Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 81–90 of 963 results

  • Setelah anosmia, yaitu hilangnya kemampuan indera penciuman yang disebut sebagai gejala baru Covid-19, kini muncul lagi gejala-gejala baru virus tersebut yang masih berhubungan dengan hidung, yaitu Parosmia dan Phantosmia. Apabila Anosmia merupakan kehilangan indera penciuman yang bisa terjadi selama-lama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, dan cukup membuat frustasi bagi yang terkena, parosmia dan phantosmia kerap disalahartikan memiliki hal […]

    Parosmia dan Phantosmia, Gejala-gejala Baru Covid-19, Apa Saja Perbedaannya?

    Setelah anosmia, yaitu hilangnya kemampuan indera penciuman yang disebut sebagai gejala baru Covid-19, kini muncul lagi gejala-gejala baru virus tersebut yang masih berhubungan dengan hidung, yaitu Parosmia dan Phantosmia. Apabila Anosmia merupakan kehilangan indera penciuman yang bisa terjadi selama-lama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, dan cukup membuat frustasi bagi yang terkena, parosmia dan phantosmia kerap disalahartikan memiliki hal yang sama.

    Parosmia dan Phantosmia

    Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Perbedaan Parosmia dan Phantosmia

    Padahal jika ditelusuri lebih detail keduanya mempunyai banyak perbedaan. Lalu apa saja perbedaan keduanya? Yuk, Sahabat Sehat, mari simak dalam penjelasan berikut ini!

    Parosmia

    Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi kesehatan yang mengganggu indera penciuman. Apabila Sahabat Sehat menderita Parosmia, ada kemungkinan Sahabat mengalami intensitas aroma yang berarti Sahabat tidak dapat mendeteksi seluruh aroma yang berada di sekitar. Parosmia ini dapat menyebabkan hal-hal yang ditemui setiap hari memiliki bau yang kuat dan tidak menyenangkan. Hal ini jugalah yang membuat Parosmia kerap disamakan dengan Phantosmia yang menyebabkan Sahabat mendeteksi bau “hantu” saat tidak ada aroma.

    Hal itu tentu saja berbeda karena Parosmia menyebabkan orang yang mengidapnya dapat mendeteksi bau yang ada tetapi baunya “salah”. Misalkan, bau harum dari roti yang dipanggang seharusnya halus dan manis bukan menyengat dan busuk.

    Gejala-gejala yang Dirasakan

    Gejala-gejala utama yang dirasakan adalah Sahabat merasakan bau busuk yang terus-menerus terutama saat ada makanan. Selain itu, Sahabat juga mengalami kesulitan mengenali atau memperhatikan beberapa bau di lingkungan akibat kerusakan pada neuron penciuman. Aoma yang tadinya menyenangkan sekarang menjadi sangat kuat dan tidak tertahankan, dan membuat Sahabat muak dan mual saat makan.

    Penyebab

    Penyebab munculnya Parosmia biasanya terjadi setelah neuron pendeteksi aroma atau indera penciuman telah rusak karena virus atau kondisi kesehatan lainnya. Neuron-neuron ini melapisi hidung dan memberi tahu otak cara menafsirkan informasi kimiawi yang membentuk bau. Kerusakan pada neuron mengubah cara bau mencapai otak. Neuron-neuron ini kemudian menyampaikan sinyal kepada bola olfaktorius di bawah bagian depan otak untuk memberikan sinyal kepada otak mengenai aroma, baik itu menyenangkan, memikat, membangkitkan selera, maupun busuk.

    Phantosmia

    Seperti namanya, Phantosmia adalah istilah untuk halusinasi penciuman atau bau “hantu” yang muncul tanpa adanya bau apa pun. Itu berarti Sahabat mencium bau sesuatu padahal tidak ada sumber yang berkaitan dengan bau tersebut. Misalkan, mencium aroma roti yang dipanggang padahal tidak ada toko roti di sekitar. Aroma yang dicium itu juga merupakan aroma imajiner atau hanya tercipta dalam sebuah imajinasi.

    Baca Juga: Fenonema Long-Covid, Gejala yang Menyerang Eks Pasien Covid-19

    Gejala-gejala yang Dirasakan

    Gejala-gejala yang dirasakan adalah Sahabat mencium bau yang tidak sedap tetapi sebenarnya tidak ada sama sekali benda yang menimbulkan bau tersebut. Bau tidak sedap yang dirasakan adalah bau busuk, terbakar, bau karet terbakar, asap rokok, bau bahan kimia dan lainnya.

    Penyebab

    Terjadinya Phantosmia diakibatkan oleh cedera kepala atau kehilangan penciuman pasca-trauma yang bisa sampai infeksi saluran pernapasan atas. Masalah ini kemudian dikaitkan dengan adanya masalah di hidung atau mulut jika dibandingkan dengan di otak. Beberapa masalah di hidung yang menyebabkan halusinasi ini antara lain adalah alergi, dingin, sinus, polip, dan iritasi pernapasan. Sementara itu, penyebab umum lainnya adalah migrain, masalah gigi, terapi radiasi sampai paparan neurotoksin.

    Baca Juga: Waspada Terinfeksi Corona Tanpa Gejala (Silent Carrier)

    Bagaimana Cara Menyembuhkannya?

    Kedua gejala disebabkan karena saraf penciuman yang rusak dan dapat pulih dengan sendirinya dengan rata-rata waktu sekitar sebulan. Meski begitu, penyembuhan juga dapat memakan waktu hingga 2 atau 3 tahun untuk pemulihan yang sempurna. Vitamin A, Seng, dan antibiotik juga dapat diresepkan untuk membantu proses penyembuhan.

    Produk Terkait: Jual Vitamin, Suplemen, Multivitamin Lengkap

    Nah, seperti itulah perbedaan Parosmia dan Phanosmia yang merupakan gejala baru Covid-19 dan berhubungan dengan indera penciuman. Apabila Sahabat merasakan gejala-gejala seperti ini disarankan untuk tes deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Beda Parosmia dan Phantosmia yang Jadi Bagian Gejala Covid-19 [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210106083146-255-589994/beda-parosmia-dan-phantosmia-yang-jadi-bagian-gejala-covid-19
    2. Hummel T, N. Landis B, Huttenbrink K. Smell and Taste Disorders. NCBI [Internet]. 2012 [cited 11 January 2021];. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3341581/
    3. Septiani A. Anosmia Disebut Jadi Tanda Tubuh ‘Terlindungi’ dari Corona, Kok Bisa? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5268736/anosmia-disebut-jadi-tanda-tubuh-terlindungi-dari-corona-kok-bisa
    4. Penyintas Covid-19 Alami Parosmia dan Phantosmia, Apa Itu? |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://republika.co.id/berita/qhj8r5414/penyintas-covid19-alami-parosmia-dan-phantosmia-apa-itu
    5. Leopold D. Distortion of Olfactory Perception: Diagnosis and Treatment. Chemical Senses [Internet]. 2002;27(7):611-615. Available from: https://academic.oup.com/chemse/article/27/7/611/324055
    6. Ciurleo R, De Salvo S, Bonanno L, Marino S, Bramanti P, Caminiti F. Parosmia and Neurological Disorders: A Neglected Association. Frontiers in Neurology. 2020;11
    Read More
  • Pandemi Covid-19 belum usai tetapi masyarakat dunia kemungkinan sudah harus menghadapi pandemi baru lagi yang disebabkan oleh penyakit bernama Disease X. Penyakit ini disebut demikian karena namanya belum diketahui secara umum tapi mempunyai kemampuan menular yang cukup parah alias lebih mematikan. Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19 Covid-19 juga merupakan Disease X yang akhirnya […]

    Mengenal Disease X, Calon Pandemi Baru Setelah Covid-19

    Pandemi Covid-19 belum usai tetapi masyarakat dunia kemungkinan sudah harus menghadapi pandemi baru lagi yang disebabkan oleh penyakit bernama Disease X. Penyakit ini disebut demikian karena namanya belum diketahui secara umum tapi mempunyai kemampuan menular yang cukup parah alias lebih mematikan.

    disease x, penyakit x, pandemi disease x

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Covid-19 juga merupakan Disease X yang akhirnya muncul ke permukaan pada akhir 2019 dan berkembang di sepanjang 2020 hingga menyebabkan banyak krisis kesehatan dan ekonomi. Selain Covid-19, penyakit X yang juga sudah muncul adalah adalah SARS dan Ebola. Bersama dengan Covid, mereka adalah selusin patogen yang mematikan. Hal ini yang membuat WHO menjadikannya sebagai prioritas utama penelitian karena berpotensi meyebabkan pandemi.

    Penyakit X disebut sedang dalam tahap proses memunculkan diri di saat banyak negara sedang memproduksi vaksin untuk mencegah Covid-19 secara luas. Diketahui bahwa penyakit ini muncul di salah satu negara di Afrika, Republik Demokratik Kongo. Kemunculan inilah yang banyak membuat negara lain menjadi waspada termasuk Rusia yang dikabarkan tengah memantau situasi setelah adanya laporan tersebut. Otoritas Kesehatan Rusia juga masih berasumsi bahwa adanya penyakit dari Kongo itu karena sifat alami virus sehubungan dengan masih terbatasnya informasi soal penyakit misterius ini.

    Gejala-gejala Apa Saja yang Ditimbulkan?

    Berdasarkan sebuah laporan gejala-gejala yan baru diketahui hingga hari ini adalah demam berdarah seperti yang dialami oleh seorang pasien wanita di Ingende, sebuah kota di Republik Demokratik Kongo. Awalnya gejala itu dianggap sebagai gejala terkena Ebola. Namun, saat dites hasil yang ditunjukkan malah negatif begitu juga saat dites virus yang lain. Wanita tersebut pada akhirnya sembuh tetapi dokter tidak dapat memastikan asal penyakit yang gejala lainnya juga tampak seperti infeksi Ebola.

    Mengapa Disease X Bisa Muncul?

    Kemunculan penyakit X adalah sebuah fenomena yang berulang, dan timbul ketika ada pengabaian yang sudah berulang kali dilakukan sejak ribuan tahun silam. Ketika SARS dan Ebola muncul sebagai wabah besar dunia bergegas untuk segera mengumpulkan sumber daya untuk perlahan menghilangkannya. Namun, ketika wabah mereba, dukungan segera dihentikan. Selain itu, fokus global pada pandemi Covid-19 tanpa disadari telah mengalihkan sumber daya dari beberapa bidang penelitian untuk mencegah pandemi berikutnya.

    Baca Juga: Penyakit Polio Menular atau Tidak?

    Apa yang Harus Dilakukan untuk Mencegahnya?

    Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya mengenai wabah yang sudah sering terjadi dalam sejarah umat manusia, para ahli meyarankan warga supaya memperketat larangan makanan yang dikonsumsi dari hewan liar, menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS untuk mencegah Disease X menjadi pandemi baru. Hal Ini karena beberapa penyakit yang mewabah seperti Covid-19, Ebola, dan AIDS diketahui muncul dari virus yang ada pada hewan ke manusia. Oleh karena itu pemerintah menyarankan untuk memperketat konsumsi hewan di masyarakat, baik yang berupa ternak dan non-ternak. Di Indonesia ada beberapa etnis tertentu yang mengonsumsi hewan liar. Selain hewan liar atau non-ternak, monitor juga diperlukan pada hewan ternak yang juga berpotensi memunculkan virus akibat lalainya regulator dalam pengawasan. Dalam banyak kasus banyak peternak yang menjual langsung hewannya untuk kebutuhan Idul Adha tanpa verifikasi.

    Sedangkan untuk PHBS, kegiatan  tidak sebatas pada cuci tangan tetapi juga mencakup pada peningkatan daya tahan tubuh, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup. Pemerintah disarankan dalam hal ini untuk segera membuat sistem-sistem seperti penyediaan fasilitas, teknis penelitian, dan anggaran yang dapat mendorong ilmuwan meneliti virus terbaru.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Vaksinasi Flu?

    Demikian mengenai Disease X yang diramalkan dapat menjadi pandemi baru setelah Covid-19 namun masih belum banyak informasi yang didapatkan sejauh ini. Bagaimana pun pencegahan adalah cara yang terbaik seperti yang sudah-sudah dilakukan pada wabah-wabah sebelumnya. Karena itu, Sahabat Sehat konsumsilah makanan dan minuman yang benar-benar higienis serta menerapkan PHBS. Apabila Sahabat memerlukan informasi mengenai pencegahan penyakit menular dengan makanan sehat dan PHBS, serta produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Apa Itu Disease X, Pandemi yang Akan Muncul di Masa Depan? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/04/080000723/apa-itu-disease-x-pandemi-yang-akan-muncul-di-masa-depan-?page=all
    2. K N. Disease X Berpotensi Jadi Pandemi, Para Ilmuwan Waspadai Gejala Ini [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5321167/disease-x-berpotensi-jadi-pandemi-para-ilmuwan-waspadai-gejala-ini
    3. Indonesia C. Ahli Ungkap Cara Tak Tertular Disease X Agar Tak Jadi Pandemi [Internet]. teknologi. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210104094656-199-589095/ahli-ungkap-cara-tak-tertular-disease-x-agar-tak-jadi-pandemi
    4. Iserson K. The Next Pandemic: Prepare for “Disease X”. Western Journal of Emergency Medicine. 2020;21(4).
    5. Simpson S, Kaufmann M, Glozman V, Chakrabarti A. Disease X: accelerating the development of medical countermeasures for the next pandemic. The Lancet Infectious Diseases. 2020;20(5):e108-e115.
    Read More
  • Pandemi Covid-19 yang muncul sejak November 2019 dan mengglobal pada awal 2020 hingga saat ini bukanlah sebuah virus yang dianggap biasa saja. Kehadirannya tidak hanya berpengaruh pada bidang kesehatan tetapi juga pada bidang-bidang lainnya seperti ekonomi, perdagangan, dan pariwisata yang berakibat hilangnya langsung pekerjaan semua orang di seluruh dunia akibat mengganasnya virus tersebut. Untuk mencegah […]

    Infodemik: Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    Pandemi Covid-19 yang muncul sejak November 2019 dan mengglobal pada awal 2020 hingga saat ini bukanlah sebuah virus yang dianggap biasa saja. Kehadirannya tidak hanya berpengaruh pada bidang kesehatan tetapi juga pada bidang-bidang lainnya seperti ekonomi, perdagangan, dan pariwisata yang berakibat hilangnya langsung pekerjaan semua orang di seluruh dunia akibat mengganasnya virus tersebut. Untuk mencegah semakin luasnya penyebaran virus, pemerintah di seluruh dunia, termasuk Indonesia, membuat berbagai langkah-langkah kebijakan termasuk protokol-protokol kesehatan yang disarankan WHO ataupun karantina wilayah (lockdown) dengan pembatasan berbagai macam jenis aktivitas. Namun sampai saat ini, hal-hal tersebut belumlah terlalu efektif menekan kehadiran virus.

    infodemik

    Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sahabat Ketahui tentang Virus Covid-19

    Pengertian Infodemik

    Di tengah merebaknya virus yang sudah menjadi pandemi ini, muncul sebuah istilah bernama infodemik. Menurut Wikipedia, infodemik adalah gabungan dari dua kata, yaitu informasi dan pandemik yang merujuk pada sesuatu yang bergerak sangat cepat dan menyebar cukup luas mengenai hal-hal yang bersifat akurat dan tidak akurat seperti informasi tentang penyakit tertentu. Definisi ini juga sejalan dengan WHO yang menyatakan bahwa infodemik adalah upaya yang disengaja untuk menyebarkan informasi yang salah untuk merusak respons kesehatan masyarakat dan memajukan agenda alternatif kelompok atau individu.

    Kesalahan informasi mengenai Covid-19, misalnya yang menyatakan bahwa Covid-19 termasuk bagian dari konspirasi dunia atau Covid-19 sebenarnya tidak ada, sering muncul di masa pandemi seperti saat ini. Hal-hal inilah yang membuat masyarakat menjadi abai dan tidak peduli mengenai bahayanya virus. Harry Sufehmi, pendiri Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, seperti dilansir dari Kemenkominfo menyatakan karena salah informasi berupa obat Covid-19 seperti bawang putih yang terbukti hoaks masyarakat pun menjadi tidak lagi peduli.

    Dampaknya

    Kesalahan dari informasi ini tentunya dapat membahayakan kesehatan fisik dan mental orang banyak, meningkatkan stigmatisasi, maupun mengarah pada kepatuhan yang buruk terhadap langkah-langkah kesehatan masyarakat, sehingga mengurangi efektivitas dan efisiensi upaya negara dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Tak mengherankan jika Sekjen WHO, Tedros Adhenom Ghebreyesus, menyatakan bahwa yang sedang dihadapi sebenarnya adalah infodemik dan bukan pandemi. Demikian hal itu ia ungkapkan pada Konferensi Keamanan di Munchen, Jerman, 2020 lalu.

    Baca Juga: Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa Itu Sindemi?

    Apabila dibiarkan, infodemik ini tentu saja akan menghalangi upaya-upaya pemerintah untuk mengatasi virus selain mengakibatkan korban jiwa tentunya. Apalagi setiap pemerintah di dunia sedang berlomba untuk melakukan vaksinasi massal seiring dengan sudah adanya beberapa vaksin yang dianggap mampu mencegah Covid-19 secara luas. Tes diagnostik tidak digunakan, kampanye vaksinasi imunisasi tidak berkembang efektif alias tidak memenuhi target, sehingga virus terus-menerus berkembang. Selain itu, disinformasi memolarisasi debat publik tentang topik yang terkait dengan Covid-19; memperkuat ujaran kebencian; mempertinggi risiko konflik, kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia; dan mengancam prospek jangka panjang untuk memajukan demokrasi, hak asasi manusia, dan kohesi sosial. 

    Cara Mengatasinya

    Karena infodemik merupakan hal yang benar-benar berbahaya serta dapat menghambat penanganan virus secara benar untuk mengatasinya tentunya diperlukan aksi koordinasi antara elit politik global, korporat, dan komunitas sains untuk meningkatkan integritas dan kredibilitas para ahli profesional serta membangun kembali kepercayaan masyarakat. Untuk hal ini, WHO juga sudah menyarankan kepada setiap negara sebagai berikut:

    • Mengetahui infodemik adalah tsunami informasi (beberapa akurat, beberapa tidak) yang menyebar bersamaan dengan pandemi dan perhatikan bahwa infodemik tidak dapat dihilangkan tetapi dapat dikelola
    • Mengakui bahwa manajemen infodemik dapat mengurangi dampak negatif langsung dan tidak langsung terhadap kesehatan penduduk, serta meningkatnya ketidakpercayaan terhadap pemerintah, ilmu pengetahuan, dan tenaga kesehatan yang telah memicu polarisasi masyarakat
    • Tekankan bahwa setiap orang memiliki peran dalam menangani infodemik
    • Mendukung pendekatan seluruh masyarakat dan terlibat dengan komunitas dalam produksi, verifikasi, dan penyebaran informasi yang mengarah pada perilaku sehat selama epidemi dan pandemi
    • Berkomitmen untuk menemukan solusi dan wadah yang konsisten dengan kebebasan berekspresi, untuk mengelola infodemik yang mencakup penggunaan teknologi digital dan data sains
    • Berusaha keras untuk membuat sains lebih mudah diakses, transparan, dan dapat dipahami, memelihara sumber informasi tepercaya, dan mempromosikan kebijakan berdasarkan bukti sehingga menumbuhkan kepercayaan orang terhadapnnya
    • Belajar dari praktik manajemen infodemik Covid-19 dan bagikan pengalaman tentang kemitraan yang memiliki nilai tambah

    Baca Juga: Prosehat Bekerja Sama dengan Dinkes DKI Didukung Botika untuk “Jakarta Tanggap Covid-19”

    Itulah mengenai infodemik yang kini tengah dihadapi semua masyarakat dunia karena adanya Covid-19 yang masih saja dianggap sebuah kebohongan hingga saat ini meskipun sudah banyak bukti orang yang terkena dan meninggal karena virus tersebut. Sahabat Sehat tentunya haruslah bersikap bijak dalam menghadapi informasi-informasi yang ada berkaitan dengan Covid-19 ini mulai dari protokol-protokol kesehatan hingga vaksinasi. Karena itu, percayakan saja pada sumber-sumber yang valid dan terpercaya agar tidak ada misinformasi yang akibatnya sungguh fatal. Untuk informasi mengenai Covid-19 lebih lanjut, Sahabat bisa mengakses Prosehat sebagai salah satu sumber terpercaya. Selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Managing the COVID-19 infodemic: Promoting healthy behaviours and mitigating the harm from misinformation and disinformation [Internet]. Who.int. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.who.int/news/item/23-09-2020-managing-the-covid-19-infodemic-promoting-healthy-behaviours-and-mitigating-the-harm-from-misinformation-and-disinformation
    2. Infodemic [Internet]. En.wikipedia.org. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://en.wikipedia.org/wiki/Infodemic
    3. KOMINFO P. Ancaman Infodemik Dapat Memperburuk Pandemi COVID-19 [Internet]. Website Resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://kominfo.go.id/content/detail/25895/ancaman-infodemik-dapat-memperburuk-pandemi-covid-19/0/virus_corona
    4. Call for Action: Managing the Infodemic [Internet]. Who.int. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.who.int/news/item/11-12-2020-call-for-action-managing-the-infodemic
    5. The Lancet Infectious Diseases. The COVID-19 infodemic. The Lancet Infectious Diseases [Internet]. 2020 [cited 11 January 2021];20(8):875. Available from: https://www.thelancet.com/journals/laninf/article/PIIS1473-3099(20)30565-X/fulltext
    Read More
  • Di masa pandemi Covid-19, masker sudah menjadi sebuah keharusan bagi seseorang ketika beraktivitas di luar rumah demi mencegah penyebaran virus melalui droplet dan udara. Jenis masker pun banyak ragamnya mulai dari medis, kain, bahkan scuba dan buff. Namun, dua nama terakhir ini tidak masuk dalam rekomendasi WHO dan Kemenkes karena tidak memiliki efektivitas yang baik dalam […]

    Aturan Baru Penggunaan Masker di DKI Jakarta, Harus Bedah dan Kain

    Di masa pandemi Covid-19, masker sudah menjadi sebuah keharusan bagi seseorang ketika beraktivitas di luar rumah demi mencegah penyebaran virus melalui droplet dan udara. Jenis masker pun banyak ragamnya mulai dari medis, kain, bahkan scuba dan buff. Namun, dua nama terakhir ini tidak masuk dalam rekomendasi WHO dan Kemenkes karena tidak memiliki efektivitas yang baik dalam menangkal virus.

    aturan baru penggunaan masker di DKI Jakarta

    Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tak Ada Scuba dan Buff

    Karena masker merupakan benda yang penting dan wajib digunakan untuk mencegah penyebaran virus, tidaklah mengherankan jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan standar aturan mengenai pemakaian masker. Aturan tersebut tertuang dalam Pergub Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19. Adapun masker-masker yang diwajibkan dipakai oleh warga DKI menurut peraturan tersebut adalah masker bedah dan kain. Dua masker tersebut pun dipakai dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

    Masker Bedah

    Pada masker bedah, terdapat kriteria-kriteria yang harus dipenuhi, yaitu efisiensi penyaringan bakteri (bacterial filtration efficiency) di atas 98, efisiensi penyaringan partikel (particle filtration efficiency) di atas 98, dan resistensi cairan (fluid resistance) minimal 120 mmHg.

    Produk Terkait: Jual Masker Meditech

    Masker Kain

    Sedangkan pada masker kain, terdapat lima ketentuan menurut Pergub, yaitu:

    • Pertama, masker kain harus menggunakan bahan katun dan memiliki lapisan paling sedikit dua lapis
    • Kedua, masker kain juga harus menggunakan pengait telinga dengan tali elastis atau non-elastis yang panjang untuk diikatkan ke belakang kepala sehingga masker bisa tepat di wajah dan tidak kendur
    • Ketiga, tiap sisi masker harus berbeda warna supaya dapat diketahui yang termasuk bagian dalam dan bagian luar
    • Keempat, masker mudah dibersihkan dan dicuci tanpa berubah bentuk dan ukuran
    • Kelima, masker mampu menutupi area hidung, mulut, dan bawah dagu dengan baik

    Produk Terkait: Jual Masker Kain Karet Telinga

    Sanksi Jika Tidak Mengenakan Masker Sesuai Pergub

    Selain aturan dan jenis pemakaian masker yang wajib di DKI Jakarta, Pergub juga mengatur mengenai aturan pemakaian masker, yaitu ketika berada di luar rumah, saat berkendara, di tempat kerja, dan tempat-tempat aktivitas lainnya. Apabila masker-masker ini tidak dikenakan sesuai dengan peraturan, yaitu sanksi berupa kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum atau denda administratif maksimal sebesar Rp 250.000.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Mengenai pemberian sanksi ini nantinya akan dilakukan oleh Satpol PP yang didampingi oleh perangkat daerah, kepolisian, dan tentara. Denda administratif yang dibayarkan nantinya akan disetorkan ke kas daerah. Satpol PP akan menerbitkan surat ketetapan denda administrartif berdasarkan bukti pelanggaran dan diberikan kepada pelanggar untuk disetorkan ke kas daerah melalui Bank DKI.

    Baca Juga: Aturan Penggunaan Masker Pada Anak dan Tips Memakainya

    Demikian mengenai aturan mengenai jenis dan penggunaan masker di DKI Jakarta yang dikeluarkan untuk mencegah penyebaran virus serta untuk mendisplinkan kembali warga DKI yang sudah abai terhadap protokol-protokol kesehatan sehingga kasus Covid-19 kembali mengalami kenaikan yang berujung pada penerapan kembali PSBB Ketat dari 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021. Karena itu, Sahabat diharapkan tetap di rumah saja supaya angka penularan kembali menurun, dan Sahabat juga terhindar dari Covid-19. Apabila Sahabat mempunyai informasi lebih lanjut mengenai masker dan protokol-protokol kesehatan serta produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Pergub Anies soal Standar Masker Kain: Minimal 2 Lapis dan Ada 2 Sisi Beda Warna [Internet]. kumparan. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/pergub-anies-soal-standar-masker-kain-minimal-2-lapis-dan-ada-2-sisi-beda-warna-1uwbexZNXfy
    2. Indonesia C. Anies Wajibkan Masker Kain 2 Lapis, Ada Denda Rp250 Ribu [Internet]. nasional. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210111082148-20-591981/anies-wajibkan-masker-kain-2-lapis-ada-denda-rp250-ribu
    3. Umah A. Di DKI Wajib Pakai Masker Jenis Ini, Atau Denda Rp 250 Ribu! [Internet]. news. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210109111558-4-214664/di-dki-wajib-pakai-masker-jenis-ini-atau-denda-rp-250-ribu
    Read More
  • Di masa pandemi Covid-19, proteksi kesehatan berupa asuransi kesehatan keluarga terbaik menjadi hal yang sangat penting. Mengapa demikian? Karena hal tersebut akan melindungi tidak hanya diri sendiri tetapi juga keluarga dengan cara yang terbaik dan memuaskan. Namun sebelum kita membahas mengenai asuransi kesehatan keluarga, ada baiknya kita membahas mengenai pengertian asuransi kesehatan secara umum.  Baca […]

    Pentingnya Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik di Masa Pandemi

    Di masa pandemi Covid-19, proteksi kesehatan berupa asuransi kesehatan keluarga terbaik menjadi hal yang sangat penting. Mengapa demikian? Karena hal tersebut akan melindungi tidak hanya diri sendiri tetapi juga keluarga dengan cara yang terbaik dan memuaskan. Namun sebelum kita membahas mengenai asuransi kesehatan keluarga, ada baiknya kita membahas mengenai pengertian asuransi kesehatan secara umum. 

    asuransi kesehatan keluarga terbaik, asuransi kesehatan keluarga, asuransi kesehatan keluarga Indonesia, asuransi kesehatan Prosehat, asuransi kesehatan keluarga Prosehat, proteksi kesehatan, proteksi kesehatan keluarga terbaik, proteksi kesehatan keluarga Prosehat

    Baca Juga: 3 Tipe Investasi untuk Mahasiswa

    Pengertian Asuransi Kesehatan

    Asuransi kesehatan adalah jenis pertanggungan asuransi yang membayar biaya medis, bedah ataupun terkait dengan biaya perawatan kesehatan seperti yang disebutkan dalam polis asuransi. Jadi, asuransi ini adalah yang menjamin biaya kesehatan atau perawatan para peserta asuransi jika mereka jatuh sakit atau mengalami kecelakaan, dan diterbitkan oleh perusahaan asuransi peserta asuransi yang dijamin perawatan medisnya tersebut.

    Asuransi kesehatan sendiri mempunyai dua jenis perawatan, yaitu:

    • Rawat inap (in-patient treatment)
    • Rawat jalan (out-patient treatment)

    Selain jenis-jenis perawatan, asuransi kesehatan biasanya juga menanggung biaya untuk:

    • Akomodasi ruang perawatan biasa dan ICU
    • Konsultasi dokter umum dan spesialis
    • Tindakan bedah
    • Rawat jalan
    • Perawatan di rumah
    • Layanan ambulans
    • Cuci darah
    • Layanan penyakit kritis

    Kemudian asuransi ini juga mempunyai jenis-jenis keikutsertaan, yaitu:

    • Wajib, yaitu pembelian dan pembayaran asuransi tiap individu yang dilakukan secara wajib dan mengikuti aturan tertentu. Misalnya seorang karyawan yang harus membeli polis asuransi sesuai dengan peraturan dalam perusahaan atau organisasi tempat bekerja.
    • Sukarela, yaitu pembelian dan pembayaran asuransi tiap individu dilakukan secara bebas yang artinya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan individu tersebut tanpa terikat suatu aturan perusahaan atau organisasi.

    Asuransi kesehatan ini merupakan bentuk perlindungan yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan bagi karyawannya jika mengalami sakit atau kecelakaan dalam bekerja. Pembayaran preminya cukup beragam. Ada yang dibayar perusahaan, ada pula yang dipotong dari pemberi kerja tetapi seringkali juga dikurangkan dari gaji karyawan. Biaya premi asuransi kesehatan dapat dikurangkan kepada pembayar dan manfaat yang diterima bebas dari pajak.

    Siapa yang Berhak Mendapatkan Asuransi Ini dan Apa Manfaatnya?

    Setiap orang berhak mempunyai asuransi dengan cara membelinya. Sebab, asuransi mempunyai manfaat untuk meng-cover biaya atau tagihan berobat di rumah sakit yang terlalu tinggi. Hal yang demikian dapat membuat Sahabat mengalami masalah keuangan yang dapat menyebabkan bangkrut atau harus menjual investasi atau properti yang dimiliki. Manfaat lainnya adalah Sahabat dapat sejak dini melindungi diri dari kemungkinan terkena hal-hal yang tidak diinginkan sehingga dengan adanya asuransi kesehatan, hal yang dialami Sahabat tidak membuat beban pada keluarga.

    Baca Juga: 4 Cara Sehat di Masa Depan Mulai dari Sekarang

    Lalu Apa itu Asuransi Kesehatan Keluarga?

    Jika dilihat dari namanya, asuransi kesehatan keluarga adalah asuransi kesehatan yang ditujukan bukan hanya pada diri Sahabat sendiri tetapi juga pada keluarga. Intinya, Sahabat memproteksi juga keluarga yang terdiri dari istri dan anak-anak, dan bisa menampung 5 orang dalam satu polis. Untuk pembayarannya biasanya hanya perlu melakukan pembayaran satu kali cicilan, dan sudah bisa melindungi seluruh anggota keluarga. Karena itu, harga preminya juga cukup besar jika dibandingkan dengan asuransi perorangan. Besarnya premi juga dapat dilihat dari manfaat atau nilai pertanggungan yang ditawarkan, dan tergantung pada perusahaan asuransi yang Sahabat pilih.

    Apakah Asuransi Ini Juga Penting?

    Ternyata, asuransi kesehatan keluarga ini ternyata juga sama pentingnya dengan asuransi kesehatan untuk diri sendiri terutama di masa pandemi Covid-19 sebagai cara untuk memproteksi kesehatan keluarga secara keseluruhan. Karena proteksi terhadap keluarga bukan sebatas pada mematuhi protokol-protokol kesehatan seperti berperilaku 3M dan PHBS. Meski begitu, banyak keluarga di Indonesia yang ternyata belum menganggap penting proteksi kesehatan keluarga ini. Data pada 2018 menunjukkan bahwa hanya 1,7% penduduk Indonesia yang memiliki asuransi ini, dan rata-rata adalah kelas menengah ke atas. Hal ini karena masih kurangnya literatur mengenai pentingnya asuransi keluarga.

    Jenis-jenis Asuransi Keluarga

    Asuransi keluarga mempunyai 3 jenis, yaitu:

    Asuransi Jiwa

    Asuransi jiwa merupakan produk perlindungan yang bisa membantu pemegang polis ketika mereka meninggal dunia. Karena ketika si pemegang polis itu meninggal, yang tertanggung bisa mendapatkan uang pertanggungan. Apabila Sahabat mengikuti asuransi jiwa untuk keluarga, setidaknya ada manfaat utama yang bisa didapatkan, yakni pemegang polis tidak meninggalkan hutang ketika meninggal dunia.

    Besaran pertanggungan dari salah satu jenis asuransi kesehatan keluarga ini bahkan bisa mencapai Rp 1 miliar namun tergantung jumlah premi yang dipilih. Tidak hanya meninggal dunia, pertanggungan asuransi jiwa untuk keluarga juga bisa didapat ketika pemegang polis mengalami kecelakaan atau sakit yang menyebabkan mereka cacat dan tidak bisa lagi mencari nafkah atau tidak memiliki penghasilan lagi.

    Asuransi Kesehatan

    Asuransi kesehatan untuk keluarga juga menjadi paling penting, dan diminati masyarakat Indonesia. Keunggulan yang dimilikinya salah satunya adalah dapat memberikan manfaat berupa biaya perawatan bahkan sampai santunan meninggal dunia. Untuk besaran premi bulanan yang dibayar per bulan biasanya lebih rendah jika dibandingkan dengan asuransi jiwa. Asuransi ini menawarkan produk asuransi keluarga yang bisa digunakan dengan satu polis untuk bisa menanggung seluruh anggota keluarga.

    Asuransi Pendidikan

    Asuransi pendidikan adalah jenis produk asuransi untuk pasangan suami-istri yang baru memiliki anak, dan sangat penting untuk memiliki asuransi jenis ini sejak dini. Asuransi pendidikan memiliki persamaan dengan tabungan berjangka, dengan pemegang polis telah terlindungi oleh asuransi jiwa. Karena itu, apabila dalam keluarga, suami atau istri meninggal dunia, anak tetap mendapatkan tabungan pendidikannya hingga jenjang yang telah ditetapkan di awal.

    Cara Memilih Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik

    Setelah Sahabat Sehat diberikan penjabaran mengenai asuransi kesehatan terutama untuk keluarga mulai dari pengertian, manfaat, dan jenisnya, tentu Sahabat akan segera mulai mengasuransikan diri dan keluarga. Namun, sebelum Sahabat mengasuransikan diri, ada baiknya Sahabat mengetahui cara memilih asuransi kesehatan keluarga.

    Menawarkan Manfaat Rawap Inap yang Optimal

    Hal pertama yang perlu Sahabat perhatikan ialah mencermati manfaat rawat inap yang ditawarkan. Alasan untuk ini sederhana saja. Rawat inap merupakan jenis perawatan yang membutuhkan biaya besar. Manfaat biaya rawat inap yang bisa ditawarkan adalah biaya kamar, dokter, biaya pengobatan, cek laboratorium, dan sebagainya. Semakin banyak manfaat rawap inap yang ditanggung, semakin bagus asuransi kesehatan tersebut.

    Melindungi Diri dari Berbagai Macam Penyakit Termasuk Penyakit Pandemi

    Salah satu syarat terbaiknya asuransi kesehatan keluarga adalah akan memberikan perlindungan atas berbagai macam penyakit termasuk penyakit pandemi seperti Covid-19. Karena itu, saatnya mempertimbangkan asuransi kesehatan yang memberikan perlindungan terhadap Covid-19. Jadi, ketika Sahabat mencari asuransi kesehatan untuk keluarga hal pertama yang seharusnya dilihat adalah daftar penyakit yang masuk daftar tanggungan. Semakin banyak risiko penyakit yang dilindungi, semakin baik pula asuransi kesehatan tersebut.

    Mempunyai Jaringan Rumah Sakit yang Luas

    Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah proteksi berupa asuransi kesehatan tersebut haruslah mempunyai jaringan rumah sakit yang luas. Karena itu, jangan sampai memilih asuransi kesehatan yang menawarkan perlindungan atas beragam jenis penyakit tetapi asuransi itu hanya diterima di sedikit rumah sakit.

    Fleksibel dalam Penentuan Premi Serta Manfaat

    Pilihlah perusahaan asuransi kesehatan yang memungkinkan nasabah mengubah manfaat serta biaya premi sesuai dengan kebutuhan. Dengan pilihan semacam ini, Sahabat bisa akan lebih mudah menyesuaikan rencana keuangan di masa-masa mendatang. Ketika Sahabat ingin melakukan upgrade atau downgrade, Sahabat bisa melakukannya di polis yang sama. Hal ini tentu lebih praktis karena nasabah tidak perlu mencari asuransi kesehatan lain yang sesuai kebutuhan, dan memulai proses pendaftaran dari awal lagi. Polis asuransi kesehatan yang fleksibel juga memungkinkan nasabah bisa senantiasa terlindungi di setiap tahapan hidup.

    Memberlakukan limit gabungan

    Maksudnya adalah merujuk ke batas nilai penggantian yang bisa diberikan oleh asuransi ke nasabahnnya, dan biasanya dalam waktu setahun. Selain limit gabungan ada juga asuransi kesehatan yang memberlakukan limit untuk tiap jenis perawatan seperti limit biaya konsultasi, limit biaya bedah, dan lainnya. Jadi, jumlah dari seluruh limit perawatan akan sama dengan limit gabungan.

    Baca Juga: 7 Cara Siasati Gaji Tidak Habis Sia-sia

    Masa Tunggu yang Singkat

    Salah satu asuransi kesehatan keluarga yang terbaik adalah mempunyai masa tunggu yang singkat karena semakin singkat waktu tunggu suatu polis, semakin cepat Sahabat dapat menikmati manfaat dari asuransi kesehatan tersebut. Perlu diketahui, rata-rata masa tunggu yang didapatkan adalah 6 bulan atau 1 tahun setelah polis aktif.

    Proses Klaim yang Mudah

    Sebuah asuransi kesehatan terbaik tidak hanya akan menawarkan manfaat perlindungan yang luas saja tetapi juga akan merealisasikan janji perlindungan dengan memberikan proses klaim yang mudah. Jadi, nasabah akan benar-benar merasakan secara nyata manfaat yang ditawarkan asuransi kesehatan. Prosedur klaim yang jelas dan sederhana itu misalnya mengisi dan tanda tangan formulir serta melengkapi dokumen. Yang paling penting di masa pandemi Covid-19 adalah memungkinkan pemegang polis untuk mengunduh formulir klaim dan mengunggahnya secara online.

    Menyediakan Fasilitas Cashless

    Sebuah asuransi kesehatan terbaik tidak hanya akan menawarkan manfaat perlindungan yang luas saja tetapi juga akan merealisasikan janji perlindungan dengan memberikan proses klaim yang mudah. Jadi, nasabah akan benar-benar merasakan secara nyata manfaat yang ditawarkan asuransi kesehatan. Prosedur klaim yang jelas dan sederhana itu misalnya mengisi dan tanda tangan formulir serta melengkapi dokumen. Yang paling penting di masa pandemi Covid-19 adalah memungkinkan pemegang polis untuk mengunduh formulir klaim dan mengunggahnya secara online.

    Baca Juga: 4 Tips Mengatur Keuangan untuk Wanita Single

    Dengan adanya asuransi kesehatan untuk keluarga yang terbaik, Sahabat tentu berharap mendapatkan ketenangan pikiran di masa-masa sulit sekalipun seperti saat jatuh sakit sehingga harus menjalani rawat jalan atau rawat inap. Namun di saat yang sama uang tunai terbatas. Karena itu, supaya Sahabat tidak direpotkan dengan hal-hal seperti itu, pilihlah asuransi kesehatan yang menyediakan fasilitas cashless atau non-tunai. Fasilitas ini memungkinkan pemegang polis menjalani rawat inap tanpa harus membayar terlebih dahulu. Meski begitu, Sahabat perlu tahu bahwa fasilitas ini hanya berlaku di rumah sakit yang sudah menjadi rekanan asuransi sehingga harus memastikan sebelumnya seberapa luas jaringan rumah sakit yang menjadi rekanan saat memilih asuransi kesehatan terbaik.

    Mempunyai Manfaat Tambahan untuk Penyakit Kritis

    Asuransi kesehatan yang terbaik untuk keluarga juga akan memberikan perlindungan terluas bagi para tertanggungnya termasuk perlindungan terhadap risiko penyakit kritis. Perlindungan semacam ini penting mengingat perawatan penyakit kritis membutuhkan biaya medis yang besa dan menjadi penyebab utama kematian.

    Sekian mengenai asuransi kesehatan keluarga terbaik yang bisa Sahabat jadikan sebagai proteksi kesehatan untuk diri sendiri dan keluarga terutama di masa pandemi Covid-19. Karena pentingnya asuransi kesehatan untuk proteksi, yuk jangan ragu untuk mendaftarkan diri dan keluarga pada asuransi yang disediakan oleh Prosehat. Asuransi dari Prosehat ini juga dilengkapi dengan fasilitas tes Covid-19 dan vaksinasi Covid-19. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Asuransi Kesehatan: Definisi, Jenis, dan Manfaatnya | Asuransi Kesehatan dan Jiwa Cigna Indonesia [Internet]. Cigna.co.id. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://www.cigna.co.id/health-wellness/asuransi-kesehatan-definisi-jenis-dan-manfaatnya
    2. Mengenal Jenis-jenis Asuransi Untuk Keluarga, Sebelum Mengajukan [Internet]. Generali Indonesia. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://www.generali.co.id/id/healthyliving/detail/3/mengenal-jenis-jenis-asuransi-untuk-keluarga-sebelum-mengajukan
    3. <,   <,   <,   <,   <,   < et al. Asuransi Kesehatan Terbaik 2021 – Premi Murah dan Klaim Cepat! – Cermati.com [Internet]. Cermati.com. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://www.cermati.com/asuransi-kesehatan
    4. Pranoto S, Pranoto S. 9 Tips Memilih Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik [Internet]. Love Life. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://ilovelife.co.id/blog/9-tips-memilih-asuransi-kesehatan-keluarga-terbaik/
    Read More
  • Kabar gembira datang dari vaksin CoronaVac produksi Sinovac. Salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia mulai Januari 2021 itu dilaporkan 78% efektif dalam uji coba tahap akhir di Brasil tanpa kasus Covid-19 yang berat. Demikian kata periset pada Kamis, 7 Januari 2021 waktu setempat. Hal tersebut juga dibenarkan Butantan, mitra penelitian dan produksi […]

    Efikasi Vaksin Sinovac Mencapai 78% dalam Uji Coba Tahap Akhir di Brasil

    Kabar gembira datang dari vaksin CoronaVac produksi Sinovac. Salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia mulai Januari 2021 itu dilaporkan 78% efektif dalam uji coba tahap akhir di Brasil tanpa kasus Covid-19 yang berat. Demikian kata periset pada Kamis, 7 Januari 2021 waktu setempat. Hal tersebut juga dibenarkan Butantan, mitra penelitian dan produksi Sinovac. Institut rekanan ini juga sudah menyerahkan hasil efektivitas ini kepada regulator kesehatan setempat, Anvisa, untuk dijadikan sebagai bagian dari permintaan penggunaan darurat vaksin Sinovac.

    kemanjuran vaksin Sinovac, efektivitas vaksin Sinovac, efikasi vaksin Sinovac

    Baca Juga: Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Tingkat efikasi 78% ini juga melebihi standar yang ditetapkan WHO, di kisaran 50% hingga 60% karena kebutuhan yang mendesak. Sebelumnya Butantan mengatakan bahwa Sinovac sendiri telah lolos ambang batas kemanjuran 50% yang ditetapkan oleh Anvisa pada 24 Desember. Karena hal yang demikian, Brasil langsung memesan 100 juta dosis, dan Menteri Kesehatan Brasil, Eduardo Pazuello, menyatakan bahwa negaranya sudah siap memakai vaksin dari Cina tersebut. Hal ini tentu bertentangan dengan Presiden Jair Bolsonaro yang menolak memakai Sinovac karena ragu akan efektivitasnya.

    Jika dilihat dari segi kemanjuran dan efektivitas, vaksin Sinovac sendiri masih kalah jika dibandingkan dengan Pfizer dan Moderna yang mencapai angka hingga lebih dari 90%. Meski begitu vaksin ini punya kelebihan, yaitu mudah diangkut dan disimpan pada lemari es dengan suhu normal, yaitu di angka 2-8 derajat Celcius, dan dapat bertahan selama 3 tahun. Brasil sendiri adalah salah satu negara di dunia yang mempunyai jumlah pengidap Covid-19 yang cukup banyak, yaitu melampaui angka 200.000 pada Kamis, 7 Januari 2021. Angka ini merupakan yang terbanyak di Amerika Selatan, dan negara tersebut berencana memvaksinasi 51 juta orang atau seperempat populasi yang dimulai pada 25 Januari.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Namun, Brasil tidak hanya mengandalkan Sinovac saja. Negara ini juga akan menggunakan vaksin-vaksin Covid-19 lain seperti dari AstraZeneca, Sputnik V, dan Jhonson and Jhonson. Kabar kemanjuran hingga 78% ini tentu saja membawa angin segar bagi negara-negara lain yang menggunakan Sinovac selain Brasil, yaitu Indonesia, Turki, Cile, Singapura, Ukraina, dan Thailand. Terlebih lagi di Indonesia sendiri yang juga sudah menjalani uji coba klinis tahap 3 di Bandung pada 2020 lalu.

    Vaksin Sinovac sendiri sudah tiba dua kali di Indonesia, yaitu pada Desember 2020 dan Januari 2021. Total Indonesia sudah mempunyai 3 juta dosis vaksin yang distribusinya disalurkan melalui Biofarma ke sejumlah daerah. Namun hingga saat ini BPOM sebagai regulator utama belum mengeluarkan rekomendasi penggunaan darurat, dan pada 13 Januari 2021 Presiden Jokowi dijadwalkan menjadi orang pertama di Indonesia yang akan divaksin.

    Mengenal Efikasi pada Vaksin Covid-19

    Berdasarkan WHO, efikasi vaksin adalah kemampuan vaksin untuk memberikan manfaat bagi individu yang diberi imunisasi. Manfaat yang dimaksud adalah manfaat untuk hidup sehat dan mensejahterahkan masyarakat karena terlindungi dari penyakit-penyakit yang berbahaya. Efikasi merupakan kemampuan vaksin untuk melindungi penyakit dalam uji klinis terkontrol, dan selalu dinyatakan dalam persentase. Efikasi ini didapatkan dalam uji klinis tahap II.

    Meskipun WHO sudah menetapkan standar minimal adalah 50%, menurut biolog molekuler, Ahmad Rusdan Utomo, seperti dilansir dari CNN Indonesia, efikasi yang ideal sebenarnya adalah 70-80% karena jika kurang dari angka tersebut, berarti akan semakin banyak populasi yang divaksin untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, Serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Itulah mengenai vaksin Sinovac yang sudah mencapai 78% dalam uji terakhir sehingga tidak perlu lagi ada keraguan mengenai kemampuan vaksin tersebut dalam mencegah Covid-19 apalagi vaksin ini akan digunakan secara luas di Indonesia dalam waktu dekat. Karena itu, Sahabat jangan ragu untuk divaksinasi karena vaksin itu baik dan perlu. Tidak hanya untuk diri Sahabat tetapi juga untuk orang-orang di sekitar. Sembari menunggu vaksinasi dimulai, yuk tetap berperilaku 3M dan PHBS, serta tidak lupa untuk deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Saputra E. Vaksin Sinovac Dilaporkan Efektif 78 Persen dalam Uji Coba Tahap Akhir di Brasil [Internet]. Tempo. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://dunia.tempo.co/read/1421185/vaksin-sinovac-dilaporkan-efektif-78-persen-dalam-uji-coba-tahap-akhir-di-brasil
    2. Efikasi Vaksin Covid-19 Sinovac Capai 78%, Brasil Pesan 100 Juta Dosis – Nasional Katadata.co.id [Internet]. Katadata.co.id. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://katadata.co.id/febrinaiskana/berita/5ff7d15672d3b/efikasi-vaksin-covid-19-sinovac-capai-78-brasil-pesan-100-juta-dosis
    3. Indonesia C. Mengenal Istilah Efikasi pada Vaksin Covid-19 [Internet]. teknologi. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201211110536-199-580858/mengenal-istilah-efikasi-pada-vaksin-covid-19
    Read More
  • Covid-19 mulai muncul pada November 2019 di Wuhan, Cina, kemudian mulai menyebar  ke negara-negara di dunia termasuk ke Indonesia. Pada awalnya, penyakit ini dianggap sebagai penyakit sistem pernapasan dan menyerang organ tubuh paling vital, yaitu paru-paru. Namun, virus ini diketahui tidak hanya menyerang paru tetapi juga menyerang organ lain Lalu,  organ-organ apa saja yang dapat […]

    Apa Saja Organ-organ Tubuh yang Terdampak Covid-19?

    Covid-19 mulai muncul pada November 2019 di Wuhan, Cina, kemudian mulai menyebar  ke negara-negara di dunia termasuk ke Indonesia. Pada awalnya, penyakit ini dianggap sebagai penyakit sistem pernapasan dan menyerang organ tubuh paling vital, yaitu paru-paru. Namun, virus ini diketahui tidak hanya menyerang paru tetapi juga menyerang organ lain Lalu,  organ-organ apa saja yang dapat diserang oleh covid-19? Yuk, Sahabat Sehat, mari simak penjelasannya di bawah ini.

    organ-organ tubuh yang terdampak Covid-19

    Baca Juga: WNA Dilarang Masuk Indonesia untuk Mencegah Penyebaran Varian Baru Covid-19

    Paru-paru

    Seperti sudah disebut di awal, Covid-19 erat kaitannya dengan paru-paru karena penyakit ini menyerang saluran sistem pernapasan, yang ditandai dengan gejala berupa batuk, demam, kesulitan, bernapas, dan demam. Akibatnya adalah pasien memiliki kerusakan alveolar difus klasik yang disebabkan oleh gangguan pada sel endotel dan alveolar sehingga terjadilah pengeluaran cairan dan sel-sel serta pembentukan membran hialin. Beberapa terapi dapat digunakan untuk mengatasinya seperti pemberian oksigen melalui saluran hidung dengan aliran yang tinggi dan pemberian ventilasi non-invasif.

    Jantung

    Efek Covid-19 pada jantung kebanyakan menyerang pasien jantung koroner. Hal ini disebabkan oleh pecahnya plak, thrombosis, serta tidak kuatnya suplai oksigen. Komplikasi jantung akibat Covid-19 dapat terjadi tanpa harus didahului komplikasi yang terjadi pada paru-paru. Efek komplikasi ini berupa peradangan, gagal jantung, dan cedera jantung dapat bertahan begitu lama meskipun si penderita pulih dari virus.

    Produk Terkait: Layanan Panggil Dokter Jantung ke Rumah

    Otak

    Ternyata Covid-19 juga sangat berdampak buruk pada otak, organ tubuh yang digunakan manusia untuk berpikir. Pada penderita penyakit yang lebih parah dapat mengakibatkan berubahnya tingkat oksigen dan karbon dioksida dalam otak. Akibat yang ditimbulkan adalah pusing, sakit kepala, gangguan kesadaran termasuk kebingungan, mengigau, dan ketidakmampuan untuk bangun. Efek pada otak akibat Covid-19 adalah delirium yang dapat menyebabkan gangguan kognitif jangka panjang termasuk defisit memori. Hal lainnya dari Covid-19 pada otak adalah dapat menyebabkan radang otak, edema, dan kejang. Tak hanya itu, efek ini juga dapat menyebabkan stroke meskipun si penderita tidak punya riwayat penyakit ini. Stroke pada pasien Covid-19 terjdi karena hiperkoagulabilitas dan cedera endotel. Efek lainnya adalah pendarahan pada otak.

    Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Mata

    Tidak banyak orang yang menyangka jika Covid-19 juga dapat berdampak buruk pada mata, dan hal ini terjadi pada kondisi yang cukup berat. Infeksinya dapat ditemukan pada sel permukaan mata di kornea, yaitu di dalam kelopak mata dan di bagian putih mata. Hal lainnya adalah konjungtivis dan lebih sering terjadi pada pasien yang sakit. Covid-19 memasuki mata melalui sel permukaan okuler, dan dapat bertahan selama 3 minggu.

    Hidung

    Covid-19 disebut mampu berdampak buruk pada hidung, dengan melumpuhkan saraf penciuman yang dalam organ tersebut sehingga mengakibatkan hilangnya indera penciuman manusia secara normal. Gejala ini disebut dengan anosmia, dan banyak terjadi pada pasien-pasien pengidap Covid-19.

    Hati

    Hati merupakan salah satu organ cukup vital dalam tubuh, dan ternyata organ ini juga dapat terdampak Covid-19. Sebanyak 50% pasien Covid-19 ternyata mengalami kenaikan enzim hati seperti SGOT, SGPT, dan Bilirubin. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan hati mudah terserang Covid-19, salah satunya adalah penggunaan obat virus di rumah sakit, virus yang menyerang sel hati, dan penggunaan imun yang berlebihan.

    Ginjal

    Organ tubuh lainnya yang juga terdampak Covid-19 dan cukup vital adalah ginjal. Organ tubuh ini disebut mengalami kerusakan parah akibat terkena virus asal Wuhan tersebut yang berakibat pada meningkatnya risiko kematian.  Virus terdapat pada sel glomerulus, epitel tubular, dan podosit ginjal. Efek yang dihasilkan berupa cedera ginjal akut. Cedera ini juga dapat terjadi akibat rhabdomyolysis akibat hiperventilasi atau obat-obatan termasuk antivirus seperti remdesivir.

    Produk Terkait: Cek Lab Fungsi Ginjal

    Saluran Pencernaan

    Saluran pencernaan terutama usus disebut terdampak sebanyak 20% terjadi pada pasien Covid-19. Akibat yang ditimbulkan kebanyakan adalah diare. Selain diare, efek lainnya berupa kehilangan nafsu makan, mual, muntah, dan hal-hal lain yang buat tidak nyaman tubuh. Virus dapat diketahui pada kotoran pasien, dan pasien dengan virus pada kotorannya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membersihkannya.

    Kulit

    Organ tubuh terakhir yang terdampak Covid-19 adalah kulit. Efek yang dapat ditimbulkan adalah jerawat, eksim, psoriasis, dan rosasea. Masalah yang berhubungan dengan Covid-19 pada kulit dapat dimediasi oleh neurogenik, mikrotrombotis atau imun yang kompleks. Efek lain yang dapat ditimbulkan adalah ruam eritematosa yang tidak merata dengan warna kemerahan dan keunguan, gatal-gatal, cacar air, dan campak.

    Baca Juga: Perlunya Memakai Sunscreen di Rumah dan Cara Memilihnya

    Itulah organ-organ tubuh yang terdampak Covid-19 yang perlu Sahabat ketahui sehingga dapat disimpulkan bahwa Covid-19 bukanlah virus yang dapat dianggap sepele. Pencegahan terbaik yang bisa dilakukan adalah melakukan 3M dan deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Informasi selengkapnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Effect of Covid-19 on the Organs [Internet]. Cureus; 2020 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7470660
    2. Covid-19 and The Liver [Internet]. NCBI; 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7295524/
    3. [Internet]. 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/341553844_The_Effects_of_COVID-19_Pandemic_in_Otolaryngology_Practice_A_Review_of_the_Literature
    4. [Internet]. Ejinme.com. 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.ejinme.com/article/S0953-6205(20)30228-4/pdf

     

    Read More
  • Jumlah kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia ternyata mencapai 181.5 juta jiwa. Jumlah tersebut berasal dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia sebanyak 269,6 juta jiwa, dengan perincian jumlah penduduk berusia 18 tahun dan seterusnya yang mendapat vaksinasi adalah 188,7 juta jiwa, dan sisa 7,2 juta jiwanya adalah kelompok eksklusi, yaitu ibu hamil, terpapar Covid, dan yang mempunyai […]

    Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia adalah 181, 5 Juta Jiwa

    Jumlah kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia ternyata mencapai 181.5 juta jiwa. Jumlah tersebut berasal dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia sebanyak 269,6 juta jiwa, dengan perincian jumlah penduduk berusia 18 tahun dan seterusnya yang mendapat vaksinasi adalah 188,7 juta jiwa, dan sisa 7,2 juta jiwanya adalah kelompok eksklusi, yaitu ibu hamil, terpapar Covid, dan yang mempunyai komorbid tidak terkontrol.

    kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Jumlah penduduk Indonesia untuk kebutuhan herd immunity mencapai 181.554.465 orang. Tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik akan mendapat prioritas sebagai pihak-pihak pertama yang divaksin. Sisanya adalah masyarakat yang rentan tertular virus dan masyarakat lainnya pada usia 18-59 tahun Baik tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik akan mulai divaksin pada gelombang 1, yaitu Januari-April 2021 dan kelompok sisanya adalah pada gelombang 2, yaitu pada April 2021 hingga Maret 2022.

    Adapun jumlah kelompok-kelompok yang divaksin adalah sebagai berikut:

    • Tenaga Kesehatan: 1,3 juta jiwa, dan tersebar di 34 provinsi
    • Petugas pelayanan publik: 17,4 juta jiwa
    • Masyarakat yang rentan tertular: 63,9 juta jiwa
    • Masyarakat lainnya: 77,4 juta jiwa

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Lansia yang disebut tidak boleh menerima vaksin Covid-19 diperkirakan akan mendapat vaksinasi. Kemudian, sekitar 21,5 juta lansia di Indonesia kemungkinan juga akan  divaksinasi. Kelompok ini akan divaksinasi jika mendapatkan informasi mengenai keamanan vaksin yang dipakai. Selain lansia, penderita penyakit komorbid terkendali juga kemungkinan akan diperbolehkan mendapatkan vaksinasi tetapi harus menunggu rekomendasi dari ahli.

    Mengenai ketersediaan vaksin, jumlah pengadaan dosisnya akan mencukupi hingga kuartal pertama 2022. Total kebutuhan adalah 426.800.000, dan berasal dari vaksin Corona yang pengadaannya sudah ada dalam Peraturan Kementerian Kesehatan sebelumnya mengenai vaksin-vaksin dari perusahaan yang ditunjuk seperti Sinovac, AstraZeneca, dan Pfizer. Sejauh ini yang baru sampai adalah Sinovac yang datang pada Desember 2020 sementara AstraZeneca dan Pfizer diperkirakan tiba di Indonesia pada kuartal 2021-2022 dan kuartal 3 2021 dan kuartal 1 2022.

    Strategi penanganan Covid-19 pasca liburan yang angkanya semakin meningkat perlu intervensi khusus dari pemerintah pusat terhadap 6 wilayah yang cukup rawan penderita virus ini, yaitu Bandung, Sleman, Jakarta, Jember, Semarang, dan Makassar.  Intervensi khusus ini berupa langkah-langkah antisipasi seperti optimalisasi rumah sakit pemerintah dan swasta dan pendirian rumah sakit darurat di lapangan jika rumah sakit rujukan sudah penuh.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, Serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Sekian mengenai kebutuhan jumlah vaksin dan ketersediaannya untuk penduduk Indonesia. Yuk, Sahabat Sehat jangan ragu-ragu untuk divaksinasi ketika pemerintah sudah menggelar vaksinasi Covid-19 massal karena vaksin itu baik dan perlu, dan bisa melindungi Sahabat dan sekitar sehingga penyebaran Covid-19 akan mudah diminimalkan melalui pencegahan ini. Sembari menunggu vaksinasi, yuk tetap terapkan perilaku 3M dan PHBS, serta jangan lupa lakukan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses melalui website atau aplikasi kemudian pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    Materi Press Conference Penanganan Covid-19 29 Desember 2020. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.

     

    Read More
  • Vaksin Covid-19 memang sudah di Indonesia, dan siap diedarkan jika sudah mendapat izin dari BPOM. Kehadirannya tentu diharapkan dapat membantu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Meski begitu, vaksin tidak akan menjadi efektif apabila tidak dibarengi dengan perilaku 3M yang higienis, dan kehadiran vaksin tidak membuat Covid-19 secara instan mengilang tiba-tiba. Nah, selama menunggu vaksin […]

    Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Vaksin Covid-19 memang sudah di Indonesia, dan siap diedarkan jika sudah mendapat izin dari BPOM. Kehadirannya tentu diharapkan dapat membantu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Meski begitu, vaksin tidak akan menjadi efektif apabila tidak dibarengi dengan perilaku 3M yang higienis, dan kehadiran vaksin tidak membuat Covid-19 secara instan mengilang tiba-tiba. Nah, selama menunggu vaksin diedarkan secara resmi, Sahabat juga sebaiknya mengetahui ciri-ciri vaksin Covid-19 yang ideal. Apa saja ciri-cirinya? Yuk, mari kita simak bersama!

    vaksin Covid-19 yang ideal

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Mempunyai Faktor Keamanan yang Cukup Kuat

    Faktor pertama adalah keamanan, dan merupakan merupakan hal paling penting sebelum sebuah vaksin disetujui oleh BPOM untuk kemudian diedarkan secara luas. Para ilmuwan mengujinya sehingga keefektifan dan keamanan vaksin benar-benar terjamin. Terdapat 4 fase untuk menguji keamanan vaksin ini sebelum didistribusikan secara luas, yaitu:

    • Fase 1, yaitu merupakan uji coba kecil yang hanya melibatkan 20 hingga 100 relawan, dan hanya berlangsung beberapa bulan. Tujuan dari uji coba tahap pertama ini adalah untuk mengevaluasi keamanan dasar dan mengidentifikasi reaksi yang sangat umum
    • Fase 2, yaitu uji coba besar yang melibatkan beberapa ratus peserta. Uji coba ini berlangsung beberapa bulan hingga dua tahun dan mengumpulkan informasi tambahan tentang keamanan dan kemanjuran. Data yang diperoleh dalam  uji coba fase 2 ini dapat digunakan untuk menentukan komposisi vaksin, dosis yang diperlukan, dan profil reaksi yang umum
    • Fase 3, yaitu fase uji coba yang cukup besar dan melibatkan beberapa ratus hingga beberapa ribu sukarelawan. Uji coba ini berlangsung beberapa tahun. Dalam uji  coba fase ini para peneliti dapat mengindentifikasi reaksi vaksin yang sebenarnya karena kelompok yang divaksinasi dapat dibandingkan dengan kelompok yang belum menerima vaksin
    • Fase 4, yaitu fase setelah semua uji coba klinis dilakukan. Dalam hal ini vaksin sudah dilisensikan dan direkomendasikan untuk digunakan secara luas di masyarakat. Keamanan dan efektivitas vaksin terus dipantau yang  bisa saja diperbarui jika ditemukan hal-hal yang terjadi di lapangan

    Setelah tahapan tersebut, syarat sebuah vaksin dikatakan aman adalah:

    • Pure, yaitu bebas dari bahan yang dibuat selama produksi
    • Sterile, bebas dari mikroorganisme dari luar
    • Potent, efekti dan bekerja sebagaimana mestinya

    Selain itu, BPOM tentunya akan menyetujui penggunaan vaksin jika mempunyai risiko efek samping yang minimal.

    Mempunyai Khasiat

    Ciri kedua vaksin yang ideal adalah mempunyai khasiat berupa efektivitas dan efikasinya. Efektivitas yaitu penilaian kemampuan vaksin melindungi masyarakat heterogen secara luas. Setelah antibodi muncul dari vaksinasi, vaksin dapat menurunkan kejadian penyakit dengan membandingkan kelompok yang divaksin dengan kelompok yang tidak divaksin. Efektivitas vaksin dipengaruhi beberapa hal seperti penerima vaksin, usia komorbid, riwayat infeksi sebelumnya.

    Sedangkan efikasi adalah kemampuan vaksin mencegah penyakit dan menekan penularan di kondisi ideal dan terkontrol yang dapat dilihat dari hasil uji  klinik vaksin di laboratorium pada populasi dalam jumlah yang terbatas. Selain efektivitas dan efikasi, juga terdapat serokonversi, yaitu vaksin dapat membangkitkan respons imun yang ditandai dengan terdeteksinya antibodi pada sistem tubuh seseorang yang divaksin. WHO sendiri telah menyatakan untuk standar efektivitas vaksin adalah minimal 50%.

    Dapat Digunakan Pada Semua Golongan

    Vaksin dapat dikatakan ideal jika diberikan dan dapat digunakan pada semua golongan termasuk kelompok khusus seperti orang tua dan penyandang penyakit komorbid atau yang mempunyai kekebalan tubuh yang rendah. Alasannya adalah karena kelompok khusus ini berisiko tinggi terjangkit suatu penyakit infeksi berat yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Namun, beberapa vaksin seperti vaksin-vaksin Covid-19 golongan yang direkomendasikan pemberiannya adalah usia 18 hingga 60 tahun.

    Baca Juga: Daftar Orang-orang yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Covid-19

    Lolos Uji Klinis

    Lolos uji klinis merupakan hal terpenting dari syarat ideal sebuah vaksin. Lolos uji klinis ini didapatkan dari uji klinis tahap 3 yang kemudian BPOM akan mengevaluasi uji klinis secara keseluruhan kemudian memberikan persetujuan untuk mengedarkan vaksin ke masyarakat. Namun vaksin bisa saja digunakan tanpa perlu menyelesaikan uji klinis tahap 3 jika memang kondisi yang dihadapi cukup darurat dan BPOM bisa mengeluarkan EUA atau emergency use authorization dengan syarat temuan awal uji klinis fase 3 dan keseluruhan uji-uji klinis sebelumnya terbukti aman.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Itulah ciri-ciri vaksin Covid-19 yang ideal sehingga Sahabat bisa mengetahui serta menilai vaksin yang siap diedarkan. Selain ciri-ciri tadi yang perlu diperhatikan adalah proses produksi, penyimpanan, dan distribusi serta penerimaan masyarakat akan vaksin tersebut terutama menyangkut halal-haram kandungan bahan vaksin. Vaksin Covid-19 masih dalam proses untuk diedarkan, Sahabat jangan lupa tetap berperilaku 3M, menjalankan PHBS, dan melakukan deteksi dini Covid-19 seperti PCR swab-rapid test-rapid swab antigen di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakes via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. S. Vaccine Safety – Overview, History, and How It Works | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/vaccinesafety/ensuringsafety/history/index.html
    2. COVID-19 and Your Health [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/recommendations-process.html
    3. COVID-19 and Your Health [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/safety.html
    4. Covid-19 S. Satgas Covid-19 Ungkap Kriteria Ideal Vaksin Berkualitas [Internet]. nasional. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201211142339-25-580943/satgas-covid-19-ungkap-kriteria-ideal-vaksin-berkualitas
    5. Tarigan M. Selain Bikin Kekebalan Tubuh, Simak Syarat Vaksin yang Ideal [Internet]. Tempo. 2020 [cited 23 December 2020]. Available from: https://gaya.tempo.co/read/1374049/selain-bikin-kekebalan-tubuh-simak-syarat-vaksin-yang-ideal/full&view=ok
    Read More
  • Tidak lama lagi, deteksi Covid-19 diperkirakan akan menjadi lebih mudah dengan kehadiran dua alat khusus yang dikatakan mampu mendeteksi infeksi Covid-19, yaitu GeNose dan CePAD. Keduanya adalah alat buatan negeri sendiri yang masing-masing diproduksi oleh dua universitas ternama di Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.1 Kedua alat ini sudah mendapatkan […]

    Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Tidak lama lagi, deteksi Covid-19 diperkirakan akan menjadi lebih mudah dengan kehadiran dua alat khusus yang dikatakan mampu mendeteksi infeksi Covid-19, yaitu GeNose dan CePAD. Keduanya adalah alat buatan negeri sendiri yang masing-masing diproduksi oleh dua universitas ternama di Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.1 Kedua alat ini sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan, yang berarti boleh diproduksi secara massal. Bahkan, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Barat sudah berencana memakai kedua alat ini secara massal.2,3 GeNose dan CePAD digunakan untuk skrining atau deteksi cepat Covid-19 dan tidak menggantikan RT-PCR untuk diagnosis Covid-19.1

    GeNose dan CePAD, mengenal GeNose dan cePAD

    Baca Juga: Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Seperti Apa GeNose dan CePAD itu?

    GeNose adalah kepanjangan dari Gadjah Mada Electronic Nose yang dari namanya jelas dikembangkan oleh UGM. GeNose dikatakan mampu mendeteksi Covid-19 melalui napas yang diembuskan pasien. Sementara CePAD adalah kepanjangan dari cepat, praktis, andal yang dikembangkan dan diproduksi oleh UNPAD. Menristek Bambang Brodjonegoro menyebutkan bahwa cePAD merupakan rapid swab antigen buatan lokal.1

    Bagaimana Cara Kerja Keduanya?

    Cara kerja GeNose adalah pasien cukup mengembuskan napas ke dalam plastik atau balon dengan meniupkannya. Napas tersebut kemudian akan dimasukkan ke dalam beberapa unit sensor yang sudah dipasang dan dioperasikan dengan pendekatan kecerdasan buatan atau AI.1 AI ini nantinya akan mendeteksi partikel spesifik yang dikeluarkan pasien Covid-19. Dapat diartikan bahwa yang dideteksi oleh alat bukanlah virusnya, melainkan senyawa yang secara spesifik dikeluarkan oleh pengidap Covid-19. Hasil skrining tersebut dapat diketahui dalam waktu 2-2,5 menit saja.4 Pemeriksaan dengan metode napas ini dinilai lebih nyaman daripada harus melakukan swab tenggorokan atau hidung.1

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Sementara cara kerja CePAD adalah seperti tes antigen, yaitu mendeteksi keberadaan antigen virus melalui metode swab. Hasil keluar dalam 15 menit. Pemeriksaan ini diperlukan untuk mendukung upaya 3T guna menimimalkan penyebaran virus Covid-19. Keberadaan CePAD disebut dapat mengurangi ketergantungan mengimpor alat tes antigen.1

    Lalu Seperti Apa Tingkat Keakuratan Keduanya?

    Seperti dilansir dari Kompas.com, tingkat akurasi GeNose mencapai 97% dengan menggunakan 600 sampel data yang valid dari serangkaian uji klinis di beberapa rumah sakit di Yogyakarta. Selain keakuratan yang cukup tinggi, GeNose juga mampu melakukan pemeriksaan sekitar 120 kali per hari dengan estimasi per pemeriksaan 3 menit selama 6 jam.1 Hal inilah yang membuat alat deteksi Covid-19 ini mendapatkan izin edar dari Kemenkes dan kabarnya pihak UGM sudah mengajukan alat ini kepada WHO agar bisa digunakan secara global.5

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Sementara CePAD mempunyai tingkat keakuratan hingga 84% dari serangkaian uji klinis. Tingkat akurasi tersebut dianggap sudah melampaui standar WHO, sehingga penggunaannya disarankan di Indonesia oleh badan kesehatan dunia tersebut. Perhimpunan Patologis Klinis juga sudah merekomendasikannya.1 Ada rencana kemungkinan ke depannya alat ini akan diekspor. CePAD sendiri sudah digunakan di beberapa rumah sakit di Jawa Barat. Meskipun begitu Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono, menilai kedua alat ini perlu diperhatikan lebih lanjut mengenai validasinya. Oleh karena itu, Balitbang Kemenkes akan membantu terkait hal ini.6

    Berapa Harga GeNose dan CePAD?

    GeNose sampai saat ini dihargai dari kisaran Rp 40 juta-Rp 62 juta per unit dengan harga tes adalah Rp 15.000,00 s.d. Rp 20.000,00. Angka ini tentu lebih murah daripada PCR swab atau tes Covid-19 lainnya. Untuk CePAD, harganya dimulai dari Rp 120.000,00 per unit dan sudah bisa diproduksi sampai 500.000 unit per bulan.7 Bahkan, Kemenristek telah membeli sebanyak 3.000 kit yang sudah dibagikan ke RSHS Bandung dan RS Unpad. Harga yang terjangkau dan tingkat akurasi yang cukup tinggi membuat Kemenristek mendorong penggunaan alat ini secara luas di tempat-tempat umum agar deteksi penderita Covid-19 menjadi lebih mudah.3

    Baca Juga: Bagaimana Supaya Hasil Tes PCR Swab Negatif?

    Nah, itulah beberapa hal mengenai GeNose dan CePAD, alat deteksi dini Covid-19 buatan negeri sendiri yang diharapkan dapat membantu meningkatkan cakupan 3T di Indonesia yang masih di bawah standar WHO. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tes Covid-19 dan produk atau layanan kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Dua Alat Baru Deteksi Covid-19 Memiliki Akurasi Tinggi – Bebas Akses [Internet]. Bebas Akses. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://bebas.kompas.id/baca/bebas-akses/2020/12/29/dua-alat-baru-deteksi-covid-19-memiliki-akurasi-tinggi/
    2. Mengenal Apa Itu GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 UGM yang Akurasinya Disebut Capai 75 Persen Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/27/120500465/mengenal-apa-itu-genose-alat-pendeteksi-covid-19-ugm-yang-akurasinya?page=all
    3. Wuragil Z. Rapid Test Antigen CePAD Buatan Unpad, Seperti apa Pemanfaatannya? [Internet]. Tempo. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://tekno.tempo.co/read/1416889/rapid-test-antigen-cepad-buatan-unpad-seperti-apa-pemanfaatannya
    4. Prima E. GeNose dan Rapid Test Antigen CePAD Dapat Izin Edar, Ini Kata Menristek [Internet]. Tempo. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://tekno.tempo.co/read/1418300/genose-dan-rapid-test-antigen-cepad-dapat-izin-edar-ini-kata-menristek/full&view=ok
    5. Prima E. Tak Main-main, UGM Daftarkan Alat Deteksi Covid-19 GeNose ke WHO [Internet]. Tempo. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://tekno.tempo.co/read/1418252/tak-main-main-ugm-daftarkan-alat-deteksi-covid-19-genose-ke-who
    6. Septiani A. 3 Fakta GeNose, Alat Tes COVID-19 Buatan UGM yang Dapat Izin Edar Kemenkes [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5312850/3-fakta-genose-alat-tes-covid-19-buatan-ugm-yang-dapat-izin-edar-kemenkes
    7. Zubaidah N. Menristek Dorong GeNose dan CePAD untuk Pendeteksian COVID-19 di Tempat Publik [Internet]. SINDOnews.com. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://nasional.sindonews.com/read/282950/15/menristek-dorong-genose-dan-cepad-untuk-pendeteksian-covid-19-di-tempat-publik-1609157528
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja