Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 51–60 of 1121 results

  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Mungkin ada diantara Sahabat Sehat yang sudah menanti keturunan selama lebih dari 1 tahun namun tak kunjung mendapatkan buah hati, meskipun sudah rutin berhubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Kebanyakan pasangan suami istri hanya melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Namun, pernahkah Sahabat Sehat melakukan pemeriksaan kesuburan yang ditujukan […]

    Perlukah Pemeriksaan Kesuburan Bagi Pria ?

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Mungkin ada diantara Sahabat Sehat yang sudah menanti keturunan selama lebih dari 1 tahun namun tak kunjung mendapatkan buah hati, meskipun sudah rutin berhubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Kebanyakan pasangan suami istri hanya melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Namun, pernahkah Sahabat Sehat melakukan pemeriksaan kesuburan yang ditujukan bagi pria ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut mengenai pentingnya pemeriksaan kesuburan bagi pria.

    Penyebab Ketidaksuburan Pria

    Sahabat Sehat, ternyata tidak hanya kondisi tubuh wanita saja yang penting untuk terjadinya proses kehamilan. Namun, kondisi tubuh pria turut berperan dalam proses kehamilan. Beberapa hal berikut dapat menyebabkan ketidaksuburan pada tubuh pria :

    • Kualitas sel sperma yang kurang baik

    Jumlah sel sperma yang kurang (oligozoospermia), tidak adanya sel sperma dalam cairan ejakulasi (azoospermia), maupun kelainan bentuk sperma dapat mengakibatkan  sulitnya terjadi proses pembuahan.

    • Ejakulasi retrograde.

    Kondisi ini menyebabkan sperma di ejakulasi ke dalam kandung kemih, sehingga sulit membuahi sel telur.

    • Kelainan bawaan, misalnya kelainan pada bentuk saluran sperma (vas deferens). Beberapa pria terlahir tanpa memiliki saluran sperma, sehingga hal ini berdampak pada sulitnya memiliki keturunan. 
    • Sumbatan pada organ reproduksi

    Adanya sumbatan pada testis maupun penis dapat mengakibatkan terhambatnya pengeluaran sel sperma saat ejakulasi

    • Antibodi anti-sperma

    Adanya antibodi dalam tubuh yang melawan sperma, sehingga sel sperma tidak dapat membuahi sel telur

    • Kelainan pada testis

    Sebagai contoh, infeksi pada testis, kanker testis, riwayat operasi pada testis, kelainan bawaan pada testis, trauma testis, maupun kelainan undescended testis (testis tidak turun ke skrotum) dapat mengakibatkan sulitnya proses pembuahan.

    • Kelainan hormon

    Kondisi rendahnya hormon testosteron, disebut sebagai Hipogonadisme yang berdampak pada penurunan produksi sel sperma. Kondisi ini dapat disebabkan akibat tumor, penggunaan obat terlarang, maupun kelainan bawaan Sindrom Klinefelter.

    • Obat-obatan

    Beberapa jenis obat, misalnya Sulfasalazine, antibiotik, kemoterapi, obat terlarang seperti mariyuana dan kokain, serta beberapa jenis obat herbal diketahui berdampak pada kesuburan pria.

    Baca Juga : 10 Makanan Peningkat Stamina Pria

    Bagaimana Cara Mengetahui Kesuburan Pria ?

    Jika Sahabat Sehat ingin memastikan penyebab belum memiliki keturunan, sebaiknya lakukan pemeriksaan baik pada tubuh istri dan tubuh suami. Berikut beberapa pemeriksaan yang penting dilakukan untuk memastikan kesuburan seorang pria :

    • Pemeriksaan Fisik

    Pada pemeriksaan fisik dapat diketahui kelainan pada testis, misalnya varikokel (pelebaran pembuluh darah balik di testis), infeksi testis, maupun kelainan lainnya yang dapat terlihat saat diperiksa secara langsung.

    • Analisa Semen

    Pada pemeriksaan ini, cairan semen ditampung dan diperiksa kondisi sel spermanya. Akan dinilai jumlah, bentuk, serta kecepatan gerak sel sperma.

    • Pemeriksaan Hormon Testosteron

    Hormon testosteron berperan dalam produksi sel sperma. Adanya gangguan hormonal turut berperan pada kesuburan pria.

    Layanan Terkait : Paket Pemeriksaan Kesuburan Laki-laki Prodia Clinic

    • Pemeriksaan Antibodi Anti-Sperma

    Beberapa pria memproduksi antibodi yang abnormal sehingga melawan sel sperma saat proses membuahi sel telur. Pemeriksaan antibodi anti-sperma dapat mendeteksi kelainan ini sehingga dapat ditangani lebih lanjut.

    • Pemeriksaan Genetik

    Pemeriksaan ini dapat mendeteksi berbagai kelainan bawaan yang dapat berdampak pada sulitnya memiliki keturunan

    • Pemeriksaan Lainnya

    Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan, sebagai contoh adalah tes darah. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit diabetes, penyakit tiroid, infeksi menular seksual,maupun obat-obatan yang turut berdampak pada kesuburan pria.

     Layanan Terkait : Kimia Farma Lab Panel Kesuburan untuk Pria

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai penyebab ketidaksuburan pada pria dan beragam pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahuinya. Sahabat Sehat dianjurkan untuk tetap menerapkan pola hidup sehat seperti beristirahat yang cukup, konsumsi buah dan sayur, hindari merokok, serta mengelola stress dengan baik.

    Jika Sahabat Sehat berminat melakukan pemeriksaan kesuburan, segera manfaatkan layanan Prosehat yang bekerjasama dengan Prodia. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi :

    1. Hoffman M. Fertility Tests for Men [Internet]. USA : WebMD. 2019 [updated 2019 Aug 16; cited 2021 July 22]. Available from : https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/male-fertility-tests
    2. Anna L. Tes Kesuburan yang Perlu Dilakukan Pria dan Wanita [Internet]. Indonesia : Kompas. 2018 [updated 2018 Sep 25; cited 2021 July 22]. Available from : https://lifestyle.kompas.com/read/2018/09/25/083200020/tes-kesuburan-yang-perlu-dilakukan-pria-dan-wanita?page=all
    3. National Health Services. Infertility [Internet]. USA : National Health Services. 2020 [updated 2020 Feb 18; cited 2021 July 22]. Available from : https://www.nhs.uk/conditions/infertility/causes/
    Read More
  • Bopeng, Kulit Tidak Mulus, Atau Hipertropi Kulit Karena Jerawat? Bagaimana Mengatasinya?

    Bekas jerawat sering kali meresahkan masyarakat terutama kaum hawa. Menurut teori, jaringan parut bekas jerawat terjadi akibat gangguan saat proses penyembuhan jerawat. Terbentuknya jaringan parut dapat disebabkan oleh 2 hal yaitu peningkatan atau hilangnya/rusaknya jaringan kolagen. Hilangnya/rusaknya jaringan merupakan penyebab yang paling sering ditemukan, hal inilah yang menyebabkan adanya bopeng pada area bekas jerawat. Hal lain yang perlu diketahui adalah adanya 4 macam tipe jaringan parut bekas jerawat yaitu:

    a. Ice pick

    Merupakan parut yang sering ditemukan dengan tipe jaringan parut bekas jerawat yang sempit dan dalam. Kedalaman parut tipe ini biasanya kurang dari 2 mm. Dari permukaan tampak seperti kulit yang telah ditusuk oleh alat penusuk es, sehingga dinamakan tipe ice pick.

          

     

    b. Boxcar

    Merupakan tipe parut yang juga sering ditemukan dengan bentuk yang lebar, dapat dangkal (<0,5 mm) atau dalam (>0,5 mm), tepi vertikal yang tajam dan batas yang jelas berbentuk bulat atau oval (diameter 1,5-4 mm).  Tipe ini lebih lebar dibandingkan ice pick.

       

    c. Rolling

    Merupakan tipe parut yang dangkal, lebar yang tampak bergelombang dengan diameter > 4 mm.

      

    d. Hipertropi (penebalan jaringan parut).

    Merupakan tipe parut yang tampak meninggi, dan terdiri dari jaringan yang padat. Parut bekas jerawat tipe ini tumbuh lebih besar daripada aslinya. Namun, tipe parut ini termsuk jarang ditemukan, dan umumnya terjadi pada daerah punggung dan dada.

      

    Read More
  • Perlukah mandi sebelum berolahraga? Pertanyaan ini tentunya sering Sahabat Sehat tanyakan saat hendak berolahraga, baik berlari, bersepeda, atau bermain sepak bola. Kebanyakan dari kita hanya mandi setelah berolahraga dan jarang melakukannya sebelum berolahraga. Hal itu biasanya disebabkan olahraga sendiri adalah kegiatan fisik yang sudah pasti mengucurkan banyak keringat. Keringat ini tentunya membuat Sahabat tidak nyaman karena […]

    Mandi Sebelum Berolahraga, Perlu atau Tidak?

    Perlukah mandi sebelum berolahraga? Pertanyaan ini tentunya sering Sahabat Sehat tanyakan saat hendak berolahraga, baik berlari, bersepeda, atau bermain sepak bola. Kebanyakan dari kita hanya mandi setelah berolahraga dan jarang melakukannya sebelum berolahraga. Hal itu biasanya disebabkan olahraga sendiri adalah kegiatan fisik yang sudah pasti mengucurkan banyak keringat. Keringat ini tentunya membuat Sahabat tidak nyaman karena baunya sehingga Sahabat cepat-cepat ingin menghilangkan bau tersebut dengan mandi.1

    mandi sebelum berolahraga

    Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari

    Lalu, Bagaimana dengan Mandi Sebelum Berolahraga? Apakah Dianjurkan?

    Mandi sebelum melakukan aktivitas fisik seperti olahraga sebenarnya sangat dianjurkan. Mengapa? Karena mandi sebelum berolahraga dapat menghilangkan bau badan akibat keringat yang timbul saat Sahabat tidur. Tidak hanya bau badan, mandi sebelum berolahraga pagi dapat juga menghilangkan bau mulut. Karena itu, disarankan untuk sikat gigi sebelum berolahraga. Dengan hilangnya bau badan dan mulut yang ditimbulkan tentunya dapat memberikan kenyamanan, tidak hanya pada diri sendiri tetapi juga pada orang-orang sekitar kita saat berolahraga.2

    Produk Terkait: Jual Asepso Antibacterial Body Wash 250 ml

    Manfaat Mandi Sebelum Berolahraga

    Tidak hanya itu, mandi sebelum berolahraga juga mempunyai manfaat-manfaat sebagai berikut:

    Mencegah heat stroke

    Manfaat pertama dari mandi sebelum Sahabat berolahraga adalah dapat mencegah heat stroke terutama bagi yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia. Berolahraga di wilayah yang cenderung panas dan lembap dapat meningkatkan risiko heat stroke, yang tentu saja dapat berakibat tidak baik bagi tubuh saat berolahraga. Mandi dengan air dingin sangat disarankan sehingga Sahabat tidak akan merasa overheat saat berolahraga.3

    Mempercepat sirkulasi darah

    Mandi sebelum Sahabat berolahraga terutama dengan air dingin akan memberikan keuntungan berupa mempercepat sirkulasi darah yang akan menambah energi dalam tubuh sehingga Sahabat Sehat tidak mudah lelah saat berolahraga. Mandi pun lebih efisien jika dibandingkan meminum segelas kopi atau teh untuk meningkatkan stamina.3

    Baca Juga: 5 Jenis Olahraga yang Cocok untuk Generasi Milenial

    Untuk daya tahan tubuh

    Ketika Sahabat berolahraga tentu yang diharapkan adalah bisa berolahraga sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. Supaya target terpenuhi, tentunya Sahabat tidak boleh cepat lelah yang malah membuat olahraga tidak efektif. Karena itu, diperlukan stamina yang kuat supaya daya tahan tubuh juga kuat. Mandi sebelum berolahraga sangat dianjurkan. Hal ini dapat mencegah naiknya suhu tubuh yang mengakibatkan lelah dan letih.3

    Produk Terkait: Jual Multivitamin Lengkap

    Meningkatkan performa

    Performa yang lebih baik selama berolahraga tentunya sangat diharapkan oleh Sahabat Sehat semua. Kenyataannya performa yang lebih baik tersebut bisa ada jika suhu tubuh dapat diturunkan. Untuk hal ini mandi sangat dianjurkan bagi Sahabat sebelum berolahraga karena, berdasarkan sebuah penelitian, mandi sebelum berolahraga dapat menurunkan suhu tubuh dan meningkatkan performa hingga 7%.3

    Meningkatkan kecepatan metabolisme tubuh

    Metabolisme tubuh akan cepat bereaksi apabila Sahabat mengguyur air ke tubuh sebelum berolahraga. Mandi sebelum berolahraga dapat membakar lemak sampai 4 kilogram per tahun sehingga dapat membantu Sahabat mewujudkan keinginan untuk memperindah tampilan tubuh melalui olahraga.3

    Apakah Mandi Sebelum Berolahraga Seperti Mandi Biasa?

    Mandi sebelum berolahraga sebenarnya tidak harus seperti mandi biasa yang mungkin membutuhkan waktu hingga 10-15 menit. Mandi cukup dilakukan selama 2-3 menit saja. Sahabat hanya seperlunya membilas badan dengan sampo dan sabun serta menyikat gigi.2

    Produk Terkait: Jual Sikat Gigi Elektrik

    Sebaiknya Mandi dengan Air Dingin atau Panas?

    Mandi dengan air dingin atau panas sebelum berolahraga tidaklah masalah. Namun, mandi air dingin lebih dianjurkan bagi Sahabat Sehat yang berada di wilayah tropis karena terbukti efektif dapat mencegah terjadinya overheat atau panas berlebih pada tubuh saat berolahraga.1

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    Itulah beberapa hal mengenai perlu atau tidaknya mandi sebelum berolahraga. Dengan begitu, Sahabat tidak perlu lagi ragu untuk mandi sebelum berolahraga yang tidak hanya membuat kondisi sekitar nyaman tetapi juga bermanfaat untuk performa tubuh saat berolahraga. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai olahraga dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sering Langsung Mandi Setelah Olahraga? Hentikan Kebiasaan Itu Jika Tidak Ingin Terserang Penyakit I. Sering Langsung Mandi Setelah Olahraga? Hentikan Kebiasaan Itu Jika Tidak Ingin Terserang Penyakit, Ini Penjelasannya! – Semua Halaman – Bobo [Internet]. Bobo. 2020 [cited 28 December 2020]. Available from: https://bobo.grid.id/read/082084987/sering-langsung-mandi-setelah-olahraga-hentikan-kebiasaan-itu-jika-tidak-ingin-terserang-penyakit-ini-penjelasannya?page=all
    2. Willis J. Should You Shower Before You Work Out? [Internet]. GQ. 2020 [cited 28 December 2020]. Available from: https://www.gq.com/story/shower-before-you-work-out
    3. Mandi Sebelum Olahraga, Why Not? – MLDSPOT [Internet]. Mldspot.com. 2020 [cited 28 December 2020]. Available from: https://www.mldspot.com/sport/2015/09/17/mandi-sebelum-olahraga-why-not
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, di masa kehamilan tentu perlu melakukan pemeriksaan berkala ke dokter maupun bidan. Salah satu pemeriksaan yang diperlukan adalah tes darah untuk mengetahui adanya penyakit infeksi yang dapat berdampak pada janin. Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut mengenai perlunya pemeriksaan TORCH selama masa kehamilan. Apa Itu […]

    Perlukah Pemeriksaan TORCH Saat Hamil ?

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Sahabat Sehat, di masa kehamilan tentu perlu melakukan pemeriksaan berkala ke dokter maupun bidan. Salah satu pemeriksaan yang diperlukan adalah tes darah untuk mengetahui adanya penyakit infeksi yang dapat berdampak pada janin. Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut mengenai perlunya pemeriksaan TORCH selama masa kehamilan.

    Apa Itu TORCH ?

    TORCH adalah singkatan dari sekelompok penyakit infeksi yaitu Toxoplasmosis, Rubella (campak Jerman), Cytomegalovirus (CMV) dan Herpes simpleks. Mari kita bahas satu per satu.

    Toksoplasmosis

    Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan karena infeksi parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini dapat ditemukan pada feses kucing, maupun daging yang tidak dimasak dengan matang. Infeksi toksoplasmosis selama masa kehamilan dapat berdampak pada janin yaitu gangguan penglihatan dan pendengaran, retardasi mental, serta kejang.

    Baca Juga : Tes Kesehatan untuk Perempuan

    Rubella

    Rubella atau disebut juga cacar jerman, merupakan infeksi virus yang menyebabkan timbulnya bintik kemerahan pada kulit. Dampak pada janin jika ibu terinfeksi cacar jerman adalah keguguran, kematian janin dalam kandungan, lahir prematur, gangguan jantung, gangguan penglihatan dan pendengaran, serta tumbuh kembang terhambat. 

    Cytomegalovirus

    Cytomegalovirus (CMV) merupakan salah satu jenis virus yang dapat tidak menimbulkan gejala pada penderitanya. Infeksi CMV selama masa kehamilan beresiko menimbulkan gangguan penglihatan dan pendengaran, epilepsi, serta gangguan intelektual pada janin.

    Herpes Simpleks

    Virus herpes simpleks dapat ditularkan dari ibu ke anak pada saat proses persalinan melalui vagina, namun tidak menutup kemungkinan janin terinfeksi virus herpes simpleks pada saat masih dalam kandungan. Dampak infeksi virus herpes simpleks pada janin yaitu keguguran, lahir prematur, berat badan lahir rendah, gangguan saraf, gangguan pernafasan, hingga kejang.

    Kapan Pemeriksaan TORCH Dilakukan ?

    Sahabat Sehat, para pakar mengungkapkan bahwa pemeriksaan skrining TORCH dapat mulai dilakukan sejak kunjungan pertama ke dokter di masa kehamilan. Selain itu juga dapat dilakukan apabila ibu hamil memiliki keluhan yang mengarah pada infeksi TORCH.

    Selain pemeriksaan TORCH, Sahabat Sehat yang tengah mengandung juga dapat melakukan pemeriksaan lainnya seperti tes HIV, Hepatitis B, gula darah, maupun pemeriksaan kromosom untuk mendeteksi kelainan bawaan janin misalnya Down Syndrome.

    Baca Juga : Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Bagaimana Persiapan Sebelum Menjalani Pemeriksaan TORCH ?

    Sahabat Sehat tidak perlu khawatir sebab pemeriksaan TORCH tidak membutuhkan persiapan khusus. Sebaiknya istirahat yang cukup serta hindari stress berlebih sebelum menjalani pemeriksaan. Informasikan ke dokter apabila akhir-akhir ini ada obat yang Sahabat Sehat konsumsi. 

    Tips Menjaga Kehamilan Selama Masa Pandemi Covid-19

    Bagi Sahabat Sehat yang tengah mengandung, masa pandemi Covid-19 dapat berdampak pada kondisi fisik dan psikologis. Mungkin sebelumnya Sahabat Sehat dapat leluasa mengunjungi tempat umum, namun kini lebih banyak menghabiskan waktu dirumah saja. Berikut beberapa tips yang dapat Sahabat Sehat lakukan dirumah :

    • Kontrol kehamilan berkala

    Di masa pandemi Sahabat Sehat dianjurkan untuk tetap melakukan kontrol kehamilan. Lakukan pemeriksaan kehamilan minimal 3x yaitu pada usia kehamilan 11-12 minggu, usia kehamilan 20-24 minggu, serta di trimester ketiga pada usia kehamilan 32 minggu dan di atas 36 minggu.

    • Patuh menerapkan protokol kesehatan

    Jika Sahabat Sehat mengunjungi tempat umum, seperti rumah sakit, supermarket, dan tempat lainnya sebaiknya gunakan masker, menjaga jarak, membawa hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. 

    • Konsumsi makanan bergizi seimbang

    Sahabat Sehat perlu memenuhi asupan gizi karbohidrat, protein, zat besi, asam folat, vitamin, dan kalsium. Konsumsi buah, sayur, lauk-pauk serta susu ibu hamil setiap hari untuk memastikan asupan gizi terjaga dengan baik.

    • Olahraga

    Selama dirumah, Sahabat Sehat dapat mencoba melakukan olahraga ringan misalnya yoga maupun senam ibu hamil dengan bantuan instruktur secara daring atau menonton tayangan olahraga melalui aplikasi di ponsel.

    • Kelola stress dengan baik

    Cemas berlebihan berpotensi menurunkan imunitas dan berdampak negatif terhadap psikologis ibu hamil. Komunikasikan dengan pasangan atau menuliskan buku harian dapat menjadi satu cara untuk mengeluarkan unek-unek.

    • Istirahat yang cukup

    Bagi Sahabat Sehat yang tengah hamil, jangan lupa untuk beristirahat baik di siang hari maupun malam hari terutama jika sudah mulai merasa lelah.

    Baca Juga : Mau Hamil

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pentingnya pemeriksaan TORCH selama masa kehamilan serta berbagai tips menjaga kehamilan di masa pandemi Covid-19. Jika Sahabat Sehat berminat melakukan pemeriksaan TORCH, segera manfaatkan layanan Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi :

    1. Fatmawati. Pemeriksaan TORCH pada Ibu Hamil dan Bayi [Internet]. Indonesia : RS Awal Bros; [cited 2021 July 15]. Available from : http://awalbros.com/others/pemeriksaan-torch-pada-ibu-hamil-dan-bayi/
    2. University of Rochester Medical Center. TORCH Panel [Internet]. UK : University of Rochester Medical Center; [cited 2021 July 15]. Available from : https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=167&contentid=torch_panel
    3. Ernst H. TORCH Screen [Internet]. USA : Healthline. 2018 [updated 2018 June 19; cited 2021 July 15]. Available from : https://www.healthline.com/health/torch-screen
    4. CNN Indonesia. Cara Menjaga Kehamilan pada Masa Pandemi Covid-19 [Internet]. Indonesia : CNN Indonesia. 2020 [updated 2020 Oct 06; cited 2021 July 15]. Available from : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200928170037-255-551945/cara-menjaga-kehamilan-pada-masa-pandemi-covid-19.
    Read More
  • Kini ada rekomendasi baru dari dokter ahli kanker, bahwa mereka usia 55-74 tahun yang pernah memiliki riwayat perokok berat (lebih dari satu bungkus per hari selama 30 tahun), perlu melakukan pemeriksaan terhadap adanya kanker paru.   Panduan ini menyarankan pemeriksaan seperti CT-scan dada. Hal ini ditarik dari penelitian National Lung Screening Trial dari 26.000 orang yang […]

    Perokok Berat? Ayo Cek Kanker Paru!

    Kini ada rekomendasi baru dari dokter ahli kanker, bahwa mereka usia 55-74 tahun yang pernah memiliki riwayat perokok berat (lebih dari satu bungkus per hari selama 30 tahun), perlu melakukan pemeriksaan terhadap adanya kanker paru.

     

    Panduan ini menyarankan pemeriksaan seperti CT-scan dada. Hal ini ditarik dari penelitian National Lung Screening Trial dari 26.000 orang yang menyebutkan kematian akibat kanker paru bisa diturunkan 20 persen bila dilakukan skrining terlebih dahulu.

    Namun demikian, mereka juga menyebutkan bagi mereka yang positif saat skrining CT-scan, lebih baik melakukan uji lainnya, termasuk prosedur yang invasif.

    Walau demikian, rekomendasi ini tidak berlaku bagi mantan perokok yang sudah berhenti merokok lebih dari 15 tahun yang lalu.

    Sumber: Journal of the American Medical Association, online May 20, 2012.

    Read More
  • Titik Terang Vaksin Kanker Paru

    Vaksin yang memicu sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker paru menunjukkan hasil yang cukup memuaskan pada uji klinis awal di Inggris.

    Penelitian terhadap 148 pasien yang dilaporkan dalam jurnal Lancet Oncology, menunjukkan vaksinasi yang dikombinasikan dengan kemoterapi memperlambat progresifitas kanker. Namun penelitian ini masih terbatas dan diperlukan penelitian dalam skala yang lebih besar.

    Vaksin ini menggunakan prinsip yang sama dengan vaksin pada umumnya, yaitu melatih sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit, dalam hal ini bukan virus atau bakteri melainkan sel kanker. Peneliti di Universitas Strasbourg menggunakan vaksin TG4010 yang merupakan modifikasi genetik dari virus pox.

    Pada percobaan ini, pasien kanker paru dengan jenis kecuali small cell carsinoma diberikan pengobatan kemoterapi standar di mana setengahnya divaksinasi dengan vaksin tersebut. Hasilnya, 6 bulan kemudian 43% pasien yang diberikan vaksinasi tidak mengalami progresifitas dari penyakit kankernya dibandingkan dengan pasien yang tidak mendapat vaksinasi sebesar 35% tidak mengalami progresifitas. Namun, dalam penelitian ini angka harapan hidup pasien yang divaksinasi maupun yang tidak divaksinasi menunjukkan hasil yang hampir sama.

    Diharapkan penelitian ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan harapan kepada para penderita kanker paru.

     

    Sumber : www.bbc.co.uk/news/health

    Read More
  • Lima Penyebab Kanker Paru Pada Non-Perokok

    Walaupun rokok menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kanker paru, tidak semua kanker paru terjadi pada perokok atau mantan perokok. Di Amerika, setiap tahunnya 170.000 orang menderita kanker paru dimana 10% dari jumlah tersebut tergolong dalam orang yang tidak pernah merokok sama sekali. Setelah dilakukan penelitian maka disimpulkan terdapat beberapa faktor dan keadaan yang dapat menyebabkan kanker paru pada non-perokok.

    1. Menjadi perokok pasif merupakan salah satu faktor resiko terkena kanker paru.  Non-perokok yang tinggal berdekatan dengan perokok mempunyai resiko 24% lebih besar menderita kanker paru dibandingkan dengan non-perokok lainnya. Setiap tahunnya, sekitar 3000 kematian akibat kanker paru di AS  terjadi pada perokok pasif.

    2. Gas Radon, gas yang terbentuk dari terurainya uranium, diketahui sebagai salah satu penyebab kanker paru. Diperkirakan 12% total kematian akibat kanker paru disebabkan oleh paparan terhadap gas Radon. Gas ini dapat menembus hampir seluruh lapisan seperti tanah, fondasi rumah, pipa-pipa, selokan dan celah-celah lainnya. Gas ini tidak terlihat dan tidak berbau namun dapat dideteksi dengan peralatan khusus.

    3. Asbes, merupakan material bangunan yang banyak digunakan untuk menahan panas maupun meredam suara. Serat mikroskopik yang terlepas dari asbes, berterbangan di udara dan dapat terhirup sampai ke paru-paru dan mengendap serta bertahan lama di dalam jaringan paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kanker paru dan kanker jenis mesotelioma. Para pekerja yang terpapar asbes memiliki resiko terkena kanker paru lima kali lebih besar dibandingkan pekerja lain yang tidak terpapar. Saat ini penggunaan asbes dibatasi bahkan dilarang dibeberapa negara.

    4. Faktor genetik, disinyalir menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kanker paru baik pada perokok maupun non-perokok.

    5. Polusi Udara dari kendaraan bermotor, industri, dan pembangkit listrik meningkatkan terjadinya resiko terkena kanker paru pada individu yang terpapar atau bekerja disana. diperkirakan 2000 kematian akibat kanker paru pertahun, disebabkan oleh polusi udara.

     

    Sumber: Medical Author: Melissa Conrad Stoppler, MD, Medical Editor: Jay W. Marks, MD www.medicinenet.com

    Read More
  • Estrogen & Rokok Memicu Kanker Paru

     

    Merokok merupakan kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari, karena selain merusak kesehatan diri sendiri, asapnya juga mengganggu dan merusak kesehatan orang disekitarnya. Namun belakangan ini jumlah perokok makin meningkat dan rokok bukan hanya didominasi oleh kaum pria melainkan sudah mulai merambah pada para wanita.

    Menurut penelitian yang dilakukan oleh Jing Peng, PhD, hormone estrogen turut memicu terjadinya kanker paru. Hal ini disebabkan kebiasaan merokok membuat metabolit/zat hasil metabolise estrogen yaitu 4-hydroxy-estrogens (4-OHEs) meningkat dalam tubuh. Metabolit tersebut bersifat toksik terhadap paru dan memicu terjadinya kanker paru.

    Memang percobaan yang dilakukan oleh Jing Peng, Ph D masih terbatas pada tikus. Namun hal tersebut dapat menjadi potensi pengobatan baru untuk menterapi kanker paru dengan anti hormone estrogen. Hal yang masih diteliti lebih lanjut adalah kontradiksi dimana hormone estrogen lebih banyak terdapat pada wanita disbanding pria, namun menurut statistik lebih banyak pria yang terkena kanker paru.

    Semoga penelitian lebih lanjut dapat membantu meningkatkan keberhasilan terapi kanker paru dan pencegahannya.

     

    Sumber: www.sciencedaily.com

    Read More
  • Deteksi Kanker Paru Dengan Nafasmu

    Kanker paru merupakan penyebab kematian terbesar akibat keganasan pada kaum adam. Keterlambatan diagnosis merupakan salah satu penyebab buruknya prognosis dari keganasan tersebut.

    Sebuah penelitian dilakukan oleh Dr. Peter Mazzone dan kawan – kawan, menggunakan suatu alat sensor kolorimetri generasi pertama perusahaan Metabolomxm berusaha mendeteksi keganasan pada paru dengan memanfaatkan nafas pasien yang bersangkutan. Dan hasil penelitian cukup menjanjikan dimana angka keakuratannya mencapai 80%.

    Sensor tersebut bekerja dengan prinsip mendeteksi zat atau kandungan unik (metabolic biosignature) yang dikeluarkan saat bernafas (menghembuskan nafas) dan berfungsi sebagai penanda (marker) kanker. Zat unik tersebut merupakan hasil metabolic dari sel – sel tumor yang aktif dan diharapkan melengkapi alat diagnostic seperti CT Scan paru dan membantu para klinisi dalam penatalaksanaan pasien. Dalam penelitian lebih lanjut, alat tersebut dapat mengidentifikasi subtype dari keganasan itu sendiri.

     

    James R, Jett dari bagian Kedokteran Pulmo dan Kedokteran Onkologi, National Jewish and Editor in Chief of the Journal of Thoracic Oncology menyatakan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai biosignature nafas tersebut serta menegaskan perlunya modalitas deteksi dini keganasan pada paru dengan cara yang non-invasif dan tes nafas metabolomik ini sangat menjanjikan.
    Hal senada juga diungkapkan oleh Paul Rhodes, PhD, Pendiri dan CEO Metabolomx. Beliau menambahkan bahwa penanda kanker pada nafas ini mempunyai prospek menjanjikan sebagai alat untuk deteksi dini keganasan paru secara non invasive, murah, cepat dan akurat. Dan pada akhirnya menurunkan biaya pada sistem pelayanan kesehatan.

    Metabolomx akan segera memulai penelitian lanjutan dengan menggunakan alat sensor generasi baru yang akan berlangsung di Cleveland Clinic. Perusahaan Metabolomx mengharapkan generasi baru tersebut akan lebih sensitif dalam mendeteksi kandungan kimiawi yang terkandung dalam nafas penderita keganasan./ PC

    Sumber: Medical News Today

    Read More
  • Kuku Sebagai Alat Prediksi Kanker Paru

    Menurut studi terbaru yang dipublikasikan di American Journal of Epidemiology, kadar nikotin dalam kuku kaki dapat digunakan sebagai alat untuk memprediksi risiko terkena kanker paru-paru.

    Fakta bahwa kuku kaki tumbuh lambat, dan kadar nikotin dalam kuku kaki lebih stabil daripada dalam air liur atau urin, membuat kuku kaki sebagai indikator yang baik dalam mendeteksi hal tersebut.

    Lebih dari 30.000 orang diminta memberikan potongan kuku kaki mereka dan peneliti membandingkan potongan kuku dari 210 laki-laki yang terkena kanker paru-paru dengan laki-laki yang sehat.

    Walaupun kebiasaan merokok telah dihilangkan, adanya nikotin dalam kuku kaki tetap terdeteksi . Yang mengagetkan, lebih dari 10 persen laki-laki dengan kadar nikotin tertinggi ternyata tidak pernah merokok. Hal ini semakin menguatkan pernyataan bahwa merokok pasif sama berbahayanya dengan merokok aktif.

    Dengan studi ini, dibuktikan bahwa kadar nikotin dalam kuku kaki bisa digunakan sebagai biomarker terhadap paparan tembakau melalui kebiasaan merokok aktif atau terkena paparan asap rokok.

     

    Sumber-Medindia

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja