Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 51–60 of 1272 results

  • Pengaruh Stres Kerja dengan Keharmonisan Keluarga 

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Lingkungan kerja yang buruk dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan tubuh dan kesehatan mental yang berujung pada kualitas pekerjaan hingga kehidupan di luar pekerjaan. Beberapa kondisi dapat mengakibatkan stress akibat pekerjaan berdampak pada keluarga saat pekerja pulang ke rumah. Sahabat Sehat, bagaimana mengatasi stress di tempat kerja agar tidak berdampak pada keharmonisan keluarga ? Mari simak penjelasan berikut.

     

    Gejala Stres 

    Secara umum, stress yang dialami oleh pekerja biasanya dipicu oleh  beban pekerjaan yang semakin besar. Hal ini tentunya akan berdampak pada gejala fisik seperti kelelahan, dan gejala afektif seperti perasaan yang terganggu. Stress ditandai dengan beberapa keluhan, seperti :

    1. Gejala Fisik

    Stress dapat berdampak pada proses metabolisme dan organ tubuh, misalnya :

     

    • Nafas cepat
    • Mulut dan kerongkongan kering
    • Kedua tangan berkeringat
    • Merasa kepanasan
    • Otot menegang
    • Gangguan pencernaan
    • Diare
    • Sembelit
    • Mudah lelah
    • Sakit kepala 
    • Kelopak mata berkedut 
    • Gelisah

     

    1. Gejala Psikologis

    Stress dapat berdampak pada kondisi psikologis, seperti :

     

    • Perasaan terganggu, sensitif, khawatir, sedih, salah paham, tidak mampu mengatasi masalah yang terjadi, tidak berdaya, merasa gagal, tidak termotivasi bekerja, dan gelisah.
    • Mudah tersinggung
    • Menarik diri dan depresi
    • Mudah bosan dan kelelahan mental
    • Perilaku agresif
    • Memiliki kecenderungan untuk bunuh diri

     

     

    Gejala Stress di Tempat Kerja

    Jika Sahabat Sehat merasa tertekan selama bekerja, waspadai sebab dikhawatirkan mengalami stress saat bekerja. Berikut adalah tanda jika Sahabat Stress saat bekerja :

    • Menurunnya kepuasan saat bekerja
      • Kehilangan semangat dan energi untuk beraktivitasi
      • Menghindari pekerjaan
      • Komunikasi yang buruk
      • Sulit mengambil keputusan
      • Kurang kreativitas dan inovasi

     

    • Kesulitan dalam berkonsentrasi dan berpikir jernih
    • Kehilangan minat terhadap orang lain.
    • Menurunnya kemampuan berpikir.

     

    Dengan mengenali gejala tersebut, Sahabat Sehat dapat mengatasi stress lebih dini dan mencegah dampak stress dalam jangka waktu yang lebih lama. 

    Pengaruh Stres Kerja Terhadap Keharmonisan Keluarga

    Dalam dunia kerja, stress tidak selalu selalu membawa dampak negatif. Stress juga memiliki dampak positif jika dihadapi dengan tepat dan meningkatkan motivasi pribadi untuk bekerja lebih keras. Oleh sebab itu, stress akan berdampak negatif apabila tidak disertai dengan hubungan keluarga yang harmonis. Kondisi akan berujung pada kurangnya perhatian serta komunikasi yang erat dengan pasangan, anak, dan keluarga, serta dapat memicu perceraian. 

    Tips Mengatasi Stres di Tempat Kerja

    Untuk mengatasi stress di tempat kerja, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan berbagai hal berikut : 

    1. Kenali batas kemampuan diri dan perkirakan waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan untuk menghindari dari rasa lelah dan stress.
    2. Bicarakan dengan atasan mengenai beban pekerjaan yang membuat stress. Hal ini bukan bertujuan untuk mengeluh, melainkan untuk membuat rencana efektif lain dalam mengelola beban kerja.
    3. Lupakan pekerjaan sejenak dan lakukan kegiatan yang disukai untuk mengalihkan dari stress akibat pekerjaan. Sahabat Sehat dapat melakukan olahraga maupun mendalami suatu hobi baru, misalnya jalan santai atau jogging, menari, yoga atau meditasi, tai chi, berenang, dan menyanyi.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai dampak stress akibat pekerjaan yang dapat mempengaruhi keharmonisan keluarga serta tips mengatasinya. Jika memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    [CTA WA Maya]

    Referensi:

    1. Sudirman S. Stress kerja Dengan Keharmonisan Keluarga Pada Karyawan [Internet]. Indonesia :  UIN; [cited 2021 Oct 22]. Available from : https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/alqalb/article/download/855/678
    2. Universitas Diponegoro. 2021. [online] Available at: <http://eprints.undip.ac.id/15215/1/Afina_Murtiningrum.pdf> [Accessed 22 October 2021].
    3. Inobis. [online] Available from: <https://inobis.org/ojs/index.php/jurnal-inobis/article/download/34/25> [Accessed 22 October 2021].
    4. Kuswinarno M, Indirawati, N. Pengaruh Beban Kerja Dan Konflik Pekerjaan-Keluarga (Work Family Conflict) Terhadap Kinerja Wanita Karir Dengan Stres Kerja Sebagai Variabel Intervening (Pada Cv. Buana Tengka Garment Bangkalan) [Internet]. Indonesia : Journal Trunojoyo; [cited 2021 Oct 22]. Available from : https://journal.trunojoyo.ac.id/eco-entrepreneur/article/view/11540
    5. PT Len Telekomunikasi Indonesia. Bagaimana Manajemen Penanganan Stres Yang Efektif Di Tempat Kerja? [Internet]. Indonesia : PT Len Telekomunikasi Indonesia; [cited 2021 Oct 22]. Available from : https://www.len-telko.co.id/stres-kerja/
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Menggunakan masker menjadi cara mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja yang sangat efektif. Namun masker saja masih belum cukup. Diperlukan kesadaran semua pihak untuk bersama-sama membangun protokol kesehatan sehingga potensi penularan dapat dicegah. Melansir laman Covid.go.id, perkembangan penanganan pandemi Covid-19 per 22 Oktober 2021 […]

    Cara Terbaik Mencegah Penularan Covid-19 di Tempat Kerja

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Penerapan Protokol Kesehatan di Kantor Sebagai Upaya Cara Mencegah Penularan Covid-19 di Tempat Kerja

    Menggunakan masker menjadi cara mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja yang sangat efektif. Namun masker saja masih belum cukup. Diperlukan kesadaran semua pihak untuk bersama-sama membangun protokol kesehatan sehingga potensi penularan dapat dicegah.

    Melansir laman Covid.go.id, perkembangan penanganan pandemi Covid-19 per 22 Oktober 2021 secara nasional memiliki angka kesembuhan harian yang terus bertambah hingga mencapai 1.231 pasien sembuh per harinya. Meski demikian, pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen) juga mengalami peningkatan sebanyak 760 kasus dengan pasien meninggal yang juga meningkat sebanyak 33 kasus.

    Hal ini tentunya berkaitan dengan melonggarnya kebijakan PPKM yang ditetapkan pemerintah per 19 Oktober – 1 November 2021, terutama pada sektor perkantoran. Kembali beroperasinya perkantoran secara tidak langsung menimbulkan cluster baru penularan Covid-19. Untuk mengatasinya, seluruh pelaku perkantoran harus menerapkan higienitas dan sanitasi yang baik dalam menekan penyebaran virus agar tidak semakin meluas. 

    Sahabat Sehat, bagaimana cara meminimalisir penularan Covid-19 di sektor perkantoran? Mari simak penjelasan berikut.

    Cara Mencegah Penularan Covid-19 di Tempat Kerja

    Meski sejumlah tindakan pencegahan ini dapat dimulai dari diri sendiri, tetapi kesadaran dari orang lain sesama karyawan juga diperlukan, terutama orang yang berada di sekitar kita. Beberapa tips  atau protocol kesehatan yang dapat Sahabat Sehat lakukan, yakni:

    Selalu Patuhi Protokol Kesehatan

    Protokol kesehatan adalah aturan sekaligus cara mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja yang wajib dilakukan oleh semua pihak. Terutama di masa pandemi demi untuk mencegah penularan Covid-19. Protokol kesehatan ini bukan hanya harus dilakukan di area perkantoran tempat bekerja, namun juga tempat-tempat lain seperti halte transjakarta, stasius dan terminal, pasar, serta area-area lain yang mungkin menimbulkan kerumunan.

    Protokol kesehatan ini meminta kita untuk:

    • Selalu gunakan masker saat beraktivitas, terutama di lokasi keramaian
    • Cuci tangan dengan baik dan benar, terutama sela-sela dan area di bawah kuku
    • Hindari menyentuh wajah, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan dengan sabun
    • Sebisa mungkin untuk menjauhi keramaian
    • Jangan makan bersama

    Hanya Gunakan Barang Pribadi

    Jika di masa sebelum pandemi kita mungkin terbiasa menggunakan barang secara bersama-sama, namun di masa pandemi ini ada baiknya untuk menggunakan barang pribadi masing-masing. Oleh sebab itu, sebaiknya Sahabat Sehat melakukan beberapa hal berikut ini:

    • Hindari menggunakan sendok, piring, dan gelas di pantri kantor
    • Bawa alat sholat sendiri
    • Hanya gunakan alat make up sendiri
    • Jangan sampai orang lain menggunakan alat make up kita, terutama lipstik

    Bawa Hand Sanitizer

    Mencuci tangan di air mengalir adalah cara terbaik untuk memastikan tangan terbebas dari risiko virus Covid-19. Namun jika tidak memungkinkan mencuci tangan, ada baiknya untuk membawa hand sanitizer. Tetapi jika hendak makan sebaiknya tetap mencuci tangan terlebih dahulu.

    Pastikan memilih hand sanitizer yang tidak menimbulkan iritasi di kulit, tidak lengket, dan tidak berbau menyengat yang dapat mengganggu konsentrasi. Hindari menggunakan hand sanitizer untuk mencuci tangan sebelum makan karena bisa saja bahan-bahan hand sanitizer menempel ke makanan dan masuk ke mulut.

    Ganti Masker Secara Berkala

    Setelah beraktivitas, kuman dan virus akan menempel pada permukaan masker. Oleh sebab itu pastikan untuk mengganti masker secara berkala. Jika memang dirasa masker sudah kotor segera ganti dengan yang baru. Umumnya sebuah masker medis digunakan hanya untuk sekitar 4-8 jam saja (tergantung kualitas masker medis yang digunakan).

    Saat mengganti masker ataupun saat memakai masker, hindari menyentuh area luar masker karena area tersebut mungkin saja sudah mengandung bakteri maupun virus. Jika memang tersentuh, ada baiknya untuk segera mencuci tangan.

    Bina Kesadaran Jika Sedang Sakit

    Cara mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja selanjutnya adalah untuk membina kesadaran diri sendiri dan orang-orang di sekitar untuk mematuhi protokol kesehatan serta untuk bertanggung jawab pada kesehatan orang lain. Misalnya dengan jujur dengan kondisi kesehatan saat ini sehingga tidak memaksakan diri masuk ke kantor.

    Selain itu, kesadaran diri untuk memakai masker juga sangat penting. Kesadaran menggunakan masker dengan baik dan benar sangatlah penting. Hindari menggunakan masker hanya di bawah hidung, apalagi jika dalam kondisi sakit seperti batuk, pilek, dan demam.

    Lakukan Pemeriksaan Secara Berkala

    Pastikan diri tetap sehat dengan cara melakukan pemeriksaan secara berkala. Hal ini akan sangat efektif jika bukan hanya Sahabat Sehat yang rutin melakukan pemeriksaan berkala, namun juga teman-teman kantor. Dengan demikian, hanya mereka yang sehat yang berada di lingkungan kerja. Teman-teman yang sedang dalam kondisi kurang baik dapat bekerja dari rumah atau beristirahat agar cepat pulih.

    Kondisi terpapas virus Covid-19 bukanlah aib. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan dan jujur terhadap hasil pemeriksaan swab antigen ataupun swab PCR.

    Dukungan Penuh dari Perusahaan

    Perusahaan memegang peranan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi para pekerja. Oleh sebab itu, demi mencegah penularan Covid-19 di lingkungan perkantoran sebaiknya perusahaan melakukan beberapa cara mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja berikut ini:

    1. Buat sosialisasi dan aturan tegas mengenai pentingnya protokol kesehatan selama di tempat kerja
    2. Lakukan desinfeksi fasilitas kantor secara berkala
    3. Optimalkan sirkulasi udara di kantor
    4. Izinkan karyawan yang sakit untuk beristirahat dan bekerja dari rumah
    5. Laporkan setiap terjadi temuan kasus Covid-19 di kantor
    6. Gunakan aplikasi PeduliLindungi bagi para karyawan yang hendak masuk ke kantor
    7. Lakukan pengecekan berkala pada kondisi kesehatan karwayan

    Upaya dalam mencegah penyebaran covid-19 pada area perkantoran tidak dapat berhasil jika hanya dilakukan oleh satu pihak, penting untuk kerja sama kedua belah pihak yakni para pekerja dan perusahaan. Terapkan protokol kesehatan untuk meminimalisir penularan Covid-19. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal seputar cara mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja yang pastinya akan memutus rantai penyebaran virus ini. Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan Covid-19 maka segera manfaatkan layanan pemeriksaan Covid-19 dari Prosehat dan Klinik Kasih yang turut menyediakan layanan pemeriksaan Covid-19 ke rumah. Informasi lebih lanjut hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Kesembuhan COVID-19 Bertambah Mencapai 4.080.351 Orang [Internet]. Indonesia : Satuan Tugas Penanganan Covid-19; [cited 2021 Oct 23].
    2. Siloam Hospital. Rumah Sakit dengan Pelayanan Berkualitas – Siloam Hospitals [Internet]. Indonesia : Siloam Hospital; [cited 2021 Oct 23].
    3. Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI. Bagaimana Cara Mencegah Penularan Virus Corona [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; [cited 2021 Oct 23].
    4. Pinandhita V. Klaster Kantor DKI Naik, Ini 4 Cara Cegah Penularan COVID-19 di Tempat Kerja [Internet]. Indonesia : DetikHealth; [cited 2021 Oct 23].
    5. Smart City Jakarta. Tips Mencegah Penularan Covid-19 Di Klaster Perkantoran [Internet]. Indonesia : Smart City Jakarta; [cited 2021 Oct 23].
    Read More
  • Amankah dan Bolehkah Penderita Kanker Payudara Menyusui?

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh
    : dr. Monica C

     

    Banyak yang masih ragu bolehkah penderita kanker payudara menyusui dan apa dampaknya pada janin. Ini jawabannya dilihat dari sisi medis. Serta didasarkan pada berbagai penelitian para ahli.

    Faktanya, kanker

     

     

    Seorang ibu yang baru saja melahirkan tentunya berharap dapat menyusui bayinya. Namun sayangnya, ada beberapa kondisi yang membuat seorang ibu ragu menyusui Si Kecil. Salah satu penyebabnya adalah akibat kanker payudara.  

    Kanker payudara merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat dialami oleh wanita maupun pria. Berdasarkan data kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 31 Januari 2019, tercatat angka kasus penderita kanker payudara wanita mencapai 42,1 per 100.000 penduduk dengan angka kematian rata-rata 17 per 100.000 penduduk. 

    Sahabat Sehat, apakah penderita kanker payudara tetap dapat menyusui bayinya? Mari simak penjelasan berikut.

    Dampak Obat Kanker Pada Tubuh Ibu Menyusui

    Saat seseorang menderita kanker payudara, sel dalam jaringan payudara tumbuh secara abnormal. Jika tidak segera mendapatkan penanganan, sel kanker akan semakin menyebar ke bagian tubuh lainnya.  

    Terdapat beberapa jenis obat kanker payudara yang dapat mempengaruhi kualitas ASI, seperti tamoxifen, palbociclib, dan ribociclib (bahan kimia dalam kandungan obat tersebut akan bertahan selama tiga minggu di dalam tubuh), serta everolimus (akan bertahan selama dua minggu di dalam tubuh).

    Bagi ibu yang tengah menjalani pengobatan kanker payudara sebaiknya tidak menyusui bayinya sementara waktu. Selain itu, pengobatan seperti terapi radiasi dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas ASI. 

    Konsultasi Dengan Dokter

    Kanker payudara pada dasarnya bukanlah penyakit menular. Saat bayi kontak langsung dengan sang Ibu, misalnya melalui ASI maka bayi umumnya tidak akan tertular. Meski demikian, kondisi fisik seseorang pasca operasi pengangkatan sel kanker dapat berbeda-beda. Maka dari itu, alangkah baiknya jika Sahabat Sehat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mulai menyusui Si kecil. 

    Alternatif Lain Pengganti ASI

    Sahabat Sehat tidak perlu sedih dan khawatir apabila tidak bisa menyusui Si kecil, sebab kebutuhan nutrisinya masih dapat dicukupi sementara dengan bantuan susu formula khusus bayi. Walaupun susu formula tidak mengandung antibodi untuk menambah kekebalan tubuh bayi dan beberapa jenis hormon dan enzim, namun bukan berarti susu tersebut tidak memiliki manfaat. 

    Jangan merasa bahwa ikatan ibu dengan anaknya hanya dapat terjalin melalui ASI dan proses menyusui. Menurut beberapa dokter anak, kualitas ikatan antara Ibu dengan bayinya dipengaruhi waktu dan aktivitas yang dilakukan bersama. Sahabat Sehat dapat memberikan susu formula sambil mengajak Si kecil berbicara, bersenandung, menatap kedua matanya, dan tersenyum. 

    Untuk mempercepat proses pemulihan kanker payudara, Sahabat Sehat dianjurkan mengkonsumsi buah dan sayur serta beristirahat yang cukup. Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai penderita kanker payudara yang sebaiknya tidak menyusui sementara waktu selama menjalani pengobatan kanker payudara. Untuk mendeteksi kanker payudara, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

    Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan Check Up Payudara, segera manfaatkan layanan Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Yayasan Kanker Payudara Indonesia. Bisakan Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayinya? [Internet]. Indonesia : Yayasan Kanker Payudara Indonesia; [cited 2021 Oct 20].
    2. Cordeiro B. Breastfeeding lowers your breast cancer risk [Internet]. USA : MD Anderson Cancer Center; [cited 2021 Oct 20].
    3. Medela. Breast Cancer and Breastfeeding: Facts to Know [Internet]. USA : Medela; [cited 2021 Oct 20].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Mengkonsumsi makanan untuk penderita tipes dapat mempercepat proses penyembuhan. Terutama makanan dengan kandungan serat yang rendah. Selain itu ada beberapa jenis makanan yang ternyata tidak baik untuk dikonsumsi penderita tipes. Namun sayangnya jika sudah terserang tipes, salah satu kendala yang muncul adalah nafsu makan […]

    5 Jenis Makanan untuk Penderita Tipes Agar Cepat Sembuh

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Seorang Anak sedang Mengkonsumsi Makanan untuk Penderita Tipes Agar Cepat Sembuh

    Mengkonsumsi makanan untuk penderita tipes dapat mempercepat proses penyembuhan. Terutama makanan dengan kandungan serat yang rendah. Selain itu ada beberapa jenis makanan yang ternyata tidak baik untuk dikonsumsi penderita tipes.

    Namun sayangnya jika sudah terserang tipes, salah satu kendala yang muncul adalah nafsu makan berkurang. Padahal tubuh butuh nutrisi untuk mempercepat proses penyembuhan. Bahkan ada beberapa jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi saat tipes agar bisa cepat sembuh dan dapat beraktivitas normal kembali. Sahabat Sehat, apa saja makanan yang harus dikonsumsi dan dihindari oleh penderita tipes? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Saja Gejala Tipes?

    Tipes atau disebut juga sebagai demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi pada sistem pencernaan. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi atau kontak langsung dengan penderita tipes. Penyakit ini masih menjadi ancaman kesehatan di negara berkembang yang memiliki sanitasi buruk, dan mudah menyerang anak-anak.

    Apakah Sahabat Sehat yakin menderita tipes? Jika Sahabat Sehat terinfeksi tipes, umumnya gejala akan muncul dalam satu hingga tiga minggu setelah bakteri S. typhi masuk ke dalam tubuh. Berikut adalah beberapa gejala yang dapat dialami saat mengalami tipes, yaitu: 

    • Kedinginan atau menggigil
    • Demam
    • Sembelit
    • Kelelahan
    • Sakit kepala
    • Pembesaran limpa dan hati
    • Diare atau konstipasi
    • Sakit tenggorokan
    • Sakit perut

    Jika mengalami gejala-gejala di atas sebaiknya periksaka ke dokter sehingga bisa mendapatkan penanganan segera. Terutama untuk memastikan Sahabat Sehat benar-benar mengalami tipes.

    Bagaimana Penanganan Tipes?

    Secara umum tipes dapat ditangani dengan pemberian obat. Meski demikian, pada beberapa kasus memerlukan perawatan lebih lanjut di fasilitas kesehatan. Karena pada dasarnya tipes dapat mengalami perburukan kondisi jika tidak segera mendapatkan penanganan, apalagi bila tidak ditangani dengan baik.

    Selama proses pemulihan dari tipes, penderita juga harus menjaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar selama proses penyembuhan guna mencegah penularan kepada orang lain.

    Agar dapat cepat sembuh, penderita sebaiknya mendapatkan makanan untuk penderita tipes berupa makanan dengan asupan gizi dan nutrisi yang mencukupi. Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh dapat kembali bekerja normal dan tubuh bisa segera pulih.

    Jenis Makanan untuk Penderita Tipes

    Sebagian besar penderita tipes mengalami mual dan kehilangan nafsu makan, namun Sahabat Sehat tetap perlu mengkonsumsi makanan bergizi seimbang untuk mempercepat proses pemulihan. Berikut adalah berbagai jenis makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi penderita tipes, diantaranya:

    Makanan lunak

    Penderita tipes dianjurkan mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang lunak, lembut, dan berkuah, seperti bubur atau sup sebab sangat mudah untuk dicerna. Selain itu, pemberian makanan yang lunak dan lembut ini bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi tipes, seperti pendarahan dan luka pada saluran cerna.

    Makanan berkalori dan bergizi seimbang

    Makanan dengan kalori tinggi dapat mencegah penurunan berat badan secara drastis akibat tipes. Selain berkalori tinggi, pilihlah menu makanan yang bergizi seimbang. Pilih makanan berprotein tinggi untuk mempercepat proses pemulihan. Beberapa sumber protein yang dianjurkan untuk penderita tipes, yakni dada ayam, hati ayam, ikan, telur, tahu, dan tempe.

    Sahabat Sehat dapat menyajikan makanan dengan cara merebusnya, mengukus, maupun membuat sup. Hindari mengolah makanan dengan dengan cara digoreng sebab lebih sulit dicerna oleh penderita tipes.

    Makanan hambar

    Iritasi pada saluran pencernaan rentan dialami penderita tipes. Oleh karena itu, Sahabat Sehat dianjurkan menghindari makanan yang menggunakan banyak bumbu dan rempah guna menghindari iritasi pada selaput pencernaan.

    Namun yang terpenting, hindari makanan pedas bagi penderita tipes. Makanan pedas dapat membuat iritasi yang dapat menyebabkan perburukan pada penderita tipes dan menyebabkan proses penyembuhan menjadi lebih lama.

    Makanan rendah serat

    Makanan dengan kandungan serat tinggi memang baik bagi kesehatan, namun bagi penderita tipes sebaiknya menghindari makanan yang tinggi serat untuk sementara waktu. Pasalnya, makanan jenis ini sangat sulit untuk dicerna dan dapat membuat usus mengalami iritasi dan semakin meradang.

    Beberapa jenis sayur dan buah rendah serat yang dapat dikonsumsi penderita tipes, yakni jus buah (tanpa ampas), alpukat, pisang, saus apel, buah yang telah matang (tanpa kulit dan biji), kentang tanpa kulit, serta tomat tanpa kulit dan biji

    Makanan rendah serat lainnya yang dapat dikonsumsi, yakni nasi putih, pasta, kentang, roti tawar, dan sejenisnya.

    Minum air yang cukup

    Bukan hanya makanan untuk penderita tipes yang perlu diperhatikan. Konsumsi minum penderita tipes juga perlu diperhatikan. Pastikan menjaga keseimbangan elektrolit dan air dalam tubuh karena hal tersebut sangatlah penting. Khususnya dalam mempercepat pemulihan dari penyakit tipes. Sahabat Sehat tetap dianjurkan mengkonsumsi air putih minimal 8 gelas sehari. Apalagi salah satu keluhan penderita tipes yaitu diare dan gangguan pencernaan dapat mengakibatkan kekurangan cairan (dehidrasi).

    Mengalami tipes tentu sangat tidak menyenangkan. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mencegah tertular tipes. Caranya bisa dengan beristirahat yang cukup, jaga kesehatan dengan konsumsi makanan bergizi, serta tidak lupa untuk melakukan vaksinasi tifoid.

    Cegah Tipes Dengan Vaksinasi Tifoid

    Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), vaksinasi tifoid dianjurkan bagi anak berusia 2 tahun keatas dan pada orang dewasa. Vaksinasi tifoid dapat diulang pemberiannya setiap 3 tahun sekali untuk mencegah infeksi demam tifoid.

    Untuk mencegah tipes, salah satu cara yang dapat Sahabat Sehat lakukan adalah dengan mengikuti vaksinasi tifoid. Jika Sahabat Sehat tertarik dan memerlukan vaksin tifoid, segera manfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Nah Sahabat Sehat, demikian rekomendasi makanan untuk penderita tipes yang dapat dikonsumsi agar membantu mempercepat proses penyembuhan.

    Referensi:

    1. Mayo Clinic. Typhoid fever – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic; [cited 2021 Oct 13].
    2. Pharmeasy. Foods for Typhoid What To Eat and What To Avoid [Internet]. USA : Pharmeasy.
    3. John Hopkins Medicine. 5 Foods to Improve Your Digestion [Internet]. USA : John Hopkins; [cited 2021 Oct 13].
    4. Doctor NDTV. Typhoid Diet: Here’s What You Should Eat And Avoid If You Have Typhoid [Internet]. USA : Doctor NDTV; [cited 2021 Oct 13].
    5. LIVESTRONG.COM. 5 Best Foods to Help Support Your Immune System [Internet]. USA : Livestrong; [cited 2021 Oct 13].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica C Sebenarnya cara menghilangkan jerawat punggung lebih mudah daripada jerawat di wajah. Karena jerawat punggung bisa hilang secara alami. Asalkan Sahabat Sehat mau merubah gaya hidup yang menyebabkan munculnya jerawat ini. Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang terjadi ektika folikel rambut (tempat […]

    Cara Cepat dan Alami untuk Menghilangkan Jerawat Punggung

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Perawatan Punggung oleh Dermatologis Sebagai Cara Menghilangkan Jerawat Punggung Paling Efektif

    Sebenarnya cara menghilangkan jerawat punggung lebih mudah daripada jerawat di wajah. Karena jerawat punggung bisa hilang secara alami. Asalkan Sahabat Sehat mau merubah gaya hidup yang menyebabkan munculnya jerawat ini.

    Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang terjadi ektika folikel rambut (tempat tumbuhnya rambut) tersumbat oleh minyak dan juga sel kulit mati. Kemudian, sumbatan tersebut terjadi peradangan akibat kuman penyebab jerawat.

    Jerawat ditandai dengan munculnya bintik-bintik di beberapa area tubuh dan wajah seperti leher, punggung dan dada. Biasanya jerawat banyak dialami pada rentang usia 10-13 tahun dan pada remaja laki-laki yang memiliki kulit berminyak sehingga cenderung mengalami jerawat.

    Penyebab Munculnya Jerawat di Punggung

    Jerawat atau yang disebut acne tidak hanya timbul pada area wajah saja, akan tetapi pada seluruh area tubuh termasuk juga di area punggung. Selain di area tubuh seperti punggung, jerawat juga dapat terjadi pada area tubuh lain seperti dada dan ketiak.

    Mengapa muncul jerawat?

    Tubuh memproduksi minyak yang disebut dengan sebum. Sebum tersebut diproduksi oleh kelenjar minyak yang berhubungan dengan folikel rambut. Minyak berfungsi untuk melembabkan kulit pada seluruh tubuh. Sedangkan jerawat terjadi ketika produksi minyak berlebih dan terjadi penumpukan sel kulit mati terjadi maka akan menyumbat pori-pori dan terjadi infeksi bakteri sehingga terjadilah peradangan yang disebut dengan jerawat atau acne.

    Pada umumnya terlihat di wajah. Namun karena beberapa sebab, jerawat juga muncul di punggung. Berikut ini beberapa penyebab terjadinya jerawat punggung:

    Faktor Genetik dari Orang Tua

    Beberapa kasus jerawat biasanya disebabkan karena adanya faktor keturunan dari keluarga terutama orang tua. Maka dari itu, orang tua yang memiliki riwayat jerawat maka anaknya pun akan berisiko ikut memiliki banyak jerawat di punggung.

    Konsumsi Obat-Obatan Tertentu

    Beberapa efek samping dari obat-obatan seperti anti depresan dapat menimbulkan jerawat. Oleh sebab itu, jika tiba-tiba muncul jerawat di punggung setelah mengkonsumsi suatu jenis obat, maka kemungkinan besar obat-obatan tersebut merangsang jerawat di punggung.

    Perubahan Hormon

    Perubahan hormon misalnya pada saat pubertas pada remaja, menstruasi, kehamilan, pre menopause berpotensi untuk menimbulkan jerawat. Tidak hanya di wajah, namun bisa juga di leher, punggung, atau area tubuh lainnya.

    Keringat

    Kondisi tubuh yang berkeringat seperti sering menggunakan pakaian yang tidak menyerap keringat dan pakaian terlalu ketat dapat menyebabkan jerawat pada tubuh. Jika dibiarkan, kondisi bisa semakin parah yang ditandai dengan semakin banyak dan besarnya jerawat di punggung..

    Stress dan Perasaan Tertentu

    Stress tidak secara langsung dapat menyebabkan jerawat. Namun, stress menyebabkan ketidakseimbangan hormonal yang berpengaruh terhadap timbulnya jerawat. Selain itu, perasaan rindu ataupun jatuh cinta dapat menyebabkan perubahan hormon yang dapat merangsang munculnya jerawat di berbagai area tubuh, termasuk di punggung.

    Cara Menghilangkan Jerawat Punggung Secara Alami

    Jerawat punggung mungkin bisa tertutupi dengan menggunakan baju atau pakaian yang menutup punggung. Namun jika dibiarkan, jerawat punggung dapat semakin banyak dan menyebar ke area tubuh lainnya. Bahkan jerawat dapat membesar dan membuat tidak nyaman.

    Sebagian besar kasus jerawat pada tubuh terutama punggung akan jauh berkurang bahkan hilang secara alami setelah melakukan beberapa perubahan gaya hidup, seperti:

    Segera mandi setelah berolahraga atau berkeringat

    Jangan biarkan keringat terlalu lama menempel pada kulit setelah berolahraga karena dapat menjadi salah satu penyebab jerawat pada punggung. Segera mandi setelah berolahraga dan langsung ganti pakaian yang basah.

    Exfoliate (mengelupaskan sel kulit mati)

    Gunakan sabun yang mengandung scrub halus untuk melepaskan sel kulit mati. Atau gunakan bahan salicylic acid untuk mengurangi sel kulit mati dan minyak berlebih pada kulit area punggung.

    Gunakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat

    Kebiasaan berolahraga dengan menggunakan pakaian olahraga yang ketat dapat menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya jerawat punggung. Gunakan pakaian yang sedikit longgar dan menyerap keringat dapat mengurangi resiko terjadinya jerawat punggung.

    Gunakan tea tree oil

    Cara menghilangkan jerawat punggung selanjutnya adalah dengan menggunakan lotion, pembersih atau krim tubuh yang mengandung tea tree oil. Tea tree oil dipercaya dapat mengurangi infeksi bakteri pada area punggung yang berjerawat.

    Hindari rambut menempel pada punggung

    Rambut yang terlalu panjang terlalu kotor dan berminyak apabila terkena pada area punggung sehingga dapat menyebabkan jerawat punggung. Oleh karena itu, keramas secara teratur dan ikat rambut agar tidak menyentuh punggung terutama saat melakukan aktivitas yang berkeringat.

    Hati-hati menggunakan tabir surya

    Menjaga tubuh dari sinar matahari sangat penting, terutama apabila area punggung terekspos sinar matahari. Namun, tabir surya yang terlalu lengket dapat menyumbat pori dan meningkatkan produksi minyak sehingga dapat menyebabkan jerawat punggung.

    Makan makanan yang sehat

    Penelitian mengatakan bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi menyebabkan gula darah akan meningkat cepat sehingga dapat menyebabkan jerawat akan semakin parah. Hindari makanan dengan kandungan gula tinggi seperti roti, pasta, nasi dan kentang. Dan makan makanan sehat seperti sayur, buah, protein dan makanan yang mengandung biji-bijian dan gandum.

    Obat-obatan dan Bantuan Dermatologist

    Bagi sebagaian besar orang, cara menghilangkan jerawat punggung membutuhkan bantuan dokter. Terutama jika sudah melakukan beberapa tips di atas namun belum terlihat perubahannya maka lakukan konsultasi ke Dokter Spesialis Kulit atau Dermatologist untuk diberikan beberapa krim dan juga obat-obatan minum untuk mengurangi peradangan pada area punggung.

    Itulah beberapa cara menghilangkan jerawat punggung yang bisa Sahabat Sehat coba. Jika membutuhkan bantuan untuk mengatasi jerawat, silahkan konsultasikan dengan Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa. Asisten Kesehatan Maya akan menghubungkan dengan team medis yang sesuai dengan kebutuhan dan keluhan kesehatan yang Sahabat Sehat alami.

    Referensi

    • Higuera V, Ross Radusky M. Back Acne (‘Bacne’) 101: Types, Prevention, and Treatment | Everyday Health [Internet]. EverydayHealth.com. 2020 [cited 2 October 2021].
    • Leiva C. 10 things you’re doing that are giving you body acne, according to dermatologists [Internet]. Insider. 2021 [cited 2 October 2021].
    • Taylor, M.D S, Goldman R. Back Acne: How to Treat It [Internet]. Healthline. 2019 [cited 2 October 2021].
    • Olsson R. Chest or Back: How to Get Rid of Body Acne | Banner Health [Internet]. Bannerhealth.com. 2021 [cited 2 October 2021].
    • Cobb, DNP C, Barrell A. Back acne: How to get rid of it and how to prevent it [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2017 [cited 2 October 2021].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Sebenarnya ada cara cukur bulu kemaluan supaya tidak gatal sehabis mencukur. Karena rasa gatal ini terjadi karena kesalahan cara cukur. Terutama kesalahan dalam penggunaan alat cukur yang tidak bersih. Kesalahan tidak boleh terjadi saat mencukur bulu kemaluan. Area kemaluan adalah area yang cukup sensitif. […]

    5 Cara Paling Aman Cukur Bulu Kemaluan Supaya Tidak Gatal

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Panduan Cara Cukur Bulu Kemaluan Supaya Tidak Gatal Setelah Dicukur

    Sebenarnya ada cara cukur bulu kemaluan supaya tidak gatal sehabis mencukur. Karena rasa gatal ini terjadi karena kesalahan cara cukur. Terutama kesalahan dalam penggunaan alat cukur yang tidak bersih.

    Kesalahan tidak boleh terjadi saat mencukur bulu kemaluan. Area kemaluan adalah area yang cukup sensitif. Oleh sebab itu, kegiatan mencukur bulu kemaluan harus dilakukan dengan hati-hati, dan pastikan menggunakan peralatan yang steril.

    Cara Cukur Bulu Kemaluan Supaya Tidak Gatal

    Saat memasuki usia pubertas kadar hormon androgen dalam tubuh akan meningkat sehingga mengakibatkan pertumbuhan rambut di beberapa bagian tubuh, termasuk bulu kemaluan dan ketiak. Sebagian dari Sahabat Sehat mungkin pernah merasa terganggu dengan bulu kemaluan yang tumbuh dengan lebat. Mencukur bulu kemaluan kerap menjadi pilihan sejumlah orang.

    Keluhan paling umum saat maupun setelah mencukur bulu kemaluan adalah munculnya rasa gatal. Rasa gatal ini sebenarnya bisa dicegah maupun diatasi dengan cara:

    Pilih Alat Cukur yang Tepat dan Steril

    Ada dua alat cukur yang dapat Sahabat Sehat temukan di pasaran, yakni alat cukur elektrik dan alat cukur sekali pakai atau manual. Agar dapat menjangkau lipatan atau lekukan di area kelamin, sebaiknya pilihlah alat cukur manual yang memiliki desain lebih fleksibel. Selain itu, alat cukur manual ini juga lebih mudah untuk digerakkan sehingga meminimalisir cedera pada area intim.

    Pastikan untuk selalu menggunakan pisau cukur yang steril dan hindari penggunaan alat cukur bersama dengan orang lain. Hal ini untuk mencegah berbagai penyakit yang kerap menular melalui penggunaan peralatan eperti handuk dan alat cukur.

    Basuh Kemaluan Dengan Air Sebelum Mencukur

    Mandi atau berendam dengan air hangat sebelum mencukur bulu kemaluan dapat melembabkan dan melembutkan kulit, sehingga akan mempermudah bulu kemaluan untuk dicukur. Jika tak sempat, Sahabat Sehat dapat membasuh area kemaluan dengan air hangat sebelum mencukur bulu kemaluan.

    Jika dirasa diperlukan, ada baiknya juga sebelum dibasuh untuk mencuci dengan sabun terlebih dahulu. Hal ini untuk memastikan tidak ada bakteri di sekitar area kemaluan yang berpotensi menginfeksi ketika terjadi luka akibat kesalahan cukur.

    Oleskan Krim Cukur

    Selain membasuh dengan air hangat, Sahabat Sehat juga dapat mengoleskan krim khusus untuk mencukur (shaving cream) pada bulu kemaluan dan biarkan beberapa menit hingga meresap. Sebaiknya pilihlah krim cukur atau gel yang mengandung moisturizer agar terhindar dari rasa gatal, kulit kering, iritasi, atau jerawat setelah mencukur.

    Walaupun sudah menggunakan krim cukur, pastikan untuk tetap berhati-hati saat mencukur.

    Gunakan Teknik yang Tepat

    Agar lebih mudah sebaiknya gunting terlebih dahulu bulu kemaluan yang panjang sebelum mencukurnya. Setelah terlihat cukup pendek, tarik kulit area kemaluan dan cukur bulu searah dengan arah pertumbuhannya secara perlahan (dari atas ke bawah). Hindari mencukur bulu kemaluan dengan arah yang berlawanan.

    Hindari menggunakan pinset untuk menarik bulu kemaluan karena berpotensi dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

    Lakukan Perawatan Setelah Mencukur

    Untuk mencegah terjadinya iritasi setelah mencukur, Sahabat Sehat dianjurkan membersihkan area kemaluan dengan membasuh kemaluan menggunakan air hangat dan keringkan dengan cara menepuk perlahan menggunakan handuk bersih. Hindari menggosok maupun menggaruk kemaluan.

    Selanjutnya, Sahabat Sehat dapat mengoleskan baby oil atau lotion dengan kandungan aloe vera pada area kemaluan. Hindari menggunakan krim atau lotion yang mengandung pewangi dan alkohol karena dapat memicu iritasi dan menimbulkan rasa perih pada kulit.

    Jika Tetap Muncul Rasa Gatal Setelah Cukur Bulu Kemaluan

    Walaupun sudah melakukan semua cara cukur bulu kemaluan supaya tidak gatal di atas, namun kemungkinan terasa gatal masih mungkin terjadi. Oleh sebab itu, beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghilangkan rasa gatal tersebut antara lain:

    1. Berendam pada air hangat
    2. Kompres dengan air dingin
    3. Oleskan dengan losion yang tidak mengandung bahan membuat gatal
    4. Keringkan dengan handuk kering atau hair dryer
    5. Oleskan dengan cuka apel

    Perhatian: Jika rasa gatal tidak hilang meski sudah beberapa lama, ada baiknya untuk segera berkonsultasi pada dokter agar bisa segera mendapatkan penanganan.

    Meski menghilangkan bulu kemaluan dengan dicukur merupakan hal yang mudah dan aman. Berikut adalah beberapa cara lain yang dapat Sahabat Sehat coba untuk menghilangkan bulu kemaluan, yaitu dengan krim penghilang bulu (depilatori), waxing, laser dan IPL (Intense Pulse Light), maupun elektrolisis (dengan alat panas untuk menghancurkan akar rambut).

    Nah Sahabat Sehat, itulah tips dan cara cukur bulu kemaluan supaya tidak gatal. Untuk menjaga kebersihan kemaluan, sebaiknya lakukan beberapa tips berikut :

    • Rutin membasuh kemaluan dengan air bersih, dari arah depan ke belakang
    • Ganti pakaian dalam jika terasa lembab
    • Hindari menggaruk kemaluan
    • Hindari berganti pasangan seksual
    • Hindari menahan buang air kecil
    • Pilih pakaian dalam yang menyerap keringat

    Jika Sahabat Sehat memerlukan produk pembersih kemaluan, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. American Academy of Dermatology. 7 ways to remove unwanted hair [Internet]. USA : American Academy of Dermatology. 2021 [updated 2021 Sep 13; cited 2021 Oct 04].
    2. Center for Young Women’s Health. How safe is it to shave pubic hair? [Internet]. USA : Center for Young Women’s Health. 2020 [updated 2020 June 02; cited 2021 Oct 04].
    3. Center for Young Women’s Health. Removing Pubic Hair [Internet]. USA : Center for Young Women’s Health. 2021 [updated 2021 May 23; cited 2021 Oct 04].
    4. Medical News Today. Best ways to remove pubic hair: Safely and at home [Internet]. USA : Medical News Today. 2020 [updated 2020 May 04; cited 2021 Oct 04].
    5. Healthline. Best Way to Remove Pubic Hair at Home with Minimal Pain [Internet]. USA : Healthline. 2019 [updated 2019 March 15; cited 2021 Oct 04].
    Read More
  • Penyebab Penyakit Parkinson serta Gejala dan Pengobatannya

    Mengenal Penyakit Parkinson 

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Penyakit Parkinson atau disebut juga Parkinson’s Disease merupakan salah satu penyakit degenerasi sistem saraf dan mempengaruhi bagian otak yang berfungsi mengkoordinasikan tubuh. Akibat dari penyakit parkinson, penderitanya akan kesulitan mengatur gerakan termasuk pada saat berbicara, berjalan dan menulis.1Sebanyak 1 dari 500 orang yang ada di dunia diketahui menderita penyakit parkinson. Sebagian besar penderita parkinson mulai mengalami gejala pada usia di atas 50 tahun. Hanya 1  dari 20 orang yang mengaku pertama kali mulai mengalami keluhan pada usia dibawah 40 tahun.2 Sahabat Sehat, apa itu penyakit parkinson dan bagaimana mengatasinya ? Mari simak penjelasan berikut.

     

    Apakah Penyakit Parkinson Diturunkan?

    Para peneliti mengungkapkan bahwa ada hubungan antara gen yang bermutasi dengan penyakit parkinson. Penyakit Parkinson yang terjadi dibawah 50 tahun biasanya disebabkan karena adanya faktor keturunan.2 Para peneliti mengungkapkan bahwa sekitar 10-15% orang yang menderita Parkinson kemungkinan disebabkan karena adanya faktor keturunan. Gen yang bermutasi menyebabkan gangguan dari fungsi normal sel saraf yang dapat mengganggu pengeluaran dopamin dan menyebabkan kematian dari sel saraf.

     

    Apa Gejala Penyakit Parkinson ?

    Gejala penyakit Parkinson pada setiap orang berbeda-beda. Pada tahap awal penyakit, dapat berlangsung sangat ringan dan tidak mengganggu aktivitas fisik sehari-hari. Berikut adalah berbagai gejala yang dapat dialami penderita Parkinson :

    1. Tremor

    Tremor atau getaran halus pada tangan sampai jari-jari tangan. Tremor dapat terjadi pada saat tubuh diam atau sedang bergerak.

    1. Gerakan tubuh melambat

    Seiring berjalannya waktu, penyakit Parkinson memperlambat gerakan sehingga aktivitas fisik yang mudah menjadi sulit dan membutuhkan waktu lama ketika dilakukan. Langkah akan mulai terlihat lambat, kesulitan bangun dari duduk dan mungkin menyeret kaki ketika berjalan.

    1. Kaku otot

    Kekakuan pada otot mungkin terjadi, otot terasa nyeri dan gerakan lambat.

    1. Gangguan keseimbangan tubuh

    Keseimbangan dan koordinasi gerakan akan terganggu, seperti postur tubuh akan menjadi bungkuk dan terkadang akan menyebabkan terjatuh.

    1. Gangguan gerakan halus

    Hilangnya gerakan otomatis tubuh seperti berkedip, tersenyum dan mengayunkan tangan saat berjalan.

    1. Gangguan berbicara

    Perubahan berbicara seperti berbicara akan semakin cepat, cadel atau lainnya.

    1. Gangguan menulis

    Penderita Parkinson akan mengalami kesulitan saat menulis, dan tulisan akan berubah menjadi kecil-kecil.

     

    Komplikasi Penyakit Parkinson

    Apabila kondisi ini tidak ditangani dengan baik, berisiko terjadi komplikasi seperti berikut :

    • Kesulitan berpikir
    • Gangguan mood dan emosi hingga dapat menyebabkan depresi
    • Gangguan menelan sehingga mudah tersedak
    • Berat badan menurun.
    • Gangguan tidur
    • Gangguan berkemih sehingga menyebabkan penderita tidak dapat menahan rasa buang air kecil.
    • Konstipasi atau kesulitan buang air besar.
    • Gangguan tekanan darah.
    • Gangguan penciuman dan indera perasa sehingga sulit membedakan bau.
    • Kelelahan.
    • Sulit menentukan atau menunjuk bagian tubuh yang terasa nyeri.
    • Gangguan fungsi seksual.5,6

     

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai penyakit parkinson yang kerap dialami lansia. Untuk membantu mengatasi kekakuan otot pada penderita parkinson, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan fisioterapi. Jika Sahabat Sehat berminat, segera manfaatkan layanan fisioterapi lansia parkinson ke rumah.

    Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    [CTA WA Maya]

     

    Referensi

    1. Parkinson’s Foundation. What Is Parkinson’s? [Internet]. USA : Parkinson’s Foundation;  [cited 26 September 2021]. Available from: https://www.parkinson.org/understanding-parkinsons/what-is-parkinsons
    2. Cleveland Clinic. Parkinson’s disease: Causes, Symptoms, Stages, Treatment, Support [Internet]. USA : Cleveland Clinic; [cited 26 September 2021]. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8525-parkinsons-disease-an-overview
    3. Parkinson’s Foundation. Stages of Parkinson’s [Internet]. Parkinson’s Foundation; [cited 26 September 2021]. Available from: https://www.parkinson.org/Understanding-Parkinsons/What-is-Parkinsons/Stages-of-Parkinsons
    4. Kurnianto D. Lebih Tahu Tentang Parkinson [Internet]. Rs Kariadi. 2021 [cited 26 September 2021]. Available from: https://www.rskariadi.co.id/news/222/Lebih-Tahu-Tentang-Parkinson/Artikel
    5. Mayo Clinic. Parkinson’s disease – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic; [cited 26 September 2021]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/parkinsons-disease/symptoms-causes/syc-20376055
    6. Han S, Brazier Y. Parkinson’s disease: Early signs, causes, and risk factors [Internet]. USA : Medical News Today; [cited 26 September 2021]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/323396#early-signs

     

    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Sebelum beranjak ke kasur, cobalah beberapa gerakan yoga agar cepat tidur dan mengatasi insomnia. Kualitas tidur juga akan lebih baik. Dengan demikian, tubuh akan jauh lebih segar ketika bangun di pagi hari. Sulit tidur atau disebut juga insomnia merupakan gangguan tidur yang menyebabkan seseorang merasa […]

    5 Gerakan Yoga bagi Penderita Insomnia agar Cepat Tidur

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica

    Rekomendasi Gerakan Yoga Agar Cepat Tidur yang Terbukti Ampuh

    Sebelum beranjak ke kasur, cobalah beberapa gerakan yoga agar cepat tidur dan mengatasi insomnia. Kualitas tidur juga akan lebih baik. Dengan demikian, tubuh akan jauh lebih segar ketika bangun di pagi hari.

    Sulit tidur atau disebut juga insomnia merupakan gangguan tidur yang menyebabkan seseorang merasa kurang nyaman ketika menjalani aktivitas keesokan harinya. Kuantitas dan kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan gangguan fisik dan mental. 

    4 Gerakan Yoga yang Dapat Membuat Cepat Tidur

    Jika kondisi sulit tidur dibiarkan terus menerus dapat mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh di masa depan. Banyak cara yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk mengatasi gangguan tidur, salah satunya adalah dengan melakukan yoga. Yoga diketahui dapat melatih sistem pernapasan dan peregangan tubuh sehingga membuat tubuh lebih rileks.

    Berikut ini beberapa gerakan yoga yang direkomendasikan untuk mengatasi insomnia:

    Posisi Functional Squat

    Melakukan Gerakan Yoga Functional Squat

    Posisikan tubuh berdiri tegak, melebarkan kedua kaki dengan memberinya jarak sejajar dengan pinggul, regangkan lengan hingga sejajar dengan bahu. Kemudian jongkoklah secara perlahan sambil mempertahankan posisi sebelumnya dan tahan beban berat tubuh di tumit. 

    Jika terlalu sulit melakukan posisi jongkok tanpa mengangkat tumit karena merasa ingin terjatuh, dapat melakukannya dengan berpegangan kepada sesuatu yang aman dan kokoh. Misalnya berpegangan dengan pinggir tempat tidur. 

    Fokuskan pikiran dan tubuh untuk relaksasi punggung bagian bawah setiap kali menghembuskan nafas. Jika terasa tidak nyaman atau nyeri pada lutut, pergelangan kaki, atau tulang kering, cobalah untuk memperlebar jarak antara kedua kaki.

    Posisi Warrior One

    Gerakan Yoga Warrior One

    Posisikan tubuh berdiri tegak, geser kaki kanan ke arah belakang dan tumpukan berat badan pada tumit. Posisikan jari mengarah keluar,  lalu tekuk lutut kaki kiri hingga membentuk sudut 90 derajat. Lutut tegak lurus diatas tumit kiri dan tahan posisi kaki kanan agar tetap dalam keadaan lurus.

    Jika merasa sulit untuk menyeimbangkan tubuh, Sahabat Sehat dapat berpegangan pada tempat tidur atau dinding. Jangan menumpukan tangan pada pinggul, lalu meluruskan tangan ke atas kepala. Renggangkan tubuh sisi kanan sambil menarik napas. Pertahankan posisi tersebut hingga beberapa detik dan hembuskan napas, ulangi gerakan pada sisi lainnya.

    Posisi Supine Bent-Knee Twist

    Supine Twist Knee

    Gerakan yoga agar cepat tidur berikutnya adalah posisi supine bent-knee twist. Baringkan tubuh dengan posisi kaki terlentang dengan lengan berada di samping tubuh. Angkat dan arah kan lutut kiri ke dada sambil menarik nafas. Hembuskan nafas secara perlahan sambil memindahkan lutut kiri secara lembut ke sisi kanan tubuh. Ambil nafas yang panjang dan dalam sebanyak dua kali. Ulangi hal yang sama pada sisi lainnya.

    Melatih Pola Pernapasan

    Melatih Pernapasan dalam Yoga

    Baringkan tubuh dan letakan sebuah bantal di atas kepala dan satu bantal lagi dibawah lutut. Pejamkan mata dan ambil nafas panjang secara perlahan melalui hidung. Tarik napas sambil merasakan rongga dada mengembang hingga ke bagian tulang rusuk paling bawah. Buang napas perlahan sambil menghitung mundur dari 20 hingga 1 dan rasakan sensasi rongga dada kembali ke ukuran semula. 

    Cobalah untuk mengencangkan otot perut untuk memastikan apakah masih tersisa udara yang dapat dikeluarkan. Beri jeda sejenak sebelum mulai menarik napas kembali, dan ulangi sebanyak 30-40 kali nafas sambil mencoba memperdalam pernapasan secara bertahap.

    Sahabat Sehat, itulah  4 gerakan yoga agar cepat tidur yang dapat dicoba untuk membantu mengatasi masalah insomnia yang sedang diderita. Untuk memaksimalkan gerakan-gerakan yoga yang sudah dilakukan, konsumsi suplemen dapat memaksimalkan kualitas tidur Sahabat Sehat.

    Daftar suplemen yang direkomendasikan untuk mengatasi masalah gangguan tidur

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dana S. Sleep better with six minutes of bedtime yoga [Internet]. USA : CNN; [cited 2021 Sep 14].
    2. Wijaya H. 4 Gerakan Yoga Supaya Tidur Lebih Nyenyak [Internet]. Indonesia : Uzone. 2021 [updated 2021 Sep 17; cited 2021 Sep 14].
    Read More
  • 6 Hal yang Ternyata Gejala Penyakit Jantung di Usia Muda

    6 Gejala Penyakit Jantung di Usia Muda yang Jarang Anda Sadari

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Serangan jantung kerap diidentikan sebagai penyakit orang tua. Faktanya, serangan jantung dapat dialami siapa saja tanpa mengenal usia. Gaya hidup adalah salah satu penyebab paling umum  penyakit jantung di usia muda. Kebiasaan merokok, penyalahgunaan zat adiktif, konsumsi alkohol berlebihan, pola makan tidak sehat, hingga kurangnya aktivitas fisik, menjadi faktor utama pemicu penyakit jantung di usia muda. 

    Berdasarkan World Health Organization (WHO), setidaknya terdapat sekitar 17,7 juta orang di dunia yang meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah pada tahun 2019. Sementara itu, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 mencatat bahwa setiap tahunnya jumlah penderita penyakit jantung di Indonesia semakin meningkat dan semakin banyak diderita oleh anak muda, terutama perempuan.  

    Sahabat Sehat, apa saja gejala penyakit jantung di usia muda ? Mari simak penjelasan berikut.

    Gejala Penyakit Jantung 

    Penyakit jantung memiliki berbagai tanda dan gejala, tergantung jenis penyebabnya. Pada penderita yang masih muda, rata-rata tidak menyadari atau menyalah artikan gejala tersebut. Berikut adalah beberapa gejala penyakit jantung, yaitu:

     

    • Mudah Lemas

     

    Merasa lemas usai beraktivitas, terutama setelah aktivitas fisik berat seharian adalah hal yang wajar. Namun apabila Sahabat Sehat mudah merasa lemas atau nafas terengah-engah setelah melakukan aktivitas, padahal hal tersebut sebelumnya tidak membuat Sahabat Sehat merasa lelah maka perlu dipikirkan kemungkinan adanya masalah pada jantung. 

     

    • Nyeri Dada 

     

    Rasa nyeri berat di dada yang terjadi secara tiba-tiba dan biasanya akan menjalar ke leher, lengan atau rahang merupakan salah satu gejala penyakit jantung. Beberapa orang menggambarkan sensasi nyeri tersebut sebagai nyeri yang tajam, kuat dan berat yang terasa di  daerah dada hingga ke bahu. 

     

     

    • Pusing

     

    Pusing biasanya yang muncul akibat kurangnya asupan makanan atau minuman, stress, kelelahan, hingga kekurangan cairan tubuh (dehidrasi). Namun jika pusing menyerang secara tiba-tiba, disertai rasa tidak nyaman, sesak, atau nyeri di dada maka sebaiknya segera konsultasikan ke dokter sebab dikhawatirkan mengalami gangguan pada jantung.

     

     

    • Nyeri Ulu Hati

     

    Nyeri ulu hati yang disertai mulai tidak hanya diakibatkan karena gangguan pencernaan. Namun, nyeri ulu hati juga dapat diakibatkan karena adanya gangguan pada jantung. Jika Sahabat Sehat merasa nyeri ulu hati yang terasa memberat maka segera periksakan ke dokter.

     

     

    • Nyeri Tenggorokan dan Rahang

     

    Nyeri dada yang yang muncul akibat penyakit jantung dapat menyebar ke bagian tubuh lain, misalnya menjalar ke rahang dan tenggorokan. Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan ini, segera periksakan ke dokter.

    Gejala Lain Penyakit Jantung di Usia Muda 

    Selain gejala di atas, berikut adalah berbagai gejala lainnya yang juga dapat disebabkan oleh penyakit jantung :

    • Dada berdebar
    • Keringat dingin
    • Sesak nafas
    • Irama jantung tidak beraturan
    • Terjadi pembengkakan di perut, kaki, atau sekitar mata
    • Cemas dan gelisah
    • Kulit pusat
    • Pingsan
    • Pandangan berkunang-kunang

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai gejala penyakit jantung di usia muda yang jarang disadari. Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan diatas, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan.

    Untuk mendeteksi dini gangguan jantung, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU). Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan pemeriksaan Medical Check Up, segera manfaatkan layanan Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    [CTA WA Maya]

    Referensi:

    1. Mayo Clinic. Heart disease – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021 [updated 2021 Feb 09; cited 2021 Sep 17]. Available from : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/symptoms-causes/syc-20353118
    2. Reinberg S. Heart Attacks Striking More Young Adults [Internet]. USA : WebMD; [cited 2021 Sep 17]. Available from : https://www.webmd.com/heart-disease/news/20190307/heart-attacks-striking-more-young-adults
    3. MacMillan A. 11 Possible Heart Symptoms You Shouldn’t Ignore [Internet]. USA : WebMD. 2021 [updated 2021 March 15; cited 2021 Sep 17]. Available from : https://www.webmd.com/heart-disease/features/never-ignore-symptoms
    4. Medline Plus. Warning signs and symptoms of heart disease: MedlinePlus Medical Encyclopedia. [Internet]. USA : Medline Plus; [cited 2021 Sep 17]. Available from : https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000775.htm
    5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hari Jantung Sedunia (HJS) Tahun 2019 : Jantung Sehat, SDM Unggul [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019 [updated 2019 Sep 26; cited 2021 Sep 17]. Available from : http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/hari-jantung-sedunia-hjs-tahun-2019-jantung-sehat-sdm-unggul
    6. Sehatnegeriku. Penyakit Jantung Penyebab Kematian Terbanyak ke-2 di Indonesia [Internet]. Indonesia : Sehatnegeriku. 2019 [updated 2019 Sep 27; cited 2021 Sep 17]. Available from : https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20190926/1731807/penyakit-jantung-penyebab-kematian-terbanyak-2-indonesia/
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Setiap orang memiliki OCD, namun gangguan obsessive compulsive disorder dapat menyebabkan rasa cemas, tertekan, dan bahkan ketakutan. Beberapa OCD yang tergolong normal misalnya selalu ingin buang air kecil ketika sudah berpakaian rapi, atau perasaan lupa apakah kompor di rumah sudah dimatikan. Gangguan OCD menyebabkan otak terjebak […]

    Fakta Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD) dan Penanganannya

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Penderita Gangguan Obsesif Kompulsif yang Merasa Harus Merapikan Paper Clip Sesuai Warna

    Penderita Gangguan Obsesif Kompulsif yang Merasa Harus Merapikan Paper Clip Sesuai Warna

    Setiap orang memiliki OCD, namun gangguan obsessive compulsive disorder dapat menyebabkan rasa cemas, tertekan, dan bahkan ketakutan. Beberapa OCD yang tergolong normal misalnya selalu ingin buang air kecil ketika sudah berpakaian rapi, atau perasaan lupa apakah kompor di rumah sudah dimatikan.

    Gangguan OCD menyebabkan otak terjebak dalam pemikiran atau dorongan untuk melakukan hal tertentu. Misalnya, pikiran yang mendorong Sahabat Sehat berulang kali mencuci tangan dengan menggosoknya terlalu kuat sampai terluka karena takut masih menyisakan kuman.

    Meski penderita OCD tidak memperoleh kesenangan apapun setelah melakukan tindakan berulang tersebut, tapi setidaknya setelah melakukannya mereka dapat terbebas dari perasaan cemas dan tekanan yang muncul dari pikirannya sendiri. 

    Epidemiologi Gangguan Obsesif Kompulsif

    Penderita gangguan OCD rata-rata diagnosis saat berusia 19 tahun. Menurut statistik, 2-3% orang mengalami OCD.  Pria dan wanita dewasa memiliki perbandingan yang sama tetapi pada usia remaja, lelaki lebih mudah menderita gangguan obsesif kompulsif dibandingkan perempuan.

    Berdasarkan data kesehatan dari World Health Center menyebutkan, bahwa gangguan OCD lebih banyak terjadi di negara maju dibanding negara berkembang. 

    Contoh Perilaku Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD)

    Bagi penderita gangguan OCD, pikiran obsesif dan kompulsif yang sering muncul biasanya akan mengganggu kehidupan sehari-hari. Obsessive compulsive disorder (OCD) adalah gangguan kecemasan mental yang menghasilkan pikiran atau gambaran berulang mengenai banyak hal yang berbeda. Mulai dari ketakutan terhadap kuman, kotoran, penyusup, atau kejadian yang bahkan belum terjadi, tindak kekerasan, tindakan seksual, hingga obsesi berlebih terhadap kebersihan atau kerapihan.

    Pikiran obsesif umum yang dimiliki gangguan ini ialah:

    • Takut terkontaminasi kotoran atau kuman
    • Takut kehilangan kendali atas diri sendiri dan takut merugikan atau menyakiti diri sendiri dan orang lain
    • Terbesit pikiran atau gambar yang mengganggu secara seksual eksplisit atau berisi kekerasan
    • Memiliki fokus berlebih terhadap ide-ide agama atau moral
    • Takut kehilangan kesempatan memiliki barang yang mungkin dibutuhkan
    • Sebuah keharusan bahwa segala sesuatu harus selaras, rapi, bersih atau teratur

    Sedangkan perilaku kompulsif umum yang dimiliki gangguan ini, yakni:

    • Tindakan ganda dengan melakukan pemeriksaan berulang pada hal-hal, seperti peralatan, kunci dan saklar
    • Memastikan keadaan orang tersayang, orang terdekat, atau lingkungan sekitar telah aman
    • Mengucapkan kata-kata tertentu berulang-ulang untuk mengurangi kecemasan
    • Menghitung, mengetuk atau melakukan hal tidak biasa secara berulang untuk mengurangi kecemasan
    • Menghabiskan banyak waktu dengan mencuci atau membersihkan sesuatu secara berulang
    • Berdoa secara berlebihan hingga melakukan ritual tertentu karena dipicu oleh ketakutan
    • Mengumpulkan dan menimbun barang bekas atau ‘sampah’ seperti wadah makanan kosong atau koran bekas

    Terdapat perbedaan gejala OCD yang dialami oleh orang dewasa dan anak-anak. Misalnya, kemungkinan anak-anak tidak menyadari adanya alasan tertentu terhadap perilaku atau pikiran yang muncul, sementara orang dewasa akan lebih waspada.

    Penanganan Gangguan Obsesif Kompulsif

    Penanganan bertujuan agar penderita gangguan obsesif kompulsif dapat mengurangi gejala OCD yang berlebihan terlebih dahulu. Perawatan yang dapat dilakukan berupa terapi perilaku kognitif dan pemberian obat-obatan dari dokter.

    Sahabat Sehat dianjurkan melakukan kontrol secara berkala ke dokter agar dapat dipantau kondisi kesehatannya. Terdapat beberapa gangguan kesehatan mental lainnya yang mungkin muncul bersamaan dengan gangguan obsesif kompulsif, meliputi:

    • Gangguan kecemasan
    • Gangguan bipolar
    • Gangguan depresi 
    • Gangguan makan
    • Attention-Deficit/Hyperactive Disorder (AD/HD)
    • Gangguan spektrum autism (ASD)
    • Gangguan Tic / Sindrom Tourette (TS)

    Salah satu metode yang bisa digunakan untuk membantu mengurangi gejala OCD adalah dengan membuat tubuh lebih rileks. Caranya bisa dengan menggunakan aroma therapi sehingga pikiran bisa menjadi lebih tenang dan nyaman.

    Aroma Diffuser adalah alat yang bisa Sahabat Sehat gunakan untuk mengubah minyak esensial menjadi uap wangi atau aromaterapi dan menyebarkannya di udara, sehingga lebih mudah dihirup. Dengan demikian, aroma dari minyak esensial dapat membuat pikiran lebih rileks dan mengurangi gejala gangguan obsesif kompulsif yang bisa bisa datang secara berlebihan.


    Dapatkan Beurer Aroma Diffuser Humidifier LA 30 Sekarang Juga

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa fakta penting mengenai gangguan obsesif kompulsif (OCD). Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Beyond OCD. Facts about Obsessive Compulsive Disorder [Internet]. USA : Beyond OCD; [cited 2021 Sep 15].
    2. DoSomething. 11 Facts About Obsessive Compulsive Disorders (OCD) [Internet]. USA : DoSomething; [cited 2021 Sep 15].
    3. Kch.ha.org.hk. 2021. [online]
    4. RS GRHASIA. Obsessive-Compulsive Disorder, OCD [Internet]. 2013 [updated 2013 Nov 23; cited 2021 Sep 15].
    5. Smith M, Robinson L, Segal J. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) [Internet]. USA : Help Guide. 2021 [updated 2021 July; cited 2021 Sep 15].
    Read More
Chat Dokter 24 Jam