Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 71–80 of 963 results

  • Terapi donor plasma konvalesen belakangan ini banyak menyita perhatian jika dihubungkan dengan pandemi Covid-19. Hal itu karena metode yang satu ini bisa digunakan untuk membantu para pasien positif Covid-19 khususnya yang derajat berat. Awal adanya penggunaan metode ini adalah dari cuitan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengenai imbauan untuk mengampanyekan sedekah darah untuk terapi donor […]

    Terapi Donor Plasma Konvalesen, Dari Pengertian hingga Manfaat

    Terapi donor plasma konvalesen belakangan ini banyak menyita perhatian jika dihubungkan dengan pandemi Covid-19. Hal itu karena metode yang satu ini bisa digunakan untuk membantu para pasien positif Covid-19 khususnya yang derajat berat. Awal adanya penggunaan metode ini adalah dari cuitan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengenai imbauan untuk mengampanyekan sedekah darah untuk terapi donor ini.

    terapi donor plasma konvalesen, terapi plasma konvalesen, plasma konvalesen

    Baca Juga: 5 Mitos dan Fakta Donor Darah yang Sahabat Harus Tahu

    Alasan kampanye ini, menurut Ganjar, karena ada testimoni penyitas Covid-19 yang mengalami perubahan kondisi tubuh yang semakin membaik setelah melakukan terapi tersebut. Sebelum Ganjar, imbauan untuk menerapkan terapi ini juga sudah diutarakan oleh Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Pelayanan, Jajang Edi Priyatno. Ia meminta seluruh dinas kesehatan, baik di Provinsi Jawa Tengah maupun DI Yogyakarta untuk menerapkan terapi plasma konvalesen sebagai terapi tambahan bagi pasien Covid-19.

    Meskipun belum ada publikasi ilmiahnya, metode ini telah dipakai untuk perawatan pasien covid-19. Lalu sebenarnya apakah terapi plasma konvalesen itu? Yuk, Sahabat Sehat mari simak semua penjelasan di bawah ini yang berkaitan dengan terapi tersebut.

    Pengertian

    Dilansir dari Detik, epidemiolog lapangan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman yang juga tim ahli Satgas Covid-19 Banyumas, dr. Yudhi Wibowo, M.PH, menyatakan bahwa plasma konvalesen adalah plasma darah yang diambil dari pasien yang terdiagnosis Covid-19, dan sudah 14 hari dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19, yang ditandai dengan pemeriksaan PCR swab sebanyak 1 kali dengan hasil negatif.

    Terapi diberikan dari pasien Covid-19 yang sudah sembuh yang kaya akan antibodi poliklonal, yang kemudian ditransfusikan kepada pasien sebagai salah satu upaya pemberian terapi imun pasif dengan segera. Sederhananya adalah terapi ini dapat dipahami sebagai transfer antibodi antara penyintas suatu infeksi kepada orang yang sedang mengalami infeksi.

    Apakah Ini Merupakan Terapi Baru?

    Penggunaan plasma darah dalam pengobatan bukanlah hal baru sebab sudah dilakukan pada penderita penyakit yang pernah mewabah sepertu flu babi, Ebola, SARS, dan MERS.

    Bagaimana Cara Kerjanya?

    Terapi donor plasma konvalesen diberikan dengan cara mengambil plasma darah yang mengandung antibodi dari donor. Antibodi tersebut ditransfusikan kepada pasien yang membutuhkan. Dilihat dari konteksnya, dalam pandemi Covid-19, pemberian terapi merupakan tindakan yang memberikan antibodi sedangkan dalam kondisi bukan pandemi tindakan ini sebenarnya untuk memberikan faktor pembekuan darah.

    Baca Juga: 6 Alasan Pentingnya Rapid Swab Antigen yang Perlu Sahabat Ketahui

    Lalu Seperti Apa Efektivitasnya?

    Mengenai efektivitas PMI menyatakan bahwa terapi plasma konvalesen untuk pasien Covid-19 ini memiliki tingkat kesembuhan 99% sehingga para penyintas yang telah sembuh diharapkan mendonorkan darahnya untuk pengobatan pasien lain. Meski begitu, juga terdapat laporan-laporan yang menyatakan bahwa efektivitas terapi ini tidak membawa hasil yang baik.

    Apa Syarat dan Kriteria Pendonornya?

    Adapun syarat dan kriteria pendonor plasma konvalesen ini selain tentu saja sembuh dari Covid-19 sebagai penyintas, hal lainnya adalah tidak pernah ditransfusi. Pendonor sebaiknya adalah laki-laki karena jika perempuan, terutama telah menikah dan melahirkan, perlu diperiksa anti human leucocyt antigen (HLA), human neutrofil antigen (HNA), dan human platelet antigen (HPA) dalam tubuhnya.

    Hal selanjutnya berkaitan dengan umur, yaitu umur 18-60 tahun, dengan berat badan kurang lebih 59 kilogram serta memiliki tekanan darah 160/100 sampai dengan 110/70 mm Hg. Kemudian denyut nadi teratur 50-100 kali per menit dengan suhu tubuh kurang dari 37 derajat Celcius, serta memiliki kadar hemoglobin ≥12,5 s/d ≤17 gr/dl. Hal lainnya adalah:

    • Tidak mengonsumsi obat-obatan tertentu
    • Tidak sedang hamil atau menyusui bagi pendonor wanita
    • Tidak memiliki penyakit jantung dan epilepsi
    • Tidak mengidap penyakit infeksi menular seperti HIV, Hepatitis B dan C
    • Pernah didiagnosis positif Covid-19
    • Tidak menunjukkan gejala klinis Covid-19 selama minimal 14 hari sebelum donasi disertai dengan hasil negatif SARS-CoV-1 melalui naso/oro pharyngeal swab
    • Memiliki titer antibodi netralisasi SARS-CoV-2 setidaknya 1:160

    Setelah para pendonor memenuhi kriteria tersebut mereka akan diambilnya sampelnya untuk pemeriksaan golongan darah abo dan rhesus, pemeriksaan skrining antibodi, pemeriksaan uji saring infeksi menular lewat transfusi darah terhadap HIV, sifilis, Hepatitis B dan C, titer antibodi dan netralisasi antibodi, pemeriksaan hematologi, pemeriksaan total protein dan albumin.

    Manfaat yang Didapatkan

    Manfaat dari terapi plasma konvalesen ini adalah dapat menolong nyawa pasien Covid-19 dengan gejala berat dan mengancam jiwa. Supaya terapi ini berjalan efektif perlu adanya perkumpulan para penyintas Covid-19, dan perlunya sosialisasi massif mengenai pentingnya pendonor pasca sembuh dari infeksi Covid-19.

    Baca Juga: Bagaimana Cara Supaya Hasil Tes PCR Swab Negatif?

    Demikianlah mengenai terapi donor plasma konvalesen buat Sahabat Sehat yang menjadi penyintas Covid-19 untuk bisa mendonorkan plasma darah kepada mereka yang masih menderita penyakit ini terutama yang bergejala berat. Buat Sahabat yang sampai sekarang ini belum terkena Covid-19 sama sekali yuk tetap berperilaku 3M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. 6 Hal yang Perlu Diketahui soal Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 18 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/07/182000065/6-hal-yang-perlu-diketahui-soal-plasma-konvalesen-untuk-pasien-covid-19?page=all
    2. Kemenkes Dorong Penggunaan Terapi Plasma Konvalesen Pada Pasien COVID-19 [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 18 January 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20201210/5935955/kemenkes-dorong-penggunaan-terapi-plasma-konvalesen-pasien-covid-19/
    3. Anugrah A. Terapi Plasma Konvalesen untuk COVID-19 Makin Populer, Begini Cara Kerjanya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 18 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5317130/terapi-plasma-konvalesen-untuk-covid-19-makin-populer-begini-cara-kerjanya?single
    4. Widiyarti Y. Efektivitas Plasma Konvalesen Sembuhkan Covid-19 Capai 99 Persen [Internet]. Tempo. 2021 [cited 18 January 2021]. Available from: https://gaya.tempo.co/read/1409504/efektivitas-plasma-konvalesen-sembuhkan-covid-19-capai-99-persen
    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai pada Rabu, 13 Januari 2021. Penerima pertama vaksinasi adalah Presiden Joko Widodo yang kemudian diikuti oleh sejumlah pejabat negara dan pesohor publik. Meskipun BPOM dan MUI sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan halal, sejumlah masyarakat tetap menyatakan untuk menolak divaksinasi. Baca Juga: 5 Tips Agar Anak Tidak Takut Jarum […]

    Mengenal Trypanophobia atau Fobia Jarum Suntik Saat Vaksinasi Covid-19

    Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai pada Rabu, 13 Januari 2021. Penerima pertama vaksinasi adalah Presiden Joko Widodo yang kemudian diikuti oleh sejumlah pejabat negara dan pesohor publik. Meskipun BPOM dan MUI sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan halal, sejumlah masyarakat tetap menyatakan untuk menolak divaksinasi.

    tryphanophobia atau fobia jarum suntik

    Baca Juga: 5 Tips Agar Anak Tidak Takut Jarum Suntik

    Seperti dilansir CNN Indonesia, kebanyakan orang tidak mau divaksin adalah karena ragu dan takut terkait narasi seputar vaksin yang menyatakan mengenai proses pembuatan vaksin, efektivitasnya, dan efek samping, dan kemudian dibungkus dengan teori-teori konspirasi yang membuatnya menarik perhatian. Hal itu juga ditambah dengan kurangnya mengenai literatur kesehatan yang benar dan yang mudah dipahami oleh kelompok masyarakat yang tidak memiliki latar belakang kesehatan sama sekali. Jadilah, hal-hal ini yang cukup menghambat kampanye pemerintah untuk mengegolkan vaksinasi Covid-19 agar virus benar-benar dapat dicegah secara optimal.

    Namun dari semua alasan yang kebanyakan berhubungan dengan bahan, efektivitas vaksin, dan efek samping ada juga satu hal yang kerap luput dari perhatian semua orang, yaitu trypanophobia atau fobia terhadap jarum suntik. Hal inilah yang dialami oleh Ketua DPRD Kota Jambi, Putra Absor Hasibuan. Dilansir dari Gatra.com, politikus dari Partai Gerindra yang menjadi penerima pertama vaksin di Jambi itu gagal divaksin Covid-19 hanya karena dirinya mengalami ketakutan terhadap jarum suntik sehingga ia mengalami stres dan tekanan darahnya di angka 170. Yang bersangkutan juga mengidap Diabetes sehingga tidak dianjurkan divaksin.

    Produk Terkait: Jual Jarum Suntik

    Fobia terhadap jarum suntik kerap dianggap sebagai sesuatu yang remeh, dan tidak begitu menjadi perhatian. Padahal, jika dibiarkan hal ini akan menjadi permasalahan yang berlarut. Karena itu, tulisan kali ini akan membahas mengenai hal tersebut.

    Pengertian

    Dilansir dari Healthline, trypanophobia adalah ketakutan ekstrem terhadap prosedur medis yang melibatkan jarum suntik atau benda tajam lainnya. Biasanya yang mengalami hal ini adalah anak-anak karena mereka tidak terbiasa dengan sensasi kulit yang tertusuk benda tajam. Tidak hanya anak-anak orang dewasa pun dapat mengalami hal yang sama meskipun kebanyakan sudah bisa menoleransi hal tersebut. Rasa takut ini cukup kuat sehingga bisa menimbulkan kecemasan.

    Penyebab

    Penyebab fobia ini adalah sebagai berikut:

    • Mengalami trauma sebelumnya akibat objek atau situasi tertentu kerabat yang menderita fobia
    • Perubahan kimia otak
    • Fobia masa kecil yang muncul pada usia 10 tahun
    • Temperamen yang sensitif, menghambat, atau negatif
    • Belajar dari informasi dan pengalaman negatif
    • Fobia-fobia terhadap jarum suntik yang menyebabkan:
    • Pingsan atau pusing parah akibat reaksi refleks vasovagal saat ditusuk jarum
    • Mempunyai kenangan buruk dan kecemasan seperti ingatan akan suntikan yang menyakitkan yang dapat dipicu dengan melihat jarum
    • Ketakutan atau hipokondria terhadap medis
    • Kepekaan terhadap nyeri yang cenderung bersifat genetik dan menyebabkan kecemasan tinggi, tekanan darah, atau detak jantung selama prosedur medis yang melibatkan jarum
    • Ketakutan menahan diri

    Gejalanya

    Trypanophobia mempunyai gejala-gejala. Gejala-gejala ini muncul saat seseorang melihat jarum atau diberi tahu bahwa mereka harus menjalani prosedur yang melibatkan jarum. Gejala-gejalanya adalah sebagai berikut:

    • Pusing
    • Pingsan
    • Gelisah
    • Insomnia
    • Serangan kepanikan atau kecemasan
    • Tekanan darah tinggi
    • Detak jantung berpacu sangat cepat
    • Kasar secara emosional atau fisik
    • Menghindari atau melarikan diri dari perawatan medis

    Cara Mendiagnosis Fobia

    Fobia terhadap jarum suntik tentu saja dapat mengganggu kemampuan tenaga medis untuk melakukan vaksinasi apabila Sahabat mengalaminya. Karena itu, sangat penting untuk menanganinya. Pertama-tama dokter yang akan melakukan vaksinasi akan mengesampingkan penyakit fisik dengan melakukan pemeriksaan medis. Setelah itu, dokter akan merekomendasikan Sahabat untuk menemui spesialis perawatan kesehatan mental, dan spesialis akan mengajukan pertanyaan mengenai riwayat kesehatan mental dan fisik serta meminta Sahabat menjelaskan gejala-gejala yang dialami. Diagnosis ini ada jika memang jarum suntik benar-benar telah mengganggu kehidupan Sahabat.

    Baca Juga: Infodemik: Pengergtian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    Apakah Hal Ini Dapat Menyebabkan Komplikasi?

    Trypanophobia pada kenyataannya dapat menyebabkan komplikasi jika tidak segera ditangani. Stres dan ketakutan yang berlebihan ini bisa menyebabkan penundaan perawatan medis yang diperlukan terutama bagi Sahabat yang memiliki penyakit kronis yang harus segera ditangani.

    Bagaimana Cara Menanganinya?

    Pengobatan fobia ini tentu berbeda dari pengobatan secara fisik karena menyangkut masalah mental. Karena itu, pengobatannya meliputi psikoterapi, yaitu:

    • Terapi perilaku kognitif yang melibatkan ketakutan Sahabat terhadap jarum suntik untuk dieksplorasi. Terapis akan membantu Sahabat mempelajari berbagai cara untuk memikirkan ketakutan dan pengaruhnya. Ujungnya, Sahabat harus percaya diri dengan mampu menguasai pikiran dan perasaan.
    • Terapi pemaparan yang mirip dengan terapi perilaku kognitif, dan berfokus pada perubahan respons mental dan fisik dari rasa takut terhadap jarum suntik. Dalam terapi ini Sahabat akan diminta oleh terapis untuk melihat jarum kemudian meminta berdiri di samping jarum, memegang jarum, dan meminta membatyangkan diri disuntik dengan jarum.
    • Pengobatan adalah hal terakhir yang bisa dilakukan apabila Sahabat benar-benar dan tidak mau menerima psikoterapi. Obat yang disarankan adalah obat anti kecemasan dan obat penenang yang dapat membuat tubuh dan otak menjadi rileks sehingga mengurangi gejala. Obat juga dapat digunakan saat vaksinasi jika diperlukan untuk membantu mengurangi stres.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Itulah Sahabat mengenai trypanophobia atau fobia terhadap jarum suntik yang dapat saja muncul pada setiap orang karena ketakutan akan disuntik. Fobia ini sendiri ini tidak bisa dianggap sepele karena dapat menghambat upaya pemerintah dan tenaga medis dalam melakukan vaksinasi terutama vaksinasi Covid-19 yang minimal harus 70% populasi supaya pandemi dapat dikendalikan dengan optimal. Apabila Sahabat ingin mengetahui informasi tentang vaksinasi Covid-19 yang valid dan benar, Sahabat bisa berkonsultasi langsung dengan dokter-dokter di Prosehat. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Alasan di Balik Munculnya Orang yang Tak Percaya Vaksin [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 15 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210114160352-260-593802/alasan-di-balik-munculnya-orang-yang-tak-percaya-vaksin
    2. Nusantara S. Gagal Divaksin, Ketua DPRD Kota: Saya Takut Jarum Suntik | Kesehatan [Internet]. Gatra.com. 2021 [cited 15 January 2021]. Available from: https://www.gatra.com/detail/news/500918/kesehatan/gagal-divaksin-ketua-dprd-kota-saya-takut-jarum-suntik
    3. Trypanophobia: Test, Definition, and Causes [Internet]. Healthline. 2021 [cited 15 January 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/trypanophobia
    Read More
  • Kementerian Kesehatan berencana membuka jalur vaksinasi Covid-19 secara mandiri atau tanpa dibiayai negara. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI pada Kamis, 14 Januari 2021. Rencana ini disebutnya masih dalam tahap kajian. Kalaupun sudah bisa dijalankan, vaksinasi ini bukan untuk perorangan, melainkan untuk perusahaan […]

    Kementerian Kesehatan Membuka Opsi Vaksinasi Covid-19 Secara Mandiri untuk Mempercepat Pelaksanaan Vaksinasi di Indonesia

    Kementerian Kesehatan berencana membuka jalur vaksinasi Covid-19 secara mandiri atau tanpa dibiayai negara. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI pada Kamis, 14 Januari 2021. Rencana ini disebutnya masih dalam tahap kajian. Kalaupun sudah bisa dijalankan, vaksinasi ini bukan untuk perorangan, melainkan untuk perusahaan yang ditujukan bagi karyawan perusahaan tersebut.

    vaksinasi Covid-19 secara mandiri, vaksinasi Covid-19 mandiri, vaksinasi mandiri

    Baca Juga: Yuk, Sukseskan Vaksinasi Covid-19!

    Adapun tujuan vaksinasi mandiri ini, menurut Menkes, adalah agar vaksinasi dapat berjalan sesuai target dengan pembentukan kekebalan kelompok atau herd immunity sebesar 70%. Syarat penerimanya adalah tidak memiliki kontraindikasi terhadap vaksin dan melapor kepada pemerintah sehingga tidak terjadi tumpeng tindih. Selain itu, vaksin yang dibeli harus sesuai dengan standar WHO, dan disetujui oleh BPOM.

    Vaksinasi mandiri ini, menurut Kemenkes, rencananya bisa dimulai setelah penyuntikan terhadap tenaga kesehatan dan tenaga pelayanan publik selesai sehingga vaksinasi akan digelar bersamaan dengan vaksinasi gratis pada masyarakat. Namun di tempat terpisah Wamenkes, Dante Budi Saksono, menyatakan bahwa pemerintah tidak ada rencana sama sekali memberikan vaksinasi mandiri kepada pihak swasta. Prosedurnya adalah tetap harus menggunakan vaksinasi gratis dari pemerintah.

    Permintaan mengenai vaksinasi mandiri ini datang dari Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo supaya dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Untuk saat ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menjalankan program vaksinasi secara sistemastis melibatkan berbagai basis data dari Kemenkes, Biofarma, dan BPJS Kesehatan. Setiap individu yang akan divaksin telah terdata dalam basis data yang ada pada Sistem Informasi Aplikasi Satu Data Vaksinasi Covid-19. Individu yang sudah divaksinasi nantinya  juga akan kembali didata pada sistem tersebut.

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac

    Untuk masyarakat yang terdata sebagai penerima vaksin nantinya akan menerima SMS notifikasi untuk segera registrasi ulang. Pada saat registrasi ulang tersebut masyarakat dipersilakan memilih fasilitas kesehatan untuk vaksinasi beserta dengan jadwal pelaksanaan, dan kemudian akan mendapatkan tiket elektronik berupa QR code.

    Tiket elektronik ini nantinya akan digunakan sebagai persyaratan mendapatkan vaksin di fasilitas kesehatan disertai dengan menunjukkan KTP. Setelah selesai divaksinasi, masyarakat akan mendapatkan kode nomor dan sertifikat bahwa dirinya sudah divaksin.

    Demikianlah mengenai wacana Menkes mengenai vaksinasi Covid-19 secara mandiri, dan sebenarnya pernah direncanakan pada sebelum vaksinasi, dengan perincian pemerintah memberikan vaksin gratis bagi 30% warga sedangkan 70% sisanya harus membayar. Hal ini kemudian menimbulkan polemik sehingga pemerintah menggratiskan vaksinasi.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca-Vaksinasi Covid-19

    Nah, Sahabat Sehat apabila pemerintah sudah memulai vaksinasi massal jangan ragu dan takut untuk divaksinasi sebab vaksinasi itu baik dan perlu. Vaksinasi dapat melindungi diri Sahabat dan sekitar sehingga pencegahan terhadap Covid-19 dapat dilakukan secara optimal. Namun sembari menunggu vaksinasi, yuk tetap terapkan perilaku 3M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Menkes Buka Opsi Vaksin Covid-19 Mandiri, Diberikan bagi Perusahaan untuk Karyawan [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 January 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/01/14/18195281/menkes-buka-opsi-vaksin-covid-19-mandiri-diberikan-bagi-perusahaan-untuk
    2. Septiani A. Banyak Permintaan, Menkes Pertimbangkan Buka Jalur Vaksin Mandiri [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 15 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5334814/banyak-permintaan-menkes-pertimbangkan-buka-jalur-vaksin-mandiri
    3. Kemenkes Tutup Peluang Swasta untuk Vaksinasi COVID-19 Mandiri – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 15 January 2021]. Available from: https://tirto.id/kemenkes-tutup-peluang-swasta-untuk-vaksinasi-covid-19-mandiri-f9dq
    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah virus Covid-19 secara luas. Namun, hal itu tidak akan berjalan efektif dan sukses jika tidak didukung oleh semua elemen. Hal inilah yang diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin, saat melaksanakan kunjungan kerja ke Pengurus Besar PB IDI di Jakarta, 11 Januari 2021 dalam […]

    Yuk, Sukseskan Vaksinasi Covid-19 Secara Bersama-sama Agar Pencegahan Covid-19 Menjadi Optimal!

    Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah virus Covid-19 secara luas. Namun, hal itu tidak akan berjalan efektif dan sukses jika tidak didukung oleh semua elemen. Hal inilah yang diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin, saat melaksanakan kunjungan kerja ke Pengurus Besar PB IDI di Jakarta, 11 Januari 2021 dalam rangka menjalin silaturahmi dan menerima masukan dari IDI yang berkaitan dengan upaya-upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

    sukseskan vaksinasi Covid-19

    Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia Adalah 181,5 Juta Jiwa

    Menkes mengungkapkan bahwa mandat yang ia terima dari Presiden Jokowi, yaitu mensukseskan vaksinasi sebagai cara mengatasi pandemi Covid-19 adalah permasalahan yang tidak bisa dihadapi sendiri, dan harus dihadapi secara bergotong-royong, bersama-sama, dan inklusif dengan membangun gerakan masyarakat. Hal ini harus menjadi prioritas supaya timbul kepercayaan dari para pemegang kebijakan atau stakeholder.

    Menkes Budi berterima kasih kepada IDI atas dukungannya untuk mendorong tenaga kesehatan dalam menerima program vaksinasi Covid-19. Sebab, sebagai kelompok yang paling berisiko terpapar virus mereka harus menjadi kelompok yang terlindungi terlebih dahulu. Program imunisasi untuk vaksin Covid-19 adalah program ketiga imunisasi terbesar di Indonesia.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Dua program imunisasi sebelumnya, yaitu pemberantasan penyakit cacar pada 1972 dan kedua adalah pembasmian penyakit polio pada 1995 hingga 1997. Pemberantasan cacar yang dilakukan pemerintah pada dekade 1970-an sukses, dan dianggap sebagai salah satu keberhasilan yang dilakukan pemerintah. Hal serupa terlihat pada vaksinasi Polio. Sebanyak 25 juta anak di Indonesia umur 5-10 tahun divaksin Polio, dan berhasil hingga sampai tahun 2000.

    Produk Terkait: Layanan Imunisasi Polio ke Rumah

    Vaksinasi Covid-19  ini cukup berbeda dan diakui sulit karena dilakukan terhadap populasi yang amat besar, dan disarankan dilaksanakan pada wilayah-wilayah dengan penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi seperti Jakarta dan Surabaya. Oleh karena itu, dukungan semua pihak sangat diperlukan sehingga vaksinasi bisa sukses, dan Covid-19 benar-benar dicegah secara optimal.

    Baca Juga: Daftar Orang-orang yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Covid-19

    Yuk, Sahabat Sehat mari dukung pemerintah untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19 supaya Covid-19 benar-benar dapat dicegah secara optimal. Jangan ragu dan jangan resah untuk divaksinasi karena vaksin itu baik dan perlu. Vaksin tak hanya mencegah diri sendiri dari penyakit tetapi melindungi orang-orang sekitar Sahabat. Untuk itu, selalu menerimalah berita-berita mengenai vaksinasi dari sumber-sumber valid dan terpercaya, salah satunya dari Prosehat. Di sini juga Sahabat bisa berkonsultasi dengan para dokter mengenai pentingnya vaksin demi kesehatan Sahabat. Info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Menkes jalin kebersamaan, gotong-royong dengan IDI tanggulangi Covid-19 [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 13 January 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20210111/5636437/menkes-jalin-kebersamaan-gotong-royong-dengan-idi-tanggulangi-covid-19/
    Read More
  • Influenza, atau yang sering disebut sebagai flu, merupakan penyakit sistem pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza. Saat bersin atau batuk, penderita influenza mengeluarkan droplet yang mengandung virus dan dapat menyebar sampai radius 1 meter. Virus juga dapat menular melalui tangan yang terkontaminasi virus.1 Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis Meskipun biasanya […]

    Vaksin Influenza Trivalen atau Quadrivalen? Kenali Perbedaannya!

    Influenza, atau yang sering disebut sebagai flu, merupakan penyakit sistem pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza. Saat bersin atau batuk, penderita influenza mengeluarkan droplet yang mengandung virus dan dapat menyebar sampai radius 1 meter. Virus juga dapat menular melalui tangan yang terkontaminasi virus.1

    vaksin influenza trivalen atau quadrivalen

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Meskipun biasanya hanya menimbulkan gejala ringan dan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan, influenza dapat menyebabkan sakit berat hingga kematian. Sakit berat dan komplikasi lebih sering terjadi pada anak usia kurang dari 5 tahun, lansia, wanita hamil, dan juga orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu.2,3

    Vaksin influenza merupakan vaksin yang mampu melindungi Anda dari penyakit influenza dengan cara membentuk antibodi yang akan terbentuk 2 minggu setelah vaksinasi. Antibodi yang terbentuk akan mengurangi risiko Sahabat Sehat tertular penyakit flu dan mencegah terjadinya infeksi berat. Vaksin influenza disarankan untuk dilakukan 1 tahun sekali yang dapat dimulai sejak usia 6 bulan. Pada negara 4 musim, vaksin influenza disarankan untuk dilakukan sebelum musim dingin, sedangkan di Indonesia yang beriklim tropis influenza dapat terjadi kapan saja, sehingga vaksin dapat dilakukan sepanjang tahun.4,5

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Terdapat 2 jenis utama virus influenza yang menyebabkan penyakit flu, yaitu tipe A (H1N1 dan H3N2) dan tipe B (Yamagata dan Victoria).

    Di Indonesia terdapat 2 jenis vaksin influenza yang tersedia, yaitu:6

    • Vaksin influenza trivalen: melindungi dari 3 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2), dan 1 jenis influenza tipe B (salah satu antara Yamagata atau Victoria).
    • Vaksin influenza quadrivalen: melindungi dari 4 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2) dan 2 jenis virus influenza tipe B (Yamagata dan Victoria).

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Setiap tahunnya, World Health Organization (WHO) akan memberi rekomendasi kandungan strain vaksin influenza trivalent (salah satu antara Yamagata atau Victoria), sesuai dengan survei yang telah dilakukan untuk menentukan kira-kira virus tipe B mana yang sedang beredar. Sedangkan vaksin influenza quadrivalen memiliki kedua virus tipe B. Semakin banyak strain virus yang terkandung dalam vaksin, semakin baik kemampuan proteksinya. Dengan begitu, vaksin influenza quadrivalen memiliki jangkauan perlindungan yang lebih luas dibandingkan dengan vaksin influenza trivalen. Meskipun begitu, vaksin influenza trivalen masih dirasa cukup untuk melindungi dari virus flu. Jika Sahabat Sehat sudah mendapat 1 dosis vaksin trivalen, tidak perlu untuk mendapat vaksin quadrivalen, kecuali memang diindikasikan untuk mendapat lebih dari 1 dosis. Anda hanya perlu mengulang vaksin influenza 1 tahun kemudian.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Apabila Sahabat ingin vaksinasi flu Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Daftar Pustaka

    1. World Health Organization. Influenza (seasonal). 2018. Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza (flu). 2019. Available at: https://www.cdc.gov/flu/about/index.html
    1. Mayo Clinic. Influenza (flu). 2020. Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/flu/symptoms-causes/syc-20351719
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Key fact about flu vaccines. 2020. Available at: https://www.cdc.gov/flu/prevent/keyfacts.htm#benefits
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza what  you need to know. 2019. Available at: https://www.cdc.gov/flu/about/keyfacts.htm
    4. Centers for Disease Control and Prevention. Types of influenza viruses. 2019. Available at: https://www.cdc.gov/flu/about/viruses/types.htm
    5. immunization Action Coalition. Ask the expert influenza. 2020. Available at: https://www.immunize.org/askexperts/experts_inf.asp
    Read More
  • Bagaimana cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19? Tentunya hal ini menjadi pertanyaan para Sahabat mengingat hipertensi atau penyakit darah tinggi merupakan salah satu penyakit komorbid yang memungkinkan para penderitanya mudah terkena Covid-19. Data dari Satgas Covid-19 pada Oktober lalu menyatakan bahwa dari 1.488 pasien virus Corona sebanyak 50,5% di antaranya adalah penderita hipertensi. Baca Juga: Inilah […]

    Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Bagaimana cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19? Tentunya hal ini menjadi pertanyaan para Sahabat mengingat hipertensi atau penyakit darah tinggi merupakan salah satu penyakit komorbid yang memungkinkan para penderitanya mudah terkena Covid-19. Data dari Satgas Covid-19 pada Oktober lalu menyatakan bahwa dari 1.488 pasien virus Corona sebanyak 50,5% di antaranya adalah penderita hipertensi.

    cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19

    Baca Juga: Inilah Orang-orang yang Rentan Tertular Virus Covid-19

    Berdasarkan penuturan dari Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes, hipertensi adalah penyakit katastropik yang tidak dapat disembuhkan melainkan dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko. Jika pencegahan dan pengendalian tidak dapat dilakukan, hal tersebut dapat menimbulkan terjadinya kasus hipertensi baru yang dampaknya cukup besar.

    Penyebab Penderita Hipertensi Mudah Terkena Covid-19

    Lalu mengapa penderita hipertensi mudah terkena Covid-19? Hal ini disebabkan penyakit darah tinggi umumnya berkaitan dengan faktor usia lanjut dan komplikasi masalah kesehatan lainnya. Selain itu, karena pada beberapa pasien hipertensi telah mengalami perburukan beberapa organ penting dalam tubuh, seperti ginjal, saraf, dan pembuluh darah. Pada umumnya tidak ada gejala khas tertentu yang ditunjukkan karena memang pada dasarnya penyakit tekanan darah tinggi merupakan jenis penyakit yang tidak bergejala. Orang yang memiliki hipertensi akan merasa sakit apabila tekanan darah sistoliknya sudah lebih dari 180 mmHg, biasanya ditandai dengan gejala pusing, sakit kepala yang menjalar ke tengkuk belakang, atau bahkan ada yang mengarah ke gejala stroke, sehingga bisa tertutupi dengan gejala Covid-19 itu sendiri.

    Baca Juga: Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19 

    Lalu Bagaimana Cara Penanganannya?

    Kementerian Kesehatan sendiri sudah membuat kebijakan-kebijakan untuk menangani kasus hipertensi ini, yaitu:

    • Mengembangkan dan memperkuat kegiatan deteksi dini hipertensi secara aktif (skrining)
    • Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan deteksi dini melalui kegiatan posbindu PTM
    • Meningkatkan akses penderita terhadap pengobatan hipertensi ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan, baik secara online maupun offline, yang berkaitan dengan situasi pada masa pandemi Covid-19

    Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Berikut ini adalah cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19, yaitu:

    Ikuti rencana pengobatan untuk hipertensi

    Hal pertama adalah konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang biasa merawat Sahabat mengenai rencana perawatan hipertensi selama pandemi. Penggunaan obat-obatan jangka panjang sangat disarankan untuk dapat mengurangi keparahan Covid-19 dan meningkatkan kelangsungan hidup. Lakukan pengobatan antihipertensi rutin untuk mencegah kunjungan ke rumah sakit yang berisiko terpapar virus. Perbanyaklah persediaan obat-obatan penting di rumah untuk mengobati penyakit ringan.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Lakukan tindakan pencegahan dan keamanan COVID-19

    Tetap di rumah dan batasi kontak dengan orang lain sebisa mungkin dengan menghindari keramaian dan siapa pun yang sedang sakit. Selalu kenakan masker saat pergi keluar, dan jaga jarak minimal 1,5 meter dari orang lain. Sering-seringlah mencuci tangan dengan air hangat dan sabun setidaknya selama 20 detik atau gunakan pembersih berbasis alkohol. Disinfeksilah permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu dan meja dapur.

    Konsumsi makanan yang sehat untuk jantung

    Diet jantung yang sehat dapat menyembuhkan dan mengubah tubuh Sahabat. Pola makan yang menyehatkan jantung mengandung banyak lemak baik dan kalium, bersama dengan natrium (garam) dan lemak jahat dalam jumlah rendah. Pola makan DASH atau diet Mediterania yang banyak mengandung buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian adalah contoh pola makan yang efektif untuk menurunkan tekanan darah. Mengonsumsi makanan dengan pola diet Mediterania bisa mengurangi risiko penyakit jantung hingga 30%. Karena, makanan yang dianjurkan dalam diet tersebut kaya akan minyak zaitun, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan ikan, rendah daging merah atau olahan, sehingga baik untuk dikonsumsi pasien dengan hipertensi.

    Selain itu, ubahlah pola makan sebagai berikut:

    • Meningkatkan asupan serat larut dari makanan, seperti sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan gandum.
    • Menghilangkan lemak trans buatan yang ditemukan dalam makanan olahan dan kemasan, seperti yang terkandung dalam kue kering.
    • Mengonsumsi gula, bersama dengan vitamin dan mineral yang ditemukan secara alami pada buah-buahan.
    • Mengonsumsi lemak baik atau tak jenuh yang terdapat pada makanan, seperti kacang-kacangan, zaitun, alpukat, dan ikan.

    Berolahragalah secara teratur

    Olahraga teratur membantu Sahabat menjaga berat badan yang sehat, membakar lemak tubuh, menurunkan tekanan darah dan gula darah. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko hipertensi dan penumpukan plak pada pembuluh darah. Kehilangan 5-10% berat badan Sahabat berdampak signifikan pada kesehatan. Jika Sahabat belum pernah berolahraga lebih awal, mulailah perlahan sampai Sahabat membangun rutinitas dan stamina. Usahakan untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang selama 30 menit setidaknya 2-3 kali seminggu. Diskusikan dengan dokter sebelum memulai rutinitas kebugaran baru.

    Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol

    Hilangkan kebiasaan merokok karena dapat meningkatkan tekanan darah, merusak lapisan arteri, serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan menambah kalori ekstra, dan menyebabkan kenaikan berat badan. Pria seharusnya tidak lebih dari dua minuman, dan wanita harus membatasi asupan alkohol mereka menjadi satu minuman per hari.

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Demikianlah mengenai cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19. Semoga cara-cara ini dapat membantu Sahabat yang sedang terkena penyakit tersebut atau teman dan kerabat yang sedang mengalaminya. Apabila Sahabat menginginkan informasi lanjutan mengenai hipertensi dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20201013/5535336/132-persen-pasien-covid-19-meninggal-memiliki-penyakit-hipertensi/
    2. Media K. Tekanan Darah Tinggi Memperburuk Covid-19, Ini Alasannya! [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/10/14/182556020/tekanan-darah-tinggi-memperburuk-covid-19-ini-alasannya
    3. Maarif N. Pengidap Hipertensi Berisiko Tinggi Komplikasi COVID-19, Cegah dengan Ini [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4984893/pengidap-hipertensi-berisiko-tinggi-komplikasi-covid-19-cegah-dengan-ini
    4. Hipertensi dan Penanganannya – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/hipertensi-dan-penanganannya
    5. 5 Tips to Manage Your High Blood Pressure During COVID-19 | Los Gatos Doc Primary Care & Family Practice [Internet]. Los Gatos Doc Primary Care & Family Practice | Los Gatos Family Physician | Primary Care Clinic & Family Doctor in Los Gatos, Campbell & Saratgoa CA. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.losgatosdoc.com/2020/09/28/5-tips-to-manage-your-high-blood-pressure-during-covid-19/
    Read More
  • BPOM sebagai regulator obat dan vaksin di Indonesia akhirnya resmi mengeluarkan penggunaan izin darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) terhadap vaksin Covid-19 produksi Sinovac melalui konferensi pers, Senin, 11 Januari 2021. Demikian hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito. Sebelum EUA ini keluar vaksin Sinovac, salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksinasi Corona […]

    BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac

    BPOM sebagai regulator obat dan vaksin di Indonesia akhirnya resmi mengeluarkan penggunaan izin darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) terhadap vaksin Covid-19 produksi Sinovac melalui konferensi pers, Senin, 11 Januari 2021. Demikian hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito. Sebelum EUA ini keluar vaksin Sinovac, salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksinasi Corona di Indonesia juga sudah diberikan status halal oleh Majelis Ulama Indonesia pada Jumat, 8 Januari 2021. Dengan pemberian status halal dan EUA ini lengkap sudah status vaksin asal Cina yang pemberiannya sudah dimulai pada Rabu, 13 Januari 2021, dengan Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik.

    izin penggunaan darurat untuk vaksin Sinovac

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Izin penggunaan darurat ini diberikan setelah BPOM mengkaji hasil uji klinis tahap III vaksin di Bandung. Selain itu, BPOM mengkaji hasil uji klinis vaksin dengan produsen serupa di Turki dan Brasil. Karena itu, berdasarkan analisis-analisis tersebut, BPOM memastikan bahwa vaksin produksi Sinovac ini aman. Angka efikasi dari hasil uji klinis di Bandung adalah 65.3% sehingga sudah melampaui standar yang ditetapkan WHO, yaitu minimal 50%. Efikasi vaksin Sinovac di Indonesia ini tentu saja berbeda dari yang di Turki dan Brasil, yaitu 91,25% dan 78%. Perbedaan ini dikarenakan partisipan uji klinis di kedua negara tersebut yang mayoritas adalah tenaga kesehatan.

    5 Alasan Pemberian Izin Penggunaan Darurat oleh BPOM

    Tentunya, terdapat 5 alasan yang membuat BPOM akhirnya mengeluarkan izin penggunaan darurat terhadap vaksin Sinovac ini. Pertama, Indonesia sejak April 2020 menetapkan Covid-19 sebagai bencana darurat non-alam. Kedua, terdapat aspek ilmiah dan keamanan obat dan vaksin untuk mencegah penyakit dan keadaan yang serius demi keselamatan jiwa berdasarkan uji klinis dan non klinis. Ketiga, sudah memenuhi mutu dan standar cara pembuatan obat yang baik. Keempat, vaksin atau obat lebih besar memberikan manfaat daripada risikonya. Kelima, belum adanya alternatif obat atau tata laksana memadai, pencegahan pengobatan, dan menyebabkan kedaruratan masyarakat.

    Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia adalah 181.5 Juta Jiwa

    Mengenai Efek Samping Vaksin Sinovac

    Selain alasan pemberian EUA, Kepala BPOM juga memaparkan mengenai efek samping vaksin Sinovac ini. Berdasarkan data uji klinis, vaksin Covid-19 ini hanya menimbulkan efek samping ringan hingga sedang berupa nyeri, iritasi, pembengkakan serta efek samping sistemik berupa nyeri otot, badan lemas, dan demam. Meskipun ada efek samping dengan derajat ringan-berat, seperti sakit kepala, gangguan pada kulit, dan diare, namun persentasenya hanya 0,1-1%. Penny juga menegaskan bahwa efek samping yang muncul ini tidak berbahaya bagi mereka yang akan disuntik vaksin kembali.

    Baca Juga: Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Sekian mengenai pemberian izin penggunaan darurat dari BPOM untuk vaksin Sinovac ini yang tentunya semakin meyakinkan bahwa vaksin ini aman digunakan untuk vaksinasi massal, dan sebagai salah satu pencegah Covid-19. Untuk itu, Sahabat jangan ragu dan sangsi ketika ada vaksinasi massal dari pemerintah karena vaksin itu baik dan perlu. Sembari menunggu vaksinasi, yuk Sahabat tetap menerapkan perilaku 3M dan PHBS, dan jangan lupa deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Media K. BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Sinovac [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/01/11/16173461/bpom-terbitkan-izin-penggunaan-darurat-vaksin-covid-19-sinovac
    2. Azizah K. Akhirnya, MUI Pastikan Vaksin Corona Sinovac Suci dan Halal [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5326767/akhirnya-mui-pastikan-vaksin-corona-sinovac-suci-dan-halal
    3. 5 Alasan BPOM Akhirnya Terbitkan Izin Penggunaan Vaksin Sinovac [Internet]. JawaPos.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.jawapos.com/nasional/11/01/2021/5-alasan-bpom-akhirnya-terbitkan-izin-penggunaan-vaksin-sinovac/
    4. Media K. Efikasi Vaksin Sinovac di Indonesia Lebih Rendah dari Turki dan Brasil, Ini Penjelasannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/11/200200423/efikasi-vaksin-sinovac-di-indonesia-lebih-rendah-dari-turki-dan-brasil-ini?page=all
    5. Alam S. BPOM Jelaskan Efek Samping Vaksin Sinovac yang Sudah Kantongi Izin EUA [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5329447/bpom-jelaskan-efek-samping-vaksin-sinovac-yang-sudah-kantongi-izin-eua
    Read More
  • Akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia terutama pasca liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 membuat pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memberikan beberapa solusi untuk menangani kondisi ini. Demikian hal tersebut terungkap dalam konferensi pers secara online oleh Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin pada Senin, 11 Januari 2021 yang disiarkan secara langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden. […]

    Solusi Menkes Atasi Keterbatasan Rumah Sakit, Salah Satunya Isolasi Mandiri untuk Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

    Akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia terutama pasca liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 membuat pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memberikan beberapa solusi untuk menangani kondisi ini. Demikian hal tersebut terungkap dalam konferensi pers secara online oleh Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin pada Senin, 11 Januari 2021 yang disiarkan secara langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden.

    solusi Menkes atasi keterbatasan rumah sakit

    Baca Juga: WNA Dilarang Masuk Indonesia untuk Mencegah Penyebaran Varian Baru Covid-19

    Salah satu solusi yang dikemukakan Menkes adalah meminta kepada orang-orang yang memiliki hasil positif Covid-19 namun tidak menunjukkan gejala seperti demam dan sesak napas agar sebaiknya melakukan isolasi mandiri di rumah. Hal ini supaya rumah sakit tidak menjadi begitu penuh oleh karena banyaknya pasien Covid-19 yang tentu saja akan berakibat pada kemampuan para tenaga kesehatan.

    Namun apabila rumah yang dijadikan sebagai isolasi mandiri itu tidak memungkinkan keadaannya, misalnya sesak dan sempit, Menkes menyarankan kepada setiap gubernur provinsi untuk membuat tempat-tempat isolasi mandiri seperti Wisma Atlet, Asrama Haji, dan lain sebagainya untuk mengakomodasi. Perlu diketahui bahwa ketersediaan rumah sakit cukup meningkat terutama di DKI Jakarta (84,74%), Banten (84,52%), DI Yogyakarta (83,36%), Jawa Barat (79,77%), Sulawesi Barat (79,31%), Jawa Timur (78,41%), Jawa Tengah (76,27%), Sulawesi Selatan (72,40%), dan Sulawesi Tengah (70,59%).

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Selain perlunya isolasi mandiri untuk pasien Covid-19 tidak bergejala, Menkes juga mengimbau dan meminta semua direktur utama dan pemilik rumah sakit untuk melakukan konversi tempat tidur khusus pasien Covid-19 menjadi 30 hingga 40%. Hal ini untuk mengatasi permasalahan pada rumah sakit yang hanya menyediakan tempat tidur sekitar 10% dari jumlah yang ada, yang berakibat banyak pasien Covid-19 yang tidak bisa masuk. Padahal jumlah kasus Covid-19 sendiri per 10 Januari adalah 120.000 kasus aktif.

    Menkes juga menyoroti pada kekurangan tenaga kesehatan dalam menangani pasien Covid-19 sehingga ia menganjurkan untuk melakukan relaksasi aturan bagi perawat yang belum memiliki STR boleh langsung bekerja sebanyak 10.000 orang. Selain perawat, Menkes juga akan berkoordinasi dengan IDI untuk menyediakan para dokter di kisaran angka 3.000-4.000 orang. Hal ini cukup darurat untuk mengatasi kekurangan dan keletihan para tenaga medis. Yang tidak kalah penting adalah Menkes akan menyiapkan tambahan obat dan fasilitas serta meminta rumah sakit yang memiliki anggaran sendiri dan pemerintah daerah juga untuk menyiapkannya. Mengenai kekurangan, hal itu nantinya akan dibantu oleh Kementerian Kesehatan.

    Di akhir pemaparan solusi Menkes meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap melaksanakan 3M dan PHBS, serta menghormati para tenaga kesehatan yang berjuang agar kasus-kasus Covid-19 tidak terus-menerus meningkat.

    Baca Juga: 7 Cara Melakukan Self Isolation yang Tepat Saat Wabah Corona

    Demikian mengenai solusi yang dipaparkan oleh Menteri Kesehatan dalam menghadapi keterbatasan kapasitas rumah sakit untuk menampung pasien Covid-19 yang jumlahnya semakin meningkat pasca liburan. Yuk, bagi Sahabat Sehat yang memang dinyatakan positif namun tanpa gejala agar sebaiknya menjalankan solusi yang dipaparkan Menkes untuk isolasi mandiri. Ketika melakukan isolasi mandiri, Sahabat pun bisa memanfaatkan konsultasi online atau telemedicine dengan para dokter mengenai gejala yang dialami; mengarah pada Covid atau tidak sama sekali. Untuk konsultasi online ini Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Solusi Menkes Budi Gunadi Atasi ‘Robohnya’ Tenaga Kesehatan Indonesia Akibat Covid-19 | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/peristiwa/solusi-menkes-budi-gunadi-atasi-robohnya-tenaga-kesehatan-indonesia-akibat-covid-19.html
    2. News T. Ini Solusi Menteri Kesehatan Hadapi Lonjakan Covid-19 [Internet]. TAGAR. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.tagar.id/ini-solusi-menteri-kesehatan-hadapi-lonjakan-covid19
    3. Rakyat P. Menkes Budi Sampaikan Solusi Tangani Keterbatasan Rumah Sakit guna Menyediakan Kamar Pasien Covid-19 – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. Pikiran-Rakyat.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011255750/menkes-budi-sampaikan-solusi-tangani-keterbatasan-rumah-sakit-guna-menyediakan-kamar-pasien-covid-19
    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai pada 13 Januari 2021, dengan Presiden menjadi orang pertama yang sudah divaksinasi. Sehari setelahnya, barulah para tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas yang akan disuntik vaksin. Pada beberapa kasus, vaksinasi dapt menimbulkan efek simpang atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Efek simpang adalah reaksi dari tubuh saat menghadapi zat yang masuk ke […]

    Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai pada 13 Januari 2021, dengan Presiden menjadi orang pertama yang sudah divaksinasi. Sehari setelahnya, barulah para tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas yang akan disuntik vaksin. Pada beberapa kasus, vaksinasi dapt menimbulkan efek simpang atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Efek simpang adalah reaksi dari tubuh saat menghadapi zat yang masuk ke dalam tubuh, dan tubuh sedang menganalisis zat tersebut yang akan membuat tubuh kebal dan terhindar dari virus.

    KIPI pasca vaksinasi Covid-19, KIPI vaksinasi covid-19, vaksinasi covid-19, vaksin covid-19

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Teknis dari Kementerian Kesehatan mengenai Vaksinasi Covid-19, KIPI dapat berupa reaksi vaksin, kesalahan prosedur, koinsiden, reaksi kecemasan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan. Masih berdasarkan Juknis KIPI yang terjadi dapat diklasifikasikan secara serius apabila kejadian medis akibat setiap dosis vaksinasi yang diberikan menimbulkan gejala kematian, kebutuhan untuk rawat inap, dan gejala sisa yang menetap serta mengancam jiwa. Tentu saja masih perlu surveilans pasif dan aktif KIPI untuk menilai keamanan vaksin karena vaksin Covid-19 masih merupakan vaksin baru.

    Reaksi-reaksi yang Mungkin Ditimbulkan Setelah Vaksinasi

    Reaksi-reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi Covid-19 sebenarnya hampir sama dengan vaksin yang lain. Reaksi-reaksi yang timbul antara lain:

    • Reaksi lokal seperti nyeri, kemerahan bengkak pada tempat suntikan atau reaksi lokal lain yang berat seperti selulitis
    • Reaksi sistemik seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (atralgia), badan lemah, dan sakit kepala
    • Reaksi alergi seperti urtikaria, oedem
    • Reaksi anafilaksis
    • Pingsan

    Cara Mengatasi KIPI

    KIPI yang terjadi pasca-vaksinasi Covid-19 dapat diatasi secepatnya sesuai dengan jenis reaksi yang ditimbulkan. Jika reaksi ringan lokal seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan pada tempat suntikan, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk melakukan kompres dingin di lokasi suntikan dan meminum parasetamol sesuai dosis. Pada reaksi ringan sistemik seperti demam dan malaise, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vakin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, kompres atau mandi air hangat, dan meminum parasetamol sesuai dosis.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Cara Memantau dan Menanggulangi KIPI

    Pada KIPI yang cukup serius, Sahabat yang sudah divaksinasi sebaiknya segera melapor pada fasililtas layanan kesehatan yang ditunjuk seperti rumah sakit dan puskesmas untuk kemudian akan diteruskan pada dinas kesehatan kota/kabupaten setempat untuk dilakukan pelacakan. Kemudian, pada vaksinasi penerima vaksi diharapkan untuk menunggu sebentar setelah dilakukan vaksinasi, dan disarankan menetap selama 30 menit untuk bisa mengetahui dan mengatasi kemungkinan reaksi yang terjadi.

    Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia Adalah 181,5 Juta Jiwa

    Itulah mengenai KIPI yang kemungkinan terjadi pasca-vaksinasi serta cara mengatasi dan menanggulanginya. Sahabat tidak perlu ragu untuk divaksin Covid-19 yang keuntungannya untuk diri sendiri dan orang lain. Sambil menunggu vaksinasi massal dari pemerintah untuk masyarakat yang dimulai pada April 2021, yuk Sahabat tetap terapkan perilaku 3M dan PHBS, serta jangan lupa untuk deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat tinggal mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Petunjuk Teknis Pelaksanaaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 1st ed. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2021
    2. Alasan Jangan Langsung Pulang Usai Disuntik Vaksin Corona [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210106073321-255-589978/alasan-jangan-langsung-pulang-usai-disuntik-vaksin-corona
    Read More
  • Beberapa pemeriksaan Covid-19 antara lain rapid test antibodi, rapid test antigen hingga swab PCR dapat digunakan untuk mendeteksi virus ini. Di antara pemeriksaan ini, swab PCR merupakan pemeriksaan standar emas untuk menentukan adanya virus dalam tubuh. Nah, selain swab PCR adakah tes Covid-19 yang dapat memberikan hasil selama 5 menit sehingga mereka yang dites tidak perlu menunggu […]

    Adakah Metode Tes Covid-19 dengan Hasil 5 Menit?

    Beberapa pemeriksaan Covid-19 antara lain rapid test antibodi, rapid test antigen hingga swab PCR dapat digunakan untuk mendeteksi virus ini. Di antara pemeriksaan ini, swab PCR merupakan pemeriksaan standar emas untuk menentukan adanya virus dalam tubuh. Nah, selain swab PCR adakah tes Covid-19 yang dapat memberikan hasil selama 5 menit sehingga mereka yang dites tidak perlu menunggu waktu yang cukup lama dan membuang-buang waktu?

    metode tes covid-19, metode tes covid-19 5 menit, tes covid-19 5 menit

    Baca Juga: Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Peneliti di Inggris, mengemukakan penelitian mengenai metode tes Covid-19 yang cepat yang merupak terobosan pertama di dunia. Metode tes ini setara dengan metode standar emas pemeriksaan Covid-19, yaitu swab PCR. Tentunya hal ini dapat membantu untuk mengetahui hasilnya dengan cepat dan membuat semua orang dapat beraktivitas kembali secara normal tanpa rasa takut.

    Hasil tes laboratorium dan analisis menunjukkan teknologi yang dikembangkan ini dapat mendeteksi virus dalam sampel RNA hanya dalam dua menit. Dalam beberapa minggu depan teknologi ini akan digunakan untuk menguji ribuan sampel yang selanjutnya akan digunakan pada masyarakat untuk mendeteksi oang yang terinfeksi. Teknologi yang dikembangkan ini juga dapat digunakan untuk menguji virus lain dengan cepat seperti flu, Ebola, dan bahkan kanker.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Cara kerja tes Covid-19 5 menit ini adalah dengan meludah ke dalam tabung berisi substansi kimia khusus di dalamnya kemudian tabung akan ditutup dan dimasukkan ke dalam mesin uji portable. Kemudian selanjutnya tinggal menekan sebuah tombol dan dalam dua menit atau lebih lalu mesin akan berbunyi seperti microwave dan hasilnya pun kelua. Proses yang sama dapat digunakan dengan swab, sampel darah, urine atau feses yang punya RNA di dalamnya.

    Tes ini juga terbilang praktis karena tidak memerlukan sampel untuk diolah pada suhu yang lebih tinggi, dan dapat dilakukan dengan peralatan laboratorium standar sehingga mudah diterapkan di masyarakat. Kotak pemrosesan yang ada untuk tes Covid lainnya juga dapat digunakan kembali. Hingga berita ini diturunkan tes ini sedang diajukan tim Universitas Birmingham sendiri untuk penggunaannya.

    Tes Covid-19 5 Menit Lainnya

    Selain tes yang dikembangkan oleh Universitas Birmingham, sebelumnya juga ada tes serupa yang dikembangkan oleh Universitas Ilinois, Amerika Serikat. Tes ini berupa penggunaan sensor elektrokimia berbasis kertas yang dapat mendeteksi keberadaan virus dalam waktu kurang dari lima menit. Keberadaan tes menggunakan sensor ini tentu saja untuk mengatasi kendala pada tes-tes Covid-19 yang sudah ada seperti PCR swab seperti penyelesaian pengujian, kebutuhan akan personel khusus, ketersediaan peralatan untuk reagen, dan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil tesnya.

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Sensor yang dikembangkan berbasis graphene dan mempunyai biaya produksi yang rendah, dan perputaran deteksi yang cepat dengan pengaturan pembacaan listrik untuk mendeteksi keberadaan materi genetik SARS-CoV-2 secara selektif. Dalam sensor berbasis kertas ini terdapat dua komponen, yaitu platform untuk mengukur pembacaan listrik dan probe untuk mendeteksi keberadaan RNA virus.

    Cara kerja menggunakan sensor ini adalah dengan menggunakan sampel positif dan negatif Covid-19. Sensor tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam tegangan sampel positif jika dibandingkan dengan sampel negatif. Selain itu, sensor ini untuk memastikan adanya materi genetik virus dalam waktu kurang dari lima menit. Platform ini juga praktis karena bersifat portabel dan biayanya rendah serta dapat diintegrasikan dengan smartphone melalui Bluetooth atau WIFI. Tidak hanya di fasilitas kesehatan saja sensor berbasis kertas ini juga bisa digunakan di kantor atau rumah. Sensor ini juga diusahakan untuk bisa mendeteksi penyakit selain Covid-19 ke depannya.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Itulah mengenai tes Covid-19 yang bisa diketahui hasilnya dalam waktu 5 menit sehingga membuat yang dites tidak perlu harap-harap cemas dalam waktu lama dan bisa membantu pemerintah dengan cepat mendeteksi pengidap virus tersebut termasuk di Indonesia. Untuk saat ini, Sahabat bisa menggunakan metode tes yang cepat namun akurat mendekati PCR swab dengan harga terjangkau, yaitu rapid swab antigen. Sahabat bisa mendapatkannya di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat tinggal mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan, dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Peneliti Inggris Temukan Tes Covid-19 yang Bisa Memberi Hasil dalam Lima Menit Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/global/read/2021/01/06/220953270/peneliti-inggris-temukan-tes-covid-19-yang-bisa-memberi-hasil-dalam-lima?page=all
    2. Hidayat M. Sensor Berbasis Kertas untuk Deteksi Covid-19 Kurang dari 5 Menit [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/tekno/read/4429315/sensor-berbasis-kertas-untuk-deteksi-covid-19-kurang-dari-5-menit
    3. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Oxford University Develops 5-Minute COVID-19 Test [Internet]. WebMD. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.webmd.com/lung/news/20201018/oxford-university-develops-5-minute-covid-19-test
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja