Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 21–30 of 836 results

  • Sobat Sehat, pernahkah Sobat merasa tiba-tiba suara habis saat hendak berbicara? Kemungkinan besar Sobat mengalami radang pita suara atau dalam istilah medisnya disebut laringitis. Gangguan ini sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan biasanya terjadi pada orang yang profesinya menuntut untuk banyak berbicara, seperti guru dan dosen, serta penyanyi. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan penyakit ini […]

    Radang Pita Suara, dari Penyebab hingga Pengobatan

    Sobat Sehat, pernahkah Sobat merasa tiba-tiba suara habis saat hendak berbicara? Kemungkinan besar Sobat mengalami radang pita suara atau dalam istilah medisnya disebut laringitis. Gangguan ini sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan biasanya terjadi pada orang yang profesinya menuntut untuk banyak berbicara, seperti guru dan dosen, serta penyanyi. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan penyakit ini juga bisa menghampiri orang-orang di luar profesi tersebut, baik orang dewasa, maupun anak-anak.1 

    radang pita suara, infeksi pita suara, gangguan pita suara

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat untuk Mencegahnya

    Apa itu Radang Pita Suara?

    Radang pita suara adalah peradangan yang terjadi pada pita suara atau laring yang terletak di dalam tenggorokan. Laringitis dapat terjadi karena penggunaan suara yang berlebihan sehingga tenggorokan mengalami iritasi. Normalnya, pita suara akan membuka dan menutup dengan lancar sehingga membentuk suara akibat pergerakan dan getaran dari pita suara. Namun, ketika terjadi pembengkakan akibat radang, suara akan terdistorsi ketika udara melewati pita suara. Dari sinilah suara kemudian bisa terdengar serak dan bahkan hilang.2

    Radang pita suara ini sendiri dibagi dalam dua jenis, yaitu:1

    • Laringitis akut, yaitu radang yang berlangsung selama beberapa hari.
    • Laringitis kronis, yaitu radang yang dapat bertahan sampai lebih dari 3 minggu.

    Apa Saja Penyebabnya?

    Secara umum, laringitis paling banyak terjadi karena infeksi, yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, atau parasit tertentu. Namun, penyebab laringitis akut dan kronis ternyata memiliki perbedaan.2

    Penyebab laringitis akut

    Penyebab laringitis akut di antaranya adalah:2

    • Adanya peregangan vokal yang disebabkan oleh penggunaan suara yang berlebihan, seperti menyanyi dan berteriak.
    • Infeksi oleh virus, bakteri, contohnya difteri, atau jamur.

    Penyebab laringitis kronis

    Sedangkan laringitis kronis dapat disebabkan oleh:2

    • Iritasi udara akibat mengisap uap kimia dan asap
    • Refluks asam lambung atau GERD (gastroesophageal reflux disease)
    • Sinusitis kronis
    • Minum alkohol secara berlebihan
    • Kebiasaan merokok
    • Penggunaan suara yang berlebihan, seperti bernyanyi dan berteriak

    Akan tetapi, ada juga faktor-faktor lain yang juga meningkatkan risiko radang pita suara, yaitu:2

    • Penyakit kanker
    • Infeksi pernapasan, seperti selesma, bronkitis, dan sinusitis
    • Cedera yang melumpuhkan pita suara, stroke, tumor paru-paru, dan kondisi kesehatan lainnya
    • Perubahan kondisi pada pita suara akibat bertambahnya umur 

    Lalu Bagaimana dengan Gejalanya?

    Umumnya gejala laringitis adalah suara parau/serak. Namun, laringitis juga dapat disertai gejala penyera berupa:1

    • Suara serak/parau
    • Sakit tenggorokan
    • Batuk kering
    • Kesulitan menelan
    • Sensasi pembengkakan di daerah laring
    • Tenggorokan gatal
    • Flu
    • Demam
    • Kesulitan bernapas
    • Peningkatan produksi air liur dalam mulut

    Selain gejala-gejala umum tersebut, pada laringitis akut dan kronis terdapat perbedaan. Pada laringitis akut, dapat ditemukan gejala berupa rinofaringitis dan afoni, yaitu batuk disertai suara parau sampai tidak bersuara sama sekali. Sementara pada laringitis kronis, selain suara serak/parau, dapat ditemukan gejala berupa sekret atau ingus yang lengket dan kental di tenggorokan akibat batuk yang terus-menerus terjadi. Kemungkinan, laringitis kronis ini merupakan komplikasi dari sinusitis kronis dan bronkitis kronis.1 

    Baca Juga: Jika Anak Sering Batuk Pilek, Coba Perhatikan Asupannya

    Pengobatan Apa yang Harus Dilakukan?

    Terdapat dua jenis pengobatan yang dapat dilakukan ketika Sobat mengalami radang pita suara. Yang pertama adalah pengobatan dini atau alami. Pengobatan jenis ini bisa Sobat lakukan tanpa perlu ke dokter. Beberapa cara yang bisa dilakukan dalam pengobatan dini itu adalah sebagai berikut:4

    Mengistirahatkan pita suara

    Cara pertama dalam pengobatan dini untuk radang pita suara ini cukup mudah, yaitu dengan mengistirahatkan pita suara selama beberapa hari, dengan tidak berteriak-teriak atau mengurangi kegiatan yang menuntut banyak berbicara. Dengan mengistirahatkan pita suara, suara yang serak atau hilang dapat pulih kembali.4

    Minum air putih secara teratur

    Meskipun air putih dipandang sebagai sesuatu yang biasa saja, kenyataannya air ini malah mempunyai dampak yang bagus untuk kesehatan. Suara yang hilang akibat laringitis bisa lebih cepat pulih jika Sobat mengonsumsi air putih secara teratur. Air putih dapat membantu menjaga tenggorokan tetap terhidrasi, menghilangkan dahak, dan mengeluarkan dahak. Tak salah jika air putih disebut sebagai obat dari banyak penyakit. Selain air putih, Sobat dapat mencoba teh dan sup hangat untuk mengatasi suara serak atau hilang.4

    Mengonsumsi permen pelega tenggorokan

    Permen pelega tenggorokan juga disarankan untuk mengatasi suara yang hilang atau habis akibat radang. Permen ini mampu melembapkan tenggorokan, meredakan nyeri, dan mengurangi batuk. Supaya dapat hasil yang terbaik, pilihlah permen yang mengandung bahan-bahan alami, seperti madu atau teh hijau.4

    Produk Terkait: Jual Permen Pelega Tenggorokan Woods

    Minum cuka sari apel

    Cuka sari apel dipercaya dapat menghilangkan suara serak karena mengandung komponen antimikroba. Campurkanlah 1-2 sendok makan cuka sari apel mentah ke dalam segelas air putih. Minumlah sebanyak 1-2 kali dalam sehari. Jika ingin ada rasa manis, tambahkan juga satu sendok madu.4

    Produk Terkait: Jual Cuka Apel Tahesta 300 ml

    Mengonsumsi campuran jahe dan air

    Jahe dapat juga menghilangkan suara yang serak dan mengembalikan suara yang hilang. Jahe juga banyak dikonsumsi untuk membantu meredakan batuk kering dan suara serak. Jahe ini bisa divariasikan dengan teh menjadi teh jahe yang baik untuk kesehatan.4

    Produk Terkait: Herbadrink Sari Jahe 22 Gram

    Berkumur dengan air garam

    Berkumur dengan air garam juga bisa Sobat lakukan untuk membantu melegakan radang pita suara. Caranya dengan masukkan seperempat atau setengah sendok teh berisikan garam ke dalam air hangat. Kemudian, berkumurlah dengan larutan tersebut hingga mengenai bagian belakang tenggorokan. Lakukan sebanyak yang diperlukan.4

    Mengonsumsi bawang putih

    Bawang putih mengandung komponen antibakteri yang dipercaya mampu mengatasi suara yang serak. Supaya aroma menyengatnya berkurang saat hendak dikonsumsi, campurkanlah pada salad atau saus pasta.4

    Selain dengan pengobatan awal yang alami, Sobat perlu diberi pengobatan medis bila keluhan terasa berat dan tidak membaik. Pengobatan-pengobatan medis mungkin diberikan setelah Sobat melalui pemeriksaan yang disarankan oleh dokter. Pemeriksaan yang mungkin dilakukan di antaranya:2

    Laringoskopi

    Pada pemeriksaan ini, dokter akan menggunakan cahaya dan cermin kecil untuk melihat bagian belakang dari tenggorokan. Selain itu, dokter dapat menggunakan laringoskopi serat optik yang melibatkan tabung fleksibel (endoskopi) yang dilengkapi dengan kamera kecil dan kemudian dimasukkan melalui hidung atau mulut untuk melihat bagian belakang dari tenggorokan. Hal ini dilakukan untuk melihat gerakan dari pita suara ketika berbicara.2

    Biopsi

    Selain laringoskopi, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan biopsi dengan mengambil sampel dari jaringan yang ada pada tenggorokan untuk diperiksa di bawah mikroskop.2

    Jika Sobat didiagnosis menderita laringitis, dokter mungkin akan meresepkan beberapa jenis obat, di antaranya:

    Antibiotik

    Walaupun penyebab terbanyak dari laringitis akut adalah infeksi virus, dokter mungkin akan memberikan antibiotik bila diduga laringitis yang Sobat alami disebabkan oleh bakteri.2

    Baca Juga: Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Kortikosteroid

    Kortikosteroid adalah antiradang yang dapat mengurangi peradangan pada pita suara. Obat ini mungkin tidak rutin diresepkan oleh dokter. Dokter akan memberikan kortikosteroid dengan pertimbangan klinis tertentu.2

    Apakah Laringitis Bisa Dicegah?

    Tentu saja bisa. Di bawah ini ada beberapa cara yang dapat mencegah laringitis, yaitu:2, 3, 5

    • Hindari infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA karena laringitis ternyata disebabkan oleh hal tersebut. Karena itu, hindari kontak dengan orang sakit pilek dan sering-seringlah mencuci tangan.
    • Menghindari minuman beralkohol dan kafein. Kedua jenis minuman tersebut dapat menghilangkan kandungan air di tubuh.
    • Menghindari makanan sepert gorengan, makanan asam, makanan asin, makanan bersantan atau berlemak tinggi.
    • Menghirup udara lembap seperti uap dari didihan air panas.
    • Membasahi tenggorokan.
    • Menghindari jenis obat dekongestan yang dapat membuat tenggorokan menjadi kering.
    • Tidak merokok dan menghindari asap rokok.
    • Mengindari bisik-bisik saat membaca, dan bacalah dengan normal sebab bisik-bisik akan menimbulkan tekanan pada pita suara.
    • Jaga pola makan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, E, dan C untuk menjaga selaput lendir yang melapisi tenggorokan tetap sehat.

    Apa yang Terjadi Jika Laringitis Tidak Diobati?

    Apabila tidak ditangani dengan baik, radang pita suara dapat menjadi kronis. Radang pita suara kronis dapat menimbulkan munculnya polip yang dapat menyebabkan disfonia dan membutuhkan tindakan pembedahan.2

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Nah, Sobat Sehat, itu lah penjelasan mengenai radang pita suara yang sering terjadi pada kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, jaga selalu pita suara dengan menghindari tindakan-tindakan yang bisa menyebabkan radang pita suara dan mulailah mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai radang pita suara dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Laringitis atau Radang Pita Suara: Kenali Penyebab dan Gejalanya – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 5 October 2020]. Available from: https://tirto.id/laringitis-atau-radang-pita-suara-kenali-penyebab-dan-gejalanya-c8ur
    2. Laringitis, Peradangan Laring Akibat Berlebihan Gunakan Suara [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 5 October 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/649679/laringitis-peradangan-laring-akibat-berlebihan-gunakan-suara
    3. 5 Cara Mencegah Laringitis yang Menyebabkan Pita Suara Bengkak [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 5 October 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/cara-mencegah-laringitis/
    4. Media K. 9 Cara Ampuh Hilangkan Suara Serak Tanpa Obat Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 5 October 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/02/01/193400868/9-cara-ampuh-hilangkan-suara-serak-tanpa-obat?page=all
    5. Hati-hati, 10 Makanan Ini Bisa Membuat Suara Serak dan Batuk [Internet]. Bacaterus. 2020 [cited 5 October 2020]. Available from: https://bacaterus.com/makanan-yang-membuat-suara-serak/
    Read More
  • Tidak sedikit Sobat Sehat yang memilih makanan yang dibakar atau dipanggang ketika hendak mengonsumsi makanan. Apabila dibandingkan dengan makanan yang digoreng, makanan yang dibakar atau dipanggang sering dianggap “lebih aman” untuk dikonsumsi karena dikatakan mengandung kalori dan lemak lebih rendah, sehingga makanan yang diolah dengan cara seperti ini sering menjadi pilihan bagi Sobat yang sedang […]

    Apakah Makanan yang Dibakar dan Dipanggang Menyehatkan?

    Tidak sedikit Sobat Sehat yang memilih makanan yang dibakar atau dipanggang ketika hendak mengonsumsi makanan. Apabila dibandingkan dengan makanan yang digoreng, makanan yang dibakar atau dipanggang sering dianggap “lebih aman” untuk dikonsumsi karena dikatakan mengandung kalori dan lemak lebih rendah, sehingga makanan yang diolah dengan cara seperti ini sering menjadi pilihan bagi Sobat yang sedang menjalani diet atau Sobat yang sudah bosan dengan makanan yang digoreng.1

    makanan yang dibakar dan dipanggang

    Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan

    Namun, benarkah demikian? Sayangnya, kenyataannya tidak seperti itu.1 Makanan yang dibakar dan dipanggang malah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, yaitu:

    Kanker

    Hal pertama yang dikaitkan dengan makanan yang dibakar atau dipanggang adalah penyakit kanker, terutama kanker di saluran pencernaan bagian atas. Kanker dapat berkembang dan tumbuh di kerongkongan hingga rongga mulut.2 Asal munculnya kanker ini adalah adanya bahan kimia, yaitu amina heterosiklik (HCA) dan aromatik polisiklik (PAH). HCA berkembang ketika asam amino, gula alami, dan senyawa lain dalam daging bereaksi pada suhu tinggi dan arang, sementara PAH terbentuk ketika jus daging dan lemak yang menetes jatuh ke panggangan. Asap yang mengepul diisi dengan PAH, kemudian melekat ke permukaan daging.1 HCA dan PAH dianggap merupakan senyawa karsinogenik yang dapat mengubah dan merusak komposisi DNA dalam gen tubuh manusia, sehingga dapat menyebabkan kanker.1

    Asam Lambung

    Bukan hanya kanker saja, makanan yang dibakar dapat menyebabkan masalah pada asam lambung. Hal ini terjadi karena makanan yang diolah dengan cara demikian sulit dicerna oleh lambung, sehingga lambung bekerja dengan beban yang sangat berat. Oleh sebab itu, hindarilah mengonsumsi banyak makanan yang dibakar atau dipanggang karena akan membuat Sobat tersiksa ketika asam lambung mulai naik.2

    Produk Terkait: Jual Obat Maag

    Menghilangkan Kandungan Gizi

    Sumber energi pada daging adalah protein. Mengolah makanan dengan cara dibakar atau dipanggang akan menyebabkan protein ikut hilang karena terbakar. Padahal, protein merupakan salah satu nutrien penting bagi tubuh dan bisa menghindarkan diri dari berbagai penyakit.2

    Baca Juga: 5 Resep untuk Penuhi Kebutuhan Protein dan Serat Anda

    Mengandung Hidrokarbon

    Ketika Sobat membakar makanan yang hendak disantap, beberapa partikel berbahaya akan terbentuk secara otomatis. Pembakaran menggunakan kayu bakar atau arang dapat membentuk hidrokarbon dan partikel berbahaya lainnya yang tentu dapat membahayakan diri Sobat. Tidak hanya itu, pembakaran dan pemanggangan makanan juga menyumbang polusi udara.2

    Jadi, Apa yang Harus Sobat Lakukan Terhadap Makanan yang Dibakar dan Dipanggang?

    Ternyata, makanan yang dibakar dan dipanggang tidak lebih baik dari makanan yang digoreng. Apabila dikonsumsi secara berlebihan, makanan yang dibakar atau dipanggang malah akan menyebabkan menimbulkan penyakit tertentu. Sobat boleh mengonsumsi makanan yang dibakar atau dipanggang, namun sebaiknya hanya sesekali saja dan jangan terlalu sering. Supaya makanan yang dibakar dan dipanggang lebih menyehatkan untuk tubuh, Sobat bisa perhatikan beberapa hal berikut:1

    • Rendam daging dalam bumbu sebelum dimasak. Bumbu yang dibalurkan pada daging ini akan menjadi penghalang agar HCA dan PAH lebih sedikit.
    • Gunakan potongan yang lebih ramping dan kecil. Kandungan lemak yang lebih rendah berarti lebih sedikit lemak yang akan menetes ke api dan membentuk PAH. Potongan daging yang lebih kecil juga akan matang lebih cepat dan tidak banyak membentuk HCA dan PAH.
    • Sebelum membakar daging, panggang daging terlebih dulu di dalam oven atau microwavekarena semakin lama daging dibakar di atas api secara langsung, semakin banyak HCA dan PAH yang terbentuk.
    • Saat dibakar, bolak-baliklah daging sesering mungkin agar dapat mengurangi kemungkinan hangus yang dapat membentuk HCA.
    • Siapkan lebih banyak makanan nabati. Kurangi porsi daging dan isi piring Sobat dengan lebih banyak sayuran, buah-buahan, atau protein nabati. Makanan nabati tidak membentuk HCA dan PAH di atas panggangan.

    Baca Juga: Tips Makanan Sehat dan Praktis Sesuai Jam Makanmu

    Itulah beberapa hal mengenai kesehatan makanan yang dibakar atau dipanggang. Apabila Sobat Sehat menginginkan metode pengolahan makanan yang aman, sebenarnya jawabannya adalah mengukus. Para ahli kesehatan mengatakan bahwa mengukus adalah salah satu metode yang sangat dianjurkan. Makanan yang dikukus memiliki beberapa manfaat, yaitu:3

    • Rendah kolestrol
    • Nutrisi tetap utuh
    • Rendah kalori
    • Mengurangi penggunaan pengawet makanan
    • Menurunkan risiko kanker
    • Mencegah terjangkit penyakit

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai makanan sehat dan berbagai produk terkait, Sobat bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Makanan yang Dibakar Lebih Sehat dan Rendah Kalori, Benarkah? [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 5 October 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/16/214808420/makanan-yang-dibakar-lebih-sehat-dan-rendah-kalori-benarkah?page=all
    2. Catat, Ini 5 Bahaya Sering Konsumsi Makanan Dibakar [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 5 October 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/trending/catat-ini-5-bahaya-sering-konsumsi-makanan-dibakar.html
    3. Sari N. 7 Manfaat Konsumsi Makanan yang Dikukus bagi Kesehatan [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 5 October 2020]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4144871/7-manfaat-konsumsi-makanan-yang-dikukus-bagi-kesehatan
    Read More
  •   Banyak yang mengatakan penularan HPV dapat melalui kontak dengan tempat duduk kloset ataupun WC umum. Namun ternyata hal tersebut tidak tepat, karena penyebaran virus HPV dapat terjadi melalui hubungan seksual atau kulit ke kulit. Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui Apakah penyebaran HPV hanya menyerang daerah genital? HPV kepanjangan dari […]

    Apakah HPV dan Kanker Serviks Saling Berkaitan?

     

    Banyak yang mengatakan penularan HPV dapat melalui kontak dengan tempat duduk kloset ataupun WC umum. Namun ternyata hal tersebut tidak tepat, karena penyebaran virus HPV dapat terjadi melalui hubungan seksual atau kulit ke kulit.

    HPV dan kanker serviks

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Apakah penyebaran HPV hanya menyerang daerah genital? HPV kepanjangan dari Human Papilloma Virus ini tidak hanya menyerang daerah genital namun memiliki banyak jenis yaitu sekitar 120 jenis. Sebanyak 30% berhubungan dengan daerah genital dan juga anus, sedangkan 70% berhubungan dengan area selain daerah anus dan genital.

    Secara garis besar terbagi menjadi beberapa area seperti:

    1. Infeksi pada daerah anogenital dan mukosa

    2. Infeksi di daerah non-anogenital cutaneous yang menyerang daerah kulit tangan hingga kaki yang sering dikenal dengan kutil/veruca vulgaris. Namun tidak akan menimbulkan keganasan dan penyebarannya terjadi karena ada riwayat kontak dan sistem imunitas yang menurun.

    3. Epidermodysplasia verruciformis (EV) berkaitan dengan kelainan genetik. Pada daerah anogenital (anus dan genital), terdapat virus HPV tipe 6 dan juga 11 disebut kondiloma akuminata atau kutil kelamin atau genital warts yang memiliki resiko rendah berpotensi kearah kanker. Sedangkan virus tiper 16 dan 18 memiliki 70% berpotensi tinggi menyebabkan kanker serviks dan penyebaran HPV terjadi melalui hubungan seksual atau adanya kontak kulit yang terinfeksi HPV. Area anus dan oral dapat terjadi dengan prevalensi sebagai berikut :
    – Anal Cancer sebesar 90%
    – Vulvar Cancer sebesar 40%
    – Oropharyngeal cancer 12%
    – Oral Cancer sebesar 3%

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks yang Perlu Dicoba

    Infeksi HPV banyak terjadi pada wanita daripada pria yaitu sebesar 22-35% pada wanita. Pada penelitian di Amerika, rentan usia yang memiliki insiden tertinggi terjadi pada wanita usia 20-24 tahun dengan mengambil sampel wanita berusia 14-59 tahun. Sedangkan penelitian yang dilakukan Gilison ditemukan bahwa kanker pada area oropharyngeal disebabkan oleh HPV tipe 16 yang sama pada kanker serviks. Namun hal tersebut lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita, sebanyak 10,1% pada pria dan 3,6% pada wanita.

    Baca Juga : Sebelum Menikah, Pria Juga Membutuhkan Ini

    Hal tersebut akan semakin meningkat bila tidak dilakukan pencegahan serta pemeriksaan sejak dini. Dengan cara tidak berganti-ganti pasangan dan pemberian vaksin HPV. Vaksin yang dapat mencegah transmisi virus dan virus akan terhalang masuk ke dalam tubuh. Jadi dengan vaksinasi HPV, risiko kanker serviks akan berkurang dan untuk mendapatkan layanan vaksin HPV ke rumah bisa Anda dapatkan di Prosehat yang mempunyai keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Seringkali orang tua tidak sadar kebiasaan kecil yang salah bisa menyebabkan masalah atau penyakit yang nantinya akan berdampak pada kondisi anak. Bukan tanpa sebab, ada beberapa penyakit atau kejadian yang berawal dari masalah serupa juga salah satunya adalah paru-paru basah. Siapa yang sangka bahwa hujan-hujanan atau tinggal di kondisi yang lembab atau gelap dan basah […]

    Pneumonia : Pembunuh Balita Utama di Dunia

    Seringkali orang tua tidak sadar kebiasaan kecil yang salah bisa menyebabkan masalah atau penyakit yang nantinya akan berdampak pada kondisi anak. Bukan tanpa sebab, ada beberapa penyakit atau kejadian yang berawal dari masalah serupa juga salah satunya adalah paru-paru basah. Siapa yang sangka bahwa hujan-hujanan atau tinggal di kondisi yang lembab atau gelap dan basah bisa mendatangkan penyakit.

    Baca juga: Vaksinasi HiB Bantu Cegah Pneumonia pada Anak

    Penyakit yang biasanya menyerang paru ini disebut sebagai Pneumonia. Faktanya penyakit ini telah membunuh ratusan balita yang ada di dunia begitu pun yang ada di Indonesia. Tentu hal ini tidak dapat dianggap sepele saja, untuk itu dalam artikel ini akan kita bahas secara gamblang mengenai pneumonia sebagai pembunuh balita utama di dunia.

    Apa itu pneumonia/paru-paru basah ?

    Pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan infeksi pada satu atau kedua paru-paru anak. Jika kondisinya sehat oksigen akan masuk ketika bernafas dan bergerak melalui tabung pernafasan. Setelah itu oksigen masuk ke dalam darah melalui kantung udara di paru (alveoli).

    Jika anak terkena pneumonia, paru-paru tidak dapat melakukan pekerjaan seperti biasa karena ada cairan atau lendir yang menghalangi alveoli. Hal inilah yang menyebabkan oksigen sulit untuk masuk penuh ke dalam paru-paru. Tempat yang seharusnya dilewati darah akan sulit masuk akibat cairan atau lendir yang tidak mudah dibersihkan.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Gejala pneumonia pada anak

    Setelah mengetahui apa itu penyakit pneumonia, selanjutnya adalah gejala yang dapat Sobat kenali khususnya pada anak. Semakin cepat maka akan semakin baik, karena gejala ini bisa menunjukan bahaya pada kondisi sistem pernafasan anak. Apa saja ?

    • Batuk berdahak dan cukup parah, tetapi jenis dahaknya berbeda yakni hijau dan terkadang bercampur dengan darah.
    • Demam yang cukup tinggi dan terjadi secara berkala
    • Sesak nafas, dimana ritme napas terjadi lebih cepat dan juga pendek
    • Nyeri pada dada yang ditambah dengan batuk sehingga semakin buruk pada anak. Tidak jarang karena kondisi ini menyebabkan berat badan anak turun dan anak merasa stress atau kelelahan. Pada balita seringkali disertai dengan menangis dan juga sakit pada
    • Detak jantung kencang dan parah.
    • Merasa lelah dan lemah disertai mual serta muntah
    • Mengi atau napas berbunyi.

    Tindakan medis terhadap pneumonia

    Lantas bagaimana jika anak menunjukan gejala bahwa anak mengalami pneumonia ? tentu ada beberapa tindakan yang bisa anda ambil. Jangan menyepelekan terutama jika gejala utama muncul seperti dahak hijau dan juga berdarah.

    • Konsultasikan ke dokter anak secara langsung, biasanya dokter akan memeriksa terlebih dahulu dan dianjurkan untuk melakukan rangkaian tes.
    • Dokter akan memastikan menggunakan X-Ray untuk melihat foto dada anak, gambaran pneumonia adalah spot berawan putih di paru-paru pada hasil foto.
    • Dokter akan menganalisa dari hasil tes karena pneumonia bisa terjadi karena berbagai faktor. Menentukan solusi yang tepat dan penanganan yang tepat harus sesuai dengan penyebabnya.
    • Pengobatan biasanya dilakukan dengan antibiotik, obat, serta menyemprotkan larutan air asin (saline) di bagian hidung anak juga dapat membantu mengencerkan lendirnya. Sehingga anak bisa bernafas dengan baik.

    Cara Mencegah Pneumonia pada Anak

    Mencegah lebih baik dibandingkan mengobati, rasanya kata-kata ini sudah banyak didengar oleh orang tua sekarang ini karena pneumonia dan penyakit sistem pernafasan seringkali menyerang anak-anak termasuk di Indonesia. Penyakit ini dapat menular lewat percikan ludah ketika penderita bersin maupun batuk yang dahaknya bisa mengandung bakteri. Termasuk saat anda mencuci atau menyentuh sapu tangan penderita. Selain dapat menular lewat udara, makan dan minum milik penderita juga harus dipisah karena bisa menularkan.

    Agar terhindar dari penyakit ini berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

    • Gizi yang cukup

    Ketika anak sedang dalam masa pertumbuhan, akan ada masanya dimana mereka sering tidak nafsu makan karena energi yang mereka gunakan lebih tinggi dan mobilitas mereka tinggi. Selain itu, anak juga rentan terkena penyakit karena sistem imun anak mudah sekali turun hanya karena makanan atau istirahat. Bayi dapat diberikan ASI yang maksimal di enam bulan pertama, yang artinya ibu juga yang memberikan ASI harus tahu seberapa banyak dan apa saja nutrisi yang mereka konsumsi. Cukupi kebutuhan nutrisi anak dengan memberikannya buah, sayuran, dan makanan bergizi lainnya.

    Cara selanjutnya adalah dengan imunisasi yang biasa disebut HiB atau Haemophilus influenzae tipe B. Dimana vaksin ini banyak diberikan pada anak untuk menghindari masalah lain seperti meningitis ataupun masalah lainnya. Imunisasi menjadi cara yang ampuh untuk mencegah Pneumonia yang bisa menyerang anak. Selain itu anak biasanya diberikan imunisasi lain yaitu vaksinasi Pneumokokus (PCV). Nah, anda bisa menerima vaksin yang sama dengan rekomendasi dokter dan juga konsultasi sebelumnya kepada dokter anak.

    Produk Terkait: Imunisasi Pneumonia ke Rumah

    • Kesehatan lingkungan

    Cara terakhir adalah menjaga kesehatan lingkungan, dimana saat makan dan juga kebersihan lingkungan anda harus mencuci dan membersihkan lingkungan tempat tinggal atau tempat tidur Sobat. Selain itu jauhkan dari asap rokok dan polusi udara yang memungkinkan anak terpapar atau bahkan menghisapnya.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020

    Jangan biarkan pneumonia menyebabkan kondisi yang lebih serius, ketika anda harus bisa menajga kebersihan. Khususnya kondisi untuk tidur yang lembab dan basah bisa menimbulkan pneumonia berat pada anak. Untuk bisa melindungi anak dari pneumonia, yuk segera manfaatkan layanan imunisasi anak ke rumah dari Prosehat. Layanan ini tentu saja mempunyai banyak keunggulan:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lengkap, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Baru-baru ini kita dikagetkan dengan unggahan Kim Kardashian tentang curhatan yang sedih lantaran Saint sang buah hati mengidap pneumonia atau dikenal dengan infeksi paru-paru. Hal ini membuat sedih lantaran sang buah hati baru berumur 2 tahun harus dirawat selama 3 hari. Pada unggahannya (@kimkardashian) kim menuliskan “Bayiku sangat kuat! Setelah menghabiskan tiga malam di rumah […]

    Vaksinasi Hib Bantu Cegah Pneumonia Pada Anak

    Baru-baru ini kita dikagetkan dengan unggahan Kim Kardashian tentang curhatan yang sedih lantaran Saint sang buah hati mengidap pneumonia atau dikenal dengan infeksi paru-paru. Hal ini membuat sedih lantaran sang buah hati baru berumur 2 tahun harus dirawat selama 3 hari.

    Pada unggahannya (@kimkardashian) kim menuliskan “Bayiku sangat kuat! Setelah menghabiskan tiga malam di rumah sakit dan melihat bayiku diinfus serta terhubung dengan tabung oksigen”. Hal ini tentu membuat kita bingung apa sebenarnya pneumonia itu? Pneumonia sendiri merupakan radang infeksi akut yang berada pada saluran pernafasan bawah yang disebabkan dari virus, bakteri atau jamur.

    Produk Terkait: Imunisasi Pneumonia Anak ke Rumah

    Pneumonia paling banyak menyerang bayi usia dibawah 2 tahun, penyakit ini dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Bunda perlu mewaspadai jika buah hati mengalami demam, batuk, susah bernafas atau nafas lebih cepat dan sesak. Karena penyebarang penyakit satu ini ditularkan oleh bakteri melalui percikan ludah yang berasal dari batuk, bersin ataupun saat berbicara.

    Pada negara berkembang seperti Afrika bagian sub-Sahara dan Asia Selatan, hampir 99% balita pneumonia meninggal dunia. Melihat dari tingginya kematian pada balita akibat Pneumonia, maka langkah pencegahannya yaitu dengan vaksinasi. Vaksinasi yang dilakukan sejak dini dapat mengurangi angka kematian balita, dua jenis vaksin yang diberikan yaitu vaksin pneumokokus dan vaksin Haemophilus influenza type B (Hib) yang lebih sering digunakan.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Apa sih vaksin pneumokokus dan vaksin HiB itu?

    Vaksin Pneumokokus sendiri merupakan vaksin yang berisi protein konjugasi bertujuan untuk mencegah penyakit akibat infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae atau lebih sering disebut dengan kuman pneumokokus. Vaksin ini ditunjukkan untuk mereka yang memiliki risiko tinggi terserang kuman pneumokokus, yaitu anak-anak.

    Sedangkan vaksin HiB adalah vaksin untuk memberikan perlindungan terhadap kuman Haemophillus influenza tipe b, salah satu penyebab tersering pneumonia pada anak. Vaksin Hib ini diberikan di usia 2, 4 dan 6 bulan yang lakukan ulang pada usia 18 bulan. Vaksin HiB dapat diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi. Vaksin Hib sering dikombinasikan dengan DPT  yang menjadi vaksin DPT-Hib. Vaksin ini bukan hanya mencegah infeksi pneumonia Haemophilus influenza type B melainkan juga penyakit meningitis, pneumonia serta epiglotitis (infeksi yang berada pada katup pita suara dan tabung suara) yang juga disebabkan oleh kuman Haemophilus influenza type B. Pemberian vaksin kombinasi juga sekaligus mencegah infeksi yang disebabkan oleh difteri, pertusis dan tetanus. Namun vaksin Hib juga dapat diberikan secara terpisah.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Pemberian vaksin DPT-Hib dapat diberikan pada usia 2, 4 dan 6 bulan.  Untuk anak yang baru memulai vaksin di usia 1-5 tahun maka cukup diberikan sebanyak 1 kali.

    Apakah ada efek samping yang timbul setelah vaksinasi?

    Terdapat tanda radang (nyeri, kemerahan dan bengkak) pada tempat suntikan, demam mencapai 380 C hingga lebih, si kecil akan mudah rewel dan kehilangan nafsu makan, muntah ataupun diare.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020

    Jika ingin melindungi keluarga tercinta dari pneumonia, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, cukup dengan mengontak Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi anak di rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lengkap, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    Putri, Ucha Merendar. “Cegah Pneumonia Pada Anak dengan Vaksinasi”. tanyadok.com
    Mother & Baby. “Anak Kim Kardashian Terkena Pneumonia. motherandbaby.co.id
    IDAI. “Sekilas Vaksin Pneumokokus”. idai.or.id
    IDAI. “Melengkapi atau Mengejar Imunisasi (Bagian III)”. idai.or.id

    Read More
  • Para perantau atau pekerja kantoran yang sibuk biasanya jarang atau malah tidak pernah memasukkan buah dan sayur dalam menu sehari-hari. Selain karena kesibukannya, kebanyakan orang juga tidak menyukai buah dan sayur karena rasanya yang tidak enak alias pahit. Padahal, buah dan sayur merupakan elemen penting sebagai bagian dari cara menangkal virus Corona. Jika kebiasaan ini […]

    Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?

    Para perantau atau pekerja kantoran yang sibuk biasanya jarang atau malah tidak pernah memasukkan buah dan sayur dalam menu sehari-hari. Selain karena kesibukannya, kebanyakan orang juga tidak menyukai buah dan sayur karena rasanya yang tidak enak alias pahit. Padahal, buah dan sayur merupakan elemen penting sebagai bagian dari cara menangkal virus Corona. Jika kebiasaan ini dibiarkan terus-menerus akan berisiko buruk bagi kesehatan. Lalu apa sajakah risikonya jika kurang atau tidak sama sekali memakan buah dan sayuran yang kaya akan nutrisi tersebut? Yuk, Sobat Sehat, silakan disimak penjelasan di bawah ini ya…

    kurang konsumsi sayur dan buah, risiko kurang konsumsi sayur dan buah

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    Tidak Lancar Buang Hajat

    Risiko pertama yang kemungkinan akan dihadapi adalah menjadi tidak lancar buang hajat alias sembelit. Mengapa bisa tidak lancar? Hal itu terjadi karena buah dan sayur mengandung serat yang berfungsi mencerna makanan terutama saat di usus. Serat ini bisa merangsang gerakan usus sehingga sisa-sisa makanan yang telah dicerna akan cepat dikeluarkan oleh tubuh. Selain itu, kemampuan serat dalam menyerap air juga bisa membuat sisa makanan lebih mudah dikeluarkan oleh tubuh. Apabila serat yang mempunyai fungsi demikian tidak ada, hal tersebut akan menghambat proses pencernaan dan menyebabkan jadwal buang air besar menjadi tidak teratur.

    Rentan Terkena Dehidrasi

    Kekurangan buah dan sayuran dalam menu sehari-hari juga bisa menyebabkan dampak lain selain sembelit, yaitu rentan mengalami dehidrasi. Buah dan sayuran seringkali memiliki kandungan air yang tinggi supaya Sobat tidak terlalu kembung dan menjadi tetap terhidrasi di siang hari. Apabila tidak mendapatkan cairan dari makanan seperti buah dan sayuran, maka kebutuhan cairan mungkin tidak akan cukup untuk tubuh. Hasilnya, beberapa efek dehidrasi seperti kelelahan, kencing berwarna kuning, dan kram otot akan sangat terasa.

    Berat Badan Meningkat

    Salah satu risiko kurang konsumsi buah dan sayur yang cukup terasa efeknya adalah adanya peningkatan pada berat badan. Mengapa itu bisa terjadi? Hal itu karena sebenarnya buah dan sayur merupakan sumber pangan yang tinggi serat dan air serta rendah kalori. Artinya, dengan mengonsumsinya akan memberikan rasa kenyang yang cukup lama tanpa memberikan kalori yang berlebihan.

    Baca Juga: Panduan Menu Masakan Sehari-hari Buat Keluarga dengan Gizi Seimbang

    Mengalami Kerapuhan Tulang

    Kerapuhan tulang atau osteoporosis biasanya dialami oleh mereka yang berusia 50-60 tahun ke atas. Namun siapa sangka jika ternyata osteoporosis bisa juga dialami oleh orang-orang di usia produktif karena kurangnya mengonsumsi sayur dan buah. Penyebabnya adalah kurangnya vitamin D dan kalsium dalam tubuh sebagai pembentuk dan penguat tulang. Jika Sobat tidak mau mengalami hal yang demikian, konsumsilah buah dan sayur terutama brokoli, jeruk, apel, tomat yang bisa membantu mencegah osteoporosis.

    Produk Terkait: Jual Produk Pencegah Osteoporosis

    Meningkatkan Risiko Kanker

    Kanker merupakan salah satu penyakit berbahaya, dan cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan mengonsumsi sayur dan buah. Antioksidan yang terkandung dalam sayur dan buah seperti vitamin E, vitamin C, dan karotenoid dapat mengurangi risiko kanker dengan melindungi sel-sel sehat dari radikal bebas. Karotenoid, termasuk beta-karoten, merupakan pigmen yang dapat ditemukan dalam sayuran berdaun gelap seperti bayam dan buah berwarna oranye tua seperti ubi jalar atau wortel. Kandungan ini dapat melindungi dari kerusakan sel dan dikaitkan dengan tingkat kanker yang lebih rendah.

    Rentan Terkena Penyakit Kronis

    Buah dan sayuran sangat padat nutrisi. Mengonsumsi keduanya secara teratur dapat menurunkan risiko berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, stroke, dan Alzheimer. Menurut WHO dan FAO, kekurangan asupan sayur dan buah diperkirakan dapat menyebabkan kematian akibat kanker saluran cerna sebesar 14%, kematian akibat penyakit jantung koroner sebesar 11%, dan kematian akibat stroke sebesar 9%. Risiko diabetes juga meningkat. Karena itu, untuk mencegahnya sebaiknya Sobat Sehat mengonsumsi buah dan sayur yang juga bisa meningkatkan bakteri baik di dalam usus sehingga usus menjadi sehat, dan juga terhindar dari kanker usus besar.

    Kesehatan Jantung Terbebani

    Risiko lain yang akan Sobat hadapi karena kurang atau tidak sama sekali mengonsumsi sayuran adalah dapat membebani kesehatan jantung yang bisa berujung penyakit kardiovaskular. Buah dan sayuran mengandung nutrisi khusus yang dinamakan dengan fitokimia, yang dapat membantu mengurangi peradangan kronis di tubuh secara keseluruhan. Karena itu, perbanyak konsumsi sayur dan buah serta kurangi makanan yang tinggi natrium, makanan olahan, dan yang diberi gula tambahan yang dapat meningkatkan peradangan.

    Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan

    Sariawan dan Gusi Berdarah

    Dampak negatif kekurangan sayur dan buah dalam tubuh ternyata juga bisa menyebabkan sariawan dan gusi berdarah. Keduanya muncul karena kurangnya vitamin B, vitamin C, kalsium, dan magnesium. Supaya dapat mencegahnya, perbanyaklah konsumsi sayur dan buah seperti bayam, apel, pir, dan jeruk.

    Menurunkan Penglihatan

    Ternyata jika tidak kita memasukkan buah dan sayur ke dalam menu sehari-hari juga bisa menurunkan penglihatan, lho, Sobat Sehat! Mata kita bisa menjadi rabun atau bahkan katarak, dimana hal ini sungguh berbahaya jika dibiarkan. Supaya tidak menjadi seperti itu, jadi mulailah banyak mengonsumsi sayur yang kaya vitamin A untuk kesehatan mata seperti wortel.

    Risiko Terkena Depresi

    Berdasarkan sebuah studi, mengonsumsi buah dan sayur secara teratur kenyataannya dapat mencegah diri dari terkena depresi. Hal ini dikarenakan asam pantotenik dan vitamin B6 dalam sayur mampu membuat orang merasa bahagia dan terhindar dari depresi. Apabila kekurangan nutrien-nutrien tersebut, dapat dipastikan depresi akan mudah menyergap.

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona Justru Turunkan Imun Tubuh

    Kulit Menjadi Tidak Segar

    Ingin kulit terlihat selalu segar? Perbanyaklah konsumsi buah dan sayur karena keduanya mengandung antioksidan dan vitamin tinggi yang baik untuk kesehatan kulit. Selain menghidrasi tubuh, buah dan sayur punya manfaat yang baik untuk menghidrasi kulit sehingga terlihat tetap segar dan tidak kering.

    Mempengaruhi Kuku dan Rambut

    Ternyata kurang konsumsi sayur dan buah juga dapat mempengaruhi kuku dan rambut. Kuku akan menjadi rapuh, begitupun rambut menjadi kusam dan kering. Hal itu karena kurangnya antioksidan, vitamin A, vitamin E, biotin, zat besi, dan nutrisi lain yang sebenarnya semua itu terkandung di dalam buah dan sayur.

    Nah, Sobat Sehat itulah risiko kurang konsumsi buah dan sayur yang dapat dialami. Jadi, jangan menganggap remeh risiko-risiko tersebut ya, karena kedepannya bisa sangat mempengaruhi kondisi kesehatan. Dari sekarang mulailah perbanyak konsumsi sayur dan buah sebagai benteng alami mencegah serangan penyakit.

    Baca Juga: Pusing Kepala Berkurang Jika Anda Sering Mengonsumsi Sayur Buah Berikut

    Apabila Sobat Sehat menginginkan informasi lebih lanjut mengenai konsumsi buah dan sayur dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Abdi H. 6 Bahaya Kurang Makan Sayur dan Buah Bagi Kesehatan yang Perlu Diperhatikan [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 30 September 2020]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4047773/6-bahaya-kurang-makan-sayur-dan-buah-bagi-kesehatan-yang-perlu-diperhatikan
    2. Media K. 7 Bahaya Bagi Tubuh Jika Kurang Konsumsi Buah dan Sayur Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 30 September 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/09/30/103300068/7-bahaya-bagi-tubuh-jika-kurang-konsumsi-buah-dan-sayur?page=all
    3. Bobo 5. 5 Akibat Buruk Kalau Kita Tidak Suka Makan Sayur dan Buah – Bobo [Internet]. Bobo.grid.id. 2020 [cited 30 September 2020]. Available from: https://bobo.grid.id/read/08674240/5-akibat-buruk-kalau-kita-tidak-suka-makan-sayur-dan-buah
    4. [Internet]. Beritagar.id. 2020 [cited 30 September 2020]. Available from: https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/7-dampak-kurang-makan-buah-dan-sayur
    5. Terungkap! Ini Alasan Ilmiah Seseorang Tidak Suka Makan Sayur [Internet]. suara.com. 2020 [cited 30 September 2020]. Available from: https://www.suara.com/tekno/2019/12/06/083000/terungkap-ini-alasan-ilmiah-seseorang-tidak-suka-makan-sayur
    Read More
  • Sebanyak 40,3% orang Indonesia percaya bahwa vaksin Corona bisa menghentikan penyebaran Covid-19 secara massif. Hal itu terlihat dari survei yang digelar oleh Jakpat. Hanya 16% yang tidak terlalu mempercayai serta tidak begitu tertarik mengenai vaksin sebagai cara yang efektif. Jumlah responden yang diikutkan sebanyak 1.252 orang, dan survei ini digelar pada tanggal 3-4 September 2020. […]

    Survei Jakpat: 40,3% Orang Indonesia Percaya Vaksin Corona

    Sebanyak 40,3% orang Indonesia percaya bahwa vaksin Corona bisa menghentikan penyebaran Covid-19 secara massif. Hal itu terlihat dari survei yang digelar oleh Jakpat. Hanya 16% yang tidak terlalu mempercayai serta tidak begitu tertarik mengenai vaksin sebagai cara yang efektif. Jumlah responden yang diikutkan sebanyak 1.252 orang, dan survei ini digelar pada tanggal 3-4 September 2020.

    vaksin corona

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Mengenai vaksin, Presiden Joko Widodo sendiri sudah menargetkan bahwa mulai akhir tahun 2020 atau awal 2021 sekitar 170-180 juta orang akan disuntik. Jokowi juga menargetkan pada akhir 2021, Indonesia sudah bisa menghasilkan 290 juta dosis vaksin. Lebih percayanya orang Indonesia terhadap vaksinasi Covid-19 ini berdasarkan kenyataan bahwa selama 6 bulan lebih terkena Corona yang juga sudah dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO, sebanyak 52% orang Indonesia panik menghadapi pandemi, dan lebih memilih bekerja atau belajar dari rumah. Sementara itu, di sisi lain sebanyak 53,0% orang tidak panik dalam menghadapi pandemi, dan memilih bekerja seperti biasa sebelum pandemi.

    Faktor-faktor yang membuat panik bagi orang-orang yang memilih beraktivitas dari rumah adalah karena faktor kesehatan (60%) kemudian diikuti oleh sosial (59,4%), dan ekonomi (50,1%). Sebanyak 59% responden di Indonesia terutama di Jabodetabek menurut survei tersebut percaya bahwa Covid-19 adalah virus yang mematikan dan berbahaya, namun 31% responden menganggap itu sebagai sebuah konspirasi.

    Berdasarkan hal tersebut, pada akhirnya mayoritas masih menghindari beraktivitas keluar rumah seperti bepergian, pergi ke mall, dan menghadiri acara-acara akbar secara fisik. Jika ditotal ada 95,0% yang memilih menghindari beraktivitas keluar sedangkan 5% lainnya malah sebaliknya. Apabila pandemi tidak segera berakhir, pilihan untuk tetap di rumah tetap menjadi prioritas, yaitu sebanyak 82,0%.

    Baca Juga: PSBB Ketat di Jakarta, Poin-poin yang Perlu Sobat Ketahui

    Keberadaan vaksin yang dipercaya oleh para responden dalam survei tersebut diperkirakan bisa menghentikan penyebaran Corona pada akhir 2020 atau pertengahan awal 2021. Jika memang vaksin begitu sangat dipercaya lalu bagaimana perkembangan vaksin yang sudah ada?

    Perkembangan Vaksin-vaksin Corona Sejauh Ini

    Indonesia sendiri telah menyiapkan 3 calon vaksin untuk mencegah Covid-19, dan kebanyakan berasal dari Cina. Vaksin-vaksin itu adalah vaksin buatan Sinovac, Sinopharm, dan CanSino. Selain ketiganya juga terdapat vaksin asal Uni Emirat Arab yang dikembangkan oleh G-42, dan vaksin buatan sendiri bernama Merah-Putih yang dikembangkan oleh Lembaga Biomolekuler Eijkman. Lalu bagaimana dengan perkembangan vaksin-vaksin tersebut sejauh ini?

    Dikutip dari berbagai sumber, vaksin pertama yang kemungkinan bisa diakses untuk umum adalah buatan Sinovac. Vaksin ini berjenis inactivated atau menggunakan seluruh virus yang tidak aktif untuk mendorong tubuh mengembangkan system kekebalan. Cara ini merupakan pendekatan yang klasik, dan sudah banyak digunakan untuk mengembangkan vaksin-vaksin sebelumnya seperti Hepatitis A, Flu, dan Polio.

    Di Indonesia, Sinovac sebagai pemasok vaksin bekerja sama dengan Bio Farma yang sudah ditunjuk pemerintah untuk mengembangkan vaksin yang bernama CoronaVac. Sejauh ini, vaksin Sinovac yang paling siap karena sudah mengadakan uji klinis fase III, dan kemungkinan bisa diedarkan pada Desember 2020.

    Selain Sinovac, juga terdapat vaksin lain yaitu Sinopharm dan CanSino yang keduanya masih dalam penjajakan kerja sama. Sinopharm diketahui akan berusaha menyediakan 10 juta dosis vaksin di Indonesia yang kemungkinan pada akhir 2020. Distribusi ini melalui kerja sama dengan perusahaan mitra Sinopharm di Uni Emirat Arab, yaitu G-42, dan tentu saja Kimia Farma. Demikian menurut Kepala BPOM, Penny Lukito. Sinopharm sendiri juga sudah melalukan uji klinis 1 dan 2 pada Juni 2020. Uji klinis terakhir dilaksanakan di Uni Emirat Arab yang mempunyai 119 kebangsaan dalam populasinya. Dilaporkan tidak ada dampak buruk yang dirasakan.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Sementara CanSino dilaporkan telah melaksanakan uji klinis III pada Agustus 2020, dan telah melakukan penjajakan kerja sama dengan negara lain termasuk Indonesia untuk uji klinis lebih lanjut. Vaksin ini dikembangkan oleh Institut Bioteknologi Beijing yang merupakan bagian dari Akademi Ilmu Militer milik pemerintah Cina.

    Lalu bagaimana dengan Vaksin Merah-Putih?

    Sejauh ini pengembangan vaksin buatan dalam negeri kemajuannya sudah sebanyak 50%. Metode yang digunakan dalam pengembangan vaksin ini adalah rekombinan, yaitu para peneliti mengambil gen yang mengode kapsul protein dari sekuens RNA virus SARS Cov-2. Gen tersebut kemudian disisipkan dalam vektor atau pembawa gen yang disebut plasmid kemudian dimasukkan ke dalam sel bakteri. Bakteri tersebut berfungsi sebagai pabrik protein yang kelak disuntikkan ke dalam tubuh manusia untuk memicu respons sistem imun. Sedikitnya dua gen –S atau spike, struktur yang digunakan SARS-CoV-2 untuk menginfeksi sel manusia, dan N atau nukelokapsid, protein yang menyelubungi RNA virus. Dengan begitu, vaksin bisa melatih antibodi untuk mengenali virus yang hendak menginfeksi sel tapi juga virus yang telanjur masuk sel, menambah keampuhannya.

    Vaksin ini sendiri menurut Menristek Bambang P. Brodjonegoro, yang juga Ketua Penanggung Jawab Tim Pengembangan Vaksin Covid-19 memperkirakan Merah-Putih baru hadir pada Triwulan Keempat 2021.

    Terlihat sekali bahwa pengembangan vaksin bisa dibilang masih jauh dari kata selesai, dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang bisa berubah. Meskipun sudah ada, vaksin-vaksin ini tentu tidak bisa sembarangan digunakan karena ada beberapa tingkatan untuk menerima, yaitu:

    • Fase 1: Tenaga kesehatan dan responden pertama (5%)
    • Fase 2: Orang-orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu sehigga meningkatkan risiko mengalami infeksi Covid-19 yang lebih serius hingga kematian dan orang dewasa yang tinggal di lingkungan padat (10%)
    • Fase 3: Pekerja di layanan jasa esensial yang memiliki risiko paparan tinggi dan orang-orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu sehingga dapat mengalami infeksi Covid-19 moderat (35%)
    • Fase 4: Orang dewasa muda, anak-anak, dan pekerja layanan esensial dengan risiko paparan yang meningkat (40-45%)
    • Fase 5: Masyarakat atau khalayak yang tersisa

    Dengan demikian, sebelum vaksin benar-benar bisa dikembangkan lebih jauh sebagai cara paling efektif yang dipercayai orang Indonesia untuk mengatasi Corona, untuk sekarang ini tetap melaksanakan protokol-protokol kesehatan, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta tidak lupa menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan mengonsumsi buah, sayuran, dan multivitamin. Tidak lupa juga untuk menerapkan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment, yang sejauh ini pelaksanaannya masih di bawah ekspetasi.

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Untuk pencegahan secara medis, Sobat Sehat juga bisa mengonsumsi Redemsivir yang sudah diperbolehkan edar di Indonesia dengan merek jual Covifor oleh Kalbe Farma, dan melakukan tes-tes pencegahan Corona seperti rapid test dan PCR swab.

    Untuk layanan PCR swab dan rapid test lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19 Vaccine through Indonesian Perspective – JAKPAT Survey Report – JAKPAT [Internet]. JAKPAT. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://blog.jakpat.net/covid-19-vaccine-through-indonesian-perspective-jakpat-survey-report/
    2. Indonesia C. Beda Vaksin Covid-19 China dan Uni Emirat Arab Incaran RI [Internet]. teknologi. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200930202605-199-552928/beda-vaksin-covid-19-china-dan-uni-emirat-arab-incaran-ri
    3. Indonesia C. Jokowi Optimis Vaksin Covid-19 Tersedia Akhir 2020 [Internet]. nasional. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201001082619-20-553017/jokowi-optimis-vaksin-covid-19-tersedia-akhir-2020
    4. Azizah K. Alhamdulillah! RI Dapat 10 Juta Vaksin Corona Halal dari Uni Emirat Arab [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5155489/alhamdulillah-ri-dapat-10-juta-vaksin-corona-halal-dari-uni-emirat-arab
    5. News P. Kapan Vaksin Merah Putih Diproduksi? Begini Kata Menristek – PRFM News [Internet]. PRFM News. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-13730867/kapan-vaksin-merah-putih-diproduksi-begini-kata-menristek
    6. Siapa saja yang mengembangkan ‘vaksin merah-putih’ dan bagaimana cara kerjanya? – BBC News Indonesia [Internet]. BBC News Indonesia. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.bbc.com/indonesia/majalah-54275740
    7. Media K. Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia Telah Disusun, Bagaimana Menurut Pedoman WHO? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/01/132000165/prioritas-penerima-vaksin-covid-19-di-indonesia-telah-disusun-bagaimana?page=all
    8. Indonesia C. Tenaga Medis Kedodoran, Jurus 3T Jokowi Menguap Jadi Jargon [Internet]. nasional. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200928113902-20-551802/tenaga-medis-kedodoran-jurus-3t-jokowi-menguap-jadi-jargon
    9. Redemsivir Diklaim Ampuh Lawan Corona, tapi Belum Banyak Tersedia | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/uang/redemsivir-diklaim-ampuh-lawan-corona-tapi-belum-banyak-tersedia.html
    Read More
  • Pilek. Siapa sih di antara kita yang sering mengalami penyakit ini? Kapan sih terakhir kalian terserang pilek? Pilek merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang kita sewaktu-waktu bahkan sudah dikenal sebagai penyakit yang tidak berbahaya dan dapat sembuh tanpa resep dokter – bahkan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, apakah benar pilek tidak berbahaya seperti yang […]

    Cara Mencegah Pilek pada Anak

    Pilek. Siapa sih di antara kita yang sering mengalami penyakit ini? Kapan sih terakhir kalian terserang pilek? Pilek merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang kita sewaktu-waktu bahkan sudah dikenal sebagai penyakit yang tidak berbahaya dan dapat sembuh tanpa resep dokter – bahkan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, apakah benar pilek tidak berbahaya seperti yang kita pikir selama ini? Siapa sebenarnya yang rentan untuk terserang pilek?

    mencegah pilek pada anak

    Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Gejala Pilek dan Flu pada Si Kecil

    Pada penderita pilek, masa inkubasi virus biasanya berlangsung selama 2 hingga 3 hari dan gejala penyakit ini justru muncul setelah masa inkubasi selesai. Pliek merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, alias bisa menyerang dari mereka yang masih balita hingga yang sudah berusia paruh baya bahkan berusia lanjut. Lalu siapa yang paling rentan terserang virus pilek?

    Seperti berbagai penyakit lainnya, tentu saja penyakit pilek sangat mudah untuk menyerang mereka yang berdaya tahan tubuh lemah. Balita cenderung lebih menderita ketika terserang pilek karena daya tahan tubuh mereka lemah dan penyakit pilek ini cenderung lebih lama daripada golongan usia lainnya, yaitu dengan rentang waktu 10 hingga 14 hari. Hal ini cukup berbeda ketika anak sudah menginjak usia lebih besar, di mana penyakit pilek ini hanya berlangsung dalam kurun waktu 7 hingga 10 hari.

    Kok bisa? Tentu saja jawabannya karena daya tahan tubuh kita yang semakin kuat dari hari ke hari. Anak-anak diperkirakan bisa mengalami penyakit ini sebanyak 8 hingga 12 kali dalam setahun sedangkan orang dewasa hanya 2 hingga 4 kali. Perbedaan yang cukup mencolok bukan?

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya

    Pilek cenderung muncul hanya dalam bulan-bulan tertentu, lebih tepatnya ketika dalam masa pergantian antara musim kemarau ke musim penghujan – lebih tepatnya terjadi antara bulan Oktober hingga Februari. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir terserang virus pilek ini? Apa yang menandakan kita atau anak sedang terserang virus pilek? Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai gejala pilek serta upaya mencegah terjangkit virus pilek yang pastinya praktis untuk dilakukan. Daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasan yang satu ini!

    Gejala Pilek Anak

    Meskipun pilek bukan suatu penyakit berbahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang, tentu saja kita sebaiknya segera menanganinya ketika muncul beberapa gejala pilek agar penyakit ini tidak bertambah parah dari waktu ke waktu. Berikut adalah beberapa gejala pilek awal yang mudah dikenali pada anak:

    1. Anak mengalami kelelahan yang berlebih atau lebih cepat lelah daripada sebelumnya meskipun melakukan aktivitas yang sama. Kelelahan ini juga disertai dengan terjadinya gangguan pada sistem pernafasan anak seperti tidak berhenti bersin ataupun batuk kering.
    2. Anak mengalami demam. Demam yang dialami oleh anak pun tidak biasa, alias anak tiba-tiba mengalami demam bahkan bisa berlangsung selama beberapa hari. Demam yang dimaksud di sini pun tidak main-main alias bisa mencapai 38,3 derajat celcius dan apabila tidak segera ditangani tentu saja dapat menyebabkan kejang. Parahnya lagi, anak yang mengalami pilek dan berusia di atas 6 bulan suhunya dapat mencapai hingga 39,3 derajat ataupun lebih.
    3. Nafsu makan anak menurun. Hal ini tentu saja disebabkan kondisi tubuh anak yang tidak enak bahkan untuk menelan saja terasa sakit yang membuat anak enggan untuk makan, meskipun hanya mengemil atau biasanya nafsu makan anak besar. Bukan saja hanya nafsu makan menurun, anak juga bisa mengalami muntah ataupun diare ketika penanganan pilek terlambat.
    4. Anak mengalami gangguan pernafasan. Meskipun kita sudah tahu jika virus pilek menyerang saluran pernafasan, gejalanya akan terlihat sebagai gejala awal pilek di mana nafas anak akan menjadi pendek-pendek atau justru nafas anak menjadi sangat cepat dan tidak terkendali. Timbulnya gejala yang satu ini biasanya juga disertai dengan anak mengeluhkan timbulnya rasa nyeri pada bagian telinga.

    Cara Mencegah Pilek Pada Anak

    Nah, bagaimana? Pastinya sekarang sudah paham, kan mengenai apa saja gejala pilek anak yang harus kita waspadai dan segera kita lakukan penanganan agar penyakit ini tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Lalu apakah ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya virus ini ke anak? Tentu saja ada! Wah apa saja ya kira-kira cara mencegah pilek pada anak yang mudah untuk dilakukan? Nah daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasannya yang satu ini!

    1. Mencuci tangan

    Meskipun kelihatannya hal ini sepele, mencuci tangan merupakan hal yang efektif untuk dilakukan untuk mencegah anak terjangkit virus pilek. Tentu saja mencuci tangan yang dimaksud di sini pun bukan sembarangan alias kita perlu melakukan teknik cuci tangan yang tepat agar kuman dan bakteri dapat mati. Teknk cuci tangan yang dimaksud di sini pun mudah dilakukan , yaitu mencuci kedua tangan dengan sabun setidaknya selama 15 detik kemudian dibilas dengan air hingga bersih.

    Baca Juga: Anak Sering Flu? Ini Salah Satu Solusinya

    2. Menjauhkan anak dari orang sakit

    Cara ini juga mudah untuk dilakukan sekaligus efektif untuk meminimalisir anak terserang penyakit. Seperti yang kita tahu pula, daya tahan tubuh anak belum sebagus orang dewasa sehingga sebaiknya kita menjauhkan anak dari orang lain yang sedang mengalami penyakit tertentu; setidaknya 6 meter agar kesehatan anak tetap terjaga. Hal ini juga bisa kita terapkan di rumah, di mana ketika ada anggota keluarga lainnya yang sakit sebaiknya anak tidak berada di satu ruangan dengan mereka.

    3. Vaksinasi Flu

    Seperti layaknya penyakit berbahaya lainnya, kita juga bisa memberikan vaksin flu pada anak sehingga daya tahan tubuh anak semakin kuat dan pastinya anak semakin kebal terhadap virus flu ataupun pilek. Vaksin flu bisa kita berikan sejak anak menginjak usia 6 bulan dan bisa kita berikan secara berkala alias setiap tahun yang berfungsi sebagai penguat (booster). Vaksin pilek bisa diberikan dalam dua bentuk, yaitu suntikan ataupun semprotan di mana vaksin ini diberikan dengan cara disemprotkan ke dalam lubang hidung atau biasa kita kenal dengan “flu mist”. Flu mist sendiri bisa diberikan pada anak yang sudah berusia 2 tahun dan juga bisa diberikan pada kita yang sudah tidak muda lagi – lebih tepatnya vaksin ini tetap bisa bekerja dengan efektif untuk mereka yang sudah menginjak usia 49 tahun.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai pilek –lebih tepatnya bagaimana pilek menyerang anak dan gejala apa yang biasanya muncul. Mengetahui bagaimana cara mencegah anak terserang virus pilek juga merupakan hal penting supaya anak selalu dalam kondisi fit dan pastinya bisa riang gembira sepanjang hari. Bukan suatu hal yang sulit untuk dilakukan bukan untuk mencegah anak terserang pilek?

    Buat sobat yang ingin melakukan vaksinasi tapi tak sempat maka bisa mencoba salah satu layanan imunisasi flu datang ke rumah dari prosehat. Layanan ini mempunyai beberapa keunggulan:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    • https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/8-jurus-ampuh-cegah-flu
    Read More
  • Kita pasti merasa sedih bila si kecil terserang penyakit pilek dan flu. Ayah dan Bunda mungkin panik saat menghadapinya. Kita akan mendapati si kecil mengalami penurunan nafsu makan dan terlihat lemas karena pilek dan flu yang dideritanya. Hal ini membuat Ayah dan Bunda berpikir, apa yang harus dilakukan untuk mengobati si Kecil. Baca Juga: Anak […]

    5 Cara Mengatasi Gejala Pilek dan Flu Si Kecil

    Kita pasti merasa sedih bila si kecil terserang penyakit pilek dan flu. Ayah dan Bunda mungkin panik saat menghadapinya. Kita akan mendapati si kecil mengalami penurunan nafsu makan dan terlihat lemas karena pilek dan flu yang dideritanya. Hal ini membuat Ayah dan Bunda berpikir, apa yang harus dilakukan untuk mengobati si Kecil.

    Baca Juga: Anak Sering Flu? Ini Salah Satu Solusinya

    Pemberian obat memang menjadi salah satu solusi untuk mengatasi penyakit pilek dan flu pada si Kecil. Meskipun  demi kebaikan Si Kecil, pemberian obat flu dan pilek tidak boleh sembarangan terlebih lagi jika obat yang diberikan merupakan obat yang dijual di pasaran. Pemberian obat yang tidak sesuai dengan resep dokter bukannya menyembuhkan, tapi bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya. Pemberian obat tanpa resep dokter pada bayi dibawah dua tahun dapat memberikan efek samping yang serius.

    Sebelum kita lanjut ke 5 cara mengatasi gejala pilek dan flu Si Kecil, yuk, kita pahami terlebih dahulu flu itu apa sih sebenarnya?Flu merupakan salah satu virus yang menyerang saluran pernapasan atas atau penyakitnya sering disebut ISPA. Gejalanya sering kita alami sehari-hari, seperti bersin, batuk, pilek hingga demam. Selain itu, penyakit lain yang dapat menyerang saluran pernafasan atas adalah Common Cold, rinitis, rinofaringitis atau nasofaringitis, dsb.

    Menurut para ahli, ISPA dapat disebabkan oleh lebih dari 100 jenis virus yang biasa menginfeksi saluran napas. Bahkan, jenis virus ini dapat mencapai 200 jenis dan virus flu lah merupakan salah satu penyebab nya,meskipun bukan yang tersering. Penyebab flu yang paling sering adalah Rhinovirus. ISPA menjadi penyakit infeksi virus yang sangat mudah menular yang dapat menggangu kenyamanan dan mengurangi tingkat produktivitas. Lalu bagaimana cara mengatasi atau meringankannya? Berikut 5 cara mengatasi gejala pilek dan flu si kecil.

    1. Pilih Ruangan yang Tepat Untuk Si Kecil

    Bagi Si Kecil dengan gejala pilek dan flu, cobalah tempatkan di ruang non-AC. Hal ini berguna mengurangi hidungnya yang tersumbat,  tetapi jika si kecil lebih nyaman dalam ruangan AC cobalah lengkapi dengan alat pelembab udara atau uap air panas. Anda juga bisa menggunakaan wangi aromaterapi untuk memberikan  ketenangan. Selain itu biasakanlah untuk membuka jendela rumah yang berguna sebagai pintu masuk udara dan cahaya, agar sirkulasi udara di ruangan si kecil tidak mudah apek dan berbau.

    2. Tepuk Perlahan Punggung Si Kecil

    Jika pernapasan si kecil tersumbat, Anda dapat menepuk secara perlahan pada punggungnya. Menepuk punggung dapat membantu meringankan pernapasannya menjadi lebih lega. Selain itu, menepuk punggung akan membuat si kecil bersendawa karena keluarnya gas yang berlebih di dalam perut.

    3. Memberi Minuman Hangat Untuk Si Kecil

    Saat batuk pilek, tenggorokan akan terasa tidak enak dan kadang menjadi terbatuk-batuk. Air hangat dapat menjadi solusi untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada bayi Anda. Berikan si kecil air hangat yang dapat membantu meredakan hidung tersumbat.

    4. Mengonsumsi Makanan Hangat

    Selain diberikan minuman hangat, makanan hangat juga dapat membantu meringkan rasa pilek dan flunya. Manfaat dari mengkonsumsi makanan atau minuman hangat dapat meningkatkan aliran lendir pada rongga hidung saat seseorang mengalami batuk dan pilek. Pada studi yang berjudul “The effects of a hot drink on nasal airflow and symptoms of common cold and flu”menyebutkan, minuman atau makanan hangat terbukti bermanfaat memberikan rasa lega dan mengurangi keluhan akibat batuk pilek yang muncul (hidung tersumbat, batuk, gatal sekitar tenggorokan, demam, lelah dan bersin).

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur untuk Meningkatkan Nutrisi Otak Anak

    5. Sedot Cairan Hidung Pada Bayi

    Bila cairan hidung si kecil sudah sangat mengganggunya, maka anda bisa menggunakan alat penyedot namun cara ini harus pastikan alatnya steril dan pastikan ketika menyedot tidak terlalu keras karena nanti justru akan membahayakan si kecil. Apabila cairan hidung si kecil
    mengeras, maka gunakanlah kapas yang dibasahi dengan air hangat agar dapat menghilang.

    Agar pilek dan flu si kecil tidak berulang, beri perlindungan tambahan untuk si kecil dengan vaksinasi flu. Vaksinasi flu dapat diberikan mulai dari bayi berusia 6 bulan ke atas dan dewasa. Vaksin ini hendaknya diulang pemberiannya setiap tahun untuk perlindungan yang maksimal.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Untuk Vaksinasi flu ini Sobat bisa mendapatkannya di ProSehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah yang siap melayani Sobat dan buah hati. Layanan ini mempunyai keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. IDAI. “Benarkah Minum Es Dapat Menyebabkan Flu?”. Diakses Pada 8 Maret 2018
    2. IDAI. “Flu, Istilah yang Rancu”. Diakses Pada 8 Maret 2018
    3. Tanyadok. Susanto, Agnes. “Bosan Sakit Flu? Vaksin Flu Sekarang!”. Diakses pada 8 Maret 2018
    4. Kompas. “Makanan hangat Redakan Batuk dan Pilek”. Diakses pada 8 Maret 2018
    5. IDAI. “Jadwal Imunisasi 2017”. Diakses pada 8 Maret 2018
    6. Tanyadok. Tios, Aisa. “Influenza: Cegah dengan Vaksin!”. Diakses pada 8 maret 2018
    Read More
  • Belakangan ini tersiar kabar bahwa tes-tes Corona seperti rapid test dan PCR swab tidak lagi diperlukan dalam melakukan perjalanan, baik melalui darat, laut, dan udara. Dua metode tes ini memang sering dijadikan sebagai syarat supaya orang-orang yang melakukan perjalanan tersebut tidak menulari atau tertular virus penyebab Covid-19. Hal ini sudah tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 […]

    Masih Perlukah Tes Corona dalam Perjalanan?

    Belakangan ini tersiar kabar bahwa tes-tes Corona seperti rapid test dan PCR swab tidak lagi diperlukan dalam melakukan perjalanan, baik melalui darat, laut, dan udara. Dua metode tes ini memang sering dijadikan sebagai syarat supaya orang-orang yang melakukan perjalanan tersebut tidak menulari atau tertular virus penyebab Covid-19. Hal ini sudah tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan Pengendalian Covid-19 yang dirilis pada Juli 2020 lalu.

    perlukah tes corona

     

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Peraturan Kementerian Kesehatan itu melengkapi dua peraturan yang sudah ada sebelumnya, yaitu SE Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 9 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease (Covid-19) dan SE Menkes Nomor HK.02.01/MENKES/382/2020 tentang Prosedur Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri di Bandar Udara dan Pelabuhan dalam Rangka Penerapan Kehidupan Masyarakat Produktif dan Aman terhadap Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

    Meski begitu, syarat untuk melakukan dua tes Corona itu kenyataannya dinilai tidak efektif oleh beberapa pihak. Alvin Lie, misalnya. Anggota Ombudsman yang juga pengamat penerbangan nasional ini menilai bahwa rapid test itu sebenarnya tidak perlu. Yang diperlukan adalah protokol kesehatan seperti memakai masker, pemeriksaan suhu tubuh, dan menjaga jarak. Baginya, hal tersebut sudah cukup. Penggunaan surat keterangan bebas Corona menurutnya tidak serta-merta memastikan seseorang tidak terkena Corona.

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid-19, Mulai dari Suspek hingga Kematian

    Hal serupa diungkapkan epidemiolog Pandu Riono yang menyatakan bahwa tes-tes Corona yang ada dengan surat keterangan malah akan dijadikan ajang komersialisasi. Lalu bagaimana dari pihak pemerintah sendiri dalam hal ini Satgas Covid-19?

    Anggota Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Erlina Burhan, mengungkapkan hal yang sama. Dokter spesialis paru ini menyatakan setuju mengenai penghapusan tes-tes Corona sebagai syarat perjalanan, dengan alasan kurang efektif dan terlambat dalam mendiagnosis hasil karena hasil yang bisa berubah-ubah. Alasan lainnya adalah karena dari segi ekonomis pemeriksaan ini cukup mahal, terutama tes PCR swab.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Meski begitu rencana ini sedang digodok oleh pemerintah dan sedang dibicarakan detail pelaksanaannya, begitu kata Profesor Wiku Adisasmito, juru bicara Satgas Covid-19. Di saat adanya rencana tersebut muncullah narasi di media sosial yang menyatakan bahwa rapid test telah dicabut sebagaimana yang dibagi oleh akun bernama Adens di grup Facebook Grup Info Kejadian Kota Kendari. Unggahan tersebut tentu saja mendapatkan banyak perhatian yang berisi kekhawatiran jika tes-tes Corona seperti rapid test dan PCR Swab dicabut, mengingat potensi penyebaran virus Corona di Indonesia masih tinggi, dan sudah menembus angka 287.008 hingga Rabu, 30 September.

    Menanggapi unggahan tersebut, Kemenkes melalui akun Twitternya menyatakan bahwa rapid test masih diberlakukan dalam bepergian. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Ahmad Yurianto. Ia menyatakan bahwa rapid test tetap dilakukan untuk situasi tertentu seperti pada kondisi kapasitas pemeriksaan rapid test-PCR terbatas pada suatu populasi spesifik dan situasi khusus. Situasi khusus yang dimaksud adalah untuk pelaku perjalanan termasuk pekerja migran yang datang terutama di wilayah Pos Lintas Batas Darat Negara (PLBDN) serta pada pelacakan kontak di lokasi tertentu seperti lapas, panti jompo, panti rehabilitasi, asrama, pondok pesantren, dan pada kelompok-kelompok rentan.

    Produk Terkait: Rapid Test Covid-19

    Para penumpang juga harus tetap membawa surat keterangan bebas Corona yang berlaku selama 14 hari. Meski begitu, masyarakat diimbau tetap mematuhi protokol pencegahan dan pengendalian Covid-19 sesuai perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, health alert card atau HAC juga masih wajib diisi oleh para pelaku perjalanan sesuai dengan Pasal 36 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantiaan Kesehatan. Pengisian HAC dapat dilakukan secara manual atau elektronik. Tes Corona masih diberlakukan dalam perjalanan, menurut Yuri, karena moda transportasi umum adalah tempat berkumpulnya banyak orang sehingga berpotensi memunculkan kluster penularan Covid-19, dan tentu saja memerlukan kewaspadaan dini untuk langkah antisipasi.

    Produk Terkait: Layanan PCR Swab ke Rumah/Kantor

    Jadi, Apakah Tes Corona Masih Diperlukan dalam Perjalanan?

    Melihat masih begitu massifnya kasus Corona di Indonesia yang dari hari ke hari jumlah penderitanya terus meningkat, hal tersebut tentu saja masih diperlukan supaya penyebaran virus dapat terkendali. Agar tidak terjadi penyelewengan tentunya dibutuhkan regulasi dan tindakan khusus sehingga tidak memberatkan dan merugikan. Namun, protokol-protokol kesehatan bagaimanapun harus tetap dijalankan karena tes Corona bukanlah untuk diagnosis tetapi sebagai salah satu langkah pencegahan. Untuk rapid test dan PCR swab ini, Sobat bisa memanfaatkan layanan ke rumah atau kantor dari Prosehat.

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat PCR Swab di Jawa Tengah dan Yogyakarta

    Apabila Sobat memerlukan layanan PCR swab dan juga rapid test, untuk lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Media K. [KLARIFIKASI] Rapid Test Perjalanan Tidak Dicabut Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/09/10/142000065/-klarifikasi-rapid-test-perjalanan-tidak-dicabut?page=all
    2. Choirul M. Pakar Setuju Swab & Rapid Test di Pesawat Dihapus, Tapi… [Internet]. news. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20200811090953-4-178847/pakar-setuju-swab-rapid-test-di-pesawat-dihapus-tapi
    3. Sidik F. Syarat Rapid Test untuk Perjalanan Dinilai Tak Relevan Lagi, Ini Alasannya [Internet]. detiknews. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5085753/syarat-rapid-test-untuk-perjalanan-dinilai-tak-relevan-lagi-ini-alasannya/2
    4. Inikah Penyebab Kemenkes Cabut Aturan Rapid Test untuk Perjalanan? | Kabar24 – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://kabar24.bisnis.com/read/20200908/15/1288581/inikah-penyebab-kemenkes-cabut-aturan-rapid-test-untuk-perjalanan
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja