Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 31–40 of 1030 results

  • Dalam beberapa tahun ini, pemerintah memang menerapkan berbagai vaksin untuk mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Nah, berbicara soal vaksin, maka Sobat mungkin jarang mendengar vaksin PCV. Seberapa penting dan gunanya apa? karena yang umum dibicarakan hanya vaksin rubella, campak atau vaksin dasar layaknya BCG, polio dan juga DPT. Yuk, mari kita […]

    8 Alasan Anak Perlu Disuntik Vaksin PCV

    Dalam beberapa tahun ini, pemerintah memang menerapkan berbagai vaksin untuk mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri.

    Nah, berbicara soal vaksin, maka Sobat mungkin jarang mendengar vaksin PCV. Seberapa penting dan gunanya apa? karena yang umum dibicarakan hanya vaksin rubella, campak atau vaksin dasar layaknya BCG, polio dan juga DPT. Yuk, mari kita bahas mengenai vaksin PCV.

    Baca Juga: Apa Saja Fungsi Vaksin PCV?

    Pengertian Vaksin PCV

    Penyakit pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Pneumokokus atau biasa disebut juga Streptococcus pneumoniae.

    Bakteri ini masuk kategori yang berbahaya karena cepat masuk kedalam sirkulasi darah dan tentunya merusak selaput otak, sehingga menyebabkan meningitis atau radang selaput otak. Pneumokokus adalah bakteri, sama menakutkan seperti halnya virus.

    Vaksin PCV dibuat untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri tersebut dengan cara memasukkan vaksin ke dalam imun tubuh, mengingat bakteri ini mudah sekali menyerang dan sangat cepat maka diatasi dengan membekali imun dengan antivirusnya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi PC-13 ke Rumah untuk Dewasa

    Penelitian menjelaskan bahwa beberapa anak dan bayi yang usianya masih dibawah 2 tahun bisa menjad pembawa bakteri aktif dan masuk ke dalam saluran pernafasan mereka, setelah itu bisa menularkan ke manusia lainnya baik ke anak-anak kembali atau ke orang dewasa. Sehingga disimpulkan bahwa bayi atau anak yang berusia 0 bulan hingga 2 tahun berisiko tinggi terkena Pneumonia.

    Pemberian imunisasi PCV

    Setelah membahas mengenai pengertian dan fungsi, selanjutnya adalah aturan pemberian vaksin yang bisa Sobat pelajari, meskipun nantinya akan diarahkan oleh dokter anak ataupun dokter yang ada di puskesmas. Aturannya yaitu :

    • <6 bulan: vaksin dapat diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak 2 bulan, dan penguat (booster) pada usia 12-15 bulan.
    • 6-12 bulan: vaksin dapat diberikan sebanyak 2 kali, dan penguat (booster) pada usia 12-15 bulan.
    • 12-24 bulan: diberikan dasar 2 kali, tidak perlu penguat (booster).
    • >24 bulan: diberikan hanya 1 kali.

    Jika Sobat sudah tahu mengenai aturannya, berikut ini penjelasan dua jenis vaksin pneumokokus yang digunakan di Indonesia. Vaksin ini diberikan berdasarkan keamanan untuk anak serta kemungkinan bakteri tersebut menyebar di Indonesia.

    • Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV 13) berisi 13 serotype Vaksin PCV ini aman dan dapat diberikan kepada bayi sejak usia 2 bulan bersamaan dengan vaksin BCG namun hanya harinya saja yang berbeda.
    • Pneumococcal Polysaccharide Vaccine (PCV 23) berisi 23 serotype Vaksin ini aman diberikan pada anak usia lebih dari 2 tahun.

    Lalu, bagaimana jika anak Sobat memiliki jadwal lain dalam imunisasi? tenang saja, adanya vaksin PCV tidak mengganti atau menghapus jadwal imunisasi lainya.

    Sahabat tetap bisa konsultasi dan mengatakan pada dokter bahwa ingin melakukan imunisasi tambahan PCV sehingga dokter bisa membuat rentang kartunya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi PCV ke rumah untuk Anak

    8 Alasan Mengapa Anak Perlu Vaksin PCV

    Meskipun bukan vaksin yang dipromosikan pemerintah dan wajib, tetapi banyak orang tua bertanya apakah PCV ini wajib dan dibutuhkan. Berikut ini 8 alasan mengapa anak perlu di vaksin PCV. Apa saja ?

    1. Menghindari Wabah

    Pertama tentu saja mengurangi wabah yang bisa terjadi di Indonesia. Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Pneumokokus merupakan bakteri yang bisa menyebar hanya melalui bersin, cairan dan juga udara. Jelas jika ada yang terjangkit maka kemungkinan akan bertambah pasien lainnya menjadi lebih tinggi.

    2. Mencegah Kematian

    Kita tidak akan pernah tahu bagaimana dan kapan Pneumokokus ini menyerang. Sebagai orang awam bahkan kita tidak pernah tahu bentuk penyakit dan bakterinya seperti apa. Hal seperti ini menjelaskan bahwa vaksin berperan sebagai pencegah kematian karena pneumokokus ini bisa menyebabkan radang selaput otak sampai permasalahan pernafasan yang bisa menyebabkan gagal nafas bahkan pada anak sekalipun.

    3. Mencegah Kecacatan

    Selanjutnya, vaksin PCV dapat mencegah kecacatan yang terjadi pada anak atau bayi. Meskipun beberapa kasus pneumokokus menyebabkan pasien langsung meninggal bahkan tidak memiliki kesempatan hidup lama.

    Namun, beberapa kasus lagi meninggalkan masalah bagi bayi atau anak yaitu gangguan pada perkembangannya. Mereka harus tumbuh dalam bayang-bayang kecacatan.

    Jelas bagi sebagian orang tua hal ini sulit diatasi dan tentu saja membebani mereka baik fisik maupun mental. Tidak ada yang ingin anaknya berubah menjadi cacat khususnya karena bakteri yang tidak diketahui kapan dan dimana menyerangnya.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi di Masa Pandemi Covid-19?

    4. Infeksi Mendadak

    Sobat tidak pernah tahu bahwa pneumokokus ternyata berada di lingkungan sekitar Sobat, bakteri ini menyerang secara mendadak dan menakutkan. Hal tersebut juga berlaku bagi petugas medis, mereka harus melewati serangkaian tes untuk memastikan apakah anak terkena penyakit PCV atau tidak.

    5. Mudah Menular

    Sama seperti menghindari wabah, PCV ini mudah menular bahkan yang bukan anak-anak sekalipun bisa langsung tertular. Mereka yang melakukan kontak fisik jelas akan mendapatkan efek sampingnya, meskipun masing-masing imun tubuh orang berbeda-beda.

    6. Komplikasi yang menakutkan

    Bakteri pneumokokus dapat menyebabkan komplikasi yang bisa memberikan masalah lain yang nantinya. Seperti halnya komplikasi pada organ lainnya yang justru memperparah kondisi anak-anak yang terserang PCV.

    Mereka harus berjuang melawan penyakit yang sulit untuk dilawan hanya karena tidak melakukan vaksinasi. Komplikasi pneumokokus yang paling sering adalah radang selaput otak (meningitis) dan menyebarnya bakteri ke dalam darah (bakteremia).

    7. Anak Bebas dan terlindungi

    Anak yang sudah diberikan vaksin PCV jelas lebih bebas melakukan berbagai hal dan bisa bermain kemana dan dimana saja.

    Termasuk ke luar negeri sebagai tempat yang kurang tahu kebersihan dan juga kondisi lingkungannya. Jika sudah vaksin tidak perlu khawatir lagi bukan?

    8. Merugikan fisik dan Mental

    Fisik dan mental merupakan hal yang paling terkuras baik dari sisi anak maupun orang tua. Sobat harus mengurus mereka yang terkena penyakit PCV dan mengeluarkan banyak biaya serta tenaga. Tentu kita tahu kesehatan mahal harganya bukan?

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Sudah jelas, kan kenapa kita harus memberikan anak vaksin PCV. Pencegahan akan lebih baik dibandingkan dengan pengobatan. Segera lakukan vaksinasi PCV di layanan kesehatan setampat atau juga bisa dengan memesan layanan di Prosehat yang bisa datang ke rumah. Layanan ini mempunyai keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Berpuasa merupakan kewajiban dari seorang muslim. Bahkan, di tengan pandemi Covid-19 sekalipun, umat muslim tetap diwajibkan berpuasa. Apalagi bagi yang masih dalam keadaan sehat. Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa Di Indonesia, ibadah puasa di tengah pandemi Covid-19 sudah memasuki kali kedua. Namun, Sahabat Sehat tetap harus mengikuti beberapa […]

    Tips Berpuasa di Tengah Pandemi yang Perlu Sahabat Ketahui

    Berpuasa merupakan kewajiban dari seorang muslim. Bahkan, di tengan pandemi Covid-19 sekalipun, umat muslim tetap diwajibkan berpuasa. Apalagi bagi yang masih dalam keadaan sehat.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Di Indonesia, ibadah puasa di tengah pandemi Covid-19 sudah memasuki kali kedua. Namun, Sahabat Sehat tetap harus mengikuti beberapa tips berpuasa di tengah pandemi. Berikut tips berpuasa di tengah pandemi Covid-19:

    Menjaga Asupan Makan

    Agar kondisi tubuh tetap prima, maka Sahabat Sehat dianjurkan untuk menjaga asupan makanan selama bulan puasa. Karena hal pertama yang paling penting dalam berpuasa adalah menjaga asupan makan yang bergizi.

    Agar Sahabat Sehat tetap prima, Sahabat Sehat bisa mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, dengan komposisi karbohidrat, protein, lemak dan mineral yang cukup.

    Makan yang kaya karbohidrat sebagai sumber kalori, contohnya seperti nasi, roti, umbi-umbian, dan sebagainya. Kemudian juga Sahabat Sehat bisa mengonsumsi telur, ikan, dan daging bagi sumber protein hewani, serta kacang-kacangan sebagai protein nabati yang berguna untuk membentuk imunitas dan pembentukan jaringan tubuh lainnya.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Sahabat Sehat juga wajib mengonsumsi mineral, seperti sayur dan buah-buahan yang kaya nutrisi dan antioksidan. Mengonsumsi lemak baik juga diperlukan, seperti yang terkandung dalam zaitun dan ikan salmon.

    Lemak baik diketahui bisa mengurangi peradangan di dalam tubuh. Peradangan tersebut dapat menghambat kinerja sistem imun.

    Oleh karena itu, konsumsi lemak baik seperti zaitun dan ikan salmon bisa menjaga daya tahan tubuh Sahabat Sehat selama menjalankan ibadah puasa.

    Asupan nutrisi saat sahur dan berbuka puasa harus seimbang dan diperhatikan. Kebutuhan zat gizi harian rata-rata adalah 50% dari karbohidrat, 30% dari lemak, dan 15 % dari protein.

    Tetap Berolahraga

    Biasanya puasa di bulan Ramadan dijadikan alasan untuk tidak berolahraga. Padahal sebenarnya, olahraga berguna untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.

    Bahkan, sejumlah pakar juga mengatakan, bulan puasa adalah momen yang paling tepat untuk meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari.

    Waktu terbaik untuk berolahraga sendiri adalah 30 sampai 60 menit sebelum berbuka puasa, dan 60 menit setelah berbuka puasa, yang berguna untuk mempermudah rehidrasi.

    Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

    Jika ingin berolahraga, sebaiknya Sahabat Sehat memilih olahraga yang ringan. Contoh olahraga ringan seperti berjalan kaki atau senam kecil di rumah.

    Minum Air Putih yang Cukup

    Biasanya saat berbuka puasa, banyak orang cenderung mengonsumsi minuman yang manis sehingga lupa minum air putih. Padahal, air putih sangat dibutuhkan bagi tubuh agar terhindar dari dehidrasi saat menjalani puasa di siang hari.

    Idealnya, minum air putih adalah sebanyak 8 sampai 10 gelas dalam sehari. Sahabat Sehat bisa melakukannya saat berbuka puasa, setelah berbuka puasa, menjelang tarawih, setelah tarawih, sebelum tidur, setelah bangun untuk sahur, saat makan sahur, dan setelah makan sahur.

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Untuk menyiasati kebutuhan air perharinya juga bisa dengan pola 2 gelas air saat sahur, 2 gelas air saat berbuka puasa, dan 4 gelas air di malam hari.

    Hindari Makan dan Minum yang Manis

    Sahabat Sehat tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang manis secara berlebihan di saat bulan puasa.

    Karena mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan bisa menyebabkan obesitas dan meningkatkan risiko terserang penyakit lainnya, seperti diabetes dan jantung.

    Sahabat Sehat disarankan mengurangi makanan dan minuman manis, bukan tidak sama sekali menyentuh makanan dan minuman manis. Dan satu hal lagi yang perlu diketahui, makanan dan minuman manis dapat juga melemahkan imun tubuh.

    Tidur Cukup

    Kurang tidur bisa menyebabkan gangguan imunitas tubuh dan juga meningkatkan risiko penyakit. Maka dari itu, Sahabat Sehat diharapkan bisa memenuhi waktu tidur, minimal 7 jam dalam semalam demi kesehatan tubuh.

    Konsumsi Suplemen

    Mengonsumsi suplemen sangatlah penting, apalagi di tengah bulan puasa seperti ini. Dengan mengonsumsi suplemen, kinerja sistem imun akan terjaga.  Suplemen multivitamin yang bisa dikonsumsi saat bulan Ramadhan bisa berupa Vitamin C, Vitamin B kompleks, Vitamin E, kalsium, dan zat besi.

    Suplemen seperti Vitamin C, Vitamin D, dan zat besi telah terbukti menjaga sistem imun dan daya tahan tubuh manusia. Sahabat Sehat bisa mengonsultasikan ke dokter, terkait suplemen yang bisa dikonsumsi.

    Produk Terkait: Jual Suplemen

    Dan yang paling penting dari semua itu adalah Sahabat Sehat harus tetap menjaga pola hidup yang sehat dan teratur, sehingga imun tetap terjaga dan Covid-19 tidak berani menyerang tubuh Sahabat Sehat.

    Tetap Beraktivitas

    Puasa bukan berarti dijadikan alasan untuk bermalas-malasan dan tidak melakukan aktivitas. Sahabat Sehat tetap harus melakukan aktivitas seperti biasa.

    Hal tersebut bisa dilakukan dengan olahraga, bekerja, mengerjakan berbagai pekerjaan rumah, atau aktivitas lainnya. Dengan mengerjakan dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa, membuat Sahabat Sehat semakin bersemangat dalam menjalani hari-hari di tengah puasa dan pandemi Covid-19.

    Menjaga Protokol Kesehatan

    Di masa pandemi Covid-19, Sahabat Sehat tentunya memiliki tugas tambahan, yaitu menjaga kesehatan diri selama berpuasa. Meskipun saat berpuasa tubuh lemas, namun Sahabat Sehat tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes).

    Bahkan, saat Sahabat Sehat datang atau menghadiri acara buka bersama, pastikan Sahabat Sehat dalam kondisi sehat dan pastikan menerapkan prokes yang ketat.

    Seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan lainnya. Hal tersebut berguna untuk menjaga diri sendiri agar tidak mudah terpapar atau tertular Covid-19.

    Menjaga Kondisi Mental

    Dalam kondisi pandemi Covid-19, diharapkan Sahabat Sehat tetap bisa menjaga kesehatan mental. Dan mulai menerima keadaan di masa sekarang. Sahabat Sehat bisa serahkan semua yang terjadi kepada Tuhan, karena sebenarnya apa yang telah terjadi memang yang telah dikehendaki oleh Tuhan.

    Nah, Sahabat Sehat bisa menerapkan tips berpuasa di tengah pandemi Covid-19. Semoga Sahabat Sehat bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar, walaupun di tengah pandemi Covid-19, ya!

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Ini Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa

    Ingin konsultasi kesehatan mengenai puasa? Yuk, manfaatkan segera Chat Dokter 24 jam di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Persiapan dan Tips Berpuasa Saat Pandemi [Internet] com. 2021 [cited 29 April 2021] Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/22/200500365/persiapan-dan-tips-berpuasa-saat-pandemi?page=all
    2. 4 Tips Sehat Berpuasa di Tengah Pandemi Covid-19 [Internet]com [cited 29 April 2021] Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210413101541-255-629133/4-tips-sehat-berpuasa-di-tengah-pandemi-covid-19
    3. Puasa Ramadan Saat Pandemi COVID-19, Ini Tips dari Satgas untuk Perkuat Imunitas. [Internet] com [cited 29 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4527506/puasa-ramadan-saat-pandemi-covid-19-ini-tips-dari-satgas-untuk-perkuat-imunitas
    4. 7 Cara Menjaga Imunitas Tubuh Saat Puasa Selama Pandemi. [Internet]tv [cited 29 April 2021]. Available from: https://www.kompas.tv/article/164825/7-cara-menjaga-imunitas-tubuh-saat-puasa-selama-pandemi
    Read More
  • Berpuasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim. Namun, terdapat beberapa kriteria orang yang boleh atau diizinkan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil. Baca Juga: 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi Ibu hamil boleh atau diizinkan tidak berpuasa karena dinilai ketika dalam kondisi tersebut, janin di dalam kandungannya membutuhkan banyak […]

    Tips Berpuasa Bagi Ibu Hamil Seperti Apa?

    Berpuasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim. Namun, terdapat beberapa kriteria orang yang boleh atau diizinkan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil.

    tips berpuasa bagi ibu hamil

    Baca Juga: 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi

    Ibu hamil boleh atau diizinkan tidak berpuasa karena dinilai ketika dalam kondisi tersebut, janin di dalam kandungannya membutuhkan banyak nutrisi.

    Namun, apabila ibu hamil ingin tetap berpuasa, terdapat tips berpuasa bagi ibu hamil, sebagai berikut:

    Konsultasi ke Dokter

    Jika Sahabat Sehat yang sedang hamil ingin tetap berpuasa, sebaiknya harus mendiskusikan dulu dengan bidan atau dokter, terkait kondisi yang memungkinkan atau tidak untuk berpuasa.

    Selain itu, ibu hamil juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan, yang berguna untuk mengidentifikasi potensi komplikasi yang mungkin terjadi saat berpuasa. Dengan menemui bidan atau dokter, ibu hamil bisa mendapatkan masukan atau nasehat agar kesehatan bayi tetap terjaga selama ibu hamil berpuasa.

    Menjaga Cairan Tubuh

    Sampai saat ini, belum terdapat penelitian mengenai perbedaan kondisi bayi yang lahir dari ibu berpuasa dan ibu yang tidak berpuasa selama bulan Ramadan.

    Meskipun begitu, puasa sendiri tetap dapat meningkatkan risiko dehidrasi, apalagi bulan Ramadan bertepatan dengan musim panas. Hal tersebut bisa mempengaruhi fungsi ginjal dan jumlah cairan di sekitar bayi.

    Maka dari itu, tips berpuasa bagi ibu hamil salah satunya adalah dengan tetap menjaga cairan tubuh. WHO tidak merekomendasikan minuman yang bisa memicu urine berlebih. Contohnya seperti kopi, teh, maupun minuman bersoda. Ibu hamil harus ingat bahwa selama kehamilan jumlah cairan yang dibutuhkan tubuhnya bisa bertambah.

    Selain minum banyak cairan, Sahabat Sehat bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan air yang tinggi, seperti buah-buahan, sayuran, sup, dan lain-lain.

    Makanan tersebut bisa dijadikan menu sahur dan berbuka puasa. Saat ibu hamil berpuasa juga jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan asin, terutama di waktu sahur atau pagi hari, hal tersebut bisa membuat ibu hamil menjadi mudah haus.

    Penuhi Kebutuhan Nutrisi

    Tips berpuasa bagi ibu hamil selanjutnya adalah dengan tetap menjaga kebutuhan nutrisi. Menjaga kebutuhan nutrisi bukan berarti harus makan dalam jumlah yang banyak, namun diutamakan memiliki gizi dan nutrisi yang cukup.

    Nutrisi yang harus terpenuhi bagi ibu hamil saat berpuasa, seperti zat besi yang bisa dikonsumsi melalui daging merah dan sayuran hijau.

    Kemudian kalsium, pada trimester tiga, biasanya pertumbuhan tulang bayi sangatlah cepat, sehingga kebutuhan kalsium ibu hamil juga ikut meningkat.

    Ibu hamil harus mencukupi kebutuhan kalsiumnya sebesar 1.200 mg per hari. Kalsium sendiri bisa didapat dengan mengonsumsi susu, yogurt, keju, ikan beserta dengan tulangnya (ikan teri dan sarden), dan sayuran hijau.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

    Saat ibu hamil berpuasa juga harus mendapat nutrisi asam lemak dan kolin, yang diperlukan dalam perkembangan otak dan sistem saraf janin. Makanan yang memiliki sumber asam lemak dan kolin antara lain, salmon, tuna, sarden, dan telur yang kaya akan omega-3.

    Selain itu, nutrisi yang dibutuhkan selanjutnya adalah seng, kebutuhan seng yang terpenuhi bisa mencegah ibu hamil melahirkan bayi yang prematur. Sumber mineral seng bisa Sahabat Sehat dapat dari daging merah, seafood, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

    Ibu hamil juga bisa memilih menu sahur yang ideal dengan mengonsumsi tiga butir kurma, agar kadar gula tetap normal atau pisang yang membuat perut kenyang lebih lama.

    Selain itu, susu juga direkomendasikan dikonsumsi, karena mengandung vitamin dan mineral. Hindari makanan yang tinggi lemak, karena makanan yang tinggi lemak tidak mengandung nutrisi yang cukup untuk kebutuhan yang ibu hamil dan bayinya. Terlalu banyak makan makanan yang berlemak juga bisa menyebabkan kita terkena sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.

    Konsumsi Air Putih Lebih Banyak

    Konsumsi air putih lebih banyak juga merupakan salah satu tips berpuasa bagi ibu hamil. Bahkan, minum air putih tidak hanya dibutuhkan bagi ibu hamil saja, namun semua orang.

    Karena dehidrasi bukanlah kondisi yang baik bagi metabolisme tubuh manusia. Selain itu, jika ibu hamil kekurangan air putih, perkembangan janin pun akan terhambat nantinya.

    Ibu hamil harus tetap memenuhi asupan cairan minimal 2 liter per hari atau yang setara dengan delapan gelas air putih per hari. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari dehidrasi selama ibu hamil berpuasa. Hal tersebut dapat disiasati dengan konsumsi air putih yang banyak saat sahur. 

    Jangan Lupa Sahur

    Biasanya banyak orang malas untuk makan sahur, karena masih mengantuk. Namun, salah satu tips berpuasa bagi ibu hamil adalah tidak melewatkan sahur. Karena sahur sangat penting dilakukan yang bisa menjadi sumber energi di siang hari atau saat berpuasa.

    Dengan ibu hamil makan yang cukup saat sahur, bisa menyempurnakan kebutuhan energi hariannya selama berpuasa.

    Serta juga bisa membantu mencegah perasaan lapar dan haus di siang hari saat berpuasa. Selain itu, apabila tidak melewatkan sahur bisa mencegah Sahabat Sehat dari sakit kepala, pusing, sembelit, lemas, dan mudah mengantuk.

    Jangan Lakukan Aktivitas Fisik Berat

    Selama berpuasa, ibu hamil sebaiknya menghindari melakukan kegiatan yang menguras tenaga. Melakukan aktivitas fisik yang berat bisa membuat tubuh ibu hamil menjadi lemas dan memicu stres.

    Tips berpuasa bagi ibu hamil yang satu ini sangatlah penting, apalagi jika Sahabat Sehat merupakan seorang wanita karir. Coba bicarakan dengan atasan mengenai pengelolaan waktu pekerjaan selama Bulan Ramadan.

    Jika Sahabat Sehat sudah mulai atau merasa lelah, segeralah minum yang banyak cairan sudah berbuka puasa. Hal tersebut bisa mengembalikan kondisi tubuh ibu hamil menjadi seperti semula.

    Hindari Kafein

    Meskipun tidak berpuasa sekalipun, ibu hamil sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung tinggi kafein, seperti teh, kopi, dan cokelat.

    Karena konsumsi teh dan kopi bisa menyebabkan gangguan penyerapan zat besi dalam tubuh. Apabila ingin meminumnya, batasi konsumsi kafein dengan tidak lebih dari 200mg per hari atau setara dengan dua cangkir kopi instan.

    Baca Juga: 10 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil

    Nah, Sahabat Sehat sudah tahu ‘kan tips berpuasa bagi ibu hamil. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya, bagi Sahabat Sehat, terlebih lagi di saat bulan Ramadan seperti ini. Semoga Sahabat Sehat diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa, ya!

    Produk Terkait: Jual Kebutuhan Ibu Hamil

    Ingin konsultasi kehamilan saat berpuasa? Yuk, manfaatkan segera Chat Dokter 24 Jam di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Tips Puasa bagi Ibu atau Wanita Hamil [Internet].kompas.com. 2021 [cited 29 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/17/170000165/tips-puasa-bagi-ibu-atau-wanita-hamil?page=all
    2. 8 Tips Puasa untuk Ibu Hamil agar Kandungan Tetap Aman [Internet]. Cnnindonesia.com. 2020 [cited 29 April 2021].Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200423183643-255-496720/8-tips-puasa-untuk-ibu-hamil-agar-kandungan-tetap-aman
    3. 5 Tips Puasa Bagi Ibu Hamil Tua, Aman Bagi Ibu dan Bayi [Internet]. Liputan6.com. 2021 [cited 29 April 2021].Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4242549/5-tips-puasa-bagi-ibu-hamil-tua-aman-bagi-ibu-dan-bayi

     

    Read More
  • Lebaran sebentar lagi datang. Ini untuk kedua kalinya Lebaran di masa pandemi Covid-19 sehingga untuk mengurangi penyebaran virus corona, pemerintah telah menganjurkan masyarakat untuk melakukan social distancing dan lebaran di rumah saja secara virtual. Meskipun demikian, ada sebagian masyarakat yang tetap ingin silaturahmi secara langsung dengan bepergian ke rumah saudara. Tanpa disadari, hal tersebut membuat kita […]

    Lindungi Diri dan Keluarga, Lakukan 9 Langkah Ini Setibanya di Rumah Setelah Silaturahmi Lebaran

    Lebaran sebentar lagi datang. Ini untuk kedua kalinya Lebaran di masa pandemi Covid-19 sehingga untuk mengurangi penyebaran virus corona, pemerintah telah menganjurkan masyarakat untuk melakukan social distancing dan lebaran di rumah saja secara virtual.

    Meskipun demikian, ada sebagian masyarakat yang tetap ingin silaturahmi secara langsung dengan bepergian ke rumah saudara. Tanpa disadari, hal tersebut membuat kita telah melakukan kontak dengan orang maupun benda yang telah terpapar virus corona.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Oleh karena itu, berikut adalah beberapa langkah penting yang harus dilakukan Sahabat setibanya di rumah setelah bepergian:

    1. Buka sepatu di pintu sebelum memasuki rumah

    Saat Sahabat tiba di depan pintu rumah, lepaskan sepatu dan letakkan di luar rumah. Virus corona dapat bertahan selama tujuh jam hingga beberapa hari di permukaan benda, termasuk permukaan sepatu.

    2. Semprotkan desinfektan pada barang yang dibawa

    Virus corona dapat diinaktivasi dengan menggunakan desinfektan yang mengandung 80% ethanol4. Oleh karena itu, Sobat perlu menyemprotkan desinfektan pada barang bawaan seperti tas hingga barang-barang yang sering disentuh seperti kunci kendaraan, dompet, dan handphone.

    3. Buang semua benda yang tak dibutuhkan

    Sebelum masuk ke dalam rumah, Sobat dianjurkan untuk membuang barang-barang yang tak dibutuhkan, termasuk barang-barang habis pakai seperti masker dan tisu.

    Baca Juga: Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker?

    4. Masuk rumah langsung cuci tangan dan kaki dengan sabun

    Setelah melakukan tiga tahap di atas, Sobat dapat masuk ke dalam rumah dan langsung mencuci tangan dan kaki dengan sabun. WHO menganjurkan untuk mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh dengan sabun atau desinfektan berbasis alkohol untuk membunuh virus yang mungkin Sobat dapatkan selama beraktivitas di luar.

    5. Buka pakaian dan langsung tempatkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci

    Virus corona dapat menyebar dan menempel pada permukaan apapun, termasuk pakaian. Alangkah baiknya untuk segera berganti pakaian dan memasukkannya ke dalam mesin cuci sehingga pakaian kotor dari luar rumah tidak bercampur dengan pakaian bersih.

    6. Jangan menyentuh apapun

    Saat Sahabat masuk ke dalam rumah, Sobat harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh barang-barang di dalam rumah untuk mencegah penyebaran virus yang mungkin Sobat bawa dari luar.

    7. Jangan langsung beristirahat

    Sampai di rumah bukan berarti Sobat dapat langsung bersantai ria di sofa, rebahan di tempat tidur, dan makan snack di meja makan. Prioritaskan kebersihan diri sebelum beristirahat selepas beraktivitas dirumah. Usahakan menjaga tempat istirahat dan makan seperti sofa, kamar tidur, dan meja makan tetap higienis.

    8. Langsung mandi pakai sabun

    Selepas beraktivitas di luar, Sobat dianjurkan untuk mandi dan membersihkan diri menggunakan sabun. Sobat juga dapat menambahkan desinfektan ke dalam bak mandi untuk membunuh virus yang mungkin menempel di tangan, kaki, dan wajah.

    9. Baru menyapa keluarga

    Setelah melakukan semua tahap di atas, Sobat dapat menyapa keluarga. Perlu diingat, bahwa orangtua dan anak-anak lebih rentan terkena virus corona6. Oleh karena itu, Sobat perlu memastikan kebersihan diri sebelum berkumpul dengan keluarga.

    Baca Juga: Waspada Terinfeksi Corona Tanpa Gejala

    Demikian langkah-langkah yang perlu dilakukan setelah beraktivitas di luar rumah. Jika memungkinkan, utamakan social distancing dan lebaran di rumah saja untuk menghindari keramaian.

    Sering mencuci tangan dengan sabun atau desinfektan berbasis alkohol akan membantu Sahabat melindungi diri dan orang sekitar dari penyebaran virus corona. Terlebih lagi, utamakan kesehatan keluarga dengan membersihkan diri terlebih dahulu sehabis beraktivitas di luar rumah.

    Nah, itulah protokol kesehatan sehabis bepergian saat Lebaran untuk  silaturahmi supaya Sahabat tetap terlindungi dari Covid-19. Apabila Sahat memerlukan informasi lanjut mengenai corona dan tes-tesnya, serta juga ingin konsultasi dokter 24 jam silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Cascella, M., Rajnik, M., Cuomo, A., Dulebohn, S., & Di Napoli, R. (2020). Features, Evaluation and Treatment Coronavirus (COVID-19). Florida: StatPearls Publishing.
    2. (2020). Study suggests new coronavirus may remain on surfaces for days. National Institute Of Health. Retrieved from https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/study-suggests-new-coronavirus-may-remain-surfaces-days
    3. (2020). New Coronavirus Stable for Hours on Surfaces. National Institutes Of Health. Retrieved from https://www.nih.gov/news-events/news-releases/new-coronavirus-stable-hours-surfaces
    4. Rabenau, H., Kampf, G., Cinatl, J., & Doerr, H. (2005). Efficacy of various disinfectants against SARS coronavirus. Journal Of Hospital Infection61(2), 107-111. doi: 10.1016/j.jhin.2004.12.023
    5. Advice for public. (2020). Retrieved 27 March 2020, from https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    6. Zhang, S., Tuo, J., Huang, X., Zhu, X., Zhang, D., & Zhou, K. et al. (2018). Epidemiology characteristics of human coronaviruses in patients with respiratory infection symptoms and phylogenetic analysis of HCoV-OC43 during 2010-2015 in Guangzhou. PLOS ONE13(1), e0191789. doi: 10.1371/journal.pone.0191789
    Read More
  • Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama […]

    Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis – Jenis Vaksin

    Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia.

    Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama anak-anak. Terdapat beberapa jenis vaksin yang dikenal di Indonesia, di antaranya adalah sebagai berikut:

    1. Vaksin BCG

    Vaksin BCG biasanya diberikan ketika bayi baru lahir hingga berusia 2 bulan dan hanya diberikan satu kali saja. Vaksin BCG ini mempunyai manfaat melindungi tubuh dari serangan tuberkulosis.

    Vaksin BCG merupakan vaksin yang mengandung Mycobacterium bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin), strain Paris. Biasanya pemberian vaksin BCG ini akan menimbulkan bekas luka parut pada bagian yang disuntik.

    Produk Terkait:  Imunisasi BCG ke Rumah

    2. Vaksin oral polio

    Polio adalah penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada penderitanya. Vaksin oral polio diberikan pada anak usia 0, 2, 3, dan 4 bulan secara oral atau diteteskan langsung ke dalam mulut masing-masing sebanyak 2 tetes. Vaksin polio merupakan cairan berwarna kuning kemerahan dalam botol kaca kecil.

    Produk Terkait: Imunisasi Polio ke Rumah

    3. Vaksin campak

    Anak-anak yang rentan terkena campak wajib mendapatkan perlindungan dari vaksin campak. Campak dapat menyebabkan demam yang tinggi hingga kerusakan pada otak. Dengan memberikan vaksin campak pada usia 9 bulan maka Sobat akan melindungi anak dari serangan penyakit campak.

    Baca Juga: Gejala Campak yang Dapat Ibu Kenali dan Cara Mencegahnya

    Vaksin campak berisi virus campak strain CAM 70 yang tidak kurang dari CCID 50 (Cell Culture Infective doses 50) yang telah dilemahkan dan dikemas dalam botol kaca steril dan hanya bisa digunakan dengan campuran larutan campak yang terpisah. Vaksin campak diberikan dengan melarutkan 0.05 ml vaksin dengan pelarutnya dan disuntikkan langsung pada anak.

    4. Vaksin hepatitis B rekombinan

    Hepatitis B merupakan penyakit yang berbahaya yang menyerang hati. Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa sehingga bagi orang dewasa yang terkena hepatitis B harus diberikan vaksin hepatitis B.

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B rekombinan mengandung antigen virus hepatitis B, HBs Ag yang telah melewati beberapa  rekayasa DNA. Pemberian vaksin hepatitis B yang dilakukan pada anak-anak di bawah 10 tahun diberikan dengan dosis 0.5 ml, sedangkan yang berusia lebih dari 10 tahun diberikan sebanyak 1 ml. Pemberian vaksin dilakukan pada saat lahir, usia 2,3,4 bulan.

    5. Vaksin DTP

    Vaksin DTP biasanya diberikan sebanyak 3 kali pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan dengan dosis 0.5 ml. Vaksin DTP terdiri dari Toksoid difteri murni, Toksoid tetanus murni, dan B. pertusis yang dilemahkan. Vaksin DTP berfungsi untuk melindungi anak dari pertusis atau batuk rejan, tetanus, dan difteri.

    6. Vaksin jerap DT

    Vaksin jerap DT berfungsi untuk melindungi anak-anak dari serangan difteri dan tetanus secara simultan. Vaksin jerap DT memiliki kandungan Toksoid difteri murni 20 Lf pada tiap 0.5 ml. Vaksin ini diberikan pada anak Sekolah Dasar usia 5 hingga kurang 7 tahun, terutama pada anak yang mengalami alergi terhadap komponen pertusis pada vaksin DTP.

    7. Vaksin DTP-HB

    Vaksin ini berfungsi untuk perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit difteri, tetanus, pertusis, dan hepatitis B. Vaksin DTP-HB diberikan sebanyak 3 kali pada anak usia 2, 3, dan 4 bulan. Namun, pemberian ini dilakukan setelah anak mendapatkan vaksin hepatitis B ketika lahir.

    8. Vaksin TT

    Vaksin TT adalah vaksin yang berisikan kandungan toksoid tetanus murni 10 Lf dalam 0.5 ml. Vaksin TT berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit tetanus dan neonatal tetanus yang menyerang bayi baru lahir, maka dari itu vaksin ini diberikan pada wanita dalam usia subur atau sedang hamil.

    Vaksin TT diberikan  pada ibu hamil sebanyak 5 kali, dimana tiap dosis terdiri dari 0.5 ml vaksin dengan jeda 4-6 minggu pada pemberian pertama dan kedua, sedangkan pemberian ketiga diberikan pada 6 bulan berikutnya, TT 4 diberikan setahun setelah TT 3 dan begitu juga TT 5 diberikan setahun setelah TT4.

     9. Vaksin MMR

    Vaksin MMR adalah vaksin yang berisikan virus gondong, campak, dan rubella yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali pada saat anak berusia 15-18 bulan dan 6 tahun. Rubella adalah penyakit yang membuat anak mengalami demam tinggi, ruam pada wajah dan leher, hingga munculnya pembengkakan pada kelenjar.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Vaksin MMR Dilakukan?

    10. Vaksin HPV

    Vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali dan dapat dimulai pada usia 11 atau 12 tahun setelah anak mengalami menstruasi pertama.

    Vaksin HPV kedua diberikan dengan rentang waktu 1 hingga 2 bulan setelah pemberian vaksin pertama dan pemberian ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama. Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan virus HPV atau Human Papiloma Virus yang menyebabkan kanker serviks.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV ke Rumah

    11. Vaksin HiB

    Vaksin HiB berisi Haemophilus Influenza Tipe B yang telah dilemahkan dan berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit radang selaput otak atau meningitis. Vaksin ini diberikan pada anak mulai usia 2,3, dan 4 bulan dan penguatan diberikan pada usia 15-18 bulan.

    Baca Juga: Vaksinasi Hib Haemophilus Influenza Tipe B

    12. Vaksin PCV

    Vaksin PCV adalah vaksin yang berfungsi untuk melindungi anak dari serangan pneumokokus. Vaksin PCV diberikan pada anak di bawah 1 tahun pada usia 2,4,6 bulan dan penguatan pada usia 12-15 bulan. Tapi jika anak belum mendapatkan vaksin ini diatas usia 2 tahun, maka dapat diberikan 1 kali.

    13. Vaksin rotavirus

    Vaksin rotavirus diberikan pada anak berusia 6-14 pada penyuntikan pertama dan suntikan kedua 4 minggu setelahnya. Pemberian vaksin rotavirus berguna untuk mencegah anak terkena diare parah akibat rotavirus yang biasanya terjadi pada musim pancaroba.

     14. Vaksin varicella

    Vaksin varicella adalah vaksin yang berisikan virus varicella zooster yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan pada anak berusia 1 tahun ke atas dan berfungsi untuk melindungi anak dari cacar air.

    Produk Terkait: Vaksinasi Varicella ke Rumah

    Itulah beberapa jenis vaksin yang perlu Anda ketahui. Pemerintah telah mewajibkan pemberian beberapa vaksin penting di atas pada masyarakat secara gratis sehingga anak-anak bisa mendapatkan perlindungan penuh dari penyakit yang berbahaya.

    Demikianlah artikel tentang vaksin yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan semoga pemerintah semakin mendukung untuk pemberian vaksin lainnya secara gratis agar seluruh masyarakat Indonesia terlindungi. Selain itu semua jenis vaksin di atas juga tersedia di Prosehat loh.

    Jadi buat kamu yang ingin imunisasi ke rumah, Prosehat bisa jadi pilihan tepatmu. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Pandemi COVID-19 selama beberapa bulan terakhir membuat masyarakat banyak berdiam diri di rumah. Berbagai cara telah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, salah satunya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Namun, kegiatan belajar-mengajar di rumah juga membuat anak menjadi jenuh […]

    7 Tips Orang tua Dampingi Anak yang Bosan & Stres Belajar di Rumah

    Pandemi COVID-19 selama beberapa bulan terakhir membuat masyarakat banyak berdiam diri di rumah. Berbagai cara telah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, salah satunya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah.

    Namun, kegiatan belajar-mengajar di rumah juga membuat anak menjadi jenuh dan stres. Oleh karena itu, peran Sobat sebagai orang tua sangatlah penting dalam proses belajar dan mengajar anak di rumah.

    Berikut adalah 7 panduan bagi orang tua dalam mendampingi anak yang bosan dan stres belajar di rumah:

    1. Mengatur jadwal belajar anak

    Selama pandemi, perubahan runitinas juga membuat anak stres. Jadwal anak untuk tidur, makan, bermain dan belajar juga harus tetap dipertahankan selama proses belajar di rumah.

    Rutinitas harian yang baik akan membuat anak mendapatkan waktu tidur ideal selama 8-9 jam sehari, sehingga anak berada dalam kondisi prima untuk belajar. Pengaturan jadwal yang baik dapat membuat anak tetap produktif selama menjalani physical distancing.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    2. Memilih lokasi belajar yang nyaman

    Lokasi belajar yang nyaman memungkinkan anak untuk belajar dengan penuh konsentrasi. Hindari belajar di atas tempat tidur, karena akan berakibat buruk pada tulang belakang, penglihatan dan membuat anak mengantuk.2

    Oleh karena itu, saat belajar, pilihlah tempat dimana anak bisa duduk dengan postur tubuh yang baik dan belajar dengan nyaman dan fokus, contohnya meja belajar. Selain itu, jauhkan gangguan seperti suara TV, mainan, dan handphone dari anak selama jam belajar.

    3. Membangun suasana belajar yang positif dan menyenangkan

    Selama belajar di rumah, orang tua harus siap berperan sebagai guru di rumah. Jika tidak didampingi, anak akan mudah merasa bosan dan tidak semangat belajar.

    Oleh karena itu, orang tua didorong untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui lagu, peragaan, diskusi dan soal-soal latihan yang mendorong anak antusias belajar.

    Baca Juga: 10 Tips Persiapan Hari Pertama Sekolah Anak

    4. Bersabar

    Bukan hanya anak yang belajar di rumah, orang tua pun harus belajar menahan emosi dan bersabar selama mendampingi anak belajar. Mungkin anak akan bertanya berkali-kali mengenai pelajaran yang tidak dipahami.

    Namun, perlu diingat bahwa kemampuan anak berbeda-beda dan mereka tetap membutuhkan tuntunan orang tua dalam belajar. Orang tua sebaiknya tetap tenang dan sabar karena antusias mengajar akan membuat anak juga semangat untuk belajar.

    5. Berkomunikasi dengan guru

    Bagaimanapun juga, guru di sekolah tetap menjadi sosok yang telah mendampingi anak dalam belajar. Bahkan guru juga tahu kebiasaan anak saat belajar dan hal-hal yang membuat mereka semangat belajar. Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan guru mengenai hal ini.3

    Ceritakan kesulitan Sobat dalam mendampingi anak belajar dan tanyakan apakah sang guru memiliki tips untuk mengatasinya. Komunikasi guru dan orang tua adalah yang penting demi kelangsungan proses belajar-mengajar di rumah selama pandemi COVID-19.

    6. Beri motivasi kepada anak

    Memberi motivasi kepada anak untuk belajar merupakan hal yang harus dilakukan orang tua, terutama saat belajar di rumah. Penelitian telah membuktikan bahwa dorongan dan motivasi dari orang tua berpegaruh besar dalam menstimulasi anak untuk belajar.4 Motivasi dapat diberikan dalam bentuk pujian, kalimat pembangun semangat, snack, hadiah, dan aktivitas seru lainnya.

    7. Sediakan waktu untuk bersenang-senang

    Sama seperti di sekolah, anak mendapatkan waktu istirahat disela-sela pelajaran. Oleh karena itu, berikan waktu bagi anak untuk beristirahat. Menyusun puzzle merupakan salah satu kegiatan seru dan mengasah otak untuk dilakukan bersama anak selama waktu istirahat.

    Selama istrirahat, orang tua dapat mengajak anak untuk stretching badan dan juga mengadakan permainan yang mendorong anak untuk melakukan aktivitas fisik seperti bermain petak umpet, lompat tali, dan lain-lain.5

    Baca Juga: Mencegah Bahaya Hepatitis A pada Anak

    Nah, itulah  7 tips untuk mendampingi anak yang bosan dan stres belajar dirumah. Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Chaput, J., Dutil, C., & Sampasa-Kanyinga, H. (2018). Sleeping hours: what is the ideal number and how does age impact this?. Nature And Science Of SleepVolume 10, 421-430. doi: 10.2147/nss.s163071
    2. Is Studying in Bed Bad For Your Grades? Pros and Cons of Studying in Bed – studyplaces.com. (2020). Retrieved 8 May 2020, from https://studyplaces.com/is-studying-in-bed-bad-for-your-grades-pros-and-cons-of-studying-in-bed/
    3. Building Parent-Teacher Relationships. (2020). Retrieved 9 May 2020, from https://www.readingrockets.org/article/building-parent-teacher-relationships
    4. Xia, T., Gu, H., & Li, W. (2019). Effect of Parents’ Encouragement on Reading Motivation: The Mediating Effect of Reading Self-Concept and the Moderating Effect of Gender. Frontiers in psychology10, 609. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2019.00609
    5. Egger, F., Benzing, V., Conzelmann, A., & Schmidt, M. (2019). Boost your brain, while having a break! The effects of long-term cognitively engaging physical activity breaks on children’s executive functions and academic achievement. PloS one14(3), e0212482. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0212482
    Read More
  • Bekerja adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan. Saat seseorang memutuskan untuk bekerja berarti ia sudah siap dengan berbagai risiko yang akan dihadapi. Bekerja berdasarkan hobi adalah suatu keuntungan karena pekerjaannya akan terasa ringan dan bekerja tidak berdasarkan hobi awalnya akan terasa berat tetapi jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab semua […]

    8 Cara Mengatasi Stres Kerja yang Perlu Kamu Lakukan

    Bekerja adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan. Saat seseorang memutuskan untuk bekerja berarti ia sudah siap dengan berbagai risiko yang akan dihadapi.

    Bekerja berdasarkan hobi adalah suatu keuntungan karena pekerjaannya akan terasa ringan dan bekerja tidak berdasarkan hobi awalnya akan terasa berat tetapi jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab semua hal itu akan hilang.

    stress kerja

    Baca Juga: Berikut Ini 4 Tips untuk Mengatasi Stres

    Dunia kerja adalah dunia yang sangat penuh dengan tekanan maka tidak heran banyak orang yang mengalami rasa frustasi karena tekanan tinggi saat kerja.

    Ada beberapa hal yang umumnya menjadi penyebab seseorang mengalami stres dengan pekerjaan di antaranya bertambahnya tanggung jawab tapi gaji tidak naik, persaingan dengan rekan kerja, dan tekanan dari atasan yang begitu besar.

    Setiap masalah pasti ada solusi untuk mengatasinya, begitupun masalah pekerjaan pasti ada jalan keluar untuk mengatasinya.

    Berikut ini adalah 8 Cara untuk mengatasi Stres kerja:

    1. Luangkan waktu untuk liburan

    Liburan bisa menjadi salah satu solusi untuk menghilangkan rasa stres karena bekerja, karena tekanan dalam bekerja dapat membuat kita lupa akan hal yang lebih menyenangkan seperti liburan ke tempat-tempat yang memiliki tingkat keindahan. Contohnya, Pantai Kuta di Bali dan Pantai Santolo.

    2. Luangkan waktu bersama keluarga

    Salah satu cara menghilangkan masalah yang ada di pikiran adalah dengan meluangkan waktu dengan keluarga. Kumpul bersama keluarga menjadi hal penting karena rasa lelah dan putus asa saat kerja akan hilang saat melihat senyum dari anak dan istri. Ketika berkumpul dengan keluarga pasti banyak momen yang dapat membuat kita lupa akan semua masalah pekerjaan.

    3. Mendengarkan musik

    Saat rasa stres kerja melanda tentu pekerjaanpun akan banyak terabaikan. Pemikiran yang selalu tertuju pada satu masalah membuat pikiran tidak henti-hentinya memikirkan masalah itu.

    Mendengarkan musik bisa menjadi solusi untuk melupakan semua masalah pekerjaan yang melanda pikiran. Rileks dan santai dapat dibentuk dengan cara mendengarkan musik yang miliki irama santai seperti musik yang bergenre dangdut dan reggae.

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    4. Curhat kepada rekan kerja

    Meluapkan semua masalah yang ada dipikiran dan menceritakannya kepada teman kerja sangatlah baik untuk mengatasi stres kerja. Rekan kerja tentunya akan miliki berbagai solusi dan akan memberikan masukan-masukan terbaiknya guna terhidar dan keluar dari masalah yang sedang dihadapi.

    5. Buat ruang kerja yang berbeda

    Saat stres kerja menghampiri buatlah suasana baru di ruang kerja contohnya dengan merubah posisi monitor dan mengubah posisi tempat duduk. Perubahan tatanan tempat kerja tentunya dapat memberikan semangat baru dan sedikit melupakan masalah yang sedang dihadapi.

    6. Jangan menunda pekerjaan

    Saat pikiran sedang dipenuhi oleh masalah pekerjaan, salurkanlah semua keluh kesal kedalam hal yang positif salah satunya adalah dengan secepatnya menyelesaikan pekerjaan. Jangan sampai masalah yang ada membuat kinerja dalam bekerja menjadi menurun terus jadi pemikiran tanpa ujung. Jadikan motivasi positif untuk terus melakukan hal terbaik untuk kedepannya.

    7. Melakukan hobi

    Melakukan rutinitas yang menjadi hobi tentunya sangat penting untuk menghilangkan stres dalam bekerja, beberapa hobi yang umumnya dilakukan seperti main bola, bulu tangkis, berenang dan bermain games di ponsel. Selain dapat melupakan masalah yang ada di kepala, melakukan hobi juga akan membuat suasana hati menjadi gembira dan senang.

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona, Justru Turunkan Imun Tubuh

    Itulah beberapa cara untuk mengatasi stres saat kerja. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan referensi terbaik bagi para pekerja yang mengalami kejenuhan kerja. Apabila Sobat menginginkan informasi lebih lanjut mngenai solusi menangani stres saat bekerja dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:
    cermati.com/artikel/atasi-stres-kamu-ditempat-kerja-dengan-cara-ini
    glints.com/id/lowongan/cara-mengatasi-stres-kerja/

    Read More
  • Apakah penderita hipertensi diperbolehkan berpuasa? Jawabannya tentu saja bisa. Namun, untuk menjalankan ibadah puasa tentunya ada beberapa hal yang harus Sahabat Sehat perhatikan mengingat hipertensi adalah salah satu jenis penyakit kronis. Baca Juga: Sahabat, Yuk, Simak Tips Puasa Bagi Penderita Penyakit Kronis Sahabat Sehat, mari simak beberapa tips berikut agar penderita hipertensi dapat berpuasa dengan […]

    Trik Berpuasa Bagi Penderita Hipertensi Seperti Apa?

    Apakah penderita hipertensi diperbolehkan berpuasa? Jawabannya tentu saja bisa. Namun, untuk menjalankan ibadah puasa tentunya ada beberapa hal yang harus Sahabat Sehat perhatikan mengingat hipertensi adalah salah satu jenis penyakit kronis.

    trik berpuasa bagi penderita hipertensi

    Baca Juga: Sahabat, Yuk, Simak Tips Puasa Bagi Penderita Penyakit Kronis

    Sahabat Sehat, mari simak beberapa tips berikut agar penderita hipertensi dapat berpuasa dengan lancar.

    Kontrol Tekanan Darah

    Sebelum mulai berpuasa, ada baiknya Sahabat Sehat yang menderita hipertensi berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai cara yang tepat untuk berpuasa. Rutin memeriksa tekanan darah agar terkontrol dengan baik. Tekanan darah yang diukur nantinya dapat dijadikan sebagai acuan untuk menentukan boleh atau tidaknya berpuasa.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Menu Makanan Sehat untuk Sahur dan Berbuka Puasa

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita hipertensi, tentu harus memperhatikan menu makanan saat sahur dan berbuka puasa.

    Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan air putih. Hindari makanan yang digoreng dan batasi asupan makanan kemasan karena mengandung garam dalam jumlah yang cukup tinggi. Makanan bersantan juga sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah.

    Baca Juga: Menu Buka Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

    Sahabat Sehat sebaiknya menghindari minum kopi dan teh saat sahur dan berbuka, karena keduanya turut berperan dalam meningkatkan tekanan darah.

    Rutin Berolahraga

    Selama berpuasa, Sahabat Sehat yang menderita hipertensi tetap diperbolehkan berolahraga untuk menghindari resiko penyakit jantung dan stroke. Pilih jenis olahraga yang ringan seperti berjalan kaki dan bersepeda. Lakukanlah selama minimal 30 menit dalam sehari.

    Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa trik berpuasa yang bisa Sahabat lakukan selama berpuasa. Sahabat Sehat ingin informasi lebih lengkap mengenai hipertensi?

    Yuk, konsultasikan segera dengan para dokter online 24 jam di Prosehat. Hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. Tips Puasa Sehat untuk Penderita Hipertensi, Perbanyak Sayur dan Cek Tensi Rutin Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/20/164500365/tips-puasa-sehat-untuk-penderita-hipertensi-perbanyak-sayur-dan-cek-tensi?page=all> [Accessed 30 April 2021].
    2. com. 2021. Tips Berpuasa Bagi Penderita Hipertensi – Tribunnews.com. [online] Available at: <https://www.tribunnews.com/tribunners/2017/06/05/tips-berpuasa-bagi-penderita-hipertensi> [Accessed 30 April 2021]

     

     

    Read More
  • Apakah bayi Anda terserang diare? Wah, bisa jadi bayi Anda terinfeksi rotavirus. Rotavirus merupakan virus famili Reoviridae yang masuk dan menginfeksi saluran pencernaan. Baca Juga: Kondisi Kelebihan Lemak Pada Feses dan Cara Mengatasinya Penyebaran virus melalui kontak dengan makanan, air, tangan, dan permukaan objek yang tekontaminasi. Virus ini menyebabkan diare berat, di mana pada bayi dan […]

    Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Apakah bayi Anda terserang diare? Wah, bisa jadi bayi Anda terinfeksi rotavirus. Rotavirus merupakan virus famili Reoviridae yang masuk dan menginfeksi saluran pencernaan.

    Baca Juga: Kondisi Kelebihan Lemak Pada Feses dan Cara Mengatasinya

    Penyebaran virus melalui kontak dengan makanan, air, tangan, dan permukaan objek yang tekontaminasi. Virus ini menyebabkan diare berat, di mana pada bayi dan anak dapat berbahaya karena bisa berakibat dehidrasi berat yang berujung kematian.  

    Setelah terpapar rotavirus, biasanya gejala akan muncul setelah 2 hari kemudian. Gejala muncul berupa demam, muntah, nyeri perut,  dan diare cair yang dapat menyebabkan dehidrasi berat.

    Gejala-gejala tersebut berlangsung selama 3-8 hari. Oleh sebab itu sangat penting bagi Anda untuk mengetahui tanda dehidrasi pada anak, agar cepat tertangani.

    1. Dehidrasi ringan: anak tetap aktif namun sedikit lesu, masih kuat untuk menyusui dan minum.
    2. Dehirasi sedang: anak terlihat lemas, tampak kehausan, kulit mengendur, dan mata cekung. Segera bawa ke pelayanan kesehatan.
    3. Dehidrasi berat: anak sangat lemas, kesadaran anak menurun, tidak bisa minum, sedikit kencing, mata sangat cekung, bibir kering dan biru, kulit lama kembali bila dicubit. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

    Pada kasus diare akibat rotavirus pemberian antibiotik bukan solusi karena penyebabnya adalah virus bukan bakteri.

    Pengobatan bersifat meringankan gejala dengan rehidrasi atau pemenuhan cairan melalui perbanyak asupan cairan, air minum, ASI, dan infus. Bisa diberikan zink untuk membantu penyembuhan diare dan menjaga daya tahan tubuh anak.

    Baca Juga: Mengapa Makanan Pedas Menyebabkan Diare? Begini Penjelasannya

    Pencegahan infeksi rotavirus yang optimal dan direkomendasikan adalah dengan imunisasi rotavirus. WHO merekomendasikan imunisasi rotavirus secara rutin pada April 2009.

    Di Indonesia sendiri vaksin ini sudah direkomendasikan oleh IDAI sejak tahun 2011. Vaksin rotavirus yang beredar adalah vaksin hidup yang mengandung 1 strain (monovalen) dan 5 strain (pentavalen).

    Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama diberikan saat usia 6-14 minggu dan dosis kedua diberikan minimal 4 minggu berikutnya.

    Maksimal pemberian dosis kedua pada usia 24 minggu. Untuk, vaksin rotavirus pentavalen diberikan sebanyak 3 kali. Dosis pertama diberikan pada usia 6-14 minggu, dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu. Batas akhir pemberian di usia 32 minggu.

    Sebaiknya segera berikan vaksinasi rotavirus pada bayi Anda, mengingat angka kejadian diare di bawah usia 2 tahun cukup tinggi.

    Baca Juga: Mengenal Penyakit Norovirus, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Sahabat bisa melakukan vaksinasi Rotavirus di Prosehat yang menyediakan layanan ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. Rotavirus | Transmission | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2016 [cited 5 February 2018]. Available from: cdc.gov
    2. Haurissa A. TanyaDok.com | Infeksi Rotavirus dan Imunisasinya [Internet]. TanyaDok.com. [cited 5 February 2018]. Avaialable from: tanyadok.com
    Read More
  • Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut […]

    Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks.

    Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, yang lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan di dunia.1

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?vaksinsi hpv selama pandemi, vaksinasi hpv selama corona

    Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks  di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 15.000 kasus.

    Indonesia bahkan termasuk negara kedua dengan angka kejadian kanker serviks tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%, dan hampir semuanya wanita. Oleh karena itu, pemberian vaksin sangat penting dan perlu dilakukan.1

    Namun, Bagaimanakah dengan Pemberian Vaksin di Masa Pandemi Corona ini? Apakah Pemberian  Vaksin Aman dan Tetap Harus Dilakukan?

    Semenjak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah mempengaruhi banyak gaya hidup orang-orang di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

    Angka penderita dan kematian yang terus meningkat setiap harinya dan belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan membuat WHO menerbitkan protokol-protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

    WHO juga meminta kepada para pemerintah negara di seluruh dunia untuk tidak berkerumun karena hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus. Hal inilah yang kemudian membuat semua orang menjadi khawatir untuk beraktivitas di luar rumah dan memilih tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu cara paling aman.2

    Karena itulah, banyak orang yang mengurungkan niat ke fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk vaksinasi sehingga angka vaksinasi kian menurun. Program vaksinasi yang telah dicanangkan terganggu.

    Menurut WHO dan UNICEF, ada 82 negara dengan program vaksinasi yang terganggu, di antaranya termasuk Indonesia.3

    Salah satu program vaksinasi yang terganggu itu adalah vaksinasi HPV. Indonesia sendiri mempunyai program penapisan atau skrining vaksinasi, dengan target perempuan di usia 30-50 tahun.

    Target tersebut kenyataannya belum dapat terpenuhi karena yang ditapis masih kurang dari 8%, jauh di bawah target sebesar 50%, itu pun berdasarkan data dari 2014 hingga 2018.4

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Target yang hendak dicapai itu menjadi berantakan karena datangnya COVID-19. Sebelum wabah, setiap hari, 50 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, sehingga upaya penapisan terus dilakukan.

    Namun, ketika wabah datang, aktivitas menurun tajam sehingga upaya pemerintah untuk mencegah kanker serviks semakin terhambat.

    Alasan penurunan itu adalah sangat ketakutannya orang-orang untuk keluar rumah, apalagi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah pasti banyak orang.4

    Padahal, WHO sendiri sudah mengatakan bahwa vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun dewasa, tetap harus dilakukan mengingat penyakit-penyakit memerlukan vaksinasi tersebut bisa datang kapan saja.2

    Keterlambatan pemberian vaksin akan menghambat tumbuh-kembang anak dan tingkat kekebalan orang dalam menghadapi virus, termasuk virus HPV, yang pemberiannnya mulai harus dilakukan pada perempuan usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan dini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Supaya vaksinasi HPV tetap berjalan dan dirasa aman tanpa perlu khawatir terhadap ancaman virus Corona, berdasarkan anjuran WHO, pemerintah telah melaksanakan hal-hal berikut agar orang tetap mau vaksinasi, yaitu:2

    • Membatasi jumlah kunjungan ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan
    • Menerapkan jaga jarak saat berada di dalam fasyankes
    • Mengatur jadwal dengan mengadakan janji temu imunisasi
    • Menggabungkan kegiatan imunisasi dengan kegiatan preventif
    • Menggunakan area terbuka apabila memungkinkan jika area dalam sudah dirasa penuh karena jaga jarak, sementara pengunjung yang datang banyak
    • Membuat sesi layanan imunisasi khusus bagi lansia dan orang-orang dengan gangguan kesehatan yang sudah ada seperti darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes.

    Baca Juga: Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?

    Namun, apabila hal-hal di atas masih dirasa kurang meyakinkan karena faktor berkerumun yang menjadi medium menyebarnya virus dengan cepat, terdapat solusi-solusi yang bisa membuat orang yang ingin divaksinasi tidak perlu ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik, alias cukup di rumah saja.

    Fasilitas ini memanfaatkan teknologi berupa telemedisin yang memungkinkan pasien bisa konsultasi secara daring atau online melalui perangkat-perangkat teknologi yang ada.

    Tentu saja layanan ini ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19, dan tentunya Sobat dapat mendukung program pemerintah untuk mencegah virus HPV.4

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/wanitasehat/vaksin-kanker-serviks
    2. Tanya Jawab (FAQ) Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/tanya-jawab-imunisasi-dalam-konteks-pandemi-covid-19-16-april 2020.pdf%3Fsfvrsn%3D66813218_2+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id
    3. developer m. WHO dan UNICEF Peringatkan Penurunan Vaksinasi Selama Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://mediaindonesia.com/read/detail/328954-who-dan-unicef-peringatkan-penurunan-vaksinasi-selama-covid-19
    4. Media K. Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/02/092600023/screening-terhenti-karena-covid-19-kematian-kanker-serviks-diduga-naik?page=all
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja