Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 31–40 of 1353 results

  • Merasakan adanya benjolan di leher anak mungkin akan membuat panik. Selain masalah kelenjar getah bening, bisa jadi itu tanda gondongan. Ketika meraba leher anak, seringkali orang tua menemukan benjolan, kemudian menjadi panik seketika. Banyak sekali faktor penyebab terjadinya benjolan yang terjadi pada leher anak. mulai dari hal yang wajar karena faktor daya tahan tubuh (pembengkakan […]

    Ada Benjolan di Leher Anak? Awas, Mungkin Itu Gondongan

    Merasakan adanya benjolan di leher anak mungkin akan membuat panik. Selain masalah kelenjar getah bening, bisa jadi itu tanda gondongan.

    Ada Benjolan di Leher Anak Awas, Mungkin Itu Gondongan

    Ada Benjolan di Leher Anak? Awas, Mungkin Itu Gondongan

    Ketika meraba leher anak, seringkali orang tua menemukan benjolan, kemudian menjadi panik seketika. Banyak sekali faktor penyebab terjadinya benjolan yang terjadi pada leher anak. mulai dari hal yang wajar karena faktor daya tahan tubuh (pembengkakan kelenjar getah bening akibat mekanisme pertahanan akibat infeksi virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh), infeksi virus atau bakteri, kelainan hormon sampai adanya keganasan.

    Sahabat Sehat, apa saja penyebab benjolan di leher anak? Mari kenali lebih lanjut mengenai benjolan pada leher anak.

    Penyebab Benjolan Pada Leher Anak

    Masalah kelenjar getah bening dan tiroid merupakan hal yang sering menjadi penyebab benjolan pada leher secara umum, baik anak maupun dewasa. Berikut adalah berbagai penyebab lain yang dapat mengakibatkan timbulnya benjolan pada leher Si Kecil, yaitu:

    • Infeksi, misalnya akibat radang tenggorokan, infeksi telinga, infeksi kulit, HIV/AIDS, campak dan tuberkulosis
    • Penyakit autoimun, misalnya rheumatoid arthritis dan lupus
    • Efek samping dari obat-obatan, misalnya obat anti kejang 
    • Kanker, misalnya limfoma atau kanker getah bening dan kanker nasofaring
    • Infeksi kelenjar ludah (parotitis)
    • Kekurangan yodium
    • Gangguan hormon tiroid (hipertiroid).

    Namun, penyebab benjolan pada leher yang kerap dialami anak-anak adalah akibat infeksi virus gondongan atau disebut juga Mumps.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Mumps atau Godongan

    Mumps atau gondongan merupakan peradangan pada kelenjar parotis atau kelenjar ludah akibat infeksi virus. Gondongan ditandai dengan adanya pembengkakan pipi dan leher pada pasien yang terinfeksi virus. Gondongan dapat menular dan biasanya paling sering terjadi pada anak-anak.
    Kelenjar parotis atau kelenjar air liur terletak dibawah telinga, yang berfungsi untuk memproduksi air liur. Gondongan terjadi ketika, terjadinya infeksi virus paramyxovirus pada kelenjar parotis.

    Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Gondongan Pada Anak

    Penyebab Mumps atau Gondongan

    Seperti yang telah disebutkan, gondongan terjadi akibat infeksi paramyxovirus yang menyebar melalui droplet dari penderitanya, yaitu melalui percikan air liur dan lendir yang keluar dari mulut dan hidung pasien yang sedang mengalami mumps. Ketika seseorang tertular virus ini, virus akan masuk ke kelenjar ludah penderitanya dan berkembang biak sehingga menyebabkan peradangan dan pembengkakan kelenjar parotis.
    Virus ini masuk biasanya 2-5 hari sebelum menimbulkan gejala bagi pasien, kemudian virus akan menetap pada kelenjar air liur dan infeksius selama 7-9 hari dan menetap selama 14 hari pada urin dan cairan semen sejak timbulnya gejala.

    Baca Juga: Sekolah di Negara Maju Juga Perlu Divaksin Loh!

    Gejala Mumps atau Gondongan

    Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai gejala pada anak yang mengalami gondongan, yaitu:

    • Fase awal, ditandai dengan demam, nyeri kepala, menurunnya nafsu makan, dan merasa tidak enak badan.
    • 24 jam setelah fase awal, muncul keluhan nyeri pada telinga dan wajah, nyeri saat mengunyah, nyeri bertambah seiring dengan meningkatnya produksi air liur (kondisi saliva banyak seperti sedang makan makanan asam).
    • Setelah 24 Jam terlihat pembengkakan pada kelenjar air liur yang berada di bawah telinga ke arah leher. Sebagian anak-anak mengalami pembengkakan pada kedua kelenjar air liur yang juga terletak dibawah lidah dan leher.

    Baca Juga: Ingat! Biaya Vaksinasi Lebih Hemat Daripada Pengobatan

    Komplikasi dari Mumps atau Gondongan

    Apabila tidak diobati dengan sesegera mungkin maka tidak menutup kemungkinan akan timbul beberapa komplikasi yang dialami Si Kecil, yaitu:

    1. Meningitis
    Meningitis adalah peradangan pada selaput pelindung otak dan juga sistem saraf tulang belakang. Gondongan dapat menjadi salah satu penyebab timbulnya meningitis, yang ditandai dengan keluhan sakit kepala, kaku pada leher, mual dan muntah hebat, gangguan sikap dan perilaku, kejang, sensitif terhadap cahaya

    2. Orchitis
    Gondong juga dapat menyebabkan peradangan pada testis atau yang disebut dengan orchitis, yang ditandai dengan keluhan demam, meriang atau menggigil, nyeri kepala, mual dan muntah, nyeri pada perut, nyeri dan bengkak pada kedua atau salah satu testis.

    3. Pankreatitis
    Komplikasi pankreatitis sangat jarang sekali terjadi, namun bisa saja terjadi bagi sebagian orang. Pankreatitis merupakan peradangan pada organ pankreas yang dapat menyebabkan keluhan nyeri perut secara tiba-tiba, demam, menggigil, mual dan muntah, lemas.

    4. Oophoritis
    Oophoritis merupakan peradangan yang terjadi pada sel indung telur atau ovarium pada wanita, yang ditandai dengan keluhan demam, nyeri pada perut, mual dan muntah, serta nyeri pada kedua atau salah satu pinggul. 

    Baca Juga: Ketahui Pentingnya Vaksinasi MMR Bagi Mahasiswa

    Pencegahan Mumps

    Pencegahan terhadap mumps atau gondongan dapat diatasi dengan cara pemberian vaksinasi yang biasanya dikombinasi dengan vaksinasi campak dan rubella (Vaksinasi MMR). Kebanyakan anak-anak yang telah divaksin MMR, maka akan terlindung terhadap infeksi mumps selama masa kanak-kanak. 

    Vaksinasi MMR diberikan sebanyak dua dosis untuk bayi dan anak-anak, sekali antara usia 12 dan 15 bulan kemudian diulang kembali dengan rentang usia 4 hingga 6 tahun atau pada saat usia sekolah.

    Baca Juga: Usia Berapa Saja Anak Perlu Imunisasi MMR?

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai gondongan yang merupakan penyebab tersering benjolan di leher Si Kecil. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Kinanti A. Ada Benjolan di Bagian Leher Anak, Pertanda Apa? [Internet]. Indonesia : DetikHealth. 2017.
    2. Universitas Indonesia. 12 Penyebab Benjolan di Leher yang Sering Terjadi, Begini Cara Mengatasinya [Internet]. Indonesia : Info Sehat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2021.
    3. Sacrifian A. Kondisi yang Bisa Sebabkan Benjolan di Leher [Internet]. Indonesia : Hermina Hospital. 2021.
    4. Centers for Disease Control and Prevention. Mumps [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2015.
    5. Boston Children’s Hospital. Mumps Symptoms & Causes [Internet]. USA : Boston Children’s Hospital. 2021.
    6. Pearl B. Mumps (for Parents) [Internet]. USA : Nemours Kidshealth. 2021.
    Read More
  • Sejumlah penyakit menular dapat menyerang siapa saja dan dimana saja, termasuk di area perkantoran. Penularannya yang sangat mudah terjadi membuat Anda harus lebih berhati-hati dan selalu menjaga kebersihan lingkungan kantor. Penyakit menular biasanya disebabkan oleh mikroorganisme kecil tak kasat mata seperti bakteri, jamur, parasit, atau virus. Penyakit menular dapat menyebar dengan du acara, yakni penularan […]

    Waspadai 6 Penyakit Ini Rentan Terjadi di Lingkungan Kantor

    Sejumlah penyakit menular dapat menyerang siapa saja dan dimana saja, termasuk di area perkantoran. Penularannya yang sangat mudah terjadi membuat Anda harus lebih berhati-hati dan selalu menjaga kebersihan lingkungan kantor.

    Waspadai 6 Penyakit Ini Rentan Terjadi di Lingkungan Kantor

    Waspadai 6 Penyakit Ini Rentan Terjadi di Lingkungan Kantor

    Penyakit menular biasanya disebabkan oleh mikroorganisme kecil tak kasat mata seperti bakteri, jamur, parasit, atau virus. Penyakit menular dapat menyebar dengan du acara, yakni penularan secara langsung maupun tidak langsung. 

    Penularan secara langsung akan terjadi melalui kontak fisik dengan penderita, seperti dari cairan tubuh (urine dan darah) atau lewat sentuhan. Sedangkan, penularan tidak langsung akan terjadi saat Anda tidak sengaja menyentuh benda yang rentan terkontaminasi seperti gagang pintu atau keran air, kemudian menyentuh area wajah. Selain itu, penyakit menular juga bisa menyebar melalui gigitan hewan atau kontak fisik dengan cairan tubuh hewan, serta melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi mikroorganisme penyebab penyakit menular. 

    Penyakit Menular yang Rentan Terjadi di Kantor

    Penyakit menular akan lebih berisiko dialami oleh pekerja. Pasalnya, pekerja kantoran akan cenderung memiliki daya tahan tubuh yang naik turun. Ini karena keseharian mereka memiliki banyak pikiran akibat pekerjaan yang menumpuk, sehingga daya tahan tubuh melemah dan rentan terhadap berbagai penyakit termasuk penyakit menular. Berikut beberapa jenis penyakit menular yang rentan terjadi di kantor, meliputi:

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    1. Covid-19
    Penyakit menular yang sedang mewabah di seluruh dunia ini disebabkan oleh virus corona. Covid-19 umumnya memiliki gejala yang hampir sama dengan gejala flu biasa, seperti, batuk kering, demam, pilek dan sesak nafas. Gejala tersebut biasanya akan mulai muncul 2 – 14 hari setelah terinfeksi virus penyebabnya. Penyakit menular ini akan menyebabkan efek ringan, berat, hingga kematian pada penderitanya.
    Upaya pencegahan yang cukup efektif agar terhindar dari Covid-19 yakni dengan melakukan vaksinasi. Saat ini  telah tersedia beberapa jenis vaksin Covid-19. Tidaknya hanya dapat melindungi Anda dari paparan virus corona, vaksin tersebut juga mampu meringankan gejala yang mungkin muncul saat terpapar Covid-19.

    2. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
    ISPA akan menyerang sistem pernapasan seperti hidung, saluran napas, tenggorokan, dan paru-paru yang ditandai dengan gejala berikut:

    • Demam
    • Tenggorokan sakit
    • Nyeri saat menelan
    • Batuk kering atau berdahak
    • Pilek

    Tidak hanya disebabkan oleh virus, penyakit menular ISPA juga dapat akibatkan oleh bakteri. ISPA dapat dicegah dengan beberapa cara, seperti menjaga kebersihan lingkungan, melakukan vaksin influenza, membiasakan diri selalu cuci tangan, serta mengonsumsi makanan bergizi. Selain itu, jangan lupa untuk memperhatikan etika saat batuk dan bersin, serta gunakan selalu masker untuk mencegah terjadinya penularan penyakit. 

    Baca Juga: 4 Tips Mencegah Penularan Flu di Kantor

    3. DiareDiare merupakan gangguan kesehatan yang menyerang sistem pencernaan. Penyakit menular ini biasanya ditandai dengan buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari dengan tinja yang berbentuk cair dan disertai rasa mulas berlebihan. Dalam beberapa kasus, diare dapat disertai dengan lendir atau darah. Meski terlihat sepele penyakit ini dapat menyebabkan kematian, khususnya pada balita apabila tidak ditangani dengan baik.
    Diare dapat mudah menular pada lingkungan dengan sanitasi yang buruk, seperti melalui sumber air, tanah, atau makanan dan minuman yang telah terkontaminasi bakteri, virut, ataupun parasit penyebab diare. Diare dapat dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan selalu mencuci tangan setelah beraktivitas atau menyentuh barang yang rawan terkontaminasi, serta mengonsumsi makanan yang telah matang sempurna.

    4. Tuberculosis
    Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru. Meski demikian, penyakit menular ini juga dapat menyerang bagian tubuh lainnya seperti sendi, tulang, kelenjar getah bening (TB kelenjar), selaput jantung, hingga selaput otak atau meningitis TB). Bakteri penyebab tuberkulosis ini dapat menular melalui udara saat penderitanya bersin atau batuk. Penyakit menular ini mampu dicegah dengan mendapatkan vaksin BCG. 

    5. Hepatitis
    Hepatitis merupakan penyakit yang menyebabkan peradangan pada hati atau liver. Penyakit yang umumnya disebabkan oleh virus ini mudah menular melalui sumber air yang atau makanan yang telah terkontaminasi. Beberapa jenis hepatitis lain juga dapat menyebar melalui cairan tubuh, seperti darah, air liur, sperma, dan cairan vagina.
    Terdapat beberapa jenis hepatitis, seperti hepatitis A, B, C, D, dan E. Masing-masing jenis hepatitis tersebut memiliki ciri khasnya sendiri, seperti virus penyebabnya hingga tanda dan gejala yang ditimbulkan. 

    Baca Juga: Apa Keuntungan Perusahaan Memberikan Benefit Vaksinasi Bagi Karyawan Kantor?

    6. Konjungtivitis
    Konjungtivitis atau mata merah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Kondisi ini dapat terjadi karena peradangan pada konjungtiva, yakni jaringan yang melapisi bagian dalam dari kelopak dan bagian putih mata.
    Penyakit menular ini biasanya akan ditandai dengan munculnya gejala mata berair, terasa nyeri saat mengedipkan mata, mata terasa gatal, hingga pembengkakan pada kelopak mata. Pada kondisi yang lebih parah, peradangan konjungtiva ini dapat menyebabkan terbentuknya nanah. 

    Cara Mencegah Penyakit Menular di Kantor

    Untuk mencegah agar Sahabat Sehat tidak mudah terpapar berbagai virus atau bakteri, terapkan berbagai hal berikut di rumah:

    • Biasakan diri untuk menjalankan pola hidup bersih dan sehat dengan selalu mencuci tangan setelah beraktivitas atau menyentuh barang di tempat umum.
    • Jaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi lengkap serta suplemen multivitamin.
    • Pastikan telah mendapatkan vaksin, seperti vaksin Covid-19, vaksin Hepatitis, vaksin Influenza, dan lainnya untuk mencegah tertular berbagai penyakit.
    • Bila memungkinkan, usahakan untuk selalu menggunakan barang pribadi selama di kantor (alat tulis kantor, mouse, dsb)
    • Jaga selalu kebersihan meja kerja dan lingkungan kantor, terutama kebersihan toilet dan makanan.

    Baca Juga: Tips Mencegah Penularan Covid-19 di Area Perkantoran

    Jika Sahabat Sehat atau teman sekantor ada yang menderita penyakit menular, sebaiknya biarkan ia mengambil cuti agar dapat beristirahat dengan baik di rumah sampai penyakit tersebut sembuh total untuk mencegah penularan kepada orang lain di kantor. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai penyakit yang rentan terjadi di lingkungan kantor. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Share Verified. What does it feel like to have COVID-19? – Verified.
    2. Health Navigator. Respiratory tract infections.
    3. Mayo Clinic. Tuberculosis – Symptoms and causes.
    4. Centers for Disease Control and Prevention. Practice Good Health Habits.
    5. World Health Organization. Tuberculosis (TB).
    6. Who.int. 2021. Hepatitis. [online] Available at: <https://www.who.int/health-topics/hepatitis> [Accessed 6 November 2021].
    7. Mayo Clinic. Diarrhea – Symptoms and causes.
    Read More
  • Imunisasi DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus) merupakan salah satu imunisasi wajib yang harus diberikan kepada anak, yang dapat mencegah infeksi difteri, pertussis (batuk rejan) dan tetanus. Jika riwayat imunisasi tidak lengkap, Si Kecil beresiko menderita penyakit tersebut dikemudian hari.  Sahabat Sehat, apa saja hal yang perlu diperhatikan saat Si Kecil akan diberi vaksin DPT ? […]

    Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Si Kecil Di Vaksin DPT

    Imunisasi DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus) merupakan salah satu imunisasi wajib yang harus diberikan kepada anak, yang dapat mencegah infeksi difteri, pertussis (batuk rejan) dan tetanus. Jika riwayat imunisasi tidak lengkap, Si Kecil beresiko menderita penyakit tersebut dikemudian hari. 

    Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Si Kecil Di Vaksin DPT

    Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Si Kecil Di Vaksin DPT

    Sahabat Sehat, apa saja hal yang perlu diperhatikan saat Si Kecil akan diberi vaksin DPT ? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Imunisasi DPT?

    Sahabat Sehat, imunisasi DPT dapat memberikan kekebalan tubuh terhadap penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus. Penyakit Difteri menyerang tenggorokan dan saluran pernapasan dan dapat menyebabkan kesulitan bernapas. Penyakit Tetanus merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf akibat infeksi bakteri tetanus pada luka yang terkontaminasi. Sementara penyakit Pertusis merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan yang ditandai dengan batuk berat dan kesulitan bernapas. 

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Persiapan Sebelum Imunisasi DPT

    Sebelum Si Kecil menerima imunisasi DPT, pastikan istirahat yang cukup dan berikan nutrisi yang seimbang. Apabila Si Kecil sedang demam maka dianjurkan menunda imunisasi. Apabila Si Kecil mengalami infeksi saluran nafas atas ringan tanpa disertai demam, maka umumnya bukan lah suatu penghalang untuk diberikan imunisasi DPT. 

    Bayi yang lahir prematur juga dapat tetap diberikan imunisasi sesuai dengan usia kronologis nya sejak dilahirkan. Apabila Si Kecil sedang menjalani pengobatan tertentu, dianjurkan berkonsultasi lebih dulu dengan dokter yang menangani. Pemberian imunisasi DPT dilakukan secara berhati-hati pada beberapa kondisi berikut:

    • Suhu tubuh mencapai 40,50C dalam 48 jam terakhir.
    • Tampak lemas dan tidak berespon dalam 48 jam terakhir.
    • Menangis hingga 3 jam atau lebih dan dialami dalam 48 jam terakhir. Dikhawatirkan setelah diberikan imunisasi DPT, Si Kecil menjadi semakin kurang nyaman dan rewel.
    • Kejang baik tanpa disertai demam maupun dengan demam dalam 3 hari terakhir. 

    Baca Juga: Imunisasi Untuk Si ABG yang Beranjak Remaja

    Jadwal Pemberian Imunisasi DPT

    Imunisasi DPT dasar diberikan sebanyak 3 kali sejak usia 2 bulan dengan interval 4-6 minggu.

    • Dosis pertama diberikan pada usia 2-4 bulan,
    • Dosis kedua diberikan pada usia 3-5 bulan
    • Dosis ketiga diberikan pada anak usia 4-6 bulan.
    • Dosis keempat diberikan dengan interval 1 tahun sejak imunisasi DPT dosis ketiga diberikan, yaitu 18-24 bulan.
    • Dosis kelima diulang saat usia masuk sekolah yaitu 5-7 tahun.

    Apabila imunisasi DPT terlambat diberikan, tetap lanjutkan imunisasi sesuai jadwal. Bila anak belum pernah diimunisasi dasar pada usia <12 bulan, lakukan imunisasi sesuai imunisasi dasar baik sesuai jumlah maupun intervalnya.

    Baca Juga: Bagaimana Mengatasi Efek Samping Vaksin DPT atau Sering Disebut KIPI

    Apa Saja Reaksi KIPI Pasca Imunisasi DPT?

    Bagi Sahabat Sehat yang sudah memiliki anak, perlu mewaspadai efek samping pasca pemberian imunisasi atau disebut juga sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (disebut juga KIPI). Beberapa reaksi KIPI yang kerap dialami pasca Si Kecil disuntik imunisasi DPT, yaitu:

    • Demam
    • Anak rewel
    • Kemerahan di tempat suntikan
    • Nyeri dan bengkak di bekas suntikan yang akan hilang dalam 2 hari.
    • Nafsu makan menurun
    • Muntah.

    Jika Si Kecil mengalami gejala diatas, Sahabat Sehat dapat melakukan beberapa tips berikut:

    • Berikan minum dan makanan yang cukup agar Si Kecil tidak rewel.
    • Jika Si Kecil demam, kenakan pakaian tipis dan menyerap keringat. Beri kompres air hangat di dahi. 
    • Berikan kompres air dingin pada bekas suntikan untuk meredakan nyeri dan bengkak di bekas suntikan.

    Perlu diwaspadai apabila gejala tersebut menetap hingga lebih dari 3 hari, atau jika Si Kecil tampak lemas maka konsultasikan ke dokter.

    Baca Juga: Berapa Lama Bayi Demam Setelah Imunisasi DPT? Begini Cara Mengatasinya

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai persiapan sebelum Si Kecil diberikan imunisasi DPT. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Rusmil K. Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian II).
    2. Saputra D. Imunisasi DPT, Manfaat, dan Kapan Vaksin DPT Diberikan.
    3. Joseph E. Your Child’s Immunizations: Diphtheria, Tetanus & Pertussis Vaccine (DTaP) (for Parents).
    4. Sari Pediatri. Jadwal Imunisasi Rekomendasi IDAI. Sari Pediatri. 2016;2(1):43. 
    5. Soedjatmiko. Penjelasan Kepada Orangtua Mengenai Imunisasi.
    6. Centers for Disease Control and Prevention. Safety Information for Diphtheria, Tetanus, and Pertussis Vaccines.
    7. Mayo Clinic. Diphtheria, Tetanus, And Acellular Pertussis Vaccine (Intramuscular Route) Side Effects.
    8. Centers for Disease Control and Prevention. Diphtheria, Tetanus, and Pertussis: Recommendations for Vaccine Use and Other Preventive Measures Recommendations of the Immunization Practices Advisory Committee (ACIP).
    Read More
  • Melakukan vaksinasi sebelum pergi liburan ke daerah tertentu merupakan hal yang perlu dipertimbangkan untuk meminimalkan resiko terjangkitnya penyakit. Vaksinasi yang dilakukan sebelum perjalanan banyak sekali jenisnya, tergantung daerah mana yang akan dikunjungi dan resiko penyakit apa yang ada di negara atau daerah tersebut. Melakukan vaksinasi sebelum bepergian juga bermanfaat agar tidak membawa pulang penyakit tersebut […]

    6 Jenis Vaksin Travel yang Penting Sebelum Pergi Liburan

    Melakukan vaksinasi sebelum pergi liburan ke daerah tertentu merupakan hal yang perlu dipertimbangkan untuk meminimalkan resiko terjangkitnya penyakit. Vaksinasi yang dilakukan sebelum perjalanan banyak sekali jenisnya, tergantung daerah mana yang akan dikunjungi dan resiko penyakit apa yang ada di negara atau daerah tersebut.

    6 Jenis Vaksin Travel yang Penting Sebelum Pergi Liburan

    6 Jenis Vaksin Travel yang Penting Sebelum Pergi Liburan

    Melakukan vaksinasi sebelum bepergian juga bermanfaat agar tidak membawa pulang penyakit tersebut ke daerah atau negara asal. Sahabat Sehat, apa saja jenis vaksin yang diperlukan sebelum traveling? Mari simak penjelasan berikut.

    Kapan Melakukan Vaksinasi Sebelum Bepergian?

    Sebelum berencana bepergian, buatlah janji dengan fasilitas kesehatan setempat untuk melakukan berbagai vaksinasi. Beberapa jenis vaksin membutuhkan waktu agar vaksin bekerja terlebih dahulu di dalam tubuh dan memberikan efek perlindungan.

    Vaksinasi sebelum berlibur menjadi hal yang penting terutama saat membawa anak-anak. Sebagai contoh, vaksinasi tifoid yang dapat melindungi dari infeksi Salmonella typhi yang menyebabkan tipes sebaiknya dilakukan sebelum bepergian.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Apa Saja Vaksinasi yang Diperlukan Sebelum Berlibur?

    Untuk memilih vaksinasi apa yang harus dilakukan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melihat riwayat vaksinasi apa saja yang sudah pernah dilakukan, serta ke daerah mana kamu akan berkunjung dan setelah itu dokter akan menentukan vaksinasi yang tepat.

    Berikut ini beberapa contoh vaksinasi yang dapat Sahabat Sehat lakukan sebelum bepergian, antara lain:

    1. Vaksin Meningitis
      Vaksin ini penting terutama bila mengunjungi negara-negara di Afrika. Negara lain seperti Saudi Arabia, Eropa, Australia, dan Amerika juga memiliki kasus meningitis walau tidak sebanyak di Afrika.
    2. Vaksin Demam Kuning (Yellow Fever)
      Jika hendak melakukan perjalanan ke negara Afrika (Gana, Kenya dan Nigeria) disarankan untuk melakukan vaksinasi Demam Kuning atau Yellow Fever.
    3. Vaksin Hepatitis A dan B
      Saat masih usia anak-anak, rata-rata sudah mendapatkan vaksinasi Hepatitis A dan B. Namun, ada baiknya, sebelum melakukan bepergian, hendaknya melakukan pemeriksaan antibodi terlebih dahulu, apabila antibodi terhadap hepatitis A dan B sudah rendah, maka ada baiknya melakukan vaksinasi Hepatitis A dan B ulang sebelum melakukan perjalanan.
    4. Vaksin Tifoid dan Paratifoid
      Vaksinasi tifoid dilakukan untuk mencegah penyakit tipes saat melakukan perjalanan ke daerah dengan kasus infeksi tifoid tinggi misalnya negara-negara Asia Tengah (India, Pakistan dan Bangladesh).
    5. Vaksin Influenza
      Apabila hendak berlibur saat musim hujan seperti saat ini, ada baiknya untuk melakukan vaksinasi flu dulu sebelumnya.
    6. Vaksin Japanese Encephalitis
      Negara-negara di Asia dan sebagian Australia adalah daerah endemik penyakit Japanese encephalitis. Untuk menghindari terinfeksi penyakit ini, lakukan vaksinasi Japanese encephalitis minimal 1 bulan sebelumnya.

    Baca Juga: Inilah 3 Persiapan Penting Sebelum Traveling

    Tips Menghindari Penularan Penyakit di Daerah Tujuan

    Ada beberapa hal yang dapat Sahabat Sehat lakukan saat bepergian untuk mengurangi resiko masalah kesehatan saat berlibur, antara lain:

    • Menerapkan protokol kesehatan
    • Konsumsi makanan dan minuman yang bersih
    • Hindari minum sembarangan dari air keran
    • Lindungi diri dari gigitan serangga dengan menggunakan lotion anti serangga.
    • Gunakan tabir surya dan pelindung matahari lainnya
    • Gunakan perlengkapan alat pelindung keselamatan sesuai dengan aktivitas (misalnya, gunakan sabuk pengaman saat berkendara dengan mobil di negara tujuan)
    • Berhati-hati dalam kondisi lalu lintas
    • Ketahui cara mendapatkan pertolongan atau kondisi medis ditempat tujuan
    • Berhati-hati dalam menggunakan alkohol dilingkungan yang tidak anda kenal. 

    Baca Juga: Pilek dan Flu Saat Traveling? Cegah Sekarang Juga

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai jenis vaksin yang penting sebelum berlibur. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Citizens Information. Travelling abroad and vaccinations [Internet]. USA : Citizens Information. 2021.
    2. Chang L. Your Travel Vaccine Checklist [Internet]. USA : WebMD. 2010.
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Holiday Tips [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021.
    4. National Health Service. Travel vaccinations [Internet]. UK : National Health Service. 2018.
    Read More
  • Memasuki akhir tahun, tidak jarang Sahabat Sehat mulai merencanakan bepergian ke berbagai destinasi. Salah satu persiapan yang harus Sahabat Sehat lakukan adalah mengikuti vaksinasi tifoid, sehingga rencana perjalanan berjalan dengan lancar. Tipes atau disebut juga sebagai demam tifoid, disebabkan oleh karena konsumsi makanan maupun minuman yang tercemar oleh bakteri Salmonella. Tipes dapat menyerang anak maupun […]

    Ketahui Pentingnya Vaksin Tifoid Sebelum Bepergian

    Memasuki akhir tahun, tidak jarang Sahabat Sehat mulai merencanakan bepergian ke berbagai destinasi. Salah satu persiapan yang harus Sahabat Sehat lakukan adalah mengikuti vaksinasi tifoid, sehingga rencana perjalanan berjalan dengan lancar.

    Ketahui Pentingnya Vaksin Tifoid Sebelum Bepergian

    Ketahui Pentingnya Vaksin Tifoid Sebelum Bepergian

    Tipes atau disebut juga sebagai demam tifoid, disebabkan oleh karena konsumsi makanan maupun minuman yang tercemar oleh bakteri Salmonella. Tipes dapat menyerang anak maupun orang dewasa, dengan gejala bervariasi mulai dari ringan bahkan hingga dirawat di rumah sakit.

    Sahabat Sehat, pentingkah vaksin tifoid sebelum bepergian? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Gejala Tipes?

    Gejala dapat dialami dalam 1-3 minggu sejak terpapar bakteri Salmonella. Jika Sahabat Sehat mengalami demam, sebaiknya diperiksakan ke dokter sebab mungkin merupakan tanda menderita tipes. Selain itu, penderita tipes dapat merasakan beberapa keluhan berikut:

    • Lemas
    • Nyeri perut
    • Sakit kepala
    • Diare maupun konstipasi
    • Mual atau muntah
    • Nyeri otot
    • Nafsu makan menurun. 
    • Batuk kering

    Untuk mendiagnosis tipes, nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta meminta Sahabat Sehat melakukan pemeriksaan lanjutan misal pemeriksaan darah dan feses.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Vaksin Tifoid Bagi Pelancong

    Tifoid atau disebut juga Tipes kerap ditemukan pada daerah yang sanitasinya buruk. Beberapa negara yang berisiko tinggi yaitu negara India, Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan. Vaksinasi direkomendasikan jika Sahabat Sehat berencana bepergian ke daerah tersebut ataupun tinggal di daerah tersebut dalam jangka waktu lama.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Tifoid dan Jadwal Pemberian Vaksin Tifoid

    Vaksin Tifoid Dapat Mencegah Tipes

    Sahabat Sehat dapat mencegah tipes, salah satunya dengan menerima vaksin tifoid. Di Indonesia tersedia 2 jenis vaksin untuk mencegah tipes, yaitu:

    • Vaksin tifoid capsular Vi polisakarida

    Diberikan melalui suntikan, mulai dapat diberikan pada usia diatas 2 tahun dan dapat diulang setiap 3 tahun.

    • Vaksin tifoid oral Ty21a 

    Vaksin diberikan per oral, mulai dapat diberikan pada usia diatas 6 tahun dan dikemas dalam 3 dosis dengan interval pemberian selang sehari (hari 1,3, dan 5). Dapat diulang pemberiannya setiap 3-5 tahun sekali.

    Selain dengan pemberian vaksin, Sahabat Sehat tetap perlu melakukan beberapa hal berikut untuk mencegah tipes ketika bepergian yaitu :

    • Jaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi. 
    • Cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir, sebelum dan sesudah makan.
    • Hindari minum air mentah
    • Hindari membeli makanan di tempat yang kurang bersih
    • Membawa bekal makanan maupun alat makan pribadi

    Baca Juga: Yuk Vaksinasi Mumpung Liburan Sekolah

    Nah Sahabat Sehat itulah mengenai pentingnya vaksin tifoid sebelum bepergian. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Referensi

    1. Centers for Disease Control and Prevention.Typhoid Fever and Paratyphoid Fever [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention
    2. National Health Service. Vaccination Typhoid Fever [Internet]. UK : National Health Service.
    3. Satuan Tugas Imunisasi IDAI. Jadwal Imunisasi Rekomendasi IDAI. Sari Pediatri. 2000, June;02 (01): 43 – 47
    Read More
  • Penyakit menular melalui makanan bukanlah hal baru. Mungkin Sahabat Sehat juga sudah biasa diwanti-wanti saat kecil oleh orang tua harus cuci tangan sebelum makan agar tidak sakit. Ya, itu karena makanan bisa terkontaminasi kuman dari tangan yang kotor. Jaman sekarang, wisata kuliner adalah kegiatan yang sangat digemari. Ini menjadi salah satu agenda keluarga saat menghabiskan […]

    Penyakit Menular Melalui Makanan, Waspada Kulineran Selama Liburan

    Penyakit menular melalui makanan bukanlah hal baru. Mungkin Sahabat Sehat juga sudah biasa diwanti-wanti saat kecil oleh orang tua harus cuci tangan sebelum makan agar tidak sakit. Ya, itu karena makanan bisa terkontaminasi kuman dari tangan yang kotor.

    Jaman sekarang, wisata kuliner adalah kegiatan yang sangat digemari. Ini menjadi salah satu agenda keluarga saat menghabiskan waktu akhir pekan maupun liburan.

    Penyakit Menular Melalui Makanan, Waspada Kulineran Selama Liburan

    Penyakit Menular Melalui Makanan, Waspada Kulineran Selama Liburan

    Bagaimana rencana Sahabat Sehat berlibur panjang kali ini? Mungkin Anda sekeluarga sudah merencanakan untuk jalan-jalan ke luar kota atau ke luar negeri, mengunjungi tempat wisata, bertemu sanak saudara, dan sebagainya. Selain harus tetap memerhatikan protokol kesehatan, Anda juga harus tetap mewaspadai santapan makanan atau jajanan yang akan dikonsumsi.

    Tahukah Anda bahwa makanan yang tidak ditangani sesuai prosedur yang benar, berisiko terkontaminasi kuman, bakteri, ataupun virus hingga menyebabkan penyakit yang menyebar melalui makanan (food borne disease). Risiko kontaminasi makanan bisa terjadi pada tahap penyiapan bahan, proses pengolahan, penyajian, pengemasan, penyimpanan, hingga pengantaran.

    Bahaya Demam Tifoid dari Makanan

    Salah satu penyakit yang bisa ditularkan dari makanan yang terkontaminasi adalah demam tifoid atau yang lebih dikenal dengan tifus/ tipes. Demam tifoid merupakan infeksi saluran pencernaan yang disebabkan serangan bakteri Salmonella typhi. Setelah terinfeksi, penderita dapat terserang diare atau sulit buang air besar dan sakit perut. Bakteri kemudian akan masuk ke aliran darah sehingga terjadi demam.

    Demam tifoid bersifat endemis di seluruh dunia, bisa terjadi setiap tahun, dan tidak dipengaruhi oleh musim. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, terdapat 26 juta kasus demam tifoid di dunia setiap tahun. Penyakit ini menyebabkan 215.000 kematian setiap tahun.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Orang yang terinfeksi tifoid memiliki gejala demam yang bisa mencapai 39-40 derajat celcius, terutama pada malam hari. Gejala lainnya, antara lain, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, berkeringat, batuk kering, dan kehilangan nafsu makan.

    Selain itu, gejala paling umum saat seseorang terkena tifoid yaitu sakit perut. Pada anak-anak, tifoid akan menyebabkan diare, sedangkan orang dewasa cenderung mengalami konstipasi atau gangguan pencernaan yang membuat seseorang buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu.

    Baca Juga: Perlukah Vaksin Tifoid Sebelum Bepergian?

    Virus Hepatitis A Menyebar Lewat Makanan Minuman

    Hepatitis A adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menginfeksi sel-sel hati dan menyebabkan peradangan. Virus ini dengan mudah ditularkan melalui oral, terutama lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi. Risiko ini meningkat pada makanan atau jajanan pinggir jalan yang umum ditemukan di jalanan-jalanan tanah air.

    Tanda dan gejala penyakit ini adalah demam, malaise (lemah lesu), anoreksia (tidak nafsu makan), gangguan perut serta mata tampak berwarna kuning (ikterus). Masa inkubasi (jarak antara virus masuk ke tubuh dan gejala timbul) berkisar antara 15 sampai 50 hari, rata-rata 28-30 hari.

    Baca Juga: Cara Mencegah Hepatitis A Bagi Kamu yang Suka Kulineran

    Pentingnya Vaksin Tifoid dan Vaksin Hepatitis A

    Selain pentingnya menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dengan bersih, konsumsi makanan yang matang, selektif memilih jajanan, tentu ada langkah pencegahan yang dapat Moms lakukan bersama keluarga, yaitu vaksinasi.

    Vaksinasi tifoid dapat dilakukan setiap tiga tahun sekali, gunanya untuk meningkatkan kekebalan tubuh dari bakteri Salmonella typhi. Vaksin tersebut sudah bisa diberikan dalam satu dosis sejak anak berusia dua tahun hingga orang dewasa.

    Sedangkan vaksin hepatitis A dapat dilakukan pada:
    – Anak usia 12-24 bulan. Bila terlewat, ia bisa dapatkan pada usia 2-18 tahun.
    – Orang yang bepergian atau bekerja di negara endemi hepatitis A.
    – Orang dengan pekerjaan risiko tinggi terinfeksi virus hepatitis A.
    – Pekerja restoran atau penjual makanan.

    Bagi Anda yang membutuhkan layanan vaksin Tifoid dan Vaksin Hepatitis A kini tak perlu repot mencarinya, karena ProSehat sudah menyiapkan kebutuhan ini. Vaksin dapat dilakukan di Klinik maupun tenaga medis yang akan mendatangi rumah Anda.

    Baca Juga: Gejala Hepatitis A, Benarkah Mirip Influenza?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. kompas.id.2021. Waspadai Penularan Demam Tifoid lewat Kontaminasi Makanan
      2. detikhealth.2018. Jajan Sembarangan Saat Mudik? Waspadai Risiko Hepatitis A
      3. sehatnegeriku.kemkes.go.id.2015. Mengenal Hepatitis A.
    Read More
  • Berpuasa memang memiliki manfaat bagi kesehatan. Namun puasa bagi penderita diabetes melitus harus dilakukan dengan benar. Bulan Ramadhan adalah bulan yang dinantikan kedatangannya oleh umat Muslim seluruh dunia. Tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan rohani, berpuasa di bulan Ramadhan juga memberikan manfaat baik bagi kesehatan jasmani. Namun, bagi orang yang memiliki penyakit diabetes, ibadah puasa […]

    Banyak Pantangan, Ini Cara Puasa Bagi Penderita Diabetes

    Berpuasa memang memiliki manfaat bagi kesehatan. Namun puasa bagi penderita diabetes melitus harus dilakukan dengan benar.

    Banyak Pantangan, Ini Cara Puasa Bagi Penderita Diabetes

    Banyak Pantangan, Ini Cara Puasa Bagi Penderita Diabetes

    Bulan Ramadhan adalah bulan yang dinantikan kedatangannya oleh umat Muslim seluruh dunia. Tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan rohani, berpuasa di bulan Ramadhan juga memberikan manfaat baik bagi kesehatan jasmani. Namun, bagi orang yang memiliki penyakit diabetes, ibadah puasa harus dilakukan dengan benar agar terhindar dari komplikasi yang tidak diharapkan.

    Maka dari itu, penting sekali bagi penderita diabetes untuk melakukan persiapan sebelum puasa.

    Persiapan sebelum puasa

    Berpuasa bagi penderita diabetes sebaiknya didahului dengan berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melihat riwayat perjalanan penyakit Anda dan perkembangannya, termasuk kadar gula darah beberapa bulan terakhir, tekanan darah, dan profil lipid (kolesterol/ trigliserida). Setelah menerima informasi yang lengkap, dokter akan memberikan saran yang terbaik untuk Anda. 

    Anda juga perlu memahami apa saja risiko komplikasi bila berpuasa, terutama bila dilakukan dengan tidak berhati-hati. Contoh komplikasi yang mungkin terjadi antara lain gula darah rendah (hipoglikemi) atau tinggi (hiperglikemi) dan kekurangan cairan tubuh (dehidrasi).

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Beberapa hal yang mempengaruhi risiko komplikasi diantaranya

    1. Tipe diabetes (DM tipe 1 atau 2),
    2. Kestabilan gula darah Anda selama 3 bulan terakhir (lebih aman bila HbA1c pada level 7.5%),
    3. Jenis obat-obatan yang Anda gunakan untuk mengontrol gula darah Anda, terutama bila menggunakan golongan sulfonilurea dan insulin, dan
    4. Memiliki komplikasi diabetes, seperti gangguan penglihatan, kerusakan saraf, penyakit jantung dan ginjal.

    Bila dokter merasa Anda belum pada kondisi optimal untuk berpuasa, maka ia akan menyarankan agar Anda menunda hingga kondisi Anda membaik.

    Baca Juga: Berbagai Faktor Penyebab Diabetes yang Paling Banyak Ditemukan

    Hal-hal yang harus diperhatikan bila berpuasa

    Selain membicarakan risiko komplikasi dengan dokter, dapatkan informasi apa saja yang harus dilakukan dan diketahui agar aman berpuasa, antara lain

    1. Memeriksa kadar gula darah lebih sering dari biasanya,
    2. Hal yang harus dilakukan bila gula darah diketahui terlalu rendah atau tinggi, atau bila Anda merasa tidak sehat
    3. Penyesuaian obat diabetes, termasuk dosis, jenis, dan waktu minum, dan
    4. Penyesuaian dosis insulin.

    Baca Juga: Indeks Massa Tubuh yang Sehat bagi Penderita Diabetes

    Tips berpuasa aman dan nyama

    Setiap Muslim yang akan berpuasa mengharapkan momen beribadah yang khusyuk. Setelah berkonsultasi dengan dokter, tiba saatnya Anda melakukan manajemen puasa secara mandiri. Ikuti tips berpuasa di bawah ini agar aman dan nyaman.

    Pilih makanan dan minuman sehat selama Ramadhan

    • Sahur

    Sahur adalah bagian penting dalam berpuasa dan tidak boleh Anda lewati. Pilihlah makanan yang memiliki indeks glikemik rendah. Artinya, makanan akan dicerna tubuh secara lambat sehingga kenaikan gula darah terjadi perlahan-lahan. Dengan demikian, gula darah juga akan lebih stabil selama berpuasa. Contoh makanan dengan indeks glikemik rendah adalah oat, beras basmati, beras hitam, biji-bijian, kacang-kacangan.

    Bila hanya memungkinkan bagi Anda untuk mengonsumsi beras putih, diskusikan dengan Ahli Gizi atau dokter Anda mengenai porsinya karena beras putih termasuk makanan dengan indeks glikemik tinggi.

    Yang tidak kalah penting adalah minum air putih yang cukup. Hindari minuman manis dan berkafein seperti teh, kopi, soda untuk mencegah risiko dehidrasi. Kafein memiliki efek diuretik yang menyebabkan sering buang air kecil.

    • Iftar

    Sebagian orang membatalkan puasanya saat iftar dengan memakan kurma. Walau kurma memiliki kandungan nutrisi yang bagus, perlu diingat bahwa kurma mengandung karbohidrat yang tinggi. Dua buah kurma ukuran besar sama dengan sepotong roti berukuran sedang. Maka, batasi jumlah kurma yang Anda makan.

    Segera pulihkan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup. Hindari minuman manis atau jus buah karena akan meningkatkan gula darah dengan drastis. Selain itu, hindari makanan yang digoreng demi kesehatan jantung Anda.

    Baca Juga: Cara dan Manfaat Melakukan Pemantauan Gula Darah Mandiri

     

    Tetap aktif bergerak

     

    Orang dengan diabetes dapat tetap melakukan aktivitas ringan sehari-hari. Bila Anda sudah biasa berolahraga dan ingin melanjutkannya selama Ramadhan, pastikan Anda sudah mendiskusikannya dengan dokter karena olahraga dapat meningkatkan risiko hipoglikemia, terutama bila dilakukan di akhir waktu puasa.

    Tahu kapan harus membatalkan puasa

    Setiap orang dengan diabetes harus memahami sinyal tubuhnya dengan baik. Bila Anda merasa lemas dan kadar gula Anda rendah, segera batalkan puasa. Kadar gula darah < 70 mg/dL atau > 300 mg/dL memerlukan penanganan segera.

    Mari sambut bulan yang penuh berkah dengan segenap suka cita. Persiapkan diri sebaik-baiknya agar Anda dapat beribadah tanpa halangan. Lanjutkan pola hidup sehat walau Ramadhan telah usai untuk kebaikan diri.

    Baca Juga: Menjaga Pola Hidup Sehat untuk Penderita Diabetes

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul Larasati

     

    Referensi

    1. Castro R. Diabetes and fasting: can I fast during Ramadan? [Internet]. 2021.
    2. Diabetes and Ramadan [Internet]. 2022.
    3. Al-Arouj M et al. Recommendations for Management of Diabetes During Ramadan. Diabetes Care 2005;28(9):2305–2311 

     

    12 April 2022

    Read More
  • Diabetes adalah penyakit jangka panjang yang menyebabkan kadar gula darah dalam tubuh seseorang menjadi terlalu tinggi. Sekitar 415 juta orang di dunia mengidap diabetes pada tahun 2020. Indonesia menempati peringkat kelima dunia dengan 19,5 juta penderita diabetes, dimana 80% dari penderita tersebut tidak menyadari mereka memiliki diabetes. Diabetes tidak hanya menyerang dewasa, tapi juga anak-anak dan […]

    Menjaga Pola Hidup Sehat untuk Penderita Diabetes

    Diabetes adalah penyakit jangka panjang yang menyebabkan kadar gula darah dalam tubuh seseorang menjadi terlalu tinggi. Sekitar 415 juta orang di dunia mengidap diabetes pada tahun 2020. Indonesia menempati peringkat kelima dunia dengan 19,5 juta penderita diabetes, dimana 80% dari penderita tersebut tidak menyadari mereka memiliki diabetes. Diabetes tidak hanya menyerang dewasa, tapi juga anak-anak dan ibu hamil.

    Menjaga Pola Hidup Sehat untuk Penderita Diabetes

    Menjaga Pola Hidup Sehat untuk Penderita Diabetes

    Orang dengan diabetes memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi bila tidak mengelola penyakitnya dengan baik. Komplikasi dari diabetes diantaranya penyakit jantung dan pembuluh darah, kebutaan, dan kerusakan saraf dan ginjal. Maka, pengelolaan penting sekali komitmen Anda dalam memperbaiki pola hidup ke arah yang lebih sehat.

    Mengelola diabetes

    Banyak faktor yang mempengaruhi munculnya diabetes, seperti usia, riwayat diabetes di keluarga, kebiasaan merokok, obesitas, dan jarang beraktivitas fisik atau olahraga. Akan sulit sekali bagi Anda untuk mengubah faktor keturunan, namun Anda memiliki kesempatan untuk memperbaiki faktor gaya hidup agar menjadi lebih sehat.

    • Pemilihan makanan yang tepat

    Mengelola kadar gula darah adalah kunci dari hidup dengan diabetes, dan makan makanan yang tepat adalah kunci dari mengelola kadar gula darah. Makan makanan yang tepat artinya makan dalam jumlah yang benar dan di waktu yang tepat. Pilihlah makanan sehat yang bervariasi dan mudah Anda dapatkan bahannya agar bisa selalu konsisten. Utamakan makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat untuk mengendalikan rasa lapar dan nafsu makan, dan jangan lupa untuk minum air putih yang cukup. Konsultasikan dengan Ahli Gizi untuk mendapatkan saran diet yang terbaik sesuai kondisi Anda.

    • Turunkan berat badan dengan berolahraga

    Menurunkan berat badan sangat dianjurkan apabila Anda obesitas. Kadar gula darah akan menjadi lebih mudah dikendalikan ketika Anda mulai mengurangi berat badan. Alhasil, obat-obatan yang rutin dikonsumsi pun dapat berkurang dan kualitas tidur Anda menjadi lebih baik sehingga memiliki lebih banyak energi.(3) Turunkan berat badan secara bertahap dan pilihlah jenis olahraga yang sesuai dengan Anda. Bila berat badan Anda normal maupun kurang, olahraga juga akan membantu Anda menjadi lebih bugar dan, yang lebih penting, mengendalikan kadar gula darah.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Panduan olahraga yang umum disarankan adalah sebagai berikut:

    1. Setiap minggu: minimal 150 menit olahraga intensitas ringan-sedang, misalnya jalan cepat, atau cukup 70 menit olahraga intensitas tinggi.
    2. Dua kali atau lebih setiap minggu: latihan kekuatan otot, biasanya menggunakan tambahan beban.

    Baca Juga: Indeks Massa Tubuh yang Sehat bagi Penderita Diabetes

    • Disiplin minum obat

    Minum obat dengan disiplin akan membantu Anda mengelola kadar gula darah dan menurunkan risiko komplikasi. Catat obat apa saja yang Anda konsumsi, dosis, dan jadwal minumnya. Simpan obat-obatan di tempat yang aman. Bicarakan dengan dokter bila Anda merasakan efek samping yang mengganggu. Jika Anda menggunakan insulin, pelajari juga alternatif area penyuntikan.

    • Rutin memantau kadar gula darah

    Pemantauan kadar gula darah penting untuk dilakukan oleh orang dengan diabetes. Pemeriksaan ini dapat dilakukan di fasilitas kesehatan ataupun secara mandiri. Pemantauan rutin memiliki banyak manfaat, diantaranya mengetahui respon pengobatan, memahami hal-hal yang memengaruhi naik turunnya kadar gula darah Anda (misalnya diet, stres, dll), dan mendeteksi hipo atau hiperglikemia. Sebelum Anda memilih untuk melakukan pemantauan gula darah secara mandiri, pastikan Anda berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter.

    • Komitmen

    Rasa bosan dengan pengobatan dan hilangnya motivasi melakukan perubahan gaya hidup mungkin akan Anda rasakan. Namun ingatkan diri Anda kembali seberapa jauh Anda sudah berusaha dan betapa Anda menyayangi diri Anda. Temukan apa yang menjadi motivasi Anda. Kelilingi juga diri Anda dengan orang-orang yang setia mendukung, seperti keluarga dan sahabat.

    Baca Juga: Cara dan Manfaat Melakukan Pemantauan Gula Darah Mandiri

    Hidup dengan diabetes bukanlah akhir dari segalanya. Terapi jangka panjang dapat Anda ringankan melalui perubahan gaya hidup dan memiliki motivasi atau harapan. Ayo kelola diabetes dengan benar untuk hari esok yang lebih baik.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul Larasati

    Referensi

    1. World Diabetes Day [Internet]. 2020 January 2 [cited 2022 March 31]. NHS.
    2. Deshpande A, et al. Epidemiology of diabetes and Diabetes-Related Complications. Phys Ther. 2008 Nov; 88(11): 1254–1264.
    3. Eat Well [Internet]. 2021 August 10 [cited 2022 March 31]. CDC.
    4. Klonoff D. Benefits and Limitations of Self-Monitoring of Blood Glucose. J Diabetes Sci Technol. 2007 Jan; 1(1): 130–132.
    5. Taking Medication [Internet]. 2021 [cited 2022 March 31]. ADCES. 

     

     

    Read More
  • Setiap penderita diabetes wajib memantau kadar gula darahnya secara berkala. Hal ini bisa dilakukan secara mandiri menggunakan alat glukometer. Manfaat dari pemantauan gula darah mandiri banyak sekali, diantaranya mempelajari pola makan dan olahraga yang sesuai dengan Anda, pengaruh stres terhadap gula darah, juga respon pengobatan. Simak penjelasan dan cara melakukan pemantauan gula darah mandiri yang benar […]

    Cara dan Manfaat Melakukan Pemantauan Gula Darah Mandiri

    Setiap penderita diabetes wajib memantau kadar gula darahnya secara berkala. Hal ini bisa dilakukan secara mandiri menggunakan alat glukometer. Manfaat dari pemantauan gula darah mandiri banyak sekali, diantaranya mempelajari pola makan dan olahraga yang sesuai dengan Anda, pengaruh stres terhadap gula darah, juga respon pengobatan. Simak penjelasan dan cara melakukan pemantauan gula darah mandiri yang benar di bawah ini.

    Cara dan Manfaat Melakukan Pemantauan Gula Darah Mandiri

    Cara dan Manfaat Melakukan Pemantauan Gula Darah Mandiri

    Manfaat melakukan pemantauan mandiri

    Pemantauan gula darah mandiri sudah seharusnya menjadi bagian dari manajemen orang dengan diabetes. Tindakan ini memberikan informasi yang Anda butuhkan mengenai perkembangan profil gula darah Anda dan hal-hal yang mempengaruhinya. Berikut adalah beberapa manfaatnya:

    1. mengetahui naik turunnya kadar gula darah,
    2. mengetahui respon pengobatan,
    3. membantu penyesuaian dosis obat diabetes,
    4. membantu dalam pencapaian target HbA1c,
    5. dapat langsung mengetahui bila mengalami hipo atau hiperglikemia, dan
    6. memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kadar gula darah, seperti jenis makanan (diet), olahraga, dan stres

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari pemantauan gula darah mandiri, disarankan agar Anda belajar langsung dari tenaga kesehatan. Hal-hal yang perlu dipelajari termasuk:

    1. cara melakukan pemeriksaan darah
    2. target kadar gula darah
    3. kapan dan frekuensi pemeriksaan
    4. langkah yang harus diambil setelah mengetahui hasil
    5. kapan harus mengevaluasi ulang program pemantauan mandiri disesuaikan dengan kondisi Anda

    Baca Juga: Kenali Gejala Awal Diabetes Pada Anak

    Cara melakukan pemeriksaan gula darah mandiri

    Ada banyak sekali merk glukometer di pasaran dengan harga yang bervariasi. Anda boleh meminta saran dari tenaga kesehatan namun tetap sesuaikan dengan anggaran Anda. Karena Anda akan melakukan pemeriksaan secara mandiri, maka Anda harus paham cara penanganan alat dan prosedur pemeriksaannya. Untuk pencatatan, sebaiknya Anda memiliki buku catatan khusus.

    1. Penanganan ala
      • Cuci tangan dengan sabun sebelum menyiapkan alat.
      • Strip pemeriksaan (test strip) hanya digunakan satu kali. Strip harus disimpan di tabung tertutup yang disediakan untuk menjaga kualitasnya. Pastikan belum kadaluarsa.
      • Hanya sedikit sampel darah yang dibutuhkan. Sampel yang terlalu sedikit tidak akan bisa dibaca oleh alat.
      • Konsultasikan dengan tenaga kesehatan bila alat menunjukkan hasil yang tidak biasa.
    2. Memeriksa gula dara
      • Cuci tangan dengan sabun untuk mencegah infeksi.
      • Masukkan strip pemeriksaan ke dalam alat.
      • Masukkan lancet ke alat tusuk yang disediakan.
      • Tusuk salah satu ujung jari Anda.
      • Tekan-tekan jari agar sampel darah terkumpul cukup (bila diperlukan).
      • Teteskan sampel darah ke strip pemeriksaan.
      • Tunggu hasil muncul di layar.
      • Tulis hasil di buku catatan.

    Baca Juga: Panduan Asupan Sehat untuk Menurunkan Kadar Gula Darah

    Frekuensi pemeriksaan gula darah

    Pemeriksaan gula darah dilakukan sebanyak yang disarankan oleh dokter Anda, biasanya mulai dari satu kali sampai empat kali per hari. Waktunya dapat bervariasi, misalnya sebelum makan, saat mau tidur, 2 jam setelah makan, bila Anda merasa lemas, dan saat puasa. Pada kondisi-kondisi tertentu diperlukan pemeriksaan yang lebih sering, diantaranya

    1. Baru didiagnosis diabetes
    2. Memulai jenis pengobatan baru
    3. Belum mencapai target kadar gula
    4. Rencana hamil atau sedang hamil.

    Penelitian menunjukkan bahwa pemantauan gula darah mandiri dapat memperbaiki kadar HbA1c dan kondisi diabetes secara umum. Pemantauan mandiri juga menjaga Anda dari risiko hipo dan hiperglikemia dan memotivasi Anda untuk terus menjaga kesehatan. Jangan sungkan untuk berlatih bersama tenaga kesehatan sebelum memulai.

    Baca Juga: Berbagai Faktor Penyebab Diabetes yang Paling Banyak Ditemukan

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul Larasati

    Referensi

    1. Self Monitoring of Blood Glucose [Internet]. Diabetes Québec Team of Health Professionals. 2017 March [cited 2022 March 31]. Available from: https://www.diabete.qc.ca/en/living-with-diabetes/care-and-treatment/self-control/self-monitoring-of-blood-glucose/.
    2. Kirk J, Stegner J. Self Monitoring of Blood Glucose: Practical Aspects. J Diabetes Sci Technol. 2010 Mar; 4(2): 435–439.
    3. Schnell O et al. Self Monitoring of Blood Glucose. A Prerequisite for Diabetes Management in Outcome Trials. J Diabetes Sci Technol. 2014 May; 8(3): 609–614.
    4. Klonoff D. Benefits and Limitations of Self-Monitoring of Blood Glucose. J Diabetes Sci Technol. 2007 Jan; 1(1): 130–132.
    Read More
  • Menjaga berat badan yang sehat merupakan hal penting bagi semua orang, tidak terkecuali orang dengan diabetes. Salah satu cara untuk mengetahui berat badan yang sehat bagi Anda bisa dengan menggunakan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT).  Berat badan yang sehat memberikan dampak baik terhadap kesehatan, seperti menjaga kestabilan tekanan darah dan kolesterol, serta mengurangi risiko terjadinya […]

    Indeks Massa Tubuh yang Sehat bagi Penderita Diabetes

    Menjaga berat badan yang sehat merupakan hal penting bagi semua orang, tidak terkecuali orang dengan diabetes. Salah satu cara untuk mengetahui berat badan yang sehat bagi Anda bisa dengan menggunakan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). 

    Indeks Massa Tubuh yang Sehat bagi Penderita Diabetes

    Indeks Massa Tubuh yang Sehat bagi Penderita Diabetes

    Berat badan yang sehat memberikan dampak baik terhadap kesehatan, seperti menjaga kestabilan tekanan darah dan kolesterol, serta mengurangi risiko terjadinya komplikasi. Tidak hanya itu, memiliki berat badan yang sehat akan memengaruhi persepsi seseorang tentang dirinya. Ia akan merasa dan terlihat sehat.

    Dengan berbagai restriksi jenis makanan, bagaimana cara orang dengan diabetes dapat mengatur indeks massa tubuh yang sehat?

    Mengenal Indeks Massa Tubuh

    Indeks Massa Tubuh adalah alat skrining untuk pengkategorian berat badan berdasarkan tinggi badan dan berat badan. IMT tidak mengukur lemak tubuh secara langsung, namun Anda bisa mendapatkan gambaran umumnya. Dari IMT, Anda juga bisa mengetahui risiko penyakit metabolik dan penyakit lainnya.

    Berikut cara menghitung Indeks Massa Tubuh:

    Dari hasil perhitungan, Anda dapat mengetahui kategori berat badan Anda. Untuk orang Indonesia, nilai Indeks Massa Tubuh merujuk kepada kriteria Asia Pasifik, yaitu:

    Klasifikasi IMT (kg/m2)
    Berat badan kurang (underweight) < 18,5
    Berat badan normal 18,5 – 22,9
    Berat badan berlebih 23 – 24,9
    Obesitas > 25

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Menaikkan Berat Badan

    Tidak semua orang diabetes memiliki berat badan berlebih. Sebagian penderita diabetes justru memiliki berat badan kurang (underweight). Bila Anda ingin menaikkan berat badan untuk mencapai berat badan atau Indeks Massa Tubuh yang sehat, sangat disarankan untuk Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan Ahli Gizi dan dokter yang memantau diabetes Anda. Ahli Gizi akan menjelaskan program diet yang terbaik untuk menaikkan berat badan sesuai dengan kondisi diabetes yang Anda miliki.

    Beberapa tipsnya antara lain:

    1. Makan dengan porsi kecil tapi lebih sering.
    2. Gunakan produk tinggi lemak, misalnya susu, krim, keju, yogurt, sebagai snack, campuran makan, atau minuman.
    3. Tambahkan lemak tak jenuh (unsaturated fat) ke makanan, seperti minyak zaitun dan minyak bunga matahari.

    Selalu catat apa yang Anda makan dan minum, porsi dan waktunya sebagai bahan evaluasi bersama Ahli Gizi.

    Baca Juga: Berbagai Faktor Penyebab Diabetes yang Paling Banyak Ditemukan

    Menurunkan Berat Badan

    Menurunkan berat badan bisa jadi tantangan besar bagi Anda yang memiliki berat badan lebih. Namun, menurunkan berat badan memberikan banyak manfaat bagi orang dengan diabetes. Kadar gula darah Anda akan lebih mudah dikelola, Anda akan memiliki lebih berenergi, dan menurunkan risiko terjadinya komplikasi.

    Ada banyak sekali jenis diet untuk menurunkan berat badan. Bicarakan dengan Ahli Gizi untuk rekomendasi diet terbaik bagi Anda dan dengan pertimbangan bahan makanan yang mudah Anda akses dan sukai. Selain diet, olahraga akan sangat membantu penurunan berat badan.

    Baca Juga: Kenali Berbagai Macam Komplikasi Akibat Diabetes

    Menjaga Berat Badan yang Sehat

    Untuk menjaga berat badan yang sehat, diperlukan komitmen untuk terus memelihara kebiasaan baik yang telah Anda bangun. Secara umum, rekomendasinya adalah sebagai berikut:

    1. Makan dengan benar.
    2. Perhatikan berat badan dan lingkar perut. Lingkar perut yang sehat untuk perempuan adalah < 80 cm dan laki-laki < 90 cm.
    3. Aktif bergerak dan berolahraga.
    4. Kontrol kesehatan rutin dengan dokter.

    Bila Anda telah mencapai berat badan yang sehat atau memiliki Indeks Massa Tubuh normal, saatnya giliran Anda memberikan dukungan kepada mereka yang masih berusaha.

    Baca Juga: Kenali Berbagai Bahaya Diabetes Pada Pria

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul Larasati

     

    Referensi

     

    • What’s Your Healthy Weight When You Have Diabetes 

     

    • About Adult BMI [Internet]. CDC. 2021

     

    • Tips to Gain Weight [Internet]. Diabetes UK. 2022
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com