Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 51–60 of 1030 results

  • Selama bulan suci Ramadan, sebagai umat muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa bagi yang mampu. Perlu diketahui bahwa ada hal penting yang harus diperhatikan selama berpuasa agar tubuh tetap fit dan bugar. Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa Yup, selain harus menyesuaikan perubahan pola makan, kita juga harus memperhatikan perubahan pola […]

    7 Poin Penting Agar Tidur Anda Tetap Berkualitas Meski Sedang Berpuasa

    Selama bulan suci Ramadan, sebagai umat muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa bagi yang mampu. Perlu diketahui bahwa ada hal penting yang harus diperhatikan selama berpuasa agar tubuh tetap fit dan bugar.

    Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

    Yup, selain harus menyesuaikan perubahan pola makan, kita juga harus memperhatikan perubahan pola tidur agar dapat maksimal saat menjalankan ibadah puasa.

    Perubahan pola tidur ini yang sering menjadi alasan seseorang menjadi sering lemas dan mengantuk sepanjang hari. Akhirnya memengaruhi produktivitas sehari-hari. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan dalam menjaga pola tidur saat berpuasa agar membantu tubuh untuk tetap fit, di antaranya:

    1. Memajukan jam tidur

    Upayakan untuk memajukan jam tidur selama bulan puasa dan buatlah jadwal di jam yang sama setiap harinya. Misalnya, apabila selama bulan puasa rutin menjalankan salat Tarawih, upayakan untuk segera tidur setelahnya dan hindari waktu untuk begadang.

    Jika pada umumnya salat Tarawih selasai pada pukul 8 malam, cobalah mengambil waktu sekitar 90 menit untuk mempersiapkan tidur, seperti untuk mandi, beres-beres, dan sebagainya. Kemudian segeralah pergi tidur, artinya pastikan sudah berbaring ditempat tidur pada pukul 9.30 malam.

    Namun, apabila tidak terbiasa untuk tidur lebih cepat selama bulan puasa,  sebenarnya waktu tidurnya dapat berkurang sekitar 40 menit, karena terpotong waktu sahur.

    Menurut sebuah penelitian dalam Journal of Sleep Research, hal ini dapat mengurangi durasi tahap tidur pulas atau rapid eye movement (REM) yang membuat tubuh menjadi mudah lemas dan sering mengantuk disiang hari.

    2. Menyempatkan tidur lagi setelah sahur

    Meskipun langsung tidur setelah sahur akan berdampak negatif bagi tubuh, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa memiliki waktu tidur yang cukup merupakan kebutuhan dasar setiap manusia yang harus dicukupi.

    Untuk menyiasatinya, upayakan bangun sahur tepat waktu. Dengan begitu tubuh masih memiliki waktu yang cukup untuk mencerna makanan seoptimal mungkin agar dapat menghasilkan energi yang dibutuhkan nanti.

    Setelahnya masih juga memiliki waktu kosong sekitar 1-2 jam untuk kembali tidur sebelum bersiap melanjutkan aktivitas.

    3. Sempatkan tidur di waktu luang

    Menggunakan waktu luang yang dimiliki dalam setiap aktivitas harian untuk menyempatkan tidur meski hanya sebentar saja.

    Misalnya dengan memanfaatkan waktu luang saat dalam perjalanan pulang-pergi kantor untuk tidur. Namun, apabila mengendarai kendaraan pribadi, jangan paksakan untuk tetap berangkat jika masih mengantuk.

    Sebaiknya tidur dahulu walau hanya sejenak untuk menyegarkan tubuh. Sama halnya ketika akan bersiap untuk pulang.

    Baca Juga: Ternyata Tidur Selama 6 Jam Saja Tidak Cukup

    Jika merasa ngantuk, ada baiknya memberi waktu 5 menit untuk tidur sejenak. Karena meski hanya 5 menit, itu akan memberikan pengaruh yang luar biasa bagi tubuh.

    Selain itu, coba mengalokasikan jam istirahat makan siang untuk tidur siang. Sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa tidur siang selama 20-30 menit sudah lebih dari cukup untuk menambah energi agar kembali produktif dan juga dapat menutupi kebutuhan tidur apabila kita hanya tidur selama 2 jam di malam hari.

    Tidur siang juga dipercaya dapat mengurangi hormon stress pada tubuh akibat dari kurangnya waktu tidur di malam hari.

    4. Perhatikan apa yang dimakan sebelum tidur

    Pada umumnya orang akan sulit tidur jika perut dalam kondisi lapar maupun saat kekenyangan. Jadi alangkah baiknya jika lebih memperhatikan kembali apa yang dikonsumsi sebelum tidur, terutama hindari mengonsumsi makanan berat sebelum tidur.

    Karena segera tidur setelah makan besar dapat membuat waktu tidur terganggu, bahkan dapat memicu risiko terkena stroke

    Apabila merasa sangat lapar dan terpaksa harus makan sebelum pergi tidur, sebaiknya pilihlah makanan yang mudah dicerna dan hanya dalam porsi kecil. Misalnya, buah atau biskuit gandum.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Selain itu, merokok dan konsumsi kafein harus dihindari jika ingin menjaga pola tidur sehat selama bulan puasa karena efek dari stimulasi nikotin dan kafein memerlukan waktu yang sangat lama untuk bisa luruh sepenuhnya, sehingga ini dapat membuat tidur tidak berkualitas.

    5. Menciptakan lingkungan tidur yang nyaman

    Agar tidur semakin berkualitas, pastikan lingkungan yang nyaman pada kamar tidur seperti dengan mematikan lampu, mengganti sprei dan sarung bantal, hidupkan pendingin ruangan, dan matikan perangkat elektronik lainnya.

    Pancaran sinar terang dari ponsel juga dapat meniru cahaya alami sinar matahari, sehingga jam biologis tubuh menganggap pancaran sinar ini sebagai tipuan sinyal bahwa hari masih pagi.

    Karena itu, proses tubuh dalam memproduksi senyawa melatonin, hormon pemicu ngantuk menjadi terganggu. Selain itu, cobalah untuk melakukan kegiatan yang dapat membuat tubuh semakin relax sebelum tidur.

    Misalnya dengan mandi air hangat, melakukan perenggangan, atau dengan teknik relaksasi lainnya agar dapat mempercepat proses tidur dan lebih berkualitas.

    6. Tetap rutin olahraga meski sedang puasa

    Biasanya orang akan menghindari aktivitas berat saat sedang puasa, terutama olahraga. Namun, sebenarnya melakukan aktifitas fisik seperti olahaga justru akan meningkatkan kebugaran tubuh dan bahkan meningkatkan kualitas tidur yang lebih baik.

    Yang sangat disarankan adalah berolahraga di pagi hari. Apabila kondisinya tidak memungkinkan, coba melakukannya di waktu sebelum berbuka atau sekitar 4-5 jam sebelum pergi tidur.

    7. Jangan membedakan jadwal tidur di hari kerja dan akhir pekan

    Akhir pekan merupakan hari yang tepat untuk bangun siang dan bersantai dari kesibukan sehari-hari. Namun, saat bulan puasa sebaiknya tahan dahulu keinginan tersebut jika tidak ingin merusak pola tidur yang berkualitas.

    Sebisa mungkin upayakan untuk tetap konsisten pada jadwal tidur yang telah ditetapkan sebelumnya. Semakin lama kebiasaan baik ini dilakukan, maka semakin banyak manfaat positif bagi tubuh yang akan dirasakan.

    Misalnya, tubuh menjadi lebih ringan, hangat dan memberi energi lebih untuk berakifitas. Apabila anda mengubahnya secara tiba-tiba, maka hal ini akan berpengaruh pada proses metabolisme tubuh.

    Menjalani pola tidur sehat serta memperhatikan asupan nutrisi pada makanan yang dikonsumsi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan agar terhindar dari gangguan tidur.

    Baca Juga: Sahabat Mengalami Gangguan Tidur Berjalan? Berikut Cara Mengatasinya!

    Karena jika gangguan tidur diabaikan, maka akan berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Namun, Sahabat Sehat tidak perlu khawatir lagi karena saat ini telah hadir layanan kesehatan mental di Prosehat.

    Sahabat bisa agendakan untuk berkonsultasi dengan psikiater secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 7 Cara Menjaga Pola Tidur Selama Bulan Puasa Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/25/094401320/7-cara-menjaga-pola-tidur-selama-bulan-puasa?page=all> [Accessed 22 April 2021].
    2. Direktorat P2PTM. 2021. Tips mengatur pola tidur saat bulan puasa – Direktorat P2PTM. [online] Available at: <http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/18/tips-mengatur-pola-tidur-saat-bulan-puasa> [Accessed 22 April 2021].
    3. Psychology Today. 2021. What Is Intermittent Fasting, and Will It Help Your Sleep?. [online] Available at: <https://www.psychologytoday.com/us/blog/sleep-newzzz/201904/what-is-intermittent-fasting-and-will-it-help-your-sleep> [Accessed 22 April 2021].

     

     

     

    Read More
  • Influenza, atau yang sering disebut sebagai flu, merupakan penyakit sistem pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza. Saat bersin atau batuk, penderita influenza mengeluarkan droplet yang mengandung virus dan dapat menyebar sampai radius 1 meter. Virus juga dapat menular melalui tangan yang terkontaminasi virus.1 Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis Meskipun biasanya […]

    Vaksin Influenza Trivalen atau Quadrivalen? Kenali Perbedaannya!

    Influenza, atau yang sering disebut sebagai flu, merupakan penyakit sistem pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza. Saat bersin atau batuk, penderita influenza mengeluarkan droplet yang mengandung virus dan dapat menyebar sampai radius 1 meter. Virus juga dapat menular melalui tangan yang terkontaminasi virus.1

    vaksin influenza trivalen atau quadrivalen

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Meskipun biasanya hanya menimbulkan gejala ringan dan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan, influenza dapat menyebabkan sakit berat hingga kematian. Sakit berat dan komplikasi lebih sering terjadi pada anak usia kurang dari 5 tahun, lansia, wanita hamil, dan juga orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu.2,3

    Vaksin influenza merupakan vaksin yang mampu melindungi Anda dari penyakit influenza dengan cara membentuk antibodi yang akan terbentuk 2 minggu setelah vaksinasi. Antibodi yang terbentuk akan mengurangi risiko Sahabat Sehat tertular penyakit flu dan mencegah terjadinya infeksi berat. Vaksin influenza disarankan untuk dilakukan 1 tahun sekali yang dapat dimulai sejak usia 6 bulan. Pada negara 4 musim, vaksin influenza disarankan untuk dilakukan sebelum musim dingin, sedangkan di Indonesia yang beriklim tropis influenza dapat terjadi kapan saja, sehingga vaksin dapat dilakukan sepanjang tahun.4,5

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Terdapat 2 jenis utama virus influenza yang menyebabkan penyakit flu, yaitu tipe A (H1N1 dan H3N2) dan tipe B (Yamagata dan Victoria).

    Di Indonesia terdapat 2 jenis vaksin influenza yang tersedia, yaitu:6

    • Vaksin influenza trivalen: melindungi dari 3 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2), dan 1 jenis influenza tipe B (salah satu antara Yamagata atau Victoria).
    • Vaksin influenza quadrivalen: melindungi dari 4 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2) dan 2 jenis virus influenza tipe B (Yamagata dan Victoria).

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Setiap tahunnya, World Health Organization (WHO) akan memberi rekomendasi kandungan strain vaksin influenza trivalent (salah satu antara Yamagata atau Victoria), sesuai dengan survei yang telah dilakukan untuk menentukan kira-kira virus tipe B mana yang sedang beredar. Sedangkan vaksin influenza quadrivalen memiliki kedua virus tipe B. Semakin banyak strain virus yang terkandung dalam vaksin, semakin baik kemampuan proteksinya. Dengan begitu, vaksin influenza quadrivalen memiliki jangkauan perlindungan yang lebih luas dibandingkan dengan vaksin influenza trivalen. Meskipun begitu, vaksin influenza trivalen masih dirasa cukup untuk melindungi dari virus flu. Jika Sahabat Sehat sudah mendapat 1 dosis vaksin trivalen, tidak perlu untuk mendapat vaksin quadrivalen, kecuali memang diindikasikan untuk mendapat lebih dari 1 dosis. Anda hanya perlu mengulang vaksin influenza 1 tahun kemudian.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Apabila Sahabat ingin vaksinasi flu Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Daftar Pustaka

    1. World Health Organization. Influenza (seasonal). 2018. Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza (flu). 2019. Available at: https://www.cdc.gov/flu/about/index.html
    1. Mayo Clinic. Influenza (flu). 2020. Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/flu/symptoms-causes/syc-20351719
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Key fact about flu vaccines. 2020. Available at: https://www.cdc.gov/flu/prevent/keyfacts.htm#benefits
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza what  you need to know. 2019. Available at: https://www.cdc.gov/flu/about/keyfacts.htm
    4. Centers for Disease Control and Prevention. Types of influenza viruses. 2019. Available at: https://www.cdc.gov/flu/about/viruses/types.htm
    5. immunization Action Coalition. Ask the expert influenza. 2020. Available at: https://www.immunize.org/askexperts/experts_inf.asp
    Read More
  • Bulan puasa sering dijadikan alasan agar  kita malas bergerak. Justru sebaliknya, Anda seharusnya lebih rajin berolahraga agar tubuh tetap fit dan bugar. Asupan makanan biasanya akan  berkurang karena tidak makan dan minum seharian dan jika Anda tidak berolahraga tubuh akan semakin lemas. Hal ini tentunya akan berdampak pada pekerjaan Anda. Baca Juga: Hindari Kesalahan Berolahraga […]

    8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

    Bulan puasa sering dijadikan alasan agar  kita malas bergerak. Justru sebaliknya, Anda seharusnya lebih rajin berolahraga agar tubuh tetap fit dan bugar.

    Asupan makanan biasanya akan  berkurang karena tidak makan dan minum seharian dan jika Anda tidak berolahraga tubuh akan semakin lemas. Hal ini tentunya akan berdampak pada pekerjaan Anda.

    Baca Juga: Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Pilihlah waktu dan jenis olahraga yang tepat, seperti berolahraga saat menjelang berbuka puasa selama 30-60 menit. Tujuannya agar cairan yang hilang cepat tergantikan setelah puasa seharian dan berolahraga.

    Selain itu, pilihlah jenis olahraga yang tepat saat puasa. Kalau biasanya Anda rutin berolahraga Muaythai atau angkat beban, kini pilihlah olahraga lain yang dapat dilakukan saat keadaan perut kosong.

    Yuk ketahui lebih lanjut 8 jenis olahraga yang pas dilakukan saat puasa. Agar tidak ada kata malas berolahraga saat puasa.

    1. Push up

    push up sehat

    Push up adalah olahraga yang sangat baik untuk meningkatkan kekuatan otot tubuh bisep maupun trisep. Olahraga ini dapat dilakukan dimana saja dan memiliki berbagai variasi yang bisa Anda coba. Lakukan gerakan push up sebanya 10 – 15 kali per 1 kali sesi.

    Baca Juga: Olahraga Ini Cocok Untuk Jantung Sehat

    2. Squat Jump

    Hampir sama dengan push up, squat jump juga olahraga yang dapat membentuk otot kita. Gerakan squat jump mudah dilakukan dengan posisi awal tubuh berdiri dengan kaki dibuka lebar. Letakkan tangan Anda di belakang kepala, lalu sedikit melompat dan mendarat dengan posisi setengah jongkok.

    Meskipun terlihat mudah, jangan sembarangan saat melakukan squat jump. Lakukanlah dengan hati-hati.  Hal ini untuk menghindari bahaya cedera. Lakukan 10-15 menit per 1 kali sesi.

    Baca Juga: 7 Olahraga Bakar Kalori Makan Siang

    3. Bench-dips

    bench dips

    Olahraga satu ini membutuhkan penyangga seperti bangku ataupun kotak. Letakkan telapak tangan Anda di bangku dan rentangkan kaki di depan Anda. Turunkan tubuh Anda hingga lengan atas sejajar dengan lantai. Lakukanlah Bench-dips selama 10-15 menit per 1 kali sesi.

    Baca Juga: 12 Cara Mengajarkan Anak Hidup Sehat

    4. Jogging

    Jogging merupakan latihan fisik yang paling efektif  untuk menurunkan berat badan Anda. Jogging dapat membakar kalori dibandingkan olahraga kardio lainnya. Lakukanlah jogging selama 2-5 menit per 1 kali sesi sebelum berbuka puasa.

    Baca Juga: Olahraga Aman Untuk Ibu Hamil

    5. Yoga

    Lagi malas keluar rumah, tapi tetap ingin berolahraga? Yoga jawabannya. Yoga adalah aktivitas olah tubuh serta pikiran yang berfokus pada kekuatan, fleksibilitas dan pernapasan yang bertujuan meningkatkan kualitas fisik dan mental. Luangkan waktu kurang lebih 20 menit untuk melakukan kegiatan ini.

    6. Senam

    Ingin olahraga yang lebih menantang? Cobalah berolahraga senam saat ramadhan. Senam merupakan cabang olahraga yang melibatkan banyak gerakan yang membutuhkan kekuatan, kecepatan serta keserasian gerakan fisik yang teratur.

    Baca Juga: 5 Persiapan Penting Sebelum Honemoon

    Selain gerakan, senam juga digunakan sebagai rekreasi, relaksasi hingga menenangkan pikiran. Umumnya senam dapat dilakukan dirumah ataupun tempat gym. Agar Anda tidak terlalu lelah berolahraga saat puasa, lakukan senam selama 20-30 menit.

    7. Pillates

    Sebagian orang melihat pillates dan yoga hampir sama. Namun, perbedaannya yoga lebih berfokus pada kekuatan, fleksibilitas dan pernapasan, sedangkan pillates lebih mengutamakan daya otot dan kekuatan daya tahan. Selain itu, dibutuhkan juga keselarasan postural yang tepat dalam menjalankan pillates. Lakukan pillates selama 20-30 menit sebelum berbuka puasa.

    Baca Juga: 7 Pose Yoga Cegah Osteoporosis

    8. Bersepeda

    bersepeda

    Ingin melakukan olahraga lainnya? Bersepeda bisa jadi pilihan Anda dan keluarga. Luangkan waktu minimal 30-40 menit setiap harinya. Goweslah sepeda dengan santai agar tenaga Anda tetap terjaga hingga waktu berbuka tiba.

    Selain berolahraga, menjaga asupan makanan juga penting baik di bulan Puasa maupun hari lainnya. Konsumsilah makanan sehat yang bisa Anda dapatkan di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. TanyaDok. “Tetap Sehat dengan Olahraga Saat Puasa”.
    2. Sandjaja, Rianyta. “ Olahraga di Bulan Puasa, Kenapa Tidak?”.
    3. Greatist. “How to Do the Perfect Push-up”.
    4. Men’s Journal. “Exercise How To: Bench Dip”.
    5. Braverman, Jody. “How to Lose Weight Jogging for 20 Minutes”.
    6. Mayo Clinic. “Yoga: Fight stress and find serenity”.
    7. Mayo Clinic. “Pilates for beginners: Explore the core”.
    8. Bike to Work. “Tips Bersepeda saat Puasa”.

     

    Read More
  • Kapan sih terakhir kali kalian terserang flu? Seberapa parah penyakit flu menyerang tubuh? Flu adalah salah satu jenis penyakit yang sering menyerang masyarakat mengingat virus yang satu ini sangat mudah ditularkan antara satu orang ke orang lainnya. Flu dapat menyerang siapa saja mulai dari anak-kana hingga lanjut usia dan perlu diketahui bahwa flu paling rentan […]

    Seberapa Efektifkah Vaksin Flu untuk Mencegah Penyakit Flu?

    Kapan sih terakhir kali kalian terserang flu? Seberapa parah penyakit flu menyerang tubuh? Flu adalah salah satu jenis penyakit yang sering menyerang masyarakat mengingat virus yang satu ini sangat mudah ditularkan antara satu orang ke orang lainnya.

    Flu dapat menyerang siapa saja mulai dari anak-kana hingga lanjut usia dan perlu diketahui bahwa flu paling rentan menyerang orang dengan daya tahan tubuh yang tidak terlalu bagus.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang sering mengalami flu mengingat daya tahan tubuh anak belum sebagus yang dimiliki orang yang lebih tua daripada mereka.

    Penyakit flu pastinya juga memiiki gejala tertentu seperti layaknya gejala penyakit lainnya dan lebih baik penanganan cepat diberikan sebelum penyakit ini bertambah parah.

    Beberapa gejala flu yang harus kita ketahui antara lain adalah timbulnya demam tinggi, bersin yang tidak berhenti-henti, sakit tenggorokan, ataupun penurunan nafsu makan.

    Beberapa gejala ini biasanya timbul dalam jangka waktu 24 hingga 48 jam setelah kita terinfeksi virus flu dan gejala ini dapat timbul hingga jangka waktu 6 minggu.

    Penyakit flu biasanya timbul pada musim tertentu, contohnya saja pada negara beriklim dingin penyakit ini biasanya muncul pada bulan Desember hingga Februari.

    Lalu, bagaimana dengan kita yang beriklim tropis? Pada negara beriklim tropis, penyakit flu bisa terjadi pada siapa pun dan kapan pun, sehingga kita perlu mengantisipasi hal ini.

    Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya flu adalah dengan melakukan vaksin flu. Lalu, siapa saja yang bisa menerima vaksin flu?

    Seberapa efektif, sih vaksin yang satu ini untuk anak? Nah, daripada semakin penasaran, yuk mending kita simak penjelasan yang satu ini!

    Penerima Vaksin Influenza

    Vaksin flu disarankan pemberiannya pada anak sejak dini setelah berusia 6 bulan, di mana vaksin ini bekerja dengan cara membentuk antibodi pada tubuh anak sehingga virus penyebab flu akan kalah – alias anak akan menjadi kebal dengan virus flu nantinya.

    Vaksin ini tentu saja membutuhkan waktu agar dapat berfungsi dengan efektif pada tubuh anak, sekitar dua minggu hingga anak bisa menjadi kebal terhadap virusnya.

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

     

    Lalu, siapa yang sebaiknya mendapatkan vaksinasi flu ini?

    Seperti yang telah dibahas sebelumnya, virus flu sangat sering menyerang mereka yang daya tahan tubuhnya rendah sehingga disarankan untuk dilakukan pada mereka yang masih balita (anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun) ataupun sudah memasuki usia lanjut usia (di atas 65 tahun).

    Bukan hanya itu saja, wanita hamil juga mereka yang memiliki penyakit kronis juga disarankan untuk melakukan vaksin ini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Tidak lupa pekerja medis juga bisa disarankan untuk melakukan vaksin ini mengingat mereka bekerja di lingkungan yang penuh dengan orang sakit. Vaksinasi flu disarankan untuk dilakukan satu kali setiap tahun dan hal ini sangatlah efektif untuk mencegah datangnya penyakit flu pada kita dan anak di kemudian hari.

    Baca Juga: Checklist Persiapan Kegiatan Agar Travelling Sukses

    Nah, itu tadi adalah info sekilas mengenai vaksinasi flu. Pastinya sudah tidak ragu lagi untuk melakukan vaksinasi flu pada anak bukan? Vaksinasi flu sangatlah dianjurkan mengingat hal ini dapat meminimalkan datangnya penyakit datang pada anak alias menjaga tubuh anak tetap fit sepanjang waktu.

    Sahabat juga bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Sahabat Sehat, perubahan cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini membuat Sahabat Sehat perlu mewaspadai penyakit demam berdarah. Demam berdarah biasanya muncul menjelang pergantian musim dan seringkali menyebabkan kejadian luar biasa di beberapa daerah. Baca Juga: Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah Serta Pencegahannya Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes […]

    Wajib Tahu! Kenali Fase Demam Berdarah dan Penanganannya

    Sahabat Sehat, perubahan cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini membuat Sahabat Sehat perlu mewaspadai penyakit demam berdarah. Demam berdarah biasanya muncul menjelang pergantian musim dan seringkali menyebabkan kejadian luar biasa di beberapa daerah.

    fase demam berdarah

    Baca Juga: Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah Serta Pencegahannya

    Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, ditandai dengan demam tinggi hingga 400 Celcius yang dapat berlangsung selama 2-7 hari. Nah, Sahabat Sehat mari kenali fase demam berdarah agar lebih waspada di rumah.

    Fase Demam Berdarah

    Fase Demam

    Fase pertama pada penyakit demam berdarah diawali dengan demam tinggi hingga mencapai 39-400 Celcius dan dapat disertai dengan keluhan lain seperti mual, muntah, nyeri sendi, sakit kepala serta muncul ruam kemerahan di kulit. Fase demam dapat berlangsung di hari pertama hingga hari ketiga setelah terinfeksi virus dengue.

    Fase Kritis

    Fase kritis berlangsung pada hari ketiga hingga hari kelima setelah terinfeksi virus dengue. Sahabat Sehat perlu waspada sebab kondisi cenderung terlihat membaik namun pada fase ini juga dapat terjadi kebocoran plasma yang ditandai dengan muntah secara terus-menerus, mimisan, pembesaran organ hati atau nyeri perut yang tidak tertahankan.

    Fase Penyembuhan

    Fase penyembuhan umumnya terjadi pada 5-7 hari setelah terinfeksi virus dengue. Pada fase ini demam sudah turun namun terkadang dapat kembali mengalami demam meski tidak setinggi sebelumnya, sehingga fase penyembuhan diibaratkan menyerupai pelana kuda.

    Selain itu pada fase penyembuhan, terlihat ruam merah yang hampir merata di seluruh tubuh (disebut convalescence rash) dan dapat hilang dengan sendirinya.

    Penanganan Demam Berdarah

    Sahabat Sehat, ketiga fase demam berdarah tersebut dapat ditangani sebagai berikut :

    Fase Demam

    Pada fase demam, penanganannya cukup sederhana yaitu dengan minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi yang dapat membuat tubuh menjadi lemah. Sahabat Sehat sebaiknya mengkonsumsi air putih sebanyak 2,5 liter dan minum obat penurun demam sesuai anjuran dokter.

    Fase Kritis

    Pada fase kritis, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pemeriksaan darah di laboratorium untuk mengetahui kondisi tubuh lebih lanjut.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Penanganan pada fase kritis dapat dilakukan di rumah sakit untuk menstabilkan tubuh dan mencegah komplikasi akibat demam berdarah seperti kekurangan cairan tubuh, kebocoran pembuluh darah yang berujung pada pendarahan hebat, kerusakan organ hingga kematian.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Demam Setelah Divaksin Covid-19

    Fase Penyembuhan

    Penanganan pada fase penyembuhan dapat dilakukan dengan mengkonsumsi air putih yang cukup, makanan tinggi protein, buah dan sayur, serta beristirahat yang cukup.

    Nah, itulah fase demam berdarah dan penanganannya yang perlu Sahabat Sehat ketahui sehingga membantu Sahabat Sehat dalam menangani demam berdarah.

    Baca Juga: 7 Anjuran Asupan Makanan Saat Anak Demam

    Apabila Sahabat Sehat mengalami keluhan selama di rumah, Sahabat Sehat dapat berkonsultasi secara online dengan dokter 24 jam di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Kenali Fase Demam Berdarah (DBD) dan Cara Penanganannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 22 April 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/01/29/180100268/kenali-fase-demam-berdarah-dbd-dan-cara-penanganannya?page=all
    2. Media K. Pentingnya Gerakan 3M untuk Cegah Demam Berdarah Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 22 April 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/02/05/133100368/pentingnya-gerakan-3m-untuk-cegah-demam-berdarah?page=all
    3. Penanganan Demam Berdarah sesuai dengan Fase DBD [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 22 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191024150235-255-442553/penanganan-demam-berdarah-sesuai-dengan-fase-dbd

     

    Read More
  • Si kecil sudah mulai puasa setengah hari? Wah, pasti puasa pertamanya akan menjadi tantangan bukan hanya untuk dirinya, namun juga Anda. Sebagai orangtua, tentu kita merasa bahagia dan bangga apabila anak sudah menunjukkan niat untuk mulai puasa. Entah itu diiming-imingi hadiah saat Lebaran atau karena keinginan sendiri. Namun sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk si […]

    Si Kecil Mulai Puasa Setengah Hari, Apa Saja yang Perlu Ibu Ketahui?

    Si kecil sudah mulai puasa setengah hari? Wah, pasti puasa pertamanya akan menjadi tantangan bukan hanya untuk dirinya, namun juga Anda. Sebagai orangtua, tentu kita merasa bahagia dan bangga apabila anak sudah menunjukkan niat untuk mulai puasa.

    Entah itu diiming-imingi hadiah saat Lebaran atau karena keinginan sendiri. Namun sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk si kecil mulai puasa ya?

    Baca Juga: 7 Barang Penting Selama Bulan Ramadan Saat Pandemi Covid-19

    puasa setengah hari

    Kapan waktu yang tepat untuk si kecil mulai puasa setengah hari?

    Persepsi setiap orangtua mungkin berbeda-beda mengenai usia berapa puasa untuk anak dimulai. Anda bisa mengajarkan mereka untuk berpuasa sejak TK dan bisa dimulai dengan puasa setengah hari.

    Di Islam sendiri, sebenarnya diperbolehkan untuk anak-anak berpuasa hingga pukul 12 siang atau setelah azan zuhur berkumandang karena masih dalam masa latihan.

    Puasa atau shaum (bahasa Arab) itu sendiri artinya adalah menahan atau mencegah, yakni menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang buruk, untuk meningkatkan ketakwaan.

    Walaupun puasa untuk anak sendiri belum menjadi kewajiban, namun tentunya Anda ingin mendidik anak untuk mempelajari esensi berpuasa secara dini, sekaligus melatih mereka agar bila tiba saatnya nanti mereka dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Pastinya akan ada banyak kelucuan dan kenangan yang terjadi menyaksikan si kecil mulai berpuasa pertama kali.

    Apakah kondisi tubuh anak sudah mumpuni untuk puasa?

    Kondisi tubuh anak berbeda dengan orang dewasa. Ajaran di Islam sendiri memberikan kewajiban berpuasa pada mereka yang sudah melewati masa balig.

    Dan kondisi balig pada anak adalah ketika mereka sudah disunat dan mengalami mimpi basah. Mengingat banyak anak belum mengalami mimpi seperti itu, maka kewajiban berpuasa belum menjadi miliknya. Untuk itu diperbolehkan puasa setengah hari yang juga dilatarbelakangi oleh kondisi tubuhnya.

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama Bulan Ramadan

    Pada orang dewasa, nutrisi yang masuk ke dalam tubuh digunakan untuk menjalankan proses metabolisme sehari-hari sesuai aktivitas.

    Saat berpuasa terjadi penurunan kadar gula darah dan membuat tubuh harus menggunakan cadangan lemak yang tersimpan dalam tubuh. Pada anak, nutrisi dan kadar gula darah tetap diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan otak.

    Karena itu memang beralasan bahwa puasa penuh baru dianjurkan pada anak yang sudah mencapai usia akil baliq (pubertas).

    Kalau begitu bagaimana dengan anak yang lebih kecil? Hingga saat ini belum banyak penelitian mengenai pengaruh berpuasa pada anak, terutama dalam hal kesehatan dan tumbuh kembang, sehingga kita harus sangat cermat mempertimbangkan kondisi dan keterbatasan kemampuan anak.

    Mengapa si kecil harus melalui puasa setengah hari sebelum puasa sehari penuh?

    Karena tubuhnya memerlukan adaptasi, mengingat keadaan stabil di dalam tubuh kita  memungkinkan kita melakukan berbagai kegiatan sehari-hari, terjaga karena adanya glukosa. Glukosa sendiri menjadi sumber energi terbaik bagi otak, hati, otot, sel darah merah, dan sel lemak.

    Mengingat otak dan sel darah merah tidak dapat memproduksi glukosa sendiri, untuk itu semua bergantung pada kadar gula darah dalam tubuh yang dipertahankan dengan mengonsumsi makanan.

    Makanan yang kita konsumsi dapat mempertahankan kadar gula darah dalam tubuh sampai empat jam. Jadi, jika seorang anak, misalnya, makan pagi pada pukul 06.00,  kadar gula darah dalam tubuhnya bisa bertahan sampai pukul 10.00.

    Setelah rentang waktu empat jam, untuk mempertahankan kadar gula darah, tubuh akan mulai memecah cadangan glukosa yang terutama disimpan di hati dan otot, yang disebut glikogen.

    Enam belas jam setelah mengonsumsi makanan, atau yang disebut fase kelaparan dini, glukosa tidak lagi diambil tubuh dari cadangan yang disimpan di hati dan otot. Pada fase ini, sumber energi dapat berasal dari pemecahan lemak (keton) dan protein. Jika fase kelaparan berlangsung lama atau kronis,  dapat terjadi gangguan tumbuh-kembang pada anak.

    Puasa biasanya dilakukan mulai sesaat sebelum matahari terbit (Imsak) sampai matahari terbenam (Magrib). Di negara tropis seperti Indonesia, di mana rentang waktu siang dan malam hampir sama, lama waktu berpuasa kurang-lebih 12 jam setiap harinya.

    Artinya, anak sudah selesai berpuasa sebelum mencapai fase kelaparan dini. Jika anak dalam kondisi sehat, seharusnya ia tidak akan mengalami gangguan tumbuh-kembang walaupun berpuasa 12 jam.

    Walaupun begitu, anak-anak yang puasa setengah hari harus segera mengganti cadangan makanan  yang habis saat puasa selama 7 jam.

    Dan sebagai orang tua yang baik, Anda harus memperhatikan dengan baik kebutuhan nutrisinya. Untuk itu di saat sahur, Anda harus memberinya suplemen daya tahan tubuh, selain tentunya makanan yang bergizi seimbang. 

    Ketika berbuka, hadiahi mereka dengan Vitamin C yang selain segar, dapat membantu kebugaran tubuhnya. Dengan hal ini, walaupun anak berpuasa setengah hari, ia tidak akan gampang sakit.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Jangan lupa bahwa pada anak, bukan puasanya yang menjadi tujuan Anda sebagai orang tua, melainkan makna puasa tersebut untuk memperkenalkannya pada ajaran agama.

    Produk Terkait:

    1. Scott’s Emulsion Vita

    Produk ini dapat menjadi bekal si kecil puasa setengah hari. Asupan harian ekstra lezat ini merupakan campuran dari minyak hati ikan kod dan rasa jeruk yang disukai anak-anak serta tidak lupa pastinya kandungan penting yang akan membantu tumbuh kembang si kecil lebih sempurna lagi, mulai dari Vitamin A, Vitamin D dan Kalsium, belum lagi khasiat sari jeruk.

    Vitamin A sudah terbukti mendukung fungsi kekebalan tubuh serta penglihatan yang cemerlang. Sedangkan Vitamin D menjaga kesehatan tulang dan gigi, serta membantu fungsi kekebalan tubuh.

    Kalsium juga membantu pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Beri si kecil Scott’s Emulsion Vita ini setiap hari untuk melindungi tubuhnya dari gejala penyakit yang bisa saja menyerang saat ia berpuasa.

    2. Stimuno

    Suplemen daya tahan tubuh ini dapat membantu tubuh untuk merangsang produksi pertahanan tubuh, atau sistem imunitas dan mengaktifkannya agar dapat bekerja lebih optimal.

    Produk ini juga tersedia untuk anak Anda yang sedang belajar puasa setengah hari. Dengan begitu si kecil terhindar dari serangan virus, kuman atau bakteri ketika tubuhnya sedang berpuasa.

    Ekstrak tanaman Phyllanthus niruri yang terkandung dalam Stimuno sudah terbukti dapat bekerja dengan optimal dalam merangsang tubuh dalam produksi antibodi.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai makanan puasa untuk si Kecil, dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Mayoritas orang tentu belum tahu betul bahwa vaksin flu sangat dibutuhkan. Vaksinasi flu dibutuhkan untuk mencegah penularan akibat terinfeksi influenza dalam jangka panjang. Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Flu Selama Pandemi Corona Sebab jika telah terserang, penyakit ini akan menimbulkan kekambuhan dengan disertai penyakit lain seperti penyakit asma dan penyakit ringan lainnya. Penularan influenza terjadi melalui […]

    Pentingnya Vaksin Flu Bagi Masyarakat

    Mayoritas orang tentu belum tahu betul bahwa vaksin flu sangat dibutuhkan. Vaksinasi flu dibutuhkan untuk mencegah penularan akibat terinfeksi influenza dalam jangka panjang.

    vaksin flu bagi masyarakat

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Flu Selama Pandemi Corona

    Sebab jika telah terserang, penyakit ini akan menimbulkan kekambuhan dengan disertai penyakit lain seperti penyakit asma dan penyakit ringan lainnya.

    Penularan influenza terjadi melalui udara ataupun kontak fisik dengan penderita sebelumnya. Jika kamu telah terserang influenza, kamu akan mengalami beberapa gejala seperti batuk, lemas, nyeri pada tenggorokan, demam, mual, jantung berdebar, suara serak, dan sakit kepala.

    Dalam upaya pencegahan terserang influenza, dokter menyarankan Sahabat melakukan vaksinasi influenza. Vaksinasi tersebut memiliki 2 jenis umum yang perlu kamu ketahui.

    Jenis tersebut, yaitu trivalen dan quadrivalen. Vaksin trivalen, yaitu vaksin yang memiliki kandungan dua galur virus influenza jenis A yaitu H1N1 dan H3N2 serta galur jenis B. Sedangkan untuk vaksinasi quadrivalen memiliki kandungan masing-masing dua galur pada jenis A dan jenis B.

    Baca Juga: Vaksin Influenza Trivalen Atau Quadrivalen? Kenali Perbedaannya!

    Vaksinasi trivalen merupakan vaksinasi yang diberikan melalui suntikan dan dikhususkan untuk orang yang berumur lebih dari 65 tahun.

    Selain itu pembuatan virus ini dilakukan dengan menanamkan virus pada telur dan diberikan kepada seseorang yang berumur 18 sampai 64 tahun dengan dosisi normal. Sedangkan vaksinasi quadrivalen hanya diberikan kepada seseorang pada rentan usia tertentu.

    Umumnya vaksinasi influenza untuk anak berusia 4 tahun ke atas menggunakan vaksin tersebut dengan disuntikkan ke kulit, bukan pada otot seperti umumnya suntik vaksin. Suntik vaksin jenis ini juga bisa diberikan kepada seseorang yang berumur 18 tahun sampai 64 tahun seperti halnya vaksinasi trivalent.

    Vaksin influenza bekerja dengan membentuk antibodi setelah dua minggu penyuntikkan. Dengan memberikan vaksin tersebut, maka kamu telah melakukan upaya pencegahan dengan membentuk proteksi pada tubuh. Vaksinasi influenza ini dapat diberikan kepada siapa pun.

    Namun sangat dianjurkan untuk diberikan kepada anak yang berusia 6 bulan sampai berusia 5 tahun, ibu hamil, orang berumur 64 tahun ke atas, pekerja medis yang rentan terkena penyakit akibat profesinya, dan orang yang memiliki penyakit kronis sehingga memiliki resiko lebih tinggi untuk terjangkit penularan influenza.

    Dosis masing orang tertentu berbeda tergantung pada kebutuhan tubuh. Agar lebih aman, sebaiknya kamu melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum suntik vaksin influenza.

    Seperti halnya pemberian obat, tentu vaksinasi juga memberikan reaksi pasca vaksinasi tertentu. Reaksi yang dirasakan setelah suntik vaksin tersebut antara lain: adanya bengkak pada area yang disuntik, merasa demam, nyeri dan merah serta terkadang bengkak di area yang disuntik.

    Reaksi ini bersifat ringan dan tidak akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan sebab beberapa hari kemudian kamu akan kembali sehat. Namun, jika demikian parah, segera hubungi dokter untuk penanganan medis lebih lanjut.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Setelah mengetahui betapa penting vaksinasi influenza terutama pada musim pancaroba, maka sangat dianjurkan kepada masyarakat untuk melakukan hal tersebut. Bagaimanapun, mencegah adalah investasi kesehatan terbesar dibandingkan mengobati.

    Seperti yang telah dijelaskan pula, jangan lupa untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan melakukan vaksinasi influenza.

    Sebab setiap orang memiliki dosis yang berbeda-beda. Selain itu, jika reaksi pasca vaksinasi yang kamu rasakan berkepanjangan atau tak kunjung sembuh, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar segera ditangani dengan baik.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Yuk, Sahabat segera vaksinasi flu di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Demam biasa dan demam berdarah tentu sudah sering Sobat Sehat mendengarnya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masih banyak masyarakat yang salah kaprah untuk membedakan kedua demam tersebut. Supaya tidak terjadi hal seperti itu lagi, yuk mari kita sama-sama simak penjelasan di bawah ini. Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah Perbedaan pada keduanya terlihat pada beberapa hal, yaitu sifat […]

    Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah serta Pencegahannya

    Demam biasa dan demam berdarah tentu sudah sering Sobat Sehat mendengarnya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masih banyak masyarakat yang salah kaprah untuk membedakan kedua demam tersebut. Supaya tidak terjadi hal seperti itu lagi, yuk mari kita sama-sama simak penjelasan di bawah ini.

    demam biasa dan demam berdarah

    Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah

    Perbedaan pada keduanya terlihat pada beberapa hal, yaitu sifat panas, reaksi terhadap obat, dan gejala-gejala tambahan yang dirasakan. Untuk sifat panas, diketahui bahwa pada demam biasa panasnya masih bersifat normal, yaitu di atas 38 derajat Celcius, dan bersifat konsisten atau tiba berubah-ubah sama sekali.

    Hal ini tentu sangat berbeda pada demam berdarah yang ternyata mempunyai sifat panas yang mendadak dapat berubah menjadi tinggi sekali meskipun baru terjadi pada 1-2 hari pertama.

    Mengenai reaksi terhadap obat, untuk demam biasa dapat dikatakan normal. Demam akan mereda apabila diberikan obat penurun demam. Namun, jika ternyata belum sembuh betul, demam akan datang kembali.

    Baca Juga: 7 Anjuran Asupan Makanan Anak Saat Demam

    Sementara itu, pada demam berdarah yang terjadi adalah kebalikannya. Suhu tubuh hanya akan turun sedikit atau malahan tidak turun sama sekali. Untuk gejala, pada demam biasa gejala-gejala yang dialami biasanya berupa sakit kepala, kedinginan, keringat dingin, menggigil, dan nafsu makan turun.

    Namun pada demam berdarah terdapat beberapa gejala tambahan yang dirasakan, yaitu badan pegal-pegal, linu di persendian, mimisan, bintik-bintik di bawah kulit atau gusi berdarah, tidak flu dan batuk sama sekali. Selain ketiga faktor tersebut yang perlu diketahui adalah bahwa penyebab pada demam biasa adalah

    Sedangkan pada demam berdarah penyebabnya adalah gigitan nyamuk Aedes aegepti yang membawa virus dengue yang kemudian masuk ke dalam aliran darah. Nyamuk ini tinggal di sekitar tempat tinggal manusia.

    Cara Mencegah Demam

    Kita dapat mencegah kedua demam tersebut, baik demam biasa maupun demam berdarah. Pencegahan lebih baik karena jika sudah mengalami demam akan tidak enak sekali. Demam bukan merupakan suatu diagnosis namun suatu gejala atau pertanda yang bisa disebabkan oleh berbagai penyakit. Berikut ini adalah cara mencegahnya:

    Demam Biasa

    Pertahankan suhu tubuh pada batas yang normal

    Usahakan tubuh tetap dalam suhu tubuh yang normal dengan memakai pakaian yang benar. Gunakanlah pakaian berwarna terang, ringan, dan berukuran pas daripada pakaian berwarna hiutam yang bersifat menyerap cahaya lebih banyak dibandingkan dengan warna terang.

    Selain itu, tetaplah beraktivitas di dalam ruangan. Jika terpaksa keluar, gunakanlah tabir surya untuk menghindari paparan sinar matahari yang terlaly panas. Hindari juga makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin.

    Jaga hidrasi tubuh dengan Cairan

    Cairan sangat penting bagi tubuh manusia, dan berperan aktif dalam mencegah datangnya penyakit. Namun, harus diingat cairan yang disarankan adalah air putih. Karena itu, tetaplah penuhi asupan cairan untuk tubuh dengan baik. Minumlah kurang lebih 7-8 gelas air putih dalam sehari. Ingat, jangan tunggu sampai  kehausan.

    Baca Juga: Minuman Selain Kopi yang Mampu Meningkatkan Konsentrasi

    Selalu memperbarui Informasi

    Selalu perbarui informasi dengan memeriksa berita lokal untuk mengetahui peringatan panas ekstrem dan kiat-kiat keselamatan.

    Saat bekerja dalam cuaca panas, pantaulah kondisi rekan kerja dan mintalah seseorang melakukan hal yang sama untuk Sahabat Sehat. Penyakit yang disebabkan oleh panas dapat menyebabkan seseorang menjadi bingung atau kehilangan kesadaran.

    Demam Berdarah

    Menguras Tempat Penampungan Air

    Menguras tempat penampungan air merupakan hal yang sangat penting dalam mencegah demam berdarah. Tindakan ini berguna memutus siklus hidup nyamuk yang hanya berumur 2-3 bulan dari telur hingga dewasa dan mati. Usahakan uras secara berkala.

    Setelah menguras pastikan Sobat juga membersihkan dindingnya karena bisa jadi telur nyamuk menempek di situ. Setelah itu, taburi air dengan bubuk larvasida yang berfungsi membunuh telur dan jentik nyamuk di genangan air sebelum menjadi dewasa.

    Menutup Rapat Tempat Penampungan Air

    Setelah menguras, tutuplah rapat tempat penampungan air sebab kebanyakan terjadinya demam berdarah adalah karena banyak bak mandi yang ditutup sama sekali.

    Mengubur Barang Bekas

    Ternyata nyamuk Aedes aegepti juga bisa bersarang di barang-barang bekas yang menumpuk dan tidak lama digunakan. Karena itu, jangan biarkan barang-barang bekas menumpuk begitu saja. Kuburlah atau daur ulang untuk keperluan lain.

    Menggunakan Obat Anti-Nyamuk

    Obat anti-nyamuk bisa juga Sobat gunakan untuk mencegah demam berdarah. Pilihannya bisa obat nyamuk bakar atau elektrik, atau obat semprot. Selain obat, gunakan juga losion yang mampu mengusir nyamuk.

    Produk Terkait: Jual Bite Fighter Mosquito Repellent Spray 120 ml

    Mengenakan Pakaian Tertutup Saat Keluar Rumah

    Supaya tidak diserang nyamuk terus-menerus saat ke luar rumah, segeralah memakai pakaian tertutup yang menutupi lengan dan kaki. Pakaian tertutup ini juga bisa Sobat gunakan saat hendak tidur.

    Gunakan Kelambu

    Kelambu bisa Sobat gunakan untuk mencegah serangan nyamuk di sekitar dan di dalam rumah. Gunakanlah di area tempat tidur sehingga Sobat merasa aman dan nyaman dan terbebas dari gigitan nyamuk.

    Menaruh Tanaman Hias Pengusir Nyamuk di Dalam Rumah

    Kenyataannya tanaman hias bukan sekadar penghias rumah saja namun juga bisa digunakan untuk mengusir nyamuk penyebab demam berdarah.

    Beberapa tanaman hias yang mampu mengusir nyamuk adalah serai wangi, lemon balm, lavender, catnip, dan geranium.

    Cukup letakkan tanaman di dalam pot kecil dan taruhlah di lokasi strategis seperti di sudut ruangan, dekat jendela atau dekat pintu masuk. Untuk serai dan lemon balm, dapat ditanam di pekarangan rumah karena tidak bisa ditaruh dalam pot.

    Hentikan Kebiasaan Menggantung Pakaian

    Nyamuk gemar hinggap di gantungan pakaian. Karena itu, sebaiknya Sobat menghindari menggantung terlalu banyak pakaian di gantungan terutama yang terletak di belakang pintu yang gelap dan lempab sebab nyamuk senang tinggal di situ. Jangan gantung pakaian selama berhari-hari sebab nyamuk akan nyaman bersarang.

    Baca Juga: Kenali Gejala Demam Berdarah Sebelum Jelajah Nusantara

    Itulah Sahabat mengenai perbedaan demam biasa dan demam berdarah beserta pencegahannya. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai demam dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Ketahuilah, Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/10/18/140000920/ketahuilah-perbedaan-demam-biasa-dan-demam-berdarah?page=all
    2. Mediatama G. Demam tanpa flu atau batuk, waspadai demam berdarah [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/demam-tanpa-flu-atau-batuk-waspadai-demam-berdarah?page=all
    3. Cara Mengatasi dan Mencegah Suhu Tubuh yang Tinggi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://tirto.id/cara-mengatasi-dan-mencegah-suhu-tubuh-yang-tinggi-eyhM
    4. 8 Langkah untuk Melakukan Pencegahan DBD Dengan Mudah [Internet]. Pfimegalife.co.id. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://www.pfimegalife.co.id/literasi-keuangan/kesehatan/read/langkah-mencegah-dbd-pada-anak
    Read More
  • Apakah Sahabat Sehat pernah mengalami cegukan saat berpuasa? Tentunya hal ini sangat mengganggu Sahabat Sehat dalam menjalankan ibadah puasa. Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan Cara mengatasi cegukan sebenarnya cukup mudah, salah satunya dengan meneguk segelas air putih. Namun bila Sahabat Sehat sedang berpuasa, tentu saja tidak diperbolehkan minum air. Lalu bagaimana […]

    Cegukan Saat Berpuasa? Berikut Cara Mengatasinya!

    Apakah Sahabat Sehat pernah mengalami cegukan saat berpuasa? Tentunya hal ini sangat mengganggu Sahabat Sehat dalam menjalankan ibadah puasa.

    cegukan saat berpuasa

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Cara mengatasi cegukan sebenarnya cukup mudah, salah satunya dengan meneguk segelas air putih. Namun bila Sahabat Sehat sedang berpuasa, tentu saja tidak diperbolehkan minum air.

    Lalu bagaimana caranya untuk mengatasi cegukan ketika berpuasa? Nah, Sahabat Sehat mari simak penjelasan berikut ini.

    Menahan Napas

    Cara pertama yang dapat Sahabat Sehat lakukan adalah dengan menahan napas, hal ini cukup mudah dilakukan tanpa harus membatalkan puasa. Ketika Sahabat Sehat menahan napas, kadar karbondioksida dalam darah akan meningkat sehingga cegukan dapat berhenti dengan sendirinya.

    Sahabat Sehat dapat menarik nafas sedalam-dalamnya dan tahan selama kurang lebih 8-10 detik, lakukan beberapa kali hingga cegukan mulai berhenti.

    Memijat Ulu Hati

    Cegukan saat berpuasa juga dapat diatasi dengan memijat ulu hati secara perlahan supaya dapat memberi tekanan pada otot diafragma. Sahabat Sehat dapat memijat area ulu hati dengan lembut selama kurang lebih 15-20 detik hingga cegukan mulai mereda.

    Produk Terkait: Layanan Fisioterapi ke Rumah

    Membalikkan Posisi Tubuh

    Sahabat Sehat dapat membalikkan posisi tubuh ke posisi berbaring lalu memposisikan kepala dibawah dan kaki diatas, yang dipercaya dapat membantu mengatasi cegukan.

    Memeluk Lutut

    Posisi memeluk lutut turut dipercaya dapat membantu mengatasi cegukan. Sahabat Sehat dapat memeluk lutut sambil berbaring maupun duduk, dan pilih posisi yang nyaman.

    Jika Sahabat Sehat memeluk lutut sambil duduk, tekuk kaki kemudian peluk lutut sambil mencondongkan badan ke depan.

    Jika Sahabat Sehat memeluk lutut sambil berbaring, angkat kaki ke atas kemudian tekuk lutut dan letakkan di atas perut. Posisi ini dapat menekan diafragma sehingga diafragma berkontraksi dan menutup ruang antara pita suara.

    Memencet Hidung

    Cara mengatasi cegukan selanjutnya adalah dengan memencet hidung. Sahabat Sehat dapat memencet hidung selama beberapa detik sambil menahan nafas dan ulangi beberapa kali hingga cegukan mereda.

    Baca Juga: Tips Menghilangkan Jerawat dan Cara Mencegahnya

    Pijat Leher

    Cara terakhir yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk mengatasi cegukan adalah dengan memijat leher dengan lembut. Letakkan kedua tangan pada leher lalu putar kepala berlawanan arah jarum jam, lakukan selama kurang lebih 5 hingga 10 detik hingga cegukan mereda.

    Cara Menghindari Cegukan

    Pada umumnya cegukan terjadi secara tiba-tiba akibat kontraksi diafragma. Sahabat Sehat dapat melakukan beberapa hal berikut untuk mencegah cegukan:

    • Makan secara perlahan dan kunyah makanan hingga lembut
    • Hindari minuman bersoda
    • Hindari makanan yang terlalu pedas
    • Minum air putih minimal 2 L per hari
    • Kelola stres dengan baik

    Nah, Sahabat Sehat itulah beberapa cara untuk mengatasi cegukan saat berpuasa agar Sahabat Sehat tetap dapat menjalankan ibadah berpuasa. Namun apabila cegukan masih berlanjut, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut ke dokter terdekat untuk diberikan penanganan lebih lanjut.

    Baca Juga: Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa

    Apabila Sahabat Sehat memiliki kendala selama berpuasa, silakan berkonsultasi secara online dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap, hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. 7 Cara Atasi Cegukan saat Puasa [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 21 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4241361/cek-7-cara-atasi-cegukan-saat-puasa
    2. Media K. 8 Cara Menghilangkan Cegukan saat Puasa [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 21 April 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/04/20/160400068/8-cara-menghilangkan-cegukan-saat-puasa
    Read More
  • Tidak terasa bulan Ramadan telah tiba. Saatnya umat muslim menjalankan ibadah puasa dan berbagi kebaikan dengan sesama. Salah satu hal yang selalu diingat saat bulan Ramadhan yaitu banyak penjual yang menjajakan makanan, seperti kolak hingga gorengan. Baca Juga: Alasan Orang Indonesia Gemar Konsumsi Gorengan Meski Tidak Menyehatkan Godaan seperti itulah yang membuat kantong kita menipis. […]

    5 Tips Hemat Agar Keuangan Tidak Jebol Saat Ramadan

    Tidak terasa bulan Ramadan telah tiba. Saatnya umat muslim menjalankan ibadah puasa dan berbagi kebaikan dengan sesama. Salah satu hal yang selalu diingat saat bulan Ramadhan yaitu banyak penjual yang menjajakan makanan, seperti kolak hingga gorengan.

    hemat uang koin

    Baca Juga: Alasan Orang Indonesia Gemar Konsumsi Gorengan Meski Tidak Menyehatkan

    Godaan seperti itulah yang membuat kantong kita menipis. Belum lagi adanya kegiatan berbuka puasa bersama keluarga, sahabat dan teman kerja. Mengakali hal tersebut, berikut 5 tips hemat agar keuangan tidak jebol saat ramadan.

    1. Membuat Daftar Menu Selama Ramadan

    Ramadhan kali ini Sahabat harus lebih menata hidup lebih baik, misalnya dengan membuat daftar menu makanan dari sahur hingga berbuka puasa.

    Lengkapi daftar menu tersebut seperti bahan-bahan yang akan digunakan dan berapa porsi yang harus dibuat. Hal ini akan memudahkan Sahabat dalam menghitung estimasi pengeluaran selama sebulan.

    Baca Juga: 5 Menu Praktis Untuk Anda yang Telat Sahur

    Biasakan juga untuk mencatat ulang biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan-bahan tersebut sebagai pengukur keuangan kita.

    2. Membatasi Berbuka Puasa di Luar

    Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk temu kangen dengan sahabat dari sekolah dasar hingga kuliah. Belum lagi acara berbuka puasa bersama keluarga dan teman kerja.

    Tetapi kalau Sahabat ingin berhemat, sepertinya harus mengurangi berbuka puasa di luar. Selain harga makanan yang meningkat, penyajiannya akan sedikit lama dibandingkan sebelum puasa, karena banyaknya yang berbuka puasa di luar.

    Baca Juga: 4 Jenis Makanan Agar Kenyang Lebih Lama

    Aturlah jadwal berbuka puasa sahabat dan pilihlah makanan yang sesuai dengan kantong. Agar lebih hemat, bawalah minuman air putih dari rumah.

    3. Stok Kebutuhan Sebelum Ramadan

    Tips selanjutnya adalah stok kebutuhan Sahabat selama bulan Ramadhan. Seperti biasa, saat Ramandhan tiba, harga kebutuhan baik makanan hingga kebutuhan rumah tangga akan terus meningkat.

    Belanjalah bahan pokok makanan yang tahan lama hingga saru bulan kedepan. Selain itu pilihlah barang-barang yang menawarkan bonus, seperti buy 1 get 1 atau potongan harga.

    Baca Juga: Persiapan Kesehatan Untuk yang Ingin Liburan

    Sebelum berbelanja, pastikan untuk membuat catatan belanja selama sebulan dan tahan diri Sahabat untuk tidak membeli barang diluar catatan belanja kita.

    4. Hindari Godaan Sale

    Bagi sebagian masyarakat Indonesia, bulan Ramadhan identik juga dengan baju baru yang dikenakan saat lebaran. Tidak jarang momen ini dimanfaatkan departement store dengan promo-promo.

    Jika ingin berhemat, hindarilah godaan-godaan sale yang membuat kantong Sahabat menipis. Lebih baik gunakan pakaian sebelumnya yang masih terlihat bagus karena lebaran bukanlah ajang untuk memamerkan pakaian baru namun untuk ibadah.

    Baca Juga: Tips Liburan Dengan yang Alergi Makanan

    5. Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati

    Mungkin kata itu yang tepat untuk menjaga kantong keuangan kita terlebih dibulan Ramadan. Menjaga kesehatan sangatlah penting bagi kita. Saat ramadan, lakukanlah olahraga ringan, minimal selama 5 hingga 10 menit setiap harinya. Pilihlah menu makanan sehat dan proteksi diri Sahabat dan keluarga dengan vaksinasi di ProSehat.  

    Selain itu, Sahabat bisa berkonsultasi online dengan para dokter di Prosehat selama 24 jam untuk masalah kesehatan selama puasa. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Kompas.com. Ika, Aprillia. “4 Cara Cerdas Mencegah Pemborosan di bulan Ramadhan”.
    2. Kompas.com. Ika, Aprillia. “Tips Hemat Saat Bulan Puasa Bagi Anak Kost”.
    3. Tempo.co. Sarosa, Astari P. “Sebulan Menjelang Puasa Ramadan, Lakukan Persiapan Berikut”.
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja