Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 21–30 of 906 results

  • Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya membutuhkan keberadaan orang lain. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Semenjak bayi sampai tua, kita membutuhkan orang lain untuk hidup bersama. Ada berbagai jenis hubungan antar manusia, salah satunya adalah hubungan cinta yang terjalin antar individu. Cinta itu sendiri sebenarnya merupakan pengalaman terpenting dan […]

    Menjadi Ibu VS Karier, Bagaimana Menyeimbangkannya?

    Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya membutuhkan keberadaan orang lain. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Semenjak bayi sampai tua, kita membutuhkan orang lain untuk hidup bersama. Ada berbagai jenis hubungan antar manusia, salah satunya adalah hubungan cinta yang terjalin antar individu. Cinta itu sendiri sebenarnya merupakan pengalaman terpenting dan paling diinginkan dalam kehidupan manusia. Ada banyak bentuk-bentuk cinta dalam kehidupan manusia, antara lain perasaan cinta antara manusia dengan Tuhan, rasa cinta pada pada keluarga, dan yang tidak kalah penting adalah hubungan cinta dengan lawan jenis yang disukainya.

    Baca Juga: 5 Tips Bagi Waktu untuk Wanita Karier yang Berkeluarga

     

    Hubungan cinta dengan lawan jenis antara laki-laki dan perempuan biasanya diharapkan berujung pada pernikahan. Pearson & Lee dalam Sarwono (1996), mengatakan bahwa pernikahan adalah puncak dari hubungan intim antar jenis kelamin dimana kedua belah pihak saling membagi pengalaman dan perasaan serta pikiran. Saat memasuki pernikahan, tentu saja seorang laki-laki dan perempuan akan memainkan peran baru sebagai suami dan istri. Terlebih jika sudah memiliki anak, mereka akan mendapatkan peran baru sebagai orang tua, ayah dan ibu.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Seorang ibu bekerja yang memiliki anak tentunya memiliki tantangan-tantangan sendiri dalam membesarkan anak-anaknya. Kadang seorang perempuan pekerja yang melahirkan seorang anak akan dihadapkan pada 2 pilihan, melanjutkan bekerja atau berhenti bekerja untuk mengurus segala kebutuhan anak. Ibu yang memilih untuk tetap bekerja atau berhenti bekerja setelah memiliki anak tentu saja sudah memikirkan berbagai hal, sehingga keputusan yang mereka ambil merupakan keputusan yang mereka anggap paling tepat.

    Saat ini menjadi seorang wanita karier merupakan pilihan yang memang dapat diambil oleh siapapun. Kita bisa lihat saat ini perempuan dapat bekerja pada berbagai bidang, bahkan untuk bidang strategis seperti kepala daerah, menteri, manager, direktur, dan masih banyak lagi. Handayani, dkk (2012) mengemukakan bahwa seorang perempuan yang bekerja, memiliki peran ganda yang harus dijalankan pada saat bersamaan. Ia harus bertanggung jawab atas pekerjaannya, juga bertanggung jawab atas perkembangan anak. Hal ini yang sering dikhawatirkan oleh ibu bekerja, mereka khawatir jika tidak dapat memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Achmad (dalam Wibowo, 2011) mengemukakan bahwa jumlah wanita yang mencari kerja akan semakin bertambah dari waktu ke waktu pada sebagian wilayah di dunia. Hal ini dipengaruhi oleh kesetaraan kesempatan yang diperoleh perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan juga pekerjaan.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Work life Balanced tentu saja dapat dimiliki oleh ibu bekerja, jika mereka dapat membagi waktu dan perhatian antara pekerjaan dan keluarga. Juga dengan keteguhan hati bahwa keluarga merupakan fokus yang paling utama. Namun, tentu saja ada beberapa hal terkait pekerjaan ibu yang dapat memengaruhi pengasuhan buah hati mereka, antara lain:

    • Kesepakatan dalam keluarga mengenai pembagian peran dalam rumah tangga.
    • Jenis pekerjaan yang dimiliki oleh ibu, pekerjaan yang stressfull atau pekerjaan yang lebih santai
    • Jarak antara kantor dan rumah.
    • Lokasi kerja, apakah harus dikerjakan di kantor atau bisa dikerjakan di rumah.
    • Adakah orang yang dapat dipercaya untuk mengurus segala kebutuhan anak saat ibu bekerja, dll.

    Nah, agar pengasuhan anak pada ibu bekerja bisa tetap berjalan secara optimal, dan ibu tetap bisa menjalankan berbagai perannya, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

    • Carilah pengasuh yang berkualitas untuk menemani anak. Hal ini bertujuan agar ibu benar-benar yakin dan merasa percaya diri saat harus bekerja dan meninggalkan anak bersama pengasuhnya.
    • Jika anak ‘dititipkan’ kepada keluarga dekat (orang tua atau mertua), sebaiknya mereka memang bersedia dan mampu untuk membantu mengurus anak.  Walaupun dititipkan pada keluarga, tetap sediakan pengasuh yang berkualitas, jadi keluarga hanya perlu mengawasi.
    • Buatlah daftar kegiatan harian yang bisa dilakukan oleh anak-anak, sehingga pengasuh lebih mudah untuk mendampingi anak-anak
    • Berikan juga fasilitas untuk bermain bagi anak, misalnya puzzle, buku gambar, pensil warna, dan mainan edukatif lainnya.
    • Buat list aturan yang harus diterapkan kepada anak, seperti jam tidur siang, penggunaan gadget, dll.
    • Meminimalisasi kerepotan yang terjadi pagi hari. Contohnya dengan menyiapkan pakaian dan segala keperluan yang akan dipakai atau dibawa dari malam hari, menyiapkan sarapan sederhana dan sehat yang tidak membutuhkan waktu lama untuk mengerjakannya, dan bangun lebih pagi. Bila melakukan hal ini, diharapkan ibu tidak terburu-buru saat pagi hari, dan bisa tetap melakukan segala rutinitas dengan santai dan tenang.
    • Buat jadwal pengaturan transportasi anak, misalnya siapa yang mengantar dan menjemput ke sekolah atau tempat les.
    • Usahakan setiap hari ibu bisa berkomunikasi dengan anak-anak, melalui telepon pengasuh atau keluarga atau melakukan video call.
    • Setelah kembali dari bekerja, istirahat sejenak atau rileksasi sejenak, supaya dapat fokus dan tenang saat berhadap dan bermain dengan anak.
    • Ibu juga berhak untuk mendapatkan ‘me time’, dengan melakukan hobi atau kegiatan positif yang disukai, maupun memanjakan diri ke salon.
    • Rencanakan kegiatan positif bersama keluarga, misalnya liburan, berenang, main sepeda, menonton film di bioskop, dll.

    Baca Juga: Ternyata Kurang Tidur Picu Kanker Payudara

    Nah, selain saran-saran di atas, hal yang tidak kalah penting adalah buat jadwal untuk bisa tetap menghabiskan waktu berdua dengan pasangan. Karena hubungan yang harmonis antara suami dan istri tentu saja akan memberikan dampak positif bagi pengasuhan anak.

     Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ibu rumah tangga dan wanita karier serta membutuhkan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    – Handayani, A., Maulia, D., & Yulianti, P. D. (2012). Pengaruh konflik peran ganda terhadap kinerja guru. Penilaian kinerja untuk peningkatan profesionalisme guru berkelanjutan. prosiding.upgrismg.ac.id/
    – Wibowo, (2011). Peran Ganda Perempuan Dan Kesetaraan Gender. Muwazah, 2.

    Read More
  • Contoh ilustrasi: Karin (28 tahun,) sangat sulit diajak datang ke pesta, baik itu pesta di kantor maupun pesta ulang tahun temannya. Ia pasti akan bertanya dulu berapa orang yang diundang dan kira-kira acaranya apa. Teman-teman Karin pun sudah paham bahwa kalau ingin mengundang Karin  merayakan ulang tahun, lebih baik mengadakan acara makan-makan di restoran atau […]

    Ibu Introvert VS Ekstrovert, Apa Bedanya?

    Contoh ilustrasi:
    Karin (28 tahun,) sangat sulit diajak datang ke pesta, baik itu pesta di kantor maupun pesta ulang tahun temannya. Ia pasti akan bertanya dulu berapa orang yang diundang dan kira-kira acaranya apa. Teman-teman Karin pun sudah paham bahwa kalau ingin mengundang Karin  merayakan ulang tahun, lebih baik mengadakan acara makan-makan di restoran atau di rumah dengan hanya mengundang maksimal 3 orang sahabat dekatnya.

    Dessy (29 tahun), justru sebaliknya, ia paling sulit berada sendirian, ia merasa harus selalu bersama dengan orang lain. Kalau waktu libur, seperti akhir pekan, ia pasti sudah akan sibuk menghubungi teman-teman atau saudaranya untuk menghabiskan waktu bersama. Maka, Dessy suka kurang dapat memahami Karin yang tidak senang pesta. Bagi Dessy, pesta adalah tempat bertemu banyak orang baru yang bisa menambah kenalan sehingga Dessy sangat senang datang jika ada undangan pesta.

    Sahabat, konon manusia itu dalam bersikap bisa dikategorikan dalam dua tipe besar loh, yaitu introvert dan ekstrovert. Manusia seperti Karin, adalah contoh tipe manusia introvert. Pada tipe ini, karakteristiknya adalah orang-orang yang lebih senang mengekplorasi pemikiran dan perasaannya ke dalam diri. Sedangkan pada tipe ekstrovert, contohnya Dessy, dicirikan dengan orang-orang yang lebih senang mengekplorasi dunia di luar dirinya. Nah, konsep introvert dan ekstrovert ini pada awalnya dikenalkan oleh Carl Jung pada tahun 1921 (Feist, Feist & Roberts, 2013).

    Baca Juga: Bagaimana Cara Cegah Penularan HPV

    Konsep introvert dan esktrovert digambarkan oleh Jung seperti dalam permainan jungkat jungkit. Manusia tidak ada yang sepenuhnya introvert dan tidak ada yang sepenuhnya ektrovert. Jadi, Karin yang lebih senang menyendiri, tidak terlalu suka keramaian dikatakan lebih dominan dalam mengarahkan pikiran dan perilaku ke dalam dirinya sendiri sehingga cenderung introvert. Sebaliknya pada Dessy, yang lebih dominan mengarahkan energi, pikiran dan perilaku ke luar dirinya, bersama teman-temannya dikatakan cenderung ektrovert.

    Kepribadian yang sehat, menurut Jung sendiri adalah manusia yang cukup fleksibel, yang bisa menyeimbangkan keduanya (Schultz & Schultz, 2013). Pengaruh dari cara manusia mengeksplorasi diri dan pikirannya ini ke dalam diri atau keluar diri biasanya juga berpengaruh kepada perilaku sehari-hari, tentu saja termasuk jika seseorang tersebut sudah menjadi ibu. Untuk lebih jelasnya, yuk kita bahas satu persatu.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Karin, yang dominan introvert, tentu saja lebih nyaman untuk tidak berada di keramaian. Ia butuh “me time” untuk bisa mengisi ulang energinya sehingga ketika ia menjadi ibu, ia pun akan cenderung mengharapkan suami dan anak-anaknya untuk memahami apa yang menjadi perasaan dan pikirannya. Bagi Karin yang introvert, mungkin akan sulit untuk menyatakan apa yang dirasakan dan dipikirkannya. Jika suami dan anak Karin termasuk tipe yang introvert juga, mungkin kebiasaan di rumah Karin akan berkisar pada kegiatan yang sifatnya lebih banyak kegiatan individual, seperti membaca buku atau mengerjakan hobi masing-masing yang tidak terlalu melibatkan orang lain dalam kegiatannya.

    Kunjungan tamu ke rumah maupun berkunjung ke rumah orang lain mungkin akan menjadi suatu hal yang kurang nyaman dilakukan oleh orang-orang introvert. Nah, buat keluarga yang anggotanya dominan introvert, sebaiknya perlu diperhatikan bahwa tetap dibutuhkan komunikasi antar satu dengan yang lainnya, misalnya membuat jadwal untuk bersama-sama melakukan kegiatan yang akan menimbulkan interaksi bersama seperti berkegiatan setiap hari Minggu pagi di taman tanpa membawa buku bacaan atau gawai, sehingga mengharuskan berinteraksi dengan sesama anggota keluarga.

    Baca Juga: Wanita Wajibkah Melakukan Pap Smear?

    Pada Dessy, jika berkeluarga, tentu saja akan berbeda dalam menghadapi suami dan anaknya. Dessy mungkin akan lebih senang bercerita mengenai kejadian yang dialaminya seharian dan mungkin Dessy juga mengharapkan hal yang sama dari suami dan anaknya. Kalau suami dan anak Dessy termasuk tipe dominan ekstovert juga, bisa dibayangkan rumah tangga Dessy pastilah ramai. Oleh karena itu, mungkin tetap diperlukan waktu-waktu untuk berefleksi ke dalam diri, tidak selalu mengeksplorasi dunia di luar dirinya atau bersama dengan orang lain terus-menerus.

    Penyesuaian diri mungkin yang agak sulit adalah jika berhadapan dengan orang yang memiliki tipe berlawanan. Misalnya jika Dessy memiliki anak yang tipenya dominan introvert, maka mungkin Dessy harus memahami kesulitan sang anak untuk langsung dapat beradaptasi di lingkungan yang ramai. Begitu juga sebaliknya, jika sang ibu introvert memiliki anak yang dominan ektrovert, mungkin akan pusing meminta anaknya untuk tidak selalu keluar rumah, berdiam diri di rumah saja. Bagi ibu yang introvert, perlu untuk paham, bahwa anaknya yang esktrovert juga butuh berada bersama teman-temannya untuk menyalurkan energinya keluar diri.

    Sahabat, seperti yang sudah dijelaskan oleh Jung sendiri, bahwa tidak ada manusia yang sepenuhnya introvert maupun yang sepenuhnya ektrovert, melainkan manusia memiliki keduanya di dalam diri. Nah, adanya pengetahuan tentang introvert dan ekstovert ini lebih diharapkan agar Sahabat nantinya bisa lebih memahami diri sendiri dan orang-orang yang berinteraksi dengan Sahabat. Seperti Dessy yang paham bahwa Karin kurang nyaman berada di keramaian pesta, maka ia akan lebih baik mengundang Karin untuk merayakan ulang tahun berdua saja.

    Demikian juga dengan Karin, yang mungkin bisa memahami kesenangan Dessy berada bersama dengan orang banyak, maka ia mungkin sesekali dapat hadir jika diundang Dessy. Hal yang sama juga dapat dilakukan jika Anda memiliki suami atau anak. Berkenalanlah dengan kecenderungan mereka, apakah lebih dominan ekstrovert atau introvert, sehingga nantinya Sahabat dapat lebih mudah berinteraksi dengan mereka.

    Baca Juga: 5 Tips Bagi Waktu untuk Wanita Karier yang Berkeluarga

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ekstrvert dan introvert dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:

    Introvert and Extravert: Psychology (internet) Encyclopedia Britannica (cited 8 Desember 2018) available from: britannica.com/science/introvert.
    – Feist, Jess; Feist, Gregory.J, & Roberts, Tomi-Ann (2013) Theories of Personality, 8th ed, New York: McGraw Hill education (Asia).
    – Schultz, Duane P, Schultz, Sydney Ellen (2013) Theories of Personality, 10th ed, Australia: Wadsworth Cengage Learning

    Read More
  • Setiap wanita yang menikah, lalu kemudian memiliki anak, biasanya akan berada pada satu momen mereka dihadapkan dengan pilihan: “Apakah saya akan terus bekerja dan meninggalkan anak di rumah, atau meninggalkan karier dan menjadi ibu rumah tangga untuk menemani anak?”  Hmm, rasanya perdebatan mengenai keputusan menjadi ibu bekerja atau ibu rumah tangga tidak ada habisnya ya, […]

    Bedakah Kondisi Psikis Ibu Rumah Tangga VS Ibu Bekerja?

    Setiap wanita yang menikah, lalu kemudian memiliki anak, biasanya akan berada pada satu momen mereka dihadapkan dengan pilihan: “Apakah saya akan terus bekerja dan meninggalkan anak di rumah, atau meninggalkan karier dan menjadi ibu rumah tangga untuk menemani anak?”  Hmm, rasanya perdebatan mengenai keputusan menjadi ibu bekerja atau ibu rumah tangga tidak ada habisnya ya, Sobat. Tapi sebenarnya pilihan mana sih yang lebih baik? Lantas, apa dampak dari pilihan tersebut terhadap keluarga?

    Menurut John Bowlby, Psikolog pembuat teori mengenai Attachment, bayi perlu memiliki hubungan yang hangat dan berkesinambungan dengan ibu atau figur pengasuh permanen lainnya, untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Lebih lanjut, Susan H. Landry, PhD dari Children’s Learning Institute, University of Texas Health Science Center, juga mengatakan bahwa ikatan batin yang baik dengan figur pengasuh dan pola pengasuhan yang responsif sudah terbukti mampu meningkatkan kemampuan regulasi emosi, pembuatan keputusan, serta perkembangan kognitif anak.


    Bila mengacu kepada penjelasan ini, maka dapat kita lihat bahwa menjadi ibu rumah tangga mungkin keputusan yang paling tepat untuk perkembangan anak.

    Baca Juga: Perbedaan Peran Ayah dan Ibu Bagi Anak

    Namun, menurut suatu polling, ibu rumah tangga ternyata juga memiliki tingkat kesedihan dan stres yang tinggi dalam menjalani harinya. Sekitar 50% ibu rumah tangga dilaporkan merasa stres dengan kehidupan sehari-hari mereka. Stres yang dirasakan karena tekanan hidup dan tuntutan peran sebagai ibu, juga turut membuat ibu rumah tangga tidak bisa menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak-anak mereka di rumah. Studi dari Highland Spring terhadap 10.000 keluarga mengungkapkan bahwa orangtua hanya menghabiskan waktu tidak terinterupsi sekitar 34 menit dalam sehari dengan anak mereka karena adanya masalah dan stres dalam hidup. Wah Sobat, ternyata ibu rumah tangga pun memiliki keterbatasan dalam pola interaksi dengan anak ya, ternyata.

    Bagaimana dengan ibu bekerja? Penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Child Health and Development menunjukkan bahwa anak dari ibu yang bekerja memiliki pencapaian akademis yang lebih tinggi, karier yang lebih sukses, serta menghasilkan skor kognitif yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan ibu bekerja memiliki kestabilan finansial yang lebih baik, sehingga dapat memberikan fasilitas yang lebih memadai untuk anak mereka. Waktu yang terbatas dan tuntutan pekerjaan juga membuat ibu bekerja berusaha untuk lebih efisien dalam mendampingi anak, sehingga mereka menjadi lebih sensitif dengan kebutuhan anaknya. Jadi, ibu bekerja pun memiliki keunggulan yang serupa ya, Sobat.

    Baca Juga: 6 Makanan Agar Asi Tetap Lancar

    Namun perlu diketahui, ibu bekerja lebih rentan untuk merasa lelah dan tertekan karena tuntutan untuk menyeimbangkan peran sebagai karyawan, ibu, serta istri. Polling lainnya menunjukkan bahwa 48% ibu bekerja merasa stres karena tuntutan peran yang harus dijalankan. Angka ini tidak berbeda jauh dengan persentase stres pada ibu rumah tangga. Lebih lanjut, perasaan stres ini dapat memengaruhi hubungan orangtua-anak di rumah serta berdampak pada tingkah laku anak ke depannya.  

    Lantas, sebenarnya mana yang lebih baik sih, Sobat? Dari berbagai studi yang dilakukan, sebenarnya tidak pernah ada kesimpulan yang pasti mengenai peran mana yang lebih baik. Poin penting yang ditekankan adalah kemampuan ibu untuk untuk merasa puas dan terpenuhi dengan peran yang mereka jalankan. Hal ini dapat membantu mengurangi tingkat stres ibu, sehingga mereka dapat menjalin hubungan yang baik dengan keluarga. Rasa bahagia dengan peran yang mereka emban ini akan membantu ibu untuk bersikap positif dengan anak dan menghabiskan waktu yang berkualitas dengan mereka, tanpa terganggu dengan stres keseharian. Hal ini didukung oleh studi Milkie, et al. (2015), dimana ditemukan bahwa jumlah waktu yang dihabiskan oleh orangtua dengan anaknya, tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan emosi dan kognitif mereka. Waktu yang berkualitas lebih dibutuhkan, dibandingkan kuantitasnya.

    Baca Juga: Intip 7 Cara Menjadi Wanita Sukses

    Jadi Sobat, apapun peran yang seorang ibu pilih, hal yang lebih penting adalah dukungan yang lingkungan berikan, agar ibu merasa bahagia dan berdaya dengan posisi yang mereka pilih.  Jika membutuhkan produk kesehatan berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi:

    – Attachment Theory – Simply Psychology [Internet]. Simply Psychology 2017. [cited 26 November 2018]. Available from: simplypsychology.org/attachment.html
    – The Role of Parents in Early Childhood Learning – Encyclopedia of Early Childhood Development [Internet]. Encyclopedia of Early Childhood Development 2014. [cited 26 November 2018]. Available from: child-encyclopedia.com/parenting-skills/according-experts/role-parents-early-childhood-learning
    – Stay-at-Home Moms Report More Depression, Sadness, Anger – Gallup [Internet]. Gallup 2012. [cited 26 November 2018]. Available from: news.gallup.com/poll/154685/stay-home-moms-report-depression-sadness-anger.aspx
    – What Research Says About Being a Stay-at-Home Mom – Verywell Family [Internet]. Verywell Family 2018. [cited 26 November 2018]. Available from: verywellfamily.com/research-stay-at-home-moms-4047911
    – Common Causes of Stress for Mothers – Secure Teen [Internet]. Secure Teen 2013. [cited 26 November 2018]. Available from: secureteen.com/working-mom/children-of-working-mothers-a-league-of-high-achievers/
    – Working Mom vs Stay-At-Home Mom: What’s Best for Kids? – Secure Teen [Internet]. Secure Teen 2013. [cited 26 November 2018]. Available from: secureteen.com/working-mom/working-mom-vs-stay-at-home-mom-what%E2%80%99s-best-for-kids/

    Read More
  • Terapi pengobatan air putih merupakan metode berobat menggunakan air putih yang biasa kita minum sehari-hari. Terapi ini dipakai untuk membantu mengobati beberapa penyakit kronis yang tidak menular seperti diabetes tipe 2, kanker, dan darah tinggi. Selama ini banyak dari kita yang hanya mengetahui air putih sebatas untuk melepas dahaga harian. Air putih sendiri memang mempunyai […]

    Terapi Pengobatan Air Putih untuk Mengatasi Penyakit-penyakit Kronis

    Terapi pengobatan air putih merupakan metode berobat menggunakan air putih yang biasa kita minum sehari-hari. Terapi ini dipakai untuk membantu mengobati beberapa penyakit kronis yang tidak menular seperti diabetes tipe 2, kanker, dan darah tinggi. Selama ini banyak dari kita yang hanya mengetahui air putih sebatas untuk melepas dahaga harian. Air putih sendiri memang mempunyai manfaat utama untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan menghindari dehidrasi. Ternyata, air putih juga banyak memberikan manfaat pada pengendalian penyakit kronis. Pengobatan dengan air putih yang biasa digunakan untuk kesehatan adalah terapi air putih ala Jepang.

    terapi pengobatan air putih, terapi air putih

    Baca Juga: Minuman Selain Kopi yang Membantu Meningkatkan Konsentrasi

    Mengenai terapi air putih ala Jepang ini, sejauh ini memang belum banyak penelitian yang menyebutnya efektif secara medis. Namun, orang-orang Negeri Sakura sudah sering melakukannya. Untuk melakukan terapi ini Sahabat diwajibkan meminum air bersuhu ruangan atau air hangat sebanyak 4-5 gelas ukuran 160 ml saat perut kosong setelah bangun tidur. Selain itu, Sahabat disarankan melakukannya sebelum menyikat gigi lalu memberi jeda sekitar 45 menit setelahnya baru diperbolehkan makan.

    Produk Terkait: Jual Sikat Gigi Elektrik

    Penyakit-penyakit Apa Saja yang Dapat Mendapat Manfaat dari Terapi Air Putih Ini?

    Air putih dapat memberikan manfaat pada penyakit diabetes tipe 2 dan darah tinggi seperti yang sudah disinggung di atas. Selain itu, penyakit-penyakit lain yang bisa mendapatkan manfaat dari konsumsi air putih adalah sembelit, nyeri, sakit kepala, asma, bronkitis, TBC, ginjal, kandung kemih, dan lainnya. Meski begitu, sekali lagi, memang belum ada penelitian medis yang efektif mengenai hal ini. Konsumsi air putih dapat disesuaikan dengan penyakit yang diderita:

    • Sembelit: Terapi air putih selama 10 hari
    • Tekanan darah tinggi: terapi air putih selama 30 hari
    • Diabetes tipe 2: Terapi air putih selama 30 hari

    Produk Terkait: Cek Lab

    Manfaat yang dirasakan tentu saja tidak instan sehingga harus terus-menerus diulang atau secara rutin dilakukan. Berdasarkan beberapa penelitian rutin mengonsumsi air putih cukup berdampak baik bagi kesehatan karena air putih dapat membersihkan usus dari sisa plak penyebab sembelit. Selain itu, mengonsumsi air putih secara teratur juga membuat tubuh terhidrasi serta melembapkan kulit karena menjaga cairan tubuh.

    Baca Juga: 7 Cara Menangani Flu dengan Cepat dan Mudah

    Bagaimana Cara Meminum Air Putih yang Benar Supaya Terapi Efektif?

    Berikut ini adalah cara-cara yang dianjurkan dalam meminum air putih supaya terapi air putih menjadi efektif atau tanpa terapi sekalipun:

    1. Pertama, duduklah saat minum, sama seperti harus duduk saat Sahabat hendak makan. Minum sambil berdiri dapat membahayakan ginjal karena air akan langsung menuju kandung kemih tanpa disaring.
    2. Minumlah seteguk demi seteguk dan jangan langsung minum segelas penuh. Serap perlahan-lahan, telan, kemudian napas dan ulangi.
    3. Untuk memenuhi kebutuhan air harian, jangan minum air dalam satu waktu. Sebaiknya lakukan secara berkala. Misal, dengan cara minum 1 gelas air setelah bangun tidur, 1 gelas air sebelum atau sesudah sarapan, 1 gelas air sebelum dan sesudah makan siang, 1 gelas air sebelum dan setelah makan malam, dan 1 gelas sebelum tidur.
    4. Demi mendapat kesehatan yang optimal, setidaknya minum air yang bersuhu ruangan. Bahkan lebih baik jika air hangat. Sementara, air dingin apalagi es yang bersuhu 5 derajat celcius secara harfiah bisa membuat kontraksi pada pencernaan. Hal ini dikarenakan perbedaan suhu yang tajam.
    5. Tiga puluh menit sebelum makan memang waktu yang disarankan untuk minum air putih karena dapat membantu pencernaan bekerja dengan baik. Sementara itu, minum air putih selama atau tepat sebelum atau setelah makan dapat melemahkan cairan pencernaan dan membuatnya bekerja kurang efektif. Apalagi jika terlalu banyak asupan air, perut tentu tidak akan memiliki cukup ruang untuk mencerna.
    6. Untuk alasan yang sama, jangan minum banyak air sebelum atau sesudah Sahabat makan. Isi 50% dengan makanan, 25% dengan air, dan 25% biarkan kosong.
    7. Minumlah saat haus, karena pada saat haus dan dahaga itulah saat Anda tahu kapan tubuh membutuhkan minum.
    8. Kebutuhan air setiap orang berbeda-beda bergantung pada kondisi badan tertentu, seperti pengaruh cuaca, diet, berat badan, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan. Oleh karena itu, minumlah air sesuai kebutuhan tubuh masing-masing.
    9. Untuk mengetahui apakah kebutuhan tubuh akan cairan sudah terpenuhi atau belum, Anda bisa melihatnya dari warna air seni. Apabila air seni berwarna kuning atau bening, itu berarti kebutuhan cairan Anda sudah terpenuhi. Apabila air seni Anda berwarna kuning pekat, itu berarti Anda perlu minum lebih banyak.
    10. Bibir juga menjadi sebuah indikator kebutuhan cairan seseorang. Jika bibir terlihat kering, Anda mungkin mengalami dehidrasi. Sesibuk apapun aktivitas Sahabat, jangan lupa untuk tetap cukup minum air putih. Sebab kurang minum juga bisa memengaruhi kesehatan bibir.

    Bagaimana Cara Mendapatkan Air Putih yang Bersih dan Sehat?

    Untuk mendapatkan air putih yang bersih dan sehat, ada beberapa hal yang perlu Sahabat Sehat perhatikan, yaitu:

    • Perhatikan sumber air
    • Lihat cara pengambilan air
    • Cermati proses pengolahannya
    • Sediakan Penyaring NSF-53 untuk menyaring bakteri
    • Campurkan air mentah dan yang sudah dimasak
    • Gunakan air dingin saat memasak

    Baca Juga: 6 Daftar Makanan dan Minuman Meredakan Maag

    Itulah mengenai terapi pengobatan air putih yang bisa Sahabat Sehat lakukan. Terapi ini memang cukup mudah namun harus secara rutin dilakukan supaya mendapat hasil yang maksimal, dan ingat untuk selalu memperhatikan cara meminum yang benar dan memperhatikan sumber air tersebut ketika akan diolah. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai khasiat air putih dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Seperti vaksinasi pada umumnya, vaksin Covid-19 mungkin menimbulkan efek samping. Vaksin untuk penyakit lain, misalnya DPT, flu, dan hepatitis bisa menimbulkan kejadian pasca-imunisasi atau KIPI, tetapi umumnya dapat ditoleransi. Setelah diberikan vaksin, efek samping dapat timbul karena tubuh sedang “belajar” mengenali zat dari vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk membentuk respons perlindungan. Efek samping […]

    Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Seperti vaksinasi pada umumnya, vaksin Covid-19 mungkin menimbulkan efek samping. Vaksin untuk penyakit lain, misalnya DPT, flu, dan hepatitis bisa menimbulkan kejadian pasca-imunisasi atau KIPI, tetapi umumnya dapat ditoleransi. Setelah diberikan vaksin, efek samping dapat timbul karena tubuh sedang “belajar” mengenali zat dari vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk membentuk respons perlindungan. Efek samping vaksin ini memang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi biasanya tidak berlangsung lama.

    efek samping vaksin covid-19, efek samping vaksin virus covid-19, efek samping vaksin virus Corona

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Mengenal Efek Samping Vaksin Virus

    Efek samping vaksin Covid-19 yang dapat dilihat dari pengunaan beberapa vaksin yang sudah memasuki uji klinis tahap ketiga (Pfizer, Moderna, Sinovac, dan Sputnik dari Rusia) di antaranya adalah kebas dan bengkak di lokasi suntikan, demam, panas, dingin, dan sakit kepala.1 Hal lain yang perlu diperhatikan adalah terdapat laporan bahwa vaksin ini berpotensi menyebabkan reaksi alergi berat, sehingga orang dengan riwayat alergi berat tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi.2

    Meskipun efek vaksinasi Covid-19 sendiri disebut-sebut menyerupai gejala Covid-19 (seperti, demam, sakit kepala). Namun, perlu ditekankan bahwa hal ini bukan berarti orang yang diberikan vaksinasi akan terkena Covid-19. Saat seseorang diberikan vaksin, akan muncul rangsangan untuk membangun kekebalan tubuh untuk melawan virus. Lagi pula, mRNA dari vaksin tidak secara permanen memengaruhi sel. Sebaliknya, mRNA itu hanyalah cetak biru dari lonjakan protein yang terletak di permukaan virus dan bersifat sangat rapuh, sehingga vaksin harus disimpan pada suhu yang sangat dingin sebelum digunakan. Setelah Sahabat divaksinasi tubuh akan menghilangkan cetak biru tersebut, namun antibodi yang dikembangkan sebagai respons akan tetap ada.1

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Lalu bagaimana Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin Virus Covid-19?

    Meskipun bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya, Sahabat bisa mengatasi efek samping vaksin ini dengan mengikuti beberapa anjuran dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat. Langkah-langkah yang direkomendasikan CDC adalah sebagai berikut:3

    Berkonsultasi dengan Dokter

    CDC menyarankan agar Sobat berkonsultasi dengan dokter mengenai efek samping yang dirasakan setelah vaksinasi. Dokter mungkin akan menyarankan Sahabat menggunakan obat-obatan yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau asetaminofen untuk mengatasi rasa sakit atau ketidaknyamanan.3

    Produk Terkait: Jual Panadol Kaplet 500 mg (biru)

    Menempatkan Kain Lap Basah yang Dingin

    Anjuran kedua adalah menempatkan kain lap basah yang dingin di atas lengan atau di bagian tubuh yang disuntik. Hal ini dilakukan untuk meredam rasa tidak nyaman setelah disuntik. Jangan lupa juga untuk melatih tangan supaya tidak kaku dan tegang karena vaksinasi.3

    Tetap Terhidrasi dan Gunakan Pakaian Tipis

    Sahabat disarankan untuk memperbanyak cairan dalam tubuh dengan minum air putih teratur setiap hari. Kondisi dehidrasi akan memperparah efek samping berupa pusing, sakit kepala, dan lemas. Pakaian tipis dapat digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat demam.3

    Itulah beberapa hal mengenai efek samping vaksin virus Covid-19 dan cara mengatasinya. Sekali lagi, efek samping adalah hal yang wajar dan tidak perlu ditakuti. Lebih baik mengalami efek samping yang sifatnya sementara daripada terkena Covid-19 yang dapat menyebabkan kematian. Vaksinasi itu penting dan vaksin itu baik. Kenyatannya, vaksin tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga melindungi orang-orang di sekitar, termasuk keluarga dan teman terdekat.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Meskipun sudah divaksin, Sahabat jangan lupa untuk tetap menerapkan perilaku 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk meningkatkan efektivitas vaksin dan memberantas Covid-19. Dengan demikian, vaksinasi menjadi tidak sia-sia. Jangan lupa untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Sembari menunggu vaksin Covid-19 beredar secara resmi, yuk jangan lupa untuk deteksi dini dengan PCR swab, rapid test (antibodi dan antigen) di Prosehat. Caranya adalah akses melalui website atau aplikasi dan pilih Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800.

    Referensi:

    1. Yang harus Anda tahu soal efek samping vaksin COVID-19 [Internet]. Antara News. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1899648/yang-harus-anda-tahu-soal-efek-samping-vaksin-covid-19
    2. Azizah K. CDC Beberkan Efek Samping Pasca Vaksinasi COVID-19 dan Cara Menanganinya [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5296845/cdc-beberkan-efek-samping-pasca-vaksinasi-covid-19-dan-cara-menanganinya
    3. Oktarianisa S. Maaf Bukan Menakuti, Vaksin Disebut Bisa Sebabkan Sakit Ini [Internet]. tech. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20201216062701-37-209377/maaf-bukan-menakuti-vaksin-disebut-bisa-sebabkan-sakit-ini
    4. CDC Buat Panduan Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin Covid-19 [Internet]. suara.com. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.suara.com/health/2020/12/16/140349/cdc-buat-panduan-cara-mengatasi-efek-samping-vaksin-covid-19?page=all
    Read More
  • Sejak 15 Desember 2020 Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur yang mewajibkan para wisatawan yang datang ke Pulau Dewata untuk menunjukkan surat keterangan yang menyatakan negatif pada PCR swab dan rapid swab antigen. Keputusan ini diambil berdasarkan rapat para pemimpin provinsi di Indonesia yang wilayahnya mempunyai banyak penderita Covid-19, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, […]

    Ingin Liburan ke Bali dengan Sehat dan Aman? Yuk, PCR Swab dan Rapid Swab Antigen Dulu di Prosehat!

    Sejak 15 Desember 2020 Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur yang mewajibkan para wisatawan yang datang ke Pulau Dewata untuk menunjukkan surat keterangan yang menyatakan negatif pada PCR swab dan rapid swab antigen. Keputusan ini diambil berdasarkan rapat para pemimpin provinsi di Indonesia yang wilayahnya mempunyai banyak penderita Covid-19, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali dengan Menko Marves Luhut Panjaitan sehari sebelumnya.1

    liburan ke Bali dengan sehat dan aman

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Tindakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Bali ini bertujuan mencegah penularan Covid-19 agar tidak meluas di provinsi andalan wisata Indonesia tersebut. Dalam surat keputusan tersebut, Pemprov Bali juga melarang secara luas perayaan Tahun Baru 2021 serta mengetatkan protokol-protokol kesehatan di kafe, hotel, ruang publik, dan tempat makan. Apabila melanggar, akan segera ditindak oleh aparat dari TNI-Polri serta Satpol PP. Dampak dari pemberlakuan harus menunjukkan hasil PCR Swab dan rapid antigen yang negatif membuat beberapa antrean yang cukup membludak. Hal itulah yang terlihat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada 17 Desember 2020. Antrean itu adalah karena petugas bandara harus memvalidasi surat keterangan bebas dari Corona yang dibawa penumpang sebagai syarat untuk terbang.2

    Produk Terkait: Rapid-PCR Swab

    Selain antrean panjang yang membuat pelayanan dan mobilitas penumpang menjadi terhambat, serta menyebabkan kerumunan, dampak lain yang dirasakan adalah adanya banyak pembatalan secara sepihak yang dilakukan oleh para calon wisatawan. Hal inilah yang dikeluhkan oleh para pengusaha wisata di Bali melalui Sekretaris Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) wilayah Bali, Putu Asita. Ia menilai kebijakan pemerintah ini sangat mendadak sekali dan membuat calon wisatawan mengurungkan niat ke Bali untuk liburan akhir tahun 2020 bersama keluarga.3

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Biaya rapid antigen disebutnya menjadi penghalang karena dibanderol pada kisaran mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 700.000 per orang. Kebanyakan yang membatalkan adalah wisatawan dari Pulau Jawa.3 Dampak pembatalan tidak hanya dirasakan oleh pihak pengusaha Bali melalui Asita, tetapi juga melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum PHRI, Haryadi Sukamdani. Dilansir dari CNN Indonesia, Haryadi mengungkapkan pembatalan melalui pengembalian tiket atau refund mencapai Rp 317 miliar, berasal dari refund 133 ribu tiket pesawat. Pembatalan ini sendiri, menurutnya, sangat berdampak pada perekonomian Bali yang mencapai Rp 967 miliar.1

    Sahabat Sehat sebetulnya tidak perlu membatalkan liburan ke Bali hanya karena aturan PCR swab dan rapid antigen. Agar Sahabat tidak terbebani dengan aturan pemerintah mengenai perlunya PCR swab dan rapid antigen yang dinilai memberatkan dari harga, Sahabat sebenarnya bisa melakukannya di Prosehat. Mengapa Prosehat?

    Baca Juga: Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik Tempat Rapid Test di Jakarta

    Karena Prosehat menyediakan layanan PCR swab dan rapid antigen yang berkualitas dengan harga yang terjangkau sehingga tidak menguras kantong sama sekali. Selain itu, Sahabat mendapatkan surat keterangan bebas Covid-19 yang juga diperlukan sebagai tanda bahwa Sahabat tidak terinfeksi Covid-19, dan juga sebagai pegangan ketika sedang berada di Bali. Untuk mendapatkan layanan tes Covid-19 dari Prosehat caranya Sahabat bisa mengakses Prosehat melalui website atau aplikasi untuk memesan langsung atau konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Prosehat. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Refund Tiket Tembus Rp317 M usai Wajib Swab Antigen ke Bali [Internet]. ekonomi. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201216181823-92-583089/refund-tiket-tembus-rp317-m-usai-wajib-swab-antigen-ke-bali
    2. Antrean Cek Surat Swab Test di Bandara Soetta Membeludak, Hotman Paris Beraksi [Internet]. kumparan. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/antrean-cek-surat-swab-test-di-bandara-soetta-membeludak-hotman-paris-beraksi-1unOgcWy3lI
    3. Indonesia C. Pengusaha soal Wajib Rapid Antigen: Banyak Pesanan Dibatalkan [Internet]. ekonomi. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201216113208-92-582812/pengusaha-soal-wajib-rapid-antigen-banyak-pesanan-dibatalkan
    Read More
  • Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Sosial atau Susenas 2019 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik atau BPS, orang Indonesia menggemari kangkung sebagai komoditas sayuran terfavorit. Jumlah konsumsi untuk sayuran tersebut pada level nasional adalah 10,46 gram per kapita sehari. Di tempat kedua ketiga, sayur-sayuran yang paling banyak dikonsumsi adalah bayam dan terong. Masing-masing sebesar 9,26 gram […]

    Manfaat dan Bahaya Mengonsumsi Kangkung, Sayuran Favorit Orang Indonesia

    Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Sosial atau Susenas 2019 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik atau BPS, orang Indonesia menggemari kangkung sebagai komoditas sayuran terfavorit. Jumlah konsumsi untuk sayuran tersebut pada level nasional adalah 10,46 gram per kapita sehari. Di tempat kedua ketiga, sayur-sayuran yang paling banyak dikonsumsi adalah bayam dan terong. Masing-masing sebesar 9,26 gram dan 7,76 gram per kapita sehari. Secara keseluruhan dalam hasil survei jumlah konsumsi orang Indonesia untuk sayur dan buah adalah sebesar 209,89 gram per kapita sehari.

    manfaat dan bahaya mengonsumsi kangkung

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Sayur dan Buah?

    Jumlah ini sebenarnya masih cukup jauh dari ambang batas yang ditetapkan WHO dan Kemenkes. WHO secara umum menganjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan untuk hidup sehat sejumlah 400 gram per orang per hari, terdiri dari 250 gram sayur (setara dengan 2 porsi atau 2 gelas sayur setelah dimasak dan ditiriskan) dan 150 gram buah (setara dengan 3 buah pisang ambon ukuran sedang. Dapat disimpulkan bahwa konsumsi sayur dan buah pada orang Indonesia cukup orang, dan hal tersebut tentunya akan berpengaruh pada gizi dan nutrisi yang dibutuhkan. Apalagi di masa pandemi Covid-19, konsumsi sayur dan buah sangat diperlukan untuk imunitas tubuh yang alami.

    Mengenai kangkung yang menjadi favorit karena sayuran tersebut enak dikonsumsi, mudah ditanam, dan dapat memberikan banyak manfaat pada tubuh. Sayuran ini diketahui mengandung zat besi, protein, vitamin C dan A, lemak serta karbohidrat yang sangat dibutuhkan tubuh. Orang Indonesia sendiri gemar mengolah kangkung menjadi makanan dengan menumis atau dijadikan rujak dan plecing. Meskipun memberikan banyak manfaat ternyata kangkung juga bisa berbahaya bagi kesehatan sehingga inilah yang membuat Amerika Serikat menganggap sebagai tanaman sayuran yang berbahaya. Lalu apa saja manfaat dan bahaya mengonsumsi kangkung? Yuk, Sahabat Sehat, mari kita simak bersama-sama!

    Produk Terkait: Jual Vegefrut Ekstrak Kapsul Sayur dan Buah

    Manfaat Mengonsumsi Kangkung

    Seperti sudah disebutkan kangkung merupakan salah satu sayuran yang bermanfaat banyak bagi tubuh. Manfaat kankung adalah sebagai berikut:

    Obat Insomnia

    Kangkung rupanya bisa menjadi obat bagi Sahabat yang sedang mengalami susah tidur atau insomnia. Hal itu dikarenakan kandungan karbohidrat dan lemak yang bisa memicu otak untuk merasakan kantuk. Kankung juga dapat digunakan untuk memperbaiki waktu tidur yang tidak teratur. Supaya mendapatkan kantuk Sahabat tinggal mengonsumsi kangkung yang sudah ditumis kemudian dimakan bersama dengan nasi.

    Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur Atau Kebiasaan Begadang

    Mencegah Sariawan

    Vitamin C yang terdapat pada kangkung rupanya juga dapat mencegah penyakit sariawan hingga gusi berdarah. Sahabat hanya perlu mengunyah daun kangkung yang sudah dibersihkan. Daun sayuran ini ternyata juga mengandung antiseptik alami yang bisa membunuh kuman pada gigi dan mulut.

    Mengurangi Kolesterol

    Bagi Sahabat yang sedang bermasalah dengan berat badan dan mengalami obesitas hingga memutuskan menjalankan diet, jangan lupa untuk memasukkan kangkung dalam menu diet sehari-hari. Sebab, tanaman air ini ternyata dapat mengurangi kolestrol yang ada dalam tubuh Sahabat sehingga berat badan bisa turun jika dikonsumsi dengan benar.

    Mengobati Penyakit Kuning

    Kangkung juga dapat menjadi sayuran yang bisa digunakan untuk mengatasi penyakit kuning dan hati melalui pengobatan ayurvedic. Ekstrak kangkung ternyata dapat memberikan perlindungan terhadap kerusakan hati yang disebabkan oleh bahan kimia karena modulasi enzim detoksifikasi, antioksidan, dan sifat pemicu radikal bebas.

    Mencegah Anemia

    Kandungan zat besi dan fosfor pada kangkung bisa menjadi zat utama untuk melawan anemia. Kedua zat ini berperan penting dalam mendukung asupan oksigen dan zat gizi yang optimal bagi sel dan organ tubuh. Supaya Sahabat dapat merasakan kedua zat tersebut secara efektif pilihlah kangkung muda yang kandungan zat besi dan fosfornya masih sangat tinggi.

    Produk Terkait: Jual Sangobion

    Mengatasi Sembelit dan Gangguan Pencernaan

    Kangkung dapat membantu mengatasi sembelit karena kandungan serat yang cukup tinggi di dalamnya. Hal ini tentu saja dapat membantu pencernaan dengan cara yang alami. Selain itu, kangkung sering digunakan sebagai pengobatan infestasi cacing usus karena mengandung lateks yang digunakan sebagai agen pencahar.

    Mencegah Diabetes

    Mengonsumsi kangkung secara teratur dan rutin juga membantu Sahabat mencegah terkena Diabetes yang merupakan salah satu penyakit mematikan. Hal itu karena kangkung akan bekerja sebagai antioksidan yang bisa menangkal oksidasi penyebab Diabetes pada sel-sel tubuh. Ibu hamil disarankan mengonsumsi kangkung supaya terhindar dari penyakit ini.

    Bahaya Mengonsumsi Kangkung

    Selain mempunyai manfaat yang sangat baik untuk tubuh dan dapat memenuhi gizi dan nutrisi, kangkung ternyata juga mempunyai bahaya bagi tubuh. Berikut ini adalah bahaya-bahayanya:

    Menimbulkan Asam Urat

    Bahaya pertama mengonsumsi kangkung adalah dapat menimbulkan asam urat. Karena itu, penderita asam yang sudah sembuh atau masih dalam masa pemulihan sebaiknya menghindari makanan yang berhubungan dengan kangkung. Sebab, zat purin yang ada pada kangkung dapat menyebabkan asam urat kambuh dan membuat nyeri pada persendian serta menimbulkan pembengkakan.

    Menyebabkan Kantuk

    Terlalu banyak mengonsumsi kankung rupanya berakibat seseorang mudah jadi terkena kantuk. Hal ini karena adanya zat kalium yang cukup tinggi yang mampu memengaruhi saraf-saraf di bagian kepala. Karena itu, disarankan mengonsumsi kangkung tidak berlebihan, dan jangan mengonsumsi di jam-jam beraktivitas.

    Menyebabkan Alergi

    Kangkung juga dapat menyebabkan alergi berupa gatal-gatal, ruam merah atau pusing sementara. Penyebabnya dari zat magnesium yang ada pada sayuran tersebut. Karena itu, sangat disarankan bagi orang-orang yang mengalami alergi supaya jangan mengonsumsi kangkung.

    Produk Terkait: Jual Obat Herbal Pencegah Alergi

    Sakit Perut

    Bahaya terakhir dari mengonsumsi kangkung adalah dapat menyebabkan sakit perut dan mual-mual. Hal ini karena kankung yang dikonsumsi tidak dicuci benar-benar bersih sehingga bakteri yang masih tertinggal mengiritas dinding lambung dan jaringan perut lainnya.

    Baca Juga: Dampak Konsumsi Serat Berlebihan dan Cara Mengatasinya

    Selain dapat menyebabkan bahaya di atas, ada beberapa hal yang menyebabkan kangkung dapat berbahaya bagi kesehatan, yaitu:

    • Kangkung tidak dicuci dengan bersih sehingga masih menyisakan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan pencernaan
    • Kangkung diolah dengan menggunakan minyak bekas pakai yang menyebabkan kangkung terkontaminasi dengan lemak jenuh yang bisa mengakibatkan masalah pencernaan
    • Kangkung yang terlalu banyak menggunakan bumbu MSG atau garam berlebihan mampu menyebabkan munculnya keluhan kesehatan

    Itulah mengenai kankung, sayuran favorit orang Indonesia yang ternyata mempunyai manfaat dan bahaya jika mengonsumsinya. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai sayuran dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Survei BPS: Orang RI Kurang Makan Sayur, Kangkung Paling Digemari Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://money.kompas.com/read/2020/12/15/114340126/survei-bps-orang-ri-kurang-makan-sayur-kangkung-paling-digemari?page=all#:~:text=Mengutip%20data%20BPS%2C%20Selasa%20(15,yang%20ditetapk
    2. Pratama F. Nggak Cuma Ditumis, 7 Olahan Kangkung Ini Bikin yang Ngantuk Jadi Bugar Lagi | YuKepo.com [Internet]. Yukepo.com. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://www.yukepo.com/hiburan/tips/nggak-cuma-ditumis-7-olahan-kangkung-ini-bikin-yang-ngantuk-jadi-bugar-lagi/
    3. Concerns H. Jadi Makanan Favorit di Indonesia, Kangkung Dilarang di Negara Ini Karena Dianggap Berbahaya – Serambi Indonesia [Internet]. Serambi Indonesia. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://aceh.tribunnews.com/2020/06/14/jadi-makanan-favorit-di-indonesia-kangkung-dilarang-di-negara-ini-karena-dianggap-berbahaya
    4. Nugroho R. 7 Manfaat Kangkung untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui, Bantu Turunkan Kolesterol [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/3941957/7-manfaat-kangkung-untuk-kesehatan-yang-jarang-diketahui-bantu-turunkan-kolesterol
    5. [Internet]. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://www.pertanianku.com/hati-hati-ini-bahaya-makan-kangkung/
    Read More
  • Hasil tes PCR swab negatif tentu saja merupakan dambaan setiap orang yang hendak atau sudah menjalani pemeriksaan swab. Hasil negatif dapat diartikan bahwa virus penyebab Covid-19 tidak ditemukan dan hal ini tentu saja membuat lega. Namun, jika hasil swab yang didapatkan positif, rasa sedih dan kecewa dapat muncul. Setelah dinyatakan positif, orang yang terinfeksi Covid-19 […]

    Bagaimana Cara Supaya Hasil Tes PCR Swab Negatif?

    Hasil tes PCR swab negatif tentu saja merupakan dambaan setiap orang yang hendak atau sudah menjalani pemeriksaan swab. Hasil negatif dapat diartikan bahwa virus penyebab Covid-19 tidak ditemukan dan hal ini tentu saja membuat lega. Namun, jika hasil swab yang didapatkan positif, rasa sedih dan kecewa dapat muncul. Setelah dinyatakan positif, orang yang terinfeksi Covid-19 ini diharuskan untuk melakukan isolasi di rumah, rumah sakit, atau fasilitas yang disediakan pemerintah.

    hasil tes PCR swab negatif

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Bagaimana cara supaya hasil tes swab negatif? Belum lama ini, beredar sebuah video di Youtube yang berjudul “Cara Agar Tes Swab Negatif.” Video ini diunggah oleh akun bernama “dr. Edy Gunawan.” Dalam video berdurasi 7 menit 39 detik tersebut, dikatakan bahwa tips supaya tes swab bisa negatif adalah berkumur dengan betadine seminggu sebelum tes. Selain itu, dikatakan obat kumur tidak berbahaya untuk diminum. Betadine yang dicampur dengan air juga dikatakan bisa digunakan untuk membersihkan hidung. Selain betadine, campuran air garam bisa digunakan untuk berkumur atau dimasukkan ke dalam hidung. Video ini menarik perhatian masyarakat, terlihat dari banyaknya reaksi dan likes.1

    Produk Terkait: Jual Betadine Solution 60 ml

    Akan tetapi, setelah ditelusuri, video tersebut ternyata memberikan informasi yang tidak benar. Seperti yang dilansir dari Liputan6.com, dr. R.A. Adaninggar, Sp.PD menyatakan bahwa tips yang diberikan dalam video tersebut tidak dapat mempengaruhi hasil PCR swab negatif. Terlebih lagi, obat kumur betadine dapat berbahaya jika diminum. Kandungan senyawa dalam betadine, yaitu Povidone iodine, memang bisa membunuh Covid-19 berdasarkan hasil sebuah penelitian. Namun, penelitian yang digunakan masih sebatas penelitian in vitro atau penelitian di laboratorium dan tidak melibatkan relawan manusia.1

    Betadine yang termasuk obat luar, sesuai dengan petunjuknya, hanya untuk di luar tubuh, dan bukan untuk diminum. Bila diminum, betadine bisa menyebabkan gagal ginjal, mengganggu hormon tiroid, dan menyebabkan iritasi mukosa, sehingga virus mudah masuk. Hal serupa juga berlaku untuk air garam. Selain belum ada bukti ilmiahnya untuk mencegah Covid-19, minum air garam dapat berbahaya, terutama untuk orang dengan hipertensi.1

    Lalu, bagaimana supaya hasil tes swab negatif?

    Ada beberapa hal yang bisa dilakukan supaya hasil tes PCR swab negatif, seperti menjaga pola makan, makan dengan teratur, dan rutin berolahraga. Selain itu, Sobat harus bijak dalam memilih informasi mengenai Covid-19 dan hanya menerima informasi dari sumber yang terpercaya. Sobat juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin. Jangan lupa untuk terus berdoa dan beribadah. Selain hal-hal tadi, salah satu hal yang paling penting adalah Sobat harus menerapkan perilaku 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.2

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Cara Supaya Tenang Menunggu Hasil Tes Swab

    Menunggu hasil tes Swab adalah saat-saat yang mendebarkan. Apalagi, bila hasil swab baru dapat diketahui setelah berhari-hari, walaupun sekarang sudah ada hasil pemeriksaan yang keluar dalam satu hari atau bahkan hitungan jam. Bila didapatkan hasil positif, tentu muncul rasa gelisah dan takut yang bercampur aduk. Lalu, bagaimana caranya supaya Sobat dapat tenang saat menunggu hasil swab? Yang harus Sobat lakukan adalah membangun emosi positif untuk kesehatan mental dan fisik, sehingga timbul keyakinan bahwa hasil yang didapatkan akan negatif. Kemudian, lakukan persiapan mental apapun hasilnya. Ketika rasa cemas datang, tarik napas perlahan dan keluarkan. Sebutlah nama Tuhan di dalam hati, sehingga perasaan cemas dan takut yang dirasakan berkurang.3

    Baca Juga: Bagaimana Cara Mendapat Surat Keterangan Bebas Corona?

    Itulah beberapa hal mengenai cara supaya hasil tes PCR swab negatif. Kuncinya adalah pola makan yang teratur, rajin berolahraga, tidak stres, selalu berpikir positif, dan siapkan mental dengan baik. Jangan melakukan cara-cara yang tidak terbukti secara ilmiah karena malah bisa menimbulkan dampak negatif pada kesehatan. Setelah hasil swab negatif, jangan lupa untuk tetap melakukan 3M dan melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat menguatkan imun tubuh supaya tidak terserang Covid-19.

    Produk Terkait: Rapid Test-Antigen-PCR Swab

    Untuk memastikan diri Sahabat positif atau negatif Covid-19 dengan PCR swab, Sahabat bisa melakukan pemeriksaan di Prosehat. Sahabat juga bisa mendapatkan surat keterangan hasil tes yang umumnya dibutuhkan untuk berbagai macam keperluan, seperti berlibur dan berbisnis. Sahabat bisa mengakses Prosehat via website dan aplikasi. Apabila ada pertanyaan lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Cek Fakta: Benarkah Tips dalam Video Ini Bisa Bikin Swab PCR Covid-19 Jadi Negatif? [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4432826/cek-fakta-benarkah-tips-dalam-video-ini-bisa-bikin-swab-pcr-covid-19-jadi-negatif
    2. Rutin Lakukan Swab Test, dr Tirta Bagikan Rahasia Agar Hasil Selalu Negatif [Internet]. suara.com. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://jogja.suara.com/read/2020/10/28/134500/rutin-lakukan-swab-test-dr-tirta-bagikan-rahasia-agar-hasil-selalu-negatif?page=all
    3. Tips Supaya Tenang Menunggu Hasil Rapid Test Corona | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200324/219/1217503/tips-supaya-tenang-menunggu-hasil-rapid-test-corona
    Read More
  • Sembilan bulan sudah Covid-19 melanda Indonesia, dan semenjak itu pula belum ada kepastian kapan pandemi ini berakhir. Namun, ada kondisi yang disebut dengan pandemic fatigue, yaitu kelelahan akibat pandemi yang dirasakan oleh masyarakat terhadap situasi yang belum kunjung usai hingga hari ini. WHO menyatakan bahwa fase ini dipahami sebagai kurangnya motivasi untuk melakukan dan mengikuti […]

    Fase Pandemic Fatigue, Kelelahan Penyebab Abai Perilaku 3M

    Sembilan bulan sudah Covid-19 melanda Indonesia, dan semenjak itu pula belum ada kepastian kapan pandemi ini berakhir. Namun, ada kondisi yang disebut dengan pandemic fatigue, yaitu kelelahan akibat pandemi yang dirasakan oleh masyarakat terhadap situasi yang belum kunjung usai hingga hari ini. WHO menyatakan bahwa fase ini dipahami sebagai kurangnya motivasi untuk melakukan dan mengikuti perlindungan kesehatan saat pandemi. Hal ini muncul secara bertahap dari waktu ke waktu, dan mempengaruhi  emosi, pengalaman, dan persepsi seseorang.

    fase pandemic fatigue

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Kondisi inilah yang menyebabkan masyarakat menjadi abai terhadap protokol-protokol kesehatan yang sudah dianjurkan sehingga tingkat kepatuhan menjadi rendah. Tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan terus menurun pada November 2020. Adapun protokol-protokol kesehatan yang dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau yang disebut juga dengan 3M. Angka kepatuhan masyarakat menggunakan masker sebesar 59,32% dan menjaga jarak 43,46%. Padahal yang dibutuhkan untuk menurunkan angka kasus Covid-19 angka kepatuhannya sebesar 75% dari populasi penduduk.

    Ciri-ciri Terkena Pandemic Fatigue

    Adapun orang yang terkena situasi ini biasanya mengalami  kelelahan secara fisik dan mental dengan gejala yang berbeda pada tiap orang. Beberapa gejala yang sering kali muncul adalah perasaan gelisah, sedih, mudah tersinggung, mood berubah secara cepat, kurang motivasi, dan sulit berkonsentrasi. Hal inilah yang menyebabkan seseorang mengabaikan protokol kesehatan, dan Sahabat malah akhirnya juga mengikutinya.

    Sementara dari segi fisik, Sahabat biasanya akan merasakan tubuh yang sangat lelah meskipun kegiatan sangat sedikit. Selain itu, Sahabat selalu merasa lesu dan tidak bersemangat melakukan apa pun, dan hanya ingin rebahan saja. Fase pandemic fatigue ini juga membuat Sahabat mengalami perubahan dalam konsumsi makanan atau pola tidur yang biasanya menjadi lebih sedikit atau justru menjadi lebih banyak dari biasanya.

    Tips-tips Mengatasinya

    Terdapat beberapa tips yang bisa Sahabat lakukan untuk mengatasi pandemic fatigue yang akan berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental. Berikut ini adalah beberapa tipsnya:

    Membuat Komitmen

    Pandemi Covid-19 memang membuat segalanya berubah sehingga protokol kesehatan seperti memakai masker dijadikan sebagai gaya hidup. Hal tersebut tentu saja mengejutkan dan menjadi sesuatu yang tidak biasa. Supaya tidak terkejut dengan perilaku baru yang ada, cara terbaiknya adalah Sahabat dapat membuat komitmen terhadap diri sendiri seperti saat sebelum pandemi tiba. Apabila di masa sebelum pandemi Sahabat sering mematuhi peraturan-peraturan yang ada seperti dalam berlalu lintas, disiplin memakai peralatan berupa helm saat berkendara motor atau sepeda, tentunya hal tersebut bisa Sahabat terapkan saat menjalankan protokol-protokol kesehatan yang ditetapkan. Hal ini pun akan bisa menjaga diri Sahabat dan orang lain tetap aman dan nyaman.

    Cepat Tanggap Terhadap Perubahan

    Perubahan gaya hidup pada akhirnya memang mengubah cara pandang orang terhadap virus Covid-19. Orang yang terkonfirmasi positif terkadang tidak bergejala sama sekali. Hal ini sering menyebabkan orang bingung dan tidak percaya bila mereka terkonfirmasi positif COVID. Sahabat kemudian akan bertanya-tanya apa yang harus dilakukan. Sahabat harus menerimanya, dan terus mengikuti perkembangan dari sumber informasi yang terpercaya agar kesehatan, baik fisik maupun mental tetap terjaga.

    Mulailah Kebiasaan dari Pencegahan

    Pencegahan merupakan hal yang tepat dilakukan saat pandemik Covid-19, dan hal ini bisa menjadi sebuah kebiasaan. Saat melakukannya jangan biarkan diri Sahabat berpikir sedang mengerjakan tugas yang harus harus dilakukan tetapi kerjakanlah seperti rutinitas. Jika dilakukan dengan komitmen, Sahabat akan menemukan momentum saat mengenakan masker atau mencuci tangan menjadi sebuah kebiasaan baru yang baik tanpa perlu dipikirkan terlebih dahulu.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Siapkan Persediaan

    Masker, hand sanitizer, atau barang-barang lainnya yang dapat menunjang merupakan barang-barang yang penting saat pandemi dan tidak boleh dilupakan sama sekali. Sehingga, Sahabat sebaiknya mempersiapkan barang-barang tersebut dengan baik seperti menyiapkan cadangannya. Hal ini juga untuk mengurangi hambatan dalam memakai masker atau hand sanitizer. Selain itu, simpanlah pada tempat-tempat yang biasa dan mudah dijangkau.

    Mengambil Pelajaran dari Orang Lain

    Covid-19 penyebarannya cukup massif di seluruh dunia hingga menyebabkan ratusan ribu orang menderita, tetapi Sebagian orang masih menganggap virus ini tidak ada atau perkara yang dibuat-buat. Kenyataannya, virus ini nyata dan dapat menyerang siapa saja. Beberapa penyintas sering membagikan ceritanya saat berjuang melawan virus ini. Sahabat dapat mengambil pelajaran dari kisah tersebut dan menjadi lebih waspada.

    Beradaptasilah

    Pandemi Covid-19 mungkin tidak akan hilang dalam waktu dekat biarpun telah ditemukan vaksin sebagai pencegahannya. Nah,  cara terbaik untuk mengatasi pandemi ini adalah mencoba untuk beradaptasi bdan melakukan kegiatan dengan cara-cara baru yang lebih aman sesuai dengan prosedur kesehatan yang dianjurkan. Menerima kenyataan baru dan tetap berkomitmen pada kebiasaan yang baik dapat dilakukan sebagai bentuk pencegahan.

    Baca Juga: 5 Persiapan untuk Kondisi New Normal

    Itulah mengenai fase pandemic fatigue yang mulai menghinggapi sebagian besar orang di dunia termasuk di Indonesia karena pandemi Covid-19 yang tidak kunjung selesai sehingga semua pada lelah dan mulai abai terhadap protokol-protokol kesehatan. Sahabat memang harus bersabar dan tetap yakin bahwa kondisi yang dihadapi akan segera berlalu. Untuk itu, tetap jalankan perilaku 3M dan berpikir positif. Apabila Sahabat memerlukan informasi lanjutan soal pandemic fatigue dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Mengenal Apa Itu Pandemic Fatigue, Alasan Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 11 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/08/070500665/mengenal-apa-itu-pandemic-fatigue-alasan-masyarakat-abaikan-protokol?page=all
    2. Shidqiyyah S. Ciri-Ciri Pandemic Fatigue dan Cara Mengatasinya, Agar Tak Terlena Virus Corona Covid-19 [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 11 December 2020]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4411097/ciri-ciri-pandemic-fatigue-dan-cara-mengatasinya-agar-tak-terlena-virus-corona-covid-19
    3. Pandemic Fatigue dan Cara Mengatasinya [Internet]. kumparan. 2020 [cited 11 December 2020]. Available from: https://kumparan.com/lifeatkumparan/pandemic-fatigue-dan-cara-mengatasinya-1ufFbtDobao/full
    Read More
  • Setelah happy hypoxia,1 anosmia, dan keluhan pada mata sebagai gejala-gejala baru penderita Covid-19, kini muncul lagi gejala baru untuk penyakit tersebut, yaitu delirium.2 Sebelumnya, gejala-gejala yang biasa dialami oleh pengidap Covid-19 ini dapat berupa kelelahan, sesak napas, batuk, sakit kepala, nyeri dada dan nyeri otot, sulit berkonsentrasi, demam, menggigil serta mengalami masalah pencernaan.3 Baca Juga: Vitamin C, […]

    Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Setelah happy hypoxia,1 anosmia, dan keluhan pada mata sebagai gejala-gejala baru penderita Covid-19, kini muncul lagi gejala baru untuk penyakit tersebut, yaitu delirium.2 Sebelumnya, gejala-gejala yang biasa dialami oleh pengidap Covid-19 ini dapat berupa kelelahan, sesak napas, batuk, sakit kepala, nyeri dada dan nyeri otot, sulit berkonsentrasi, demam, menggigil serta mengalami masalah pencernaan.3

    gangguan delirium

    Baca Juga: Vitamin C, Wajibkah Dikonsumsi Agar Tidak Terserang Corona?

    Delirium, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah gangguan mental yang ditandai oleh ilusi, halusinasi, ketegangan otak, dan kegelisahan fisik.4 Definisi ini sejalan dengan definisi yang diberikan oleh dr. Gina Anindyajati SpKJ dari Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa FKUI-RSCM, seperti dilansir Kompas.com. Disebutnya bahwa orang yang mengalami delirium biasanya menunjukkan gangguan tingkat kesadaran, perhatian, kognitif, dan persepsi yang terjadi secara fluktuatif.3 Berdasarkan sebuah studi umumnya, delirium kerap dialami oleh pasien Covid-19 yang berusia lanjut.5

    Seperti Apa Gejala dan Pemicunya?

    Delirium biasanya mempunyai gejala yang begitu cepat dalam beberapa jam atau beberapa hari, sering berfluktuasi sepanjang hari, dan memburuk pada malam hari. Meski begitu, ada periode dimana delirium tidak menunjukka gejala apa pun. Sejumlah penelitian juga telah mempelajari manifestasi Covid-19 pada sistem saraf. Delirium dan keadaan kebingungan adalah gejala yang cukup umum dialami oleh pasien Covid-19 yang dapat terjadi sejak hari pertama. Berdasarkan studi yang diterbitkan oleh JAMA Network seperti dilansir dari Detik.com, terdapat 817 pasien lansia positif Covid-19. Sebanyak 28% mengalami delirium saat presentasi, yang merupakan gejala keenam yang paling umum dari semua gejala dan tanda yang muncul. Di antara pasien yang mengigau, sebanyak 16% menunjukkan delirium sebagai gejala utama dan 37% tidak memiliki gejala Covid-19 yang khas seperti batuk atau demam.6

    Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa delirium harus dimasukkan pada daftar periksa pasien yang menunjukkan tanda dan gejala Covid-19. Beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu delirium, yaitu:6

    • Hipoksia, ketika jaringan otak kekurangan kadar oksigen yang dapat menyebabkan pembengkakan saraf dan edema otak serta menyebabkan kerusakan eksternal dan internal di otak
    • Peradangan, ketika sistem kekebalan menjadi terlalu aktif sehingga menyerang organ-organ juga serta mengubah atau merusak fungsi otak
    • Toksisitas neuronal, ketika virus SARS-CoV-2 secara langsung menganggu fungsi saraf pada tingkat sel bahkan sebelum mencapai paru (komplikasi ini jarang terjadi)
    • Hiperkoagulasi, pengentalan darah yang hebat sehingga menganggu aliran darah ke otak

    Bagaimana Cara Mengobatinya?

    Pengobatan untuk orang-orang yang terkena delirium harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jika disebabkan infeksi, pengobatan ditujukan untuk menghilangkan sumber infeksinya. Namun, jika disebabkan pengentalan darah yang berlebihan, perlu diberikan terapi agar kekentalan darahnya berkurang. Selain itu, terapi juga diperlukan untuk pasien yang mengalami delirium bergejala reorientasi. Orang-orang yang mengalami hal ini juga perlu dirawat pada ruangan yang cukup nyaman, cukup pencahayaan dan tenang, serta suhu ruangan yang hangat.3

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona Justru Turunkan Imun Tubuh

    Apakah Delirium Merupakan Gejala Baru?

    Delirium disebut merupakan gejala baru, namun, menurut Ikatan Dokter Indonesia atau IDI, delirium bukanlah gejala baru. Dilansir dari Kompas TV, Ketua Satgas Covid-19 dari IDI, Zuhairi Djoerban, menyatakan bahwa gejala ini sebenarnya sudah pernah dipublikasikan sebelumnya di beberapa media di Amerika Serikat dan Inggris.5

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbebani Kapan Covid-19 Berakhir

    Demikianlah mengenai delirium yang belakangan ini menyita perhatian semua orang karena berkaitan dengan Covid-19. Apabila Sahabat masih memerlukan informasi mengenai delirium dan gejala-gejala Covid-19 lainnya serta produk-produk kesehatan yang berkaitan untuk deteksi dini seperti PCR swab dan rapid test silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mediatama G. Mengenal happy hypoxia dan bahayanya jika menyerang pasien Covid-19 [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/mengenal-happy-hypoxia-dan-bahayanya-jika-menyerang-pasien-covid-19?page=all
    2. Anindita K. Deretan Gejala COVID-19 yang Tak Terbayangkan, Anosmia hingga Delirium [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5293529/deretan-gejala-covid-19-yang-tak-terbayangkan-anosmia-hingga-delirium
    3. Media K. Kenali Tanda-tanda Mengalami Delirium, Gejala Baru Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/12/091000465/kenali-tanda-tanda-mengalami-delirium-gejala-baru-covid-19?page=all
    4. Setiawan E. Arti kata delirium – Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online [Internet]. Kbbi.web.id. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://kbbi.web.id/delirium
    5. IDI: Delirium Bukan Gejala Baru Covid-19 [Internet]. KOMPAS.tv. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.kompas.tv/article/129881/idi-delirium-bukan-gejala-baru-covid-19
    6. Nabila F. Kenali Pemicu Delirium, Gejala Baru yang Diidap Pasien COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5292222/kenali-pemicu-delirium-gejala-baru-yang-diidap-pasien-covid-19
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja