Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 31–40 of 968 results

  • Setelah pandemi berakhir apa yang harus Sahabat lakukan? Inilah pertanyaan yang muncul ketika Covid-19 masih terus mewabah hingga saat ini sehingga beberapa negara kembali memutuskan karantina wilayah. Meskipun program vaksinasi di seluruh dunia sudah dilangsungkan, epidemiolog meminta kepada orang-orang yang sudah divaksin untuk melaksanakan protokol kesehatan 5M mengingat vaksinasi baru akan efektif jika kekebalan kelompok […]

    Apa yang Sahabat Harus Lakukan Setelah Pandemi Berakhir?

    Setelah pandemi berakhir apa yang harus Sahabat lakukan? Inilah pertanyaan yang muncul ketika Covid-19 masih terus mewabah hingga saat ini sehingga beberapa negara kembali memutuskan karantina wilayah. Meskipun program vaksinasi di seluruh dunia sudah dilangsungkan, epidemiolog meminta kepada orang-orang yang sudah divaksin untuk melaksanakan protokol kesehatan 5M mengingat vaksinasi baru akan efektif jika kekebalan kelompok sudah mencapai minimum 70% atau setara dengan jumlah 181 juta penduduk Indonesia dari keseluruhan 270 juta.

    setelah pandemi berakhir

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Setelah Covid-19 berakhir, apakah kehidupan akan kembali normal sehingga Sahabat bisa dengan mudahnya berjalan-jalan ke luar rumah, ke mal, tempat wisata, ke kantor, atau berkumpul dengan sanak famili tanpa memakai masker dan tidak menjaga jarak?

    Kenyataannya, Sahabat masih harus menerapkan protokol kesehatan dan PHBS. Tujuannya supaya Sahabat tidak lengah sehingga juga menjadi kebiasaan dan disiplin bagi diri sendiri. Demikian yang diungkapkan oleh tim pakar Satgas Covid-19, Dr. Dewi Nur Aisyah, seperti dilansir dari Republika. Menerapkan protokol kesehatan dan PHBS tetaplah  penting karena hal itu akan mengurangi risiko tertular virus atau kuman yang dapat menyebabkan penyakit tertentu seperti rajin mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir terutama sebelum dan sesudah makan.

    Selain itu, masyarakat diminta untuk tetap perlu menerapkan etika atau tata cara saat batuk dan bersin supaya tidak sembarangan serta menggunakan siku tangan sebagai penahan percikan air liur atau droplet. Ketika pandemi berakhir, Dr. Dewi mengatakan penggunaan masker lama-kelamaan akan ditinggalkan sehingga tidak diperlukan lagi.

    Perilaku-perilaku kesehatan ini harus terus dilakukan. Meskipun awalnya dalam keadaan terpaksa, lama-kelamaan hal tersebut akan menjadi kebiasaan di masa mendatang. Efek jangka panjang lainnya adalah pola-pola kehidupan yang dibentuk sejak masa pandemi seperti tidur dan makan teratur serta berolahraga akan menjadi suatu hal yang terus-menerus dilakukan sehingga setelah pandemi berakhir tidak ada lagi orang yang akan terkena sakit sama sekali.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Lalu Bagaimana Kehidupan Setelah Covid-19 Benar-benar Berakhir?

    Selain masih perlunya prokes dan PHBS, beberapa kebiasaan yang terbentuk selama masa pandemi diperkirakan akan tetap ada seperti bekerja dari rumah atau WFH yang ternyata dapat mengurangi jam-jam sibuk terutama di pagi dan sore hari bahkan membantu mengurangi polusi udara. Hal lainnya adalah sekolah tanpa tatap muka langsung diperkirakan masih ada walau sedikit jumlahnya. Pertunjukan-pertunjukan seni akan mulai kembali didatangi banyak orang jika mengacu pada pandemi sebelumnya yang sudah pernah ada dan berakhir, yaitu Flu Spanyol pada awal abad ke-20. Selain itu, ketergantungan akan teknologi masih akan berlangsung, dan tentu saja pulihnya ekonomi namun bukan dalam waktu yang cepat.

    Namun, yang perlu diperhatikan juga saat pandemi berakhir adalah pentingnya penanganan kesehatan fisik dan mental bagi anak-anak usia sekolah yang sepertinya terkejut karena sudah harus dihadapkan dengan kegiatan belajar jarak jauh. Hal ini tentunya sangat berpengaruh pada tumbuh-kembang mereka di usia sekolah.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh-Kembang Anak Selama Pandemi

    Seperti itulah yang perlu Sahabat lakukan setelah pandemi berakhir. Perilaku hidup sehat tetap menjadi hal nomor satu yang tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Tentunya ini sebagai antisipasi ke depan. Yuk, Sahabat tetap terapkan perilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa akses melalui website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Bagaimana Kehidupan Setelah Pandemi Berakhir? |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://www.republika.co.id/berita/qdxhhc414/bagaimana-kehidupan-setelah-pandemi-berakhir
    2. Jaga Perilaku Hidup Bersih & Sehat Meski Pandemi COVID-19 Usai – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://tirto.id/jaga-perilaku-hidup-bersih-sehat-meski-pandemi-covid-19-usai-f99a
    3. Indonesia B. Seperti Apa Kehidupan Kita Nanti Setelah Pandemi Corona Berakhir? [Internet]. detiknews. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://news.detik.com/bbc-world/d-5009831/seperti-apa-kehidupan-kita-nanti-setelah-pandemi-corona-berakhir
    4. What will life be like after the coronavirus pandemic ends? [Internet]. Science News. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://www.sciencenews.org/article/covid-19-coronavirus-life-after-pandemic-ends-predictions
    Read More
  • Memakai masker memang sudah menjadi keharusan di masa pandemi Covid-19 ini, baik di luar ruangan terutama saat di keramaian atau di dalam ruangan, terutama ruangan dengan ventilasi dan sirkulasi udara yang buruk. Jadi, masker tetap menjadi cara yang terbaik untuk mencegah dan meminimalkan penyebaran Covid-19, sebagai bagian dari protokol kesehatan yang wajib dijalankan. Baca Juga: […]

    Perlunya Membuang Masker Sekali Pakai Agar Tidak Mencemari Lingkungan

    Memakai masker memang sudah menjadi keharusan di masa pandemi Covid-19 ini, baik di luar ruangan terutama saat di keramaian atau di dalam ruangan, terutama ruangan dengan ventilasi dan sirkulasi udara yang buruk. Jadi, masker tetap menjadi cara yang terbaik untuk mencegah dan meminimalkan penyebaran Covid-19, sebagai bagian dari protokol kesehatan yang wajib dijalankan.

    membuang masker sekali pakai

    Baca Juga: Meski Ventilasi Baik, Masker dalam Ruangan Wajib Digunakan

    Namun yang menjadi permasalahan adalah mengenai bagaimana cara membuang masker itu sendiri, terutama masker sekali pakai. Tentu bukan sebuah kesulitan jika dikaitkan dengan masker kain yang disarankan oleh para ahli untuk sebaiknya dicuci saja karena bisa digunakan kembali setelah dikeringkan. Tetapi bagaimana dengan masker sekali pakai yang dalam hal ini adalah masker medis yang mempunyai efektivitas menangkal virus hingga 95%? Karena membuang masker yang tidak tepat atau sembarangan akan berdampak pada kerusakan ekologi atau lingkungan seperti polusi di air dan di tanah.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Hal ini berdasarkan banyaknya laporan yang menyebut bahwa banyak sisa peralatan medis dibuang sembarangan ke sungai dan laut sehingga mengakibatkan tercemarnya perairan. Masker juga dibuang sembarangan begitu saja di jalan sehingga menciptakan pemandangan yang tidak sedap. Tak hanya itu, membuang masker secara sembarangan juga dapat menyebabkan penyumbatan air apabila masker tersebut dibuang ke dalam toilet bersama dengan peralatan medis lainnya seperti tisu desinfektan. Hal-hal tersebut tentu saja sangat merugikan.

    Lalu Bagaimana Caranya Membuang Masker yang Benar?

    Dilansir dari The Independent, cara membuang masker dengan benar supaya tidak mencemari lingkungan adalah di tempat sampah khusus, yaitu tempat sampah yang terpisah dari tempat sampah lainnya. Tempat sampah ini hanya berisikan sampah-sampah medis seperti masker sekali pakai. Sebelum dibuang, WHO juga sudah memberikan pedoman seperti dengan mencuci tangan terlebih dahulu. Pemerintah pun juga meminta masyarakat agar menyemprot terlebih dahulu masker yang akan dibuang dengan desinfektan kemudian digunting, dan barulah setelah itu masker dibungkus dengan plastik bening sebagai penanda limbah masker.

    Baca Juga: Seperti Inilah Cara Melepas Masker dengan Benar

    Mengapa Masker Sekali Pakai Harus Dibuang dengan Tepat?

    Hal ini karena masker sendiri termasuk limbah medis yang potensial dalam limbah beracun dan berbahaya atau B3. Selain berbahaya bagi lingkungan, membuang masker sembarangan ternyata juga dapat menjadi media penularan Covid-19. Hal itu karena di dalam masker terdapat virus yang menempel, dan mempunyai masa inkubasi hingga 14 hari. Menjadi berbahaya jika masker yang dibuang adalah masker yang sebelumnya dipakai oleh penderita flu dan pilek serta Covid-19.

    Baca Juga: Masker Habis? Ini Caranya untuk Membuat Masker Sendiri

    Demikianlah mengenai perlunya membuang masker sekali pakai dengan tepat supaya tidak mencemari lingkungan dan menjadi tempat penyebaran Covid-19. Dengan begini, Sahabat pun tidak hanya menyelamatkan diri sendiri tetapi orang-orang dan lingkungan sekitar. Apabila Sahabat mempunyai pertanyaan lebih lanjut mengenai masker dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. The new plastic bottle? How to dispose of face masks in an environmentally-safe way [Internet]. The Independent. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://www.independent.co.uk/life-style/face-masks-coverings-dispose-throw-away-safe-environment-litter-single-use-a9612946.html
    2. When and how to use masks [Internet]. Who.int. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks
    3. Geographic M. Masker dan Sarung Tangan Menjadi Masalah Lingkungan Baru Selama Pandemi – National Geographic [Internet]. National Geographic. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://nationalgeographic.grid.id/read/132190592/masker-dan-sarung-tangan-menjadi-masalah-lingkungan-baru-selama-pandemi
    4. Mediatama G. Jangan sembarangan! Begini cara membuang masker bekas untuk cegah penularan corona [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/jangan-sembarangan-begini-cara-membuang-masker-bekas-untuk-cegah-penularan-corona
    5. Media K. Hati-hati, Penyebaran Virus Corona Bisa Melalui Masker Bekas Pakai [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://regional.kompas.com/read/2020/02/07/17313471/hati-hati-penyebaran-virus-corona-bisa-melalui-masker-bekas-pakai
    Read More
  • Pada 5 Februari 2021, pemerintah melalui BPOM secara resmi memperbolehkan pemberian vaksin Sinovac bagi lansia. Vaksinasi untuk lansia sendiri sebenarnya sudah dimulai pada Senin, 8 Februari 2021 lalu. Tentunya pemberian ini tidaklah sembarangan karena BPOM membuat keputusan tersebut atas beberapa pertimbangan. Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac Pertama, karena data statistik […]

    Pemerintah Mengizinkan Pemberian Vaksin Sinovac untuk Lansia

    Pada 5 Februari 2021, pemerintah melalui BPOM secara resmi memperbolehkan pemberian vaksin Sinovac bagi lansia. Vaksinasi untuk lansia sendiri sebenarnya sudah dimulai pada Senin, 8 Februari 2021 lalu. Tentunya pemberian ini tidaklah sembarangan karena BPOM membuat keputusan tersebut atas beberapa pertimbangan.

    vaksin Sinovac untuk lansia

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac

    Pertama, karena data statistik KPC-PEN menunjukkan bahwa lansia menempati posisi relatif tinggi pada kasus kematian akibat Covid-19, yaitu sekitar 47,3%. Berlandaskan data tersebut, pemerintah menempatkan lansia sebagai kelompok prioritas bersama dengan tenaga kesehatan dan pejabat pelayanan publik.

    Kedua, selain dari data statistik kematian lansia, pertimbangan lainnya juga dilihat dari hasil pengkajian data hasil uji klinis fase III vaksin Sinovac yang dilaksanakan di Brasil serta data uji klinis fase I dan II di Cina. Dari data yang diperoleh BPOM pada akhir Januari 2021 tersebut disimpulkan bahwa terdapat data-data keamanan dan khasiat yang untuk bisa memberikan vaksinasi pada lansia. Data uji klinis fase I dan II di Cina yang melibatkan 400 orang menunjukkan bahwa vaksin yang diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak waktu 28 hari memberikan hasil imunogenisitas yang baik. Selain itu, terdapat peningkatan kadar antibodi yang baik dengan seroconversion rate 97,96%.

    Meski begitu, BPOM memberikan beberapa catatan yang berkaitan dengan persetujuan indikasi dan dosis vaksin Sinovac untuk lansia tersebut, karena masih terbatasnya bukti kemanfaatan dan keamanan vaksin. Poin-poin tersebut adalah sebagai berikut:

    • Melakukan studi klinis pasca persetujuaan untuk memastikan efektivitas vaksin CoronaVac untuk pencegahan Covid-19
    • BPOM berhak meninjau atau mengevaluasi kembali aspek khasiat dan keamanan vaksin apabila ditemukan bukti baru terkait khasiat dan keamanan
    • Wajib melakukan pemantauan farmakovigilans (mendeteksi masalah keamanan obat yang belum diketahui) dan pelaporan efek samping obat ke BPOM

    Bagaimana Cara Pemberian Vaksin ke Lansia?

    Pusat Informasi Obat Nasional atau PIONAS menyatakan bahwa vaksin Sinovac akan diberikan kepada lansia di atas 60 tahun dengan cara disuntikkan ke dalam otot (intramuskular) sebanyak 0,5 mL dalam 2 dosis dengan selang waktu 28 hari.

    Apa Efek Samping yang Akan Dirasakan?

    Efek samping yang dirasakan dari pemberian vaksin Covid-19 pada umumnya serupa dengan reaksi ringan hingga sedang dari pemberian vaksin jenis lainnya. Adapun efek samping yang mungkin dirasakan antara lain nyeri di tempat suntikan dan demam. Efek samping atau KIPI ini akan terjadi 7 hari setelah vaksinasi, dan pulih dalam waktu 48 jam.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Hal-hal yang Perlu Diperhatikan bagi Lansia Sebelum Vaksinasi

    Adapun imbauan dari PIONAS untuk para lansia yang memiliki kondisi-kondisi berikut, sebelum mendapatkan vaksinasi sebaiknya lebih berhati-hati supaya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan, yaitu apabila mengalami:

    • Kesulitan naik 10 anak tangga
    • Kesulitan berjalan kira-kira 100 sampai 200 meter
    • Penurunan aktivitas fisik (sering merasa lelah)
    • Memiliki 4 dari 11 penyakit (hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, dan penyakit ginjal)
    • Penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19!

    Sekian mengenai izin pemberian vaksin Sinovac untuk lansia yang berdasarkan statistik kematian lansia di Indonesia akibat Covid-19 dan data uji klinis di Brasil dan Cina yang ternyata cukup aman bagi kelompok ini. Setelah divaksinasi hendaknya tetap menerapkan perilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Wibowo E. Ini Pertimbangan BPOM Izinkan Vaksin Covid-19 Sinovac untuk Lansia [Internet]. Tempo. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://nasional.tempo.co/read/1430573/ini-pertimbangan-bpom-izinkan-vaksin-covid-19-sinovac-untuk-lansia
    2. Dwianto A. BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Lansia, Ini 3 Syarat yang Diberikan [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5364793/bpom-izinkan-vaksin-sinovac-untuk-lansia-ini-3-syarat-yang-diberikan
    3. Putri Bestari N. 3 Fakta Vaksin Sinovac Mulai Disuntikkan ke Lansia Hari Ini [Internet]. CNBCIndonesia. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210208070701-37-221695/3-fakta-vaksin-sinovac-mulai-disuntikkan-ke-lansia-hari-ini
    Read More
  • Bagi setiap orangtua ingin mempunyai anak yang dapat dibanggakan dan segala sesuatu akan dilakukan demi masa depannya. Terlebih lagi untuk perlindungan kesehatannya akan Bunda lakukan. Sebuah studi menyebutkan terdapat 11,6% remaja perempuan yang belum melakukan hubungan seksual, juga dapat terininfeksi dengan satu jenis dari Human Papillomavirus (HPV). Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV […]

    Mari Lindungi Si Gadis Dari Kanker Serviks

    Bagi setiap orangtua ingin mempunyai anak yang dapat dibanggakan dan segala sesuatu akan dilakukan demi masa depannya. Terlebih lagi untuk perlindungan kesehatannya akan Bunda lakukan. Sebuah studi menyebutkan terdapat 11,6% remaja perempuan yang belum melakukan hubungan seksual, juga dapat terininfeksi dengan satu jenis dari Human Papillomavirus (HPV).

    Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Aja

    Seperti yang kita ketahui, infeksi HPV menjadi salah satu pencetus dari kanker serviks yang merupakan penyakit menular melalui kontak seksual vagina ataupun anal. Namun terdapat kontak lainnya secara genital-genital ataupun tangan-genital yang juga dapat meningkatkan risiko infeksi HPV. National Cancer institute mengatakan, lebih dari 40 jenis strain HPC yang ditransmisikan secara kontak seksual dapat menyebabkan kanker.

    Maka dari itu program rekomendasi untuk mencegah infeksi HPV  adalah pemberian vaksin HPV untuk remaja putri berusia 11-12 tahun sebelum terjadinya hubungan seksual secara aktif. Asisten Profesor dari bagian Anak Cincinnati Children, Lea Widdice mengatakan usia 11-12 tahun bukanlah hal yang terlalu cepat karena untuk melindungi mereka sebelum aktif hubungan seksual. Namun sebelumnya anak-anak juga sudah terpapar dengan HPV.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Namun beberapa penelitian lain telah dilakukan dengan mengambil sample sebanyak 259 perempuan berusia 13-21 tahun yang mayoritas dari komunitas Afrika-Amerika. Pada hasil studi tersebut terdapat 109 partisipan telah melakukan hubungan seksual dan juga memiliki lebih dari satu pasangan. Terdapat 133 dari mereka terinfeksi oleh HPV dan 69 partisipan belum pernah berhubungan seksual namun 8 partisipan diantaranya terinfeksi virus HPV.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Dari penelitian tersebut, terdapat 2 diantaranya terinfeksi HPV 16 yang merupakan penyebab kanker serviks. Tentu orang yang sudah melakukan hubungan seksual, lebih beresiko terserang kanker serviks, namun hal tersebut akan lebih ringan bila dilakukan terlebih dahulu sebelumnya. Walaupun seseorang telah terinfeksi HPV pada vagina namun tetap bisa mendapatkan proteksi tambahan terhadap infeksi pada serviks dengan vaksin HPV ini.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Jadi beri yang terbaik bukan hanya untuk Bunda saja namun untuk si Gadis dengan mendapatkan vaksinasi HPV di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Kenapa harus di Prosehat? Karena Prosehat mempunyai banyak kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:
    Effendi, Bonita. “Pencegahan Infeksi HP untuk Kaum Muda” https://www.tanyadok.com/berita/pencegahan-infeksi-hpv-untuk-kaum-muda. Diakses pada 29 Januari 2018

     

    Read More
  • Pap smear sebagai deteksi dini kanker serviks pasti sering terdengar familiar di telinga perempuan. Namun jangan salah, bagi sebagian perempuan Indonesia lainnya, papsmear terdengar asing. Pemeriksaan ini adalah salah satu cara untuk mewaspadai kanker serviks yang menyerang banyak perempuan di Indonesia. Sobat pasti bertanya-tanya seberapa penting papsmear dilakukan?apakah wajib dilakukan? Bagaimana prosedur pemeriksaan pap smear, […]

    Waspadai Kanker Serviks dengan Metode Pendeteksi Dini Berikut

    Pap smear sebagai deteksi dini kanker serviks pasti sering terdengar familiar di telinga perempuan. Namun jangan salah, bagi sebagian perempuan Indonesia lainnya, papsmear terdengar asing. Pemeriksaan ini adalah salah satu cara untuk mewaspadai kanker serviks yang menyerang banyak perempuan di Indonesia. Sobat pasti bertanya-tanya seberapa penting papsmear dilakukan?apakah wajib dilakukan? Bagaimana prosedur pemeriksaan pap smear, dan sebagainya. Yuk, mari kita kupas tuntas tentang papsmear dan kanker serviks.

    Prevalensi dan faktor risiko kanker seviks

    Tahukah Sobat bahwa kanker serviks merupakan salah satu kanker terbanyak pada wanita disamping kanker payudara? Ya, menurut WHO, 2 dari 20 wanita Indonesia menderita kanker serviks dan setiap harinya terdapat sekitar 26 orang wanita meninggal karena kanker seviks.1 Lebih mirisnya lagi, pada stadium awal kanker seringkali tidak terdeteksi karena tidak bergejala. Gejala akan dirasakan apabila kanker sudah berkembang menjadi stadium lanjut. Hal inilah yang menyebabkan angka kejadian kanker serviks pada wanita terus meningkat setiap tahunnya.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai

    Penyebab kanker serviks

    Penyebab kanker serviks adalah Human Papiloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Sebanyak 12 jenis HPV menyebabkan kanker pada manusia, dan 70% dari kasus kanker serviks disebabkan oleh 2 tipe HPV tersebut.2 Virus ini menular melalui hubungan seksual berisiko tanpa pengaman, sehingga beberapa orang memiliki risiko untuk terkena kanker ini, antara lain:

    • Memiliki pasangan seksual lebih dari satu
    • Melakukan hubungan seks pertama kali di usia dini
    • Riwayat melahirkan lebih dari 6 kali
    • Penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka waktu lama
    • Merokok
    • Riwayat menderita Penyakit Menular Seksual (PMS)
    • Menurunnya daya tahan tubuh karena HIV
    • Diet rendah serat (buah dan sayuran)
    • Kegemukan dan obesitas
    • Riwayat keluarga penderita kanker serviks

    Gejala kanker serviks

    Kanker serviks pada stadium awal tidak bergejala. Ketika kanker sudah berkembang ke stadium lanjut, gejala yang dapat dirasakan berupa perdarahan tidak normal dari vagina seperti perdarahan setelah berhubungan seksual, perdarahan setelah menopause, di antara siklus haid, serta perdarahan saat haid yang lebih banyak dan panjang dari biasanya. Kemudian, gejala lainnya adalah keluarnya cairan tidak normal dari vagina diantara siklus haid. Rasa nyeri juga dapat dirasakan bila ada infeksi yang terjadi di daerah serviks.3Kanker serviks memiliki massa pra-kanker yang panjang dan butuh proses 3 hingga 20 tahun sampai terjadinya kanker serviks dimulai dari infeksi HPV.4

    Baca Juga: 6 Tips Menghindari Seks Berisiko

    Pemeriksaan papsmear sebagai deteksi dini

    Pap smear atau papanicolau smear merupakan pemeriksaan mikroskopik sel mulut rahim (serviks) untuk mendeteksi adalanya sel prekanker atau kanker. Pemeriksaan ini pertama kali ditemukan pada tahun 1928 oleh dr. George N. Papanicoloau yang berhasil menurunkan kejadian kanker serviks saat itu sebesar 75%. Pemeriksaan ini hendaknya dilakukan setahun sekali pada wanita yang sudah aktif secara seksual sekitar usia 21 tahun dan dapat berhenti dilakukan saat 70 tahun bila tidak ada kelainan abnormal.5

    Tes pap smear dilakukan pada hari ke 14 setelah menstruasi. Bila sobat ingin melakukan tes ini, harus abstain atau tidak melakukan hubungan seksual 48 jam sebelum pemeriksaan dan tidak boleh menggunakan kontrasepsi, pelumas, atau pembersih vagina sebelum pemeriksaan. Kemudian, pengambilan sampel dilakukan dengan posisi litotomi (mengangkang) dan alat berupa spekulum dimasukkan serviks dapat terlihat. Setelah itu, diambil bagian dari mulut serviks dengan menggunakan spatula dan dioleskan dengan di kaca gelas.5

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Hasil pemeriksaan pap smear dapat diambil kemudian dan dapat terlihat apakah ada lesi kanker atau pra kanker di sana. Hasil pap smear dapat negatif (meskipun ada sel abnormal pada serviks anda) karena beberapa sebab antara lain kurangnya sel serviks yang diambil, jumlah sel yang tidak normalnya sedikit, adanya sel darah atau sel radang yang menutupi sel yang tidak normal. Bila hasil pemeriksaan positif atau ditemukan sel tidak normal, maka Sobat akan disarankan melakukan pemeriksaan kolposkopi atau biopsi untuk memeriksa jaringan serviks, vagina dan vulva.

    Produk Terkait: Papsmear

    Apakah pemeriksaan pap smear sakit?Tentu tidak. Kemungkinan penyebab rasa sakit pada saat diperiksa adalah saat alat spekulum dimasukkan ke dalam vagina. Hal ini menimbulkan sedikit rasa sakit, pada saat pengambilan sel tidak akan terasa sakit. Selain rasa sakit, berbagai alasan membuat wanita menjadi enggan untuk memeriksakan diri. Ada yang bilang takut ketahuan bila ternyata hasil pemeriksaan positif kanker hingga alasan tidak ada waktu untuk melakukan pemeriksaan. Ayolah, satu hari dalam setahun dapat Sobat luangkan untuk pemeriksaan pap smear.

    Pencegahan kanker serviks

    Kanker serviks sekarang dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi kanker serviks. Vaksinasi ini mulai dapat diberikan anak usia 11 atau 12 tahun dalam 2 kali suntik. Jika anak berusia diatas 14 tahun, vaksin ini diberikan dalam 3 kali suntik. Selain itu, semua wanita dapat diberikan vaksin ini. Pencegahan lain dari kanker serviks adalah dengan menghindari semua faktor risiko seperti setia pada satu pasangan seksual, tidak merokok, lawan kegemukan, dan pastinya selalu jalanin gaya hidup sehat setiap harinya dengan makan makanan sehat, olahraga teratur, lakukan pemeriksaan kesehatan berkala serta kelola stres.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Suduh cukup tahu tentang pap smear dan kanker serviks, kan? Mau tunggu apalagi, yuk, segera datangi layanan kesehatan terdekat untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara teratur. Jangan takut untuk untuk diperiksa ya, karena pencegahan dan deteksi dini lebih baik dibandingkan dengan bila sudah terkena penyakit. Apabila memerlukan informasi  mengenai papsmear dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:
    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kendalikan kanker serviks sejak dini dengan imunisasi. 2016. [Internet]. Retrieved from: kemkes.go.id
    Murillo R, Herrero R, Sierra MS, Forman D. Etiology of cervical cancer (C53) in Central and South America.2016. In: Cancer in Central and South America. Lyon: International Agency for Research on Cancer
    American Cancer Society. Cervical cancer causes, risk factors and prevention. [Internet]. Retrieved from: cancer.org/content/dam/CRC/PDF/Public/8600.00.pdf
    Mastutik G, Alia R, Rahniayu A, Kurniasari N, Rahaju AS, Mustokoweni S. Skirining kanker serviks dengan pemeriksaan papsmear di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya dan RS Mawadah Mojokerto. Majalah Obstetri dan ginekologi.
    Mehta V, Vasanth V, Balachandran C. Pap smear. Indian Journal Dermatology Venereology Leprology 2009;75:214-6.

    Read More
  • Kanker merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia setelah penyakit jantung. Bagi kaum wanita, jumlah penderita kanker serviks menempati posisi kedua tertinggi setelah kanker payudara. Kanker serviks adalah tumor ganas yang berasal dari serviks (mulut rahim) dan 90% diawali oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Meskipun kanker serviks memiliki tingkat keberhasilan pencegahan dan kesembuhan paling […]

    Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Kanker merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia setelah penyakit jantung. Bagi kaum wanita, jumlah penderita kanker serviks menempati posisi kedua tertinggi setelah kanker payudara. Kanker serviks adalah tumor ganas yang berasal dari serviks (mulut rahim) dan 90% diawali oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Meskipun kanker serviks memiliki tingkat keberhasilan pencegahan dan kesembuhan paling tinggi di antara jenis kanker lainnya, sampai pada tahun 2013, lebih dari separuh populasi wanita di dunia mendapat kanker serviks setiap tahun. Hal ini disebabkan kurang terlaksananya strategi pencegahan kanker serviks, yaitu vaksinasi HPV dan deteksi dini. Saat ini, di Indonesia telah tersedia fasilitas yang melaksanakan strategi tersebut. Oleh karena itu, sayang sekali jika Anda atau kerabat akhirnya menderita kanker serviks hanya karena kita tidak memiliki informasi yang cukup. Melalui artikel ini, mari kita kupas bersama cara pencegahan dan terapi efektif kanker serviks!

    Siapa saja yang harus mendapat vaksin HPV?

    Setiap remaja perempuan dan wanita berusia 9 – 26 tahun yang tidak sedang hamil, disarankan mendapat vaksin HPV dan sebaiknya sebelum melakukan hubungan seksual pertama kali. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan usia terbaik untuk mendapat vaksin HPV adalah 11 – 12 tahun. Untuk perempuan berusia < 14 tahun, cukup diberikan dua dosis (dua kali penyuntikkan) dengan jarak waktu 6 – 12 bulan, sedangkan untuk perempuan berusia 14 – 26 tahun diperlukan tiga dosis (tiga kali penyuntikkan). Jadwal vaksin tiga dosis ini berbeda – beda sesuai dengan jenis vaksin yang diberikan. Di Indonesia, terdapat dua jenis vaksin HPV yaitu kuadrivalen (melawan HPV tipe 6, 11, 16, dan 18) dan bivalen (melawan HPV tipe 16 dan 18). Jika Anda menggunakan vaksin kuadrivalen, penyuntikkan dilakukan di bulan ke 0, 2, dan 6, sedangkan jika Anda menggunakan vaksin bivalen, penyuntikkan dilakukan di bulan ke 0, 1, dan 6.

    Baca Juga: Fakta Seputar Tetanus Pada Anak

    Hingga saat ini belum ada penelitian yang membandingkan perbedaan efektivitas kedua jenis vaksin tersebut, tapi keduanya terbukti mencegah kanker serviks yang disebabkan HPV tipe 16 dan 18 sebesar hampir 100%. Perlu diketahui, kanker serviks juga dapat disebabkan oleh HPV tipe lain dan virus lain, meskipun memang penyebab tersering kanker serviks dan paling berbahaya adalah HPV tipe16 dan 18. Setelah mendapat vaksin HPV, setiap wanita di atas usia 30 tahun tetap wajib melakukan pemeriksaan rutin untuk skrining kanker serviks.

    Sebagai informasi tambahan, pria berusia 9 – 26 tahun juga disarankan mendapat vaksin HPV karena selain menyebabkan kanker serviks, beberapa tipe HPV juga dapat menyebabkan    kanker lain seperti anus, penis (alat kelamin pria), dan orofaring (dinding belakang rongga mulut).

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Kanker serviks paling bisa disembuhkan di antara kanker lain karena perjalanan penyakitnya cukup lama, sehingga konsensus merekomendasikan setiap wanita melakukan pemeriksaan rutin mulai usia 30 tahun setiap 5 tahun sekali, karena semakin  awal stadium saat terdeteksi, semakin besar tingkat kesembuhannya. Pemeriksaan kanker serviks dilakukan secara bertahap. Pemeriksaan awal (skrining) bertujuan untuk melihat apakah ada kelainan pada serviks, berupa Pap smear (sel serviks diambil dan diperiksa di laboratorium) atau  tes Inspeksi Visual Asam-asetat/IVA yang lebih sederhana (kapas yang dibasahi asam-asetat ditempel di serviks selama 5 menit, kemudian serviks diamati secara langsung).

    Baca Juga: 5 Mitos Nyeri Sendi

    Jika hasil skrining menunjukkan kelainan, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa kolposkopi (melihat serviks secara langsung dengan bantuan alat seperti mikroskop, bernama kolposkop) dan biopsi (mengambil sedikit jaringan serviks untuk diperiksa di laboratorium) untuk menegakkan diagnosis.

    Apa saja pilihan pengobatan yang tersedia di Indonesia bagi penderita kanker serviks? Berapa besar kemungkinan untuk sembuh?

    Pilihan pengobatan kanker serviks bergantung pada stadium saat terdiagnosis. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker membutuhkan waktu kurang lebih 7 tahun. Sel serviks yang terinfeksi secara persisten (bertahan dalam waktu yang lama) akan berubah menjadi lesi pra-kanker atau disebut cervical intraepithelial neoplasia (CIN), yaitu sel serviks yang tidak normal tapi belum sepenuhnya berubah menjadi sel kanker. Jika seseorang terdeteksi pada stadium CIN, ada 3 pilihan prosedur pengobatan. World Health Organization (WHO) menyatakan pilihan terbaik saat ini adalah ablasi (menghancurkan sel tidak normal tanpa membuang bagian dari serviks). Prosedur ablasi dilakukan tanpa bius umum, dengan menggunakan alat bersuhu sangat dingin (-90oC) atau sangat panas (100 – 120oC) untuk membunuh sel serviks yang tidak normal. Prosedur ini memiliki angka kesembuhan 85 – 95%. Pilihan kedua adalah eksisi serviks (membuang seluruh atau sebagian dari serviks) dengan kemungkinan kesembuhan 84%. Pilihan ketiga adalah histerektomi (mengangkat rahim), dapat menjadi pilihan bagi wanita yang sudah tidak ingin memiliki anak.

    Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi

    Jika stadium CIN terlewati dan berlanjut menjadi kanker, pilihan pengobatan akan berkurang. Pada kanker serviks stadium I (kanker terbatas pada serviks), terdapat pilihan eksisi dan pengangkatan seluruh bagian serviks bagi wanita yang masih ingin memiliki anak, atau pengangkatan rahim jika sudah tidak ingin memiliki anak. Harapan hidup untuk 5 tahun ke depan pada stadium I masih 100%. Pada stadium II (harapan hidup untuk 5 tahun: 44 – 68%) dan stadium III (harapan hidup untuk 5 tahun: 18 – 39%), operasi sulit memberikan hasil yang baik, sehingga pilihan terbatas pada kemoradiasi (gabungan kemoterapi dan radioterapi). Jika sampai pada stadium IV-A (harapan hidup untuk 5 tahun: 18 – 39%), kemoradiasi menjadi pilihan utama, dan pada kasus yang sangat jarang dapat dilakukan pengangkatan seluruh organ panggul. Pada stadium akhir, yaitu IV-B, harapan hidup dalam 5 tahun ke depan sudah < 18%, sehingga umumnya perawatan yang diberikan bukan bertujuan untuk menyembuhkan tetapi meningkatkan kualitas hidup dengan bantuan kemoradiasi.

    Jadi, kanker serviks bisa disembuhkan jika terdeteksi pada stadium awal. Perlu diketahui, setelah dinyatakan sembuh, masih terdapat kemungkinan untuk muncul sel kanker baru sebesar 30 – 70%, tergantung kondisi masing – masing pasien. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap perempuan untuk melakukan vaksin HPV dan pemeriksaan rutin sesuai rekomendasi untuk mencegah kanker serviks.

    Baca Juga: 10 Makanan si Pencegah Kanker Serviks

    Nah, bila Sahabat ingin melindungi diri dan keluarga dari bahaya kanker serviks, tak perlu bingung untuk melakukan vaksinasi HPV, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi

    1. Castle P, Murokora D, Perez C, Alvarez M, Quek S, Campbell C. Treatment of cervical intraepithelial lesions. International Journal of Gynecology & Obstetrics. 2017;138:20-25.
    2. Hoffman B, Schorge J, Schaffer J, Halvorson L, Bradshaw K, Cunningham F. Williams Gynecology. 2nd ed. McGrawHill; 2012.
    3. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. Cdc.gov. 2017 [cited 6 July 2018]. Available from: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-vaccine-young-women.htm
    4. JadwalImunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 2017 [cited 6 July 2018]. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
    5. Petry K. HPV and cervical cancer. Scandinavian Journal of Clinical and Laboratory Investigation. 2014;74(sup244):59-62.

     

    Read More
  • Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut […]

    Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, yang lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan di dunia.1

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?vaksinsi hpv selama pandemi, vaksinasi hpv selama corona

    Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks  di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 15.000 kasus. Indonesia bahkan termasuk negara kedua dengan angka kejadian kanker serviks tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%, dan hampir semuanya wanita. Oleh karena itu, pemberian vaksin sangat penting dan perlu dilakukan.1

    Namun, Bagaimanakah dengan Pemberian Vaksin di Masa Pandemi Corona ini? Apakah Pemberian  Vaksin Aman dan Tetap Harus Dilakukan?

    Semenjak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah mempengaruhi banyak gaya hidup orang-orang di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Angka penderita dan kematian yang terus meningkat setiap harinya dan belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan membuat WHO menerbitkan protokol-protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. WHO juga meminta kepada para pemerintah negara di seluruh dunia untuk tidak berkerumun karena hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus. Hal inilah yang kemudian membuat semua orang menjadi khawatir untuk beraktivitas di luar rumah dan memilih tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu cara paling aman.2

    Karena itulah, banyak orang yang mengurungkan niat ke fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk vaksinasi sehingga angka vaksinasi kian menurun. Program vaksinasi yang telah dicanangkan terganggu. Menurut WHO dan UNICEF, ada 82 negara dengan program vaksinasi yang terganggu, di antaranya termasuk Indonesia.3 Salah satu program vaksinasi yang terganggu itu adalah vaksinasi HPV. Indonesia sendiri mempunyai program penapisan atau skrining vaksinasi, dengan target perempuan di usia 30-50 tahun. Target tersebut kenyataannya belum dapat terpenuhi karena yang ditapis masih kurang dari 8%, jauh di bawah target sebesar 50%, itu pun berdasarkan data dari 2014 hingga 2018.4

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Target yang hendak dicapai itu menjadi berantakan karena datangnya COVID-19. Sebelum wabah, setiap hari, 50 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, sehingga upaya penapisan terus dilakukan. Namun, ketika wabah datang, aktivitas menurun tajam sehingga upaya pemerintah untuk mencegah kanker serviks semakin terhambat. Alasan penurunan itu adalah sangat ketakutannya orang-orang untuk keluar rumah, apalagi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah pasti banyak orang.4

    Padahal, WHO sendiri sudah mengatakan bahwa vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun dewasa, tetap harus dilakukan mengingat penyakit-penyakit memerlukan vaksinasi tersebut bisa datang kapan saja.2 Keterlambatan pemberian vaksin akan menghambat tumbuh-kembang anak dan tingkat kekebalan orang dalam menghadapi virus, termasuk virus HPV, yang pemberiannnya mulai harus dilakukan pada perempuan usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan dini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Supaya vaksinasi HPV tetap berjalan dan dirasa aman tanpa perlu khawatir terhadap ancaman virus Corona, berdasarkan anjuran WHO, pemerintah telah melaksanakan hal-hal berikut agar orang tetap mau vaksinasi, yaitu:2

    • Membatasi jumlah kunjungan ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan
    • Menerapkan jaga jarak saat berada di dalam fasyankes
    • Mengatur jadwal dengan mengadakan janji temu imunisasi
    • Menggabungkan kegiatan imunisasi dengan kegiatan preventif
    • Menggunakan area terbuka apabila memungkinkan jika area dalam sudah dirasa penuh karena jaga jarak, sementara pengunjung yang datang banyak
    • Membuat sesi layanan imunisasi khusus bagi lansia dan orang-orang dengan gangguan kesehatan yang sudah ada seperti darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes.

    Baca Juga: Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?

    Namun, apabila hal-hal di atas masih dirasa kurang meyakinkan karena faktor berkerumun yang menjadi medium menyebarnya virus dengan cepat, terdapat solusi-solusi yang bisa membuat orang yang ingin divaksinasi tidak perlu ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik, alias cukup di rumah saja. Fasilitas ini memanfaatkan teknologi berupa telemedisin yang memungkinkan pasien bisa konsultasi secara daring atau online melalui perangkat-perangkat teknologi yang ada. Tentu saja layanan ini ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19, dan tentunya Sobat dapat mendukung program pemerintah untuk mencegah virus HPV.4

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/wanitasehat/vaksin-kanker-serviks
    2. Tanya Jawab (FAQ) Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/tanya-jawab-imunisasi-dalam-konteks-pandemi-covid-19-16-april 2020.pdf%3Fsfvrsn%3D66813218_2+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id
    3. developer m. WHO dan UNICEF Peringatkan Penurunan Vaksinasi Selama Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://mediaindonesia.com/read/detail/328954-who-dan-unicef-peringatkan-penurunan-vaksinasi-selama-covid-19
    4. Media K. Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/02/092600023/screening-terhenti-karena-covid-19-kematian-kanker-serviks-diduga-naik?page=all
    Read More
  • Covid-19 kenyataannya juga dapat menyebabkan risiko perdarahan pada beberapa pasiennya. Demikian hal tersebut berdasarkan sebuah penelitian terbaru, dengan subjek beberapa pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Risiko ini menyebabkan tingginya risiko kematian. Dilansir dari Medical News Today, temuan mengenai perdarahan ini merupakan akibat yang berkaitan dengan gangguan pembekuan darah. Baca Juga: Mengenal Covid Tongue, […]

    Risiko Perdarahan pada Pasien Covid-19

    Covid-19 kenyataannya juga dapat menyebabkan risiko perdarahan pada beberapa pasiennya. Demikian hal tersebut berdasarkan sebuah penelitian terbaru, dengan subjek beberapa pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Risiko ini menyebabkan tingginya risiko kematian. Dilansir dari Medical News Today, temuan mengenai perdarahan ini merupakan akibat yang berkaitan dengan gangguan pembekuan darah.

    risiko perdarahan

    Baca Juga: Mengenal Covid Tongue, Gejala Baru Covid-19 pada Lidah

    Gangguan Pembekuan Darah

    Pembekuan darah terjadi ketika seseorang mengalami luka akibat cedera dari benturan untuk mencegah hilangnya banyak darah dalam tubuh. Darah yang menggumpal akibat luka tersebut atau trombi akan dapat menyumbat pembuluh sehingga cukup berpotensi fatal jika tidak segera ditangani. Pada Covid-19, virus tersebut menyebabkan gangguan pembekuan darah yang disebut dengan koagulopati. Gangguan ini dapat menyebabkan trombosis vena dalam yang berkomplikasi pada stroke dan serangan jantung. Untuk dapat memeriksa apakah ada gumpalan darah, pasien Covid-19 biasanya akan diperiksa D-dimer-nya, yaitu fragmen protein yang muncul ketika bekuan darah larut dalam tubuh.

    Gumpalan darah tersebut kemudian oleh tubuh dipecah dengan terus menyesuaikan aktivitas protein dalam darah atau plasminogen oleh aktivator plasminogen jaringan (TPA) yang mendorong pemecahan gumpalan darah atau trombolisis. Trombosis ini dimunculkan inihibitor aktivator plasminogen-1. Keduanya adalah protein lain dalam darah yang mempunyai peran dalam tindakan penyeimbangan setelah terjadinya pembekuan dan penggumpalan.

    Untuk mengatasi pembekuan darah berlebihan ini biasanya para ahli menyarankan pemberian obat antikoagulan dengan dosis tinggi kepada pasien Covid-19 di rumah sakit. Akan tetapi berdasarkan sebuah studi baru oleh para peneliti di Michigan Medicine dan University of Michigan di Ann Harbor yang dimuat di Scientific Report, hal tersebut bukanlah yang terbaik.

    Baca Juga: Long Hauler, Paparan Virus Covid-19 Berkepanjangan

    Hal ini karena berdasarkan penelitian, baik TPA maupun inhibitor aktivator plasminogen-1 merupakan kedua protein yang berkaitan dengan kesulitan pernapasan. Namun dari keduanya tingkat TPA yang tinggi mempunyai korelasi yang kuat dengan kematian. Tingkat aktivator plasminogen yang sangat tinggi secara signifikan mempunyai kecenderungan tinggi untuk memecah gumpalan darah. Para peneliti berupaya mengatasinya dengan trombin untuk mendorong pembekuan.

    Risiko Terjadi Akibat TPA yang Sangat Tinggi?

    Mengenai risiko perdarahan sendiri, terdapat 4,8% pasien Covid-19 yang menderita hal tersebut. Angkanya kemudian meningkat menjadi 7,6%. Kebanyakan mempunyai tingkat TPA yang sangat tinggi. Para ahli menyarankan supaya pemberian dengan koagulan harus dilakukan secara selektif dan hati-hati agar risiko perdarahan bisa diminimalkan. Selain itu, mereka menyarankan penelitian lebih lanjut apakah TPA adalah penanda yang benar-benar dapat mengidentifikasi pasien dengan risiko tinggi pendarahan. Terjadinya risiko perdarahan tinggi ini oleh Yu Zhuo, reumatolog di Michigan Medicine merupakan hal yang sama pentingnya di saat para tenaga medis berupaya meminimalkan pembekuan darah.

    Baca Juga: Sambiloto Sebagai Terapi Mengurangi Infeksi Covid-19

    Itulah Sahabat Sehat mengenai risiko perdarahan akibat Covid-19 yang ternyata berkaitan dengan pembekuan darah yang berlebihan. Yuk, Sahabat supaya terhindar dari Covid-19 tetap terapkan perilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa untuk deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Some COVID-19 patients have a higher risk of bleeding [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/some-covid-19-patients-have-a-higher-risk-of-bleeding
    2. Zuo Y, Warnock M, Harbaugh A, Yalavarthi S. Plasma tissue plasminogen activator and plasminogen activator inhibitor-1 in hospitalized COVID-19 patients. Scientific Reports. 2021
    3. Pramudiarja A. Dahlan Iskan Singgung ‘D-dimer’ Pasien COVID-19, Istilah Apa Itu? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5366839/dahlan-iskan-singgung-d-dimer-pasien-covid-19-istilah-apa-itu
    Read More
  • Apakah kalian sering sakit? Jika iya, penyakit apakah yang sering kalian alami? Terserang suatu penyakit adalah suatu hal yang tidak kita inginkan mengingat hal yang satu ini akan mengganggu keseharian kita. Bukan hanya itu saja, penyakit yang tidak kunjung sembuh dapat mengganggu kinerja organ kita yang pastinya kita membutuhkan biaya untuk hal ini karena kita […]

    Ingin Jadi Wanita Sukses? Hidup Sehat dengan Makanan Sehat

    Apakah kalian sering sakit? Jika iya, penyakit apakah yang sering kalian alami? Terserang suatu penyakit adalah suatu hal yang tidak kita inginkan mengingat hal yang satu ini akan mengganggu keseharian kita. Bukan hanya itu saja, penyakit yang tidak kunjung sembuh dapat mengganggu kinerja organ kita yang pastinya kita membutuhkan biaya untuk hal ini karena kita perlu ke dokter. Pastinya kita tidak ingin hal ini terjadi bukan?Sebenarnya apa sih yang menyebabkan kita sering terserang suatu penyakit? Berbagai faktor bisa memicu timbulnya suatu penyakit, seperti kurang istirahat, kebiasaan merokok ataupun mengonsumsi minuman beralkohol, serta pola makan kita yang kurang teratur.

    wanita sukses cantik

    Baca Juga: 7 Cara Merawat Kulit dari Dalam yang Sahabat Harus Coba

    Asupan makanan adalah suatu hal yang perlu kita perhatikan karena makanan berfungsi sebagai sumber energi dalam keseharian kita dan apabila kita kurang makan maka akan mempengaruhi performa kita. Selain itu, dari makanan kita juga bisa memenuhi beberapa kebutuhan seperti kebutuhan nutrisi ataupun vitamin yang pastinya berfungsi untuk menjaga badan kita tetap sehat. Sebagai wanita yang sudah memasuki usia dewasa awal alias 20-an, kita harus mengonsumsi berbagai makanan sehat mengingat padatnya kegiatan kita dalam sehari. Lalu makanan sehat apa sih yang tepat untuk wanita pada rentang usia 20 hingga 30 tahun?

    Nah, daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasan berikut ini!

    1. Makanan tinggi magnesium

    Jenis makanan yang satu ini memiliki peran penting dalam keseharian kita mengingat magnesium sangatlah efektif untuk menangani berbagai masalah yang berkaitan dengan datang bulan alias menstruasi. Contoh makanan yang kaya akan magnesium adalah sayuran hijau, kacang kedelai, ikan mackerel, pisang, beras merah, alpukat, dan lain-lain.

    2. Makanan tinggi kalsium

    Kebutuhan akan kalsium adalah kebutuhan yang tidak boleh dilupakan mengingat kalsium berperan penting terhadap kesehatan kita. Yup, kalsium adalah salah satu zat yang berfungsi untuk pertumbuhan tulang. Osteoporosis ataupun permasalahan pada persendian adalah salah satu contoh permasalahan yang mungkin terjadi di masa mendatang ketika kebutuhan kalsium kita tidak terpenuhi dengan baik. Oleh sebab itulah kita harus mengonsumsi berbagai jenis makananan yang tinggi akan kalsium, seperti berbagai sayuran hijau, kacang-kcangan, seafood, dan biji-bijian.

    3. Makanan mengandung vitamin C

    Vitamin C adalah salah satu vitamin yang berperan penting dalam kehidupan kita dan tentu saja kita perlu memenuhi kebutuhan vitamin C dalam keseharian kita. Terpenuhinya kebutuhan vitamin C dengan baik pada usia 20-an berfungsi untuk membangun kolagen dalam tubuh yang berarti meminimalisir timbulnya berbagai tanda penuaan sejak dini. Beberapa contoh makanan yang kaya akan kandungan vitamin C antara lain jeruk, pepaya, stroberi, kiwi, kubis, ubi jalar, dan lain-lain.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    4. Makanan berprotein

    Protein juga kebutuhan tubuh yang tidak boleh kita lupakan kapan pun karena perannya yang penting untuk tubuh kita. Terpenuhinya kebutuhan protein kita dalam sehari akan menimbulkan rasa kenyang sehingga kita tidak makan berlebihan dan pastinya mencegah risiko obesitas pada seseorang. Bukan hanya itu saja, protein juga mampu berfungsi sebagai sumber energi serta menjaga kadar gula darah kita dalam batas normal. Contoh beberapa makanan yang berprotein tinggi adalah telur, aam, kacang almond, daging sapi, berbagai produk olahan susu, dan lain-lain

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    5. Mengurangi konsumsi makanan manis

    Setelah kita memenuhi berbagai kebutuhan tubuh dengan baik, tentunya kita perlu mengingat beberapa jenis makanan yang perlu kita hindari agar tubuh kita juga tidak rentan terhadap serangan berbagai penyakit. Mengonsumsi makanan manis terlalu sering atau berlebihan bukanlah suatu hal yang disarankan karena hal ini dapat memicu timbulnya penyakit yang dapat mengancam keselamatan kita seperti diabetes, gangguan jantung, ataupun hipertensi. Cake, cookies, ataupun cokelat adalah beberapa contoh makanan manis yang perlu kita kurangi untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit di kemudian hari.

    Baca Juga: 7 Tips Wanita Sukses Biar Kamu Makin Sukses

    Nah itu tadi adalah beberapa panduan makanan sehat yang bisa diterapkan oleh wanita rentang usia 20 hingga 30 tahun. Hidup sehat adalah hal yang mudah untuk dilakukan bukan? So, tunggu apalagi untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat daripada sebelumnya? Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai makanan sehat untuk wanita dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Membagi waktu antara bekerja dan berkumpul dengan keluarga merupakan hal yang sangat sulit dilakukan untuk wanita karir. Terlebih lagi jika harus meninggalkan buah hati, tentunya akan sangat berat. Terlebih lagi, pekerjaan yang Sahabat jalani saat ini sudah sangat nyaman dan sudah memiliki kedudukan, semakin membuat sahabat sulit untuk melepaskannya. Padahal, tujuan Sahabat bekerja demi mencukupi […]

    5 Tips Bagi Waktu Untuk Wanita Karir yang Berkeluarga

    Membagi waktu antara bekerja dan berkumpul dengan keluarga merupakan hal yang sangat sulit dilakukan untuk wanita karir. Terlebih lagi jika harus meninggalkan buah hati, tentunya akan sangat berat. Terlebih lagi, pekerjaan yang Sahabat jalani saat ini sudah sangat nyaman dan sudah memiliki kedudukan, semakin membuat sahabat sulit untuk melepaskannya. Padahal, tujuan Sahabat bekerja demi mencukupi kebutuhan sehari-hari dan juga untuk masa depan si kecil.

    Baca Juga: 7 Pola Makan Sehat bagi Pekerja Kantoran Agar Tetap Fit

    Maka dari itu perlu adanya pembagian waktu yang tepat agar hidup Sahabat lebih baik dibandingkan sebelumnya.

    Berikut 5 tips bagi waktu untuk wanita karir yang berkeluarga agar tetap memiliki quality time bersama keluarga

    1. Buat Skala Prioritas Kehidupan

    Kalau sahabat bingung untuk mengatur waktu, maka buatlah skala prioritas untuk membagi waktu antara kerja dan keluarga. Prioritaskanlah yang menurut Sahabat sangatlah penting, bila Sahabat sudah memiliki buah hati namun besties mengajak untuk hangout setelah jam kerja, manakah yang Sahabat pilih? Kalau dirasa buah hati tidak dapat Sahabat tinggalkan maka cobalah menolak ajakan besties secara halus, dan beri penjelasan bahwa buah hati menunggu di rumah dan usulkan untuk mengganti waktu hangout di hari libur.

    Baca Juga : 7 Cara Siasati Gaji Tidak Habis Sia-sia

    2. Gunakan Waktu Istirahat Sebaik Mungkin

    Sahabat hanya mendapatkan libur di sabtu dan minggu? Saatnya nih untuk gunakan waktu libur Sahabat sebaik mungkin. Waktu istirahat ini juga bisa Sahabat gunakan untuk melakukan me time atau mengajari hal-hal baru bersama buah hati. Seperti memasak ataupun menggambar yang dapat membangun chemistry antara Sahabat dan buah hati. Selain dengan buah hati, Sahabat tentu dapat memiliki waktu bersama pasangan agar lebih intim. Sahabat bisa melakukan hal  mesra dan sharing kepada pasangan tentang kondisi di kantor baik tentang kendala ataupun hal menyenangkan.

    3. Libatkan Keluarga di Waktu Senggang

    Repot saat weekend, tapi harus tetap bersih-bersih rumah? Cobalah untuk libatkan pasangan ataupun buah hati untuk bekerjasama dalam merawat keindahan rumah. Tentu hal ini akan meningkatkan rasa kebersihan di keluarga dan quality time akan terjalin dengan baik. Selain itu, untuk menghemat pengeluaran, maka Sahabat bisa kok masak makan malam bersama pasangan. Selain bisa menunjukkan keahlian masing-masing dalam memasak, obrolan kecil sambil bercanda juga akan terasa menyenangkan saat memasak. Jangan lupa untuk memilih makanan yang sehat ya, agar keluarga Sahabat tetap sehat.

    4. Berlibur Bersama Keluarga

    Bosan hanya diam di rumah saat weekend? Sudah saatnya nih siapkan waktu dan perbekalan untuk berlibur bersama keluarga. Kalau bisa, ajak buah hati untuk menikmati liburan selain di Mall. Tidak perlu mahal-mahal, Sahabat bisa mendatangi taman di tengah kota atau sekedar ke museum di kota. Selain harga tiket masuk yang cukup murah, tentu Sahabat juga bisa memberikan edukasi seputar sejarah-sejarah yang ada di museum tersebut. Sahabat bisa menjadi tour guide pribadi dan anak akan lebih dekat lagi.

    5. Lindungi Keluarga Dengan Vaksinasi

    Keinginan berlibur bersama keluarga sudah Sahabat rancang jauh-jauh hari. Namun bisa saja keadaan yang tidak diinginkan terjadi secara tiba-tiba. Buah hati atau pasangan jatuh sakit akibat virus.  Untuk mencegah hal itu tentu dengan cara gaya hidup sehat, melakukan olahraga yang rutin dan mengonsumsi makanan sehat tentu menjadi pilihan Sahabat dan keluarga. Namun ada satu hal lagi loh untuk mencegah penyakit, yaitu dengan cara vaksinasi.

    Vaksinasi sendiri akan memberikan Sahabat dan keluarga kekebalan terhadap penyakit tertentu. Kekebalan akan muncul karena vaksin yang dimasukkan kedalam tubuh kita akan memicu sistem kekebalan tubuh yang membentuk  antibodi terhadap vaksin tersebut. Bila Sahabat atau keluarga yang terpapar kuman yang sama, seperti influenza maka tubuh Sahabat akan menangkal dan mencegah Sahabat terinfeksi kembali.

    Baca Juga : Sebelum Menikah, Pria Juga Butuh Ini

    Terdapat vaksinasi yang ada seperti vaksinasi BCG, Hepatitis B, DPT, Polio, Campak, MMR, HiB, Hepatitis A dan juga Cacar Air. Untuk para wanita terdapat vaksinasi yang mencegah terjadinya kanker serviks. Ya, vaksinasi yang dimaksud adalah vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV berguna menyerang 4 tipe dari HPV menjadi salah satu pencetus kanker serviks pada tipe HPV 16 dan 18 lalu kutil kelamin pada tipe HPV 6 dan 11.

    Gejala awal dari kanker serviks tidaklah terlihat namun baru terlihat jika mencapai stadium lanjut. Penyebab awal penularan kanker serviks berasal dari seringnya merokok, terdapat infeksi kelamin akibat dari hubungan seksual, melakukan hubungan seksual sebelum usia 18 tahun hingga seringnya berganti-ganti pasangan seksual. Waspadailah jika menstruasi tidak teratur, terjadi pendarahan saat melakukan hubungan seksual, terasa nyeri dibagian panggul, tubuh terasa cepat lemas, rasa tidak nyaan pada vagina hingga keluar cairan berbau dari vagina.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Lindungi diri Sahabat, teman, keluarga dan perempuan di sekitar dengan melakukan vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks secara dini. Dapatkan layanan vaksinasi ke rumah bersama Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber :

    Cermati. Hadijah, Siti. “Tips dan Trik Membagi waktu untuk Wanita Karir yang Telah Berkeluarga”. Diakses pada 1 Maret 2018
    Tanyadok. Suci, Hygiena Kumala. “Ayo Vaksinasi!!!”. Diakses pada 1 Maret 2018
    Tanyadok. Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. Diakses pada 1 Maret 2018
    TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. Diakses pada 1 Maret 2018
    Gambar Google

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja