Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 71–80 of 956 results

  • Akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia terutama pasca liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 membuat pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memberikan beberapa solusi untuk menangani kondisi ini. Demikian hal tersebut terungkap dalam konferensi pers secara online oleh Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin pada Senin, 11 Januari 2021 yang disiarkan secara langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden. […]

    Solusi Menkes Atasi Keterbatasan Rumah Sakit, Salah Satunya Isolasi Mandiri untuk Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

    Akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia terutama pasca liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 membuat pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memberikan beberapa solusi untuk menangani kondisi ini. Demikian hal tersebut terungkap dalam konferensi pers secara online oleh Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin pada Senin, 11 Januari 2021 yang disiarkan secara langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden.

    solusi Menkes atasi keterbatasan rumah sakit

    Baca Juga: WNA Dilarang Masuk Indonesia untuk Mencegah Penyebaran Varian Baru Covid-19

    Salah satu solusi yang dikemukakan Menkes adalah meminta kepada orang-orang yang memiliki hasil positif Covid-19 namun tidak menunjukkan gejala seperti demam dan sesak napas agar sebaiknya melakukan isolasi mandiri di rumah. Hal ini supaya rumah sakit tidak menjadi begitu penuh oleh karena banyaknya pasien Covid-19 yang tentu saja akan berakibat pada kemampuan para tenaga kesehatan.

    Namun apabila rumah yang dijadikan sebagai isolasi mandiri itu tidak memungkinkan keadaannya, misalnya sesak dan sempit, Menkes menyarankan kepada setiap gubernur provinsi untuk membuat tempat-tempat isolasi mandiri seperti Wisma Atlet, Asrama Haji, dan lain sebagainya untuk mengakomodasi. Perlu diketahui bahwa ketersediaan rumah sakit cukup meningkat terutama di DKI Jakarta (84,74%), Banten (84,52%), DI Yogyakarta (83,36%), Jawa Barat (79,77%), Sulawesi Barat (79,31%), Jawa Timur (78,41%), Jawa Tengah (76,27%), Sulawesi Selatan (72,40%), dan Sulawesi Tengah (70,59%).

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Selain perlunya isolasi mandiri untuk pasien Covid-19 tidak bergejala, Menkes juga mengimbau dan meminta semua direktur utama dan pemilik rumah sakit untuk melakukan konversi tempat tidur khusus pasien Covid-19 menjadi 30 hingga 40%. Hal ini untuk mengatasi permasalahan pada rumah sakit yang hanya menyediakan tempat tidur sekitar 10% dari jumlah yang ada, yang berakibat banyak pasien Covid-19 yang tidak bisa masuk. Padahal jumlah kasus Covid-19 sendiri per 10 Januari adalah 120.000 kasus aktif.

    Menkes juga menyoroti pada kekurangan tenaga kesehatan dalam menangani pasien Covid-19 sehingga ia menganjurkan untuk melakukan relaksasi aturan bagi perawat yang belum memiliki STR boleh langsung bekerja sebanyak 10.000 orang. Selain perawat, Menkes juga akan berkoordinasi dengan IDI untuk menyediakan para dokter di kisaran angka 3.000-4.000 orang. Hal ini cukup darurat untuk mengatasi kekurangan dan keletihan para tenaga medis. Yang tidak kalah penting adalah Menkes akan menyiapkan tambahan obat dan fasilitas serta meminta rumah sakit yang memiliki anggaran sendiri dan pemerintah daerah juga untuk menyiapkannya. Mengenai kekurangan, hal itu nantinya akan dibantu oleh Kementerian Kesehatan.

    Di akhir pemaparan solusi Menkes meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap melaksanakan 3M dan PHBS, serta menghormati para tenaga kesehatan yang berjuang agar kasus-kasus Covid-19 tidak terus-menerus meningkat.

    Baca Juga: 7 Cara Melakukan Self Isolation yang Tepat Saat Wabah Corona

    Demikian mengenai solusi yang dipaparkan oleh Menteri Kesehatan dalam menghadapi keterbatasan kapasitas rumah sakit untuk menampung pasien Covid-19 yang jumlahnya semakin meningkat pasca liburan. Yuk, bagi Sahabat Sehat yang memang dinyatakan positif namun tanpa gejala agar sebaiknya menjalankan solusi yang dipaparkan Menkes untuk isolasi mandiri. Ketika melakukan isolasi mandiri, Sahabat pun bisa memanfaatkan konsultasi online atau telemedicine dengan para dokter mengenai gejala yang dialami; mengarah pada Covid atau tidak sama sekali. Untuk konsultasi online ini Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Solusi Menkes Budi Gunadi Atasi ‘Robohnya’ Tenaga Kesehatan Indonesia Akibat Covid-19 | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/peristiwa/solusi-menkes-budi-gunadi-atasi-robohnya-tenaga-kesehatan-indonesia-akibat-covid-19.html
    2. News T. Ini Solusi Menteri Kesehatan Hadapi Lonjakan Covid-19 [Internet]. TAGAR. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.tagar.id/ini-solusi-menteri-kesehatan-hadapi-lonjakan-covid19
    3. Rakyat P. Menkes Budi Sampaikan Solusi Tangani Keterbatasan Rumah Sakit guna Menyediakan Kamar Pasien Covid-19 – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. Pikiran-Rakyat.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011255750/menkes-budi-sampaikan-solusi-tangani-keterbatasan-rumah-sakit-guna-menyediakan-kamar-pasien-covid-19
    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai pada 13 Januari 2021, dengan Presiden menjadi orang pertama yang sudah divaksinasi. Sehari setelahnya, barulah para tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas yang akan disuntik vaksin. Pada beberapa kasus, vaksinasi dapt menimbulkan efek simpang atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Efek simpang adalah reaksi dari tubuh saat menghadapi zat yang masuk ke […]

    Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai pada 13 Januari 2021, dengan Presiden menjadi orang pertama yang sudah divaksinasi. Sehari setelahnya, barulah para tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas yang akan disuntik vaksin. Pada beberapa kasus, vaksinasi dapt menimbulkan efek simpang atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Efek simpang adalah reaksi dari tubuh saat menghadapi zat yang masuk ke dalam tubuh, dan tubuh sedang menganalisis zat tersebut yang akan membuat tubuh kebal dan terhindar dari virus.

    KIPI pasca vaksinasi Covid-19, KIPI vaksinasi covid-19, vaksinasi covid-19, vaksin covid-19

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Teknis dari Kementerian Kesehatan mengenai Vaksinasi Covid-19, KIPI dapat berupa reaksi vaksin, kesalahan prosedur, koinsiden, reaksi kecemasan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan. Masih berdasarkan Juknis KIPI yang terjadi dapat diklasifikasikan secara serius apabila kejadian medis akibat setiap dosis vaksinasi yang diberikan menimbulkan gejala kematian, kebutuhan untuk rawat inap, dan gejala sisa yang menetap serta mengancam jiwa. Tentu saja masih perlu surveilans pasif dan aktif KIPI untuk menilai keamanan vaksin karena vaksin Covid-19 masih merupakan vaksin baru.

    Reaksi-reaksi yang Mungkin Ditimbulkan Setelah Vaksinasi

    Reaksi-reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi Covid-19 sebenarnya hampir sama dengan vaksin yang lain. Reaksi-reaksi yang timbul antara lain:

    • Reaksi lokal seperti nyeri, kemerahan bengkak pada tempat suntikan atau reaksi lokal lain yang berat seperti selulitis
    • Reaksi sistemik seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (atralgia), badan lemah, dan sakit kepala
    • Reaksi alergi seperti urtikaria, oedem
    • Reaksi anafilaksis
    • Pingsan

    Cara Mengatasi KIPI

    KIPI yang terjadi pasca-vaksinasi Covid-19 dapat diatasi secepatnya sesuai dengan jenis reaksi yang ditimbulkan. Jika reaksi ringan lokal seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan pada tempat suntikan, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk melakukan kompres dingin di lokasi suntikan dan meminum parasetamol sesuai dosis. Pada reaksi ringan sistemik seperti demam dan malaise, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vakin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, kompres atau mandi air hangat, dan meminum parasetamol sesuai dosis.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Cara Memantau dan Menanggulangi KIPI

    Pada KIPI yang cukup serius, Sahabat yang sudah divaksinasi sebaiknya segera melapor pada fasililtas layanan kesehatan yang ditunjuk seperti rumah sakit dan puskesmas untuk kemudian akan diteruskan pada dinas kesehatan kota/kabupaten setempat untuk dilakukan pelacakan. Kemudian, pada vaksinasi penerima vaksi diharapkan untuk menunggu sebentar setelah dilakukan vaksinasi, dan disarankan menetap selama 30 menit untuk bisa mengetahui dan mengatasi kemungkinan reaksi yang terjadi.

    Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia Adalah 181,5 Juta Jiwa

    Itulah mengenai KIPI yang kemungkinan terjadi pasca-vaksinasi serta cara mengatasi dan menanggulanginya. Sahabat tidak perlu ragu untuk divaksin Covid-19 yang keuntungannya untuk diri sendiri dan orang lain. Sambil menunggu vaksinasi massal dari pemerintah untuk masyarakat yang dimulai pada April 2021, yuk Sahabat tetap terapkan perilaku 3M dan PHBS, serta jangan lupa untuk deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat tinggal mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Petunjuk Teknis Pelaksanaaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 1st ed. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2021
    2. Alasan Jangan Langsung Pulang Usai Disuntik Vaksin Corona [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210106073321-255-589978/alasan-jangan-langsung-pulang-usai-disuntik-vaksin-corona
    Read More
  • Beberapa pemeriksaan Covid-19 antara lain rapid test antibodi, rapid test antigen hingga swab PCR dapat digunakan untuk mendeteksi virus ini. Di antara pemeriksaan ini, swab PCR merupakan pemeriksaan standar emas untuk menentukan adanya virus dalam tubuh. Nah, selain swab PCR adakah tes Covid-19 yang dapat memberikan hasil selama 5 menit sehingga mereka yang dites tidak perlu menunggu […]

    Adakah Metode Tes Covid-19 dengan Hasil 5 Menit?

    Beberapa pemeriksaan Covid-19 antara lain rapid test antibodi, rapid test antigen hingga swab PCR dapat digunakan untuk mendeteksi virus ini. Di antara pemeriksaan ini, swab PCR merupakan pemeriksaan standar emas untuk menentukan adanya virus dalam tubuh. Nah, selain swab PCR adakah tes Covid-19 yang dapat memberikan hasil selama 5 menit sehingga mereka yang dites tidak perlu menunggu waktu yang cukup lama dan membuang-buang waktu?

    metode tes covid-19, metode tes covid-19 5 menit, tes covid-19 5 menit

    Baca Juga: Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Peneliti di Inggris, mengemukakan penelitian mengenai metode tes Covid-19 yang cepat yang merupak terobosan pertama di dunia. Metode tes ini setara dengan metode standar emas pemeriksaan Covid-19, yaitu swab PCR. Tentunya hal ini dapat membantu untuk mengetahui hasilnya dengan cepat dan membuat semua orang dapat beraktivitas kembali secara normal tanpa rasa takut.

    Hasil tes laboratorium dan analisis menunjukkan teknologi yang dikembangkan ini dapat mendeteksi virus dalam sampel RNA hanya dalam dua menit. Dalam beberapa minggu depan teknologi ini akan digunakan untuk menguji ribuan sampel yang selanjutnya akan digunakan pada masyarakat untuk mendeteksi oang yang terinfeksi. Teknologi yang dikembangkan ini juga dapat digunakan untuk menguji virus lain dengan cepat seperti flu, Ebola, dan bahkan kanker.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Cara kerja tes Covid-19 5 menit ini adalah dengan meludah ke dalam tabung berisi substansi kimia khusus di dalamnya kemudian tabung akan ditutup dan dimasukkan ke dalam mesin uji portable. Kemudian selanjutnya tinggal menekan sebuah tombol dan dalam dua menit atau lebih lalu mesin akan berbunyi seperti microwave dan hasilnya pun kelua. Proses yang sama dapat digunakan dengan swab, sampel darah, urine atau feses yang punya RNA di dalamnya.

    Tes ini juga terbilang praktis karena tidak memerlukan sampel untuk diolah pada suhu yang lebih tinggi, dan dapat dilakukan dengan peralatan laboratorium standar sehingga mudah diterapkan di masyarakat. Kotak pemrosesan yang ada untuk tes Covid lainnya juga dapat digunakan kembali. Hingga berita ini diturunkan tes ini sedang diajukan tim Universitas Birmingham sendiri untuk penggunaannya.

    Tes Covid-19 5 Menit Lainnya

    Selain tes yang dikembangkan oleh Universitas Birmingham, sebelumnya juga ada tes serupa yang dikembangkan oleh Universitas Ilinois, Amerika Serikat. Tes ini berupa penggunaan sensor elektrokimia berbasis kertas yang dapat mendeteksi keberadaan virus dalam waktu kurang dari lima menit. Keberadaan tes menggunakan sensor ini tentu saja untuk mengatasi kendala pada tes-tes Covid-19 yang sudah ada seperti PCR swab seperti penyelesaian pengujian, kebutuhan akan personel khusus, ketersediaan peralatan untuk reagen, dan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil tesnya.

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Sensor yang dikembangkan berbasis graphene dan mempunyai biaya produksi yang rendah, dan perputaran deteksi yang cepat dengan pengaturan pembacaan listrik untuk mendeteksi keberadaan materi genetik SARS-CoV-2 secara selektif. Dalam sensor berbasis kertas ini terdapat dua komponen, yaitu platform untuk mengukur pembacaan listrik dan probe untuk mendeteksi keberadaan RNA virus.

    Cara kerja menggunakan sensor ini adalah dengan menggunakan sampel positif dan negatif Covid-19. Sensor tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam tegangan sampel positif jika dibandingkan dengan sampel negatif. Selain itu, sensor ini untuk memastikan adanya materi genetik virus dalam waktu kurang dari lima menit. Platform ini juga praktis karena bersifat portabel dan biayanya rendah serta dapat diintegrasikan dengan smartphone melalui Bluetooth atau WIFI. Tidak hanya di fasilitas kesehatan saja sensor berbasis kertas ini juga bisa digunakan di kantor atau rumah. Sensor ini juga diusahakan untuk bisa mendeteksi penyakit selain Covid-19 ke depannya.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Itulah mengenai tes Covid-19 yang bisa diketahui hasilnya dalam waktu 5 menit sehingga membuat yang dites tidak perlu harap-harap cemas dalam waktu lama dan bisa membantu pemerintah dengan cepat mendeteksi pengidap virus tersebut termasuk di Indonesia. Untuk saat ini, Sahabat bisa menggunakan metode tes yang cepat namun akurat mendekati PCR swab dengan harga terjangkau, yaitu rapid swab antigen. Sahabat bisa mendapatkannya di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat tinggal mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan, dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Peneliti Inggris Temukan Tes Covid-19 yang Bisa Memberi Hasil dalam Lima Menit Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/global/read/2021/01/06/220953270/peneliti-inggris-temukan-tes-covid-19-yang-bisa-memberi-hasil-dalam-lima?page=all
    2. Hidayat M. Sensor Berbasis Kertas untuk Deteksi Covid-19 Kurang dari 5 Menit [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/tekno/read/4429315/sensor-berbasis-kertas-untuk-deteksi-covid-19-kurang-dari-5-menit
    3. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Oxford University Develops 5-Minute COVID-19 Test [Internet]. WebMD. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.webmd.com/lung/news/20201018/oxford-university-develops-5-minute-covid-19-test
    Read More
  • Setelah anosmia, yaitu hilangnya kemampuan indera penciuman yang disebut sebagai gejala baru Covid-19, kini muncul lagi gejala-gejala baru virus tersebut yang masih berhubungan dengan hidung, yaitu Parosmia dan Phantosmia. Apabila Anosmia merupakan kehilangan indera penciuman yang bisa terjadi selama-lama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, dan cukup membuat frustasi bagi yang terkena, parosmia dan phantosmia kerap disalahartikan memiliki hal […]

    Parosmia dan Phantosmia, Gejala-gejala Baru Covid-19, Apa Saja Perbedaannya?

    Setelah anosmia, yaitu hilangnya kemampuan indera penciuman yang disebut sebagai gejala baru Covid-19, kini muncul lagi gejala-gejala baru virus tersebut yang masih berhubungan dengan hidung, yaitu Parosmia dan Phantosmia. Apabila Anosmia merupakan kehilangan indera penciuman yang bisa terjadi selama-lama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, dan cukup membuat frustasi bagi yang terkena, parosmia dan phantosmia kerap disalahartikan memiliki hal yang sama.

    Parosmia dan Phantosmia

    Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Perbedaan Parosmia dan Phantosmia

    Padahal jika ditelusuri lebih detail keduanya mempunyai banyak perbedaan. Lalu apa saja perbedaan keduanya? Yuk, Sahabat Sehat, mari simak dalam penjelasan berikut ini!

    Parosmia

    Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi kesehatan yang mengganggu indera penciuman. Apabila Sahabat Sehat menderita Parosmia, ada kemungkinan Sahabat mengalami intensitas aroma yang berarti Sahabat tidak dapat mendeteksi seluruh aroma yang berada di sekitar. Parosmia ini dapat menyebabkan hal-hal yang ditemui setiap hari memiliki bau yang kuat dan tidak menyenangkan. Hal ini jugalah yang membuat Parosmia kerap disamakan dengan Phantosmia yang menyebabkan Sahabat mendeteksi bau “hantu” saat tidak ada aroma.

    Hal itu tentu saja berbeda karena Parosmia menyebabkan orang yang mengidapnya dapat mendeteksi bau yang ada tetapi baunya “salah”. Misalkan, bau harum dari roti yang dipanggang seharusnya halus dan manis bukan menyengat dan busuk.

    Gejala-gejala yang Dirasakan

    Gejala-gejala utama yang dirasakan adalah Sahabat merasakan bau busuk yang terus-menerus terutama saat ada makanan. Selain itu, Sahabat juga mengalami kesulitan mengenali atau memperhatikan beberapa bau di lingkungan akibat kerusakan pada neuron penciuman. Aoma yang tadinya menyenangkan sekarang menjadi sangat kuat dan tidak tertahankan, dan membuat Sahabat muak dan mual saat makan.

    Penyebab

    Penyebab munculnya Parosmia biasanya terjadi setelah neuron pendeteksi aroma atau indera penciuman telah rusak karena virus atau kondisi kesehatan lainnya. Neuron-neuron ini melapisi hidung dan memberi tahu otak cara menafsirkan informasi kimiawi yang membentuk bau. Kerusakan pada neuron mengubah cara bau mencapai otak. Neuron-neuron ini kemudian menyampaikan sinyal kepada bola olfaktorius di bawah bagian depan otak untuk memberikan sinyal kepada otak mengenai aroma, baik itu menyenangkan, memikat, membangkitkan selera, maupun busuk.

    Phantosmia

    Seperti namanya, Phantosmia adalah istilah untuk halusinasi penciuman atau bau “hantu” yang muncul tanpa adanya bau apa pun. Itu berarti Sahabat mencium bau sesuatu padahal tidak ada sumber yang berkaitan dengan bau tersebut. Misalkan, mencium aroma roti yang dipanggang padahal tidak ada toko roti di sekitar. Aroma yang dicium itu juga merupakan aroma imajiner atau hanya tercipta dalam sebuah imajinasi.

    Baca Juga: Fenonema Long-Covid, Gejala yang Menyerang Eks Pasien Covid-19

    Gejala-gejala yang Dirasakan

    Gejala-gejala yang dirasakan adalah Sahabat mencium bau yang tidak sedap tetapi sebenarnya tidak ada sama sekali benda yang menimbulkan bau tersebut. Bau tidak sedap yang dirasakan adalah bau busuk, terbakar, bau karet terbakar, asap rokok, bau bahan kimia dan lainnya.

    Penyebab

    Terjadinya Phantosmia diakibatkan oleh cedera kepala atau kehilangan penciuman pasca-trauma yang bisa sampai infeksi saluran pernapasan atas. Masalah ini kemudian dikaitkan dengan adanya masalah di hidung atau mulut jika dibandingkan dengan di otak. Beberapa masalah di hidung yang menyebabkan halusinasi ini antara lain adalah alergi, dingin, sinus, polip, dan iritasi pernapasan. Sementara itu, penyebab umum lainnya adalah migrain, masalah gigi, terapi radiasi sampai paparan neurotoksin.

    Baca Juga: Waspada Terinfeksi Corona Tanpa Gejala (Silent Carrier)

    Bagaimana Cara Menyembuhkannya?

    Kedua gejala disebabkan karena saraf penciuman yang rusak dan dapat pulih dengan sendirinya dengan rata-rata waktu sekitar sebulan. Meski begitu, penyembuhan juga dapat memakan waktu hingga 2 atau 3 tahun untuk pemulihan yang sempurna. Vitamin A, Seng, dan antibiotik juga dapat diresepkan untuk membantu proses penyembuhan.

    Produk Terkait: Jual Vitamin, Suplemen, Multivitamin Lengkap

    Nah, seperti itulah perbedaan Parosmia dan Phanosmia yang merupakan gejala baru Covid-19 dan berhubungan dengan indera penciuman. Apabila Sahabat merasakan gejala-gejala seperti ini disarankan untuk tes deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Beda Parosmia dan Phantosmia yang Jadi Bagian Gejala Covid-19 [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210106083146-255-589994/beda-parosmia-dan-phantosmia-yang-jadi-bagian-gejala-covid-19
    2. Hummel T, N. Landis B, Huttenbrink K. Smell and Taste Disorders. NCBI [Internet]. 2012 [cited 11 January 2021];. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3341581/
    3. Septiani A. Anosmia Disebut Jadi Tanda Tubuh ‘Terlindungi’ dari Corona, Kok Bisa? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5268736/anosmia-disebut-jadi-tanda-tubuh-terlindungi-dari-corona-kok-bisa
    4. Penyintas Covid-19 Alami Parosmia dan Phantosmia, Apa Itu? |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://republika.co.id/berita/qhj8r5414/penyintas-covid19-alami-parosmia-dan-phantosmia-apa-itu
    5. Leopold D. Distortion of Olfactory Perception: Diagnosis and Treatment. Chemical Senses [Internet]. 2002;27(7):611-615. Available from: https://academic.oup.com/chemse/article/27/7/611/324055
    6. Ciurleo R, De Salvo S, Bonanno L, Marino S, Bramanti P, Caminiti F. Parosmia and Neurological Disorders: A Neglected Association. Frontiers in Neurology. 2020;11
    Read More
  • Pandemi Covid-19 belum usai tetapi masyarakat dunia kemungkinan sudah harus menghadapi pandemi baru lagi yang disebabkan oleh penyakit bernama Disease X. Penyakit ini disebut demikian karena namanya belum diketahui secara umum tapi mempunyai kemampuan menular yang cukup parah alias lebih mematikan. Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19 Covid-19 juga merupakan Disease X yang akhirnya […]

    Mengenal Disease X, Calon Pandemi Baru Setelah Covid-19

    Pandemi Covid-19 belum usai tetapi masyarakat dunia kemungkinan sudah harus menghadapi pandemi baru lagi yang disebabkan oleh penyakit bernama Disease X. Penyakit ini disebut demikian karena namanya belum diketahui secara umum tapi mempunyai kemampuan menular yang cukup parah alias lebih mematikan.

    disease x, penyakit x, pandemi disease x

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Covid-19 juga merupakan Disease X yang akhirnya muncul ke permukaan pada akhir 2019 dan berkembang di sepanjang 2020 hingga menyebabkan banyak krisis kesehatan dan ekonomi. Selain Covid-19, penyakit X yang juga sudah muncul adalah adalah SARS dan Ebola. Bersama dengan Covid, mereka adalah selusin patogen yang mematikan. Hal ini yang membuat WHO menjadikannya sebagai prioritas utama penelitian karena berpotensi meyebabkan pandemi.

    Penyakit X disebut sedang dalam tahap proses memunculkan diri di saat banyak negara sedang memproduksi vaksin untuk mencegah Covid-19 secara luas. Diketahui bahwa penyakit ini muncul di salah satu negara di Afrika, Republik Demokratik Kongo. Kemunculan inilah yang banyak membuat negara lain menjadi waspada termasuk Rusia yang dikabarkan tengah memantau situasi setelah adanya laporan tersebut. Otoritas Kesehatan Rusia juga masih berasumsi bahwa adanya penyakit dari Kongo itu karena sifat alami virus sehubungan dengan masih terbatasnya informasi soal penyakit misterius ini.

    Gejala-gejala Apa Saja yang Ditimbulkan?

    Berdasarkan sebuah laporan gejala-gejala yan baru diketahui hingga hari ini adalah demam berdarah seperti yang dialami oleh seorang pasien wanita di Ingende, sebuah kota di Republik Demokratik Kongo. Awalnya gejala itu dianggap sebagai gejala terkena Ebola. Namun, saat dites hasil yang ditunjukkan malah negatif begitu juga saat dites virus yang lain. Wanita tersebut pada akhirnya sembuh tetapi dokter tidak dapat memastikan asal penyakit yang gejala lainnya juga tampak seperti infeksi Ebola.

    Mengapa Disease X Bisa Muncul?

    Kemunculan penyakit X adalah sebuah fenomena yang berulang, dan timbul ketika ada pengabaian yang sudah berulang kali dilakukan sejak ribuan tahun silam. Ketika SARS dan Ebola muncul sebagai wabah besar dunia bergegas untuk segera mengumpulkan sumber daya untuk perlahan menghilangkannya. Namun, ketika wabah mereba, dukungan segera dihentikan. Selain itu, fokus global pada pandemi Covid-19 tanpa disadari telah mengalihkan sumber daya dari beberapa bidang penelitian untuk mencegah pandemi berikutnya.

    Baca Juga: Penyakit Polio Menular atau Tidak?

    Apa yang Harus Dilakukan untuk Mencegahnya?

    Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya mengenai wabah yang sudah sering terjadi dalam sejarah umat manusia, para ahli meyarankan warga supaya memperketat larangan makanan yang dikonsumsi dari hewan liar, menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS untuk mencegah Disease X menjadi pandemi baru. Hal Ini karena beberapa penyakit yang mewabah seperti Covid-19, Ebola, dan AIDS diketahui muncul dari virus yang ada pada hewan ke manusia. Oleh karena itu pemerintah menyarankan untuk memperketat konsumsi hewan di masyarakat, baik yang berupa ternak dan non-ternak. Di Indonesia ada beberapa etnis tertentu yang mengonsumsi hewan liar. Selain hewan liar atau non-ternak, monitor juga diperlukan pada hewan ternak yang juga berpotensi memunculkan virus akibat lalainya regulator dalam pengawasan. Dalam banyak kasus banyak peternak yang menjual langsung hewannya untuk kebutuhan Idul Adha tanpa verifikasi.

    Sedangkan untuk PHBS, kegiatan  tidak sebatas pada cuci tangan tetapi juga mencakup pada peningkatan daya tahan tubuh, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup. Pemerintah disarankan dalam hal ini untuk segera membuat sistem-sistem seperti penyediaan fasilitas, teknis penelitian, dan anggaran yang dapat mendorong ilmuwan meneliti virus terbaru.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Vaksinasi Flu?

    Demikian mengenai Disease X yang diramalkan dapat menjadi pandemi baru setelah Covid-19 namun masih belum banyak informasi yang didapatkan sejauh ini. Bagaimana pun pencegahan adalah cara yang terbaik seperti yang sudah-sudah dilakukan pada wabah-wabah sebelumnya. Karena itu, Sahabat Sehat konsumsilah makanan dan minuman yang benar-benar higienis serta menerapkan PHBS. Apabila Sahabat memerlukan informasi mengenai pencegahan penyakit menular dengan makanan sehat dan PHBS, serta produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Apa Itu Disease X, Pandemi yang Akan Muncul di Masa Depan? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/04/080000723/apa-itu-disease-x-pandemi-yang-akan-muncul-di-masa-depan-?page=all
    2. K N. Disease X Berpotensi Jadi Pandemi, Para Ilmuwan Waspadai Gejala Ini [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5321167/disease-x-berpotensi-jadi-pandemi-para-ilmuwan-waspadai-gejala-ini
    3. Indonesia C. Ahli Ungkap Cara Tak Tertular Disease X Agar Tak Jadi Pandemi [Internet]. teknologi. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210104094656-199-589095/ahli-ungkap-cara-tak-tertular-disease-x-agar-tak-jadi-pandemi
    4. Iserson K. The Next Pandemic: Prepare for “Disease X”. Western Journal of Emergency Medicine. 2020;21(4).
    5. Simpson S, Kaufmann M, Glozman V, Chakrabarti A. Disease X: accelerating the development of medical countermeasures for the next pandemic. The Lancet Infectious Diseases. 2020;20(5):e108-e115.
    Read More
  • Pandemi Covid-19 yang muncul sejak November 2019 dan mengglobal pada awal 2020 hingga saat ini bukanlah sebuah virus yang dianggap biasa saja. Kehadirannya tidak hanya berpengaruh pada bidang kesehatan tetapi juga pada bidang-bidang lainnya seperti ekonomi, perdagangan, dan pariwisata yang berakibat hilangnya langsung pekerjaan semua orang di seluruh dunia akibat mengganasnya virus tersebut. Untuk mencegah […]

    Infodemik: Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    Pandemi Covid-19 yang muncul sejak November 2019 dan mengglobal pada awal 2020 hingga saat ini bukanlah sebuah virus yang dianggap biasa saja. Kehadirannya tidak hanya berpengaruh pada bidang kesehatan tetapi juga pada bidang-bidang lainnya seperti ekonomi, perdagangan, dan pariwisata yang berakibat hilangnya langsung pekerjaan semua orang di seluruh dunia akibat mengganasnya virus tersebut. Untuk mencegah semakin luasnya penyebaran virus, pemerintah di seluruh dunia, termasuk Indonesia, membuat berbagai langkah-langkah kebijakan termasuk protokol-protokol kesehatan yang disarankan WHO ataupun karantina wilayah (lockdown) dengan pembatasan berbagai macam jenis aktivitas. Namun sampai saat ini, hal-hal tersebut belumlah terlalu efektif menekan kehadiran virus.

    infodemik

    Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sahabat Ketahui tentang Virus Covid-19

    Pengertian Infodemik

    Di tengah merebaknya virus yang sudah menjadi pandemi ini, muncul sebuah istilah bernama infodemik. Menurut Wikipedia, infodemik adalah gabungan dari dua kata, yaitu informasi dan pandemik yang merujuk pada sesuatu yang bergerak sangat cepat dan menyebar cukup luas mengenai hal-hal yang bersifat akurat dan tidak akurat seperti informasi tentang penyakit tertentu. Definisi ini juga sejalan dengan WHO yang menyatakan bahwa infodemik adalah upaya yang disengaja untuk menyebarkan informasi yang salah untuk merusak respons kesehatan masyarakat dan memajukan agenda alternatif kelompok atau individu.

    Kesalahan informasi mengenai Covid-19, misalnya yang menyatakan bahwa Covid-19 termasuk bagian dari konspirasi dunia atau Covid-19 sebenarnya tidak ada, sering muncul di masa pandemi seperti saat ini. Hal-hal inilah yang membuat masyarakat menjadi abai dan tidak peduli mengenai bahayanya virus. Harry Sufehmi, pendiri Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, seperti dilansir dari Kemenkominfo menyatakan karena salah informasi berupa obat Covid-19 seperti bawang putih yang terbukti hoaks masyarakat pun menjadi tidak lagi peduli.

    Dampaknya

    Kesalahan dari informasi ini tentunya dapat membahayakan kesehatan fisik dan mental orang banyak, meningkatkan stigmatisasi, maupun mengarah pada kepatuhan yang buruk terhadap langkah-langkah kesehatan masyarakat, sehingga mengurangi efektivitas dan efisiensi upaya negara dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Tak mengherankan jika Sekjen WHO, Tedros Adhenom Ghebreyesus, menyatakan bahwa yang sedang dihadapi sebenarnya adalah infodemik dan bukan pandemi. Demikian hal itu ia ungkapkan pada Konferensi Keamanan di Munchen, Jerman, 2020 lalu.

    Baca Juga: Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa Itu Sindemi?

    Apabila dibiarkan, infodemik ini tentu saja akan menghalangi upaya-upaya pemerintah untuk mengatasi virus selain mengakibatkan korban jiwa tentunya. Apalagi setiap pemerintah di dunia sedang berlomba untuk melakukan vaksinasi massal seiring dengan sudah adanya beberapa vaksin yang dianggap mampu mencegah Covid-19 secara luas. Tes diagnostik tidak digunakan, kampanye vaksinasi imunisasi tidak berkembang efektif alias tidak memenuhi target, sehingga virus terus-menerus berkembang. Selain itu, disinformasi memolarisasi debat publik tentang topik yang terkait dengan Covid-19; memperkuat ujaran kebencian; mempertinggi risiko konflik, kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia; dan mengancam prospek jangka panjang untuk memajukan demokrasi, hak asasi manusia, dan kohesi sosial. 

    Cara Mengatasinya

    Karena infodemik merupakan hal yang benar-benar berbahaya serta dapat menghambat penanganan virus secara benar untuk mengatasinya tentunya diperlukan aksi koordinasi antara elit politik global, korporat, dan komunitas sains untuk meningkatkan integritas dan kredibilitas para ahli profesional serta membangun kembali kepercayaan masyarakat. Untuk hal ini, WHO juga sudah menyarankan kepada setiap negara sebagai berikut:

    • Mengetahui infodemik adalah tsunami informasi (beberapa akurat, beberapa tidak) yang menyebar bersamaan dengan pandemi dan perhatikan bahwa infodemik tidak dapat dihilangkan tetapi dapat dikelola
    • Mengakui bahwa manajemen infodemik dapat mengurangi dampak negatif langsung dan tidak langsung terhadap kesehatan penduduk, serta meningkatnya ketidakpercayaan terhadap pemerintah, ilmu pengetahuan, dan tenaga kesehatan yang telah memicu polarisasi masyarakat
    • Tekankan bahwa setiap orang memiliki peran dalam menangani infodemik
    • Mendukung pendekatan seluruh masyarakat dan terlibat dengan komunitas dalam produksi, verifikasi, dan penyebaran informasi yang mengarah pada perilaku sehat selama epidemi dan pandemi
    • Berkomitmen untuk menemukan solusi dan wadah yang konsisten dengan kebebasan berekspresi, untuk mengelola infodemik yang mencakup penggunaan teknologi digital dan data sains
    • Berusaha keras untuk membuat sains lebih mudah diakses, transparan, dan dapat dipahami, memelihara sumber informasi tepercaya, dan mempromosikan kebijakan berdasarkan bukti sehingga menumbuhkan kepercayaan orang terhadapnnya
    • Belajar dari praktik manajemen infodemik Covid-19 dan bagikan pengalaman tentang kemitraan yang memiliki nilai tambah

    Baca Juga: Prosehat Bekerja Sama dengan Dinkes DKI Didukung Botika untuk “Jakarta Tanggap Covid-19”

    Itulah mengenai infodemik yang kini tengah dihadapi semua masyarakat dunia karena adanya Covid-19 yang masih saja dianggap sebuah kebohongan hingga saat ini meskipun sudah banyak bukti orang yang terkena dan meninggal karena virus tersebut. Sahabat Sehat tentunya haruslah bersikap bijak dalam menghadapi informasi-informasi yang ada berkaitan dengan Covid-19 ini mulai dari protokol-protokol kesehatan hingga vaksinasi. Karena itu, percayakan saja pada sumber-sumber yang valid dan terpercaya agar tidak ada misinformasi yang akibatnya sungguh fatal. Untuk informasi mengenai Covid-19 lebih lanjut, Sahabat bisa mengakses Prosehat sebagai salah satu sumber terpercaya. Selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Managing the COVID-19 infodemic: Promoting healthy behaviours and mitigating the harm from misinformation and disinformation [Internet]. Who.int. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.who.int/news/item/23-09-2020-managing-the-covid-19-infodemic-promoting-healthy-behaviours-and-mitigating-the-harm-from-misinformation-and-disinformation
    2. Infodemic [Internet]. En.wikipedia.org. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://en.wikipedia.org/wiki/Infodemic
    3. KOMINFO P. Ancaman Infodemik Dapat Memperburuk Pandemi COVID-19 [Internet]. Website Resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://kominfo.go.id/content/detail/25895/ancaman-infodemik-dapat-memperburuk-pandemi-covid-19/0/virus_corona
    4. Call for Action: Managing the Infodemic [Internet]. Who.int. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.who.int/news/item/11-12-2020-call-for-action-managing-the-infodemic
    5. The Lancet Infectious Diseases. The COVID-19 infodemic. The Lancet Infectious Diseases [Internet]. 2020 [cited 11 January 2021];20(8):875. Available from: https://www.thelancet.com/journals/laninf/article/PIIS1473-3099(20)30565-X/fulltext
    Read More
  • Di masa pandemi Covid-19, masker sudah menjadi sebuah keharusan bagi seseorang ketika beraktivitas di luar rumah demi mencegah penyebaran virus melalui droplet dan udara. Jenis masker pun banyak ragamnya mulai dari medis, kain, bahkan scuba dan buff. Namun, dua nama terakhir ini tidak masuk dalam rekomendasi WHO dan Kemenkes karena tidak memiliki efektivitas yang baik dalam […]

    Aturan Baru Penggunaan Masker di DKI Jakarta, Harus Bedah dan Kain

    Di masa pandemi Covid-19, masker sudah menjadi sebuah keharusan bagi seseorang ketika beraktivitas di luar rumah demi mencegah penyebaran virus melalui droplet dan udara. Jenis masker pun banyak ragamnya mulai dari medis, kain, bahkan scuba dan buff. Namun, dua nama terakhir ini tidak masuk dalam rekomendasi WHO dan Kemenkes karena tidak memiliki efektivitas yang baik dalam menangkal virus.

    aturan baru penggunaan masker di DKI Jakarta

    Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tak Ada Scuba dan Buff

    Karena masker merupakan benda yang penting dan wajib digunakan untuk mencegah penyebaran virus, tidaklah mengherankan jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan standar aturan mengenai pemakaian masker. Aturan tersebut tertuang dalam Pergub Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19. Adapun masker-masker yang diwajibkan dipakai oleh warga DKI menurut peraturan tersebut adalah masker bedah dan kain. Dua masker tersebut pun dipakai dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

    Masker Bedah

    Pada masker bedah, terdapat kriteria-kriteria yang harus dipenuhi, yaitu efisiensi penyaringan bakteri (bacterial filtration efficiency) di atas 98, efisiensi penyaringan partikel (particle filtration efficiency) di atas 98, dan resistensi cairan (fluid resistance) minimal 120 mmHg.

    Produk Terkait: Jual Masker Meditech

    Masker Kain

    Sedangkan pada masker kain, terdapat lima ketentuan menurut Pergub, yaitu:

    • Pertama, masker kain harus menggunakan bahan katun dan memiliki lapisan paling sedikit dua lapis
    • Kedua, masker kain juga harus menggunakan pengait telinga dengan tali elastis atau non-elastis yang panjang untuk diikatkan ke belakang kepala sehingga masker bisa tepat di wajah dan tidak kendur
    • Ketiga, tiap sisi masker harus berbeda warna supaya dapat diketahui yang termasuk bagian dalam dan bagian luar
    • Keempat, masker mudah dibersihkan dan dicuci tanpa berubah bentuk dan ukuran
    • Kelima, masker mampu menutupi area hidung, mulut, dan bawah dagu dengan baik

    Produk Terkait: Jual Masker Kain Karet Telinga

    Sanksi Jika Tidak Mengenakan Masker Sesuai Pergub

    Selain aturan dan jenis pemakaian masker yang wajib di DKI Jakarta, Pergub juga mengatur mengenai aturan pemakaian masker, yaitu ketika berada di luar rumah, saat berkendara, di tempat kerja, dan tempat-tempat aktivitas lainnya. Apabila masker-masker ini tidak dikenakan sesuai dengan peraturan, yaitu sanksi berupa kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum atau denda administratif maksimal sebesar Rp 250.000.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Mengenai pemberian sanksi ini nantinya akan dilakukan oleh Satpol PP yang didampingi oleh perangkat daerah, kepolisian, dan tentara. Denda administratif yang dibayarkan nantinya akan disetorkan ke kas daerah. Satpol PP akan menerbitkan surat ketetapan denda administrartif berdasarkan bukti pelanggaran dan diberikan kepada pelanggar untuk disetorkan ke kas daerah melalui Bank DKI.

    Baca Juga: Aturan Penggunaan Masker Pada Anak dan Tips Memakainya

    Demikian mengenai aturan mengenai jenis dan penggunaan masker di DKI Jakarta yang dikeluarkan untuk mencegah penyebaran virus serta untuk mendisplinkan kembali warga DKI yang sudah abai terhadap protokol-protokol kesehatan sehingga kasus Covid-19 kembali mengalami kenaikan yang berujung pada penerapan kembali PSBB Ketat dari 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021. Karena itu, Sahabat diharapkan tetap di rumah saja supaya angka penularan kembali menurun, dan Sahabat juga terhindar dari Covid-19. Apabila Sahabat mempunyai informasi lebih lanjut mengenai masker dan protokol-protokol kesehatan serta produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Pergub Anies soal Standar Masker Kain: Minimal 2 Lapis dan Ada 2 Sisi Beda Warna [Internet]. kumparan. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/pergub-anies-soal-standar-masker-kain-minimal-2-lapis-dan-ada-2-sisi-beda-warna-1uwbexZNXfy
    2. Indonesia C. Anies Wajibkan Masker Kain 2 Lapis, Ada Denda Rp250 Ribu [Internet]. nasional. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210111082148-20-591981/anies-wajibkan-masker-kain-2-lapis-ada-denda-rp250-ribu
    3. Umah A. Di DKI Wajib Pakai Masker Jenis Ini, Atau Denda Rp 250 Ribu! [Internet]. news. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210109111558-4-214664/di-dki-wajib-pakai-masker-jenis-ini-atau-denda-rp-250-ribu
    Read More
  • Di masa pandemi Covid-19, proteksi kesehatan berupa asuransi kesehatan keluarga terbaik menjadi hal yang sangat penting. Mengapa demikian? Karena hal tersebut akan melindungi tidak hanya diri sendiri tetapi juga keluarga dengan cara yang terbaik dan memuaskan. Namun sebelum kita membahas mengenai asuransi kesehatan keluarga, ada baiknya kita membahas mengenai pengertian asuransi kesehatan secara umum.  Baca […]

    Pentingnya Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik di Masa Pandemi

    Di masa pandemi Covid-19, proteksi kesehatan berupa asuransi kesehatan keluarga terbaik menjadi hal yang sangat penting. Mengapa demikian? Karena hal tersebut akan melindungi tidak hanya diri sendiri tetapi juga keluarga dengan cara yang terbaik dan memuaskan. Namun sebelum kita membahas mengenai asuransi kesehatan keluarga, ada baiknya kita membahas mengenai pengertian asuransi kesehatan secara umum. 

    asuransi kesehatan keluarga terbaik, asuransi kesehatan keluarga, asuransi kesehatan keluarga Indonesia, asuransi kesehatan Prosehat, asuransi kesehatan keluarga Prosehat, proteksi kesehatan, proteksi kesehatan keluarga terbaik, proteksi kesehatan keluarga Prosehat

    Baca Juga: 3 Tipe Investasi untuk Mahasiswa

    Pengertian Asuransi Kesehatan

    Asuransi kesehatan adalah jenis pertanggungan asuransi yang membayar biaya medis, bedah ataupun terkait dengan biaya perawatan kesehatan seperti yang disebutkan dalam polis asuransi. Jadi, asuransi ini adalah yang menjamin biaya kesehatan atau perawatan para peserta asuransi jika mereka jatuh sakit atau mengalami kecelakaan, dan diterbitkan oleh perusahaan asuransi peserta asuransi yang dijamin perawatan medisnya tersebut.

    Asuransi kesehatan sendiri mempunyai dua jenis perawatan, yaitu:

    • Rawat inap (in-patient treatment)
    • Rawat jalan (out-patient treatment)

    Selain jenis-jenis perawatan, asuransi kesehatan biasanya juga menanggung biaya untuk:

    • Akomodasi ruang perawatan biasa dan ICU
    • Konsultasi dokter umum dan spesialis
    • Tindakan bedah
    • Rawat jalan
    • Perawatan di rumah
    • Layanan ambulans
    • Cuci darah
    • Layanan penyakit kritis

    Kemudian asuransi ini juga mempunyai jenis-jenis keikutsertaan, yaitu:

    • Wajib, yaitu pembelian dan pembayaran asuransi tiap individu yang dilakukan secara wajib dan mengikuti aturan tertentu. Misalnya seorang karyawan yang harus membeli polis asuransi sesuai dengan peraturan dalam perusahaan atau organisasi tempat bekerja.
    • Sukarela, yaitu pembelian dan pembayaran asuransi tiap individu dilakukan secara bebas yang artinya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan individu tersebut tanpa terikat suatu aturan perusahaan atau organisasi.

    Asuransi kesehatan ini merupakan bentuk perlindungan yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan bagi karyawannya jika mengalami sakit atau kecelakaan dalam bekerja. Pembayaran preminya cukup beragam. Ada yang dibayar perusahaan, ada pula yang dipotong dari pemberi kerja tetapi seringkali juga dikurangkan dari gaji karyawan. Biaya premi asuransi kesehatan dapat dikurangkan kepada pembayar dan manfaat yang diterima bebas dari pajak.

    Siapa yang Berhak Mendapatkan Asuransi Ini dan Apa Manfaatnya?

    Setiap orang berhak mempunyai asuransi dengan cara membelinya. Sebab, asuransi mempunyai manfaat untuk meng-cover biaya atau tagihan berobat di rumah sakit yang terlalu tinggi. Hal yang demikian dapat membuat Sahabat mengalami masalah keuangan yang dapat menyebabkan bangkrut atau harus menjual investasi atau properti yang dimiliki. Manfaat lainnya adalah Sahabat dapat sejak dini melindungi diri dari kemungkinan terkena hal-hal yang tidak diinginkan sehingga dengan adanya asuransi kesehatan, hal yang dialami Sahabat tidak membuat beban pada keluarga.

    Baca Juga: 4 Cara Sehat di Masa Depan Mulai dari Sekarang

    Lalu Apa itu Asuransi Kesehatan Keluarga?

    Jika dilihat dari namanya, asuransi kesehatan keluarga adalah asuransi kesehatan yang ditujukan bukan hanya pada diri Sahabat sendiri tetapi juga pada keluarga. Intinya, Sahabat memproteksi juga keluarga yang terdiri dari istri dan anak-anak, dan bisa menampung 5 orang dalam satu polis. Untuk pembayarannya biasanya hanya perlu melakukan pembayaran satu kali cicilan, dan sudah bisa melindungi seluruh anggota keluarga. Karena itu, harga preminya juga cukup besar jika dibandingkan dengan asuransi perorangan. Besarnya premi juga dapat dilihat dari manfaat atau nilai pertanggungan yang ditawarkan, dan tergantung pada perusahaan asuransi yang Sahabat pilih.

    Apakah Asuransi Ini Juga Penting?

    Ternyata, asuransi kesehatan keluarga ini ternyata juga sama pentingnya dengan asuransi kesehatan untuk diri sendiri terutama di masa pandemi Covid-19 sebagai cara untuk memproteksi kesehatan keluarga secara keseluruhan. Karena proteksi terhadap keluarga bukan sebatas pada mematuhi protokol-protokol kesehatan seperti berperilaku 3M dan PHBS. Meski begitu, banyak keluarga di Indonesia yang ternyata belum menganggap penting proteksi kesehatan keluarga ini. Data pada 2018 menunjukkan bahwa hanya 1,7% penduduk Indonesia yang memiliki asuransi ini, dan rata-rata adalah kelas menengah ke atas. Hal ini karena masih kurangnya literatur mengenai pentingnya asuransi keluarga.

    Jenis-jenis Asuransi Keluarga

    Asuransi keluarga mempunyai 3 jenis, yaitu:

    Asuransi Jiwa

    Asuransi jiwa merupakan produk perlindungan yang bisa membantu pemegang polis ketika mereka meninggal dunia. Karena ketika si pemegang polis itu meninggal, yang tertanggung bisa mendapatkan uang pertanggungan. Apabila Sahabat mengikuti asuransi jiwa untuk keluarga, setidaknya ada manfaat utama yang bisa didapatkan, yakni pemegang polis tidak meninggalkan hutang ketika meninggal dunia.

    Besaran pertanggungan dari salah satu jenis asuransi kesehatan keluarga ini bahkan bisa mencapai Rp 1 miliar namun tergantung jumlah premi yang dipilih. Tidak hanya meninggal dunia, pertanggungan asuransi jiwa untuk keluarga juga bisa didapat ketika pemegang polis mengalami kecelakaan atau sakit yang menyebabkan mereka cacat dan tidak bisa lagi mencari nafkah atau tidak memiliki penghasilan lagi.

    Asuransi Kesehatan

    Asuransi kesehatan untuk keluarga juga menjadi paling penting, dan diminati masyarakat Indonesia. Keunggulan yang dimilikinya salah satunya adalah dapat memberikan manfaat berupa biaya perawatan bahkan sampai santunan meninggal dunia. Untuk besaran premi bulanan yang dibayar per bulan biasanya lebih rendah jika dibandingkan dengan asuransi jiwa. Asuransi ini menawarkan produk asuransi keluarga yang bisa digunakan dengan satu polis untuk bisa menanggung seluruh anggota keluarga.

    Asuransi Pendidikan

    Asuransi pendidikan adalah jenis produk asuransi untuk pasangan suami-istri yang baru memiliki anak, dan sangat penting untuk memiliki asuransi jenis ini sejak dini. Asuransi pendidikan memiliki persamaan dengan tabungan berjangka, dengan pemegang polis telah terlindungi oleh asuransi jiwa. Karena itu, apabila dalam keluarga, suami atau istri meninggal dunia, anak tetap mendapatkan tabungan pendidikannya hingga jenjang yang telah ditetapkan di awal.

    Cara Memilih Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik

    Setelah Sahabat Sehat diberikan penjabaran mengenai asuransi kesehatan terutama untuk keluarga mulai dari pengertian, manfaat, dan jenisnya, tentu Sahabat akan segera mulai mengasuransikan diri dan keluarga. Namun, sebelum Sahabat mengasuransikan diri, ada baiknya Sahabat mengetahui cara memilih asuransi kesehatan keluarga.

    Menawarkan Manfaat Rawap Inap yang Optimal

    Hal pertama yang perlu Sahabat perhatikan ialah mencermati manfaat rawat inap yang ditawarkan. Alasan untuk ini sederhana saja. Rawat inap merupakan jenis perawatan yang membutuhkan biaya besar. Manfaat biaya rawat inap yang bisa ditawarkan adalah biaya kamar, dokter, biaya pengobatan, cek laboratorium, dan sebagainya. Semakin banyak manfaat rawap inap yang ditanggung, semakin bagus asuransi kesehatan tersebut.

    Melindungi Diri dari Berbagai Macam Penyakit Termasuk Penyakit Pandemi

    Salah satu syarat terbaiknya asuransi kesehatan keluarga adalah akan memberikan perlindungan atas berbagai macam penyakit termasuk penyakit pandemi seperti Covid-19. Karena itu, saatnya mempertimbangkan asuransi kesehatan yang memberikan perlindungan terhadap Covid-19. Jadi, ketika Sahabat mencari asuransi kesehatan untuk keluarga hal pertama yang seharusnya dilihat adalah daftar penyakit yang masuk daftar tanggungan. Semakin banyak risiko penyakit yang dilindungi, semakin baik pula asuransi kesehatan tersebut.

    Mempunyai Jaringan Rumah Sakit yang Luas

    Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah proteksi berupa asuransi kesehatan tersebut haruslah mempunyai jaringan rumah sakit yang luas. Karena itu, jangan sampai memilih asuransi kesehatan yang menawarkan perlindungan atas beragam jenis penyakit tetapi asuransi itu hanya diterima di sedikit rumah sakit.

    Fleksibel dalam Penentuan Premi Serta Manfaat

    Pilihlah perusahaan asuransi kesehatan yang memungkinkan nasabah mengubah manfaat serta biaya premi sesuai dengan kebutuhan. Dengan pilihan semacam ini, Sahabat bisa akan lebih mudah menyesuaikan rencana keuangan di masa-masa mendatang. Ketika Sahabat ingin melakukan upgrade atau downgrade, Sahabat bisa melakukannya di polis yang sama. Hal ini tentu lebih praktis karena nasabah tidak perlu mencari asuransi kesehatan lain yang sesuai kebutuhan, dan memulai proses pendaftaran dari awal lagi. Polis asuransi kesehatan yang fleksibel juga memungkinkan nasabah bisa senantiasa terlindungi di setiap tahapan hidup.

    Memberlakukan limit gabungan

    Maksudnya adalah merujuk ke batas nilai penggantian yang bisa diberikan oleh asuransi ke nasabahnnya, dan biasanya dalam waktu setahun. Selain limit gabungan ada juga asuransi kesehatan yang memberlakukan limit untuk tiap jenis perawatan seperti limit biaya konsultasi, limit biaya bedah, dan lainnya. Jadi, jumlah dari seluruh limit perawatan akan sama dengan limit gabungan.

    Baca Juga: 7 Cara Siasati Gaji Tidak Habis Sia-sia

    Masa Tunggu yang Singkat

    Salah satu asuransi kesehatan keluarga yang terbaik adalah mempunyai masa tunggu yang singkat karena semakin singkat waktu tunggu suatu polis, semakin cepat Sahabat dapat menikmati manfaat dari asuransi kesehatan tersebut. Perlu diketahui, rata-rata masa tunggu yang didapatkan adalah 6 bulan atau 1 tahun setelah polis aktif.

    Proses Klaim yang Mudah

    Sebuah asuransi kesehatan terbaik tidak hanya akan menawarkan manfaat perlindungan yang luas saja tetapi juga akan merealisasikan janji perlindungan dengan memberikan proses klaim yang mudah. Jadi, nasabah akan benar-benar merasakan secara nyata manfaat yang ditawarkan asuransi kesehatan. Prosedur klaim yang jelas dan sederhana itu misalnya mengisi dan tanda tangan formulir serta melengkapi dokumen. Yang paling penting di masa pandemi Covid-19 adalah memungkinkan pemegang polis untuk mengunduh formulir klaim dan mengunggahnya secara online.

    Menyediakan Fasilitas Cashless

    Sebuah asuransi kesehatan terbaik tidak hanya akan menawarkan manfaat perlindungan yang luas saja tetapi juga akan merealisasikan janji perlindungan dengan memberikan proses klaim yang mudah. Jadi, nasabah akan benar-benar merasakan secara nyata manfaat yang ditawarkan asuransi kesehatan. Prosedur klaim yang jelas dan sederhana itu misalnya mengisi dan tanda tangan formulir serta melengkapi dokumen. Yang paling penting di masa pandemi Covid-19 adalah memungkinkan pemegang polis untuk mengunduh formulir klaim dan mengunggahnya secara online.

    Baca Juga: 4 Tips Mengatur Keuangan untuk Wanita Single

    Dengan adanya asuransi kesehatan untuk keluarga yang terbaik, Sahabat tentu berharap mendapatkan ketenangan pikiran di masa-masa sulit sekalipun seperti saat jatuh sakit sehingga harus menjalani rawat jalan atau rawat inap. Namun di saat yang sama uang tunai terbatas. Karena itu, supaya Sahabat tidak direpotkan dengan hal-hal seperti itu, pilihlah asuransi kesehatan yang menyediakan fasilitas cashless atau non-tunai. Fasilitas ini memungkinkan pemegang polis menjalani rawat inap tanpa harus membayar terlebih dahulu. Meski begitu, Sahabat perlu tahu bahwa fasilitas ini hanya berlaku di rumah sakit yang sudah menjadi rekanan asuransi sehingga harus memastikan sebelumnya seberapa luas jaringan rumah sakit yang menjadi rekanan saat memilih asuransi kesehatan terbaik.

    Mempunyai Manfaat Tambahan untuk Penyakit Kritis

    Asuransi kesehatan yang terbaik untuk keluarga juga akan memberikan perlindungan terluas bagi para tertanggungnya termasuk perlindungan terhadap risiko penyakit kritis. Perlindungan semacam ini penting mengingat perawatan penyakit kritis membutuhkan biaya medis yang besa dan menjadi penyebab utama kematian.

    Sekian mengenai asuransi kesehatan keluarga terbaik yang bisa Sahabat jadikan sebagai proteksi kesehatan untuk diri sendiri dan keluarga terutama di masa pandemi Covid-19. Karena pentingnya asuransi kesehatan untuk proteksi, yuk jangan ragu untuk mendaftarkan diri dan keluarga pada asuransi yang disediakan oleh Prosehat. Asuransi dari Prosehat ini juga dilengkapi dengan fasilitas tes Covid-19 dan vaksinasi Covid-19. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Asuransi Kesehatan: Definisi, Jenis, dan Manfaatnya | Asuransi Kesehatan dan Jiwa Cigna Indonesia [Internet]. Cigna.co.id. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://www.cigna.co.id/health-wellness/asuransi-kesehatan-definisi-jenis-dan-manfaatnya
    2. Mengenal Jenis-jenis Asuransi Untuk Keluarga, Sebelum Mengajukan [Internet]. Generali Indonesia. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://www.generali.co.id/id/healthyliving/detail/3/mengenal-jenis-jenis-asuransi-untuk-keluarga-sebelum-mengajukan
    3. <,   <,   <,   <,   <,   < et al. Asuransi Kesehatan Terbaik 2021 – Premi Murah dan Klaim Cepat! – Cermati.com [Internet]. Cermati.com. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://www.cermati.com/asuransi-kesehatan
    4. Pranoto S, Pranoto S. 9 Tips Memilih Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik [Internet]. Love Life. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://ilovelife.co.id/blog/9-tips-memilih-asuransi-kesehatan-keluarga-terbaik/
    Read More
  • Kabar gembira datang dari vaksin CoronaVac produksi Sinovac. Salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia mulai Januari 2021 itu dilaporkan 78% efektif dalam uji coba tahap akhir di Brasil tanpa kasus Covid-19 yang berat. Demikian kata periset pada Kamis, 7 Januari 2021 waktu setempat. Hal tersebut juga dibenarkan Butantan, mitra penelitian dan produksi […]

    Efikasi Vaksin Sinovac Mencapai 78% dalam Uji Coba Tahap Akhir di Brasil

    Kabar gembira datang dari vaksin CoronaVac produksi Sinovac. Salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia mulai Januari 2021 itu dilaporkan 78% efektif dalam uji coba tahap akhir di Brasil tanpa kasus Covid-19 yang berat. Demikian kata periset pada Kamis, 7 Januari 2021 waktu setempat. Hal tersebut juga dibenarkan Butantan, mitra penelitian dan produksi Sinovac. Institut rekanan ini juga sudah menyerahkan hasil efektivitas ini kepada regulator kesehatan setempat, Anvisa, untuk dijadikan sebagai bagian dari permintaan penggunaan darurat vaksin Sinovac.

    kemanjuran vaksin Sinovac, efektivitas vaksin Sinovac, efikasi vaksin Sinovac

    Baca Juga: Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Tingkat efikasi 78% ini juga melebihi standar yang ditetapkan WHO, di kisaran 50% hingga 60% karena kebutuhan yang mendesak. Sebelumnya Butantan mengatakan bahwa Sinovac sendiri telah lolos ambang batas kemanjuran 50% yang ditetapkan oleh Anvisa pada 24 Desember. Karena hal yang demikian, Brasil langsung memesan 100 juta dosis, dan Menteri Kesehatan Brasil, Eduardo Pazuello, menyatakan bahwa negaranya sudah siap memakai vaksin dari Cina tersebut. Hal ini tentu bertentangan dengan Presiden Jair Bolsonaro yang menolak memakai Sinovac karena ragu akan efektivitasnya.

    Jika dilihat dari segi kemanjuran dan efektivitas, vaksin Sinovac sendiri masih kalah jika dibandingkan dengan Pfizer dan Moderna yang mencapai angka hingga lebih dari 90%. Meski begitu vaksin ini punya kelebihan, yaitu mudah diangkut dan disimpan pada lemari es dengan suhu normal, yaitu di angka 2-8 derajat Celcius, dan dapat bertahan selama 3 tahun. Brasil sendiri adalah salah satu negara di dunia yang mempunyai jumlah pengidap Covid-19 yang cukup banyak, yaitu melampaui angka 200.000 pada Kamis, 7 Januari 2021. Angka ini merupakan yang terbanyak di Amerika Selatan, dan negara tersebut berencana memvaksinasi 51 juta orang atau seperempat populasi yang dimulai pada 25 Januari.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Namun, Brasil tidak hanya mengandalkan Sinovac saja. Negara ini juga akan menggunakan vaksin-vaksin Covid-19 lain seperti dari AstraZeneca, Sputnik V, dan Jhonson and Jhonson. Kabar kemanjuran hingga 78% ini tentu saja membawa angin segar bagi negara-negara lain yang menggunakan Sinovac selain Brasil, yaitu Indonesia, Turki, Cile, Singapura, Ukraina, dan Thailand. Terlebih lagi di Indonesia sendiri yang juga sudah menjalani uji coba klinis tahap 3 di Bandung pada 2020 lalu.

    Vaksin Sinovac sendiri sudah tiba dua kali di Indonesia, yaitu pada Desember 2020 dan Januari 2021. Total Indonesia sudah mempunyai 3 juta dosis vaksin yang distribusinya disalurkan melalui Biofarma ke sejumlah daerah. Namun hingga saat ini BPOM sebagai regulator utama belum mengeluarkan rekomendasi penggunaan darurat, dan pada 13 Januari 2021 Presiden Jokowi dijadwalkan menjadi orang pertama di Indonesia yang akan divaksin.

    Mengenal Efikasi pada Vaksin Covid-19

    Berdasarkan WHO, efikasi vaksin adalah kemampuan vaksin untuk memberikan manfaat bagi individu yang diberi imunisasi. Manfaat yang dimaksud adalah manfaat untuk hidup sehat dan mensejahterahkan masyarakat karena terlindungi dari penyakit-penyakit yang berbahaya. Efikasi merupakan kemampuan vaksin untuk melindungi penyakit dalam uji klinis terkontrol, dan selalu dinyatakan dalam persentase. Efikasi ini didapatkan dalam uji klinis tahap II.

    Meskipun WHO sudah menetapkan standar minimal adalah 50%, menurut biolog molekuler, Ahmad Rusdan Utomo, seperti dilansir dari CNN Indonesia, efikasi yang ideal sebenarnya adalah 70-80% karena jika kurang dari angka tersebut, berarti akan semakin banyak populasi yang divaksin untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, Serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Itulah mengenai vaksin Sinovac yang sudah mencapai 78% dalam uji terakhir sehingga tidak perlu lagi ada keraguan mengenai kemampuan vaksin tersebut dalam mencegah Covid-19 apalagi vaksin ini akan digunakan secara luas di Indonesia dalam waktu dekat. Karena itu, Sahabat jangan ragu untuk divaksinasi karena vaksin itu baik dan perlu. Tidak hanya untuk diri Sahabat tetapi juga untuk orang-orang di sekitar. Sembari menunggu vaksinasi dimulai, yuk tetap berperilaku 3M dan PHBS, serta tidak lupa untuk deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Saputra E. Vaksin Sinovac Dilaporkan Efektif 78 Persen dalam Uji Coba Tahap Akhir di Brasil [Internet]. Tempo. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://dunia.tempo.co/read/1421185/vaksin-sinovac-dilaporkan-efektif-78-persen-dalam-uji-coba-tahap-akhir-di-brasil
    2. Efikasi Vaksin Covid-19 Sinovac Capai 78%, Brasil Pesan 100 Juta Dosis – Nasional Katadata.co.id [Internet]. Katadata.co.id. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://katadata.co.id/febrinaiskana/berita/5ff7d15672d3b/efikasi-vaksin-covid-19-sinovac-capai-78-brasil-pesan-100-juta-dosis
    3. Indonesia C. Mengenal Istilah Efikasi pada Vaksin Covid-19 [Internet]. teknologi. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201211110536-199-580858/mengenal-istilah-efikasi-pada-vaksin-covid-19
    Read More
  • Covid-19 mulai muncul pada November 2019 di Wuhan, Cina, kemudian mulai menyebar  ke negara-negara di dunia termasuk ke Indonesia. Pada awalnya, penyakit ini dianggap sebagai penyakit sistem pernapasan dan menyerang organ tubuh paling vital, yaitu paru-paru. Namun, virus ini diketahui tidak hanya menyerang paru tetapi juga menyerang organ lain Lalu,  organ-organ apa saja yang dapat […]

    Apa Saja Organ-organ Tubuh yang Terdampak Covid-19?

    Covid-19 mulai muncul pada November 2019 di Wuhan, Cina, kemudian mulai menyebar  ke negara-negara di dunia termasuk ke Indonesia. Pada awalnya, penyakit ini dianggap sebagai penyakit sistem pernapasan dan menyerang organ tubuh paling vital, yaitu paru-paru. Namun, virus ini diketahui tidak hanya menyerang paru tetapi juga menyerang organ lain Lalu,  organ-organ apa saja yang dapat diserang oleh covid-19? Yuk, Sahabat Sehat, mari simak penjelasannya di bawah ini.

    organ-organ tubuh yang terdampak Covid-19

    Baca Juga: WNA Dilarang Masuk Indonesia untuk Mencegah Penyebaran Varian Baru Covid-19

    Paru-paru

    Seperti sudah disebut di awal, Covid-19 erat kaitannya dengan paru-paru karena penyakit ini menyerang saluran sistem pernapasan, yang ditandai dengan gejala berupa batuk, demam, kesulitan, bernapas, dan demam. Akibatnya adalah pasien memiliki kerusakan alveolar difus klasik yang disebabkan oleh gangguan pada sel endotel dan alveolar sehingga terjadilah pengeluaran cairan dan sel-sel serta pembentukan membran hialin. Beberapa terapi dapat digunakan untuk mengatasinya seperti pemberian oksigen melalui saluran hidung dengan aliran yang tinggi dan pemberian ventilasi non-invasif.

    Jantung

    Efek Covid-19 pada jantung kebanyakan menyerang pasien jantung koroner. Hal ini disebabkan oleh pecahnya plak, thrombosis, serta tidak kuatnya suplai oksigen. Komplikasi jantung akibat Covid-19 dapat terjadi tanpa harus didahului komplikasi yang terjadi pada paru-paru. Efek komplikasi ini berupa peradangan, gagal jantung, dan cedera jantung dapat bertahan begitu lama meskipun si penderita pulih dari virus.

    Produk Terkait: Layanan Panggil Dokter Jantung ke Rumah

    Otak

    Ternyata Covid-19 juga sangat berdampak buruk pada otak, organ tubuh yang digunakan manusia untuk berpikir. Pada penderita penyakit yang lebih parah dapat mengakibatkan berubahnya tingkat oksigen dan karbon dioksida dalam otak. Akibat yang ditimbulkan adalah pusing, sakit kepala, gangguan kesadaran termasuk kebingungan, mengigau, dan ketidakmampuan untuk bangun. Efek pada otak akibat Covid-19 adalah delirium yang dapat menyebabkan gangguan kognitif jangka panjang termasuk defisit memori. Hal lainnya dari Covid-19 pada otak adalah dapat menyebabkan radang otak, edema, dan kejang. Tak hanya itu, efek ini juga dapat menyebabkan stroke meskipun si penderita tidak punya riwayat penyakit ini. Stroke pada pasien Covid-19 terjdi karena hiperkoagulabilitas dan cedera endotel. Efek lainnya adalah pendarahan pada otak.

    Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Mata

    Tidak banyak orang yang menyangka jika Covid-19 juga dapat berdampak buruk pada mata, dan hal ini terjadi pada kondisi yang cukup berat. Infeksinya dapat ditemukan pada sel permukaan mata di kornea, yaitu di dalam kelopak mata dan di bagian putih mata. Hal lainnya adalah konjungtivis dan lebih sering terjadi pada pasien yang sakit. Covid-19 memasuki mata melalui sel permukaan okuler, dan dapat bertahan selama 3 minggu.

    Hidung

    Covid-19 disebut mampu berdampak buruk pada hidung, dengan melumpuhkan saraf penciuman yang dalam organ tersebut sehingga mengakibatkan hilangnya indera penciuman manusia secara normal. Gejala ini disebut dengan anosmia, dan banyak terjadi pada pasien-pasien pengidap Covid-19.

    Hati

    Hati merupakan salah satu organ cukup vital dalam tubuh, dan ternyata organ ini juga dapat terdampak Covid-19. Sebanyak 50% pasien Covid-19 ternyata mengalami kenaikan enzim hati seperti SGOT, SGPT, dan Bilirubin. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan hati mudah terserang Covid-19, salah satunya adalah penggunaan obat virus di rumah sakit, virus yang menyerang sel hati, dan penggunaan imun yang berlebihan.

    Ginjal

    Organ tubuh lainnya yang juga terdampak Covid-19 dan cukup vital adalah ginjal. Organ tubuh ini disebut mengalami kerusakan parah akibat terkena virus asal Wuhan tersebut yang berakibat pada meningkatnya risiko kematian.  Virus terdapat pada sel glomerulus, epitel tubular, dan podosit ginjal. Efek yang dihasilkan berupa cedera ginjal akut. Cedera ini juga dapat terjadi akibat rhabdomyolysis akibat hiperventilasi atau obat-obatan termasuk antivirus seperti remdesivir.

    Produk Terkait: Cek Lab Fungsi Ginjal

    Saluran Pencernaan

    Saluran pencernaan terutama usus disebut terdampak sebanyak 20% terjadi pada pasien Covid-19. Akibat yang ditimbulkan kebanyakan adalah diare. Selain diare, efek lainnya berupa kehilangan nafsu makan, mual, muntah, dan hal-hal lain yang buat tidak nyaman tubuh. Virus dapat diketahui pada kotoran pasien, dan pasien dengan virus pada kotorannya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membersihkannya.

    Kulit

    Organ tubuh terakhir yang terdampak Covid-19 adalah kulit. Efek yang dapat ditimbulkan adalah jerawat, eksim, psoriasis, dan rosasea. Masalah yang berhubungan dengan Covid-19 pada kulit dapat dimediasi oleh neurogenik, mikrotrombotis atau imun yang kompleks. Efek lain yang dapat ditimbulkan adalah ruam eritematosa yang tidak merata dengan warna kemerahan dan keunguan, gatal-gatal, cacar air, dan campak.

    Baca Juga: Perlunya Memakai Sunscreen di Rumah dan Cara Memilihnya

    Itulah organ-organ tubuh yang terdampak Covid-19 yang perlu Sahabat ketahui sehingga dapat disimpulkan bahwa Covid-19 bukanlah virus yang dapat dianggap sepele. Pencegahan terbaik yang bisa dilakukan adalah melakukan 3M dan deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Informasi selengkapnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Effect of Covid-19 on the Organs [Internet]. Cureus; 2020 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7470660
    2. Covid-19 and The Liver [Internet]. NCBI; 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7295524/
    3. [Internet]. 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/341553844_The_Effects_of_COVID-19_Pandemic_in_Otolaryngology_Practice_A_Review_of_the_Literature
    4. [Internet]. Ejinme.com. 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.ejinme.com/article/S0953-6205(20)30228-4/pdf

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja