Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 81–90 of 1276 results

  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Menggaruk merupakan cara menghilangkan gatal di kulit yang paling mudah. Namun menggaruk saja tidak cukup dan berisiko melukai kulit. Diperlukan solusi yang tepat sesuai dengan penyebab munculnya rasa gatal tersebut. Ya, beda penyebab gatal tentunya akan beda cara mengatasinya, obat yang perlu dikonsumsi, hingga cara agar masalah gatal […]

    Cara Menghilangkan Gatal di Kulit dengan Cepat dan Aman

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Menggaruk Punggung Sebagai Upaya dan Cara Menghilangkan Gatal di Kulit Punggung

    Menggaruk merupakan cara menghilangkan gatal di kulit yang paling mudah. Namun menggaruk saja tidak cukup dan berisiko melukai kulit. Diperlukan solusi yang tepat sesuai dengan penyebab munculnya rasa gatal tersebut.

    Ya, beda penyebab gatal tentunya akan beda cara mengatasinya, obat yang perlu dikonsumsi, hingga cara agar masalah gatal ini tidak muncul kembali. Yuk kita simak bersama.

    Penyebab Kulit Terasa Gatal

    Sahabat Sehat, rasa gatal pada kulit tentu cukup mengganggu dan dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Anak-anak maupun lansia rentan mengalami gatal pada kulit. Pada masa kanak-kanak, kulit masih sensitif. Sementara pada lansia, kulit mudah kering sebab faktor penuaan.

    Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan kulit terasa gatal:

    Gangguan Pada Kulit

    Beberapa masalah pada kulit, seperti kulit kering (xerosis), eksim kulit (dermatitis), infeksi parasit seperti skabies, gigitan serangga, infeksi jamur, serta kelainan autoimun (misal psoriasis) dapat menyebabkan kulit terasa gatal.

    Gangguan Sistemik

    Gatal tidak selalu diakibatkan kelainan pada kulit, sebab juga dapat menunjukan adanya penyakit yang mendasari seperti gangguan hati, gangguan ginjal, anemia, diabetes, gangguan tiroid, maupun multiple myeloma dan gangguan kelenjar getah bening (limfoma).

    Gangguan Saraf

    Gangguan saraf seperti multiple sklerosis, maupun herpes zoster dapat pula menimbulkan keluhan gatal pada kulit. Multiple sklerosis adalah penyakit autoimun yang menyerang susunan saraf pusat. Sementara herpes zoster adalah penyakit yang biasa disebut juga dengan cacar ular.

    Kondisi Psikologis

    Beberapa kondisi psikologis, seperti gangguan cemas, obsessive-compulsive disorder (OCD), serta depresi diketahui dapat menimbulkan keluhan gatal pada kulit. Tentunya keluhan gatal disertai dengan gejala lainnya yang terkait masalah psikologis.

    Reaksi Alergi

    Beberapa zat kimia, maupun bahan pakaian tertentu dapat memicu iritasi kulit dan menyebabkan timbulnya kemerahan serta rasa gatal di kulit. Bahan lain seperti produk kosmetik, maupun obat-obatan juga dapat menimbulkan rasa gatal. 

    Cara Menghilangkan Gatal di Kulit

    Meski rasa gatal mengganggu aktivitas sehari-hari, Sahabat Sehat dapat melakukan beberapa tips berikut sebagai penanganan awal mengatasi gatal:

    • Gunakan krim dan pelembab kulit, agar kulit tidak kering
    • Gunakan tabir surya jika harus dibawah sinar matahari dalam waktu lama
    • Pilih sabun mandi dan produk kulit yang tidak menimbulkan iritasi
    • Hindari mandi dengan air yang terlalu panas
    • Hindari bahan kain seperti wol dan sintesis sebab dapat memicu rasa gatal di kulit
    • Menggunakan alat humidifier untuk menjaga kelembaban ruangan.
    • Berikan kompres air dingin pada area yang terasa gatal, daripada menggaruk kulit
    • Oleskan lotion Calamine maupun Menthol untuk meredakan gatal
    • Menggunakan alat mandi serta pakaian pribadi

    Jika sahabat sehat merasa rasa gatal dikarenakan alergi, silahkan mengkonsumsi obat alergi gatal. Pastikan mengkonsultasikan obat tersebut terlebih dahulu dengan dokter untuk mencegah efek samping yang tidak diinginkan.

    Nah Sahabat Sehat, itulah cara menghilangkan gatal di kulit yang selain mudah dan efektif juga dapat dilakukan secara langsung di rumah. Namun sebaiknya waspadai, jika gatal dialami hingga lebih dari 3 hari atau bila gatal dirasa memberat, serta muncul keluhan lain maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar diperiksa lebih lanjut.

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Mayo Clinic. Itchy skin (pruritus) [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021 [updated Jan 06; cited 2021 Sep 09]. Available from :
    2. Jaliman D. Your Skin, Pruritus, and Itching [Internet]. USA : WebMD. 2021 [updated 2021 Jun 21; cited 2021 Sep 09].
    3. Oakley A. Pruritus [Internet]. New Zealand : DermNet NZ. 2016 [updated 2016 Dec; cited 2021 Sep 09].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Pemberian suntik rabies setelah digigit anjing adalah hal wajib. Walaupun gejala rabies tidak langsung muncul, namun sangat berbahaya. Virus rabies dapat menyerang sistem saraf dan otak. Sayangnya, banyak sekali orang yang abai terhadap risiko rabies ini. Padahal sulit mengetahui seekor anjing menderita rabies […]

    5 Alasan Pentingnya Suntik Rabies setelah Digigit Anjing

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Suntik Rabies setelah Digigit Anjing Menurunkan Risiko Tertular Rabies

    Pemberian suntik rabies setelah digigit anjing adalah hal wajib. Walaupun gejala rabies tidak langsung muncul, namun sangat berbahaya. Virus rabies dapat menyerang sistem saraf dan otak.

    Sayangnya, banyak sekali orang yang abai terhadap risiko rabies ini. Padahal sulit mengetahui seekor anjing menderita rabies atau tidak. Risiko rabies juga akan meningkat jika anjing tidak pernah disuntik vaksin rabies.

    Apa Itu Rabies?

    Memiliki hewan peliharaan memang sangat menyenangkan. Namun cakaran atau gigitan hewan peliharaan, misalnya anjing tetap dapat berdampak bagi kesehatan. Salah satu jenis penyakit yang dapat diakibatkan oleh gigitan anjing adalah penyakit rabies.

    Penyakit rabies atau disebut juga penyakit “anjing gila” disebabkan oleh Rabies lyssavirus yang ditularkan melalui gigitan atau cakaran dari hewan yang terinfeksi. Hewan yang terinfeksi memiliki virus rabies pada air liurnya. Virus rabies dapat menginfeksi melalui kulit yang luka, mata, hidung, atau mulut, dan menyebar melalui saraf ke otak. 

    Apa Tanda dan Gejala Rabies?

    Biasanya gejala penyakit rabies mulai dialami pada hitungan hari atau minggu, bahkan dapat pula muncul lebih dari setahun setelah gigitan terjadi. Gejala awal ditandai dengan kesemutan, perih, gatal di area sekitar gigitan hewan, demam, sakit kepala, nyeri otot, hilang nafsu makan, mual, hingga kelelahan. Selanjutnya setelah beberapa hari mulai berkembang keluhan lain, seperti:

    • Gelisah
    • Kebingungan
    • Halusinasi
    • Kejang otot
    • Kelemahan atau kelumpuhan 
    • Sensitif terhadap cahaya terang, suara, dan sentuhan
    • Produksi air liur berlebih

    Selain itu, penyakit rabies juga dapat menyebabkan kematian pada kasus yang berat. Oleh sebab itu jika Sahabat Sehat tergigit atau memiliki luka yang disebabkan oleh hewan maka sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. 

    Pertolongan Pertama Saat Tergigit Anjing

    Seseorang yang tergigit anjing perlu mendapatkan pertolongan yang terpat. Apalagi jika yang menggigit adalah anjing liar. Jika Sahabat Sehat tergigit anjing maupun hewan liar lainnya, maka segera lakukan beberapa tips berikut:

    Cuci Area Luka

    Segera bersihkan luka dengan membasuh menggunakan air bersih mengalir dan sabun antibakteri. Basuh kembali luka dengan air bersih mengalir selama 10-15 menit.

    Beri Cairan Antiseptik

    Setelah luka dibersihkan, usapkan kasa yang telah diberi cairan antiseptik atau obat merah untuk membersihkan luka dari kuman.

    Serum Anti Rabies

    Serum anti rabies merupakan salah satu imunisasi pasif yang dapat memberikan antibodi penetral lebih cepat sebelum antibodi alami yang dibuat oleh tubuh.

    Vaksin Rabies

    Biasanya pemberian vaksin rabies akan menimbulkan beberapa efek samping ringan, seperti pembengkakan di area suntik, ruam, demam ringan, sakit kepala, hingga nyeri otot. Umumnya dokter akan memberikan dua suntikan sekaligus, yakni :

    Globulin Imun Rabies

    Suntikan ini diberikan sebagai perlindungan segera saat vaksin mulai bekerja.

    Vaksin Rabies

    Diberikan secara bertahap sebanyak 4 dosis yakni pada hari-0, 3, 7, dan hari ke 14. Sementara untuk orang dengan imunitas rendah akan mendapatkan dosis tambahan pada hari ke-28.

    Pentingnya Suntik Rabies setelah Digigit Anjing

    Penyakit rabies merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan saraf, otot, hingga kematian. Virus rabies ini akan masuk kedalam tubuh melalui luka atau lapisan mukosa kulit, kemudian tersebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. 

    Virus rabies dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi rabies. Tidak hanya manusia, pemberian vaksin rabies ini sebaiknya juga diberikan kepada hewan peliharaan. Vaksin rabies akan merangsang tubuh untuk memproduksi antibodi sebagai penetral virus rabies.

    Setidaknya ada 5 hal yang menyebabkan suntik rabies setelah digigit anjing merupakan hal wajib, yaitu:

    1. Kita tidak pernah tahu apakah gigitan membawa virus rabies
    2. Sangat berbahaya membiarkan risiko rabies karena dapat menyerang sistem otak manusia
    3. Rabies dapat menyebar dari manusia ke manusia
    4. Kalaupun gigitan tidak mengandung rabies, suntik rabies dapat membuat tubuh lebih kebal
    5. Dengan suntik rabies, kita ikut membantu program pemberantasan rabies dan penularannya

    Kapan Harus Ke Dokter?

    Segeralah mencari perawatan medis jika Sahabat Sehat tergigit oleh hewan apapun, dan jika hewan yang menggigit terlihat gelisah serta dicurigai terinfeksi rabies. Bahkan jika Sahabat Sehat tercakar dari hewan peliharaan, dianjurkan tetap memeriksakan ke dokter

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal penting mengenai suntik rabies setelah digigit anjing sebagai upaya mencegah penyakit rabies. Jika Sahabat Sehat memerlukan vaksinasi rabies, segera manfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat. 

    Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Children’s Wisconsin. Rabies (for Parents) [Internet]. USA : Children’s Wisconsin; [cited 2021 Sep 09].
    2. Mayo Clinic. Rabies – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2019 [updated 2019 Dec 06; cited 2021 Sep 09].
    3. Kim S. Rabies: Types, Symptoms & Causes [Internet]. USA : Healthline. 2018 [updated 2018 Sep 17; cited 2021 Sep 09].
    4. World Health Organization. Rabies [Internet]. USA : World Health Organization. 2021 [updated 2021 May 17; cited 2021 Sep 09].
    Read More
  • Muncul Varian Baru Lagi? Berikut ini Fakta COVID-19 Varian MU

     

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

     

    Covid-19 merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan dan tengah menjadi pandemi di seluruh belahan dunia. Infeksi Covid-19 disebabkan oleh virus SARS-COV-2 dan pertama kali dilaporkan pada tanggal 1 Desember 2019 di Wuhan, China. Semenjak saat itu, virus Corona terus bermutasi dan muncul varian-varian baru lainnya.1

    Mutasi virus Corona dapat mengakibatkan semakin mudahnya penyebaran virus, tingkat keparahan gejala Covid-19, respon terhadap vaksinasi dan pengobatan yang telah diberikan, sensitivitas terhadap alat tes untuk mendeteksi varian baru, serta kesiapan fasilitas kesehatan untuk menangani jenis varian baru.

    Sahabat Sehat, Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) melakukan pendataan terhadap berbagai mutasi virus Corona menjadi 2 kelompok yaitu Varian of Interest (VOIs) dan Varian of Concern (VOCs).2

     

    Varian of Interest (VOIs) 

    VOI adalah varian SARS-COV-2 yang ditandai dengan mutasi asam amino yang menyebabkan perubahan fenotipe virus. Saat ini terdapat 4 VOI yang dinyatakan oleh WHO, yaitu :

    • Eta (atau yang disebut B.1.525, yang terdeteksi pertama kali di beberapa negara pada Desember 2020).
    • Iota (atau yang disebut B.1.526 yang terdeteksi pertama kali di US, Amerika pada November 2020).
    • Kappa (atau yang disebut B.1.627.1 yang terdeteksi pertama kali di India pada Oktober 2020).
    • Lamda (atau yang disebut C37, yang pertama kali ditemukan di negara Peru pada Desember 2020).
    • MU (atau yang disebut B.1.621, yang pertama kali ditemukan di negara Kolombia pada Januari 2021).2,3

     

    Varian of Concern (VOCs)

    VOC merupakan mutasi virus Covid-19 yang disertai dengan peningkatan kemampuan penularan sehingga terjadi perubahan gejala klinis yang kemungkinan lebih berat dibandingkan dengan varian virus sebelum mengalami mutasi, termasuk terjadi penurunan efektivitas pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis virus, perubahan tatalaksana dan pengobatan serta terjadi perubahan sensitivitas terhadap vaksinasi yang dilakukan. Berikut adalah beberapa varian virus yang digolongkan sebagai VOC oleh WHO :

    • Alpha (atau yang disebut dengan B.1.1.7, yang terdeteksi pertama kali di Inggris pada September 2020)
    • Beta (atau yang disebut dengan B1.351, B1.351.2, B.1.352.3 yang terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan pada Mei 2020).
    • Gamma (atau yang disebut dengan P.1, P.1.1, P1.2 yang pertama kali dideteksi di Brazil pada November 2020).
    • Delta (atau yang disebut B.1.617.2, AY.1, AY.2, AY.3 yang terdeteksi pertama kali di India Pada Oktober 2020).2,3

     

    Varian MU

    Sahabat Sehat, kini di varian MU atau B.1.621 adalah varian mutasi baru yang menjadi perhatian di dunia. Diberitakan bahwa varian MU telah menyebar ke lebih dari 40 negara di dunia. WHO mengungkapkan bahwa varian MU lebih berbahaya dan ‘kebal’ terhadap vaksin.

    Varian MU ini ditemukan pertama kali di Amerika Selatan dan Eropa. Saat ini tengah diselidiki dan dipelajari lebih lanjut mengenai varian baru ini untuk mengetahui kemampuan penyebarannya. Berikut ini hal yang harus diwaspadai dari varian virus MU :

    • Kemampuan penularan
    • Tingkat keparahan penyakit atau gejala yang ditimbulkan
    • Efektivitas vaksinasi terhadap varian virus MU
    • Efektivitas alat tes untuk mendeteksi varian virus MU serta pengobatan yang diberikan.4,5

     

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai informasi mengenai virus Covid-19 varian MU. Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan pemeriksaan Covid-19 dari Prosehat. Dapatkan promo ulang tahun 9.9 Prosehat untuk berbagai produk dan layanan imunisasi.

    Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    [CTA WA Maya Special 9.9]

     

    Referensi

    1. Sauer L. What Is Coronavirus? [Internet]. USA : John Hopkins Medicine. 2021 [updated 2021 May 27; cited 2021 Sep 06]. Available from: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus
    2. World Health Organization. Tracking SARS-CoV-2 variants [Internet]. USA : World Health Organization;  [cited 6 September 2021]. Available from: https://www.who.int/en/activities/tracking-SARS-CoV-2-variants/
    3. Hasibuan L. Seberapa Bahaya Covid Varian Mu Dibandingkan Delta? [Internet]. Indonesia : CNBC Indonesia. 2021 [updated 2021 Sep 04; cited 2021 Sep 06]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210904092712-37-273606/seberapa-bahaya-covid-varian-mu-dibandingkan-delta
    4. Suliman A. Here’s what we know about the mu variant [Internet]. USA : Washington Post. 2021 [updated 2021 Sep 03; cited 2021 Sep 06]. Available from: https://www.washingtonpost.com/world/2021/09/03/mu-coronavirus-variant-explained/
    5. Mediatama G. Ini sifat-sifat virus corona varian Mu yang masuk daftar varian of interest dari WHO [Internet]. Indonesia : Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [updated 2021 Sep 01; cited 2021 Sep 06]. Available from: https://newssetup.kontan.co.id/news/ini-sifat-sifat-virus-corona-varian-mu-yang-masuk-daftar-varian-of-interest-dari-who

     

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Niat baik saja tidak cukup. Banyak sekali penyebab donor darah ditolak oleh petugas PMI. Penolakan ini adalah demi kebaikan bersama. Karena walaupun melakukan donor darah banyak memberikan manfaat pada diri sendiri dan orang lain, namun jika sembarangan dapat berisiko tinggi bagi pendonor maupun […]

    5 Hal Ini Penyebab Donor Darah Ditolak oleh Petugas PMI

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Banyak Faktor Penyebab Donor Darah Ditolak di Palang Merah Indonesia

    Niat baik saja tidak cukup. Banyak sekali penyebab donor darah ditolak oleh petugas PMI. Penolakan ini adalah demi kebaikan bersama. Karena walaupun melakukan donor darah banyak memberikan manfaat pada diri sendiri dan orang lain, namun jika sembarangan dapat berisiko tinggi bagi pendonor maupun mereka yang menerima donor.

    Ada beberapa syarat yang perlu Sahabat Sehat penuhi sebelum mendonorkan darah. Mungkin ada sebagian dari Sahabat Sehat yang pernah ditolak saat ingin mendonorkan darah. Penasaran apa sebabnya? Mari simak penjelasan berikut.

    Manfaat Donor Darah

    Salah satu kegiatan PMI (Palang Merah Indonesia) yang paling dikenal oleh masyarakat di Indonesia adalah donor darah. Menyumbangkan sebagian darah untuk kemudian disalurkan kepada yang membutuhkan menjadi salah satu kegiatan sosial. Tidak hanya bagi penerima darah saja yang memiliki manfaat. Namun donor darah juga memiliki segudang manfaat yang dapat dirasakan oleh pendonor darah.

    Beberapa manfaat dari melakukan donor darah antara lain adalah:

    Menjaga kesehatan jantung

    Dengan melakukan donor darah, sirkulasi darah menjadi lebih lancar dan jantung terlatih memompa darah sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan zat besi dalam darah dan mengurangi resiko penyakit jantung.

    Membakar kalori

    Mendonor darah dapat membantu membakar kalori tubuh. Setiap mendonorkan 450 ml darah, dapat membakar 650 kalori dalam tubuh.

    Menurunkan resiko kanker

    Berdasarkan penelitian, mendonor darah dapat mengurangi resiko kanker hati, paru-paru, usus besar dan kanker tenggorokan.

    Meningkatkan produksi darah

    Mendonor darah dapat membantu merangsang produksi sel darah yang baru. Proses mendonorkan darah ini akan menjaga tubuh tetap sehat dan bekerja lebih efisien.

    Mengurangi stress

    Mendonorkan darah dapat membuat pikiran lebih tenang dan mengurangi stress sebab Sahabat Sehat dapat membantu sesama yang membutuhkan. Perasaan bahagia dapat membantu meningkatkan kesehatan psikologis.

    Memantau kesehatan secara berkala

    Sebelum melakukan donor darah maka tubuh akan dilakukan beberapa pemantauan kesehatan seperti pemeriksaan tekanan darah, berat badan, kadar hemoglobin, serta pemeriksaan penyakit seperti HIV, Hepatitis B, dan lainnya. Dengan melakukan donor darah, Sahabat Sehat juga dapat memantau kondisi kesehatan secara berkala.

    Namun demikian, tidak semua orang boleh melakukan donor darah. Juga tidak semua darah diterima oleh petugas PMI. Walaupun kebutuhan akan stok darah sangat tinggi, ada beberapa situasi dan kondisi yang menjadi penyebab donor darah ditolak di PMI maupun di rumah sakit.

    Faktor Utama Penyebab Donor Darah Ditolak

    Sebagian orang mungkin pernah ditolak saat ingin mendonorkan darah. Sahabat Sehat, berikut ini adalah beberapa kondisi yang tidak dianjurkan untuk melakukan donor darah:

    • Usia kurang dari 17 tahun atau lebih dari 65 tahun
    • Berat badan kurang dari 45 kilogram
    • Perempuan yang sedang hamil, menyusui atau haid.
    • Tengah mengkonsumsi obat-obatan
    • Telah menjadi pendonor dalam waktu kurang dari 3 bulan terakhir
    • Riwayat perjalanan 6 bulan terkahir pergi ke daerah/negara yang sedang terjadi wabah
    • Pendonor baru saja melakukan cabut gigi
    • Pendonor baru saja operasi kecil dalam 6 bulan terakhir
    • Pendonor baru saja operasi besar dalam 12 bulan terakhir.
    • Penderita HIV/AIDS atau ODHA
    • Menderita tuberculosis, sifilis, dan epilepsi
    • Ketergantungan obat atau alkohol
    • Baru menjalani vaksinasi virus hidup, seperti parotitis, measles, tetanus, kolera atau difteri
    • Baru satu minggu terbebas dari gejala gangguan alergi.
    • Penderita penyakit jantung, paru-paru dan kanker
    • Darah yang terlalu kental
    • Tekanan darah rendah dibawah 90/60
    • Tekanan darah tinggi diatas 140/90 mmHg.6-8

    Kondisi darah pasien yang terlalu kental akan ditolak oleh petugas PMK. Karena ada risiko terjadinya penggumpalan darah dan penyumbatan bagi orang yang menerima transfusi darah.

    Sahabat Sehat, itulah beberapa penyebab donor darah ditolak dan alasannya. Oleh sebab itu, jika memang ingin melakukan donor darah maka Sahabat Sehat wajib menjaga kesehatan tubuh. Caranya bisa dengan beristirahat yang cukup serta mengkonsumsi buah dan sayur. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat.

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Palang Merah Indonesia. Give Blood Save Life [Internet]. Indonesia :  Palang Merah Indonesia; [cited 24 Aug 2021].
    2. Indus Health. Surprising Facts & Benefits of Blood Donation [Internet]. USA : Indus Health Plus; [cited 24 Aug 2021].
    3. Omni Hospitals. Inilah 8 Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan [Internet]. Indonesia : Omni Hospitals; [cited 24 Aug 2021].
    4. Flavin B. 6 Surprising Health Benefits of Donating Blood [Internet]. USA : Rasmussen University. 2018 [updated 02 Jan 2018; cited 24 Aug 2021].
    5. Biggers A. The Benefits of Donating Blood [Internet]. USA : Healthline. 2019 [26 June 2019; cited 24 Aug 2021].
    6. Garmina R. 15 Kondisi yang Membuat Anda Ditolak Jadi Donor Darah [Internet]. Indonesia : Merah Putih. 2017 [updated 26 April 2017; cited 24 Aug 2021].
    7. World Health Organization. Who can give blood [Internet]. USA : World Health Organization; [cited 24 Aug 2021].
    8. Femina. Ini 12 Penyebab Anda Ditolak Menjadi Donor Darah [Internet]. Indonesia : Femina. 2018 [updated 15 Jan 2018; cited 24 Aug 2021].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Orang tua atau lansia lebih rentan terkena flu. Oleh sebab itu, pemberian vaksin flu untuk orang tua dan lansia menjadi hal yang wajib. Apalagi di usia tua, infeksi virus influenze dapat menyebabkan komplikasi kesehatan. Sebab kondisi sisitem kekebalan tubuh lebih rendah dibandingkan orang yang berusia lebih muda. Sangat […]

    Pentingnya Memberi Vaksin Flu untuk Orang Tua atau Lansia

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Manfaat Vaksin Flu untuk Orang Tua atau Lansia di Masa Pandemi

    Orang tua atau lansia lebih rentan terkena flu. Oleh sebab itu, pemberian vaksin flu untuk orang tua dan lansia menjadi hal yang wajib. Apalagi di usia tua, infeksi virus influenze dapat menyebabkan komplikasi kesehatan. Sebab kondisi sisitem kekebalan tubuh lebih rendah dibandingkan orang yang berusia lebih muda.

    Sangat penting juga agar Sahabat Sehat berhati-hati agar tidak terjadi kondisi twindemic yaitu kondisi ketika influenza dan Covid-19 menyerang tubuh secara bersamaan. Untuk mencegah influenza pada lansia, salah satu caranya adalah dengan memberikan vaksin influenza. Tetapi apakah vaksin influenza sepenting itu untuk lansia ? Mari simak penjelasan berikut.

    Cara Agar Orang Tua dan Lansia Tidak Terkena Flu

    Berikut adalah berbagai cara yang dapat Sahabat Sehat terapkan di rumah untuk mencegah infeksi influenza pada orang tua atau lansia yang Sahabat Sehat sayangi:

    • Bantu keperluannya, terutama apabila dia perlu ke fasilitas umum
    • Pastikan kebutuhan konsumsi makanan bergizi tercukupi
    • Pastikan istirahat (terutama tidur) cukup, dan berkualitas
    • Bersihkan rumah secara berkala agar tidak menjadi sarang vius
    • Bantu siapkan peralatan protokol kesehatannya seperti masker, dan hand sanitizer
    • Hindari bertemu orang luar, terutama yang tidak diketahui pasti kondisi kesehatannya

    Selain itu, untuk menjaga daya tahan tubuh dan agar siap terhadap virus flu, orang tua dan lansia sebaiknya diberikan vaksin influenza atau atau kerap disebut vaksin flu.

    Pentingnya Vaksin Flu untuk Orang Tua saat Pandemi

    Berdasarkan sebuah penelitian diketahui bahwa 2 dari 3 orang pasien Covid-19 yang kritis dan meninggal, telah mengalami infeksi bersamaan dengan infeksi influenza A H1N1. Angka kejadian kasus kritis akibat infeksi virus yang bersamaan dengan Covid-19 diketahui mencapai 35%.

    Selengkapnya: Dampak Infeksi Covid Disertai Flu

    Pada beberapa lansia yang memiliki riwayat penyakit dapat terlindungi dari influenza apabila menerima vaksinasi influenza. Beberapa manfaat yang didapat para orang tua dan lansia setelah mendapatkan vaksin flu antara lain:

    • Jika demam atau flu akan lebih cepat sembuh
    • Terhindar dari gejala pilek dan bersin-bersin yang umum dirasakan orang flu
    • Menghindari terjadinya Twindemic, suatu keadaan menderita covid dan flu secara bersamaan
    • Tubuh akan lebih bugar karena terhindar dari gejala-gejala flu yang menurunkan semangat kerja

    Efek Samping Vaksin Influenza

    Setiap vaksin tentu memiliki efek samping. Biasanya efek samping ini berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang efek sampingnya tidak terasa. Namun ada juga yang mengeluhkan efek samping yang cukup berat. Biasanya efek samping vaksin influenza akan hilang kurang dari 24 jam.

    Di Indonesia tersedia 2 jenis vaksin influenza, yaitu:

    Vaksin Influenza Trivalent

    Dapat melindungi tubuh dari 3 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2), dan 1 jenis influenza tipe B (salah satu antara Yamagata atau Victoria).

    Vaksin Influenza Quadrivalent

    Berperan dalam melindungi tubuh dari 4 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2) dan 2 jenis virus influenza tipe B (Yamagata dan Victoria).

    Vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak-anak dapat dilakukan setahun sekali.

    Sebuah penelitian membandingkan efek samping pemberian vaksin influenza dosis tinggi dan dosis standar. Efek samping kerap dialami pada pemberian vaksin influenza dosis tinggi. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin dialami pasca pemberian vaksin influenza :

    • Sakit kepala
    • Nyeri pada lokasi suntikan
    • Nyeri otot
    • Lemas.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal penting seputar vaksin flu untuk orang tua atau lansia. Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    1. Produk dijamin asli
    2. Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    3. Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    4. Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    5. Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    6. Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    • Alosaimi B. Influenza co-infection associated with severity and mortality in COVID-19 patients. Virology Journal volume 18, Article number: 127 (2021)
    • Centers for Disease Control and Prevention. Key Facts About Seasonal Flu Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention.2021 [updated 2021 June 08; cited 2021 Aug 27].
    • Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 27].
    Read More
  • Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi Ada cara mengajari anak pakai masker tanpa perlu memarahinya. Cara yang akan membuatnya senang hati pakai masker saat keluar rumah. Si kecil juga akan merasa harus pakai masker ketika berjumpa dengan mereka yang bukan orang tuanya. Penasaran bagaimana caranya? Yuk simak penjelasan berikut ini dan silahkan gunakan untuk mendidik […]

    Cara Mengajari Anak Supaya Mau Pakai Masker dengan Benar

    Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi

    Pendekatan Persuasif adalah Kunci Keberhasilan Cara Mengajari Anak Pakai Masker

    Ada cara mengajari anak pakai masker tanpa perlu memarahinya. Cara yang akan membuatnya senang hati pakai masker saat keluar rumah. Si kecil juga akan merasa harus pakai masker ketika berjumpa dengan mereka yang bukan orang tuanya.

    Penasaran bagaimana caranya? Yuk simak penjelasan berikut ini dan silahkan gunakan untuk mendidik si kecil agar terbiasa menggunakan masker dengan baik dan benar.

    Cara Mengajari Anak Pakai Masker dengan Baik dan Benar

    Seiring meningkatnya kasus Covid-19 pada anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) turut menghimbau agar anak mulai diajarkan menggunakan masker. Sebelumnya World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa anak yang berusia 12 tahun ke atas diperkenankan menggunakan masker, terutama jika berada di tempat umum dengan tingkat penularan Covid-19 yang tinggi. Sahabat Sehat, bagaimana cara mengajarkan anak menggunakan masker ? Mari simak penjelasan berikut.

    Perhatikan Usia Anak

    Anak berusia 12 tahun keatas diwajibkan menggunakan masker seperti orang dewasa, terutama ketika mereka tidak bisa menjaga jarak dari orang lain. Selain itu, kondisi tubuh anak lebih rentan dan lebih beresiko tertular Covid-19.
    Untuk kelompok anak usia 6-11 tahun, penggunaan masker dipertimbangkan berdasarkan beberapa hal berikut :

    • Intensitas penularan di suatu daerah
    • Kemampuan anak menggunakan masker
    • Ketersediaan masker
    • Pengawasan orang dewasa untuk membantu memakai dan melepas masker dengan aman.

    Sementara untuk kelompok anak yang berusia dibawah 5 tahun, belum dianjurkan menggunakan masker sebab anak belum mampu menggunakan masker dengan benar tanpa dibantu orang lain. Oleh sebab itu, hindarkan si kecil di bawah 5 tahun dari interaksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya.

    Selain itu, orang tua juga wajib melihat dampak menggunakan masker pada perkembangan belajar dan psikososial anak. Konsultasikan juga dengan guru serta tenaga kesehatan jika dirasa ada masalah jika anak menggunakan masker selama kegiatan belajar mengajar.

    Gunakan Cara Mengajar Penggunaan Masker Secara Persuasif

    Sahabat Sehat perlu mengajari pentingnya penggunaan masker. Ajari si kecil dengan pendekatan antara orang tua dengan anak. Agar Si Kecil mau menggunakan masker, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan beberapa hal berikut :

    Ajak Si Kecil Saat Memilih Masker

    Ketika Sahabat Sehat membeli masker, ajaklah Si Kecil memilih sendiri motif masker untuk dirinya. Selain itu, ajak Si Kecil membuat dekorasi tambahan pada masker seperti menuliskan inisial nama. Cara seperti ini akan menciptakan rasa kepemilikan anak terhadap masker yang digunakan.

    Memberi Contoh Menggunakan Masker

    Anak-anak umumnya selalu meniru tindakan orang tua. Jadi berikan Si Kecil contoh cara menggunakan masker, serta cara melepaskan masker setelah digunakan. Bukankah ada pepatah, cara paling baik mengajari anak adalah dengan menjadi contoh bagi si kecil. Jadi cara mengajari anak pakai masker bisa dilakukan dengan Sahabat Sehat disiplin menggunakan masker sehingga si kecil akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

    Beri Informasi Manfaat Menggunakan Masker

    Jelaskan dengan bahasa yang sederhana bahwa penggunaan masker dapat melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar dari Covid-19. Apabila Si Kecil kurang mengerti, berikan ilustrasi dari tayangan video agar mudah dipahami. Jika Si Kecil merasa takut, coba dengarkan pendapatnya lebih dahulu.

    Buat Jadwal Rutin Menggunakan Masker

    Langkah selanjutnya adalah dengan mengajak anak berlatih menggunakan masker. Cobalah meminta Si Kecil mengenakan masker selama di rumah dalam kurun waktu tertentu agar terbiasa. Berikan penghargaan, misal memberi cemilan kesukaannya jika Si Kecil berhasil menggunakan masker selama kurun waktu yang telah ditentukan.

    Pilih Masker yang Nyaman

    Anak yang tidak memiliki riwayat sakit apapun dapat menggunakan masker kain atau masker non-medis. Namun bagi anak yang memiliki riwayat penyakit tertentu, dianjurkan menggunakan masker medis. Sahabat Sehat perlu memastikan masker berukuran pas dan dapat menutupi area hidung, mulut dan dagu anak.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai tips mengajarkan Si Kecil menggunakan masker. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat.

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    • World Health Organization. Coronavirus disease (COVID-19): Children and masks [Internet]. USA : World Health Organization. 2020 [updated 2020 Aug 21; cited 2021 Aug 26].
    • Ikatan Dokter Anak Indonesia. FAQ Pemakaian Masker [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2020 [updated 2020 Mar 27; cited 2021 Aug 26].
    Read More
  • Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi Saat ini twindemic berupa infeksi covid disertai flu semakin naik. Gejalanya hampir mirip, yaitu pilek, bersin, dan hidung tersumbat. Banyak orang yang mengira dirinya hanya terkena flu, padahal ikut terpapar Covid. Ada juga yang mengira terkena Covid saja, padahal tubuh semakin lemah karena terkena flu saat terjangkit covid. Lantas […]

    5 Dampak Infeksi Covid Disertai Flu pada Tubuh Penderita

    Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi

    Anosmia dan Pilek Menjadi Gejala Infeksi Covid Disertai Flu

    Saat ini twindemic berupa infeksi covid disertai flu semakin naik. Gejalanya hampir mirip, yaitu pilek, bersin, dan hidung tersumbat. Banyak orang yang mengira dirinya hanya terkena flu, padahal ikut terpapar Covid. Ada juga yang mengira terkena Covid saja, padahal tubuh semakin lemah karena terkena flu saat terjangkit covid.

    Lantas apa ciri dari tubuh yang menderita twindemic covid diserta flu ini? Apa dampaknya pada tubuh? Bagaimana penangaan dan pencegahannya? Mari simak penjelasan berikut.

    Kasus Infeksi Covid Disertai Flu Kerap Terjadi

    Berdasarkan sebuah penelitian, sebanyak 71% pasien yang menderita Covid-19 rentan terinfeksi berbagai bakteri dan virus lain seperti virus influenza, Chlamydia pneumoniae, dan adenovirus. Infeksi bakteri dan virus yang bersamaan dengan Covid-19 meningkatkan risiko perawatan di rumah sakit dan meningkatkan angka kesakitan.

    Diketahui bahwa 2 dari 3 orang pasien Covid-19 yang kritis dan meninggal, telah mengalami infeksi bersamaan dengan infeksi influenza A H1N1. Angka kejadian kasus kritis akibat infeksi virus yang bersamaan dengan Covid-19 diketahui mencapai 35%. Oleh sebab itu, Sahabat Sehat harus menjaga tubuh agar terhindar dari Covid maupun virus influenza.

    Beberapa dampak infeksi covid jika disertai infeksi influenza antara lain adalah:

    • Gejala covid menjadi lebih parah, misal demam menjadi lebih panjang
    • Anosmia bisa disertai dengan pilek sehingga anosmia tidak disadari penderita
    • Gejala covid menjadi lebih lama daripada kebanakan orang lain yang terkena virus ini
    • Meningkatkan risiko butuh perawatan intensif
    • Risiko kritis hingga meninggal akibat paparan covid menjadi lebih tinggi

    Tips Menghindari Infeksi Covid yang Disertai Influenza

    Berikut adalah berbagai cara yang dapat Sahabat Sehat terapkan untuk mencegah infeksi influenza dan Covid-19 selama masa pandemi, yaitu:

    • Hindari berkontak langsung dengan seseorang yang terlihat sedang sakit
    • Menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter
    • Beristirahatlah sejenak di rumah jika kurang enak badan
    • Menggunakan masker untuk menutupi area wajah dan hidung
    • Menghindari membuka masker di tempat umum.
    • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir
    • Gunakan hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol setelah menyentuh benda di fasilitas umum.
    • Hindari menyentuh area wajah, apabila di luar rumah dan belum mencuci tangan
    • Membersihkan rumah secara rutin dan membuka jendela agar ventilasi udara tetap baik.
    • Menerima vaksin influenza
    • Konsumsi buah dan sayur, serta multivitamin
    • Istirahat yang cukup
    • Konsumsi air putih minimal 2 liter per hari.

    Pentingnya Vaksinasi Influenza

    Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4-6 minggu. Sedangkan bila anak berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak-anak dapat dilakukan setahun sekali.

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    1. Produk dijamin asli
    2. Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    3. Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    4. Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    5. Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    6. Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Ada banyak jenis vaksin influenza yang bisa dipiliha. Jika bingung harus ambil vaksin flu yang mana, silahkan cari jawabannya di: Bingung Ada Berapa Jenis Vaksin Influenza? Ini Jawabannya

    Itulah beberapa hal yang menjadi gejala infeksi covid disertai flu yang kerap terjadi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    • Alosaimi B. Influenza co-infection associated with severity and mortality in COVID-19 patients. Virology Journal volume 18, Article number: 127 (2021)
    • Centers for Disease Control and Prevention. Key Facts About Seasonal Flu Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention.2021 [updated 2021 June 08; cited 2021 Aug 27].
    • Anwar F. Waspada Flu Musiman, WHO Rekomendasikan Vaksin Flu Saat Wabah Corona [Internet]. detikHealth; [cited 2021 Aug 27].
    • Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 27].
    Read More
  • Pernah Ditolak Saat Donor Darah? Ternyata ini Penyebabnya

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

     

    Salah satu kegiatan PMI (Palang Merah Indonesia) yang paling dikenal oleh masyarakat di Indonesia adalah donor darah. Menyumbangkan sebagian darah untuk kemudian disalurkan kepada yang membutuhkan menjadi salah satu kegiatan sosial.1 Tidak hanya bagi penerima darah saja yang memiliki manfaat. Namun donor darah juga memiliki segudang manfaat yang dapat dirasakan oleh pendonor darah. 

    Ada beberapa syarat yang perlu Sahabat Sehat penuhi sebelum mendonorkan darah. Mungkin ada sebagian dari Sahabat Sehat yang pernah ditolak saat ingin mendonorkan darah, apa sebabnya ? Mari simak penjelasan berikut.2

     

    Manfaat Donor Darah

    Sahabat Sehat, berikut adalah segudang manfaat yang dapat diperoleh jika rutin melakukan donor darah :

    1. Menjaga kesehatan jantung

    Dengan melakukan donor darah, sirkulasi darah menjadi lebih lancar dan jantung terlatih memompa darah sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan zat besi dalam darah dan mengurangi resiko penyakit jantung.3-5

    1. Membakar kalori

    Mendonor darah dapat membantu membakar kalori tubuh. Setiap mendonorkan 450 ml darah, dapat membakar 650 kalori dalam tubuh. 3-5

    1. Menurunkan resiko kanker

    Berdasarkan penelitian, mendonor darah dapat mengurangi resiko kanker hati, paru-paru, usus besar dan kanker tenggorokan.3,4

    1. Meningkatkan produksi darah

    Mendonor darah dapat membantu merangsang produksi sel darah yang baru. Proses mendonorkan darah ini akan menjaga tubuh tetap sehat dan bekerja lebih efisien. 3-5

    1. Mengurangi stress

    Mendonorkan darah dapat membuat pikiran lebih tenang dan mengurangi stress sebab Sahabat Sehat dapat membantu sesama yang membutuhkan. Perasaan bahagia dapat membantu meningkatkan kesehatan psikologis. 3-5

    1. Memantau kesehatan secara berkala

    Sebelum melakukan donor darah maka tubuh akan dilakukan beberapa pemantauan kesehatan seperti pemeriksaan tekanan darah, berat badan, kadar hemoglobin, serta pemeriksaan penyakit seperti HIV, Hepatitis B, dan lainnya. Dengan melakukan donor darah, Sahabat Sehat juga dapat memantau kondisi kesehatan secara berkala.5

     

    Penyebab Donor Darah Ditolak

    Sebagian orang mungkin pernah ditolak saat ingin mendonorkan darah. Sahabat Sehat, berikut ini adalah beberapa kondisi yang tidak dianjurkan untuk melakukan donor darah :

    • Usia kurang dari 17 tahun atau lebih dari 65 tahun
    • Berat badan kurang dari 45 kilogram
    • Perempuan yang sedang hamil, menyusui atau haid.
    • Tengah mengkonsumsi obat-obatan
    • Telah menjadi pendonor dalam waktu kurang dari 3 bulan terakhir
    • Bepergian ke luar negeri atau ke daerah yang sedang terjadi suatu wabah penyakit minimal 6 bulan terakhir.
    • Pendonor baru saja melakukan cabut gigi, operasi kecil dalam 6 bulan terakhir atau operasi besar dalam 12 bulan terakhir.
    • Penderita HIV/AIDS atau ODHA
    • Menderita tuberculosis, sifilis, dan epilepsi
    • Ketergantungan obat atau alkohol 
    • Menjalani vaksinasi virus hidup, seperti parotitis, measles, tetanus, kolera atau difteri dalam 2 minggu terakhir.
    • Baru satu minggu terbebas dari gejala gangguan alergi.
    • Penderita penyakit jantung, paru-paru dan kanker
    • Darah yang terlalu kental, sehingga berisiko terjadinya penggumpalan darah dan penyumbatan bagi orang yang menerima transfusi darah.
    • Tekanan darah rendah dibawah 90/60, atau tekanan darah tinggi diatas 140/90 mmHg.6-8

     

    Sahabat Sehat, untuk menjaga kesehatan tubuh baik sebelum dan sesudah mendonorkan darah dianjurkan beristirahat yang cukup serta mengkonsumsi buah dan sayur. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat.  

     

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Palang Merah Indonesia. Give Blood Save Life [Internet]. Indonesia :  Palang Merah Indonesia; [cited 24 Aug 2021].
    2. Indus Health. Surprising Facts & Benefits of Blood Donation [Internet]. USA : Indus Health Plus; [cited 24 Aug 2021].
    3. Omni Hospitals. Inilah 8 Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan [Internet]. Indonesia : Omni Hospitals; [cited 24 Aug 2021].
    4. Flavin B. 6 Surprising Health Benefits of Donating Blood [Internet]. USA : Rasmussen University. 2018 [updated 02 Jan 2018; cited 24 Aug 2021].
    5. Biggers A. The Benefits of Donating Blood [Internet]. USA : Healthline. 2019 [26 June 2019; cited 24 Aug 2021].
    6. Garmina R. 15 Kondisi yang Membuat Anda Ditolak Jadi Donor Darah [Internet]. Indonesia : Merah Putih. 2017 [updated 26 April 2017; cited 24 Aug 2021].
    7. World Health Organization. Who can give blood [Internet]. USA : World Health Organization; [cited 24 Aug 2021].
    8. Femina. Ini 12 Penyebab Anda Ditolak Menjadi Donor Darah [Internet]. Indonesia : Femina. 2018 [updated 15 Jan 2018; cited 24 Aug 2021].
    Read More
  • Ini Berbagai Manfaat Rajin Minum Susu Bagi Lansia

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

     

    Menurut Badan Kesehatan Dunia atau disebut juga WHO (World Health Organization), lansia dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu usia pertengahan (usia 45 – 59 tahun), usia lanjut (usia 60 – 74 tahun), usia lansia tua (usia 75 – 90 tahun), dan usia sangat tua (usia > 90 tahun).

    Proses menua merupakan wajar bagi setiap manusia. Proses menua berlangsung secara alamiah, terus menerus dan berkesinambungan sehingga mempengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh secara keseluruhan. Faktor yang mempercepat proses penuaan dibedakan menjadi faktor internal yang ada di dalam tubuh, maupun faktor eksternal seperti salah satunya adalah asupan makanan.1

     

    Proses Perubahan Biologis Pada Lansia

    Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh seorang lansia :

    • Berkurangnya Massa Otot

    Tubuh mulai kehilangan massa otot, namun massa lemak bertambah. Selain itu, jumlah cairan tubuh berkurang sehingga kulit terlihat mengkerut dan kering. Tulang menjadi mudah rapuh dan rentan alami patah tulang.

    • Menurunnya Kemampuan Perasa

    Menurunnya fungsi indra perasa berkaitan dengan rendahnya kadar zink dalam tubuh, sehingga dapat berpengaruh pula pada berkurangnya nafsu makan.

    • Gangguan Penglihatan

    Usia lanjut kerap mengalami katarak, yang merupakan gangguan pada lensa mata akibat proses penuaan. Katarak pada usia lanjut sering dihubungkan dengan kekurangan vitamin A, C dan asam folat.

    • Gangguan Mengunyah

    Gigi-geligi yang mulai tanggal menyebabkan gangguan fungsi mengunyah yang mengakibatkan kurangnya asupan makanan pada lanjut usia.

    • Menurunnya Enzim Pencernaan

    Enzim yang berperan dalam sistem pencernaan mulai berkurang pada usia lanjut. Nafsu makan dan kemampuan penyerapan zat-zat gizi juga menurun terutama lemak dan kalsium. Menurunnya sekresi kelenjar ludah mengurangi kemampuan mengunyah dan menelan makanan.

    • Menurunnya Gerakan Usus

    Penurunan gerakan usus menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan, seperti perut kembung, nyeri perut, dan susah buang air besar. Hal ini menyebabkan menurunnya nafsu makan pada lansia.1

    Akibat berbagai hal yang terjadi pada tubuh lansia, maka Sahabat Sehat perlu memperhatikan asupan nutrisi sehari-hari. Salah satu asupan makanan yang dapat Sahabat Sehat berikan untuk lansia adalah susu.2

     

    Manfaat  Susu Bagi Lansia

    Susu merupakan salah satu sumber kalsium yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang lansia, dan turut mengandung vitamin D yang berperan dalam meningkatkan penyerapan kalsium ke dalam tubuh. Kekurangan kalsium dan vitamin D dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan rentan mengalami patah tulang. Berikut adalah berbagai manfaat susu bagi lansia :

    1. Mencegah Osteoporosis

    Lansia beresiko mengalami osteoporosis seiring dengan pertambahan usia. Kandungan vitamin D dalam susu juga membantu tulang menjadi lebih padat sehingga mencegah osteoporosis. Dalam satu gelas susu, mengandung hingga 306 mg kalsium yang dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium harian pada lansia. 3-5

    1. Menjaga Kesehatan Jantung

    Susu mengandung kalium yang dapat menjaga tekanan darah serta kerja otot jantung. Makanan dan minuman yang kaya akan kalium dapat mengurangi efek natrium didalam tubuh. Artinya, semakin banyak asupan kalium yang dikonsumsi, maka akan semakin banyak natrium yang keluar dari urin. 3-5

    1. Mencegah Osteoarthritis

    Osteoarthritis atau disebut juga dengan radang sendi, terjadi akibat kurangnya cairan pelumas sendi dan kondisi ini kerap dialami lansia. Kandungan kalsium, vitamin D serta protein dapat menurunkan resiko peradangan pada sendi.3-5

    1. Menjaga Massa Otot

    Protein merupakan salah satu nutrisi penting bagi lansia yang dibutuhkan untuk menjaga massa dan kekuatan otot, kesehatan tulang dan berbagai fungsi sistem gerak manusia lainnya. Susu merupakan salah satu sumber protein, yang dapat dikonsumsi lansia.2,3

    1. Menjaga Kesehatan Kulit

    Susu mengandung vitamin seperti riboflavin, vitamin B12 dan Vitamin A yang dapat membantu kesehatan dan kelembaban kulit, serta mengurangi kerutan halus.4,5

    Sahabat Sehat, dalam memilih susu untuk lansia sebaiknya perhatikan kandungan gula  dan lemak pada susu terutama jika memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes dan kolesterol.2

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai manfaat susu bagi lansia. Jika Sahabat Sehat memerlukan produk susu lansia, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dinas Kesehatan Kulon Progo. Gizi untuk Lanjut Usia [Internet]. Indonesia : Dinas Kesehatan Kulon Progo; [cited 26 August 2021].
    2. JPNN. 5 Manfaat Minum Susu untuk Lansia [Internet]. Indonesia : JPNN. 2020 [updated 14 March 2020; cited 26 August 2021].
    3. Bae M. Top Benefits of drinking Milk in Old Age [Internet]. USA : Medium. 2019 [updated 29 May 2019; cited 26 August 2021].
    4. The Daily Beacon. Milk For Older People: What Are The Benefits? [Internet]. USA : The Daily Beacon. 2021 [updated 12 April 2021; cited 26 August 2021].
    Read More
  • Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Janin dan Ibu Hamil

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Tahukah Bunda bahwa alunan musik sangat bermanfaat bagi ibu hamil? Alunan irama musik dipercaya dapat mempengaruhi suasana hati yang tidak stabil pada ibu hamil akibat perubahan hormon di masa kehamilan. Selain itu para ahli menganggap bahwa dengan mendengarkan jenis musik tertentu saat hamil dapat menunjang perkembangan otak janin. Sahabat Sehat, apa saja manfaat mendengarkan musik bagi janin dan ibu hamil ? Mari simak penjelasan berikut.

    Bisakah Janin Mendengarkan Musik ?

    Meski masih didalam kandungan, pendengaran Si Kecil sudah mulai terbentuk seiring mendekati waktu kelahirannya. Janin sudah mulai dapat mendengar saat usia kehamilan mencapai 23 minggu. Memasuki usia kehamilan 29 hingga 33 minggu, janin sudah mampu membuat tangisan atau suara keras lainnya.

    Oleh sebab itu bagi Sahabat Sehat yang tengah mengandung dianjurkan memberi rangsangan seperti mengajak Si Kecil berbicara sambil mengelus perut, atau mendengarkan musik yang menenangkan. Biasanya janin akan memberikan respon dari dalam kandungan dengan membuat gerakan tertentu. Sebuah penelitian mengungkapkan jika ibu hamil mendengarkan musik di masa kehamilannya, bayi menjadi lebih aktif dan peka dengan lingkungan sekitarnya setelah dilahirkan.

    Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Ibu Hamil

    Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai manfaat yang dapat Sahabat Sehat peroleh dengan mendengarkan musik selama hamil :

    1. Meredakan cemas dan stress 

    Perubahan hormon yang dialami ibu hamil kerap menimbulkan cemas dan stress. Ibu hamil yang mengalami stress dan depresi selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur, berat bayi lahir rendah, dan gangguan perkembangan kognitif Si Kecil. Mendengarkan musik dengan alunan lembut dan menenangkan adalah salah satu solusi untuk mengatasi stress di masa kehamilan.

    1. Mengatasi sulit tidur

    Irama lagu yang lembut dapat membantu tubuh dan pikiran ibu hamil lebih rileks. Sebuah studi membuktikan bahwa ibu hamil yang rutin mendengarkan musik selama 4 minggu berturut-turut memiliki kualitas tidur yang jauh lebih baik dibanding dengan mereka yang tidak mendengarkan musik sama sekali. 

     

    1. Menjaga tekanan darah stabil

    Salah satu komplikasi yang sering terjadi selama hamil adalah preeklampsia atau disebut juga keracunan kehamilan. Kondisi ini diakibatkan oleh tekanan darah ibu hamil yang tinggi sehingga menyebabkan plasenta kekurangan asupan darah dan oksigen. Berdasarkan penelitian, dengan mendengarkan musik yang lembut dapat membantu Sahabat Sehat menjadi lebih rileks dan tekananan darah menjadi stabil. Tentunya perlu diimbangi dengan istirahat yang cukup dan menjaga asupan makanan yang dikonsumsi.

    1. Meredakan nyeri saat hamil

    Efek relaksasi dari mendengarkan musik juga mampu membantu meredakan rasa nyeri yang sering muncul di masa kehamilan, seperti nyeri perut, nyeri punggung, hingga sakit kepala. Saat Sahabat Sehat mendengarkan musik yang disukai atau musik beralunan lembut, tubuh akan menghasilkan hormon endorfin yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami.

    Hal Penting Saat Mendengarkan Musik

    Jika Sahabat Sehat mendengarkan musik selama hamil, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut agar tidak berdampak buruk bagi kondisi ibu dan janin :

     

    • Hindari memutar musik dengan suara keras (> 80 db) yang diputar berulang sebab dapat berdampak pada pendengaran dan otak janin.
    • Volume musik yang dianjurkan untuk janin yakni sekitar 50-60 desibel atau sebesar suara normal saat berbicara.
    • Tidak diperkenankan untuk meletakan barang elektronik seperti handphone, perangkat musik atau loudspeaker secara langsung di perut selama masa kehamilan.
    • Musik dengan irama lambat, lembut, dan teratur seperti musik pengantar tidur ataupun musik klasik dianggap paling cocok untuk kesehatan ibu dan janin.

     

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai manfaat musik bagi janin dan ibu hamil yang dapat Sahabat Sehat jadikan panduan selama kehamilan. Jika Sahabat Sehat memiliki pertanyaan lain seputar kehamilan, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Baby Centre UK. Will my baby learn anything in the womb? [Internet]. UK : Baby Center UK; [cited 2021 Aug 26].
    2. Gordon S. Loud and Clear: What Your Baby Can Hear in Utero [Internet]. USA : Very Well Family. 2021 [updated 2021 June 14; cited 2021 Aug 26].
    3. International Forum for Wellbeing in Pregnancy. Listening to music during pregnancy: Myths and Facts – International Forum for Wellbeing in Pregnancy [Internet]. USA : International Forum for Wellbeing in Pregnancy; [cited 2021 Aug 26].
    4. The Asian Parent. 7 manfaat mendengarkan musik saat hamil, nomor 5 paling diharapkan semua orangtua [Internet]. Indonesia : The Asian Parent; [cited 2021 Aug 26].
    Read More
Chat Dokter 24 Jam