Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 61–70 of 1078 results

  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan kabar jumlah tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19 meningkat.  Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus hingga 3 Juni 2021, tercatat total tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 meningkat hingga 358 orang.  Sementara itu Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten Bangkalan Jawa Timur, […]

    Waspada ! Jumlah Nakes Terinfeksi Covid-19 Meningkat

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    kisah para nakes menghadapi Covid-19

    Sahabat Sehat, baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan kabar jumlah tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19 meningkat.  Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus hingga 3 Juni 2021, tercatat total tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 meningkat hingga 358 orang.  Sementara itu Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten Bangkalan Jawa Timur, Agus Sugianto Zain mengungkapkan pelayanan RSUD Syamrabu Bangkalan direncanakan ditutup pasca dua orang tenaga kesehatan meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

    Penyebab Nakes Terpapar Covid-19

    Diperkirakan para tenaga kesehatan yang menderita Covid-19 tertular saat kontak langsung melayani masyarakat, ditambah dengan kondisi fisik yang kurang prima. Demikian diungkap oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Kudus, M. Nasiban.

    Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan Madura,Agus Sugianto Zein menduga meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan akibat kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada libur lebaran 2021. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur telah mengambil sampel penderita Covid-19 dengan hasil pemeriksaan Cycle Threshold (CT) di bawah 30 % untuk dikirimkan ke Balitbangkes Kementerian Kesehatan guna dilakukan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mengetahui apakah pasien Covid-19 juga membawa varian mutasi virus SARS-CoV-2 yang saat ini mulai bermunculan di Indonesia. 

    Produk Terkait : Layanan Perawat

    Tips Mencegah Terinfeksi Covid-19

    Sahabat Sehat, meski pandemi Covid-19 telah berlangsung selama lebih dari 1 tahun, sebaiknya tetap menerapkan protokol 5M yaitu mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan membatasi mobilisasi.

    Selain itu, Sahabat Sehat dapat menerapkan beberapa tips berikut dirumah untuk menjaga kesehatan selama masa pandemi Covid-19 yaitu :

    • Mengelola stress dengan baik.

    Dokter spesialis penyakit dalam asal Beaumont, Amerika Serikat, dr.Mateo Valenti mengungkapkan bahwa mengelola stress dengan baik merupakan salah satu hal penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Sahabat Sehat sebaiknya melakukan olahraga, meditasi, maupun beribadah untuk menjernihkan pikiran.

    • Istirahat yang cukup

    Rata-rata orang dewasa membutuhkan waktu istirahat sekitar 7-8 jam sehari, sementara anak-anak membutuhkan waktu tidur yang lebih lama. Dengan beristirahat yang cukup, Sahabat Sehat dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi kuman dan virus.

    • Konsumsi buah dan sayur

    Buah dan sayur kaya akan berbagai vitamin dan mineral yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

    • Olahraga rutin

    Sahabat Sehat sebaiknya melakukan aktivitas fisik selama 30 hingga 60 menit per hari untuk menjaga agar tubuh tetap sehat. Selain itu, dr Wendy Miller dari Beaumont Weight Control Center menyarankan agar membatasi makanan olahan seperti kerupuk, keripik, roti dan permen, serta makanan yang digoreng. Sahabat Sehat dapat memperbanyak asupan makanan rendah lemak, sayur dan buah meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    • Minum air putih yang cukup

    Asupan air putih yang cukup dapat menjaga hidrasi tubuh sehingga mencegah kekurangan cairan. Sahabat Sehat disarankan minum air putih minimal 2 L per hari atau setara dengan 8 gelas air per hari.

    Baca Juga : Panduan Nutrisi untuk Mencegah Virus Corona

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai peningkatan kasus Covid-19 yang dialami tenaga kesehatan di Indonesia serta tips mencegah Covid-19. Jika Sahabat Sehat ingin melakukan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan Prosehat.  Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    •         Produk dijamin asli
    •         Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    •         Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    •         Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    •         Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    •         Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Produk Terkait : Panggil Dokter Homecare

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Nugroho P. Nakes Terpapar Covid-19 di Kudus Terus Bertambah, Diduga karena Kelelahan [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 Juni 04; cited 2021 Juni 07]. Available from:https://regional.kompas.com/read/2021/06/04/175505878/nakes-terpapar-covid-19-di-kudus-terus-bertambah-diduga-karena-kelelahan?page=all.
    2. CNN Indonesia. Lonjakan Covid-19 di Bangkalan Diduga Imbas Kedatangan TKI [Internet]. Indonesia : CNN Indonesia. 2021 [updated 2021 Juni 07; cited 2021 Juni 07]. Available from : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210607095345-20-651082/lonjakan-covid-19-di-bangkalan-diduga-imbas-kedatangan-tki
    3. Anindita K. 6 Tips Jaga Kondisi di Tengah Pandemi Agar Tak Tertular COVID-19 [Internet]. Indonesia : DetikHealth. Available from : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5339402/6-tips-jaga-kondisi-di-tengah-pandemi-agar-tak-tertular-covid-19 
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, tanggal 31 Mei setiap tahun diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang bertujuan untuk memperingati publik perihal bahaya tembakau bagi kesehatan. Menurut data Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) pada tahun 2016, Indonesia termasuk negara dengan penduduk perokok terbanyak se-Asia Tenggara. Sebanyak 66% penduduk laki-laki dewasa […]

    Hari Tanpa Tembakau Sedunia : Bahaya Merokok di Masa Pandemi Covid-19

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Sahabat Sehat, tanggal 31 Mei setiap tahun diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang bertujuan untuk memperingati publik perihal bahaya tembakau bagi kesehatan.

    Menurut data Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) pada tahun 2016, Indonesia termasuk negara dengan penduduk perokok terbanyak se-Asia Tenggara. Sebanyak 66% penduduk laki-laki dewasa dan 6,7% penduduk perempuan di Indonesia merupakan perokok aktif. Sementara menurut Global Youth Tobacco Survey pada tahun 2019, tercatat sebanyak 19,2 juta pelajar di  Indonesia merokok. 

    Bahaya Rokok Bagi Kesehatan

    Diketahui ada sekitar 7.000 zat toksik dan bersifat karsinogen dalam sebatang rokok. Kandungan dalam rokok telah terbukti secara medis dapat menyebabkan berbagai macam penyakit kronis hingga kematian, diantaranya gangguan jantung dan pembuluh darah, peradangan paru-paru kronis, hingga kanker paru. Kondisi kesehatan tersebut dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga lebih rentan terinfeksi suatu penyakit. 

    Baca Juga : Dampak Negatif Merokok

    Bahaya Merokok di Masa Pandemi Covid-19

    Merokok dapat merusak paru-paru sehingga rentan mengalami infeksi saluran pernapasan, termasuk Covid-19. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2020 di Inggris menunjukan bahwa para perokok aktif dua kali lipat lebih sering melaporkan keluhan terkait Covid-19, dibandingkan orang yang tidak merokok. Merokok berkaitan dengan kerusakan endotel pembuluh darah, sehingga diperkirakan berkaitan dengan infeksi Covid-19 yang berat.

    Dari penelitian pada hewan percobaan, paparan rokok dapat menurunkan respon kekebalan mukosa dan proliferasi sel basal yang berdampak pada penyebaran virus serta keparahan penyakit pada orang yang merokok, sehingga mengakibatkan infeksi virus berat dan kematian sel dalam tubuh.

    Tips Berhenti Merokok

    Untuk mulai berhenti merokok, Sahabat Sehat sebaiknya lakukan beberapa tips mudah berikut ini :

    • Pilih tanggal untuk mulai berhenti merokok
    • Buat daftar alasan untuk berhenti merokok
    • Cari dukungan dari keluarga maupun sahabat dekat
    • Singkirkan rokok, korek dan benda lainnya yang dapat mengingatkan Sahabat Sehat untuk merokok
    • Berolahraga rutin
    • Beri penghargaan untuk diri sendiri jika berhasil berhenti merokok
    • Berkonsultasi dengan psikolog maupun dokter

    Baca Juga : Ingin Berhenti Merokok Konsumsilah 6 Makanan Berikut Ini

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai bahaya merokok di masa pandemi Covid-19 serta beberapa tips untuk berhenti merokok. Sahabat Sehat, jangan lupa tetap menerapkan protokol kesehatan 5M yang meliputi menggunakan masker, menghindari kerumunan, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta membatasi mobilisasi.

    Bagi Sahabat Sehat yang mengalami keluhan selama dirumah saja, segera manfaatkan layanan Chat Dokter Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. CNN Indonesia. Hari Tanpa Tembakau: Berhenti Merokok Cegah Covid-19 [internet]. Indonesia : CNN Indonesia; 2021 [updated 2021 May 31; cited 2021 May 31]. Available from : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210527170108-255-647567/hari-tanpa-tembakau-berhenti-merokok-cegah-covid-19/1
    2. British Heart Foundation. Does smoking increase or reduce your risk from coronavirus? [internet]. UK : British Heart Foundation; 2021 [updated 2021 May 10; cited 2021 May 31]. Available from : https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/news/behind-the-headlines/coronavirus/coronavirus-and-smoking
    3. Haddad C, Malhab S, Sacre H, et al. Smoking and COVID-19: A Scoping Review. Tobacco Use Insights.2021; 14:1-9
    4. British Heart Foundation. 10 steps to stopping smoking [internet]. UK : British Heart Foundation; [cited 2021 May 31]. Available from : https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/wellbeing/stop-smoking/smoking-tips
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, memasuki pertengahan tahun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek) mempunyai dua agenda besar yaitu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka (PMT).  Dilansir dari SindoNews, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda pada Selasa 25 Mei 2021 mengungkapkan bahwa […]

    Siapkah Indonesia Melaksanakan Sekolah Tatap Muka ?

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    sekolah tatap muka juli 2021

    Sahabat Sehat, memasuki pertengahan tahun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek) mempunyai dua agenda besar yaitu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka (PMT). 

    Dilansir dari SindoNews, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda pada Selasa 25 Mei 2021 mengungkapkan bahwa ditargetkan pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka dilaksanakan mulai Juli 2021. Namun membutuhkan persiapan matang mengingat pandemi Covid-19 belum terkendali dan beberapa negara tetangga tengah mengalami gelombang kedua serangan Covid-19. 

    Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Indonesia

    Beberapa daerah di Indonesia tengah mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran sekolah tatap muka dengan melakukan vaksinasi bagi para pengajar. Selain itu, pembelajaran dilaksanakan dengan mempertimbangkan izin orang tua serta mengatur kapasitas peserta didik dalam satu ruang kelas.

    Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan kembali menggelar uji coba pembelajaran tatap muka tahap kedua pada 7-24 Juni 2021 yang akan diikuti sekitar 300 sekolah. 

    Baca Juga : Sekolah Tatap Muka Juli 2021

    Sementara itu Dinas Pendidikan Kota Bandung melakukan persiapan termasuk sarana dan prasarana penunjang pembelajaran tatap muka. Sebagai persiapan, tercatat per 23 Mei 2021 sebanyak hampir 32.000 orang guru yang mengajar di Kota Bandung telah divaksin Covid-19. 

    Hal yang sama diungkapkan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi usai rapat paripurna di Gedung DPRD Surabaya pada Senin 24 Mei 2021 bahwa salah satu syarat pembelajaran tatap muka adalah para tenaga pendidik telah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19. Jika baru mendapatkan satu dosis vaksin Covid-19 maka belum diperbolehkan mengajar. Sebagai tambahan, kapasitas ruangan yang diperbolehkan adalah 25% dari kapasitas ruang kelas dan para siswa tidak diperbolehkan keluar dari ruangan selama jam sekolah.

    Baca Juga : Vaksinasi Corona untuk Tenaga Pendidik

    Persiapan Anak Melakukan Pembelajaran Tatap Muka 

    Bagi Sahabat Sehat yang memiliki anak, lakukan beberapa tips berikut untuk mempersiapkan anak menjelang pembelajaran tatap muka :

    • Berikan makanan bergizi seimbang seperti buah, sayur, susu, serta multivitamin untuk anak.
    • Mengajarkan anak untuk menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta langsung pulang kerumah setelah dari sekolah.
    • Mengajarkan anak untuk segera melepaskan pakaian dan mandi setelah pulang dari sekolah.
    • Informasikan anak untuk memberitahu orang tua jika ada keluhan yang dirasa.
    • Berkoordinasi dengan pihak sekolah mengenai persiapan pelaksanaan sekolah tatap muka

    Baca Juga : Sekolah Tatap Muka

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai persiapan pembelajaran tatap muka yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Bagi Sahabat Sehat yang ingin mengetahui lebih lanjut perihal pelaksanaan sekolah tatap muka di Indonesia, mari ikuti Live Ngopi Santuy di Instagram Prosehat pada Jumat 28 Mei 2021 jam 16.00 WIB.

    Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Suwarno. Hadapi PPDB dan PMT, Kemendikbud Ristek Diminta Bersiap Sejak Dini [internet]. Indonesia : SindoNews; 2021 [2021 May 25; cited 2021 May 25]. Available from : https://nasional.sindonews.com/read/436912/15/hadapi-ppdb-dan-pmt-kemendikbud-ristek-diminta-bersiap-sejak-dini-1621919120
    2. Haryanto A. Jelang Pembelajaran Tatap Muka Kesiapan Sekolah di Kota Bandung Mulai Di Cek [internet].  Indonesia : iNews Jabar; 2021 [updated 2021 May 23; cited 2021 May 25]. Available from : https://jabar.inews.id/berita/jelang-pembelajaran-tatap-muka-kesiapan-sekolah-di-kota-bandung-mulai-dicek
    3. Wahyudi N. 300 Sekolah di Jakarta Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Tahap II [internet]. Indonesia : Bisnis Indonesia; 2021 [updated 2021 May 21; cited 2021 May 25]. Available from : https://jakarta.bisnis.com/read/20210521/77/1396436/300-sekolah-di-jakarta-uji-coba-pembelajaran-tatap-muka-tahap-ii
    4. Salman G. Sekolah Tatap Muka di Surabaya, Guru Harus Sudah Di Vaksin 2 Kali, Siswa Tak Perlu Swab [internet]. Indonesia : Kompas; 2021 [updated 2021 May 24; cited 2021 May 25]. Available from : https://regional.kompas.com/read/2021/05/24/214344778/sekolah-tatap-muka-di-surabaya-guru-harus-sudah-divaksin-2-kali-siswa-tak?page=all 
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Bagi Sahabat Sehat yang sedang merencanakan pernikahan, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan fisik dan vaksinasi sebagai pencegahan terhadap penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Salah satu jenis vaksin yang dianjurkan adalah vaksin HPV (Human Papillomavirus). Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini perihal penting nya vaksin HPV […]

    Pentingnya Vaksin HPV Sebelum Menikah

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Bagi Sahabat Sehat yang sedang merencanakan pernikahan, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan fisik dan vaksinasi sebagai pencegahan terhadap penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Salah satu jenis vaksin yang dianjurkan adalah vaksin HPV (Human Papillomavirus). Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini perihal penting nya vaksin HPV sebelum menikah.

    Infeksi HPV Pada Tubuh

    Virus Human Papiloma dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Tercatat rata-rata orang yang aktif berhubungan seksual pernah terinfeksi HPV dalam hidupnya meski tidak diketahui. Ada sekitar 40 tipe HPV yang dapat menginfeksi organ intim pria dan wanita, kebanyakan tipe HPV tidak menimbulkan gejala dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun beberapa tipe HPV lainnya dapat menimbulkan kanker serviks, kanker anus, kanker rongga mulut serta kutil kelamin.

    Baca Juga : Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Apa Kegunaan Vaksin HPV?

    Pemberian vaksin HPV dapat mencegah kanker serviks jika diberikan sebelum seorang perempuan berhubungan seksual. Selain itu vaksin HPV dapat mencegah kutil kelamin pada pria serta kanker anus pada pria dan wanita

    Kapan Waktu Pemberian Vaksin HPV ?

    Secara umum di dunia, vaksin HPV direkomendasikan bagi anak perempuan dan laki-laki mulai dari usia 11 atau 12 tahun. Pada dasarnya diberikan sebelum melakukan kontak seksual dan resiko terpapar HPV rendah.

    Di Indonesia, pemberian vaksin HPV diberikan mulai pada usia 10-13 tahun sebanyak 2 dosis. Pada anak berusia 16-18 tahun atau remaja akhir, diberikan vaksin HPV sebanyak 3 dosis. Berdasarkan penelitian, pemberian vaksin HPV sebanyak 2 dosis pada usia 10-13 tahun terbukti dapat membentuk kadar antibodi yang tidak lebih rendah dibandingkan dengan pemberian 3 dosis vaksin HPV pada usia 16-18 tahun.

    Baca Juga : Vaksinasi HPV selama pandemi

    Jika Sudah Pernah Berhubungan Seksual, Bolehkah di Vaksin HPV ?

    Jika sebelumnya Sahabat Sehat sudah pernah berhubungan seksual, masih dapat diberikan vaksin HPV karena dapat melindungi dari tipe HPV yang lainnya. Meski demikian, pemberian vaksin HPV tidak dapat mengatasi infeksi HPV yang sudah masuk ke dalam tubuh. 

    Apa Saja Jenis Vaksin HPV di Indonesia?

    Di Indonesia tersedia 2 jenis vaksin HPV yaitu vaksin bivalen yang mengandung 2 tipe virus HPV (tipe 16 dan 18) untuk mencegah kanker leher rahim, serta vaksin tetravalen yang mengandung 4 tipe virus HPV (6,11,16, dan 18) untuk mencegah kanker leher rahim serta kutil kelamin.

    Selain itu, Sahabat Sehat disarankan untuk melakukan beberapa tips berikut untuk mencegah penyakit menular seksual yaitu menjaga kebersihan area kemaluan, hindari berganti pasangan seksual, menerapkan pola hidup sehat seperti konsumsi buah dan sayur serta melakukan olahraga secara rutin.

    Produk Terkait : Vaksinasi HPV

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pentingnya vaksin HPV sebelum menikah. Bagi Sahabat Sehat yang berminat untuk melakukan vaksinasi HPV, segera manfaatkan layanan vaksinasi kerumah dari Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccine Information For Young Women [internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention; 2016 [cited 24 May 2021]. Available from : https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-vaccine-young-women.htm 
    2. Mayo Clinic. HPV vaccine: Who needs it, how it works [internet]. USA : Mayo Clinic; 2020 [cited 24 May 2021]. Available from : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hpv-infection/in-depth/hpv-vaccine/art-20047292 
    3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Sekilas tentang Vaksin HPV [internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2017 [cited 24 May 2021]. Available from : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-tentang-vaksin-hpv
    Read More
  • Ditulis oleh : dr.Monica Cynthia Dewi Pada acara Ngopi Santuy Episode 7 yang ditayangkan secara langsung di Instagram Prosehat, Jumat 21 Mei 2021 dengan narasumber dr. Gita Permatasari menyampaikan bahwa cara pelacakan kasus Covid-19 di Indonesia telah dilakukan sesuai dengan pedoman yang disampaikan oleh World Health Organization (WHO). Pelacakan Kasus Covid-19 di Dunia WHO menganjurkan […]

    Ngopi Santuy Prosehat Eps 7: Ini Cara Pelacakan Kasus Covid-19 di Indonesia

    Ditulis oleh : dr.Monica Cynthia Dewi

    Pada acara Ngopi Santuy Episode 7 yang ditayangkan secara langsung di Instagram Prosehat, Jumat 21 Mei 2021 dengan narasumber dr. Gita Permatasari menyampaikan bahwa cara pelacakan kasus Covid-19 di Indonesia telah dilakukan sesuai dengan pedoman yang disampaikan oleh World Health Organization (WHO).

    tes covid-19 di Indonesia

    Pelacakan Kasus Covid-19 di Dunia

    WHO menganjurkan agar setiap individu yang berkontak langsung dengan penderita Covid-19 maupun yang berada dalam jarak 1 meter selama setidaknya 15 menit dengan seseorang yang terinfeksi Covid-19, harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari untuk membatasi penyebaran Covid-19. WHO menargetkan pelacakan dilakukan hingga sekitar 30 orang terakhir yang berkontak dengan penderita Covid-19.

    Pelacakan kontak kasus Covid-19 dipercaya dapat memutus rantai penularan Covid-19, dengan fokus pelacakan dilakukan pada lingkup rumah tangga, petugas kesehatan, serta tempat tertutup yang berisiko tinggi seperti asrama, panti sosial, rumah perawatan, dan fasilitas berjangka panjang lainnya.

    Dr. Gita Permatasari mengungkapkan pelacakan dilakukan secara berbeda-beda di tiap negara. Strategi pelacakan dan penanganan di Jepang patut dicontoh sebab terdapat banyak pusat kesehatan yang memiliki tim khusus dalam menerapkan protokol kesehatan apabila terjadi suatu kondisi pandemi. Tim khusus tersebut akan melakukan pelacakan secara rinci dengan tetap menjaga privasi dari setiap orang yang melakukan kontak dengan penderita Covid-19. 

    Produk Terkait : Covid 19

    Pelacakan Kasus Covid-19 di Indonesia

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pernah mengungkapkan bahwa sistem 3T (testing, tracing, treatment) yang dilakukan di Indonesia telah salah sasaran. Sebagian masyarakat yang melakukan pemeriksaan Covid-19 (testing) adalah mereka yang mau bepergian, bukan orang yang memiliki riwayat kontak dengan penderita Covid-19 atau riwayat tinggal di wilayah yang melaporkan transmisi lokal Covid-19 dalam 14 hari terakhir.

    Sementara itu Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, PhD, KEMD mengungkapkan bahwa metode kontak tracing merupakan tulang punggung dalam upaya mengatasi COVID-19. Namun masih tingginya stigma dalam masyarakat menjadi suatu tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan. Diperlukan sosialisasi hingga tingkat desa agar tidak ada pengucilan terhadap orang yang sedang melakukan isolasi mandiri maupun bagi masyarakat yang telah terkonfirmasi menderita Covid-19.

    Dr. Gita Permatasari mengungkapkan bahwa saat ini dikhawatirkan kasus Covid-19 mengalami lonjakan akibat libur lebaran dan aktivitas masyarakat yang melakukan mudik. Bagi Sahabat Sehat yang telah divaksin Covid-19 maupun yang belum mendapatkan vaksin, mari tetap lakukan protokol kesehatan 5 M (menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta membatasi mobilisasi).

    Baca Juga : Cara Tracing Kasus Covid 19 di Indonesia

    Sahabat Sehat, mari ikuti seri Ngopi Santuy selanjutnya yang akan membahas masalah kesehatan dan disiarkan secara langsung melalui Instagram Prosehat setiap hari Jumat pukul 16.00 WIB.

    Bagi Sahabat Sehat yang memiliki riwayat kontak dengan penderita Covid-19 atau baru saja bepergian ke wilayah yang melaporkan transmisi lokal Covid-19, segera lakukan pemeriksaan Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    Permatasari G. Ngopi Santuy Episode 7 Pelacakan Kasus Covid-19 di Indonesia.[Video]. 2021. Available from : https://www.instagram.com/tv/CPIUzz9CA_r/ [Accessed 21 May 2021]

    Read More
  • Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, vaksinasi Covid-19 tahap tiga telah mulai dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta yang menjadi salah satu langkah percepatan vaksinasi untuk melindungi masyarakat yang rentan. Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid. Pemberian vaksin Covid-19 secara bertahap dilakukan sesuai situasi […]

    Vaksinasi Covid-19 Tahap Tiga Dimulai ? Cek Faktanya !

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    euforia vaksinasi, euforia vaksinasi covid-19

    Sahabat Sehat, vaksinasi Covid-19 tahap tiga telah mulai dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta yang menjadi salah satu langkah percepatan vaksinasi untuk melindungi masyarakat yang rentan.

    Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid. Pemberian vaksin Covid-19 secara bertahap dilakukan sesuai situasi dan kondisi di Indonesia serta mempertimbangkan rekomendasi dari World Health Organization (WHO).

    Siapa Saja Target Vaksinasi Covid-19 Tahap Tiga ?

    Vaksinasi Covid-19 tahap tiga menargetkan pada kelompok masyarakat yang rentan, yaitu masyarakat di daerah resiko tinggi penularan Covid-19 atau zona merah. Selain dilihat dari aspek geospasial, kriteria masyarakat rentan turut dipertimbangkan dari segi sosial ekonomi lemah dan masyarakat kurang beruntung serta kelompok marginal. Termasuk diantaranya kelompok penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa. 

    Baca Juga : Vaksin Itu Baik dan Perlu

    Jumlah Sasaran Vaksinasi Covid-19 Tahap Tiga di DKI Jakarta

    Pada acara dialog bertajuk Vaksinasi Gelombang Ketiga Dimulai yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada Selasa 18 Mei 2021, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ngabila Salama mengungkapkan bahwa vaksinasi Covid-19 tahap tiga di DKI Jakarta akan menyasar pada 445 RW kumuh. Dasar kriteria RW kumuh atau RW prioritas penataan pemukiman tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 90 Tahun 2018. 

    Update Penerima Vaksinasi Covid-19 di Indonesia

    Tercatat per Selasa 18 Mei 2021, Indonesia telah menyuntikkan 23,1 juta dosis vaksin untuk sasaran vaksinasi tahap satu dan tahap dua. Dengan dimulainya vaksinasi tahap tiga, diharapkan menjadi langkah percepatan untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) bagi 181,5 juta rakyat Indonesia.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai vaksinasi Covid-19 tahap tiga yang telah dimulai di Provinsi DKI Jakarta. Meskipun telah divaksin, Sahabat Sehat tetap harus menerapkan protokol 5 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilisasi, serta menjauhi kerumunan) dan menerapkan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat).

    Bagi Sahabat Sehat yang ingin mengetahui lebih lanjut perihal strategi pelacakan kontak kasus Covid-19 di Indonesia, mari ikuti Live Ngopi Santuy di Instagram Prosehat pada Jumat 21 Mei 2021 jam 16.00 WIB.

    Baca Juga : Vaksinasi Lain Setelah Vaksinasi Virus Corona

    Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan Covid-19 ? Segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Sehat Negeriku. Vaksinasi Tahap Tiga Dimulai untuk Berikan Perlindungan bagi Masyarakat Rentan [internet]. Indonesia : Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan RI; [cited 20 Mei 2021]. Available from : https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210519/1937794/vaksinasi-tahap-tiga-dimulai-untuk-berikan-perlindungan-bagi-masyarakat-rentan/
    2. CNN Indonesia. Vaksinasi Tahap 3, Pemprov DKI Sasar Warga di Zona Merah [internet]. Indonesia : CNN Indonesia; [cited 20 Mei 2021]. Available from : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210519102304-25-644107/vaksinasi-tahap-3-pemprov-dki-sasar-warga-di-zona-merah
    3. Wiryono S. Vaksinasi Covid-19 Tahap 3 di Jakarta Sasar 445 RW Kumuh dengan 1,3 Juta Penduduk [internet]. Indonesia : Kompas; [cited 20 Mei 2021]. Available from : https://megapolitan.kompas.com/read/2021/05/19/18324761/vaksinasi-covid-19-tahap-3-di-jakarta-sasar-445-rw-kumuh-dengan-13-juta 
    Read More
  • Ditinjau oleh: dr.Monica Cynthia Dewi Artis Aurel Hermansyah baru-baru ini menceritakan bahwa Ia telah mengalami keguguran. Sebelum lebaran, Aurel mengaku sempat alami pendarahan dan perut terasa nyeri.  Nah Sahabat Sehat, apa saja faktor resiko penyebab keguguran ? Mari simak penjelasan berikut. Apa Itu Keguguran ? Keguguran adalah kondisi terhentinya kehamilan pada saat usia kandungan belum […]

    Calon Ibu Wajib Tahu ! Kenali Faktor Resiko Penyebab Keguguran

    Ditinjau oleh: dr.Monica Cynthia Dewi

    Artis Aurel Hermansyah baru-baru ini menceritakan bahwa Ia telah mengalami keguguran. Sebelum lebaran, Aurel mengaku sempat alami pendarahan dan perut terasa nyeri. 

    Nah Sahabat Sehat, apa saja faktor resiko penyebab keguguran ? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Keguguran ?

    Keguguran adalah kondisi terhentinya kehamilan pada saat usia kandungan belum mencapai 20 minggu. Sekitar 10-20% wanita hamil pernah mengalami keguguran, namun persentase keguguran bisa saja lebih tinggi karena banyaknya wanita yang tidak sadar bahwa sedang mengandung.

    Apa Saja Faktor Resiko Penyebab Keguguran ?

    Sahabat Sehat, berikut beberapa faktor resiko yang meningkatkan potensi terjadinya keguguran:

    1. Kelainan Genetik Janin

    Sekitar 50% kasus keguguran berkaitan dengan kelainan kromosom janin yang dapat menyebabkan kondisi hamil kosong (Blighted Ovum), kematian janin dalam kandungan dan hamil anggur (Mola Hidatidosa).

    2. Usia Ibu

    Dari sebuah penelitian menunjukan bahwa risiko keguguran meningkat hingga 12-15% pada wanita hamil yang berusia sekitar 20 tahun dan resiko keguguran meningkat mencapai 25% pada wanita hamil yang berusia sekitar 40 tahun.

    3. Kondisi Kesehatan Ibu

    Gangguan kesehatan berikut dapat berdampak pada proses perkembangan janin, yaitu : kencing manis yang tidak terkontrol dengan baik, gangguan hormon, kelainan pada rahim dan serviks, gangguan kelenjar tiroid, tekanan darah tinggi, hingga penyakit autoimun. Bagi Sahabat Sehat yang memiliki riwayat penyakit, sebaiknya melakukan kontrol rutin ke dokter terutama selama masa kehamilan.

    4. Infeksi Selama Hamil

    Infeksi seperti rubella (cacar jerman), CMV (cytomegalovirus), HIV, klamidia, gonore, sifilis, vaginosis bakterial selama hamil diketahui meningkatkan resiko keguguran.

    5. Efek Samping Obat

    Obat-obatan seperti misoprostol, retinoid, dan obat pereda nyeri meningkatkan resiko keguguran. Sahabat Sehat sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter sebelum konsumsi obat selama masa kehamilan.

    6. Pola Hidup

    Pola hidup yang kurang baik seperti merokok dan konsumsi alkohol selama masa kehamilan, dapat meningkatkan resiko keguguran. Selain itu, berat badan Ibu yang kurang ataupun berat badan berlebih turut meningkatkan resiko keguguran.

    7. Riwayat Keguguran Berulang

    Wanita yang memiliki riwayat keguguran 2 kali atau lebih secara berturut-turut memiliki resiko kembali mengalami keguguran di kehamilan selanjutnya. 

    Bagaimana Mencegah Keguguran ?

    Untuk mencegah keguguran, Sahabat Sehat disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut:

    1. Rutin kontrol ke dokter selama masa kehamilan
    2. Hindari faktor resiko seperti merokok dan minuman beralkohol, serta hindari konsumsi obat tanpa saran dokter.
    3. Konsumsi susu ibu hamil dan multivitamin

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai faktor resiko keguguran sehingga Sahabat Sehat dapat lebih waspada selama masa kehamilan. 

    Baca juga : 4 Hal Penting dari pemeriksaan kehamilan antenatal care

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Janati F. Tangis Aurel Hermansyah Pecah Cerita Alami Pendarahan hingga Keguguran [internet]. Indonesia : Kompas; [cited 19 Mei 2021]. Available from : https://www.kompas.com/hype/read/2021/05/19/130421866/tangis-aurel-hermansyah-pecah-cerita-alami-pendarahan-hingga-keguguran
    2. Cleveland Clinic. Miscarriage [internet]. USA : Cleveland Clinic; [cited 19 Mei 2021]. Available from : https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9688-miscarriage
    3. The National Health Service. Miscarriage [internet]. UK : The National Health Service; [cited 19 Mei 2021]. Available from : https://www.nhs.uk/conditions/miscarriage/causes/#:~:text=Things%20that%20increase%20your%20risk&text=in%20women%20under%2030%2C%201,pregnancies%20will%20end%20in%20miscarriage
    4. Mayo Clinic. Miscarriage [internet]. USA : Mayo Clinic; [cited 19 Mei 2021]. Available from : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pregnancy-loss-miscarriage/symptoms-causes/syc-20354298#:~:text=Certain%20uterine%20abnormalities%20or%20weak,increase%20the%20risk%20of%20miscarriage.
    Read More
  • Tanggal 17 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Hipertensi Sedunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit hipertensi. Hari Hipertensi Sedunia kali ini mengambil tema “Measure Your Blood Pressure Accurately, Control It, Live Longer!”, berfokus pada tingkat kesadaran masyarakat akan penyakit hipertensi yang saat ini masih tergolong rendah. Disamping konsumsi obat penurun tekanan darah, penderita Hipertensi […]

    Penderita Hipertensi Wajib Tahu ! 10 Macam Buah Penurun Tekanan Darah

    Tanggal 17 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Hipertensi Sedunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit hipertensi. Hari Hipertensi Sedunia kali ini mengambil tema “Measure Your Blood Pressure Accurately, Control It, Live Longer!”, berfokus pada tingkat kesadaran masyarakat akan penyakit hipertensi yang saat ini masih tergolong rendah.

    Disamping konsumsi obat penurun tekanan darah, penderita Hipertensi harus menerapkan pola makan yang sehat seperti kaya akan serat, potasium dan magnesium, serta mengurangi asupan natrium dalam makanan. 

    Bagi Sahabat Sehat penderita hipertensi, berikut rekomendasi buah-buahan yang dipercaya dapat menurunkan tekanan darah :

    buah pencegah dehidrasi

    1. Buah Beri

    Buah beri seperti stroberi, blueberry, blackberry, raspberry, hingga cranberry mengandung vitamin, mineral, serta senyawa antioksidan jenis antosianin yang dapat menurunkan tekanan darah.

    2. Pisang 

    Menurut American Heart Association, kandungan potasium dalam buah pisang dapat mengurangi efek buruk natrium dan mengurangi ketegangan di dinding pembuluh darah. Sehingga buah pisang disarankan bagi penderita tekanan darah tinggi.

    3. Bit 

    Dari sebuah penelitian diketahui bahwa penderita hipertensi yang rutin konsumsi satu cangkir jus bit setiap hari selama empat minggu memiliki tekanan darah yang terkontrol dengan baik. Kandungan nitrat anorganik dalam buah bit diketahui dapat membantu menurunkan tekanan darah.

    4. Kiwi 

    Kiwi mengandung berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin C, kalium, kalsium, dan magnesium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.

    5. Semangka

    Buah selanjutnya yang dapat Sahabat Sehat konsumsi adalah semangka. Kandungan asam amino L-citrulline dan L-arginine pada semangka diketahui berperan dalam melancarkan aliran darah dan menurunkan tekanan darah.

    6. Melon

    Buah melon kaya akan kalium, sehingga cocok untuk penderita hipertensi. Selain itu melon juga dapat mencegah risiko dehidrasi, menjaga sistem imun karena mengandung vitamin C, serta melancarkan sistem pencernaan. 

    7. Delima 

    Buah yang selanjutnya yang baik bagi penderita hipertensi adalah delima. Kandungan kalium dan polifenol dalam buah delima berperan sebagai antioksidan dan dipercaya mampu menurunkan tekanan darah.

    8. Jeruk

    Buah jeruk seperti jeruk peras, lemon, hingga jeruk nipis kaya akan vitamin C, vitamin A dan mineral lainnya yang dapat menurunkan tekanan darah. 

    9. Tomat 

    Sahabat Sehat, buah tomat kaya akan potasium dan likopen yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol, mencegah penyakit kanker, serta menjaga kesehatan jantung.

    10. Alpukat

    Selain untuk kesehatan kulit, buah alpukat juga berperan untuk menurunkan tekanan darah. Alpukat kaya akan vitamin dan mineral seperti kalium, kalsium, dan magnesium yang baik untuk tekanan darah.

    Nah Sahabat Sehat, itulah 10 macam buah yang dipercaya dapat membantu menurunkan tekanan darah. Selain menjaga asupan makanan, bagi Sahabat Sehat yang menderita hipertensi disarankan untuk rutin berolahraga sehingga berat badan tetap ideal, mengelola stress dengan baik, serta rutin kontrol ke dokter.

    Apabila Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah atau memerlukan informasi lebih lanjut mengenai Hipertensi, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi :

    1. CNN Indonesia. Hari Hipertensi Sedunia: Ukur Tekanan Darah Secara Akurat [internet]. Indonesia : CNN Indonesia; [cited 17 Mei 2021]. Available from : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210517123348-255-643257/hari-hipertensi-sedunia-ukur-tekanan-darah-secara-akurat
    2. Afifah M. 8 Buah untuk Menurunkan Darah Tinggi [internet]. Indonesia : Kompas; [cited 17 Mei 2021]. Available from : https://health.kompas.com/read/2021/03/16/060100368/8-buah-untuk-menurunkan-darah-tinggi?page=all
    3. Hafidha S. 10 Buah Penurun Darah Tinggi, Cocok untuk Penderita Hipertensi [internet]. Indonesia : Liputan 6; [cited 17 Mei 2021]. Available from : https://hot.liputan6.com/read/4409338/10-buah-penurun-darah-tinggi-cocok-untuk-penderita-hipertensi 
    Read More
  • Mungkin banyak diantara Sahabat Sehat yang belum mengetahui proses penelusuran (tracing) pada kasus Covid-19. Lantas bagaimana cara Kementerian Kesehatan menelusuri kasus Covid-19 di Indonesia ? Mari simak penjelasan berikut ini ! Dilansir dari laman World Health Organization (WHO), pelacakan kontak erat pada kasus Covid-19 meliputi identifikasi orang yang mungkin terpapar virus SARS-CoV-2 dan pemantauan harian […]

    Sahabat Sehat, Bagaimana Cara Tracing Kasus Covid-19 di Indonesia ?

    Mungkin banyak diantara Sahabat Sehat yang belum mengetahui proses penelusuran (tracing) pada kasus Covid-19. Lantas bagaimana cara Kementerian Kesehatan menelusuri kasus Covid-19 di Indonesia ? Mari simak penjelasan berikut ini !

    pencegahan dan penanganan covid-19 di tempat kerja

    Dilansir dari laman World Health Organization (WHO), pelacakan kontak erat pada kasus Covid-19 meliputi identifikasi orang yang mungkin terpapar virus SARS-CoV-2 dan pemantauan harian selama 14 hari. Tujuannya agar menghentikan proses penularan virus dengan membatasi mobilisasi orang yang menderita Covid-19. 

    WHO mendefinisikan “kontak” sebagai setiap orang yang berkontak langsung atau berada dalam jarak 1 meter selama setidaknya 15 menit dengan seseorang yang terinfeksi Covid-19, meski penderita Covid-19 tersebut tidak mengalami gejala apapun. Individu yang berkontak langsung dengan penderita Covid-19 harus menjalani karantina mandiri selama periode pemantauan 14 hari, untuk membatasi penyebaran Covid-19.

    Menurut WHO ketika diterapkan secara sistematis, pelacakan kontak dapat memutus rantai penularan Covid-19. Fokus pelacakan dilakukan pada lingkup rumah tangga, petugas kesehatan, serta tempat tertutup yang berisiko tinggi seperti asrama, panti sosial, rumah perawatan, dan fasilitas berjangka panjang lainnya.

    Seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pernah mengungkapkan bahwa sistem 3T (testing, tracing, treatment) yang dilakukan di Indonesia telah salah sasaran. Sebagian masyarakat yang melakukan pemeriksaan Covid-19 (testing) adalah mereka yang mau bepergian, bukan orang yang memiliki riwayat kontak dengan penderita Covid-19 atau riwayat tinggal di wilayah yang melaporkan transmisi lokal Covid-19 dalam 14 hari terakhir.

    Sementara itu Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, PhD, KEMD pada acara Kick Off Simulasi Contact Tracing oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Kantor Kelurahan Krukut Jakarta Barat, Kamis 25 Februari 2021 mengungkapkan bahwa metode kontak tracing merupakan tulang punggung dalam upaya mengatasi COVID-19. Diperlukan pula sosialisasi hingga tingkat desa agar tidak  mengucilkan orang yang sedang melakukan isolasi mandiri.

    Seiring dengan ditingkatkannya aktivitas kontak tracing di Indonesia, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito pada konferensi pers daring mengenai Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Kamis 18 Maret 2021 mengungkap bahwa kini pelacakan kasus atau tracing di Indonesia sudah sesuai dengan standar WHO yakni mencapai 1/1.000 per hari.

    Nah, bagi Sahabat Sehat yang memiliki riwayat kontak dengan penderita Covid-19 atau baru saja bepergian ke wilayah yang melaporkan transmisi lokal Covid-19 sebaiknya segera lakukan pemeriksaan Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Rizal J. Mengenal Proses Contact Tracing Pasien Corona, Bagaimana di Indonesia? [internet]. Indonesia: Kompas; [cited 17 Mei 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/09/28/154300865/mengenal-proses-contact-tracing-pasien-corona-bagaimana-di-indonesia-?page=all
    2. Putri C. Pengakuan Mengejutkan Menkes: Dari Vaksin ke Tracing Salah [internet]. Indonesia : CNBC Indonesia; [cited 17 Mei 2021]. Available from : https://www.cnbcindonesia.com/news/20210122142044-4-218042/pengakuan-mengejutkan-menkes-dari-vaksin-ke-tracing-salah
    3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Wamenkes Sebut Tugas Contact Tracer Hilangkan Stigma Pengucilan [internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; [cited 17 Mei 2021]. Available from : https://www.kemkes.go.id/article/view/21022700004/wamenkes-sebut-tugas-contact-tracer-hilangkan-stigma-pengucilan.html
    4. Bona M. Satgas Klaim Tracing Indonesia Sudah Capai Standar WHO [internet]. Indonesia : Berita Satu; [cited 17 Mei 2021]. Available from : https://www.beritasatu.com/kesehatan/747785/satgas-klaim-tracing-indonesia-sudah-capai-standar-who 
    Read More
  • Imunisasi menjadi salah satu cara si kecil terhindar dari penyakit menular. Namun ada beberapa imunisasi yang memberikan beberapa reaksi imunisasi yang sering kali membuat Bunda takut, sehingga Bunda enggan membawa si kecil untuk imunisasi. Bunda khawatir, karena reaksi-reaksi tersebut merupakan reaksi kecil yang wajar terjadi.      Reaksi yang umum terjadi biasanya seperti demam, bercak […]

    Kenali dan Cara Mengatasi Reaksi Imunisasi Si Kecil

    Imunisasi menjadi salah satu cara si kecil terhindar dari penyakit menular. Namun ada beberapa imunisasi yang memberikan beberapa reaksi imunisasi yang sering kali membuat Bunda takut, sehingga Bunda enggan membawa si kecil untuk imunisasi. Bunda khawatir, karena reaksi-reaksi tersebut merupakan reaksi kecil yang wajar terjadi.   

     

    Reaksi yang umum terjadi biasanya seperti demam, bercak merah hingga reaksi lokal ditempat suntikan. Karena itu, yuk kenali dan cara mengatasi reaksi imunisasi si kecil, berikut ini:

    1. BCG (Tubercolosis)

    Reaksi : Dalam 2-6 minggu setelah si kecil imunisasi BCG maka akan timbul bisul kecil yang membesar dan luka dapat terbuka (ulserasi) selama 2 hingga 4 bulan yang akan sembuh secara perlahan dan berganti kulit pada bisul tersebut.

    Cara mengatasinya : Jika luka tersebut mengelurkan cairan, maka Bunda dapat mengkompresnya dengan cairan antiseptik. Segeralah membawa si kecil ke dokter bila cairan tersebut semakin banyak, luka semakin membesar atau semakin parah.

    Produk Terkait:

    2. Hepatitis B

    Reaksi: Setelah imunisasi Hepatitis B, biaasnya timbul demam namun tidak tinggi, timbul kemerahan pada tempat penyuntikan, bengkak, rasa nyeri disekitar sendi dan rasa mual.

    Cara Mengatasinya: Untuk mengatasi reaksi tersebut, dianjurkan untuk si kecil minum lebih banyak baik ASI ataupun air buah. Saat si kecil demam, gunakanlah pakaian yang tipis lalu bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres dengan air dingin.

    Produk Terkait:

    Namun jika demam belum turun, berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan dan maksimal 6 kali pemberian dalam 24 jam. Saat si kecil demam boleh Bunda seka dengan air hangat. Apabila reaksi tersebut semakin berat maka bawalah si kecil ke dokter.

    3. DPT (Difteri Pertusis Tetanus)

    Reaksi : reaksi yang dapat terjadi setelah imunisasi DPT (Difteri Pertusis Tetanus) ini antara lain terjadi demam tinggi, si kecil menjadi sedikit rewel, timbul kemerahan pada tempat suntikan, nyeri serta pembengkakan. Reaksi ini tidak akan berlangsung lama Bunda, kurang lebih selama 2 hari.

    Cara Mengatasinya : Cara mengatasinya yaitu beri si kecil minum lebih banyak dapat berupa ASI atau air buah. Sama seperti penanganan pada imunisasi Hepatitis B, beri pakaian yang lebih tipis jika si kecil demam, kompreslah bekas suntikan yang nyeri dengan air dingin, apabila demam dapat diberikan parasetamol 15 kg/kgbb setiap 3-4 jam dan maksimal 6 kali pemberian dalam 24 jam.

    Produk Terkait: Imunisasi DPT ke Rumah

    Si Kecil di perbolehkan mandi atau cukup diseka dengan air hangat dan bila reaksi si kecil lebih berat dibandingkan sebelumnya maka bawalah si kecil ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

    4. Polio

    Reaksi: Pemberian imunisasi polio pada umumnya tidak memberikan dampak apapun. Namun sebagian kecil anak yang telah melakukan imunisasi akan merasa pusing, diare ringan dan nyeri otot.

    Cara Mengatasinya: karena reaksi ini jarang terjadi maka Bunda tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan tindakan apapun.

    Produk Terkait: Imunisasi 3 Bulan Komplit ke Rumah

    5. Campak dan MMR

    Reaksi: Hal yang dapat terjadi pasca imunisasi campak dan MMR yaitu berupa rasa tidak nyaman disekitar bekas penyuntikan.

    Terjadi beberapa gejala-gejala lain yang timbul  5-12 hari setelah penyuntikan seperti demam tidak tinggi atau erupsi kulit halus atau tipis yang berlangsung kurang dari 48 jam. Pembengkakan kelenjar getah bening pada belakang telingan yang dapat terjadi sekitar 3 minggu pasca imunisasi MMR.

    Cara Mengatasinya: Berilah si kecil minum lebih banyak seperti ASI atau air buah, jika demam gunakan pakaian yang tipis, kompreslah area bekas suntikan yang nyeri dengan menggunakan air dingin, bila demam berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan, maksimum 6 kali dalam 24 jam. Untuk membersihkan si kecil cukup disekan menggunakan air hangat. Apabila reaksi tersebut berat maka bawalah si kecil ke dokter.

    Produk Terkait: Vaksinasi Campak ke Rumah

     

    6. DT (Diteri, Tetanus)

    Reaksi : Reaksi pasca imunisasi DT (Difteri, Tetanus) biasanya timbul kemerahan, bengkak dan nyeri sekitar bekas suntikan.

    Cara Mengatasinya: Kompreslah area bekas suntikan yang terasa nyeri dengan menggunakan air dingin. Bunda tenang saja karena imunisasi ini tidak memerlukan tindakan khusus.

    Produk Terkait: imunisasi booster ke rumah

    Bila si kecil mengalami demam setelah imunisasi dan tak kunjung turun setelah diberi obat, maka periksakan ke dokter. Selalu catat apa yang dialami si kecil untuk imunisasi ke dua dan selanjutnya.

    Untuk mendapatkan kenyamanan imunisasi si kecil dan layanan imunisasi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Sumber:

    Trisbiantara, Irene. “Apa Saja Efek Samping Setelah Imunisasi?”. tanyadok.com

    IDAI. “Penjelasan Kepada Orang Tua Mengenai Imunisasi”. idai.or.id

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja