Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 1–10 of 1397 results

  • Sahabat Sehat mungkin sudah sering mendengar berbagai manfaat vaksin HPV untuk wanita. Salah satunya ialah mencegah kanker serviks. Tapi ternyata, vaksin HPV juga membawa banyak manfaat untuk pria dan bisa mencegah berbagai kanker pada pria. Apa saja fungsi vaksin HPV pada pria? Mari kita simak pembahasan berikut.  Pengertian dan Gejala Infeksi HPV HPV adalah singkatan […]

    Cek Fakta: Ini Dia Fungsi Vaksin HPV Pada Pria

    Sahabat Sehat mungkin sudah sering mendengar berbagai manfaat vaksin HPV untuk wanita. Salah satunya ialah mencegah kanker serviks. Tapi ternyata, vaksin HPV juga membawa banyak manfaat untuk pria dan bisa mencegah berbagai kanker pada pria. Apa saja fungsi vaksin HPV pada pria? Mari kita simak pembahasan berikut. 

    Cek Fakta Ini Dia Fungsi Vaksin HPV Pada Pria

    Cek Fakta: Ini Dia Fungsi Vaksin HPV Pada Pria

    Pengertian dan Gejala Infeksi HPV

    HPV adalah singkatan dari human papillomavirus, yaitu sebuah virus yang menyerang kulit dan mukosa (selaput lendir) dan disebabkan oleh beberapa tipe virus HPV.

    Saat ini diketahui bahwa ada 3 tipe high risk HPV terbanyak, yaitu tipe 52, 16 dan 18. High risk HPV adalah tipe HPV yang dapat menyebabkan lesi prakanker dan kanker

    Infeksi virus HPV adalah salah satu bentuk infeksi menular seksual (IMS), menyebar melalui hubungan seksual, baik hubungan melalui vagina, anal, atau oral. Virus HPV juga bisa menyebar melalui kontak erat kulit dengan kulit saat berhubungan intim. Bahkan, virus HPV dapat menular sebelum seseorang bergejala.

    Seperti namanya, virus HPV dapat menimbulkan gejala berupa kutil pada kulit dan selaput lendir. Kutil adalah jaringan baru yang abnormal, berbentuk benjolan seperti kol yang nyeri dan menyebabkan luka lecet pada penis, skrotum, anus, mulut, bahkan tenggorokan.

    Dapatkan: Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain ke Rumah

    Vaksin HPV

    Vaksin HPV dapat melindungi dari terjadinya kutil kelamin atau kanker tertentu yang disebabkan oleh HPV.

    Idealnya, Anda mendapatkan vaksinasi ini sebelum pernah berhubungan seks secara aktif.

    Bagi pria yang ingin divaksinasi HPV, Anda dapat melakukannya secara mandiri bersama ProSehat.

    Ada 3 jenis vaksin HPV:

    • Vaksin HPV 9-valent (Gardasil 9, 9vHPV): mengandung 9 strain, belum tersedia di Indonesia
    • Vaksin quadrivalent HPV (Gardasil, 4vHPV) : mengandung 4 strain, sudah tersedia di Indonesia
    • Vaksin HPV bivalen (Cervarix, 2vHPV): mengandung 2 strain, sudah tersedia di Indonesia.

    Ketiga vaksin HPV ini melindungi terhadap HPV tipe 16 dan 18 yang menyebabkan sebagian besar kanker HPV.

    Baca Juga: Selain Wanita, Seberapa Penting Vaksin HPV untuk Pria?

    Jadwal Vaksinasi HPV

    Ada 2 jenis jadwal pemberian vaksin HPV, yaitu:

    • Jadwal 2 dosis. Direkomendasikan bagi orang yang mendapatkan dosis pertama sebelum usia 15 tahun. Dosis kedua harus diberikan dalam 6-12 bulan setelah dosis pertama.
    • Jadwal 3 dosis. Dianjurkan bagi orang-orang yang mendapatkan dosis pertama pada atau setelah usia 15 tahun, dan untuk orang-orang dengan kondisi imun rendah. Dosis kedua harus diberikan 1-2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga harus diberikan 6 bulan setelah dosis pertama (jadwal 0, 1-2, 6 bulan).

    Fungsi Vaksin HPV Pada Pria

    Kanker yang disebabkan oleh HPV tidak umum terjadi pada pria. Tetapi ada beberapa kelompok pria tertentu yang lebih rentan mengalami kanker yang disebabkan oleh virus HPV, yaitu pria dengan sistem kekebalan yang lemah (termasuk mereka yang hidup dengan HIV) dan pria yang melakukan seks anal

    Fungsi Vaksin HPV untuk pria antara lain adalah:

    • Melindungi terhadap kutil kelamin.
    • Melindungi terhadap kanker anal/ dubur. Setiap tahunnya, sekitar 40.000 jiwa terdiagnosa kanker anal di seluruh dunia, dengan 88% kasus (35.000) disebabkan oleh infeksi HPV. 
    • Vaksin HPV bivalen dan quadrivalen yang sudah tersedia di Indonesia dapat mencegah terjadinya infeksi anal persisten sebesar 94.9%, serta mencegah terjadinya lesi pra kanker di anal sebesar 74.9%.
    • Mengurangi risiko terjadinya kanker penis.
    • Mencegah terjadinya kanker orofaring. Pada studi tahun 2017, sebuah penelitian menunjukkan bahwa infeksi HPV 16 lebih rendah sekitar 88% pada dewasa muda yang sudah mendapat setidaknya 1 dosis vaksin HPV, dibandingkan bagi mereka yang belum sama sekali mendapat vaksin HPV.

    Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Vaksin HPV Sebelum Menikah Itu Penting

    Sahabat Sehat, virus HPV dapat menyerang siapa saja, termasuk laki-laki. Maka, vaksin HPV pada pria direkomendasikan sebagai langkah pencegahan dari berbagai macam kanker yang disebabkan oleh virus HPV dan juga penyakit infeksi menular seksual. Jadwalkan vaksinasi HPV bersama Prosehat. Layanan ini dapat dilakukan di klinik mitra Prosehat atau di rumah sesuai kenyamanan Anda.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratoriumlayanan fisioterapi, produk vaksinasi dewasaimunisasi anak,  multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L



    Referensi

    1. CDC. HPV and Men – Fact Sheet [Internet]. Maryland: Centers for Disease Control and Prevention; 2022.
    2. Putu IIML, Moestikaningsih, Ketut S, Mariana M. Prevalensi Infeksi Human Papilloma Virus Tipe 16 dan 18 serta Lesi Prakanker dari Pemeriksaan Pap smear Berbasis Cairan pada Pasien dengan Infeksi Human Immunodeficiency Virus. Majalah Patologi. 2014 May; 23 (2):34-39.
    3. Rokom. Kemenkes Tambah 3 Jenis Vaksin Imunisasi Rutin, Salah Satunya HPV [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2022.
    4. CDC. HPV Vaccine Schedule and Dosing [Internet]. Maryland: Centers for Disease Control and Prevention; 2021.
    5. Stier EA, Chigurupati NL, Fung L. Prophylactic HPV vaccination and anal cancer. Hum Vaccin Immunother. 2016 Jun; 12(26):1348-1351
    6. Palefsky JM, Giuliano AR, Goldstone S et al. HPV vaccine against anal HPV infection and anal intraepithelial neoplasia. N Engl J Med 2011;365(17):1576-85.
    7. Lin Jin. Should Children Get the HPV Vaccine to Help Prevent Oropharyngeal Cancer? [Internet]. Hurst: Pediatric Dental Care; 2021.
    Read More
  • Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian imunisasi yang diperlukan anak untuk melindunginya dari sejumlah penyakit. Melalui imunisasi diharapkan anak mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu yang membahayakan kesehatan mereka, mengganggu tumbuh kembangnya dan bahkan mengancam jiwa. Pemberian imunisasi dilakukan dengan cara memasukkan vaksin atau sejumlah kuman penyebab penyakit yang sudah dimatikan atau dilemahkan. Kuman ini […]

    Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian imunisasi yang diperlukan anak untuk melindunginya dari sejumlah penyakit. Melalui imunisasi diharapkan anak mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu yang membahayakan kesehatan mereka, mengganggu tumbuh kembangnya dan bahkan mengancam jiwa.

    Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Pemberian imunisasi dilakukan dengan cara memasukkan vaksin atau sejumlah kuman penyebab penyakit yang sudah dimatikan atau dilemahkan. Kuman ini bisa berupa virus atau bakteri.

    Vaksin bertujuan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh untuk bereaksi seakan-akan benar-benar ada infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh ini akan menangkis infeksi buatan efek dari vaksinasi dan mengingat kuman yang masuk.

    Nantinya, ketika anak terserang bakteri atau virus yang sama, sistem kekebalan tubuh sudah mengenalinya sehingga bisa langsung melawan infeksi tersebut.

    Sistem Kekebalan Tubuh Anak 0-1 Tahun

    Bayi ketika dilahirkan sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang mereka dapatkan dari Ibu. Selain itu, selepas dari kelahirannya, bayi yang mendapatkan ASI (Air Susu Ibu) cenderung memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat. Menyusui Si Kecil selama 6 bulan pertama kehidupannya membantu melindungi si kecil dari berbagai penyakit.

    Seiring bertambahnya usia, anak bertambah aktif dan mulai mengeksplorasi lingkungan. Sehingga, paparan terhadap kuman menjadi meningkat. Untuk itu, diperlukan imunisasi terutama imunisasi dasar pada usia 1 tahun kehidupan si kecil.

    Melalui imunisasi dasar, Moms telah membantu melindungi si Kecil dari berbagai resiko penyakit dimasa yang akan datang..

    Dapatkan: Paket Imunisasi Bayi 4 Bulan ke Rumah

    Imunisasi Dasar untuk Anak 1 Tahun

    Program imunisasi yang diperlukan anak, salah satunya adalah untuk upaya pencegahan terjangkitnya penyakit tertentu yaitu Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), diantaranya yaitu Tuberkulosis, Difteri, Pertussis, Tetanus, Hepatitis, Polio dan Campak.

    Setiap bayi yang berusia 0-11 bulan wajib mendapatkan imunisasi dasar. Berikut ini tabel imunisasi dasar yang wajib diberikan sesuai dengan usia si kecil.

    Baca Juga: Vaksin Flu: Perlindungan Ekstra Bagi Anak dan Dewasa Terhadap Covid-19

    Usia Jenis Imunisasi yang Diberikan
    Dibawah 24 jam Hepatitis B (HB-0)
    1 Bulan BCG, Polio 1 (OPV 1)
    2 Bulan DPT-HB1, Polio 2 (OPV 2), Hib 1
    3 Bulan DPT-HB 2, Polio 3 (OPV 3), Hib 2
    4 Bulan DPT-HB 3, Polio 4 (OPV 4) dan IPV, Hib 3
    9 Bulan MR

    Tabel jadwal imunisasi dasar anak dibawah 1 tahun.

    • Imunisasi Hepatitis B diberikan untuk mencegah anak dari Hepatitis tipe B.
    • Imunisasi BCG merupakan salah satu imunisasi wajib yang diberikan pada si kecil dalam mencegah penyakit Tuberkulosis atau TBC.
    • Imunisasi DPT adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah 3 penyakit yaitu penyakit Difteri, Pertusis (batuk rejan) dan Tetanus, dimana ketiga penyakit ini dapat berakibat fatal bila terinfeksi.
    • Imunisasi MR atau Measles dan Rubella Vaccine adalah vaksinasi untuk mencegah campak dan juga rubella.
    • Imunisasi Hib diberikan kepada si kecil dengan tujuan melindungi tubuh mereka dari infeksi virus Haemophilus influenzae tipe B (Hib) penyebab paru-paru basah (pneumonia) dan komplikasinya.
    • Vaksin OPV atau Oral Polio Vaccine melindungi tubuh anak dalam jangka panjang dari penularan infeksi Polio. OPV merupakan jenis vaksin dari virus yang masih aktif namun telah dilemahkan. Cara pemberiannya yaitu dengan diteteskan ke mulut si kecil.
    • Vaksin IPV atau Inactive Polio Vaccine berisi virus polio yang sudah tidak aktif atau mati yang cara pemberiannya yaitu dengan disuntikkan pada lengan si kecil.

    Imunisasi Rekomendasi

    Moms, selain imunisasi dasar di atas, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga telah mengeluarkan saran imunisasi tambahan untuk melindungi terhadap penyakit menular lain yang memiliki dampak berat bagi anak bila terpapar.

    Imunisasi rekomendasinya antara lain:

    1. PCV. Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali pada usia 2, 4, dan 6 bulan. Vaksin PCV melindungi anak dari penyakit paru-paru basah atau pneumonia.
    2. Rotavirus. Virus ini adalah penyebab diare tersering pada anak dan diare saat ini masih menjadi pembunuh terbesar pada anak balita. Vaksin ini diberikan 2-3 kali tergantung dari jenisnya. Pemberiannya dilakukan pada usia 2, 4, dan 6 bulan.
    3. Influenza. Vaksin ini rutin diberikan setiap setahun sekali. Virus influenza menyebabkan flu dan sering ditemukan pada anak-anak. Komplikasi virus ini antara lain pneumonia dan infeksi telinga.

    Mengapa Tidak Boleh Menunda Imunisasi Anak?

    Kementerian Kesehatan dan IDAI telah menyusun jadwal imunisasi anak sesuai dengan usianya. Pemberian imunisasi tepat jadwal penting untuk memastikan efektivitas vaksin tersebut. Pandemi COVID-19 bisa memicu terjadinya pandemi penyakit lain akibat turunnya angka imunisasi anak.

    Namun, jika Moms terlewat jadwal imunisasi si Kecil, Moms bisa mengikuti program imunisasi kejar dengan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar mendapatkan jadwal imunisasi yang tepat.

    Baca Juga: Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Sahabat Sehat, itulah berbagai imunisasi yang diperlukan anak pada tahun pertamanya. Lengkapi segera imunisasinya agar ia terlindungi dari berbagai kemungkinan paparan kuman yang dapat menyebabkan komplikasi berat. Jadwalkan imunisasinya bersama Prosehat dan dapatkan harga terjangkau imunisasi yang diperlukan anak. Layanan ini bisa dilakukan di klinik mitra Prosehat maupun di rumah agar Moms dan Si Kecil nyaman tanpa harus repot keluar rumah.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratoriumlayanan fisioterapi, produk vaksinasi dewasaimunisasi anak,  multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Karyani, Sp. A, d., n.d. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun IDAI – Primaya Hospital.
    2. First 5 Los Angeles. 2022. Ages and Stages: Building a Healthy Immune System – First 5 Los Angeles.
    3. Primaya Hospital. 2021. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun IDAI – Primaya Hospital.
    4. n.d. Infodatin Pusat Data dan Informasi Kemenkes, Situasi dan Analysis Imunisasi. Jakarta: Kemenkes RI, pp.1-2.
    5. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 2021. Jadwal Imunisasi IDAI 2020.
    6. Jones, MSN-ED RN-BC, B. and Combs, MD, D., 2022. 1-Year-Old Shots: What You Should Know.
    7. Dahlan, SpA, d., 2020. Bolehkah Menunda Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19? – Primaya Hospital.
    Read More
  • Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Amerika atau CDC (Centers of Disease Control and Prevention) menyarankan calon mahasiswa untuk melakukan berbagai rangkaian vaksinasi sebelum berangkat ke Amerika. Hal ini ditujukan agar mahasiswa terlindungi selama pendidikannya dan menurunkan risiko kemungkinan terjadinya wabah penyakit. Selain disyaratkan untuk melengkapi imunisasi dasar yang biasanya diselesaikan saat masih anak-anak, calon […]

    Mengapa Vaksin Flu Disyaratkan Sebelum Kuliah di Amerika?

    Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Amerika atau CDC (Centers of Disease Control and Prevention) menyarankan calon mahasiswa untuk melakukan berbagai rangkaian vaksinasi sebelum berangkat ke Amerika. Hal ini ditujukan agar mahasiswa terlindungi selama pendidikannya dan menurunkan risiko kemungkinan terjadinya wabah penyakit.

    Mengapa Vaksin Flu Disyaratkan Sebelum Kuliah di Amerika

    Mengapa Vaksin Flu Disyaratkan Sebelum Kuliah di Amerika?

    Selain disyaratkan untuk melengkapi imunisasi dasar yang biasanya diselesaikan saat masih anak-anak, calon mahasiswa yang akan berangkat ke Amerika juga memerlukan jenis vaksin lain seperti vaksin influenza, sebelum kuliah di amerika.

    Vaksin flu melindungi saat musim flu

    Pentingnya vaksinasi influenza bagi pendatang disebabkan karena Amerika dan negara-negara di belahan dunia bagian utara, mengalami perubahan musim pada bulan Oktober sehingga menyebabkan virus influenza mudah sekali menyebar.

    Musim flu biasanya terjadi pada musim gugur dan musim dingin. Walau virus influenza sebenarnya ada sepanjang tahun, sebagian besar kejadian flu memuncak antara Desember dan Februari, tetapi dapat berlangsung hingga akhir Mei.

    Cari tahu: Harga Vaksin Flu 4 Strain Dewasa ke Rumah

    Lengkapi Syarat Vaksin Sebelum Studi ke Luar Negeri: Paket Vaksinasi Studi

    Pilihan jenis vaksinasi flu

    Flu merupakan penyakit pernapasan yang menimbulkan komplikasi yang lebih parah. Badan kesehatan dunia atau WHO memperkirakan terjadi 290-650 ribu kematian setiap tahunnya akibat gangguan pernapasan yang berasal dari infeksi virus influenza. Oleh karena itu, WHO menilai flu tetap menjadi ancaman global sehingga WHO menyarankan untuk melakukan vaksinasi influenza.

    Vaksinasi flu dapat melindungi seseorang dari 4 strain virus penyebab influenza selama musim flu. Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan ulang (booster) setiap satu tahun sekali.

    Ada dua jenis vaksin influenza, yaitu vaksin trivalent dan vaksin quadrivalent. Vaksin trivalent memberikan perlindungan terhadap tiga jenis virus influenza, yaitu influenza A (H1N1), Influenza A (H3N3 ) dan Influenza B.

    Sementara vaksin quadrivalent dapat memberikan perlindungan terhadap dua varian virus influenza A dan dua varian virus influenza B.

    Baca Juga: Boosting Sistem Imun dengan Vaksinasi Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Komplikasi dari virus influenza

    Virus Influenza menyebar melalui droplet seseorang yang terinfeksi. Droplet berisi virus tersebut disebarkan saat seseorang yang sedang flu batuk atau bersin. Infeksi dapat terjadi apabila droplet tersebut kontak dengan mata, hidung, atau mulut seseorang.

    Beberapa tanda dan gejala flu adalah demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri otot, pegal-pegal, nyeri kepala, mual muntah dan diare. Dalam kondisi sehat, seseorang dapat sembuh dalam beberapa hari hingga kurang dari 2 minggu, namun komplikasi seperti pneumonia atau paru-paru basah dapat terjadi apabila infeksi virus Influenza dialami oleh kelompok berisiko. Kelompok berisiko yang dimaksud adalah sebagai berikut:

    • Anak berusia 6 bulan – 5 tahun
    • Wanita hamil (usia hamil berapapun)
    • Usia diatas 65 tahun
    • Usia 6 bulan keatas dengan kondisi medis tertentu yang dapat menyebabkan komplikasi berat bila terkena flu seperti:
      • Penyakit jantung
      • Kondisi kronis sistem pernapasan
      • Kondisi kronis sistem sarah
      • Gangguan sistem imun
      • Diabetes dan kelainan metabolik
      • Penyakit ginjal
      • Gangguan hematologi
      • Anak berusia 6 bulan – 10 tahun dengan terapi aspirin jangka panjang

    Baca Juga: Persyaratan Vaksin yang Wajib Sebelum Kuliah di Amerika

    Sahabat Sehat, itulah mengenai syarat vaksin sebelum kuliah di amerika, pemberian vaksin Influenza rutin dilakukan setiap tahun di Amerika karena pada musim flu angka kejadian infeksi influenza menjadi meningkat. Cegah gangguan kesehatan yang mungkin disebabkan oleh virus influenza selama pendidikan di Amerika. Bekali diri dengan vaksinasi lengkap agar kamu terlindungi dan dapat mengeksplorasi Amerika dengan aman dan nyaman. Hubungi Prosehat untuk layanan vaksinasi di rumah maupun di klinik mitra Prosehat dan dapatkan vaksin influenza dengan harga terbaik!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratoriumlayanan fisioterapi, produk vaksinasi dewasaimunisasi anak,  multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. Center of Disease Control and Prevention. 2022. Seasonal Flu Vaccines.
    2. Passporthealthusa.com. n.d. Travel Vaccines and Advice for the United States
    3. Centers of Disease Control and Prevention. 2021. Influenza Prevention: Information for Travelers.
    4. Center of Disease Control and Prevention. 2022. Weekly U.S. Influenza Surveillance Report.
    Read More
  • Ada berbagai upaya yang bisa Moms lakukan untuk menjaga dan meningkatkan imunitas anak, salah satunya dengan memberikannya imunisasi yang disesuaikan dengan usia Si Kecil. Ada beberapa imunisasi yang harus didapatkan bayi saat ia lahir, salah satunya adalah imunisasi BCG yang melindungi bayi dari kuman penyebab tuberkulosis. Setelah imunisasi BCG, biasanya akan ada ‘bekas’ berupa scar […]

    Inilah Alasan Tidak Munculnya Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Ada berbagai upaya yang bisa Moms lakukan untuk menjaga dan meningkatkan imunitas anak, salah satunya dengan memberikannya imunisasi yang disesuaikan dengan usia Si Kecil. Ada beberapa imunisasi yang harus didapatkan bayi saat ia lahir, salah satunya adalah imunisasi BCG yang melindungi bayi dari kuman penyebab tuberkulosis.

    Setelah imunisasi BCG, biasanya akan ada ‘bekas’ berupa scar atau benjolan. Namun, apabila tak ada tanda atau benjolan sama sekali apakah artinya vaksin tetap efektif? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

    Inilah Alasan Tidak Munculnya Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Inilah Alasan Tidak Munculnya Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Imunisasi BCG Melindungi dari Kuman Tuberkulosis

    Imunisasi BCG atau Bacillus Calmette Guerin adalah pemberian vaksin yang dilakukan untuk melindungi anak dari penyakit tuberkulosis yang dapat menyerang paru-paru serta organ lainnya seperti tulang, usus, otak, dan sebagainya.

    Vaksin BCG biasanya hanya diberikan satu kali seumur hidup. Pemberian vaksin BCG ini dinilai paling efektif saat bayi baru lahir hingga memasuki usia dua bulan. 

    Tidak hanya pada bayi yang baru lahir, orang yang memiliki risiko terpapar penyakit tuberkulosis di tempat kerja dan orang dewasa yang belum pernah menerima imunisasi BCG saat bayi juga bisa menerima vaksin BCG saat dewasa. 

    Dapatkan: Imunisasi BCG ke Rumah

    Mengapa Ada Bekas Benjolan Setelah Imunisasi BCG?

    Imunisasi BCG umumnya dilakukan pada lengan kanan bagian atas. Usai bayi menerima suntikan vaksin BCG, biasanya akan muncul benjolan atau bisul kecil yang terkadang berisi nanah pada bekas suntikan. Kondisi tersebut merupakan hal yang normal terjadi dan dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga tak perlu dikhawatirkan orang tua. 

    Hal ini merupakan respon alami dari sistem kekebalan tubuh terhadap vaksin yang diberikan. Biasanya, benjolan atau bisul akan muncul pada waktu yang berbeda-beda pada setiap bayi. 

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang Kuat

    Tidak Muncul Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Bekas suntikan awalnya berupa benjolan besar yang kemudian berubah menjadi bisul kecil yang memiliki nanah di dalamnya. Bisul kecil bernanah ini tidak boleh dipencet karena dikhawatirkan akan menimbulkan infeksi atau luka baru.

    Jadi, lebih baik dibiarkan saja hingga pecah sendiri. Setelah itu, akan muncul benjolan kecil atau seperti digigit nyamuk yang merupakan tanda berhasilnya imunisasi.

    Tanda ini akan mulai terlihat paling lambat 3 bulan atau paling cepat 1 bulan setelah mendapatkan imunisasi. 

    Namun, jika tanda ini tidak muncul, ada beberapa kemungkinan yang mungkin menjadi penyebabnya, seperti:

    1. Teknik penyuntikan yang salah
    2. Dosis vaksin yang terlalu sedikit
    3. Penyimpanan vaksin yang kurang baik sehingga kualitasnya menurun
    4. Daya tahan tubuh bayi yang menurun
    5. Kadar antibodi yang dihasilkan tubuh bayi kecil

    Menurut Ikatan Dokter Indonesia, bisul atau luka nanah yang tidak muncul setelah imunisasi BCG bukan berarti vaksin yang dilakukan gagal. Oleh karena itu, orangtua tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan imunisasi ulang. 

    Selama seluruh vaksin masuk kedalam tubuh, vaksin seharusnya sudah bekerja dengan baik terlepas dari apakah anak mengalami pembengkakan atau tidak.

    Baca Juga: Apa Guna Vaksin BCG? Berikut Penjelasannya

    Nah Sahabat Sehat, tidak munculnya benjolan setelah imunisasi BCG bukan pertanda vaksin tidak efektif ya. Sebelum melakukan imunisasi, Moms boleh ikut memastikan bahwa vaksin dalam keadaan baik dan masih jauh dari masa kedaluarsa.

    Bagi anak yang belum mendapatkan vaksinasi BCG saat bayi, segera kejar imunisasinya dengan mengkonsultasikannya dahulu dengan dokter di Prosehat karena imunisasi anak adalah salah satu layanan unggulan Prosehat. Layanan ini bisa dilakukan di klinik mitra Prosehat ataupun di rumah sehingga Moms dan Si Kecil nyaman dan tidak perlu repot keluar rumah. 

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratoriumlayanan fisioterapi, produk vaksinasi dewasaimunisasi anak,  multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. idai.or.id. 2022. Seputar Kesehatan Anak.
    2. nhs.uk. 2022. BCG vaccine for tuberculosis (TB) overview.
    3. cdc.gov. 2022. Vaccines.
    Read More
  • Influenza atau flu merupakan sebuah penyakit saluran napas yang menular. Penyakit ini disebabkan oleh sebuah virus yang dinamakan virus Influenza yang menginfeksi hidung, tenggorokan, dan paru. Flu mungkin dianggap sebuah penyakit biasa dan hanya menimbulkan gejala yang ringan, namun sebenarnya virus ini dapat menyebabkan komplikasi berat seperti paru-paru basah (pneumonia) dan infeksi telinga, terutama pada […]

    Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza?

    Influenza atau flu merupakan sebuah penyakit saluran napas yang menular. Penyakit ini disebabkan oleh sebuah virus yang dinamakan virus Influenza yang menginfeksi hidung, tenggorokan, dan paru.

    Flu mungkin dianggap sebuah penyakit biasa dan hanya menimbulkan gejala yang ringan, namun sebenarnya virus ini dapat menyebabkan komplikasi berat seperti paru-paru basah (pneumonia) dan infeksi telinga, terutama pada anak kecil, orang tua, dan kondisi penyakit tertentu.

    Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza

    Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza?

    Di Australia, terdapat National Immunization Programme (NIP) yang menyarankan vaksin Influenza setiap tahunnya bagi yang tinggal dan akan tinggal di Australia dikarenakan adanya “musim flu”. Maka, bagi kamu yang akan kuliah atau sekolah di Australia di pertengahan tahun ini, sebaiknya kamu sudah divaksinasi influenza sebelum berangkat. 

    Virus Influenza Terus Bermutasi

    Vaksin Influenza membantu sistem imun tubuh untuk membuat antibodi terhadap virus Influenza dalam 2 minggu setelah vaksinasi. Setelah divaksin, maka tubuh Anda akan kebal terhadap jenis virus Influenza tersebut. Dengan demikian menurunkan risiko gejala berat serta komplikasi.

    Setiap tahunnya para peneliti memeriksa tipe virus Influenza apa yang dapat menyebar karena sifatnya yang terus bermutasi. Maka, vaksin influenza selalu diperbarui setiap tahun dengan tipe virus baru tersebut.

    Departemen kesehatan Australia menyarankan untuk mendapatkan vaksin Influenza dimulai dari pertengahan bulan April sebagai persiapan “musim flu” yang akan mendatang nantinya pada bulan Juni hingga September. Efek proteksi tertinggi didapatkan 3-4 bulan setelah seseorang menerima vaksin Influenza.

    Dapatkan: Vaksinai Flu di Klinik ataupun ke Rumah dari ProSehat

    Komplikasi dari Infeksi Influenza

    Virus Influenza menyebar melalui droplet seseorang yang terinfeksi. Droplet berisi virus tersebut disebarkan saat seseorang yang sedang flu batuk atau bersin. Infeksi dapat terjadi apabila droplet tersebut kontak dengan mata, hidung, atau mulut seseorang.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Flu Selama Pandemi Corona

    Beberapa tanda dan gejala flu adalah demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri otot, pegal-pegal, nyeri kepala, mual muntah dan diare.1 Dalam kondisi sehat, seseorang dapat sembuh dalam beberapa hari hingga kurang dari 2 minggu, namun komplikasi seperti pneumonia atau paru-paru basah dapat terjadi apabila infeksi virus Influenza dialami oleh kelompok berisiko. Kelompok berisiko yang dimaksud adalah sebagai berikut:

    • Anak berusia 6 bulan – 5 tahun
    • Wanita hamil (usia hamil berapapun)
    • Usia diatas 65 tahun
    • Usia 6 bulan keatas dengan kondisi medis tertentu yang dapat menyebabkan komplikasi berat bila terkena flu seperti:
      • Penyakit jantung
      • Kondisi kronis sistem pernapasan
      • Kondisi kronis sistem sarah
      • Gangguan sistem imun
      • Diabetes dan kelainan metabolik
      • Penyakit ginjal
      • Gangguan hematologi
      • Anak berusia 6 bulan – 10 tahun dengan terapi aspirin jangka panjang

    Baca Juga: Bingung Ada Berapa Jenis Vaksin Influenza? Ini Jawabannya

    Sahabat Sehat, pemberian vaksin Influenza rutin dilakukan setiap tahun di Australia. Dengan adanya “musim flu” mulai bulan Mei hingga September, maka vaksin Influenza lebih baik didapatkan dari pertengahan bulan April, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.Sehingga ketika sekolah atau kuliah dimulai, kamu sudah siap menghadapi musim flu. Vaksin Influenza juga aman untuk diberikan dalam hari yang sama dengan pemberian vaksin Covid-19.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratoriumlayanan fisioterapi, produk vaksinasi dewasaimunisasi anak,  multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. About Flu [Internet]. cdc.gov. 2022.
    2. National Immunisation Program Schedule [Internet]. health.gov.au. 
    3. Different Types of Flu Vaccines [Internet]. cdc.gov. 2022.
    4. Seasonal influenza vaccine [Internet]. Health.vic.gov.au. 2022.
    5. Influenza (flu) vaccine [Internet]. health.gov.au. 2022.
    Read More
  • Di awal kehidupannya, bayi sangat rentan terhadap berbagai penyakit menular karena daya tahan tubuhnya yang masih belum sempurna. Kegemasan keluarga dan kerabat saat melihat bayi biasanya mendorong mereka untuk menyentuh bayi (mencium pipi, menggendong, menyentuh wajah, memegang tangan, dll) membuat risiko penularan semakin tinggi. Untungnya, sebagian penyakit menular bisa dicegah dengan vaksin, terutama untuk penyakit […]

    Anak yang Sudah Pernah Kena Campak, Masih Perlu Divaksin MR?

    Di awal kehidupannya, bayi sangat rentan terhadap berbagai penyakit menular karena daya tahan tubuhnya yang masih belum sempurna. Kegemasan keluarga dan kerabat saat melihat bayi biasanya mendorong mereka untuk menyentuh bayi (mencium pipi, menggendong, menyentuh wajah, memegang tangan, dll) membuat risiko penularan semakin tinggi.

    Untungnya, sebagian penyakit menular bisa dicegah dengan vaksin, terutama untuk penyakit yang memiliki dampak sakit berat hingga kematian. Salah satunya adalah vaksin measles, mumps and rubella (MR/ MMR) yang melindungi bayi dari campak, gondongan dan rubella (campak Jerman).

    Memang seperti apa bahayanya campak, gondongan, dan rubella? Bagaimana jika anak sudah pernah kena campak sebelum waktunya vaksinasi? Yuk simak ulasannya.

    Anak yang Sudah Pernah Kena Campak, Masih Perlu Divaksin MR

    Anak yang Sudah Pernah Kena Campak, Masih Perlu Divaksin MR?

    Measles (Campak)

    Measles atau campak adalah infeksi virus menular yang menyerang sistem pernapasan. Virus tersebut menyebar melalui percikan air liur atau lendir yang keluar dari mulut penderita campak. Itulah mengapa tidak disarankan juga untuk meniup makanan atau minuman anak yang masih panas saat menyuapinya.

    Penyakit campak juga mudah menular melalui kontak atau sentuhan langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, serta menular lewat kebiasaan saling berbagi barang pribadi, seperti pinjam meminjam peralatan makan atau minum yang sama atau berbagi makanan dan minuman. 

    Gejala campak yang perlu diwaspadai:

    • Batuk
    • Muncul ruam merah di kulit
    • Hidung mengeluarkan ingus
    • Demam
    • Bintik putih di mulut (bintik koplik)

    Kondisi campak yang berat dapat menyebabkan pneumonia pada anak (radang paru), kerusakan otak, dan infeksi telinga. Komplikasi fatal lainnya yang juga mungkin muncul adalah ensefalitis (radang otak) yang dapat membuat anak kejang.

    Dapatkan: Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) ke Rumah

    Mumps (Gondongan)

    Mumps atau parotitis, di Indonesia disebut juga sebagai gondongan, adalah infeksi virus menular yang menyerang kelenjar ludah. Penyakit menular ini dapat menyerang siapa saja, namun paling sering terjadi pada anak berusia 2 – 12 tahun. 

    Virus penyebab gondongan dapat menular melalui percikan air liur yang keluar bersama hembusan nafas saat orang yang terinfeksi bersin atau batuk. Penyakit ini juga mudah menular saat anak bersentuhan langsung atau menggunakan barang penderita gondongan.

    Gejala gondongan yang paling mudah dideteksi adalah pembengkakan kelenjar ludah yang membuat area pipi dan sekitar leher terlihat bengkak, bulat, dan membesar. 

    Berikut gejala gondongan lainnya yang perlu diwaspadai:

    • Demam
    • Sakit kepala
    • Nyeri otot
    • Pembengkakan kelenjar ludah
    • Rasa nyeri dan sakit saat mengunyah dan menelan
    • Nyeri pada wajah atau kedua sisi pipi
    • Sakit tenggorokan

    Virus penyebab gondongan terkadang juga dapat menyebabkan peradangan pada ovarium, testis, pancreas, dan selaput otak. Selain itu, tuli dan meningitis adalah risiko komplikasi lainnya yang mungkin terjadi akibat gondongan.

    Rubella (Campak Jerman)

    Rubella atau campak Jerman adalah infeksi yang menyebabkan munculnya bintik-bintik merah pada kulit penderitanya. Selain itu, virus rubella juga dapat menyebabkan kelenjar getah bening di belakang telinga membengkak.

    Umumnya gejala rubella muncul sekitar 2-3 minggu setelah tubuh terpapar virus. Gejala sebagai berikut:

    • Demam
    • Sakit kepala
    • Hidung tersumbat atau pilek
    • Mata merah meradang
    • Ruam merah muda halus pada wajah yang cepat menyebar ke batang tubuh, lengan dan kaki, dan akan menghilang dalam urutan yang sama. 
    • Nyeri sendi. 

    Penyakit ini umumnya jarang menyebabkan komplikasi serius. Namun pada beberapa kasus, campak Jerman juga bisa jadi sangat berbahaya apabila terjadi pada wanita hamil karena meningkatkan risiko kecacatan pada janin atau bahkan bayi lahir mati. 

    Baca Juga: Berbeda! Ini 5 Perbedaan Campak dan Cacar Air pada Anak

    Vaksin MMR wajib untuk anak kecil dan balita

    Sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin MR pertama kali diberikan pada bayi di usia 9 bulan sebagai dosis primer.

    Setelah suntikan pertama, anak akan menerima dosis booster pada usia 18 minggu, bisa menggunakan jenis vaksin yang sama (MR) atau MMR yang memiliki tambahan daya tahan tubuh terhadap mumps atau gondongan.

    Saat anak berusia 5-7 tahun, ia bisa mendapatkan dosis booster kembali untuk memperbarui dan menambah kekebalan tubuhnya.

    Apa perlu vaksin MR/ MMR jika sudah pernah campak?

    Vaksinasi MR/ MMR setelah terkena campak/ gondongan/ rubella aman untuk dilakukan. Justru, dengan tetap mendapatkan vaksin MMR, anak menjadi terlindungi terhadap penyakit tersebut di kemudian hari, atau memiliki gejala yang lebih ringan.

    Baca Juga: Yuk Bongkar Mitos: Boleh Tidak Ya Anak Mandi Saat Campak?

    Sahabat Sehat, ayo kita lindungi Si Kecil dari penyakit-penyakit menular dengan vaksin yang sudah tersedia luas. Berikan ia daya tahan tubuh yang maksimal agar ia terlindungi semasa tumbuh kembangnya. Jika jadwal vaksinasinya terlewat, si Kecil masih bisa kejar imunisasi. Konsultasikan dengan dokter dari ProSehat untuk jadwal vaksinasi.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratoriumlayanan fisioterapi, produk vaksinasi dewasaimunisasi anak,  multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. cdc.gov. 2022. vaccine mmr.
    2. Idai.or.id. 2022. IDAI | Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Campak/Measles dan Rubella (MR).
    3. Mayo Clinic. 2022. Rubella – Symptoms and causes
    4. cdc.gov. 2022. MMR vaccine.
    5. Immunize.org. 2022. Indonesian MMR
    6. nhs.uk. 2022. MMR (measles, mumps and rubella) vaccine.
    Read More
  • Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Serviks merupakan organ kewanitaan yang lokasinya di sepertiga bawah rahim, berbentuk silindris dan menonjol serta berhubungan dengan vagina. Kanker serviks berkembang secara perlahan-lahan dan menunjukkan gejalanya apabila sudah memasuki stadium lanjut. Seperti kanker pada umumnya, kanker serviks memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda sesuai dengan perkembangannya. […]

    Kenali Gejala Kanker Serviks Sesuai dengan Stadiumnya

    Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Serviks merupakan organ kewanitaan yang lokasinya di sepertiga bawah rahim, berbentuk silindris dan menonjol serta berhubungan dengan vagina. Kanker serviks berkembang secara perlahan-lahan dan menunjukkan gejalanya apabila sudah memasuki stadium lanjut. Seperti kanker pada umumnya, kanker serviks memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda sesuai dengan perkembangannya. Maka dari itu, gejalanya pun berbeda-beda. Yuk, simak pengelompokan tingkat keparahan kanker serviks dan gejala yang menyertainya.

    Kenali Gejala Kanker Serviks Sesuai dengan Stadiumnya

    Kenali Gejala Kanker Serviks Sesuai dengan Stadiumnya

    Stadium dan Gejala Kanker Serviks

    Stadium 0

    Pada stadium 0, sel pra kanker sudah muncul di area dinding rahim, namun belum sampai masuk ke dalam leher rahim. Kanker stadium 0 disebut juga dengan carcinoma in situ.

    Pada umumnya, pasien tidak merasakan gejala apapun pada stadium ini. Biasanya seseorang dengan stadium ini terdeteksi saat ia menjalani pemeriksaan Pap smear. Bila terdeteksi sedini mungkin, hal ini memungkinkan pengobatan segera dilakukan sebelum sel berkembang menjadi sel kanker.

    Dapatkan: Vaksinasi HPV ke Rumah dari ProSehat

    Stadium 1

    Pada kanker serviks stadium 1, di permukaan serviks sudah ditemukan sel kanker dan masuk semakin dalam ke jaringan. Namun, sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening dan organ tubuh lainnya. Stadium 1 memiliki dua tingkatan, yaitu:

    • Stadium 1A

    Pada tahap ini sel kanker masih sangat sedikit sehingga belum ada gejala fisik. Sel kanker belum menyebar jauh dari area sel kanker pertama kali muncul.

    • Stadium 1A.1

    Jumlah sel kanker masih sangat sedikit dan pertumbuhannya masih kurang dari 3 mm dari permukaan serviks.

    • Stadium 1A.2

    Ukuran sel kanker sedikit lebih besar yaitu sekitar 3-5 mm ke dalam jaringan serviks.

    • Stadium 1B

    Kanker stadium 1B belum menyebar ke jaringan lain yang berada di dekat maupun jauh dari lokasi awal timbulnya kanker. Ada tiga tingkatan Stadium 1B:

    • Stadium 1B.1

    Sel kanker tumbuh sekitar 5 mm ke dalam jaringan serviks, namun ukurannya kurang dari 2 cm.

    • Stadium 1B.2

    Ukuran sel kanker kurang lebih mencapai 2-4 cm.

    • Stadium 1B.3

    Ukuran sel kanker berkembang hingga 4 cm. Lokasi kanker masih pada area serviks.

    Orang dengan kanker serviks stadium 1 biasanya tidak menunjukkan gejala atau gejalanya tidak begitu tampak. Gejala yang mungkin dikeluhkan juga biasanya tidak khas, diantaranya:

    • Perdarahan vagina

    Perdarahan ini menyerupai perdarahan menstruasi namun dengan durasi yang lama atau jumlah darah yang lebih banyak dari biasanya. Sebagian orang juga mengeluhkan timbulnya bercak darah atau flek diantara periode menstruasi.

    • Keputihan

    Pada pasien kanker serviks, keputihan berwarna merah muda atau coklat, berdarah, dan berbau busuk. Kadang-kadang keputihan disertai dengan potongan jaringan seperti gumpalan darah.

    • Nyeri panggul

    Sebagian orang merasakan nyeri pada area panggul tanpa alasan jelas. Selain nyeri panggul, sebagian lainnya mengalami sakit pada punggung bawah, serta nyeri pada bagian bawah perut.

    • Nyeri saat berhubungan intim

    Selain perdarahan dari vagina, sebagian penderita kanker serviks juga mengalami nyeri pada bagian bawah perut saat berhubungan seksual.

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Stadium 2

    Kanker serviks stadium 2 diartikan sel kanker sudah menyebar ke jaringan serviks dan rahim namun belum terdapat penyebaran ke dinding panggul atau vagina bagian bawah. Pada stadium ini terdapat dua tingkatan:

    • Stadium 2A

    Sel kanker menyebar dari jaringan serviks dan rahim namun belum ke jaringan sebelah serviks (parametrium).

    • Stadium 2A.1

    Ukuran kanker kurang dari 4 cm.

    • Stadium 2A.2

    Ukuran kanker sudah melebihi dari 4 cm.

    • Stadium 2B

    Sel kanker menyebar ke seluruh jaringan serviks, rahim dan parametrium.5

    Gejala pada stadium 2, sama dengan gejala awal yang terjadi pada stadium 1.

    Stadium 3

    Kanker serviks stadium 3 ditandai dengan menyebarnya sel kanker ke bagian bawah vagina atau dinding panggul. Sel kanker bisa menyumbat saluran kemih yang dilewati oleh urin yang bergerak menuju kandung kemih sehingga pada stadium ini pasien akan merasakan kesulitan berkemih. Ada tiga tingkatan pada stadium ini:

    • Stadium 3A

    Sel kanker sudah menyebar ke bagian bawah vagina, namun belum sampai ke dinding panggul dan kelenjar getah bening.

    • Stadium 3B

    Sel kanker menyebar ke dinding panggul dan menyebabkan sumbatan di salah satu saluran kemih. Pada stadium ini pasien biasanya ginjal pasien mengalami pembengkakan (hidronefrosis). Akibatnya, pasien sulit berkemih dan terjadi nyeri hebat di pinggang.

    • Stadium 3C

    Pada stadium 3C, kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul dan pembuluh darah besar (para aorta).

    Stadium 4

    Pada kanker serviks stadium 4, kanker sudah menyebar ke organ tubuh lain seperti tulang dan paru-paru.

    • Stadium 4A

    Kanker sudah menyebar ke kandung kemih dan rektum sampai ke area luar panggul.

    • Stadium 4B

    Tahapan paling parah kanker stadium 4 ditandai dengan penyebaran sel kanker ke organ yang sangat jauh seperti kelenjar getah bening di area jauh dari rahim, paru-paru dan tulang.

    Gejala kanker serviks stadium 4 mirip dengan gejala pada stadium awal namun dengan intensitas dan keparahan yang lebih tinggi. Berikut gejala yang timbul pada stadium lanjut kanker serviks:

    • Nyeri pada kaki
    • Berat badan berkurang secara drastis
    • Kelelahan
    • Nyeri pada punggung bawah
    • Keluarnya urin dan tinja dari vagina
    • Keluarnya darah bercampur dengan urin
    • Kesulitan buang air kecil
    • Tulang rapuh hingga mudah patah (apabila penyebaran kanker mencapai tulang). 

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Sahabat Sehat, gejala kanker serviks sangat beragam. Sayangnya, kanker serviks stadium awal jarang menunjukkan gejala yang khas. Oleh karena itu, penting sekali untuk melakukan skrining kanker serviks secara berkala melalui pemeriksaan Pap smear. Jangan lupa juga untuk melakukan vaksinasi HPV dan hindari faktor risiko yang masih dapat dicegah.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk vaksinasi dewasa, imunisasi anak,  multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

     

    Referensi

    1. Kanker.kemkes.go.id. 2021.
    2. Cancer.org. 2020. Cervical Cancer Symptoms | Signs of Cervical Cancer.
    3. Medanta.org. 2021. 6 Signs and Symptoms of Cervical Cancer in Women.
    4. Markman, MD, M., 2021. What are the Symptoms and Signs of Cervical Cancer?.
    5. Hertiwi Putri, N. and Utari, d., 2021. Stadium Kanker Serviks dari 0 hingga 4, Ini Perbedaannya.
    Read More
  • Flu dapat menyebar dengan cepat di tempat-tempat seperti sekolah dan pusat penitipan anak (daycare), dimana anak-anak belajar, bermain, dan kontak dekat dengan satu sama lain. Semua sekolah dan layanan anak-anak harus mengingatkan staf dan siswa tentang pola hidup bersih dan sehat serta bagaimana meminimalkan penyebaran flu, salah satunya dengan vaksinasi. Jangan Anggap Enteng Virus Flu […]

    Guru dan Pengasuh Daycare Perlu Vaksin Flu Sebelum Sekolah Tatap Muka

    Flu dapat menyebar dengan cepat di tempat-tempat seperti sekolah dan pusat penitipan anak (daycare), dimana anak-anak belajar, bermain, dan kontak dekat dengan satu sama lain.

    Semua sekolah dan layanan anak-anak harus mengingatkan staf dan siswa tentang pola hidup bersih dan sehat serta bagaimana meminimalkan penyebaran flu, salah satunya dengan vaksinasi.

    Guru dan Pengasuh Daycare Perlu Vaksin Flu Sebelum Sekolah Tatap Muka

    Guru dan Pengasuh Daycare Perlu Vaksin Flu Sebelum Sekolah Tatap Muka

    Jangan Anggap Enteng Virus Flu

    Flu adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza dan menginfeksi saluran pernafasan, seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Virus ini dapat menyebabkan sakit ringan hingga berat, dan pada kasus tertentu menyebabkan kematian.

    Virus flu menyebar melalui droplet (cipratan air liur) saat orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara. Cipratan ini bisa mendarat di mulut atau hidung orang di dekatnya. Selain itu, virus flu juga bisa ditemukan pada permukaan barang yang bila tersentuh dan kemudian ia menyentuh mulut, hidung, atau mungkin matanya sendiri, ia berisiko tertular.

    Dapatkan:
    Vaksinasi Flu 4 Strain Dewasa ke Rumah

    Imunisasi Flu 4 Strain Anak di Klinik Kasih Palmerah

    Gejala Flu

    Orang yang terinfeksi virus flu bisa menunjukkan gejala ringan hingga berat. Flu berbeda dari pilek biasa. Gejalanya antara lain:

    • Demam atau menggigil
    • Batuk
    • Sakit tenggorokan/ nyeri menelan
    • Pilek
    • Sakit kepala
    • Kelelahan
    • Nyeri otot/ badan
    • Bisa disertai mual muntah dan diare (terutama pada anak-anak).

    Perlu diketahui juga bahwa tidak semua orang terinfeksi flu menunjukkan gejala demam. Sebagian orang bisa mengalami gejala lainnya kecuali demam.

    Baca Juga: Kenali Pentingnya Vaksin Influenza

    Vaksin Flu Melindungi Dari Komplikasi

    Kebanyakan orang yang terkena flu akan sembuh dalam beberapa hari hingga kurang dari dua minggu. Tetapi sebagian lainnya akan mengalami komplikasi seperti paru-paru basah (pneumonia), beberapa di antaranya dapat mengancam jiwa dan mengakibatkan kematian.

    Sinusitis dan infeksi telinga adalah contoh komplikasi sedang dari flu. Sedangkan komplikasi berat yang mungkin dicetuskan oleh flu antara lain radang jantung (miokarditis), otak (ensefalitis) atau jaringan otot (miositis, rhabdomyolisis), dan kegagalan multiorgan (misalnya, gagal pernapasan dan ginjal).

    Influenza adalah penyebab rawat inap terbanyak pada anak-anak daripada penyakit lain yang dapat dicegah oleh vaksin. Satu-satunya cara terbaik untuk melindungi dari flu dan potensi komplikasinya adalah agar guru, pengasuh dan anak-anak melakukan vaksinasi influenza.

    Vaksinasi flu dianjurkan untuk semua anak berusia 6 bulan ke atas. Vaksin ini rutin diulang setiap satu tahun sekali karena virusnya kerap bermutasi.

    Sahabat Sehat, jika Anda adalah guru atau pengasuh di daycare, atau anak-anak Anda rutin melakukan aktivitas berkelompok atau bersekolah tatap muka, saatnya Anda dan anak melakukan vaksinasi influenza untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar Anda yang mungkin lebih rentan sakit.

    Baca Juga: Vaksin Influenza Trivalen atau Quadrivalen? Kenali Perbedaannya!

    Segera konsultasikan dengan Chat Dokter 24 jam dari ProSehat bila Anda atau anak Anda belum divaksinasi influenza tahun ini. Dokter akan menyarankan jadwal vaksinasi, menginformasikan harga vaksin influenza, serta memberikan vaksinasinya di klinik maupun di rumah untuk kenyamanan Anda dan anak.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Jangan lupa untuk menyarankannya juga ke kerabat Anda sehingga dapat saling melindungi di sekolah dan lingkungan lainnya.

    Ditulis oleh: dr. Nurul L
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Key Facts About Influenza (Flu). [Internet]. CDC. 2021.
    2. Information for Schools & Childcare Providers. [Internet]. CDC. 2021.
    3. Flu Symptoms & Complications. [Internet]. CDC. 2021.
    Read More
  • India dikenal sebagai salah satu negara terbaik untuk pendidikan tinggi di bidang teknik dan teknologi, serta sains. Menurut QS Higher Education System Strength Ranking 2018, pendidikan tingkat tinggi India masuk ke dalam ranking 26 di dunia. Maka, tidak heran jika India dijadikan tujuan pendidikan bagi banyak orang. Sama seperti Indonesia, India adalah negara yang padat […]

    Ingin Melanjutkan Kuliah di India? Vaksin Hepatitis A Dulu!

    India dikenal sebagai salah satu negara terbaik untuk pendidikan tinggi di bidang teknik dan teknologi, serta sains. Menurut QS Higher Education System Strength Ranking 2018, pendidikan tingkat tinggi India masuk ke dalam ranking 26 di dunia. Maka, tidak heran jika India dijadikan tujuan pendidikan bagi banyak orang.

    Sama seperti Indonesia, India adalah negara yang padat penduduk. Bahkan lebih padat. Hal ini menyebabkan beberapa penyakit menular masih endemi di negara ini, salah satunya adalah hepatitis A.

    Sebenarnya, sebagian besar masyarakat India telah terinfeksi hepatitis A sehingga mereka memiliki kekebalan tubuh terhadap hepatitis A. Namun, wabah ini terus bermunculan dan membuat hampir 50% anak usia 1-5 tahun di India rentan terhadap virus Hepatitis A.

    Ingin Melanjutkan Kuliah di India Vaksin Hepatitis A Dulu!

    Ingin Melanjutkan Kuliah di India Vaksin Hepatitis A Dulu!

    Tingginya kasus hepatitis A di India dikaitkan dengan pasokan air bersih, higienitas diri, dan sanitasi yang buruk di India. Oleh karena itu, Badan Kesehatan di India menggalakkan program vaksinasi hepatitis A bagi anak-anak dan pendatang yang hendak melakukan perjalanan ke India atau menetap di India.

    Virus hepatitis A mengganggu fungsi hati

    Hepatitis A merupakan penyakit hati atau liver yang disebabkan oleh virus Hepatitis A. Infeksi virus hepatitis A terjadi akibat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja dari pasien yang terinfeksi.

    Ketika virus masuk ke dalam tubuh, virus akan menyerang hati dan menyebabkan peradangan. Pada kasus tertentu, virus dapat mengganggu fungsi hati.

    Dapatkan: Vaksinasi Tifoid + Hepatitis A ke Rumah

    Lengkapi Syarat Vaksin Sebelum Studi ke Luar Negeri: Paket Vaksinasi Studi

    Gejala hepatitis A

    Gejala yang timbul pada setiap orang dapat berbeda-beda, mulai dari gejala ringan sampai gejala berat. Gejala pada seseorang yang terinfeksi akan timbul dalam 2-6 minggu setelah virus masuk kedalam tubuh.

    Gejala hepatitis A antara lain :

    • Demam
    • Nyeri perut
    • Mual dan muntah
    • Kulit dan mata berwarna kuning
    • Urin berwarna coklat gelap
    • Tinja berwarna putih/ pucat seperti dempul.

    Tidak seperti Hepatitis B dan Hepatitis C, Hepatitis A jarang sekali menyebabkan penyakit gagal hati kronis, tetapi apabila tidak diterapi dengan segera akan berakibat fatal. WHO (World Health Organization) memperkirakan bahwa pada tahun 2016, 7134 orang meninggal karena Hepatitis A di seluruh dunia atau menyumbang sekitar 0,5% dari kematian akibat infeksi virus Hepatitis.

    Seseorang yang belum mendapatkan vaksinasi Hepatitis A, terutama tinggal di daerah dengan sanitasi buruk akan mudah sekali tertular. Berikut ini resiko tinggi terinfeksi Hepatitis A antara lain :

    • Sanitasi dan kebersihan lingkungan buruk
    • Kurangnya sumber air bersih
    • Tinggal satu rumah dengan seseorang yang terinfeksi Hepatitis A
    • Berhubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi Hepatitis A
    • Menggunakan obat suntik bersamaan
    • Hubungan seksual dengan sesama pria
    • Bepergian ke daerah dengan kasus Hepatitis A tinggi
    • Makan makanan mentah atau setengah matang
    • Bekerja di area yang terkontaminasi, misalnya petugas dinas kebersihan dan petugas kebersihan toilet.

    Baca Juga: Vaksin Wajib dan Rekomendasi untuk Kuliah di Luar Negeri

    Lindungi diri dengan vaksin hepatitis A

    Vaksin hepatitis A sudah lama tersedia di Indonesia. Vaksin ini disarankan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) untuk diberikan pada anak-anak dan dewasa.

    Bagi orang dewasa, diperlukan 2 dosis vaksin hepatitis A. Setelah vaksin pertama, dosis kedua diberikan 6 hingga 12 bulan kemudian. Maka, pastikan kamu telah melengkapi kedua dosisnya untuk mendapatkan perlindungan sempurna sebelum pergi berangkat ke negara tujuan.

    Efek Samping Vaksinasi

    Sama seperti vaksinasi pada umumnya, efek samping vaksinasi hepatitis A tergolong ringan dan biasanya hilang dalam beberapa hari. Efek sampingnya meliputi:

    • Nyeri, kemerahan dan bengkak di area penyuntikan
    • Demam
    • Nyeri kepala
    • Kelelahan.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Meningitis Untuk Calon Mahasiswa Luar Negeri

    Sahabat Sehat, kalau kamu akan melanjutkan kuliah di India atau negara lainnya di Asia Timur, pastikan kamu sudah divaksinasi hepatitis A yang lengkap. Sehingga, risiko sakit berat dapat diminimalisir selama pendidikan di negara orang. Ayo segera jadwalkan vaksinasimu bersama ProSehat dan dapatkan harga yang terbaik! Selain bisa dilakukan di klinik, tersedia juga layanan vaksinasi di rumah untuk kenyamananmu.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, produk vaksinasiimunisasi anakmultivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. CDC- Centers of Disease Control and Prevention. 2015. Viral Hepatitis Surveillance — India, 2011–2013.
    2. Verma, R. and Khanna, P., 2022. Hepatitis A vaccine should receive priority in National Immunization Schedule in India.
    3. Hikmah Laila N, Mahkota R. Faktor Risiko Terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A di Kabupaten Tangerang Tahun 2016 [Internet]. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia. 2018.
    4. Linder K, Malani P. Hepatitis A. JAMA [Internet]. 2017 [cited 29 April 2022];318(23):2393.
    5. Hepatitis A [Internet]. Who.int. 2021.
    6. Papdi.or.id. 2021. JADWAL IMUNISASI DEWASA.
    Read More
  • Kuliah di Australia akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selain bisa mendapatkan pengalaman pendidikan dari negara maju, kamu juga akan merasakan langsung berbagai ragam budaya khas Australia. Namun, perlu kamu ketahui bahwa saat ini ada penyakit Japanese encephalitis yang sedang menyebar di Australia bagian timur dan tenggara, yaitu New South Wales, Queensland bagian selatan, hingga tenggara […]

    Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis?

    Kuliah di Australia akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selain bisa mendapatkan pengalaman pendidikan dari negara maju, kamu juga akan merasakan langsung berbagai ragam budaya khas Australia.

    Namun, perlu kamu ketahui bahwa saat ini ada penyakit Japanese encephalitis yang sedang menyebar di Australia bagian timur dan tenggara, yaitu New South Wales, Queensland bagian selatan, hingga tenggara Australia dan Utara Victoria. Kejadian terbanyak terjadi di dekat sungai Murai dan area sekitarnya, daerah perbatasan Victoria dan New South Wales.

    Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis

    Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis

    Oleh karena itu, untuk keamanan kesehatan diri dan masyarakat, saat ini pemerintah Australia merekomendasikan pendatang yang akan tinggal lama untuk mendapatkan vaksinasi Japanese encephalitis (JE).

    Memang seperti apa penyakitnya hingga disarankan untuk vaksinasi? Simak ulasannya berikut ini ya!

    Temuan kasus baru Japanese Encephalitis

    Badan Kesehatan Australia telah memperkirakan bahwa per tanggal 28 April 2022 sudah ada sekitar 37 kasus Japanese encephalitis di Australia, diantaranya 25 pasien yang sudah terkonfirmasi positif dari hasil laboratorium sedangkan 12 pasien lainnya masih dicurigai terinfeksi JE.

    Dua kasus kematian terkait infeksi virus Japanese encephalitis juga diketahui telah mengenai dua orang pasien lansia berusia 60an dan 70an tahun.

    Dapatkan: Paket Vaksinasi Japanese Enchepalitis ke Rumah

    Radang otak yang mematikan

    Japanese encephalitis merupakan salah satu penyakit virus yang menyebabkan peradangan otak (ensefalitis) yang serius. Virus ini bisa ditemukan di seluruh dunia terutama di Asia, Pasifik bagian barat dan Australia, dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex yang terinfeksi, khususnya nyamuk Culex tritaeniorhynchus.

    Kasus kematian akibat radang otak yang disebabkan penyakit ini mencapai 20-30%. Sedangkan, sekitar 30-50% kasus pada pasien yang mengalami perbaikan kondisi menunjukkan gejala gangguan saraf sisa.

    Baca Juga: Catat, Anjuran Vaksinasi Persiapaan Kuliah di Luar Negeri

    Gejala Japanese Encephalitis

    Setelah seseorang digigit oleh nyamuk yang terinfeksi virus JE, gejala akan timbul dalam 5-15 hari. Gejala awalnya termasuk:

    • Demam
    • Sakit kepala
    • Menggigil
    • Mual dan muntah

    Setelah penyakit berkembang, maka akan muncul gejala lanjutan yang menandakan adanya peradangan atau infeksi, seperti:

    • Tubuh terasa lemah
    • Linglung
    • Kaku kuduk/ tengkuk
    • Kejang
    • Lumpuh bagian tubuh
    • Penurunan kesadaran hingga koma.

    Cegah Japanese Encephalitis dengan vaksin

    Penyakit Japanese encephalitis sudah ada vaksinnya. Vaksin ditujukan sebagai langkah pencegahan dan perlindungan diri agar bila terinfeksi, risiko sakit berat, kecacatan dan kematian dapat diminimalisir.

    Vaksinasi Japanese Encephalitis ini merupakan jenis vaksin virus hidup yang dilemahkan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian dosis tunggal vaksin Japanese encephalitis di area endemis, termasuk Australia.

    Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk wisatawan yang akan tinggal di daerah endemis Japanese encephalitis.

    Baca Juga: Leluasa Kuliah dan Menjelajah Australia dengan Vaksinasi Lengkap

    Nah Sahabat Sehat, itulah alasan mengapa vaksin JE diperlukan untuk kuliah ataupun menetap di Australia. Segera jadwalkan vaksinasi bersama ProSehat agar kamu sudah terlindungi sebelum keberangkatan.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, produk vaksinasiimunisasi anakmultivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. Australia Government Department of Health. 2022. Japanese encephalitis virus (JEV).
    2. Centers of Disease Control and Prevention. 2022. Japanese Encephalitis in Australia.
    3. Citra Ramadani, A. and Dwinanda, R., 2022. Menyebar di Australia, Infeksi Virus <em>Japanese Encephalitis</em> tak Bisa Diremehkan |Republika Online.
    4. Who.int. 2022. Japanese Encephalitis – Australia.
    5. Kurniawan, R., 2018. Vaksin Japanese Encephalitis: Manfaat dan Komplikasi. Cermin Dunia Kedokteran.
    6. Prasetyo, Sp.A(K), P., 2018. IDAI | Japanese Encephalitis.
    Read More
Chat Dokter 24 Jam