Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Berita Terkini

Showing 11–20 of 115 results

  • Kabar gembira datang dari vaksin CoronaVac produksi Sinovac. Salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia mulai Januari 2021 itu dilaporkan 78% efektif dalam uji coba tahap akhir di Brasil tanpa kasus Covid-19 yang berat. Demikian kata periset pada Kamis, 7 Januari 2021 waktu setempat. Hal tersebut juga dibenarkan Butantan, mitra penelitian dan produksi […]

    Efikasi Vaksin Sinovac Mencapai 78% dalam Uji Coba Tahap Akhir di Brasil

    Kabar gembira datang dari vaksin CoronaVac produksi Sinovac. Salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia mulai Januari 2021 itu dilaporkan 78% efektif dalam uji coba tahap akhir di Brasil tanpa kasus Covid-19 yang berat. Demikian kata periset pada Kamis, 7 Januari 2021 waktu setempat. Hal tersebut juga dibenarkan Butantan, mitra penelitian dan produksi Sinovac. Institut rekanan ini juga sudah menyerahkan hasil efektivitas ini kepada regulator kesehatan setempat, Anvisa, untuk dijadikan sebagai bagian dari permintaan penggunaan darurat vaksin Sinovac.

    kemanjuran vaksin Sinovac, efektivitas vaksin Sinovac, efikasi vaksin Sinovac

    Baca Juga: Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Tingkat efikasi 78% ini juga melebihi standar yang ditetapkan WHO, di kisaran 50% hingga 60% karena kebutuhan yang mendesak. Sebelumnya Butantan mengatakan bahwa Sinovac sendiri telah lolos ambang batas kemanjuran 50% yang ditetapkan oleh Anvisa pada 24 Desember. Karena hal yang demikian, Brasil langsung memesan 100 juta dosis, dan Menteri Kesehatan Brasil, Eduardo Pazuello, menyatakan bahwa negaranya sudah siap memakai vaksin dari Cina tersebut. Hal ini tentu bertentangan dengan Presiden Jair Bolsonaro yang menolak memakai Sinovac karena ragu akan efektivitasnya.

    Jika dilihat dari segi kemanjuran dan efektivitas, vaksin Sinovac sendiri masih kalah jika dibandingkan dengan Pfizer dan Moderna yang mencapai angka hingga lebih dari 90%. Meski begitu vaksin ini punya kelebihan, yaitu mudah diangkut dan disimpan pada lemari es dengan suhu normal, yaitu di angka 2-8 derajat Celcius, dan dapat bertahan selama 3 tahun. Brasil sendiri adalah salah satu negara di dunia yang mempunyai jumlah pengidap Covid-19 yang cukup banyak, yaitu melampaui angka 200.000 pada Kamis, 7 Januari 2021. Angka ini merupakan yang terbanyak di Amerika Selatan, dan negara tersebut berencana memvaksinasi 51 juta orang atau seperempat populasi yang dimulai pada 25 Januari.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Namun, Brasil tidak hanya mengandalkan Sinovac saja. Negara ini juga akan menggunakan vaksin-vaksin Covid-19 lain seperti dari AstraZeneca, Sputnik V, dan Jhonson and Jhonson. Kabar kemanjuran hingga 78% ini tentu saja membawa angin segar bagi negara-negara lain yang menggunakan Sinovac selain Brasil, yaitu Indonesia, Turki, Cile, Singapura, Ukraina, dan Thailand. Terlebih lagi di Indonesia sendiri yang juga sudah menjalani uji coba klinis tahap 3 di Bandung pada 2020 lalu.

    Vaksin Sinovac sendiri sudah tiba dua kali di Indonesia, yaitu pada Desember 2020 dan Januari 2021. Total Indonesia sudah mempunyai 3 juta dosis vaksin yang distribusinya disalurkan melalui Biofarma ke sejumlah daerah. Namun hingga saat ini BPOM sebagai regulator utama belum mengeluarkan rekomendasi penggunaan darurat, dan pada 13 Januari 2021 Presiden Jokowi dijadwalkan menjadi orang pertama di Indonesia yang akan divaksin.

    Mengenal Efikasi pada Vaksin Covid-19

    Berdasarkan WHO, efikasi vaksin adalah kemampuan vaksin untuk memberikan manfaat bagi individu yang diberi imunisasi. Manfaat yang dimaksud adalah manfaat untuk hidup sehat dan mensejahterahkan masyarakat karena terlindungi dari penyakit-penyakit yang berbahaya. Efikasi merupakan kemampuan vaksin untuk melindungi penyakit dalam uji klinis terkontrol, dan selalu dinyatakan dalam persentase. Efikasi ini didapatkan dalam uji klinis tahap II.

    Meskipun WHO sudah menetapkan standar minimal adalah 50%, menurut biolog molekuler, Ahmad Rusdan Utomo, seperti dilansir dari CNN Indonesia, efikasi yang ideal sebenarnya adalah 70-80% karena jika kurang dari angka tersebut, berarti akan semakin banyak populasi yang divaksin untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, Serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Itulah mengenai vaksin Sinovac yang sudah mencapai 78% dalam uji terakhir sehingga tidak perlu lagi ada keraguan mengenai kemampuan vaksin tersebut dalam mencegah Covid-19 apalagi vaksin ini akan digunakan secara luas di Indonesia dalam waktu dekat. Karena itu, Sahabat jangan ragu untuk divaksinasi karena vaksin itu baik dan perlu. Tidak hanya untuk diri Sahabat tetapi juga untuk orang-orang di sekitar. Sembari menunggu vaksinasi dimulai, yuk tetap berperilaku 3M dan PHBS, serta tidak lupa untuk deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Saputra E. Vaksin Sinovac Dilaporkan Efektif 78 Persen dalam Uji Coba Tahap Akhir di Brasil [Internet]. Tempo. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://dunia.tempo.co/read/1421185/vaksin-sinovac-dilaporkan-efektif-78-persen-dalam-uji-coba-tahap-akhir-di-brasil
    2. Efikasi Vaksin Covid-19 Sinovac Capai 78%, Brasil Pesan 100 Juta Dosis – Nasional Katadata.co.id [Internet]. Katadata.co.id. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://katadata.co.id/febrinaiskana/berita/5ff7d15672d3b/efikasi-vaksin-covid-19-sinovac-capai-78-brasil-pesan-100-juta-dosis
    3. Indonesia C. Mengenal Istilah Efikasi pada Vaksin Covid-19 [Internet]. teknologi. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201211110536-199-580858/mengenal-istilah-efikasi-pada-vaksin-covid-19
    Read More
  • Satgas Covid-19 kembali mengeluarkan peraturan berupa Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Surat edaran ini merupakan perpanjangan dari Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 yang mengatur tentang peraturan perjalanan selama libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 yang berakhir pada 8 Januari […]

    Satgas Covid-19 Keluarkan SE Terbaru, Semua Perjalanan Dalam Negeri Wajib PCR Swab Test atau Rapid Swab Antigen

    Satgas Covid-19 kembali mengeluarkan peraturan berupa Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Surat edaran ini merupakan perpanjangan dari Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 yang mengatur tentang peraturan perjalanan selama libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 yang berakhir pada 8 Januari 2021. Adapun SE yang baru dikeluarkan ini berlaku dari tanggal 9 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021, dan dapat diperpanjang tergantung pada keadaan.

    perjalanan dalam negeri wajib PCR swab dan rapid swab antigen

    Baca Juga: Protokol Kesehatan Liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Berikut Poin-poin pentingnya

    Dasar pengeluaran SE ini adalah karena semakin meningkatnya kembali jumlah pengidap Covid-19 di Tanah Air serta untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut. Karena itu, dalam SE ini terdapat pengetatan protokol-protokol kesehatan seperti:

    • Memakai masker kain 3 lapis atau medis
    • Tidak diperkenankan berbicara selama di dalam transportasi, baik udara, darat, dan laut
    • Tidak diperkenankan makan dan minum untuk perjalanan kurang dari 2 jam. Namun hal ini tidak berlaku bagi individu yang diharuskan mengonsumsi obat pada waktu-waktu tertentu supaya tidak membahayakan jiwanya

    Produk terkait: Jual Masker Kain

    Selain pengetatan protokol kesehatan isi paling penting dalam SE terbaru ini adalah hasil negatif PCR swab test atau rapid swab antigen yang ditunjukkan melalui surat keterangan pada seluruh perjalanan di dalam negeri melalui moda transportasi, baik udara, darat, dan laut. Untuk ke Pulau Bali Sahabat harus menunjukkan surat negatif PCR swab atau rapid swab antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan jika menggunakan transportasi udara. Selain itu, Sahabat diwajibkan mengisi e-HAC Indonesia. Hal yang sama berlaku bagi Sahabat yang ke Pulau Bali melalui laut dan darat, dengan transportasi umum atau pribadi. Waktu maksimal untuk pengambilan sampel tes-tes Covid-19 ini adalah 3×24 jam.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Untuk ke Pulau Jawa SE juga memberlakukan peraturan yang sama. Sahabat yang hendak melakukan perjalanan di Pulau Jawa, baik antarkota maupun kabupaten diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif PCR swab atau rapid swab antigen. Ketentuannya adalah sebagai berikut:

    • Jika menggunakan transportasi udara wajib menunjukkan PCR swab atau rapid antigen dalam waktu maksimal 3×24 jam dan 2×24 jam sebelum keberangkatan
    • Transportasi laut dan kereta api wajib menunjukkan PCR swab atau rapid antigen maksimal 3×24 jam
    • Pengguna kendaraan pribadi juga wajib, dengan waktu maksimal 3×24 jam

    Adapun para pelaku perjalanan dalam negeri di Pulau Jawa juga sama seperti di Bali wajib mengisi e-HAC Indonesia, dan Satgas Covid-19 daerah berhak melakukan tes rapid antigen secara acak bagi yang menggunakan moda transportasi umum di darat. Meski begitu, ketentuan wajib menunjukkan hasil negatif PCR swab test atau rapid antigen ini tidak berlaku bagi anak-anak di bawah usia 12 tahun, dan perjalanan rutin di Pulau Jawa dengan transportasi laut serta aglomerasi perkotaan seperti Jabodetabek. Namun, Satgas Covid-19 di daerah berwenang untuk melakukan tes antigen acak jika diperlukan.

    Produk Terkait: Tes Covid-19 Prosehat

    Lalu bagaimana dengan perjalanan ke luar Jawa dan Bali?

    Untuk wilayah di luar kedua pulau tersebut peraturan menunjukkan hasil negatif PCR swab test atau rapid antigen juga berlaku, dan sama dengan di wilayah Jawa dan Bali. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dari SE ini adalah jika Sahabat negatif PCR swab atau rapid swab antigen namun menunjukkan gejala, tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan, melakukan PCR swab test ulang, dan wajib melakukan isolasi selama waktu tunggu hasil pemeriksaan. Selain itu, jangan sekali-kali melakukan pemalsuan pada surat keterangan negatif yang bisa berakibat pada pemidanaan sesuai undang-undang.

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Itulah Sahabat Sehat mengenai SE pembatasan perjalanan dalam negeri yang dirilis untuk mencegah Covid-19 secara luas, dan Sahabat tetap wajib menunjukkan hasil negatif PCR swab test atau rapid swab antigen sebagai syarat perjalanan. Untuk PCR swab atau rapid antigen ini Sahabat bisa melakukannya di Prosehat dan mitra-mitra Prosehat. Hasil tes-tes ini tentunya dilengkapi dengan surat keterangan negatif. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). 1st ed. Jakarta: Satgas Covid-19; 2021.
    Read More
  • Jumlah kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia ternyata mencapai 181.5 juta jiwa. Jumlah tersebut berasal dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia sebanyak 269,6 juta jiwa, dengan perincian jumlah penduduk berusia 18 tahun dan seterusnya yang mendapat vaksinasi adalah 188,7 juta jiwa, dan sisa 7,2 juta jiwanya adalah kelompok eksklusi, yaitu ibu hamil, terpapar Covid, dan yang mempunyai […]

    Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia adalah 181, 5 Juta Jiwa

    Jumlah kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia ternyata mencapai 181.5 juta jiwa. Jumlah tersebut berasal dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia sebanyak 269,6 juta jiwa, dengan perincian jumlah penduduk berusia 18 tahun dan seterusnya yang mendapat vaksinasi adalah 188,7 juta jiwa, dan sisa 7,2 juta jiwanya adalah kelompok eksklusi, yaitu ibu hamil, terpapar Covid, dan yang mempunyai komorbid tidak terkontrol.

    kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Jumlah penduduk Indonesia untuk kebutuhan herd immunity mencapai 181.554.465 orang. Tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik akan mendapat prioritas sebagai pihak-pihak pertama yang divaksin. Sisanya adalah masyarakat yang rentan tertular virus dan masyarakat lainnya pada usia 18-59 tahun Baik tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik akan mulai divaksin pada gelombang 1, yaitu Januari-April 2021 dan kelompok sisanya adalah pada gelombang 2, yaitu pada April 2021 hingga Maret 2022.

    Adapun jumlah kelompok-kelompok yang divaksin adalah sebagai berikut:

    • Tenaga Kesehatan: 1,3 juta jiwa, dan tersebar di 34 provinsi
    • Petugas pelayanan publik: 17,4 juta jiwa
    • Masyarakat yang rentan tertular: 63,9 juta jiwa
    • Masyarakat lainnya: 77,4 juta jiwa

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Lansia yang disebut tidak boleh menerima vaksin Covid-19 diperkirakan akan mendapat vaksinasi. Kemudian, sekitar 21,5 juta lansia di Indonesia kemungkinan juga akan  divaksinasi. Kelompok ini akan divaksinasi jika mendapatkan informasi mengenai keamanan vaksin yang dipakai. Selain lansia, penderita penyakit komorbid terkendali juga kemungkinan akan diperbolehkan mendapatkan vaksinasi tetapi harus menunggu rekomendasi dari ahli.

    Mengenai ketersediaan vaksin, jumlah pengadaan dosisnya akan mencukupi hingga kuartal pertama 2022. Total kebutuhan adalah 426.800.000, dan berasal dari vaksin Corona yang pengadaannya sudah ada dalam Peraturan Kementerian Kesehatan sebelumnya mengenai vaksin-vaksin dari perusahaan yang ditunjuk seperti Sinovac, AstraZeneca, dan Pfizer. Sejauh ini yang baru sampai adalah Sinovac yang datang pada Desember 2020 sementara AstraZeneca dan Pfizer diperkirakan tiba di Indonesia pada kuartal 2021-2022 dan kuartal 3 2021 dan kuartal 1 2022.

    Strategi penanganan Covid-19 pasca liburan yang angkanya semakin meningkat perlu intervensi khusus dari pemerintah pusat terhadap 6 wilayah yang cukup rawan penderita virus ini, yaitu Bandung, Sleman, Jakarta, Jember, Semarang, dan Makassar.  Intervensi khusus ini berupa langkah-langkah antisipasi seperti optimalisasi rumah sakit pemerintah dan swasta dan pendirian rumah sakit darurat di lapangan jika rumah sakit rujukan sudah penuh.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, Serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Sekian mengenai kebutuhan jumlah vaksin dan ketersediaannya untuk penduduk Indonesia. Yuk, Sahabat Sehat jangan ragu-ragu untuk divaksinasi ketika pemerintah sudah menggelar vaksinasi Covid-19 massal karena vaksin itu baik dan perlu, dan bisa melindungi Sahabat dan sekitar sehingga penyebaran Covid-19 akan mudah diminimalkan melalui pencegahan ini. Sembari menunggu vaksinasi, yuk tetap terapkan perilaku 3M dan PHBS, serta jangan lupa lakukan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses melalui website atau aplikasi kemudian pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    Materi Press Conference Penanganan Covid-19 29 Desember 2020. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.

     

    Read More
  • Mulai 1 Januari 2021, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, melarang WNA atau warga negara asing berkunjung ke Indonesia sebagai dampak dari ditemukannya varian baru virus Covid-19 di Inggris. Hal itu disampaikan secara langsung oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, melalui konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 28 Desember 2020. Pelarangan bagi WNA ini […]

    WNA Dilarang Masuk Indonesia untuk Mencegah Penyebaran Varian Baru Covid-19

    Mulai 1 Januari 2021, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, melarang WNA atau warga negara asing berkunjung ke Indonesia sebagai dampak dari ditemukannya varian baru virus Covid-19 di Inggris. Hal itu disampaikan secara langsung oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, melalui konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 28 Desember 2020. Pelarangan bagi WNA ini berlaku hingga 14 Januari 2020.1

    WNA dilarang masuk Indonesia

    Baca Juga: Berwisata ke Bali Harus Negatif PCR Swab

    Sebelumnya, Satgas Covid-19 melalui juru bicara, Profesor Wiku Adisasmito, menyatakan sudah menyempurnakan regulasi pengawasan ketat pelaku perjalanan dari Inggris, Eropa, dan Australia sehubungan dengan varian virus Covid-19 tersebut. Dasar pengetatan perjalanan adalah Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19.1

    Pelarangan kedatangan WNA yang baru dimulai pada 1 Januari tersebut tentu saja tidak berlaku bagi WNA yang sudah datang ke Indonesia dari 28 sampai 31 Desember 2020. Meski begitu, mereka diharuskan menunjukkan bukti negatif PCR swab yang berlaku selama 2×24 jam sebelum keberangkatan.1 Jika hasilnya negatif, WNA yang bersangkutan akan diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri selama 5 hari di hotel khusus dengan biaya pribadi. Hal yang sama berlaku pada WNI dari luar negeri, terutama dari Inggris. Namun, WNI akan dikarantina selama 5 hari di fasilitas khusus milik pemerintah yang tentunya dengan biaya dari pemerintah. Tentunya selama karantina mereka akan melakukan PCR swab ulang. Jika negatif, diperbolehkan melanjutkan perjalanan.2

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Lalu, bagaimana jika positif?

    Baik WNI maupun WNA akan dirujuk ke fasilitas kesehatan. WNI dibiayai oleh pemerintah sedangkan WNA dengan biaya sendiri. Namun, larangan ini tidak berlaku bagi pejabat pemerintah seperti menteri atau di atasnya, dan datang dengan tetap menerapkan protokol-protokol kesehatan. Jika mereka terkonfirmasi positif, mereka perlu melakukan karantina mandiri di tempat yang sudah ditentukan.3

    Produk Terkait: Tes PCR Swab Prosehat

    Seperti diketahui varian baru Covid-19 tersebut bernama SARS CoV-2 VUI 202012/01 ditemukan di Inggris, Belanda, Denmark, Australia, dan Afrika Selatan. Disebut bahwa varian baru ini tidak berpengaruh terhadap vaksin Covid-19, namun dapat bermutasi sepanjang waktu. Meski begitu varian ini belum terbukti mematikan dari varian sebelumnya.2

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Itulah mengenai pelarangan WNA datang ke Indonesia oleh pemerintah agar varian Covid-19 tidak memasuki Tanah Air sehingga tidak menjadi beban karena virus yang sebelumnya belum hilang sama sekali. Nah, Sahabat Sehat, yuk tetap berperilaku 3M dan PHBS untuk melindungi diri dari penularan Covid-19. Supaya dapat mengetahui positif atau negatif Covid-19, yuk segera lakukan deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk informasi lebih lengkap, silakan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Indonesia Tutup Pintu untuk Semua WNA Per 1 Januari 2021 [Internet]. nasional. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201228163122-20-587072/indonesia-tutup-pintu-untuk-semua-wna-per-1-januari-2021
    2. Infografik Pengawasan perjalanan cegah penyebaran virus corona varian baru – ANTARA News [Internet]. Antara News. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://www.antaranews.com/infografik/1914464/pengawasan-perjalanan-cegah-penyebaran-virus-corona-varian-baru
    3. Mediatama G. Seluruh WNA dilarang masuk ke Indonesia, kecuali pejabat setingkat menteri [Internet]. kontan.co.id. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://nasional.kontan.co.id/news/seluruh-wna-dilarang-masuk-ke-indonesia-kecuali-pejabat-setingkat-menteri
    Read More
  • Kebijakan pemerintah mengenai wajibnya rapid swab antigen sebagai syarat perjalanan terutama untuk libur Natal dan Tahun Baru mau tidak mau membuat pelaku perjalanan atau traveler harus segera melakukan salah satu tes Covid-19 tersebut. Namun, kebijakan pemerintah tersebut membuat beberapa antrean yang cukup membludak di terminal, bandara, stasiun, dan pelabuhan. Baca Juga: Protokol Kesehatan Liburan Natal […]

    Daripada Antre Rapid Swab Antigen di Bandara dan Stasiun, Yuk ke Prosehat Aja!

    Kebijakan pemerintah mengenai wajibnya rapid swab antigen sebagai syarat perjalanan terutama untuk libur Natal dan Tahun Baru mau tidak mau membuat pelaku perjalanan atau traveler harus segera melakukan salah satu tes Covid-19 tersebut. Namun, kebijakan pemerintah tersebut membuat beberapa antrean yang cukup membludak di terminal, bandara, stasiun, dan pelabuhan.

    antre rapid swab antigen

    Baca Juga: Protokol Kesehatan Liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Berikut Poin-poin Pentingnya

    Di Bandara Soekarno-Hatta semenjak rapid antigen diberlakukan sebagai syarat perjalanan, antrean terlihat cukup panjang di Shelter Kalayang Terminal 2 bandara tersebut. Antrean ini sendiri cukup dikeluhkan penumpang karena membuat menjadi tidak efisien dan tidak mudah. Selain di Bandara Soekarno-Hatta, hal serupa terjadi di Stasiun Gambir. Seperti dilansir dari Detikcom tercatat pada Selasa, 22 Desember 2020, jumlah antrean calon penumpang yang hendak rapid swab mencapai hampir 1.000 orang, dan panjang mengular. Tidak hanya di Stasiun Gambir, antrean panjang juga terjadi di Stasiun Senen. Para calon penumpang disebut mengantre sejak Subuh. Sementara di pelabuhan seperti Tanjung Priok dan Merak sampai sejauh ini belum tampak situasi seperti di bandara dan stasiun karena rapid antigen.

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Hal ini sungguh disayangkan oleh anggota Ombudsman, Alvin Lie, karena hal tersebut berpotensi menyebarkan Covid-19 melalui kerumunan yang tercipta. Apalagi kebijakan ini dinilai terkesan mendadak sehingga sangat menyulitkan para pelaku perjalanan. Menanggapi hal tersebut, Satgas Covid-19 melalui juru bicara Profesor Wiku Adisasmito menyatakan jika memang tidak ingin ada antrean panjang di bandara, stasiun, terminal, dan pelabuhan, sebaiknya masyarakat jangan melakukan rapid swab antigen di tempat-tempat tersebut yang berpotensi menyebabkan antrean dan kerumunan.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Ia menyarankan masyarakat agar tes antigen di luar tempat-tempat tersebut berupa fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium, puskesmas, atau klinik. Sebaiknya tes dilakukan sebelum berangkat ke bandara atau stasiun. Dengan begitu, antrean panjang pemeriksaan dapat dihindari. Meski begitu, Satgas Covid-19 menyarakan masyarakat agar tetap berada di rumah saja, dan tak bepergian ke luar kecuali ada urusan yang sangat mendesak. Semua supaya penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Nah, Sahabat Sehat supaya Sahabat tidak mau mengalami antrean panjang di bandara, stasiun, terminal, atau pelabuhan yang akan memakan cukup banyak waktu sehingga tidak efisien, Sahabat bisa melakukan rapid swab antigen di Prosehat. Kenapa di Prosehat? Karena Prosehat menyediakan layanan tes Covid-19 yang berkualitas dengan harga yang cukup terjangkau. Selain itu, Sahabat akan mendapatkan surat keterangan hasil tes yang dibutuhkan sebagai syarat wajib perjalanan. Untuk menikmati layanan tes antigen dari Prosehat ini cukup mudah kok. Sahabat tinggal mengakses melalui website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dirgantara A. Antrean Rapid Antigen di Bandara Soekarno-Hatta Mengular Pagi Ini [Internet]. detiknews. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5304752/antrean-rapid-antigen-di-bandara-soekarno-hatta-mengular-pagi-ini
    2. Hikam H. Goks! Antrean Rapid Test Antigen di Gambir Pagi Ini Hampir 1.000 Orang [Internet]. detikfinance. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5304764/goks-antrean-rapid-test-antigen-di-gambir-pagi-ini-hampir-1000-orang
    3. Antrean di Rapid Test Antigen Stasiun Pasar Senen [Internet]. https://www.metrotvnews.com. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.metrotvnews.com/play/kewCXwr2-antrean-di-rapid-test-antigen-stasiun-pasar-senen
    4. Prof Wiku: Kalau Tak Ingin Ada Antrean, Rapid Test Antigen Tidak di Bandara [Internet]. kumparan. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/prof-wiku-kalau-tak-ingin-ada-antrean-rapid-test-antigen-tidak-di-bandara-1upFnINcYQh
    Read More
  • Covid-19 dapat menginfeksi siapapun meskipun tidak terlihat sedang sakit. Seringkali keadaan seperti ini, disebut sebagai OTG, tidak disadari oleh banyak orang. Protokol – protokol kesehatan melalui perilaku 3M sangatlah diperlukan supaya penyebaran virus dari OTG dapat diminimalkan. Tidak hanya perilaku 3M saja yang harus benar-benar diterapkan, tetapi juga deteksi dini melalui rapid test (antibodi dan […]

    Inilah Orang–Orang yang Rentan Tertular Virus Covid-19

    Covid-19 dapat menginfeksi siapapun meskipun tidak terlihat sedang sakit. Seringkali keadaan seperti ini, disebut sebagai OTG, tidak disadari oleh banyak orang. Protokol – protokol kesehatan melalui perilaku 3M sangatlah diperlukan supaya penyebaran virus dari OTG dapat diminimalkan. Tidak hanya perilaku 3M saja yang harus benar-benar diterapkan, tetapi juga deteksi dini melalui rapid test (antibodi dan antigen) dan PCR swab.

    rentan tertular virus covid-19

    Baca Juga: Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa Itu Sindemi?

    Meski begitu, pada kenyataannya Covid-19 juga menginfeksi pada golongan rentan atau mudah terkena virus ini. Hal ini disampaikan oleh juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito dalam konferensi pers melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, 15 Desember 2020. Orang-orang yang rentan terkena Covid-19 adalah yang mempunyai penyakit bawaan seperti jantung yang disebut bisa 9 kali lebih besar berisiko terkena daripada yang tidak punya sama sekali. Selain penyakit penyerta, Profesor Wiku juga menyebut bahwa faktor usia juga memengaruhi tingkat kerentanan terkena terutama pada usia 60 tahun ke atas, yang bisa mencapai 19,5 kali lipat terkena. Namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa yang berusia produktif terutama di usia 31-45 tahun juga cukup rentan terinfeksi Covid-19, dengan 2,4 kali lipat berisiko, dan usia 46-59 tahun berisiko terkena 8,5 kali lipat.

    Selain jantung yang sudah disebut, juga ada penyakit-penyakit lain, yaitu:

    • Penyakit ginjal: 13,7 kali lebih berisiko
    • Diabetes mellitus: 8,3 kali lebih berisiko
    • Hipertensi: 6 kali lebih berisiko
    • Penyakit imun: 6 kali lebih berisiko

    Alasan Penderita Penyakit Komorbid Rentan Terkena Covid-19

    Tentu saja ada alasan mengapa penderita penyakit komorbid rentan terkena Covid-19, dan bahkan bisa berujung kematian. Hal itu dikarenakan daya tahan tubuh mereka yang cukup lemah saat menghadapi Covid-19 sebab beberapa penyakit seperti hipertensi dan diabetes membuat pembuluh darah dan kadar gula menjadi tidak stabil yang berakibat kekebalan tubuh menurun sehingga memudahkan terkena infeksi Covid-19. Sedangkan untuk penderita penyakit yang juga rentan terkena akibat kekebalan tubuh yang lemah, hal itu berawal dari terserangnya paru-paru oleh Covid-19 yang membuat jantung harus bekerja ekstra keras memompa oksigen di dalam darah ke seluruh tubuh. Jika dibiarkan, hal ini bisa berakibat fatal yang membuat jantung berhenti mendadak.

    Baca Juga: Panduan Nutrisi untuk Mencegah Terkena Virus Corona Seperti Apa?

    Alasan Lansia Rentan Terkena Covid-19

    Dari pemaparan Profesor Wiku bahwa orang-orang berusia 60 tahun ke atas atau lansia sangat rentan terkena Covid-19. Hal itu dikarenakan adanya oksidasi sel yang lebih besar akibat virus dalam tubuh lansia mengikat sel inang yang berbeda dengan melibatkan protein dalam tubuh. Oksidasi sel ini lebih besar dari penuaan dan penyakit yang dialami lansia tersebut. Kondisi kesehatan yang cukup kronis juga memengaruhi hal kerentanan tersebut.

    Gejala-gejalanya

    Terdapat beberapa gejala pada orang dengan penyakit komorbid dan lansia jika terkena Covid-19, yaitu sebagai berikut:

    • Nafsu makan hilang tiba-tiba
    • Terjadi Perubahan Perilaku yang tidak biasa
    • Kesadaran hilang

    Selain Penderita Penyakit Komorbid dan Lansia, Siapa Lagi yang Rentan Terkena Covid-19?

    Seperti dilansir dari Satgas Covid-19, orang-orang yang rentan terkena Covid-19 selain penderita penyakit komorbid dan lansia adalah yang memiliki daya tahan tubuh rendah dan yang mengalami obesitas terutama yang mempunyai BMI di atas 27 kg/M2. Alasan mengapa orang-orang ini juga rentan adalah karena kekebalan tubuh merupakan hal yang sangat penting dalam melawan virus. Apabila kekebalan tubuh tidak bagus, dipastikan orang tersebut  akan mudah terinfeksi. Tentu saja cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh adalah dengan makan teratur, olahraga, tidak stres, dan selalu berpikir positif.

    Sedangkan jika orang dengan obesitas rentan mengalami Covid-19 adalah karena ada beberapa faktor seperti berhubungan dengan penyakit komorbid yang bisa diderita, yaitu hipertensi dan diabetes. Hal ini tentu akan menyebabkan keseimbangan metabolisme dalam tubuh terganggu sehingga tubuh tidak mampu melawan Covid-19. Hal lainnya adalah banyaknya lemak yang menempel di jantung dan perut. Hal ini akan menyebabkan obese menderita kesulitan bernapas saat terinfeksi virus Covid-19.

    Produk Terkait: Jual Suplemen Anti-Kolestrol

    Bagaimana Cara Mencegahnya Supaya Tidak Rentan Terkena Covid-19?

    Cara mencegah terbaik yang bisa dianjurkan adalah tetap menjalankan protokol-protokol kesehatan atau berperilaku 3M mulai dari mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain itu, jangan lupa untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti makan teratur dan berolahraga. Bagi yang menderita penyakit komorbid, diharapkan untuk terus memeriksa secara rutin penyakitnya kepada dokter secara online supaya tetap aman dan terlindung dari virus. Dukungan dari keluarga juga sangat diperlukan supaya protokol-protokol kesehatan tersebut tetap bisa dilakukan.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Demikianlah mengenai orang-orang yang rentan terkena Covid-19 dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Hal ini menunjukkan bahwa sekali lagi Covid-19 bukanlah sembarang virus karena bisa menyerang siapa saja, baik dalam keadaan sehat maupun sakit. Jika yang diserang adalah yang sedang menderita suatu penyakit, hal tersebut bisa menyebabkan komplikasi. Karena itu, tetap patuhi protokol kesehatan yang berlaku, dan jangan diabaikan supaya Sahabat atau orang sekitar tidak terkena Covid-19. Apabila Sahabat menginginkan informasi lebih lanjut dan mempunyai pertanyaan tentang Covid-19 dan produk-produk kesehatan yang berkaitan untuk deteksi dini silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Prihatini Z. Urutan Risiko Kematian akibat COVID-19, Siapa Paling Rentan? [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5296769/urutan-risiko-kematian-akibat-covid-19-siapa-paling-rentan
    2. COVID-19 S. Siapa Saja yang Berisiko Tinggi Terkena COVID-19? – Masyarakat Umum | Satgas Penanganan COVID-19 [Internet]. covid19.go.id. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/siapa-saja-yang-berisiko-tinggi-terkena-covid-19
    3. Media K. Kenapa Pasien Asma, Diabetes, dan Jantung Rentan Terinfeksi Corona? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/04/13/163200523/kenapa-pasien-asma-diabetes-dan-jantung-rentan-terinfeksi-corona-?page=all
    4. Media K. Kemenkes: Orang dengan Penyakit Tak Menular Rentan Terinfeksi Covid-19 [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/07/04/13005821/kemenkes-orang-dengan-penyakit-tak-menular-rentan-terinfeksi-covid-19
    5. Mediatama G. Paling rentan terpapar virus corona, ini gejala Covid-19 pada lansia dan komorbid [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/paling-rentan-terpapar-virus-corona-ini-gejala-covid-19-pada-lansia-dan-komorbid
    6. Komorbid Rentan Covid-19, Taati Protokol Kesehatan 3M [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/kesehatan/24/10/2020/komorbid-rentan-covid-19-taati-protokol-kesehatan-3m/
    7. Alasan Lansia Rentan Terinfeksi Covid-19 [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201205065654-255-578290/alasan-lansia-rentan-terinfeksi-covid-19
    8. Media K. Apakah Kamu Memiliki Kekebalan Tubuh yang Lemah? Kenali Tandanya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/05/31/214400920/apakah-kamu-memiliki-kekebalan-tubuh-yang-lemah-kenali-tandanya?page=all
    9. Septiani A. Kenapa Orang Obesitas Lebih Rentan Tertular COVID-19? [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5192921/kenapa-orang-obesitas-lebih-rentan-tertular-covid-19
    Read More
  • Kasus Covid-19 di DKI Jakarta kembali meningkat selama pelaksanaan PSBB Transisi yang dimulai pada 7 Desember hingga 21 Desember 2020.1 Hingga Selasa, 15 Desember 2020, tercatat Ibu Kota menyumbang jumlah penderita Covid-19 sebanyak 155.122 orang, dengan perincian 1.057 pasien baru, 140.225 pasien sembuh, dan 2.990 pasien meninggal. Jumlah ini tetap menempatkan DKI sebagai provinsi dan kota dengan tingkat penyebaran virus Corona […]

    Mengapa Covid-19 di DKI Jakarta Terus-Menerus Meningkat?

    Kasus Covid-19 di DKI Jakarta kembali meningkat selama pelaksanaan PSBB Transisi yang dimulai pada 7 Desember hingga 21 Desember 2020.1 Hingga Selasa, 15 Desember 2020, tercatat Ibu Kota menyumbang jumlah penderita Covid-19 sebanyak 155.122 orang, dengan perincian 1.057 pasien baru, 140.225 pasien sembuh, dan 2.990 pasien meninggal. Jumlah ini tetap menempatkan DKI sebagai provinsi dan kota dengan tingkat penyebaran virus Corona yang cukup tinggi secara nasional.2

    covid-19 di DKI Jakarta, Covid-19 di Jakarta, Corona di Jakarta, Corona di DKI Jakarta

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Tingginya tingkat penderita Covid-19 di Ibukota membuat hampir semua rumah sakit rujukan hampir penuh, yakni mencapai 79% okupansi. Total pasien yang dirawat sebanyak 4.979 orang. Jumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta berjumlah 98 rumah sakit, dengan jumlah tempat tidur sebanyak 6.318. Jika melihat jumlah penderita Covid-19 yang terus menanjak, bukan tidak mungkin rumah sakit akan kewalahan menangani dan para tenaga medis akan mengalami kelelahan yang cukup tinggi alias burnout.3

    Lonjakan jumlah penderita yang meningkat cukup pesat ini pada akhirnya membuat beberapa pihak mulai angkat bicara, yaitu IDI atau Ikatan Dokter Indonesia, yang mulai mengkhawatirkan kondisi yang sangat mencengangkan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Ketua IDI DKI Jakarta, Slamet Budiarto. Ia pun meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera menerapkan PSBB ketat seperti di awal pandemi dan pada bulan Oktober agar penyebaran virus dapat dikendalikan.4

    Selain IDI, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan juga meminta hal yang sama. Hal tersebut disampaikan pada rapat koordinasi penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali secara virtual di Kantor Maritim pada Senin, 14 Desember 2020. Dalam rapat itu, Luhut meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk mengetatkan kebijakan bekerja dari rumah atau WFH hingga 75%, dan meneruskan kebijakan membatasi jam operasional tempat dan fasilitas hingga pukul 19.00 serta membatasi jumlah pengunjung di tempat makan, mal, dan tempat hiburan.5 

    Menanggapi hal tersebut, pihak Pemerintah Provinsi DKI menyatakan mulai 18 Desember 2020 kebijakan WFH sebesar 75% akan diterapkan. Tak hanya itu, pemberlakuan pembatasan jam operasional juga akan diberlakukan, dan terakhir Pemprov DKI Jakarta meminta kepada semua orang yang datang ke dan keluar dari Jakarta harus negatif rapid swab antigen yang dibuktikan melalui surat keterangan juga mulai 18 Desember.

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Supaya kebijakan memperketat PSBB di Jakarta sebagai dampak melonjaknya penderita Covid-19 di Ibukota, Luhut juga meminta kepada pemilik pusat perbelanjaan melalui Gubernur agar memberikan keringanan penyewaan tempat dan biayanya kepada para penyewa. Kemudian ia meminta kegiatan-kegiatan yang berpotensi mengumpulkan orang dalam jumlah banyak, seperti keagamaan dan hajatan, dibatasi atau dilarang, dan dilakukan secara daring atau online. Pihak aparat dari TNI dan POLRI akan dikerahkan untuk mengawal rencana kebijakan tersebut.5

    Lalu, mengapa Covid-19 di DKI Jakarta terus meningkat, terutama di masa PSBB Transisi?

    Mengenai hal ini, ada beberapa hal yang menyebabkan Covid-19 di Jakarta terus-menerus meningkat sehingga cukup mengkhawatirkan. Hal pertama disebabkan Jakarta merupakan pusat ekonomi dan bisnis yang tentu saja akan menghadirkan banyak mobilitas atau pergerakan dari para manusianya, baik dari dalam wilayah, wilayah penyangga (Bodetabek), dan luar wilayah Jakarta dan Bodetabek. Hal tersebut merupakan imbas Covid-19 pada provinsi-provinsi di sekitar Jakarta seperti Jawa Barat, Banten yang kemudian menyebar hingga ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Demikian yang disampaikan oleh Dicky Budiman, Epidemiolog dari Griffith University, seperti dilansir dari Detik.com.6

    Untuk hal ini, ia menyarankan agar setiap provinsi di Pulau Jawa melakukan strategi yang komprehensif, merata, dan tidak hanya diterapkan di Jakarta saja. Penerapan PSBB dinilainya juga tidak akan efektif apabila tidak ada strategi atau kolaborasi pengendalian antardaerah di Pulau Jawa sehingga bisa menyebabkan PSBB bisa dijalankan selama bertahun-tahun, yang tentu saja membutuhkan ongkos yang sangat besar.6

    Hal kedua adalah libur panjang akhir pekan serta kerumunan massa ketika menyambut Habib Rizieq Shihab. Demikian yang diungkapkan oleh Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo, pada November 2020 lalu. Dua hal itu sangat berelasi karena menyangkut pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya. Apalagi pada mobilitas itu tidak ada penerapan protokol kesehatan sama sekali sehingga potensi penyebaran virus cukup besar dan massif.7

    Baca Juga: Rumah Sakit, Puskesmas, dan Klinik Tempat Rapid Test di Jakarta

    Itulah mengapa Covid-19 di DKI Jakarta kembali dan terus-menerus meningkat terutama di masa PSBB Transisi. Jika melihat keadaan seperti ini, alangkah baiknya kita berupaya mencegah sebisa mungkin Covid-19 dengan tetap melakukan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, di rumah saja, serta tidak lupa untuk melakukan deteksi Covid-19, PCR swab, rapid test, dan rapid antigen yang bisa Sahabat lakukan di Prosehat. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Media K. PSBB Transisi di Jakarta Diperpanjang Lagi, Ingat 16 Aturannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/12/07/09185851/psbb-transisi-di-jakarta-diperpanjang-lagi-ingat-16-aturannya?page=all
    2. Banjarnahor D. Pak Anies, Covid-19 di Jakarta Semakin Merajalela [Internet]. news. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20201214161506-4-208981/pak-anies-covid-19-di-jakarta-semakin-merajalela
    3. Media K. Dinkes: Tingkat Keterisian Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di Jakarta 79 Persen [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/12/08/17583651/dinkes-tingkat-keterisian-tempat-tidur-isolasi-covid-19-di-jakarta-79
    4. Media K. RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Mulai Penuh, IDI Minta PSBB Ketat Kembali Diterapkan [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/12/03/13002371/rs-rujukan-covid-19-di-jakarta-mulai-penuh-idi-minta-psbb-ketat-kembali
    5. Banjarnahor D. Siap-siap! Luhut Perintahkan Anies Perketat PSBB di Jakarta [Internet]. news. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20201215000626-4-209068/siap-siap-luhut-perintahkan-anies-perketat-psbb-di-jakarta
    6. Alam S. Corona Ngegas Terus di DKI, Ini Berbagai Kemungkinan Penyebabnya [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5266936/corona-ngegas-terus-di-dki-ini-berbagai-kemungkinan-penyebabnya
    7. Doni Monardo Ungkap 2 Penyebab Peningkatan Kasus Covid-19 di Jakarta : Okezone Nasional [Internet]. https://nasional.okezone.com/. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://nasional.okezone.com/read/2020/11/23/337/2314440/doni-monardo-ungkap-2-penyebab-peningkatan-kasus-covid-19-di-jakarta
    8. Media K. UPDATE 15 Desember: Bertambah 1.057 Kasus Covid-19 di Jakarta [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/12/15/20194901/update-15-desember-bertambah-1057-kasus-covid-19-di-jakarta
    9. Arjanto D. Mulai 18 Desember DKI Terapkan WFH 75 Persen Ikuti Arahan Menko Luhut Panjaitan [Internet]. Tempo. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://metro.tempo.co/read/1414617/mulai-18-desember-dki-terapkan-wfh-75-persen-ikuti-arahan-menko-luhut-panjaitan/full&view=ok
    10. Hikam H. Perhatian! Anies akan Wajibkan Rapid Antigen untuk yang Masuk ke Jakarta [Internet]. detikfinance. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5296884/perhatian-anies-akan-wajibkan-rapid-antigen-untuk-yang-masuk-ke-jakarta
    Read More
  • Masuk ke Bali harus negatif PCR swab. Setidaknya, itulah yang didapat dari Surat Edaran Gubernur Bali tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali. Peraturan tersebut dikeluarkan pada hari Selasa, 15 Desember 2020. Alasan pemberlakuan peraturan ini adalah karena masih tingginya […]

    Berwisata ke Bali Harus Negatif PCR Swab

    Masuk ke Bali harus negatif PCR swab. Setidaknya, itulah yang didapat dari Surat Edaran Gubernur Bali tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali. Peraturan tersebut dikeluarkan pada hari Selasa, 15 Desember 2020. Alasan pemberlakuan peraturan ini adalah karena masih tingginya penularan kasus positif Covid-19 di Indonesia, terutama di Bali yang ditandai dengan terbentuknya klaster-klaster baru, masih meningkatnya arus kunjungan wisatawan ke Bali, dan tingginya potensi kerumunan yang akan tercipta selama masa liburan akhir tahun 2020.1

    berwisata ke Bali

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Peraturan ini juga merupakan implementasi dari arahan Menteri Bidang Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Panjaitan, yang meminta penanganan secara intensif kasus Covid-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali pada rapat koordinasi virtual di Jakarta, 14 Desember 2020. Dengan dikeluarkannya peraturan ini, setiap orang yang hendak memasuki Bali harus mempunyai hasil PCR swab negatif yang ditunjukkan melalui surat keterangan yang berlaku 2×24 jam sebelum keberangkatan. Hasil negatif PCR swab ini ditujukan bagi mereka yang hendak ke Bali melalui transportasi udara.1

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Sedangkan bagi yang hendak ke Bali melalui transportasi darat dan laut, juga diharuskan menunjukkan hasil pemeriksaan Covid-19, namun tidak harus PCR swab, melainkan rapid swab antigen yang berlaku paling lama 2×24 jam sebelum keberangkatan. Hasil kedua tes ini berlaku selama 14 hari dan surat keterangan tersebut wajib ada selama di Bali. Dalam surat edaran tersebut, Pemerintah Provinsi Bali juga mewajibkan semua pihak untuk menjalankan protokol-protokol kesehatan dan melarang keras perayaan Tahun Baru 2021, baik di dalam maupun di luar ruangan, yang berpotensi menyebabkan keramaian, serta melarang penggunaan kembang api dan konsumsi minuman keras yang dapat menyebabkan mabuk.1

    Baca Juga: Tips Mencari Tempat Wisata Pilihan Selama Covid-19

    Bagi Sahabat Sehat yang hendak ke Bali, sebaiknya Sahabat segera melakukan pemeriksaan swab PCR atau rapid antigen Covid-19 terlebih dahulu agar bisa mendapatkan surat keterangan hasil pemeriksaan negatif yang diperlukan. Sobat bisa melakukan pemeriksaan di Prosehat dan mitra-mitra Prosehat. Caranya dengan melalui website dan aplikasi. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Surat Edaran Gubernur Bali Tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali. 1st ed. Bali: Pemerintah Provinsi Bali; 2020.
    Read More
  • Sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 akhirnya tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020 di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Vaksin-vaksin buatan Sinovac itu dibawa melalui pesawat charter dari Garuda Indonesia. Seperti dilansir dari situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Vaksin Sinovac merupakan vaksin yang sebelumnya sudah diuji secara klinis di Bandung. Baca Juga: […]

    Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 akhirnya tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020 di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Vaksin-vaksin buatan Sinovac itu dibawa melalui pesawat charter dari Garuda Indonesia. Seperti dilansir dari situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Vaksin Sinovac merupakan vaksin yang sebelumnya sudah diuji secara klinis di Bandung.

    vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Penerimaan 1,2 juta vaksin ke depannya akan meningkat seiring dengan kebutuhan penanganan pandemi di Indonesia. Indonesia selanjutnya akan mengupayakan kedatangan 1,8 juta dosis vaksin yang menurut rencana akan tiba pada awal Januari 2021. Selain vaksin dalam bentuk jadi, juga akan ada vaksin dalam bentuk bahan baku curah yang selanjutnya akan diproses oleh Bio Farma. Jumlah vaksin curah yang tiba itu 15 juta dosis pada Desember dan 30 juta dosis pada Januari.

    Kedatangan vaksin merupakan upaya untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19. Meski begitu, vaksin Sinovac yang sudah resmi datang ini tidak langsung digunakan karena harus menunggu persetujuan izin edar dari BPOM sebagai lembaga resmi yang mempunyai wewenang dalam masalah perizinan obat-obatan dan vaksin di Indonesia. Mengenai pelaksanaan vaksinasi ke depannya, ada 4 hal yang harus diperhatikan, yaitu:

    • Memastikan seluruh prosedur harus dilalui dengan baik dalam rangka menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat serta efektivitas vaksin
    • Persiapan sistem distribusi vaksin ke daerah yang mencakup peralatan pendukung, sumber daya manusia, dan tata kelola vaksinasi
    • Memantau dan mengikuti pengumuman dan petunjuk-petunjuk terkait pelaksanaan vaksinasi
    • Tetap menjalankan protokol 3M yang sudah dianjurkan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak meskipun vaksin sudah ada. Pelaksanaan 3M ini tetap penting karena juga membantu meminimalkan penyebaran Covid-19 dan efektivitas vaksin yang ada

    Cara Mendapat Vaksin Covid-19?

    Pemerintah sudah menyiapkan infrastruktur hingga roadmap pembagian vaksin. Terdapat dua jalur yang sudah disiapkan, yaitu jalur pemerintah dan mandiri. Jalur pemerintah ini ialah program vaksinasi yang akan diberikan secara cuma-cuma atau gratis kepada yang penerima prioritas seperti tenaga medis, aparat hukum, tokoh agama, tenaga pendidik, aparatur pemerintah pusat  sampai daerah hingga BPJS penerima bantuan subsidi sedangkan jalur mandiri menyasar pada masyarakat yang berusia 19-59 tahun, dengan jumlah sekitar 57 orang. Kebutuhan vaksinnya mencapau 115 juta dosis. Yang membedakan dari jalur pertama dan jalur kedua adalah jalur kedua berbayar. Sekadar info, harga vaksin Sinovac ini berkisar mulai dari Rp 200.000 per dosis.

    Baca Juga: Meski Vaksin Beredar, Tetap Konsumsi Asupan Bernutrisi untuk Kekebalan Tubuh

    Proses vaksinasi jalur mandiri akan dilakukan secara digital melalui sebuah aplikasi khusus yang menurut rencana selesai pada Desember 2020 ini. Masyarakat yang akan memilih jalur mandiri harus mengikuti beberapa langkah sebelum dan sesudah vaksinasi, yaitu:

    • Mengisi data diri berupa KTP, nomor telepon, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat, jenis kelamin, status pernikahan, pekerjaan, kartu keluarga jika ingin mendaftar bersama keluarga
    • Setelah mendaftar peserta yang ingin melakukan vaksinasi mandiri otomatis dianggap sudah melakukan pre-order, dan harus melakukan pembayaran
    • Saat mendekati hari vaksinasi, peserta akan mendapatkan pemberitahuan untuk datang di waktu yang ditentukan di klinik, fasilitas kesehatan rumah yang sakit yang dipilih. Peserta perlu untuk mengisi consent/assentform untuk mendapatkan kode khusus berupa QR code. Kode ini akan digunkan untuk validasi saat imunisasi, dan setelah diimunisasi peserta akan mendapatkan sertifikasi vaksinasi yang dapat dijadikan sebagai bukti telah melakukan vaksinasi.

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Demikianlah Sahabat Sehat mengenai informasi tibanya vaksin Sinovac di Indonesia yang diharapkan dapat mengurangi jumlah penyebaran Covid-19 di Tanah Air, dan cara mendapatkannya, baik melalui pemerintah atau secara mandiri. Meski begitu, Sahabat harus tetap ingat pesan ibu untuk selalu melakukan 3M sebagai cara yang dapat membantu mengendalikan virus dan efektivitas vaksin. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksin Covid-19 dan produk-produk penanganan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Vaksin COVID-19 Tiba di Tanah Air- Sekretariat Kabinet Republik Indonesia [Internet]. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://setkab.go.id/vaksin-covid-19-tiba-di-tanah-air/
    2. Media K. 1,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac Tiba di Indonesia [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/06/22485551/12-juta-dosis-vaksin-covid-19-buatan-sinovac-tiba-di-indonesia
    3. detikcom T. Vaksin Sinovac yang Baru Tiba Akan Digunakan untuk Tenaga Kesehatan [Internet]. detiknews. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5284550/vaksin-sinovac-yang-baru-tiba-akan-digunakan-untuk-tenaga-kesehatan
    4. Begini Cara Dapat dan Beli Vaksin Covid-19 Jalur Mandiri, Berikut Inilah Syarat yang Harus Disiapkan – Tribun Sumsel [Internet]. Tribun Sumsel. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://sumsel.tribunnews.com/2020/12/07/begini-cara-dapat-dan-beli-vaksin-covid-19-jalur-mandiri-berikut-inilah-syarat-yang-harus-disiapkan?page=all
    5. Azizah K. Vaksin COVID-19 Sinovac Tiba di Indonesia, Intip Lagi Harganya [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 11 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5284517/vaksin-covid-19-sinovac-tiba-di-indonesia-intip-lagi-harganya
    Read More
  • Setelah menjadi perdebatan panjang untuk sekian lama, PBB melalui Komisi Narkotika-nya (CND) akhirnya mencabut ganja dan turunannya dari Daftar IV Konvensi Tunggal Narkotika Tahun 1961. Dengan demikian, oleh badan multinasional tersebut ganja secara resmi keluar dari daftar narkoba berbahaya dan adiktif. Keputusan ini dilakukan seusai CND mempertimbangkan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia milik PBB, WHO. […]

    PBB Cabut Ganja dari Daftar Tanaman Obat Berbahaya, Ini Manfaat dan Dampaknya

    Setelah menjadi perdebatan panjang untuk sekian lama, PBB melalui Komisi Narkotika-nya (CND) akhirnya mencabut ganja dan turunannya dari Daftar IV Konvensi Tunggal Narkotika Tahun 1961. Dengan demikian, oleh badan multinasional tersebut ganja secara resmi keluar dari daftar narkoba berbahaya dan adiktif. Keputusan ini dilakukan seusai CND mempertimbangkan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia milik PBB, WHO.

    PBB cabut ganja

    Baca Juga: Tanaman Obat Tradisional Alternatif Pencegah Corona

    Dalam penetapan keputusan itu sebanyak 53 negara anggota CND melakukan pemungutan suara untuk tanaman obat yang dikontrol ketat selama 59 tahun terakhir. Penggunaan ganja sendiri karena masuk dalam daftar tersebut dilarang untuk kepentingan medis. Dari hasil pemungutan suara yang dilakukan pada Rabu, 2 Desember 2020 itu, 27 negara menyetujui pencabutan tersebut sedangkan 25 negara lainnya memilih abstain. Pencabutan ganja dari daftar obat berbahaya ini membuka peluang untuk mempelajari potensi ganja sebagai obat medis dan terapi namun tetap melarang penggunaannya untuk tujuan rekreasi.

    Keputusan PBB ini selanjutnya juga dapat mendorong penelitian lebih lanjut mengenai khasiat ganja sebagai tanaman obat dan negara-negara dapat melegalkannya untuk keperluan pengobatan medis serta mempertimbangkan kembali undang-undang mengenai penggunaan dengan tujuan rekreasi. Meski mayoritas pemungutan suara mendukung pencabutan para ahli berpendapat bahwa hal tersebut tidak akan berdampak langsung pada pelonggaran kontrol internasional dalam penggunaan ganja lebih lanjut. Sebab, pemerintah setiap negara masih memiliki yuridiksi tentang pengklasifikasian ganja.

    Produk Terkait: Jual Produk Herbal

    Pencabutan yang dilakukan oleh PBB ini dianggap oleh banyak negara sebagai kemenangan simbolis bagi para pendukung perubahan kebijakan narkoba yang mengatakan bahwa hukum internasional mengenai ganja sebagai tanaman narkotika sudah tidak ketinggalan zaman. PBB sendiri sebenarnya sudah berupaya memasukkan ganja sebagai tanaman obat atau medis, dan pada Januari 2019 sudah mengeluarkan enam rekomendasi yang berkaitan dengan pendaftaran ganja dalam pengendalian obat PBB.

    Salah satu poin tersebut menyatakan bahwa senyawa cannabidiol yang berasal dari salah produk turunan ganja merupakan senyawa yang tidak memabukkan. Karena itu, tidak tunduk pada hukum internasional. Cannabidiol atau CBD dianggap telah banyak  berperan penting dalam terapi kesehatan selama beberapa tahun terakhir serta mendorong indutsri senilai milyaran dolar. Pemungutan yang dilakukan PBB ini sendiri baru dapat terwujud sekarang sebab masih banyak negara yang membutuhkan waktu untuk memelajari pencabutan ganja sebagai tanaman obat yang berbahaya.

    Dari beberapa negara yang mendukung seperti Ekuador mendesak supaya rekomendasi WHO ini segera diwujudkan dalam bentuk produksi, penjualan, dan penggunaan yang harus mempunyai peraturan yang menjamin praktek yang baik, berkualitas, inovatif, dan mendukung perkembangan penelitian. Negara lain yang mendukung adalah Amerika Serikat namun dengan catatan peredaran dan penggunaan ganja tetap harus di bawah pengawasan obat internasional karena ganja masih terus menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan di masyarakat.

    Karena itu, AS meminta ganja tetap dimasukkan ke Daftar Konvensi Tunggal Narkotika. Adapun negara-negara yang menolak seperti Cile dan Jepang berpendapat bahwa ganja dapat meningkatkan depresi, defisit kognitif, kecemasan, dan gejala psikotik lainnya. Hingga sejauh ini, 50 negara telah mengadopsi aturan ganja sebagai tanaman obat sementara Kanada, Uruguay, dan 15 negara bagoan di AS telah melegalkannya untuk tujuan rekreasi. Hal demikian sedang akan dilakukan Meksiko dan Luksemburg.

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Bagaimana dengan di Indonesia?

    Pada 3 Februari 2020 Kementerian Pertanian melalui Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah meneken beleid yang memasukkan ganja sebagai salah satu tanaman obat binaan. Namun karena menimbulkan kontroversi Keputusan Menteri Pertanian Nomor 104 Tahun 2020 itu segera dicabut. Di Indonesia sendiri ganja merupakan salah  satu jenis tanaman obat psikotropika, dan tercantum pada Keputusan Menteri Pertanian Nomor 511 Tahun 2006. Karena itulah, sejak 2006, pemerintah telah memusnahkan ganja-ganja yang ditanam.

    Sesuai dengan UU Nomor 13 Tahun 2020 tentang holtikultura, budi daya tanaman yang merugikan kesehatan masyarakat hanya dapat dilakukan untuk kepentingan pelayanan kesehatan atau ilmu pengetahuan tertentu, dan pengembangannya ditentukan oleh undang-undang. Ketika ganja akhirnya dicabut oleh PBB dari daftar tanaman obat terlarang, pemerintah diminta mulai mempertimbangkan penggunaannya untuk keperluan medis di Indonesia. Demikian yang disuarakan oleh Koalisi Advokasi Narkotika untuk Kesehatan pada 3 Desember 2020. Mereka meminta pemerintah menerbitkan regulasi medis untuk ganja, dan tidak melihat lagi pada Konvensi Tunggal Narkotika 1961.

    Lalu Seperti Apa Manfaat Ganja Bagi Kesehatan?

    Setelah tadi kita membahas mengenai ganja yang oleh PBB tidak dianggap sebagai tanaman obat berbahaya tentu banyak Sahabat Sehat yang bertanya apa manfaat ganja sehingga banyak orang meminta ganja dilegalkan sebagai salah satu pengobatan medis?

    Dilansir dari CNN Indonesia yang mengutip beberapa sumber berupa jurnal-jurnal penelitian terungkap bahwa ganja mempunyai beberapa manfaat bagi kesehatan. Di beberapa negara ganja digunakan sebagai obat depresan karena mengandung zat Tetrahidrokanibinol atau THC, yaitu salah satu dari 400 zat kimia yang dapat menyebabkan efek perubahan suasana dalam hati. Ganja juga dapat membantu menenangkan kecemasan seseorang namun dengan catatan, dosisnya harus tepat. Berdasarkan penelitian Virgina Commonwealth University ganja disebut dapat menghentikan serangan epilepsi.

    Manfaat lainnya ternyata ganja disebut dapat memperlambat penyakit Alzheimer yang menyerang otak, mematikan gen ‘Id-1’ yang digunakan sel kanker untuk menyebar ke seluruh tubuh, mengurangi gejala serta rasa sakit yang disebabkan oleh multiple sclerosis atau penyakit yang menyerang saraf-saraf pusat seperti saraf otak, sumsum tulang belakang, dan saraf optik. Manfaat lainnya adalah ganja disebut mampu berinteraksi dengan sel-sel dalam tubuh yang memainkan peran penting dalam fungsi usus dan respons imun.

    Selain Manfaat, Apakah Ada Dampak Buruk yang Dihasilkan?

    Meski kenyataannya mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan melalui beberapa penelitian, kenyataannya tanaman obat ini juga mempunyai dampak yang buruk bagi kesehatan. Beberapa risiko untuk kesehatan itu seperti penggunanya mengalami halusinasi dan hilang kendali. Bahkan pada tingkat paling parah, penggunaan ganja secara berlebihan juga bisa membuat orang mengalami gangguan jiwa. Karena itulah, ganja sangat dilarang terutama bagi anak muda. Ganja juga memiliki kadar bahan aditif yang bisa menyebabkan ketergantungan dan berujung overdosis. Di sisi lain kecanduan tersebut dapat berujung pada tindakan kriminal. Jika ketahuan memiliki ganja, pemiliknya dapat dituntut penjara minimal 4 tahun.

    Ganja juga dapat berisiko menyebabkan gangguan paru-paru dibandingkan dengan merokok. Konsumsi 3-4 ganja sama berbahayanya dengan mengonsumsi 20 puntung rokok. Tak hanya itu, ganja ternyata bisa menganggu sistem reproduksi seperti mengurangi jumlah pada sperma pada pria serta membuat siklus menstruasi pada wanita menjadi tidak teratur. Indonesia sendiri menggolongkan ganja sebagai narkotika golongan I berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam UU ini ganja setara dengan sabu, kokain, opium, dan heroin. Izin penggunaan narkotika hanya diperbolehkan untuk hal-hal tertentu, dan bukan untuk konsumsi umum.

    Baca Juga: Ingin Berhenti Merokok? Konsumsilah 6 Makanan Berikut Ini

    Demikianlah mengenai ganja yang disetujui oleh PBB sebagai tanaman obat tidak berbahaya, dan bisa digunakan untuk kegiatan medis. Meski bermanfaat untuk kesehatan, ganja bagaimana pun tetap mempunyai dampak buruk untuk tubuh sehingga penggunaannya tidak boleh sembarangan. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ganja dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Putri R. PBB Cabut Ganja dari Narkoba Berbahaya, Izinkan untuk Obat Medis – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://tirto.id/pbb-cabut-ganja-dari-narkoba-berbahaya-izinkan-untuk-obat-medis-f7Ha
    2. Widyastuti R. PBB Resmi Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya [Internet]. Tempo. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://bisnis.tempo.co/read/1411250/pbb-resmi-hapus-ganja-dari-daftar-narkotika-paling-berbahaya
    3. Indonesia C. Direstui PBB, RI Didorong Terbuka Gunakan Ganja untuk Medis [Internet]. nasional. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201203135502-20-577550/direstui-pbb-ri-didorong-terbuka-gunakan-ganja-untuk-medis
    4. Stefanie C. Mengenal Guna dan Bahaya Ganja untuk Kesehatan [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200829090918-255-540574/mengenal-guna-dan-bahaya-ganja-untuk-kesehatan

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja