Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 61–70 of 751 results

  • Obat semakin mudah diperoleh melalui aplikasi e-commerce dan marketplace yang menawarkan berbagai kemudahan dalam transaksi online. Masyarakat lebih tertarik mencari dan membeli obat melalui internet karena akses yang mudah dan cepat. Harga beberapa obat online juga lebih murah dan dapat langsung dikirimkan ke rumah. Akan tetapi, berbanja obat online harus dilakukan dengan hati-hati.  Risiko membeli obat online: […]

    Bijak Berbelanja Obat Melalui Aplikasi Online

    Obat semakin mudah diperoleh melalui aplikasi e-commerce dan marketplace yang menawarkan berbagai kemudahan dalam transaksi online. Masyarakat lebih tertarik mencari dan membeli obat melalui internet karena akses yang mudah dan cepat. Harga beberapa obat online juga lebih murah dan dapat langsung dikirimkan ke rumah. Akan tetapi, berbanja obat online harus dilakukan dengan hati-hati. 

    Risiko membeli obat online:

    1. Kemungkinan obat yang dijual palsu
    • Alamat atau tempat pihak yang menjual obat tidak diketahui
    • Obat berasal dari sumber tidak jelas
    • Tidak ada jaminan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan
    1. Pasien tidak mendapatkan informasi lengkap terkait obat (cara pakai, dosis, efek samping), sehingga: konsumsi obat berlebihan, timbul efek samping, dapat menyebabkan keracunan/kematian.

    Obat aman menurut BPOM:

    • Obat diproduksi oleh industri farmasi resmi dengan alamat jelas
    • Terdapat Nomor Izin Edar, tanggal kadarluarsa, nomor bets, dan identitas produk lain. Daftar izin edar dapat dicek pada website BPOM (pom.go.id) datau aplikasi Cek BPOM/BPOM mobile.
    • Obat digunakan sesuai aturan yang tertulis pada kemasan atau petunjuk profesional kesehatan.
    • Obat diperoleh dari sarana resmi sehingga pasien dapat berkonsultasi terkait efek yang tidak diinginkan.

    BPOM menganjurkan agar cerdas dalam memilih produk dengan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa).

     

    Tanda-tanda yang perlu diperhatikan saat membeli obat online (FDA)
    Farmasi online palsu (penipu) Farmasi online yang aman
    Anda dapat membeli obat resep tanpa resep yang valid dari dokter Membutuhkan peresepan yang valid dari dokter atau profesional kesehatan lain yang memiliki izin
    Tidak menyediakan apoteker yang teregistrasi negara untuk menjawab pertanyaan Anda Farmasi teregistrasi oleh negara
    Menawarkan harga yang sangat rendah yang tidak rasional Menyediakan apoteker yang tergistrasi negara untuk menjawab pertanyaan Anda
    Mengirimkan spam atau e-mail untuk menawarkan obat murah Farmasi ada di dalam negara dan memberikan data alamat
    Menawarkan untuk mengirimkan obat ke seluruh dunia  

     

    Pertimbangan lain saat membeli obat online:

    • Pastikan cara pembayaran yang aman (terutama saat mengisi data pribadi)
    • Jangan tertipu Kalimat iklan tidak berarti apabila tidak berdasarkan bukti ilmiah.
    • Jangan self-diagnose. Hindari mencari gejala di internet dan hubungi dokter apabila membutuhkan pengobatan.
    • Laporkan situs yang menjual obat palsu.

    Referensi:

    1. Cerdas dalam Memilih Produk dengan Cek Klik dan Apk Cek BPOM [Internet]. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2019 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/17406/CERDAS-DALAM-MEMILIH-PRODUK-DENGAN-CEK-KLIK-DAN-Apk-CEK-BPOM.html
    2. Ariyulinda N. Urgensi Pembentukan Regulasi Penjualan Obat Melalui Media Online. Jurnal Legislasi Indonesia [Internet]. 2018 [cited 11 March 2020];15(1):37-48. Available from: http://e-jurnal.peraturan.go.id/index.php/jli/article/view/10/pdf
    3. Buying Online Drugs Safely [Internet]. UW Health. 2020 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.uwhealth.org/health/topic/special/buying-online-drugs-safely/abo1556.
    4. Jangan Membeli Obat Online [Internet]. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2019 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/17406/CERDAS-DALAM-MEMILIH-PRODUK-DENGAN-CEK-KLIK-DAN-Apk-CEK-BPOM.html
    5. How to Buy Medicines Safely From an Online Pharmacy [Internet]. U.S. Food and Drug Administration (FDA). 2018 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/how-buy-medicines-safely-online-pharmacy
    6. Medicines and Healthcare products Regulatory Agency. Know what you’re buying! [Internet]. Gov.uk. 2016 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.gov.uk/government/news/know-what-youre-buying

     

    Read More
  • Kemacetan, kesibukan, hingga rayuan diskon menjadi alasan banyak orang lebih memilih membeli kebutuhannya melalui belanja online. Jangan terlena atau terlalu asyik memilih barang-barang incaranmu, hingga lengah dan berakhir dengan rugi sendiri. Dengan tips belanja online dengan aman berikut ini, dijamin keasyikannya gak bakal berkurang. Apa saja sih? Pilih Situs Belanja Online yang Terpercaya Kenapa? Situs […]

    Trik Anti Rugi Belanja Online

    Kemacetan, kesibukan, hingga rayuan diskon menjadi alasan banyak orang lebih memilih membeli kebutuhannya melalui belanja online. Jangan terlena atau terlalu asyik memilih barang-barang incaranmu, hingga lengah dan berakhir dengan rugi sendiri.

    Dengan tips belanja online dengan aman berikut ini, dijamin keasyikannya gak bakal berkurang. Apa saja sih?

    • Pilih Situs Belanja Online yang Terpercaya

    Kenapa? Situs belanja online terpercaya biasanya sudah dilengkapi metode perlindungan yang terjamin keamanannya. Situs terpercaya sudah banyak kok di Indonesia. Pintar memilihnya ya!

    • Pilih Seller dengan Reputasi Terbaik

    Meski sudah “berselancar” di situs belanja online terpercaya, ada baiknya memilih seller yang terpercaya. Kebanyakan situs belanja online kini sudah menggunakan sistem reputasi untuk seller-nya, jadi pastikan kamu membeli dari seller yang memiliki reputasi tinggi.

    • Gunakan Rekening Bersama

    Dengan sistem ini, pembayaran tidak akan langsung ke penjual jika barang belum sampai ke pembeli sesuai deskripsi. Penjual baru bisa mendapatkan uang tersebut ketika pembeli sudah mengkonfimasi keberhasilan dari transaksi yang dilakukan. Kalau penjual “nakal”, maka uang akan kembali kepada pembeli.

    • Teliti Membaca Deskripsi Produk

    Belanja online tentu membuat konsumen tidak dapat melihat langsung kondisi fisik barang yang diincarnya. Jika tidak teliti membaca, bisa jadi kecewa. Jika sudah teliti dan masih tidak sesuai kondisi barang saat diterima, Anda bisa ajukan keluhan untuk meminta penggantian barang atau pengembalian uang.

    • Jangan Pakai Wifi Public Ya!

    Risiko yang paling sering terjadi  saat belanja online adalah pencurian identitas dan data pribadi oleh pihak tak bertanggung jawab. Salah satu cara menghindarinya, sebisa mungkin tidak menggunakan wifi public saat mengakses transaksi online. Lebih baik menggunakan jaringan internet pribadi lho!

    • Jangan Lupa Menyimpan Bukti Transaksi

    Ini sangat penting! Jangan pernah lupa menyimpan bukti transaksi. Jika perlu, simpan juga semua informasi detail terkait transaksi barang apa yang dibeli. Sudah siap belanja online dong?!

    • Hati-hati Dengan Social Engineering
      Tahukah bahwa jenis penipuan yang paling marak saat berbelanja online adalah rekayasa sosial atau social engineering. Para pelaku mengincar korban dengan mengaku sebagai karyawan situs belanja online, mengajak pembeli bertransaksi di luar situs, atau meminta data rahasia seperti PIN, password, dan kode OTP. Lindungi terus data rahasiamu dengan tidak memberikannya kepada pihak manapun.
    • Perhatikan Syarat dan Ketentuan Yang Berlaku
      Masing-masing situs belanja online memiliki syarat dan ketentuan dalam menyediakan layanannya. Pastikan kamu sudah membaca dan memahaminya sebelum bertransaksi. Situs-situs tersebut akan memberikan layanannya secara maksimal apabila kamu ikut mematuhi aturan yang berlaku.
    Read More
  • Belanja online sudah menjadi bagian dari keseharian kita saat ini. Alasan praktis, cepat dan mudah menjadi faktor utama para konsumen melakukannya. Namun tak jarang kita kecewa dengan layanan dari penjual (seller), layanan customer service maupun produk barang yang diterima tidak sesuai dengan harapan. Sobat Sehat yang sudah menjadi pelanggan setia ProSehat apakah pernah mengalaminya? Besar […]

    Kenali 8 Hak Konsumen Saat Belanja Online

    Belanja online sudah menjadi bagian dari keseharian kita saat ini. Alasan praktis, cepat dan mudah menjadi faktor utama para konsumen melakukannya. Namun tak jarang kita kecewa dengan layanan dari penjual (seller), layanan customer service maupun produk barang yang diterima tidak sesuai dengan harapan.

    Sobat Sehat yang sudah menjadi pelanggan setia ProSehat apakah pernah mengalaminya? Besar harapan kami tentulah jangan sampai Anda menerima layanan yang kurang berkenan. Untuk itu, Sobat perlu mengetahui lebih lanjut bagaimana cara aman belanja online serta trik menjadi konsumen yang cerdas. Simak ulasan berikut ini:

    Sebagai pembeli online, tahukah Sobat jika Anda memiliki hak-hak sebagai konsumen yang secara garis besar mempunyai perlindungan atau hak-hak yang sama dengan belanja offline. Namun, dalam transaksi jual beli/belanja secara online terdapat sejumlah pendekatan hukum perlindungan konsumen. Transaksi atau belanja online mengacu pada PP No.82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE). Peraturan pemerintah tersebut merupakan turunan Undang-Undang No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Perbedaan transaksi atau belanja online dan offline-lah yang mendasari dibuatnya Peraturan ini.

    Secara umum, ada 8 hak-hak konsumen belanja secara umum, antara lain:

    1. Hak memilih jasa/barang.
      2. Hak mendapat informasi atas barang/jasa yang akan dikonsumsi secara benar, jelas, dan jujur.
      3. Hak dilayani dengan perlakuan baik dan tidak diskriminasi.
      4. Hak atas kenyamanan, keselamatan dan keamanan, dalam mengonsumsi barang/jasa.
      5. Hak ganti rugi dan kompensasi.
      6. Hak didengar keluhan dan pendapatnya.
      7. Hak kondisi barang/jasa terjamin sesuai nilai tukar.
      8. Hak mendapat perlindungan hukum dan advokasi, serta upaya penyelesaian sengketa.

    Sebaliknya, para penjual online juga memiliki sejumlah kewajiban, yaitu:

    • Mempunyai itikad baik.
    • Memberikan informasi yang benar, jelas, jujur mengenai kondisi dan jaminan. barang/jasa, serta penjelasan penggunaan, perbaikan, dan pemeliharaan.
    • Melayani dengan baik, jujur, dan tidak diskriminatif.
    • Jaminan mutu barang/jasa sesuai standar yang berlaku.
    • Memberi kesempatan konsumen untuk menguji, mencoba, dan memberi jaminan atau garansi.
    • Memberi kompensasi, ganti tugi, dan penggantian atas kerugian akibat penggunaan.
    • Bila barang tidak sesuai dengan perjanjian, bersedia memberi kompensasi, ganti rugi dan penggantian.

    Nah, sebagai konsumen yang cerdas, tentu Sobat tak ingin kapok setelah berbelanja online bukan? Untuk berbelanja online yang aman, langkah pertama yang harus Sobat lakukan adalah memilih penjual online atau e-commerce yang sudah terpercaya. Lalu jika Anda terlanjur mengalami pengalaman buruk, tugas utama Sobat adalah mengumpulkan semua bukti transaksi dengan pelaku usaha online, kemudian apabila Anda masih ragu untuk melaporkan atau menempuh jalur hukum, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan penyedia jasa hukum sekaligus untuk mendapatkan dampingan hukum dari seorang praktisi hukum terutama yang memiliki bidang perlindungan konsumen.

    Selain itu, bagi Sobat Sehat yang masih setia berbelanja online di ProSehat, jangan ragu lagi untuk menerima layanan kami. Bahkan Anda bisa mendapatkan informasi kesehatan lainnya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Selamat belanja online di ProSehat.

    Referensi:

    1. hukumonline.com/klinik. 2020. Ulasan Lengkap : Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Belanja Online. [online] Available at: [Accessed 12 March 2020].
      2. beritajualbeli.com. 2020. Inilah 8 Hak Konsumen Belanja Di Online Shop – Beritajualbeli.Com. [online] Available at: [Accessed 12 March 2020].
    Read More
  • Saat ini, dunia dihebohkan dengan munculnya jenis virus baru yang menyebabkan gejala menyerupai batuk pilek biasa, tetapi penularannya sangat cepat dan berbahaya. Virus ini disebut dengan corona atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19. Sekitar 95.748 kasus telah terkonfirmasi di seluruh dunia dengan 3.286 kematian dan 53.423 orang sembuh dari penyakit akibat virus ini. Gejala […]

    Waspadai  Penularan COVID-19 di Tempat  Kerja

    Saat ini, dunia dihebohkan dengan munculnya jenis virus baru yang menyebabkan gejala menyerupai batuk pilek biasa, tetapi penularannya sangat cepat dan berbahaya. Virus ini disebut dengan corona atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19. Sekitar 95.748 kasus telah terkonfirmasi di seluruh dunia dengan 3.286 kematian dan 53.423 orang sembuh dari penyakit akibat virus ini.

    Gejala klinis dapat muncul 2 hingga 14 hari setelah terpapar yang menyebabkan batuk, pilek, demam dan sesak napas. Seluruh gejala menunjukkan adanya infeksi pernapasan akut, tetapi dapat berlanjut lebih parah menyebabkan pneumonia (radang paru), sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, serta kematian.

    Nah, mengapa virus ini menyebar sangat cepat hingga ke berbagai penjuru dunia?Hal ini karena virus menular melalui cairan (droplet) yang dikeluarkan dari batuk, bersin penderita atau dari permukaan benda yang terpapar cairan tersebut. Sebagai contoh, bila Sahabat mau rapat di tempat kantor bersama atasan yang baru saja pulang dari luar negri. Lalu, beliau ternyata mengalami gejala COVID-19 dan menutup hidung ketika bersin dan cairannya mengenai meja. Sahabat tidak sengaja mengenai permukaan meja tersebut, maka risiko terkena virus ini menjadi meningkat. Permukaan benda seperti meja, kursi, ponsel, laptop, dsb dapat menjadi sarana transmisi virus ini.

    Selain itu, tempat keramaian, sekolah, kantor merupakan tempat dimana berkumpulnya orang banyak dengan latar belakang penyakit, pekerjaan, dan riwayat travelling yang berbeda, sehingga meningkatkan risiko penularan COVID-19. Dapatkah Sahabat bayangkan bila virus ini mulai menyebar di kantor?Bagaimana cara mencegah penularan COVID-19 di tempat kerja?Yuk, kita simak beberapa tips berikut.

    Pastikan tempat kerja Sahabat bersih dan higenis

    Pastikan semua permukaan benda di sekitar meja Sahabat seperti ponsel, laptop, kursi, dsb dibersihkan setiap hari. Hal ini karena kita tidak mengetahui siapa saja yang akan menularkan cairan batuk yang berisi virus tersebut ke tempat Sahabat bekerja.

    Cuci tangan yang benar dengan menggunakan sabun atau gunakan hand-rub sanitizer

    Cucilah tangan sahabat dengan benar menggunakan air dan sabun selama lebih kurang 20 detik atau gunakan pembersih antiseptik di tangan untuk mencegah penularan COVID-19. Tempelkan poster yang berisi cara mencuci tangan yang benar di kantor, sehingga rekan kerja Sahabat juga dapat melakukannya.

    Jagalah saluran pernapasan agar tetap bersih dan sehat

    Bila Sahabat atau rekan kerja sedang batuk dan pilek, pakailah masker yang dapat menutupi hidung dan mulut. Kemudian, etika batuk dan bersi juga harus dijaga. Ketika sedang batuk atau bersin, gunakan sapu tangan atau lengan bagian dalam untuk menutupinya. Bila Sahabat menggunakan tangan, maka segera cuci tangan dengan sabun untuk menghilangkan virus/bakteri penyebabnya.

    Pemberitahuan saat hendak dinas ke luar negara lain

    Bila Sahabat diberikan tugas untuk bepergian ke luar negri, maka pastikan untuk menghubungi otoritas setempat mengenai kondisi di sana. Bila Anda memiliki riwayat bepergian ke luar negri (negara yang memiliki kasus COVID-19) tetapi tidak memiliki gejala, maka lakukan pengawasan terhadap diri sendiri selama 14 hari bila ada gejala yang timbul. Bila Anda memiliki gejala COVID-19 sepulang dari luar negri, maka isolasikan diri anda di rumah termasuk dari keluarga serta langsung kontak dinas kesehatan setempat.

    Nah, ini saatnya kita sadar akan bahaya COVID-19, terutama bagi mereka yang sering travelling ke luar negri. Namun, jangan khawatir, tetap wasapada dan terus lakukan pencegahan agar terhindar dari penyakit ini.

    Referensi:

    1. World Health Organization. Getting your workplace ready for COVID-19.
    2. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Coronavirus Disease (COVID-19). 2019. Jakarta: Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
    Read More
  • Apakah Sobat pernah mengalami flu biasa? Saat mengalami flu biasa, Sobat tentu akan merasa hidung tersumbat, kadang disertai batuk dan demam. Itu merupakan tanda dan gejala infeksi saluran napas atas. Namun akhir ini dunia dihebohkan dengan virus baru yang bernama Coronavirus (COVID-19). Virus Corona dimulai di Negara Cina, Wuhan, kemudian menyebar ke berbagai negara. Sampai […]

    Cermat Bedakan Flu Biasa dan Corona

    Apakah Sobat pernah mengalami flu biasa? Saat mengalami flu biasa, Sobat tentu akan merasa hidung tersumbat, kadang disertai batuk dan demam. Itu merupakan tanda dan gejala infeksi saluran napas atas. Namun akhir ini dunia dihebohkan dengan virus baru yang bernama Coronavirus (COVID-19). Virus Corona dimulai di Negara Cina, Wuhan, kemudian menyebar ke berbagai negara. Sampai saat ini belum didapatkan pengobatan dan vaksin yang khusus untuk virus Corona tersebut. Infeksi Corona memiliki beberapa tanda dan gejala yang sama seperti flu.1,2 Kalau begitu bagaimanakah kita membedakan keduanya?

    Flu biasa atau Common Cold merupakan infeksi saluran napas atas (ISPA). Pada umumnya, flu biasa disebabkan oleh virus, terutama Human Rhinovirus (HRV) yang menyebabkan >50% ISPA. Penyebab lain yang menyebabkan flu biasa adalah Respiratory Syncytial Virus (RSV), Adenovirus, bakteri dan lain-lain. Tanda dan gejala yang timbul adalah batuk, pilek, bersin, nyeri tenggorokan dan demam. Selama 5-7 hari tanda dan gejala tersebut akan hilang. 3 Flu biasa dapat ditularkan melalui droplet dari orang terinfeksi yang dikeluarkan saat bersin atau batuk. Droplet ini dapat menginfeksi Sobat jika masuk ke saluran pernapasan atau mulut. Pencegahannya mudah, jagalah kebersihan dengan mencuci tangan pada saat yang tepat dan pakailah masker saat sedang sakit. Jika tidak memiliki masker, Sobat dapat melakukan etika batuk dengan benar untuk mencegah droplet tersebar.4 Untuk pengobatan flu biasa jarang diperlukan antibiotik karena penyebab terseringnya adalah virus. Pengobatan terutama ditujukan untuk meredakan tanda dan gejala.

    Virus Corona berbeda dan lebih berbahaya dibandingkan flu biasa karena menyebabkan infeksi saluran napas bawah. Tanda dan gejala yang timbul saat terinfeksi virus corona adalah demam, batuk, dan sesak napas. Tanda dan gejala timbul setelah 2-14 hari terpapar dengan virus tersebut.1 Hingga saat ini, virus Corona sudah menyebar ke berbagai negara, diantaranya yaitu Cina, Korea, Jepang, Singapore, Australia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Kambodia, hingga benua Eropa, Amerika dan akhir-akhir ini Indonesia dengan 2 kasus baru.5

    Penularan virus corona terjadi melalui droplet yang diproduksi oleh orang yang terinfeksi, sama seperti dengan flu biasa. Droplet dapat menginfeksi Sobat juga, masuk melalui saluran pernapasan, mulut, atau mata.1,2 Untuk pencegahan sama seperti flu biasa yakni selalu jaga kebersihan dengan mencuci tangan pada saat yang tepat dan pakailah masker jika Sobat sedang sakit. Droplet akan tertahan dengan masker sehingga tidak tersebar ke orang lain. Hal ini kurang efektif jika orang sehat yang menggunakan masker, karena tidak ada droplet yang dihentikan.6 Pengobatan dan vaksin yang spesifik untuk virus Corona belum ditemukan sampai saat ini. Pengobatan sama dengan flu biasa, ditujukan untuk meredakan tanda dan gejala yang memperberat tubuh menjalankan fungsi normalnya.

    Sudah jelaskah Sobat mengenai perbedaan flu biasa dengan Corona? Keduanya merupakan infeksi virus, namun flu biasa pada umumnya hanya menyebabkan infeksi saluran napas atas sedangkan virus corona menyebabkan infeksi saluran napas bawah. Tentu dampaknya akan lebih berat jika terjadi infeksi saluran napas bawah. Pastikan Sobat selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dan menggunakan masker saat sakit. Jika Sobat kontak dengan keluarga atau teman yang memiliki riwayat berpergian ke Negara Cina dalam waktu dekat dan mengalami tanda dan gejala virus Corona, segeralah periksakan diri Sobat ke dokter.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Jonathan Christopher

    Daftar Pustaka

    1. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-nCoV/summary.html
    2. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.who.int/health-topics/coronavirus
    3. Blaas D, Fuchs R. Mechanism of human rhinovirus infections. Molecular and Cellular Pediatrics. 2016;3(1).
    4. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/about/transmission.html
    5. Common Colds [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/features/rhinoviruses/index.html
    6. Coronavirus disease 2019 (COVID-19) Situation Report – 42 [Internet]. WHO; 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports
    Read More
  • Saat ini dunia sedang dihebohkan dengan infeksi virus Corona. Virus ini pertama ditemukan di Cina, khususnya di kota Wuhan. Virus Corona yang diberikan nama COVID-19 oleh CDC dan WHO sudah menyebar keluar dari negara Cina. Dari data terbaru WHO, virus Corona sudah menginfeksi orang-orang di Korea, Jepang, Singapur, Australia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Kambodia, hingga benua […]

    5 Cara Tingkatkan Imun untuk Lawan Corona

    Saat ini dunia sedang dihebohkan dengan infeksi virus Corona. Virus ini pertama ditemukan di Cina, khususnya di kota Wuhan. Virus Corona yang diberikan nama COVID-19 oleh CDC dan WHO sudah menyebar keluar dari negara Cina. Dari data terbaru WHO, virus Corona sudah menginfeksi orang-orang di Korea, Jepang, Singapur, Australia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Kambodia, hingga benua Eropa, Amerika dan Indonesia dengan 2 kasus baru.

    Para ahli menemukan bahwa rata-rata virus Corona menginfeksi orang berusia diatas 49 tahun. Pasien virus Corona yang mengalami gejala berat juga ditemukan pada usia tua dengan penyakit lain seperti darah tinggi dan diabetes. Dengan kata lain, virus Corona lebih sering ditemukan pada pasien dengan sistem imun yang lemah. Jika demikian, bagaimanakah caranya Sobat meningkatkan imun tubuh untuk dapat melawan virus Corona? Kita akan membahas beberapa cara yang mudah dan mungkin sepele, namun sangat penting untuk menjaga agar sistem imun tubuh kita tetap prima!

    1. Memiliki pola makan yang baik dan benar

    Makan merupakan hal yang sehari-hari Sobat lakukan bukan? Makan merupakan asupan gizi utama agar sistem imun tubuh dapat bekerja dengan baik. Buatlah jadwal untuk makan 3 kali sehari yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam dengan teratur. Tubuh kita akan membentuk jam tubuh yang bergantung dari jadwal pola makan Sobat.

    Selain itu, makanan yang Sobat makan haruslah makanan yang bergizi. Pastikan Sobat mendapatkan makronutrien yaitu karbohidrat, protein, dan lemak dengan kandungan yang cukup. Jangan lupa untuk konsumsi mikronutrien yaitu vitamin dan mineral yang didapatkan dari buah dan sayur. Direkomendasikan untuk mengkonsumsi 3-5 porsi buah dan sayur setiap harinya.

    1. Jaga tingkat hidrasi tubuh

    Makan memang penting, namun tak kalah juga untuk Sobat minum. Air mungkin mudah diremehkan, tetapi air sangat penting agar sistem imun tubuh kita bekerja. Tubuh kita 60% terdiri dari air. Selain untuk sistem imun tubuh Sobat, air juga memiliki banyak peran yang penting agar setiap sel dalam tubuh dapat berjalan dengan baik. Minumlah 5-8 gelas sehari agar kebutuhan hidrasi Sobat terpenuhi.

    1. Istirahat dengan cukup

    Sistem imun dan sel tubuh Sobat meregenerasi saat Sobat sedang tidur. Tidur yang cukup merupakan hal yang penting karena sel-sel baru akan dibentuk untuk menggantikan sel-sel yang sudah mati. Hal ini akan menjaga agar sistem imun tubuh Sobat tetap berjalan dengan prima esok harinya. Pastikan untuk tidur selama minimal 8 jam dalam satu hari.

    1. Berolahraga dengan rutin

    Tubuh yang beraktivitas dengan rutin akan menjaga kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah tinggi, dan menjaga berat badan tubuh agar tetap ideal. Dengan menjaga tubuh tetap berjalan dengan sehat, maka sistem imun tubuh juga akan berjalan dengan baik. Disarankan untuk berolahraga aerobik selama 150 hingga 300 menit setiap minggunya dengan intensitas sedang untuk dewasa.

    1. Hindari merokok

    Sobat pasti sudah mengetahui efek merokok pada tubuh bukan? Merokok dapat menurunkan imun tubuh dengan berbagai cara. Kimia-kimia yang dihirup saat merokok merupakan racun dan radikal bebas yang merusak sistem imun tubuh. Selain itu, racun dan radikal bebas juga dapat merusak sistem pembuluh darah, sistem pernapasan, dan lainnya dalam tubuh sehingga fungsi tubuh tidak dapat berjalan dengan normal. Ini juga pada akhirnya mengakibatkan sistem imun tubuh Sobat tidak efektif dalam melawan infeksi.

    Sekarang Sobat sudah mengetahui beberapa cara untuk meningkatkan imun tubuh. Tidak sulit bukan untuk melakukan hal tersebut? Menjaga sistem imun tubuh Sobat tidak hanya membantu dalam melawan virus Corona, tapi juga dari berbagai penyakit menular lainnya. Jangan lupa untuk menerapkan hal tersebut untuk Sobat, keluarga dan teman agar dapat terhindar dari infeksi virus Corona dan juga penyakit menular lain.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr. Jonathan Christopher

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-nCoV/summary.html
    2. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.who.int/health-topics/coronavirus
    3. Novel Coronavirus (2019-nCoV) situation reports [Internet]. Who.int. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports/
    4. del Rio C, Malani P. 2019 Novel Coronavirus—Important Information for Clinicians. JAMA. 2020;.
    5. Q&A on coronaviruses (COVID-19) [Internet]. Who.int. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
    6. Publishing H. How to boost your immune system – Harvard Health [Internet]. Harvard Health. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/how-to-boost-your-immune-system
    7. 8 tips for healthy eating [Internet]. nhs.uk. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: nhs(dot)uk/live-well/eat-well/eight-tips-for-healthy-eating/
    8. The Water in You: Water and the Human Body [Internet]. Usgs.gov. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.usgs.gov/special-topic/water-science-school/science/water-you-water-and-human-body?qt-science_center_objects=0#qt-science_center_objects
    9. Physical Activity Guidelines for Americans [Internet]. HHS.gov. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.hhs.gov/fitness/be-active/physical-activity-guidelines-for-americans/index.html
    Read More
  • Batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam, dan nyeri kepala, pasti pernah dirasakan oleh Sobat, gejala yang disebutkan tadi bisa jadi beberapa gejala dari penyakit influenza. Penyakit influenza memang sudah tidak lazim didengar, sering juga disebut sebagai penyakit flu, yaitu suatu penyakit yang menyerang sistem pernafasan, disebabkan oleh virus influenza dan bersifat mudah menular. Penularan terjadi melalui […]

    Kenali Pentingnya Vaksin Influenza

    Batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam, dan nyeri kepala, pasti pernah dirasakan oleh Sobat, gejala yang disebutkan tadi bisa jadi beberapa gejala dari penyakit influenza. Penyakit influenza memang sudah tidak lazim didengar, sering juga disebut sebagai penyakit flu, yaitu suatu penyakit yang menyerang sistem pernafasan, disebabkan oleh virus influenza dan bersifat mudah menular. Penularan terjadi melalui percikan air liur jarak dekat baik dari udara maupun kontak dengan bekas percikaan penderita saat batuk atau bersin.

    Gejala yang ditimbulkan bisa ringan hingga berat, sehingga ada kasus yang mungkin membutuhkan rawat inap di rumah sakit, bahkan ada juga yang dapat menyebabkan kematian. Gejala yang berat seringkali akibat adanya komplikasi dari penyakit ini, risiko komplikasi pada penyakit influenza meningkat pada penderita dengan usia lebih dari 65 tahun, anak di bawah 5 tahun serta seseorang dengan kondisi medis tertentu sebelumnya. Angka kejadian penyakit ini paling sering ditemukan pada anak usia sekolah, sekitar 5-18 tahun namun sangat jarang menimbulkan gejala yang berat.

    Vaksin influenza merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah terjadinya penyakit flu. Vaksin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia dengan cara memasukan virus ke dalam tubuh. Virus yang dimasukan ini sudah diinaktivasi atau dilemahkan terlebih dahulu sehingga tidak akan membahayakan lagi. Saat sistem kekebalan tubuh sudah mengenal jenis virus tersebut, maka ketika ada virus sebenarnya yang menyerang tubuh, akan lebih mudah bagi tubuh kita untuk segera melawannya. Terdapat dua jenis vaksin influenza yaitu vaksin trivalen dan vaksin quadrivalen. Vaksin trivalent berfungsi untuk melindungi dari dua jenis virus influenza tipe A, H1N1 dan H3N2, serta satu virus influenza tipe B. Bedanya, vaksin quadrivalen dilengkapi oleh dua jenis virus influenza tipe B.

    Pemberian vaksin influenza sebaiknya diulang setiap setahun sekali, karena virus influenza mudah untuk bermutasi, sehingga isi dari vaksin pun akan berbeda setiap tahunnya, hal ini ditentukan oleh pertimbangan para ahli yang dapat memprediksi jenis virus influenza apa saja yang akan menyebabkan penyakit paling banyak pada tahun itu. Vaksinasi bisa dilakukan kapan saja namun dianjurkan sebelum terjadinya puncak tertinggi angka kejadian kasus influenza, sehingga biasanya diberikan pada akhir bulan Oktober. Untuk anak yang berusia 6 bulan hingga 8 tahun yang belum pernah mendapatkan vaksin influenza memerlukan 2 dosis yang diberikan dalam jarak 4 minggu, diulang dengan dosis yang sama.

    Vaksin dapat diberikan pada semua orang berusia lebih dari 6 bulan, terutama pada:

    • Anak berusia 6 bulan hingga 4 tahun,
    • Seseorang berusia lebih dari 50 tahun,
    • Seseorang dengan penyakit kronis paru-paru (termasuk asma), jantung (selain hipertensi), ginjal, hati, saraf, darah, dan kelaianan metabolik seperti diabetes,
    • Seseorang dengan kondisi imunokompromais seperti pengidap HIV/AIDS,
    • Wanita yang sedang atau akan hamil pada puncak musim influenza,
    • Seseorang dengan obesitas berat (BMI >40 kg/m2)
    • Petugas kesehatan yang memiliki kontak dengan penderita influenza.

    Sedangkan pemberiannya harus berhati-hati pada seseorang yang sedang sakit, baik dengan atau tanpa demam, memiliki riwayat mengalami sindrom Guillain-Barre dalam 6 minggu sebelumnya, riwayat asma, dan alergi telur karena telur merupakan salah satu komponen dari vaksin influenza.

    Vaksin influenza memiliki angka keefektifan yang cukup tinggi yaitu dapat mengurangi 60% angka kejadian kasus pada orang yang dibawah 65 tahun, dapat menurunkan 50-60% angka rawat inap pada orang lanjut usia, serta 80% efektif untuk mencegah terjadinya kematian pada orang lanjut usia.

    Sekilas memang gejala Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19) yang menjadi pandemik baru-baru ini sangat mirip dengan influenza, yaitu batuk, pilek, demam, dan nyeri kepala, namun jenis virus penyebab kedua penyakit ini berbeda. Vaksin influenza hanya efektif untuk mengurangi angka kejadian kasus batuk pilek yang disebabkan oleh berbagai jenis virus influenza, namun tidak efektif untuk batuk pilek yang disebabkan oleh COVID-19. Vaksin untuk COVID-19 sendiri saat ini belum ada, masih dalam proses pembuatan oleh para ahli. Cara paling efektif untuk menjaga diri Sobat dan orang sekitar dari COVID-19 adalah dengan rajin mencuci tangan, batuk pada bagian dalam siku Sobat, serta menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang yang sedang batuk atau bersin.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr. Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. About Flu | CDC [Internet]. 2020 [cited 2020 Mar 3]. Available from: cdc(dot)gov/flu/about/index.html
    2. Hamborsky J, Kroger A, Wolfe C. Epidemiology and Prevention of Vaccine-preventable Diseases. Centers for Disease Control and Prevention; 2015. 376 p.
    3. CDC. Children & Influenza (Flu) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2019 [cited 2020 Mar 3]. Available from: cdc(dot)gov/flu/highrisk/children.htm
    4. ACIP. Prevention and Control of Seasonal Influenza with Vaccines: Recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). CDC; 2019.
    5. Influenza (Seasonal) [Internet]. [cited 2020 Mar 3]. Available from: who(dot)int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)
    6. CDC. Who Should and Who Should NOT Get Vaccinated [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2019 [cited 2020 Mar 3]. Available from: cdc(dot)gov/flu/prevent/whoshouldvax.htm
    7. Q&A on coronaviruses (COVID-19) [Internet]. [cited 2020 Mar 4]. Available from: who(dot)int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
    Read More
  • Pada tanggal 31 Desember 2019, Tiongkok melaporkan kasus pneumonia misterius yang tidak diketahui penyebabnya. Hanya dalam waktu 3 hari, pasien dengan kasus tersebut bertambah menjadi 44 pasien dan terus bertambah sampai saat ini menjadi ribuan dengan kasus kematian akibat infeksi virus ini mencapai ribuan. Pada awalnya, menurut data epidemiologi, menunjukkan 66% pasien berkaitan dengan pasar […]

    Vitamin C, Wajibkah Dikonsumsi agar Tidak Terserang Corona?

    Pada tanggal 31 Desember 2019, Tiongkok melaporkan kasus pneumonia misterius yang tidak diketahui penyebabnya. Hanya dalam waktu 3 hari, pasien dengan kasus tersebut bertambah menjadi 44 pasien dan terus bertambah sampai saat ini menjadi ribuan dengan kasus kematian akibat infeksi virus ini mencapai ribuan. Pada awalnya, menurut data epidemiologi, menunjukkan 66% pasien berkaitan dengan pasar seafood di Wuhan provinsi Hubei Tiongkok. Sampel dari pasien yang menunjukkan adanya infeksi virus Corona tipe baru yaitu 2019-nCoV. Pada tanggal 11 Febuari 2020, Badan Kesehatan Dunia yaitu WHO (World Health Organization) memberi nama virus tersebut  Severa acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dan nama penyakitnya Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

    Menurut data dunia saat ini, masih ada kasus aktif Corona virus sebanyak 39.651 kasus aktif. Dengan gejala ringan sebanyak 82% kasus (32.553 kasus) dan sebanyak 18% (7.098) kasus dengan menunjukkan gejala berat sampai kritis. Sedangkan sebanyak 48.162 kasus berhasil sembuh total dan sebanyak 3.119 kasus berakhir dengan kematian. Kasus infeksi virus Corona tersebar dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia yang pada tanggal 2 Maret 2020 lalu ditemukan kasus baru terinfeksi virus korona sebanyak 2 kasus.

    Baca Juga: Vitamin Untuk Kamu yang Suka Begadang

    Cara penularan terutama menginfeksi dewasa atau anak usia lebih tua, dengan gejala yang ringan seperti common cold dan faringitis sampai gejala lebih berat seperti SARS atau MERS serta beberapa tipe virus Corona lainnya dapat menyebabkan diare. Sama seperti infeksi virus lainnya, infeksi virus Corona sangat dipengaruhi oleh sistem imun atau daya tahan tubuh, begitu juga tatalaksananya yaitu pemberian obat sesuai gejala serta meningkatkan daya tahan tubuh. Apabila daya tahan tubuh sedang rendah, sedang melakukan perjalanan yang membuat sistem imun turun, serta keadaan cuaca (pada musim dingin atau semi) dapat meningkatkan penularan infeksi virus Corona.

    Karena pada dasarnya  infeksi virus Corona sama seperti infeksi virus pada umumnya yang membutuhkan daya tahan tubuh, maka salah satu pencegahan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan daya tahan tubuh. Salah satunya dengan mengonsumsi vitamin C. Apakah benar vitamin C dapat meningkatkan daya tahan tubuh?

    Dari berbagai penelitian, disebutkan bahwa vitamin C terbukti dapat meningkatkan sistem imun dengan meningkatkan pertahanan tubuh seperti neutrofil (sel tubuh yang melawan kuman patogen seperti virus), meningkatkan antioksidan tubuh, serta meningkatkan sel T (T-cell) yang berfungsi sebagai penangkal kuman patogen di dalam tubuh. Sehingga, fungsi vitamin C dapat sebagai pencegah dan terapi pasien dengan infeksi saluran napas dan infeksi sistemik.

    Baca Juga: 5 Vitamin Penambah Stamina yang Harus Dicoba

    Penelitian lainnya menyebutkan bahwa mengonsumsi vitamin C sebanyak 200 mg setiap hari akan menurunkan risiko flu, serta menurunkan durasi terkena flu pada 8% dewasa dan 14% anak-anak. Dosis vitamin C yang diperlukan pada dewasa yang sehat hanya sebanyak 90 mg untuk laki-laki dan 75 mg pada perempuan per harinya. Apabila dosis vitamin C yang dikonsumsi melebihi 2000 mg, maka akan timbul berbagai efek samping seperti mual, muntah, nyeri perut dna diare. Vitamin C didapatkan dari berbagai makanan sehari-hari seperti strawberry, jeruk dan tomat.

    Selain vitamin C, ada beberapa cara yang dapat Sobat lakukan untuk menghindari diri dari penularan infeksi virus corona, antara lain:

    Gambar 1. Pencegahan lain infeksi Corona virus

    1. Meningkatkan daya tahan tubuh (mengonsumsi makanan yang sehat seperti buah dan sayur, suplemen vitamin C, tidur cukup minimal 6 jam per hari, olahraga setiap hari minimal 30 menit).
    2. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau alkohol minimal 60% atau hand sanitizer.
    3. Menutup hidung dan mulut ketika bersin dan batuk.
    4. Membersihkan benda yang sering dipegang setiap hari seperti handphone, komputer serta gagang pintu.
    5. Tetap tinggal di rumah apabila sedang sakit untuk mencegah penularan ke orang sekitar.
    6. Menggunakan masker medis sesuai standar apabila sedang flu.
    7. Hindari kontak dengan pasien yang terinfeksi.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: Jesica Chintia Dewi

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Burhan E, Isbaniah F, Dwi Susanto A, Yoga Aditama T. Pneumonia COVID-19 Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. 1st ed. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI); 2020.
    2. [Internet]. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: worldometers(dot)info/coronavirus/
    3. AC C, S M. Vitamin C and Immune Function. NCBI [Internet]. 2017 [cited 3 March 2020];017 Nov 3;9(11). Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29099763
    4. Can vitamin C prevent a cold? [Internet]. Harvard Health Publishing. 2017 [cited 3 March 2020]. Available from: health.harvard.edu/cold-and-flu/can-vitamin-c-prevent-a-cold
    5. Sparks H. Health gurus advise lethal vitamin doses to fight coronavirus [Internet]. Nypost.com. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: nypost(dot)com/2020/02/27/phony-health-gurus-are-advising-deadly-vitamin-doses-to-fight-coronavirus/

    Daftar Pustaka Gambar

    Gambar 1 diunduh dari website klikpdpi(dot)com pada tanggal 3 maret 2020.

    Read More
  • Sobat, akibat maraknya penyebaran virus Corona di dunia maka masyarakat sekarang ini dibuat panik. Menurut data dunia saat ini, masih ada Corona virus sebanyak 39.651 kasus aktif. Dengan gejala ringan sebanyak 82% kasus (32.553 kasus) dan sebanyak 18% (7.098) kasus dengan menunjukkan gejala berat sampai kritis. Sedangkan sebanyak 48.162 kasus berhasil sembuh total dan sebanyak […]

    Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker?

    Sobat, akibat maraknya penyebaran virus Corona di dunia maka masyarakat sekarang ini dibuat panik. Menurut data dunia saat ini, masih ada Corona virus sebanyak 39.651 kasus aktif. Dengan gejala ringan sebanyak 82% kasus (32.553 kasus) dan sebanyak 18% (7.098) kasus dengan menunjukkan gejala berat sampai kritis. Sedangkan sebanyak 48.162 kasus berhasil sembuh total dan sebanyak 3.119 kasus berakhir dengan kematian. Kasus infeksi virus Corona tersebar dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia yang baru-baru ini ditemukan kasus baru terinfeksi virus korona sebanyak 2 kasus.

    Dengan terdeteksinya kasus baru di Indonesia, tentu saja membuat masyarakat Indonesia berbondong-bondong memborong masker, anti septik dan berbagai jenis alat pelindung tubuh untuk menangkal terjangkitnya virus Corona. Sehingga, harga masker dan antiseptik mendadak membludak naik dan sulit dicari. Namun, apakah sebenarnya kita membutuhkan menggunakan masker? Lalu, kapan sebaiknya kita benar-benar harus menggunakan masker?

    Sebelum kita membahas kapan sebaiknya menggunakan masker, kita perlu memahami cara penyebaran dari beberapa virus atau patogen dapat menular melalui kontak dekat, lingkungan atau benda yang terkontaminasi virus, droplet saluran napas, liur dan partikel airborne. Droplet merupakan partikel berisi air (misalnya, air yang keluar saat kita bersin) dengan diameter >5um. Droplet dapat melewati sampai jarak tertentu, biasanya 1 meter ke permukaan mukosa yang rentan (seseorang dengan daya tahan tubuh yang rendah). Partikel droplet terbilang cukup besar sehingga tidak akan bertahan atau mengendap di udara dalam beberapa waktu yang lama.

    Produksi droplet berasal dari saluran napas diantaranya batuk, bersin atau berbicara serta saat pasien melakukan tindakan invasif prosedur respirasi sputum atau bronkoskopi dan insersi tuba trakea. Sedangkan partikel airborne merupakan partikel dengan ukuran <5um yang dapat menyebar dengan jarak jauh dan masih sangat infeksius. Patogen airborne menyebar  melalui kontak. Kontak langsung merupakan penyebaran virus secara langsung melalui kulit, mukosa, darah, cairan darah yang masuk ke dalam membran mukosa atau kulit yang rusak atau luka.

    Baca Juga: 12 Cara Mencegah Hepatitis B

    Prinsip pencegahan dan strategi penyebaran virus Corona secara umum masih belum dapat dilakukan dengan cara vaksinasi, karena belum ditemukan vaksinasi virus COVID-19. Cara terbaik menghindari tertularnya infeksi virus Corona adalah dengan cara menghindari paparan yaitu dengan cara:

    • Cuci tangan dengan sabun setidaknya 20 detik. Gunakan hand sanitizer berbasis alkohol setidaknya mengandung alkohol 60% apabila air dan sabun tidak tersedia.
    • Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
    • Hindari kontak dengan orang yang sakit.
    • Saat Sobat sedang sakit, gunakan masker medis, dan tetap tinggal di rumah saat sakit dan hindari aktivitas di luar rumah.
    • Tutup mulut saat batuk dan bersin dengan tisu, serta buang tisu di tempat sampah.
    • Bersihkan dan lakukan desinfeksi secara rutin permukaan benda yang sering Sobat sentuh, misalnya handphone, gagang pintu dan komputer.

    Gambar 1. Bagian Masker

    Menggunakan masker medis merupakan salah satu cara pencegahan penularan infeksi virus Corona, namun penggunaan masker saja tentunya tidak cukup untuk melindungi seseorang dari infeksi virus COVID-19, harus disertai dengan usaha lainnya seperti meningkatkan daya tahan tubuh, mencuci tangan dengan sabun dan alkohol.

    Penggunaan masker medis tidak sesuai indikasi sangat tidak diperlukan, yang memerlukan masker adalah orang yang sedang sakit serta tenaga medis yang berinteraksi sering dengan pasien yang terpapar virus Corona. Selain menambah beban ekonomi, penggunaan masker yang salah dapat mengurangi keefektivitasannya dan  dapat membuat masyarakat awam mengabaikan pentingnya usaha pencegahan lainnya yang sama seperti higienitas tangan dan perilaku hidup sehat.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Seputar HIV Aids

    Berikut ini cara penggunaan masker medis yang tepat dan sesuai:

    1. Gunakan masker dengan menutupi mulut dan hidung, kemudian rekatkan dengan baik untuk mencegah celah antara masker dengan wajah.

    Gambar 2: Cara menggunakan  masker wajah

    1. Saat digunakan hindari menyentuh bagian depan masker.
    2. Lepas masker dengan teknik yang benar (jangan menyentuh bagian depan masker (sentuh bagian dalam masker yang tidak berwarna atau bagian tali masker).
    3. Segera cuci tangan setelah melepas masker.
    4. Gunakan masker baru dan kering, segera ganti masker apabila sudah terasa basah atau lembap.
    5. Hindari menggunakan masker bergantian dengan orang lain.
    6. Jangan menggunakan masker yang telah digunakan sebelumnya.
    7. Buang masker ke tempat sampah medis.
    8. Masker pakaian seperti katun tidak direkomendasikan karena virus masih dapat masuk.

    Semoga Sobat dapat lebih bijaksana dalam menggunakan masker medis, dan jangan lupa meningkatkan daya tahan tubuh serta cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr. Jesica Chintia Dewi

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Burhan E, Isbaniah F, Dwi Susanto A, Yoga Aditama T. Pneumonia COVID-19 Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. 1st ed. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI); 2020.
    2. Isbaniah, dr, Sp.P F, Dwi Saputro, dr, Sp.A D, Agustina Sitompul, dr, Sp.P P, Manalu, dr, Sp.An, KIC R, Setyawati, Dr,dr,, MBiomed V. Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV). 1st ed. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI, Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P); 2020.
    3. [Internet]. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: worldometers(dot)info/coronavirus/
    4. When and how to use masks [Internet]. Who.int. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: who(dot)int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks
    5. O’kane C, Lynch Baldwin S. Should you wear a face mask to protect against coronavirus? [Internet]. Cbsnews(dot)com. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: cbsnews(dot)com/news/coronavirus-face-mask-symptoms-prevent-protect/

     

    Daftar Pustaka Gambar

    Gambar 1 dan 2 diunduh dari website doctorxdentist(dot)com/surgical-masks-vs-n-95-respirators-shield-against-wuhan-virus-part-1 pada tanggal 3 Maret 2020.

    Read More
  • “Cuci tangan dulu sebelum makan!” Nasihat seperti ini pasti sudah Sobat dengar sejak kecil. Yup, menjaga kesehatan diri sendiri tentu harus dimulai dari hal sederhana. Bahkan kini urusan membersihkan tangan bisa dilakukan dengan pertolongan darurat yaitu hand sanitizer. Benda penyelamat ini bisa jadi alternatif bahkan praktis dibawa kemana-mana. Lantas, pertanyaannya, apa sajakah plus minus jika kita […]

    Plus Minus Cuci Tangan dengan Air VS Hand Sanitizer

    “Cuci tangan dulu sebelum makan!” Nasihat seperti ini pasti sudah Sobat dengar sejak kecil. Yup, menjaga kesehatan diri sendiri tentu harus dimulai dari hal sederhana. Bahkan kini urusan membersihkan tangan bisa dilakukan dengan pertolongan darurat yaitu hand sanitizer. Benda penyelamat ini bisa jadi alternatif bahkan praktis dibawa kemana-mana.

    Lantas, pertanyaannya, apa sajakah plus minus jika kita mencuci tangan dengan air + sabun dibandingkan hand sanitizer?

    Banyak para ahli berpendapat mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun tetap lebih baik daripada hand sanitizer. Tentu saja air dan sabun lebih mampu menghilangkan kotoran dan kuman, apalagi ketika tangan memang terlihat kotor dan berminyak.

    Apa Saja Kandungan Hand Sanitizer?

    Hand sanitizer terdiri dari alkohol, contohnya etanol, sebagai zat aktif yang bekerja sebagai antiseptik. Kandungan lainnya yakni air, pewangi, gliserin. Hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol pada umumnya dapat mencegah mayoritas bakteri dan virus, terutama penyebab flu dan batuk. Namun menurut Infectious Diseases Society of America, hand sanitizer tidak bisa mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri C difficile yang memicu radang di usus besar.

    Tapi ada beberapa produk gel pembersih tangan yang mengklaim bebas alkohol menggantinya dengan komponen antibiotik yang disebut dengan triclosan atau triclocarban. Bahan ini umumnya juga ada dalam pasta gigi dan sabun.

    Risiko Keseringan Menggunakan Hand Sanitizer

    Segala sesuatu yang berlebihan biasanya punya efek yang kurang baik!”. Rupanya hal ini juga berlaku pada hand sanitizer. Pemakaian hand sanitizer terlalu sering memiliki risiko tertentu.

    1. Kebal Antibiotik

    Antibiotik efektif untuk melawan bakteri. Tapi kandungan triclosan dalam gel pembersih tangan yang berfungsi sebagai antibakteri ini dipercaya pakar medis berperan besar membuat bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik.

    2. Kekebalan Tubuh Menurun

    Keseringan memakai hand sanitizer yang mengandung triclosan atau triclocarban dapat menurunkan kekebalan tubuh Sobat dari penyakit dengan membunuh bakteri baik dalam tubuh untuk memerangi bakteri jahat. Bila kekebalan tubuh melemah, maka tubuh akan lebih mudah terserang infeksi.

    Penggunaan dalam jangka panjang berisiko menyebabkan gangguan pada fungsi otot kerangka dan jantung. Terlebih lagi, efek penggunaan gel pembersih tangan yang mengandung triclosan atau triclocarban memang tidak akan langsung terasa. Biasanya penggunaan rutin dalam jangka waktu 3-5 tahun, baru akan mengakibatkan kulit kering dan sensitif.

    3. Kandungan Bahan Kimia Berbahaya

    Pewangi dari gel pembersih tangan diperoleh dari senyawa kimia sintetis yang disebut phtalate. Nah, phtalates ini terkait dengan berbagai gangguan kesehatan seperti penurunan motilitas (gerak) dan konsentrasi (jumlah) sperma, alergi, asma.

    Gunakan Hand Sanitizer Saat Darurat
    Gel pembersih tangan memang praktis dibawa. Namun, tetap saja disarankan hanya digunakan saat memang tidak tersedia air dan sabun untuk mencuci tangan. Ditegaskan oleh American Cleaning Institute, hand sanitizer hanyalah suplemen, bukan untuk menggantikan fungsi cuci tangan dengan sabun. Bahkan untuk beberapa virus penyebab wabah flu seperti Norovirus, mencuci tangan dengan air dan sabun, tetap sangat dianjurkan sebagai pencegahan utama, terutama setelah menggunakan toilet, mengganti popok bayi, sebelum makan, dan menyiapkan makanan.

    Pentingnya Waktu 20-30 Detik!

    Sebenarnya hal yang perlu jadi catatan Sobat adalah cara dan waktu dalam membersihkan tangan. Cara yang tepat untuk membersihkan tangan ialah dengan membasuh seluruh permukaan tangan dan punggung tangan selama 20-30 detik menggunakan sabun dan air.

    Sedangkan jika menggunakan hand sanitizer, Sobat bisa menggunakan sekitar satu atau dua tetes, lalu gosok kedua tangan, di bagian punggung dan telapak, antara jari-jari serta kuku, sampai tangan kering. Jangan lupa membersihkan juga sela-sela jari dan bawah kuku ya, Sobat, karena itulah tempat yang paling banyak menyembunyikan bakteri.

    Nah, jika Sobat membutuhkan informasi maupun produk kesehatan, coba akses www.prosehat.com atau instal aplikasi ProSehat. Keterangan lebih lanjut, bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga! Salam Sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja