Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 51–60 of 908 results

  • Pemerintah sepertinya akan memutuskan mengurangi liburan akhir tahun 2020 yang masuk dalam cuti bersama akhir tahun ini. Hal ini dilakukan karena adanya kasus penambahan penderita Covid-19 ketika liburan panjang diadakan berdasarkan momen-momen mulai dari Idul Fitri, Idul Adha, Hari Kemerdekaan, hingga terakhir Maulid Nabi SAW. Adanya penambahan kasus ini dikarenakan banyak tempat wisata yang abai dan […]

    Perubahan Liburan Akhir Tahun 2020 Akibat Covid-19

    Pemerintah sepertinya akan memutuskan mengurangi liburan akhir tahun 2020 yang masuk dalam cuti bersama akhir tahun ini. Hal ini dilakukan karena adanya kasus penambahan penderita Covid-19 ketika liburan panjang diadakan berdasarkan momen-momen mulai dari Idul Fitri, Idul Adha, Hari Kemerdekaan, hingga terakhir Maulid Nabi SAW. Adanya penambahan kasus ini dikarenakan banyak tempat wisata yang abai dan tidak melaksanakan protokol-protokol kesehatan yang dianjurkan sehingga tercipta banyak kerumunan yang menjadi tempat penyebaran virus.

    liburan akhir tahun 2020

     

    Baca Juga: Sebelum Cuti Bersama Akhir Tahun 2020, Perkuat Imunitas Tubuh

    Pengurangan liburan akhir tahun 2020 itu sendiri diumumkan oleh Presiden Joko Widodo setelah menerima laporan pertambahan kasus dari Satgas Covid-19. Hal itu ia ungkapkan dalam rapat terbatas yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 23 November 2020. Libur yang kemungkinan dikurangi adalah yang berkaitan dengan libur Idul Fitri yang digeser pada akhir Desember karena Covid-19. Berdasarkan SKB 3 Menteri yang ditanda tangani dan dikeluarkan pada 4 September 2020, libur Idul Fitri digeser ke tanggal 28-31 Desember 2020 dari sebelumnya 26-29 Mei 2020. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator dan Pembangunan Manusia, Muhadjir Effendy, juga dalam rapat terbatas tersebut. Belum diketahui secara pasti hingga sekarang berapa jumlah hari yang akan dikurangi dalam liburan akhir tahun 2020 ini.

    Berkaitan dengan jumlah kasus yang meningkat karena penerapan 4 kali long weekend dari Juli hingga Oktober, seperti dilansir dari Tirto.id, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah, pada 3 November 2020 mengatakan bahwa selama libur panjang akhir pekan terdapat 602.372 orang yang ditegur di tempat wisata karena tidak mematuhi protokol kesehatan, terutama dalam mengenakan masker yang mengalami penurunan.

    Baca Juga: Libur Panjang, Hati-hati Penyakit Mengintai

    Meskipun demikian Satgas Covid-19 masih melihat pada perkembangan yang terjadi di lapangan. Apabila tidak ada penambahan kasus, liburan akhir tahun bisa tetap sesuai dengan jadwal yang semula. Namun jika terdapat penambahan, liburan disarankan dikurangi atau ditiadakan sama sekali. Dalam hal ini, Satgas Covid-19 melalui juru bicara Profesor Wiku Adisasmito menyerahkan keputusan seluruhnya pada pemerintah.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Travelling

    Nah, Sahabat Sehat, jika liburan akhir tahun 2020 dikurangi hari atau ditiadakan sama sekali, sebaiknya Soahabat diimbau jangan berlibur keluar rumah atau mudik, dan sebaiknya di rumah saja supaya meminimalkan penyebaran virus. Sahabat bisa menggantinya dengan kegiatan staycation. Namun apabila liburan tetap ada, supaya Sahabat Sehat selalu sehat dan terhindar dari penyakit terutama penyakit flu yang mempunyai kemiripan dengan Covid-19, Sahabat bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dharmastuti H. Arahan Terbaru Jokowi Agar Libur Akhir Tahun Dikurangi [Internet]. detiknews. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5267254/arahan-terbaru-jokowi-agar-libur-akhir-tahun-dikurangi?single=1
    2. Taher A. Jokowi Minta Libur Panjang Akhir Tahun Dikurangi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://tirto.id/jokowi-minta-libur-panjang-akhir-tahun-dikurangi-f7iC
    3. Jokowi Putuskan Libur Akhir Tahun Dikurangi : Okezone Economy [Internet]. https://economy.okezone.com/. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314389/jokowi-putuskan-libur-akhir-tahun-dikurangi
    Read More
  • Amankah sebenarnya memakai transportasi umum selama pandemi? Pertanyaan ini akan selalu ada dari Sobat Sehat yang mungkin sampai hari ini masih belum mau lagi atau ragu menggunakan transportasi umum sejak Covid-19 melanda Indonesia. Hal ini disebabkan sifat virus tersebut yang mampu menular dengan mudah terutama di kerumunan, dan transportasi umum termasuk di antaranya. Di transportasi […]

    Tips Aman Menggunakan Transportasi Umum Selama Pandemi

    Amankah sebenarnya memakai transportasi umum selama pandemi? Pertanyaan ini akan selalu ada dari Sobat Sehat yang mungkin sampai hari ini masih belum mau lagi atau ragu menggunakan transportasi umum sejak Covid-19 melanda Indonesia. Hal ini disebabkan sifat virus tersebut yang mampu menular dengan mudah terutama di kerumunan, dan transportasi umum termasuk di antaranya. Di transportasi inilah terkadang kita tidak mengetahui orang yang menaikinya terkena virus atau tidak sama sekali. Pada akhirnya, ada Sobat yang memilih menggunakan kendaraan pribadi atau memilih bekerja dari rumah supaya aman.1

    transportasi umum selama pandemi

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Namun, bagaimana untuk mereka yang tetap harus bekerja dari kantor dan tidak mempunyai kendaraan pribadi? Tentu saja harus menggunakan transportasi umum sebagai satu-satunya jalan. Dalam hal ini pun pemerintah sudah mengupayakan beberapa hal, seperti menerapkan protokol kesehatan untuk ketersediaan layanan, mulai dari tempat pemberangkatan, baik selama perjalanan maupun di tempat kedatangan, dan melakukan integrasi antarmoda yang cepat sehingga membuat penumpang tidak perlu berlama-lama menunggu dan berpindah dari satu moda ke moda lainnya.1

    Untuk Sobat Sehat yang harus menggunakan transportasi umum, Sobat bisa melakukan beberapa tips di bawah ini supaya aman dan nyaman menggunakan transportasi umum yang ada.

    Tips Aman Menggunakan Transportasi Umum

    Pastikan Tubuh dalam Keadaan Sehat

    Tips pertama adalah tubuh harus selalu dalam keadaan sehat. Tubuh sehat yang didukung imun tubuh yang kuat merupakan kunci untuk bisa menangkal penyakit, termasuk Covid-19. Apabila Sobat mengalami gejala seperti demam, batuk, pusing, dan mual sebaiknya jangan menggunakan transportasi umum dan tetap di rumah.2

    Menggunakan Masker

    Penggunaan masker menjadi hal paling penting dalam menggunakan transportasi umum di masa pandemi. Hingga saat ini, masker bisa dibilang merupakan cara paling efektif untuk menangkal virus yang berasal dari droplet. Namun, gunakanlah masker medis atau kain, bukan masker buff atau scuba yang terbukti tidak efektif. Selain dengan masker, Sobat juga bisa menggunakan face shield, namun penggunaannya harus dengan masker karena face shield saja kenyataannya juga tidak terbukti efektif.2

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Mencuci Tangan atau Menggunakan Hand Sanitizer

    Mencuci tangan juga merupakan hal yang perlu dalam berkendara umum. Sobat bisa melakukannya sejak berangkat dari rumah atau di tempat-tempat transportasi umum, seperti di stasiun, bandara, dan terminal. Cucilah tangan dengan air yang mengalir selama 20 detik dengan sabun. Apabila di tempat-tempat tersebut tidak ada tempat cuci tangan, Sobat bisa menggunakan hand sanitizer yang praktis dibawa ke mana-mana.2

    Jangan Menyentuh Area Wajah

    Menyentuh area wajah yang terdapat mata, mulut, dan hidung akan mempermudah penyebaran virus, terutama setelah Sobat menyentuh permukaan benda-benda yang ada di transportasi umum tersebut.2

    Jangan Berbicara

    Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan transportasi umum selama pandemi adalah jangan berbicara secara langsung atau tidak lansung melalui telepon genggam. Hal ini karena dapat menyebabkan droplet-droplet kecil keluar dan bertahan di udara selama 15 menit atau virus dapat menempel pada permukaan telepon genggam selama 5 hari. Hal ini perlu, mengingat tentu Sobat tidak akan mengetahui kondisi orang yang sedang mengajak atau diajak bicara; apakah OTG atau bukan.3

     Jaga Jarak

    Hal ini penting dan perlu dilakukan sebab Covid-19 berpotensi menular pada jarak yang berdekatan. Karena itu, jaga jarak selama 1-2 meter itu perlu. Apabila tidak ada jaga jarak sama sekali, Sobat hendaknya tidak perlu khawatir. Usahakan tetap memakai masker dan face shield, menjaga kebersihan, serta kekebalan tubuh yang kuat.2

    Baca Juga: Social Distancing, Pentingnya Jaga Jarak 5 Langkah

     Gunakan Transportasi dengan Penumpang Terbatas

    Menggunakan transportasi dengan penumpang terbatas juga perlu dilakukan bagi Sobat yang ingin aman dalam menggunakan transportasi umum. Karena itu, pilihlah transportasi yang sepi dan tidak ramai. Jangan lupa catat jadwal kedatangan transportasi yang diinginkan tersebut.

    Produk Terkait: Layanan Rapid Test-PCR Swab

    Itulah tips menggunakan transportasi umum selama pandemi supaya Sobat aman dan nyaman jika harus menggunakan transportasi umum karena harus bekerja dari kantor. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai cara aman menggunakan transportasi umum saat Covid-19 dan produk-produk kesehatan yang berkaitan seperti PCR swab dan rapid test silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Anwar M. Corona Bikin Orang Takut Naik Angkutan Umum, Apa Solusinya? [Internet]. news. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20200805124230-4-177559/corona-bikin-orang-takut-naik-angkutan-umum-apa-solusinya
    2. Mediatama G. Kenapa kita dilarang ngobrol saat naik transportasi umum selama pandemi corona? [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/kenapa-kita-dilarang-ngobrol-saat-naik-transportasi-umum-selama-pandemi-corona
    3. 7 Tips Naik Transportasi Umum di Tengah Pandemi Corona [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/citizen6/read/4295922/7-tips-naik-transportasi-umum-di-tengah-pandemi-corona
    Read More
  • Peristiwa jantung berhenti saat berolahraga kembali terjadi. Kali ini menimpa mantan pesepak bola nasional, Ricky Yakobi, saat bermain sepak bola di Lapangan ABC, Senayan, pada hari Sabtu, 21 November 2020. Atlet yang pernah mengantar Indonesia meraih emas pada ajang sepak bola SEA Games 1987 itu terkena serangan jantung seusai mencetak gol dan berselebrasi yang mengakibatkan […]

    Yuk, Sobat Ketahui Sebab Jantung Berhenti Saat Berolahraga

    Peristiwa jantung berhenti saat berolahraga kembali terjadi. Kali ini menimpa mantan pesepak bola nasional, Ricky Yakobi, saat bermain sepak bola di Lapangan ABC, Senayan, pada hari Sabtu, 21 November 2020. Atlet yang pernah mengantar Indonesia meraih emas pada ajang sepak bola SEA Games 1987 itu terkena serangan jantung seusai mencetak gol dan berselebrasi yang mengakibatkan dirinya tiba-tiba pingsan dan tidak sadarkan diri. Setelah dibawa ke rumah sakit, nyawa mantan atlet nasional ini tidak tertolong.1

    jantung berhenti saat berolahraga

     

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

    Sebelum Ricky Yakobi, nasib yang sama juga menimpa Ki Seno Nugroho, dalang terkenal asal Yogyakarta, saat bersepeda pada 3 November 2020.2 Kejadian-kejadian ini tentu akan menimbulkan pertanyaan mengapa jantung bisa mendadak berhenti saat berolahraga. Padahal seperti kita ketahui, olahraga adalah aktivitas menyehatkan dan bermanfaat baik untuk jantung, salah satu organ vital pada tubuh manusia. Yuk, Sobat simak penyebab jantung berhenti mendadak saat berolahraga.

    Penyebab Jantung Berhenti

    Ada dua penyebab utama jantung berhenti mendadak saat melakukan aktivitas fisik. Penyebab pertama dikenal dengan sudden cardiac arrest atau SCA. Kondisi ini dapat terjadi pada individu berusia di bawah 35 tahun. SCA menyebabkan henti jantung mendadak karena adanya gangguan aliran listrik di jantung, sehingga jantung tidak dapat memompa darah dan sirkulasi darah dalam tubuh terhenti. Hal ini bisa terjadi karena adanya hipertrofi kardiomiopati, suatu penyakit genetik yang menyebabkan terjadinya penebalan tidak normal pada otot-otot jantung. Biasanya, kondisi ini jarang disadari karena tidak pernah ada keluhan sebelumnya.3

    Penyebab kedua adalah penyakit jantung koroner atau serangan jantung. Biasaya penyakit jantung koroner ini terjadi pada mereka yang berusia di atas 50 tahun. Serangan jantung dapat menyebabkan kematian otot jantung dan gangguan aliran listrik jantung. Ketika seseorang kerap berolahraga dengan intensitas tinggi, otot jantungnya akan menebal, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko kardiomiopati. Dengan adanya kelainan ini, saat melakukan olahraga yang bersifat kompetitif, seperti sepak bola, tenis, bulu tangkis atau lari maraton, jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah agar dapat memenuhi kebutuhan oksigen dan aliran listrik dapat terganggu.3

    Gejala Gangguan Jantung saat Berolahraga

    Nyeri dada

    Nyeri dada menjadi salah satu gejala utama gangguan jantung saat olahraga. Apabila Sobat merasakan keluhan ini, sebaiknya Sobat hentikan dulu aktivitas fisik dan jangan memaksakan diri untuk melanjutkannya. Segera carilah pertolongan medis apabila nyeri dada tak kunjung reda selama beberapa menit.4

    Baca Juga: Penyakit Jantung Pada Remaja, Penyebab Hingga Pencegahan

    Sesak Napas

    Sobat sering mengalami sesak napas saat berolahraga? Hal seperti ini juga tidak boleh dianggap remeh karena ternyata sesak napas termasuk gejala awal serangan jantung, bahkan bisa muncul sebelum adanya nyeri di dada.4

    Kepala Pusing

    Kepala pusing saat berolahraga sering terjadi saat kegiatan olahraga yang bersifat kompetitif dan memacu seseorang untuk berpikir agar bisa memenangkan olahraga tersebut. Akan tetapi, rupanya pusing ini juga bisa menjadi salah satu gejala penyakit yang lebih serius. Apabila Sobat mengalami keluhan ini, sebaiknya Sobat segera menghentikan olahraga yang sedang dilakukan.4

    Gangguan Irama Jantung

    Olahraga tertentu sering membuat jantung berdebar cukup kencang karena sensasi menegangkan yang ditimbulkan dari olahraga itu sendiri. Pada umumnya, hal ini merupakan kondisi yang normal, namun jika Sobat merasakan jantung berdebar dengan sensasi yang tidak seperti biasanya, kemungkinan gejala ini merupakan pertanda adanya masalah serius pada jantung. Jika Sobat mengalami sensasi berdebar-debar yang tidak biasa, segera cari pertolongan medis.4

    Ketidaknyamanan di Area Tubuh Lainnya

    Selain rasa tidak nyaman dan nyeri dada yang merupakan indikasi adanya masalah pada jantung, rasa tidak nyaman atau nyeri juga bisa menyebar ke area tubuh lainnya, seperti rasa sakit pada lengan, punggung, leher, rahang atau perut.4

    Berkeringat Dingin

    Berkeringat selama berolahraga adalah hal yang normal, namun jika Sobat mengalami keringat dingin disertai mual, maka gejala ini bisa menjadi salah satu gejala serangan jantung yang dapat menyebabkan jantung berhenti saat berolahraga.4

    Apa yang Harus Dilakukan?

    Sebelum berolahraga, pastikan apakah fasilitasi olahraga memiliki peralatan untuk kondisi gawat darurat saat terjadi henti jantung, seperti alat defibrilator otomatis atau automated external defibrillator (AED). Jangan lupa, pastikan ada petugas di tempat olahraga yang siaga dan menguasai peralatan tersebut. Selain petugas, Sobat sendiri diharapkan dapat mengetahui dan memahami tata cara melakukan bantuan hidup dasar yang merupakan tindakan pertolongan pertama saat seseorang mengalami henti jantung dan/atau henti napas. Bantuan ini terdiri dari tindakan resusitasi jantung paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR) berupa kompresi dada. Sebaiknya, sobat juga menguasai cara penggunaan alat-alat bantuan hidup dasar, yang tentunya berguna untuk membantu orang yang tidak sadarkan diri akibat serangan jantung. Jangan ragu untuk menanyakannya hal-hal ini kepada petugas di tempat olahraga.5

    Baca Juga: 5 Olahraga Terbaik untuk Kesehatan Jantung

    Selain itu, yang perlu dilakukan setiap orang adalah mengenali tubuhnya sendiri. Pertama, apakah memiliki riwayat penyakit jantung. Selain itu, perhatikan gaya hidup apakah sudah menjalankan gaya hidup yang sehat, seperti mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi, istirahat yang cukup, tidak meminum alkohol, serta mengonsumsi obat-obatan.5

    Produk Terkait: Panggil Dokter Jantung ke Rumah

    Itulah beberapa hal mengenai jantung berhenti saat berolahraga. Dengan mengetahui hal di atas, tentunya Sobat harus berolahraga secara bijak dan tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh sudah letih, sehingga dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, perlu ditekankan, peristiwa henti jantung ini seharusnya tidak membuat Sobat ingin berhenti atau tidak sama sekali berolahraga. Perlu diingat, bagaimanapun juga olahraga memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan dan dibutuhkan untuk membentuk imunitas tubuh yang kuat, terutama di masa pandemi ini. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai serangan jantung saat berolahraga dan penanganannya, serta produk-produk kesehatan yang berkaitan silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kronologi Ricky Yacobi Meninggal Dunia di Senayan [Internet]. bola.okezone.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://bola.okezone.com/read/2020/11/21/49/2313555/kronologi-ricky-yacobi-meninggal-dunia-di-senayan
    2. Sebelum Meninggal, Dalang Ki Seno Nugroho Merasakan Sakit Saat Bersepeda [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://regional.kompas.com/read/2020/11/04/09444391/sebelum-meninggal-dalang-ki-seno-nugroho-merasakan-sakit-saat-bersepeda?page=all
    3. Apa Benar Olahraga Bisa Memicu Henti Jantung? [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/04/04/095033220/apa-benar-olahraga-bisa-memicu-henti-jantung?page=all
    4. Kenali Tanda-tanda Awal Serangan Jantung saat Olahraga [Internet]. kumparan.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparansains/kenali-tanda-tanda-awal-serangan-jantung-saat-olahraga-1srf0WbqQ1e
    5. Mengapa serangan jantung terjadi saat olahraga [Internet]. Beritagar.id. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/mengapa-serangan-jantung-terjadi-saat-olahraga
    Read More
  • Penyakit tumor otak adalah adanya massa atau pertumbuhan sel secara tidak normal di otak. Jenis tumor otak banyak dan beberapa dapat bersifat jinak, lainnya bersifat ganas sehingga dapat menyebabkan kerusakan otak yang berakibat pada kematian. Tumor otak dibagi dua, yaitu tumor otak primer yang dimulai dari otak, dan tumor otak sekunder yang dimulai dari bagian tubuh yang lain lalu menyebar ke […]

    Penyakit Tumor Otak, dari Penyebab, Jenis, hingga Pencegahan

    Penyakit tumor otak adalah adanya massa atau pertumbuhan sel secara tidak normal di otak. Jenis tumor otak banyak dan beberapa dapat bersifat jinak, lainnya bersifat ganas sehingga dapat menyebabkan kerusakan otak yang berakibat pada kematian. Tumor otak dibagi dua, yaitu tumor otak primer yang dimulai dari otak, dan tumor otak sekunder yang dimulai dari bagian tubuh yang lain lalu menyebar ke otak. Pertumbuhan penyakit ini sangat bervariasi. Tingkat pertumbuhan serta lokasinya juga sangat mempengaruhi fungsi sistem saraf. Demikian juga pada pengobatannya.

    penyakit tumor otak

    Baca Juga: Kanker dan Tumor Itu Sama?

    Penyebab Terjadinya Penyakit

    Tumor otak primer dimulai ketika sel normal mengalami mutasi pada DNA. Mutasi ini memungkinkan sel untuk tumbuh dan membelah dengan kecepatan tinggi dan terus hidup ketika sel sehat akan mati. Dari sinilah kemudian tercipta massa sel abnormal yang membentuk tumor. Sedangkan pada tumor otak sekunder biasanya menyerang pada orang-orang yang memiliki riwayat kanker. Tumor otak jenis ini jauh lebih umum terjadi daripada tumor otak primer. Beberapa kanker yang dapat menyebar ke otak dan menyebabkan tumor otak sekunder adalah kanker payudara, kanker usus besar, kanker ginjal, kanker paru-paru, dan melanoma.

    Jenis-jenis Tumor Otak

    Jenis-jenis tumor otak biasanya ada pada tumor otak primer, dan terdapat lebih dari 100 jenis. Namun, tumor otak yang paling umum terjadi adalah sebagai berikut:

    Glioma

    Tumor ini berawal dari sel glial, yaitu sel yang membantu menjaga kesehatan saraf. Sel-sel ini yang paling sering menjadi ganas. Terdapat beberapa jenis glioma berdasarkan sel yang secara spesifik dijadikan sasaran. Astrositoma merupakan yang paling sering terjadi pada orang dewasa sedangkan glioblastoma adalah jenis tumor glial yang paling agresif.

    Meningioma

    Tumor otak jenis ini terbentuk di meninges, yaitu lapisan tipis jaringan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Tumor ini tidak ganas tetapi dapat menimbulkan permasalahan karena sifatnya yang menekan otak.

    Schwannoma

    Tumor ini merusak lapisan pelindung sel saraf dan tidak ganas tapi sering menyebabkan gangguan pendengaran atau masalah keseimbangan.

    Adenoma Hipofisis

    Tumor yang satu ini terbentuk di kelenjar pituari yang terdapat di dasar otak. Kelenjar ini mempunyai fungsi penting dalam memproduksi hormon. Adenoma hipofisis tidak ganas dan tumbuh dengan lambat.

    Gejala-gejala Penyakit

    Gejala penyakit tumor otak berbeda-beda sesuai dengan jenis tumor dan keberadaannya dalam tubuh. Hal ini karena area otak yang berbeda mengontrol berbagai fungsi tubuh sehingga letak tumor memengaruhi gejala yang didapat. Beberapa tumor tidak memiliki gejala hingga membesar tetapi dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Namun, ada beberapa tumor yang kemungkinan memiliki gejala yang berkembang perlahan.

    Baca Juga: 5 Perbedaan Tumor dan Kanker yang Perlu Sobat Ketahui

    Beberapa gejalanya adalah sebagai berikut:

    • Sakit kepala yang tidak kunjung membaik jika diobati dengan obat sakit kepala biasa, dan biasanya lebih sering terjadi dari biasanya
    • Kejang terutama pada orang yang tidak memiliki riwayat kejang
    • Perubahan dalam bicara atau pendengaran
    • Perubahan dalam penglihatan seperti penglihatan yang kabur
    • Masalah keseimbangan
    • Masalah saat berjalan
    • Mati rasa atau kesemutan di lengan atau kaki
    • Masalah dengan memori
    • Kepribadian yang berubah
    • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi
    • Kelemahan di salah satu bagian tubuh
    • Muntah tanpa mengalami mual di pagi hari

    Meskipun begitu, gejala yang terjadi tergantung pada situasi dan kondisi. Oleh karena itu, segra konsultasikan ke dokter mengenai gejala-gejala diatas.

    Selain gejala-gejala umum di atas juga terdapat gejala-gejala lain sebagai berikut:

    • keluarnya cairan dari puting susu atau galaktorea
    • kurangnya menstruasi pada wanita
    • perkembangan jaringan payudara pada pria, atau ginekomastia
    • pembesaran tangan dan kaki
    • kepekaan terhadap panas atau dingin
    • peningkatan jumlah rambut tubuh, atau hirsutisme
    • tekanan darah rendah
    • kegemukan

    Faktor Risiko Tumor

    Faktor-faktor risiko yang dapat memengaruhi meningkatnya penyakit ini adalah sebagai berikut:

    Sejarah Penyakit dalam Keluarga

    Hanya sekitar 5-10% tumor diturunkan secara genetik atau turun-temurun. Tumor otak merupakan penyakit yang tidak membawa sifat genetik. Setelah mengetahui siapa saja di keluarga yang pernah punya riwayat tumor otak hendaknya konsultasikan kepada dokter, dan dokter akan merekomendasikan seorang konselor genetik untuk membantu memahami informasi mengenai penyakit yang diderita secara genetik.

    Usia

    Usia merupakan faktor risiko seseorang dapat menderita tumor otak karena beberapa jenis tumor ini malah dapat meningkat seiring bertambahnya usia.

    Ras

    Faktor ras juga mempengaruhi, dan biasanya secara umum lebih sering terjadi pada orang Kaukasia daripada ras-ras lain seperti Mongoloid di Asia.

    Terpapar bahan kimia

    Risiko tumor otak juga terjadi karena terpapar bahan kimia yang memang mengandung zat-zat kimia yang dapat memengaruhi otak.

    Terpapar radiasi

    Radiasi yang diakibatkan oleh ledakan nuklir dapat meningkatkan faktor risiko tumor otak. Selain radiasi dari ledakan nuklir terapi kanker radiasi tinggi juga mempengaruhi karena dapat menghasilkan radiasi pengion, dan risikonya cukup tinggi.

    Tidak Pernah Terkena Cacar Air

    Menurut American Brain Tumor Association, orang dengan riwayat cacar air pada masa kanak-kanak memiliki risiko yang lebih rendah terkena tumor otak daripada yang tidak.

    Penanganan

    Penanganan pada penyakit tumor otak bergantung pada sejumlah faktor seperti jenis, lokasi, dan ukuran tumor, serta usia pasien dan kesehatan umum. Metode untuk orang dewasa dan anak-anak juga berbeda. Penanganan dapat melalui pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi.

    Operasi

    Tindakan ini adalah yang paling umum dilakukan untuk menangani sebagian besar tumor otak. Ahli bedah saraf akan membuat lubang di tengkorak supaya tumor dapat diangkat, dan dinamakan dengan kraniotomi. Dalam hal ini dokter akan berupaya semampunya mengangkat tumor yang ada. Namun, jika hanya sebagian yang mampu diangkat, pengobatan dilanjutkan  dengan terapi radiasi atau kemoterapi. Apabila tumor tidak dapat diangkat, dokter akan melakukan biopsi menggunakan jarum melalui CT scan dan MRI untuk menentukan lokasi tumor.

    Baca Juga: Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Terapi radiasi

    Penanganan kedua adalah melalui terapi radiasi atau radioterapi yang menggunakan sinar berkekuatan tinggi untuk merusak sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya. Biasanya terapi radiasi digunakan untuk menghancurkan tumor yang tidak dapat diangkat atau tidak memungkinkan dengan pembedahan. Terapi ini terdiri dari dua cara, yaitu eksternal dan implan. Selain dengan radiasi, penanganan juga menggunakan gamma knife atau pisau gamma, yaitu dengan teknik radiasi dosis tinggi tunggal yang focus dan tepat ke sasaran.

    Kemoterapi

    Kemoterapi adalah cara terakhir dalam penanganan tumor otak. Cara ini dilakukan dengan penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker atau tumor. Obat yang digunakan dapat satu atau kombinasi, dan diberikan dengan dikonsumsi langsung ke dalam mulut atau melalui suntikan ke pembuluh darah atau otot.

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Kemoterapi

    Pencegahan

    Pencegahan untuk menurunkan risiko terjadinya tumor otak tidak ada yang terlalu spesifik. Berikut  adalah tindakan yang secara umum dapat membantu mencegah terkena tumor:

    • Menjalani dan mempertahankan gaya hidup sehat
    • Istirahat yang cukup
    • Menjalankan diet seimbang
    • Masukkan makanan kaya antioksidan dalam setiap menu
    • Pertahankan berat badan optimal
    • Hindari makanan olahan
    • Tidak merokok sama sekali atau jika merokok usahakan berhenti
    • Jalani pemeriksaan medis sesuai rekomendasi

    Itulah Sobat mengenai penyakit tumor otak yang cukup berbahaya jika tidak segera ditangani karena akan menimbulkan berbagai komplikasi seperti timbulnya cairan di otak (hidrosefalus), pembengkakan otak, dan gangguan pada saraf. Penanganan dan pencegahan yang tepat akan mampu meminimalkan risiko yang ada. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tumor otak dan produk-produk kesehatan yang berkaitan untuk penanganan dan pencegahan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Brain tumor – Symptoms and causes [Internet]. Mayo Clinic. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brain-tumor/symptoms-causes/syc-20350084
    2. Brain Tumor: Types, Risk Factors, and Symptoms [Internet]. Healthline. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.healthline.com/health/brain-tumor#risk-factors
    3. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Brain Tumor [Internet]. WebMD. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.webmd.com/cancer/brain-cancer/brain-tumors-in-adults#1
    4. Brain Tumor Treatment [Internet]. ucsfhealth.org. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.ucsfhealth.org/conditions/brain-tumor/treatment
    5. Brain Tumor: Causes, Symptoms,Treatments and Prevention – Medlife Blog: Health and Wellness Tips [Internet]. Medlife.com. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.medlife.com/blog/brain-tumor-causes-symptoms-treatments-prevention/#what-causes-brain-tumor
    Read More
  • Gangguan tiroid adalah penyakit yang menyerang tiroid, yaitu kelenjar yang berbentuk kupu-kupu yang berada di pangkal leher tepatnya di bawah jakun. Kelenjar ini membuat hormon tiroid yang mengalir ke seluruh tubuh melalui darah. Hormon ini berfungsi mengatur metabolisme tubuh dengan berbagai cara termasuk pembakaran kalori dan kecepatan denyut nadi. Bila terjadi gangguan pada kelenjar ini, jumlah hormon yang dihasilkan menjadi […]

    Gangguan Tiroid, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Gangguan tiroid adalah penyakit yang menyerang tiroid, yaitu kelenjar yang berbentuk kupu-kupu yang berada di pangkal leher tepatnya di bawah jakun. Kelenjar ini membuat hormon tiroid yang mengalir ke seluruh tubuh melalui darah. Hormon ini berfungsi mengatur metabolisme tubuh dengan berbagai cara termasuk pembakaran kalori dan kecepatan denyut nadi. Bila terjadi gangguan pada kelenjar ini, jumlah hormon yang dihasilkan menjadi tidak normal, dan energi yang dihasilkan menjadi terlalu cepat. Keadaan ini disebut dengan hipertiroidisme, dan akan membuat Sobat menjadi cepat lelah saat beraktivitas yang ditandai dengan jantung berdetak lebih cepat dari biasanya, dan tubuh dapat mengalami penurunan berat badan yang cepat tanpa olahraga atau diet. Lalu, kebalikan dari hipertiroidisme adalah hipotirodisme, yaitu tubuh memiliki sedikit hormon tiroid yang menyebabkan Sobat merasa lelah, berat badan bertambah, dan tidak kuat pada suhu tertentu terutama suhu dingin.

    gangguan tiroid

    Baca Juga: Sudah Olahraga Kok Berat Badan Tetap Naik?

    Apa Penyebab Penyakit ini?

    Mengenai penyebab penyakit ini digolongkan menjadi dua, yaitu pada hipertiroidisme dan hipotirodisme. Seperti yang sudah diketahui penyebab utama hipertirodisme adalah produksi hormon tiroid yang berlebihan. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hipotiroidisme adalah sebagai berikut:

    • Grave diseases atau penyakit grave, yaitu kondisi yang menyebabkan produksi hormon tiroid terlalu banyak
    • Adenoma toksik, yaitu nodul atau benjolan yang berkembang di kelenjar tiroid, dan mengeluarkan hormon. Nodul ini menganggu keseimbangan kimiawi tubuh, dan salah satu contohnya adalah penyakit gondok.
    • Tiroditis sub-akut, yaitu peradangan tiroid yang menyebabkan kelenjar kelebihan hormon sehingga mengakibatkan hipertiroidisme. Penyakit ini dapat terjadi selama berbulan-bulan.
    • Malfungsi kelenjar hipofisis atau pertumbuhan kanker di kelenjar tiroid, penyebab yang satu ini agak jarak, tetapi tidak menutup kemungkinan hipertiroidisme berasal dari sini.

    Sedangkan untuk hipotiroidisme dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

    • Tiroditis Hashimoto, yaitu kelainan autoimun yang menyebabkan tubuh menyerang jaringan tiroid. Jaringan itu akhirnya mati, dan berhenti memproduksi hormon.
    • Pengangkatan kelenjar tiroid yang terjadi melalui operasi atau yang dihancurkan secara kimiawi
    • Terpapar iodida dalam jumlah yang berlebihan akibat dari penggunaan beberapa obat dan konsumsi pewarna makanan tertentu yang tinggi yodium
    • Penggunaan litium yang digunakan sebagai obat untuk gangguan mental

    Seperti Apa Saja Gejalanya?

    Gejala-gejala terkena gangguan tiroid ini adalah sebagai berikut:

    Hipertiroidisme

    • Mengalami kecemasan, lekas marah, dan gugup
    • Kesulitan tidur
    • Penurunan berat badan
    • Memiliki kelenjar tiroid yang membesar atau gondok
    • Mengalami kelemahan otot dan tremor
    • Mengalami menstruasi tidak teratur atau siklus menstruasi terhenti.
    • Merasa sensitif terhadap panas
    • Mengalami masalah penglihatan atau iritasi mata

    Hipotirodisme

    • Merasa lelah
    • Penambahan erat badan
    • Pikun
    • Memiliki periode menstruasi yang sering dan berat
    • Memiliki rambut kering dan kasar.
    • Memiliki suara yang parau.
    • Mengalami intoleransi terhadap suhu dingin

    Siapa Saja yang Dapat Terkena?

    Penyakit atau gangguan ini dapat menyerang siapa saja, baik itu orang dewasa (lelaki dan perempuan) maupun anak-anak. Namun setelah diteliti perempuan lebih banyak mengidap penyakit ini. Sebanyak 1 dari 8 perempuan mengalaminya sepanjang hidup mereka. Gangguan yang dialami perempuan akibat penyakit ini adalah sebagai berikut:

    • Permasalahan pada periode menstruasi
    • Sulit hamil
    • Permasalahan saat kehamilan

    Baca Juga: Keputihan dan Komplikasinya

    Penyakit tiroid, terutama hipertiroidisme dapat terjadi saat lahir atau bertambahnya usia. Sobat kemungkinan besar dapat mengalami kelainan tiroid jika memiliki faktor risiko  berikut:

    • Memiliiki riwayat penyakit tiroid dalam keluarga
    • Memiliki kondisi kesehatan sepertianemia pernisiosa, diabetes tipe 1, insufiensi adrenal primer, lupus, rheumatoid arthritis, sindrom Sjörgen, dan sindrom Turner
    • Meminum obat dengan kandungan tinggi yodium seperti amiodarone
    • Berusia 60 tahun ke atas terutama pada wanita
    • Pernah menjalani pengobatan untuk gangguan pada tiroid atau kanker

    Bagaimana dengan Penanganannya?

    Segera konsultasikan keluhan Sobat ke dokter. Dokter kemudian akan melakukan beberapa metode melalui beberapa pemeriksaan fisik untuk mendeteksi benjolan pada tiroid. Selain menggunakan pemeriksaan fisik, metode yang juga digunakan adalah USG, CT scan  atau MRI. Setelah nodul atau benjolan terdeteksi, terdapat prosedur lain yang spesifik digunakan seperti tes hormon tiroid (TSH) dan pemindaian tiroid untuk memeriksa adanya hipertiroidisme atau hipotirodisme. Biopsi aspirasi jarum halus juga dapat digunakan untuk mengambil sampel sel dari nodul untuk menentukan apakah nodul mengandung kanker atau tidak.

    Produk Terkait: Cek Hormon Tiroid

    Nodul tiroid yang jinak biasanya tidak mengancam jiwa, sehingga tidak memerlukan pengobatan. Bila nodul tidak hilang, dokter akan merekomendasikan penggunaan yodium radioaktif untuk mengecilkan nodul jika tumbuh besar. Cara lain yang dapat dilakukan adalah mengangkat tiroid melalui operasi. Selain itu, terapi radiasi dan kemotrapi digunakan bila kanker yang dapat terjadi akibat kelainan pada tiroid sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain.

    Apakah Gangguan ini Dapat Dicegah?

    Tentu saja dapat. Ada beberapa cara yang dapat digunakan supaya terhindar dari penyakit ini, yaitu:

    Hindari makanan olahan

    Makanan olahan mengandung bahan kimia yang dapat mengubah produksi hormon tiroid, dan  berpotensi terkena gangguan

    Konsumsi Makanan Bernutrisi

    Konsumsi makanan-makanan yang bernutrisi seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan beberapa kacang-kacangan tertentu. Utamakan juga konsumsi yang mengandung protein tanpa lemak seperti ikan dan kacang-kacangan.

    Kurangi Lemak Jenuh dan Tetap Konsumsi Karbohidrat Kompleks

    Kurangi lemak jenuh yang berpotensi menimbulkan penyakit jantung atau kanker. Lemak ini biasanya berasal dari produk hewani seperti daging dan keju dan lemak trans yang terdapat pada minyak terhidrogenasi pada makanan olahan dan margarin. Gunakan lemak membantu menurunkan kolestrol seperti minyak nabati dan lemak omega-3.

    Tingkatkan Konsumsi Serat

    Serat dapat membantu meningkatkan pencernaan. Usahakan untuk mengonsumsi makanan alami yang kaya akan serat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Kaplet Suplemen Sayur dan Buah

    Batasi atau Berhenti merokok

    Merokok dapat mengeluarkan racun yang membuat kelenjar tiroid menjadi terlalu sensitif

    Kurangi stres

    Stres merupakan salah satu penyebab utama berbagai gangguan kesehatan termasuk penyakit tiroid. Sobat dapat melakukan relaksasi atau rutin berolahraga untuk mengurangi stres.

    Baca Juga: Jangan Lewatkan 10 Tes Kesehatan Pranikah untuk Anda dan Pasangan

    Nah, sekian mengenai gangguan tiroid mulai dari penyebab hingga penanganan. Gangguan ini kenyataannya tidak dapat dianggap remeh karena dapat menyebabkan komplikasi kedepannya. Penting bagi Sobat untuk tetap menjalankan hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih dalam mengenai gangguan tiroid dan produk-produk kesehatan yang berkaitan terutama pada penanganan penyakit ini  silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Thyroid disease | Womenshealth.gov [Internet]. womenshealth.gov. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/thyroid-disease
    2. Thyroid Disease: Causes, Symptoms, Risk Factors, Testing & Treatment [Internet]. Cleveland Clinic. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8541-thyroid-disease#:~:text=Thyroid%20disease%20is%20a%20general,This%20is%20called%20h
    3. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Thyroid Problems — Symptoms, Causes, and Diagnosis [Internet]. WebMD. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.webmd.com/women/guide/understanding-thyroid-problems-basics#1
    4. Common Thyroid Gland Diseases and Problems to Watch For [Internet]. Healthline. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.healthline.com/health/common-thyroid-disorders#thyroid-conditions-in-children
    5. Thyroid Disorder | Types, Symptoms, Causes & Prevention [Internet]. Indus Health Plus. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.indushealthplus.com/thyroid-symptoms-causes-types-prevention.html
    6. Publishing H. Healthy eating for a healthy thyroid – Harvard Health [Internet]. Harvard Health. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/healthy-eating-for-a-healty-thyroid
    Read More
  • Penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK adalah salah satu penyakit paru-paru kronis yang menyerang 65 juta orang di seluruh dunia dalam tingkat keparahan yang cukup berat. Lebih dari 3 juta orang meninggal setiap tahunnya dan merupakan penyebab kematian kelima terbesar di dunia. Pada 2030, WHO memprediksi penyakit ini akan menjadi penyakit ketiga terbesar penyebab kematian […]

    Tips Penderita PPOK Menghadapi Covid-19

    Penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK adalah salah satu penyakit paru-paru kronis yang menyerang 65 juta orang di seluruh dunia dalam tingkat keparahan yang cukup berat. Lebih dari 3 juta orang meninggal setiap tahunnya dan merupakan penyebab kematian kelima terbesar di dunia. Pada 2030, WHO memprediksi penyakit ini akan menjadi penyakit ketiga terbesar penyebab kematian di dunia. Di Indonesia, PPOK mempunyai jumlah kematian sebesar 60%, dan merupakan 4 penyakit tidak menular utama. Prevalensinya sebesar 3,7%. Penyebab utama dari penyakit ini adalah merokok, dan Indonesia termasuk negara dengan perokok tertinggi di dunia.

    penderita ppok

    Baca Juga: Segala Hal Tentang PPOK

    Ketika Covid-19 melanda seluruh dunia sejak awal 2020, tentu mereka yang menderita PPOK menjadi perhatian besar mengingat penderita penyakit ini sangat rawan terkena Covid-19 oleh karena sama-sama menyangkut pernapasan, cadangan udara dalam paru-paru yang buruk dan peningkatan reseptor ACE2 sebagai pintu masuk yang mudah untuk Covid-19 di saluran udara yang kecil. Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam European Respiratory Journal, pada awal pandemi Covid-19 merebak di Cina, penderita virus adalah mereka yang punya riwayat menderita PPOK sebesar 13,6%, dan kebanyakan pada orang dewasa berusia di atas 40 tahun.

    Mereka yang menderita PPOK tentu saja khawatir karena tidak mau terkena penyakit lain selain yang diderita saat ini. Lalu bagaimana caranya supaya penderita PPOK tidak terpapar virus? Berikut ini adalah tips-tipsnya.

    Tips Penderita PPOK Terhindar dari COVID-19

    Menjalankan Protokol Kesehatan

    Protokol kesehatan amatlah penting sebagai cara pertama bagi pengidap PPOK terhindar dari Covid-19. Protokol-protokol itu adalah tindakan 3 M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain 3 M adalah jangan lupa menyemprot permukaan benda yang disentuh dengan desinfektan dan usahakan tetap berada di dalam rumah agar tidak terkena virus.

    Tetap Lakukan Pengobatan

    Apabila Sobat adalah salah satu penderita PPOK hendaknya tetap berobat secara teratur dan. tidak boleh berhenti. Beli dan pesan obat secara online untuk menghindari terpapar Covid-19, dan juga manfaatkan layanan kesehatan ke rumah jika situasi untuk berobat langsung tidak memungkinkan. Hal ini perlu supaya penanganan terhadap penyakit benar-benar efektif dan tidak menjadi hal yang sangat parah sehingga tidak bisa ditangani. Jangan lupa juga untuk selalu menyediakan obat-obatan sampai 90 hari ke depan.

    Baca Juga: Tips Aman dari Corona Saat Belanja Online

    Terapi Nebulisasi di Rumah

    Selain meminum obat dengan benar untuk mengendalikan PPOK, terapi nebulisasi tetap bisa dilakukan di rumah karena cara ini adalah yang aman dan efektif selama pandemi. Hal ini karena banyak penderita merasa khawatir dengan obat yang diresepkan atau pengiriman yang belum tentu aman.

    Lakukan Pola Makan yang Benar

    Melakukan pola makan yang benar adalah hal yang sangat dianjurkan karena hal tersebut dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sebagai modal untuk melawan Covid-19 yang masih terus dikembangkan vaksin pencegahannya. Konsumsilah makanan dan minuman dengan gizi yang sehat dan seimbang, konsumsi vitamin dan suplemen, serta jangan lupa untuk memperbanyak istirahat.

    Produk Terkait: Jual Makanan dan Minuman Sehat

    Jaga Kesehatan Emosional

    Dalam hal ini Sobat jangan sampai stres sebab stres hanya akan memperparah kondisi kesehatan dan meningkatkan kecemasan. Cobalah untuk berpikir tenang dan rileks, jauhkan diri dari media sosial yang memuat berita-berita yang semakin menambah kecemasan, lakukan aktivitas yang menyenangkan, dan jangan lupa konsultasi kepada psikolog jika memerlukan bantuan dalam mengelola stres dan memerangi depresi.

    Lakukan Latihan Fisik Secara Teratur

    Latihan fisik yang teratur tetap harus dilakukan meskipun harus melihat beberapa hal supaya tidak terjadi sesak napas, dan harus dengan persetujuan dokter. Adapun olahraga yang dianjurkan adalah olahraga ringan seperti latihan pernapasan, yoga, dan naik turun tangga selama minimal 30 menit tiga kali seminggu.

    Apa yang Dapat Sobat Lakukan Sebagai Pengidap PPOK Jika Terkonfirmasi Positif Covid-19?

    Apabila Sobat merasa terkena atau terkonfirmasi positif Covid-19, segera lakukan isolasi diri di rumah supaya anggota keluarga yang lain tidak tertular. Ketika hendak menggunakan nebulizer usahakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah, dan gunakan di area yang meminimalkan potensi paparan tetesan aerosol ke anggota lain di dalam rumah seperti teras luar ruangan atau ruangan yang udaranya tidak bersikulasi ulang, dan pastikan tidak ada orang yang masuk selama 1-2 jam supaya tidak terpapar tetesan yang dibawa udara. Kemudian bersihkan dan semprot dengan desinfektan nebulizer yang sudah dipakai tersebut. Apabila PPOK menjadi parah karena terinfeksi Covid-19 yang ditandai dengan gejala-gejala seperti kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan di dada, adanya semburat kebiruan pada bibir dan wajah, segera cari perawatan darurat dengan menghubungi layanan kesehatan terdekat.

    Baca Juga: Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Supaya tips-tips pencegahan ini berjalan maksimal, jangan lupa juga untuk melakukan pencegahan yang sangat efektif, yaitu vaksinasi pneumokokus. Vaksinasi ini bisa Sobat dapatkan di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah supaya Sobat terhindar dari paparan Covid-19. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Layly Firdausi N. Analisis Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) di Indonesia. Airlangga University; 2020
    2. Leung J, Niikura M, Yang C, Sin D. COVID-19 and COPD. European Respiratory Journal. 2020;56(2):2002108
    3. Maintaining Control of COPD During the COVID-19 Pandemic | American Lung Association [Internet]. Lung.org. 2020 [cited 19 November 2020]. Available from: https://www.lung.org/blog/control-copd-during-covid-19-pandemic
    4. Living with COPD Throughout the COVID-19 Pandemic [Internet]. Relevar Home Care. 2020 [cited 19 November 2020]. Available from: https://relevar.com/living-with-copd-throughout-covid-19-pandemic/
    Read More
  • Penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK adalah salah satu penyakit pada paru-paru. Penyakit ini merupakan penyakit inflamasi atau peradangan bersifat kronis yang mengakibatkan aliran udara dari paru-paru terhambat sehingga membuat penderitanya kesulitan bernapas. Penyakit ini mempunyai dua jenis, yaitu: Emfisema yang secara perlahan menghancurkan kantung udara di paru-paru sehingga menganggu keluarnya aliran udara. Hal ini terjadi akibat […]

    Segala Hal tentang Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

    Penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK adalah salah satu penyakit pada paru-paru. Penyakit ini merupakan penyakit inflamasi atau peradangan bersifat kronis yang mengakibatkan aliran udara dari paru-paru terhambat sehingga membuat penderitanya kesulitan bernapas. Penyakit ini mempunyai dua jenis, yaitu:

    • Emfisema yang secara perlahan menghancurkan kantung udara di paru-paru sehingga menganggu keluarnya aliran udara. Hal ini terjadi akibat paparan asap rokok yang merusak beserta gas-gas dan materi partikulat yang membuat iritasi atau gangguan
    • Bronkitis yang menyebabkan peradangan dan penyempitan saluran bronkial yang memungkinkan menyebebkan pembentukan lendir, dan ditandai  oleh batuk berdahak setiap hari

    Hampir seluruh orang di seluruh dunia mengalami dua jenis dari penyakit ini. Kedua kondisi ini dapat terjadi secara bersamaan dan berbeda berdasarkan tingkat keparahannya. Mereka yang menderita penyakit paru kronis berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung, kanker paru-paru dan lainnya.

    PPOK

    Baca Juga: Bagaimana Mengenali dan Mencegah Sakit Radang Paru

    Penyebab PPOK

    Penyebab orang terkena penyakit paru kronis ini sebagian besar adalah karena merokok. Biasanya penyakit ini terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia yang jumlah perokoknya termasuk yang sangat tinggi, yaitu 33% dan merupakan nomor tiga tertinggi di dunia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018. Penyebab lainnya adalah paparan asap yang berasal dari pembakaran dan pemanas di rumah yang sirkulasi udaranya kurang bagus. Selain penyebab-penyebab tadi, PPOK kemungkinan juga dapat disebabkan oleh faktor turunan. Orang-orang yang menderita salah satu penyakit tidak menular ini mengalami kekurangan protein yang disebut dengan alpha-1-antitrypsin. Kekurangan ini menyebabkan paru-paru memburuk, serta dapat juga memengaruhi kondisi hati.

    Gejala Penyakit

    Gejala awal biasanya ditandai dengan kesulitan bernapas. Awalnya gejala ini bersifat ringan  yaitu batuk intermiten dan sesak napas kemudian menjadi lebih sering sehingga menyebabkan kesulitan bernapas. Hal yang demikian akan memunculkan eksaserbasi akut. Gejala ringan dari penyakit paru kronis ini sering disamakan dengan flu.

    Berikut ini adalah beberapa gejalanya:

    • sesak napas, terutama setelah berolahraga
    • batuk ringan tapi berulang
    • Sering-sering berdehem, terutama di pagi hari

    Gejala-gejala di atas dapat memburuk, dan bahkan timbul gejala-gejala lain seperti mengi atau napas yang berbunyi, merasakan sesak di dada, sering masuk angin, penurunan berat badan, kesulitan mengatur napas, tidak dapat berbicara, dan merasa lemas. Jika hal yang demikian terjadi, segera hubungi dokter.

    Baca Juga: Yuk, Kenali Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Cara Mengetahui Terkena PPOK

    Diagnosis perlu dilakukan untuk mengetahui penyakit paru ini. Segera beritahukan dokter jika Sobat:

    • Mengalami gejala-gejala yang dirasakan
    • Perokok atau pernah punya riwayat merokok
    • Paru-paru terkena iritasi sewaktu bekerja
    • Terpapar asap rokok atau menjadi perokok pasif
    • Memiliki riwayat penyakit yang sama di dalam keluarga atau turunan
    • Menderita asma
    • Mengonsumsi obat bebas atau yang diresepkan

    Selama pemeriksaan secara fisik, dokter akan menggunakan stetostoskop untuk mendengarkan paru-paru saat Sobat bernapas. Setelah itu, dokter akan merekomendasikan Sobat untuk menjalani beberapa tes berikut supaya mendapat gambaran secara lengkap. Tes-tes ini akan membantu menentukan apakah sobat menderita PPOK atau kondisi lain seperti asma, penyakit paru restriktif, atau gagal jantung.

    Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:

    • Spirometri untuk menilai fungsi paru-paru
    • Tes pencitraan menggunakan rontgen yang diarahkan ke dada atau CT scan untuk mendapatkan gambaran rinci tentang paru-paru, pembuluh darah, dan jantung
    • Analisa gas darah yang melibatkan pengambilan sampel darah dari arteri untuk mengukur oksigen darah, karbon dioksida, dan kadar gas penting lainnya dalam darah

    Penanganan

    Ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan untuk pengidap PPOK agar dapat meredakan gejala, mencegah komplikasi seperti kanker paru-paru, infeksi pernapasan, penyakit hati, dan memperlambat perkembangan penyakit. Penanganan-penanganan itu adalah sebagai berikut:

    Pengobatan

    Pengobatan pada penyakit tidak menular ini adalah menggunakan bronkodilator, yaitu obat yang membantu mengendurkan otot-otot saluran udara dan memperlebar saluran udara sehingga memudahkan bernapas, dan digunakan melalui inhaler atau nebulizer. Obat lain yang dapat ditambahkan adalah Glukokortikostreoid. Cara lain untuk mencegahnya dapat melalui vaksinasi seperti vaksinasi flu, vaksinasi pneumokokus, dan vaksinasi pertusis.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Pneumonia ke Rumah

    Terapi Oksigen

    Penanganan kedua adalah melalui terapi oksigen apabila tingkat oksigen dalam tubuh menjadi rendah. Terapi ini berupa penambahan oksigen melalui masker atau kanula hidung.

    Operasi

    Operasi merupakan cara terakhir apabila penyakit paru obstruktif kronis yang dirasakan semakin parah atau pengobatan dengan cara sebelumnya gagal. Salah satu operasi yang dilakukan adalah bulektomi yang selama operasi dokter yang membedah akan menghilangkan ruang udara abnormal yang besar atau bula dari paru-paru. Operasi lainnya adalah pengurangan volume paru-paru, dengan mengangkat jaringan paru-paru bagian atas yang rusak atau dalam beberapa kasus menggunakan transplantasi paru-paru.

    Pencegahan

    PPOK sering disebabkan karena merokok, sehingga cara terbaik untuk mencegah terkena penyakit ini adalah berhenti merokok. Cara ini terbilang tidak mudah terutama bagi para pencandu rokok akut sehingga harus pelan-pelan. Selain berhenti merokok, pencegahan lain adalah dengan menggunakan alat pelindung pernapasan apabila di tempat kerja Sobat yang terpapar asap yang mengandung zat kimia atau debu. Selain itu, Sobat dapat menggunakan vaksinasi seperti flu dan pneumokokus untuk pencegahan yang terbaik, dan konsultasikan dengan dokter jika mengalami depresi akibat penyakit ini.

    Baca Juga: Ingin Berhenti Merokok? Konsumsilah 6 Makanan Berikut Ini

    Jangan lupa juga untuk konsumsi makanan dan minuman yang bergizi dan bernutrisi tinggi seperti buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, dan susu, serta makanan dan minuman yang tentunya mengandung protein. Kemudian jangan sampai dilewatkan mengonsumsi air putih 8 gelas per hari yang dapat membantu mengencerkan lendir di paru. Hindari minuman-minuman berkafein yang berpotensi mengganggu pengobatan yang sedang dijalani.

    Nah, mulai diingat ya Sobat bahwa PPOK yang merupakan salah satu penyakit paru kronis dapat menyebabkan kematian jika tidak benar-benar segera ditangani dengan serius, serta dapat menimbulkan komplikasi seperti kanker paru-paru dan tekanan darah tinggi di arteri paru-paru. Pencegahan juga dapat dilakukan melalui vaksinasi seperti vaksinasi flu dan pneumokokus, Sobat dapat melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COPD – Symptoms and causes [Internet]. Mayo Clinic. 2020 [cited 19 November 2020]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/copd/symptoms-causes/syc-20353679
    2. Encyclopedia M, (COPD) C. Chronic obstructive pulmonary disease (COPD): MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. Medlineplus.gov. 2020 [cited 19 November 2020]. Available from:https://medlineplus.gov/ency/article/000091.htm
    3. COPD: Stages, Causes, Treatment, and More [Internet]. Healthline. 2020 [cited 19 November 2020]. Available from: https://www.healthline.com/health/copd
    4. Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2020 | Komnas PT [Internet]. Komnaspt.or.id. 2020 [cited 19 November 2020]. Available from: https://komnaspt.or.id/siaran-pers/hari-tanpa-tembakau-sedunia-2020/
    Read More
  • Cuti bersama akhir tahun 2020 sudah di depan mata. Cuti yang jatuh pada bulan Desember tersebut tercatat mempunyai satu hari libur nasional dan lima hari cuti bersama. Aturan tersebut tertuang dalam SKB tiga menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB terbaru Nomor 391 Tahun 2020, Nomor 02 Tahun 2020, dan Nomor 02 Tahun […]

    Sebelum Cuti Bersama Akhir Tahun 2020, Perkuat Imunitas Tubuh

    Cuti bersama akhir tahun 2020 sudah di depan mata. Cuti yang jatuh pada bulan Desember tersebut tercatat mempunyai satu hari libur nasional dan lima hari cuti bersama. Aturan tersebut tertuang dalam SKB tiga menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB terbaru Nomor 391 Tahun 2020, Nomor 02 Tahun 2020, dan Nomor 02 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020. Adapun 1 hari libur nasional dan lima hari cuti itu sebagai berikut:

    • Tanggal 25 Desember 2020: libur nasional Hari Raya Natal
    • Tanggal 24 Desember 2020: cuti bersama Hari Raya Natal
    • Tanggal 28, 29, 30, dan 31 Desember: Cuti bersama untuk menggantikan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah yang dimundurkan karena pandemi Covid-19.

    Tentu saja dengan sudah diumumkannya cuti bersama Desember 2020 oleh pemerintah membuat Sobat Sehat ingin segera dan tidak sabaran melakukan liburan panjang di akhir tahun untuk bisa melepas penat setelah bekerja keras sepanjang tahun. Meski begitu, Sobat dianjurkan tetap untuk melaksanakan protokol-protokol kesehatan supaya tidak tertular dan kasus Covid-19 tidak meningkat. Dengan kata lain, Sobat harus tetap bijak dalam berlibur nantinya.

    cuti bersama akhir tahun 2020

    Baca Juga: Tips Liburan dengan Si Alergi Makanan

    Berikut adalah yang bisa Sobat lakukan saat liburan akhir tahun di tengah pandemi seperti di bawah ini:

    Disiplin dalam Menerapkan Protokol Kesehatan

    Protokol kesehatan yang ada bagaimana pun harus tetap dilaksanakan sehingga Sobat harus disiplin dalam menjalankannya. Sebab, bagaimana pun di Indonesia, tingkat penyebaran Covid-19 masih cukup tinggi terutama di Pulau Jawa. Karena itu, protokol-protokol kesehatan, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak harus benar-benar dilaksanakan, dan jangan dianggap remeh supaya tidak tertular virus.

    Pastikan Berlibur Hanya Bersama Keluarga Inti

    Jika Sobat ingin berlibur aman dan nyaman di tengah pandemi, pastikan bersama orang orang serumah atau keluarga inti. Yang perlu diingat adalah jangan membawa orang-orang berisiko untuk liburan seperti lansia, wanita hamil, dan anak-anak.

    Cari Tempat Wisata yang Menjalankan Protokol Kesehatan

    Hal ini penting supaya cuti bersama akhir tahun 2020 tidak menjadi bencana. Perhatikan apakah tempat tersebut menerapkannya terutama yang sifatnya dalam ruangan atau indoor yang potensinya sangat besar untuk menyebarkan virus. Jika tidak, sebaiknya jangan dikunjungi.

    Cari Tempat Wisata yang Tidak Ramai

    Hal ini juga penting supaya dapat meminimalkan penyebaran virus. Sebab, jika ramai potensi untuk melaksanakan jaga jarak tidak ada sama sekali.

    Produk Terkait: Rapid Test-PCR Swab

    Selain harus patuh pada protokol kesehatan, sebaiknya Sobat jika mengalami sakit hendaknya membatalkan liburan supaya tidak berisiko terkena virus. Karena itu, sobat harus sehat dan imun tubuh kuat. Supaya tidak terserang sakit saat hendak berlibur, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Sobat Sehat lakukan:

    Tips Tidak Terserang Sakit Saat Traveling

    Rajin Mencuci Tangan dan Hindari Menyentuh Area Wajah

    Cara ini terlihat simpel namun sangat efektif. Hal ini perlu Sobat lakukan supaya benar-benar terlindung dari penyakit saat bepergian karena selama bepergian Sobat akan selalu pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Di satu tempat yang Sobat singgahi itu sudah pasti Sobat akan memegang benda-benda yang bisa ada kuman dan bakteri yang hinggap. Cuci tangan selama 20-30 detik sesuai anjuran WHO. Jika di tempat tersebut tidak ada untuk mencuci tangan, bawalah hand sanitizer. Lakukanlah saat sebelum makan dan minum, sebelum tidur, setelah dari toilet, setelah bersin, dan setelah memegang barang di tempat umum. Jangan lupa juga untuk menghindari menyentuh area wajah karena kuman atau bakteri bisa mudah dengan masuk melalui, hidung, mata, mulut, dan telinga. Karena itu, usahakan cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh wajah.

    Konsumsi Vitamin

    Mengonsumsi vitamin sangatlah penting untuk liburan supaya daya tahan tubuh kuat dan tidak mudah terkena sakit. Sebab, traveling merupakan aktivitas yang bakal menuntut untuk terus berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya. Konsumsilah vitamin dalam bentuk suplemen serta dari sayur dan buah supaya perlindungan diri semakin efektif.

    Produk Terkait: Jual Suplemen, Vitamin, Multivitamin Lengkap

    Selalu Minum Air Putih

    Air putih meskipun sudah menjadi hal yang biasa dan selalu ada dalam kehidupan sehari-hari ternyata punya manfaat yang sangat penting bagi tubuh agar terhindar dari sakit. Saat melakukan aktivitas traveling pun air putih sangat dianjurkan karena mencegah diri dari dehidrasi yang jika dibiarkan akan berakibat fatal. Minumlah air putih sebanyak-banyaknya. Untuk air putih yang terbaik bisa dibawa saat dari rumah saat bepergian atau meminta kepada pihak penginapan jika air putih sudah habis. Sobat pun bisa membeli air putih dalam kemasan untuk berjaga-jaga seandainya air putih yang di-tap langsung dari keran kurang higenis.

    Konsumsi Makanan yang Sehat

    Mengonsumsi makanan yang sehat perlu selama traveling cuti bersama akhir tahun 2020 supaya Sobat terhindar dari sakit yang bisa mengacaukan jadwal liburan. Pilihlah makanan yang mengandung protein seperti sayur-sayuran dan buah-buahan serta minumlah air hangat untuk mencegah radang tenggorokan. Hindari mengonsumsi makanan di pinggir jalan yang kemungkinan besar kurang higienis. Bagi Sobat Sehat yang ingin wisata kuliner carilah tempat kuliner yang higienis dan terjaga kebersihannya.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Traveling

    Istirahat yang Cukup

    Istirahat yang cukup akan membantu Sobat tetap prima dan bugar saat traveling. Karena itu, jangan paksakan diri mengeksplorasi banyak tempat saat berlibur atau melakukan hal-hal yang kurang penting yang dapat menurunkan stamina Sobat.

    Sedia Obat-obatan

    Ini penting sekali menyediakan obat-obatan sebagai usaha untuk berjaga-jaga jika Sobat mendadak sakit. Karena itu, bawalah beberapa obat yang diperlukan seperti obat sakit kepala, obat maag, obat diare, dan jangan lupa juga minyak kayu putih.

    Jangan Telat Makan

    Usahakan untuk tetap makan teratur saat traveling supaya tidak tidak terkena penyakit lambung atau lainnya. Supaya tidak lupa, Sobat bisa mengatur sendiri waktu yang tepat untuk makan melalui pengingat di alat komunikasi seperti telepon genggam.

    Lakukan Vaksinasi

    Pepatah mengatakan: mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, daripada Sobat menderita sakit saat traveling yang sangat tidak enak rasanya, dan harus meminum obat serta menjalankan pantangan-pantangan yang akhirnya membuat Sobat tidak bebas, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan vaksinasi. Tindakan ini akan mencegah Sobat terkena penyakit-penyakit yang sering datang saat berjalan-jalan seperti Flu, Hepatitis, Kolera, Menigitis, dan Tifus. Namun dari semua itu yang terpenting adalah vaksin Flu untuk mencegah datangnya penyakit flu yang bersifat musiman. Rencanakan vaksinasi untuk liburan ini minimal 6 bulan sebelum keberangkatan mengingat ada vaksinasi yang dilakukan lebih dari 1 suntikan.

    Baca Juga: Vaksinasi Influenza untuk Keluarga Siap Liburan

    Nah, itulah Sobat mengenai cuti bersama akhir tahun 2020 beserta protokol kesehatan yang harus dilakukan serta tips mencegah sakit datang saat traveling dengan menguatkan imun tubuh salah satunya dengan vaksinasi. Untuk vaksinasi traveling terutama vaksinasi Flu, sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. SKB 3 Menteri: Daftar Libur Natal dan Cuti Bersama Desember 2020 – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://tirto.id/skb-3-menteri-daftar-libur-natal-dan-cuti-bersama-desember-2020-f63a
    2. detikcom T. Bersiap Liburan Akhir Tahun 2020? Catat Tanggalnya! [Internet]. detikTravel. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://travel.detik.com/travel-news/d-5247310/bersiap-liburan-akhir-tahun-2020-catat-tanggalnya
    3. Media K. Masih Rawan Covid-19, Bijak Manfaatkan Cuti Bersama Saat Libur Panjang Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/23/153200965/masih-rawan-covid-19-bijak-manfaatkan-cuti-bersama-saat-libur-panjang?page=all
    4. 2 Tips dan Cara Paling Ampuh Agar Tetap Sehat Saat Traveling [Internet]. Blog Antavaya. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://blog.antavaya.com/12-tips-dan-cara-paling-ampuh-agar-tetap-sehat-saat-traveling
    Read More
  • Ketika Sobat secara tidak sengaja terluka pada salah satu anggota badan seperti tangan saat memotong bahan-bahan makanan, yang Sobat lakukan secara spontan adalah mengoleskan luka tersebut dengan air liur. Hal ini Sobat lakukan lantaran Sobat memercayai bahwa mengoleskan air ludah ke luka dapat menyembuhkan luka tersebut, baik luka gores maupun luka bakar. Hal ini tentunya […]

    Benarkah Air Liur Manusia Mampu Menyembuhkan Luka?

    Ketika Sobat secara tidak sengaja terluka pada salah satu anggota badan seperti tangan saat memotong bahan-bahan makanan, yang Sobat lakukan secara spontan adalah mengoleskan luka tersebut dengan air liur. Hal ini Sobat lakukan lantaran Sobat memercayai bahwa mengoleskan air ludah ke luka dapat menyembuhkan luka tersebut, baik luka gores maupun luka bakar. Hal ini tentunya seperti yang banyak dilakukan binatang-binatang seperti kucing dan anjing ketika terluka langsung menjilat sekujur tubuh dengan air ludah. Diketahui memang setelah melalui penelitian medis bahwa air ludah pada kedua binatang tersebut mengandung epiderma growth factor (EGF) dan nerve growth factor (NGF) yang dapat mempercepat penyembuhan luka.

    Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Lalu bagaimanakah dengan air liur manusia?

    Pada manusia sendiri tentu keadaannya sungguh berbeda. Sebab, ternyata manusia tidak mempunyai EGF dan NGF seperti halnya pada binatang. Akan tetapi, air ludah pada manusia ternyata mengandung hiastin yang dapat membunuh bakteri, dan juga mempercepat proses penyembuhan luka. Namun, dunia medis tidak menganjurkan hal tersebut. Perihal mengenai air ludah manusia bisa menyembuhkan luka sebenarnya pernah dibahas secara ilmiah dalam Journal Blood. Jurnal itu menyebutkan bahwa air ludah merangsang sel darah putih untuk membentuk jaringan efektif DNA dan protein. Karena itu, semua luka kulit dapat terhindar dari infeksi bila terkena air liur. Studi lain yang dipublikasikan dalam Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) menyebutkan mengenai hiastin. Meski begitu, hal tersebut belum diperbolehkan dalam tindakan medis karena belum ada penelitian yang cukup mengenai efektivitas air liur dapat menyembuhkan luka.

    Produk Terkait: Jual Antiseptik Pengobat Luka

    Apalagi mengisap air liur sesungguhnya cukup riskan. Demikian menurut dokter spesialis luka, dr. Adisaputra Ramadhinara, MSc, CWSP, FACCWS seperti dilansir dari Okezone.com. Meskipun air ludah manusia memiliki kandungan antibakteri, mengisap bagian tubuh yang terluka berbahaya sebab mulut merupakan salah satu rongga pada tubuh manusia yang memiliki banyak bakteri. Air liur, disebutnya memiliki patogen seperti bakteri, virus, dan jamur yang bisa berpindah pada luka. Pemberian air ludah perlu dipertimbangkan terlebih jika kebersihan mulut tidak terjaga dengan baik. Penggunaan air ludah untuk membersihkan luka tidaklah efektif karena tidak akan cukup mengingat untuk membersihkan luka dibutuhkan jumlah air yang cukup. Selain tidak higienis, membersihkan luka dengan ludah tidaklah etis dan pantas.

    Lalu Apa yang Harus Dilakukan Ketika Air Liur Tidak Dianjurkan Membersihkan Luka?

    Ketika Sobat mendapati hal tersebut, Sobat sebaiknya mulai menggunakan air bersih dalam membersihkan luka yang bisa saja dalam luka itu terdapat kotoran, bakteri, ataupun benda asing. Penggunaan air bersih ini dinilai lebih efektif dan higienis daripada membersihkan dengan kasa/penutup luka dan alkohol. Kasa dinilai dapat memudahkan bakteri masuk ke dalam luka karena bahannya yang berlubang. Karena itu, diperlukan 64 kali lipatan kasa agar benar-benar efektif mencegah bakteri masuk. Selain itu, keadaan kasa yang memiliki pori-pori cukup besar dapat berakibat pada luka yang cepat mengering sehingga akan menempel pada kain kasa. Ketika kain kasa akan diganti, kulit yang sedang terluka akan terasa sakit, dan dapat membuat darah kembali keluar. Cara lain yang juga tidak efektif dan higienis adalah menggunakan alkohol yang dapat merusak jaringan sehati di bawah kulit. Jaringan sehati ini merupakan calon kulit baru. Alkohol sendiri digunakan sebagai disinfektan benda mati bukan untuk mengobati kulit yang terluka.

    Baca Juga: Mengenal Anestesi dan Jenis-jenisnya

    Bagaimanakah Cara Membersihkan Luka yang Benar?

    Berikut ini adalah cara membersihkan luka yang benar, dan dikutip dari Heatlhline.

    Lakukan Perawatan Sendiri di Rumah Jika Mengalami Luka Ringan

    Apabila Sobat mengalami luka ringan, Sobat bisa melakukannya sendiri di rumah. Yang perlu Sobat lakukan pertama kali adalah cuci dan desinfeksi luka untuk menghilangkan semua kotoran. Gunakan tekanan dan elevasi langsung untuk mengontrol pendarahan dan pembengkakan. Setelah itu, balutlah lula dengan pembalut steril. Jika luka ringan yang dialami sangat kecil, tentu luka itu bisa sembuh tanpa perban. Jagalah luka tetap bersih dan kering selama lima hari. Iringi juga dengan memperbanyak istirahat. Ketika Sobat mengalami nyeri saat terluka, gunakanlah acetaminophen (Tylenol) sesuai dengan petunjuk, dan hindari produk yang mengandung aspirin sebab hal tersebut dapat menyebabkan atau memperpanjang pendarahan. Jika Sobat mengalami memar atau bengkak, jangan dikorek, dan segera tempelkan es. Gunakan juga tabir surya dengan dengan kandungan SPF 30 saat berada di luar ruangan supaya luka benar-benar sembuh.

    Produk Terkait: Jual Sunscreen Parasol SPF 30

    Perawatan ke Dokter

    Selain perawatan di rumah, Sobat juga bisa merawat luka di dokter apabila ditemukan kondisi-kondisi berikut:

    • Luka terbuka lebih dalam dari ½  inci
    • Pendarahan tidak berhenti dengan  tekanan langsung
    • Pendarahan berlangsung lebih dari 20 menit
    • Pendarahan yang diakibatkan oleh kecelakaan serius

    Ketika merawat luka pada dokter, dokter akan menggunakan teknik yang cukup berbeda, yaitu menggunakan lem kulit dan jahitan setelah area luka dibersihkan terlebih dahulu. Apabila Sobat menderita luka tusuk, dokter akan menyuntikkan anti tetanus. Selain dengan hal-hal tersebut, dokter akan melakukan pembedahan tergantung pada tingkat keparahan luka, dan mengalami komplikasi.

    Baca Juga: Daftar Makanan Setelah Melahirkan Agar Jahitan Cepat Kering

    Nah, itulah Sobat mengenai efektivitas dan higienitas air liur membersihkan luka dan cara membersihkan merawat luka yang baik dan benar, baik sendiri maupun lewat dokter. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih dalam mengenai perawatan luka dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Benarkah Air Liur Efektif Menyembuhkan Luka? : Okezone Lifestyle [Internet]. https://lifestyle.okezone.com/. 2020 [cited 16 November 2020]. Available from: https://lifestyle.okezone.com/read/2020/09/13/481/2277030/benarkah-air-liur-efektif-menyembuhkan-luka#:~:text=Air%20liur%20boleh%20jadi%20diyakini,kedua%20kandungan%20ters
    2. Desideria B. Cek Fakta Kesehatan: Air Liur Berkhasiat Obati Luka? [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 16 November 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4116539/cek-fakta-kesehatan-air-liur-berkhasiat-obati-luka
    3. Mitos dan Fakta Soal Air Liur Bisa Sembuhkan Luka – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 16 November 2020]. Available from: https://tirto.id/mitos-dan-fakta-soal-air-liur-bisa-sembuhkan-luka-f4C9
    4. Open Wound: Types, Treatments, and Complications [Internet]. Healthline. 2020 [cited 16 November 2020]. Available from: https://www.healthline.com/health/open-wound#treatment
    Read More
  • Seluruh dunia sepakat bahwa hingga saat ini Covid-19 merupakan sebuah pandemi. Bahkan, WHO sendiri juga sudah menegaskan dalam beberapa pertanyaan badan kesehatan dunia tersebut karena sifat Covid-19 yang terjadi secara global alias mewabah di seluruh dunia. Hingga hari ini tercatat sudah 52,6 juta kasus virus di seluruh dunia, dengan 34,1 juta sembuh dan 1,29 juta […]

    Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa itu Sindemi?

    Seluruh dunia sepakat bahwa hingga saat ini Covid-19 merupakan sebuah pandemi. Bahkan, WHO sendiri juga sudah menegaskan dalam beberapa pertanyaan badan kesehatan dunia tersebut karena sifat Covid-19 yang terjadi secara global alias mewabah di seluruh dunia. Hingga hari ini tercatat sudah 52,6 juta kasus virus di seluruh dunia, dengan 34,1 juta sembuh dan 1,29 juta meninggal. Untuk Indonesia sendiri sudah tercatat melebihi 450.000, yaitu 452.000l, dengan 382.000 sembuh dan 14.933 meninggal. Beberapa langkah juga sudah dilakukan seperti meminta masyarakat untuk melakukan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak sebanyak 1-2 meter kemudian melakukan tes-tes Corona seperti PCR swab dan rapid test. Tak hanya itu, beberapa negara pun juga sudah melakukan karantina wilayah atau lockdown dan menutup beberapa akses meskipun harus mengorbankan perekonomian yang juga terguncang akibat virus yang mewabah ini.

    sindemi

    Baca Juga: Mastubasi Dapat Menguatkan Imun Tubuh Hadapi Covid-19?

    Hasilnya, ada beberapa negara yang sukses, ada juga yang tidak. Jumlah penderita virus perlahan bisa dikurangi meskipun kemudian mengalami lonjakan kembali setelah ada pelonggaran. Harapan satu-satunya pun kini tertuju pada vaksin Covid-19 yang masih dalam pengembangan meskipun vaksin tidak serta-merta dengan cepat menghilangkan pandemi. Kini setelah Covid-19 sudah dinyatakan sebagai pandemi muncul lagi istilah untuk menyebut virus asal Wuhan tersebut sebagai sindemi. Tentu banyak Sobat Sehat yang bertanya-tanya apa itu sindemi?

    Pengertian Sindemi

    Sindemi adalah akronim yang berasal dari dua kata, yaitu sinergi dan pandemi. Artinya, penyakit seperti Covid-19 tidak boleh berdiri sendiri sebab pada kenyataannya di satu sisi ada Covid-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, dan di sisi lainnya ada serangkaian penyakit yang sudah diidap seseorang. Kedua elemen ini berinteraksi dalam konteks ketimpangan sosial yang mendalam.Istilah ini sendiri dimunculkan oleh Richard Horton, pemimpin redaksi jurnal ilmiah The Lancet pada 26 September 2020. Melalui sindemi ini, Horton hendak menunjukkan satu tingkat keseriusan yang lebih parah dari pandemi. Dengan demikian, para pemangku kebijakan perlu mengambil langkah yang lebih serius untuk menjaga kesehatan masyarakat.

    Komentar ini ia tulis tepat saat virus Covid-19 atau Corona merenggut 1 juta nyawa manusia di seluruh dunia. Horton juga menyatakan bahwa pendekatan yang diambil dalam penanganan virus memakai pendekatan yang terlalu sempit. Sebab, selama ini ia menilai semua intervensi hanya berfokus pada pemotongan laju penularan virus. Penanganan ini bahwa penanganan yang ada lebih berdasarkan pada pandangan bahwa Covid-19 sebagai penyakit menular. Sejarah ilmu pengetahuan epidemiologi selama berabad-abad menunjukkan bahwa memutus rantai penularan adalah cara yang tepat untuk mengatasi wabah penyakit menular.

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Ketimpangan sosial yang pernyataan Horton soal sindemi terlihat dari pernyataan PBB pada awal tahun 2020. PBB telah memperingatkan bahwa pandemi memiliki dampak yang tidak proporsional di antara populasi termiskin di dunia. Hal itu ditegaskan oleh Sekjen PBB, Antonio Guterres. Yang paling terdampak adaklah kelompok masyarakat paling rentan, orang yang hidup dalam kemiskinan, pekerja miskin, perempuan dan anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok marginal lainnya.

    Bukan Istilah Baru

    Sindemi bukanlah istilah baru dan sudah muncul pada dekade 90-an oleh seorang antropolog medis asal Amerika Serikat, Merill Singer. Istilah ini dicetuskannya untuk menyebiut kondisi ketika dua penyakit atau lebih berinteraksi sedemikian rupa sehingga menyebablan kerusakan yang lebih besar ketimbang dampak dari masing-masing penyakit tersebut. Dampak dari interaksi ini juga difasilitasi oleh kondisi sosial dan lingkungan yang tidak bisa dijelaskan dapat menyatukan kedua penyakit atau membuat populasi menjadi lebih rentan terhadap dampaknya. Istilah ini muncul saat Singer dan koleganya sedang meneliti penggunaan narkoba di komunitas berpenghasilan rendah di AS. Ia dan koleganya menemukan bahwa banyak masyarakat yang menggunakan narkoba menderita sejumlah penyakit seperti TBC dan penyakit menular seksual. Kesimpulan dari penelitian bahwa dalam beberapa kasus kombinasi penyakit memperkuat dampak dan kerusakan yang dialami penderita.

    Cara Penanganan

    Mengenai sindemi ini beberapa ahli seperti Tiff-Annie Kenny dari Laval University di Kanada menyarankan hal yang sama seperti Norton, yaitu mengganti pendekatan epidemiologi klasik mengenai risiko penularan Covid-19 dengan pendekatan dalam konteks sosial. Hal lainnya, menurut Merill Singer adalah mengatasi faktor struktural yang mempersulit masyarakat miskin untuk mengakses layanan kesehatan atau mengonsumsi makanan yang memadai. Perubahan strategi ini diperlukan untuk menghadapi pandemi di masa depan sebagai akibat tindakan manusia yang selalu melampaui batas yang menyebabkan beberapa hal negatif seperti perubahan iklim dan deforestasi. Hal ini perlu supaya pengobatan atau pencegahan terhadap Covid-19 benar-benar berjalan efektif.

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid1-19, Mulai dari Suspek hingga Kematian

    Nah, itulah Sobat Sehat mengenai sindemi, istilah yang baru-baru ini diluncurkan untuk menyebut Covid-19 yang masih mewabah. Yuk, Sobat, tetap jaga diri dari Covid-19 dengan menerapkan 3M, menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat, serta jangan lupa untuk PCR-swab dan rapid test di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19: Dulu Pandemi Kini Jadi Sindemi, Apa Itu? [Internet]. kumparan. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparansains/covid-19-dulu-pandemi-kini-jadi-sindemi-apa-itu-1uZnXdKkJNo
    2. Media K. Ilmuwan Sebut Covid-19 Bukan Lagi Pandemi, tetapi Sindemi, Apa Itu? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/11/12/180200023/ilmuwan-sebut-covid-19-bukan-lagi-pandemi-tetapi-sindemi-apa-itu?page=all
    3. Indonesia B. Sejumlah Ilmuwan Sebut COVID-19 Bukan Pandemi Tapi Sindemi, Maksudnya? [Internet]. detiknews. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://news.detik.com/bbc-world/d-5251747/sejumlah-ilmuwan-sebut-covid-19-bukan-pandemi-tapi-sindemi-maksudnya
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja