Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 41–50 of 868 results

  • Batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam, dan nyeri kepala, pasti pernah dirasakan oleh Sobat, gejala yang disebutkan tadi bisa jadi beberapa gejala dari penyakit influenza. Penyakit ini memang sudah tidak lazim didengar, sering juga disebut sebagai penyakit flu, yaitu suatu penyakit yang menyerang sistem pernafasan, disebabkan oleh virus influenza dan bersifat mudah menular. Penularan terjadi melalui […]

    Kenali Pentingnya Vaksin Influenza

    Batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam, dan nyeri kepala, pasti pernah dirasakan oleh Sobat, gejala yang disebutkan tadi bisa jadi beberapa gejala dari penyakit influenza. Penyakit ini memang sudah tidak lazim didengar, sering juga disebut sebagai penyakit flu, yaitu suatu penyakit yang menyerang sistem pernafasan, disebabkan oleh virus influenza dan bersifat mudah menular. Penularan terjadi melalui percikan air liur jarak dekat baik dari udara maupun kontak dengan bekas percikaan penderita saat batuk atau bersin.

    vaksin influenza

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya

    Gejala yang ditimbulkan bisa ringan hingga berat, sehingga ada kasus yang mungkin membutuhkan rawat inap di rumah sakit, bahkan ada juga yang dapat menyebabkan kematian. Gejala yang berat seringkali akibat adanya komplikasi dari penyakit ini, risiko komplikasi pada penyakit influenza meningkat pada penderita dengan usia lebih dari 65 tahun, anak di bawah 5 tahun serta seseorang dengan kondisi medis tertentu sebelumnya. Angka kejadian penyakit ini paling sering ditemukan pada anak usia sekolah, sekitar 5-18 tahun namun sangat jarang menimbulkan gejala yang berat.

    Vaksin influenza merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah terjadinya penyakit flu. Vaksin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia dengan cara memasukan virus ke dalam tubuh. Virus yang dimasukan ini sudah diinaktivasi atau dilemahkan terlebih dahulu sehingga tidak akan membahayakan lagi. Saat sistem kekebalan tubuh sudah mengenal jenis virus tersebut, maka ketika ada virus sebenarnya yang menyerang tubuh, akan lebih mudah bagi tubuh kita untuk segera melawannya. Terdapat dua jenis vaksin influenza yaitu vaksin trivalen dan vaksin quadrivalen. Vaksin trivalent berfungsi untuk melindungi dari dua jenis virus influenza tipe A, H1N1 dan H3N2, serta satu virus influenza tipe B. Bedanya, vaksin quadrivalen dilengkapi oleh dua jenis virus influenza tipe B.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Influenza ke Rumah

    Pemberian vaksin influenza sebaiknya diulang setiap setahun sekali, karena virus influenza mudah untuk bermutasi, sehingga isi dari vaksin pun akan berbeda setiap tahunnya, hal ini ditentukan oleh pertimbangan para ahli yang dapat memprediksi jenis virus influenza apa saja yang akan menyebabkan penyakit paling banyak pada tahun itu. Vaksinasi bisa dilakukan kapan saja namun dianjurkan sebelum terjadinya puncak tertinggi angka kejadian kasus influenza, sehingga biasanya diberikan pada akhir bulan Oktober. Untuk anak yang berusia 6 bulan hingga 8 tahun yang belum pernah mendapatkan vaksin influenza memerlukan 2 dosis yang diberikan dalam jarak 4 minggu, diulang dengan dosis yang sama.

    Vaksin dapat diberikan pada semua orang berusia lebih dari 6 bulan, terutama pada:

    • Anak berusia 6 bulan hingga 4 tahun,
    • Seseorang berusia lebih dari 50 tahun,
    • Seseorang dengan penyakit kronis paru-paru (termasuk asma), jantung (selain hipertensi), ginjal, hati, saraf, darah, dan kelaianan metabolik seperti diabetes,
    • Seseorang dengan kondisi imunokompromais seperti pengidap HIV/AIDS,
    • Wanita yang sedang atau akan hamil pada puncak musim influenza,
    • Seseorang dengan obesitas berat (BMI >40 kg/m2)
    • Petugas kesehatan yang memiliki kontak dengan penderita influenza.

    Sedangkan pemberiannya harus berhati-hati pada seseorang yang sedang sakit, baik dengan atau tanpa demam, memiliki riwayat mengalami sindrom Guillain-Barre dalam 6 minggu sebelumnya, riwayat asma, dan alergi telur karena telur merupakan salah satu komponen dari vaksin influenza.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Vaksin influenza memiliki angka keefektifan yang cukup tinggi yaitu dapat mengurangi 60% angka kejadian kasus pada orang yang dibawah 65 tahun, dapat menurunkan 50-60% angka rawat inap pada orang lanjut usia, serta 80% efektif untuk mencegah terjadinya kematian pada orang lanjut usia.

    Sekilas memang gejala Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19) yang menjadi pandemi baru-baru ini sangat mirip dengan influenza, yaitu batuk, pilek, demam, dan nyeri kepala, namun jenis virus penyebab kedua penyakit ini berbeda. Vaksin influenza hanya efektif untuk mengurangi angka kejadian kasus batuk pilek yang disebabkan oleh berbagai jenis virus influenza, namun tidak efektif untuk batuk pilek yang disebabkan oleh COVID-19. Vaksin untuk COVID-19 sendiri saat ini belum ada, masih dalam proses pembuatan oleh para ahli. Cara paling efektif untuk menjaga diri Sobat dan orang sekitar dari COVID-19 adalah dengan rajin mencuci tangan, batuk pada bagian dalam siku Sobat, serta menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang yang sedang batuk atau bersin.

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Sobat juga bisa melakukan vaksinasi influenza di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk informasi kesehatan lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. About Flu | CDC [Internet]. 2020 [cited 2020 Mar 3]. Available from: cdc(dot)gov/flu/about/index.html
    2. Hamborsky J, Kroger A, Wolfe C. Epidemiology and Prevention of Vaccine-preventable Diseases. Centers for Disease Control and Prevention; 2015. 376 p.
    3. CDC. Children & Influenza (Flu) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2019 [cited 2020 Mar 3]. Available from: cdc(dot)gov/flu/highrisk/children.htm
    4. ACIP. Prevention and Control of Seasonal Influenza with Vaccines: Recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). CDC; 2019.
    5. Influenza (Seasonal) [Internet]. [cited 2020 Mar 3]. Available from: who(dot)int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)
    6. CDC. Who Should and Who Should NOT Get Vaccinated [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2019 [cited 2020 Mar 3]. Available from: cdc(dot)gov/flu/prevent/whoshouldvax.htm
    7. Q&A on coronaviruses (COVID-19) [Internet]. [cited 2020 Mar 4]. Available from: who(dot)int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
    Read More
  •   Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks. Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita Kanker […]

    Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Aja

     

    Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks.

    vaksinasi HPV

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Kanker yang menyerang daerah leher rahim wanita ini disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Kanker ini tidak memiliki gejala, hingga seseorang baru mengetahui terkena kanker serviks setelah mencapai stadium lanjut. Jika kalian yang mengalaminya bagaimana? Rasa takut dan hancur menjadi satu karena kanker serviks merenggut masa depanmu.

    Mengatasi ketakutan kalian pada kanker serviks, maka bisa dicegah dengan vaksinasi HPV. Namun sebelum melakukan vaksinasi, harus ketahui beberapa hal berikut ini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    1. Vaksinasi HPV Dapat diberikan Pada Anak-anak

    Beberapa pendapat dari Advisory Committee on Immunization Practice (ACIP) serta Centre for diagnosis Control Prevention (CDC) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksinasi HPV dapat diberikan pada anak perempuan mulai dari usia 10 tahun.

    2. Mungkin Anda pernah mendengar atau mendapat broadcast tentang vaksinasi HPV yang bisa menyebabkan menopause?

    Jangan langsung percaya, kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto menyangkal hal tersebut. Menurutnya “Setiap 1 jam ada 33 wanita di Indonesia meninggal karena kanker serviks. Dengan tingginya kasus kanker serviks maka pemerintah mengambil keputusan untuk memberikan vaksinasi guna mencegah kanker serviks. Sedangkan berita di luar sana tidak bisa di pertanggungjawabkan alasannya”.
    Menopause sendiri dipengaruhi dari fungsi sel ovarium yang berkurang karena usia sehingga produksi hormon estrogen menurun. Penyebab lainnya akibat dari operasi pengangkatan ovarium (yang dilakukan bersamaan dengan pengangkatan kandungan atau histerektomi) atau adanya paparan radiasi dan juga kemoterapi.

    3. Paps Smear Dulu Baru Vaksinasi HPV

    Untuk Anda wanita yang telah aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear yang berfungsi untuk mendeteksi sel abnormal atau lesi prakanker dan dilakukan secara berkala untuk wanita berusia di atas 40 tahun atau wanita yang beresiko tinggi terkena kanker. Apabila menunjukkan hasil negatif, maka bisa dijalankan proses vaksinasi HPV.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    4. Vaksinasi HPV Dilakukan Sebanyak 3 Kali

    Untuk pemberian vaksinasi HPV ini pada umumnya dilakukan sebanyak 3 kali dengan jarak waktu 0, 2 dan 6 bulan dan pemberian tidak dianjurkan melebihi dari waktu 1 tahun. Khusus untuk anak usia 10-13 tahun, cukup dengan pemberian 2 dosis, yaitu bulan 0 dan bulan 6.

    5. Dapat Mencegah Penyebaran Kanker Serviks

    Hingga saat ini, penelitian menunjukkan keberhasilan vaksinasi HPV bisa mencapai 100%. Walau demikian, tetap disarankan untuk melakukan pap smear secara berkala sebagai pencegahan sekunder.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda dari Kanker Serviks

    Jadi itulah hal-hal yang perlu Anda ketahui seputar vaksinasi HPV. Mari cegah sekarang juga, lindungi dirimu dan orang yang Anda cintai dengan vaksinasi HPV guna cegah kanker serviks. Untuk vaksinasi Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. tanyadok.com
    2. Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita” . tanyadok.com
    3. Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. tanyadok.com
    4. CDC. “Human Papillomavirus (HPV)”. cdc.gov
    5. Alief, Bisma. “Ini Penjelasan Dinkes DKI Soal Kabar Vaksin Sebabkan Menopause Dini”. detik.com
    6. Valentine, Maria. “Apa Sebenarnya Menopause Bagi Wanita?”. tanyadok.com
    7. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 2018 [cited 1 April 2018]. Available from: idai.or.id

     

    Read More
  • Demam biasa dan demam berdarah tentu sudah sering Sobat Sehat mendengarnya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masih banyak masyarakat yang salah kaprah untuk membedakan kedua demam tersebut. Supaya tidak terjadi hal seperti itu lagi, yuk mari kita sama-sama simak penjelasan di bawah ini. Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah Perbedaan pada keduanya terlihat pada beberapa hal, yaitu sifat […]

    Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah serta Pencegahannya

    Demam biasa dan demam berdarah tentu sudah sering Sobat Sehat mendengarnya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masih banyak masyarakat yang salah kaprah untuk membedakan kedua demam tersebut. Supaya tidak terjadi hal seperti itu lagi, yuk mari kita sama-sama simak penjelasan di bawah ini.

    demam biasa dan demam berdarah

    Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah

    Perbedaan pada keduanya terlihat pada beberapa hal, yaitu sifat panas, reaksi terhadap obat, dan gejala-gejala tambahan yang dirasakan. Untuk sifat panas, diketahui bahwa pada demam biasa panasnya masih bersifat normal, yaitu di atas 38 derajat Celcius, dan bersifat konsisten atau tiba berubah-ubah sama sekali. Hal ini tentu sangat berbeda pada demam berdarah yang ternyata mempunyai sifat panas yang mendadak dapat berubah menjadi tinggi sekali meskipun baru terjadi pada 1-2 hari pertama. Mengenai reaksi terhadap obat, untuk demam biasa dapat dikatakan normal. Demam akan mereda apabila diberikan obat penurun demam. Namun, jika ternyata belum sembuh betul, demam akan datang kembali.

    Baca Juga: 7 Anjuran Asupan Makanan Anak Saat Demam

    Sementara itu, pada demam berdarah yang terjadi adalah kebalikannya. Suhu tubuh hanya akan turun sedikit atau malahan tidak turun sama sekali. Untuk gejala, pada demam biasa gejala-gejala yang dialami biasanya berupa sakit kepala, kedinginan, keringat dingin, menggigil, dan nafsu makan turun. Namun pada demam berdarah terdapat beberapa gejala tambahan yang dirasakan, yaitu badan pegal-pegal, linu di persendian, mimisan, bintik-bintik di bawah kulit atau gusi berdarah, tidak flu dan batuk sama sekali. Selain ketiga faktor tersebut yang perlu diketahui adalah bahwa penyebab pada demam biasa adalah

    Sedangkan pada demam berdarah penyebabnya adalah gigitan nyamuk Aedes aegepti yang membawa virus dengue yang kemudian masuk ke dalam aliran darah. Nyamuk ini tinggal di sekitar tempat tinggal manusia.

    Cara Mencegah Demam

    Kita dapat mencegah kedua demam tersebut, baik demam biasa maupun demam berdarah. Pencegahan lebih baik karena jika sudah mengalami demam akan tidak enak sekali. Demam bukan merupakan suatu diagnosis namun suatu gejala atau pertanda yang bisa disebabkan oleh berbagai penyakit. Berikut ini adalah cara mencegahnya:

    Demam Biasa

    Pertahankan suhu tubuh pada batas yang normal

    Usahakan tubuh tetap dalam suhu tubuh yang normal dengan memakai pakaian yang benar. Gunakanlah pakaian berwarna terang, ringan, dan berukuran pas daripada pakaian berwarna hiutam yang bersifat menyerap cahaya lebih banyak dibandingkan dengan warna terang. Selain itu, tetaplah beraktivitas di dalam ruangan. Jika terpaksa keluar, gunakanlah tabir surya untuk menghindari paparan sinar matahari yang terlaly panas. Hindari juga makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin.

    Jaga hidrasi tubuh dengan Cairan

    Cairan sangat penting bagi tubuh manusia, dan berperan aktif dalam mencegah datangnya penyakit. Namun, harus diingat cairan yang disarankan adalah air putih. Karena itu, tetaplah penuhi asupan cairan untuk tubuh dengan baik. Minumlah kurang lebih 7-8 gelas air putih dalam sehari. Ingat, jangan tunggu sampai  kehausan.

    Baca Juga: Minuman Selain Kopi yang Mampu Meningkatkan Konsentrasi

    Selalu memperbarui Informasi

    Selalu perbarui informasi dengan memeriksa berita lokal untuk mengetahui peringatan panas ekstrem dan kiat-kiat keselamatan. Saat bekerja dalam cuaca panas, pantaulah kondisi rekan kerja dan mintalah seseorang melakukan hal yang sama untuk Sobat Sehat. Penyakit yang disebabkan oleh panas dapat menyebabkan seseorang menjadi bingung atau kehilangan kesadaran.

    Demam Berdarah

    Menguras Tempat Penampungan Air

    Menguras tempat penampungan air merupakan hal yang sangat penting dalam mencegah demam berdarah. Tindakan ini berguna memutus siklus hidup nyamuk yang hanya berumur 2-3 bulan dari telur hingga dewasa dan mati. Usahakan uras secara berkala. Setelah menguras pastikan Sobat juga membersihkan dindingnya karena bisa jadi telur nyamuk menempek di situ. Setelah itu, taburi air dengan bubuk larvasida yang berfungsi membunuh telur dan jentik nyamuk di genangan air sebelum menjadi dewasa.

    Menutup Rapat Tempat Penampungan Air

    Setelah menguras, tutuplah rapat tempat penampungan air sebab kebanyakan terjadinya demam berdarah adalah karena banyak bak mandi yang ditutup sama sekali.

    Mengubur Barang Bekas

    Ternyata nyamuk Aedes aegepti juga bisa bersarang di barang-barang bekas yang menumpuk dan tidak lama digunakan. Karena itu, jangan biarkan barang-barang bekas menumpuk begitu saja. Kuburlah atau daur ulang untuk keperluan lain.

    Menggunakan Obat Anti-Nyamuk

    Obat anti-nyamuk bisa juga Sobat gunakan untuk mencegah demam berdarah. Pilihannya bisa obat nyamuk bakar atau elektrik, atau obat semprot. Selain obat, gunakan juga losion yang mampu mengusir nyamuk.

    Produk Terkait: Jual Bite Fighter Mosquito Repellent Spray 120 ml

    Mengenakan Pakaian Tertutup Saat Keluar Rumah

    Supaya tidak diserang nyamuk terus-menerus saat ke luar rumah, segeralah memakai pakaian tertutup yang menutupi lengan dan kaki. Pakaian tertutup ini juga bisa Sobat gunakan saat hendak tidur.

    Gunakan Kelambu

    Kelambu bisa Sobat gunakan untuk mencegah serangan nyamuk di sekitar dan di dalam rumah. Gunakanlah di area tempat tidur sehingga Sobat merasa aman dan nyaman dan terbebas dari gigitan nyamuk.

    Menaruh Tanaman Hias Pengusir Nyamuk di Dalam Rumah

    Kenyataannya tanaman hias bukan sekadar penghias rumah saja namun juga bisa digunakan untuk mengusir nyamuk penyebab demam berdarah. Beberapa tanaman hias yang mampu mengusir nyamuk adalah serai wangi, lemon balm, lavender, catnip, dan geranium. Cukup letakkan tanaman di dalam pot kecil dan taruhlah di lokasi strategis seperti di sudut ruangan, dekat jendela atau dekat pintu masuk. Untuk serai dan lemon balm, dapat ditanam di pekarangan rumah karena tidak bisa ditaruh dalam pot.

    Hentikan Kebiasaan Menggantung Pakaian

    Nyamuk gemar hinggap di gantungan pakaian. Karena itu, sebaiknya Sobat menghindari menggantung terlalu banyak pakaian di gantungan terutama yang terletak di belakang pintu yang gelap dan lempab sebab nyamuk senang tinggal di situ. Jangan gantung pakaian selama berhari-hari sebab nyamuk akan nyaman bersarang.

    Baca Juga: Kenali Gejala Demam Berdarah Sebelum Jelajah Nusantara

    Itulah Sobat mengenai perbedaan demam biasa dan demam berdarah beserta pencegahannya. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai demam dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Ketahuilah, Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/10/18/140000920/ketahuilah-perbedaan-demam-biasa-dan-demam-berdarah?page=all
    2. Mediatama G. Demam tanpa flu atau batuk, waspadai demam berdarah [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/demam-tanpa-flu-atau-batuk-waspadai-demam-berdarah?page=all
    3. Cara Mengatasi dan Mencegah Suhu Tubuh yang Tinggi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://tirto.id/cara-mengatasi-dan-mencegah-suhu-tubuh-yang-tinggi-eyhM
    4. 8 Langkah untuk Melakukan Pencegahan DBD Dengan Mudah [Internet]. Pfimegalife.co.id. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://www.pfimegalife.co.id/literasi-keuangan/kesehatan/read/langkah-mencegah-dbd-pada-anak
    Read More
  • Pengembangan vaksin COVID-19 masih menjadi harapan besar seluruh dunia saat ini sebagai salah satu bentuk pencegahan. Indonesia berencana mulai melakukan vaksinasi pada bulan November 2020. Sebelum vaksin berhasil dikembangkan, cara terbaik yang bisa dilakukan sekarang ini adalah mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta melakukan test, tracing, dan treatment sebagai langkah pencegahan tambahan. Cara […]

    Golongan Darah O Kebal Terhadap Corona?

    Pengembangan vaksin COVID-19 masih menjadi harapan besar seluruh dunia saat ini sebagai salah satu bentuk pencegahan. Indonesia berencana mulai melakukan vaksinasi pada bulan November 2020. Sebelum vaksin berhasil dikembangkan, cara terbaik yang bisa dilakukan sekarang ini adalah mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta melakukan test, tracing, dan treatment sebagai langkah pencegahan tambahan. Cara mencegah lainnya adalah dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat seperti mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dan bernutrisi, berolahraga, serta tidak mengalami stres yang dikhawatirkan akan menurunkan imun tubuh sebagai benteng alami pertahanan terhadap Corona.

    golongan darah o

    Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sobat Ketahui tentang Covid-19

    Selain pencegahan-pencegahan di atas, kabar terbaru berdasarkan sebuah hasil studi menyatakan bahwa golongan darah yang dimiliki seseorang ternyata juga berpengaruh pada kekebalan tubuh dalam menghadapi Corona. Golongan darah terdiri dari empat, yaitu A, AB, B, dan O. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa golongan darah O adalah golongan darah yang mampu menyumbangkan darah untuk kegiatan donor darah atau saat operasi pada semua golongan darah.

    Lalu bagaimana pengaruh golongan darah terhadap hasil studi tersebut?

    Seperti dilansir dari detik.com, studi penelitian dari Denmark yang termuat dalam jurnal Blood Advances menyatakan bahwa golongan darah O ternyata kebal terhadap ancaman virus Corona. Studi ini sendiri dilakukan pada sebuah rumah sakit di Denmark. Sebanyak 11 peneliti melakukannya pada 473.654 orang saat tes Corona, baik rapid maupun PCR, dengan persentase sebesar 38,4% daripada pemilik golongan darah selain O.

    Kemudian bagaimana dengan golongan darah selain O?

    Masih dari penelitian yang sama bahwa golongan darah selain O semisal A ternyata mempunyai persentase sebesar 44,4% untuk dinyatakan positif Covid-19. Persentase inilah yang membuktikan bahwa golongan darah selain O ternyata rentan terpapar virus asal Wuhan tersebut. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A, B, dan B malah berisiko lebih tinggi mengalami thrombosis atau pembekuam darah di dalam pembuluh darah serta penyakit kardiovaskular yang merupakan kondisi signifikan yang terjadi bersamaan di antara pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

    Studi dari Denmark ini kemudian diperkuat oleh sebuah studi yang sama, dan berasal dari Kanada. Pada studi dari Kanada itu ditemukan bahwa pasien dengan golongan darah A atau AB membutuhkan peralatan khusus dan perawatan yang lebih lama di ICU dibandingkan dengan orang golongan darah O dan B. Tipe A dan AB, menurut studi, cenderung lebih membutuhkan jenis dialisis yang membantu ginjal menyaring darah tanpa terlalu banyak tekanan pada jantung.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

    Studi mengenai kebalnya golongan darah O atau hanya sedikit terinfeksi Covid-19 juga terdapat pada studi bulan juli mengenai golongan darah tersebut pada pasien di Italia dan Spanyol yang memiliki risiko 50% lebih rendah terkena infeksi virus dibandingkan dengan golongan darah lainnya.

    Meski diketahui bahwa golongan darah O berdasarkan studi hanya berisiko rendah terinfeksi, untuk orang dengan golongan darah lainnya tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Menurut peneliti senior di Universitas John Hopkins, Baltimore, AS, bahwa setiap golongan darah mempunyai sifat kerentanan yang berbeda-beda terhadap berbagai infeksi virus yang menyerang manusia. Misalnya, penelitian menyebut bahwa golongan darah O memang kebal terhadap Covid-19 namun ternyata rentan terhadap infeksi Norovirus.

    Baca Juga: Mengenal penyakit Norovirus, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Itulah Sobat Sehat mengenai studi golongan darah O kebal terhadap Covid-19. Meski begitu, Sobat Sehat yang bukan golongan darah O jangan bersedih hati sebab golongan darah hanyalah salah satu cara mencegah virus. Berkaitan dengan golongan darah, apakah Sobat sejauh ini sudah mengetahui pentingnya golongan darah itu sendiri? Jika belum, silakan disimak poin-poin di bawah ini.

    Pentingnya Golongan Darah

    Penolong Saat Terjadi Kecelakaan

    Saat kecelakaan menimpa diri Sobat atau keluarga Sobat, golongan darah menjadi penting sekali untuk transfusi darah. Apabila golongan darah Sobat cepat diketahui terutama melalui kartu identitas, Sobat akan segera mendapatkan bantuan darah yang sesuai.

    Faktor Penentu KB

    Ketika menikah harapannya adalah mempunyai keturunnan. Ahli perencanaan keluarga mengatakan bahwa beberapa jenis darah tidak boleh dicampur sebab akan berdampak pada kesehatan anak nantinya. Karena itulah, tes darah sangat diperlukan bagi pasangan yang hendak menikah.

    Produk Terkait: Cek Tes Kesehatan Pranikah

    Membantu Mengontrol Pola Makan

    Setiap golongan darah mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Ada golongan darah tertentu yang lebih rentan terhadap diabetes dan penyakit jantung. Bahkan, ada golongan darah yang hanya cocok memakan sayur dan buah, dan ada pula yang perlu membatasi asupan karbohidrat. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah diet golongan darah.

    Membantu Mengingatkan Tentang Beberapa Penyakit

    Perempuan dengan golongan darah O memiliki tingkat hormon FSH yang menunjukkan ovarium lebih rendah di dalam rahim yang kemudian menentukan kesuburan. Selanjutnya, ditemukan pula bahwa orang dengan golongan darah A, AB, dan B lebih berisiko memerangi penyakit jantung, dan golongan darah juga berkaitan erat dengan kolestrol LDL.

    Produk Terkait: Jual Makanan dan Minuman Sehat

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai golongan darah dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Hore! Vaksinasi Covid-19 akan Dimulai Awal November 2020 | Kabar24 – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://kabar24.bisnis.com/read/20201012/15/1303682/hore-vaksinasi-covid-19-akan-dimulai-awal-november-2020
    2. Alam S. Golongan Darah O Disebut ‘Kebal’ Corona, Bagaimana Tipe Darah lainnya? [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5215186/golongan-darah-o-disebut-kebal-corona-bagaimana-tipe-darah-lainnya
    3. Jakarta Z. Penelitian Ungkap Orang dengan Golongan Darah O dan B Berisiko Kecil Terinfeksi Virus Corona – Zona Jakarta [Internet]. Zona Jakarta. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://zonajakarta.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-18844502/penelitian-ungkap-orang-dengan-golongan-darah-o-dan-b-berisiko-kecil-terinfeksi-virus-corona
    4. Sandi F. Riset Terbaru: Golongan Darah Ini Lebih Kebal Covid-19 [Internet]. news. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20201017164722-4-195122/riset-terbaru-golongan-darah-ini-lebih-kebal-covid-19
    5. Media K. Dua Penelitian Terbaru Perkuat Bukti Pemilik Golongan Darah O Lebih Kebal Covid-19 [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/16/193000365/dua-penelitian-terbaru-perkuat-bukti-pemilik-golongan-darah-o-lebih-kebal
    6. Geographic P. Pentingnya Mengetahui Golongan Darah Diri Sendiri – National Geographic [Internet]. Nationalgeographic.grid.id. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://nationalgeographic.grid.id/read/13307530/pentingnya-mengetahui-golongan-darah-diri-sendiri
    Read More
  • Cakupan vaksinasi HPV: Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014 Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016. Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% […]

    (Untuk Tenaga Kesehatan)-Cara Edukasi Pasien untuk Vaksinasi HPV

    Cakupan vaksinasi HPV:

    • Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014
    • Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016.
    • Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% usia dewasa muda (13-17 tahun) telah divaksinasi HPV.
    • Data di Inggris 2016/2017 menunjukkan 83,8% wanita usia 13-14 tahun telah divaksinasi mengikuti program vaksinasi sekolah.
    • Di indonesia belum ada data mengenai cakupan vaksinasi HPV

    Vaksin HPV sudah beredar pertama kali tahun 2006. Dan seperti yang diketahui, infeksi HPV ditemukan hampir 100% pada semua kasus kanker serviks dan vaksin HPV yang ada saat ini dapat mencegah terjadi kanker serviks karena vaksin ini memberikan tubuh perlindungan atas virus HPV strain 16 dan 18 yang merupakan penyebab dari 70% kasus kanker serviks. Jadi, sudah 13 tahun vaksin ini beredar dan secara global baru 42% negara yang menerapkan program imunisasi/vaksinasi HPV dalam program nasional.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin HPV Diperlukan si Gadis?

    Berdasarkan sebuah survei di Amerika tahun 2010-2016, perempuan banyak yang ragu untuk mendapatkan vaksinasi HPV karena ragu akan keamanannya (22%), merasa tidak perlu (20%), tidak mengetahui HPV (13%), tidak direkomendasikan oleh dokter (10%) dan tidak aktif secara seksual (10%). Sedangkan pada laki-laki alasannya adalah tidak perlu (22%), tidak direkomendasikan dokter (17%), tidak mengetahui HPV (14%), tidak aktif secara seksual (9%) dan karena gender (2%).

    Banyak orang tua yang ragu memberikan vaksin ini pada anaknya karena merasa tidak perlu mengingat anak mereka belum aktif secara seksual, keamanan vaksin, serta penggunaan vaksin yang dianggap hanya berpengaruh pada perempuan bila dibandingkan dengan laki-laki. Namun, pada penelitian di 2 universitas di US, didapatkan bahwa perempuan-perempuan muda umumnya setuju dengan vaksinasi HPV, tetapi yang menjadi pertimbangan adalah finansial, tidak ada rekomendasi oleh dokter, dan tidak ada rekomendasi dari pasangan seksual/orang tua.

    Ternyata, faktor rekomendasi dokter berpengaruh terhadap keputusan orang tua/perempuan untuk mau mendapatkan vaksinasi HPV. Penelitian menunjukkan 1 dari 3 dokter anak dan 1 dari 2 dokter umum ternyata tidak merekomendasikan vaksinasi HPV ini kepada pasiennya. Alasannya bermacam-macam antara lain:

    1. Merasa pasiennya tidak perlu karena belum aktif secara seksual dan masih terlalu kecil/muda
    2.  Merasa pasiennya pasti menolak
    3. Merasa ragu karena akan mendiskusikan mengenai seks
    4. Merasa ragu karena belum memiliki pengetahuan atas vaksinasi HPV

    Bagaimana berkomunikasi mengenai vaksinasi HPV dengan orang tua?

    Kita dapat mendengarkan mereka dan sebaiknya tidak melakukan konfrontasi, libatkan orang tua dalam pengambilan keputusan, luruskan dengan mantap “salah kaprah” dari orang tua pasien mengenai vaksinasi HPV, dan gunakan contoh dampak positif atas vaksinasi HPV ini daripada menakut-nakuti. Persistensi atau terus mengingatkan orang tua pasien akan membuahkan hasil.

    Orang tua sangat perlu diberitahukan dan diluruskan kembali bahwa dokter merekomendasi vaksinasi HPV bukan karena dokter “menuduh” atau “mendukung” seks bebas. Jadi sebaiknya TIDAK memulai percakapan dari assessment sexual life/activities. Tekankan pada keamanan vaksin dan selalu komunikasikan apa yang mungkin dirasakan oleh anak pascavaksinasi.

    Selain itu, perlu ditekankan bahwa anak laki-laki juga butuh perlindungan terhadap infeksi HPV karena infeksi HPV juga berkaitan dengan kanker anus, kanker penis, dan kanker mulut. Data penelitian di US juga didapatkan bahwa infeksi HPV pada laki-laki cenderung meningkat sekalipun pada kelompok perempuan ada tren menurun sejak diluncurkannya vaksin HPV ini.

    Selain itu, penelitian di Australia yang meluncurkan program vaksinasi HPV untuk perempuan dan laki-laki, didapatkan bahwa dengan melakukan vaksinasi kepada  laki-laki juga ternyata memberikan perlindungan kepada perempuan dan mencegah penularan HPV kepada pasangannya. Jadi dengan kata lain adalah baik laki-laki ataupun perempuan, dua-duanya mendapatkan manfaat dari vaksinasi HPV ini.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Diketahui

    Bagaimana berkomunikasi mengenai vaksinasi HPV dengan perempuan muda?

    Perempuan muda dapat diberikan informasi lengkap mengenai bahaya HPV dan vaksinasi HPV yang dapat melindunginya, tekankan mengenai manfaat dan keamanan vaksin, informasikan manfaat vaksin terhadap diri dan pasangannya, diskusikan mengenai sisi finansial dalam memperoleh vaksin, cobalah untuk terbuka dan membuat mereka nyaman dengan komunikasi kita.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Nah, hal yang perlu diingat, vaksinasi HPV adalah mengenai pencegahan kanker, bukan mengenai seks. Jadi perlu ditekankan lagi bahwa vaksinasi HPV adalah mengenai pencegahan kanker. Sangat penting bagi dokter untuk melakukan edukasi dan rekomendasi kepada pasien atau orang tua pasien mengenai vaksinasi HPV.

    Bagi Sobat yang ingin vaksinasi HPV bisa di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Human Papilloma Virus (HPV) menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya kanker mulut rahim pada wanita. Di Indonesia, kanker serviks menduduki urutan kedua dari 10 kanker berdasarkan data dari Patologi Anatomi 2010 dengan insiden sebesar 12,7%. Ini berarti jumlah penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 10.000 penduduk dan terjadi 40 ribu kasus kanker serviks […]

    Pria, Seks, dan HPV Berikut Pembahasannya

    Human Papilloma Virus (HPV) menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya kanker mulut rahim pada wanita. Di Indonesia, kanker serviks menduduki urutan kedua dari 10 kanker berdasarkan data dari Patologi Anatomi 2010 dengan insiden sebesar 12,7%. Ini berarti jumlah penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 10.000 penduduk dan terjadi 40 ribu kasus kanker serviks setiap tahunnya. HPV sendiri tidak hanya menyerang wanita saja, akan tetapi pria juga berisiko terinfeksi virus ini.

    Baca Juga: Pria Juga Berisiko Terinfeksi Virus HPV

    HPV sudah menjadi masalah yang sangat serius, tidak hanya untuk wanita tetapi bagi pria juga. Pada wanita, infeksi HPV akan menjadi kanker serviks. Pada Pria, infeksi virus ini menjadi kutil kelamin/Kondiloma akuminata (genital warts). Penularan utamanya 85% melalui hubungan seksual, termasuk melalui oral seks dan anal seks. Penularannya tidak bisa dicegah 100% dengan penggunaan kondom. Hal ini karena penularannya melalui skin to skin contact (melalui gesekan saat hubungan seks).

    Siapa saja yang dapat tertular HPV?

    Pada dasarnya, pria heteroseksual  yang memiliki pasangan seksual lebih dari satu atau pria yang wanitanya memiliki pasangan seksual lebih dari satu dapat tertular HPV.  Selain itu, ada beberapa golongan resiko tinggi tertular HPV, mereka adalah pria gay dan biseksual yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual dan pria yang mengalami kondisi penurunan sistem imunitas tubuh, seperti ditemukan pada infeksi HIV- AIDS.

    Baca Juga: Sebelum Menikah Pria Juga Butuh Ini

    HPV memiliki beberapa jenis tipe dan sebagian di antaranya merupakan penyebab masalah di area genital. HPV tipe 16 dan 18 biasanya akan menimbulkan keluhan dan gejala yang berat berujung kanker penis atau kanker anus, sedangkan tipe 6 dan 11 merupakan tipe yang jinak dan penyebab kutil kelamin. Meskipun jinak, tidak boleh dianggap remeh, loh. Hal ini karena angka kekambuhan yang tinggi. Ada juga dokter yang melaporkan kasus kanker di rongga mulut yang disebabkan oleh HPV. Jadi, virus HPV ini tidak hanya berbahaya terhadap wanita saja tetapi pria pun perlu mewaspadainya.

    Oleh karena itu, kita harus mengubah pandangan dengan pencegahan terhadap HPV karena mencegah lebih baik dari mengobati. Pencegahannya adalah dengan menghindari perilaku risiko seperti berhubungan seksual dengan pasangan lebih dari satu, berhubungan seksual dengan LGBT,  dan yang paling penting adalah vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Menurut rekomendasi dari pusat pengendalian penyakit di Amerika (CDC) vaksinasi HPV  diberikan pada :

    • Semua anak laki-laki usia 11 atau 12 tahun
    • Semua pria hingga usia 21 tahun yang belum menerima vaksinasi ini.
    • Semua pria gay, biseksual dan pasien dengan penurunan imunitas tubuh (infeksi HIV) hingga usia 26 tahun.
    • Vaksin ini aman digunakan sampai dengan usia 26 tahun, akan tetapi paling efektif jika diberikan pada usia yang lebih muda

    Menurut rekomendasi IDAI, vaksin HPV sudah dapat diberikan pada anak berusia 10 tahun. Cara penyuntikannya:

    • Pada anak usia 10-13 tahun dilakukan 2 kali suntikan: 0 dan 6 bulan
    • Pada usia diatas 13 tahun dilakukan 3 kali suntikan: 0, 2, 6 bulan

    Cara pemberian vaksin HPV quadrivalen adalah dengan menyuntikkannya secara intramuskular (IM) lewat otot di bagian lengan kiri atas. Vaksin ini aman, reaksi ringan yang biasa dialami adalah rasa pegal dan sakit yang sifatnya sementara di lokasi penyuntikan.

    Baca Juga: 5 Makanan Penambah Stamina Pria

    FAQ Pria, seks, dan HPV:

    1. Apakah vaksin HPV dapat diberikan pada wanita atau pria diatas 26 tahun?
      Menurut rekomendasi satgas imunisasi dewasa, diutamakan dibawah 26 tahun. Namun, bukan berarti usia di atasnya tidak boleh vaksinasi, ya.
    1. Apakah vaksin HPV dapat diberikan pada pria yang telah terinfeksi HPV?
      Vaksinasi HPV memang lebih baik diberikan sebelum terjadinya infeksi, tapi tetap bermanfaat juga diberikan karena apabila infeksinya yg masuk misalnya adalah tipe HPV 6 atau HPV 11, yang menimbulkan kutil kelamin. Pemberian vaksin HPV quadrivalen dapat mencegah kanker penis dan kanker anus yg disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18.
    1. Apakah bahaya HPV pada laki-laki? padahal risiko kanker rahim ada pada perempuan?
      Memang benar risiko kanker serviks ada pada perempuan, tetapi pada laki-laki HPV dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker penis dan kanker anus. Sehingga, alangkah baiknya bila keduanya di vaksinasi untuk pencegahan HPV.
    1. Pada laki-laki mana yang lebih mudah, mengobati atau mencegah HPV?
      Lebih mudah pencegahan dengan vaksinasi karena bila kutil diobati, kutilnya hilang tapi virusnya seringkali masih ada di dalam darah. Kemudian, sebagai pria kita harus peduli dengan pasangan dengan cara memberikan mereka vaksinasi HPV.
    1. Bila pasangan saya wanita berusia 35 tahun dan sudah pernah kena kutil kelamin,   apakah masih bisa mendapatkan vaksinasi HPV?
      Tentunya, masih dapat diberikan vaksinasi HPV untuk mencegah infeksi HPV penyebab kanker serviks. Namun, jangan lupa untuk tetap melakukan pap smear dulu ya sebelum vaksinasi.
    1. Apabila sedang terkena kutil kelamin dan ingin di vaksinasi HPV apakah harus sembuh dulu kutilnya atau boleh divaksin ketika sedang ada kutilnya?
      Boleh langsung diberikan vaksinasi pada penderita yang sedang terkena kutil kelamin.

    Baca Juga: 6 Khasiat Cengkeh Untuk Pria

    1. Bagaimana Efektivitas vaksin HPV bila baru dilakukan 2x suntik untuk usia diatas 20 thn dan aktif secara seksual? Apakah lebih baik dilanjutkan suntik ke 3?
      Sebaiknya tetap dilakukan 3 x suntik di bulan 0,2 dan 6 dan jadwal lebih baik tidak terlewatkan lebih dari setahun.
    1. Bila sudah melakukan vaksinasi pertama lalu terlewat setahun dan kemudian hamil, apakah tetap divaksinasi?
      Bila hamil, vaksinasi HPV ditunda terlebih dulu kemudian setelah melahirkan baru diberikan vaksinasi HPV lanjutannya.
    1. Apakah kutil kelamin berbahaya hingga menyebabkan kematian, soalnya tadi dikatakan virusnya tetap ada dalam darah?  Kutil kelamin tidak menyebabkan kematian. Namun, kutil kelamin dapat kambuh kembali. Bila berkembang menjadi kanker yang dapat menyebabkan kematian. Sehingga, vaksinasi sangat dianjurkan untuk mencegah ini.

    Untuk vaksinasi HPV ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan  ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut […]

    Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, yang lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan di dunia.1

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?vaksinsi hpv selama pandemi, vaksinasi hpv selama corona

    Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks  di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 15.000 kasus. Indonesia bahkan termasuk negara kedua dengan angka kejadian kanker serviks tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%, dan hampir semuanya wanita. Oleh karena itu, pemberian vaksin sangat penting dan perlu dilakukan.1

    Namun, Bagaimanakah dengan Pemberian Vaksin di Masa Pandemi Corona ini? Apakah Pemberian  Vaksin Aman dan Tetap Harus Dilakukan?

    Semenjak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah mempengaruhi banyak gaya hidup orang-orang di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Angka penderita dan kematian yang terus meningkat setiap harinya dan belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan membuat WHO menerbitkan protokol-protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. WHO juga meminta kepada para pemerintah negara di seluruh dunia untuk tidak berkerumun karena hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus. Hal inilah yang kemudian membuat semua orang menjadi khawatir untuk beraktivitas di luar rumah dan memilih tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu cara paling aman.2

    Karena itulah, banyak orang yang mengurungkan niat ke fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk vaksinasi sehingga angka vaksinasi kian menurun. Program vaksinasi yang telah dicanangkan terganggu. Menurut WHO dan UNICEF, ada 82 negara dengan program vaksinasi yang terganggu, di antaranya termasuk Indonesia.3 Salah satu program vaksinasi yang terganggu itu adalah vaksinasi HPV. Indonesia sendiri mempunyai program penapisan atau skrining vaksinasi, dengan target perempuan di usia 30-50 tahun. Target tersebut kenyataannya belum dapat terpenuhi karena yang ditapis masih kurang dari 8%, jauh di bawah target sebesar 50%, itu pun berdasarkan data dari 2014 hingga 2018.4

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Target yang hendak dicapai itu menjadi berantakan karena datangnya COVID-19. Sebelum wabah, setiap hari, 50 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, sehingga upaya penapisan terus dilakukan. Namun, ketika wabah datang, aktivitas menurun tajam sehingga upaya pemerintah untuk mencegah kanker serviks semakin terhambat. Alasan penurunan itu adalah sangat ketakutannya orang-orang untuk keluar rumah, apalagi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah pasti banyak orang.4

    Padahal, WHO sendiri sudah mengatakan bahwa vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun dewasa, tetap harus dilakukan mengingat penyakit-penyakit memerlukan vaksinasi tersebut bisa datang kapan saja.2 Keterlambatan pemberian vaksin akan menghambat tumbuh-kembang anak dan tingkat kekebalan orang dalam menghadapi virus, termasuk virus HPV, yang pemberiannnya mulai harus dilakukan pada perempuan usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan dini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Supaya vaksinasi HPV tetap berjalan dan dirasa aman tanpa perlu khawatir terhadap ancaman virus Corona, berdasarkan anjuran WHO, pemerintah telah melaksanakan hal-hal berikut agar orang tetap mau vaksinasi, yaitu:2

    • Membatasi jumlah kunjungan ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan
    • Menerapkan jaga jarak saat berada di dalam fasyankes
    • Mengatur jadwal dengan mengadakan janji temu imunisasi
    • Menggabungkan kegiatan imunisasi dengan kegiatan preventif
    • Menggunakan area terbuka apabila memungkinkan jika area dalam sudah dirasa penuh karena jaga jarak, sementara pengunjung yang datang banyak
    • Membuat sesi layanan imunisasi khusus bagi lansia dan orang-orang dengan gangguan kesehatan yang sudah ada seperti darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes.

    Baca Juga: Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?

    Namun, apabila hal-hal di atas masih dirasa kurang meyakinkan karena faktor berkerumun yang menjadi medium menyebarnya virus dengan cepat, terdapat solusi-solusi yang bisa membuat orang yang ingin divaksinasi tidak perlu ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik, alias cukup di rumah saja. Fasilitas ini memanfaatkan teknologi berupa telemedisin yang memungkinkan pasien bisa konsultasi secara daring atau online melalui perangkat-perangkat teknologi yang ada. Tentu saja layanan ini ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19, dan tentunya Sobat dapat mendukung program pemerintah untuk mencegah virus HPV.4

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/wanitasehat/vaksin-kanker-serviks
    2. Tanya Jawab (FAQ) Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/tanya-jawab-imunisasi-dalam-konteks-pandemi-covid-19-16-april 2020.pdf%3Fsfvrsn%3D66813218_2+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id
    3. developer m. WHO dan UNICEF Peringatkan Penurunan Vaksinasi Selama Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://mediaindonesia.com/read/detail/328954-who-dan-unicef-peringatkan-penurunan-vaksinasi-selama-covid-19
    4. Media K. Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/02/092600023/screening-terhenti-karena-covid-19-kematian-kanker-serviks-diduga-naik?page=all
    Read More
  • Mendengar HIV dan HPV bagi masyarakat saat ini bukan hal baru. HPV adalah Human Papilloma Virus.Virus ini menyebabkan tumor epitel kulit serta lapisan mukosa, dan banyak juga yang mengaitkan penyakit tersebut dengan HIV. Sedangkan HPV ialah suatu penyakit menular seksual yang paling sering terjadi di dunia, lebih dari 100 jenis virus HPV dan lebih dari […]

    HIV & HPV, Apakah Keduanya Saling Berkaitan?

    Mendengar HIV dan HPV bagi masyarakat saat ini bukan hal baru. HPV adalah Human Papilloma Virus.Virus ini menyebabkan tumor epitel kulit serta lapisan mukosa, dan banyak juga yang mengaitkan penyakit tersebut dengan HIV. Sedangkan HPV ialah suatu penyakit menular seksual yang paling sering terjadi di dunia, lebih dari 100 jenis virus HPV dan lebih dari 40 diantaranya menginfeksi kelamin.HPV dapat menyebabkan berbagai macam penyakit,dari yang tidak berbahaya hingga yang mematikan tergantung dari kode genetik virus tersebut.

     

    Baca Juga: Apakah Virus HIV Dapat Ditularkan Saat Facial?

    Beberapa contoh penyakit yang ditimbulkan oleh virus ini adalah kutil (Veruka vulgaris), kutil kelamin (Condylomata acuminata), bahkan kanker serviks. Berdasarkan data GLOBOCAN (IARC) tahun 2012,  jumlah kasus kanker serviks di Indonesia sudah mencapai 98.692 kasus, dan kanker serviks merupakan kanker penyebab kematian terbanyak keempat, setelah kanker payudara, kanker paru, dan kanker kolorektal.

    Penyakit kanker leher rahim dan condylomata acuminata yang merupakan varian penyakit yang disebabkan virus HPV sering menjadi topik yang hangat pada kalangan masyarakatdansering dikaitkan dengan orang yang mengidap Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang merupakan suatu kondisi klinis yang diakibatkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV), jadi apakah kedua penyakit tersebut memang berkaitan?

    HPV dan HIV merupakan virus yang berbeda dan menyebabkan penyakit yang berbeda pula, tapi keduanya memiliki korelasi atau berkaitan.HIV adalah virus yang ditularkan melalui cairan tubuh, terutama darah dan virus ini menyebabkan kekebalan tubuh menurun dan akhirnya menyebabkan AIDS. Kekebalan tubuh yang memburuk menyebabkan infeksi lain mudah terjadi, salah satunya adalah infeksi dari Human Papiloma Virus.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Berkaitan dengan penularan virus HIV, terdapat beberapa perilaku berisiko yang dapat meningkatkan risiko penularan terhadap virus ini, seperti menggunakan jarum suntik secara bergantian (banyak dilakukan pada pengguna narkotika), hubungan seksual berisiko seperti hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan, ibu yang terinfeksi HIV ke bayi yang dilahirkannya dan tindakan seperti transfusi darah juga memiliki risiko terhadap penularan virus tersebut.

    Pada penelitian di Zimbabwe yang dipublikasikan pada April 2010, ditemukan bahwa wanita dengan HIV 2 kali lebih mudah terinfeksi HPV daripada wanita yang tidak terinfeksi HIV.Sama halnya dengan Zimbabwe, sebuah penelitian di Zaria, Nigeria Utara, menemukan bahwa insiden infeksi HPV yang tinggi pada penderita HIV khususnya yang sudah mengalami kondisi AIDS, dalam penelitian tersebut disebutkan penderita HIV, 18 kali lebih rentan terhadap infeksi virus HPV.

    Setelah memasuki tubuh manusia, virus ini akan melekat pada salah satu jenis sel dari sistem pertahanan tubuh kita dan mengganggu koordinasi dari sistem pertahanan tubuh. Tiga tahun setelah proses infeksi, sebagian pasien HIV mengalami AIDS. Setelah 10 tahun, 50% pasien HIV mengalami AIDS dan setelah 13 tahun, hampir semua orang dengan HIV menunjukkan gejala AIDS, yaitu kondisi dimana sistem pertahanan tubuh sudah menurunakibat virus HIV sehingga banyak penyakit dapat dengan mudah menginfeksi.

    Sehubungan dengan kondisi AIDS yang sudah disampaikan di atas, perilaku seksual yang berisiko juga meningkatkan risiko terhadap infeksi HPV karena virus HPV tersebut dapat menular melalui hubungan seksual. Gambaran klinis umum yang ditunjukkan akan sangat bervariasi tergantung dari jenis penyakit yang ditimbulkan, misal pada kutil kelamin, dapat terlihat kutil yang tersebar atau membentuk bunga kol di area kelamin, dan juga sering bervariasi, tidak nyeri tapi dapat terasa gatal dan mudah berdarah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa infeksi HIV erat kaitannya dengan infeksi HPV.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS

    Nah, itulah ulasan seputar keterkaitan HIV dan HPV yang bisa Sobat pahami.  Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Jika Sobat masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Gearhart P. Human Papillomavirus (HPV) [Internet]. Medscape. 2018 [cited 19 November 2018]. Available from: emedicine.medscape.com/article/219110-overview
    2. Bennett, N. (2018).HIV Infections and AIDS. [online] Medscape. Available at: emedicine.medscape.com/article/211316-overview [Accessed 19 Nov. 2018].
    3. Sudoyo A, Djauzi S, Djoerban Z. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Jilid 3). 4th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2006.
    4. Averbach S, Gravitt P, Nowak R, Celentano D, Dunbar M, Morrison C et al. The association between cervical human papillomavirus infection and HIV acquisition among women in Zimbabwe. AIDS. 2010;24(7):1035-1042.
    5. Ogoina D, Musa B, Onyemelukwe G. Human papilloma virus (HPV) infection is associated with HIV-1 infection and AIDS in HIV-infected adult patients from Zaria, Northern Nigeria. Pan African Medical Journal. 2013;15.

     

    Read More
  • Kejadian kanker serviks di Indonesia bukan lagi hal yang asing di telinga kita. Tak sedikit pula public figure yang terkena penyakit ini. Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker kedua yangsering terjadi pada wanita setelah kanker payudara. Kejadian kanker serviks dinyatakan dapat meningkat hingga 80% pada tahun 2020 apabila tidak dilakukan program pencegahan yang […]

    Infeksi HPV, Penyebab Utama Kutil Hingga Kanker

    Kejadian kanker serviks di Indonesia bukan lagi hal yang asing di telinga kita. Tak sedikit pula public figure yang terkena penyakit ini. Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker kedua yangsering terjadi pada wanita setelah kanker payudara. Kejadian kanker serviks dinyatakan dapat meningkat hingga 80% pada tahun 2020 apabila tidak dilakukan program pencegahan yang intens. Wanita usia 50 tahun ke atas dinyatakan memiliki risiko terbanyak terhadap terjadinya kanker serviks. Human pappilomavirus, atau lebih dikenal dengan HPV, menjadi penyebab utama dari terjadinya kanker pada leher rahim.

    infeksi hpv

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Diketahui sebelumnya bahwa HPV memiliki banyak sekali jenisnya yang berperan terhadap infeksi pada jaringan kulit dan mukosa manusia, seperti pada leher rahim, vagina, anus, penis, orofaring, dan kulit, yang dikenal pada awalnya sebagai infeksi HPV. HPV tipe 16 dan 18 yang sangat terkait erat terhadap terjadinya kanker leher rahim dan vagina.Sekitar 50% kanker serviks disebabkan oleh HPV tipe 16. Sedangkan, infeksi HPV tipe 1 & 2 biasanya gejalanya akan terdapat pada kulit yang ditandai seperti kutil dengan permukaan yang kasar, biasanya dinamakan sebagai veruka.Infeksi HPV tersering lainnya, selain yang telah disebutkan diatas adalah mengenai rongga mulut dan kulit, yang ditandai dengan munculnya tonjolan-tonjolan yang tidak rata dan lunak, biasanya disebut sebagai kondiloma akuminata. Jadi, jangan sampai salah pengertian, Sobat! Infeksi HPV ini bisa menimbulkan gejala yang bermacam-macam tergantung tipe HPV yang menginfeksi.

    Sebelum menjadi sebuah kanker, biasanya HPV didahului dengan menginfeksi jaringan-jaringan kulit dan mukosa. Di sini jaringan mukosa yang paling banyak terkena adalah bagian organ reproduksi wanita, terutama serviks dan vagina.  Tidak dipungkiri bahwa infeksi HPV juga dapat terjadi pada pria walaupun angka kejadiannya sangat rendah, dan apabila terjadi pada pria biasanya infeksi HPV dapat berkembang menjadi sel kanker pada daerah penis. Penularan dari infeksi HPV ini sendiri terutama terjadi melalui hubungan seksual dan dapat dimulai sejak usia 20 tahun.

    Pada orang-orang yang seringkali bergonta-ganti pasangan, maupun yang melakukan hubungan seksual sejak usia muda, serta melakukan seks oral membuat risiko terjadinya infeksi HPV ini meningkat. Bahaya dari infeksi HPV ini adalah pada umumnya infeksi HPV tidak memberikan gejala apapun, sehingga biasanya tidak terdeteksi dan tidak tertangani, dan akibat dari infeksi yang menetap ini adalah dapat menyebabkan perubahan sel pada jaringan yang terkena hingga menjadi suatu sel yang bersifat ganas, biasanya kita kenal dengan kanker. Lamanya waktu yang diperkirakan pada perubahan sel ini adalah selama 7 tahun. Infeksi HPVdiperkirakan terjadi sebanyak 25% pada wanita usia 20-26 tahun dan sekitar 60-80% berkembang menjadi kanker serviks dan vagina.

    Sejak tahun 2006, sudah tersedia 2 jenis vaksin HPV yang berisikan partikel dari virus HPV tipe 16 dan 18, dan telah dinyatakan terbukti dalam mencegah terjadinya keganasan dari leher rahim dan vagina. Perlindungan yang diberikan melalui vaksin ini dapat efektif selama 8-10 tahun. Vaksin HPV  dapat diberikan sejak usia 9 tahun, tapi lebih direkomendasikan untuk usia 12 tahun ke atas. Vaksin HPV ini lebih efektif bagi wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya, tapiapabila sudah melakukan hubungan seksual, vaksin tetap boleh diberikan hanya efektivitas vaksin menjadi lebih berkurang. Vaksin HPV diberikan sebanyak 3 dosis, dimana dosis pertama dapat diberikan sejak usia 9 tahun, dosis kedua diikuti 2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis terakhir dapat diberikan 6 bulan setelah dosis pertama. Sampai saat ini, tidak ditemukan adanya efek samping yang bermakna dari pemberian vaksin HPV tersebut.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Selain dari vaksin HPV, pencegahan lainnya yang dapat dilakukan yaitu dengan pemeriksaan secara berkala, dan apabila didapati adanya suatu lesi pada daerah sekitar vagina dan serviks, segera dilakukan pemeriksaan spesifik terhadap lesi tersebut. Deteksi dini terhadap kanker serviks dan vagina juga dapat dilakukan pada fasilitas kesehatan primer, yaitu puskesmas. Perlu diperhatikan juga Sobat, bahwa vaksin HPV hanya digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi HPV, terutama HPV tipe 16 & 18, tapi tidak dapat digunakan untuk mengobati apabila sudah terinfeksi. Maka, apabila muncul lesi baru maupun tonjolan seperti kutil pada rongga mulut, serta organ reproduksi seperti penis, vagina, leher rahim, maupun organ reproduksi sekitarnya, segera periksa ke dokter agar tidak terlambat ditangani.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    Nah, itulah ulasan seputar infeksi HPV. Sobat Sehat pun bisa melakukan vaksinasi HPV di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Lippiatt J, Powell N, Tristram A. Non-cervical human papillomavirus-related disease. The Obstetrician & Gynaecologist. 2013;15:221-6.
    2. Valentino K, Poronsky CB. Human papillomavirus infection and vaccination. Journal of Pediatric Nursing. 2016;31(2):155-66.
    3. Petry KU. HPV and cervical cancer. Scandinavian Journal of Clinical and Laboratory Investigation. 2014;74(244):59-62.
    4. Department of Health and Human Services: Vaccine Information Statement. Human Papillomavirus Vaccine. Centers for Disease Control and Prevention. 2011.
    5. Johnson HC, Lafferty E, Eggo RM, Louie K, Soldan K, Waller J, Edmunds WJ. Effect of HPV vaccination and cervical cancer screening in England by ethnicity : a modelling study. Lancet Public Health.2018;3:44-51.
    6. Tsu V, Jeronimo J. Saving the World’s Women from Cervical Cancer. The New England Journal of Medicine. 2016;374(26):2509-11.

     

     

    Read More
  • Mempunyai tinggi badan ideal merupakan dambaan setiap orang termasuk Sobat Sehat juga, kan? Ya, dengan tinggi badan yang pas ditambah juga dengan berat badan yang ideal akan membuat Sobat terlihat sempurna di mata semua orang termasuk juga lawan jenis. Dengan tinggi badan yang pas tentunya akan memudahkan Sobat melakukan banyak aktivitas, terutama yang berhubungan dengan […]

    Hal yang Memengaruhi dan Tips Mendapatkan Tinggi Badan Ideal

    Mempunyai tinggi badan ideal merupakan dambaan setiap orang termasuk Sobat Sehat juga, kan? Ya, dengan tinggi badan yang pas ditambah juga dengan berat badan yang ideal akan membuat Sobat terlihat sempurna di mata semua orang termasuk juga lawan jenis. Dengan tinggi badan yang pas tentunya akan memudahkan Sobat melakukan banyak aktivitas, terutama yang berhubungan dengan pengambilan barang yang tidak bisa dijangkau oleh orang yang bertubuh pendek. Selain itu, tinggi badan yang seperti itu juga tentu memudahkan Sobat dalam berjalan kaki dan berolahraga karena akan lebih cepat mencapai tujuan serta meraih kemenangan, sehingga tinggi badan yang tepat juga mempengaruhi Sobat dalam berkarier. Berdasarkan sebuah riset orang yang memiliki tinggi badan yang bagus mempunyai penghasilan 20 kali lebih banyak daripada yang bertubuh pendek. Untuk kesehatan, tinggi badan yang pas juga membuat tubuh terhindar dari penyakit-penyakit kardiovaskular seperti jantung.

    tinggi badan ideal, tinggi badan pas

    Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan

    Orang Indonesia sendiri mempunyai tinggi badan ideal di kisaran 168 cm untuk pria dan 159 cm untuk wanita, yang tentu lebih kecil dibandingkan dengan tinggi orang-orang Eropa dan Afrika, yang bahkan bisa mencapai 2 meter lebih. Tinggi badan ini biasanya akan tumbuh hingga seseorang mencapai usia 18 tahun. Tapi Sobat Sehat harus tahu juga bahwa ada beberapa faktor yang dapat menentukan tinggi badan seseorang. Apa saja itu? 

    Hal yang Memengaruhi Tinggi Badan Ideal

    DNA

    DNA atau faktor genetik merupakan hal utama yang dapat mempengaruhi tinggi badan seseorang. Para ilmuwan telah menyepakati bahwa DNA bertanggung jawab terhadap 80% tinggi badan seseorang. Hal ini berdasarkan identifikasi yang dilakukan oleh para ilmuwan terhadap lebih dari 700 gen berbeda yang menentukan tinggi badan. Beberapa dari gen ini mempengaruhi pelat pertumbuhan (growth plate) dan yang lainnya memengaruhi produksi hormon pertumbuhan. Kisaran tinggi badan normal berbeda untuk orang dari latar belakang etnis yang berbeda, dan ini ditentukan oleh DNA masing-masing. Beberapa kondisi genetik juga dapat mempengaruhi tinggi badan orang dewasa, seperti Sindrom Down dan Sindrom Marfan.

    Hormon

    Hal kedua adalah hormon yang diproduksi tubuh untuk menginstruksikan pelat pertumbuhan atau lempeng epifisis untuk membuat tulang baru, dan termasuk di dalamnya adalah hormon pertumbuhan. Hormon ini dibuat di kelenjar pituitari dan merupakan hormon terpenting untuk pertumbuhan. Beberapa kondisi kesehatan juga dapat membatasi jumlah hormon pertumbuhan yang diproduksi tubuh, dan ini dapat memengaruhi tinggi badan. Anak-anak dengan kondisi genetik langka atau defisiensi hormon pertumbuhan bawaan akan tumbuh jauh lebih lambat jika dibandingkan dengan anak-anak lain. Selain itu, hormon tiroid dan hormon seks yang sangat penting selama masa pubertas juga dapat memengaruhi pertumbuhan tinggi badan. 

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Kelamin

    Hal terakhir yang menentukan seberapa tinggi badan seseorang adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara umum, pria cenderung lebih tinggi daripada wanita dan mereka juga dapat terus tumbuh lebih lama. Rata-rata pria dewasa lebih tinggi 14 cm daripada wanita dewasa. Di Amerika Serikat, rata-rata pria memiliki tinggi 175,2 cm dan rata-rata wanita memiliki tinggi 161,5 cm.

    Tapi, di luar faktor-faktor tersebut, sebenarnya ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan untuk dapat membantu Sobat Sehat dalam meninggikan badan. Yuk, mari simak beberapa tips untuk dapat menambah tinggi badan ideal berikut ini!

    Tips Menambah Tinggi Badan Ideal

    Mengonsumsi Makanan yang Bernutrisi dan Menyehatkan

    Tips pertama adalah konsumsilah makanan-makanan yang bernutrisi dan menyehatkan sebab makanan-makanan ini akan sangat berperan penting dalam menjaga pertumbuhan dan perkembangan tubuh Sobat. Pilihlah makanan seperti sayur-sayuran, buah-buahan, protein, karbohidrat, susu, daging tanpa lemak, kacang-kacangan yang dapat menjaga nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi vitamin D sebagai nutrisi yang membantu merangsang pertumbuhan tulang dan otot. Jadi, hindarilah makanan yang tidak mengandung nutrisi sama sekali seperti makanan instan dan makanan dengan pemanis buatan.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Adult

    Berjalan di Luar Saat Hari Cerah

    Tips kedua adalah berjalanlah di luar rumah saat hari sedang cerah supaya Sobat bisa mendapatkan vitamin D yang cukup secara langsung dari sinar matahari. Namun, dengan catatan, tingkat ultraviolet B dari matahari tidak terlalu rendah misalnya pada saat dibawah jam 10 pagi. Tips ini tentunya mudah sobat lakukan. Selain itu, keuntungan lainnya adalah Sobat bisa membakar lemak dengan berjalan kaki. 

    Produk Terkait: Jual Now Vitamin D3

    Istirahat yang Cukup

    Jika Sobat benar-benar ingin mendapatkan tinggi badan yang ideal, beristirahatlah dengan cukup, jangan bergadang. Istirahat yang cukup dapat secara efektif membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh secara keseluruhan. Sewaktu istirahat, tubuh akan menghasilkan hormon pertumbuhan di kelenjar hipofisis. Hormon ini membantu dalam pertumbuhan otot dan tulang untuk membuat tubuh jadi lebih tinggi. Selain itu, posisi sewaktu tidur juga berperan loh. Untuk hasil yang terbaik, berbaringlah secara telentang tanpa bantal.

    Perbaiki Postur Tubuh

    Postur tubuh yang baik juga akan menghasilkan tinggi badan yang baik. Sayangnya, banyak orang yang mengabaikan hal ini dan justru cenderung lebih sering membungkuk, terutama ketika duduk untuk waktu yang lama. Hal seperti ini menyebabkan tulang belakang menekuk dan membuat badan menjadi lebih pendek. Karena itu, belajarlah mempertahankan postur tubuh dengan tegak dan lurus sehingga proses meninggikan badan akan lancar.

    Pertahankan Berat Badan Ideal

    Tinggi badan yang diinginkan juga harus selaras dengan berat badan yang Sobat Sehat punya. Sebab, berat badan yang berlebihan atau obesitas malah akan berdampak buruk pada pertumbuhan tinggi badan. Karena itu, pertahankanlah berat badan ideal dengan menjalani diet seimbang dan olahraga teratur. Hindari makanan yang mengandung gula berlebihan, lemak trans, dan lemak jenuh.

    Baca Juga: 10 Daftar Makanan Rendah Kalori yang Bantu Turunkan BB

    Hindari Faktor Penghambat Tinggi Badan

    Tinggi badan yang diharapkan dapat terhambat apabila Sobat dalam prosesnya mengonsumsi obat-obatan dan alkohol, mengonsumsi minuman berkafein tinggi, atau merokok sejak usia muda. Pilihlah makanan dan minuman yang bernutrisi, dan bukan yang malnutrisi. 

    Olahraga dan Latihan Tubuh

    Tips terakhir adalah olahraga dan melakukan latihan tubuh. Hal ini sangat penting untuk perkembangan kesehatan dan kesejahteraan secara umum. Jenis olahraga yang dapat membantu meninggikan badan dengan cepat antara lain basket, voli, serta renang. Selain olahraga, lakukanlah beberapa latihan khusus supaya tulang belakang dapat memanjang yang Sobat bisa lakukan di rumah atau pusat kebugaran.

    Baca Juga: 5 Jenis Olahraga yang Cocok untuk Generasi Milenial

    Nah, itulah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tinggi badan dan tips agar Sobat Sehat bisa mendapatkan tinggi badan ideal. Semoga artikel ini cukup membantu dan bermanfaat. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih dalam mengenai tinggi badan yang diinginkan dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. 7 Tips untuk Meningkatkan Tinggi Badan, Simak Cara agar Membuat Perawakan Menjadi Lebih Tinggi – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2020 [cited 14 October 2020]. Available from: https://m.tribunnews.com/kesehatan/2019/12/14/7-tips-untuk-meningkatkan-tinggi-badan-simak-cara-agar-membuat-perawakan-menjadi-lebih-tinggi?page=all
    2. Pendek vs tinggi, mana yang lebih menguntungkan? – BBC News Indonesia [Internet]. BBC News Indonesia. 2020 [cited 14 October 2020]. Available from: https://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2015/11/151119_vert_fut_tinggi_badan
    3. Andriani R. Tinggi Badan Mempengaruhi Karir Seseorang [Internet]. Tempo. 2020 [cited 14 October 2020]. Available from: https://cantik.tempo.co/read/842651/tinggi-badan-mempengaruhi-karir-seseorang
    4. Times I. Berapa Tinggi Badan Ideal Orang Dewasa Indonesia? Ini Kata Ahli [Internet]. IDN Times. 2020 [cited 14 October 2020]. Available from: https://www.idntimes.com/health/fitness/viktor-yudha/tinggi-badan-ideal-orang-dewasa/
    5. Media K. 3 Faktor yang Memengaruhi Tinggi Badan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 14 October 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/10/12/180200568/3-faktor-yang-memengaruhi-tinggi-badan?page=all
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja