Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 71–80 of 1272 results

  • Tips Meredakan Gatal Pada Kulit

     

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Sahabat Sehat, rasa gatal pada kulit tentu cukup mengganggu dan dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Anak-anak maupun lansia rentan mengalami gatal pada kulit. Pada masa kanak-kanak, kulit masih sensitif. Sementara pada lansia, kulit mudah kering sebab faktor penuaan. Banyak sekali penyebab kulit terasa gatal, bagaimana penanganan awal untuk meredakan gatal ? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

     

    Penyebab Kulit Terasa Gatal

    Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan kulit terasa gatal :

    • Gangguan Pada Kulit

    Beberapa masalah pada kulit, seperti kulit kering (xerosis), eksim kulit (dermatitis), infeksi parasit seperti skabies, gigitan serangga, infeksi jamur, serta kelainan autoimun (misal psoriasis) dapat menyebabkan kulit terasa gatal.

    • Gangguan Sistemik

    Gatal tidak selalu diakibatkan kelainan pada kulit, sebab juga dapat menunjukan adanya penyakit yang mendasari seperti gangguan hati, gangguan ginjal, anemia, diabetes, gangguan tiroid, maupun multiple myeloma dan gangguan kelenjar getah bening (limfoma)

    • Gangguan Saraf

    Gangguan saraf seperti multiple sklerosis, maupun herpes zoster dapat pula menimbulkan keluhan gatal pada kulit.

    • Kondisi Psikologis

    Beberapa kondisi psikologis, seperti gangguan cemas, obsessive-compulsive disorder (OCD), serta depresi diketahui dapat menimbulkan keluhan gatal pada kulit. Tentunya keluhan gatal disertai dengan gejala lainnya yang terkait masalah psikologis.

    • Reaksi Alergi

    Beberapa zat kimia, maupun bahan pakaian tertentu dapat memicu iritasi kulit dan menyebabkan timbulnya kemerahan serta rasa gatal di kulit. Bahan lain seperti produk kosmetik, maupun obat-obatan juga dapat menimbulkan rasa gatal. 

    Tips Mengatasi Gatal

    Meski rasa gatal mengganggu aktivitas sehari-hari, Sahabat Sehat dapat melakukan beberapa tips berikut sebagai penanganan awal mengatasi gatal :

    • Gunakan krim dan pelembab kulit, agar kulit tidak kering.
    • Jika beraktivitas dibawah sinar matahari dalam waktu lama, gunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari yang berlebih dalam waktu lama.
    • Gunakan sabun mandi dan produk kulit yang tidak menimbulkan iritasi pada kulit
    • Hindari mandi dengan air yang terlalu panas.
    • Hindari bahan kain seperti wol dan sintesis sebab dapat memicu rasa gatal di kulit.
    • Menggunakan alat humidifier untuk menjaga kelembaban ruangan.
    • Berikan kompres air dingin pada area yang terasa gatal, daripada menggaruk kulit.
    • Oleskan lotion Calamine maupun Menthol untuk meredakan gatal
    • Menggunakan alat mandi serta pakaian pribadi.

     

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai penyebab dan tips mudah mengatasi gatal yang dapat dilakukan di rumah. Namun sebaiknya waspadai, jika gatal dialami hingga lebih dari 3 hari atau bila gatal dirasa memberat, serta muncul keluhan lain maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar diperiksa lebih lanjut.

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Mayo Clinic. Itchy skin (pruritus) [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021 [updated Jan 06; cited 2021 Sep 09].
    2. Jaliman D. Your Skin, Pruritus, and Itching [Internet]. USA : WebMD. 2021 [updated 2021 Jun 21; cited 2021 Sep 09]. 
    3. Oakley A. Pruritus [Internet]. New Zealand : DermNet NZ. 2016 [updated 2016 Dec; cited 2021 Sep 09]. Available from : https://dermnetnz.org/topics/pruritus
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Niat baik ingin donor saja belumlah cukup. Pendonor harus memenuhi sejumlah aturan dan syarat donor darah di PMI yang sangat ketat. Maka tidak heran, ada saja pendonor yang terpaksa ditolak oleh petugas dan dipersilahkan melakukan donor di lain waktu. Oleh sebab itu, pastikan […]

    5 Syarat Donor Darah di PMI Bagi yang Belum Pernah Donor

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Pendonor yang Telah Lolos Syarat Donor Darah di PMI

    Niat baik ingin donor saja belumlah cukup. Pendonor harus memenuhi sejumlah aturan dan syarat donor darah di PMI yang sangat ketat. Maka tidak heran, ada saja pendonor yang terpaksa ditolak oleh petugas dan dipersilahkan melakukan donor di lain waktu.

    Oleh sebab itu, pastikan Sahabat Sehat yang ingin donor darah mengetahui apa saja yang dipersyaratkan PMI agar niat baik Sahabat Sehat bisa diterima.

    Manfaat Melakukan Donor Darah

    Sahabat Sehat, tanggal 3 September setiap tahunnya dirayakan sebagai Hari Palang Merah Indonesia. Donor darah merupakan salah satu cara bagi Sahabat Sehat untuk melakukan aksi sosial. Darah yang disumbangkan akan bermanfaat bagi kehidupan orang lain.

    Selain bermanfaat bagi penerima donor, bagi Sahabat Sehat yang mendonorkan darah juga dapat memperoleh berbagai manfaat seperti:

    • Menurunkan risiko penyakit kanker
    • Mencegah penyakit jantung
    • Hingga membantu dalam menurunkan berat badan

    Selain itu, orang-orang yang rutin melakukan donor darah cenderung lebih sehat dan lebih enerjik dalam kehidupannya sehari-hari. Namun perlu diketahui, ada berbagai persyaratan wajib yang harus Sahabat  Sehat penuhi agar dapat mendonorkan darah. Apa saja syaratnya ?

    Syarat Donor Darah di PMI

    Tidak semua orang yang datang ke PMI untuk donor darah akan diterima dan diambil darahnya. Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa syarat yang wajib dipenuhi sebelum melakukan donor darah yaitu:

    Kunjungi PMI Terdekat

    PMI selalu membuka kesempatan bagi masyarakat untuk donor darah. Sahabat Sehat yang ingin melakukan donor darah hanya perlu datang ke PMI terdekat. Petugas akan membantu Sahabat Sehat prosedur donor darah, persyaratan yang harus dipenuhi seperti isi formulir, skrining kesehatan pendonor, dan petugas akan menjelaskan manfaat donor bagi pendonor dan bagi penerima donor, juga petugas akan menjelaskan bahwa proses donor darah akan berlangsung selama 5 sampai 10 menit.

    PMI biasanya akan selalu membuka donor darah setiap hari. Namun untuk jam donor bisa berbeda-beda. Oleh sebab itu, pastikan untuk mengkonfirmasi terlebih dahulu jadwal di PMI.

    Usia

    Donor di PMI tidak membedakan pria atau wanita. Ras, suku, ataupun agama tertentu. Namun petugas hanya akan menerima donor darah dari mereka yang berusia 17 hingga 65 tahun.

    Aturan ini ditetapkan untuk memastikan keselamatan pendonor. Jika usia terlalu muda ataupun terlalu tua dapat dikhawatirkan menimbulkan efek kurang baik pada tubuh pendonor.

    Kondisi Tubuh

    Pastikan tubuh dalam keadaan bugar dan sehat. Baik itu sehat secara jasmani maupun secara rohani. Merasa sehat secara fisik saja tidak cukup, petugas akan memeriksa kondisi tubuh dan memastikan:

    • Berat badan minimal 45 kilogram
    • Denyut nad teratur (sekitar 60-100 kali per menit)
    • Kadar Haeomglobin (hemoglobin) 12gr/dl bagi perempuan, dan 12,5gr/dl bagi pria
    • Tekanan darah sistolik pada rentang 100-170 mmHg
    • Tekanan darah diastolik pada rentang 70-100mmHg

    Tidak Ada Penyakit Berat yang Sedang Diderita

    Sebelum melakukan donor, ada skrining singkat yang menjadi syarat donor darah di PMI. Skrining ini untuk memastikan pendonor aman melakukan donor, dan darah berkualitas baik sehingga layak diberikan pada pasien. Biasanya pasien akan ditanya apakah memiliki penyakit yang sedang diderita saat ini.

    Beberapa penyakit yang dapat menggagalkan niat donor misalnya HIV/Aids, gangguan autoimun, serta penyakit-penyakit lain seperti kanker darah.

    Interval Donor

    Bagi Sahabat Sehat yang baru pertama kali donor mungkin tidak menjadi masalah. Namun jika ingin donor kembali, petugas hanya akan menerima donor kembali 12 minggu atau sekitar 3 bulan kemudian.

    Selain itu, petugas juga hanya akan menerima donor maksimal 5 kali dalam 2 tahun. Walaupun Sahabat Sehat ingin terus bisa bermanfaat bagi orang banyak, namun aturan ini dibuat untuk memastikan kesehatan pendonor tetap terjaga.

    Jika seluruh persyaratan diatas telah Sahabat Sehat penuhi, maka selanjutnya jaga kondisi tubuh agar selalu sehat dan bugar hingga jadwal donor darah tiba. 

    Hal Wajib Dilakukan Sebelum dan Setelah Donor Darah

    Untuk menjaga agar kondisi tubuh Sahabat tetap bugar menjelang donor darah serta setelah melakukan donor darah, maka sebaiknya lakukan beberapa tips berikut:

    Sebelum Donor

    • Tidur minimal 4 jam sebelum melakukan donor darah.
    • Untuk menjaga kualitas darah, hindari mengkonsumsi makanan berlemak.
    • Konsumsi makanan yang mengandung protein, zat besi, dan vitamin C yang tinggi.
    • Makanlah 3-4 jam sebelum melakukan donor
    • Hindari melakukan donor darah dalam keadaan perut kosong.
    • Konsumsi air putih yang cukup sebelum mendonorkan darah.
    • Hindari mengkonsumsi minuman beralkohol setidaknya sehari sebelum melakukan donor darah

    Setelah Melakukan Donor

    • Setelah melakukan donor darah, beristirahatlah di ruang tunggu minimal 10 menit
    • Konsumsi cemilan dan minuman yang diberikan petugas untuk mengganti kalori tubuh
    • Jangan langsung melepas plester pada area yang yang ditusuk jarum
    • Biarkan plester menempel minimal selama 6 jam usai melakukan donor darah
    • Hindari aktivitas berat atau mengangkat beban berat selama 12 jam agar tidak ada bengkak di area suntikan

    Nah Sahabat Sehat, itulah semua syarat donor darah di PMI yang wajib diikuti oleh pendonor maupun oleh petugas donor. Semoga donor yang Sahabat Sehat berikan bisa menjadi sumber keselamatan bagi penerima donor.

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Palang Merah Indonesia. Syarat Untuk Menjadi Donor Darah [Internet]. Indonesia : Palang Merah Indonesia; [cited 2021 Aug 30]
    2. World Health Organization. Blood donor selection: guidelines on assessing donor suitability for blood donation [Internet]. USA : World Health Organization. 2012 [updated 2012 Jan 01; cited 2021 Aug 30]
    3. Longhurst A. The Benefits of Donating Blood [Internet]. USA : Healthline. 2019 [updated 2019 June 26; cited 2021 Aug 30]
    4. Nall R. Donating blood: Advantages, disadvantages, and procedure [Internet]. USA : Medical News Today. 2020 [updated 2020 June 03; cited 2021 Aug 30]
    Read More
  • Perlukah Suntik Vaksin Rabies Setelah Tergigit Anjing?

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Memiliki hewan peliharaan memang sangat menyenangkan. Namun cakaran atau gigitan hewan peliharaan, misalnya anjing tetap dapat berdampak bagi kesehatan. Salah satu jenis penyakit yang dapat diakibatkan oleh gigitan anjing adalah penyakit rabies. Sahabat Sehat, bagaimana mencegah penyakit rabies ? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Rabies?

    Penyakit rabies atau disebut juga penyakit “anjing gila” disebabkan oleh Rabies lyssavirus yang ditularkan melalui gigitan atau cakaran dari hewan yang terinfeksi. Hewan yang terinfeksi memiliki virus rabies pada air liurnya. Virus rabies dapat menginfeksi melalui kulit yang luka, mata, hidung, atau mulut, dan menyebar melalui saraf ke otak. 

     

    Apa Tanda dan Gejala Rabies?

    Biasanya gejala penyakit rabies mulai dialami pada hitungan hari atau minggu, bahkan dapat pula muncul lebih dari setahun setelah gigitan terjadi. Gejala awal ditandai dengan kesemutan, perih, gatal di area sekitar gigitan hewan, demam, sakit kepala, nyeri otot, hilang nafsu makan, mual, hingga kelelahan. Selanjutnya setelah beberapa hari mulai berkembang keluhan lain, seperti:

    • Gelisah
    • Kebingungan
    • Halusinasi
    • Kejang otot
    • Kelemahan atau kelumpuhan 
    • Sensitif terhadap cahaya terang, suara, dan sentuhan
    • Produksi air liur berlebih

    Selain itu, penyakit rabies juga dapat menyebabkan kematian pada kasus yang berat. Oleh sebab itu jika Sahabat Sehat tergigit atau memiliki luka yang disebabkan oleh hewan maka sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. 

    Bagaimana Pertolongan Pertama Saat Tergigit Anjing?

    Jika Sahabat Sehat tergigit anjing maupun hewan liar lainnya, maka segera lakukan beberapa tips berikut:

    • Cuci Area Luka

    Segera bersihkan luka dengan membasuh menggunakan air bersih mengalir dan sabun antibakteri. Basuh kembali luka dengan air bersih mengalir selama 10-15 menit.

    • Beri Cairan Antiseptik

    Setelah luka dibersihkan, usapkan kasa yang telah diberi cairan antiseptik atau obat merah untuk membersihkan luka dari kuman.

    • Serum Anti Rabies

    Serum anti rabies merupakan salah satu imunisasi pasif yang dapat memberikan antibodi penetral lebih cepat sebelum antibodi alami yang dibuat oleh tubuh.

    • Vaksin Rabies

    Biasanya pemberian vaksin rabies akan menimbulkan beberapa efek samping ringan, seperti pembengkakan di area suntik, ruam, demam ringan, sakit kepala, hingga nyeri otot. Umumnya dokter akan memberikan dua suntikan sekaligus, yakni :

    • Globulin Imun Rabies, sebagai perlindungan segera saat vaksin mulai bekerja
    • Vaksin Rabies, yang diberikan secara bertahap sebanyak 4 dosis yakni pada hari-0, 3, 7, dan hari ke 14. Sementara untuk orang dengan imunitas rendah akan mendapatkan dosis tambahan pada hari ke-28.

     

    Pentingnya Vaksin Rabies

    Penyakit rabies merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan saraf, otot, hingga kematian. Virus rabies ini akan masuk kedalam tubuh melalui luka atau lapisan mukosa kulit, kemudian tersebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. 

    Virus rabies dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi rabies. Tidak hanya manusia, pemberian vaksin rabies ini sebaiknya juga diberikan kepada hewan peliharaan. Vaksin rabies akan merangsang tubuh untuk memproduksi antibodi sebagai penetral virus rabies.

    Kapan Harus Ke Dokter?

    Segeralah mencari perawatan medis jika Sahabat Sehat tergigit oleh hewan apapun, dan jika hewan yang menggigit terlihat gelisah serta dicurigai terinfeksi rabies. Bahkan jika Sahabat Sehat tercakar dari hewan peliharaan, dianjurkan tetap memeriksakan ke dokter

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai penyakit rabies serta pentingnya vaksin rabies untuk mencegah penyakit rabies. Jika Sahabat Sehat memerlukan vaksinasi rabies, segera manfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat. 

    Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    [CTA WA Maya Special 9.9]

    Referensi:

    1. Children’s Wisconsin. Rabies (for Parents) [Internet]. USA : Children’s Wisconsin; [cited 2021 Sep 09]. Available from : https://kidshealth.org/ChildrensWI/en/parents/rabies.html
    2. Mayo Clinic. Rabies – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2019 [updated 2019 Dec 06; cited 2021 Sep 09]. Available from : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rabies/symptoms-causes/syc-20351821
    3. Kim S. Rabies: Types, Symptoms & Causes [Internet]. USA : Healthline. 2018 [updated 2018 Sep 17; cited 2021 Sep 09]. Available from : https://www.healthline.com/health/rabies
    4. World Health Organization. Rabies [Internet]. USA : World Health Organization. 2021 [updated 2021 May 17; cited 2021 Sep 09]. Available from : https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/rabies
    Read More
  • Jangan Panik! Berikut ini Penanganan Awal Anak Muntaber

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

     

    Muntaber atau dalam istilah medis disebut juga sebagai Gastroenteritis adalah suatu gangguan pencernaan berupa meradangnya selaput lendir saluran cerna yang ditandai dengan perubahan konsistensi feses menjadi lunak atau berair dan disertai lendir dengan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari, serta muntah.1

    Anak-anak, terutama pada usia dibawah 5 tahun rentan menderita muntaber daripada orang dewasa. Anak yang mengalami muntaber beresiko mengalami dehidrasi atau kehilangan cairan pada tubuh. Sahabat Sehat, bagaimana penyebab dan penanganan muntaber yang dialami Si Kecil ? Mari simak penjelasan berikut.

     

    Penyebab Muntaber Pada Anak

    Berikut adalah berbagai penyebab muntaber yang perlu Sahabat Sehat ketahui :

    • Infeksi Virus dan Bakteri

    Kebanyakan kasus muntaber diakibatkan karena infeksi pada saluran cerna baik infeksi virus (misalnya rotavirus dan norovirus) dan infeksi bakteri (misalnya E.coli dan Salmonella) serta infeksi parasit (misalnya Giardia dan Entamoeba).

    • Keracunan Makanan

    Keracunan makanan turut dapat menyebabkan muntaber pada anak. Makanan yang sudah basi, atau makanan dengan kualitas yang buruk dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme yang menyebabkan muntaber.

     

    • Traveler’s Diare

     

    Kondisi ini disebabkan karena makanan dan minuman tercemar kuman, biasanya terjadi pada seseorang yang baru saja bepergian ke negara lain.2,3

     

    Gejala  Muntaber Pada Anak

    Sahabat Sehat, berikut adalah skala untuk menentukan derajat keparahan bila Si Kecil muntah :

    • Gejala ringan : frekuensi muntah 1-2 kali dalam satu hari.
    • Gejala sedang : frekuensi muntah sebanyak 3-7 kali dalam sehari.
    • Gejala berat : muntah setiap saat, lebih dari 8 kali sehari.2,3,4

    Selanjutnya, berikut adalah skala untuk menentukan derajat keparahan bila Si Kecil mengalami diare:

    • Gejala ringan : frekuensi buang air besar cair sebanyak 3-5 kali dalam sehari.
    • Gejala sedang : frekuensi buang air besar cair sebanyak 6-10 kali perhari dalam sehari
    • Gejala berat : frekuensi buang air besar lebih dari 10 kali perhari.2,3,4

    Gejala lainnya yang dialami anak saat muntaber selain muntah dan diare yaitu sakit atau kram pada perut, tidak nafsu makan, penurunan berat badan, demam, sakit kepala dan nyeri pada anggota gerak. Gejala ini dapat muncul setelah 1-3 hari sejak terinfeksi dan berlanjut selama 1-2 hari atau bahkan lebih.

     

    Penanganan Muntaber

    Jika Si Kecil mengalami muntaber, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut di rumah untuk mempercepat proses pemulihan :

    1. Perbanyak istirahat

    Istirahat sangat diperlukan agar Si Kecil cepat pulih. Anak membutuhkan waktu istirahat lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa yaitu 10-12 jam. Batasi aktivitas anak seperti bermain, serta ciptakan suasana yang nyaman agar anak bisa beristirahat.

    1. Berikan minum yang cukup

    Muntah dan diare beresiko menyebabkan dehidrasi atau hilangnya cairan dalam tubuh. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya berikan asupan cairan yang cukup. Jika Si Kecil masih mendapatkan ASI eksklusif maka ASI dapat dilanjutkan pemberiannya. Pada anak yang lebih besar dapat diberikan air putih dan oralit untuk menggantikan cairan tubuh dan elektrolit yang keluar.

    1. Beri makanan sehat

    Saat anak mengalami diare dan muntah, tubuhnya kemungkinan lemas karena banyaknya cairan yang keluar. Untuk itu berikan makanan dalam porsi sedikit namun sering serta makanan yang mudah dicerna seperti bubur, atau nasi tim dan makanan berkuah seperti sup.

    1. Hindari pemberian obat diare

    Pemberian obat anti diare tidak dianjurkan pada anak. Apabila gejala tidak membaik dalam waktu 2 hari, maka segera periksakan anak ke Dokter.1

     

    Waspadai Dehidrasi

    Sahabat Sehat perlu mewaspadai apabila Si Kecil mengalami gejala berikut, sebab dikhawatirkan kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) yaitu tidak buang air kecil selama lebih dari 8 jam, warna urin kuning atau coklat gelap dan pekat, mulut dan lidah kering, anak menangis namun tidak keluar air mata, rewel, detak jantung meningkat, kulit pucat dan anggota gerak (tangan dan kaki) teraba dingin.1.4,5

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai penyebab dan penanganan awal muntaber pada anak. Jika Sahabat Sehat memerlukan pertolongan awal, segera manfaatkan layanan Panggil Dokter Homecare. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    [CTA WA Maya Special 9.9]

     

    Referensi

    1. Asih R. Lakukan Beberapa Cara Ketika Anak Alami Muntaber [Internet]. Sariasih.com. 2021 [cited 31 August 2021]. Available from: https://www.sariasih.com/artikel/kesehatan/lakukan-beberapa-cara-ketika-anak-alami-muntaber
    2. Vomiting With Diarrhea [Internet]. Seattle Children’s Hospital. 2020 [cited 31 August 2021]. Available from: https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/vomiting-with-diarrhea/
    3. Mathis, MD C, Burrows, MD, PhD H, Laule, MD S. Vomiting and Diarrhea | CS Mott Children’s Hospital | Michigan Medicine [Internet]. Mottchildren.org. 2018 [cited 31 August 2021]. Available from: https://www.mottchildren.org/posts/your-child/vomiting-diarrhea
    4. Diarrhoea and vomiting in children [Internet]. Healthdirect.gov.au. 2019 [cited 31 August 2021]. Available from: https://www.healthdirect.gov.au/diarrhoea-and-vomiting-in-children
    5. Vomiting and Diarrhea in Children [Internet]. Aafp.org. 2001 [cited 31 August 2021]. Available from: https://www.aafp.org/afp/2001/0215/p775.html
    Read More
  • PPKM Kembali Diperpanjang, Begini Status Covid-19 di Indonesia Saat ini

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Untuk kesekian kalinya Pemerintah kembali memperpanjang pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level di berbagai wilayah Jawa-Bali mulai 7 hingga 13 September 2021. Sementara PPKM di luar Jawa-Bali diperpanjang selama 2 pekan, yakni mulai 7 hingga 20 September 2021.

    Saat ini Pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PPKM level 1-4 setiap minggunya. Melalui situs corona.jakarta.go.id telah terpantau bahwa pergerakan grafik kasus positif Covid-19 pada akhir Agustus hingga minggu pertama September 2021 ini cenderung mendatar, terutama pada wilayah Jakarta.

    Masyarakat Diimbau Tetap Berhati-hati

    Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan telah menjelaskan pada konferensi pers PPKM yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden mengungkapkan bahwa selama Covid-19 masih berstatus pandemi maka PPKM akan terus digunakan sebagai instrumen dalam mengendalikan aktivitas dan mobilitas masyarakat.

    Namun, jika dalam pelaksanaannya pandemi Covid-19 semakin membaik maka level PPKM akan diturunkan secara bertahap hingga mendekati situasi kehidupan normal. Oleh sebab itu evaluasi PPKM akan dilakukan setiap minggu untuk merespon perubahan situasi pandemi Covid-19 yang terjadi.

    Level PPKM Setiap Daerah

    Satgas Covid-19 menjelaskan mengenai pemberlakuan level PPKM yang dapat naik atau turun pada setiap daerah tergantung kondisinya. Perilaku masyarakat, pelaksanaan vaksinasi, hingga komitmen instansi pemerintahan dalam melakukan pelacakan kontak dan testing turut berperan penting dalam levelisasi PPKM di daerah tersebut. 

    Setidaknya di seluruh 7 wilayah aglomerasi dan beberapa kabupaten/kota yang berada pada PPKM level 3 atau 4 menjadi atensi utama Pemerintah, khususnya wilayah Bali. Sedangkan wilayah Sumatera utara, Medan, dan Kalimantan timur harus diperhatikan dengan baik mengenai kedisiplinan masyarakatnya dalam menerapkan protokol kesehatan. Wilayah Bali diperkirakan membutuhkan waktu satu pekan lagi untuk dapat menurunkan level PPKM, sementara wilayah DIY telah berhasil turun dari level 4 menjadi level 3 pekan lalu. 

    Status Covid-19 di Indonesia Kini

    Berdasarkan data terbaru dari laman corona.jakarta.go.id menunjukan bahwa Jakarta telah mencatatkan setidaknya sebanyak 852.692 pasien positif Covid-19 per 5 September 2021. Dengan pasien sembuh sebanyak 833.765, pasien meninggal 13.342 kasus, dan 5.585 lainnya masih dalam perawatan.

    Meskipun masih bersifat fluktuatif, namun laporan kasus harian Covid-19 terus mengalami penurunan jika dibandingkan dengan data total kasus pertama kali positif Covid-19 diumumkan pada 2 Maret tahun lalu yang mencapai 4.129.020 kasus. Kini kasus harian yang dilaporkan terus berada di bawah 10.000 kasus.

    Selain itu, pasien yang membutuhkan perawatan medis juga mengalami penurunan sebanyak 3,8 persen atau berkurang sebanyak 5.180 kasus. Sedangkan kasus pasien meninggal akibat Covid-19 secara kumulatif mencapai 135.861 kasus. Angka Positivity rate harian saat ini telah menyentuh 5,2%, yang artinya hampir menyentuh ambang aman.

    Penyesuaian Aturan PPKM

    Sahabat Sehat, pada periode PPKM 7-13 September 2021 terdapat beberapa penyesuaian aturan sebagai berikut:

    • Durasi tambahan untuk waktu makan (dine in) di dalam mall atau pusat perbelanjaan kini menjadi 60 menit dengan kapasitas pengunjung restoran mencapai 50%.
    • Pemerintah akan mulai melakukan uji coba pembukaan 20 tempat wisata di wilayah PPKM Level 3, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan implementasi aplikasi Peduli Lindungi.

     

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai aturan PPKM yang kembali diperpanjang. Meski sudah divaksin, Sahabat Sehat tetap dianjurkan menerapkan protokol kesehatan 5M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilisasi.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan pemeriksaan Covid-19 dari Prosehat dan Klinik Kasih. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    [CTA WA Maya Special 9.9]

     

    Referensi:

    1. Kontan. PPKM 6 September berakhir, apakah diperpanjang? Ini kondisi Covid-19 di Jakarta [Internet]. Indonesia : PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [updated 2021 Sep 06; cited 2021 Sep]. Available from : https://regional.kontan.co.id/news/ppkm-6-september-berakhir-apakah-diperpanjang-ini-kondisi-covid-19-di-jakarta
    2. Aida N. Apakah PPKM Diperpanjang Besok? Ini Penjelasan Satgas dan Tren Kasus dalam Seminggu [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 Sep 05; cited 2021 Sep 07]. Available from : https://www.kompas.com/tren/read/2021/09/05/203000065/apakah-ppkm-diperpanjang-besok-ini-penjelasan-satgas-dan-tren-kasus-dalam?page=all
    3. Tribun News. PPKM Berlevel Berakhir Hari Ini, Diperpanjang atau Tidak? Simak Perkembangan Covid-19 Terkini [Internet]. Indonesia : Tribun News. 2021 [updated 2021 Sep 06; cited 2021 Sep 07]. Available from : https://www.tribunnews.com/nasional/2021/09/06/ppkm-berlevel-berakhir-hari-ini-diperpanjang-atau-tidak-simak-perkembangan-covid-19-terkini?page=2
    4. Dzulfaroh A. PPKM Diperpanjang hingga 13 September, Ini Penyesuaian Aturannya [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 Sep 06; cited 2021 Sep 07]. Available from : https://www.kompas.com/tren/read/2021/09/06/192642365/ppkm-diperpanjang-hingga-13-september-ini-penyesuaian-aturannya?page=2
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Selama di rumah saja, bukan berarti tubuh hanya rebahan saja. Sahabat Sehat masih bisa melakukan olahraga di rumah selama pandemi. Ada beberapa jenis olahraga yang ringan dan mudah dilakukan di dalam rumah, namun dampaknya besar bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Tanggal 9 September […]

    Ternyata Kita Masih Bisa Olahraga di Rumah Selama Pandemi

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Olahraga di Rumah Selama Pandemi dan di Sela Work from Home

    Olahraga di Rumah Selama Pandemi dan di Sela Work from Home

    Selama di rumah saja, bukan berarti tubuh hanya rebahan saja. Sahabat Sehat masih bisa melakukan olahraga di rumah selama pandemi. Ada beberapa jenis olahraga yang ringan dan mudah dilakukan di dalam rumah, namun dampaknya besar bagi kesehatan tubuh dan pikiran.

    Tanggal 9 September setiap tahunnya selalu diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional. Olahraga merupakan salah satu cara efektif dalam menghilangkan stress, sekaligus  meningkatkan kesehatan tubuh dan pikiran. Namun dengan adanya pandemi Covid-19 menyebabkan Sahabat Sehat menjadi terjebak di rumah.

    Apa saja rekomendasi olahraga yang bisa dilakukan di rumah?

    Rekomendasi Jenis Olahraga di Rumah Selama Pandemi

    Jika biasanya Sahabat Sehat pergi ke pusat kebugaran untuk berolahraga, mungkin kali ini Sahabat Sehat dapat mengalihkan dengan melakukan olahraga di rumah. Berikut adalah berbagai jenis olahraga yang dapat Sahabat Sehat lakukan selama di rumah selama masa pandemi Covid-19, di antaranya:

    Latihan Kardio

    Jenis olahraga kardio merupakan salah satu olahraga yang paling efektif untuk membakar lemak dan mampu membuat tubuh berkeringat. Melakukan olahraga kardio secara teratur dapat membantu Sahabat Sehat menurunkan berat badan, memperbaiki kualitas tidur, hingga mengurangi risiko penyakit kronis. 

    Jika Sahabat Sehat memiliki alat seperti treadmill atau sepeda statis, dapat digunakan untuk berolahraga di rumah. Namun jika Sahabat Sehat tidak memiliki alat tersebut, lakukan gerakan kardio seperti squat jumps, high knees, plank, lompat tali dan sebagainya. 

    Senam Aerobik

    Pilihan olahraga lainnya yang dapat Sahabat Sehat coba lakukan dirumah adalah senam aerobik. Senam aerobik diketahui mampu membantu dalam menjaga kesehatan jantung, meningkatkan stamina, memperbaiki suasana hati, menurunkan kadar kolesterol jahat, hingga mampu menurunkan berat badan. Salah satu senam aerobik yang paling sederhana yaitu senam Zumba. 

    Yoga

    Yoga adalah salah satu jenis olahraga yang dapat melatih tubuh dan pikiran untuk fokus pada pernapasan, kekuatan, dan kelenturan guna menjaga kesehatan mental dan fisik. Meski tergolong olahraga ringan, namun jika dilakukan dengan serius dan sungguh-sungguh dapat membakar lemak tubuh, memperbaiki postur tubuh, menurunkan berat badan, serta memberikan rasa tenang.

    Menari

    Selain dapat membantu tubuh untuk bergerak dan berkeringat, menari juga dapat meningkatkan suasana hati. Kegiatan menyenangkan ini sangat cocok dilakukan di rumah. Putar lagu kesukaan dan gerakan tubuh mengikuti irama lagunya. Selain sangat menyenangkan, menari juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan membakar lemak Anda. 

    Meditasi

    Untuk pendinginan, Sahabat Sehat dapat melakukan meditasi agar tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks sehingga lebih mampu mengontrol diri. Duduk di lantai atau matras dan silangkan kaki lalu atur postur duduk agar punggung tegak lurus. 

    Pejamkan mata dan rilekskan tubuh dan pikiran secara bertahap. Atur pernapasan dan pastikan menjaga konsentrasi pernapasan, hilangkan pikiran dari hal lain yang mengganggu. Lakukan meditasi secara rutin selama 5-10 menit atau lebih.

    Nah Sahabat Sehat, itulah 5 rekomendasi olahraga di rumah selama pandemi Covid-19. Selain menyehatkan tubuh, jenis olahraga ini juga mampu meningkatkan imunitas dan meredakan perasaan stress selama pandemi Covid-19. Untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh selama masa pandemi sebaiknya konsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah dan sayur, serta minum multivitamin.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan produk multivitamin, maupun produk kesehatan lainnya segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Batam. OLAHRAGA DI MASA PANDEMI COVID-19 [Internet]. Indonesia : Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Batam. 2021 [updated 2021 April 16; cited 2021 Sep 03].
    2. Prudential. Serba-Serbi Rekomendasi dan Tips Olahraga Saat Pandemi [Internet]. Indonesia : Prudential; [cited 2021 Sep 03].
    3. Krans B. Exercise at Home to Avoid the Gym During COVID-19 Outbreak [Internet]. USA : Healthline. 2020 [updated 2020 March 13; cited 2021 Sep 03].
    4. Resti N. OLAHRAGA DI MASA PANDEMI COVID-19 [Internet]. Indonesia : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; [cited 2021 Sep 03].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Menggaruk merupakan cara menghilangkan gatal di kulit yang paling mudah. Namun menggaruk saja tidak cukup dan berisiko melukai kulit. Diperlukan solusi yang tepat sesuai dengan penyebab munculnya rasa gatal tersebut. Ya, beda penyebab gatal tentunya akan beda cara mengatasinya, obat yang perlu dikonsumsi, hingga cara agar masalah gatal […]

    Cara Menghilangkan Gatal di Kulit dengan Cepat dan Aman

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Menggaruk Punggung Sebagai Upaya dan Cara Menghilangkan Gatal di Kulit Punggung

    Menggaruk merupakan cara menghilangkan gatal di kulit yang paling mudah. Namun menggaruk saja tidak cukup dan berisiko melukai kulit. Diperlukan solusi yang tepat sesuai dengan penyebab munculnya rasa gatal tersebut.

    Ya, beda penyebab gatal tentunya akan beda cara mengatasinya, obat yang perlu dikonsumsi, hingga cara agar masalah gatal ini tidak muncul kembali. Yuk kita simak bersama.

    Penyebab Kulit Terasa Gatal

    Sahabat Sehat, rasa gatal pada kulit tentu cukup mengganggu dan dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Anak-anak maupun lansia rentan mengalami gatal pada kulit. Pada masa kanak-kanak, kulit masih sensitif. Sementara pada lansia, kulit mudah kering sebab faktor penuaan.

    Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan kulit terasa gatal:

    Gangguan Pada Kulit

    Beberapa masalah pada kulit, seperti kulit kering (xerosis), eksim kulit (dermatitis), infeksi parasit seperti skabies, gigitan serangga, infeksi jamur, serta kelainan autoimun (misal psoriasis) dapat menyebabkan kulit terasa gatal.

    Gangguan Sistemik

    Gatal tidak selalu diakibatkan kelainan pada kulit, sebab juga dapat menunjukan adanya penyakit yang mendasari seperti gangguan hati, gangguan ginjal, anemia, diabetes, gangguan tiroid, maupun multiple myeloma dan gangguan kelenjar getah bening (limfoma).

    Gangguan Saraf

    Gangguan saraf seperti multiple sklerosis, maupun herpes zoster dapat pula menimbulkan keluhan gatal pada kulit. Multiple sklerosis adalah penyakit autoimun yang menyerang susunan saraf pusat. Sementara herpes zoster adalah penyakit yang biasa disebut juga dengan cacar ular.

    Kondisi Psikologis

    Beberapa kondisi psikologis, seperti gangguan cemas, obsessive-compulsive disorder (OCD), serta depresi diketahui dapat menimbulkan keluhan gatal pada kulit. Tentunya keluhan gatal disertai dengan gejala lainnya yang terkait masalah psikologis.

    Reaksi Alergi

    Beberapa zat kimia, maupun bahan pakaian tertentu dapat memicu iritasi kulit dan menyebabkan timbulnya kemerahan serta rasa gatal di kulit. Bahan lain seperti produk kosmetik, maupun obat-obatan juga dapat menimbulkan rasa gatal. 

    Cara Menghilangkan Gatal di Kulit

    Meski rasa gatal mengganggu aktivitas sehari-hari, Sahabat Sehat dapat melakukan beberapa tips berikut sebagai penanganan awal mengatasi gatal:

    • Gunakan krim dan pelembab kulit, agar kulit tidak kering
    • Gunakan tabir surya jika harus dibawah sinar matahari dalam waktu lama
    • Pilih sabun mandi dan produk kulit yang tidak menimbulkan iritasi
    • Hindari mandi dengan air yang terlalu panas
    • Hindari bahan kain seperti wol dan sintesis sebab dapat memicu rasa gatal di kulit
    • Menggunakan alat humidifier untuk menjaga kelembaban ruangan.
    • Berikan kompres air dingin pada area yang terasa gatal, daripada menggaruk kulit
    • Oleskan lotion Calamine maupun Menthol untuk meredakan gatal
    • Menggunakan alat mandi serta pakaian pribadi

    Jika sahabat sehat merasa rasa gatal dikarenakan alergi, silahkan mengkonsumsi obat alergi gatal. Pastikan mengkonsultasikan obat tersebut terlebih dahulu dengan dokter untuk mencegah efek samping yang tidak diinginkan.

    Nah Sahabat Sehat, itulah cara menghilangkan gatal di kulit yang selain mudah dan efektif juga dapat dilakukan secara langsung di rumah. Namun sebaiknya waspadai, jika gatal dialami hingga lebih dari 3 hari atau bila gatal dirasa memberat, serta muncul keluhan lain maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar diperiksa lebih lanjut.

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Mayo Clinic. Itchy skin (pruritus) [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021 [updated Jan 06; cited 2021 Sep 09]. Available from :
    2. Jaliman D. Your Skin, Pruritus, and Itching [Internet]. USA : WebMD. 2021 [updated 2021 Jun 21; cited 2021 Sep 09].
    3. Oakley A. Pruritus [Internet]. New Zealand : DermNet NZ. 2016 [updated 2016 Dec; cited 2021 Sep 09].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Pemberian suntik rabies setelah digigit anjing adalah hal wajib. Walaupun gejala rabies tidak langsung muncul, namun sangat berbahaya. Virus rabies dapat menyerang sistem saraf dan otak. Sayangnya, banyak sekali orang yang abai terhadap risiko rabies ini. Padahal sulit mengetahui seekor anjing menderita rabies […]

    5 Alasan Pentingnya Suntik Rabies setelah Digigit Anjing

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Suntik Rabies setelah Digigit Anjing Menurunkan Risiko Tertular Rabies

    Pemberian suntik rabies setelah digigit anjing adalah hal wajib. Walaupun gejala rabies tidak langsung muncul, namun sangat berbahaya. Virus rabies dapat menyerang sistem saraf dan otak.

    Sayangnya, banyak sekali orang yang abai terhadap risiko rabies ini. Padahal sulit mengetahui seekor anjing menderita rabies atau tidak. Risiko rabies juga akan meningkat jika anjing tidak pernah disuntik vaksin rabies.

    Apa Itu Rabies?

    Memiliki hewan peliharaan memang sangat menyenangkan. Namun cakaran atau gigitan hewan peliharaan, misalnya anjing tetap dapat berdampak bagi kesehatan. Salah satu jenis penyakit yang dapat diakibatkan oleh gigitan anjing adalah penyakit rabies.

    Penyakit rabies atau disebut juga penyakit “anjing gila” disebabkan oleh Rabies lyssavirus yang ditularkan melalui gigitan atau cakaran dari hewan yang terinfeksi. Hewan yang terinfeksi memiliki virus rabies pada air liurnya. Virus rabies dapat menginfeksi melalui kulit yang luka, mata, hidung, atau mulut, dan menyebar melalui saraf ke otak. 

    Apa Tanda dan Gejala Rabies?

    Biasanya gejala penyakit rabies mulai dialami pada hitungan hari atau minggu, bahkan dapat pula muncul lebih dari setahun setelah gigitan terjadi. Gejala awal ditandai dengan kesemutan, perih, gatal di area sekitar gigitan hewan, demam, sakit kepala, nyeri otot, hilang nafsu makan, mual, hingga kelelahan. Selanjutnya setelah beberapa hari mulai berkembang keluhan lain, seperti:

    • Gelisah
    • Kebingungan
    • Halusinasi
    • Kejang otot
    • Kelemahan atau kelumpuhan 
    • Sensitif terhadap cahaya terang, suara, dan sentuhan
    • Produksi air liur berlebih

    Selain itu, penyakit rabies juga dapat menyebabkan kematian pada kasus yang berat. Oleh sebab itu jika Sahabat Sehat tergigit atau memiliki luka yang disebabkan oleh hewan maka sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. 

    Pertolongan Pertama Saat Tergigit Anjing

    Seseorang yang tergigit anjing perlu mendapatkan pertolongan yang terpat. Apalagi jika yang menggigit adalah anjing liar. Jika Sahabat Sehat tergigit anjing maupun hewan liar lainnya, maka segera lakukan beberapa tips berikut:

    Cuci Area Luka

    Segera bersihkan luka dengan membasuh menggunakan air bersih mengalir dan sabun antibakteri. Basuh kembali luka dengan air bersih mengalir selama 10-15 menit.

    Beri Cairan Antiseptik

    Setelah luka dibersihkan, usapkan kasa yang telah diberi cairan antiseptik atau obat merah untuk membersihkan luka dari kuman.

    Serum Anti Rabies

    Serum anti rabies merupakan salah satu imunisasi pasif yang dapat memberikan antibodi penetral lebih cepat sebelum antibodi alami yang dibuat oleh tubuh.

    Vaksin Rabies

    Biasanya pemberian vaksin rabies akan menimbulkan beberapa efek samping ringan, seperti pembengkakan di area suntik, ruam, demam ringan, sakit kepala, hingga nyeri otot. Umumnya dokter akan memberikan dua suntikan sekaligus, yakni :

    Globulin Imun Rabies

    Suntikan ini diberikan sebagai perlindungan segera saat vaksin mulai bekerja.

    Vaksin Rabies

    Diberikan secara bertahap sebanyak 4 dosis yakni pada hari-0, 3, 7, dan hari ke 14. Sementara untuk orang dengan imunitas rendah akan mendapatkan dosis tambahan pada hari ke-28.

    Pentingnya Suntik Rabies setelah Digigit Anjing

    Penyakit rabies merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan saraf, otot, hingga kematian. Virus rabies ini akan masuk kedalam tubuh melalui luka atau lapisan mukosa kulit, kemudian tersebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. 

    Virus rabies dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi rabies. Tidak hanya manusia, pemberian vaksin rabies ini sebaiknya juga diberikan kepada hewan peliharaan. Vaksin rabies akan merangsang tubuh untuk memproduksi antibodi sebagai penetral virus rabies.

    Setidaknya ada 5 hal yang menyebabkan suntik rabies setelah digigit anjing merupakan hal wajib, yaitu:

    1. Kita tidak pernah tahu apakah gigitan membawa virus rabies
    2. Sangat berbahaya membiarkan risiko rabies karena dapat menyerang sistem otak manusia
    3. Rabies dapat menyebar dari manusia ke manusia
    4. Kalaupun gigitan tidak mengandung rabies, suntik rabies dapat membuat tubuh lebih kebal
    5. Dengan suntik rabies, kita ikut membantu program pemberantasan rabies dan penularannya

    Kapan Harus Ke Dokter?

    Segeralah mencari perawatan medis jika Sahabat Sehat tergigit oleh hewan apapun, dan jika hewan yang menggigit terlihat gelisah serta dicurigai terinfeksi rabies. Bahkan jika Sahabat Sehat tercakar dari hewan peliharaan, dianjurkan tetap memeriksakan ke dokter

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal penting mengenai suntik rabies setelah digigit anjing sebagai upaya mencegah penyakit rabies. Jika Sahabat Sehat memerlukan vaksinasi rabies, segera manfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat. 

    Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Children’s Wisconsin. Rabies (for Parents) [Internet]. USA : Children’s Wisconsin; [cited 2021 Sep 09].
    2. Mayo Clinic. Rabies – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2019 [updated 2019 Dec 06; cited 2021 Sep 09].
    3. Kim S. Rabies: Types, Symptoms & Causes [Internet]. USA : Healthline. 2018 [updated 2018 Sep 17; cited 2021 Sep 09].
    4. World Health Organization. Rabies [Internet]. USA : World Health Organization. 2021 [updated 2021 May 17; cited 2021 Sep 09].
    Read More
  • Muncul Varian Baru Lagi? Berikut ini Fakta COVID-19 Varian MU

     

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

     

    Covid-19 merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan dan tengah menjadi pandemi di seluruh belahan dunia. Infeksi Covid-19 disebabkan oleh virus SARS-COV-2 dan pertama kali dilaporkan pada tanggal 1 Desember 2019 di Wuhan, China. Semenjak saat itu, virus Corona terus bermutasi dan muncul varian-varian baru lainnya.1

    Mutasi virus Corona dapat mengakibatkan semakin mudahnya penyebaran virus, tingkat keparahan gejala Covid-19, respon terhadap vaksinasi dan pengobatan yang telah diberikan, sensitivitas terhadap alat tes untuk mendeteksi varian baru, serta kesiapan fasilitas kesehatan untuk menangani jenis varian baru.

    Sahabat Sehat, Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) melakukan pendataan terhadap berbagai mutasi virus Corona menjadi 2 kelompok yaitu Varian of Interest (VOIs) dan Varian of Concern (VOCs).2

     

    Varian of Interest (VOIs) 

    VOI adalah varian SARS-COV-2 yang ditandai dengan mutasi asam amino yang menyebabkan perubahan fenotipe virus. Saat ini terdapat 4 VOI yang dinyatakan oleh WHO, yaitu :

    • Eta (atau yang disebut B.1.525, yang terdeteksi pertama kali di beberapa negara pada Desember 2020).
    • Iota (atau yang disebut B.1.526 yang terdeteksi pertama kali di US, Amerika pada November 2020).
    • Kappa (atau yang disebut B.1.627.1 yang terdeteksi pertama kali di India pada Oktober 2020).
    • Lamda (atau yang disebut C37, yang pertama kali ditemukan di negara Peru pada Desember 2020).
    • MU (atau yang disebut B.1.621, yang pertama kali ditemukan di negara Kolombia pada Januari 2021).2,3

     

    Varian of Concern (VOCs)

    VOC merupakan mutasi virus Covid-19 yang disertai dengan peningkatan kemampuan penularan sehingga terjadi perubahan gejala klinis yang kemungkinan lebih berat dibandingkan dengan varian virus sebelum mengalami mutasi, termasuk terjadi penurunan efektivitas pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis virus, perubahan tatalaksana dan pengobatan serta terjadi perubahan sensitivitas terhadap vaksinasi yang dilakukan. Berikut adalah beberapa varian virus yang digolongkan sebagai VOC oleh WHO :

    • Alpha (atau yang disebut dengan B.1.1.7, yang terdeteksi pertama kali di Inggris pada September 2020)
    • Beta (atau yang disebut dengan B1.351, B1.351.2, B.1.352.3 yang terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan pada Mei 2020).
    • Gamma (atau yang disebut dengan P.1, P.1.1, P1.2 yang pertama kali dideteksi di Brazil pada November 2020).
    • Delta (atau yang disebut B.1.617.2, AY.1, AY.2, AY.3 yang terdeteksi pertama kali di India Pada Oktober 2020).2,3

     

    Varian MU

    Sahabat Sehat, kini di varian MU atau B.1.621 adalah varian mutasi baru yang menjadi perhatian di dunia. Diberitakan bahwa varian MU telah menyebar ke lebih dari 40 negara di dunia. WHO mengungkapkan bahwa varian MU lebih berbahaya dan ‘kebal’ terhadap vaksin.

    Varian MU ini ditemukan pertama kali di Amerika Selatan dan Eropa. Saat ini tengah diselidiki dan dipelajari lebih lanjut mengenai varian baru ini untuk mengetahui kemampuan penyebarannya. Berikut ini hal yang harus diwaspadai dari varian virus MU :

    • Kemampuan penularan
    • Tingkat keparahan penyakit atau gejala yang ditimbulkan
    • Efektivitas vaksinasi terhadap varian virus MU
    • Efektivitas alat tes untuk mendeteksi varian virus MU serta pengobatan yang diberikan.4,5

     

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai informasi mengenai virus Covid-19 varian MU. Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan pemeriksaan Covid-19 dari Prosehat. Dapatkan promo ulang tahun 9.9 Prosehat untuk berbagai produk dan layanan imunisasi.

    Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    [CTA WA Maya Special 9.9]

     

    Referensi

    1. Sauer L. What Is Coronavirus? [Internet]. USA : John Hopkins Medicine. 2021 [updated 2021 May 27; cited 2021 Sep 06]. Available from: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus
    2. World Health Organization. Tracking SARS-CoV-2 variants [Internet]. USA : World Health Organization;  [cited 6 September 2021]. Available from: https://www.who.int/en/activities/tracking-SARS-CoV-2-variants/
    3. Hasibuan L. Seberapa Bahaya Covid Varian Mu Dibandingkan Delta? [Internet]. Indonesia : CNBC Indonesia. 2021 [updated 2021 Sep 04; cited 2021 Sep 06]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210904092712-37-273606/seberapa-bahaya-covid-varian-mu-dibandingkan-delta
    4. Suliman A. Here’s what we know about the mu variant [Internet]. USA : Washington Post. 2021 [updated 2021 Sep 03; cited 2021 Sep 06]. Available from: https://www.washingtonpost.com/world/2021/09/03/mu-coronavirus-variant-explained/
    5. Mediatama G. Ini sifat-sifat virus corona varian Mu yang masuk daftar varian of interest dari WHO [Internet]. Indonesia : Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [updated 2021 Sep 01; cited 2021 Sep 06]. Available from: https://newssetup.kontan.co.id/news/ini-sifat-sifat-virus-corona-varian-mu-yang-masuk-daftar-varian-of-interest-dari-who

     

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Niat baik saja tidak cukup. Banyak sekali penyebab donor darah ditolak oleh petugas PMI. Penolakan ini adalah demi kebaikan bersama. Karena walaupun melakukan donor darah banyak memberikan manfaat pada diri sendiri dan orang lain, namun jika sembarangan dapat berisiko tinggi bagi pendonor maupun […]

    5 Hal Ini Penyebab Donor Darah Ditolak oleh Petugas PMI

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Banyak Faktor Penyebab Donor Darah Ditolak di Palang Merah Indonesia

    Niat baik saja tidak cukup. Banyak sekali penyebab donor darah ditolak oleh petugas PMI. Penolakan ini adalah demi kebaikan bersama. Karena walaupun melakukan donor darah banyak memberikan manfaat pada diri sendiri dan orang lain, namun jika sembarangan dapat berisiko tinggi bagi pendonor maupun mereka yang menerima donor.

    Ada beberapa syarat yang perlu Sahabat Sehat penuhi sebelum mendonorkan darah. Mungkin ada sebagian dari Sahabat Sehat yang pernah ditolak saat ingin mendonorkan darah. Penasaran apa sebabnya? Mari simak penjelasan berikut.

    Manfaat Donor Darah

    Salah satu kegiatan PMI (Palang Merah Indonesia) yang paling dikenal oleh masyarakat di Indonesia adalah donor darah. Menyumbangkan sebagian darah untuk kemudian disalurkan kepada yang membutuhkan menjadi salah satu kegiatan sosial. Tidak hanya bagi penerima darah saja yang memiliki manfaat. Namun donor darah juga memiliki segudang manfaat yang dapat dirasakan oleh pendonor darah.

    Beberapa manfaat dari melakukan donor darah antara lain adalah:

    Menjaga kesehatan jantung

    Dengan melakukan donor darah, sirkulasi darah menjadi lebih lancar dan jantung terlatih memompa darah sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan zat besi dalam darah dan mengurangi resiko penyakit jantung.

    Membakar kalori

    Mendonor darah dapat membantu membakar kalori tubuh. Setiap mendonorkan 450 ml darah, dapat membakar 650 kalori dalam tubuh.

    Menurunkan resiko kanker

    Berdasarkan penelitian, mendonor darah dapat mengurangi resiko kanker hati, paru-paru, usus besar dan kanker tenggorokan.

    Meningkatkan produksi darah

    Mendonor darah dapat membantu merangsang produksi sel darah yang baru. Proses mendonorkan darah ini akan menjaga tubuh tetap sehat dan bekerja lebih efisien.

    Mengurangi stress

    Mendonorkan darah dapat membuat pikiran lebih tenang dan mengurangi stress sebab Sahabat Sehat dapat membantu sesama yang membutuhkan. Perasaan bahagia dapat membantu meningkatkan kesehatan psikologis.

    Memantau kesehatan secara berkala

    Sebelum melakukan donor darah maka tubuh akan dilakukan beberapa pemantauan kesehatan seperti pemeriksaan tekanan darah, berat badan, kadar hemoglobin, serta pemeriksaan penyakit seperti HIV, Hepatitis B, dan lainnya. Dengan melakukan donor darah, Sahabat Sehat juga dapat memantau kondisi kesehatan secara berkala.

    Namun demikian, tidak semua orang boleh melakukan donor darah. Juga tidak semua darah diterima oleh petugas PMI. Walaupun kebutuhan akan stok darah sangat tinggi, ada beberapa situasi dan kondisi yang menjadi penyebab donor darah ditolak di PMI maupun di rumah sakit.

    Faktor Utama Penyebab Donor Darah Ditolak

    Sebagian orang mungkin pernah ditolak saat ingin mendonorkan darah. Sahabat Sehat, berikut ini adalah beberapa kondisi yang tidak dianjurkan untuk melakukan donor darah:

    • Usia kurang dari 17 tahun atau lebih dari 65 tahun
    • Berat badan kurang dari 45 kilogram
    • Perempuan yang sedang hamil, menyusui atau haid.
    • Tengah mengkonsumsi obat-obatan
    • Telah menjadi pendonor dalam waktu kurang dari 3 bulan terakhir
    • Riwayat perjalanan 6 bulan terkahir pergi ke daerah/negara yang sedang terjadi wabah
    • Pendonor baru saja melakukan cabut gigi
    • Pendonor baru saja operasi kecil dalam 6 bulan terakhir
    • Pendonor baru saja operasi besar dalam 12 bulan terakhir.
    • Penderita HIV/AIDS atau ODHA
    • Menderita tuberculosis, sifilis, dan epilepsi
    • Ketergantungan obat atau alkohol
    • Baru menjalani vaksinasi virus hidup, seperti parotitis, measles, tetanus, kolera atau difteri
    • Baru satu minggu terbebas dari gejala gangguan alergi.
    • Penderita penyakit jantung, paru-paru dan kanker
    • Darah yang terlalu kental
    • Tekanan darah rendah dibawah 90/60
    • Tekanan darah tinggi diatas 140/90 mmHg.6-8

    Kondisi darah pasien yang terlalu kental akan ditolak oleh petugas PMK. Karena ada risiko terjadinya penggumpalan darah dan penyumbatan bagi orang yang menerima transfusi darah.

    Sahabat Sehat, itulah beberapa penyebab donor darah ditolak dan alasannya. Oleh sebab itu, jika memang ingin melakukan donor darah maka Sahabat Sehat wajib menjaga kesehatan tubuh. Caranya bisa dengan beristirahat yang cukup serta mengkonsumsi buah dan sayur. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat.

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Palang Merah Indonesia. Give Blood Save Life [Internet]. Indonesia :  Palang Merah Indonesia; [cited 24 Aug 2021].
    2. Indus Health. Surprising Facts & Benefits of Blood Donation [Internet]. USA : Indus Health Plus; [cited 24 Aug 2021].
    3. Omni Hospitals. Inilah 8 Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan [Internet]. Indonesia : Omni Hospitals; [cited 24 Aug 2021].
    4. Flavin B. 6 Surprising Health Benefits of Donating Blood [Internet]. USA : Rasmussen University. 2018 [updated 02 Jan 2018; cited 24 Aug 2021].
    5. Biggers A. The Benefits of Donating Blood [Internet]. USA : Healthline. 2019 [26 June 2019; cited 24 Aug 2021].
    6. Garmina R. 15 Kondisi yang Membuat Anda Ditolak Jadi Donor Darah [Internet]. Indonesia : Merah Putih. 2017 [updated 26 April 2017; cited 24 Aug 2021].
    7. World Health Organization. Who can give blood [Internet]. USA : World Health Organization; [cited 24 Aug 2021].
    8. Femina. Ini 12 Penyebab Anda Ditolak Menjadi Donor Darah [Internet]. Indonesia : Femina. 2018 [updated 15 Jan 2018; cited 24 Aug 2021].
    Read More
Chat Dokter 24 Jam