Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 61–70 of 1272 results

  • Bolehkah Vaksin HPV Setelah Menikah ?

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

     

    Angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 15.000 hingga 21.000 kasus setiap tahunnya. Kanker serviks kini menjadi penyebab kematian nomor 1 bagi perempuan di Indonesia, sekaligus menempatkan Indonesia pada urutan kedua di dunia untuk negara dengan kasus kanker serviks terbanyak. 

    Penyebaran kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah, salah satunya dengan melakukan vaksinasi kanker serviks.1 Bagi wanita yang sudah menikah, deteksi dini kanker serviks menjadi salah satu hal yang penting dilakukan. Sahabat Sehat, apakah wanita yang sudah menikah tetap dapat menerima vaksin HPV ? Mari simak penjelasan berikut.

     

    Apa Penyebab Kanker Serviks ?

    Kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) tipe 16 dan 18. Sedangkan Human Papillomavirus (HPV) tipe 6 dan 11 diketahui menjadi 90% penyebab kasus kutil kelamin. Human Papillomavirus ditularkan melalui kontak atau hubungan seksual dengan penderita. 

    Virus HPV dapat menyerang laki-laki dan perempuan. Pada daerah kelamin, kanker akibat infeksi Human Papillomavirus dapat terjadi pada leher rahim, vulva atau bibir vagina, vagina dan penis. Sedangkan pada daerah non-kelamin, Human Papillomavirus dapat menyerang bagian mulut dan saluran napas atas.2,4

     

    Jenis Vaksin HPV

    Vaksin HPV merupakan salah satu cara mencegah kanker serviks dan kutil kelamin. Vaksin HPV dapat mulai diberikan pada usia 12 tahun keatas, terutama bagi perempuan yang belum aktif secara seksual. Vaksinasi akan diberikan sebanyak 3 dosis tanpa skrining apapun jika seseorang belum aktif berhubungan seksual. Efektivitas vaksin HPV sangat baik bila diberikan pada perempuan yang belum aktif secara seksual.1,2,3

    Di Indonesia, ada 2 jenis vaksin HPV yaitu vaksin bivalen dan tetravalen. Vaksin HPV bivalen mengandung 2 tipe HPV yaitu tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker leher rahim. Sementara vaksin HPV tetravalen mengandung 4 tipe HPV yaitu tipe 6, 11, 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker leher rahim dan juga kutil kelamin.2,3,4

     

    Kapan Jadwal Vaksinasi HPV ?

    Idealnya vaksinasi HPV diberikan pada saat seseorang belum aktif berhubungan seksual untuk memberi efek yang maksimal. Vaksinasi HPV diberikan sebanyak 3 kali dengan jadwal pemberian vaksinasi HPV dosis ke 2 berjarak 1 atau 2 bulan setelah penyuntikan pertama, tergantung dari jenis vaksin apa yang digunakan (bivalen atau tetravalent) dan dosis terakhir diberikan 6 bulan setelah penyuntikan dosis vaksin HPV pertama. Apabila pemberian vaksinasi ada yang terlewat, maka vaksinasi dapat terus dilanjutkan tanpa mengulangi dosisnya dari awal.1,2

     

    Efek Samping Vaksin HPV

    Sahabat Sehat, rata-rata efek samping pasca vaksinasi HPV bersifat ringan. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin dialami setelah menjalani vaksinasi HPV :

    • Nyeri dan kemerahan di area suntikan
    • Pusing
    • Nyeri kepala
    • Mual dan muntah.5,6

     

    Apakah Vaksinasi Boleh Dilakukan Setelah Menikah ?

    Jika Sahabat Sehat sudah aktif berhubungan seksual, resiko terpapar virus HPV menjadi lebih tinggi. Oleh sebab itu bagi Sahabat Sehat yang telah aktif melakukan hubungan seksual dianjurkan melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu. Pemeriksaan pap smear dapat dilakukan minimal satu tahun sekali untuk mendeteksi kanker serviks.7

    Pemeriksaan Pap Smear dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim atau serviks dengan diusap dengan kapas cotton bud lalu dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut. Apabila didapatkan hasil mengarah pada infeksi HPV, maka vaksinasi tidak dapat diberikan.8

     

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pentingnya vaksin HPV baik bagi wanita yang sudah menikah dan yang belum menikah. Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. 

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin Indonesia. 6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Vaksin HPV [Internet]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin Indonesia. 2017 [updated 2017 Dec 26; cited 2021 Aug 24].
    2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Sekilas tentang Vaksin HPV [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2017 [updated 2017 March 13; cited 2021 Aug 24].
    3. Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccination: What Everyone Should Know [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [updated 2020 March 17; cited 2021 Aug 24].
    4. Planned Parenthood. What Is the HPV Vaccination [Internet]. USA : Planned Parenthood; [cited 2021 Aug 24].
    5. Centers for Disease Control and Prevention. Human Papillomavirus (HPV) Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 July 23; cited 2021 Aug 24].
    6. Mayo Clinic. HPV vaccine: Get the facts [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2020 [updated 2020 May 14; cited 2021 Aug 24].
    7. Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2016 [updated 2016 Dec 28; cited 2021 Aug 24].
    8. Sulaiman M. Bagi yang Sudah Menikah, Lebih Baik Papsmear atau Vaksinasi HPV Dulu? [Internet]. Indonesia : DetikHealth. 2017 [updated 2017 Feb 09; cited 2021 Aug 24].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Badan yang mudah lelah saat perjalanan jauh biasanya disebabkan oleh kondisi tubuh yang kurang fit. Namun bisa juga karena ada penyakit. Ya, gejala mudah lelah mungkin saja disebabkan adanya penyakit di tubuh sehingga tubuh akan terus merasa lelah. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui apa penyebab badan […]

    10 Tips Mencegah Badan Mudah Lelah saat Perjalanan Jauh

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Tertidur Akibat Badan Mudah Lelah saat Perjalanan Jauh

    Badan yang mudah lelah saat perjalanan jauh biasanya disebabkan oleh kondisi tubuh yang kurang fit. Namun bisa juga karena ada penyakit. Ya, gejala mudah lelah mungkin saja disebabkan adanya penyakit di tubuh sehingga tubuh akan terus merasa lelah.

    Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui apa penyebab badan selalu merasa kurang bertenaga dan mudah lelah. Selain itu juga penting untuk tahu bagaimana cara meningkatkan kembali stamina tubuh.

    Bahaya Lelah Saat Di Perjalanan

    Apakah Sahabat Sehat termasuk sering berkendara ? Mungkin salah satu kendala yang kerap dihadapi sehari-hari adalah kemacetan, terutama bagi Sahabat Sehat yang tinggal di kota besar. Mengemudi atau tidak, berada di jalan yang macet dalam waktu lama dapat mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh sehingga menyebabkan rasa kantuk hingga stress. 

    Kelelahan bahkan mengantuk saat di perjalanan cukup berbahaya sebab dapat mengurangi kewaspadaan saat berkendara, mengurangi waktu respons dan mempengaruhi kemampuan dalam menentukan pilihan. 

    Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi lelah saat berada di perjalanan ? Mari simak penjelasan berikut.

    Kenali Tanda Tubuh Merasa Lelah

    Banyak orang yang merasa “masih sanggup” sehingga terus memaksakan diri. Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa sinyal dari tubuh yang menandakan tubuh mulai lelah dan artinya Sahabat Sehat memang butuh istirahat untuk memulihkan stamina:

    Sering Menguap

    Jika Sahabat Sehat sering menguap, hal ini menunjukan bahwa tubuh membutuhkan oksigen. Selain itu, keluhan juga dapat diikuti dengan kedipan mata yang semakin intens. Kondisi ini dapat menyebabkan pandangan kurang awas dan kurang konsentrasi saat berkendara.

    Lupa Arah Jalan

    Jika Sahabat Sehat mulai lupa arah jalan, hal ini juga dapat menunjukan bahwa Sahabat Sehat sudah lelah di perjalanan. Ada baiknya bertukar posisi mengemudi bila ada rekan yang menemani di perjalanan.

    Mengabaikan Rambu Lalu Lintas

    Banyak sekali rambu di jalan raya dengan fungsi yang beragam. Seperti penunjuk arah, maupun lampu lalu lintas. Jika Sahabat Sehat sudah mulai tidak memperhatikan rambu lalu lintas, hal ini menunjukkan tubuh bahwa tubuh mulai lelah dan konsentrasi menurun sehingga dianjurkan untuk beristirahat sejenak.

    Mudah Emosi

    Salah satu tanda bahwa tubuh mulai lelah, biasanya Sahabat Sehat menjadi mulai emosi dan tidak sabar. Tidak jarang menjadi kesal dengan pengguna jalan lainnya. Jika Sahabat Sehat mengalami hal ini, ada baiknya menepi dan beristirahat sejenak.

    Tips Agar Tidak Mudah Lelah Selama Di Perjalanan

    Mengemudi atau tidak, sangat penting untuk menjaga kondisi fisik selama di perjalanan. Berikut adalah berbagai tips yang Sahabat Sehat dapat lakukan untuk mencegah kelelahan selama di perjalanan:

    1. Istirahat Sebelum Melakukan Perjalanan, setidaknya sudah tidur 7-8 jam
    2. Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan yang dapat menyebabkan gangguan tidr
    3. Jika terbiasa tidur siang, hindari berkendara di jam tidur siang
    4. Jika berkendara dalam waktu lama, berhenti secara berkala untuk istirahat dan meregangkan otot
    5. Minta ditemani seseorang yang bisa diajak ngobrol sehingga mengurangi ngantuk dan lelah
    6. Nyalakan radio dan buka jendela untuk mengurangi kantuk
    7. Bijak dalam konsumsi minuman berkafein, karena ketika efek kafein hilang maka kantuk akan muncul lagi
    8. Makan secukupnya dengan gizi seimbang sebelum melakukan perjalanan jauh
    9. Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan stamina tubuh
    10. Lakukan pemeriksaan tubuh kepada dokter untuk mencari tahu apa penyebab badan mudah lelah

    Penyakit Penybab Mudah Lelah saat Perjalanan Jauh

    Lelah di perjalanan jauh adalah hal yang biasa. Namun jika tiap perjalanan badan langsung merasa lelah dan tidak bertenaga, ada kemungkinan beberapa risiko penyakit berikut ini:

    1. Anemia
    2. Gagal jantung
    3. Sindrom kelelahan kronis
    4. Sleep apnea
    5. Penyakit tiroid
    6. Diabetes
    7. Gangguan mental
    8. Demam kelenjar
    9. Sindrom kaki gelisah
    10. Penyakit celiac
    11. Malnutrisi
    12. Kanker
    13. HIV/Aids
    14. dan Lupus

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai tips mengatasi tubuh mudah lelah saat perjalanan jauh. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, selain dengan konsumsi buah dan sayur maka lengkapi asupan gizi dengan mengkonsumsi multivitamin. 

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan multivitamin serta produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Suni E. Drowsy Driving [Internet]. USA : Sleep Foundation 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Sep 14].
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Drowsy Driving [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2017 [updated 2017 March 21; cited 2021 Sep 14].
    3. Santoso S. Tanda-Tanda Tubuh Lelah Berkendara yang Perlu Kita Cermati [Internet]. Indonesia : Liputan 6. 2019 [updated 2019 June 03; cited 2021 Sep 16].
    Read More
  • Pentingnya Imunisasi Anak Secara Lengkap di Masa Pandemi

    Penulis Medis : dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Sudah lebih dari 1 tahun pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia. Masyarakat dan tenaga kesehatan disibukkan dengan berbagai aktivitas untuk melawan Covid-19, seperti diantaranya program vaksinasi Covid-19. Startup ProSehat juga secara aktif mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk 200ribu akseptor sejak bulan Maret hingga awal September 2021 ini di belasan lokasi Sentra Vaksinasi.

    Prosehat mengupayakan proses vaksinasi bisa berjalan dengan baik. Mulai dari:

    • Menciptakan sistem dan proses pendaftaran yang rapi per jadwal waktu,
    • Mengelola tenaga kesehatan, skrining dan vaksinator,
    • Memastikan keamanan dan kelancara distribusi ogistik medis cold-chain vaksin,
    • Sampai pendataan administrasi P-Care dengan dukungan CS ProSehat melalui WhatsApp dan Web-chat.

    Hal ini semua dilakukan untuk membantu memastikan sertifikat vaksinasi yang diharapkan akseptor segera didapat.

    Di lain sisi sebenarnya banyak imunisasi yang sebelum masa pandemi Covid-19 memang rutin dilakukan, namun kini mulai terlupakan sebab hampir semua orang mengutamakan vaksinasi Covid-19. Tentunya imunisasi yang tidak kalah penting adalah untuk anak mulai dari bayi hingga usia sekolah, terutama kini telah dimulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sebagian wilayah Indonesia dengan level PPKM 3 ke bawah. Imunisasi yang dapat menjaga kesehatan anak selama Pembelajaran Tatap Muka menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan.

    Pentingnya Imunisasi Anak Lengkap Selama Masa Pandemi

    Kementerian Kesehatan dan UNICEF telah melakukan penilaian cepat pada April 2020 yang menunjukan bahwa 84% dari semua fasilitas kesehatan melaporkan pelayanan imunisasi terganggu, yaitu pada level Puskesmas dan Posyandu. Kondisi ini diakibatkan hambatan akses ke pelayanan kesehatan disertai dengan menurunnya permintaan imunisasi yang disebabkan karena masyarakat takut tertular Covid-19. Kendala lainnya yaitu petugas pengelola program imunisasi dan sumber daya imunisasi dialihkan ke penanganan Covid-19, terbatasnya alat pelindung diri untuk imunisasi yang aman, dan kekurangan komoditas.

    Data dari Surveilans di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan pada bulan imunisasi anak sekolah tahun 2020, cakupan campak hanya mencapai 45%, Difteri Tetanus (DT) mencapai 40% , dan Tetanus Difteri (TD) juga mencapai 40%. 

    Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Prof. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K) mengungkapkan agar para orang tua diimbau tetap melengkapi imunisasi anaknya terutama di masa pandemi Covid-19 sebab bayi atau anak sekolah itu beresiko tertular berbagai penyakit. 

    Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono turut mengungkapkan bahwa imunisasi adalah cara yang efektif dalam mencegah penyakit, sebab hampir sebanyak 26 penyakit dapat dicegah dengan pemberian imunisasi. 

    Ikatan Dokter Anak Indonesia mengungkapkan bahwa imunisasi dasar penting bagi bayi dan anak sampai umur 18 bulan untuk melindungi dari berbagai penyakit. Jika bayi dan balita tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, kelak dapat terjadi wabah berbagai penyakit lain yang akan mengakibatkan banyak anak sakit berat, cacat, atau bahkan meninggal dunia.

    Sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia berikut adalah jadwal imunisasi dasar yang diwajibkan untuk Si Kecil :

    • Segera setelah lahir : Hepatitis B0 +OPV 0
    • Usia 1 bulan : BCG
    • Usia 2 bulan : Pentavalent 1 + OPV 1
    • Usia 3 bulan : Pentavalent 2 + OPV 2
    • Usia 4 bulan : Pentavalent 3 + OPV 3 + IPV
    • Usia 9 bulan : MR1
    • Usia 18 bulan : Pentavalent 4 + OPV4 + MR2

    Imunisasi Pentavalent (kombinasi vaksin DPT, HB, dan Hib) dan OPV (Oral Polio Vaccine) bisa diganti dengan imunisasi Hexavalent bebas demam yang terdiri dari imunisasi Pentavalent dan IPV (Inactive Polio Vaccine). 

    Selain imunisasi diatas, setiap orangtua juga perlu dapat menambahkan imunisasi lain yang tidak kalah penting seperti berikut :

    • Usia 2 bulan : PCV1
    • Usia 4 bulan : PCV2  
    • Usia 6 bulan : PCV3 +Influenza 1
    • Usia 7 bulan : Influenza 2

    Imunisasi PCV  (pneumococcal conjugate vaccine) bermanfaat untuk mencegah infeksi bakteri pneumokokus yang dapat menyebabkan infeksi paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), dan infeksi darah (bakteremia). Sementara imunisasi influenza dapat mencegah penyakit flu akibat virus influenza. 

     

    Persiapan Menjelang Pembelajaran Tatap Muka

    Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa kini sekolah yang dapat menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) adalah bagi sekolah yang berada di daerah dengan status PPKM level 1, 2, dan 3. Selain itu, semua tenaga pendidik juga sudah menjalani vaksinasi dosis kedua. Menjelang pembelajaran tatap muka, para peserta didik berusia 12-17 tahun sudah dapat diberikan vaksin Covid-19.

    Tidak kalah pentingnya, imunisasi dasar serta berbagai imunisasi tambahan juga dianjurkan sebagai persiapan menjelang pembelajaran tatap muka. Adapun imunisasi tambahan yang dianjurkan untuk anak sekolah sejak PAUD hingga SMA yaitu DPT, influenza, MR/MMR, Tifoid, HPV, dan Dengue yang disesuaikan dengan usia anak antara 5 – 18 tahun.

    Berikut ini adalah imunisasi untuk anak usia sekolah pada rentang 5-18 tahun

    • Imunisasi DPT : mulai dapat diberikan pada usia 18 bulan, 5-7 tahun (booster ke 2), dan pada usia 10-18 tahun (jenis Td/Tdap)
    • Imunisasi Influenza : mulai dapat diberikan pada usia 18 bulan keatas
    • Imunisasi MR/ MMR (Mumps, Measles, Rubella) : mulai diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan 5-7 tahun
    • Imunisasi Tifoid : mulai dapat diberikan pada usia 2 tahun, pada usia 5 tahun keatas dapat diberikan setiap 3 tahun sekali
    • Imunisasi HPV : diberikan pada usia 12-14 tahun sebanyak 2 dosis
    • Imunisasi Dengue : diberikan pada usia 9-16 tahun sebanyak 3 dosis dengan interval 6 bulan.

    Pada wilayah dengan penularan luas Covid-19, jika tidak memungkinkan imunisasi dapat ditunda 1 bulan. Namun segera diberikan bila situasi memungkinkan.

     

    Jarak Imunisasi dan Vaksin Covid-19

    Sesuai informasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, pemberian imunisasi lainnya dapat diberikan dengan jarak minimal 1 bulan dengan vaksinasi Covid-19. Anak yang berusia dibawah 12 tahun kini masih belum menjadi sasaran vaksinasi Covid-19, sehingga pemberian imunisasi booster serta imunisasi tambahan misalnya vaksin influenza dan PCV perlu diberikan agar memberi kekebalan tubuh sebagai persiapan menjelang pembelajaran tatap muka.

     

    Senantiasa Jaga Kesehatan Si Kecil

    Sahabat Sehat sebaiknya membatasi diri ke tempat ramai kecuali ada keperluan yang sangat mendesak. Di rumah sebaiknya lakukan beberapa tips berikut :

    • Beri makanan bergizi seimbang, seperti susu, buah, sayur, serta lauk-pauk.
    • Hindari Si Kecil kontak dengan orang lain yang sedang batuk pilek atau tampak kurang sehat.
    • Cuci tangan sebelum menyentuh Si Kecil, serta sebelum dan sesudah menyajikan makanan Si Kecil
    • Jika Si Kecil tampak kurang sehat, segera konsultasikan ke dokter

     

    Solusi Imunisasi Anak Pada Masa Pandemi Covid-19

    Imunisasi ke rumah pada masa pandemi merupakan cara yang aman dan efektif. Dengan melakukan imunisasi anak di rumah maka Anda dapat meminimalisir resiko paparan terhadap virus Covid-19, selain itu proses imunisasi menjadi lebih nyaman. Untuk melakukan imunisasi anak dengan Prosehat caranya mudah cukup dengan mengakses situs web ProSehat.com dengan membuka link https://www.prosehat.com/imunisasianak

    Layanan Imunisasi ke Rumah bersama Prosehat mempunyai berbagai keunggulan, yakni : 

    • Produk Vaksin dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Bebas tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut dapat langsung bertanya ke ProSehat melalui WhatsApp 0811-1816-800 ketik MENU pilih 3 atau ketik Imunisasi.

    Referensi :

    1. Sehat Negeriku. Orang Tua Wajib Lengkapi Imunisasi Dasar Anak Meski Pandemi COVID-19 [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021 [updated 2021 April 29; cited 2021 Sep 14].
    2. UNICEF Indonesia. Imunisasi Rutin pada Anak Selama Pandemi COVID-19 di Indonesia: Persepsi Orang tua dan Pengasuh [Internet]. Indonesia : UNICEF Indonesia. 2020 [updated 2020 Aug; cited 2021 Sep 14].
    3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Rekomendasi Imunisasi Anak pada Situasi Pandemi COVID-19 [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2020 [updated 2020 Mar 26; cited 2021 Sep 14].
    Read More
  • 7 Efek Samping Suntik Pemutih Jika Dilakukan Sembarangan

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Siapa yang tak ingin kulitnya terlihat putih? Tentunya hampir setiap wanita menginginkannya. Pasalnya kulit putih dan cerah telah menjadi standar kecantikan tersendiri bagi kaum hawa saat ini. Tak heran jika beberapa wanita berlomba-lomba untuk mencerahkan kulitnya dengan menggunakan berbagai macam produk kecantikan.

    Salah satu cara mencerahkan kulit yang paling banyak diminati adalah dengan suntik putih. Selain memiliki proses yang instan, suntik putih diklaim juga dapat mencerahkan warna kulit, mengurangi kulit kemerahan, serta meratakan warna kulit. Sahabat Sehat, apakah suntik putih aman digunakan ? Mari simak penjelasan berikut

    Apa itu Suntik Putih?

    Suntik putih menggunakan cairan glutathione yang disuntikan ke pembuluh darah atau otot di bawah kulit. Glutathione bekerja dengan menonaktifkan enzim tyrosinase yang memproduksi pigmen warna pada kulit. Selain itu, sifat antioksidan alami pada glutathione juga mampu mendaur ulang vitamin E dan memperbarui vitamin C sehingga mengeluarkan radikal bebas dalam tubuh. Sebagai tambahan, Glutathione juga bermanfaat untuk menjaga sistem imunitas tubuh.

    Apakah Suntik Putih Aman?

    Penggunaan glutathione pada suntik putih tidak hanya aman, namun juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan seperti menghilangkan racun dari tubuh, mendukung kinerja saraf pusat, serta mampu meningkatkan kesuburan. Yang perlu diperhatikan adalah kadar glutathione yang digunakan.

    Efek Samping Suntik Putih

    Tidak semua orang dapat melakukan suntik putih dan tidak semua penyedia layanan kecantikan dapat melakukannya. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin dialami :

    Infeksi
    Apabila alat yang digunakan selama melakukan suntik putih tidak higienis, maka meningkatkan risiko infeksi berbagai penyakit

    Iritasi
    Jika Sahabat Sehat memiliki kulit sensitif maka berpeluang lebih besar mengalami ruam, iritasi, pembengkakan, hingga sensasi terbakar pada kulit setelah selesai melakukan prosedur suntik putih.

    Kerusakan sel kulit
    Efek samping suntik putih selanjutnya yakni menurunnya kemampuan kulit melindungi dari paparan sinar matahari sebab menurunnya produksi melanin dalam tubuh yang membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar ultraviolet. Jika dialami berkepanjangan, hal ini dapat menyebabkan rusaknya sel kulit.

    Kanker kulit
    Dari berbagai penelitian diketahui kandungan glutathione buatan pada cairan suntik putih yang masuk ke dalam tubuh beresiko menimbulkan kanker kulit.

    Emboli
    Emboli merupakan kondisi ketika terdapat benda atau zat asing, misalnya gelembung udara yang ikut masuk ke dalam aliran pembuluh darah selama proses penyuntikan. Resiko terjadinya emboli meningkat jika prosedur penyuntikan tidak dilakukan dengan benar

    Nyeri perut
    Nyeri perut dapat dialami apabila dosis obat glutathione yang digunakan melebihi dosis anjuran.

    Gangguan pernapasan
    Berdasarkan penelitian, penggunaan glutathione dalam waktu lama dapat memperberat kondisi penderita asma dan semakin sering mengalami gejala asma. Namun tentu hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

    Gangguan fungsi ginjal dan hati
    Selain glutathione  beberapa penyedia layanan suntik putih juga menggunakan vitamin C dosis tinggi untuk suntik putih. Jika digunakan dalam jangka panjang, tentunya dapat mengganggu metabolisme tubuh dan mengganggu fungsi hati serta ginjal.

    Kelainan kulit
    Berdasarkan penelitian diketahui bahwa menggunakan glutathione dosis tinggi dikaitkan dengan kejadian Epidermal Necrolysis atau sindrom Stevens Johnsons. Kelainan kulit ini merupakan kondisi yang jarang terjadi, penderitanya akan kehilangan lapisan luar kulit dan dapat membahayakan jiwa.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai informasi mengenai suntik putih. Meski prosedur kecantikan ini dapat membuat kulit Sahabat Sehat menjadi cerah seketika, dianjurkan berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

    Jika Sahabat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    • Seoul Guide Medical. Whitening Injection in Korea: Quick Facts Towards Snow White and Glowing Skin [Internet]. South Korea :  Seoul Guide Medical. ]
    • Makeupandbeauty.com. 2021. What are the Side Effects of Skin Whitening Injections?. [online]
    • Dubai Cosmetic Surgery®. 2021. Are Skin Lightening Injections Safe & Effective?. [online]
    • Prime-journal.com. 2021. Skin Hydrating and Whitening effects of Vitamin C and Glutathione in Asian skin types | PRIME Journal. [online]
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Mungkin nafsu makan bertambah karena makanan terlihat lezat. Namun jika terus lapar dan ingin makan, mungkin ini gejala suatu penyakit. Jika tidak segera diatasi dan dibiarkan, masalah bisa semakin besar dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Oleh sebab itu, jangan menganggap remeh gejala […]

    6 Penyakit yang Menyebabkan Gejala Nafsu Makan Bertambah

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Merasa Bersalah Akibat Nafsu Makan Bertambah

    Mungkin nafsu makan bertambah karena makanan terlihat lezat. Namun jika terus lapar dan ingin makan, mungkin ini gejala suatu penyakit. Jika tidak segera diatasi dan dibiarkan, masalah bisa semakin besar dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

    Oleh sebab itu, jangan menganggap remeh gejala bertambahnya nafsu makan tanpa terkendali. Karena risiko bukan hanya kenaikan berat badan. Risiko kesehatan seperti gangguan metabolisme, jantung, stroke, hingga kematian bisa saja terjadi.

    Penyakit Penyebab Nafsu Makan Bertambah

    Pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara lebih akurat. Namun biasanya nafsu makan bertambah secara drastis disebabkan oleh:

    Gangguan Hormon Tiroid

    Hipertiroidisme, yaitu kondisi akibat terlalu banyaknya hormon tiroid dalam tubuh dapat mempercepat proses metabolisme tubuh yang mengakibatkan berat badan turun dan denyut jantung tidak beraturan. Selain itu Sahabat Sehat juga dapat merasa mudah lapar, meningkatnya produksi keringat, dan gemetar.

    Hipoglikemia

    Hipoglikemia adalah istilah untuk menggambarkan rendahnya kadar gula darah di dalam tubuh. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, tetapi umumnya kerap dialami oleh penderita diabetes. Selain itu hipoglikemia juga dapat terjadi karena kebiasaan melewatkan waktu makan, konsumsi alkohol berlebihan, atau aktivitas olahraga yang tidak biasanya. Berikut beberapa gejala yang dialami penderita hipoglikemia:

    • Berkeringat
    • Cemas dan mudah tersinggung
    • Terus merasa lapar
    • Sulit berkonsentrasi
    • Pandangan kabur
    • Gemetar
    • Gelisah
    • Suasana hati berubah-ubah

    Diabetes

    Kencing manis atau disebut juga Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Gejala diabetes cukup bervariasi, namun keluhan klasik yang kerap ditemui pada penderita diabetes yaitu mudah lapar sehingga nafsu makan bertambah, mudah haus, dan sering buang air kecil. Berikut adalah beberapa gejala lain yang dapat dialami penderita diabetes :

    • Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas
    • Kelelahan
    • Penglihatan kabur
    • Luka yang lambat sembuh
    • Kesemutan
    • Disfungsi ereksi
    • Mudah mengalami infeksi, seperti infeksi gusi atau infeksi vagina

    Kehamilan

    Kehamilan bukanlah penyakit. Namun gejala nafsu makan bertambah bisa jadi karena Sahabat Sehat sedang hamil. Meskipun meningkatnya nafsu makan bukanlah gejala kehamilan yang paling utama, namun nafsu makan yang meningkat juga kerap dialami oleh ibu hamil.

    Selain merasa nafsu makan bertambah, ibu hamil juga biasanya akan merasa mual, muntah, dan nyeri pada payudara. Biasanya rasa lapar dan meningkatnya nafsu makan terjadi di awal trimester kedua usia kehamilan. Sedangkan pada trimester pertama, ibu hamil justru akan mengalami penurunan nafsu makan atau bahkan kehilangan nafsu makannya sama sekali. 

    Sindrom Premenstruasi

    Meningkatnya nafsu makan serta mengidam makanan tertentu merupakan hal yang umum terjadi pada wanita yang sedang mengalami sindrom premenstruasi. Sahabat Sehat mungkin cenderung menginginkan makanan yang berlemak, berkarbohidrat tinggi, hingga manis.

    Adapun penyebab sindrom premenstruasi biasanya diakibatkan perubahan hormon esterogen dan progesteron dalam tubuh sebelum terjadinya menstruasi, sehingga membuat nafsu makan meningkat.

    Depresi

    Walaupun depresi identik dengan perasaan sedih yang mendalam sehingga membuat penderitanya kesulitan atau bahkan kehilangan gairah hidupnya, namun penderita depresi juga dapat mengalami peningkatan nafsu makan pada saat-saat tertentu.

    Orang yang sedang depresi dan berusaha mengalihkan rasa depresinya pada hal lain biasanya akan cenderung cepat merasa lapar dan ingin terus makan. Oleh sebab itu, tidak heran bahwa orang depresi akan cenderung terlihat sangat kurus akibat tidak nafsu makan, atau mengalami kegemukan akibat nafsu makan yang meningkat dan tidak terkendali.

    Jika Nafsu Makan Semakin Bertambah

    Apabila nafsu makan semakin meningkat tanpa sebab yang jelas disertai keluhan lain misal gatal, kesemutan, mudah berkeringat, dan lainnya maka sebaiknya konsultasikan ke dokter agar dilakukan pemeriksaan lanjutan.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai kondisi yang menyebabkan nafsu makan meningkat. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi: 

    1. Murrell D. Graves’ disease: Symptoms, treatment, and causes [Internet]. USA : Medical News Today. 2019 [updated 2019 April 05; cited 2021 Sep 09].
    2. Health Service Executive. Hypoglycaemia [Internet]. Ireland : Health Service Executive. 2020 [updated 2020 Nov 20; cited 2021 Sep 09].
    3. Mayo Clinic. Diabetes – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2020 [updated 2020 Oct 30; cited 2021 Sep 09].
    4. Wisnubrata. 7 Penyebab Nafsu Makan Meningkat yang Mungkin Kamu Alami [Internet]. 2019 [updated 2019 Sep 14; cited 2021 Sep 09]. Indonesia : Kompas.
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Menghindari faktor penyebab jerawat menjadi cara mengatasi jerawat yang paling baik. Sayangnya, banyak orang yang mengabaikan hal ini. Ketika wajah sudah berjerawat dan semakin parah, barulah sibuk mencari cara terbaik menghilangkan jerawat di wajah. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui […]

    Cara Mengatasi Jerawat Membandel Agar Wajah Kembali Mulus

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Menggunakan Krim Sebagai Cara Mengatasi Jerawat yang Efektif

    Menghindari faktor penyebab jerawat menjadi cara mengatasi jerawat yang paling baik. Sayangnya, banyak orang yang mengabaikan hal ini. Ketika wajah sudah berjerawat dan semakin parah, barulah sibuk mencari cara terbaik menghilangkan jerawat di wajah.

    Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui apa yang menyebabkan munculnya jerawat, sehingga kita semua bisa menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan munculnya jerawat di wajah. Selain itu, sangat penting untuk tahu apa yang harus dilakukan jika muncul jerawat di wajah.

    Penyebab Munculnya Jerawat di Wajah

    Siapa yang tidak pernah mengalami jerawat diwajah selama hidupnya? Pastinya hampir semua orang pernah mengalaminya, bahkan jerawat diketahui dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Pada tahun 2018, penelitian perhimpunan Dokter Spesialis Kulit di Inggris menemukan 20% dari 2.299 orang yang berjerawat mengaku mengalami stress hingga merasa ingin mengakhiri hidupnya karena jerawat yang tidak kunjung membaik.

    Jerawat merupakan permasalahan kulit yang terjadi akibat sumbatan minyak, sel kulit mati serta debu dan kotoran pada folikel rambut. Jerawat ditandai dengan munculnya bintik kemerahan yang terasa nyeri, maupun berupa komedo. Lokasi tersering munculnya jerawat yaitu wajah, leher, dada sampai ke punggung.

    Namun ada beberapa hal yang menjadi faktor yang meningkatkan risiko timbulnya jerawat. Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai kondisi yang meningkatkan risiko timbulnya jerawat:

    Perubahan Hormon
    Misalnya masa pubertas, menstruasi, kehamilan, menyusui, dan menopause. Jadi ketika masa-masa tersebut mengalami jerawat, jangan panik. Pastikan untuk tetap menjaga kebersihan kulit, dan jangan memencet jerawat yang dapat meninggalkan bekas luka.

    Efek Samping Obat-Obatan
    Mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan juga dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat. Beberapa obat yang mengandung hormon seperti pil KB, suntik KB, steroid, serta Lithium dapat memicu timbulnya jerawat. Cara mengatasi jerawat akibat efek samping obat hanya bisa aman dan efektif dengan menghentikan penggunaan obat-obatan tersebut.

    Penggunaan Kosmetik
    Beberapa jenis kosmetik cocok digunakan oleh seseorang. Namun kosmetik tersebut tidak cocok digunakan oleh orang lain dan dapat menyebabkan timbulnya jerawat di wajah. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memperhatikan kandungan setiap kosmetik dan pastikan untuk tahu apakah kulit wajah memiliki sensitifitas tertentu pada kandungan kosmetik tersebut.

    Kondisi Psikologis
    Gangguan psikologi seperti stress dan kecemasan berlebih dapat mengubah horman di tubuh, Adanya perubahan hormon ini bisa memicu timbulnya jerawat di kulit badan, wajah, leher, ataupun area-area lainnya.

    Asupan Makanan
    Mengkonsumsi makanan yang terlalu tinggi karbohidrat dapat memicu jerawat. Misalnya konsumsi keripik, roti, dan nasi uduk. Selain itu, makanan seperti gorengan dan cokelat juga dapat memicu timbulnya jerawat.

    Faktor Keturunan
    Jika orang tua memiliki kecenderungan kulit berjerawat, kemungkinan besar anaknya juga memiliki masalah kulit wajah berjerawat. Namun masalah ini bisa diatasi seiring perkembangan teknologi saat ini. Misalnya dengan melakukan terapi hormon.

    Jenis Jerawat

    Beda jenis jerawat beda juga cara mengatasi jerawat yang diperlukan. Ada jerawat yang terlihat kemerahan, namun ada jerawat yang menghitam. Ada juga jerawat yang sangat menonjol, namun ada juga jerawat yang tidak menonjol. Untuk lebih jelasnya silahkan cek fakta mengenai berbagai jenis jerawat berikut ini:

    Komedo Blackhead

    Komedo merupakan cikal bakal jerawat yang lebih besar dan meradang. Komedo merupakan sumbatan di pori atau folikel rambut yang timbul ke permukaan kulit dan bukan disebabkan karena infeksi. 3-5 Komedo blackhead terlihat berupa titik kehitaman di permukaan kulit.

    Komedo Whitehead

    Komedo whitehead merupakan folikel rambut yang tersumbat dan tertutup oleh lapisan tipis kulit, sehingga terlihat sebagai bintik putih.

    Papula

    Papula merupakan jerawat yang menonjol, kemerahan dan terasa nyeri saat disentuh. Komedo yang tidak diatasi akan berkembang menjadi papula. Jika jerawat papula tidak ditangani maka akan terbentuk pustula.

    Pustula

    Jerawat pustula berisi cairan berwarna putih atau kekuningan. Apabila pecah, kemungkinan besar akan menyebabkan luka (scar) atau yang dikenal dengan sebutan bopeng.

    Nodul dan Kista

    Kategori ini merupakan jenis jerawat yang berat dan terletak di lapisan dalam kulit. Ditandai dengan benjolan meradang dan dipenuhi nanah, terasa nyeri dan membutuhkan tindakan medis segera.

    Cara Mengatasi Jerawat Secara Medis

    Penanganan jerawat dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan dan jenis jerawat yang dialami. Penanganan dimulai dari obat oles (misalnya produk vitamin A, asam salisilat, antibiotik) hingga pemberian obat minum. Beberapa penanganan lanjutan yang mungkin diperlukan misalnya:

    Injeksi Kortikosteroid 

    Suntikan obat yang mengandung kortikosteroid bertujuan untuk menghilangkan jerawat dalam jangka waktu yang cepat dan mengurangi rasa nyeri.

    Chemical Peeling

    Pemberian cairan peeling bertujuan untuk mengelupaskan kulit yang berjerawat sehingga tumbuh lapisan kulit baru dengan tujuan untuk mencegah penyumbatan oleh sel kulit mati.

    Ekstraksi Komedo

    Prosedur ekstraksi komedo bertujuan untuk mengeluarkan sumbatan komedo dan mencegah peradangan komedo menjadi jerawat.

    Terapi Sinar

    Terapi sinar bertujuan untuk membunuh bakteri penyebab jerawat (p.acnes) dan mengurangi produksi minyak pada wajah.

    Cara Mencegah Munculnya Jerawat Membandel

    Sahabat Sehat, untuk mencegah timbulnya jerawat dianjurkan melakukan beberapa langkah mudah yang bisa dan wajib dilakukan berikut ini:

    • Cuci muka minimal 2 kali sehari, terutama setelah aktivitas di luar rumah
    • Hindari kosmetik berbahan dasar minyak
    • Cek kandungan tiap kosmetik dan pastikan bahannya cocok dengan kulit
    • Jangan memencet komedo karena dapat merangsang dan memperparah jerawat
    • Hindari menyentuh wajah dengan tangan kotor
    • Kelola stress dengan baik agar homor kortisol dan adrenalin tidak meningkat

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal penting dan wajib diketahui mengenai cara mengatasi jerawat serta tips mencegah jerawat. Sebaiknya pilih produk kulit yang sesuai dengan kondisi kulit Sahabat Sehat. Jika Sahabat Sehat membutuhkan produk kulit khusus kulit berjerawat, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat.

    Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Smith L. Dealing with depression and anxiety caused by acne [Internet]. USA : Patient Info. 2018 [updated 2018 June 19; cited 2021 September 03].
    2. Burke D. Acne: Causes, Risk Factors, and Treatment [Internet]. USA : Healthline. 2020 [updated 2020 July 01; cited 2021 September 03].
    3. Brazier Y. Acne: Causes, treatment, and tips [Internet]. USA : Medical News Today. 2017  [updated 2017 Nov 27; cited 2021 September 03].
    4. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. Kenali Jenis Jerawat yang Biasa Timbul Pada Remaja [Internet]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. 2018 [updated 2018 September 06; cited 2021 September 03].
    5. Gardner S. Acne Visual Dictionary [Internet]. USA : WebMD. 2020 [updated 2020 Aug 04; cited 2021 September 03]. 
    6. Mayo Clinic. Acne – Diagnosis and treatment [Internet]. Indonesia : Mayo Clinic. 2020 [updated 2020 September 12; cited 2021 September 03].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sebenarnya cara mencegah flu dan batuk itu mudah. Cukup dengan menjaga daya tahan tubuh. Namun sayangnya, banyak orang yang masih abai. Padahal menjaga daya tahan tubub sangat penting, terutama karena saat ini musim sedang tidak menentu, dan virus Covid-19 masih mengancam kita semua. Sahabat Sehat, Influenza dan Covid-19 […]

    5 Cara Mencegah Flu dan Batuk yang Terbukti Secara Medis

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Menggunakan Masker saat Rapat Menjadi Cara Mencegah Flu dan Batuk dari Mereka yang Sedang Menderita Influenza

    Sebenarnya cara mencegah flu dan batuk itu mudah. Cukup dengan menjaga daya tahan tubuh. Namun sayangnya, banyak orang yang masih abai. Padahal menjaga daya tahan tubub sangat penting, terutama karena saat ini musim sedang tidak menentu, dan virus Covid-19 masih mengancam kita semua.

    Sahabat Sehat, Influenza dan Covid-19 mempunyai gejala yang hampir mirip yaitu pilek, bersin, hidung tersumbat, serta demam. Jika Sahabat Sehat menderita flu atau influenza, dikhawatirkan mengalami penurunan sistem daya tahan tubuh sehingga rentan terinfeksi penyakit lain termasuk Covid-19. Kondisi ketika influenza dan Covid-19 menyerang tubuh secara bersamaan, disebut juga twindemic. Kondisi ini sangat berisiko sebab dapat membuat gejala Covid menjadi lebih berat dan berbahaya.

    Lantas bagaimana cara mencegah gejala flu seperti pilek, batuk, dan demam di masa pandemi ini?

    Cara Mencegah Flu dan Batuk di Masa Pandemi Covid

    Untuk mencegah flu dan batuk di masa pandemi adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Juga menjauhi hal-hal yang berisiko menyebabkan infeksi flu. Berikut adalah berbagai cara yang sudah terbukti ampuh secara medis dalam mencegah risiko terjangkit flu dan batuk di masa pandemi Covid:

    Beristirahat yang Cukup

    Seseorang yang terlalu lelah dan memaksakan diri untuk melakukan berbagai aktivitas akan lebih mudah jatuh sakit karena daya tahan tubuhnya semakin menurun. Oleh sebab itu, beristirahat diperlukan secara teratur. Selain itu, apabila Sahabat Sehat merasa kurang enak badan, sebaiknya beristirahatlah sejenak di rumah untuk mengembalikan daya tahan tubuh. Jangan memaksakan diri karena dapat memperberat keadaan.

    Minum yang Cukup

    Minum air putih ataupun cairan lain seperti jus, teh, air kelapa, dan lainnya dapat membantu menjaga hidrasi tubuh. Asupan cairan yang cukup dapat menjaga kelembaban hidung, mulut dan tenggorokan. Selain itu, kecukupan air dalam tubuh dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang flu dan gejalanya seperti batuk, pilek, dan demam.

    Minum Teh Herbal Hangat

    Beberapa jenis tanaman herbal berperan sebagai antivirus dan antibakteri. Sahabat Sehat dianjurkan mengkonsumsi teh hijau hangat, kunyit, maupun jahe yang turut dapat membantu melegakan pernapasan serta membantu membentuk daya tahan tubuh.

    Menggunakan Minyak Esensial

    Beberapa jenis minyak esensial diketahui berperan dalam melawan infeksi virus dan bakteri. Selain itu minyak esensial turut dapat membantu melegakan pernapasan dan membantu merangsang daya tahan tubuh. Penggunaannya bisa dengan mencuci tangan menggunakan minyak esensial atau mengoleskannya di bawh hidung. Jenis minyak esensial lainnya yang dapat digunakan, yaitu minyak kayu manis, minyak kayu putih, minyak geranium, minyak peppermint, minyak jeruk lemon, dan oregano. 

    Menggunakan Alat Humidifier

    Virus influenza dapat bertahan lebih lama pada ruangan yang lembab. Sahabat Sehat dapat menggunakan alat humidifier untuk menjaga kelembaban ruangan sehingga mengurangi jumlah virus influenza dalam ruangan. Selain membantu mengurangi jumlah virus influenza dalam ruangan, alat ini juga membantu mengurangi tingkat virus, dan bakteri jahat lainnya yang ada dalam sebuah ruangan.

    Terapkan Pola Hidup Sehat

    Istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah dan sayur, minum air putih yang cukup, serta mengelola stress dengan baik dapat membantu Sahabat Sehat meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan berbagai macam penyakit. Selain itu, pola hidup menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan menjadi cara mencegah flu dan batuk yang ditularkan dari manusia ke manusia.

    Melakukan Vaksinasi Influenza

    Influenza dan batuk yang disebabkan oleh flu dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi influenza. Vaksin ini amat cocok digunakan pada kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang, dan pada anak-anak sekolah yang harus melakukan sekolah tatap muka.

    Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4-6 minggu. Sementara jika Si Kecil berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak dapat dilakukan setahun sekali.

    Lihat Juga: Cara Membedakan Flu Biasa dengan Covid

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Itulah beberapa cara mencegah flu dan batuk yang bisa Sahabat Sehat terapkan. Mari kita bersama-sama menerapkan pola hidup sehat sehingga kita turut menjaga kesehatan tubuh kita sendiri dan ikut menjaga kesehatan orang-orang di sekitar kita.

    Referensi:

    1. Iftikhar N. 10 Natural Remedies for Flu Symptoms [Internet]. USA : Healthline. 2019 [updated 2018 April 10; cited 2021 Aug 28].
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 28].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Meski gejalanya sangat mirip, namun ada cara membedakan flu biasa dengan covid. Bisa dengan swab test, atau melihat perbedaan gejala. Ya, meski gejalanya mirip, namun tetap saja ada perbedaan besar pada gejala seseorang yang terkena covid dengan seseorang yang terkena flu biasa. Mungkin dahulu tidak terlalu masalah ketika […]

    Walau Mirip, Ini Cara Membedakan Flu Biasa dengan Covid

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Seorang Wanita Mencari Cara Membedakan Flu Biasa dengan Covid dengan Searching Di Laptop

    Meski gejalanya sangat mirip, namun ada cara membedakan flu biasa dengan covid. Bisa dengan swab test, atau melihat perbedaan gejala. Ya, meski gejalanya mirip, namun tetap saja ada perbedaan besar pada gejala seseorang yang terkena covid dengan seseorang yang terkena flu biasa.

    Mungkin dahulu tidak terlalu masalah ketika terkena flu. Namun kini dengan adanya penyakit Covid-19, seseorang yang sedang flu cenderung dijauhi. Juga akses untuk bepergian pada seseorang yang sedang flu sangat dibatasi. Selain merasa dijauhi karena ada gejala flu, Sahabat Sehat juga mungkin takut jangan-jangan bukan terkena flu melainkan terkena Covid-19.

    Lantas bagaimana cara mengetahui apakah tubuh terkena flu biasa? Atau justru terkena Covid-19?

    Perbedaan Influenza dan Covid-19

    Influenza disebabkan oleh infeksi virus influenza, sementara Covid-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Kedua jenis virus ini ditransmisikan melalui kontak langsung, percikan air liur (droplet) maupun melalui benda yang terkontaminasi dengan virus.

    Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa flu atau influenza memiliki media penularan yang sama, membuat gejala yang hampir sama pada penderita, namun disebabkan oleh 2 jenis virus yang berbeda.

    Selain perbedaan jenis virus, ada cara membedakan flu biasa dengan covid dengan melihat pada:

    Masa Inkubasi

    Pada influenza, gejala dapat mulai dirasakan setelah 1-4 hari sejak terpapar virus influenza. Sementara pada kasus Covid-19, gejala mulai dirasakan setelah 2-14 hari sejak terpapar virus Covid 19 dengan rata-rata waktu muncul gejala yaitu sekitar 5 hari sejak terpapar virus.

    Waktu Penularan

    Sahabat Sehat dapat menularkan virus influenza hingga 1 hari sebelum muncul gejala. Anak dan dewasa diketahui beresiko tinggi menularkan influenza pada 3-4 hari awal hingga 7 hari sejak timbul gejala.

    Pada kasus Covid-19, seseorang dapat menularkan Covid-19 sejak 2 hari sebelum muncul gejala dan tetap menularkan hingga 10 hari sejak gejala awal dialami. Apabila Sahabat Sehat tidak memiliki gejala atau gejala sudah mereda, tetap beresiko menularkan Covid-19 hingga 10 hari setelah terkonfirmasi Covid-19.

    Resiko Komplikasi

    Rata-rata penderita influenza sembuh dalam beberapa hari hingga 2 minggu, namun beberapa kasus membutuhkan perawatan di rumah sakit jika mengalami infeksi sekunder.

    Pada Covid-19, resiko komplikasi yang terjadi yaitu sumbatan pada pembuluh darah di jantung, hati, otak dan tungkai, serta peradangan multi organ. Selain itu dapat terjadi kondisi Long Covid, yaitu kondisi ketika gejala berlanjut hingga beberapa minggu atau bulan sejak terinfeksi Covid-19.

    Vaksinasi

    Infeksi influenza diketahui dapat dicegah dengan pemberian vaksin influenza, yang dapat diberikan setiap satu tahun sekali. Kini juga telah tersedia vaksin Covid-19 dari berbagai produsen. Pemberian vaksin Covid-19 dapat membantu menurunkan tingkat keparahan penyakit akibat Covid-19.

    Gejala Influenza dan Covid-19

    Kedua penyakit ini memiliki gejala yang hampir mirip. Berikut adalah beberapa gejala yang sama-sama dialami penderita influenza dan Covid-19 :

    • Demam
    • Batuk
    • Sesak nafas
    • Lemas
    • Nyeri tenggorokan
    • Hidung tersumbat atau berair
    • Nyeri pada otot
    • Sakit kepala
    • Muntah dan diare
    • Penurunan kemampuan mencium dan pengecap

    Lalu bagaimana cara membedakan flu biasa dengan covid melalui gejala yang ditimbulkannya? Walaupun memiliki gejala yang sama, ada perbedaan gejala yang muncul pada penderita Covid namun tidak muncul pada penderita flu biasa. Gejala tersebut antara lain adalah:

    Anosmia

    Anosmia atau kehilangan indera penciuman dikeluhan banyak sekali penderita Covid-19. Pada penderita flu, biasanya indra penciuman hanya menurun secara signifikan, biasanya diiringi dengan hidung tersumbat. Namun pada penderita Covid, meskipun hidung tidak tersumbat namun gejala anosmia sungguh terasa.

    Demam Tinggi

    Penderita flu rentan mengalami demam. Namun pada penderita Covid, demam biasanya akan berlangsung lebih lama (lebih dari 2 hari) dan demam dengan suhu yang cukup tinggi hingga memaksa seseorang harus berbaring selama demam.

    Sesak Nafas yang Sangat Berat

    Penderita flu biasa memang bisa mengalami gejala sesak nafas. Namun kebanyakan penderita flu yang nafasnya menjadi sesak cenderung menyebut gejala sesak nafasnya cukup ringan. Berbeda dengan sesak nafas pada penderita Covid-19, sesak nafas yang dialami bisa menyebabkan saturasi oksigen di tubuh turun sehingga badan menjadi sangat lemas.

    Cara Membedakan Flu Biasa dengan Covid

    Ada beberapa cara membedakan antara gejala flu biasa dengan Covid-19. Adapun cara terbaik membedakan flu biasa dengan covid adalah dengan:

    Lakukan Test Swab

    Cara terbaik untuk mengetahui apakah anda terkena covid atau sekedar flu adalah dengan melakukan test swab. Bisa dengan swab antigen, ataupun dengan swab PCR. Hindari berasumsi diri sendiri hanya terkena flu biasa lalu melakukan kegiatan kumpul bersama teman, keluarga, ataupun orang-orang yang anda sayangi.

    Isolasi Mandiri

    Jika kebetulan tidak memungkinkan untuk melakukan test swab, silahkan lakukan isolasi mandiri untuk menentukan apakah Sahabat Sehat terkena flu atau Covid. Jika terkena flu, istirahat 1 hari penuh selama isolasi mandiri akan dapat memulihkan kesehatan. Namun pada penderita Covid, gejala-gejala biasanya akan membutuhkan waktu lebih lama, berkisar 3 hari sampai 2 minggu tergantung kondisi tubuh penderita.

    Cek Perbedaan Gejala

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa gejala flu dan Covid-19 sangat mirip. Namun pada gejala Covid, biasanya diringi dengan pemberatan kondisi. Misalnya sesak nafas yang lebih serius daripada sesak nafas pada penderita flu biasa, dan demam yang lebih tinggi serta lebih lama daripada penderita flu biasa. Jika merasa mengalami gejala flu namun perlu penanganan medis, segera hubungi dokter dan pastikan untuk segera melakukan pengecekan swab untuk memastikan kondisi tubuh dengan akurat.

    Pentingnya Vaksinasi Influenza di Masa Pandemi Covid

    Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak-anak dapat dilakukan setahun sekali.

    Berdasarkan sebuah penelitian, sebanyak 71% pasien yang menderita Covid-19 rentan terinfeksi berbagai bakteri dan virus lain seperti virus influenza, Chlamydia pneumoniae, dan adenovirus. Pemberian vaksin influenza dapat mencegah terjadinya twindemic yaitu kondisi ketika influenza dan Covid-19 menyerang tubuh secara bersamaan.

    Ketika seseorang terkena twindemic (terkena flu disaat terinfeksi virus Covid-19) maka risiko kesehatan menjadi sangat tinggi. Risiko gejala Covid berat seringkali terjadi pada seseorang yang mengalami twindemic. Oleh sebab itu, Sahabat Sehat, dan terutama anak-anak yang hendak melakukan sekolah tatap muka, sangat penting untuk diberi vaksin flu terlebih dahulu.

    Nah Sahabat Sehat, itulah cara membedakan flu biasa dengan covid yang jika diterapkan bersamaan dengan protokol 5M dapat menjadi solusi menghentikan penyebaran pandemi ini. Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Lihat Juga: Vaksin Flu untuk Orang Tua

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    • Centers for Disease Control and Prevention. Similarities and Differences between Flu and COVID-19​ [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 07; cited 2021 Sep 02].
    • Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 27].
    • Alosaimi B. Influenza co-infection associated with severity and mortality in COVID-19 patients. Virology Journal volume 18, Article number: 127 (2021).
    Read More
  • Syarat Donor Darah di Masa Pandemi Covid-19

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

     

    Salah satu kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) yang dikenal masyarakat adalah donor darah. Menyumbangkan sebagian darah bagi masyarakat yang membutuhkan merupakan suatu hal yang berarti. Mendonorkan darah pada umumnya tidak membutuhkan syarat dan persiapan apapun.1

    Di masa pandemi Covid-19, mobilitas masyarakat dibatasi dan kondisi ini turut berdampak pada kegiatan PMI yang berkurang sebab masyarakat umumnya khawatir dan takut menyumbangkan darahnya sebab menganggap beresiko tertular Covid-19. Sahabat Sehat, bagaimana caranya agar tetap dapat melakukan donor darah selama masa pandemi Covid-19? Mari simak penjelasan berikut.

     

    Cara Penularan Covid-19

    Virus SARS-COV-2 yang menyebabkan infeksi Covid-19 ditularkan melalui droplet atau percikan air liur penderita Covid-19 saat batuk atau bersin. Selain itu juga dapat ditularkan apabila Sahabat Sehat menyentuh benda yang terkontaminasi virus Covid-19.2 Hingga kini belum ada data dan bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa transfusi darah dapat menularkan Covid-19.

     

    Syarat Donor Darah Saat Pandemi

    Berikut adalah beberapa syarat mendonorkan darah di masa pandemi Covid-19 sesuai dengan petunjuk Palang Merah Indonesia :

    1. Pastikan kondisi tubuh benar-benar sehat dan tidak ada keluhan pernapasan.
    2. Apabila Sahabat Sehat telah mendapatkan vaksinasi Covid-19, maka diharuskan menunggu selama 7 hari sebelum bisa mendonorkan darahnya. Namun, apabila ada keluhan pasca vaksinasi seperti sakit kepala, demam, meriang dan menggigil maka donor darah harus ditunggu selama 28 hari setelah melakukan vaksinasi Covid-19.
    3. Buat janji dengan PMI saat mau mendonorkan darah untuk menghindari keramaian di lokasi donor darah.
    4. Gunakan masker saat ke tempat umum.
    5. Usahakan untuk datang sendiri.3
    6. Selalu mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.
    7. Menjaga jarak minimal 6 kaki atau 2 meter dengan orang lain.3,4

     

    Selain itu Center of Disease Control and Prevention (CDC) memberikan anjuran bagi penyelenggara donor darah (PMI), sebagai berikut :

    1. Menerapkan etika batuk saat di tempat umum
    2. Mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer
    3. Membersihkan dan melakukan desinfeksi permukaan benda di lokasi donor darah.
    4. Memberikan jarak 6 kaki atau 2 meter pada setiap kursi di ruang tunggu atau area pengambilan darah.
    5. Memastikan bahwa pekerja PMI tidak sedang terinfeksi Covid-19.

     

    Syarat Umum Sebelum Mendonorkan Darah

    Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa syarat umum yang harus dipenuhi sebelum melakukan donor darah :

    • Sehat secara jasmani dan rohani
    • Usia 17 sampai 65 tahun
    • Memiliki berat badan minimal 45 kg
    • Tekanan darah sistole berkisar antara 100-170 mmHg, dan tekanan darah diastole berkisar antara 70-100 mmHg
    • Kadar hemoglobin berada pada rentang 12,5 hingga 17 g%
    • Interval donor darah minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah terakhir. 1

    Sahabat Sehat dihimbau untuk tidak melakukan donor darah apabila memiliki riwayat penyakit berikut :

    • Mempunyai riwayat penyakit jantung dan paru-paru, kanker, tekanan darah tinggi (Hipertensi), kencing manis (Diabetes), epilepsi atau kejang, dan kelainan darah.
    • Menderita atau pernah menderita Hepatitis B atau C
    • Mengidap sipilis, HIV/AIDS.
    • Ketergantungan obat terlarang
    • Kecanduan minuman beralkohol. 1

     

    Tips Bagi Pendonor Darah

    Sebelum dan setelah melakukan donor darah, Sahabat Sehat dianjurkan untuk melakukan beberapa tips berikut :

    • Istirahat minimal 4 jam sebelum melakukan donor darah
    • Makan 3-4 jam sebelum melakukan donor darah, jangan melakukan donor darah dalam kondisi perut kosong.
    • Minum air putih yang cukup, minimal 2 liter per hari
    • Setelah melakukan donor darah, istirahat minimal 10 menit sebelum kembali beraktivitas.
    • Untuk menghindari bengkak di lokasi bekas jarum, hindari mengangkat benda berat selama 12 jam.1

    Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai syarat melakukan donor darah di masa pandemi Covid-19. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah pasca melakukan donor darah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat.  Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    [CTA Chat Dokter]

     

    Referensi

    1. Palang Merah Indonesia. Syarat Untuk Menjadi Donor Darah [Internet]. Indonesia : Palang Merah Indonesia; [cited 26 August 2021]. Available from: http://ayodonor.pmi.or.id/about.php
    2. Australian Red Cross. Do people want to donate blood during the coronavirus pandemic? [Internet]. Australia : Australian Red Cross; [cited 26 August 2021]. Available from: https://www.donateblood.com.au/blog/research/do-people-want-donate-blood-during-coronavirus-pandemic
    3. National Health Service Blood and Transplant. Coronavirus COVID-19 updates [Internet]. UK : National Health Service Blood and Transplant. 2021 [updated 31 Aug 2021; cited 26 Aug 2021]. Available from: https://www.blood.co.uk/news-and-campaigns/news-and-statements/coronavirus-covid-19-updates/
    4. Huzar T. Donating blood during a pandemic [Internet]. USA : Medical News Today. 2020 [updated 08 June 2020; cited 26 Aug 2021]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/donating-blood-during-a-pandemic-why-its-crucial-and-how-to-do-it-safely#Donating-blood-safely
    Read More
Chat Dokter 24 Jam