Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 1–10 of 906 results

  • Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah virus Covid-19 secara luas. Namun, hal itu tidak akan berjalan efektif dan sukses jika tidak didukung oleh semua elemen. Hal inilah yang diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin, saat melaksanakan kunjungan kerja ke Pengurus Besar PB IDI di Jakarta, 11 Januari 2021 dalam […]

    Yuk, Sukseskan Vaksinasi Covid-19 Secara Bersama-sama Agar Pencegahan Covid-19 Menjadi Optimal!

    Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah virus Covid-19 secara luas. Namun, hal itu tidak akan berjalan efektif dan sukses jika tidak didukung oleh semua elemen. Hal inilah yang diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin, saat melaksanakan kunjungan kerja ke Pengurus Besar PB IDI di Jakarta, 11 Januari 2021 dalam rangka menjalin silaturahmi dan menerima masukan dari IDI yang berkaitan dengan upaya-upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

    sukseskan vaksinasi Covid-19

    Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia Adalah 181,5 Juta Jiwa

    Menkes mengungkapkan bahwa mandat yang ia terima dari Presiden Jokowi, yaitu mensukseskan vaksinasi sebagai cara mengatasi pandemi Covid-19 adalah permasalahan yang tidak bisa dihadapi sendiri, dan harus dihadapi secara bergotong-royong, bersama-sama, dan inklusif dengan membangun gerakan masyarakat. Hal ini harus menjadi prioritas supaya timbul kepercayaan dari para pemegang kebijakan atau stakeholder.

    Menkes Budi berterima kasih kepada IDI atas dukungannya untuk mendorong tenaga kesehatan dalam menerima program vaksinasi Covid-19. Sebab, sebagai kelompok yang paling berisiko terpapar virus mereka harus menjadi kelompok yang terlindungi terlebih dahulu. Program imunisasi untuk vaksin Covid-19 adalah program ketiga imunisasi terbesar di Indonesia.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Dua program imunisasi sebelumnya, yaitu pemberantasan penyakit cacar pada 1972 dan kedua adalah pembasmian penyakit polio pada 1995 hingga 1997. Pemberantasan cacar yang dilakukan pemerintah pada dekade 1970-an sukses, dan dianggap sebagai salah satu keberhasilan yang dilakukan pemerintah. Hal serupa terlihat pada vaksinasi Polio. Sebanyak 25 juta anak di Indonesia umur 5-10 tahun divaksin Polio, dan berhasil hingga sampai tahun 2000.

    Produk Terkait: Layanan Imunisasi Polio ke Rumah

    Vaksinasi Covid-19  ini cukup berbeda dan diakui sulit karena dilakukan terhadap populasi yang amat besar, dan disarankan dilaksanakan pada wilayah-wilayah dengan penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi seperti Jakarta dan Surabaya. Oleh karena itu, dukungan semua pihak sangat diperlukan sehingga vaksinasi bisa sukses, dan Covid-19 benar-benar dicegah secara optimal.

    Baca Juga: Daftar Orang-orang yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Covid-19

    Yuk, Sahabat Sehat mari dukung pemerintah untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19 supaya Covid-19 benar-benar dapat dicegah secara optimal. Jangan ragu dan jangan resah untuk divaksinasi karena vaksin itu baik dan perlu. Vaksin tak hanya mencegah diri sendiri dari penyakit tetapi melindungi orang-orang sekitar Sahabat. Untuk itu, selalu menerimalah berita-berita mengenai vaksinasi dari sumber-sumber valid dan terpercaya, salah satunya dari Prosehat. Di sini juga Sahabat bisa berkonsultasi dengan para dokter mengenai pentingnya vaksin demi kesehatan Sahabat. Info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Menkes jalin kebersamaan, gotong-royong dengan IDI tanggulangi Covid-19 [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 13 January 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20210111/5636437/menkes-jalin-kebersamaan-gotong-royong-dengan-idi-tanggulangi-covid-19/
    Read More
  • Influenza, atau yang sering disebut sebagai flu, merupakan penyakit sistem pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza. Saat bersin atau batuk, penderita influenza mengeluarkan droplet yang mengandung virus dan dapat menyebar sampai radius 1 meter. Virus juga dapat menular melalui tangan yang terkontaminasi virus.1 Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis Meskipun biasanya […]

    Vaksin Influenza Trivalen atau Quadrivalen? Kenali Perbedaannya!

    Influenza, atau yang sering disebut sebagai flu, merupakan penyakit sistem pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza. Saat bersin atau batuk, penderita influenza mengeluarkan droplet yang mengandung virus dan dapat menyebar sampai radius 1 meter. Virus juga dapat menular melalui tangan yang terkontaminasi virus.1

    vaksin influenza trivalen atau quadrivalen

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Meskipun biasanya hanya menimbulkan gejala ringan dan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan, influenza dapat menyebabkan sakit berat hingga kematian. Sakit berat dan komplikasi lebih sering terjadi pada anak usia kurang dari 5 tahun, lansia, wanita hamil, dan juga orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu.2,3

    Vaksin influenza merupakan vaksin yang mampu melindungi Anda dari penyakit influenza dengan cara membentuk antibodi yang akan terbentuk 2 minggu setelah vaksinasi. Antibodi yang terbentuk akan mengurangi risiko Sahabat Sehat tertular penyakit flu dan mencegah terjadinya infeksi berat. Vaksin influenza disarankan untuk dilakukan 1 tahun sekali yang dapat dimulai sejak usia 6 bulan. Pada negara 4 musim, vaksin influenza disarankan untuk dilakukan sebelum musim dingin, sedangkan di Indonesia yang beriklim tropis influenza dapat terjadi kapan saja, sehingga vaksin dapat dilakukan sepanjang tahun.4,5

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Terdapat 2 jenis utama virus influenza yang menyebabkan penyakit flu, yaitu tipe A (H1N1 dan H3N2) dan tipe B (Yamagata dan Victoria).

    Di Indonesia terdapat 2 jenis vaksin influenza yang tersedia, yaitu:6

    • Vaksin influenza trivalen: melindungi dari 3 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2), dan 1 jenis influenza tipe B (salah satu antara Yamagata atau Victoria).
    • Vaksin influenza quadrivalen: melindungi dari 4 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2) dan 2 jenis virus influenza tipe B (Yamagata dan Victoria).

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Setiap tahunnya, World Health Organization (WHO) akan memberi rekomendasi kandungan strain vaksin influenza trivalent (salah satu antara Yamagata atau Victoria), sesuai dengan survei yang telah dilakukan untuk menentukan kira-kira virus tipe B mana yang sedang beredar. Sedangkan vaksin influenza quadrivalen memiliki kedua virus tipe B. Semakin banyak strain virus yang terkandung dalam vaksin, semakin baik kemampuan proteksinya. Dengan begitu, vaksin influenza quadrivalen memiliki jangkauan perlindungan yang lebih luas dibandingkan dengan vaksin influenza trivalen. Meskipun begitu, vaksin influenza trivalen masih dirasa cukup untuk melindungi dari virus flu. Jika Sahabat Sehat sudah mendapat 1 dosis vaksin trivalen, tidak perlu untuk mendapat vaksin quadrivalen, kecuali memang diindikasikan untuk mendapat lebih dari 1 dosis. Anda hanya perlu mengulang vaksin influenza 1 tahun kemudian.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Apabila Sahabat ingin vaksinasi flu Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Daftar Pustaka

    1. World Health Organization. Influenza (seasonal). 2018. Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza (flu). 2019. Available at: https://www.cdc.gov/flu/about/index.html
    1. Mayo Clinic. Influenza (flu). 2020. Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/flu/symptoms-causes/syc-20351719
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Key fact about flu vaccines. 2020. Available at: https://www.cdc.gov/flu/prevent/keyfacts.htm#benefits
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza what  you need to know. 2019. Available at: https://www.cdc.gov/flu/about/keyfacts.htm
    4. Centers for Disease Control and Prevention. Types of influenza viruses. 2019. Available at: https://www.cdc.gov/flu/about/viruses/types.htm
    5. immunization Action Coalition. Ask the expert influenza. 2020. Available at: https://www.immunize.org/askexperts/experts_inf.asp
    Read More
  • Bagaimana cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19? Tentunya hal ini menjadi pertanyaan para Sahabat mengingat hipertensi atau penyakit darah tinggi merupakan salah satu penyakit komorbid yang memungkinkan para penderitanya mudah terkena Covid-19. Data dari Satgas Covid-19 pada Oktober lalu menyatakan bahwa dari 1.488 pasien virus Corona sebanyak 50,5% di antaranya adalah penderita hipertensi. Baca Juga: Inilah […]

    Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Bagaimana cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19? Tentunya hal ini menjadi pertanyaan para Sahabat mengingat hipertensi atau penyakit darah tinggi merupakan salah satu penyakit komorbid yang memungkinkan para penderitanya mudah terkena Covid-19. Data dari Satgas Covid-19 pada Oktober lalu menyatakan bahwa dari 1.488 pasien virus Corona sebanyak 50,5% di antaranya adalah penderita hipertensi.

    cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19

    Baca Juga: Inilah Orang-orang yang Rentan Tertular Virus Covid-19

    Berdasarkan penuturan dari Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes, hipertensi adalah penyakit katastropik yang tidak dapat disembuhkan melainkan dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko. Jika pencegahan dan pengendalian tidak dapat dilakukan, hal tersebut dapat menimbulkan terjadinya kasus hipertensi baru yang dampaknya cukup besar.

    Penyebab Penderita Hipertensi Mudah Terkena Covid-19

    Lalu mengapa penderita hipertensi mudah terkena Covid-19? Hal ini disebabkan penyakit darah tinggi umumnya berkaitan dengan faktor usia lanjut dan komplikasi masalah kesehatan lainnya. Selain itu, karena pada beberapa pasien hipertensi telah mengalami perburukan beberapa organ penting dalam tubuh, seperti ginjal, saraf, dan pembuluh darah. Pada umumnya tidak ada gejala khas tertentu yang ditunjukkan karena memang pada dasarnya penyakit tekanan darah tinggi merupakan jenis penyakit yang tidak bergejala. Orang yang memiliki hipertensi akan merasa sakit apabila tekanan darah sistoliknya sudah lebih dari 180 mmHg, biasanya ditandai dengan gejala pusing, sakit kepala yang menjalar ke tengkuk belakang, atau bahkan ada yang mengarah ke gejala stroke, sehingga bisa tertutupi dengan gejala Covid-19 itu sendiri.

    Baca Juga: Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19 

    Lalu Bagaimana Cara Penanganannya?

    Kementerian Kesehatan sendiri sudah membuat kebijakan-kebijakan untuk menangani kasus hipertensi ini, yaitu:

    • Mengembangkan dan memperkuat kegiatan deteksi dini hipertensi secara aktif (skrining)
    • Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan deteksi dini melalui kegiatan posbindu PTM
    • Meningkatkan akses penderita terhadap pengobatan hipertensi ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan, baik secara online maupun offline, yang berkaitan dengan situasi pada masa pandemi Covid-19

    Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Berikut ini adalah cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19, yaitu:

    Ikuti rencana pengobatan untuk hipertensi

    Hal pertama adalah konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang biasa merawat Sahabat mengenai rencana perawatan hipertensi selama pandemi. Penggunaan obat-obatan jangka panjang sangat disarankan untuk dapat mengurangi keparahan Covid-19 dan meningkatkan kelangsungan hidup. Lakukan pengobatan antihipertensi rutin untuk mencegah kunjungan ke rumah sakit yang berisiko terpapar virus. Perbanyaklah persediaan obat-obatan penting di rumah untuk mengobati penyakit ringan.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Lakukan tindakan pencegahan dan keamanan COVID-19

    Tetap di rumah dan batasi kontak dengan orang lain sebisa mungkin dengan menghindari keramaian dan siapa pun yang sedang sakit. Selalu kenakan masker saat pergi keluar, dan jaga jarak minimal 1,5 meter dari orang lain. Sering-seringlah mencuci tangan dengan air hangat dan sabun setidaknya selama 20 detik atau gunakan pembersih berbasis alkohol. Disinfeksilah permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu dan meja dapur.

    Konsumsi makanan yang sehat untuk jantung

    Diet jantung yang sehat dapat menyembuhkan dan mengubah tubuh Sahabat. Pola makan yang menyehatkan jantung mengandung banyak lemak baik dan kalium, bersama dengan natrium (garam) dan lemak jahat dalam jumlah rendah. Pola makan DASH atau diet Mediterania yang banyak mengandung buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian adalah contoh pola makan yang efektif untuk menurunkan tekanan darah. Mengonsumsi makanan dengan pola diet Mediterania bisa mengurangi risiko penyakit jantung hingga 30%. Karena, makanan yang dianjurkan dalam diet tersebut kaya akan minyak zaitun, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan ikan, rendah daging merah atau olahan, sehingga baik untuk dikonsumsi pasien dengan hipertensi.

    Selain itu, ubahlah pola makan sebagai berikut:

    • Meningkatkan asupan serat larut dari makanan, seperti sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan gandum.
    • Menghilangkan lemak trans buatan yang ditemukan dalam makanan olahan dan kemasan, seperti yang terkandung dalam kue kering.
    • Mengonsumsi gula, bersama dengan vitamin dan mineral yang ditemukan secara alami pada buah-buahan.
    • Mengonsumsi lemak baik atau tak jenuh yang terdapat pada makanan, seperti kacang-kacangan, zaitun, alpukat, dan ikan.

    Berolahragalah secara teratur

    Olahraga teratur membantu Sahabat menjaga berat badan yang sehat, membakar lemak tubuh, menurunkan tekanan darah dan gula darah. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko hipertensi dan penumpukan plak pada pembuluh darah. Kehilangan 5-10% berat badan Sahabat berdampak signifikan pada kesehatan. Jika Sahabat belum pernah berolahraga lebih awal, mulailah perlahan sampai Sahabat membangun rutinitas dan stamina. Usahakan untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang selama 30 menit setidaknya 2-3 kali seminggu. Diskusikan dengan dokter sebelum memulai rutinitas kebugaran baru.

    Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol

    Hilangkan kebiasaan merokok karena dapat meningkatkan tekanan darah, merusak lapisan arteri, serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan menambah kalori ekstra, dan menyebabkan kenaikan berat badan. Pria seharusnya tidak lebih dari dua minuman, dan wanita harus membatasi asupan alkohol mereka menjadi satu minuman per hari.

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Demikianlah mengenai cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19. Semoga cara-cara ini dapat membantu Sahabat yang sedang terkena penyakit tersebut atau teman dan kerabat yang sedang mengalaminya. Apabila Sahabat menginginkan informasi lanjutan mengenai hipertensi dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20201013/5535336/132-persen-pasien-covid-19-meninggal-memiliki-penyakit-hipertensi/
    2. Media K. Tekanan Darah Tinggi Memperburuk Covid-19, Ini Alasannya! [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/10/14/182556020/tekanan-darah-tinggi-memperburuk-covid-19-ini-alasannya
    3. Maarif N. Pengidap Hipertensi Berisiko Tinggi Komplikasi COVID-19, Cegah dengan Ini [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4984893/pengidap-hipertensi-berisiko-tinggi-komplikasi-covid-19-cegah-dengan-ini
    4. Hipertensi dan Penanganannya – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/hipertensi-dan-penanganannya
    5. 5 Tips to Manage Your High Blood Pressure During COVID-19 | Los Gatos Doc Primary Care & Family Practice [Internet]. Los Gatos Doc Primary Care & Family Practice | Los Gatos Family Physician | Primary Care Clinic & Family Doctor in Los Gatos, Campbell & Saratgoa CA. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.losgatosdoc.com/2020/09/28/5-tips-to-manage-your-high-blood-pressure-during-covid-19/
    Read More
  • BPOM sebagai regulator obat dan vaksin di Indonesia akhirnya resmi mengeluarkan penggunaan izin darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) terhadap vaksin Covid-19 produksi Sinovac melalui konferensi pers, Senin, 11 Januari 2021. Demikian hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito. Sebelum EUA ini keluar vaksin Sinovac, salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksinasi Corona […]

    BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac

    BPOM sebagai regulator obat dan vaksin di Indonesia akhirnya resmi mengeluarkan penggunaan izin darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) terhadap vaksin Covid-19 produksi Sinovac melalui konferensi pers, Senin, 11 Januari 2021. Demikian hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito. Sebelum EUA ini keluar vaksin Sinovac, salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksinasi Corona di Indonesia juga sudah diberikan status halal oleh Majelis Ulama Indonesia pada Jumat, 8 Januari 2021. Dengan pemberian status halal dan EUA ini lengkap sudah status vaksin asal Cina yang pemberiannya sudah dimulai pada Rabu, 13 Januari 2021, dengan Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik.

    izin penggunaan darurat untuk vaksin Sinovac

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Izin penggunaan darurat ini diberikan setelah BPOM mengkaji hasil uji klinis tahap III vaksin di Bandung. Selain itu, BPOM mengkaji hasil uji klinis vaksin dengan produsen serupa di Turki dan Brasil. Karena itu, berdasarkan analisis-analisis tersebut, BPOM memastikan bahwa vaksin produksi Sinovac ini aman. Angka efikasi dari hasil uji klinis di Bandung adalah 65.3% sehingga sudah melampaui standar yang ditetapkan WHO, yaitu minimal 50%. Efikasi vaksin Sinovac di Indonesia ini tentu saja berbeda dari yang di Turki dan Brasil, yaitu 91,25% dan 78%. Perbedaan ini dikarenakan partisipan uji klinis di kedua negara tersebut yang mayoritas adalah tenaga kesehatan.

    5 Alasan Pemberian Izin Penggunaan Darurat oleh BPOM

    Tentunya, terdapat 5 alasan yang membuat BPOM akhirnya mengeluarkan izin penggunaan darurat terhadap vaksin Sinovac ini. Pertama, Indonesia sejak April 2020 menetapkan Covid-19 sebagai bencana darurat non-alam. Kedua, terdapat aspek ilmiah dan keamanan obat dan vaksin untuk mencegah penyakit dan keadaan yang serius demi keselamatan jiwa berdasarkan uji klinis dan non klinis. Ketiga, sudah memenuhi mutu dan standar cara pembuatan obat yang baik. Keempat, vaksin atau obat lebih besar memberikan manfaat daripada risikonya. Kelima, belum adanya alternatif obat atau tata laksana memadai, pencegahan pengobatan, dan menyebabkan kedaruratan masyarakat.

    Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia adalah 181.5 Juta Jiwa

    Mengenai Efek Samping Vaksin Sinovac

    Selain alasan pemberian EUA, Kepala BPOM juga memaparkan mengenai efek samping vaksin Sinovac ini. Berdasarkan data uji klinis, vaksin Covid-19 ini hanya menimbulkan efek samping ringan hingga sedang berupa nyeri, iritasi, pembengkakan serta efek samping sistemik berupa nyeri otot, badan lemas, dan demam. Meskipun ada efek samping dengan derajat ringan-berat, seperti sakit kepala, gangguan pada kulit, dan diare, namun persentasenya hanya 0,1-1%. Penny juga menegaskan bahwa efek samping yang muncul ini tidak berbahaya bagi mereka yang akan disuntik vaksin kembali.

    Baca Juga: Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Sekian mengenai pemberian izin penggunaan darurat dari BPOM untuk vaksin Sinovac ini yang tentunya semakin meyakinkan bahwa vaksin ini aman digunakan untuk vaksinasi massal, dan sebagai salah satu pencegah Covid-19. Untuk itu, Sahabat jangan ragu dan sangsi ketika ada vaksinasi massal dari pemerintah karena vaksin itu baik dan perlu. Sembari menunggu vaksinasi, yuk Sahabat tetap menerapkan perilaku 3M dan PHBS, dan jangan lupa deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Media K. BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Sinovac [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/01/11/16173461/bpom-terbitkan-izin-penggunaan-darurat-vaksin-covid-19-sinovac
    2. Azizah K. Akhirnya, MUI Pastikan Vaksin Corona Sinovac Suci dan Halal [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5326767/akhirnya-mui-pastikan-vaksin-corona-sinovac-suci-dan-halal
    3. 5 Alasan BPOM Akhirnya Terbitkan Izin Penggunaan Vaksin Sinovac [Internet]. JawaPos.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.jawapos.com/nasional/11/01/2021/5-alasan-bpom-akhirnya-terbitkan-izin-penggunaan-vaksin-sinovac/
    4. Media K. Efikasi Vaksin Sinovac di Indonesia Lebih Rendah dari Turki dan Brasil, Ini Penjelasannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/11/200200423/efikasi-vaksin-sinovac-di-indonesia-lebih-rendah-dari-turki-dan-brasil-ini?page=all
    5. Alam S. BPOM Jelaskan Efek Samping Vaksin Sinovac yang Sudah Kantongi Izin EUA [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5329447/bpom-jelaskan-efek-samping-vaksin-sinovac-yang-sudah-kantongi-izin-eua
    Read More
  • Akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia terutama pasca liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 membuat pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memberikan beberapa solusi untuk menangani kondisi ini. Demikian hal tersebut terungkap dalam konferensi pers secara online oleh Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin pada Senin, 11 Januari 2021 yang disiarkan secara langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden. […]

    Solusi Menkes Atasi Keterbatasan Rumah Sakit, Salah Satunya Isolasi Mandiri untuk Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

    Akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia terutama pasca liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 membuat pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memberikan beberapa solusi untuk menangani kondisi ini. Demikian hal tersebut terungkap dalam konferensi pers secara online oleh Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin pada Senin, 11 Januari 2021 yang disiarkan secara langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden.

    solusi Menkes atasi keterbatasan rumah sakit

    Baca Juga: WNA Dilarang Masuk Indonesia untuk Mencegah Penyebaran Varian Baru Covid-19

    Salah satu solusi yang dikemukakan Menkes adalah meminta kepada orang-orang yang memiliki hasil positif Covid-19 namun tidak menunjukkan gejala seperti demam dan sesak napas agar sebaiknya melakukan isolasi mandiri di rumah. Hal ini supaya rumah sakit tidak menjadi begitu penuh oleh karena banyaknya pasien Covid-19 yang tentu saja akan berakibat pada kemampuan para tenaga kesehatan.

    Namun apabila rumah yang dijadikan sebagai isolasi mandiri itu tidak memungkinkan keadaannya, misalnya sesak dan sempit, Menkes menyarankan kepada setiap gubernur provinsi untuk membuat tempat-tempat isolasi mandiri seperti Wisma Atlet, Asrama Haji, dan lain sebagainya untuk mengakomodasi. Perlu diketahui bahwa ketersediaan rumah sakit cukup meningkat terutama di DKI Jakarta (84,74%), Banten (84,52%), DI Yogyakarta (83,36%), Jawa Barat (79,77%), Sulawesi Barat (79,31%), Jawa Timur (78,41%), Jawa Tengah (76,27%), Sulawesi Selatan (72,40%), dan Sulawesi Tengah (70,59%).

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Selain perlunya isolasi mandiri untuk pasien Covid-19 tidak bergejala, Menkes juga mengimbau dan meminta semua direktur utama dan pemilik rumah sakit untuk melakukan konversi tempat tidur khusus pasien Covid-19 menjadi 30 hingga 40%. Hal ini untuk mengatasi permasalahan pada rumah sakit yang hanya menyediakan tempat tidur sekitar 10% dari jumlah yang ada, yang berakibat banyak pasien Covid-19 yang tidak bisa masuk. Padahal jumlah kasus Covid-19 sendiri per 10 Januari adalah 120.000 kasus aktif.

    Menkes juga menyoroti pada kekurangan tenaga kesehatan dalam menangani pasien Covid-19 sehingga ia menganjurkan untuk melakukan relaksasi aturan bagi perawat yang belum memiliki STR boleh langsung bekerja sebanyak 10.000 orang. Selain perawat, Menkes juga akan berkoordinasi dengan IDI untuk menyediakan para dokter di kisaran angka 3.000-4.000 orang. Hal ini cukup darurat untuk mengatasi kekurangan dan keletihan para tenaga medis. Yang tidak kalah penting adalah Menkes akan menyiapkan tambahan obat dan fasilitas serta meminta rumah sakit yang memiliki anggaran sendiri dan pemerintah daerah juga untuk menyiapkannya. Mengenai kekurangan, hal itu nantinya akan dibantu oleh Kementerian Kesehatan.

    Di akhir pemaparan solusi Menkes meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap melaksanakan 3M dan PHBS, serta menghormati para tenaga kesehatan yang berjuang agar kasus-kasus Covid-19 tidak terus-menerus meningkat.

    Baca Juga: 7 Cara Melakukan Self Isolation yang Tepat Saat Wabah Corona

    Demikian mengenai solusi yang dipaparkan oleh Menteri Kesehatan dalam menghadapi keterbatasan kapasitas rumah sakit untuk menampung pasien Covid-19 yang jumlahnya semakin meningkat pasca liburan. Yuk, bagi Sahabat Sehat yang memang dinyatakan positif namun tanpa gejala agar sebaiknya menjalankan solusi yang dipaparkan Menkes untuk isolasi mandiri. Ketika melakukan isolasi mandiri, Sahabat pun bisa memanfaatkan konsultasi online atau telemedicine dengan para dokter mengenai gejala yang dialami; mengarah pada Covid atau tidak sama sekali. Untuk konsultasi online ini Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Solusi Menkes Budi Gunadi Atasi ‘Robohnya’ Tenaga Kesehatan Indonesia Akibat Covid-19 | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/peristiwa/solusi-menkes-budi-gunadi-atasi-robohnya-tenaga-kesehatan-indonesia-akibat-covid-19.html
    2. News T. Ini Solusi Menteri Kesehatan Hadapi Lonjakan Covid-19 [Internet]. TAGAR. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.tagar.id/ini-solusi-menteri-kesehatan-hadapi-lonjakan-covid19
    3. Rakyat P. Menkes Budi Sampaikan Solusi Tangani Keterbatasan Rumah Sakit guna Menyediakan Kamar Pasien Covid-19 – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. Pikiran-Rakyat.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011255750/menkes-budi-sampaikan-solusi-tangani-keterbatasan-rumah-sakit-guna-menyediakan-kamar-pasien-covid-19
    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai pada 13 Januari 2021, dengan Presiden menjadi orang pertama yang sudah divaksinasi. Sehari setelahnya, barulah para tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas yang akan disuntik vaksin. Pada beberapa kasus, vaksinasi dapt menimbulkan efek simpang atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Efek simpang adalah reaksi dari tubuh saat menghadapi zat yang masuk ke […]

    Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai pada 13 Januari 2021, dengan Presiden menjadi orang pertama yang sudah divaksinasi. Sehari setelahnya, barulah para tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas yang akan disuntik vaksin. Pada beberapa kasus, vaksinasi dapt menimbulkan efek simpang atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Efek simpang adalah reaksi dari tubuh saat menghadapi zat yang masuk ke dalam tubuh, dan tubuh sedang menganalisis zat tersebut yang akan membuat tubuh kebal dan terhindar dari virus.

    KIPI pasca vaksinasi Covid-19, KIPI vaksinasi covid-19, vaksinasi covid-19, vaksin covid-19

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Teknis dari Kementerian Kesehatan mengenai Vaksinasi Covid-19, KIPI dapat berupa reaksi vaksin, kesalahan prosedur, koinsiden, reaksi kecemasan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan. Masih berdasarkan Juknis KIPI yang terjadi dapat diklasifikasikan secara serius apabila kejadian medis akibat setiap dosis vaksinasi yang diberikan menimbulkan gejala kematian, kebutuhan untuk rawat inap, dan gejala sisa yang menetap serta mengancam jiwa. Tentu saja masih perlu surveilans pasif dan aktif KIPI untuk menilai keamanan vaksin karena vaksin Covid-19 masih merupakan vaksin baru.

    Reaksi-reaksi yang Mungkin Ditimbulkan Setelah Vaksinasi

    Reaksi-reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi Covid-19 sebenarnya hampir sama dengan vaksin yang lain. Reaksi-reaksi yang timbul antara lain:

    • Reaksi lokal seperti nyeri, kemerahan bengkak pada tempat suntikan atau reaksi lokal lain yang berat seperti selulitis
    • Reaksi sistemik seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (atralgia), badan lemah, dan sakit kepala
    • Reaksi alergi seperti urtikaria, oedem
    • Reaksi anafilaksis
    • Pingsan

    Cara Mengatasi KIPI

    KIPI yang terjadi pasca-vaksinasi Covid-19 dapat diatasi secepatnya sesuai dengan jenis reaksi yang ditimbulkan. Jika reaksi ringan lokal seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan pada tempat suntikan, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk melakukan kompres dingin di lokasi suntikan dan meminum parasetamol sesuai dosis. Pada reaksi ringan sistemik seperti demam dan malaise, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vakin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, kompres atau mandi air hangat, dan meminum parasetamol sesuai dosis.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Cara Memantau dan Menanggulangi KIPI

    Pada KIPI yang cukup serius, Sahabat yang sudah divaksinasi sebaiknya segera melapor pada fasililtas layanan kesehatan yang ditunjuk seperti rumah sakit dan puskesmas untuk kemudian akan diteruskan pada dinas kesehatan kota/kabupaten setempat untuk dilakukan pelacakan. Kemudian, pada vaksinasi penerima vaksi diharapkan untuk menunggu sebentar setelah dilakukan vaksinasi, dan disarankan menetap selama 30 menit untuk bisa mengetahui dan mengatasi kemungkinan reaksi yang terjadi.

    Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia Adalah 181,5 Juta Jiwa

    Itulah mengenai KIPI yang kemungkinan terjadi pasca-vaksinasi serta cara mengatasi dan menanggulanginya. Sahabat tidak perlu ragu untuk divaksin Covid-19 yang keuntungannya untuk diri sendiri dan orang lain. Sambil menunggu vaksinasi massal dari pemerintah untuk masyarakat yang dimulai pada April 2021, yuk Sahabat tetap terapkan perilaku 3M dan PHBS, serta jangan lupa untuk deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat tinggal mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Petunjuk Teknis Pelaksanaaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 1st ed. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2021
    2. Alasan Jangan Langsung Pulang Usai Disuntik Vaksin Corona [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210106073321-255-589978/alasan-jangan-langsung-pulang-usai-disuntik-vaksin-corona
    Read More
  • Beberapa pemeriksaan Covid-19 antara lain rapid test antibodi, rapid test antigen hingga swab PCR dapat digunakan untuk mendeteksi virus ini. Di antara pemeriksaan ini, swab PCR merupakan pemeriksaan standar emas untuk menentukan adanya virus dalam tubuh. Nah, selain swab PCR adakah tes Covid-19 yang dapat memberikan hasil selama 5 menit sehingga mereka yang dites tidak perlu menunggu […]

    Adakah Metode Tes Covid-19 dengan Hasil 5 Menit?

    Beberapa pemeriksaan Covid-19 antara lain rapid test antibodi, rapid test antigen hingga swab PCR dapat digunakan untuk mendeteksi virus ini. Di antara pemeriksaan ini, swab PCR merupakan pemeriksaan standar emas untuk menentukan adanya virus dalam tubuh. Nah, selain swab PCR adakah tes Covid-19 yang dapat memberikan hasil selama 5 menit sehingga mereka yang dites tidak perlu menunggu waktu yang cukup lama dan membuang-buang waktu?

    metode tes covid-19, metode tes covid-19 5 menit, tes covid-19 5 menit

    Baca Juga: Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Peneliti di Inggris, mengemukakan penelitian mengenai metode tes Covid-19 yang cepat yang merupak terobosan pertama di dunia. Metode tes ini setara dengan metode standar emas pemeriksaan Covid-19, yaitu swab PCR. Tentunya hal ini dapat membantu untuk mengetahui hasilnya dengan cepat dan membuat semua orang dapat beraktivitas kembali secara normal tanpa rasa takut.

    Hasil tes laboratorium dan analisis menunjukkan teknologi yang dikembangkan ini dapat mendeteksi virus dalam sampel RNA hanya dalam dua menit. Dalam beberapa minggu depan teknologi ini akan digunakan untuk menguji ribuan sampel yang selanjutnya akan digunakan pada masyarakat untuk mendeteksi oang yang terinfeksi. Teknologi yang dikembangkan ini juga dapat digunakan untuk menguji virus lain dengan cepat seperti flu, Ebola, dan bahkan kanker.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Cara kerja tes Covid-19 5 menit ini adalah dengan meludah ke dalam tabung berisi substansi kimia khusus di dalamnya kemudian tabung akan ditutup dan dimasukkan ke dalam mesin uji portable. Kemudian selanjutnya tinggal menekan sebuah tombol dan dalam dua menit atau lebih lalu mesin akan berbunyi seperti microwave dan hasilnya pun kelua. Proses yang sama dapat digunakan dengan swab, sampel darah, urine atau feses yang punya RNA di dalamnya.

    Tes ini juga terbilang praktis karena tidak memerlukan sampel untuk diolah pada suhu yang lebih tinggi, dan dapat dilakukan dengan peralatan laboratorium standar sehingga mudah diterapkan di masyarakat. Kotak pemrosesan yang ada untuk tes Covid lainnya juga dapat digunakan kembali. Hingga berita ini diturunkan tes ini sedang diajukan tim Universitas Birmingham sendiri untuk penggunaannya.

    Tes Covid-19 5 Menit Lainnya

    Selain tes yang dikembangkan oleh Universitas Birmingham, sebelumnya juga ada tes serupa yang dikembangkan oleh Universitas Ilinois, Amerika Serikat. Tes ini berupa penggunaan sensor elektrokimia berbasis kertas yang dapat mendeteksi keberadaan virus dalam waktu kurang dari lima menit. Keberadaan tes menggunakan sensor ini tentu saja untuk mengatasi kendala pada tes-tes Covid-19 yang sudah ada seperti PCR swab seperti penyelesaian pengujian, kebutuhan akan personel khusus, ketersediaan peralatan untuk reagen, dan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil tesnya.

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Sensor yang dikembangkan berbasis graphene dan mempunyai biaya produksi yang rendah, dan perputaran deteksi yang cepat dengan pengaturan pembacaan listrik untuk mendeteksi keberadaan materi genetik SARS-CoV-2 secara selektif. Dalam sensor berbasis kertas ini terdapat dua komponen, yaitu platform untuk mengukur pembacaan listrik dan probe untuk mendeteksi keberadaan RNA virus.

    Cara kerja menggunakan sensor ini adalah dengan menggunakan sampel positif dan negatif Covid-19. Sensor tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam tegangan sampel positif jika dibandingkan dengan sampel negatif. Selain itu, sensor ini untuk memastikan adanya materi genetik virus dalam waktu kurang dari lima menit. Platform ini juga praktis karena bersifat portabel dan biayanya rendah serta dapat diintegrasikan dengan smartphone melalui Bluetooth atau WIFI. Tidak hanya di fasilitas kesehatan saja sensor berbasis kertas ini juga bisa digunakan di kantor atau rumah. Sensor ini juga diusahakan untuk bisa mendeteksi penyakit selain Covid-19 ke depannya.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Itulah mengenai tes Covid-19 yang bisa diketahui hasilnya dalam waktu 5 menit sehingga membuat yang dites tidak perlu harap-harap cemas dalam waktu lama dan bisa membantu pemerintah dengan cepat mendeteksi pengidap virus tersebut termasuk di Indonesia. Untuk saat ini, Sahabat bisa menggunakan metode tes yang cepat namun akurat mendekati PCR swab dengan harga terjangkau, yaitu rapid swab antigen. Sahabat bisa mendapatkannya di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat tinggal mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan, dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Peneliti Inggris Temukan Tes Covid-19 yang Bisa Memberi Hasil dalam Lima Menit Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/global/read/2021/01/06/220953270/peneliti-inggris-temukan-tes-covid-19-yang-bisa-memberi-hasil-dalam-lima?page=all
    2. Hidayat M. Sensor Berbasis Kertas untuk Deteksi Covid-19 Kurang dari 5 Menit [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/tekno/read/4429315/sensor-berbasis-kertas-untuk-deteksi-covid-19-kurang-dari-5-menit
    3. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Oxford University Develops 5-Minute COVID-19 Test [Internet]. WebMD. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.webmd.com/lung/news/20201018/oxford-university-develops-5-minute-covid-19-test
    Read More
  • Setelah anosmia, yaitu hilangnya kemampuan indera penciuman yang disebut sebagai gejala baru Covid-19, kini muncul lagi gejala-gejala baru virus tersebut yang masih berhubungan dengan hidung, yaitu Parosmia dan Phantosmia. Apabila Anosmia merupakan kehilangan indera penciuman yang bisa terjadi selama-lama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, dan cukup membuat frustasi bagi yang terkena, parosmia dan phantosmia kerap disalahartikan memiliki hal […]

    Parosmia dan Phantosmia, Gejala-gejala Baru Covid-19, Apa Saja Perbedaannya?

    Setelah anosmia, yaitu hilangnya kemampuan indera penciuman yang disebut sebagai gejala baru Covid-19, kini muncul lagi gejala-gejala baru virus tersebut yang masih berhubungan dengan hidung, yaitu Parosmia dan Phantosmia. Apabila Anosmia merupakan kehilangan indera penciuman yang bisa terjadi selama-lama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, dan cukup membuat frustasi bagi yang terkena, parosmia dan phantosmia kerap disalahartikan memiliki hal yang sama.

    Parosmia dan Phantosmia

    Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Perbedaan Parosmia dan Phantosmia

    Padahal jika ditelusuri lebih detail keduanya mempunyai banyak perbedaan. Lalu apa saja perbedaan keduanya? Yuk, Sahabat Sehat, mari simak dalam penjelasan berikut ini!

    Parosmia

    Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi kesehatan yang mengganggu indera penciuman. Apabila Sahabat Sehat menderita Parosmia, ada kemungkinan Sahabat mengalami intensitas aroma yang berarti Sahabat tidak dapat mendeteksi seluruh aroma yang berada di sekitar. Parosmia ini dapat menyebabkan hal-hal yang ditemui setiap hari memiliki bau yang kuat dan tidak menyenangkan. Hal ini jugalah yang membuat Parosmia kerap disamakan dengan Phantosmia yang menyebabkan Sahabat mendeteksi bau “hantu” saat tidak ada aroma.

    Hal itu tentu saja berbeda karena Parosmia menyebabkan orang yang mengidapnya dapat mendeteksi bau yang ada tetapi baunya “salah”. Misalkan, bau harum dari roti yang dipanggang seharusnya halus dan manis bukan menyengat dan busuk.

    Gejala-gejala yang Dirasakan

    Gejala-gejala utama yang dirasakan adalah Sahabat merasakan bau busuk yang terus-menerus terutama saat ada makanan. Selain itu, Sahabat juga mengalami kesulitan mengenali atau memperhatikan beberapa bau di lingkungan akibat kerusakan pada neuron penciuman. Aoma yang tadinya menyenangkan sekarang menjadi sangat kuat dan tidak tertahankan, dan membuat Sahabat muak dan mual saat makan.

    Penyebab

    Penyebab munculnya Parosmia biasanya terjadi setelah neuron pendeteksi aroma atau indera penciuman telah rusak karena virus atau kondisi kesehatan lainnya. Neuron-neuron ini melapisi hidung dan memberi tahu otak cara menafsirkan informasi kimiawi yang membentuk bau. Kerusakan pada neuron mengubah cara bau mencapai otak. Neuron-neuron ini kemudian menyampaikan sinyal kepada bola olfaktorius di bawah bagian depan otak untuk memberikan sinyal kepada otak mengenai aroma, baik itu menyenangkan, memikat, membangkitkan selera, maupun busuk.

    Phantosmia

    Seperti namanya, Phantosmia adalah istilah untuk halusinasi penciuman atau bau “hantu” yang muncul tanpa adanya bau apa pun. Itu berarti Sahabat mencium bau sesuatu padahal tidak ada sumber yang berkaitan dengan bau tersebut. Misalkan, mencium aroma roti yang dipanggang padahal tidak ada toko roti di sekitar. Aroma yang dicium itu juga merupakan aroma imajiner atau hanya tercipta dalam sebuah imajinasi.

    Baca Juga: Fenonema Long-Covid, Gejala yang Menyerang Eks Pasien Covid-19

    Gejala-gejala yang Dirasakan

    Gejala-gejala yang dirasakan adalah Sahabat mencium bau yang tidak sedap tetapi sebenarnya tidak ada sama sekali benda yang menimbulkan bau tersebut. Bau tidak sedap yang dirasakan adalah bau busuk, terbakar, bau karet terbakar, asap rokok, bau bahan kimia dan lainnya.

    Penyebab

    Terjadinya Phantosmia diakibatkan oleh cedera kepala atau kehilangan penciuman pasca-trauma yang bisa sampai infeksi saluran pernapasan atas. Masalah ini kemudian dikaitkan dengan adanya masalah di hidung atau mulut jika dibandingkan dengan di otak. Beberapa masalah di hidung yang menyebabkan halusinasi ini antara lain adalah alergi, dingin, sinus, polip, dan iritasi pernapasan. Sementara itu, penyebab umum lainnya adalah migrain, masalah gigi, terapi radiasi sampai paparan neurotoksin.

    Baca Juga: Waspada Terinfeksi Corona Tanpa Gejala (Silent Carrier)

    Bagaimana Cara Menyembuhkannya?

    Kedua gejala disebabkan karena saraf penciuman yang rusak dan dapat pulih dengan sendirinya dengan rata-rata waktu sekitar sebulan. Meski begitu, penyembuhan juga dapat memakan waktu hingga 2 atau 3 tahun untuk pemulihan yang sempurna. Vitamin A, Seng, dan antibiotik juga dapat diresepkan untuk membantu proses penyembuhan.

    Produk Terkait: Jual Vitamin, Suplemen, Multivitamin Lengkap

    Nah, seperti itulah perbedaan Parosmia dan Phanosmia yang merupakan gejala baru Covid-19 dan berhubungan dengan indera penciuman. Apabila Sahabat merasakan gejala-gejala seperti ini disarankan untuk tes deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Beda Parosmia dan Phantosmia yang Jadi Bagian Gejala Covid-19 [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210106083146-255-589994/beda-parosmia-dan-phantosmia-yang-jadi-bagian-gejala-covid-19
    2. Hummel T, N. Landis B, Huttenbrink K. Smell and Taste Disorders. NCBI [Internet]. 2012 [cited 11 January 2021];. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3341581/
    3. Septiani A. Anosmia Disebut Jadi Tanda Tubuh ‘Terlindungi’ dari Corona, Kok Bisa? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5268736/anosmia-disebut-jadi-tanda-tubuh-terlindungi-dari-corona-kok-bisa
    4. Penyintas Covid-19 Alami Parosmia dan Phantosmia, Apa Itu? |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://republika.co.id/berita/qhj8r5414/penyintas-covid19-alami-parosmia-dan-phantosmia-apa-itu
    5. Leopold D. Distortion of Olfactory Perception: Diagnosis and Treatment. Chemical Senses [Internet]. 2002;27(7):611-615. Available from: https://academic.oup.com/chemse/article/27/7/611/324055
    6. Ciurleo R, De Salvo S, Bonanno L, Marino S, Bramanti P, Caminiti F. Parosmia and Neurological Disorders: A Neglected Association. Frontiers in Neurology. 2020;11
    Read More
  • Pandemi Covid-19 belum usai tetapi masyarakat dunia kemungkinan sudah harus menghadapi pandemi baru lagi yang disebabkan oleh penyakit bernama Disease X. Penyakit ini disebut demikian karena namanya belum diketahui secara umum tapi mempunyai kemampuan menular yang cukup parah alias lebih mematikan. Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19 Covid-19 juga merupakan Disease X yang akhirnya […]

    Mengenal Disease X, Calon Pandemi Baru Setelah Covid-19

    Pandemi Covid-19 belum usai tetapi masyarakat dunia kemungkinan sudah harus menghadapi pandemi baru lagi yang disebabkan oleh penyakit bernama Disease X. Penyakit ini disebut demikian karena namanya belum diketahui secara umum tapi mempunyai kemampuan menular yang cukup parah alias lebih mematikan.

    disease x, penyakit x, pandemi disease x

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Covid-19 juga merupakan Disease X yang akhirnya muncul ke permukaan pada akhir 2019 dan berkembang di sepanjang 2020 hingga menyebabkan banyak krisis kesehatan dan ekonomi. Selain Covid-19, penyakit X yang juga sudah muncul adalah adalah SARS dan Ebola. Bersama dengan Covid, mereka adalah selusin patogen yang mematikan. Hal ini yang membuat WHO menjadikannya sebagai prioritas utama penelitian karena berpotensi meyebabkan pandemi.

    Penyakit X disebut sedang dalam tahap proses memunculkan diri di saat banyak negara sedang memproduksi vaksin untuk mencegah Covid-19 secara luas. Diketahui bahwa penyakit ini muncul di salah satu negara di Afrika, Republik Demokratik Kongo. Kemunculan inilah yang banyak membuat negara lain menjadi waspada termasuk Rusia yang dikabarkan tengah memantau situasi setelah adanya laporan tersebut. Otoritas Kesehatan Rusia juga masih berasumsi bahwa adanya penyakit dari Kongo itu karena sifat alami virus sehubungan dengan masih terbatasnya informasi soal penyakit misterius ini.

    Gejala-gejala Apa Saja yang Ditimbulkan?

    Berdasarkan sebuah laporan gejala-gejala yan baru diketahui hingga hari ini adalah demam berdarah seperti yang dialami oleh seorang pasien wanita di Ingende, sebuah kota di Republik Demokratik Kongo. Awalnya gejala itu dianggap sebagai gejala terkena Ebola. Namun, saat dites hasil yang ditunjukkan malah negatif begitu juga saat dites virus yang lain. Wanita tersebut pada akhirnya sembuh tetapi dokter tidak dapat memastikan asal penyakit yang gejala lainnya juga tampak seperti infeksi Ebola.

    Mengapa Disease X Bisa Muncul?

    Kemunculan penyakit X adalah sebuah fenomena yang berulang, dan timbul ketika ada pengabaian yang sudah berulang kali dilakukan sejak ribuan tahun silam. Ketika SARS dan Ebola muncul sebagai wabah besar dunia bergegas untuk segera mengumpulkan sumber daya untuk perlahan menghilangkannya. Namun, ketika wabah mereba, dukungan segera dihentikan. Selain itu, fokus global pada pandemi Covid-19 tanpa disadari telah mengalihkan sumber daya dari beberapa bidang penelitian untuk mencegah pandemi berikutnya.

    Baca Juga: Penyakit Polio Menular atau Tidak?

    Apa yang Harus Dilakukan untuk Mencegahnya?

    Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya mengenai wabah yang sudah sering terjadi dalam sejarah umat manusia, para ahli meyarankan warga supaya memperketat larangan makanan yang dikonsumsi dari hewan liar, menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS untuk mencegah Disease X menjadi pandemi baru. Hal Ini karena beberapa penyakit yang mewabah seperti Covid-19, Ebola, dan AIDS diketahui muncul dari virus yang ada pada hewan ke manusia. Oleh karena itu pemerintah menyarankan untuk memperketat konsumsi hewan di masyarakat, baik yang berupa ternak dan non-ternak. Di Indonesia ada beberapa etnis tertentu yang mengonsumsi hewan liar. Selain hewan liar atau non-ternak, monitor juga diperlukan pada hewan ternak yang juga berpotensi memunculkan virus akibat lalainya regulator dalam pengawasan. Dalam banyak kasus banyak peternak yang menjual langsung hewannya untuk kebutuhan Idul Adha tanpa verifikasi.

    Sedangkan untuk PHBS, kegiatan  tidak sebatas pada cuci tangan tetapi juga mencakup pada peningkatan daya tahan tubuh, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup. Pemerintah disarankan dalam hal ini untuk segera membuat sistem-sistem seperti penyediaan fasilitas, teknis penelitian, dan anggaran yang dapat mendorong ilmuwan meneliti virus terbaru.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Vaksinasi Flu?

    Demikian mengenai Disease X yang diramalkan dapat menjadi pandemi baru setelah Covid-19 namun masih belum banyak informasi yang didapatkan sejauh ini. Bagaimana pun pencegahan adalah cara yang terbaik seperti yang sudah-sudah dilakukan pada wabah-wabah sebelumnya. Karena itu, Sahabat Sehat konsumsilah makanan dan minuman yang benar-benar higienis serta menerapkan PHBS. Apabila Sahabat memerlukan informasi mengenai pencegahan penyakit menular dengan makanan sehat dan PHBS, serta produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Apa Itu Disease X, Pandemi yang Akan Muncul di Masa Depan? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/04/080000723/apa-itu-disease-x-pandemi-yang-akan-muncul-di-masa-depan-?page=all
    2. K N. Disease X Berpotensi Jadi Pandemi, Para Ilmuwan Waspadai Gejala Ini [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5321167/disease-x-berpotensi-jadi-pandemi-para-ilmuwan-waspadai-gejala-ini
    3. Indonesia C. Ahli Ungkap Cara Tak Tertular Disease X Agar Tak Jadi Pandemi [Internet]. teknologi. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210104094656-199-589095/ahli-ungkap-cara-tak-tertular-disease-x-agar-tak-jadi-pandemi
    4. Iserson K. The Next Pandemic: Prepare for “Disease X”. Western Journal of Emergency Medicine. 2020;21(4).
    5. Simpson S, Kaufmann M, Glozman V, Chakrabarti A. Disease X: accelerating the development of medical countermeasures for the next pandemic. The Lancet Infectious Diseases. 2020;20(5):e108-e115.
    Read More
  • Pandemi Covid-19 yang muncul sejak November 2019 dan mengglobal pada awal 2020 hingga saat ini bukanlah sebuah virus yang dianggap biasa saja. Kehadirannya tidak hanya berpengaruh pada bidang kesehatan tetapi juga pada bidang-bidang lainnya seperti ekonomi, perdagangan, dan pariwisata yang berakibat hilangnya langsung pekerjaan semua orang di seluruh dunia akibat mengganasnya virus tersebut. Untuk mencegah […]

    Infodemik: Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    Pandemi Covid-19 yang muncul sejak November 2019 dan mengglobal pada awal 2020 hingga saat ini bukanlah sebuah virus yang dianggap biasa saja. Kehadirannya tidak hanya berpengaruh pada bidang kesehatan tetapi juga pada bidang-bidang lainnya seperti ekonomi, perdagangan, dan pariwisata yang berakibat hilangnya langsung pekerjaan semua orang di seluruh dunia akibat mengganasnya virus tersebut. Untuk mencegah semakin luasnya penyebaran virus, pemerintah di seluruh dunia, termasuk Indonesia, membuat berbagai langkah-langkah kebijakan termasuk protokol-protokol kesehatan yang disarankan WHO ataupun karantina wilayah (lockdown) dengan pembatasan berbagai macam jenis aktivitas. Namun sampai saat ini, hal-hal tersebut belumlah terlalu efektif menekan kehadiran virus.

    infodemik

    Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sahabat Ketahui tentang Virus Covid-19

    Pengertian Infodemik

    Di tengah merebaknya virus yang sudah menjadi pandemi ini, muncul sebuah istilah bernama infodemik. Menurut Wikipedia, infodemik adalah gabungan dari dua kata, yaitu informasi dan pandemik yang merujuk pada sesuatu yang bergerak sangat cepat dan menyebar cukup luas mengenai hal-hal yang bersifat akurat dan tidak akurat seperti informasi tentang penyakit tertentu. Definisi ini juga sejalan dengan WHO yang menyatakan bahwa infodemik adalah upaya yang disengaja untuk menyebarkan informasi yang salah untuk merusak respons kesehatan masyarakat dan memajukan agenda alternatif kelompok atau individu.

    Kesalahan informasi mengenai Covid-19, misalnya yang menyatakan bahwa Covid-19 termasuk bagian dari konspirasi dunia atau Covid-19 sebenarnya tidak ada, sering muncul di masa pandemi seperti saat ini. Hal-hal inilah yang membuat masyarakat menjadi abai dan tidak peduli mengenai bahayanya virus. Harry Sufehmi, pendiri Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, seperti dilansir dari Kemenkominfo menyatakan karena salah informasi berupa obat Covid-19 seperti bawang putih yang terbukti hoaks masyarakat pun menjadi tidak lagi peduli.

    Dampaknya

    Kesalahan dari informasi ini tentunya dapat membahayakan kesehatan fisik dan mental orang banyak, meningkatkan stigmatisasi, maupun mengarah pada kepatuhan yang buruk terhadap langkah-langkah kesehatan masyarakat, sehingga mengurangi efektivitas dan efisiensi upaya negara dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Tak mengherankan jika Sekjen WHO, Tedros Adhenom Ghebreyesus, menyatakan bahwa yang sedang dihadapi sebenarnya adalah infodemik dan bukan pandemi. Demikian hal itu ia ungkapkan pada Konferensi Keamanan di Munchen, Jerman, 2020 lalu.

    Baca Juga: Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa Itu Sindemi?

    Apabila dibiarkan, infodemik ini tentu saja akan menghalangi upaya-upaya pemerintah untuk mengatasi virus selain mengakibatkan korban jiwa tentunya. Apalagi setiap pemerintah di dunia sedang berlomba untuk melakukan vaksinasi massal seiring dengan sudah adanya beberapa vaksin yang dianggap mampu mencegah Covid-19 secara luas. Tes diagnostik tidak digunakan, kampanye vaksinasi imunisasi tidak berkembang efektif alias tidak memenuhi target, sehingga virus terus-menerus berkembang. Selain itu, disinformasi memolarisasi debat publik tentang topik yang terkait dengan Covid-19; memperkuat ujaran kebencian; mempertinggi risiko konflik, kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia; dan mengancam prospek jangka panjang untuk memajukan demokrasi, hak asasi manusia, dan kohesi sosial. 

    Cara Mengatasinya

    Karena infodemik merupakan hal yang benar-benar berbahaya serta dapat menghambat penanganan virus secara benar untuk mengatasinya tentunya diperlukan aksi koordinasi antara elit politik global, korporat, dan komunitas sains untuk meningkatkan integritas dan kredibilitas para ahli profesional serta membangun kembali kepercayaan masyarakat. Untuk hal ini, WHO juga sudah menyarankan kepada setiap negara sebagai berikut:

    • Mengetahui infodemik adalah tsunami informasi (beberapa akurat, beberapa tidak) yang menyebar bersamaan dengan pandemi dan perhatikan bahwa infodemik tidak dapat dihilangkan tetapi dapat dikelola
    • Mengakui bahwa manajemen infodemik dapat mengurangi dampak negatif langsung dan tidak langsung terhadap kesehatan penduduk, serta meningkatnya ketidakpercayaan terhadap pemerintah, ilmu pengetahuan, dan tenaga kesehatan yang telah memicu polarisasi masyarakat
    • Tekankan bahwa setiap orang memiliki peran dalam menangani infodemik
    • Mendukung pendekatan seluruh masyarakat dan terlibat dengan komunitas dalam produksi, verifikasi, dan penyebaran informasi yang mengarah pada perilaku sehat selama epidemi dan pandemi
    • Berkomitmen untuk menemukan solusi dan wadah yang konsisten dengan kebebasan berekspresi, untuk mengelola infodemik yang mencakup penggunaan teknologi digital dan data sains
    • Berusaha keras untuk membuat sains lebih mudah diakses, transparan, dan dapat dipahami, memelihara sumber informasi tepercaya, dan mempromosikan kebijakan berdasarkan bukti sehingga menumbuhkan kepercayaan orang terhadapnnya
    • Belajar dari praktik manajemen infodemik Covid-19 dan bagikan pengalaman tentang kemitraan yang memiliki nilai tambah

    Baca Juga: Prosehat Bekerja Sama dengan Dinkes DKI Didukung Botika untuk “Jakarta Tanggap Covid-19”

    Itulah mengenai infodemik yang kini tengah dihadapi semua masyarakat dunia karena adanya Covid-19 yang masih saja dianggap sebuah kebohongan hingga saat ini meskipun sudah banyak bukti orang yang terkena dan meninggal karena virus tersebut. Sahabat Sehat tentunya haruslah bersikap bijak dalam menghadapi informasi-informasi yang ada berkaitan dengan Covid-19 ini mulai dari protokol-protokol kesehatan hingga vaksinasi. Karena itu, percayakan saja pada sumber-sumber yang valid dan terpercaya agar tidak ada misinformasi yang akibatnya sungguh fatal. Untuk informasi mengenai Covid-19 lebih lanjut, Sahabat bisa mengakses Prosehat sebagai salah satu sumber terpercaya. Selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Managing the COVID-19 infodemic: Promoting healthy behaviours and mitigating the harm from misinformation and disinformation [Internet]. Who.int. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.who.int/news/item/23-09-2020-managing-the-covid-19-infodemic-promoting-healthy-behaviours-and-mitigating-the-harm-from-misinformation-and-disinformation
    2. Infodemic [Internet]. En.wikipedia.org. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://en.wikipedia.org/wiki/Infodemic
    3. KOMINFO P. Ancaman Infodemik Dapat Memperburuk Pandemi COVID-19 [Internet]. Website Resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://kominfo.go.id/content/detail/25895/ancaman-infodemik-dapat-memperburuk-pandemi-covid-19/0/virus_corona
    4. Call for Action: Managing the Infodemic [Internet]. Who.int. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.who.int/news/item/11-12-2020-call-for-action-managing-the-infodemic
    5. The Lancet Infectious Diseases. The COVID-19 infodemic. The Lancet Infectious Diseases [Internet]. 2020 [cited 11 January 2021];20(8):875. Available from: https://www.thelancet.com/journals/laninf/article/PIIS1473-3099(20)30565-X/fulltext
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja