Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 51–60 of 868 results

  • Bolehkah sebenarnya traveling pada masa pandemi Covid-19? Tentu saja pasti banyak Sobat Sehat yang bertanya-tanya mengenai hal tersebut mengingat adanya banyak pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah demi memutus penyebaran Covid-19 yang sangat mudah menular. Hal inilah yang dibahas oleh dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp. PD, internist, dan Ridwan Hanif Rahmadi, Youtuber road trip traveling pada webinar […]

    Rangkuman Webinar Prosehat Traveling Sehat dan Aman di Era Covid-19 7 Oktober 2020

    Bolehkah sebenarnya traveling pada masa pandemi Covid-19? Tentu saja pasti banyak Sobat Sehat yang bertanya-tanya mengenai hal tersebut mengingat adanya banyak pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah demi memutus penyebaran Covid-19 yang sangat mudah menular. Hal inilah yang dibahas oleh dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp. PD, internist, dan Ridwan Hanif Rahmadi, Youtuber road trip traveling pada webinar yang diselenggarakan oleh Prosehat pada tanggal 7 Oktober 2020 pukul 17.00 dengan judul “Travelling Sehat dan Aman di Era #COVID 19, dan dimoderatori oleh dr. Rosa Widian dari Prosehat.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Traveling

    Dari kacamata medis, dr. Jeffri mengatakan, traveling boleh dilakukan asalkan menerapkan ruang udara terbuka –membuka kaca jendela- seperti ketika traveling dengan mobil sebagai upaya pemutusan penyebaran virus Corona yang bersifat airborne dan sangat cukup reaktif di dalam sirkulasi udara tertutup meskipun sangat mustahil dilakukan terutama di Jakarta yang tingkat polusinya sangat tnggi. Dokter Jeffri yang pemaparannya berdasarkan jurnal-jurnal penelitian internasional, WHO, dan Dishub RI, juga menekankan perlunya protokol-protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain itu, perlunya melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan penyemprotan desinfektan. Dokter Jeffri juga menekankan bahwa tidak semua bisa melakukan traveling di masa pandemi, dan hanya profesi tertentu seperti petugas medis, pejabat, atau orang-orang yang pekerjaannya sangat mendesak untuk ke luar kota.

    Baca Juga: Cara Mendapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Lalu bagaimana dari kacamata seorang traveler?

    Sebagai seorang travel vlogger terkenal, Ridwan Hanif Rahmadi, menyatakan bahwa supaya traveling tetap aman dan sehat di masa pandemi adalah sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi sebagai cara paling aman untuk menghindari Covid-19. Lalu bagaimana jika terpaksa menggunakan transportasi publik jika tidak menggunakan atau mempunyai kendaraan pribadi? Sang vlogger membagikan beberapa tips seperti menghindari kontak fisik, jaga jarak, menyediakan hand sanitizer. Tentu saja tips ini juga dibarengi dengan pengalaman pribadi.  Apalagi saat memaparkan, Ridwan juga menceritakan pengalamannya saat traveling di awal-awal Corona merebak yang membuat dia dan timnya harus segera mungkin mengakhiri traveling supaya tidak di-lockdown.  Ridwan merekemondasikan tempat wisata yang aman adalah yang sifatnya luar ruangan atau outdoor seperti ke gunung atau pantai jika memang ingin tetap berwisata. Sedangkan untuk hotel, Ridwan juga menyarankan pilih hotel-hotel yang branded atau sudah ternama karena dianggap mampu menjalankan protokol-protokol kesehatan dengan baik. Jika tidak ada penerapan, sebaiknya segera pindah hotel.

    Webinar ini sendiri cukup berjalan menarik,  dan dalam suasana yang penuh keakraban. Dua narasumber bahkan saling berinteraksi terutama ketika Ridwan bertanya  kepada dr. Jeffri mengenai perlukah memakai masker ketika di dalam mobil sendirian yang dijawab dr. Jeffri sangat perlu mengingat kapasitas mobil itu sendiri. Meski bukan sebagai orang yang bukan ahli di bidang kesehatan, Ridwan meminta kepada para peserta yang mengikuti webinar untuk tetap mematuhi protokol-protokol kesehatan, dan jangan berprasangka buruk kepada pemerintah dan petugas-petugas kesehatan serta meremehkan Covid-19 apalagi menganggap Covid-19 sebagai konspirasi.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Memakainya

    Webinar kemudian dilanjutkan dengan sesi pertanyaan terutama dari Mamih Ocih Indonesia yang bertanya kepada Ridwan apakah kesal terhadap orang yang menganggap Covid-19 di Indonesia itu tidak ada. Pertanyaan itu dijawab oleh Ridwan bahwa ia kesal jika Covid-19 dianggap tidak ada. Apalagi ia mengungkap bahwa keluarga dan teman-temannya ada yang terkena virus tersebut.  Nah, itulah Sobat mengenai traveling aman dan sehat di era pandemi yang tetap harus menerapkan protokol-protokol kesehatan. Untuk pembahasan lebih dalam silakan Sobat Sehat tonton video di bawah ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Apabila Sobat Sehat berencana traveling di masa pandemi, jangan lupa juga untuk tes swab dan rapid test di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Sobat Sehat pasti sudah sering mendengar tentang istilah gangguan kesehatan jiwa. Tetapi apakah Sobat sudah mengetahui secara persis apa arti dari istilah tersebut? Jadi, gangguan kesehatan jiwa atau gangguan mental didefinisikan sebagai sebuah penyakit yang dapat mempengaruhi emosi, pola pikir, dan perilaku seseorang. Gangguan ini bisa terjadi karena dua faktor utama, yakni faktor biologis dan […]

    Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Sobat Sehat pasti sudah sering mendengar tentang istilah gangguan kesehatan jiwa. Tetapi apakah Sobat sudah mengetahui secara persis apa arti dari istilah tersebut? Jadi, gangguan kesehatan jiwa atau gangguan mental didefinisikan sebagai sebuah penyakit yang dapat mempengaruhi emosi, pola pikir, dan perilaku seseorang. Gangguan ini bisa terjadi karena dua faktor utama, yakni faktor biologis dan faktor psikologis. Faktor biologis umumnya berupa kelainan genetik maupun kelainan yang terjadi pada bagian otak tertentu. Sedangkan faktor psikologis berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang mengguncang psikologis penderita.

    gangguan kesehatan jiwa, gangguan kesehatan mental

    Baca Juga: Keinginan Bunuh Diri, Cara Mencegah dan Tanda-tandanya

    Menurut Riskesdas 2019, sebanyak 450 juta orang di dunia menderita gangguan kesehatan mental. Di Indonesia sendiri terdapat 13,4% atau 14 juta orang yang menderita gangguan ini. WHO sendiri menyatakan dalam peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2020 pada 1 Oktober menyatakan bahwa 1 milyar orang di dunia hidup dengan gangguan kejiwaan, dan 1 orang meninggal setiap 40 detik karena bunuh diri.

    Nah, ternyata pandemi Covid-19 yang merebak sejak Maret 2020 juga membuat banyak orang mengalami gangguan jiwa akibat berbagai tekanan kehidupan, seperti kondisi ekonomi yang menjadi tidak stabil. Apalagi selama masa pandemi ini, pelayanan kesehatan mental pun terganggu sehingga cukup menghambat penyembuhan jiwa orang-orang yang terganggu mentalnya.

    Apa Saja Penyebab Gangguan Kesehatan Jiwa?

    Penyebabnya terdiri dari beberapa hal, yaitu:

    • Adanya gangguan pada fungsi sel darah di otak
    • Kelainan bawaan atau cedera di otak
    • Kekurangan nutrisi terutama nutrisi otak
    • Penyalahgunaan NAPZA dalam jangka waktu panjang
    • Mengalami peristiwa traumatik seperti kecelakaan, kekerasan, dan lain-lain

    Lalu Bagaimana Gejalanya?

    Terdapat beberapa gejala yang perlu diwaspadai, yaitu:

    • Delusi (meyakini sesuatu yang tidak nyata)
    • Halusinasi (melihat, mendengar, dan merasakan sesuatu yang tidak nyata)
    • Mood swing(suasana hati yang mudah berubah)
    • Perasaan sedih dan cemas yang berlarut-larut (berminggu-minggu hingga berbulan-bulan)
    • Perubahan pola tidur (mudah mengantuk dan tertidur, sulit tidur, atau sampai mengalami gangguan pernapasan saat tidur)
    • Marah berlebihan (mengamuk hingga melakukan tindak kekerasan)
    • Sering melakukan perilaku yang tidak wajar (berteriak tidak jelas dan berbicara atau tertawa tanpa sebab)

    Meski begitu, seseorang yang memiliki gejala-gejala di atas tidak bisa secara langsung mengklaim dirinya mengalami gangguan jiwa, karena sebenarnya bisa saja gejala itu muncul sementara akibat stres biasa dalam menjalani kehidupannya.

    Apakah penyakit ini ada jenis-jenisnya?

    Gangguan kesehatan jiwa sendiri terbagi menjadi beberapa jenis. Apa sajakah itu? Berikut ini adalah tipe-tipenya. 

    Gangguan kecemasan (anxiety disorder)

    Gangguan kecemasan adalah jenis gangguan jiwa yang diidap oleh seseorang saat merespons suatu objek atau situasi. Biasanya penderita akan mengalami ketakutan yang hebat disertai dengan perubahan tanda fisik seperti detak jantung yang semakin cepat, berkeringat, merasa pusing, serta sulit berkonsentrasi atau tidur. Hal lainnya adalah kecemasan saat berada di tempat umum, kepanikan dan fobia terhadap sesuatu. Penderita gangguan ini hidup dengan perasaan penuh kecemasan, ketakutan serta kekhawatiran yang berlebihan.

    Gangguan suasana hati (mood disorder)

    Gangguan suasana hati atau disebut juga dengan gangguan afektif adalah gangguan yang membuat penderitanya merasa sedih terus-menerus atau bahagia secara berlebihan. Perpindahan emosional atau fluktuasi dari perasaan bahagia menjadi sedih secara ekstrem (bipolar disorder) juga termasuk di dalamnya. Beberapa contoh gangguan lainnya seperti depresi jangka panjang, gangguan afektif musiman, perubahan suasana hati dan iritabilitas yang terjadi selama fase pramenstruasi, serta depresi karena penyakit fisik.

    Baca Juga: Sering Tonton Video Kekerasan, Tingkatkan Risiko Trauma Depresi

    Gangguan psikotik (psychotic disorder)

    Gangguan psikotik termasuk gangguan jiwa yang menyebabkan munculnya pemikiran dan persepsi yang tidak normal, misalnya yang termasuk didalamnya adalah penyakit skizofrenia dan gangguan jiwa parah. Gejala yang paling umum adalah halusinasi serta delusi.

    Gangguan makan (eating disorder)

    Gangguan kesehatan jiwa lainnya adalah eating disorder. Gangguan ini termasuk penyakit serius dan sering kali fatal akibat gangguan parah pada perilaku makan seseorang. Gangguan paling umum adalah anoreksia (menganggap diri kelebihan berat badan padahal tidak), bulimia nervosa (makan dalam jumlah besar yang kemudian dikeluarkan secara paksa misalnya muntah), dan binge-eating (makan berlebihan dan sulit dihentikan). 

    Gangguan obsesif-kompulsif (obsessive-compulsive disorder-OCD)

    Seseorang dengan gangguan OCD selalu memiliki pikiran atau obsesi yang konstan terhadap sesuatu sehingga mendorongnya untuk melakukan hal yang sama secara berulang-ulang. Salah satu contohnya adalah orang yang merasa ketakutan terhadap kuman atau debu yang membuatnya terus-menerus mencuci tangan atau anggota tubuh lainnya.

    Gangguan kontrol impuls dan kecanduan (impulse control and addition disorder-ICAD)

    Orang yang mengalami gangguan dengan tipe seperti ini biasanya tidak dapat menahan dorongan untuk melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya atau orang lain. Beberapa contohnya adalah pyromania (menyulut api hingga menyebabkan kebakaran) dan kleptomania (mencuri). Penderita ini juga biasanya kecanduan terhadap alkohol dan obat-obatan atau kecanduan pada aktivitas tertentu seperti seks atau belanja.

    Gangguan kepribadian (personality disorder)

    Gangguan kepribadian merupakan gangguan pada kepribadian seseorang dan membuatnya memiliki pola pikir, perasaan, atau perilaku yang sangat berbeda dari kebanyakan orang. Gangguan ini mempunyai 10 jenis, antara lain borderline personality disorder, yaitu perubahan suasana hati yang intens, ketakutan akan ditinggalkan, perilaku impulsif dan tidak stabil. Jenis gangguan lainnya adalah antisocial personality disorder yang membuatnya seperti mengabaikan perasaan atau kebutuhan orang lain, memanipulasi orang lain untuk kepentingan dirinya, tidak merasa bersalah atas tindakan buruk yang dilakukan, dan sebagainya.

    Baca Juga: 5 Gangguan Jiwa Paling Sering Dialami Kawula Muda

    Selain dua jenis gangguan kepribadian itu, jenis lainnya adalah:

    • Paranoid, selalu curiga dan tidak percaya pada orang lain bahkan teman, keluarga, dan pasangannya sendiri
    • Skizoid, suka menyendiri, tak ingin berhubungan sosial dan seksual, tak peduli pada orang lain, dan tak memiliki respons emosional
    • Skizotipal, takut pada interaksi sosial dan menganggap orang lain berbahaya
    • Historionik, merasa tak memiliki rasa harga diri, sering menarik perhatian, dan mendramatisasi atau memainkan peran agar didengar dan dilihat
    • Narsistik, memiliki perasaan ekstrem mengenai kepentingan sendiri, tidak memilik empati, serta siap berbohong dan mengeksploitasi orang lain demi tujuannya
    • Dependen, kurang percaya diri dan butuh bantuan dalam membuat keputusan sehari-hari dan menyerahkan keputusan hidup yang penting kepada orang lain
    • Avoidant, atau menghindar, yaitu percaya dirinya tidak kompeten, inferior, dan terus-menerus takut dipermalukan atau dikritik
    • Anankastik, teliti berlebihan pada aturan, rincian, daftar, urutan organisasi atau jadwal. Termasuk kategori perfeksionis ekstrem

    Gangguan stres pasca-trauma (post-traumatic stress disorder-PTSD)

    Gangguan ini dapat muncul pada seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis atau mengerikan seperti pelecehan fisik dan seksual, kematian tidak terduga dari orang yang dicintai atau bencana alam. Kenangan tidak menyenangkan tersebut tidak bisa hilang dan membuat penderitanya cenderung mati rasa secara emosional. 

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona, Justru Turunkan Imun Tubuh

    Gangguan Disosiatif (dissociative disorder)

    Gangguan disosiatif adalah gangguan kejiwaan parah atau perubahan dalam ingatan, kesadaran, dan identitas umum tentang diri mereka dan lingkungan penderita. Gangguan disosiatif ini biasanya dikaitkan dengan stres luar biasa yang diakibatkan oleh peristiwa traumatis yang dialami atau disaksikan oleh penderita. Contohnya, gangguan identitas kepribadian ganda.

    Bagaimanakah Cara Mengatasinya?

    Apabila melihat gambaran di atas, dapat disimpulkan bahwa gangguan kesehatan jiwa atau mental adalah hal-hal yang perlu diwaspadai karena bisa berdampak negatif untuk diri sendiri dan orang lain. Sayangnya, di Indonesia masalah gangguan ini sering disepelekan bahkan pengidapnya sering dianggap sebagai ‘orang gila’ atau kerap mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan. Bahkan, satu keluarga bisa saja memasung salah satu anggota keluarganya jika ada yang mengalami gangguan ini. Padahal, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk tetap bisa menjaga kesehatan mental supaya tidak mengalami gangguan jiwa.

    Menjalin hubungan baik dengan orang lain

    Cara pertama ini dapat meningkatkan harga diri, memberikan kesempatan berbagai pengalaman positif sampai memberikan dukungan emosional. Alih-alih menyendiri coba sesekali luangkan waktu bersama teman atau keluarga. Jika tidak memungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung, coba manfaatkan media sosial dan lain-lain.

    Katakan sesuatu yang positif pada diri sendiri

    Cara pandang dalam menilai diri sendiri sangat mempengaruhi kondisi perasaan. Ketika mempersepsikan diri dengan sudut pandang positif seseorang jadi memiliki tambahan kekuatan untuk mengerjakan sesuatu. Sebaliknya, cara pandang negatif dapat menurunkan motivasi dan harga diri sendiri.

    Aktif bergerak dan rajin olahraga

    Tubuh yang aktif bergerak tentunya berdampak baik bagi kesehatan fisik, tetapi juga berdampak baik pada kesehatan jiwa dan mental. Aktif bergerak dapat meningkatkan harga diri, memotivasi diri sendiri, dan mengubah kimia di otak menjadi lebih positif. Cukup olahraga yang mudah saja dengan rutin beranjak dari tempat duduk setiap 20 menit untuk jalan kaki mengambil minum atau ke kamar mandi. Jika ingin semakin prima rutin berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari, dan lakukan di luar ruangan yang bisa membantu meredakan stres. 

    Mempelajari Keterampilan Baru

    Mempelajari keterampilan baru ternyata juga dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan terhindar dari gangguan jiwa. Saat mempelajari ilmu atau pengetahuan baru kepercayaan diri dan harga diri seseorang jadi meningkat. Selain itu, mempelajari keterampilan baru membuka peluang seseorang terhubung dengan orang lain. Untuk melakukannya bisa dengan santai dan rileks serta tidak muluk-muluk menerapkan target. Cukup temukan dan rutin jalankan.

    Membantu orang lain

    Dengan membantu orang lain, perasaan jadi lebih positif dan muncul rasa menghargai diri sendiri. Selain itu, membantu orang lain juga bisa membuat seseorang terhubung dengan orang lain untuk saling bersosialisasi.

    Membangun kesadaran dan fokus

    Membangun kesadaran dengan memperhatikan hal yang terjadi dapat mencegah emosi yang negatif. Seseorang dapat terbebas dari masa lalu atau kekhawaoram pada satu hal yang belum tentu terjadi jika fokus pada hal yang dikerjakan saat ini. Karena itu, fokuslah pada yang sedang dilakukan. Apabila pikiran sudah kemana-mana, coba tarik kembali perhatian pada rasa, bau, suara, atau sensasi fisik yang sedang dirasakan saat itu.

    Konsumsi makanan bergizi seimbang

    Menerapkan pola makan bergizi seimbang juga bagian dari cara menjaga kesehatan mental. Karbohidrat dapat meningkatkan hormon yang membangun suasana hati agar positif. Seperti karbohidrat, sayur dan buah juga dapat memberi makan sel tubuh termasuk mengontrol suasana hati lebih positif, serta protein yang juga dapat meningkatkan zat kimia di otak yang membantu tubuh tetap waspada. Pastikan juga tubuh mendapatkan pasokan lemak sehat seperti dari ikan dan kacang-kacangan. 

    Produk Terkait: Jual Makanan dan Minuman Sehat

    Rehat

    Rehat menjadi cara alternatif untuk dapat menjaga kesehatan jiwa jika segala sesuatunya mulai terasa membebani pikiran. Cobalah beristirahat dengan melakukan latihan pernapasan sederhana. Pejamkan mata dan tarik napas dalam-dalam selama 10 kali. Saat mengambil, menahan, dan mengeluarkan napas, masing-masing lakukan dalam empat hitungan.

    Tidur yang Cukup

    Tidur yang cukup rupanya juga mampu menjaga kesehatan mental dengan baik sebab jika kurang tidur bisa berdampak negatif.  Karena itu, pastikan untuk tidur yang cukup selama 6-8 jam setiap hari. Bangun kebiasaan baik dengan tidur secara teratur di jam yang sama setiap hari. Jika susah tidur, coba segera cari solusinya.

    Baca Juga: Duh, Sering Susah Tidur di Malam Hari Nih!

    Cari Bantuan Medis

    Kalau Sobat sudah kewalahan terhadap permasalahan kesehatan jiwa, segera konsultasikan dengan tenaga medis profesional. Apalagi jika sobat merasakan suasana hati yang tak kunjung membaik sampai menganggu kehidupan sehari-hari. Ahli nantinya akan memberikan saran paling pas, baik itu lewat terapi atau obat-obatan.

    Itulah mengenai gangguan kesehatan jiwa yang ternyata bukanlah permasalahan yang harus dianggap sepele sehingga harus segera ditangani karena akan berdampak sangat negatif pada diri sendiri dan orang lain yang tentu saja harus dihindari. Apabila Sobat memerlukan informasi dan penanganan lebih lanjut beserta produk-produk yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Hari Kesehatan Mental Dunia 2020: Dampak Pandemi & Hasil Survei WHO – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://tirto.id/hari-kesehatan-mental-dunia-2020-dampak-pandemi-hasil-survei-who-f5Ne
    2. [Internet]. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://pusdatin.kemkes.go.id/article/view/20031100001/situasi-kesehatan-jiwa-di-indonesia.html+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id
    3. [Internet]. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://www.tokopedia.com/blog/penyakit-gangguan-jiwa-penyebab-gejala-cara-mengobati/
    4. Alfari S. 9 Macam Gangguan Mental, Joker Termasuk yang Mana? [Internet]. Blog.ruangguru.com. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://blog.ruangguru.com/9-macam-gangguan-mental-joker-termasuk-yang-mana
    5. [Internet]. Beritagar.id. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/apa-itu-gangguan-kepribadian
    6. Media K. 10 Cara Menjaga Kesehatan Mental [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/10/11/090100068/10-cara-menjaga-kesehatan-mental?
    Read More
  • Vaksin kanker serviks adalah cara mencegah salah satu kanker yang sering diderita oleh perempuan, yaitu kanker serviks yang penyebabnya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Bayangkan saja, sekitar 2 dari 10  wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan kira-kira 26 perempuan meninggal setiap harinya karena penyakit ini. Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan […]

    Bagaimana Cara Cegah Penularan HPV? Yuk Dipahami Dulu

    Vaksin kanker serviks adalah cara mencegah salah satu kanker yang sering diderita oleh perempuan, yaitu kanker serviks yang penyebabnya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Bayangkan saja, sekitar 2 dari 10  wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan kira-kira 26 perempuan meninggal setiap harinya karena penyakit ini.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Saat ini baru sekitar 67 negara dari 195 negara yang menerapkan pemberian vaksin kanker serviks/vaksin HPV.1 Infeksi dari HPV dapat menyebabkan 91% kanker serviks, 69% kanker vulva, 75% kanker vagina, 93% kanker anus, dan 63% kanker tenggorokan pada perempuan. Selain itu, HPV juga menyebabkan 89% kanker anus dan 72% kanker tenggorokan pada laki-laki.2 Vaksin HPV juga diperlukan untuk  kaum lelaki.

    Lalu, bagaimanakah gejala kanker serviks?

    Tahukah Sobat  bila kanker serviks pada stadium awal tidak menimbulkan gejala alias penderita merasa sehat-sehat saja. Namun, ketika kanker sudah berkembang ke stadium lanjut, gejala dapat mulai dirasakan berupa perdarahan tidak normal dari vagina seperti, perdarahan setelah menopause, pendarahan setelah berhubungan seksual di antara siklus haid, serta pendarahan saat haid yang lebih banyak dan panjang dari biasanya.

    Kemudian, gejala lainnya adalah keluarnya cairan tidak normal dari vagina diantara siklus haid. Rasa nyeri juga dapat dirasakan bila ada infeksi yang terjadi di daerah serviks. Kanker serviks memiliki massa pra-kanker yang panjang dan butuh proses 3 hingga 20 tahun sampai terjadinya kanker serviks dimulai dari infeksi HPV.

    Siapakah yang berisiko terkena kanker ini?

    Beberapa orang memiliki faktor risiko yang dapat memicu kanker antara lain mereka yang memiliki pasangan seksual lebih dari satu, melakukan hubungan seks pertama kali di usia dini, penggunaan pil KB dalam jangka waktu lama, riwayat melahirkan lebih dari 6 kali, riwayat menderita penyakit menular seksual (PMS) seperti gonore (kencing nanah), sifilis (raja singa), dan  kutil kelamin. Kemudian, mereka yang merokok, diet rendah serat (buah dan sayuran), menurunnya daya tahan tubuh karena HIV, kegemukan dan obesitas, dan riwayat keluarga penderita kanker serviks.

    Apakah Sobat adalah salah satu orang yang memiliki faktor risiko di atas?

    Yuk, segera dapatkan vaksin kanker serviks. Nah, vaksin kanker serviks disarankan pemberiannya pada anak usia 11-12 tahun yang akan melindungi dari infeksi virus HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Tipe HPV 6 dan 11 diketahui merupakan penyebab kutil kelamin sedangkan tipe 16 dan 18 berkontribusi dalam 70% keganasan di mulut/leher rahim.3,4 Selain itu, mereka yang sudah aktif berhubungan seksual dan belum terkena HPV juga disarankan untuk mendapatkan vaksin ini. Bagaimana dengan mereka yang sudah terinfeksi HPV? Bila vaksin diberikan, maka perlindungannya tidak akan maksimal.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Bagaimana cara vaksin ini diberikan?

    Vaksin kanker serviks disuntikkkan di otot bahu yang besar ke dalam ototnya (intramuskular). Pemberiannya dilakukan 3 kali pada bulan 0, 2, dan 6 bulan setelah penyuntikan pertama. Bila jadwal vaksin terlewat, tidak perlu diulang dari awal, cukup dengan melengkapi dosis berikutnya. Vaksin HPV ini memiliki perlindungan terhadap virus sebesar 94% dan akan bertahan lama dalam tubuh.Vaksin penguat (booster) diberikan bila kadar antibodi menurun sampai dibawah kadar protektif/perlindungan.

    Apa saja jenis vaksin kanker serviks?

    Jenis vaksin kanker serviks yang beredar di Indonesia ada 2, yaitu bivalen dan tetravalen. Vaksin bivalen mengandung 2 jenis virus HPV tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah penyakit kanker serviks dan tetravalen mengandung 4 jenis virus HPV tipe 6, 11, 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker serviks sekaligus dengan kutil kelamin.4

    Lalu, apakah ada reaksi yang dapat ditimbulkan setelah penyuntikan?

    Beberapa reaksi mungkin terjadi setelah penyuntikan vaksin kanker serviks adalah reaksi lokal yang sering dirasakan antara lain nyeri di tempat penyuntikan, kemerahan, dan bengkak yang akan hilang dengan sendirinya. Reaksi sistemik yang terjadi setelah penyuntikan sangat jarang. Demam dapat terjadi pada sekitar 1% kasus. Kemudian, beberapa gejala yang dirasakan antara lain sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah. Reaksi berat juga sangat jarang terjadi setelah diberikan vaksin. Reaksi anafilaksis dapat terjadi karena alergi terhadap komponen vaksin.5

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Jadi, vaksin kanker serviks itu aman diberikan pada wanita dan pria. Vaksin ini mengandung virus yang tidak aktif, sehingga aman dan tidak akan menginfeksi kita. Vaksin yang disuntikkan akan merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh berperan sebagai tameng dalam melawan HPV. Mitos yang menyebutkan bahwa vaksin kanker serviks dapat menyebabkan kemandulan dan menopause dini adalah salah karena vaksin ini sudah digunakan sebanyak 200 juta di seluruh dunia dan aman digunakan.1

    Apakah pemberian vaksin kanker serviks ini diperbolehkan pada wanita hamil?

    Pada wanita hamil pemberian vaksin kanker serviks sebaiknya ditunda. Bila  sebelum hamil wanita sudah mendapatkan vaksin tetapi tidak lengkap, maka pemberian berikutnya harus ditunda setelah melahirkan. Bagaimana dengan wanita menyusui? Pemberian vaksin pada wanita menyusui diperbolehkan.6 Vaksin kanker serviks juga tidak boleh diberikan pada mereka yang memiliki riwayat alergi pada komponen vaksin. Misalkan, pada suntikan pertama mengalami reaksi alergi, maka pemberian vaksin berikutnya tidak dianjurkan.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda dari Kanker Serviks

    Bagaimana, Sobat? Sudah tidak takut lagi bukan untuk mendapatkan vaksin kanker serviks. Pencegahan akan lebih baik daripada nanti sudah sakit. Segera Sobat datangi layanan kesehatan terdekat yang menyediakan layanan vaksinasi. Jangan ragu untuk mendapatkan 3 dosis vaksinasi kanker serviks sehingga Sobat dapat langsung terlindungi.

    Sobat juga bisa melakukan vaksinasi kanker serviks di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kendalikan kanker serviks sejak dini dengan imunisasi. 2016. [Internet]. Retrieved from: kemkes.go.id (07.07.2018)

    Saslow D, Andrews KS, Manassaram-baptise D, Loomer L, E.Lam K, Fisher-Borne M,et. Al. Human papilloma vaccination guideline update: American cancer society guideline endorsement. Cancer Journal of Clinician. 2016; 6(6): 375-385.

    Dwipoyono B. Kanker serviks dan vaksin HPV. Indonesian Journal of Cancer. 2007; 3: 87-91.

    Fadhila SR. Sekilas tentang vaksin HPV. 2017. [Internet]. Retrieved from: idai.or.id (07.07.2018)

    World Health Organization. Information sheet: Observed rate of vaccine reactions Human Papilloma Virus Vaccine. 2017. Geneva: WHO

    Winardo DS. Kanker serviks dan imunisasi HPV. [Internet]. Retrieved from: tanyadok.com (07.07.2018)

    Read More
  • Belakangan ini dunia dihebohkan dengan kemunculan penyakit Norovirus. Yang cukup menarik adalah penyakit tersebut muncul di Cina, tempat bermulanya virus Corona atau Covid-19. Kemunculan penyakit ini terjadi ketika sejumlah mahasiswa tepatnya di Shanxi, Cina Utara, menderita muntah-muntah dan diare. Kasus akibat penyakit yang juga disebut dengan flu perut ini membuat para penderitanya harus dirawat di […]

    Mengenal Penyakit Norovirus, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Belakangan ini dunia dihebohkan dengan kemunculan penyakit Norovirus. Yang cukup menarik adalah penyakit tersebut muncul di Cina, tempat bermulanya virus Corona atau Covid-19. Kemunculan penyakit ini terjadi ketika sejumlah mahasiswa tepatnya di Shanxi, Cina Utara, menderita muntah-muntah dan diare. Kasus akibat penyakit yang juga disebut dengan flu perut ini membuat para penderitanya harus dirawat di asrama pria terdekat, dan akhirnya sangat membebani layanan kesehatan setempat. Kemunculan penyakit ini juga menjadi pekerjaan rumah baru bagi Cina yang belum begitu tuntas menangani Corona meskipun Wuhan sudah bebas dari virus tersebut.

    Baca Juga: 8 Asupan yang Tepat untuk Mengatasi Diare Si Kecil

    penyakit Norovirus

    Apa Norovirus itu?

    Dilansir dari berbagai sumber Norovirus adalah salah satu virus yang menyebabkan penyakit gastroentitis akut (penyakit diare dan muntah) di seluruh dunia, dengan jumlah kasus 685 juta. Sekitar 200 juta kasus terlihat di antara anak-anak di bawah usia 5 tahun yang menyebabkan sekitar 50.000 kematian anak per tahun, dan kebanyakan di negara berkembang. Virus ini merupakan termasuk yang bersifat menular, dan dapat menyebar dengan mudah melalui makanan dan minuman sehingga cukup berdampak besar pada kesehatan masyarakat. Bahkan, penularan bisa juga terjadi hanya dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi, dan kemudian tangan yang menyentuh permukaan itu memasukkan makanan ke dalam mulut tanpa cuci tangan sebelumnya. Sifat penularannya dapat bertahan hingga 8 minggu.

    Awalnya, Norovirus disebut dengan virus Norwalk karena di kota yang terletak di Amerika Serikat itu adalah tempat terjadinya wabah pertama akibat virus ini pada 1972. Norovirus kebanyakan menyerang pada musim dingin meskipun sebenarnya bisa juga menyerang kapan pun. Karena itulah, sebagian orang menyebutnya sebagai “serangga muntah musim dingin”. Norovirus juga identik dengan keracunan makanan karena dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi. Meskipun, tidak selalu dari situ. Virus ini juga dapat tumbuh subur dalam jarak dekat seperti di restoran, pusat penitipan anak, dan panti jompo karena sifatnya yang mudah menular, dan Norovirus dapat bertahan hidup pada suhu ekstrem di air dan di permukaan.

    Apa Penyebabnya?

    Penyebab Norovirus adalah dapat menular melalui kotoran manusia dan hewan yang terinfeksi. Selain itu, terdapat penyebab lain, yaitu:

    • Mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi
    • Mengonsumsi makanan mentah dan setengah matang
    • Menyentuh tangan ke mulut setelah tangan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi
    • Melakukan kontak dengan orang yang mengalami infeksi norovirus

    Bagaimana dengan Gejalanya?

    Norovirus mempunyai gejala berupa sakit dalam waktu dua hari atau 12-48 jam setelah terpapar. Penyakit ini mempunyai gejala khas berupa mual, muntah (lebih sering terjadi pada anak-anak), diare berair (lebih sering pada orang dewasa), dan kram perut. Selain itu, terdapat beberapa gejala lain yang perlu diketahui dari penyakit ini, yaitu:

    • Demam ringan
    • Panas dingin
    • Sakit kepala
    • Nyeri otot
    • Kelelahan

    Sebagian besar gejala ini tidak bersifat serius. Meski begitu diare dan muntah dapat menghabiskan cairan yang dibutuhkan tubuh, dan tentu saja hal ini dapat menyebabkan dehidrasi yang rentan terjadi pada anak-anak dan lansia. Selain dehidrasi, dampak lainnya adalah malnutrisi. Apabila sudah mengalami gejala akut segeralah ke dokter untuk segera diperiksa pada feses.

    Baca Juga: Hati-hati Diare Menyerang Anak Saat Liburan

    Bagaimana Cara Mendiagnosis Penyakit Norovirus?

    Norovirus merupakan bagian dari sekelompok virus RNA atau Ribonucleic acid untai tunggal yang tidak terbungkus, dan diklasifikasikan menjadi 10 genogroup (GI-GX) dan 48 genotipe. Varian dari genotype GII.4 seperti GII.4 Sydney, GII.4 New Orleans hingga GII.4 Hong Kong adalah penyebab paling umum penyakit ini di seluruh dunia. Karena termasuk virus RNA, metode diagnosisnya adalah menggunakan RT-PCR yang juga digunakan untuk mendeteksi Covid-19. Norovirus sendiri sangat sensitif dan spesifik.

    Apakah Norovirus Juga Dapat Terjadi di Indonesia?

    Dilansir dari Kompas.com, virus ini ternyata dapat juga terjadi di Indonesia, dan kebanyakan menyerang anak-anak berusia 1-60 bulan. Hal itu berdasarkan studi pada 2019 terhadap sejumlah anak berusia kurang dari 5 tahun yang dirawat akibat diare akut di sebuah rumah sakit di Surabaya. Studi tersebut menunjukkan bahwa infeksi Genogroup Norovirus (GI dan II) teridentifikasi pada feses 31 pasien anak dengan diare akut yang dirawat  di rumah sakit dari April 2012 hingga Maret 2013. Infeksi tersebut terdeteksi dengan menggunakan metode RT-PCR. Kesimpulannya, virus tersebut menyebabkan diare berat pada anak.

    Adakah Obatnya?

    Sejauh ini belum ada obat sama sekali ini untuk penyakit ini karena Norovirus seperti virus-virus lainnya tidak merespons antibiotik untuk membunuh bakteri. Penyakit ini sebenarnya jika kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan bugar akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 3 hari.

    Produk Terkait: Jual Obat Diare

    Jika Obatnya Tidak Ada, Apa yang Harus Sobat Lakukan?

    Cara terbaik tehindar dari Norovirus adalah melakukan pencegahan-pencegahan sebagai berikut:

    • Cuci tangan sampai bersih dengan sabun dan air terutama setelah menggunakan toilet atau mengganti popok
    • Hindari makanan dan air yang terkontaminasi termasuk makanan yang mungkin telah disiapkan oleh orang yang sedang sakit
    • Cuci buah dan sayuran sebelum makan
    • Masak makanan dari laut sampai bersih
    • Buang muntahan dan kotoran secara hati-hati untuk menghindari penyebaran Norovirus melalui udara
    • Rendam bahan dengan handuk sekali pakai, dan masukkan ke dalam kantong plastik sekali pakai
    • Desinfeksi permukaan yang mungkin telah terkontaminasi
    • Gunakan larutan pemutih klorin dan kenakan sarung tangan
    • Tetap di rumah, dan hindari perkerjaan terutama pekerjaan yang melibatkan penanganan makanan sebab risiko tertular sangat berpotensi dan dapat dialami setelah mengalami gejala
    • Anak-anak harus berada di rumah untuk menghindari penularan
    • Hindari bepergian sampai gejala hilang

    Apakah Ada Perbedaan dengan Rotavirus?

    Penyakit Norovirus bisa dibilang agak mirip dengan Covid-19 terutama dalam penyebaran dan diagnosisnya. Karena merupakan penyebab diare, Norovirus ternyata juga mempunyai kemiripan dengan Rotavirus yang sama-sama menyebabkan diare. Meskipun begitu terdapat beberapa perbedaan pada keduanya. Norovirus ditandai dengan mual, demam, muntah, diare encer, sakit perut, demam, pegal-pegal sedangkan Rotavirus ditandai dengan muntah, diare, encer, demam, sakit perut, dan dehidrasi. Perbedaan lainnya adalah dapat diketahui berdasarkan siapa yang tertular, berapa lama infeksi biasanya berlangsung, dan kemungkinan komplikasi. Untuk Norovirus biasanya berlangsung tidak lebih dari dua setengah hari sedangkan Rotavirus 3-8 hari.

    Baca Juga: Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Rotavirus biasanya menyerang bayi dan anak kecil daripada orang dewasa sehingga dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat mengancam nyawa sedangkan Norovirus diketahui lebih banyak menyerang orang dewasa. Perbedaan lainnya yang paling penting ternyata Rotavirus sendiri bisa dicegah melalui vaksinasi yang dapat diberikan sejak kecil atau usia dini. Vaksin Rotavirus sendiri terdiri dari jenis, yaitu monovalen dan pentavalent. Monovalen diberikan sebanyak 2 kali pada usia 6-14 minggu untuk dosis pertama dan minimal 4 minggu berikutnya pada dosis kedua. Maksimal pemberian dosis kedua adalah 24 minggu. Untuk pentavalen sebanyak 3 kali. Dimulai dari usia 6-14 minggu pada dosis pertama, dan interval 4-10 minggu pada dosis kedua dan ketiga. Batas maksimal di usia 32 minggu. Adanya vaksinasi Rotavirus sendiri setidaknya dapat mencegah diare daripada Norovirus yang tidak bisa diobati dan dicegah sama sekali melalui vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Imunisasi Rotavirus

    Untuk vaksinasi Rotavirus ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah, dan mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Apa Itu Norovirus, Penyebab Wabah Diare yang Menyerang Warga di China? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 14 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/13/130500765/apa-itu-norovirus-penyebab-wabah-diare-yang-menyerang-warga-di-china-?page=all
    2. Media K. Wabah Diare Norovirus di China, Mungkinkah Ada di Indonesia dan Bagaimana Pencegahannya? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 14 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/13/190200223/wabah-diare-norovirus-di-china-mungkinkah-ada-di-indonesia-dan-bagaimana?page=all
    3. Mengenal Norovirus, Virus yang Serang China di Tengah Corona [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 14 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201013100630-255-557739/mengenal-norovirus-virus-yang-serang-china-di-tengah-corona
    4. Indonesia C. Fakta Genetik Norovirus yang Hebohkan China, Mirip Covid-19 [Internet]. teknologi. 2020 [cited 14 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201013114110-199-557791/fakta-genetik-norovirus-yang-hebohkan-china-mirip-covid-19
    5. Sama-Sama Bergejala Diare, Ini Beda Norovirus dan Rotavirus : Okezone Lifestyle [Internet]. https://lifestyle.okezone.com/. 2020 [cited 14 October 2020]. Available from: https://lifestyle.okezone.com/read/2020/10/13/481/2293149/sama-sama-bergejala-diare-ini-beda-norovirus-dan-rotavirus
    6. CEGAH DIARE ANAK AKIBAT ROTAVIRUS DENGAN VAKSINASI • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 14 October 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/anaksehat/cegah-diare-anak-akibat-rotavirus-dengan-vaksinasi
    Read More
  • Tak terasa semakin dekat dengan akhir tahun 2020, dan tentunya Sobat sudah merancang liburan jauh-jauh hari dengan keluarga, sahabat atau pun dengan pasangan. Ada 3 persiapan wajib loh yang harus Sobat persiapkan sebelum traveling.  Apa saja sih? Berikut persiapannya: 1. Dokumen,Tiket Perjalanan & Penginapan Selama Liburan Buat yang berencana keluar kota pastikan untuk cek kembali […]

    Inilah 3 Persiapan Penting Sebelum Traveling

    Tak terasa semakin dekat dengan akhir tahun 2020, dan tentunya Sobat sudah merancang liburan jauh-jauh hari dengan keluarga, sahabat atau pun dengan pasangan. Ada 3 persiapan wajib loh yang harus Sobat persiapkan sebelum traveling.  Apa saja sih? Berikut persiapannya:

    persiapan penting sebelum traveling

    1. Dokumen,Tiket Perjalanan & Penginapan Selama Liburan

    Buat yang berencana keluar kota pastikan untuk cek kembali dokumen seperti KTP dan paspor (untuk yang berencana keluar negeri), tiket yang sudah Sobat beli sebelum melakukan perjalanan seperti jam penerbangan. Nggak mau kan kalau ketinggalan pesawat atau kendaraan lainnya.

    Baca Juga : Lagi Flu? Konsumsi 9 Makanan Tepat Untuk Penderita Flu

    Hal selanjutnya penginapan selama traveling, buat yang menginap di rumah teman atau keluarga yang Sobat tuju mungkin tidak akan merepotkan. Namun untuk Anda yang menginap di hotel pastinya persiapan dokumen pendukung sangat diperlukan pada saat reservasi terlebih lagi buat Sobat yang di luar negeri, dan memiliki keterbatasan dalam bahasa tentu saja akan merepotkan.

    2. Sesuaikan Pakaian Anda Dengan Cuaca

    Persiapan ini sangat penting buat Sobat yang akan keluar negeri. Indonesia hanya memiliki 2 iklim (panas dan hujan), namun beberapa negara memiliki 4 iklim (semi, panas, gugur, dan salju). Pastikan untuk update cuaca tempat tujuan . Jangan sampai salah membawa pakaian musim panas di musim dingin.

    Baca Juga: Pilek dan Flu Saat Traveling? Cegah Sekarang Juga

    3. Lindungi Kesehatan Sobat Sebelum Pergi Berlibur

    Sebelum pergi berlibur, alangkah baiknya untuk mempersiapkan kesehatan. Karena tubuh akan mudah rentan terserang beberapa penyakit termasuk flu. Karena itu, lindungi diri dengan mencuci tangan memakai sabun atau pembersih tangan, memakan buah dan sayur, tidur cukup, dan lakukan vaksinasi flu untuk tubuh Anda. Kenapa harus vaksinasi flu?

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Karena vaksinasi flu efektif mencegah penyakit flu pada orang dewasa dan anak-anak di usia 6 bulan dan vaksinasi dilakukan setiap tahunnya untuk mencegah virus influenza. Untuk layanan vaksin flu ke rumah bisa Sobat dapatkan di Prosehat  yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber: https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/8-jurus-ampuh-cegah-flu

    Read More
  • Menurut Worldwide Cancer Data tahun 2018 , tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker di seluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. […]

    Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Menurut Worldwide Cancer Data tahun 2018 , tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker di seluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. Umumnya, 1 dari 6 orang meninggal akibat kanker, 70% penderita kanker yang meninggal berasal dari negara miskin dan berkembang.

    Baca Juga: Aktivitas Pemicu Kanker 

    Penyebab Kanker

    Sampai saat ini, penyebab kanker masih belum diketahui secara pasti, namun secara garis besar penyebab kanker dapat dibagi menjadi  3 faktor eksternal yaitu:

    • Faktor karsinogenik fisik: sinar ultraviolet (u.v) dan radiasi
    • Faktor karsinogenik kimia: paparan asbes, perokok, pengonsumsi tembakau, pengawet makanan dan arsenik (air minum yang tercemar zat arsenik)
    • Faktor karsinogenik biologi: infeksi virus, bakteri dan parasit

    Faktor penuaan juga meningkatkan risiko terjadinya kanker, semakin bertambahnya usia maka meningkatkan risiko terjadinya pembelahan sel ganas atau sel kanker.

    Baca Juga: Metode Deteksi Dini Kanker Serviks

    Faktor risiko yang meningkatkan terjadinya kanker adalah konsumsi alkohol yang berlebihan, perokok, makan makanan yang tidak sehat dan junk food, serta pasien yang menderita penyakit infeksi. Menurut data WHO, sebanyak 15% penderita kanker yang didiagnosis pada tahun 2012 juga menderita infeksi seperti Helicobacter pylori (infeksi pada lambung), HPV (Human Papiloma virus) penyebab kanker leher rahim, Hepatitis B dan C virus dapat berkembang menjadi kanker hati dan Epstein bar virus.

    Sebanyak 30-50% kanker dapat dicegah dengan cara menghindari faktor risiko di atas dan memodifikasi gaya hidup menjadi gaya hidup sehat seperti olahraga serta mengonsumsi makanan sehat (sayur dan buah-buahan).

    Menurut data dari World Cancer Research Fund, kanker payudara merupakan kanker tersering diderita oleh wanita seluruh dunia. Pada tahun 2018, tercatat sebanyak 25,4% dari total kanker yang menyerang wanita disebabkan oleh kanker payudara. Berikut ini tabel jenis kanker terbanyak yang menyerang wanita:

    Ranking Jenis kanker Kasus baru yang didiagnosis tahun 2018 (8.218.216 kasus) %
    1 Payudara 2,088,849 25,4
    2 Kolorektal 794,958 9.7
    3 Paru-paru 725,352 8.8
    4 Kanker serviks (leher rahim) 569,847 6.9
    5 Tiroid 436,344 6.3
    6 Rahim (Korpus uteri) 382,069 5.3
    7 Lambung 349,947 4.3
    8 Ovarium 295,414 3.6
    9 Hati 244,506 3.0
    10 Limfoma non-hodgin 224,877 2.7
    11 Pankreas 215,885 2.6
    12 Leukimia 187,579 2.3
    13 Esophagus 172,335 2,1
    14 Ginjal 148,755 1.8
    15 Kulit 137,025 1.7
    16 Otak dan sistem saraf 134,317 1.6
    17 Kantung kemih 125,311 1.5
    18 Kantung empedu 122,024 1.5
    19 Bibir dan mulut 108,444 1.3
    20 Multiple melanoma 70,088 0.9
    21 Vulva 44,235 0.5
    22 Nasopharynx 35,663 0.4
    23 Limfoma Hodgkin 33,431 0.4
    24 Anus 28,345 0.3
    25 Kelenjar liur 23,543 0.3
    26 Larynx 22,445 0.3
    27 Oropharynx 18,415 0.2
    28 Vagina 17,600 0.2
    29 Kaposi sarcoma 13,551 0.2
    30 Hypopharynx 13,112 0.2
    31 Mesothelioma 8,781 0.1

     

    Sedangkan di Indonesia, angka kanker terbanyak pada wanita adalah kanker payudara sebanyak 48.998 jiwa dan kanker serviks sebanyak 20.928 jiwa.

    Angka kanker di Indonesia

    Kita akan membahas jenis kanker yang terbanyak pada wanita di Indonesia, yaitu kanker payudara dan kanker leher rahim atau kanker serviks.

    Kanker Payudara

    Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh wanita, sebanyak 2,1 juta wanita didiagnosis kanker payudara pada tahun 2018. Angka kematian akibat kanker payudara diperkirakan sebanyak 627,000 jiwa (15% dari jumlah angka kematian yang disebabkan oleh kanker) meninggal pada tahun 2018. Hal yang paling penting pada kanker payudara dalam menentukan angka harapan hidup yaitu diagnosis yang cepat dan screening payudara. Kebanyakan wanita dengan kanker payudara, berhasil didiagnosis pada stadium lanjut. Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal yang timbul sehingga masyarakat tidak segera melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan.

    Baca Juga: Cara Periksa Sendiri Gejala Kanker Payudara

    Kanker payudara timbul ketika terjadi pembelahan sel yang tidak wajar dan berlebihan pada jaringan payudara, kanker payudara dapat berasal dari sel penghasil susu (lobus), jaringan lemak, saluran susu (duktus) dan jaringan ikat payudara.

    Saat fase awal kanker payudara, pasien tidak menyadari gejala yang timbul karena benjolan pada payudara berukuran sangat kecil. Ketika benjolan semakin besar dan menimbulkan rasa nyeri, penderita baru menyadari dan pada saat inilah stadium kanker payudara sudah berlanjut. Berikut ini gejala kanker payudara:

    • Terdapat benjolan pada payudara, benjolan biasanya berbenjol-benjol dan permukaannya tidak rata, dapat terasa nyeri.
    • Ukuran payudara lebih besar.
    • Payudara berwarna kemerahan.
    • Penebalan kulit pada payudara seperti kulit jeruk.
    • Puting payudara masuk ke dalam.
    • Adanya darah atau nanah yang keluar dari puting payudara.
    • Terjadi perbesaran kelenjar getah bening pada ketiak, lipat paha atau leher.
    • Penurunan berat badan.
    • Penurunan nafsu makan.

    Untuk pencegahan kanker payudara, dianjurkan melakukan pemeriksaan SADARI secara mandiri atau dengan petugas medis yaitu dengan melihat sendiri perubahan bentuk dan ukuran payudara sendiri dan meraba payudara apakah ada benjolan, pemeriksaan dilakukan sekitar 1 minggu sampai 2 minggu setelah selesai menstruasi. Selain itu, apabila dicurigai terdapat benjolan pada payudara segera lakukan pemeriksaan ke dokter dan dilakukan pemeriksaan mamografi (untuk melihat benjolan pada payudara), melakukan tes darah penanda kanker payudara, dan MRI.

    Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan pembedahan (lumpektomi atau pembedahan pengangkatan tumor yang masih kecil atau masektomi atau pembedahan pengangkatan total payudara), radioterapi, terapi hormonal dan kemoterapi

    Anatomi Organ Serviks Uteri

    Serviks atau leher rahim adalah organ kewanitaan yang menghubungkan antara organ rahim dengan vagina. Fungsi dari leher rahim adalah penghasil lendir yang berfungsi sebagai pelumas saat berhubungan seksual serta mempermudah jalannya sperma masuk untuk bertemu dengan sel telur, sebagai penahan bakteri maupun parasit agar tidak masuk ke dalam rahim, selain itu leher rahim berfungsi menutup ketika wanita sedang mengandung agar tidak mudah terjadinya keguguran dan akan terbuka saat proses persalinan berlangsung. Bagi wanita, organ leher rahim ini sangat berperan penting.

    Kanker serviks adalah kanker keempat terbanyak diderita oleh wanita di dunia, diperkirakan 570.000 kasus baru yang berhasil didiagnosis pada tahun 2018 di seluruh dunia dan 90% kanker serviks ditemukan pada negara yang miskin dan berkembang. Sedangkan di Indonesia, kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua setelah kanker payudara. Angka kematian kanker serviks dapat diminimalisir dengan pencegahan, diagnosis yang cepat dan screening.

    Penyebab terjadinya kanker serviks masih belum dapat diketahui penyebabnya. Namun, biasanya didahului oleh infeksi dari virus HPV (Human Papiloma Virus). Infeksi virus ini dapat sembuh dengan sendirinya, namun pada sebagian orang akan berkembang ke arah perkembangan sel serviks uteri menjadi sel yang abnormal. Perubahan sel ini disebut CIN (Cervical Intraepithelial Neoplasia) yang akan berkembang ke arah keganasan. Virus HPV yang menyebabkan kanker serviks adalah tipe 16 dan 18. Apabila sudah terjadi keganasan maka sel kanker akan menyebar (metastasis) melalui kelenjar getah bening.

    Faktor risiko terjadinya kanker serviks sebagian besar karena keturunan dari keluarga yang menderita kanker serviks, perokok berat, obesitas atau kegemukan, peminum alkohol, kurang mengonsumsi sayur dan buah, mengonsumsi obat hormonal seperti pil kb hormonal, pasangan seksual berganti-ganti, melahirkan lebih dari 5 anak, orang dengan daya imun rendah seperti orang dengan HIV AIDS, penderita gonorhea, candidiaasis (jamur pada kamaluan) dan penyakit menular seksual lainnya.

    Baca Juga: Apakah HPV dan Kanker Serviks Saling Berkaitan

    Pada fase awal, biasanya penderita kanker serviks tidak mengalami gejala sehingga pasien tidak menyadari sedang terkena kanker serviks. Gejala biasanya dirasakan ketika sel kanker sudah mulai menyebar ke bagian tubuh lainnya.

    Gejala dan Stadium Kanker Serviks

    Gejala pada pasien penderita kanker serviks antara lain:

    • Nyeri pada perut bawah atau pinggul.
    • Nyeri saat berhubungan intim dan mudah berdarah saat berhubungan intim.
    • Pendarahan diluar masa menstruasi.
    • Penurunan berat badan drastis dalam hitungan minggu atau beberapa bulan.
    • Perut membengkak.
    • Mual dan muntah.
    • Kehilangan nafsu makan.
    • Apabila sudah menyebar ke organ tubuh lain, maka gejala yang timbul sesuai dengan organ yang terkena. Misalnya bila menyebar ke paru-paru maka akan terjadi sesak napas, batuk, apabila menyebar ke tulang maka akan terjadi pembengkakan pada tulang dan nyeri, bila menyebar ke otak dan sistem saraf maka akan timbul kejang dan penurunan kesadaran.

    Cara untuk mendeteksi awal atau screening kanker serviks adalah dengan cara pemeriksaan IVA test bagi wanita yang sudah menikah. IVA test dapat mendeteksi awal adanya perubahan sel pada serviks uteri. Apabila ditemukan adanya perubahan sel, maka dilakukan pemeriksaan selanjutnya yaitu biopsi untuk memeriksa sel serviks uteri di bawah mikroskop.

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Sebagai tindakan pencegahan, berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan:

    • Jangan berganti-ganti pasangan untuk mencegah terinfeksi virus HIV.
    • Gunakan kondom saat berhubungan seksual.
    • Melakukan vaksin HPV pada saat belum aktif secara seksual, kurang lebih pada usia 9–26 tahun.
    • Hindari merokok dan minum minuman beralkohol secara berlebihan.
    • Hindari penggunaan obat hormonal dalam jangka waktu panjang.
    • Apabila aktif secara seksual, maka dianjurkan untuk aktif melakukan pemeriksaan papsmear secara teratur minimal 6 bulan sampai 1 tahun sekali.

    Pengobatan yang dapat dilakukan bagi pasien yang telah didiagnosis kanker serviks tergantung dari stadium kanker yang diderita, dapat berupa pembedahan, kemoterapi dan radioterapi. Namun, efek samping yang mungkin timbul pada saat pengobatan dengan kemoterapi dan radioterapi sangat banyak, misalnya penurunan nafsu makan, sariawan, badan lemas, berat badan menurun, rambut rontok, mual, dan muntah.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Nah, Sobat itulah ulasan tentang kanker yang sering menyerang wanita. Untuk kanker serviks ini, Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi HPV ke rumah dari Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
    2. Cervical cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/cervical-cancer/en/
    3. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    4. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    5. [Internet]. Who.int. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/country-profiles/idn_en.pdf
    Read More
  • Segala macam agenda yang sudah Anda buat dapat berantakan karena pilek dan flu saat traveling. Pada akhirnya Anda akan sendirian di kamar hotel untuk memulihkan stamina Anda. Karena itu, sebelum melakukan traveling lebih baik cegah dari sekarang dengan beberapa cara di bawah ini :  1. Cuci Tangan Anda dengan Sabun atau Pembersih Tangan Sebelum atau […]

    Pilek dan Flu Saat Traveling? Cegah Sekarang Juga

    Segala macam agenda yang sudah Anda buat dapat berantakan karena pilek dan flu saat traveling. Pada akhirnya Anda akan sendirian di kamar hotel untuk memulihkan stamina Anda. Karena itu, sebelum melakukan traveling lebih baik cegah dari sekarang dengan beberapa cara di bawah ini :

    Pilek dan Flu Saat Traveling 1. Cuci Tangan Anda dengan Sabun atau Pembersih Tangan

    Sebelum atau setelah beraktivitas sangatlah penting untuk mencuci tangan agar terhindar dari penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan juga virus.

    Baca Juga : Cara Mengatasi Sakit Saat Travelling

     2. Tidur Yang Cukup

    Buat Anda yang suka begadang akan mudah terserang flu. Sedangkan bagi yang tidur selama 7-8 jam setiap harinya mampu mencegah berbagai penyakit. Karena pada saat Anda tidur, sel-sel di dalam tubuh mengalami perbaikan dan perubahan hormon yang lebih baik sehingga dapat memperbaiki sistem imun dalam tubuh.

     3. Makan Sayur dan Buah

    Masih tidak suka sayur dan buah? Rugi loh, karena sayur dan buah sangat baik untuk mencegah penyakit termasuk flu. Makanlah variasi satur dan juga buah berwarna hijau, merah dan juga kuning untuk mencegah infeksi penyakit serta sebagai antioksidan dan membuat daya tahan tubuh Anda menjadi lebih baik.

    Produk Terkait: Vegefrut Kapsul

     4Lakukan Aktivitas Fisik Secara Teratur & Rutin

    Memang sangat berat melakukan aktivitas secara teratur dan juga rutin. Tetapi apakah kalian tahu? Bahwa berlari ataupun berjalan minimal 30 menit dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit infeksi.

    Baca Juga : Lagi Flu? Konsumsi 9 Makanan Tepat Untuk Penderita Flu

    5. Kurangi Stress

    Penyakit flu yang Anda alami dapat berasal dari tingkat stress yang tinggi loh.  Maka dari itu lakukanlah hal-hal yang dapat merelaksasikan tubuh Anda seperti yoga atau kegiatan lainnya. Selalu tersenyum dan berpikir positif dapat menurunkan stress dan flu Anda.

     6. Minum Air Minimal 8 Gelas Per Hari

    Nggak mau jadi dehidrasikan? Maka dari itu penuhi cairan dalam tubuh dengan minum air mineral minimal 8 gelas per hari.

      7Lakukan Vaksinasi Flu

    Cara lainnya untuk mencegah flu dengan cara vaksinasi flu.  Vaksin flu efektif mencegah penyakit flu pada orang dewasa dan anak-anak di atas usia 6 bulan.Vaksin flu ini dilakukan selama setahun sekali. lakukanlah vaksinasi flu sebelum musim flu, karena tubuh membutuhkan penyesuaian untuk menerima vaksin flu.

    Lalu bagaimana sih cara melakukannya? Sobat dapat melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber : tanyadok.com/artikel-kesehatan/8-jurus-ampuh-cegah-flu

    cdc.gov/flu/protect/keyfacts.htm

    Read More
  • Anda berencana membawa seluruh keluarga menghabiskan waktu liburan akhir tahun ke luar negeri atau destinasi yang membutuhkan perjalanan berhari-hari, tetap perhatikan daya tahan tubuh setiap anggota keluarga. Dengan perjalanan road trip berhari-hari atau long haul flight, daya tahan tubuh Anda sekeluarga akan benar-benar diuji. Belum lagi ketika sampai di daerah asing dengan iklim dingin seperti […]

    Vaksinasi Influenza untuk Keluarga Siap Liburan

    Anda berencana membawa seluruh keluarga menghabiskan waktu liburan akhir tahun ke luar negeri atau destinasi yang membutuhkan perjalanan berhari-hari, tetap perhatikan daya tahan tubuh setiap anggota keluarga. Dengan perjalanan road trip berhari-hari atau long haul flight, daya tahan tubuh Anda sekeluarga akan benar-benar diuji. Belum lagi ketika sampai di daerah asing dengan iklim dingin seperti Eropa, tubuh Anda bisa saja belum dapat beradaptasi. Serangan virus influenza pun bisa datang tiba-tiba. Jika Anda berencana liburan ke negara beriklim dingin, pastikan seluruh keluarga sudah mendapatkan vaksinasi influenza. And here is why getting vaccinated is important…

    prosehat vaksinasi

    Baca Juga: Pentingntya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Pentingnya Vaksinasi

    Imunisasi atau vaksinasi merupakan bagian dari pemberian vaksin (virus yang dilemahkan) ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap jenis penyakit tertentu. Ketika Anda berencana untuk berlibur bersama keluarga, akan sangat disayangkan bila salah satu anak Anda atau malah Anda sendiri terjangkit influenza. Sebagai antisipasi, ada baiknya untuk melakukan upaya pencegahan agar daya tahan tubuh tetap dalam kondisi prima saat liburan. Salah satu caranya adalah dengan vaksinasi.

    Baca juga: Liburan ke Afrika Selatan: Jangan Lupa Vaksin Yellow Fever

    Hindari Penularan Penyakit

    Selain mencari tahu informasi terkait negara tujuan untuk habiskan waktu liburan tahun ini, hal lain yang harus dilakukan adalah dengan melengkapi keluarga Anda dengan vaksinasi. Hal ini diamini oleh Dr. dr. Iris Rengganis, Perwakilan dari Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, dimana proteksi diri sebelum melakukan perjalanan wisata sangat penting, termasuk vaksinasi untuk orang dewasa sebelum ke luar negeri. Saat berwisata Anda sekeluarga rentan tertular penyakit karena sebenarnya Anda tidak tahu kapan ketahanan tubuh anda sekeluarga akan turun. Dengan banyaknya penyakit yang ditularkan secara sederhana, yakni melalui batuk, bersin dan bicara, seperti influenza, meningitis dan pneumonia dimana penularannya sangat cepat, vaksinasi memiliki peran yang sangat penting. Selain itu penularan melalui karier pun cukup banyak kasusnya. Karier merupakan seseorang yang terlihat sehat, tapi berpotensi menyebarkan virus karena virus tersebut sudah bertengger di tubuhnya.

    klik di sini beli vaksin di prosehat

    Beli di sini: Vaksin Flu untuk Anda dan Keluarga

    Vaksinasi Influenza

    Vaksin influenza tidak hanya diberikan kepada anak-anak. Anda yang sudah dewasa juga memerlukan vaksin ini. CDC merekomendasikan bahwa pemberian vaksin untuk orang berusia 6 bulan ke atas dilakukan setahun sekali. Hal ini dikarenakan virus influenza ini beredar terutama di musim dingin, pada daerah beriklim dingin dan salju (biasanya November-April di belahan bumi utara dan April-September di belahan bumi selatan), dan dapat juga terjadi sepanjang tahun di negara-negara dengan iklim tropis.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Tavel ke Rumah

    Karena virus ini dapat beredar setiap saat sepanjang tahun, maka peraturan untuk para wisatawan sebelum melakukan perjalanan ke daerah beriklim dingin adalah:

    • Wisatawan berusia ≥6 bulan yang tidak divaksinasi selama musim influenza di negara tempat tinggalnya harus divaksinasi ≥2 minggu sebelum keberangkatan jika vaksinnya tersedia.
    • Anak-anak berusia 6 bulan sampai 8 tahun yang baru pertama kali mendapatkan vaksin influenza membutuhkan 2 dosis yang diberikan dalam jangka waktu setiap 4 minggu. 1 dosis untuk anak Anda yang sudah pernah divaksin sebelumnya.
    • Diperlukan waktu 2 minggu setelah diberi vaksin untuk melindungi anak Anda dari serangan influenza. Oleh karena itu, lakukan vaksinasi 2 minggu sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri.
    • Ada 2 jenis vaksin influenza untuk anak, yaitu nasal spray dan suntik. Untuk nasal spray dapat diberikan pada anak berusia 2 tahun ke atas. Dan suntikan atau cara umum pemberian vaksini ini boleh diberikan pada anak berusia mulai dari 6 bulan dan harus dilakukan oleh tenaga ahli kesehatan.
    • Tetap update dengan perkembangan kesehatan di negara tujuan liburan Anda sekeluarga. Dengan mengetahui perkembangannya, Anda dapat terhindar dari serangan virus apapun karena sebelumnya Anda dan keluarga telah divaksin.
    • Vaksin influenza seperti trivalent akan melindungi Anda dari ancaman 3 jenis virus influenza, yaitu H1N1, H3N2 dan virus influenza B.
    • Cara kerja vaksin influenza mengembangkan imunitas dalam tubuh untuk kembali ke kondisi primanya. Imunitas Anda yang sudah divaksin lah yang akan melindungi Anda sekeluarga dari penularan virus penyakit yang ada di dalam vaksin Anda.

    Baca Juga: Infografik Fakta Influenza dan Vaksinasinya

    And that is why getting vaccinated is important, terutama ketika Anda sekeluarga merencanakan liburan panjang di luar negeri atau negara yang beriklim dingin. Lindungi tubuh Anda dan keluarga dengan vaksin dan jangan sampai jatuh sakit saat liburan.

    download gratis di sini ebook prosehat p3k keluarga

    Free Download E-book P3K Keluarga: Tips dan Checklist Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Liburan

    Sobat Sehat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi flu ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    Read More
  • Kelompok remaja cukup rentan terhadap penyakit infeksi yang sesungguhnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Mengapa demikian? Karena seiring pertambahan usia efek perlindungan dari imunisasi akan berkurang sehingga perlu diberikan vaksinasi ulangan atau vaksinasi tambahan sebagai penguat daya tahan tubuh. Baca Juga: Inilah List Biaya Imunisasi Anak di Jakarta Selama Corona Salah satu imunisasi yang dianjurkan untuk […]

    Sudahkah Anak Anda Terlindung dari Bahaya HPV?

    Kelompok remaja cukup rentan terhadap penyakit infeksi yang sesungguhnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Mengapa demikian? Karena seiring pertambahan usia efek perlindungan dari imunisasi akan berkurang sehingga perlu diberikan vaksinasi ulangan atau vaksinasi tambahan sebagai penguat daya tahan tubuh.

    Baca Juga: Inilah List Biaya Imunisasi Anak di Jakarta Selama Corona

    Salah satu imunisasi yang dianjurkan untuk remaja adalah imunisasi HPV. Imunisasi HPV berguna untuk mencegah infeksi virus human papiloma (HPV). Infeksi HPV merupakan infeksi yang menular. Penularan terutama melalui kontak atau hubungan seksual. Virus HPV dapat menyerang laki-laki dan perempuan. Virus ini memiliki banyak tipe, HPV tipe 6 dan 11 diketahui sebagai penyebab dari 90% kasus kutil kelamin. Selain itu, tipe HPV 16 dan 18 diketahui sebagai penyebab 70% kasus keganasan  kanker serviks / kanker leher rahim pada wanita. Di dunia, kanker leher rahim menduduki peringkat kedua penyebab kematian terbanyak pada wanita setelah kanker payudara.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Virus HPV selain menjadi penyebab kanker leher rahim, juga dapat menyebabkan infeksi pada vagina dan penis. Sedangkan pada daerah non-kelamin, kanker yang disebabkan oleh virus HPV ini juga dapat terjadi pada bagian mulut dan saluran napas atas.

    Sebagai perlindungan utama ajaklah anak remaja anda untuk vaksinasi HPV. Dengan pemberian vaksin ini tubuh akan membentuk daya tahan terhadap virus sehingga anak Anda akan terlindungi dari bahaya infeksi virus HPV dan mencegah terjadinya kanker serviks di masa mendatang.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Ada dua jenis vaksin yang beredar di pasaran, yaitu vaksin bivalen (mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 yang secara umum sebagai penyebab kanker serviks) dan quadrivalen (mencegah infeksi yang disebabkan HPV-16, HPV-18 dan juga menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil kelamin).

    Pemberian vaksin HPV di Indonesia disarankan pada anak perempuan mulai dari usia 10 tahun. Mengapa anak usia 10 tahun sudah diberikan vaksin HPV? Vaksin HPV sebaiknya diberikan sebelum seseorang aktif berhubungan seksual selain itu, semakin dini diberikan maka semakin dini anak Anda terlindungi dari bahaya kanker serviks.

    Pemberian vaksin HPV saat anak-anak hanya membutuhkan 2 dosis untuk usia 10-13 tahun. Sedangkan untuk usia 16-18 tahun atau remaja akhir pemberian vaksin membutuhkan 3 dosis.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin HPV Juga Diperlukan untuk Si Gadis

    Kini Sobat bisa mendapatkan layanan vaksinasi ke rumah loh! Layanan  dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Rayhani Fadhila S. Sekilas tentang Vaksin HPV [Internet]. IDAI. 2017 [cited 12 February 2018]. Available from: idai.or.id
    2. HPV | Who Should Get Vaccine | Human Papillomavirus | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2016 [cited 12 February 2018]. Available from: cdc.gov
    Read More
  • Kanker serviks menjadi penyebab kanker tertinggi pada wanita dan menjadi hal yang menakutkan. Terlebih lagi jika kanker serviks merenggut masa depan Bunda atau si gadis. Penyebab terbesar kanker serviks, yaitu dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV), infeksi yang mudah menular melalui hubungan seksual namun hal ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. HPV sendiri memiliki berbagai […]

    Mengapa Vaksinasi HPV Juga Diperlukan Untuk Si Gadis?

    Kanker serviks menjadi penyebab kanker tertinggi pada wanita dan menjadi hal yang menakutkan. Terlebih lagi jika kanker serviks merenggut masa depan Bunda atau si gadis. Penyebab terbesar kanker serviks, yaitu dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV), infeksi yang mudah menular melalui hubungan seksual namun hal ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi.

    HPV sendiri memiliki berbagai tipe yang diindentifikasi yang hampir mencapai 40 jenis mulai dari risiko rendah hingga risiko tinggi, namun HPV tipe 16 dan 18 lah memiliki sifat onkogenik (penyebab kanker).  Vaksin HPV sendiri dibagi menjadi tua jenis yaitu Vaksin Bivalen (untuk tipe 16 dan 18) dan juga Vaksin Quadrivalen (Tipe 6, 11, 16 dan juga 18).

    Baca Juga: 7 Hal Yang Harus Bunda Ketahui Tentang Vaksinasi HPV Anak

    Infeksi HPV ini pada awalnya tidak akan menimbulkan gejala apapun atau keluhan lho, Bunda. Apabila tubuh kita tidak dapat melawannya, hal inilah yang memicu terjadinya kanker serviks. Pada penelitian di Amerika Serikat, rata-rata usia pertama hubungan seksual di usia 16 tahun dan pencegahan terbaik dilakukan sebelum aktif melakukan hubungan seksual.

    Lalu mengapa vaksinasi HPV ini perlu untuk putri saya? WHO merekomendasikan bahwa vaksinasi HPV menjadi program untuk mencegah terjadinya kanker serviks. FDA juga menyetujui pemberian vaksin hpv dapat dimulai pada usia 9 tahun. Sedangkan The Advisory Committee on Immunzation Practice (ACIP) dan Centre for diagnosis Control Prevention rekomendasikan pemberian vaksin HPV mulai usia 11-12 tahun.

    Produk Terkait: Layanan Vakasinasi HPV ke Rumah

    Sedangkan HOGI-IDAI menetapkan bahwa vaksinasi ini dapat diperikan pada perempuan pada usia 10-55 tahun lalu dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu:

    1)      Usia 10-12 tahun (Usia Sekolah Dasar)

    2)      Usia 13-15 tahun (Usia Sekolah Menengah Pertama)

    3)      Usia 16-25 tahun (Usia Sekolah Menengah Atas Hingga Perguruan Tinggi)

    4)      Usia 26-55 tahun (Vaksinasi yang dilakukan setelah mendapatkan hasil Pap Smear negatif)

    Antibodi HPV 16 dan 18 pada Putri Bunda di usia remajanya lebih tinggi 2-3 kali dibandingkan kelompok usia 26-55 tahun. Jadi demi masa depannya lakukan yang terbaik dengan melindungi kesehatannya dari kanker serviks. Vaksinasi HPV bisa Bunda dapatkan di ProSehat (Aplikasi Kesehatan). Kenapa harus di ProSehat? Bunda dapat berkonsultasi seputar vaksinasi dengan Maya Asisten Kesehatan ProSehat dan layanan vaksinasi ke rumah dan bebas memilih lokasi agar Putri Bunda lebih tenang.

    Baca Juga: Ayo Imunisasi Demi Kesehatan Si Kecil

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber :

    Winardo, Donny Sutrisno. ”Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. Diakses pada 30 Januari 2018
    Effendi, Bonita. “Pencegahan Infeksi HPV untuk Kaum Muda”. Diakses pada 30 Januari 2018

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja