Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 31–40 of 1078 results

  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Sahabat Sehat, setiap hari kasus terkonfirmasi Covid-19 semakin meningkat di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, virus Covid-19 sangat mudah menyebar terutama jika memiliki riwayat kontak langsung dengan penderita Covid-19. Untuk memastikan terinfeksi Covid-19 atau tidak, Sahabat Sehat perlu melakukan pemeriksaan Covid-19 […]

    Kontak Erat ? Ini Waktu yang Tepat Untuk Tes Covid-19

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    tes covid-19 di Indonesia

    Sahabat Sehat, setiap hari kasus terkonfirmasi Covid-19 semakin meningkat di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, virus Covid-19 sangat mudah menyebar terutama jika memiliki riwayat kontak langsung dengan penderita Covid-19. Untuk memastikan terinfeksi Covid-19 atau tidak, Sahabat Sehat perlu melakukan pemeriksaan Covid-19 seperti pemeriksaan swab antigen maupun pemeriksaan swab PCR.1 Nah Sahabat Sehat, kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 setelah kontak erat dengan penderita Covid-19 ? Mari simak penjelasan berikut.

    Gejala Covid-19

    Sebagian besar orang yang terinfeksi Covid-19 tidak memiliki gejala, namun sebagian orang lainnya dapat mengalami keluhan mulai dari gejala ringan sampai berat. Berikut beberapa gejala yang seringkali dialami penderita Covid-19 :

    • Demam
    • Nyeri otot
    • Kelelahan
    • Meriang
    • Nyeri kepala
    • Nyeri tenggorokan
    • Pilek
    • Nafsu makan menurun. 
    • Hilangnya penciuman maupun pengecapan
    • Gejala saluran cerna : mual, muntah, diare dan nyeri perut.

    Pada gejala berat, dapat disertai dengan keluhan batuk berat, serta sesak nafas.1,2

    Produk Terkait : Rapidtest Covid19

    Kriteria Kontak Erat 

    Sahabat Sehat, semakin bertambahnya kasus Covid-19 membuat setiap masyarakat harus waspada terutama apabila mengetahui orang yang baru ditemui ternyata terkonfirmasi menderita Covid-19. Berikut adalah kriteria kontak erat dengan penderita Covid-19 :

    • Berinteraksi dengan jarak kurang dari 6 kaki atau 2 meter dengan pasien yang terkonfirmasi penderita Covid-19 selama minimal 15 menit.
    • Sedang merawat anggota keluarga yang terkonfirmasi menderita Covid-19 di rumah.
    • Melakukan kontak fisik dengan penderita Covid-19.
    • Berbagi makanan atau minuman dengan penderita Covid-19.
    • Pasien Covid-19 bersin atau batuk di dekat Sahabat Sehat.3

    Waktu yang Tepat Pemeriksaan Covid-19

    Jika Sahabat Sehat memiliki riwayat kontak erat dengan penderita Covid-19, sebaiknya lakukan pemeriksaan Covid-19 yang meliputi pemeriksaan swab antigen maupun swab PCR (Polymerase Chain Reaction). Kedua pemeriksaan tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi Covid-19.1,4,5

    Pemeriksaan swab PCR bertujuan untuk mendeteksi material genetik virus SARS-COV-2, dengan pengambilan sampel dari hidung ataupun usap tenggorokan. Secara umum, pemeriksaan swab PCR sangat akurat untuk menegakkan diagnosis Covid-19.

    Sementara pemeriksaan swab antigen merupakan pemeriksaan yang dapat mendeteksi protein virus penyebab Covid-19 dengan cepat. Namun pemeriksaan ini tidak dapat menilai ada atau tidaknya materi genetik virus SARS-COV-2. Sahabat Sehat, pemeriksaan swab antigen termasuk cepat sehingga dapat digunakan untuk deteksi dini dan mempercepat mulainya pengobatan Covid-19. 1,4,5

    Layanan Terkait : KASIH Pemeriksaan Swab Antigen in Clinic

    Kemampuan Swab PCR & Antigen Dalam Mendeteksi Covid-19

    Pada kondisi awal infeksi Covid-19, pemeriksaan swab PCR rata-rata mulai dapat mendeteksi virus Covid-19 pada hari ketiga setelah kontak dengan penderita Covid-19. Sementara pemeriksaan swab antigen rata-rata mulai dapat mendeteksi Covid-19 dalam beberapa jam hingga satu hari setelah terdeteksi melalui pemeriksaan swab PCR, atau sejak 3-4 hari setelah kontak dengan penderita Covid-19.1

    Sahabat Sehat, gejala Covid-19 mulai muncul pada hari kelima sejak terpapar virus Covid-19. Pada saat itu juga jumlah virus Covid-19 mencapai puncaknya sehingga pada hari ke 5 – 7, pemeriksaan swab PCR maupun swab antigen memiliki akurasi yang cukup tinggi dalam mendeteksi virus Covid-19.4 Setelah 5-7 hari sejak muncul gejala, hasil pemeriksaan swab antigen bisa saja negatif karena jumlah virus sudah mulai menurun namun hasil pemeriksaan  PCR masih dapat menunjukan hasil reaktif hingga hari ke 17-21 sejak masuknya virus Covid-19 ke dalam tubuh.4

    Memilih Pemeriksaan Covid-19

    Dalam memilih pemeriksaan Covid-19, perlu mempertimbangkan kondisi serta gejala yang dialami. 1,4,5 Jika Sahabat Sehat kontak erat dengan penderita Covid-19, disarankan untuk segera melakukan isolasi mandiri di rumah dan melakukan pemeriksaan Covid-19.

    Jika hasil pemeriksaan Covid-19 menunjukan reaktif namun Sahabat Sehat tidak merasakan gejala apapun atau mengalami gejala ringan, maka segera lanjutkan isolasi mandiri dirumah. Jika hasil pemeriksaan Covid-19 menunjukan non reaktif, tetap lanjutkan karantina mandiri dirumah lalu lakukan pemeriksaan ulang pada hari kelima sejak kontak erat sebab hasil pemeriksaan akurat apabila dilakukan pada hari ke 3-5 sejak terpapar virus Covid-19.4,5

    Layanan Terkait : KASIH Pemeriksaan Swab Antigen ke Rumah

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan Covid-19. Apabila Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih. Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Harvard Medical School. If you’ve been exposed to the coronavirus [Internet]. USA : Harvard Medical School; [cited 2021 July 05]. Available from: https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/if-youve-been-exposed-to-the-coronavirus
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) – Symptoms [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 Feb 22; cited 2021 July 05]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/symptoms-testing/symptoms.html
    3. Centers for Disease Control and Prevention. When To Quarantine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 Mar 12; cited 2021 July 05]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/if-you-are-sick/quarantine.html
    4. Winkelhake H. How long does it take after exposure to test positive for COVID-19? [Internet]. USA : Norton Healthcare. 2020 [updated 2020 Dec 17; cited 2021 July 05] . Available from: https://nortonhealthcare.com/news/how-long-after-exposure-to-test-positive-for-covid/
    5. Gavin K. Confused About What to Do After a COVID Exposure? Start Here [Internet]. USA : Michigan Health. 2021 [updated 2021 April 29; cited 2021 July 05]. Available from: https://healthblog.uofmhealth.org/health-management/confused-about-what-to-do-after-a-covid-exposure-start-here  

     

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Sahabat Sehat, angka kasus terkonfirmasi Covid-19 kian meningkat setiap harinya. Cukup banyak pasien yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan akibat mulai kolaps nya sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.1 Sehingga dihimbau bagi pasien Covid-19 tanpa gejala maupun bergejala ringan, untuk melakukan isolasi mandiri […]

    Perlukah Tabung Oksigen Saat Isoman di Rumah?

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Sahabat Sehat, angka kasus terkonfirmasi Covid-19 kian meningkat setiap harinya. Cukup banyak pasien yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan akibat mulai kolaps nya sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.1 Sehingga dihimbau bagi pasien Covid-19 tanpa gejala maupun bergejala ringan, untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.1 Nah Sahabat Sehat, apakah perlu menyediakan tabung oksigen selama menjalani isolasi mandiri di rumah ? Mari simak penjelasan berikut. 

    Mengapa Pasien Covid-19 Membutuhkan Bantuan Oksigen ?

    Virus Covid-19 menyebabkan peradangan pada saluran nafas dan paru yang dapat ditandai dengan menurunnya saturasi oksigen. Berdasarkan beberapa data, hanya 10% pasien Covid-19 bergejala berat yang memerlukan bantuan oksigen.2 Peradangan pada paru menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen dalam tubuh sehingga menyebabkan pasien mengalami sesak napas. Berkurangnya oksigen dalam tubuh ditandai dengan gejala berikut :

    • Nyeri dada
    • Kesulitan bernapas
    • Napas pendek
    • Lemas dan kelelahan 
    • Pucat dan kebiruan pada bibir dan jari.3

    Baca Juga : Alat Pemantau Kesehatan

    Berapa Kadar Saturasi Oksigen Normal ?

    Sahabat Sehat, kadar saturasi oksigen dalam tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut :

    • Kadar oksigen yang dihirup
    • Fungsi organ paru
    • Sistem peredaran darah yang optimal

    Normalnya, saturasi oksigen dalam tubuh berkisar antara 94-99%. Sahabat Sehat dapat menggunakan alat pulse oksimetri untuk mengetahui kadar saturasi oksigen dalam tubuh. Ketika terjadi infeksi pada saluran napas dan paru, maka kadar saturasi oksigen menurun di bawah nilai normal. Pada kondisi ini, pasien memerlukan bantuan tambahan oksigen untuk membantu menjaga kadar saturasi oksigen dalam tubuh tetap dalam rentang normal serta mengurangi sesak nafas.3

    Bisakah Menggunakan Oksigen Portable ?

    Oksigen portable atau oksigen kaleng tidak dapat menangani keluhan sesak nafas pada pasien Covid-19. Jika Sahabat Sehat atau keluarga mengalami sesak nafas dan kadar saturasi oksigen mencapai dibawah 95% maka segera diperiksakan ke IGD terdekat. Pemberian oksigen tambahan dapat diberikan dengan berbagai cara misalnya menggunakan High-Flow Nasal Canul yang berisi tekanan oksigen 30-50 liter. Sementara itu, oksigen portable hanya berisi 1-2 liter oksigen sehingga tidak mencukupi kebutuhan pasien Covid-19 yang sesak nafas.4

    Baca Juga : Pulse Oximeter untuk Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

    Bahaya Menyimpan Tabung Oksigen Medis di Rumah

    Sahabat Sehat, tabung oksigen medis tidak dianjurkan untuk disimpan di rumah karena berbagai alasan berikut:

    • Oksigen merupakan gas yang mudah terbakar, terutama jika disimpan dekat dengan sumber api (misal kompor) atau apabila ada anggota keluarga yang merokok.
    • Penggunaan oksigen yang terlalu tinggi tanpa tahu dosis pakainya dapat menyebabkan iritasi pada hidung.
    • Tabung oksigen rentan jatuh dan dapat menyebabkan ledakan.5

    Hal Penting Untuk Dilakukan Selama Isoman

    Bagi Sahabat Sehat yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, lakukan beberapa hal berikut :

    • Rutin memantau kadar saturasi oksigen dengan menggunakan oksimetri. Jika kadar saturasi oksigen dibawah 95 % segera diperiksakan ke IGD terdekat.
    • Jika sesak nafas semakin memberat, segera periksakan ke IGD terdekat. Sembari menunggu penanganan dari fasilitas kesehatan, posisikan tubuh duduk atau berbaring miring untuk mengurangi sesak nafas.1,5

    Produk Terkait : Wish Health Watch

    Nah Sahabat Sehat, meski sudah mendapatkan vaksin Covid-19 sebaiknya tetap melakukan protokol kesehatan 5M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta membatasi mobilisasi). Bagi Sahabat Sehat yang ingin melakukan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih.

    Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Daftar Pustaka

    1. CNN Indonesia. Pertolongan Pertama Sesak Napas pada Pasien Covid-19 [Internet]. Indonesia : CNN Indonesia. 2021 [updated 2021 June 28; cited 2021 July 02]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210624165231-255-659021/pertolongan-pertama-sesak-napas-pada-pasien-covid-19/1
    2. The Times of India. Coronavirus: For how long does a COVID-19 patient require oxygen therapy? How does it help? – Times of India [Internet]. India :  The Times of India. 2021 [updated 2021 May 19; cited 2021 July 01]. Available from: https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/health-news/how-long-oxygen-support-required-for-covid-19-coronavirus-for-how-long-does-a-covid-19-patient-require-oxygen-therapy-how-does-it-help/articleshow/82769525.cms
    3. US Food and Drug Administration. Pulse Oximeters and Oxygen Concentrators: What to Know [Internet]. USA : U.S. Food and Drug Administration. 2021[updated 2021 Feb 19; cited 2021 July 01] . Available from: https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/pulse-oximeters-and-oxygen-concentrators-what-know-about-home-oxygen-therapy
    4. National Health Services. Home oxygen therapy [Internet]. UK : National Health Services. 2020 [updated 2020 Aug 18; cited 2021 July 01]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/home-oxygen-treatment/
    5. ABIM Foundation. Home Oxygen After a Hospital Stay | Choosing Wisely [Internet]; [cited 2021 July 01]. Available from: https://www.choosingwisely.org/patient-resources/home-oxygen-after-a-hospital-stay/ 

     

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit telah mengeluarkan Surat Edaran percepatan vaksinasi Covid-19 nomor HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 bagi Masyarakat Rentan, Masyarakat Umum Lainnya, dan Anak Usia 12-17 tahun. Dalam surat edaran tersebut, diketahui anak dan remaja berusia 12-17 tahun telah diperkenankan […]

    SAH ! Anak 12-17 Tahun Dapat Menerima Vaksin Covid-19

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    perceraian di tengah pandemi covid-19

    Sahabat Sehat, Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit telah mengeluarkan Surat Edaran percepatan vaksinasi Covid-19 nomor HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 bagi Masyarakat Rentan, Masyarakat Umum Lainnya, dan Anak Usia 12-17 tahun. Dalam surat edaran tersebut, diketahui anak dan remaja berusia 12-17 tahun telah diperkenankan mendapatkan vaksinasi Covid-19. Nah Sahabat Sehat, bagaimana skema pemberian vaksin Covid-19 untuk anak ? Mari simak penjelasan berikut

    Kasus Covid-19 Pada Anak Meningkat

    Salah satu alasan pemberian vaksinasi Covid-19 untuk anak didasarkan dari peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia. Tercatat hingga 29 Juni 2021 terdapat lebih dari 2 juta orang terkonfirmasi menderita Covid-19, dengan 10,6% diantaranya merupakan kasus aktif. Hampir 260 ribu kasus terkonfirmasi merupakan anak usia 0-18 tahun, dan lebih dari 108 ribu kasus Covid-19 berada pada rentang usia 12-17 tahun. Lebih dari 600 orang anak berusia 0-18 tahun dan 197 orang berusia 12-17 tahun  meninggal dunia. Angka Case Fatality Rate pada kelompok usia tersebut mencapai 0,18%.

    Produk Terkait : Waspada Kenaikan Angka Covid-19 pada Anak

    Vaksinasi Covid-19 Pada Anak

    Kementerian Kesehatan telah menerbitkan surat edaran yang berisi panduan pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 bagi kelompok sasaran anak berusia 12-17 tahun. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, Kamis 1 Juli 2021 mengungkapkan bahwa program vaksinasi anak sudah bisa dimulai dengan terbitnya surat edaran secara resmi pada Rabu 30 Juni 2021

    Pemberian vaksin Covid-19 untuk anak dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, madrasah atau pesantren yang berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kantor Pelayanan Wilayah Kementerian Agama setempat untuk mempermudah pendataan dan monitoring pelaksanaan. Mekanisme skrining, pelaksanaan dan observasi dilakukan sama seperti vaksinasi pada dewasa. Vaksin Covid-19 yang digunakan untuk anak usia 12-17 adalah vaksin Sinovac, dengan dosis 0,5 ml sebanyak 2 kali pemberian dengan jarak minimal 28 hari.

    Baca Juga : Gejala Covid-19 pada Anak-anak

    Tanggapan IDAI

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberi tanggapan atas surat edaran Kementerian Kesehatan perihal pemberian vaksin Covid-19. IDAI mengungkapkan bahwa vaksinasi Covid-19 dapat digunakan dengan vaksin Covid-19 inactivated produksi Sinovac karena sudah tersedia di Indonesia dan sudah ada uji klinis fase 1 dan 2 dengan hasil yang aman dan serokonversi tinggi.

    Pemberian vaksin Covid-19 untuk anak berusia 12–17 tahun dapat dilakukan dengan pertimbangan bahwa jumlah subjek uji klinis memadai, tingginya mobilitas dan kemungkinan berkerumun di luar rumah, serta mampu menyatakan keluhan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) bila ada. Sementara untuk anak berusia 3 – 11 tahun, pemberian vaksin Covid-19 masih menunggu hasil kajian untuk menilai keamanan dan dosis dengan jumlah subjek yang memadai. 

    Sahabat Sehat, IDAI menganjurkan vaksin Covid-19 tidak dapat diberikan pada kondisi berikut :

    • Gangguan kekebalan tubuh (defisiensi imun primer), penyakit autoimun tidak terkontrol
    • Menderita Sindrom Guillain Barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis
    • Menderita kanker dan sedang menjalani kemoterapi/radioterapi
    • Sedang menjalani pengobatan dengan obat penekan sistem imun (imunosupresan/sitostatika berat).
    • Demam 37,50C atau lebih. 
    • Baru sembuh dari Covid-19 kurang dari 3 bulan. 
    • Pasca imunisasi lain dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan. 
    • Hamil. 
    • Hipertensi tidak terkendali. 
    • Diabetes melitus tidak terkendali. 
    • Menderita penyakit kronis atau kelainan bawaan

    Produk Terkait : Vitamin Anak

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pemberian vaksin Covid-19 yang saat ini dapat diberikan untuk anak berusia 12-17 tahun. Meski telah divaksin, Sahabat Sehat disarankan tetap menerapkan protokol kesehatan 5M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilisasi).

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan setelah divaksin, segera manfaatkan layanan konsultasi Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Sehat Negeriku. Vaksinasi Tahap 3 Dimulai, Sasar Masyarakat Rentan dan Anak Usia 12-17 Tahun [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan. 2021 [updated 2021 July 01; cited 2021 July 01]. Available from : https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210701/0537998/vaksinasi-tahap-3-dimulai-sasar-masyarakat-rentan-dan-anak-usia-12-17-tahun/
    2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Terkait Pemberian Vaksin COVID-19 pada Anak dan Remaja [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2021 [updated 2021 July 01; cited 2021 July 01]. Available from : https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/rekomendasi-ikatan-dokter-anak-indonesia-terkait-pemberian-vaksin-covid-19-pada-anak-dan-remaja
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Sahabat Sehat, pada 30 Juni 2021 Indonesia kembali memecahkan rekor angka kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 21.807 kasus. Penambahan kasus tersebut menambah total kasus terkonfirmasi Covid-19 hingga 2.178.272 kasus. Daerah yang menyumbang kasus Covid-19 tertinggi yaitu DKI Jakarta sebanyak 7.680 kasus, […]

    Tips Menghindari dan Mencegah Klaster Covid-19 Dalam Keluarga

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    memantau kesehatan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat

    Sahabat Sehat, pada 30 Juni 2021 Indonesia kembali memecahkan rekor angka kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 21.807 kasus. Penambahan kasus tersebut menambah total kasus terkonfirmasi Covid-19 hingga 2.178.272 kasus. Daerah yang menyumbang kasus Covid-19 tertinggi yaitu DKI Jakarta sebanyak 7.680 kasus, disusul dengan Jawa Barat  sebanyak 4.473 kasus baru, Jawa Tengah sebanyak 2.335 kasus, Jawa Timur sebanyak 1.203 kasus dan Yogyakarta sebanyak 892 kasus baru.1

    Penyebab Kasus Covid-19 Kembali Naik

    Sebelumnya Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengungkapkan bahwa terdapat 988 klaster keluarga pasca libur lebaran 2021. Klaster keluarga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan signifikan jumlah kasus Covid-19 di DKI Jakarta.2

    Selain itu, aktivitas anak-anak yang masih bermain di luar rumah serta abai nya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan turut berdampak pada peningkatan kasus  Covid-19.3 Sahabat Sehat dihimbau jika mengalami gejala flu seperti batuk, pilek dan nyeri tenggorokan atau bila tidak ada gejala apapun namun hasil pemeriksaan swab antigen maupun swab PCR menunjukan positif terinfeksi Covid-19, maka sebaiknya melakukan isolasi mandiri di rumah dan tidak keluar rumah.4

    Produk Terkait : Rapidtest Covid19

    Tips Menghindari Penularan Covid-19 Dalam Keluarga

    Jika Sahabat Sehat menderita Covid-19 sementara anggota keluarga lainnya tidak terinfeksi Covid-19, atau sebaliknya maka lakukan beberapa hal berikut untuk melindungi anggota keluarga lain yang masih sehat :

    • Tidak berdekatan dengan anggota keluarga yang sedang sakit
    • Gunakan masker saat berinteraksi dengan orang lain. 
    • Menerapkan etika batuk dan bersin yaitu dengan menutup hidung dan mulut menggunakan tisu lalu buang ke tempat sampah
    • Mencuci tangan dengan menggunakan sabun selama minimal 20 detik atau bila tidak memungkinkan dapat menggunakan handsanitizer maupun alkohol 70%.
    • Gunakan kamar tidur dan kamar mandi terpisah dengan anggota keluarga lain yang sedang sakit.
    • Gunakan alat makan seperti gelas, piring dan sendok secara terpisah. 
    • Gunakan alat mandi pribadi
    • Pastikan ventilasi udara di dalam kamar baik dengan membuka jendela setiap pagi
    • Hindari menerima tamu berkunjung ke rumah 
    • Cuci pakaian, sprei dan handuk anggota keluarga yang menderita Covid-19 dengan menggunakan deterjen dan air panas. Gunakan sarung tangan saat mencuci.
    • Bersihkan alat yang biasa digunakan bersama, seperti saklar lampu dan gagang pintu dengan desinfektan.4,5

    Baca Juga : Memantau Kesehatan Diri Sendiri Keluarga dan Masyarakat

    Untuk mencegah penyebaran dalam masyarakat, Sahabat Sehat yang sedang terinfeksi Covid-19 sebaiknya melakukan beberapa hal berikut :

    • Tetap berada dirumah dan lakukan isolasi mandiri selama minimal 10 hari bagi penderita Covid-19 tanpa gejala maupun gejala ringan, terkecuali untuk keperluan mengunjungi fasilitas kesehatan.
    • Anggota keluarga lain yang kontak erat dengan penderita Covid-19 dianjurkan turut melakukan karantina mandiri selama kurang lebih 14 hari.

     

    Pencegahan Kasus Covid-19 Klaster Keluarga

    Nah Sahabat Sehat, untuk mencegah terjadinya kasus Covid-19 dalam klaster keluarga, lakukan beberapa hal berikut :

    • Jaga jarak

    Penyebaran Covid-19 dapat terjadi ketika udara yang dihirup terkontaminasi oleh virus Covid-19 yang berasal dari batuk, bersin, dan berbicara dengan penderita Covid-19. Menjaga jarak minimal 2 meter dapat membantu mencegah penyebaran virus Covid-19.

    • Tetap waspada selama berada di tempat umum

    Sahabat Sehat tetap perlu waspada saat berada di tempat umum, terutama apabila belum mendapatkan vaksinasi Covid-19. Bersihkan troli belanja di supermarket dengan menggunakan cairan desinfektan ataupun alkohol.

    • Menggunakan masker

    Tetap menggunakan masker apabila sedang berada di luar rumah untuk mencegah masuknya virus Covid-19 ke dalam saluran napas.

    • Desinfeksi rumah

    Berdasarkan sebuah penelitian, terungkap bahwa virus Covid-19 dapat bertahan hidup selama berhari-hari pada permukaan benda. Sahabat Sehat sebaiknya membersihkan peralatan rumah secara berkala.

    • Ajarkan anak-anak untuk tidak sering memegang wajah dan mencuci tangan
    • Batasi mobilisasi.
    • Ikuti program vaksinasi Covid-19

    Produk Terkait : KASIH Pemeriksaan Swab Antigen ke Rumah

    Yang terakhir, Sahabat Sehat dianjurkan mengikuti program vaksinasi dari pemerintah untuk membantu mencegah terinfeksi Covid-19 dan mencegah jatuh ke gejala berat jika Sahabat Sehat terinfeksi Covid-19.6,7

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai tips menghindari dan mencegah penyebaran Covid-19 dalam keluarga. Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih. Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Daftar Pustaka

    1. Masabi S. UPDATE 30 Juni: Sebaran 21.807 Kasus Baru Covid-19, Paling Tinggi DKI Jakarta [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 June 30; cited 2021 June 30 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/06/30/17541471/update-30-juni-sebaran-21807-kasus-baru-covid-19-paling-tinggi-dki-jakarta?page=all
    2. Wiryono S. Dinkes DKI: Ada 988 Klaster Keluarga Setelah Libur Lebaran 2021 [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 June 10; cited 2021 June 30]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/06/10/20130081/dinkes-dki-ada-988-klaster-keluarga-setelah-libur-lebaran-2021
    3. Adelayanti N. UGM Epidemiologist: Community Gathering Might Cause COVID Transmission in Family Clusters [Internet]. Indonesia : Universitas Gadjah Mada. 2020 [updated 2020 Sep 10; cited 2021 June 30]. Available from: https://www.ugm.ac.id/en/news/20037-ugm-epidemiologist-community-gathering-might-cause-covid-transmission-in-family-clusters
    4. Miller J, Joseph E. Coronavirus (COVID-19): Home Care & Precautions [Internet]. USA : Nemours KidsHealth. 2021 [updated 2021 April; cited 2021 June 30]. Available from: https://kidshealth.org/en/parents/coronavirus-stop-spread.html
    5. University of Iowa Stead Family Children’s Hospital. How to safeguard your home if a family member has COVID-19 [Internet]. USA : University of Iowa Stead Family Children’s Hospital; [cited 2021 June 30]. Available from: https://uichildrens.org/health-library/how-safeguard-your-home-if-family-member-has-covid-19
    6. Haris N. 8 Ways to Decrease Your Family’s Chances of Getting the Coronavirus [Internet]. USA : Parents. 2021 [updated 2021 June 28; cited 2021 June 30]. Available from: https://www.parents.com/health/how-to-prepare-for-coronavirus-as-a-parent/
    7. Centers for Disease Control and Prevention. How to Protect Yourself & Others [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 11; cited 2021 June 30]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/prevention.html 
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Mungkin tidak jarang diantara Sahabat Sehat sering merasakan nyeri di punggung ataupun pinggang. Nyeri tentu dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari. Salah satu penyebab nyeri pada punggung dan pinggang adalah akibat saraf terjepit, atau secara medis disebut sebagai Hernia Nucleus Pulposus (HNP). Lantas apakah fisioterapi dapat membantu mengatasi gangguan […]

    Benarkah Fisioterapi Bantu Atasi Saraf Terjepit ?

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Mungkin tidak jarang diantara Sahabat Sehat sering merasakan nyeri di punggung ataupun pinggang. Nyeri tentu dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari. Salah satu penyebab nyeri pada punggung dan pinggang adalah akibat saraf terjepit, atau secara medis disebut sebagai Hernia Nucleus Pulposus (HNP). Lantas apakah fisioterapi dapat membantu mengatasi gangguan saraf terjepit ? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Saraf Terjepit ?

    Saraf terjepit disebabkan karena bantalan saraf bergeser sehingga menekan saraf di tulang belakang dan menimbulkan rasa nyeri hingga kelemahan pada tangan dan kaki. Gejala yang dialami akan tergantung dari saraf yang mengalami gangguan.

    Saraf terjepit paling sering terjadi di daerah punggung bawah (HNP lumbalis) dan hampir 90% mengenai saraf pada tulang L5-S1 dan L4-L5. Sementara saraf terjepit pada  daerah punggung atas hingga leher jarang terjadi, hanya sekitar 8% dari seluruh kasus saraf terjepit.

    Produk Terkait : Fisioterapi

    Gejala Saraf Terjepit

    Sahabat Sehat perlu waspada jika mengalami keluhan berikut, mungkin diakibatkan karena adanya gangguan saraf terjepit :

    • Nyeri pada tangan atau kaki
    • Kesemutan pada tangan atau kaki
    • Lemas
    • Nyeri dirasa memberat saat duduk atau berdiri dalam waktu lama, batuk atau bersin, atau ketika punggung dibungkukkan ke arah depan
    • Nyeri bokong, sisi samping paha dan depan betis. 
    • Tidak mampu menahan kencing dan buang air besar.

    Produk Terkait : Nyeri Pinggang

    Peran Fisioterapi Pada Kasus Saraf Terjepit

    Selain dengan pemberian obat dan prosedur operasi, Sahabat Sehat yang menderita saraf terjepit dapat menjalani fisioterapi. Fisioterapi bermanfaat untuk mengurangi nyeri, meningkatkan relaksasi otot, memperbaiki gerak otot dan persendian, mengurangi pembengkakan otot, serta mengurangi keperluan untuk mengkonsumsi obat pereda nyeri. Berikut adalah beberapa metode fisioterapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi saraf terjepit:

    • Terapi Sinar Infra Merah

    Terapi sinar infra merah (infrared) menggunakan gelombang elektromagnetik yang memiliki efek pada kulit luar, pembuluh darah, dan jaringan otot. Sinar infra merah dapat meningkatkan suhu tubuh, otot menjadi lebih rileks, serta membuang sisa metabolisme tubuh.   

    • Terapi TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) 

    Terapi TENS menggunakan alat khusus yang menyalurkan rangsangan listrik sebagai penghambat rangsangan nyeri, sehingga nyeri akan terasa berkurang. Terapi ini dipercaya dapat mengeluarkan hormon endorphin yang dapat meningkatkan relaksasi kemudian diikuti oleh penurunan nyeri. 

    • Terapi PNF (Proprioceptive Neuromuscular Facilitation)

    Terapi ini dilakukan dengan cara merangsang saraf proprioseptif  yang melibatkan gerakan peregangan, kontraksi otot, dan peregangan kembali. Umumnya terapi ini diulang beberapa kali.

    • Latihan McKenzie

    Latihan McKenzie dilakukan dengan gerakan ekstensi tulang punggung, sehingga dapat mempertahankan postur normal tulang belakang. 

    Latihan fisioterapi dapat Sahabat Sehat lakukan dengan bantuan terapis maupun dokter. Selain itu, Sahabat Sehat juga perlu melakukan aktivitas fisik serta konsumsi makanan bergizi seimbang untuk mempercepat proses pemulihan.

    Produk Terkait : Korset Hotplus Terapi Nyeri Pinggang dan Lutut

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai manfaat fisioterapi bagi penderita saraf terjepit. Jika Sahabat Sehat berminat melakukan fisioterapi, segera manfaatkan layanan Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Mayo Clinic. Herniated Disk [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2019 [updated 2019 Sept 26; cited 2021 June 30]. Available from : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/herniated-disk/diagnosis-treatment/drc-20354101
    2. Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia. Peran Fisioterapi Pada Kasus Hernia Nukleus Pulposus : Problem Muskuloskeletal [Internet]. Indonesia : Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia. 2021 [updated 2021 Jan 16; cited 2021 June 30]. Available from : http://imfi.or.id/index.php/2021/01/16/peran-fisioterapi-pada-kasus-hernia-nukleus-pulposus-problem-musculoskeletal/
    3. Flex Free Clinic. 3 Jenis dan Cara Latihan Peregangan yang Penting [Internet]. Indonesia : Flex Free Clinic. 2017 [updated 2017 Aug 28; cited 2021 June 30]. Available from : https://flexfreeclinic.com/artikel/detail/189?title=3-jenis-dan-cara-latihan-peregangan-yang-penting
    4. RSI Aisyiyah Malang. Nyeri Pinggang dan Herniated Nucleus Pulposus [Internet]. Indonesia : RSI Aisyiyah Malang. 2013 [updated 2013 April 29; cited 2021 June 30]. Available from : https://rsiaisyiyah-malang.or.id/2013/04/29/nyeri-pinggang-dan-herniated-nucleus-pulposus-hnp/ 
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Berdasarkan data dari Pokja Infeksi Saluran Reproduksi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dan POGI cabang, selama bulan April 2020 hingga April 2021 terdapat 536 kasus Covid-19 pada ibu hamil. Dari data tersebut sekitar 51,9% diantaranya merupakan kasus tanpa gejala (OTG […]

    Bagaimana Penanganan Covid-19 Pada Ibu Hamil ?

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    rentan terkena penyakit kritis

    Berdasarkan data dari Pokja Infeksi Saluran Reproduksi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dan POGI cabang, selama bulan April 2020 hingga April 2021 terdapat 536 kasus Covid-19 pada ibu hamil. Dari data tersebut sekitar 51,9% diantaranya merupakan kasus tanpa gejala (OTG / Orang Tanpa gejala). Tercatat Ibu hamil yang menderita Covid-19 dengan usia kehamilan diatas 37 minggu sebanyak 72%, dengan angka kematian ibu hamil akibat komplikasi Covid-19 sebanyak 3%. Selain itu, jumlah ibu hamil yang dirujuk untuk mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU sebanyak 4,5%.1

    Nah Sahabat Sehat, bagaimana penanganan Covid-19 pada ibu hamil ? Mari simak penjelasan berikut.

    Dampak Covid-19 Pada Ibu Hamil 

    Meningkatnya kasus Covid-19 pada ibu hamil pada sejumlah kota besar di Indonesia serta ditemukannya varian baru Covid-19 yang telah masuk di Indonesia, menyebabkan populasi ibu hamil menjadi lebih rentan dan beresiko mengalami perburukan. Ibu hamil yang menderita Covid-19 beresiko 2 hingga 3 kali lebih besar melahirkan lebih awal (prematur) dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak terinfeksi Covid-19.2

    Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), kehamilan akan meningkatkan resiko keparahan serta kematian pada ibu hamil yang terpapar Covid-19. Ibu hamil yang terpapar Covid-19 dapat menunjukkan gejala pernapasan yang lebih serius sehingga membutuhkan perawatan intensif atau ICU dan menggunakan alat bantu napas (ventilator), jika dibandingkan ibu yang tidak sedang hamil.

    Gejala dan Faktor Resiko Covid-19 Pada Ibu Hamil

    Sebagian besar gejala Covid-19 pada ibu hamil seperti flu biasa, bahkan tidak bergejala sama sekali. Namun pada beberapa kasus dapat menunjukkan gejala yang cukup berat. Berikut ini kondisi ibu hamil yang meningkatkan resiko keparahan infeksi Covid-19 :

    • Ibu hamil yang memiliki riwayat penyakit penyerta lainnya seperti penyakit autoimun, diabetes, hipertensi, penyakit jantung dan asma. 
    • Berat badan berlebih
    • Berusia lebih dari 35 tahun 
    • Usia kehamilan trimester terakhir (lebih dari 28 minggu).3

    Bagaimana Penanganan Covid-19 Pada Ibu Hamil ?

    Jika Sahabat Sehat saat ini tengah mengandung dan mengalami gejala yang mengarah pada Covid-19, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut :

    1. Tetap di rumah

    Sahabat Sehat dianjurkan melakukan isolasi mandiri apabila gejala yang dialami cukup ringan. Hindari menerima tamu datang ke rumah untuk meminimalisir resiko paparan Covid-19.

    1. Lakukan pemeriksaan Covid-19

    Sahabat Sehat sebaiknya melakukan pemeriksaan Covid-19, seperti tes swab antigen maupun swab PCR apabila sebelumnya memiliki riwayat kontak dengan penderita Covid-19 atau jika Sahabat Sehat mengalami gejala Covid-19. 

    1. Berkonsultasi dengan dokter secara daring

    Dimasa pandemi Covid-19, Sahabat Sehat dianjurkan memanfaatkan layanan telemedicine untuk berkonsultasi dengan dokter sehingga dapat meminimalisir paparan Covid-19. Konsultasikan dengan dokter perihal keluhan yang dialami saat ini, serta obat dan multivitamin yang perlu dikonsumsi.

    1. Terapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta  membatasi mobilisasi. 
    2. Tetap aktif dan lakukan olahraga ringan di dalam rumah.

    Produk Terkait : Susu Ibu Hamil

    Sahabat Sehat dapat melakukan olahraga khusus ibu hamil, seperti senam ibu hamil maupun yoga didalam rumah.

    1. Minum air putih yang cukup
    2. Konsumsi makanan bergizi seimbang, serta multivitamin.

    Produk Terkait : Vitamin Ibu Hamil

    Sahabat Sehat dapat memperbanyak konsumsi buah, sayur, serta multivitamin seperti asam folat dan vitamin D3 untuk tetap menjaga kesehatan janin.

    1. Berjemur dibawah sinar matahari 

    Selanjutnya, Sahabat Sehat dapat berjemur dibawah sinar matahari sebelum jam 10 pagi selama 15-30 menit. Jika berjemur di luar rumah atau teras, sebaiknya tetap menggunakan masker.2,4

    Ibu Hamil Divaksin Covid-19

    Pengurus Pusat POGI, dr. Ari K Januarto, Sp.OG (K) mengungkapkan bahwa pemberian vaksin Covid-19 untuk ibu hamil di masa kehamilan dapat mencegah ibu hamil mengalami kondisi berat apabila terinfeksi Covid-19.5

    Baca Juga : Ibu Hamil boleh di Vaksin Covid-19 Cek Faktanya disini

    Bagaimana Mencegah Penularan Covid-19 Ke Bayi?

    Jika Sahabat Sehat baru melahirkan dan terinfeksi Covid-19, lakukan beberapa hal berikut untuk mengurangi resiko penularan Covid-19 pada bayi baru lahir :

    • Cuci tangan dengan menggunakan sabun minimal 20 detik sebelum menggendong bayi. Pada kondisi ketika Sahabat Sehat tidak dapat mencuci tangan menggunakan sabun, sebaiknya cuci tangan dengan menggunakan hand-sanitizer atau alkohol 60%.
    • Gunakan masker apabila berada dalam jarak kurang dari 2 meter dengan bayi.
    • Menjaga jarak dengan bayi minimum 2 meter.
    • Konsultasikan dengan dokter mengenai pemberian ASI selama menjalani penanganan Covid-19.6

     

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai kasus Covid-19 pada ibu hamil. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan konsultasi Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Daftar Pustaka

     

    1. Yuniar N. Rekomendasi POGI terkait lonjakan kasus ibu hamil dengan COVID-19 [Internet]. Indonesia : Antara News. 2021 [updated 2021 June 27; cited 2021 June 29]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2234374/rekomendasi-pogi-terkait-lonjakan-kasus-ibu-hamil-dengan-covid-19
    2. Centers for Disease Control and Prevention. COVID-19 and Your Health [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 10; cited 2021 June 29]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/need-extra-precautions/pregnant-people.html
    3. Royal College of Obstetricians & Gynaecologists. Coronavirus infection and pregnancy [Internet]. UK : Royal College of Obstetricians & Gynaecologists. 2021 [updated 2021 April 23; cited 2021 June 29]. Available from: https://www.rcog.org.uk/en/guidelines-research-services/guidelines/coronavirus-pregnancy/covid-19-virus-infection-and-pregnancy/
    4. National Health Service. Pregnancy and coronavirus (COVID-19) [Internet]. UK : National Health Service. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 June 29]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/coronavirus-covid-19/people-at-higher-risk/pregnancy-and-coronavirus/
    5. Pranita E. Efek Samping Vaksin Covid-19 pada Ibu Hamil yang Mungkin Muncul [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 June 26; cited 2021 June 29]. Available from: <https://www.kompas.com/sains/read/2021/06/26/110500323/efek-samping-vaksin-covid-19-pada-ibu-hamil-yang-mungkin-muncul?page=all>.

    Prihatini Z. Waktu Berjemur yang Baik untuk COVID-19 Ada di Jam Berapa? [Internet]. 2021 [updated 2021 Jan 16; cited 2021 June 29]. Available from : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5336360/waktu-berjemur-yang-baik-untuk-covid-19-ada-di-jam-berapa

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, selama pandemi Covid-19 ternyata masih banyak orang tua yang kurang waspada dan enggan mengajarkan anak menggunakan masker. Diketahui per Senin, 28 Juni 2021 sebanyak 1.244 orang anak terpapar Covid-19 di DKI Jakarta. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengungkapkan […]

    Bagaimana Gejala dan Penanganan Covid-19 Pada Anak ?

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    vaksin flu bagi masyarakat

    Sahabat Sehat, selama pandemi Covid-19 ternyata masih banyak orang tua yang kurang waspada dan enggan mengajarkan anak menggunakan masker. Diketahui per Senin, 28 Juni 2021 sebanyak 1.244 orang anak terpapar Covid-19 di DKI Jakarta. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengungkapkan kasus Covid-19 pada anak tersebut menyumbang 13% dari angka kasus baru pada 28 Juni 2021 di Provinsi DKI Jakarta yang berjumlah 8.348 kasus. Nah Sahabat Sehat, bagaimana gejala dan penanganan Covid-19 pada anak ? Mari simak penjelasan berikut.

    Gejala Covid-19 Pada Anak

    Sahabat Sehat, kasus Covid-19 pada anak dapat diklasifikasikan sebagai berikut sesuai dengan derajat keparahannya :

    Tanpa Gejala

    Pada kondisi ini, hasil pemeriksaan SARS-CoV-2 menunjukan reaktif namun anak tidak ada keluhan apapun. 

    Gejala Ringan

    Selanjutnya pada infeksi Covid-19 dengan gejala ringan, anak mengalami beberapa gejala berikut :

    • Demam
    • Lelah dan nyeri otot
    • Batuk
    • Nyeri tenggorokan
    • Pilek dan bersin.

    Beberapa kasus mungkin tidak disertai demam, namun anak dapat mengalami gejala pada saluran pencernaan seperti mual, muntah, nyeri perut, diare, maupun keluhan lainnya.

    Baca Juga : Gejala Covid-19 pada Anak-Anak

    Gejala Sedang

    Sementara pada infeksi Covid-19 gejala sedang, ditandai dengan beberapa gejala berikut :

    • Demam
    • Batuk
    • Nafas cepat
    • Nafas berbunyi

    Keluhan di atas tanpa disertai dengan tanda kekurangan oksigen (bibir dan jari kebiruan) serta tanpa disertai gangguan pernapasan berat.

    Gejala Berat

    Apabila tidak ditangani dengan baik, dapat mengalami gejala berat. Pada kondisi ini, anak dapat menunjukan beberapa gejala berikut :

    • Sesak nafas
    • Bibir dan jari tampak kebiruan
    • Dada tampak cekung
    • Kadar oksigen dalam tubuh (saturasi oksigen) mencapai kurang dari 92%
    • Kejang maupun penurunan kesadaran
    • Muntah 

    Gejala Kritis

    Pada gejala kritis, anak mengalami perburukan ditandai dengan gagal nafas, gangguan saraf,  kerusakan miokard, gangguan pembekuan darah, gangguan ginjal maupun kerusakan multi organ dalam tubuh.

    Sindrom Peradangan Multisistem 

    Pada kondisi ini, anak mengalami demam lebih dari 3 hari disertai tanda peradangan multi organ yaitu :

    • Ruam kulit
    • Mata kemerahan
    • Peradangan rongga mulut
    • Tekanan darah menurun
    • Kelainan pada fungsi jantung dan gangguan pembekuan darah
    • Diare, muntah, ataupun nyeri perut

    Baca Juga : Waspada Kenaikan Angka Covid-19 pada anak

    Penanganan Covid-19 Pada Anak

    Kasus Covid-19 pada anak ditangani sesuai dengan derajat keparahannya. Orang tua harus lebih waspada dan memastikan keluhan yang dialami anak. Sahabat Sehat, berikut penanganan Covid-19 pada anak :

    Tanpa Gejala dan Gejala Ringan

    Anak dapat melakukan isolasi mandiri dirumah dan diberikan makanan bergizi seimbang seperti buah dan sayur. Berikan multivitamin sebagai berikut :

    • Vitamin C 

    Pada usia 1-3 tahun  : dosis maksimal 400 mg per hari

    Pada usia 4-8 tahun : dosis maksimal 600 mg per hari

    Pada usia 9-13 tahun : dosis maksimal 1200 mg per hari

    Pada usia 12-18 tahun : dosis maksimal 1800 mg per hari

    • Zink

    Sahabat Sehat dapat memberikan tablet Zink 20 mg per hari

    Gejala Sedang

    Pada infeksi Covid-19 gejala sedang, anak melakukan isolasi di ruang perawatan. Dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan seperti laboratorium darah rutin, fungsi hati, fungsi ginjal, rontgen dan pemeriksaan lainnya sesuai indikasi. Orangtua penunggu pasien turut dilakukan pemeriksaan Covid-19 (swab antigen maupun swab PCR).

    Dokter akan memberikan oksigen tambahan, cairan infus, nutrisi yang bergizi seimbang, obat antivirus (Oseltamivir), antibiotik, kortikosteroid, serta multivitamin. Multivitamin yang diberikan yaitu Vitamin C dan Zink, dengan dosis anjuran seperti pada kondisi Tanpa Gejala dan Gejala Ringan.

    Produk Terkait : Cara Imunisasi Tetap Aman selama Covid-19

    Gejala Berat dan Kritis

    Pada infeksi Covid-19 dengan gejala berat dan kritis, anak akan diisolasi dalam ruangan perawatan bertekanan tinggi. Akan dilakukan beberapa pemeriksaan seperti laboratorium darah rutin, fungsi hati, fungsi ginjal, rontgen, pemeriksaan pembekuan darah, maupun rekam jantung.

    Pada kondisi ini anak akan diberikan penanganan seperti pada kondisi Gejala Sedang, namun ditambahkan dengan pemberian IVIG (terapi imunoglobulin intravena), kortikosteroid, antikoagulan, dan antiinflamasi sesuai dengan pertimbangan dokter. 

     

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai gejala dan penanganan Covid–19 pada anak. Untuk mencegah anak terinfeksi Covid-19, terapkan protokol kesehatan 5M (mencuci tangan, menggunakan masker, menjauhi kerumunan, menjaga jarak, dan membatasi mobilisasi).

    Bagi Sahabat Sehat di rumah yang ingin melakukan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Wiryono S. 1.244 Anak di Jakarta Dinyatakan Positif Covid-19 Hari Ini [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 June 28; cited 2021 June 29]. Available from :  https://nasional.kompas.com/read/2021/06/28/20074961/1244-anak-di-jakarta-dinyatakan-positif-covid-19-hari-ini.
    2. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia.Pedoman Tatalaksana Covid-19. Edisi 3. Indonesia:  Ikatan Dokter Indonesia; 2020
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Sahabat Sehat, angka kasus positif Covid-19 di Indonesia semakin lama semakin meningkat terutama dalam dua minggu terakhir. Akibatnya, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit meningkat hingga lebih dari 80%. Banyak pasien yang mengantri untuk mendapatkan pelayanan medis.1,2 Sehingga disarankan bagi […]

    Bagaimana Cara Merawat Keluarga Isoman di Rumah?

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    medical check up di masa pandemi

    Sahabat Sehat, angka kasus positif Covid-19 di Indonesia semakin lama semakin meningkat terutama dalam dua minggu terakhir. Akibatnya, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit meningkat hingga lebih dari 80%. Banyak pasien yang mengantri untuk mendapatkan pelayanan medis.1,2 Sehingga disarankan bagi orang yang diduga ataupun terkonfirmasi menderita Covid-19 baik tanpa gejala maupun mengalami gejala ringan, untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. 

    Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara merawat anggota keluarga yang menderita Covid-19 di rumah ? Mari simak penjelasan berikut

    Kenali Gejala Covid-19

    Sahabat Sehat, secara umum penyakit Covid-19 dibagi menjadi beberapa derajat keparahan yaitu tanpa gejala, gejala ringan, gejala sedang, gejala berat, dan kritis.

    Sebelum menentukan apakah pasien perlu dirawat di rumah sakit atau cukup dengan isolasi mandiri di rumah, Sahabat Sehat perlu mengenali gejala dan berkonsultasi dengan dokter. Jika mengalami infeksi Covid-19 tanpa gejala maupun gejala ringan, Sahabat Sehat dapat melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun pada kondisi gejala sedang, berat dan kritis maka penanganan harus di rumah sakit.3

    Produk Terkait : Rapidtest Covid19

    Gejala Ringan Covid-19

    Pada kondisi gejala ringan, pasien mengalami keluhan demam, batuk, kelelahan, nafsu makan menurun, nafas pendek, serta nyeri otot. Selain itu, dapat disertai gejala lain yang tidak spesifik seperti sakit tenggorokan, hidung tersumbat, sakit kepala, diare, mual dan muntah, kehilangan penciuman (anosmia) atau kehilangan kemampuan pengecap (ageusia). Gejala ringan tidak disertai dengan tanda kekurangan oksigen (hipoksia) yaitu bibir serta tangan dan kaki kebiruan, dan tidak disertai penurunan kesadaran.3

    Pasien dengan gejala seperti diatas dapat melakukan isolasi mandiri di rumah apabila dalam kondisi sebagai berikut :

    • Berusia dibawah 60 tahun
    • Tidak merokok
    • Tidak kelebihan berat badan
    • Tidak memiliki penyakit lain seperti penyakit jantung, kencing manis, penyakit paru-paru kronis, kanker, penyakit ginjal kronis dan gangguan sistem imun.4

    Produk Terkait : KASIH Pemeriksaan Swab Antigen in Clinic

    Bagaimana Penanganan Gejala Ringan Covid-19 ?

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita Covid-19 dengan gejala ringan, tanpa gejala, atau jika saat ini sedang merawat anggota keluarga yang menderita Covid-19 di rumah, maka lakukan beberapa hal berikut :

    • Pasien harus tetap berada di rumah selama minimal 10 hari sejak timbulnya gejala atau dari kontak terakhir dengan seseorang yang terkonfirmasi menderita Covid-19.
    • Menjaga jarak minimal 2 meter dengan anggota keluarga lainnya.
    • Gunakan kamar terpisah dengan anggota keluarga yang lainnya.
    • Tetap gunakan masker dan membuang masker bekas ditempat khusus yang ditentukan.
    • Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat
    • Konsumsi makanan yang bergizi
    • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir 
    • Terapkan etika batuk dan bersin yaitu menutup hidung dan mulut dengan tisu apabila sedang batuk atau bersin.
    • Jaga kebersihan dan kesehatan rumah dengan cairan desinfektan untuk membersihkan lantai dan benda yang sering dipegang (seperti gagang pintu misalnya).
    • Lakukan pengecekan suhu harian. Apabila suhu mencapai diatas 380C, batuk memberat, dan sesak nafas maka segera konsultasikan ke Dokter.
    • Berjemur dibawah sinar matahari setiap pagi dibawah jam 10 pagi, selama 15-30 menit.
    • Buka jendela atau ventilasi agar udara bersih tetap masuk kedalam ruangan.
    • Berolahraga untuk menaikkan sistem daya tahan tubuh, seperti melakukan peregangan ringan didalam rumah.
    • Manfaatkan fasilitas telemedicine untuk berkonsultasi mengenai perkembangan kondisi Sahabat Sehat dengan dokter.5,6,7

    Hal yang Harus Dihindari Selama Isolasi Mandiri

    Selama menjalani isolasi mandiri, Sahabat Sehat harus melakukan beberapa hal berikut untuk memutus rantai penularan Covid-19 :

    • Jika Sahabat Sehat demam, batuk, pilek, maka tetap di rumah. Jangan pergi bekerja, ke sekolah, ke pasar atau ke tempat umum lainnya untuk menghindari penyebaran Covid-19 dalam masyarakat.
    • Hindari menggunakan transportasi umum.
    • Gunakan tempat tidur, alat makan dan handuk yang terpisah dengan anggota keluarga lainnya.
    • Hindari menerima tamu datang ke rumah.5,6,7

    Produk Terkait : KASIH Pemeriksaan Swab Antigen ke Rumah

    Waspadai Tanda Bahaya

    Selain itu, Sahabat Sehat perlu mengamai tanda-tanda bahaya sebagai berikut :

    • Kesulitan bernafas
    • Nyeri dada
    • Dada terasa sesak
    • Penurunan kesadaran
    • Pasien terlihat mengantuk dan malas membuka mata
    • Pucat
    • Bibir, dan jari tangan tampak kebiruan.7

    Apabila menemukan gejala di atas, segera hubungi Dokter atau bawa ke UGD terdekat sesegera mungkin untuk diberikan penanganan lebih lanjut.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai cara merawat keluarga yang sedang melakukan isolasi mandiri dirumah. Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Daftar Pustaka :

    1. Kontan. Covid-19 meledak, ini cara cek ketersediaan tempat tidur rumah sakit di Siranap [Internet]. Indonesia : Kontan. 2021 [2021 June 25; cited 2021 June 28]. Available from : https://kesehatan.kontan.co.id/news/covid-19-meledak-ini-cara-cek-ketersediaan-tempat-tidur-rumah-sakit-di-siranap?page=all
    2. Sari N. Cerita Dokter di RS UI: Terima Pasien Covid-19 yang Ditolak 10 RS hingga Banyak Rekan Terinfeksi Corona Halaman all – Kompas.com [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 June 25]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/06/24/09321001/cerita-dokter-di-rs-ui-terima-pasien-covid-19-yang-ditolak-10-rs-hingga?page=all
    3. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia.Pedoman Tatalaksana Covid-19. Edisi 3. Indonesia:  Ikatan Dokter Indonesia; 2020.
    4. Rahmawati W. Cara melakukan isolasi mandiri di rumah bagi pasien Covid-19 [Internet]. Indonesia : Kontan. 2021 [updated 2021 June 24; cited 25 June 2021]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/cara-melakukan-isolasi-mandiri-di-rumah-bagi-pasien-covid-19?page=all
    5. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Protokol Isolasi Mandiri Covid-19 – Direktorat P2PTM [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020 [updated 2020 Mar 26; cited 2021 June 25]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/dki-jakarta/protokol-isolasi-mandiri-covid-19
    6. Centers for Disease Control and Prevention. COVID-19 and Your Health [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 April 16l cited 2021 June 25]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/if-you-are-sick/care-for-someone.html
    7. Ministry of Health New Zealand. COVID-19: Self-isolation, managed isolation/quarantine [Internet]. New Zealand : Ministry of Health New Zealand. 2021 [updated 2021 March 16; cited 2021 June 25]. Available from: https://www.health.govt.nz/our-work/diseases-and-conditions/covid-19-novel-coronavirus/covid-19-health-advice-public/covid-19-self-isolation-managed-isolation-quarantine 
    8. Prihatini Z. Waktu Berjemur yang Baik untuk COVID-19 Ada di Jam Berapa? [Internet]. 2021 [updated 2021 Jan 16; cited 2021 June 29]. Available from : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5336360/waktu-berjemur-yang-baik-untuk-covid-19-ada-di-jam-berapa

     

    Read More
  • Ladies, dalam kegiatan sehari-hari tentunya kita tidak luput dengan beban kerja, stres, lelah, dan mood yang tiba-tiba menurun, entah itu karena masalah pekerjaan, pertemanan maupun keuangan. Namun, bagaimana mekanisme terbentuknya stres? Sebelum membahas mengenai bagaimana cara menanggulangi stres, menu makanan apa saja yang dapat menurunkan stres dan kegiatan apa saja yang dapat meningkatkan mood, ada baiknya kita mengerti apa […]

    11 Makanan Sehat Pereda Stres yang Patut Dicoba

    Ladies, dalam kegiatan sehari-hari tentunya kita tidak luput dengan beban kerja, stres, lelah, dan mood yang tiba-tiba menurun, entah itu karena masalah pekerjaan, pertemanan maupun keuangan. Namun, bagaimana mekanisme terbentuknya stres? Sebelum membahas mengenai bagaimana cara menanggulangi stres, menu makanan apa saja yang dapat menurunkan stres dan kegiatan apa saja yang dapat meningkatkan mood, ada baiknya kita mengerti apa yang dimaksud dengan stres dan bagaimana mekanisme terjadinya stres di dalam tubuh.

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    Stres merupakan suatu keadaan atau kondisi respons seseorang ketika menghadapi suatu masalah yang cukup serius dalam hidupnya, masalah dapat berkaitan dengan berbagai penyebab, baik dari segi lingkungan atau kehilangan anggota keluarga misalnya. Stres merupakan respons tubuh yang wajar.

    sakit kepala, stress

    Mekanisme Terjadinya Stres

    Terjadinya stres terjadi dalam 3 tahapan, tahapan pertama merupakan keadaan awal atau disebut keadaan alarm (The Initial Alarm), yaitu hormon adrenalin lepas ke dalam tubuh. Pada tahap ini, seseorang akan merespons menghadapi atau melarikan diri dari masalah tersebut. Kemudian masuk ke tahap dua, yaitu tahap jangka pendek yaitu mekanisme perlawanan (The Resistance Stage) yang disiapkan tubuh untuk berusaha mengatasi masalah dan tahap selanjutnya yang merupakan tahap terakhir adalah tahap kelelahan (The Exhaustion Stage), yaitu tubuh akan merasa lelah, pada tahap ini seseorang mulai merasakan dampak dari stres dan bisa menjadi dampak jangka panjang. Apabila seseorang tidak dapat menjaga daya tahan tubuhnya, maka akan rentan mengalami penyakit.

    Seseorang yang sedang mengalami stres, dapat dilihat dari perubahan tubuhnya, misalnya:

    • Otot terasa tegang atau kelelahan terus-menerus.
    • Kehilangan fokus dan konsentrasi.
    • Nyeri kepala berulang dan terus-menerus.
    • Tekanan darah meningkat.
    • Mudah marah.
    • Mudah tersinggung atau perasaannya lebih sensitif.
    • Nafsu makan yang berkurang atau malah meningkat.

    Stres ternyata sangat berkaitan dengan status nutrisi seseorang, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa saat seseorang stres, akan ada kecenderungan tidak makan makanan yang bergizi, penurunan nafsu makan atau lebih memilih makanan siap saji. Berikut ini kebiasaan makanan ketika seseorang mengalami stres yang dapat memengaruhi status gizi seseorang:

    • Nafsu makan berkurang, sehingga status gizi seseorang berkurang, secara tidak langsung daya tahan tubuh juga menurun.
    • Seseorang yang stres, ada kemungkinan lebih memilih makanan yang cepat saji, makanan dalam kemasan, serta makanan yang mengandung gula tinggi.
    • Selain itu, karena terlalu sibuk atau sedang mengalami stres, seseorang cenderung melupakan jadwal makan utamanya. Hal ini menjadi pemicu konsumsi makanan ringan secara berlebihan.
    • Konsumsi kopi berlebihan. Saat stres, ada kecenderungan seseorang mencari stimulan untuk memulihkan tenaga dari kelelahan. Apabila hal ini berlangsung lama, maka akan menyebabkan ketergantungan kafein yang tentunya tidak baik bagi kesehatan tubuh. Selain itu, bahan campuran kopi seperti susu, gula, krimer dan perasa tambahan, tidak baik bagi tubuh karena menambah jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh.

    Adanya kaitan antara keadaan stres dengan asupan nutrisi yang mungkin kita konsumsi serta mempunyai dampak yang tidak baik bagi tubuh, maka kita harus mengantisipasi setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh. Berikut ini anjuran makanan yang dapat dikonsumsi untuk meredakan stres dan tentunya baik untuk kesehatan tubuh:

    1. Sayuran Hijau

    Pada tahun 2012, sejumlah penelitian menyatakan konsumsi sayuran hijau pada saat stres seperti bayam yang kaya akan asam folat dapat membantu tubuh untuk membantu menyeimbangkan hormon serotonine dan dopamine, dan hormon ini membantu mencegah terjadinya stres.

    Produk Terkait: Vegefrut Kapsul Ekstrak Sayur dan Buah

    Sebuah penelitian di Universitas Otago membuktikan bahwa seseorang yang mengonsumsi sayur dan buah secara teratur, dapat membantu seseorang lebih tenang dan mempunyai mood yang lebih stabil.

    2. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan dipercaya mengandung tryptophan, dan asam amino yang berfungsi meningkatkan serotonin. Sehingga, seseorang yang mengonsumsi makanan yang mengandung tryptophan mempunyai mood yang lebih stabil.

    3. Makanan atau Minuman yang Difermentasi

    Suatu penelitian menyatakan bahwa kesehatan usus dimulai dari bakteri baik yang ada di dalamnya. Ketika jumlah bakteri baik jumlahnya lebih rendah dibandingkan bakteri jahat, maka akan memengaruhi neurotransmitter system otak untuk melepas hormon kortisol dan mencetuskan perasaan cemas, dan depresi. Makanan yang difermentasi contohnya minuman probiotik, yoghurt, sayuran yang difermentasi (kimchi, tape)

    Baca Juga: 5 Makanan Korea Ini Ternyata Menyehatkan

    4. Salmon

    Salmon mempunyai banyak sekali kandungan asam lemak bebas omega 3, EPA dan DHA. Omega 3 dipercaya merupakan senyawa antidepresan dan menurunkan efek cemas.

    5. Blueberries

    Anthocyanins merupakan pigmen yang terdapat pada buah berries (blueberries atau blackberries), merupakan senyawa antioksidan yang sangat tinggi. Antioksidan dipercaya meningkatkan produksi dopamine yang berfungsi meningkatkan pusar keseimbangan, fungsi memori serta menyeimbangkan mood.

    6. Dark Chocolate

    Selain rasanya yang enak, dark chocolate ternyata mempunyai segudang manfaat untuk mengatasi stres, karena di dalam kandungan dark chocolate mengandung senyawa anandamine yang dapat menghambat sinyal rasa nyeri dan depresi di otak.

    7. Biji-bijian

    Biji-bijian seperti biji labu, biji bunga matahari dan biji sesame mengandung magnesium, magnesium ini berfungsi mengaktifkan neurotransmitter serotonin. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, serotonin berfungsi mengatur emosi, perasaan cemas, marah, rasa nyeri dan depresi.

    8. Alpukat

    Selain rasanya yang enak, ternyata alpukat mengandung vitamin E, vitamin B dan asam folat. Sebuah penelitian menyatakan apabila seseorang mengonsumsi alpukat setelah makan siang, akan membuat perut terasa kenyang lebih lama. Hal ini akan menstabilkan gula darah yang akan membantu mood dalam keadaan stabil walaupun seseorang dalam keadaan stres.

    9. Vitamin C

    Sumber vitamin C dapat kita jumpai pada sayur dan buah-buahan seperti jeruk dan lemon. Vitamin C dapat menurunkan stres dan meningkatkan daya tahan tubuh. Mengonsumsi vitamin C dengan jumlah yang cukup dapat membantu menurunkan hormon stres (kortisol), serta membantu menurunkan tekanan darah saat dalam keadaan panik.

    Produk Terkait: Jual Layanan Suntik Vitamin C ke Rumah

    10. Oatmeal

    Oatmeal seperti sereal gandum, roti gandum dapat menurunkan kadar hormon stres dan meningkatkan serotonin yang akan menstimulasi efek tenang dan peningkatan mood.

    11. Produk Herbal

    Produk herbal seperti teh chamomilemint, teh barley serta passion blower dapat memberikan efek tenang, mencegah insomnia, gangguan perut selama stres, serta meningkatkan mood.

    Baca Juga: 7 Produk Kesehatan Indonesia yang Terkenal di Luar Negeri

    Selain memerhatikan asupan makanan, berikut ini beberapa saran untuk mengurangi stres dan memperbaiki mood:

    1. Ketika mempunyai masalah, cobalah untuk tenang terlebih dahulu dengan pikiran jernih, buang semua pikiran negatif, kemudian coba untuk menemukan solusinya.
    2. Cobalah untuk latihan meditasi, meditasi dapat membantu mengurangi pikiran negatif dan menenangkan tubuh.
    3. Istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh tidak terganggu.
    4. Olahraga setiap pagi, selain meningkatkan daya tahan tubuh, dengan berolahraga dapat menurunkan hormon stres.
    5. Lakukan kegiatan atau hobi yang Anda sukai.
    6. Habiskan waktu bersama teman, bertukar pikiran serta rekreasi.

    Nah, Ladies itulah 11 makanan sehat yang dapat menghilangkan stres. Untuk informasi lebih lanjut dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Ritchie J. Combating Stres with a Balanced Nutritional Diet [Internet]. 1st ed. UK: Stres Management Society; 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: mhit.org/assets/combat-nutritional-stres.pdf
    2. co is available at DomainMarket.com [Internet]. Health.co is available at DomainMarket.com. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: domainmarket.com/buynow/health.co
    3. Medicine U. Eat Right, Drink Well, Stres Less: Stres-Reducing Foods, Herbal Supplements, and Teas – Explore Integrative Medicine [Internet]. Explore Integrative Medicine. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: exploreim.ucla.edu/nutrition/eat-right-drink-well-stres-less-stres-reducing-foods-herbal-supplements-and-teas/
    4. C. Yau, Y. and N. Potenza, M. (2018). Stres and Eating Behaviors. NCBI, [online] (2013 Sep; 38(3): 255–267.). Available at: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4214609/ [Accessed 22 Sep. 2018].
    5. Mental Health Foundation. (2018). How to manage and reduce stres. [online] Available at: mentalhealth.org.uk/publications/how-manage-and-reduce-stres [Accessed 22 Sep. 2018].
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja