Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 41–50 of 1121 results

  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditijau oleh : dr. Monica Cynthia D Ada beberapa penyebab hepatitis A kambuh lagi bahkan pada yang sudah vaksin. Meski kemungkinan kambuh kecil namun tetap harus waspada. Risiko kematian akibat hepatitis A tetap ada, terutama pada mereka yang memiliki masalah pada daya tahan tubuh. Hepatitis A merupakan penyakit […]

    Hal Sepele yang Jadi Penyebab Hepatitis A Kambuh Lagi

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditijau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Penyebab Hepatitis A Kambuh Lagi yang Sering Diabaikan

    Ada beberapa penyebab hepatitis A kambuh lagi bahkan pada yang sudah vaksin. Meski kemungkinan kambuh kecil namun tetap harus waspada. Risiko kematian akibat hepatitis A tetap ada, terutama pada mereka yang memiliki masalah pada daya tahan tubuh.

    Hepatitis A merupakan penyakit infeksi pada hati oleh virus Hepatitis A. Penyakit ini seringkali menjadi masalah utama pada negara berkembang dengan sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk. 

    Di Indonesia, tercatat sekitar 90% anak berusia kurang dari 10 tahun telah menderita Hepatitis A. Selain itu, penyakit Hepatitis A seringkali menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).1 Mungkin banyak diantara Sahabat Sehat bertanya, apakah Hepatitis A dapat kembali kambuh meski sebelumnya sudah pernah terinfeksi Hepatitis A? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

    Penularan dan Gejala Hepatitis A

    Penularan virus Hepatitis A terjadi jika Sahabat Sehat mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi tinja penderita Hepatitis A. Gejala yang timbul pada setiap orang dapat bervariasi, mulai dari gejala ringan hingga berat. Gejala akan timbul dalam 2-6 minggu setelah virus Hepatitis A masuk kedalam tubuh.

    Beberapa gejala yang dialami penderita hepatitis A antara lain:

    • Demam
    • Nyeri perut
    • Mual dan muntah
    • Kulit dan mata tampak kekuningan
    • Urin berwarna coklat gelap
    • Tinja berwarna putih seperti dempul

    Namun demikian, sebagian besar penderita Hepatitis A tidak bergejala atau hanya bergejala ringan. Oleh karena itu mungkin Sahabat Sehat tidak menyadari sedang menderita Hepatitis A. Kebanyakan pasien mengetahui dirinya terinfeksi Hepatitis A setelah melakukan pemeriksaan darah yang mendeteksi antibodi virus Hepatitis A.

    Faktor Risiko Penyebab Hepatitis A

    Untuk mencegah terinfeksi Hepatitis A, penting bagi Sahabat Sehat untuk mengetahui faktor resiko terinfeksi Hepatitis A. Hal ini penting karena akan membantu Sahabat Sehat memahami apa yang sebaiknya dilakukan dan sebaiknya tidak dilakukan untuk mencegah tertular hepatitis A.

    Beberapa sumber penularan Hepatitis A antara lain adalah:

    • Sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk
    • Kurangnya sumber air bersih
    • Tinggal satu rumah dengan penderita Hepatitis A
    • Berhubungan seksual dengan penderita Hepatitis A
    • Hubungan seksual dengan sesama pria
    • Bepergian ke daerah endemis kasus Hepatitis A
    • Konsumsi makanan mentah atau setengah matang
    • Bekerja di area yang terkontaminasi, misalnya petugas dinas kebersihan dan petugas kebersihan toilet

    Oleh sebab itu sangat penting untuk senantiasa melakukan pencegahan mandiri maupun kolektif untuk menghentikan penyebaran penyakit ini. Caranya tentu dengan menghindari atau menyingkirkan faktor-faktor yang bisa menjadi sumber penyebaran Hepatitis A.

    Pencegahan Infeksi Hepatitis A

    Pentingnya menjaga kebersihan merupakan langkah terbaik menahan laju penyebaran penyakit hepatitis A. Tindakan-tindakan untuk mencegah penyebaran hepatitis A antara lain adalah:

    Pasokan Sumber Air Bersih

    Oleh sebab itu, pasokan sumber air bersih perlu ditingkatkan hingga ke pelosok daerah. Semakin tinggi ketersediaan air bersih, ratio penyebaran hepatitis akan semakin kecil.

    Mencuci Tangan

    Mencuci tangan menggunakan sabun atau setidaknya dengan air bersih menjadi sebuah kebiasaan baik. Mencuci tangan perlu dilakukan sebelum maupun setelah makan, setelah dari toilet, maupun setelah memegang barang-barang yang dirasa kurang higienis.

    Mengkonsumsi Makanan Matang

    Makanan mentah atau yang cuma setengah matang berpotensi mengandung virus penyebab hepatitis. Oleh sebab itu, konsumsi makanan matang menjadi solusi memastikan makanan benar-benar higienis.

    Merebus Air Minum Hingga Mendidih

    Jika meminum air ledeng ataupun air yang belum tersterilisasi, pastikan untuk merebusnya hingga mendidih. Walaupun air tampak bersih namun sebenarnya mengandung banyak mikroorganisme dan virus berbahaya bagi tubuh. Oleh sebab itu, air minum perlu disterilisasi atau dimasak hingga mendidih terlebih dahulu.

    Tidak Berbagi Barang Pribadi

    Berbagi penggunaan barang pribadi seperti handuk, sikat gigi, peralatan makan, dan pisau cukup menjadi langkah mencegah penyebaran Hepatitis A. Selain itu, berbagi barang pribadi juga beresiko menimbulkan penyakit lainnya seperti masalah kulit dan penyakit lainnya.

    Selain melakukan hal-hal di atas, satu hal lagi yang sangat penting untuk dilakukan adalah dengan melakukan vaksinasi Hepatitis A. Sayangnya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin Hepatitis A masih tergolong rendah.

    Faktor Utama Penyebab Hepatitis A Kambuh Lagi

    Pasien yang dinyatakan sembuh dari Hepatitis A telah memiliki kekebalan tubuh (antibodi) terhadap virus Hepatitis A. Oleh sebab itu, angka kekambuhan infeksi Hepatitis A sangatlah kecil. Namun Sahabat Sehat tetap perlu waspada terutama bagi yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk karena faktor lingkungan dapat menjadi penyebab hepatitis A kambuh lagi pada orang yang sebelumnya pernah menderita penyakit ini. Sekitar 3-5% pasien yang pernah terinfeksi Hepatitis A telah dilaporkan mengalami infeksi ulang dikemudian hari.

    Beberapa faktor yang menjadi penyebab Hepatitis A kambuh kembali antara lain adalah:

    Daya Tahan Tubuh Sedang Lemah

    Ketika seseorang sedang memiliki daya tahan tubuh yang kurang baik otmatis antibodi tidak berfungsi maksimal dalam mengidentifikasi dan melawan virus. Ketika Sahabat Sehat kembali terserang virus Hepatitis A saat daya tahan tubuh menurun, otomatis gejala hepatitis A akan kambuh kembali.

    Oleh sebab itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan, tidak berjalan dengan bertelanjang kaki, serta cukup beristirahat ketika tubuh sedang lemas (tidak enak badan).

    Belum Sepenuhnya Sembuh dari Hepatitis A

    Pada beberapa penderita hepatitis A, gejala hepatitis akan menghilang dalam beberapa hari. Namun menghilangnya gejala bukan berarti sudah sembuh dari hepatitis. Bisa jadi gejala ini akan muncul kembali dalam beberapa hari. Jadi bukan hepatitis A yang kambul lagi namun memang pada dasarnya penyakit belum sepenuhnya sembuh dari tubuh Sahabat Sehat.

    Maka dari itu, untuk memastikan sudah sembuh atau belum sebaiknya dilakukan dengan test darah. Menggunakan asumsi dapat berbahaya karena walaupun Hepatitis A tergolong tipe ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya, namun resiko yang ditimbulkan bisa berbeda pada orang-orang tertentu.

    Tidak seperti Hepatitis B dan Hepatitis C, penyakit Hepatitis A jarang sekali menyebabkan komplikasi gagal hati kronis. Namun demikian, World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa pada tahun 2016 sekitar 7.134 orang meninggal akibat penyakit Hepatitis A di seluruh dunia, dan menyumbang sekitar 0,5% dari kematian akibat infeksi virus Hepatitis. Oleh sebab itu Hepatitis A tetap tidak boleh dianggap remeh.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai informasi mengenai infeksi Hepatitis A dan apa yang menjadi penyebab hepatitis A kambuh lagi. Sebagai salah satu cara mencegah penyakit Hepatitis A, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan vaksinasi Hepatitis A.

    Jika Sahabat Sehat berminat melakukan vaksinasi Hepatitis A, segera manfaatkan layanan Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Laila N, Mahkota R, Sariwati E, Setiabudi D. Faktor Risiko Terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A di Kabupaten Tangerang Tahun. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia. 2018 June; 2 (1) : 1-4
    2. Linder K, Malani P. Hepatitis A. JAMA 2017;318(23):2393.
    3. World Health Organization. Hepatitis A [Internet]. USA : World Health Organization. 2021 [updated 2021 July 27; cited 2021 July 27].
    4. Gilroy R. How common is relapsing hepatitis A virus (HAV) infection? [Internet]. USA :  Medscape. 2019 [updated 2019 May 08; cited 2021 July 27].

     

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Beberapa herbal menjadi obat diabetes alami yang terbukti ampuh. Selain dengan obat, kita bisa lawan diabetes dengan pola hidup sehat. Selain mengkonsumsi obat dan pola hidup sehat, ada beberapa tindakan lagi yang perlu dilakukan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan. Sahabat Sehat, penyakit diabetes melitus atau seringkali dikenal sebagai […]

    Rekomendasi Obat Alami Terbaik untuk Penderita Diabetes

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Obat Diabetes Alami untuk Mengurangi Kadar Gula dan Glukosa dalam Darah

    Beberapa herbal menjadi obat diabetes alami yang terbukti ampuh. Selain dengan obat, kita bisa lawan diabetes dengan pola hidup sehat. Selain mengkonsumsi obat dan pola hidup sehat, ada beberapa tindakan lagi yang perlu dilakukan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan.

    Sahabat Sehat, penyakit diabetes melitus atau seringkali dikenal sebagai kencing manis telah menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan angka penderita yang selalu bertambah setiap tahunnya. Diabetes seringkali dikaitkan dengan gaya hidup, namun jumlah kematian akibat penyakit kardiovaskular dan diabetes cenderung lebih banyak terjadi di negara berkembang dibandingkan dengan negara maju.

    Nah Sahabat Sehat tentunya ingin mengetahui bagaimana cara menangani diabetes hingga sembuh, khususnya hanya menggunakan obat alami. Tanpa berlama lagi, mari simak penjelsan berikut ini.

    Sekilas Tentang Diabetes

    Diabetes merupakan penyakit kronis akibat organ pankreas dalam tubuh tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah dalam tubuh), atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan.

    Sangat banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami diabetes. Beberapa diantaranya adalah:

    • Konsumsi makanan mengandung gula yang berlebihan
    • Kebiasaan malas gerak
    • Kelebihan berat badan
    • Penggunaan obat-obatan secara terus menerus
    • Tubuh yang sering kekurangan cairan
    • Konsumsi garam berlebihan
    • dan faktor lain seperti faktor keturunan, kurang konsumsi serat, dan berbagai sebab lainnya.

    Untuk jenis obat yang jika dikonsumsi terus menerus dapat menyebabkan diabetes antara lain adalah obat jenis steroid, statin, obat diuretik thiazide, beta-blocker, pentamidine, dan protese inihibitor.

    Cara Alami Atasi Diabetes

    Diabetes dapat ditangani dengan menerapkan pola hidup sehat, yaitu memperhatikan jenis asupan nutrisi serta melakukan aktivitas fisik. Selain itu, proses penyembuhan bisa dilakukan bersamaan dengan pemberian obat anti diabetes secara oral dan/atau suntikan.

    Bagi Sahabat Sehat yang ingin mengatasi diabetes dapat melakukan berbagai hal berikut di rumah:

    Mengatur Pola Makan Sehat

    Perbanyak konsumsi buah, sayur, gandum serta biji-bijian utuh. Hindari makanan dan minuman berpemanis buatan, alkohol serta rokok.

    Meningkatkan Aktivitas Fisik

    Lakukan olahraga minimal 30 menit sehari atau total minimal 150 menit dalam seminggu. Jika harus duduk dalam waktu lama, lakukan peregangan dan gerakan-gerakan senam sederhana.

    Melakukan Perawatan Kaki

    Penderita diabetes rentan mengalami infeksi dan gangguan saraf tepi. Sahabat Sehat sebaiknya membersihkan kaki secara rutin, serta mengenakan alas kaki saat beraktivitas untuk mencegah timbulnya luka di kaki.

    Lakukan Kontrol ke Dokter Secara Berkala

    Diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung. Maka Sahabat Sehat dianjurkan melakukan kontrol ke dokter secara rutin untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darah, tekanan darah, kolesterol, kadar HbA1c, dan lainnya. Dokter akan memberikan rekomendasi tindakan apa yang diperlukan untuk membantu proses pemulihan diabetes secara alami.

    Mengelola Stress dengan Baik

    Secara medis sudah terbukti bahwa perasaan yang gembira dapat mempercepat proses penyembuhan penyakit. Sebaliknya, stress dapat memperlambat proses penyembuhan, bahkan dapat menghambat proses penyembuhan. Kelola stress denngan baik. Caranya bisa dengan berolahraga bersama teman atau keluarga, bisa juga dengan menonton hiburan serta bermain game-game ringan.

    Mengkonsumsi Obat Diabetes Alami

    Beberapa tanaman herbal terbukti ampuh membantu mempercepat penyembuhan bagi penderita diabetes. Tanaman dengan kandungan zat antioksidan seperti kayu manis, lidah buaya, pare, milk thistle (Silybum marianum), kelabat, dan gurmar (Gymnema sylvestre) dapat menurunkan kadar gula darah yang otomatis menjadi solusi alternatif untuk membantu pemulihan dari diabetes.

    Walaupun obat herbal di atas sudah terbukti ampuh namun untuk membantu khasiat obat pastikan untuk beristirahat yang cukup dan menjauhi hal-hal yang dapat merangsang meningkatnya gejala diabetes.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai cara alami untuk mengatasi diabetes dan rekomendasi obat diabetes alami yang cocok untuk Sahabat Sehat. Selain itu, Sahabat Sehat sebaiknya jangan lupa mengkonsumsi obat anti diabetes secara teratur sesuai anjuran dokter. 

    Apabila Sahabat Sehat membutuhkan obat anti diabetes selama dirumah, segera manfaatkan layanan pesan antar Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Hari Diabetes Sedunia 2018 [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan RI; [cited 2021 July 02].
    2. Dansinger M. 6 Lifestyle Changes to Control Your Diabetes [Internet]. USA : WebMD. 2021 [updated 2021 May 15; cited 2021 July 02].
    3. PB Perkeni. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia. Ed 1. Indonesia : PB Perkeni; 2019/
    4. Johnson J. Seven herbs and supplements for type 2 diabetes [Internet]. USA : Medical News Today. 2019 [updated 2019 March 27; cited 2021 July 29].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Menjaga kebersihan lingkungan menjadi cara mencegah hepatitis semakin menyebar. Selain itu, beberapa tindakan lain perlu dilakukan. Misalnya menjaga pola hidup, serta tentunya melakukan vaksinasi Hepatitis merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan peradangan pada hati. Penyebab Hepatitis paling sering akibat infeksi virus Hepatitis, namun juga […]

    Cara Terbaik Mencegah Penularan Penyakit Hepatitis

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Rekomendasi Cara Mencegah Hepatitis Terus Menyebar dan Menulari Lebih Banyak Orang

    Menjaga kebersihan lingkungan menjadi cara mencegah hepatitis semakin menyebar. Selain itu, beberapa tindakan lain perlu dilakukan. Misalnya menjaga pola hidup, serta tentunya melakukan vaksinasi

    Hepatitis merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan peradangan pada hati. Penyebab Hepatitis paling sering akibat infeksi virus Hepatitis, namun juga dapat disebabkan oleh sebab lain seperti efek samping obat, alkohol, maupun penyakit autoimun. Sahabat Sehat, berikut mari kenali lebih lanjut mengenai penyebab Penyakit Hepatitis dan bagaimana agar terhindar dari penyakit tersebut.

    Penyebab Seseorang Mengalami Hepatitis

    Ada beberapa jenis hepatitis. Mulai dari hepatitis A, B, C, D, hingga E. Semua jenis hepatitis tersebut memiliki sumber penyebab yang berbeda-beda. Beda jenis hepatitis, agak sedikit berbeda juga penyebab dan cara agar tidak tertular jenis hepatitis tersebut.

    Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai macam virus Hepatitis yang menyebabkan penyakit Hepatitis, yaitu:

    Hepatitis A

    Penyakit Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV). Hepatitis A dapat menular melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi virus Hepatitis A, kontak langsung dengan penderita Hepatitis A, serta berhubungan seks dengan penderita tanpa alat kontrasepsi (kondom).

    Penularan Hepatitis A kerap kali terjadi di negara padat penduduk dengan sanitasi yang buruk. Untuk mencegah terkena hepatitis A, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, yaitu:

    • Pastikan hanya mengkonsumsi makanan dan minuman higienis
    • Hindari bepergian tanpa alas kaki, terutama ke daerah kumuh dan kurang sanitasi
    • Lakukan vaksinasi hepatitis A agar tubuh memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap virus HAV
    • Konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang

    Hepatitis B

    Penyakit Hepatitis B disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Virus Hepatitis B dapat menular melalui kontak darah, cairan vagina, dan air mani. Infeksi Hepatitis B beresiko berkembang menjadi kondisi kronis.

    Karena hepatitis B sangat berbahaya, penyakit ini harus diwaspadai. Ada beberapa cara mencegah hepatitis B, diantaranya adalah:

    • Lakukan vaksinasi Hepatitis B, terutama sebelum menikah
    • Hindari penggunaan bersama alat-alat seperti sikat gigi dan jarum suntik
    • Pemeriksaan kondisi ibu sebelum melahirkan untuk mendeteksi kesehatan bayi
    • Mengecek kondisi pendonor darah sebelum menerima donor dan melakukan transfusi

    Hepatitis C

    Penyakit Hepatitis C disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C (HCV). Pada penderita penyakit hati kronis, seperti kanker hati atau sirosis hati memiliki risiko lebih besar mengalami hepatitis C. Virus Hepatitis C dapat ditularkan melalui transfusi darah, transplantasi organ, dan cairan tubuh. Hingga kini belum ditemukan vaksinasi untuk mengurangi penularan hepatitis C.

    Karena belum ada vaksin untuk mencegah terjangkit hepatitis C maka sebaiknya lakukan pola hidup sehat dengan cara:

    • Tidak sembarangan menerima donor organ maupun donor darah
    • Jauhi kehidupan seks bebas karena memiliki resiko tinggi terhadap penyebaran hepatitis C
    • Hindari penggunaan bersama alat-alat seperti jarum suntik, sikat gigi, maupun silet cukur

    Hepatitis D

    Penyakit Hepatitis D disebabkan oleh infeksi virus hepatitis D (HDV). Infeksi HDV jarang sekali terjadi karena hanya dapat terjadi pada seseorang yang pernah terinfeksi hepatitis B. Virus Hepatitis D dapat ditularkan melalui darah dan cairan tubuh seperti cairan vagina dan air mani.

    Bagi para penderita hepatitis B maupun Sahabat Sehat yang sudah sembuh dari hepatitis B, cegah hepatitis D dengan cara:

    • Lakukan vaksinasi Hepatitis B, vaksinasi Hepatitis B efektif melawan dan mencegah hepatitis D
    • Jauhi kehidupan seks bebas karena memiliki resiko tinggi terhadap penyebaran hepatitis D
    • Hindari penggunaan bersama alat-alat seperti jarum suntik, sikat gigi, maupun silet cukur

    Hepatitis E

    Penyakit Hepatitis E disebabkan oleh infeksi virus hepatitis E (HEV). Hepatitis E ini dapat dengan mudah menular di lingkungan dengan sanitasi yang buruk. Kasus yang paling sering terjadi akibat sumber air yang terkontaminasi. 

    Untuk mencegah penularan Hepatitis E, cara terbaik adalah dengan melakukan:

    • Vaksinasi Hepatitis E, sayangnya jumlah ketersediaan vaksin ini tergolong terbatas
    • Menjaga kebersihan tempat tinggul, khususnya area sanitasi
    • Menjaga pola makan, pastikan menjaga makanan tetap higienis

    Kesimpulan Cara Mencegah Hepatitis

    Sahabat Sehat, untuk mencegah dan melindungi diri dari penyakit hepatitis maka sangat dianjurkan melakukan beberapa hal berikut :

    • Melakukan vaksinasi hepatitis A dan hepatitis B
    • Hindari berganti pasangan seksual (jauhi sex bebas)
    • Gunakan jarum suntik sekali pakai
    • Menjaga kebersihan diri
    • Gunakan alat mandi dan pakaian pribadi
    • Berhati hati ketika bepergian ke daerah dengan sanitasi buruk
    • Pastikan untuk melakukan vaksin sebelum bepergian
    • Cuci tangan sebelum dan setelah makan
    • Jaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi

    Namun Sahabat Sehat juga harus mengetahui ada beberapa hal lain yang menyebabkan munculnya hepatitis di tubuh. Selain akibat infeksi virus, penyakit hepatitis juga dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

    Kebiasaan Konsumsi Alkohol

    Peradangan pada hati (hepatitis) dapat dipicu akibat konsumsi alkohol yang berlebihan sehingga berimbas pada kerusakan permanen sel hati. Oleh sebab itu, cara mencegah hepatitis bisa Sahabat Sehat mulai dengan menjauhi mengkonsumsi minuman ini.

    Efek Samping Obat

    Mengonsumsi obat-obatan dengan dosis berlebih dan paparan racun juga dapat menyebabkan peradangan pada hati, kondisi ini  dikenal dengan istilah Drug Induced Hepatitis. Cegah terjadinya kasus ini dengan menghindari konsumsi obat secara berlebihan.

    Penyakit Autoimun

    Hepatitis autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel hati sehingga menimbulkan peradangan dan kerusakan sel hati. Konsultasikan dengan Dokter spesialis untuk mendapatkan rekomendasi saran untuk mengatasi masalah ini.

    Nah Sahabat Sehat, itulah informasi lengkap mengenai cara mencegah hepatitis agar jangan semakin menyebar. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu cara mencegah penyakit hepatitis adalah dengan menjalani vaksinasi hepatitis. Jika Sahabat Sehat berminat melakukan vaksinasi hepatitis, segera manfaatkan layanan Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui fitur yang tersedia di pojok kanan bawah halaman ini, hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Myers W. What You Need to Know About Hepatitis [Internet]. USA : EverydayHealth. 2015 [updated 2015 March 04; cited 2021 July 29].
    2. Cleveland Clinic. Viral Hepatitis [Internet]. 2020 [updated 2020 June 01; cited 2021 July 29].] 
    3. World Health Organization. Hepatitis [Internet]. 2019 [updated 2019 Sep 01; cited 2021 July 29]
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Mungkin banyak diantara Sahabat Sehat mengalami sariawan yang datang lagi dan lagi. Sariawan ditandai dengan luka berwarna putih atau kekuningan yang disertai nyeri pada rongga mulut dan bibir. Tentu rasanya tidak nyaman jika mengalami sariawan, bahkan dapat berimbas pada menurunnya nafsu makan. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi […]

    Cara Menghilangkan Sariawan dengan Cepat Namun Tetap Aman

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Pengobatan Terbaik sebagai Cara Menghilangkan Sariawan dengan Cepat

    Banyak cara menghilangkan sariawan dengan cepat ternyata berbahaya. Cara tersebut justru menyebabkan luka sariawan yang semakin dalam. Oleh sebab itu, sangat penting mengetahui bagaimana cara mengatasi masalah mulut yang kerap dialami banyak orang ini.

    Mungkin banyak diantara Sahabat Sehat mengalami sariawan yang datang lagi dan lagi. Sariawan ditandai dengan luka berwarna putih atau kekuningan yang disertai nyeri pada rongga mulut dan bibir.

    Tentu rasanya tidak nyaman jika mengalami sariawan, bahkan dapat berimbas pada menurunnya nafsu makan. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi sariawan dengan cepat ? Mari simak penjelasan berikut.

    Penyebab Munculnya Sariawan

    Sebelum membahas mengenai cara mengatasi sariawan, Sahabat Sehat harus mengetahui lebih dulu penyebab sariawan. Sebab penanganannya tentu harus disesuaikan dengan jenis penyebabnya. Berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya Sariawan :

    • Trauma pada rongga mulut
    • Kebiasaan menggigit bibir atau lidah
    • Konsumsi makanan dan minuman yang terlalu panas atau pedas
    • Penggunaan kawat gigi
    • Infeksi gusi (ginggivitis)
    • Infeksi rongga mulut, seperti jamur
    • Infeksi menular seksual, seperti herpes labialis
    • Mulut kering (xerostomia)
    • Mengunyah tembakau dan merokok
    • Efek samping obat, misal kemoterapi, antibiotik, dan anti epilepsi
    • Penyakit autoimun, misal penyakit lupus, penyakit Crohn dan penyakit Behcet.
    • Kurang gizi
    • Kekurangan asupan vitamin B-12, vitamin C, seng, asam folat, dan zat besi

    Lihat Juga: Penyebab dan Solusi Mengatasi Anak Mudah Sariawan

    Sariawan dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 5-10 hari. Meski disertai nyeri, sariawan umumnya tidak disertai dengan demam. Namun tentunya kita ingin agar rasa nyeri tersebut segera hilang, begitu juga dengan bekas sariawan di bibir dan mulut.

    Cara Menghilangkan Sariawan dengan Cepat

    Masalah umum pada sariawan adalah rasa nyeri serta bekas sariawan di bibir. Meskipun proses sembuh tergolong cepat (5-10 hari) namun tentunya rasa nyeri dan tanda sedang sariawan dapat mengganggu kenyamanan tidur, fokus kerja, maupun rasa percaya diri.

    Bagi Sahabat Sehat yang tengah menderita sariawan, dianjurkan melakukan beberapa hal berikut untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat proses pemulihan:

    Mengurangi Rasa Sakit atau Nyeri

    Ada beberapa cara untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri pada sariawan. Cara pertama adalah dengan mengkonsumsi obat pereda nyeri. Cara ini sangat efektif, namun bagi Sahabat Sehat yang tidak ingin “sedikit-sedikit minum obat” maka ada beberapa tips untuk mengurangi rasa nyeri sariawan.

    • Konsumsi Air Putih Minimal 2 Liter Per Hari

      Konsumsi air putih dapat membuat tubuh lebih tenang sehingga tubuh bisa sedikit mengabaikan rasa nyeri yang sedang ditimbulkan oleh sariawan tersebut. Selain itu, konsumsi air putih dapat mempercepat metabolisme tubuh sehingga membantu proses penyembuhan.

    • Hindari Makanan dan Minuman yang Terlalu Panas dan Pedas

      Makananan dan minuman panas maupun pedas dapat memperburuk kondisi sariawan. Apalagi makanan dan minuman panas ataupun pedas merupakan salah satu faktor penyebab munculnya sariawan. Makanan yang dingin dan cenderung sedikit asam seperti es jeruk dapat mengurangi rasa nyeri pada sariawan.

    • Berkumur dengan Larutan Air Garam

      Rasa nyeri dari sariawan juga bisa dikurangin bahkan dihilangkan dengan berkumur menggunakan larutan air garam. Cara ini juga membantu mempercepat pemulihan sariawan, khususnya sariawan yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan jamur. Setelah berkumur, Sahabat Sehat sebaiknya tidak kembali menelan kembali sisa air garam di mulut.

    Jika cara mengurangi rasa nyeri sariawan masih belum berhasil, silahkan pertimbangkan penggunaan obat pereda nyeri. Untuk mempercepat proses pemulihan bibir dan rongga mulut dari sariawan, ada beberapa pengobatan dan perawatan yang terbukti secara medis menjadi cara menghilangkan sariawan dengan cepat.

    Cara Mempercepat Proses Penyembuhan Sariawan

    Jika ingin sariawan bisa sembuh lebih cepat, ada beberapa tips yang bisa Sahabat Sehat lakukan. Tips tersebut diantaranya adalah:

    • Sikat Gigi Secara Perlahan

      Menyikat gigi terlalu keras dapat menyebabkan trauma pada gusi dan rongga mulut. Sebaiknya Sahabat Sehat pilih sikat gigi dengan bulu yang halus. Menyikat gigi dapat membersihkan plak-plak yang kemungkinan besar menjadi sarang bakteri dan jamur penyebab sariawan. Solusi ini menjadi cara menghilangkan sariawan dengan cepat dan sangat ampuh pada sariawan yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan jamur.

    • Minum Teh Chamomile dan Madu

      Sebagai solusi alami, Sahabat Sehat dianjurkan mengkonsumsi teh chamomile yang mengandung anti-alergan pada penderita sariawan akibat reaksi alergi. Selain itu, kandungan zat dari Chamomile memiliki penenang yang dapat mengurangi nyeri akibat peradangan pada sariawan. Tambahkan madu, yang diketahui berperan sebagai antiseptik untuk meredakan peradangan akibat infeksi.

    • Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

      Sahabat Sehat sebaiknya mencukupi asupan buah, sayur, ikan, daging, telur, susu dan produk olahannya dalam menu sehari-hari. Pilih menu makanan yang bervariasi agar meningkatkan nafsu makan Sahabat Sehat. Daya tahan tubuh yang baik disertai nutrisi berimbang dapat membantu mempercepat pemulihan dan penyembuhan sariawan.

    • Konsumsi Multivitamin

      Salah satu penyebab sariawan adalah akibat kekurangan vitamin B12, vitamin C, zat besi, asam folat dan seng. Sebaiknya Sahabat Sehat rutin mengkonsumsi multivitamin dengan komposisi tersebut untuk mencegah dan mempercepat proses pemulihan saat menderita sariawan.

      Perhatian: Saat ini banyak beredar vitamin palsu. Pastikan untuk membeli vitamin dari toko yang memang terpercaya, dan cek keaslian produk dengan melihat segel kemasan dan tanda-tanda keaslian produl lainnya.

    • Obat Sariawan

      Saat ini sudah cukup banyak obat sariawan, baik dalam bentuk krim, salep, gel, maupun cairan. Sahabat Sehat dapat memilih obat sariawan yang dijual bebas terlebih dulu sebagai penanganan awal.

    Temukan Kebutuhan untuk Mengatasi Sariawan Anda, Cek Di Sini

    Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai cara menghilangkan sariawan dengan cepat yang dapat diterapkan di rumah. Apabila sariawan terasa semakin nyeri, bertambah banyak, atau bila dialami lebih dari 7 hari maka sebaiknya periksakan lebih lanjut ke dokter. Sementara itu, jika Sahabat Sehat tengah menjalani pengobatan maka sebaiknya lakukan kontrol kembali ke dokter yang menangani.

    Bagi Sahabat Sehat yang memerlukan multivitamin, segera manfaatkan layanan pesan antar dari Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Friedman M. Stomatitis [Internet]. USA : WebMD. 2019 [updated 2019 Oct 11; cited 2021 July 28].
    2. Seymour T. Everything you need to know about stomatitis [Internet]. USA : Medical News Today. 2017 [updated 2017 June 09; cited 2021 July 28].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sedekah diketahui merupakan salah satu cara menunaikan amalan ibadah, namun secara medis ada manfaat bersedekah bagi kesehatan manusia. Maka dari itu, dapat dikatakan bersedekah menjadi jalan agar manusia bisa sehat secara jasmani dan rohani. Nah Sahabat Sehat, apa saja manfaat bersedekah dari sisi […]

    5 Manfaat Bersedekah Bagi Kesehatan Tubuh Menurut Para Ahli

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Manfaat Bersedekah Bagi Kesehatan Bisa Didapat dengan Membantu Orang Kesusahan, Berdonasi, ataupun Mendoakan Seseorang

    Sedekah diketahui merupakan salah satu cara menunaikan amalan ibadah, namun secara medis ada manfaat bersedekah bagi kesehatan manusia. Maka dari itu, dapat dikatakan bersedekah menjadi jalan agar manusia bisa sehat secara jasmani dan rohani.

    Nah Sahabat Sehat, apa saja manfaat bersedekah dari sisi medis ? Mari simak penjelasan berikut.

    Memberi Rasa Bahagia dan Mengurangi Resiko Stress

    Dengan bersedekah, rasa bahagia tidak hanya dirasakan oleh penerima sedekah saja namun dapat dirasakan pula oleh pemberi sedekah. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Public Health pada tahun 2013 mengungkapkan bahwa orang yang senang membantu orang lain memiliki risiko lebih rendah mengalami stress. Pada penelitian lain turut mengungkapkan bahwa bersedekah dapat meningkatkan hormon endorfin, dopamin dan oksitosin.

    Meningkatnya hormon endorfin diketahui dapat mengurangi efek buruk dari stress. Selain itu, orang yang hormon endorfinnya meningkat akan memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik.  Meningkatnya hormon dopamin juga akan bermanfaat bagi tubuh karena memberikan efek rasa bahagia serta dapat meningkatkan daya ingat. Sementara hormon oksitosin baik untuk orang yang sedang mengalami masalah darah tinggi.

    Menurunkan Tekanan Darah

    Rasa senang yang dialami setelah bersedekah dapat mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang yang memberi dukungan sosial terhadap orang lain cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah sehingga hal ini dikaitkan sebagai cara pencegahan hipertensi dan menjaga kesehatan pembuluh darah di jantung.

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penurunan tekanan darah ini disebabkan karena ketika kita memberi sedekah, produksi hormon oksitosin akan meningkat. Hormon yang diproduksi oleh kelenjar ptuitari yang ada di otak ini memberikan rasa tenang serta menurunkan tekanan darah.

    Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh David Klein, menyebutkan bahwa perasaan bahagia setelah bersedekah dapat meningkatkan produksi sel kekebalan IgA yang berperan penting dalam melindungi tubuh dari bakteri dan mikroba yang dapat menyerang sistem pencernaan dan pernafasan.

    Seperti yang kita ketahui bahwa di masa pandemi ini sangat penting menjaga kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, bersedekah dengan tulis ikhlas bisa menjadi salah satu ikhtiar untuk mencapai pola hidup sehat.

    Menurunkan Risiko Kematian

    Salah satu manfaat bersedekah bagi kesehatan yang telah terbukti secara medis adalah dapat menurunkan resiko kematian. Berdasarkan sebuah penelitian, orang yang menjadi sukarelawan di dua organisasi atau lebih menurunkan resiko kematian dalam periode lima tahun kedepan sebanyak 44%. Tentunya hal ini terlepas dari faktor lain seperti usia, kesehatan, olahraga dan sebagainya. 

    Orang yang aktif di kegiatan sosial, setidaknya memiliki 76% kondisi kesehatan yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang tidak bersedekah. Dan sebaliknya, orang yang enggan bersedekah berisiko memiliki hormon pemicu stress lebih banyak di dalam tubuh.

    Mengatasi Depresi

    Dr. Ahmad Sameh menyebutkan bahwa dengan bersedekah, pola pikir menjadi positif dan dapat membantu Sahabat Sehat keluar dari rasa terisolasi di lingkungannya yang menjadi salah satu penyebab munculnya depresi. Selain itu dengan bersedekah, Sahabat Sehat dapat meningkatkan empati serta menimbulkan perasaan kasih sayang pada orang lain.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa manfaat bersedekah bagi kesehatan kita. Untuk menjaga tubuh tetap sehat, sebaiknya kelola stress dengan baik dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan konsultasi Chat Dokter Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan maya 08111816800 atau klik http//www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Siyahailatua S. Ahli Sebut Melakukan Sedekah Miliki Manfaat Kesehatan [Internet]. Indonesia : Tempo. 2020 [updated 2020 May 14; cited 2021 July 27].
    2. Sari N. 9 Manfaat Sedekah Baik untuk Kelangsungan Hidup Manusia [Internet]. Indonesia : Liputan 6. 2019 [updated 2019 April 11; cited 2021 July 27].
    3. Suara Muslim. Tak Hanya Menambah Rezeki, Sedekah Bisa Sembuhkan Penyakit [Internet]. Indonesia : Suara Muslim. 2017 [updated 2017 Aug 03; cited 2021 July 27].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Ada 2 cara mengetahui jenis hepatitis yang diderita seseorang. Caranya dengan melihat gejala, atau dengan pemeriksaan di laboratorium. Dari setiap jenis hepatitis tentunya gejala yang ditimbulkan berbeda-beda. Meskipun demikian, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan lab. Terutama agar sahabat sehat mengetahui secara […]

    Cara Mengetahui Jenis Hepatitis dengan Mudah dan Akurat

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Rekomendasi Cara Mengetahui Jenis Hepatitis Paling Cepat dan Akurat

    Ada 2 cara mengetahui jenis hepatitis yang diderita seseorang. Caranya dengan melihat gejala, atau dengan pemeriksaan di laboratorium. Dari setiap jenis hepatitis tentunya gejala yang ditimbulkan berbeda-beda. Meskipun demikian, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan lab. Terutama agar sahabat sehat mengetahui secara pasti:

    • apa jenis hepatitis yang sedang diderita
    • benarkah sedang menderita hepatitis,
    • dan apakah hanya satu jenis hepatitis yang sedang diderita.

    Hepatitis merupakan kondisi peradangan pada hati akibat infeksi virus maupun beberapa hal lainnya, seperti efek samping obat, keracunan, alkohol, perlemakan hati dan penyakit autoimun. Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut mengenai penyakit hepatitis yang disebabkan karena infeksi virus.

    Berbagai Jenis Penyakit Hepatitis

    Penyakit Hepatitis yang disebabkan akibat infeksi virus terdiri dari beberapa jenis, yaitu Hepatitis. A, B, C, D dan E dengan gejala yang berbeda-beda. Hepatitis sering kali tidak disadari oleh penderitanya, karena sebagian besar gejala yang dialami cukup ringan. Namun, tidak menutup kemungkinan Hepatitis akan berlanjut dan menimbulkan komplikasi apabila tidak mendapatkan penanganan segera.

    Selain dibagi menjadi Hepatitis A, B, C, D, dan E, hepatitis juga dibagi menjadi dua ketagori. Kategori pertama adalah hepatitis akut, yaitu hepatitis yang terjadi kurang dari 6 bulan. Ketagori kedua adalah hepatitis kronis, yaitu hepatitis yang terjadi lebih dari 6 bulan.

    Beda jenis maupun kategori hepatitis yang diderita, penanganan dan metode penyembuhannya juga bisa berbeda. Oleh sebab itu, sangat penting mempelajari cara mengetahui jenis hepatitis dengan tepat jenis sehingga nantinya tahu harus memberikan pertolongan seperti apa kepada pasien.

    Beda Jenis Hepatitis, Beda Cara Penularannya

    Setiap jenis hepatitis memiliki cara penularannya masing-masing. Mengetahui sumber penularan hepatitis sangat penting karena dapat membuka wawasan kita semua tentang pentingnya hidup bersih, dan perilaku hidup yang sehat.

    Sahabat Sehat, berikut adalah cara penularan penyakit Hepatitis berdasarkan jenis penyebab virus nya, yaitu:

    • Hepatitis A

      Penyakit Hepatitis A disebabkan karena infeksi dari virus Hepatitis A (HAV). Penularan Hepatitis A melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja penderita Hepatitis A. Penyakit ini kerap kali terjadi di negara padat penduduk dengan sanitasi yang buruk.

      Penderita Hepatitis A cenderung pulih dengan sendirinya karena hepatitis jenis ini cenderung masuh kategori hepatitis akut yang tidak berkembang menjadi hepatitis kronis. Namun demikian, kita tetap harus mencegah jangan sampai terkena penyakit ini. Pencegahannya bisa dengan menjaga pola hidup bersih, atau dengan melakukan vaksinasi Hepatitis A.

      Gejala umum yang ditimbulkan: Beberapa gejala yang ditimbulkan diantaranya adalah mudah lelah, sering mual dan muntah, ada rasa nyeri perut kanan atas, diare, kulit dan bagian putih mata menguning (jaundice), kehilangan selera makan, urine berwarna gelap, demam, dan nyeri sendi.

    • Hepatitis B

      Berbeda dengan Hepatitis A, penyebaran penyakit hepatitis B virus (HBV) terjadi karena kontak dengan cairan tubuh penderita Hepatitis B seperti darah, cairan vagina dan sperma, serta penggunaan jarum suntik bersamaan. Hepatitis B juga ditularkan oleh ibu pengidap hepatitis B kepada bayi yang dilahirkannya.

      Hepatitis B termasuk dalam jenis yang berbahaya dan memiliki resiko kematian yang besar. Jutaan orang sadar ataupun tidak menderita penyakit ini. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mencegah penularan penyakit ini dengan melakukan vaksinasi Hepatitis B.

      Gejala umum yang ditimbulkan: Memiliki gejala yang cenderung sama seperti halnya hepatitis A, namun umumnya disertai dengan sakit perut, khususnya di bagian kanan atas. Juga ada nyeri tulang dan otot serta kotoran penderita yang cenderung berwarna keputihan.

    • Hepatitis C

      Selanjutnya yaitu Hepatitis C, yang disebabkan karena infeksi virus Hepatitis C. Penularan virus Hepatitis C yaitu melalui kontak dengan darah penderita Hepatitis C. Kontak darah tersebut misalnya saat transfusi darah, transplantasi organ tubuh, penggunaan jarum suntik, dan barang pribadi seperti sikat gigi atau pisau cukur secara bersamaan. Walaupun jarang terjadi, namun hubungan intim bisa menjadi sarana penularan hepatitis C.

      Penderita hepatitis C harus waspada. Walaupun merupakan jenis hepatitis yang ringan namun memiliki potensi lama kelamaan menjadi hepatitis kronis yang berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Karena belum ada vaksin untuk hepatitis C, maka sangat disarankan untuk berhati-hati dan tidak boleh sembarnagan menerima transfusi darah maupun transplantasi organ. Selain itu, sangat tidak disarankan melakukan penggunaan jarum suntik bersama, ataupun menggunakan sikat gigi dan pisau cukur milik orang lain.

      Gejala umum yang ditimbulkan: Banyak penderita hepatitis C melaporkan tidak merasakan gejala apapun. Namun ada juga yang melaporkan mengalami munculnya gejala seperti demam, nafsu makan menurun, urine berwarna gelap, sakit perut, nyeri sendi, dan penyakit kuning.

    • Hepatitis D

      Penyakit Hepatitis D disebabkan karena infeksi virus Hepatitis D pada hati. Umumnya terjadi pada pasien yang sudah pernah terinfeksi Hepatitis B sebelumnya. Penularan Hepatitis D terjadi akibat penggunaan jarum suntik secara bersamaan, transfusi darah, hubungan seksual, maupun penularan dari ibu ke janin.

      Seringkali penderita hepatitis D juga terinfeksi hepatitis B. Mengalami dua jenis hepatitis bersamaan akan meningkatkan resiko penyakit yang lebih serius. Untungnya hepatitis D dapat ditangkap juga dengan penggunaan vaksin hepatitis B.

      Gejala umum yang ditimbulkan: Pada umumnya memiliki gejala yang sama seperti penderita hepatitis A, B, dan C. Bedanya, karena penyakit ini menyerang hati maka fungsi hati akan sedikit menurun sehingga pada beberapa penderita akan merasa tidak nafsu makan karena selalu merasa tidak lapar, serta berat badan yang mulai menurut.

    • Hepatitis E

      Penularan penyakit Hepatitis E hampir sama dengan penyakit Hepatitis A, yaitu melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh virus Hepatitis E. Walaupun sudah tersedia, vaksin untuk hepatitis E tergolong masih membutuhkan pengembangan agar hasilnya dapat memberikan perlindungan yang maksimal. Selain itu, persediaan vaksin hepatitis E tergolong sedikit.

      Untungnya hepatitis E tergolong tidak seberbahaya hepatitis B dan C. Meskipun demikian, sangat penting untuk menjaga kesehatan dengan menjaga kebersihan dan senantiasa melakukan pola hidup yang sehat.

      Gejala umum yang ditimbulkan: Gejala hepatitis E seringkali muncul 2 sampai 6 minggu setelah virus menginfeksi tubuh. Gejala umumnya adalah demam, mudah lelah, penurunan nafsu makan, sakit perut, urine berwarna gelap, kulit gatal-gatal, dan penyakit kuning.

    Rekomendasi Cara Mengetahui Jenis Hepatitis

    Penderita hepatitis dapat mengetahui jenis hepatitis yang diderita dengan melihat gejala hepatitis yang dialami. Penderita juga bisa mengetahui jenis hepatitis yang diderita dengan melakukan pemeriksaan di laboratorium.

    Walaupun jenis hepatitis bisa dilihat melalui gejala yang ditimbulkan, namun sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium. Tujuannya agar anda mendapatkan keakuratan yang jauh lebih tinggi dan untuk memastikan ada tidaknya masalah “Hepatitis Ganda”, yaitu suatu kondisi mengalami 2 atau lebih jenis hepatitis sekaligus.

    Untuk membedakan jenis virus Hepatitis yang menginfeksi, dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti tes darah, tes urin, serta pemeriksaan lainnya sesuai dengan kondisi tubuh. Namun secara umum berikut ini adalah gejala yang ditimbulkan 

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa cara mengetahui jenis hepatitis yang pastinya sangat penting untuk diketahui. Namun pastinya sangat penting untuk selalu berupaya mencegah penyebaran penyakit hepatitis ini. Caranya bisa dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta mengikuti vaksinasi Hepatitis. 

    Jika Sahabat Sehat berminat untuk vaksinasi Hepatitis, segera manfaatkan layanan Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. World Health Organization. Hepatitis [Internet]. USA : World Health Organization. 2019 [updated 2019 Sep 01; cited 2021 July 27].
    2. Marcin J. Hepatitis: Types, Symptoms, and Treatment [Internet]. USA : Healthline. 2017 [updated 2017 May 09; cited 2021 July 27].
    3. National Health Service. Hepatitis [Internet].
    4. Southern Nevada Health District. The Five Types of Hepatitis [Internet]. USA : Southern Nevada Health District. 2021 [updated 2019 Oct 29; cited 2021 July 27].
    5. Robinson J. An Overview of the Major Types of Hepatitis [Internet]. USA : WebMD. 2019 [updated 2019 Dec 12; cited 2021 July 27].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Jika Sahabat Sehat melakukan pemeriksaan PCR, pada lembar pemeriksaan akan tertera hasil CT Value. Namun, apakah Sahabat Sehat mengetahui apa arti dari CT Value dan tahu cara membaca CT Value tersebut? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut. Mengenali Apa Itu […]

    Yuk, Cari Tahu Cara Membaca CT Value Tes PCR Covid-19

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Cara Membaca CT Value dari Hasil Pemeriksaan PCR Covid 19

    Jika Sahabat Sehat melakukan pemeriksaan PCR, pada lembar pemeriksaan akan tertera hasil CT Value. Namun, apakah Sahabat Sehat mengetahui apa arti dari CT Value dan tahu cara membaca CT Value tersebut? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

    Mengenali Apa Itu CT Value

    Hasil CT Value umumnya didapat setelah melakukan pemeriksaan swab PCR. CT Value merupakan singkatan dari Cycle Threshold Value. Pada pemeriksaan PCR, mesin pemeriksa akan melakukan pemeriksaan berulang atau yang disebut amplifikasi untuk menentukan apakah sampel yang diambil dari usapan hidung-tenggorokan Sahabat Sehat mengandung materi genetik virus Covid-19.

    Cara Menghitung Nilai CT Value

    Satu siklus putaran pemeriksaan berulang yang dilakukan mesin inilah yang disebut CT value. CT value menghitung nilai ambang siklus saat mencari atau mendeteksi keberadaan materi genetik virus Covid-19 dari sampel yang diperiksa.

    Sebagai contoh, alat melakukan amplifikasi sebanyak 40 putaran maka berarti setelah 40 putaran akan terdeteksi keberadaan materi genetik virus Covid-19. Maka nilai CT value nya adalah 40. Setiap mesin pemeriksaan PCR pada laboratorium memiliki nilai ambang yang berbeda-beda. Namun rata-rata CT value berada pada kisaran 35-45 kali putaran.

    Pentingnya Nilai CT Value

    Sahabat Sehat, CT value dapat membantu dokter dalam menegakan diagnosa sehingga Sahabat Sehat dapat segera memperoleh penanganan. Meskipun demikian, CT value tidak dapat dijadikan pedoman untuk menentukan tingkat keparahan infeksi maupun kesembuhan seseorang. Untuk menentukan tingkat keparahan infeksi dan kesembuhan, tetap diperlukan pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang.

    Cara Membaca CT Value 

    Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa CT value berbanding terbalik dengan kemampuan penularan virus ke orang lain. Semakin tinggi CT value, maka semakin rendah juga kemungkinan virus untuk ditularkan kepada orang lain.

    Nilai CT value <29

    Artinya reaksi positif kuat karena alat mendeteksi cukup banyak jumlah partikel virus dari sampel yang telah diambil. Pasien disarankan untuk kembali beristirahat dan melakukan isolasi.

    Lihat Juga: Ternyata Orang dengan Obesitas Lebih Rentan Terkena Covid-19

    Nilai CT value 30-37

    Hasil PCR tetap menunjukkan reaksi positif namun jumlah materi genetik virus dari virus jumlahnya sedang. Jumlah ini tidak berarti kondisi tubuh sudah berangsur sembuh ataupun masih dalam keadaan sakit. Disarankan untuk tetap menjaga imun tubuh karena jika lengah bisa saja kondisi ini berubah ke arah yang tidak diinginkan.

    Nilai CT value 38-40

    Nilai ini menunjukkan reaksi positif lemah, artinya jumlah partikel virus yang terdeteksi jumlahnya sedikit. Disarankan untuk tetap menjaga imun tubuh karena jika lengah bisa saja kondisi ini berubah ke arah yang tidak diinginkan.

    Nilai CT value >40

    Pada nilai ini menandakan kondisi Sahabat Sehat negatif COVID-19. Dengan kata lain tidak ditemukan satupun materi genetik dari virus SARS-COV-2 pada sampel yang diambil. Meski demikian, menjaga imun tubuh dan melakukan protokol kesehatan tetap wajib dilakukan.

    Lihat Juga: Layanan Test PCR di Prosehat

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai cara membaca CT Value pada pemeriksaan PCR yang penting untuk diketahui terutama bagi Sahabat Sehat yang tengah menderita Covid-19. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Covid Portal. Difference between RT-PCR test, Rapid antigen test and antibody test · Covid Portal [Internet]. Czechia : Covid Portal. 2021 [updated 2021 June 30; cited 2021 July 08].
    2. Hoffmann C. Diagnostic Tests and Procedures [Internet]. USA : Covid Reference; [cited 2021 July 08].
    3. Mascarenhas A. Explained: What is Ct value, and why is it important? [Internet]. India : The Indian Express. 2021 [updated 2021 July 27; cited 2021 July 14].
    4. Government of Canada. COVID-19 testing: Polymerase chain reaction (PCR) and cycle threshold (Ct) values [Internet]. Canada : Government of Canada. 2021 [updated 2021 June 10; cited 2021 July 14].
    5. Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia. Apakah Arti Nilai CT pada Pemeriksaan real time RT-PCR [Internet]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia; [cited 2021 July 14]. A
    Read More
  • Feses berwarna gelap sering kali dikaitkan dengan faktor makanan yang Sahabat Sehat konsumsi. Namun, tidak menutup kemungkinan hal ini merupakan gejala dari suatu penyakit.  Pada kesempatan kali ini akan dibahas beberapa hal yang menyebabkan feses berwarna gelap, serta solusi terbaik jika Sahabat Sehat mengalami masalah ini. Penyebab Feses Berwarna Gelap Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, […]

    5 Jenis Penyakit dengan Ciri Keluar Feses Berwarna Gelap

    Gangguan Fungsi Hati Menyebabkan Feses Berwarna Gelap Kehitaman

    Feses berwarna gelap sering kali dikaitkan dengan faktor makanan yang Sahabat Sehat konsumsi. Namun, tidak menutup kemungkinan hal ini merupakan gejala dari suatu penyakit. 

    Pada kesempatan kali ini akan dibahas beberapa hal yang menyebabkan feses berwarna gelap, serta solusi terbaik jika Sahabat Sehat mengalami masalah ini.

    Penyebab Feses Berwarna Gelap

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, feses yang berwarna lebih gelap bisa disebabkan  akibat faktor makanan. Namun hal ini juga dapat merupakan gejala dari suatu penyakit. Makanan yang berwarna biru tua, ungu, maupun hitam seperti blueberry, suplemen tablet tambah darah yang mengandung zat besi, ataupun obat yang mengandung bismuth subsalicylate dapat menyebabkan feses berwarna gelap.

    Selain itu, berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang dapat menyebabkan feses berwarna gelap :

    1. Pendarahan Saluran Cerna Bagian Atas

    Biasanya pendarahan saluran cerna bagian atas turut diikuti gejala seperti muntah darah atau muntah cairan hitam, kram perut, sesak nafas, pusing, dan mudah lelah. Perdarahan saluran cerna dapat disebabkan karena iritasi saluran cerna, infeksi pencernaan, ataupun efek samping obat-obatan.

    2. Sirosis Hati

    Sirosis hati atau disebut juga pengerasan hati dapat ditandai dengan feses yang berwarna  gelap, bahkan hitam seperti kopi. Pada kondisi sirosis ringan, warna feses mungkin masih seperti biasanya

    3. Radang Kerongkongan

    Peradangan pada kerongkongan, atau disebut juga Esofagitis kerap kali dialami penderita asam lambung akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Pada kasus peradangan kerongkongan, terjadi iritasi dan pendarahan di kerongkongan sehingga darah turun dan keluar bersama feses. Hal inilah yang menyebabkan warna feses berubah menjadi lebih gelap.

    4. Luka pada Usus Dua Belas Jari

    Usus dua belas jari dapat terluka akibat beberapa hal, misalnya infeksi bakteri Helicobacter Pylori. Luka ini bisa semakin berat jika Sahabat Sehat mengkonsumsi obat pereda nyeri, kondisi psikis (stress, cemas), maupun akibat makanan yang asam. Luka pada usus dua belas jari dapat menyebabkan warna feses berubah menjadi lebih gela

    5. Kanker Saluran Cerna

    Salah satu gejala kanker pada saluran cerna adalah adanya perubahan warna feses. Namun, umumnya disertai keluhan lain seperti penurunan berat badan yang signifikan tanpa sebab yang jelas.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai hal penyebab feses berwarna gelap. Deteksi dini dapat membantu Sahabat Sehat mendapatkan penanganan lebih cepat, sehingga meminimalisir komplikasi. 

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut silahkan klik fitur chat yang tersedia di pojok kanan bawah halaman ini, atau hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Penulis: R. Ivan
    Ditinjau Oleh: Dr. Monika Chyntia

    Referensi
    Niddk – Mengenai Gastrointestinal Bleeding. Sesuai konten pada 26 Juli 2021
    Medlineplus – Dengan Judul “Black or tarry stools”. Sesuai konten pada 26 Juli 2021

    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Apakah Sahabat Sehat sering kesulitan tidur di malam hari? Sulit tidur atau disebut juga Insomnia yang dialami berkepanjangan, berpotensi menimbulkan gangguan pada fungsi organ dan psikologis seseorang. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi sulit tidur ? Mari simak penjelasan berikut. Berapa Lama Waktu […]

    Sering Susah Tidur ? Coba Lakukan Tips Berikut

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    tidur sehabis makan sahur

    Apakah Sahabat Sehat sering kesulitan tidur di malam hari? Sulit tidur atau disebut juga Insomnia yang dialami berkepanjangan, berpotensi menimbulkan gangguan pada fungsi organ dan psikologis seseorang. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi sulit tidur ? Mari simak penjelasan berikut.

    Berapa Lama Waktu Tidur yang Ideal ?

    Sahabat Sehat, secara umum bagi orang dewasa berusia 18-60 tahun membutuhkan waktu tidur selama 7-8 jam per hari. Sementara pada lansia berusia diatas 61 tahun keatas membutuhkan waktu tidur 7-9 jam per hari. Selanjutnya pada kelompok anak, durasi tidur yang dibutuhkan tergantung dari usia anak. Rata-rata anak membutuhkan waktu tidur 8-10 jam atau lebih.

    Baca Juga : Duh Sering Susah Tidur Malam Hari Nih

    Penyebab Sulit Tidur

    Sulit tidur dapat disebabkan oleh berbagai hal baik pengaruh kondisi fisik maupun kondisi psikis, seperti :

    • Menderita suatu kondisi medis

    Kondisi medis seperti gangguan jantung dan paru, gangguan sendi, maupun infeksi kronis, seperti hepatitis dan infeksi HIV/AIDS dapat berdampak pada kualitas tidur seseorang

    • Gangguan psikologis. 

    Contohnya depresi, gangguan cemas, gangguan bipolar, maupun gangguan kepribadian, diketahui berdampak pada kualitas tidur.

    • Efek samping obat. 

    Beberapa jenis obat, seperti obat antidepresan, obat golongan adrenergik (salbutamol, terbutaline, metilfenidat, dexamfetamin), kortikosteroid, dan golongan opioid (morfin, tramadol, kodein, oxycodone, dll) dapat mempengaruhi kualitas tidur.

    • Faktor genetik atau keturunan keluarga.
    • Pola hidup yang tidak teratur. 

    Sebagai contoh, waktu kerja yang tidak menentu, olahraga tidak teratur, serta kebiasaan merokok dan minum alkohol, diperkirakan dapat berdampak pada kualitas tidur

    Baca Juga : 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur atau Kebiasaan Begadang

    Tips Atasi Sulit Tidur

    Nah Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa tips yang dapat Sahabat Sehat coba lakukan di rumah untuk memperbaiki kualitas tidur:

    • Usahakan tidur di jam yang sama setiap hari
    • Ciptakan suasana tidur yang baik, seperti mengatur lampu, suasana lingkungan yang hening, dan suhu ruangan yang sejuk.
    • Baringkan diri di tempat tidur ketika sudah merasa mengantuk.
    • Hindari berbaring di tempat tidur sambil melakukan aktivitas lain, seperti bermain gadget, atau membaca. 
    • Batasi bermain ponsel atau komputer di malam hari
    • Hindari konsumsi minuman berkafein seperti teh, soda, kopi serta minuman beralkohol di malam hari
    • Hindari makan dan minum mendekati jam tidur. Makan terlalu banyak sebelum tidur dapat menyebabkan naiknya asam lambung, sementara minum terlalu banyak dapat menyebabkan timbulnya keinginan buang air kecil.
    • Berolahraga teratur, minimal 30 menit per hari atau minimal 150 menit per minggu. Olahraga dapat mendukung proses metabolisme tubuh lancar dan menjaga kualitas tidur.
    • Batasi tidur siang. Tidur siang terlalu lama dapat mempengaruhi durasi tidur dimalam hari. Idealnya waktu tidur siang hanya 20-30 menit.
    • Kelola stress dengan baik

    Baca Juga : Tidur Anda Tetap Berkualitas

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai cara mengatasi sulit tidur yang cukup mudah dipraktekkan di rumah. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa 

    Referensi:

    1. Valente S. Evaluating and Managing Insomnia: Non-pharmacological Treatments. Journal of Sleep Disorders & Therapy.2015;4(2):1-4.
    2. Cunnington D, Junge M. Clinical Updates Chronic insomnia: diagnosis and non-pharmacological management. British Medical Journal. 2016:1-6.
    3. Winkelman JW. Insomnia Disorder. The New England Journal of Medicine. 2015;375(15):1437-44.
    4. St-Onge MP, Mikic A, Pietrolungo. Effects of Diet on Sleep Quality. American Society for Nutrition. 2016;7:938-49.
    5. Centers for Disease Control and Prevention. How Much Sleep Do I Need? [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2017 March 02; cited 2021 July 23]. Available from : https://www.cdc.gov/sleep/about_sleep/how_much_sleep.html
    6. Khatri M. 10 Tips to Beat Insomnia [Internet]. USA : WebMD. 2019 [updated 2019 Aug 30; cited 2021 July 23]. Available from : https://www.webmd.com/women/guide/insomnia-tips

     

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, salah satu hal yang perlu diwaspadai selama menjalani isolasi mandiri adalah munculnya sesak nafas akibat proses peradangan di paru-paru. Latihan pernapasan diketahui dapat membantu meningkatkan kadar oksigen pada paru dan membersihkan lendir pada saluran nafas. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara melakukan latihan pernapasan ? Mari simak […]

    Sesak Nafas Saat Isolasi Mandiri ? Jangan Panik, Lakukan Latihan Pernapasan Berikut

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    gagal jantung kongestif

    Sahabat Sehat, salah satu hal yang perlu diwaspadai selama menjalani isolasi mandiri adalah munculnya sesak nafas akibat proses peradangan di paru-paru. Latihan pernapasan diketahui dapat membantu meningkatkan kadar oksigen pada paru dan membersihkan lendir pada saluran nafas. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara melakukan latihan pernapasan ? Mari simak penjelasan berikut ini.

    Langkah Latihan Pernapasan

    Berikut beberapa langkah dalam melatih pola pernapasan bagi Sahabat Sehat yang tengah menjalani isolasi mandiri dirumah :

    • Tarik Nafas Dalam

    Sahabat Sehat dianjurkan menarik nafas dalam melalui hidung, lalu tahan selama 2 detik dan hembuskan melalui mulut. Gerakan ini dapat diulang sebanyak 4 hingga 5 kali.

    • Mobilisasi Otot Dada

    Gerakan ini bertujuan untuk melatih otot yang menempel pada dada, termasuk otot sisi samping, otot depan dan belakang dinding dada. Letakkan kedua tangan pada dada bagian samping, lalu tarik nafas panjang. Tekan perlahan dada mengikuti gerakan pernapasan pada saat membuang nafas.

    • Batuk Efektif

    Tarik nafas dalam lalu hembuskan seperti akan batuk, dengan posisi mulut terbuka. Sahabat Sehat dapat mengulangi gerakan ini hingga tiga kali. Selain itu, Sahabat Sehat juga dapat membuka mulut menganga dan tarik nafas dalam lalu hembuskan melalui mulut.

    Produk Terkait : Sesak Nafas

     

    • Gerakan Pursed Lip Breathing

     

    Siapkan tisu dan pegang dengan posisi di depan mulut, lalu tarik nafas dalam dan hembuskan udara ke arah tisu. Sahabat Sehat dapat mengulangi gerakan ini hingga 4-5 kali.

    • Gerakan AROM Exercise Ringan

    Gerakan seluruh anggota tubuh, seperti tangan, kaki, dan kepala yang diikuti dengan gerakan nafas ringan. Ulangi gerakan ini hingga 8-10 kali. Latihan ini bertujuan untuk melemaskan otot bahu, pundak, hingga kaki.

    • Jalan Sekitar Tempat Tidur

    Sahabat Sehat dianjurkan berjalan di sekitar tempat tidur, yang dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh. Ulangi gerakan ini sebanyak 5-10 kali.

    • Miring Kanan dan Kiri

    Ketika Sahabat Sehat berbaring, posisikan tubuh miring ke arah kanan, terlentang, dan ke arah kiri setiap 2 jam sekali.

    Baca Juga : Perlukah Tabung Oksigen Saat Isoman di Rumah

    Tanda Bahaya Selama Isolasi Mandiri

    Selama Sahabat Sehat menjalani isolasi mandiri, sebaiknya persiapkan alat seperti termometer dan oksimeter untuk memantau suhu tubuh serta kadar saturasi oksigen dalam tubuh yang dapat dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan malam hari. Waspadai bila mengalami keluhan berikut selama isolasi mandiri :

    • Sulit menarik nafas
    • Frekuensi nafas dalam satu menit melebihi 20 x per menit
    • Dada terasa nyeri, atau batuk disertai nyeri dada
    • Demam (suhu tubuh mencapai 38 derajat Celcius atau lebih) yang tak kunjung mereda meski sudah konsumsi obat
    • Bibir dan ujung jari tampak kebiruan atau ungu
    • Sulit makan dan minum
    • Kadar saturasi oksigen dalam tubuh mencapai 95% atau lebih rendah.

    Jika mengalami keluhan diatas, sebaiknya segera periksakan ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

    Baca Juga : Posisi Proning untuk Mengatasi Sesak Nafas Saat Isolasi Mandiri

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai latihan pernapasan untuk membantu mengatasi sesak nafas selama menjalani isolasi mandiri. Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi :

    1. Azizah K. 5 Latihan Pernapasan Bagi Pasien COVID-19 untuk Redakan Sesak Napas [Internet]. Indonesia : Detik Health. 2021 [updated 2021 July 07; cited 2021 July 22]. Available from : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5634281/5-latihan-pernapasan-bagi-pasien-covid-19-untuk-redakan-sesak-napas/2
    2. Kawal Covid-19. Cara Isolasi Mandiri yang Benar [Internet]. Indonesia : Kawal Covid-19. 2021 [updated 2021 May 31; cited 2021 July 22]. Available from : https://kawalcovid19.id/content/1931/cara-isolasi-mandiri-yang-benar
    3. National Hospital Surabaya. Breathing Exercise Untuk Pasien Covid-19 Sesak Nafas? Jangan Panik [Internet]. Indonesia : Youtube National Hospital Surabaya. 2020 [updated 2020 May 20; cited 2021 July 22]. Available from : https://www.youtube.com/watch?v=kF4e6ju0WLk

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja