Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 81–90 of 778 results

  • Kebijakan untuk kerja dari rumah atau work from home telah diumumkan untuk menekan jumlah penyebaran penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Namun, terdapat sejumlah profesi yang tidak mungkin bekerja dari rumah seperti pekerja medis yaitu, dokter, perawat, pengantar barang, dan pekerjaan lainnya. Bekerja di tengah pandemik tentu bukan hal yang mudah, terlebih bila harus bertemu dengan […]

    6 Tips Menjaga Kesehatan bagi Sobat yang Tidak Bisa Kerja dari Rumah (WFH)

    Kebijakan untuk kerja dari rumah atau work from home telah diumumkan untuk menekan jumlah penyebaran penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Namun, terdapat sejumlah profesi yang tidak mungkin bekerja dari rumah seperti pekerja medis yaitu, dokter, perawat, pengantar barang, dan pekerjaan lainnya.

    Bekerja di tengah pandemik tentu bukan hal yang mudah, terlebih bila harus bertemu dengan banyak orang setiap harinya. Sehingga Sobat yang tidak dapat melakukan pekerjaannya dari rumah harus lebih menjaga kesehatan. Saat ini vaksin untuk COVID-19 masih belum ada, sehingga hal terbaik untuk mencegah penularan adalah mengurangi paparan pada virus. COVID-19 menular melalui kontak erat dan percikan saat batuk maupun bersin.1

    Berikut tips yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan dan terhindar dari COVID-19:

    1. Rutin mencuci tangan, biasakan untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir yang bersih selama minimal 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan sudahtercuci dengan bersih, termasuk telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku. Bila tidak tersedia, silahkan menggunakan hand-rub berbahan dasar alkohol minimal 70%. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, dan bila tangan terlihat kotor. Hindari menyentuh wajah baik sebelum maupun sesudah cuci tangan.
    1. Mengetahui etika batuk dan bersin, gunakan tisu atau bagian lipat dalam siku untuk menutup hidung dan mulut saat batuk maupun bersin, jangan gunakan tangan. Tisu yang digunakan sebaiknya segera dibuang ke tempat sampah dan cuci tangan setelahnya.
    2. Menjaga jarak dengan orang lain, jagalah jarak minimal 1 meter dari orang lain. Hindari kontak fisik dengan orang lain, cukup menyapa dengan lambaian tangan, anggukan kepala, atau membungkuk.
    3. Membersihkan barang-barang yang sering disentuh, membersihkan barang-barang yang digunakan setiap hari dengan disinfektan seperti meja, gagang pintu, handphone, dan keran air.
    4. Menerapkan pola hidup sehat:
    • Pola makan yang baik dan benar, biasakan untuk mengonsumsi makanan bergizi, pastikan untuk memenuhi kebutuhan makronutrien Sobat, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien seperti vitamin dan mineral juga yang banyak didapatkan dari buah dan sayuran. Selain makan, jaga pula hidrasi tubuh, konsumsi air putih sebanyak 2 liter atau 8 gelas sehari.
    • Cukup istirahat, tidur yang cukup karena regenerasi sel tubuh terjadi saat sedang beristirahat. Pastikan untuk tidur selama minimal 8 jam sehari agar sistem imun tetap prima.
    • Hindari stres, adanya pandemik dapat menyebabkan stres bagi beberapa orang baik orang dewasa maupun anak-anak. Cobalah untuk mengambil waktu sejenak dan ambil nafas yang dalam atau melakukan meditasi. Lakukan aktivitas yang membuat Anda santai dan lebih rileks. Berbicaralah dengan orang-orang sekitar. Hindari membaca atau mendengar berita mengenai pandemik secara terus-menerus.
    • Rutin berolahraga, olah raga yang rutin dapat meningkatkan kebugaran sistem jantung dan paru-paru Sobat. Lakukanlah olah raga minimal 150 menit selama satu minggu. Aktif bergerak dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana seperti membatasi duduk yang terlalu lama, memilih untuk naik tangga dibandingkan dengan eskalator, jalan kaki bila tujuan dekat, dan lain-lain.
    • Hindari rokok dan alkohol, rokok dapat menurunkan sistem imun tubuh karena zat kimia yang terkandung didalamnya mengandung banyak radikal bebas yang dapat menurunkan kerja sistem imun tubuh.
    1. Segera memeriksakan diri bila terdapat gejala, segera melakukan pemeriksaan bila Sobat mengalami demam, batuk, pilek, serta kesulitan bernapas. Gunakan masker hanya bila Sobat sakit, masker yang dapat digunakan adalah masker bedah atau masker N95 yang memiliki saringan untuk mencegah penularan virus.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html
    2. Advice for public [Internet].Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    3. Hand Hygiene to Prevent Infections – Journal of PeriAnesthesia Nursing [Internet]. Available from: https://www.jopan.org/article/S1089-9472(17)30247-2/fulltext
    4. Early Transmission Dynamics in Wuhan, China, of Novel Coronavirus–Infected Pneumonia | NEJM [Internet]. [cited 2020 Feb 4]. Available from: https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa2001316?query=featured_home
    5. A healthy lifestyle [Internet]. 2020. Available from: http://www.euro.who.int/en/health-topics/disease-prevention/nutrition/a-healthy-lifestyle
    6. Chaput J-P, Dutil C, Sampasa-Kanyinga H. Sleeping hours: what is the ideal number and how does age impact this? Nat Sci Sleep. 2018 Nov 27;10:421–30.
    7. Physical Activity Guidelines for American. 2nd ed. U.S. Department of Health and Human Services; 2018.
    8. Sato J, Takahashi I, Umeda T, Matsuzaka M, Danjyo K, Tsuya R, et al. Effect of alcohol drinking and cigarette smoking on neutrophil functions in adults. Luminescence. 2011;26(6):557–64.
    9. N95 Respirators vs Medical Masks for Preventing Influenza Among Health Care Personnel: A Randomized Clinical Trial | Infectious Diseases | JAMA | JAMA Network [Internet]. Available from: https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2749214
    Read More
  • Beberapa waktu belakangan ini, masyarakat seringkali dihebohkan dengan membeli antiseptik, hand sanitizer, sabun cuci tangan serta alkohol yang diyakini dapat membunuh virus penybab infeksi Corona. Lalu, apakah pembersih tubuh yang benar-benar efektif dapat membunuh virus Corona? Perlu Sobat ketahui, cairan pembersih seperti antiseptik, alkohol, hand sanitizer bahkan sabun mandi biasa secara teori dapat merusak struktur […]

    Ingat! Batasi Gunakan Hand Sanitizer Sampai 5 Kali

    Beberapa waktu belakangan ini, masyarakat seringkali dihebohkan dengan membeli antiseptik, hand sanitizer, sabun cuci tangan serta alkohol yang diyakini dapat membunuh virus penybab infeksi Corona. Lalu, apakah pembersih tubuh yang benar-benar efektif dapat membunuh virus Corona?

    Perlu Sobat ketahui, cairan pembersih seperti antiseptik, alkohol, hand sanitizer bahkan sabun mandi biasa secara teori dapat merusak struktur virus. Lantas, manakah yang lebih baik? Jawabannya semua baik, tergantung ketersediaan dan cara menggunakannya.

    Apabila memungkinkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, hal ini lebih direkomendasikan. Namun, apabila tidak dekat dengan sumber air, penggunaan alkohol ataupun hand sanitizer boleh digunakan.

    Sabun Biasa VS Sabun Antiseptik

    Penggunaan sabun antiseptik nyatanya sangat efektif untuk membasmi kuman seperti bakteri, virus dan juga jamur. Sabun antiseptik umumnya mengandung bahan aktif triclosan 0,1-0,45% atau triclocarbon yang lebih ampuh untuk membasmi kuman dibandingkan dengan sabun biasa. Namun, karena mengandung bahan kimia aktif maka tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan iritasi seperti kulit kering dan gatal apabila sering dipakai. Pada orang yang mempunyai kulit yang sensitif, maka akan menimbulkan dermatitis kontak iritan atau dermatitis kontak alergi. Namun, sejumlah penelitian menyatakan bahwa sabun biasa ternyata juga efektif untuk membunuh kuman, karena struktur virus yang terdiri dari lipid (lemak) dan protein dapat dirusak juga dengan sabun mandi biasa, minimal cuci tangan 20 detik dan dengan gerakan cuci tangan yang benar.

    Hand sanitizer Batasi Sampai 5 Kali

    Hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% dapat membunuh kuman, keuntungan hand sanitizer dibanding alkohol biasa karena hand sanitizer biasanya telah dilengkapi dengan kandungan pelembap sehingga tidak menyebabkan kulit kering.

    Namun ternyata, KEMENKES RI (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia) menyatakan bahwa penggunaan hand sanitizer lebih dari 5 kali berturut-turut dapat menyebabkan kuman menjadi resisten, sehingga setelah 5 kali penggunaan, tangan perlu tetap dicuci dengan sabun kemudian dibilas dengan air mengalir.

    Ditambah lagi, penggunaan alkohol diatas 60% memang terbukti efektif dalam membunuh kuman. Namun, penggunaannya diperlukan perhatian khusus, karena dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi, penyimpanan di rumah juga perlu perhatian khusus, jauhkan dari jangkauan anak-anak (hindari terhirup atau terminum oleh anak-anak) dan hati-hati karena alkohol mudah terbakar.

    Selain penggunaan antiseptik untuk mencuci tangan, berikut hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah infeksi virus Corona :

    1. Membersihkan lingkungan rumah (buka jendela rumah setiap pagi agar cahaya matahari masuk serta memperbaiki pertukaran udara).
    2. Bersihkan benda-benda yang sering digunakan (seperti gagang pintu, telpon selular, laptop) dengan menggunakan cairan antiseptik.
    3. Mandi setelah bepergian dari luar rumah.
    4. Apabila sedang sakit batuk dan pilek, gunakan masker penutup hidung dan mulut.
    5. Jangan sentuh bagian depan masker.
    6. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau dengan antiseptik lainnya setelah memegang benda.
    7. Hindari memegang wajah (mata, hidung dan mulut).
    8. Social distancing (hindari keluar rumah untuk hal yang tidak penting, hindari kerumunan).
    9. Jangan menggunakan pakaian yang telah dipakai berulang kali.
    10. Jaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang sehat (sayur, buah-buahan, suplemen multivitamin) serta istirahat yang cukup.
    11. Apabila terdapat gejala demam, batuk, sesak napas, serta riwayat berpergian keluar negeri (selama 14 hari terakhir) atau kontak dengan orang yang baru pulang dari luar negeri atau orang yang positif COVID-19 segera hubungi Dokter.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: Jesica Chintia Dewi

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Lodish H. Molecular cell biology. 4th ed. New York: W.H. Freeman; 2000.
    2. Yasemin Saplakoglu L. Researchers Map Structure of Coronavirus “Spike” Protein [Internet]. Scientific American. 2020 [cited 19 March 2020]. Available from: scientificamerican.com/article/researchers-map-structure-of-coronavirus-spike-protein/
    3. Cuci Tangan dengan Sabun dan Air Mengalir versus Hand sanitizer [Internet]. Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: promkes.kemkes.go.id/?p=2589
    4. Mohammed M. Why Alcohol-Based Hand sanitizers Are the Best to Use During the Coronavirus Pandemic [Internet]. The National Interest. 2020 [cited 19 March 2020]. Available from: nationalinterest.org/blog/buzz/why-alcohol-based-hand-sanitizers-are-best-use-during-coronavirus-pandemic-132977
    5. Advice for public [Internet]. Who.int. 2020 [cited 19 March 2020]. Available from: who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    6. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) – Prevention & Treatment [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prepare/prevention.html

     

    Read More
  • Maraknya Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), terdapat banyak hal yang dihimbau kepada masyarakat. Salah satunya mengenai self isolation pada seseorang yang memiliki riwayat berpergian atau tinggal di area transmisi lokal atau pernah kontak erat dengan pasien positif COVID-19 yang dilakukan secara volunter atau berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan untuk melakukan isolasi diri di rumah selama 14 hari […]

    7 Cara Melakukan Self Isolation yang Tepat saat Wabah Corona

    Maraknya Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), terdapat banyak hal yang dihimbau kepada masyarakat. Salah satunya mengenai self isolation pada seseorang yang memiliki riwayat berpergian atau tinggal di area transmisi lokal atau pernah kontak erat dengan pasien positif COVID-19 yang dilakukan secara volunter atau berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan untuk melakukan isolasi diri di rumah selama 14 hari atau sampai dikatakan negatif COVID-19. Kontak erat adalah seseorang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam satu ruangan dalam radius 1 meter dengan kasus pasien dalam pengawasan, probabel, atau konfirmasi COVID-19.

    Gejala klinis dari COVID-19 adalah gangguan pernapasan akut seperti demam serta gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan sesak nafas. Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan percik renik (droplet) saat batuk atau bersin.2 Bila Sobat disarankan untuk melakukan isolasi mandiri, berikut tips untuk melakukan isolasi di rumah:

    1. Tidak keluar dari rumah kecuali untuk mendapatkan pengobatan. Tetaplah berada di rumah. Jika harus keluar rumah, gunakan masker, hindari tempat ramai dan hindari menggunakan transportasi umum. Sebaiknya batasi orang-orang yang berkunjung.
    2. Pisahkan diri dari orang-orang sekitar yang tinggal serumah. Sebaiknya walaupun tinggal di rumah yang sama, pasien yang melakukan isolasi diri berada dalam ruangan yang terpisah dari anggota keluarga yang lain. Jaga jarak lebih dari 1 meter dengan orang yang sehat. Hindari penggunaan alat makan atau linen bersamaan, cucilah dengan air dan sabun setelah digunakan. Linen sebaiknya dipisahkan dari linen anggota keluarga yang lain, gunakan deterjen, dan suhu air 60-90
    3. Menggunakan masker. Gunakan masker yang dilengkapi dengan filter seperti masker bedah atau masker N95 untuk menyaring partikel yang keluar saat batuk atau bersin. Buang masker sehabis digunakan di tempat sampah.
    4. Melakukan etika batuk yang benar. Menutup batuk atau bersin dengan menggunakan tisu atau lipat dalam siku. Langsung membuang tisu di tempat sampah dan mencuci tangan.
    5. Sering mencuci tangan. Mencuci tangan dengan air dan sabun minimal selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan sudah tercuci dengan bersih, termasuk telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku. Bila tidak tersedia, silahkan gunakan hand-rub yang berbahan dasar alkohol diatas 70%. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, serta bila tangan terlihat kotor.
    6. Membersihkan benda yang sering disentuh setiap harinya. Bersihkan gagang pintu, meja, kursi, gadget, dan benda lain yang sering disentuh. Gunakan larutan pembersih atau lap. Sebaiknya gunakan sarung tangan saat membersihkan benda-benda tersebut.
    7. Melakukan observasi gejala. Memantau gejala klinis selama dilakukan isolasi diri, gejala yang perlu di perhatikan adalah demam disertai gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak nafas. Bila terjadi perburukan gejala segera menghubungi petugas kesehatan.

    Penyakit yang disebabkan oleh virus bersifat self limiting, yang artinya dapat sembuh dengan sendirinya. Sehingga penting juga untuk menguatkan sistem imun tubuh untuk membantu melawan penyakit. Istirahat yang cukup minimal 8 jam sehari. Perbanyak mengonsumsi makanan yang sehat seperti sayur dan buah. Minum air yang cukup sebanyak 2 liter atau 8 gelas setiap harinya. Rutin berolahraga bila tidak ada gejala penyakit, sebanyak 30 menit setiap harinya, 2 kali setiap minggu.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.
    2. Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet [Internet]. 2020 Jan 24 [cited 2020 Jan 27];0(0). Available from: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30183-5/abstract
    3. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 2020 Mar 20]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/guidance-prevent-spread.html
    4. Advice for public [Internet]. [cited 2020 Jan 27]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    5. N95 Respirators vs Medical Masks for Preventing Influenza Among Health Care Personnel: A Randomized Clinical Trial | Infectious Diseases | JAMA | JAMA Network [Internet]. [cited 2020 Feb 4]. Available from: https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2749214
    6. Hand Hygiene to Prevent Infections – Journal of PeriAnesthesia Nursing [Internet]. [cited 2020 Feb 4]. Available from: https://www.jopan.org/article/S1089-9472(17)30247-2/fulltext
    7. Physical Activity Guidelines for American. 2nd ed. U.S. Department of Health and Human Services; 2018.
    Read More
  • Sobat, semenjak ditemukannya pasien pertama yang terinfeksi virus Corona di Indonesia, maka masyarakat dihebohkan dengan berbagai macam antisipasi yang dapat menangkal masuknya virus Corona masuk ke dalam tubuh. Namun sayangnya, segala bentuk pencegahan kebanyakan masih sebatas mitos dan tidak diketahui sumber pastinya. Sebagai masyarakat yang peduli akan kesehatan, Sobat perlu memastikan sumber berita kesehatan tersebut […]

    5 Mitos yang Perlu Sobat Ketahui Tentang Virus COVID 19

    Sobat, semenjak ditemukannya pasien pertama yang terinfeksi virus Corona di Indonesia, maka masyarakat dihebohkan dengan berbagai macam antisipasi yang dapat menangkal masuknya virus Corona masuk ke dalam tubuh. Namun sayangnya, segala bentuk pencegahan kebanyakan masih sebatas mitos dan tidak diketahui sumber pastinya.

    Sebagai masyarakat yang peduli akan kesehatan, Sobat perlu memastikan sumber berita kesehatan tersebut apakah resmi dari badan kesehatan seperti Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) atau badan kesehatan Republik Indonesia atau KEMENKES RI.

    Virus corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-COV-2) merupakan virus yang menyerang saluran pernapasan yang menyebabkan infeksi COVID-19 yang dapat menyebabkan kematian karena dapat berakibat gagal napas. Virus ini dapat menyerang berbagai usia baik anak sampai dewasa.

    Infeksi virus corona ini sangat berbahaya, sehingga, muncullah berbagai macam mitos, antara lain:

    1. Antibiotik Bisa Cegah Virus Corona

    WHO menyatakan bahwa antibiotik tidak bekerja terhadap infeksi virus. Antibiotik hanya bekerja pada infeksi bakteri. Dengan kata lain, antibiotik tidak dapat mengatasi apalagi mencegah COVID-19. Pemberian antibiotik tentunya harus secara bijaksana dengan resep dokter. Penggunaan antibiotik secara sembarangan dapat menyebabkan resisten.

    Lalu, obat-obatan apa yang dapat mencegah infeksi virus corona? Sampai saat ini belum ada obat-obatan khusus yang dapat mencegah infeksi virus corona. WHO tidak merekomendasikan mengonsumsi obat-obatan termasuk antibiotik segai pencegahan COVID-19.

    1. Bawang Putih Ampuh Menangkal Virus Corona

    Bawang putih memang dikenal mempunyai segudang manfaat positif bagi kesehatan, seperti mencegah risiko terjadinya penyakit jantung, anti-tumor, anti infeksi bakteri dan menurunkan tekanan darah serta menurunkan gula darah.

    Namun, sampai saat ini belum ada penelitian yang mengatakan bahwa mengonsumsi bawang putih dapat mencegah infeksi virus corona.

    1. Paket dari Cina Dapat Membawa Virus Corona

    Bagi Sobat yang terbiasa belanja online mungkin sudah biasa menerima kiriman paket dari luar negeri, terutama Cina. Namun tak perlu was-was, seperti yang diketahui penyebaran virus corona dari manusia ke manusia dapat melalui droplet (bersin, batuk) serta kontak tubuh pada pasien yang positive COVID-19. Karakteristik dari virus corona tidak tahan lama hidup pada benda mati. Sehingga, menurut WHO menerima paket dari Cina cukup aman.

    1. Mandi Air Panas Dapat Membunuh Virus Corona yang Menempel di Badan

    WHO telah menyatakan bahwa mandi dengan air suhu panas tidak dapat mencegah terjangkitnya COVID-19. Mandi dengan air panas justru dapat membahayakan kulit karena dapat menyebabkan kulit menjadi kering, iritasi atau malah terbakar karena kulit tidak tahan dengan suhu yang terlalu panas.

    Mengingat cara penyebaran virus corona yang dapat terjadi akibat kontak dengan penderita positive COVID-19, baik dengan bersalaman atau dengan droplet (bersin dan batuk) dalam jarak dekat, maka mandi dengan air panas tidak dapat mencegah masuknya virus apabila kita tidak memerhatikan faktor pencegahan lainnya seperti mencuci tangan setelah memegang benda, menghindari orang dengan gejala batuk, bersin dan demam serta menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan yang sehat.

    1. Penyemprotan Alkohol di Seluruh Tubuh Efektif Mencegah Corona

    Masih menurut WHO, penyemprotan alkohol di seluruh tubuh tidak akan membunuh virus corona yang telah masuk ke dalam tubuh, sebaliknya malah akan berbahaya karena akan mengiritasi kulit serta melukai selaput lendir seperti mulut dan mata. Alkohol 60% dapat digunakan dengan menyemprotkannya ke tangan untuk mencegah virus masuk ke dalam tubuh. Namun, perlu diperhatikan, terlalu sering Sobat menyemprotkan alkohol ke tangan dapat menyebabkan kulit menjadi kering sampai timbul iritasi.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    DItulis Oleh: dr Jesica Chintia Dewi

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: who.int/health-topics/coronavirus
    2. Q&A on coronaviruses (COVID-19) [Internet]. Who.int. 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
    3. Myth busters [Internet]. Who.int. 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters
    4. Bayan L, Hossain Koulivand P, Gorji A. Garlic: a review of potential therapeutic effects. NCBI [Internet]. 2014 [cited 20 March 2020];v.4(1); Jan-Feb 2014. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4103721/
    5. Staff L. 13 Coronavirus myths busted by science [Internet]. livescience.com. 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: livescience.com/coronavirus-myths.html
    6. Lockerd Maragakis, M.D., M.P.H. L. Coronavirus Disease 2019: Myth vs. Fact [Internet]. Johns Hopkins. 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/2019-novel-coronavirus-myth-versus-fact
    Read More
  • Penyebaran infeksi Corona virus telah dinyatakan sebagai pandemi oleh badan kesehatan dunia atau WHO (World Health Organization). Arti dari pandemi adalah wabah yang menyerang hampir seluruh belahan dunia. Lalu bagaimana virus ini dapat menyebar dengan cepat? Seperti yang diketahui bahwa penyebaran virus corona disebabkan akibat kontak dengan penderita, baik dari droplet penderita (bersin atau batuk) […]

    Berapa Lama Virus Corona Hidup pada Benda di Sekitar Kita?

    Penyebaran infeksi Corona virus telah dinyatakan sebagai pandemi oleh badan kesehatan dunia atau WHO (World Health Organization). Arti dari pandemi adalah wabah yang menyerang hampir seluruh belahan dunia. Lalu bagaimana virus ini dapat menyebar dengan cepat?

    Seperti yang diketahui bahwa penyebaran virus corona disebabkan akibat kontak dengan penderita, baik dari droplet penderita (bersin atau batuk) maupun dari benda yang terkontaminasi droplet penderita lalu kita pegang dan kemudian masuk ke saluran pernapasan melalui hidung maupun mulut. Oleh sebab itu, menjaga jarak dengan pasien penderita COVID-19 atau pasien yang dicurigai menderita COVID-19 sangat diperlukan. Minimal jarak yang ditetapkan adalah 1 sampai 2 meter.

    Lalu, apakah virus corona dapat hidup di luar tubuh manusia dan berapa lamakah virus corona dapat bertahan di luar tubuh manusia? Jawabannya ya, virus corona dapat bertahan hidup di luar tubuh sel inang atau host (manusia atau hewan) namun tidak dapat berkembang biak di luar tubuh sel inangnya dan hanya bertahan beberapa waktu saja tergantung dari permukaannya.

    Penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases’ laboratory of Virology in the Division of Intramural Research di Hamilton, Montana menyatakan bahwa coronavirus yang disemprotkan ke udara menjadi partikel airborne dapat bertahan hidup di udara selama 1-3 jam. Hasil penelitian ini telah dicantumkan pada jurnal kedokteran New England Journal of Medicine pada 17 maret 2020. Artinya, ketika pasien dengan COVID-19 bersin atau batuk, partikel aerosol yang ada di udara dapat bertahan selama 1-3 jam.

    Sedangkan pada beberapa penelitian lainnya menyebutkan bahwa virus corona dapat bertahan hidup selama 4 jam pada besi, 24 jam bertahan hidup di atas permukaan kayu, dan lebih dari 3 hari dapat bertahan hidup pada permukaan plastik dan stainless steel. Tetapi ada banyak faktor yang dapat memengaruhi lama hidup virus corona di atas permukaan tersebut, antara lain suhu, kelembapan, paparan sinar matahari atau paparan suhu yang terlalu dingin.

    Oleh karena itu, Lembaga pusat pengendalian penyakit atau CDC (Centers for Disease control and Prevention) merekomendasikan untuk membersihkan permukaan benda yang sering digunakan setiap hari seperti telepon seluler, gagang pintu, toilet, dan komputer dengan menggunakan cairan pembersih, cairan antiseptik atau alkohol 70% untuk membunuh virus corona. Sehingga, secara tidak langsung dapat meminimalkan penyebaran virus corona. Selain itu, biasakan cuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir atau menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol setelah memegang benda atau permukaan benda.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Jesica Chintia Dewi

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Burhan E, Isbaniah F, Dwi Susanto A, Yoga Aditama T. Pneumonia COVID 19, Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. 1st ed. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia; 2020.
    2. Publishing H. Coronavirus Resource Center – Harvard Health [Internet]. Harvard Health. 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: health.harvard.edu/diseases-and-conditions/coronavirus-resource-center
    3. New coronavirus stable for hours on surfaces [Internet]. National Institutes of Health (NIH). 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: nih.gov/news-events/news-releases/new-coronavirus-stable-hours-surfaces
    4. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) – Environmental Cleaning and Disinfection Recommendations [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/community/organizations/cleaning-disinfection.html
    5. Writer Y. Here’s how long the coronavirus will last on surfaces, and how to disinfect those surfaces. [Internet]. livescience.com. 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: livescience.com/how-long-coronavirus-last-surfaces.html

     

    Read More
  • Saat membaca pemberitaan mengenai Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), seringkali digunakan istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Apakah Sobat sudah mengetahui perbedaanya? Kapankah harus memeriksakan diri ke Rumah Sakit? Mari simak artikel di bawah ini. COVID-19 adalah jenis penyakit baru yang ditemukan pertama kali di Kota Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019. […]

    Perbedaan Orang dalam Pemantauan dan Pasien dalam Pengawasan COVID-2019

    Saat membaca pemberitaan mengenai Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), seringkali digunakan istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Apakah Sobat sudah mengetahui perbedaanya? Kapankah harus memeriksakan diri ke Rumah Sakit? Mari simak artikel di bawah ini.

    COVID-19 adalah jenis penyakit baru yang ditemukan pertama kali di Kota Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan SARS-COV-2. Setidaknya ada dua jenis coronavirus lainnya yang menimbulkan gejala berat seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Gejala klinis dari COVID-19 adalah gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk, dan sesak nafas. Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan percik renik (droplet) saat batuk atau bersin.

    Berdasarkan definisi operasional yang keluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,

    • Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah:
      Seseorang yang mengalami demam (³38oC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan
      DAN
      Tidak ada penyebab lain berdasarkan gejala klinis yang meyakinkan
      DAN
      Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun dalam negeri.
    • Pasien dalam Pengawasan (PDP) adalah:
    1. Seseorang dengan demam (³38oC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan, pilek, gejala pneumonia ringan hingga berat.

    DAN

    Tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan

    DAN

    Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun dalam negeri.

    1. Seseorang dengan demam (³38oC) atau riwayat demam atau gejala gangguan sistem pernapasan DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau probabel COVID-19
    2. Seseorang dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) berat di area transmisi lokal di Indonesia yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.
    • Kasus konfirmasi adalah seseorang terinfeksi COVID-19 dengan hasil pemeriksaan laboratorium positif.
    • Kontak probabel adalah PDP yang diperiksa untuk COVID-19 tetapi tidak dapat disimpulkan.4

    Apabila ditemukan kasus PDP maka perlu dilakukan pemantauan dan penelusuran lebih lanjut terhadap kontak erat termasuk keluarga maupun petugas kesehatan yang merawat pasien. Kontak erat risiko rendah wajib dilakukan observasi selama 14 hari, apabila PDP dinyatakan negatif COVID-19 maka kegiatan pemantauan dapat dihentikan, bila PDP dinyatakan probabel/positif COVID-19 maka digolongkan sebagai kontak erat risiko tinggi. Kontak erat risiko tinggi wajib dilakukan observasi dan pengambilan spesimen oleh petugas laboratorium setempat, apabila hasil pemeriksaan laboratorium positif maka pasien dirujuk ke rumah sakit rujukan.4

    ODP wajib melakukan isolasi diri di rumah dan dilakukan pengambilan spesimen oleh petugas laboratorium setempat. ODP perlu dipantau secara berkala untuk dievaluasi apabila terjadi perburukan gejala selama 14 hari. Bila hasil pemeriksaan positif maka pasien di rujuk ke rumah sakit rujukan, begitu pula bila ODP memenuhi kriteria PDP selama pemantauan 14 hari tersebut segera di rujuk ke rumah sakit rujukan. Pemantauan yang dilakukan dalam bentuk pemeriksaan suhu tubuh dan skrining gejala harian yang dilakukan oleh petugas kesehatan setempat. Jenis pemeriksaan spesimen pada COVID-19 bisa diambil dari uji usap hidung, tenggorok, pemeriksaan dahak, dan jaringan saluran pernafasan. Spesimen dikirim ke laboratorium dan dilakukan pemeriksaan dengan metode spesimen Polymerase Chain Reaction (PCR).

    Kini setelah Sobat Sehat telah mengetahui perbedaan keduanya, yuk kita sama-sama lebih menjaga kesehatan pribadi dan selalu waspada. Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020.

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Coronavirus [Internet]. [cited 2020 Jan 27]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019
    2. Wuhan novel coronavirus: epidemiology, virology and clinical features [Internet]. GOV.UK. [cited 2020 Jan 27]. Available from: https://www.gov.uk/government/publications/wuhan-novel-coronavirus-background-information/wuhan-novel-coronavirus-epidemiology-virology-and-clinical-features
    3. Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet [Internet]. 2020 Jan 24 [cited 2020 Jan 27];0(0). Available from: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30183-5/abstract
    4. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.
    5. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 2020 Mar 19]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html

     

    Read More
  • Semakin hari berita seputar virus corona (COVID-19) semakin menyebar dimana-mana. Bahkan Presiden Jokowi sudah mengeluarkan kebijakan untuk  beraktivitas dari rumah, seperti belajar di rumah bagi para pelajar dan mahasiswa, serta pegawai juga melakukan tugasnya dari rumah atau dengan sistem online. Tak jauh berbeda dengan himbauan Presiden Jokowi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyarankan masyarakat dapat […]

    Social Distancing, Pentingnya Jaga Jarak 5 Langkah

    Semakin hari berita seputar virus corona (COVID-19) semakin menyebar dimana-mana. Bahkan Presiden Jokowi sudah mengeluarkan kebijakan untuk  beraktivitas dari rumah, seperti belajar di rumah bagi para pelajar dan mahasiswa, serta pegawai juga melakukan tugasnya dari rumah atau dengan sistem online.

    Tak jauh berbeda dengan himbauan Presiden Jokowi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyarankan masyarakat dapat melakukan social distancing atau pembatasan interaksi. Menurut Anies, kedisiplinan social distancing amat penting dan amat instrumental dalam menjaga agar penyebaran kasus COVID-19 bisa selesai.
    Social distancing juga sudah dilakukan sejumlah negara dalam penanganan virus corona. Lantas, apa yang dimaksud Social Distancing?

    Ada beberapa pendapat seputar Social Distancing, antara lain menurut Center for Disease Control (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit yang merupakan badan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, social distancing adalah menjauhi perkumpulan, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak antar manusia. Sementara menurut Katie Pearce dari John Hopkins University, social distance atau social distancing adalah sebuah praktek dalam kesehatan masyarakat untuk mencegah orang sakit melakukan kontak dengan orang sehat guna mengurangi peluang penularan penyakit.  Tindakan ini bisa dilakukan dengan cara seperti membatalkan acara kelompok atau menutup ruang publik, serta menghindari keramaian.

    JAGA JARAK LIMA LANGKAH

    Untuk memutus mata rantai penularan COVID-19, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Brian Prahastuti, menginstruksikan masyarakat mematuhi pembatasan sosial untuk menghindari penularan. Salah satu bentuk pembatasan sosial adalah menjaga jarak hingga lima langkah.

    “Social distancing artinya menjaga jarak sosial dengan orang lain yaitu lima langkah,” ujar Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, saat video conference yang ditayangkan melalui akun youtube saluran BNPB, Rabu (18/3).

    Hal ini tentu sejalan dengan WHO yang menyatakan bahwa masyarakat harus menjaga jarak minimal 2 meter dari orang lain ketika berinteraksi dan jangan bersentuhan.

    LANGKAH-LANGKAH SOCIAL DISTANCING

    1. Hindari berkumpul secara langsung dengan teman atau saudara.
    2. Tidak perlu mengunjungi pusat keramaian seperti mall atau tempat wisata.
    3. Jika terpaksa keluar rumah, usahakan TIDAK berjabat tangan dengan orang lain. Jika harus menggunakan fasilitas umum seperti KRL atau menekan tombol lift, sering-seringlah mencuci tangan.
    4. Jangan lupa terapkan etika batuk dengan benar yaitu menggunakan siku lengan sehingga partikel air liur (droplet) tidak menyebar.
    5. Jaga jarak dengan orang lain minimal 2 meter.

    Nah, Sobat Sehat, tentunya kita berharap COVID-19 segera berlalu dari Indonesia, agar kita bisa beraktivitas seperti semula. Melakukan social distancing termasuk langkah tepat untuk memutus mata rantai virus corona. Mungkin kita perlu meniru negara lain seperti Korea Selatan. Dilansir dari voa news, dampak suksesnya praktek social distancing di Korea Selatan terlihat dari negara ini yang tidak perlu melakukan lock down. Hal tersebut berimbas pada perekonomian negara tersebut yang cenderung lebih stabil jika dibandingkan Italia dan Iran.

    Oleh karena itu, yuk Sobat Sehat bersama-sama menerapkan social distancing, dan menyebarkan pentingnya manfaat social distancing.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Referensi:

    1. Cegah Corona dengan Social Distancing, Apa Itu? | Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 19 March 2020]. Available from: republika.co.id/berita/q7dnp7370/cegah-corona-dengan-social-distancing-apa-itu
    2. Apa Arti Social Distancing yang Disebut Bisa Mencegah Penyebaran Corona Baru? [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 19 March 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4203725/apa-arti-social-distancing-yang-disebut-bisa-mencegah-penyebaran-corona-baru
    Read More
  • Obat semakin mudah diperoleh melalui aplikasi e-commerce dan marketplace yang menawarkan berbagai kemudahan dalam transaksi online. Masyarakat lebih tertarik mencari dan membeli obat melalui internet karena akses yang mudah dan cepat. Harga beberapa obat online juga lebih murah dan dapat langsung dikirimkan ke rumah. Akan tetapi, berbanja obat online harus dilakukan dengan hati-hati.  Risiko membeli obat online: […]

    Bijak Berbelanja Obat Melalui Aplikasi Online

    Obat semakin mudah diperoleh melalui aplikasi e-commerce dan marketplace yang menawarkan berbagai kemudahan dalam transaksi online. Masyarakat lebih tertarik mencari dan membeli obat melalui internet karena akses yang mudah dan cepat. Harga beberapa obat online juga lebih murah dan dapat langsung dikirimkan ke rumah. Akan tetapi, berbanja obat online harus dilakukan dengan hati-hati. 

    Risiko membeli obat online:

    1. Kemungkinan obat yang dijual palsu
    • Alamat atau tempat pihak yang menjual obat tidak diketahui
    • Obat berasal dari sumber tidak jelas
    • Tidak ada jaminan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan
    1. Pasien tidak mendapatkan informasi lengkap terkait obat (cara pakai, dosis, efek samping), sehingga: konsumsi obat berlebihan, timbul efek samping, dapat menyebabkan keracunan/kematian.

    Obat aman menurut BPOM:

    • Obat diproduksi oleh industri farmasi resmi dengan alamat jelas
    • Terdapat Nomor Izin Edar, tanggal kadarluarsa, nomor bets, dan identitas produk lain. Daftar izin edar dapat dicek pada website BPOM (pom.go.id) datau aplikasi Cek BPOM/BPOM mobile.
    • Obat digunakan sesuai aturan yang tertulis pada kemasan atau petunjuk profesional kesehatan.
    • Obat diperoleh dari sarana resmi sehingga pasien dapat berkonsultasi terkait efek yang tidak diinginkan.

    BPOM menganjurkan agar cerdas dalam memilih produk dengan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa).

     

    Tanda-tanda yang perlu diperhatikan saat membeli obat online (FDA)
    Farmasi online palsu (penipu) Farmasi online yang aman
    Anda dapat membeli obat resep tanpa resep yang valid dari dokter Membutuhkan peresepan yang valid dari dokter atau profesional kesehatan lain yang memiliki izin
    Tidak menyediakan apoteker yang teregistrasi negara untuk menjawab pertanyaan Anda Farmasi teregistrasi oleh negara
    Menawarkan harga yang sangat rendah yang tidak rasional Menyediakan apoteker yang tergistrasi negara untuk menjawab pertanyaan Anda
    Mengirimkan spam atau e-mail untuk menawarkan obat murah Farmasi ada di dalam negara dan memberikan data alamat
    Menawarkan untuk mengirimkan obat ke seluruh dunia  

     

    Pertimbangan lain saat membeli obat online:

    • Pastikan cara pembayaran yang aman (terutama saat mengisi data pribadi)
    • Jangan tertipu Kalimat iklan tidak berarti apabila tidak berdasarkan bukti ilmiah.
    • Jangan self-diagnose. Hindari mencari gejala di internet dan hubungi dokter apabila membutuhkan pengobatan.
    • Laporkan situs yang menjual obat palsu.

    Referensi:

    1. Cerdas dalam Memilih Produk dengan Cek Klik dan Apk Cek BPOM [Internet]. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2019 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/17406/CERDAS-DALAM-MEMILIH-PRODUK-DENGAN-CEK-KLIK-DAN-Apk-CEK-BPOM.html
    2. Ariyulinda N. Urgensi Pembentukan Regulasi Penjualan Obat Melalui Media Online. Jurnal Legislasi Indonesia [Internet]. 2018 [cited 11 March 2020];15(1):37-48. Available from: http://e-jurnal.peraturan.go.id/index.php/jli/article/view/10/pdf
    3. Buying Online Drugs Safely [Internet]. UW Health. 2020 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.uwhealth.org/health/topic/special/buying-online-drugs-safely/abo1556.
    4. Jangan Membeli Obat Online [Internet]. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2019 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/17406/CERDAS-DALAM-MEMILIH-PRODUK-DENGAN-CEK-KLIK-DAN-Apk-CEK-BPOM.html
    5. How to Buy Medicines Safely From an Online Pharmacy [Internet]. U.S. Food and Drug Administration (FDA). 2018 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/how-buy-medicines-safely-online-pharmacy
    6. Medicines and Healthcare products Regulatory Agency. Know what you’re buying! [Internet]. Gov.uk. 2016 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.gov.uk/government/news/know-what-youre-buying

     

    Read More
  • Kemacetan, kesibukan, hingga rayuan diskon menjadi alasan banyak orang lebih memilih membeli kebutuhannya melalui belanja online. Jangan terlena atau terlalu asyik memilih barang-barang incaranmu, hingga lengah dan berakhir dengan rugi sendiri. Dengan tips belanja online dengan aman berikut ini, dijamin keasyikannya gak bakal berkurang. Apa saja sih? Pilih Situs Belanja Online yang Terpercaya Kenapa? Situs […]

    Trik Anti Rugi Belanja Online

    Kemacetan, kesibukan, hingga rayuan diskon menjadi alasan banyak orang lebih memilih membeli kebutuhannya melalui belanja online. Jangan terlena atau terlalu asyik memilih barang-barang incaranmu, hingga lengah dan berakhir dengan rugi sendiri.

    Dengan tips belanja online dengan aman berikut ini, dijamin keasyikannya gak bakal berkurang. Apa saja sih?

    • Pilih Situs Belanja Online yang Terpercaya

    Kenapa? Situs belanja online terpercaya biasanya sudah dilengkapi metode perlindungan yang terjamin keamanannya. Situs terpercaya sudah banyak kok di Indonesia. Pintar memilihnya ya!

    • Pilih Seller dengan Reputasi Terbaik

    Meski sudah “berselancar” di situs belanja online terpercaya, ada baiknya memilih seller yang terpercaya. Kebanyakan situs belanja online kini sudah menggunakan sistem reputasi untuk seller-nya, jadi pastikan kamu membeli dari seller yang memiliki reputasi tinggi.

    • Gunakan Rekening Bersama

    Dengan sistem ini, pembayaran tidak akan langsung ke penjual jika barang belum sampai ke pembeli sesuai deskripsi. Penjual baru bisa mendapatkan uang tersebut ketika pembeli sudah mengkonfimasi keberhasilan dari transaksi yang dilakukan. Kalau penjual “nakal”, maka uang akan kembali kepada pembeli.

    • Teliti Membaca Deskripsi Produk

    Belanja online tentu membuat konsumen tidak dapat melihat langsung kondisi fisik barang yang diincarnya. Jika tidak teliti membaca, bisa jadi kecewa. Jika sudah teliti dan masih tidak sesuai kondisi barang saat diterima, Anda bisa ajukan keluhan untuk meminta penggantian barang atau pengembalian uang.

    • Jangan Pakai Wifi Public Ya!

    Risiko yang paling sering terjadi  saat belanja online adalah pencurian identitas dan data pribadi oleh pihak tak bertanggung jawab. Salah satu cara menghindarinya, sebisa mungkin tidak menggunakan wifi public saat mengakses transaksi online. Lebih baik menggunakan jaringan internet pribadi lho!

    • Jangan Lupa Menyimpan Bukti Transaksi

    Ini sangat penting! Jangan pernah lupa menyimpan bukti transaksi. Jika perlu, simpan juga semua informasi detail terkait transaksi barang apa yang dibeli. Sudah siap belanja online dong?!

    • Hati-hati Dengan Social Engineering
      Tahukah bahwa jenis penipuan yang paling marak saat berbelanja online adalah rekayasa sosial atau social engineering. Para pelaku mengincar korban dengan mengaku sebagai karyawan situs belanja online, mengajak pembeli bertransaksi di luar situs, atau meminta data rahasia seperti PIN, password, dan kode OTP. Lindungi terus data rahasiamu dengan tidak memberikannya kepada pihak manapun.
    • Perhatikan Syarat dan Ketentuan Yang Berlaku
      Masing-masing situs belanja online memiliki syarat dan ketentuan dalam menyediakan layanannya. Pastikan kamu sudah membaca dan memahaminya sebelum bertransaksi. Situs-situs tersebut akan memberikan layanannya secara maksimal apabila kamu ikut mematuhi aturan yang berlaku.
    Read More
  • Belanja online sudah menjadi bagian dari keseharian kita saat ini. Alasan praktis, cepat dan mudah menjadi faktor utama para konsumen melakukannya. Namun tak jarang kita kecewa dengan layanan dari penjual (seller), layanan customer service maupun produk barang yang diterima tidak sesuai dengan harapan. Sobat Sehat yang sudah menjadi pelanggan setia ProSehat apakah pernah mengalaminya? Besar […]

    Kenali 8 Hak Konsumen Saat Belanja Online

    Belanja online sudah menjadi bagian dari keseharian kita saat ini. Alasan praktis, cepat dan mudah menjadi faktor utama para konsumen melakukannya. Namun tak jarang kita kecewa dengan layanan dari penjual (seller), layanan customer service maupun produk barang yang diterima tidak sesuai dengan harapan.

    Sobat Sehat yang sudah menjadi pelanggan setia ProSehat apakah pernah mengalaminya? Besar harapan kami tentulah jangan sampai Anda menerima layanan yang kurang berkenan. Untuk itu, Sobat perlu mengetahui lebih lanjut bagaimana cara aman belanja online serta trik menjadi konsumen yang cerdas. Simak ulasan berikut ini:

    Sebagai pembeli online, tahukah Sobat jika Anda memiliki hak-hak sebagai konsumen yang secara garis besar mempunyai perlindungan atau hak-hak yang sama dengan belanja offline. Namun, dalam transaksi jual beli/belanja secara online terdapat sejumlah pendekatan hukum perlindungan konsumen. Transaksi atau belanja online mengacu pada PP No.82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE). Peraturan pemerintah tersebut merupakan turunan Undang-Undang No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Perbedaan transaksi atau belanja online dan offline-lah yang mendasari dibuatnya Peraturan ini.

    Secara umum, ada 8 hak-hak konsumen belanja secara umum, antara lain:

    1. Hak memilih jasa/barang.
      2. Hak mendapat informasi atas barang/jasa yang akan dikonsumsi secara benar, jelas, dan jujur.
      3. Hak dilayani dengan perlakuan baik dan tidak diskriminasi.
      4. Hak atas kenyamanan, keselamatan dan keamanan, dalam mengonsumsi barang/jasa.
      5. Hak ganti rugi dan kompensasi.
      6. Hak didengar keluhan dan pendapatnya.
      7. Hak kondisi barang/jasa terjamin sesuai nilai tukar.
      8. Hak mendapat perlindungan hukum dan advokasi, serta upaya penyelesaian sengketa.

    Sebaliknya, para penjual online juga memiliki sejumlah kewajiban, yaitu:

    • Mempunyai itikad baik.
    • Memberikan informasi yang benar, jelas, jujur mengenai kondisi dan jaminan. barang/jasa, serta penjelasan penggunaan, perbaikan, dan pemeliharaan.
    • Melayani dengan baik, jujur, dan tidak diskriminatif.
    • Jaminan mutu barang/jasa sesuai standar yang berlaku.
    • Memberi kesempatan konsumen untuk menguji, mencoba, dan memberi jaminan atau garansi.
    • Memberi kompensasi, ganti tugi, dan penggantian atas kerugian akibat penggunaan.
    • Bila barang tidak sesuai dengan perjanjian, bersedia memberi kompensasi, ganti rugi dan penggantian.

    Nah, sebagai konsumen yang cerdas, tentu Sobat tak ingin kapok setelah berbelanja online bukan? Untuk berbelanja online yang aman, langkah pertama yang harus Sobat lakukan adalah memilih penjual online atau e-commerce yang sudah terpercaya. Lalu jika Anda terlanjur mengalami pengalaman buruk, tugas utama Sobat adalah mengumpulkan semua bukti transaksi dengan pelaku usaha online, kemudian apabila Anda masih ragu untuk melaporkan atau menempuh jalur hukum, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan penyedia jasa hukum sekaligus untuk mendapatkan dampingan hukum dari seorang praktisi hukum terutama yang memiliki bidang perlindungan konsumen.

    Selain itu, bagi Sobat Sehat yang masih setia berbelanja online di ProSehat, jangan ragu lagi untuk menerima layanan kami. Bahkan Anda bisa mendapatkan informasi kesehatan lainnya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Selamat belanja online di ProSehat.

    Referensi:

    1. hukumonline.com/klinik. 2020. Ulasan Lengkap : Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Belanja Online. [online] Available at: [Accessed 12 March 2020].
      2. beritajualbeli.com. 2020. Inilah 8 Hak Konsumen Belanja Di Online Shop – Beritajualbeli.Com. [online] Available at: [Accessed 12 March 2020].
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja