkan vaksin hanya sebagai upaya pencegahan.

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Karena itu, seperti dilansir dari Kompas.com, mengasosikan ketersediaan vaksin dengan akhir pandemi sangatlah tidak tepat sebab vaksinasi hanyalah salah satu cara pencegahan sehingga harus dibarengi dengan tindakan-tindakan higienis supaya lebih efektif. Tindakan pengetesan seperti PCR dan rapid test juga tetap diperlukan sebagai salah satu pencegahan yang dapat dilakukan. Untuk PCR-rapid test ini Sobat dapat melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan ke rumah. Tak hanya itu, Prosehat juga menyediakan layanan vaksinasi ke rumah terutama vaksinasi flu yang sangat penting di masa pandemi karena ternyata vaksinasi influenza dapat mencegah terjadinya ko-infeksi dan mengurangi infeksi keparahan Covid-19. Layanan vaksinasi ke rumah ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Vaksin Corona Pfizer Diklaim Tunjukkan Hasil Positif, Bagaimana Perkembangan Vaksin Lainnya? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/11/070100265/vaksin-corona-pfizer-diklaim-tunjukkan-hasil-positif-bagaimana-perkembangan?page=all
    2. Kristo F. Bill Gates Sudah Ramal Keampuhan Vaksin Corona Pfizer [Internet]. detikinet. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://inet.detik.com/cyberlife/d-5248912/bill-gates-sudah-ramal-keampuhan-vaksin-corona-pfizer
    3. Indonesia C. Vaksin Pfizer Diprediksi Topang Gerak IHSG [Internet]. ekonomi. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201111061700-92-568336/vaksin-pfizer-diprediksi-topang-gerak-ihsg
    4. Franedya R. Bye Corona! Vaksin Covid-19 Moderna Siap Dijual Maret 2021 [Internet]. tech. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20201001062455-37-190751/bye-corona-vaksin-covid-19-moderna-siap-dijual-maret-2021
    5. [Internet]. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.idntimes.com/news/world/santi-dewi/vaksin-sinovac-di-brasil-disetop-uji-klinis-di-indonesia-tetap-jalan/3
    6. Satgas Pastikan Vaksin Covid-19 di Indonesia Aman & Lolos Uji – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://tirto.id/satgas-pastikan-vaksin-covid-19-di-indonesia-aman-lolos-uji-f6Nd
    7. Meski Vaksin Covid-19 Ditemukan, Belum Menjamin Pandemi Berakhir [Internet]. Harapan Rakyat Online. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.harapanrakyat.com/2020/10/vaksin-covid-19-ditemukan/
    8. Media K. Setelah Vaksin dan Obat Covid-19 Tersedia, Akankah Semua Kembali Normal? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/09/070000165/setelah-vaksin-dan-obat-covid-19-tersedia-akankah-semua-kembali-normal-?page=all
    9. Ahli : Suatu Saat, Pandemi Corona Akan Berakhir sebagai Flu Biasa | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200926/106/1297025/ahli-suatu-saat-pandemi-corona-akan-berakhir-sebagai-flu-biasa
    10. Warning WHO! Vaksin Bukan Obat Covid-19 – suaramerdeka.com [Internet]. Suaramerdeka.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.suaramerdeka.com/news/nasional/244028-warning-who-vaksin-bukan-obat-covid-19
    11. Media K. AstraZeneca Pastikan Vaksin Corona Siap Digunakan pada Desember Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/08/190200765/astrazeneca-pastikan-vaksin-corona-siap-digunakan-pada-desember?page=all
    12. TV C. Vaksin Pfizer Akan Diproduksi Dalam Beberapa Pekan Lagi [Internet]. news. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20201110184807-8-200838/vaksin-pfizer-akan-diproduksi-dalam-beberapa-pekan-lagi
    Read More
  • Setiap tahun pada tanggal 12 November Hari Kesehatan Nasional akan selalu diperingati sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia beserta pencapaiannya. Tidak seperti HKN tahun-tahun sebelumnya, HKN ke-56 ini cukup berbeda karena diperingati di tengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah sehingga cara memperingatinya pun dilakukan secara virtual. Hari Kesehatan Nasional sendiri mulai diperingati […]

    Hari Kesehatan Nasional 2020: Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat

    Setiap tahun pada tanggal 12 November Hari Kesehatan Nasional akan selalu diperingati sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia beserta pencapaiannya. Tidak seperti HKN tahun-tahun sebelumnya, HKN ke-56 ini cukup berbeda karena diperingati di tengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah sehingga cara memperingatinya pun dilakukan secara virtual. Hari Kesehatan Nasional sendiri mulai diperingati di Indonesia sejak 1959. Awal mulanya adalah upaya pemberantasan penyakit Malaria di Indonesia yang mewabah pada dekade 1950-an. Upaya pemberantasan penyakit yang merenggut banyak korban jiwa di Indonesia kala itu membuat pemerintah yang dipimpin Presiden Soekarno segera membentuk Dinas Pembasmian Malaria pada tanggal 12 November 1959, dengan melakukan penyemprotan secara simbolis di Desa Kalasan, Yogyakarta.

    Hari Kesehatan Nasional 2020

    Baca Juga: Dampak Covid-19 Pada Kesehatan Karyawan

    Tema

    Hari Kesehatan Nasional ke-56 mengambil tema “Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat”. Tema ini sendiri sangat berhubungan dengan situasi dan kondisi yang sedang dialami oleh Indonesia saat ini, yaitu pandemi global Covid-19 yang melanda Tanah Air sejak Maret 2020. Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, mengatakan bahwa HKN 2020 ini adalah momentum untuk semua orang Indonesia agar tetap bersyukur meskipun Indonesia sedang dilanda pandemi dan sebagai pengingat bahwa kesehatan itu penting dan nomor satu. Tema yang diusung juga berhubungan dengan upaya untuk membangun masyarakat yang produktif namun tetap aman dan terhindari dari Covid-19 di era Adaptasi Kebiasaan Baru atau New Normal.

    Sub-Tema

    Selain tema juga terdapat sub-tema yang diusung, yaitu “Jaga Diri, Keluarga dan Masyarakat, Selamatkan Bangsa dari Pandemi Covid-19. Pada sub-tema ini, Menteri Terawan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dan tenaga kesehatan untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari terpapar Covid-19. Sebab, upaya pemerintah sekuat apa pun tidak akan cukup efektif jika tidak didukung oleh masyarakat. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid-19, Mulai dari Suspek hingga Kematian

    Tujuan

    HKN ke-56 ini tentu saja diperingati untuk menyatukan tekad dalam mewujudkan Indonesia semakin sehat dan semangat memperjuanhgkan ketahanan kesehatan Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

    Makna Logo

    Pada peringatan HKN 2020 ini, Kemenkes membuat sebuah logo dengan visual berbentuk angka 56 sebagai bentuk peringatan 56 tahun Hari Kesehatan Nasional tahun ini. Logo menggambarkan kebersamaan, saling bergenggaman. Hal ini sesuai dengan tema dan sub-tema yang diusung bahwa derajat kesehatan masyarakat akan terwujud apabila seluruh komponen turut serta dalam upaya menuju kesehatan yang berkualitas. Garis hitam pada logo menggambarkan kebersamaan, saling bergenggaman untuk kesehatan yang akan pulih. Selain itu, terdapat 3 lingkaran yang mengingatkan pada 3 kampanye nasional, yaitu:

    • Ayo pakai masker
    • Ayo menjaga jarak, hindari kerumunan
    • Ayo rajin cuci tangan pakai sabun

    Cara Memperingati Hari Kesehatan Nasional 2020

    Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, cara memperingati HKN 2020 dapat dilakukan sebagai berikut:

    Tepuk Tangan 56 Detik

    Tepuk tangan 56 detik ini ditujukan sebagai apresiasi untuk para tenaga kesehatan yang telah berjuang sekuat tenaga dalam menangani Covid-19. Tidak jarang banyak dari mereka yang kemudian gugur. Tepuk tangan 56 detik ini dimulai pada pukul 12.00 untuk kemudian bisa dibagikan melalui postingan di media sosial melalui foto dan video dengan tagar berikut:

    #Gerakan56DETIK
    #HKN56
    #TerimaKasihNakes
    #SatuKertasCegahCovid19
    #BersatuMelawanCovid19
    #SehatNegeriku

    Serta tidak lupa untuk menge-tag Instagram, Youtube, Facebook, dan Twitter Direktorat Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan.

    Upacara Virtual

    Upara virtual pada HKN 2020 akan melibatkan peserta dari seluruh Indonesia (UPT dan dinkes provinsi). Upacara virtual ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah peringatan HKN.

    Mengenang Para Pahlawan Kesehatan

    Acara mengenang ini akan dilakukan dengan cara mengheningkan cipta dan doa bersama melalui Zoom dan live streaming. Kemudian akan ada pembunyian klakson atau sirine mobil secara bersama-sama di seluruh Indonesia pada pukul 10.00.

    Jambore Kesehatan

    Jambore juga akan dilakukan secara virtual yang diikuti oleh seluruh tenaga kesehatan. Bentuk kegiatannya berupa seminar selama satu hari.

    Pengabdian Masyarakat

    Melayani masyarakat lewat pelayanan berupa deteksi Covid-19, penyakit todak menular,  Hepatitis, dan kesehatan jiwa, bakti 3M dengan menyebarkan masker kepada masyarakat da menyerahkan sarana tempat cuci tangan pada tempat-tempat tertentu, aksi-aksi bersih di tempat umum dan senam bersama.

    Seminar dan Wisata Ilmiah

    Yaitu, seminar sehari yang dilaksanakan melalui pertemuan virtual dan ditujukan sebagai media untuk menyampaikan informasi kajian kesehatan masyarakat yang telah dilaksanakan oleh Kemenkes berkaitan dengan pencegahan Covid-19 dengan perilaku 3M. Seminar ini akan menghadirkan para pakar sebagai pembicara dan akan menjadi forum interaksi yang melibatkan sejumlah peserta dari berbagai komponena masyarakat di Indonesia.

    Baca Juga: BNPB Bekerja Sama dengan Prosehat untuk Dukung Isolasi Mandiri

    Unjuk Kreasi Bidang Kesehatan Virtual

    Ini adalah acara untuk menampilkan berbagai upaya inovatif di bidang kesehatan terutama menjalankan program di tengah-tengah pandemi. Dilaksanakan secara virtual, unjuk kreasi akan diikuti oleh semua unit utama Kemenkes, UPT Kemenkes, dan 34 dinkes provinsi, dan akan dilombakan bedasarkan jenis kategori. Seluruh peserta diwajibkan menampilkan kreasi bidang kesehatan dalam bentuk video maksimal 5 menit yang akan disiarkan ke seluruh Indonesia.

    Lomba-lomba dan Olahraga

    Penyelenggaraan lomba berbagai cabang olahraga dan keterampilan dalam rangka memeriahkan HKN 2020 di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan ini sangat istimewa karena menggunakan platform media sosial untuk menggunggah video atau foto hasil capaian para peserta lomba. Peserta lomba merupakan pegawai kesehatan mulai dari pusat, rumah sakit hingga puskesmas di seluruh Indonesia. Beberapa lomba juga terbuka untuk masyarakat.

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya!

    Itulah Sobat mengenai Hari Kesehatan Nasional 2020 yang bisa tetap Sobat peringati secara virtual karena Covid-19. Supaya tujuan kesehatan tercapai secara maksimal sesuai dengan tema HKN ke-56, Sobat bisa memercayakan kepada Prosehat sebagai sahabat kesehatan untuk konsultasi kesehatan, membeli produk-produk kesehatan yang diinginkan, dan mengetahui informasi seputar kesehatan melalui artikel, media sosial, dan video. Untuk informasi lebih lanjut, Sobat bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Hari Kesehatan Nasional 2020: Tema, Makna, Arti & Cara Memperingati – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 12 November 2020]. Available from: https://tirto.id/hari-kesehatan-nasional-2020-tema-makna-arti-cara-memperingati-f6TK
    2. Makna, Tema dan Logo Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 Tahun 2020 – Tribun Jogja [Internet]. Tribun Jogja. 2020 [cited 12 November 2020]. Available from: https://jogja.tribunnews.com/2020/11/12/makna-tema-dan-logo-peringatan-hari-kesehatan-nasional-hkn-ke-56-tahun-2020
    3. yuk, ketahui tentang peringatan hari kesehatan nasional [Internet]. Lifebuoy.co.id. 2020 [cited 12 November 2020]. Available from: https://www.lifebuoy.co.id/misi/mengenal-lebih-jauh-peringatan-tahunan-hari-kesehatan-nasional.html
    4. Tepuk Tangan 56 Detik Sebagai Apresiasi Kepada Pejuang Pencegahan Covid-19 [Internet]. Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2020 [cited 12 November 2020]. Available from: https://promkes.kemkes.go.id/tepuk-tangan-56-detik-sebagai-apresiasi-kepada-pejuang-pencegahan-covid-19
    Read More
  • Wanita tidak bisa dilepaskan dari kecantikan karena kecantikan sendiri merupakan daya tarik kaum hawa terutama terhadap lawan jenis. Dari kecantikan terciptalah kekaguman, baik dari dalam maupun luar. Tentu saja karena kecantikan merupakan hal yang identik dan wajib bagi seorang wanita agar terpancar aura yang sesungguhnya, banyak wanita yang berupaya menjaga kecantikan pada dirinya sendiri melalui […]

    Webinar Prosehat 4 November 2020 Menghadirkan dr. Sonia Wibisono Sebagai Pembicara

    Wanita tidak bisa dilepaskan dari kecantikan karena kecantikan sendiri merupakan daya tarik kaum hawa terutama terhadap lawan jenis. Dari kecantikan terciptalah kekaguman, baik dari dalam maupun luar. Tentu saja karena kecantikan merupakan hal yang identik dan wajib bagi seorang wanita agar terpancar aura yang sesungguhnya, banyak wanita yang berupaya menjaga kecantikan pada dirinya sendiri melalui beberapa perawatan-perawatan, baik secara intensif maupun berkala. Menjadi nilai plus jika kecantikan itu bisa bersifat abadi, baik secara luar maupun dalam.

    Lalu bagaimanakah menjaga kecantikan dan kesehatan kulit kala pandemi Corona? Tentunya ini menjadi pertanyaan bagi Sobat Sehat yang ingin selalu menjaga kecantikan dan kesehatan kulit tentunya. Karena masa pandemi Corona semua menjadi terbatasi, dan harus di rumah saja demi mencegah penyebaran virus secara massif. Akhirnya, banyak yang tidak lagi ke salon atau klinik kecantikan seperti biasanya karena ada perasaan waspada tertular. Hal itu tentu saja membuat kulit dan wajah yang selama ini sering dirawat menjadi berubah, dari halus menjadi kasar, dan dari terang menjadi kusam. Padahal, perawatan kulit dan wajah itu perlu meskipun dalam masa pandemi sekalipun. Lalu bagaimana tipsnya supaya kecantikan dan kesehatan kulit dan wajah tetap terjaga meskipun di masa pandemi?

    Berangkat dari hal itulah Prosehat akan mengadakan webinar dengan tema tersebut, dan berjudul “Tips Jaga Kesehatan dan Kecantikan Perempuan Indonesia Selama Pandemi”. Webinar ini akan diadakan pada Rabu, 4 November 2020 pukul 16.30-18.00 WIB. Pembicara pada webinar ada dua, yaitu dr. Jeffri Alloys Gunawan, Sp.PD,CHt, yang sudah sering menjadi pembicara di webinar-webinar Prosehat, dan dr. Sonia Wibisono, dokter yang sudah begitu terkenal oleh khalayak se-Indonesia karena sering muncul menghiasi acara-acara di televisi. Webinar ini sendiri akan dimoderatori oleh dr. Rosa Widian.

    Sekilas Profil dr. Sonia Wibisono

    webinar Prosehat 4 November 2020

    Sonia Wibisono adalah seorang dokter yang terkenal sebagai dokter di bidang kecantikan juga bintang iklan. Perempuan kelahiran Jakarta, 11 Oktober 1977 ini sering membawa beberapa acara di televisi seperti Dokter TV, Godain, Your Health, dan Selamat Pagi. Selain itu, dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia  ini membintangi beberapa iklan yang tidak sebatas pada kesehatan, tetapi juga bidang lain seperti barang-barang elektronik. Kehadiran dr. Sonia pada webinar kali ini tentu saja akan semakin membuat Sobat Sehat bersemangat mendengarkan tips-tips yang akan diberikan nanti. Karena itu, bagi Sobat Sehat yang berminat menghadiri webinar ini silakan mendaftar di https://s.id/CantikWanitaIndonesia. Untuk Sobat Sehat jangan lupa berbelanja produk-produk kecantikan di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Liburan panjang akhir pekan atau long weekend di Indonesia kembali lagi, yaitu pada 28 Oktober-30 Oktober 2020. Libur itu sendiri merupakan hari libur nasional, yaitu Maulid Nabi SAW yang jatuh pada hari Kamis, 29 Oktober 2020, dan oleh pemerintah dijadikan sebagai cuti bersama. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan lonjakan orang-orang yang akan bepergian di […]

    Liburan Panjang Akhir Pekan Bulan Oktober? Yuk, Di Rumah Aja!

    Liburan panjang akhir pekan atau long weekend di Indonesia kembali lagi, yaitu pada 28 Oktober-30 Oktober 2020. Libur itu sendiri merupakan hari libur nasional, yaitu Maulid Nabi SAW yang jatuh pada hari Kamis, 29 Oktober 2020, dan oleh pemerintah dijadikan sebagai cuti bersama. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan lonjakan orang-orang yang akan bepergian di saat pandemi  Corona masih jauh dari kata selesai atau berakhir. Perlu diketahui, hingga Selasa, 27 Oktober 2020, jumlah penderita Corona di Indonesia berjumlah 396.454, dengan perincian sembuh sebanyak 322.248 dan meninggal sebanyak 13.512 orang. Dikhawatirkan dengan jumlah yang masih terus menaik setiap harinya, long weekend di bulan Oktober ini malah akan menambah kembali jumlah penderita virus asal Wuhan tersebut. Tentu saja hal ini malah akan semakin menambah beban dan pekerjaan semua elemen yang terkait termasuk para tenaga kesehatan. Apalagi, vaksin Covid-19 yang direncanakan pada bulan November kemungkinan besar juga akan molor dari jadwal.

    liburan panjang akhir pekan, liburan long weekend

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Prosehat Traveling Sehat dan Aman di Era Covid-19

    Dilansir dari akun Instagram @pandemictalks, tercatat dua kali long weekend di masa pandemi Corona terjadi lonjakan kasus. Pada long weekend Idul Fitri 22-25 Mei 2020, tercatat ada 41% kenaikan kasus harian sedangkan pada long weekend Tujuh Belasan atau Hari Kemerdekaan 16-22 Agustus 2020 tercatat ada 21% kenaikan kasus harian. Untuk wilayah Jakarta sendiri yang masih merupakan episentrum penyebaran virus, dua kali long weekend menghasilkan jumlah penderita hingga mencapai 1.114 kasus. Rincian jumlah kenaikannya adalah sebagai berikut:

    Kenaikan jumlah kasus harian dan kumulatif mingguan hingga 93% sejak libur hari Raya Idul Fitri. Kenaikan angka tersebut terjadi pada rentang waktu 10-14 hari. Empat pekan di bulan Juni 2020 menjadi momen penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 dengan angka harian mencapai 1.000. Pada pekan pertama, rata-rata kasus mencapai 674 namun saat pekan kedua melonjak hampir dua kali lipat menjadi 1.013 kasus. Lantas pada pekan ketiga mencapai 1.088 kasus, dan pekan keempat mencapai 1.159 kasus, dan angka tersebut menjadi rekor baru pasca-libur Lebaran. Ketika long weekend Hari Kemerdekaan tiba, angka kenaikan  tidak terjadi secara langsung namun ada pertambahan drastis saat memasuki bulan September. Pekan pertama September tercatat sudah 3.500 kasus lalu berlanjut di bulan kedua  dengan angka rata-rata 4.000 kasus. Selanjutnya pada pekan ketiga September angka kenaikan nyaris menyentuh 5.000 kasus sehingga benar-benar mengkhawatirkan. Karena itulah, di Jakarta diberlakukan kembali PSBB seperti di awal pandemi.

    Menyikapi jumlah penderita Corona yang bakal menaik setelah long weekend Oktober ini, Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo, akan meminta pemerintah pusat dan daerah untuk berkoordinasi mengenai protokol kesehatan. Juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito juga mengingatkan masyarakat supaya tidak berkerumun selama libur panjang dan selalu melaksanakan 3M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak yang selama ini dianjurkan. Ia juga meminta pengelola tempat wisata harus memfasilitas penerapan protokol kesehatan seperti membatasi tingkat okupansi atau kapasitas terisi maksimal 50% dari total kapasitas. Pengelola tempat wisata juga harus menyediakan sarana mencuci tangan di banyak titik, merenggangkan jarak antar pengunjung, dan mengawasi pengunjung agar memakai masker di tempat umum sehingga panen kasus dan pecah rekor Covid-19 tidak terjadi lagi.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Selain Doni dan Profesor Wiku, Mendagri Tito Karnavian juga meminta masyarakat liburan di rumah saja atau sebaiknya melakukan tes PCR terlebih dahulu jika ingin berlibur supaya tidak tertular dan penyebaran bisa diminimalkan.

    Produk Terkait: Layanan PCR-Rapid Test di Rumah atau Kantor

    Jika melihat gambaran di atas, untuk Sobat Sehat sebaiknya pikir-pikir dahulu jika memang ingin liburan di akhir pekan yang panjang karena cuti bersama dari pemerintah ini. Mengapa? Berikut ini adalah beberapa alasannya seperti dilansir dari @pandemictalks.

    Risiko Penularan Virus yang Tinggi

    Mengapa? Sobat ketika ke luar rumah tentunya akan berada di tempat yang ramai dan tertutup. Pada tempat yang seperti potensi tertular virus sangat besar sekali karena ventilasi tempat yang buruk, durasi keberadaan di tempat tersebut dalam waktu yang lama, dan berada di keramaian pada jarak yang berdekatan.

    Bertemu orang, saudara, atau teman yang tidak diketahui riwayat perjalanannya

    Hal ini sangat mungkin sekali jika Sobat memaksakan tetap keluar rumah saat long weekend demi menikmati liburan. Orang-orang yang Sobat temui itu tentu tidak diketahui riwayat perjalanannya, dan apakah ketika melakukan perjalanan itu dia sudah menerapkan protokol kesehatan? Tentu hal ini yang harus menjadi perhatian. Sebab, kemungkinan besar dia adalah OTG. Yang perlu juga diperhatikan meskipun Sobat sudah melakukan rapid test dan PCR, hal itu nyatanya tidak menjamin akan kebal, dan rasa bahagia yang timbul sebagai akibat efek liburan tidak menjamin imunitas tubuh kuat dan kebal juga.

    Baca Juga: Cara Mendapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Semakin tinggi mobilitas, semakin virus menyebar

    Hal ini tidak salah jika berkaca pada libur-libur akhir pekan panjang sebelumnya. Liburan pada masa seperti ini memang akan membuat mobilitas manusia menjadi tinggi. Karena itu, salah satu caranya adalah menghentikan mobilitas hingga 80%. Hal itu tentu akan diperparah dengan banyaknya kerumunan di sejumlah titik seperti di jalan, tempat pemberhentian, rumah makan, penginapan, dan termasuk juga tempat wisata yang menjadi episentrum.

    Munculnya kluster liburan dan kluster keluarga

    Tidak pelak libur long weekend tentunya juga akan menciptakan  kluster liburan dan kluster keluarga. Hal ini tentu cukup membahayakan karena kluster yang tercipta tanpa diketahui akan menjadi penyebar virus bagi orang-orang di sekitar sehingga menambah kembali jumlah kenaikan. Foto-foto di media sosial mengenai liburan akan semakin menambah masyarakat berlibur di tengah pandemi karena kebanyakan dari mereka belum begitu yakin mengenai pandemi; nyata atau tidak. Foto-foto juga akan menciptakan ilusi bahwa pandemi sudah kelar, dan akhirnya pandemi benar-benar jauh dari kata selesai.

    Lalu apa yang harus dilakukan saat long weekend tiba?

    Yang perlu Sobat lakukan adalah sebagai berikut:

    • Liburan di rumah saja
    • Rencanakan kegiatan yang positif dan kreatif di rumah dengan keluarga
    • Yakinkan dan jelaskan bahwa liburan di rumah merupakan langkah yang bijak demi keluarga dan keselamatan sosial bersama
    • Jika ada ajakan silaturahmi secara fisik, tolaklah dengan sopan, dan ganti saja dengan cara digital

    Baca Juga: 7 Cara Melakukan Self-Isolation yang Tepat Saat Wabah Corona

    Itulah Sobat pentingnya untuk tetap di rumah saja selama libur long weekend bulan Oktober. Supaya Sobat tidak terkena virus selalu melaksanakan 3 M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta menjalankan perilaku hidup bersih sehat. Nah, supaya liburan Sobat Sehat di rumah makin seru jangan lupa juga manfaatkan kesempatan berbelanja produk-produk kesehatan di Prosehat dengan promo-promo yang menarik tentunya. Sobat bisa juga memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah, serta juga dapat melakukan rapid test dan PCR swab juga di rumah supaya Sobat tetap aman dan sehat serta terhindar dari penularan Covid-19. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. VIVA P. Long Weekend Oktober, Jangan Sampai Kasus COVID-19 Pecah Rekor Lagi [Internet]. Viva.co.id. 2020 [cited 27 October 2020]. Available from: https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/1313729-long-weekend-oktober-jangan-sampai-kasus-covid-19-pecah-rekor-lagi
    2. Satgas: Jangan Ada Panen Kasus Covid-19 Usai <em>Long Weekend</em> |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 27 October 2020]. Available from: https://republika.co.id/berita/qfd2s8354/satgas-jangan-ada-panen-kasus-covid19-usai-emlong-weekendem
    3. Dua Kali <em>Long Weekend</em> Hasilkan Seribuan Kasus Covid di DKI |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 27 October 2020]. Available from: https://republika.co.id/berita/qfwl9v409/dua-kali-emlong-weekendem-hasilkan-seribuan-kasus-covid-di-dki
    4. [Internet]. 2020 [cited 27 October 2020]. Available from: https://www.instagram.com/p/CGyVbhAgR78/
    Read More
  • Pengembangan vaksin COVID-19 masih menjadi harapan besar seluruh dunia saat ini sebagai salah satu bentuk pencegahan. Indonesia berencana mulai melakukan vaksinasi pada bulan November 2020. Sebelum vaksin berhasil dikembangkan, cara terbaik yang bisa dilakukan sekarang ini adalah mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta melakukan test, tracing, dan treatment sebagai langkah pencegahan tambahan. Cara […]

    Golongan Darah O Kebal Terhadap Corona?

    Pengembangan vaksin COVID-19 masih menjadi harapan besar seluruh dunia saat ini sebagai salah satu bentuk pencegahan. Indonesia berencana mulai melakukan vaksinasi pada bulan November 2020. Sebelum vaksin berhasil dikembangkan, cara terbaik yang bisa dilakukan sekarang ini adalah mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta melakukan test, tracing, dan treatment sebagai langkah pencegahan tambahan. Cara mencegah lainnya adalah dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat seperti mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dan bernutrisi, berolahraga, serta tidak mengalami stres yang dikhawatirkan akan menurunkan imun tubuh sebagai benteng alami pertahanan terhadap Corona.

    golongan darah o

    Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sobat Ketahui tentang Covid-19

    Selain pencegahan-pencegahan di atas, kabar terbaru berdasarkan sebuah hasil studi menyatakan bahwa golongan darah yang dimiliki seseorang ternyata juga berpengaruh pada kekebalan tubuh dalam menghadapi Corona. Golongan darah terdiri dari empat, yaitu A, AB, B, dan O. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa golongan darah O adalah golongan darah yang mampu menyumbangkan darah untuk kegiatan donor darah atau saat operasi pada semua golongan darah.

    Lalu bagaimana pengaruh golongan darah terhadap hasil studi tersebut?

    Seperti dilansir dari detik.com, studi penelitian dari Denmark yang termuat dalam jurnal Blood Advances menyatakan bahwa golongan darah O ternyata kebal terhadap ancaman virus Corona. Studi ini sendiri dilakukan pada sebuah rumah sakit di Denmark. Sebanyak 11 peneliti melakukannya pada 473.654 orang saat tes Corona, baik rapid maupun PCR, dengan persentase sebesar 38,4% daripada pemilik golongan darah selain O.

    Kemudian bagaimana dengan golongan darah selain O?

    Masih dari penelitian yang sama bahwa golongan darah selain O semisal A ternyata mempunyai persentase sebesar 44,4% untuk dinyatakan positif Covid-19. Persentase inilah yang membuktikan bahwa golongan darah selain O ternyata rentan terpapar virus asal Wuhan tersebut. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A, B, dan B malah berisiko lebih tinggi mengalami thrombosis atau pembekuam darah di dalam pembuluh darah serta penyakit kardiovaskular yang merupakan kondisi signifikan yang terjadi bersamaan di antara pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

    Studi dari Denmark ini kemudian diperkuat oleh sebuah studi yang sama, dan berasal dari Kanada. Pada studi dari Kanada itu ditemukan bahwa pasien dengan golongan darah A atau AB membutuhkan peralatan khusus dan perawatan yang lebih lama di ICU dibandingkan dengan orang golongan darah O dan B. Tipe A dan AB, menurut studi, cenderung lebih membutuhkan jenis dialisis yang membantu ginjal menyaring darah tanpa terlalu banyak tekanan pada jantung.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

    Studi mengenai kebalnya golongan darah O atau hanya sedikit terinfeksi Covid-19 juga terdapat pada studi bulan juli mengenai golongan darah tersebut pada pasien di Italia dan Spanyol yang memiliki risiko 50% lebih rendah terkena infeksi virus dibandingkan dengan golongan darah lainnya.

    Meski diketahui bahwa golongan darah O berdasarkan studi hanya berisiko rendah terinfeksi, untuk orang dengan golongan darah lainnya tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Menurut peneliti senior di Universitas John Hopkins, Baltimore, AS, bahwa setiap golongan darah mempunyai sifat kerentanan yang berbeda-beda terhadap berbagai infeksi virus yang menyerang manusia. Misalnya, penelitian menyebut bahwa golongan darah O memang kebal terhadap Covid-19 namun ternyata rentan terhadap infeksi Norovirus.

    Baca Juga: Mengenal penyakit Norovirus, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Itulah Sobat Sehat mengenai studi golongan darah O kebal terhadap Covid-19. Meski begitu, Sobat Sehat yang bukan golongan darah O jangan bersedih hati sebab golongan darah hanyalah salah satu cara mencegah virus. Berkaitan dengan golongan darah, apakah Sobat sejauh ini sudah mengetahui pentingnya golongan darah itu sendiri? Jika belum, silakan disimak poin-poin di bawah ini.

    Pentingnya Golongan Darah

    Penolong Saat Terjadi Kecelakaan

    Saat kecelakaan menimpa diri Sobat atau keluarga Sobat, golongan darah menjadi penting sekali untuk transfusi darah. Apabila golongan darah Sobat cepat diketahui terutama melalui kartu identitas, Sobat akan segera mendapatkan bantuan darah yang sesuai.

    Faktor Penentu KB

    Ketika menikah harapannya adalah mempunyai keturunnan. Ahli perencanaan keluarga mengatakan bahwa beberapa jenis darah tidak boleh dicampur sebab akan berdampak pada kesehatan anak nantinya. Karena itulah, tes darah sangat diperlukan bagi pasangan yang hendak menikah.

    Produk Terkait: Cek Tes Kesehatan Pranikah

    Membantu Mengontrol Pola Makan

    Setiap golongan darah mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Ada golongan darah tertentu yang lebih rentan terhadap diabetes dan penyakit jantung. Bahkan, ada golongan darah yang hanya cocok memakan sayur dan buah, dan ada pula yang perlu membatasi asupan karbohidrat. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah diet golongan darah.

    Membantu Mengingatkan Tentang Beberapa Penyakit

    Perempuan dengan golongan darah O memiliki tingkat hormon FSH yang menunjukkan ovarium lebih rendah di dalam rahim yang kemudian menentukan kesuburan. Selanjutnya, ditemukan pula bahwa orang dengan golongan darah A, AB, dan B lebih berisiko memerangi penyakit jantung, dan golongan darah juga berkaitan erat dengan kolestrol LDL.

    Produk Terkait: Jual Makanan dan Minuman Sehat

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai golongan darah dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Hore! Vaksinasi Covid-19 akan Dimulai Awal November 2020 | Kabar24 – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://kabar24.bisnis.com/read/20201012/15/1303682/hore-vaksinasi-covid-19-akan-dimulai-awal-november-2020
    2. Alam S. Golongan Darah O Disebut ‘Kebal’ Corona, Bagaimana Tipe Darah lainnya? [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5215186/golongan-darah-o-disebut-kebal-corona-bagaimana-tipe-darah-lainnya
    3. Jakarta Z. Penelitian Ungkap Orang dengan Golongan Darah O dan B Berisiko Kecil Terinfeksi Virus Corona – Zona Jakarta [Internet]. Zona Jakarta. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://zonajakarta.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-18844502/penelitian-ungkap-orang-dengan-golongan-darah-o-dan-b-berisiko-kecil-terinfeksi-virus-corona
    4. Sandi F. Riset Terbaru: Golongan Darah Ini Lebih Kebal Covid-19 [Internet]. news. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20201017164722-4-195122/riset-terbaru-golongan-darah-ini-lebih-kebal-covid-19
    5. Media K. Dua Penelitian Terbaru Perkuat Bukti Pemilik Golongan Darah O Lebih Kebal Covid-19 [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/16/193000365/dua-penelitian-terbaru-perkuat-bukti-pemilik-golongan-darah-o-lebih-kebal
    6. Geographic P. Pentingnya Mengetahui Golongan Darah Diri Sendiri – National Geographic [Internet]. Nationalgeographic.grid.id. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://nationalgeographic.grid.id/read/13307530/pentingnya-mengetahui-golongan-darah-diri-sendiri
    Read More
  • Jakarta kembali ke PSBB Transisi setelah hampir sebulan mengadakan PSBB Ketat. Kebijakan ini mulai diberlakukan terhitung dari tanggal 12 Oktober 2020 hingga 25 Oktober 2020. Demikian yang diputuskan oleh Gubernur DKI, Anies Baswedan, pada Minggu, 11 Oktober 2020 dari Balai Kota DKI. Alasan penerapan kembali PSBB Transisi adalah adanya perlambatan kenaikan kasus Corona selama PSBB […]

    PSBB Transisi Jilid II di Jakarta, Simak Hal-hal Baru Berikut!

    Jakarta kembali ke PSBB Transisi setelah hampir sebulan mengadakan PSBB Ketat. Kebijakan ini mulai diberlakukan terhitung dari tanggal 12 Oktober 2020 hingga 25 Oktober 2020. Demikian yang diputuskan oleh Gubernur DKI, Anies Baswedan, pada Minggu, 11 Oktober 2020 dari Balai Kota DKI. Alasan penerapan kembali PSBB Transisi adalah adanya perlambatan kenaikan kasus Corona selama PSBB ketat meskipun penularan masih terus berlangsung.

    psbb transisi jilid II

    Baca Juga: PSBB Ketat di Jakarta. Pojn-poin yang Perlu Sobat Ketahui

    Dengan diberlakukannya PSBB Transisi Jilid II oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu berarti ada pelonggaran dalam beberapa hal seperti pada PSBB Transisi Jilid I, yaitu seperti diperbolehkan kembali makan di restoran atau dine-in, aktivitas perkantoran boleh WFO, dan taman rekreasi dibuka kembali. Namun, ada beberapa hal baru yang perlu disimak dalam PSBB Transisi Jilid II ini, yaitu:

    Makan di restoran

    Makan dan minum di tempat di restoran diperbolehkan lagi sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 101/2020. Akan tetapi pada PSBB Transisi kali ini, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, yakni:

    • Melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 seperti wajib mengisi buku tamu untuk kemudahan tracing atau pelacakan
    • Membatasi jumlah pengunjung, paling banyak 50% dari kapasitas yang disediakan
    • Mewajibkan pengunjung menggunakan masker kecuali saat makan dan minum
    • Menerapkan pemeriksaan suhu tubuh
    • Jarak antarmeja dan kursi minimal 1,5 meter kecuali untuk 1 domisili
    • Pengunjung dilarang berpindah-pindah atau berlalu-lalang (melantai)
    • Alat makan dan minum disterilisasi secara rutin
    • Boleh mengadakan live music tentunya dengan izin namun pengunjung harus berjarak, tidak berdiri, melantai, dan tidak menimbulkan kerumunan
    • Pelayan memakai masker, face shield, dan sarung tangan
    • Waktu dine in dari jam 6 pagi hingga jam 9 malam
    • Take away/delivery order: 24 jam

    Perkantoran boleh WFO

    Perkantoran di sektor non-esensial diperbolehkan beroperasi kembali dengan maksimal 50% kapasitas. Selain itu, ada beberapa tambahan yang harus dipatuhi, yaitu:

    • Membuat sistem pendataan pengunjung di perusahaan yang terdiri atas nama pengunjung, NIK, nomor ponsel, waktu berkunjung/bekerja. Sistem pendataan dapat berbentuk manual atau digital
    • Menyerahkan data pengunjung secara tertulis kepada Pemprov DKI melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi sebagai penyelidikan epidemiologi
    • Melakukan jam kerja dan sif kerja dengan minimal 3 jam

    Boleh menikah di dalam ruangan

    Menikah di dalam ruangan atau indoor diperbolehkan lagi saat PSBB Transisi Jilid II. Akan tetapi, jumlah pengunjung dibatasi maksimal 25% dari kapasitas normal. Jarak tempat duduk diatur minimal 1,5 meter, dan dilarang berlalu larang atau berpindah tempat duduk. Aturan lainnya adalah alat makan dan minum wajib disterilisasi. Yang perlu diperhatikan adalah tidak boleh ada prasmanan. Adapun petugas acara pernikahan wajib memakai masker, face shield, dan sarung tangan.

    Baca Juga: Seperti Apa Plus-Minus Penggunaan Face Shield?

    Boleh menonton di bioskop

    Yang menarik pada PSSB Transisi kali ini adalah bioskop boleh dibuka setelah 7 bulan  berhenti beroperasi. Meski begitu, pembukaan bioskop harus memperhatikan hal-hal berikut:

    • maksimal 25% kapasitas
    • jarak antar tempat duduk 1,5 meter
    • Pengunjung tidak boleh berlalu lalang
    • petugas wajib mengenakan face shield, masker, dan sarung tangan

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    GOR dan RPTRA-RTH kembali dibuka

    GOR kembali dibuka namun tanpa penonton. Kalaupun diperbolehkan hanya 50% dari kapasitas. Pengunjung wajib mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah olahraga. Jam operasional GOR dari pukul 6 pagi hingga jam 9 malam. Untuk RPTRA dan RTH untuk anak usia 9 tahun dan 60 tahun ke atas dilarang masuk.

    Pusat kebugaran dan salon kembali dibuka

    Pusat kebugaran boleh buka kembali dengan batas maksimal pengunjung 25% dari kapasitas. Jaga jarak minimal 2 meter. Latihan bersama di ruangan tertutup juga dilarang tetapi diperbolehkan di luar ruangan. Jam operasional dari jam 6 pagi hingga jam 9 malam. Sementara untuk salon maksimal 50% dari kapasitas, jaga jarak 1,5 meter, dan jam operasi dari pukul 9 pagi hingga 9 malam.

    Baca Juga: Let’s Go To The Gym!

    Tidak ada ganjil-genap

    Pada PSBB Transisi Jilid II ini aturan ganjil-genap ditiadakan sama sekali sehingga aturan berkendara sama seperti di masa PSBB Ketat.

    Itulah beberapa hal baru yang ada pada masa PSBB Transisi Jilid II di Jakarta. Hal-hal baru lainnya adalah untuk tempat peribadatan raya boleh dibuka dengan syarat harus mencatat kedatangan para pengunjung. Sementara untuk yang lainnya seperti pasar dan mal, tempat rekreasi, dan sekolah tidak berubah sama sekali, dan sama seperti di PSBB Transisi Jilid I dan PSBB Ketat.

    Untuk Sobat Sehat tetaplah menjalankan protokol-protokol kesehatan selama masa PSBB Transisi Jilid II supaya tidak tertular virus Corona. Usahakan tetap jauhi kerumunan, dan jika perlu di rumah saja supaya aman, dan jangan lupa untuk tes PCR swab dan rapid test di Prosehat. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. detikcom T. DKI Jakarta Kembali ke PSBB Transisi! [Internet]. detiknews. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5208934/dki-jakarta-kembali-ke-psbb-transisi
    2. Media K. Dimulai Hari Ini, Berikut Sederet Aturan Saat PSBB Transisi di Jakarta Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/12/060300065/dimulai-hari-ini-berikut-sederet-aturan-saat-psbb-transisi-di-jakarta?page=all
    3. Jannah S. Aturan Lengkap PSBB Transisi di Jakarta Diterapkan per 12 Oktober – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://tirto.id/aturan-lengkap-psbb-transisi-di-jakarta-diterapkan-per-12-oktober-f5Qj
    4. Pengunjung Restoran Wajib Isi Buku Tamu Saat PSBB Transisi DKI Jakarta – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://www.tribunnews.com/metropolitan/2020/10/11/pengunjung-restoran-wajib-isi-buku-tamu-saat-psbb-transisi-dki-jakarta
    Read More
  • Kamis, 8 Oktober 2020 sejumlah aksi demonstrasi menentang dan menolak Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law (UU Sapu Jagat) terjadi di sejumlah kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Palembang, dan beberapa kota di Kalimantan. Demonstrasi yang diikuti oleh para buruh, mahasiswa, dan pelajar tersebut kenyataannya berakhir ricuh, dan beberapa fasilitas publik seperti […]

    Risiko Besar Penularan Covid-19 Saat Demonstrasi di Tengah Pandemi

    Kamis, 8 Oktober 2020 sejumlah aksi demonstrasi menentang dan menolak Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law (UU Sapu Jagat) terjadi di sejumlah kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Palembang, dan beberapa kota di Kalimantan. Demonstrasi yang diikuti oleh para buruh, mahasiswa, dan pelajar tersebut kenyataannya berakhir ricuh, dan beberapa fasilitas publik seperti halte-halte TransJakarta dan Stasiun MRT Bundaran HI di Jakarta Pusat rusak dan dibakar. Di Bandung, fasilitas publik yang juga berada di Jalan Dago, Taman Cikapayang, juga terkena imbas. Di Surabaya, beberapa fasilitas publik juga mengalami nasib yang sama sehingga membuat Walikota Surabaya, Risma Tri Maharini marah-marah.

    demonstrasi di tengah pandemi

    Baca Juga: Tren Bersepeda di Masa Pandemi, Apa Saja Tipsnya?

    Demonstrasi yang memang menolak beberapa isi yang terkandung dalam UU yang sudah disahkan pada Senin, 5 Oktober 2020 itu mengundang beberapa kekhawatiran dari para pendemo yang sebagian besar adalah buruh pabrik terutama tentang kontrak seumur hidup, jam kerja yang diperpanjang, libur yang diperpendek, serta upah yang akan dibatasi. Ditambah lagi UU tersebut memudahkan para pekerja asing masuk selain juga memudahkan investor asing untuk investasi demi pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, pemerintah melalui Kemenaker membantah hal-hal tersebut dan UU sudah mengakomodasi kepentingan para pekerja melalui berbagai macam rembukan ke berbagai pihak. Adapun isi-isi yang dipertentangkan adalah hoaks dan kesalahan interpretasi. Demonstrasi itu sendiri berakhir pada sore dan malam hari ketika para gubernur seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Ganjar Pranowo turun menenangkan para pendemo, dan berjanji akan menyuarakan aspirasi mereka.

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Demonstrasi memang sudah berakhir. Namun yang sangat disayangkan adalah banyak fasilitas publik yang rusak dan terbakar. Padahal, fasilitas-fasilitas publik ini tidak tahu-menahu sama sekali. Untuk Jakarta sendiri Gubernur Anies Baswedan mengalkulasi biaya kerusakan berkisar pada Rp 25 milyar. Selain fasilitas publik, yang sangat disayangkan adalah demonstrasi terjadi di saat pandemi Corona masih merajalela, dan banyak dari peserta demonstrasi tidak menerapkan protokol-protokol kesehatan. Akibatnya, puluhan orang dinyatakan reaktif seperti yang terjadi di Tangerang dan Jakarta. Dapat dikatakan bahwa demonstrasi di tengah pandemi menimbulkan kluster baru penyebaran Corona. Hal ini pun semakin mempersulit upaya untuk memperkecil penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Sampai Kamis, 8 Oktober 2020 jumlah penderita Corona di Indonesia adalah 321.000 orang. Ini mengartikan bahwa ancaman penyebaran virus di tengah unjuk rasa itu nyata dan bukan hoaks.

    Demonstrasi sebenarnya boleh-boleh saja asal dilakukan dengan menerapkan protokol-protokol kesehatan seperti yang dilansir dari akun Instagram @pandemictalks berikut ini:

    • Menggunakan masker. Siapkan 3-4 masker jika demonstrasi berjalan seharian
    • Gunakan pelindung mata/kacamata untuk mengurangi transmisi virus melalui mata
    • Jaga jarak minimum 2 meter dengan peserta demo lainnya. Jangan main-main dengan protokol jarak ini
    • Usahakan jangan berada di posisi tengah barisan demonstrasi, namun di ujung luar garis demonstrasi. Selain itu, perhatikan arah angin untuk meminimalkan penyebaran via aerosol

    Selain itu, seperti dilansir oleh Pandemictalks ada yang juga perlu diperhatikan oleh para pendemo setelah melakukan aksi, yaitu:

    • Sesampainya di rumah segera mandi sebelum menyentuh barang lain. Pakaian dan perlengkapan yang digunakan saat demonstrasi langsung dicuci
    • Disiplin menggunakan masker selama tiga minggu pasca demonstrasi saat di rumah. Hindari berbicara tanpa masker dengan penghuni rumah
    • Jika kondisi rumah memungkinkan banyak kamar lakukan isolasi mandiri. Pisahkan peralatan makan dan mandi dari penghuni lainnya.

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya!

    Itulah mengapa sebenarnya demonstrasi sangat berbahaya dilakukan di tengah pandemi Corona yang belum tahu kapan akan mereda. Untuk itu, Sobat Sehat selalu jagalah kesehatan diri dan orang lain. Supaya Sobat dapat terlindung terus dari virus Corona selain menerapkan protokol-protokol kesehatan, jangan lupa juga untuk tes PCR swab dan rapid test di Prosehat. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Astutik Y. Puluhan Reaktif Covid-19, Ancaman di Tengah Demo Itu Nyata [Internet]. news. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20201008111026-4-192763/puluhan-reaktif-covid-19-ancaman-di-tengah-demo-itu-nyata
    2. Sahri S. Kerusuhan Demo Jakarta Akibatkan Kerusakan Fasilitas Umum – Nusa Daily [Internet]. Nusa Daily. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://nusadaily.com/metro/kerusuhan-demo-jakarta-akibatkan-kerusakan-fasilitas-umum.html
    3. Massa Pendemo Rusak Fasilitas Umum di Taman Dago, Bandung [Internet]. kumparan. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/massa-pendemo-rusak-fasilitas-umum-di-taman-dago-bandung-1uL51Ox9YIK
    4. Risma Marah, Pendemo Rusak Fasilitas Kota [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/surabaya/08/10/2020/risma-marah-pendemo-rusak-fasilitas-kota/
    5. Menilik Cara Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Anies Baswedan, dan Risma Hadapi Pedemo UU Cipta Kerja – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://www.tribunnews.com/nasional/2020/10/09/menilik-cara-ganjar-pranowo-ridwan-kamil-anies-baswedan-dan-risma-hadapi-pedemo-uu-cipta-kerja?
    6. Login • Instagram [Internet]. Instagram.com. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://www.instagram.com/p/CGD70ezgk6W/
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja