Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 71–80 of 1032 results

  • Makanan apa yang terlintas di pikiran kita saat memasukki bulan Ramadan? Pasti semua menjawab kurma. Kurma menjadi makanan sunnah dan juga makanan yang dianjurkan saat puasa yang mengandung gula alami yang baik untuk tubuh. Kurma memberikan energi baik untuk kita setelah berpuasa selama sehari penuh. Baca Juga: Dapatkan Beragam Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma FYI, […]

    8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa yang Perlu Sahabat Ketahui

    Makanan apa yang terlintas di pikiran kita saat memasukki bulan Ramadan? Pasti semua menjawab kurma. Kurma menjadi makanan sunnah dan juga makanan yang dianjurkan saat puasa yang mengandung gula alami yang baik untuk tubuh. Kurma memberikan energi baik untuk kita setelah berpuasa selama sehari penuh.

    makanan sehat puasa

    Baca Juga: Dapatkan Beragam Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma

    FYI, tidak hanya kurma saja loh yang dianjurkan saat puasa. Ternyata ada 8 makanan sunah lainnya yang dianjurkan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Apa saja? Yuk, kita intip lebih lanjut

    1. Kacang-kacangan

    aneka kacang - kacangan

    Kacang-kacangan merupakan makanan yang memiliki manfaat untuk tubuh kita. Kacang-kacangan memiliki kandungan protein dan asam amino esensial yang tinggi, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber karbohidrat, vitamin dan mineral. Kacang juga kaya akan lemak tak jenuh seperti omega 3 yang baik untuk kesehatan jantung.

    Baca Juga: 7 Cara Ampuh Mulut Tetap Segar Selama Puasa

    Menurut Jiwon Rhee yang dilansir dari Kompas.com, sebagai Associate Professional Officer di Perwakilan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB di Indonesia “Mempromosikan jenis masakan berbahan kacang-kacangan merupakan salah satu bentuk kekayaan dan keberagaman Indonesia.

    Kacang-kacangan terbukti sebagai sumber nutrisi yang menyehatkan dan murah”. Sehingga pada tahun 2016, kacang-kacangan ditetapkan sebagai Tahun Aneka Kacang Internasional pada Perserikatan Bangsa-bangsa

    2. Madu

    madu segar

    Madu memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan hingga kecantikan, sehingga madu menjadi makanan yang dianjurkan saat puasa. Madu memiliki campuran senyawa fruktosa sebanyak 38,5 persen dan glukosa 31,0 persen. Terdapat pula karbohidrat seperti maltosa, sukrosa dan karbohidrat kompleks lainnya.

    Baca Juga: Siasati 8 Penyakit Ini Selama Puasa

    Madu memberikan manfaat dalam meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan stamina, mengurangi batuk hingga meningkatkan daya ingat. Agar mendapatkan khasiatnya campurkan madu dengan segelas air, lalu minum setiap pagi.

    3. Semangka

    semangka potong

    Buah segar satu ini merupakan makanan yang dianjurkan saat berpuasa. Buah semangka, mengandung karbohidrat, serat, folat, asam pantotenat, vitamin A, C, E, kalium, kalsium, lycophene, beta-karoten, dan berbagai kandungan lainnya.

    Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis Ketika Telat Sahur

    Selain menyegarkan dan memenuhi kebutuhan cairan, biji semangka juga dapat dimanfaakan untuk mengatur tekanan darah dan jantung koroner, menjaga gula darah, menjaga sistem saraf, pencernaan dan kulit serta menjaga kolesterol.

    4. Melon

    melon di mangkuk

    Selain semangka, melon juga menjadi salah satu makanan yang dianjurkan saat puasa. Melon memiliki sumber serat dan air yang sangat baik yang mencapai 90 persen dari total beratnya. Bagi yang memiliki masalah dengan perut, rasanya melon pas dikonsumsi untuk mengurangi masalah pada perut.

    5. Pisang

    pisang

    Pisang merupakan buah yang populer, mudah didapatkan dan harga yang terjangkau. Pisang memiliki kandungan vitamin A, B6, C, kalium, folat, protein dan kandungan lainnya. Sebuah studi menunjukkan makan pisang tiga buah perhari dapat menambah kalium sekitar 500 mg pada tubuh.

    Produk Terkait: Berbagai Pilihan Makanan Sehat

    Pisang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, memperbaiki pencernaan, sebagai sumber energi, meningkatkan kesehatan jantung hingga membantu menciptakan sel-sel tubuh menjadi sehat kembali.

    6. Mentimun

    timun potong

    Zaman dahulu para nabi mengkonsumsi mentimun bersama kurma untuk menghilangkan dahaga dan mengurangi rasa panas dalam tubuh. Mentimun sendiri memiliki kandungan kalium, magnesium, serat alami, vitamin A, vitamin C dan lainnya.

    Dilansir dari CNN Indonesia, menurut Angela Lemond, seorang ahli gizi di Texas mengatakan bahwa timun mengandung serat dan beta karoten.

    Pada bagian biji dan kulit merupakan bagian yang memiliki kandungan gizi tersebut. Timun juga dapat dapat mencegah kanker, menjaga kesehatan jantung, melindungi otak, menyehatkan tulang hingga menjaga berat badan.

    7. Labu

    labu potong

    Labu biasa kita jumpai pada saat ramadhan. Labu biasa digunakan sebagai isian dari kolak. Tahukah Sahabat bahwa labu memiliki kandungan air yang dapat menjaga tubuh agar selalu terhidrasi sebanyak 97 persen. Keuntungan labu lainnya adalah sangat mudah diolah menjadi aneka makanan serta rasanya enak dan mengenyangkan.

    Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Naik Terus Selama Puasa Ramadhan

    8. Beras Merah

    nasi merah

    Apakah Sahabat tidak terbiasa mengkonsumsi nasi merah? Sebaiknya harus pikir ulang dan mencobanya karena nasi merah lebih baik di bandingkan dengan nasi putih.Nasi merah tidak melewati banyak pengolahan sehingga lebih banyak mengandung nutrisi, serat dan GI (Glycemic index) yang rendah.

    Satu cangkir nasi merah mengadung fosfor dan magnesium sebesar 88 persen lebih banyak dibandingkan nasi putih.

    Begitu pula memiliki kandungan zat besinya mengandung 2,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan nasi putih. Satu porsi nasi merah dapat mencukupi kebutuhan magnesium harian. Berbeda saat memasak nasi putih, kandungan zat besi dan vitamin-vitamin lainnya menghilang sebanyak 60%.

    Bingung mencari beras merah dan makanan sehat lainnya? Tenang saja, Sahabat bisa mendapatkannya di Prosehat yang menyediakan makanan sehat untuk kebutuhan puasa Sahabat.

    Info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://prosehat.com/wa/

    Referensi:
    – Carmelita, Winda. “Bukan Hanya Kurma, Ini 5 Makanan Sunnah Lain di Bulan Ramadhan”
    – Aini, Fera Nur. “8 Makanan Favorit Nabi Muhammad ini Ada di Indonesia”.
    – Anna, Lusia Kus. “Kacang-kacangan, Sumber Nutrisi Sahabat Tubuh”.
    – Taya, Bethari. “30 Manfaat Madu untuk Kesehatan, Wajah, Kecantikan, Bibir dan Rambut”.
    – Juniman, Puput Tripeni. “4 Manfaat Biji Semangka untuk Kesehatan”.
    – Yusepi, Tera Tri. “10 Manfaat Ajaib dari Konsumsi 3 Pisang Setiap hari”.
    – Syukur, Nell. “10 Manfaat Mentimun untuk Kesehatan”.
    – Ratnasari, Elise Dwi. “ 5 Manfaat Mentimun untuk Kesehatan”.
    – Marie, Sophia. “Nasi Putih vs Nasi Merah, Mana yang Lebih Baik untuk Diet?”

    Read More
  • Selamat menjalankan bulan Ramadan Sahabat Sehat. Apa saja yang sudah Sahabat siapkan? Apakah sudah menyiapkan makanan atau  minuman untuk berbuka puasa? Jangan lupa, loh untuk menjaga kesehatan Sahabat di bulan puasa ini. Saat puasa pola makan kita akan berubah dari makan tiga kali sehari menjadi dua kali sekali saat Sahur dan Berbuka puasa. Biasanya, dengan […]

    Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa

    Selamat menjalankan bulan Ramadan Sahabat Sehat. Apa saja yang sudah Sahabat siapkan? Apakah sudah menyiapkan makanan atau  minuman untuk berbuka puasa?

    Jangan lupa, loh untuk menjaga kesehatan Sahabat di bulan puasa ini. Saat puasa pola makan kita akan berubah dari makan tiga kali sehari menjadi dua kali sekali saat Sahur dan Berbuka puasa. Biasanya, dengan perubahan tersebut, tubuh kita sering tidak siap dan membuat Sahabat menjadi Sakit.

    Sakit kepala, mual & muntah, diare, sakit pinggang, sembelit dan gula darah rendah adalah  beberapa macam penyakit yang sering muncul saat puasa. Lalu, bagaimanakah cara mengatasinya?

    1. Sakit Kepala

    Sakit kepala merupakan penyakit yang umum dialami saat puasa. Munculnya sakit kepala karena menahan rasa kantuk saat siang hari serta kurangnya pasokan glukosa ke dalam tubuh. Kopi atau mengemil merupakan salah satu cara menghilangkan rasa kantuk.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Travelling

    Sakit kepala bisa semakin parah jika Sahabat memiliki tekanan darah rendah. Hal ini bisa menyebabkan rasa mual sebelum berbuka puasa. Cara mengatasi dan mengurangi sakit kepala yang Sahabat rasakan bisa dengan istirahat sejenak selama 15-20 menit dan gunakan minyak kayu putih untuk meringankan saraf yang tegang di sekitar kepala.

    2. Mual & Muntah

    Mual dan muntah biasanya dirasakan saat awal puasa. Hal ini terjadi akibat pola makan yang tidak tepat saat menjalani ibadah puasa.

    Namun,  Sahabat tidak perlu khawatir karena rasa mual dan muntah akan hilang dengan sendirinya. Cara mengatasinya yaitu selalu makan cukup saat sahur, memperbanyak minum air saat sahur dan berbuka, hindari makan makanan pedas dan asam.

    Produk Terkait: Aneka Produk Pencegah Mual dan Muntah

    Kurangi juga konsumsi es karena es dapat membuat perut kita menjadi kaget. Pilihlah air hangat saat berbuka untuk menyesuaikan perut kita yang kosong selama seharian.

    3. Diare

    Sahabat mungkin sering merasakan diare saat bulan puasa dan sangat tidak menyenangkan. Apalagi diare tersebut dapat memicu batalnya puasa Sahabat. Pemicu utama munculnya diare karena asupan makanan yang tidak tepat saat berbuka maupun sahur, seperti makanan pedas, makanan berbumbu tajam dan makanan yang berlemak.

    Produk Terkait: Diapet NR Kapsul

    Sahabat hendaknya banyak mengonsumsi sayur dan buah yang subtansinya dingin seperti buah persik, pir, pepaya, melon dan lain-lain yang merupakan sumber utama vitamin dan serat. Oh,ya, Jangan lupa untuk mengkonsumsi air putih yang cukup.

    4. Sakit Panggang

    Sahabat seringkali malas dan mengurangi gerak selama puasa karena takut lelah. Namun, tahukah ketika Sahabat kurangnya aktifitas gerak, justru akan menyebabkan sakit pada pinggang. Meskipun, ada juga yang mengira sakit pinggang yang dirasakan berasal dari penyakit ginjal.

    Hal ini menyebabkan Sahabat harus mengetahui terlebih dulu penyebab sakit pinggang dengan mengonsultasikannya ke dokter. Penyebab sakit pinggang dapat berasal dari trauma otot, posisi tubuh yang kurang tepat, kurangnya air minum, dan lain-lain.

    Produk Terkait: Borobudur Sakit Pinggang

    Konsumsilah makanan yang mengandung kalsium, magnesium dan kalium untuk mengurangi kram otot. Selain itu, makanan kaya mineral seperti susu, daging, buah-buahan dan sayur mayur baik untuk mengatasi masalah pinggang Sahabat.

    5. Sembelit

    Susah buang air besar atau sembelit bisa berbahaya. Sembelit dapat menyebabkan rasa nyeri di saluran anus, perut terasa kembung hingga menyebabkan ambeyen (haemorroids). Kondisi ini diakibatkan kurangnya cairan dalam tubuh dan kurangnya konsumsi makanan berserat.

    Produk Terkait: Aneka Produk Sembelit Terbaik

    Cegahlah ambeyen dengan memperbanyak makanan tinggi serat (biji-bijian dan buah-buahan), minum air putih dan pilihlah makanan karbohidrat seperti roti atau kue yang mengandung gandum aaat berbuka dan sahur. Sahabat juga bisa menggantinya dengan mengkonsumsi Chia Seed untuk melancarkan pencernaan.  

    6. Gula Darah Rendah

    Gula darah rendah juga sering dialami saat puasa. Gejala yang dirasakan seperti tubuh mudah lemas, pusing, letih, merasa goncang (tremor), konsentrasi menurun hingga keringat berlebih. Lakukanlah pemeriksaan gula darah secara teratur dan konsultasikan ke dokter bila terjadi hal ini.

    Produk Terkait: Alat Cek Gula Darang Lengkap

    7. Tekanan Darah Rendah

    Gejala dari tekanan darah rendah hampir sama dengan penyakit gula darah rendah. Seperti pusing, letih, lesu, lemas dan keringat berlebih. Tekanan darah rendah biasa terjadi karena sedikitnya jumlah konsumsi cairan dan kurangnya konsumsi garam. Cobalah untuk meningkatkan konsumsi cairan dan sedikit garam dari jumlah yang biasa Sahabat konsumsi.

    Baca Juga: Si Penghambat Rumah Tangga Anda

    8. Flu

    Perubahan cuaca saat bulan ramadhan membuat kondisi fisik kita menjadi lemah dan rentan terserang penyakit. Salah satunya adalah  penyakit flu yang membuat ramadhan kita sedikit berat. Penyebab flu saat puasa dapat karena saat makan sedikit saat sahur, kurangnya asupan cairan, kurang buah, tidur yang kurang dan jarang berolahraga.

    Solusi yang baik untuk mengatasi flu dengan mengonsumsi makanan sehat dengan gizi yang seimbang, mengurangi makanan yang merangsang tenggorokan (pedas, berlemak dan minuman dingin), minum air minimal 8 gelas sehari, tidur teratur, melakukan olahraga ringan dan kelola diri Sahabat dari stress.

    Selain itu,  vaksinasi flu bisa menjadi perlindungan tambahan mencegah flu. Vaksinasi flu bisa Sahabat dapatkan di prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Lestari, Cindy. “Menyiasati Gejala Penyakit saat Puasa!”.
    2. Taya, Bethari. “10 Cara Menghilangkan Sakit Kepala secara Alami, Tradisional dan Tanpa Obat”
    3. Purwadi, Dedy. “Tips Cara Mengatasi Rasa Mual Ketika Saat Berpuasa, Agar tidak Batal”.
    4. Sulaiman, Muhamad R. “Diare di Bulan Puasa, 3 Hal ini Bisa Jadi Pemicunya”.
    5. Winaga, Handriadi. “Aduh, Nyeri Pinggang Bawah!”.
    6. Wardhani, Anita K. “Saat Puasa Terganggu Serangan Flu, Lakukan Hal Ini”.

     

    Read More
  • Bulan Ramadan menjadi momen untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Selain itu, Ramadan  waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Kenyataannya, masih banyak orang yang mengeluh berat badannya terus naik saat berpuasa. Penyebab berat badan naik selama berpuasa dipengaruhi dari gaya hidup seseorang pada bulan Ramadan. Apa saja penyebabnya? Cek selengkapnya disini 1. Tidur […]

    7 Penyebab Berat Badan Terus Naik Saat Puasa Ramadan

    Bulan Ramadan menjadi momen untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Selain itu, Ramadan  waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Kenyataannya, masih banyak orang yang mengeluh berat badannya terus naik saat berpuasa.

    Penyebab berat badan naik selama berpuasa dipengaruhi dari gaya hidup seseorang pada bulan Ramadan. Apa saja penyebabnya? Cek selengkapnya disini

    1. Tidur Setelah Sahur

    Tidur Setelah Sahur

    Banyak orang yang memilih melanjutkan tidurnya setelah sahur. Namun ternyata, kebiasaan tidur setelah makan akan meningkatkan risiko penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau naiknya asam lambung ke bagian atas kerongkongan yang seringkali mengiritasi kerongkongan.

    Jika sering terjadi, GERD akan menyebabkan perubahan pada struktur dinding kerongkongan hingga berujung pada penyakit Barrett’s yang merupakan lesi pra-kanker.

    Menurut dr Dian Permatasari,M.Gizi, SpGK, tidur setelah sahur tidak masalah. Namun, disarankan untuk memberi jarak saat sekitar satu jam setelah makan.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa

    2. Kurangnya Aktivitas Fisik

    olahraga, yoga

    Tubuh mudah lemas saat melakukan aktivitas fisik selama puasa, sehingga kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur dibandingkan berolahraga. Hal ini akan membuat berat badan Sahabat melonjak.

    Terlebih lagi jika Sahabat banyak mengonsumsi makanan berlemak, timbunan lemak makin menumpuk. Jadi, jangan malas berolahraga, ya.

    3. Banyak Mengonsumsi Makanan Manis

    Makanan dan minuman manis menjadi godaan kita saat berpuasa terlebih lagi saat berbuka. Namun, Sahabat harus ingat jangan mengonsumsi gula secara berlebihan.

    Memang saat berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak gula dan tubuh terasa lemas. Konsumsi gula secukupnya, ya, Sahabat.

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

    Mengonsumsi makanan dan minuman manis justru akan disimpan sebagai lemak tubuh dan membuat diet Sahabat menjadi kacau. Minuman manis juga menjadi risiko Diabetes Melitus yang  dapat mengancam kesehatan Sahabat.

    4. Porsi Makan Berlebihan

    makanan porsi besar

    Berpuasa seharian membuat perut kita menjadi sangat lapar. Godaan untuk makan menjadi meningkat dibandingkan biasanya. Segala macam makanan yang berada di hadapan akan habis dalam seketika setelah waktu berbuka tiba.

    Hal ini seringkali menjadi penyebab berat badan Sahabat naik. Padahal, makan secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti obesitas, bau mulut, gagal organ, hingga masalah asam lambung.

    Baca Juga: Fakta dan Mitos Diabetes

    5. Mengonsumsi Banyak Karbohidrat

    Tahukah Sahabat, bahwa gorengan dapat memicu naiknya berat badan. Hal ini karena makanan favorit saat berbuka puasa mengandung banyak lemak dan karbohidrat yang cepat disimpan menjadi lemak dalam tubuh.

    Pilihlah konsumsi makanan yang mengandung tinggi protein atau karbohidrat komplek seperti kentang atau nasi merah sebagai gantinya gorengan. Hal ini dapat membantu pencernaan Anda dapat mencerna lebih lambat. Sehingga bahan makanan yang masuk tidak langsung disimpan sebagai lemak.

    6. Kurang Tidur

    Tidur dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan saat puasa. Kurangnya tidur akan mengacaukan sistem metabolisme tubuh Sahabat. Akibatnya, tubuh tidak membakar cadangan lemak secara efektif.

    Aturlah tidur Sahabat dengan memanfaatkan saat sahur, saat istirahat dan setelah tarawih. Saat sahur dan shalat subuh, maka gunakan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam sebelum persiapan berangkat ke kantor.

    Saat siang hari, Sahabat diberikan waktu kurang lebih satu jam untuk beristirahat. Maka gunakanlah waktu tersebut untuk tidur selama 5 menit. Meskipun waktu tidur terbilang singkat, dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar.

    Setelah Sahabat menjalankan ibadah tarawih, gunakan waktu luang untuk istirahat. Sahabat bisa mendapatkan waktu tidur lebih dari 6 jam yang merupakan waktu normal manusia untuk mencukupi kebutuhan tidurnya.

    Baca Juga: Cara Atasi Dehidrasi Anak Saat Travelling

    7. Kurang Konsumsi Air Putih

    minum air putih

    Saat kita berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak cairan. Sementara cairan di tubuh kita banyak digunakan untuk membantu pencernaan bekerja lebih. Konsumsi air dapat membantu kita diet sehat selama berpuasa.

    Selain membantu pencernaan, air putih memberikan manfaat lainnya. Air putih dapat mempercepat metabolisme tubuh, meningkatkan imunitas tubuh, mencegah migrain, membuat kulit lebih bersinar, meningkatkan energi hingga membantu menumbuhkan rambut.

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Itulah penyebab-penyebab berat badan menjadi naik saat puasa. Selalu berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat yang baik untuk Sahabat dan keluarga.

    Susah mendapatkan makanan sehat? Jangan khawatir Sahabat, karena proSehat aplikasi kesehatan Indonesia siap memenuhi kebutuhan kesehatan. 

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik www.prosehat.com.

    Referensi:

    1. Bangkapos. “Jangan Langsung Tidur Setelah Sahur, Ini Bahayanya bagi Kesehatan Tubuh.”
    2. Setia, Unoviana K. “3 Kebiasaan Penyebab Berat Badan Naik Selama Ramadan”.
    3. Sartika, Resa Eka. “Tidur Setelah Sahur Boleh, Asal…”
    4. Setyani, Christina A. “Lima Bahaya yang Mengintai Saat Anda Makan Terlalu Banyak”.
    5. Tyas. “Mengantuk Saat Puasa?”
    6. CCN Indonesia. “10 Manfaat Minum Air Putih Saat Perut Kosong”.
    Read More
  • Salah satu permasalahan yang sering dialami selama menjalani puasa di bulan Ramadan adalah kekurangan cairan (dehidrasi). Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat WFH Selama Bulan Ramadan Hal dikarenakan saat berpuasa Sahabat menahan rasa lapar dan haus, dan bagi Sahabat yang beraktivitas diluar ruangan atau terpapar sinar matahari dalam waktu lama menjadi lebih berisiko mengalami dehidrasi. […]

    Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Salah satu permasalahan yang sering dialami selama menjalani puasa di bulan Ramadan adalah kekurangan cairan (dehidrasi).

    cegah dehidrasi saat berpuasa

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat WFH Selama Bulan Ramadan

    Hal dikarenakan saat berpuasa Sahabat menahan rasa lapar dan haus, dan bagi Sahabat yang beraktivitas diluar ruangan atau terpapar sinar matahari dalam waktu lama menjadi lebih berisiko mengalami dehidrasi.

    Dehidrasi dapat menyebabkan Sahabat merasa lemas, bibir kering, dan haus. Hal tersebut tentu dapat  mengganggu kelancaran ibadah puasa, apabila tidak segera diatasi.

    Sahabat, mari simak berbagai tips berikut untuk cegah dehidrasi selama bulan Ramadan!

    Tips Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Penuhi Kebutuhan Cairan

    Apakah jumlah kebutuhan minum air putih selama bulan Ramadan dan di hari biasa tetap sama?

    Menurut Ketua Indonesian Hydration Working Group, Diana Suhardi seperti dilansir dari Liputan6.com jumlah air putih yang dibutuhkan setiap orang selama bulan Ramahan dan di hari biasa tetap sama, yaitu sejumlah 2 liter per hari atau disesuaikan dengan kebutuhan harian setiap orang.

    Sahabat dapat mengonsumsi 2 gelas air putih saat berbuka puasa, 4 gelas air putih di malam hari hingga sebelum tidur dan 2 gelas air putih saat sahur.

    Jangan Konsumsi Minuman Tinggi Gula

    Sahabat Sehat sebaiknya menghindari minuman tinggi gula supaya terhindar dari dehidrasi saat menjalankan Ibadah puasa sebab minuman yang mengandung gula dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan rasa haus yang berlebihan.

    Disarankan untuk tetap mengonsumsi air putih, maupun infused water dari buah-buahan yang mengandung gula alami dan lebih menyehatkan tubuh.

    Hindari Minuman Berkafein

    Sahabat disarankan juga untuk menghindari minuman berkafein, seperti kopi dan teh sebab mengandung zat diuretik yang dapat mengakibatkan pengeluaran urin secara terus-menerus sehingga dapat menimbulkan rasa haus dan berisiko mengalami dehidrasi.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa

    Kurangi Asupan Garam

    Tips mencegah dehidrasi di bulan puasa lainnya yang bisa Sahabat lakukan adalah dengan mengurangi asupan garam pada menu makanan saat sahur dan buka puasa.

    Konsumsi Sayur dan Buah

    Untuk mendapatkan asupan cairan bagi tubuh saat berpuasa, sebenarnya tidak harus dari air putih namun asupan cairan dapat diperoleh pula dari sayur dan buah-buahan.

    Mengapa Air Begitu Penting Saat Berpuasa?

    Air berperan dalam melancarkan metabolisme tubuh dengan membantu penyaluran nutrisi ke sel tubuh dan membuang zat yang tidak diperlukan melalui urin.

    Mengingat pentingnya peran air bagi tubuh, Sahabat disarankan untuk mengonsumsi air minum yang cukup saat sahur dan berbuka puasa agar organ tubuh dapat bekerja dengan baik dan menjaga kesehatan saluran cerna.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Sahabat bisa berkonsultasi dengan dokter secara online di Prosehat, jika mengalami gejala dehidrasi atau masalah kesehatan lain saat berpuasa. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Perlu Minum Air Sebanyak Apa Saat Puasa Ramadan untuk Penuhi Kebutuhan Cairan? [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 12 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4525465/perlu-minum-air-sebanyak-apa-saat-puasa-ramadan-untuk-penuhi-kebutuhan-cairan
    2. Serba-Serbi Jelang Ramadhan 2021, Ini Tips agar Tak Dehidrasi saat Puasa, Cukupi Minum Air Putih – TribunStyle.com [Internet]. Style.tribunnews.com. 2021 [cited 12 April 2021]. Available from: https://style.tribunnews.com/amp/2021/03/18/serba-serbi-jelang-ramadhan-2021-ini-tips-agar-tak-dehidrasi-saat-puasa-cukupi-minum-air-putih

     

    Read More
  • Bulan Ramadan tahun ini cukup berbeda karena dijalani bersamaan dengan pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat Indonesia tidak dapat bersilahturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Baca Juga: Amankah Berpuasa Bagi Penderita Covid-19? Ibadah selama bulan Ramadan juga harus dilaksanakan di rumah masing-masing demi menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Oleh karena itu, Sahabat dapat mempersiapkan diri […]

    7 Barang Penting Selama Bulan Ramadan saat Pandemi Covid-19

    Bulan Ramadan tahun ini cukup berbeda karena dijalani bersamaan dengan pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat Indonesia tidak dapat bersilahturahmi dengan keluarga di kampung halaman.

    barang penting selama bulan ramadan

    Baca Juga: Amankah Berpuasa Bagi Penderita Covid-19?

    Ibadah selama bulan Ramadan juga harus dilaksanakan di rumah masing-masing demi menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

    Oleh karena itu, Sahabat dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi pandemi Covid agar tidak menggangu jalannya ibadah puasa selama bulan suci ini. Berikut merupakan 7 barang yang perlu dipersiapkan selama Bulan Ramadan saat pandemi Covid-19.

    1. Hand sanitizer

    Penerapan PSBB membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah. Namun, tetap ada saatnya Sobat harus keluar rumah karena urusan mendesak. Terkadang, tidak semua tempat menyediakan wastafel untuk mencuci tangan.

    Produk Terkait: Jual Hand Sanitizer

    Oleh karena itu, dianjurkan untuk selalu membawa hand sanitizer setiap keluar rumah. Hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 70% dapat membunuh virus yang menempel di permukaan tangan.

    2. Masker

    Apabila Sobat hendak bepergian keluar rumah menggunakan angkutan umum, sepeda motor, maupun mobil pribadi, masker wajib dikenakan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Penelitian membuktikan bahwa pengunaan masker, baik itu masker N95, masker medis, dan masker kain dapat menghambat penyebaran virus dan mencegah virus langsung masuk ke hidung ataupun mulut.

    3. Desinfektan

    Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menekan penyebaran virus corona adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan rumah.

    Baca Juga: Bagaimana Bersihkan Rumah Menggunakan Desinfektan?

    Desinfektan dapat digunakan untuk membunuh berbagai jenis virus dan bakteri, termasuk virus corona. Desinfektan berbahan dasar hydrogen peroksida atau alkohol ampuh untuk mensterilkan permukaan benda yang sering disentuh seperti gagang pintu, saklar lampu, kunci rumah, dan sebagainya.

    4. Sabun cuci tangan

    Penelitian membuktikan bahwa sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat membunuh virus corona yang ada di permukaan tangan.

    Oleh karena itu, dianjurkan untuk menyediakan sabun cuci tangan di rumah dan mencuci tangan sebelum sahur, sebelum berbuka, sebelum menyentuh wajah, dll, untuk menjaga kebersihan diri dan menekan penyebaran virus corona.

    5. Vitamin C

    Kekurangan vitamin C membuat seseorang rentan terhadap infeksi dan menurunnya kekebalan tubuh. Sebaliknya, asupan vitamin C yang cukup dapat meningkatkan fungsi imun tubuh, yang sangat penting untuk mencegah corona.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    Vitamin C mudah didapat melalui buah-buahan dan tersedia pula dalam bentuk suplemen makanan. Oleh karena itu, konsumsi vitamin C saat sahur dapat membantu menjaga daya tahan tubuh selama beraktivitas sepanjang hari.

    6. Vitamin E

    Selain vitamin C, vitamin E juga dipercaya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin E merupakan senyawa yang larut dalam lemak dan berfungsi sebagai antioksidan yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

    Vitamin E yang terdapat dalam kacang-kacangan, alpukat, dan biji-bijian dapat dikonsumsi saat sahur dan berbuka untuk menjaga daya tahan tubuh.

    Baca Juga: Benarkah Vitamin C dan E Tingkatkan Antibodi untuk Cegah Corona?

    7. Makanan Bergizi

    Selama menunaikan ibadah puasa, tubuh menahan haus dan lapar selama kurang lebih 12 jam. Oleh karena itu, Sobat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi seperti sayuran dan buah-buahan saat sahur dan buka puasa.

    Dengan mengonsumsi makanan bergizi, nutrisi tubuh akan tetap terpenuhi sehingga tidak mudah sakit.1 Makanan bergizi juga dapat meningkatkan sistem imun tubuh untuk mencegah virus corona.1

    Menyiapkan barang-barang di atas dapat membantu Sobat untuk tetap sehat dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Menjalankan ibadah puasa dengan kondisi pandemi Covid-19 memang tidak mudah, namun bulan Ramadan tetap harus dimaknai sebagai bulan yang suci dan membawa berkah.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Childs, Calder, & Miles. (2019). Diet and Immune Function. Nutrients11(8), 1933. doi: 10.3390/nu11081933
    2. Gold NA, Avva U. Alcohol Sanitizer. [Updated 2020 Feb 6]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513254/
    3. Ma, Q., Shan, H., Zhang, H., Li, G., Yang, R., & Chen, J. (2020). Potential utilities of mask-wearing and instant hand hygiene for fighting SARS-CoV-2. Journal Of Medical Virology. doi: 10.1002/jmv.25805
    4. Carr, A., & Maggini, S. (2017). Vitamin C and Immune Function. Nutrients9(11), 1211. doi: 10.3390/nu9111211
    5. Lewis, E., Meydani, S., & Wu, D. (2018). Regulatory role of vitamin E in the immune system and inflammation. IUBMB Life71(4), 487-494. doi: 10.1002/iub.1976
    6. Rabenau, H., Kampf, G., Cinatl, J., & Doerr, H. (2005). Efficacy of various disinfectants against SARS coronavirus. Journal Of Hospital Infection61(2), 107-111. doi: 10.1016/j.jhin.2004.12.023
    7. org [Internet]. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. How can you prevent a coronavirus infection? 2020 Mar 26 [Updated 2020 Mar 26].Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK555498/
    Read More
  • Dengan gaya hidup yang dijalani banyak orang saat ini, kesibukan harian mengakibatkan mereka tidak memperdulikan asupan nutrisi, termasuk kalsium pada makanannya. Mineral yang satu ini sangat penting karena nasib tulang dan gigi anda berada di tangannya. Tidak hanya tulang dan gigi, jantung, paru-paru dan otot-otot anda juga sangat bergantung terhadap asupan kalsium setiap harinya. Dengan […]

    Jangan Terlambat Minum Suplemen Kalsium!

    Dengan gaya hidup yang dijalani banyak orang saat ini, kesibukan harian mengakibatkan mereka tidak memperdulikan asupan nutrisi, termasuk kalsium pada makanannya.

    tanyadok kalsium suplemen

    Mineral yang satu ini sangat penting karena nasib tulang dan gigi anda berada di tangannya. Tidak hanya tulang dan gigi, jantung, paru-paru dan otot-otot anda juga sangat bergantung terhadap asupan kalsium setiap harinya.

    Dengan gaya hidup yang tidak sehat ini, tubuh rentan kekurangan kalsium, dan parahnya, tubuh Anda akan mencurinya dari tulang!

    Sudah jatuh, tertimpa tangga pula! Jika anda biarkan tubuh ‘lapar’ akan kalsium, tulang dan gigi akan menjadi kering dan rapuh, yang akhirnya meningkatkan risiko patah tulang yang cukup serius lho. Terima kasih kepada suplemen kalsium yang banyak beredar saat ini, sehingga asupan harian kalsium dapat terpenuhi.

    Baca Juga: 7 Alasan si Kecil Perlu Suplement Anak

    Tentukan Suplemen yang Tepat

    Tenaga medis tahu benar bahwa sangat sulit untuk mencukupi asupan kalsium hanya dari makanan saja. Maka dari itu tersedia berbagai macam suplemen yang dapat mencukupi kebutuhan tersebut, mulai dari effervescent sampai pil. Tapi, tahukah anda yang mana yang harus dipilih?

    Kalsium hanya bisa ‘eksis’ dalam bentuk kombinasi dengan zat lain. Campuran ini, biasa disebut senyawa, yang tersedia dalam bentuk pil yang berbeda, seperti kalsium karbonat, kalsium fosfat dan kalsium sitrat. Semua bentuk yang berbeda dari kalsium ini sebenarnya akan berfungsi sama dalam tubuh.

    Tapi, penyerapan kalsium akan tergantung pada jumlah vitamin D dalam tubuh anda lho. Artinya, suplemen Anda harus diperkaya dengan vitamin D, tidak peduli jenis yang Anda pilih.

    Selain itu, kalsium dalam bentuk cair menyerap lebih mudah daripada kalsium dalam bentuk pil padat. Banyak merek vitamin sekarang menawarkan suplemen dalam bentuk pil cair untuk efektivitas maksimum.

    Baca Juga: Cara Mengobati Osteoporosis

    Waktu yang Tepat

    Suplemen kalsium dapat diminum setiap saat sepanjang hari. Tapi ternyata kalsium paling baik diserap oleh tubuh per-500 mg, bahkan kurang. Jadi perdosisnya dapat diminum dalam 2 waktu (pagi dan malam hari).

    Tapi untuk ibu hamil dan menyusui yang memerlukan lebih banyak kalsium dapat mengkonsumsinya sekali sehari, baik pada pagi hari atau malam hari.

    Baca Juga: 7 Langkah Ringkas Untuk Tulang Kuat

    Pengecualian untuk kalsium karbonat dan kalsium fosfat yang membutuhkan asam lambung dalam proses penyerapannya, jadi suplemen dengan kandungan kalsium ini hanya boleh diminum setelah makan. Jika tidak, bikin sakit perut, lho.

    Hati-hati, karena beberapa suplemen dapat menyebabkan sakit perut hingga sembelit akibat gas yang berlebihan. Jika ini terjadi pada Anda, tingkatkan konsumsi cairan dan lihat apakah trik ini berhasil. Jika tidak, coba beralih ke suplemen kalsium lain, sampai menemukan satu yang bekerja baik untuk Anda.

    Produk Terkait: Jual Suplemen Kalsium

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut silakan mengenai suplemen kalsium, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Maraknya pandemi yang terjadi akibat Coronavirus disease 2019 (Covid-19), penting bagi Sahabat yang sudah menjadi orang tua untuk mengenali apa saja yang menandakan anak terinfeksi virus SARS-CoV-2 ini. Berikut adalah beberapa panduan untuk para orang tua:1 Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Mengenai Perbedaan Pneumonia dan Covid-19 1. Apakah COVID-19 itu? COVID-19 adalah penyakit yang menyerang […]

    Panduan dan Gejala Covid-19 pada Anak-anak

    Maraknya pandemi yang terjadi akibat Coronavirus disease 2019 (Covid-19), penting bagi Sahabat yang sudah menjadi orang tua untuk mengenali apa saja yang menandakan anak terinfeksi virus SARS-CoV-2 ini. Berikut adalah beberapa panduan untuk para orang tua:1

    gejala Covid-19 pada anak-anak

    Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Mengenai Perbedaan Pneumonia dan Covid-19

    1. Apakah COVID-19 itu?

    COVID-19 adalah penyakit yang menyerang saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus corona jenis baru yaitu SARS-CoV-2 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019.1,2

    2. Apakah COVID-19 berbahaya pada anak?

    Angka kejadian COVID-19 adalah 1% pada kelompok usia 10-19 tahun dan 0.9% pada kelompok usia <10 tahun. Sehingga pada saat ini anak merupakan kelompok dengan angka kejadian COVID-19 paling rendah.

    Dari penelitian lain yang dilakukan pertengahan bulan Januari 2020, kasus jarang sekali ditemukan kasus pada anak usia di bawah 15 tahun, serta bila terjadi infeksi pada anak-anak gejala yang ditimbulkan bersifat lebih ringan.1,

    3. Di mana saja area terjangkit di Indonesia?

    Area terjangkit di Indonesia: seluruh provinsi di Indonesia

    4. Apa itu Suspek?

    Seseorang yang mengalami demam (³38oC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid-19, Mulai dari Suspek hingga Kematian

    DAN

    Tidak ada penyebab lain berdasarkan gejala klinis yang meyakinkan

    DAN

    Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun dalam negeri.

    Seseorang dengan demam (³38oC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan, pilek, gejala pneumonia ringan hingga berat.

    DAN

    Tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan

    DAN

    Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun dalam negeri.

    • Seseorang dengan demam (³38oC) atau riwayat demam atau gejala gangguan sistem pernapasan DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau probabel COVID-19
    • Seseorang dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) berat di area transmisi lokal di Indonesia yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.4

    5. Bila salah satu orang tua/pengasuh terdekat menjadi suspek, apakah anak menjadi suspek juga?

    Belum tentu. Lakukan pengawasan mandiri, apabila pada anak timbul gejala, lakukan isolasi mandiri dan lapor petugas kesehatan.1

    6. Bila salah satu orang tua/pengasuh terdekat menjadi PDP, bagaimana mengetahui apakah anak sudah terjangkit?

    Belum tentu. Lakukan pengawasan mandiri, apabila pada anak timbul gejala, lakukan isolasi mandiri dan lapor petugas kesehatan.1

    7. Apa saja tanda dan gejala Covid-19 pada anak?

    Tanda dan gejala Covid-19 sebenarnya menyerupai common cold biasa yang umumnya bersifat ringan dan bisa sembuh sendiri, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan.

    Baca Juga: Tanda dan Gejala Covid-19: Delirium, Happy Hypoxia, dan Anosmia

    Namun bila sudah menyerang paru-paru akan timbul radang paru yang dikenal juga sebagai pneumonia. Gejala pneumonia adalah demam, batuk, kesulitan bernafas yang ditandai dengan nafas cepat dan sesak nafas.1,5

    8. Bagaimana cara mengetahui kesulitan bernapas pada anak?

    Hitunglah jumlah pernapasan anak dalam waktu satu menit. Napas dikatakan cepat bila pada usia 0-<2 bulan lebih dari 60 kali /menit, pada usia 2 bulan – <12 bulan lebih dari 50 kali/menit, dan usia 1-<5 tahun lebih dari 40 kali/menit.

    Saat menghitung napas anak, jangan lupa perhatikan sesak napas dengan melihat usaha tambahan untuk bernafas seperti cuping hidung yang kembang kempis dan tarikan dinding dada.1

    9. Kapan anak perlu dibawa ke dokter?

    Bila gejala anak cenderung ringan dan masih dapat ditangani sendiri di rumah, sebaiknya tidak segera berkunjung ke fasilitas kesehatan. Berikan obat demam paracetamol 10 mg/kg berat badan, dapat diulang setiap 4-6 jam selama masih demam, maksimal 5 kali dalam 24 jam.

    Produk Terkait: Jual Paracetamol 

    Apabila demam terus-menerus dan memasuki hari ketiga, atau ada tanda bahaya seperti anak lemas cenderung tertidur, sesak nafas, demam lebih dari 39oC atau lebih, kejang, tampak biru, muntah-muntah, buang air kecil berkurang, segera bawa ke fasilitas kesehatan.1,5

    10. Bagaimana cara mencegah tertular COVID-19?

    • Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, serta bila tangan terlihat kotor. Bila tidak ada sabun, dapat menggunakan hand-rub berbahan dasar alkohol.
    • Mengetahui etika batuk dan bersin yang benar, bila batuk atau bersin tutuplah bagian hidung dan mulut dengan tisu atau lipat siku bagian dalam. Segera buang tisu dan cuci tangan dengan air dan sabun.
    • Menjaga jarak lebih dari 1-2 meter dari orang lain, hal ini dilakukan karena adanya percik renik yang mungkin mengandung virus yang dapat menyebar saat seseorang batuk maupun bersin. Hindari membawa anak ke tempat yang ramai dan hindari pula perjalanan keluar kota terutama dalam rangka mengunjungi kakek nenek yang merupakan kelompok risiko tinggi tertular dan sakit berat akibat COVID-19.1,6

    Baca Juga: Long Hauler, Paparan Virus Covid-19 Berkepanjangan

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan  seperti tes Covid-19, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. IDAI. Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia: FAQ COVID-19.20 Maret 2020
    2. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    3. Early Transmission Dynamics in Wuhan, China, of Novel Coronavirus–Infected Pneumonia | NEJM [Internet]. Available from: https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa2001316?query=featured_home
    4. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.
    5. Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet [Internet]. 2020 Jan 24.0(0). Available from: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30183-5/abstract
    6. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html

     

    Read More
  • Seminggu lagi bulan Ramadan tiba, dan umat Islam mulai menjalankan salah satu amalan suci yaitu dengan berpuasa. World Health Organization (WHO) selaku organisasi kesehatan dunia telah mengeluarkan pedoman untuk melaksanakan puasa di tengah masa pandemi Covid-19. Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa WHO menyarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik, […]

    Amankah Berpuasa Bagi Penderita Covid-19?

    Seminggu lagi bulan Ramadan tiba, dan umat Islam mulai menjalankan salah satu amalan suci yaitu dengan berpuasa. World Health Organization (WHO) selaku organisasi kesehatan dunia telah mengeluarkan pedoman untuk melaksanakan puasa di tengah masa pandemi Covid-19.

    berpuasa bagi penderita Covid-19

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    WHO menyarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik, menjaga asupan nutrisi, hindari merokok serta menjaga kesehatan mental, selama menjalankan puasa. Berpuasa disebut dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi virus.

    WHO dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan bahwa penderita Covid-19 dapat menjalani puasa selama memperhatikan ketentuan agama dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

    Apabila penderita Covid-19 merasa kesulitan untuk menjalankan puasa akibat penyakit yang sedang diderita maka yang bersangkutan diperbolehkan untuk tidak menjalankan puasa, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan namun puasa tetap harus diganti pada hari lain saat tubuh telah kembali pulih.

    Lalu bagaimana caranya supaya penderita Covid-19 bisa tetap menjalankan puasa selama bulan Ramadan? Yuk, Sahabat Sehat mari simak penjelasan di bawah ini!

    Hati-Hati Jika Memiliki Riwayat Komorbid

    Diketahui bahwa seseorang yang memiliki riwayat penyakit komorbid (riwayat penyakit penyerta sebelumnya) misalnya penyakit diabetes, karena menjadi lebih rentan terinfeksi Covid-19.

    Penderita diabetes tentu tidak boleh sembarangan ketika menjalankan puasa karena tidak makan dalam kurun waktu tertentu dapat menurunkan jumlah kadar gula darah.

    Kadar gula darah yang turun dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Karena itu, penderita diabetes harus memperhatikan kondisi tubuh terlebih dahulu jika ingin melaksanakan puasa dan konsultasikan lebih lanjut ke dokter.

    Konsumsi Buah & Sayur

    Agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga baik, penderita Covid 19 sebaiknya rajin mengkonsumsi buah dan sayuran serta makanan bernutrisi lainnya. Hindari konsumsi makanan bergas saat sahur dan buka puasa.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Adult

    Minum Air Putih Saat Buka & Sahur

    Selama berpuasa seseorang dapat kekurangan asupan cairan sehingga tubuh terasa lemas, pusing, dan bibir kering. Agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, sebaiknya minum air putih yang cukup saat sahur maupun buka puasa dengan takaran 6-8 gelas per hari.

    Baca Juga: Si Kecil Mulai Puasa Setengah Hari, Apa Saja yang Perlu Ibu Ketahui?

    Beristirahat yang Cukup

    Kunci penting supaya Sahabat Sehat tetap dapat menjalankan puasa meski sedang menderita Covid-19, adalah dengan beristirahat yang cukup selama kurang lebih 8 jam sehari agar sistem kekebalan tubuh tetap baik untuk melawan virus Covid 19.

    Berhenti Merokok

    Penderita Covid-19 disarankan untuk berhenti merokok sebab merokok berpotensi menimbulkan rasa sesak, dan kandungan dalam rokok kurang baik bagi kesehatan tubuh.

    Bagaimana Jika Mengalami Demam Saat Berpuasa?

    Salah satu gejala yang dialami saat terinfeksi Covid-19 adalah demam. Apabila Sahabat tiba-tiba mengalami demam saat berpuasa, sebaiknya segera membatalkan puasa dengan minum air putih yang cukup serta minum obat penurun demam.

    Baca Juga: Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa

    Bagi Sahabat Sehat yang menginginkan informasi lebih lanjut mengenai puasa bagi penderita Covid-19, segera konsultasikan dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Wajibkah Pasien Covid-19 Puasa saat Bulan Ramadhan? Ini Kata WHO dan MUI [Internet]. KOMPAS.tv. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.kompas.tv/article/161115/wajibkah-pasien-covid-19-puasa-saat-bulan-ramadhan-ini-kata-who-dan-mui?page=all
    2. K N. 3 Tips Aman Jalani Puasa Jika Alami Gejala Ringan Corona [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4988783/3-tips-aman-jalani-puasa-jika-alami-gejala-ringan-corona
    3. 4 Tips Puasa Ramadan jika Alami Gejala Ringan Virus Corona COVID-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4233700/4-tips-puasa-ramadan-jika-alami-gejala-ringan-virus-corona-covid-19
    4. Panduan WHO agar Aman Jalani Puasa Ramadan di Tengah Pandemi COVID-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4237033/panduan-who-agar-aman-jalani-puasa-ramadan-di-tengah-pandemi-covid-19
    5. Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Boleh Berpuasa? Begini Penjelasannya ——— Artikel ini sudah Terbit di AyoJakarta.com, dengan Judul Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Boleh Berpuasa? Begini Penjelasannya, pada URL https://www.ayojakarta.com/read/2020/05/04/16877/pasien-covid-19-tanpa-gejala-boleh-berpuasa-begini-penjelasannya [Internet]. Ayo Jakarta. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.ayojakarta.com/read/2020/05/04/16877/pasien-covid-19-tanpa-gejala-boleh-berpuasa-begini-penjelasannya
    Read More
  • Sahabat Sehat, kondisi pandemi Covid-19 ini memberi kita pelajaran berharga akan pentingnya jaminan akan kondisi kesehatan kita. Risiko tingkat keparahan dan kefatalan paparan virus Covid-19 termasuk tinggi, apalagi jika penderita sudah mempunyai penyakit komorbid yang berpotensi terjadi komplikasi. Baca Juga: Covid-19 Akan Menjadi Endemik, Apa Perbedaannya dengan Pandemi? Fakta menunjukkan tingkat kematian akibat Covid-19 di […]

    Lebih Tenang dan Terlindungi Berkat Asuransi Simedis dari Equity Life

    Sahabat Sehat, kondisi pandemi Covid-19 ini memberi kita pelajaran berharga akan pentingnya jaminan akan kondisi kesehatan kita. Risiko tingkat keparahan dan kefatalan paparan virus Covid-19 termasuk tinggi, apalagi jika penderita sudah mempunyai penyakit komorbid yang berpotensi terjadi komplikasi.

    asuransi simedis, asuransi kesehatan Prosehat

    Baca Juga: Covid-19 Akan Menjadi Endemik, Apa Perbedaannya dengan Pandemi?

    Fakta menunjukkan tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia tinggi. Berdasarkan laporan di laman covid-19.go.id (15/3), persentase kematian di Indonesia mencapai 2,7% per 14 Maret 2021. Ini artinya, sudah 38.000 lebih penduduk Indonesia meninggal dunia dari total kasus yang mencapai 1,4 juta lebih.

    Jika dibandingkan presentasenya dengan tingkat rata-rata kasus kematian secara global, tingkat kematian akibat di Indonesia lebih tinggi. Menuru laporan dari World Health Organization (WHO) di hari yang sama, tingkat kematian di dunia mencapai 2,6 juta dari 119,2 juta total kasus. Sehingga, persentasenya lebih rendah dari Indonesia yaitu 2,2%.

    Kombinasi Pencegahan dan Perlindungan

    Ancaman tingkat kematian yang tinggi tersebut tentunya meresahkan kita. Dari fakta yang menguatirkan tersebut, langkah ideal yang bisa kita pilih adalah dengan mengombinasikan antara pencegahan terhadap infeksi virus Corona dan tak kalah penting, perlindungan serta jaminan yang pasti terhadap potensi tertular penyakit yang sangat mengancam tersebut.

    Kombinasi antara upaya pencegahan dengan menerapkan 5M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Membatasi mobilitas, dan Menjauhi kerumunan) dengan dengan membekali diri dengan jaminan dari asuransi terpercaya menjadi kombinasi ideal yang akan memberi keamanan dan kenyamanan.

    Untuk memberi manfaat tersebut bagi para Sahabat Sehat, Prosehat bekerja sama dengan Asuransi Medis (Simedis) dari Equity Life. Layanan perlindungan asuransi ini berlaku untuk setiap pembelian paket PCR Swab COVID-19 di semua kanal Prosehat.

    Tidak sebatas itu, Sahabat Sehat juga akan mendapatkan jaminan perlindungan finansial terhadap risiko meninggal dunia karena penyakit atau kecelakaan serta memberikan tambahan manfaat meninggal dunia dan santunan biaya perawatan harian Rumah Sakit akibat terinfeksi Virus COVID-19.

    Baca Juga: Gratis! Mahalnya Biaya Perawatan Covid-19 Ditanggung Pemerintah, Begini Cara Klaimnya!

    Manfaat Maksimal dengan Biaya Minimal

    Siapapun tentu ingin mendapatkan manfaat maksimal dengan pengeluaran minimal, bukan? Anda tidak salah. Begitu pula dengan memanfaat perlindungan dari Simedis ini.

    Ada beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh. Secara garis besar, terdapat manfaat utama dan manfaat tambahan yang tersedia. Untuk manfaat utama, peserta Simedis mendapatkan jaminan jika meninggal dunia karena penyakit atau kecelakaan.

    Jika tertanggung meninggal dunia karena penyakit atau kecelakaan yang terjadi dalam masa asuransi (90 hari), penanggung akan membayarkan 100% klaim perlindungan.

    Sebagai catatan, jika tertanggung memiliki beberapa kepesertaan asuransi, maka maksimum manfaat meninggal dunia karena penyakit atau kecelakaan yang dibayarkan adalah sebesar Rp20.000.000 (dua puluh juta Rupiah).

    Manfaat utama yang kedua adalah jaminan jika tertanggung meninggal dunia akibat Covid-19. Jika tertanggung meninggal dunia karena secara pasti terinfeksi Virus COVID-19, Penanggung akan membayarkan tambahan Manfaat Meninggal Dunia sebesar 50% klaim perlindungan.

    Sebagai catatan, jika tertanggung memiliki beberapa tanda kepesertaan asuransi, maksimum tambahan manfaat meninggal dunia karena COVID-19 yang dibayarkan sebesar Rp10.000.000 (sepuluh juta Rupiah)

    Bagaimana dengan manfaat tambahannya? Tak kalah menarik, yaitu jika tertanggung menjalani perawatan di Rumah Sakit akibat terinfeksi Virus COVID-19 yang terjadi dalam masa asuransi, akan diberikan santunan biaya perawatan Rumah Sakit sebesar 1% per hari dari Manfaat Meninggal Dunia karena Penyakit atau Kecelakaan dengan maksimum 14 (empat belas) hari per Masa Kontrak Asuransi.

    Baca Juga: Pentingnya Asuransi Keluarga Terbaik di Masa Pandemi

    Sebagai catatan, manfaat ini hanya diberikan 1 (satu) kali selama masa asuransi. Dan, jika Tertanggung memiliki beberapa tanda kepesertaan asuransi, maka maksimum santunan harian rawat inap yang dibayarkan sebesar Rp200.000 (dua ratus ribu Rupiah) per hari

    Segera manfaatkan layanan plus jaminan kesehatan yang bisa Anda peroleh dengan membeli paket pemeriksaan Covid-19 dari Prosehat. Promo kerjasama ini dapat dapat Anda nikmati selama satu tahun,  mulai dari 8 Maret 2021 hingga 7 Maret 2022.

    Anda pun dapat mendapatkan layanan ini secara mudah. Sahabat Sehat tinggal menanyakan paket ini kepada petugas kami baik secara langsung di klinik Prohsehat atau melalui layanan chat Asisten Kesehatan Maya 08111816800. Petugas Prosehat akan melayani dan mendata Anda sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

    Baca Juga: 8 Tips Memilih Asuransi yang Tepat di Tengah Pandemi

    Tidak ribet, kan? Yuk, makin lindungi diri dan keluarga Anda dengan layanan kesehatan komprehensif dari Prosehat, yang di dalamnya meliputi jaminan asuransi. Dalam kondisi yang seperti sekarang ini, apalagi yang Anda cari selain kesehatan serta rasa aman?

    Read More
  • Setiap orang tentunya ingin tidur nyenyak supaya dapat kembali berenergi setelah beraktivitas seharian penuh. Namun beberapa orang diketahui mengalami gangguan tidur, seperti gangguan tidur berjalan yang menyebabkan seseorang berdiri dan berjalan saat tidur. Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur Atau Kebiasaan Bergadang Penderita gangguan tidur berjalan, umumnya tidak dapat merespons dan biasanya tidak mengingat […]

    Sahabat Mengalami Gangguan Tidur Berjalan? Berikut Cara Mengatasinya!

    Setiap orang tentunya ingin tidur nyenyak supaya dapat kembali berenergi setelah beraktivitas seharian penuh. Namun beberapa orang diketahui mengalami gangguan tidur, seperti gangguan tidur berjalan yang menyebabkan seseorang berdiri dan berjalan saat tidur.

    gangguan tidur berjalan

    Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur Atau Kebiasaan Bergadang

    Penderita gangguan tidur berjalan, umumnya tidak dapat merespons dan biasanya tidak mengingat hal yang dilakukan saat tidur.

    Gangguan semacam ini dapat disebabkan oleh banyak faktor misalnya faktor genetik (keturunan), gaya hidup (kurang tidur, jadwal tidur yang tidak teratur, demam, stres, kekurangan magnesium, keracunan alkohol), dan kondisi fisik (menstruasi, kehamilan, gangguan psikiatri, sleep apnea, sindrom tourette, dan Tirotoksikosis).

    Jika hal ini dibiarkan, gangguan tidur dapat berpengaruh pada kondisi fisik dan mental. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Yuk, mari simak penjelasan di bawah ini!

    Cara Mengatasi Gangguan Tidur Berjalan

    Gangguan tidur berjalan dapat diatasi dengan pemberian obat seperti benzodiazepin atau antidepresan, yang dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan dan gangguan tidur. Penggunaan obat obatan lain mungkin diperlukan, namun sebaiknya diperiksakan ke dokter terlebih dahulu.

    Produk Terkait: Jual Obat Tidur Nyenyak

    Hipnosis

    Terapi hipnosis dinilai turut membantu seseorang menjadi lebih rileks dan fokus. Terapis akan memberikan saran yang disesuaikan dengan kondisi tiap individu.

    Baca Juga: Ternyata Tidur Selama 6 Jam Saja Tidak Cukup

    Penanganan Lanjutan

    Apabila gangguan gangguan tidur berjalan disertai keluhan lain, misalnya sindrom kaki gelisah, perlu mendapatkan penanganan lanjutan sesuai keluhan yang dialami.

    Apabila gangguan tidur berjalan ini dirasa cukup mengganggu, Sahabat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

    Selain dengan berbagai cara di atas, Sahabat Sehat juga dapat melakukan beberapa tips berikut di rumah :

    • Cobalah tidur pada waktu yang sama setiap malam
    • Memastikan kamar tidur gelap dan tenang
    • Batasi minuman sebelum tidur, terutama minuman berkafein
    • Buang air kecil sebelum tidur
    • Mandi air hangat, membaca, atau menarik napas secara dalam agar rileks.
    • Kelola stres dengan baik

    Apabila yang mengalami gangguan tidur berjalan ini adalah orang lain, yang bisa Sahabat lakukan adalah:

    • Bimbing penderita tidur berjalan agar dapat kembali tidur. Usahakan jangan berteriak atau mengejutkan penderita.
    • Bangunkan penderita 15-30 menit sebelum gejala penyakit tidur berjalan muncul, terutama bila hal tersebut selalu dialami di waktu yang sama tiap malam.
    • Jika kondisi ini terjadi pada anak-anak, buatlah tambahan pengaman di tiap sisi ranjang untuk mencegah mereka turun dari kasur.

    Seperti itulah cara mengatasi gangguan tidur berjalan yang perlu Sahabat lakukan, agar kualitas tidur tetap baik.

    Baca Juga: Duh, Sering Susah Tidur Malam Hari Nih!

    Apabila Sahabat ingin informasi lebih lanjut mengenai gangguan tidur dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Gangguan Tidur Berjalan: Penyebab dan Cara Mengatasinya [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/bola/read/4179627/gangguan-tidur-berjalan-penyebab-dan-cara-mengatasinya
    2. Mengenal Sleepwalking, Gangguan Tidur Sambil Berjalan dan Cara Mengatasinya | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/jatim/mengenal-sleepwalking-gangguan-tidur-sambil-berjalan-dan-cara-mengatasinya-kln.html
    3. Gangguan Tidur Sambil Berjalan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya [Internet]. suara.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.suara.com/lifestyle/2020/12/29/134942/gangguan-tidur-sambil-berjalan-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja