Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 21–30 of 1078 results

  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, angka penderita Covid-19 kian meningkat setiap harinya. Kini masyarakat  melakukan berbagai cara untuk melindungi diri dari penularan Covid-19. Mulai dari mencuci tangan, membawa hand sanitizer, menggunakan masker, hingga melakukan vaksinasi.  Namun, ruang lingkup penularan virus Covid-19 ternyata tidak dapat diputus hanya […]

    Tips Mencuci Pakaian Cegah Penularan Covid-19

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Sahabat Sehat, angka penderita Covid-19 kian meningkat setiap harinya. Kini masyarakat  melakukan berbagai cara untuk melindungi diri dari penularan Covid-19. Mulai dari mencuci tangan, membawa hand sanitizer, menggunakan masker, hingga melakukan vaksinasi. 

    Namun, ruang lingkup penularan virus Covid-19 ternyata tidak dapat diputus hanya dengan upaya tersebut, melainkan juga memperhatikan kebersihan barang pribadi seperti pakaian dan handuk. Nah Sahabat Sehat, bagaimana tips mencuci pakaian yang benar untuk mencegah penularan Covid-19 selama masa pandemi ? Mari simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Mencuci Pakaian Mencegah Penularan Covid-19

    Menurut ilmuwan Tide and Downy, Mary Johnson, pakaian sehari-hari dapat dicuci dengan deterjen yang berkualitas tinggi. Namun untuk pakaian dalam, pakaian luar, pakaian olahraga, handuk, hingga sprei perlu usaha ekstra dengan mencuci menggunakan air hangat bersuhu 80 derajat Celcius atau lebih dengan jumlah deterjen yang lebih banyak. Jika Sahabat Sehat ragu perihal keamanan mencuci pakaian dengan air panas dan pemutih, silahkan membaca label perawatan yang biasanya terdapat di bagian dalam pakaian.

    Selain itu, CEO Laundry Heap Deyan Dimitrov turut berbagi tips dalam mencuci pakaian untuk mematikan virus Covid-19 sebagai berikut :

    • Gunakan Suhu Tinggi

    Semakin tinggi suhu air yang Sahabat Sehat gunakan untuk mencuci, akan semakin maksimal dalam membunuh virus Covid-19 yang menempel pada pakaian karena sebagian besar virus tidak mampu bertahan lama dalam suhu lebih dari 60 derajat Celcius.

    • Gunakan Sarung Tangan Saat Mencuci Pakaian Penderita Covid-19

    Sebelum mulai mencuci, pastikan Sahabat Sehat telah memakai sarung tangan terlebih dahulu untuk mencegah perpindahan virus dari pakaian kotor ke tubuh Sahabat Sehat

    • Gunakan Alat Pengering Pakaian

    Suhu panas dan suhu beku telah terbukti mampu menghentikan perkembangbiakan bakteri dan virus. Letakan pakaian yang telah dicuci ke dalam mesin pengering selama 20 menit untuk meningkatkan suhu sekaligus membunuh kuman. 

    • Bersihkan Mesin Cuci

    Saat pandemi Covid-19 seperti ini, kita secara tidak langsung diharuskan untuk terus menjaga kebersihan terutama pakaian. Sahabat Sehat dapat menggunakan campuran cuka putih dan air bersuhu 60 derajat Celcius untuk mencuci mesin. Lakukan hal ini minimal sebulan sekali untuk menjaga kebersihan mesin cuci dan pakaian yang dicuci.

    • Jemur Pakaian Dibawah Sinar Matahari

    Setelah semua proses mencuci selesai, jemurlah pakaian seperti biasa dibawah terik sinar matahari. Gelombang ultraviolet pada sinar matahari mampu mensterilkan pakaian, sehingga virus dan bakteri yang tertinggal dapat lenyap seluruhnya.

     

    Cara mencuci baju seperti diatas turut dapat dilakukan bagi Sahabat Sehat yang menderita Covid-19 dan tengah menjalani isolasi mandiri. 

    Bagaimana Bila Mencuci Pakaian Menggunakan Tangan ?

    Apabila Sahabat Sehat memiliki pakaian berbahan jenis tertentu yang tidak memungkinkan untuk di cuci menggunakan mesin, maka dapat dicuci secara manual dengan menggunakan tangan dan air hangat (maksimal 27 derajat Celcius).

    Rendam pakaian selama 20-30 menit, lalu bilas dengan air bersih. Keringkan dibawah sinar matahari dan cuci tangan setelahnya.

    Bolehkah Menggunakan Jasa Laundry Selama Masa Pandemi?

    Hal ini diperbolehkan selama Sahabat Sehat tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan menggunakan masker saat ke tempat umum, tidak menyentuh barang di lokasi laundry, serta tidak menyentuh wajah selama di tempat umum. Bila menungkinkan, gunakanlah jasa laundry yang menerapkan layanan delivery.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai tips mencuci pakaian untuk mencegah penularan Covid 19. 

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter Prosehat 24 jam. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa 

    Referensi:

    1. Rivas M. How To Wash Clothes During Coronavirus Pandemic [Internet]. USA:Bustle; [updated 2020 Mar 26; cited 2021 July 07]. Available from: https://www.bustle.com/p/how-to-wash-clothes-during-coronavirus-pandemic-22653702
    2. Namira I. Isolasi Mandiri di Rumah? Cara Mencuci Baju Orang Sakit agar Steril [Internet]. Indonesia : IDN Times; [cited 2021 July 07]. Available from: https://jogja.idntimes.com/health/medical/izza-namira-1/cara-mencuci-dan-mensterilkan-baju-orang-sakit-agar-gak-tertular-regional-jogja/5
    3. Liputan 6. 5 Tips Mencuci Pakaian agar Bersih dari Corona COVID-19 [Internet]. Indonesia : Liputan 6. 2020 [updated 2020 Mar 21; cited 2021 July 07]. Available from :https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4207291/5-tips-mencuci-pakaian-agar-bersih-dari-corona-covid-19

     

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Gangguan mental atau kejiwaan dapat dialami oleh siapa saja. Data RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasar) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa jumlah penderita gangguan mental emosional  yang meliputi gejala  depresi  dan  kecemasan pada usia  15  tahun  ke  atas  mencapai  sekitar  6,1%  dari  jumlah  penduduk […]

    Benarkah Obat Terlarang Menghilangkan Stress ? Cek Faktanya Disini

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Gangguan mental atau kejiwaan dapat dialami oleh siapa saja. Data RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasar) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa jumlah penderita gangguan mental emosional  yang meliputi gejala  depresi  dan  kecemasan pada usia  15  tahun  ke  atas  mencapai  sekitar  6,1%  dari  jumlah  penduduk Indonesia, atau setara dengan 11 juta orang.1

    Pada rentang usia 15-24 tahun, angka persentase depresi mencapai 6,2%. Penderita gangguan depresi berat mengalami kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri (self harm) hingga bunuh diri. Sebesar 80 – 90% kasus bunuh diri diketahui merupakan akibat dari depresi dan kecemasan.1 

    Tingginya angka depresi dan kecemasan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor misalnya tekanan dari keluarga, ekonomi maupun pekerjaan. Hal ini turut berdampak pada penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Nah Sahabat Sehat, apakah penggunaan obat terlarang seperti misalnya sabu dapat mengatasi stress ? Mari simak penjelasan berikut

    Apa Itu Narkoba ?

    Sahabat Sehat, menurut Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 dijelaskan bahwa narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi hingga menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.2,3

    Apa Saja Jenis Narkoba?

    Berdasarkan pengaturan pasal 6 ayat (1) UU Narkotika, narkoba atau disebut juga narkotika dibagi menjadi 3 golongan yaitu :

    • Narkotika golongan 1

    Merupakan jenis narkotika yang hanya digunakan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan sebagai terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi untuk menimbulkan ketergantungan.

    Contohnya : opium mentah, tanaman koka, daun koka, kokain mentah, heroina, metamfetamina dan tanaman ganja.

    • Narkotika golongan 2

    Merupakan jenis narkotika yang berkhasiat sebagai pengobatan, dan ilmu pengetahuan serta berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan.

    Contohnya : ekgonina, morfin metobromida dan morfina.

    • Narkotika golongan 3

    Merupakan jenis narkotika yang berkhasiat sebagai pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi serta untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan. Narkotika jenis golongan ini berpotensi ringan mengakibatkan ketergantungan.

    Contohnya: etilmorfina, kodeina, polkodina dan propiram.2,3

    Jenis Narkoba Berdasarkan Efek yang Ditimbulkan

    Berdasarkan efek yang ditimbulkan, narkoba dibagi menjadi beberapa jenis, sebagai berikut

    • Halusinogen

    Jika Sahabat Sehat menggunakan narkoba jenis halusinogen, dapat mengalami halusinasi saat melihat suatu hal atau benda yang sebenarnya tidak ada atau tidak nyata. Contoh narkoba jenis ini adalah kokain dan LSD.

    • Stimulan

    Narkoba jenis stimulan mempunyai efek mempercepat kerja jantung dan otak, lebih dari biasanya. Pengguna narkoba jenis stimulan tampak bersemangat, senang atau gembira dalam kurun waktu tertentu. Contoh narkoba yang termasuk dalam jenis stimulan adalah sabu.

    • Depresan

    Selanjutnya adalah narkoba jenis depresan, yang berperan dalam menekan sistem saraf pusat serta mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Pengguna narkoba jenis ini akan merasakan efek tenang, tertidur atau pingsan. Contohnya adalah putaw.

    • Adiktif

    Narkoba jenis adiktif dapat mengakibatkan penggunanya terlihat pasif dan mengalami kecanduan. Contoh narkoba jenis adiktif adalah ganja, heroin dan putaw.2,3

    Apa Itu Sabu?

    Salah satu jenis narkoba yang seringkali digunakan para artis adalah sabu. Sabu atau Metamfetamin merupakan jenis narkoba yang berbentuk kristal, berwarna putih, dan memiliki efek stimulan. Sabu digunakan dengan cara dihisap atau dihirup.4

    Efek Sabu

    Sahabat Sehat perlu mengetahui bahwa penggunaan sabu dapat mempengaruhi kondisi tubuh dan menimbulkan dampak sebagai berikut: 

    • Gangguan tidur atau insomnia
    • Nafsu makan menghilang
    • Menurunnya konsentrasi hingga hilangnya ingatan
    • Paranoid
    • Meningkatnya detak jantung
    • Euforia atau sensasi gembira yang berlebihan.
    • Percaya diri yang berlebihan
    • Naiknya suhu tubuh.2-5

    Sabu dapat memicu pelepasan zat kimia di otak, yaitu serotonin yang berperan dalam mengatur suasana hati. Kadar serotonin yang tinggi di dalam otak dapat menimbulkan rasa senang. Apabila penggunaan sabu berlanjut di kemudian hari, otak tidak dapat menyerap serotonin seperti biasanya sehingga kadar serotonin menjadi rendah. Kadar serotonin yang rendah akan menyebabkan seseorang sulit mengontrol suasana hati, maupun mengalami gangguan cemas.5

    Bagi Sahabat Sehat yang menggunakan sabu dengan tujuan untuk mengurangi stress, mungkin di awal penggunaan dapat berhasil. Namun seiring berjalannya waktu jika kecemasan atau stress mulai meningkat, hal ini dapat berdampak pada peningkatan jumlah sabu yang dikonsumsi.5 Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter apabila Sahabat Sehat mengalami ketergantungan obat-obatan terlarang. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai dampak penggunaan narkoba jenis sabu. Sebaiknya terapkan pola hidup sehat serta berolahraga secara teratur. Jika mengalami keluhan, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa 

    Referensi

    1. Ayu A. Darurat Kesehatan Mental Bagi Remaja [Internet]. Indonesia : Universitas Gadjah Mada. 2020 [updated 2020 Nov 27; cited 2021 July 09]. Available from: https://egsa.geo.ugm.ac.id/2020/11/27/darurat-kesehatan-mental-bagi-remaja/ 
    2. Badan Narkotika Nasional. Jenis-Jenis Narkoba [Internet]. Indonesia : Badan Narkotika Nasional. 2019 [updated 2019 Feb 22; cited 2021 July 09]. Available from: https://kalteng.bnn.go.id/jenis-jenis-narkoba/ 
    3. Murray K. Addiction in Indonesia – Addiction Center [Internet].USA : Addiction Center. 2021 [updated 2021 June 15; cited 2021 July 09]. Available from: https://www.addictioncenter.com/addiction/addiction-in-indonesia/
    4. Silver Maple Recovery. The Effect of Meth on Anxiety Disorders [Internet]. USA : SIlver Maple Recovery. 2020 [updated 2020 May 20; cited 2021 July 09]. Available from: https://www.silvermaplerecovery.com/blog/meth-and-anxiety-disorders/ 
    5. Substance Abuse and Mental Health Service Administration.  Know The Risk Of Meth. [Internet]. 2021 [updated 2021 July 07; cited 2021 July 09]. Available from : https://www.samhsa.gov/meth 

     

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Sahabat Sehat, angka penderita Covid-19 kian meningkat. Diketahui saat ini ibu hamil maupun ibu menyusui tidak jarang turut terinfeksi Covid-19. Muncul pertanyaan di masyarakat, apakah diperbolehkan ibu yang terkonfirmasi menderita Covid-19 tetap menyusui si kecil?. Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan […]

    Ibu Positif Covid-19, Bolehkah Menyusui Si Kecil ?

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Sahabat Sehat, angka penderita Covid-19 kian meningkat. Diketahui saat ini ibu hamil maupun ibu menyusui tidak jarang turut terinfeksi Covid-19. Muncul pertanyaan di masyarakat, apakah diperbolehkan ibu yang terkonfirmasi menderita Covid-19 tetap menyusui si kecil?. Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

    Bolehkah Ibu Tetap Menyusui Saat Terinfeksi Covid-19 ?

    Sahabat Sehat yang saat ini sedang menyusui namun terinfeksi Covid-19, tidak perlu khawatir sebab tetap diperkenankan menyusui selama menerapkan protokol kesehatan. Hingga kini belum dapat dibuktikan bahwa virus Covid-19 diserap ke dalam ASI (Air Susu Ibu), sehingga belum dapat dibuktikan pula bahwa ibu akan menularkan virus Covid-19 kepada si kecil melalui pemberian ASI. 1

    Virus Covid-19 menular melalui droplet sehingga dikhawatirkan penularan terjadi melalui kontak antara ibu dan si kecil saat proses menyusui, ibu bersin atau batuk, terlebih apabila ibu tidak menggunakan masker saat menyusui.2

    Manfaat ASI Bagi Si Kecil Selama Masa Pandemi

    Pemberian ASI tetap disarankan untuk si kecil karena ASI mengandung antibodi alami yang dapat melindungi si kecil dari berbagai penyakit infeksi, termasuk salah satunya infeksi virus Covid-19. Berdasarkan penelitian, antibodi terhadap virus SARS-COV-2 ditemukan pada ASI.3,4 Disamping itu, menyusui turut berdampak bagi kesehatan ibu. Hormon tubuh ibu saat menyusui dapat mencegah stress dan cemas.1

    Sahabat Sehat, sebelumnya WHO (World Health Organization) telah menyarankan ibu yang terkonfirmasi menderita Covid-19 untuk tetap menyusui si kecil mengingat manfaat ASI sangat baik terkecuali apabila ibu mengalami gejala sedang hingga berat yang menyebabkan ibu tidak mampu untuk menyusui.4,5

    Perhatikan Hal Berikut Saat Menyusui

    Bagi Sahabat Sehat yang tetap ingin menyusui meski saat ini tengah menderita Covid-19, berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan :

    1. Tetap terapkan protokol kesehatan, termasuk saat menyusui si kecil. Gunakan masker terlebih dulu jika ibu mengalami batuk dan pilek.
    2. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun minimal 20 detik sebelum kontak dengan si kecil.
    3. Bersihkan payudara secara berkala sebelum dan sesudah menyusui si kecil.
    4. Jika ibu memiliki gejala Covid-19 sedang hingga berat dan tidak memungkinkan menyusui secara langsung, ibu dapat memompa ASI untuk si kecil. Jangan lupa mencuci tangan sebelum memegang payudara, dan jaga kebersihan botol susu maupun alat pompa ASI.1,2,4,5

    Selama menyusui, Sahabat Sehat sebaiknya tetap penuhi asupan gizi seimbang seperti buah, sayur, maupun produk olahan susu agar meningkatkan daya tahan tubuh dan kualitas ASI yang diproduksi.

    Bolehkah Ibu Positif Covid-19 Berada Dalam Satu Ruangan Bersama Si Kecil ?

    Jika ibu memutuskan berada dalam satu ruangan dengan si kecil, maka ibu perlu memperhatikan jarak antara ibu dengan si kecil yaitu minimal 2 meter. Gunakan masker dan selalu mencuci tangan sebelum menyentuh si kecil. Terapkan hal ini selama menjalani masa isolasi mandiri di rumah sejak hari pertama muncul gejala, atau sejak diketahui hasil pemeriksaan swab PCR yang menunjukkan hasil positif.1

    Menyusui merupakan cara terbaik untuk memenuhi nutrisi si kecil selama masa tumbuh kembangnya. Pada beberapa kondisi ketika Sahabat Sehat tidak dapat menyusui si kecil atau memutuskan untuk tidak menyusui (misalnya gejala Covid-19 cukup berat), maka dapat dipertimbangkan memberikan susu formula dengan tetap memperhatikan kebersihan botol, dot dan peralatan lainnya yang digunakan untuk si kecil.5

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pemberian ASI dari Ibu yang menderita Covid-19. Selama menjalani isolasi mandiri dirumah, tetap terapkan protokol kesehatan 5M yaitu : menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta membatasi mobilisasi. 

    Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan konsultasi Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa 

    Referensi

    1. Awelewa T. Breastfeeding During the COVID-19 Pandemic [Internet].USA : American Academy of Pediatrics. 2021 [updated 2021 Feb 18; cited 2021 July 09]. Available from: https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/COVID-19/Pages/Breastfeeding-During-COVID-19.aspx
    2. Pearl E, Joseph B. Is it Safe to Breastfeed if I Have Coronavirus (COVID-19)? [Internet]. USA : Kids Health for Nemours. 2021 [updated 2021 April; cited 2021 July 09]. Available from: https://kidshealth.org/en/parents/coronavirus-breastfeeding.html
    3. World Health Organization. Breastfeeding and COVID-19 [Internet]. USA : World Health Organization. 2020 [updated 2020 June 23; cited 2021 July 09]. Available from: https://www.who.int/news-room/commentaries/detail/breastfeeding-and-covid-19
    4. World Health Organization Eeastern Mediterannian. Breastfeeding advice during the COVID-19 outbreak [Internet]. Egypt : World Health Organization Eastern Mediterannian; [cited 2021 July 09]. Available from: http://www.emro.who.int/nutrition/covid-19/breastfeeding-advice-during-the-covid-19-outbreak.html
    5. UNICEF. Breastfeeding during the Covid-19 pandemic [Internet]. USA : UNICEF; [cited 2021 July 09]. Available from: https://www.unicef.org/eap/breastfeeding-during-covid-19 

     

    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Setiap manusia memiliki kebutuhan biologis, salah satunya dengan melakukan seks. Seks bisa jadi merupakan hal yang menyenangkan bahkan ada sebagian orang yang mungkin kecanduan seks. Jika seks dilakukan dengan berganti pasangan seksual maka meningkatkan resiko infeksi menular seksual. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara […]

    Intip 6 Tips Menghindari Perilaku Seks Berisiko

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    disfungsi seksual wanita, disfungsi seksual perempuan

    Setiap manusia memiliki kebutuhan biologis, salah satunya dengan melakukan seks. Seks bisa jadi merupakan hal yang menyenangkan bahkan ada sebagian orang yang mungkin kecanduan seks. Jika seks dilakukan dengan berganti pasangan seksual maka meningkatkan resiko infeksi menular seksual. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara menghindari perilaku seks beresiko ? Mari simak penjelasan berikut.

    Dampak Perilaku Seks Beresiko

    Perilaku seks berisiko seperti berganti-ganti pasangan seksual, tidak hanya memberikan dampak buruk bagi kesehatan namun juga berdampak pada kondisi sosial. Perilaku seks beresiko meningkatkan potensi terinfeksi Penyakit Menular Seksual (PMS) yang ditularkan melalui hubungan seksual. 

    Penyakit Menular Seksual dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit seperti chlamydia, gonorrhoea, herpes, HIV/AIDS, HPV, sifilis, dan trichomoniasis. Selain itu, kanker serviks dan hepatitis B juga dapat menular dari perilaku seks berisiko. Infeksi Menular Seksual dapat ditularkan melalui darah, cairan vagina maupun sperma. Perlu diketahui bahwa aktivitas anal seks meningkatkan resiko penularan Penyakit Menular Seksual karena lapisan anus jauh lebih tipis dari vagina, sehingga jaringan anus jauh lebih mudah rusak.

    Produk Terkait : Papsmear

    Cara Mencegah Penyakit Menular Seksual

    Untuk mencegah penularan Penyakit Menular Seksual, berikut beberapa hal yang bisa Sahabat Sehat lakukan dirumah:

    1. Hindari berganti pasangan seksual
    2. Gunakan alat kontrasepsi, seperti kondom yang dapat membantu mengurangi risiko Penyakit Menular Seksual. 
    3. Lakukan deteksi dini dan pemeriksaan ke dokter secara rutin, bila Sahabat Sehat melakukan aktivitas seksual yang berisiko
    4. Setia pada pasangan 
    5. Melakukan vaksinasi, misalnya vaksinasi HPV untuk mencegah infeksi Human Papilloma Virus (HPV) yang menyebabkan kanker serviks dan kutil kelamin. Selain itu, lakukan vaksinasi hepatitis B untuk melindungi dari infeksi hepatitis B.
    6. Hindari penggunaan alkohol atau obat terlarang.

    Produk Terkait : Vaksinasi HPV

    Jika Sahabat Sehat mengkonsumsi alkohol maupun obat terlarang dapat meningkatkan potensi perilaku seks berisiko karena alkohol dan obat terlarang dapat mempengaruhi kesadaran Sahabat Sehat.

    Dengan menjaga kesehatan, menghindari perilaku seks yang berisiko, dan melakukan vaksinasi seperti vaksinasi HPV dan Hepatitis B, Sahabat Sehat dapat menghindari Penyakit Menular Seksual.

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi HPV dan hepatitis B, segera manfaatkan layanan Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Produk Terkait : Vaksinasi Kanker Serviks Paket 1 kali suntik

     Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Felson S. What’s Risky Sex? [Internet]. USA : WebMD. 2020 [updated 2020 June 15; cited 2021 July 08]. Available from: https://www.webmd.com/sex/whats-risky-sex 
    2. Aldo B. Perilaku Seksual Berisiko [Internet]. Indonesia : TanyaDok; [cited 2021 July 08]. Available from: https://www.tanyadok.com/seksualita/perilaku-seksual-berisiko 
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh :  dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, angka kasus Covid-19 belum juga turun hingga kini. Semua orang harus mulai mewaspadai gejala yang dapat dialami jika menderita Covid-19, yaitu demam, batuk, pilek, hilangnya kemampuan indera pengecap dan penciuman maupun tanpa gejala sama sekali. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengembalikan […]

    10 Trik Pulihkan Indera Pengecap & Penciuman Akibat Covid-19

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh :  dr. Monica Cynthia Dewi

    bahan makanan pereda anosmia

    Sahabat Sehat, angka kasus Covid-19 belum juga turun hingga kini. Semua orang harus mulai mewaspadai gejala yang dapat dialami jika menderita Covid-19, yaitu demam, batuk, pilek, hilangnya kemampuan indera pengecap dan penciuman maupun tanpa gejala sama sekali. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengembalikan kemampuan pengecap dan penciuman akibat Covid-19 ? Mari simak penjelasan berikut.

    Cara Mengembalikan Kemampuan Pengecap & Penciuman

    Sebagian penderita Covid-19 melaporkan terjadinya penurunan kemampuan pengecap dan penciuman. Sementara sebagian penderita Covid-19 lainnya tidak melaporkan keluhan ini. Bagi Sahabat Sehat yang mengalami penurunan kemampuan pengecap dan penciuman, lakukan beberapa tips berikut dirumah :

    • Mencuci Hidung

    Cara pertama untuk mengembalikan kemampuan pengecap dan penciuman adalah dengan mencuci hidung menggunakan cairan saline atau larutan air garam. Dengan membersihkan hidung, Sahabat Sehat turut dapat mengeluarkan kotoran yang menyumbat bagian dalam hidung. 

    • Obat Semprot Hidung

    Seperti prosedur mencuci hidung diatas, Sahabat Sehat juga dapat menggunakan obat semprot hidung. Namun penggunaan obat semprot hidung ini harus sesuai dengan saran dokter.  Penggunaan obat semprot hidung seringkali digunakan para penderita sinusitis dan polip hidung

    • Fokus Saat Makan

    Salah satu cara yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk mengembalikan indera pengecap dan penciuman yang hilang akibat infeksi Covid-19 adalah dengan memfokuskan perhatian Sahabat Sehat saat makan. Tambahkan beberapa herba dan rempah ke dalam makanan yang dikonsumsi. Beberapa pakar menyarankan untuk mencoba berbagai resep dan cara penyajian makanan dengan cara yang berbeda.

    • Konsumsi Makanan Kaya Cita Rasa

    Meskipun Sahabat Sehat kehilangan kemampuan indera pengecap maupun penciuman, sebaiknya coba konsumsi makanan maupun minuman yang memiliki cita rasa lebih kuat dibandingkan jenis makanan lain. 

    Sebagai contoh, minum air jeruk nipis, lemon atau buah asam lainnya untuk menstimulasi indera perasa. Tambahkan berbagai bumbu yang memiliki rasa dan aroma yang kuat seperti bawang, bubuk cabai, cuka, asam jawa, maupun kayu manis.

    Baca Juga : Manfaat Berkumur dengan Air Garam bagi Kesehatan Rongga Mulut

    • Konsumsi Bawang Putih

    Bawang putih mengandung asam rinoleat yang diketahui berperan dalam mengurangi pembengkakan dan peradangan pada saluran hidung dan rongga mulut.  Sahabat Sehat dapat menumbuk bawang putih dan menambahkan air. Ramuan bawang putih ini dapat dikonsumsi secara rutin setiap harinya.

    • Konsumsi Cabai

    Kandungan capsaicin dan vitamin C pada cabai dipercaya turut berperan dalam meredakan peradangan dan meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu, rasa pedas yang kuat juga dapat membantu mengembalikan indera perasa serta meningkatkan selera makan.

    • Konsumsi Makanan Kesukaan

    Cara selanjutnya, Sahabat Sehat dianjurkan mengkonsumsi makanan kesukaan sehingga meningkatkan nafsu makan. Tambahkan asupan makanan bergizi seperti buah dan sayur untuk meningkatkan asupan nutrisi bagi tubuh.

    • Konsumsi Makanan Sedikit Namun Sering

    Pola makan seperti ini biasanya dilakukan oleh seseorang yang sedang diet. Namun, kini pola makan sedikit namun sering dianggap ampuh untuk memulihkan indera pengecap dan penciuman. 

    Variasikan menu makanan agar Sahabat Sehat tetap memenuhi asupan sumber karbohidrat, protein, dan lemak. Lalu sertakan beberapa porsi cemilan sehat sebagai selingan di antara makanan utama.

    • Konsumsi Air Putih

    Sahabat Sehat dianjurkan mengkonsumsi air putih yang cukup, minimal 2 liter per hari. Jika Sahabat Sehat kurang minum, mulut menjadi kering yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada rongga mulut saat makan.

    • Jaga Kebersihan Gigi dan Mulut

    Cara terakhir yang dapat Sahabat Sehat lakukan dirumah yaitu dengan rajin menyikat gigi, menggunakan benang gigi, serta kumur rongga mulut. Dengan menjaga kebersihan rongga mulut diharapkan sensitivitas indera perasa kembali pulih.

    Produk Terkait : Obat Kumur

    Sahabat Sehat dianjurkan mempraktekan trik di atas selama menjalani isolasi mandiri untuk mengembalikan kemampuan pengecap dan penciuman. Jika Sahabat Sehat ada keluhan selama menjalani isolasi mandiri, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa 

    Referensi:

    1. Rahmawati A. Cara Mengembalikan Indra Perasa, Lakukan 5 Tips Makan Ini [Internet]. Indonesia : Detik food. 2021 [updated 2021 July 05; cited 2021 July 06]. Available from: https://food.detik.com/info-sehat/d-5631694/cara-mengembalikan-indra-perasa-lakukan-5-tips-makan-ini/1 
    2. Kontan. Begini cara mengembalikan indra perasa setelah sembuh Covid-19 [Internet]. Indonesia : PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [updated 2021 June 05; cited 2021 July 06]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/begini-cara-mengembalikan-indra-perasa-setelah-sembuh-covid-19?page=all 
    3. Sitoresmi A. 8 Cara Mengembalikan Indra Penciuman dan Perasa yang Hilang Akibat Infeksi Covid-19 [Internet]. Indonesia : Liputan 6. 2021 [updated 2021 July 05; cited 2021 July 06].  Available from: https://hot.liputan6.com/read/4599393/8-cara-mengembalikan-indra-penciuman-dan-perasa-yang-hilang-akibat-infeksi-covid-19 
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia D Sahabat Sehat, baru-baru ini Kementerian Kesehatan telah bekerjasama dengan 11 Telemedicine untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat selama menjalani isolasi mandiri. Pasien terkonfirmasi menderita Covid-19 yang tanpa gejala maupun yang bergejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri di rumah maupun karantina terpusat di pusat isolasi. Nah Sahabat Sehat, bagaimana […]

    Obat Covid-19 Gratis Dari Pemerintah ? Yuk Gunakan Layanan Prosehat

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia D

    Sahabat Sehat, baru-baru ini Kementerian Kesehatan telah bekerjasama dengan 11 Telemedicine untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat selama menjalani isolasi mandiri. Pasien terkonfirmasi menderita Covid-19 yang tanpa gejala maupun yang bergejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri di rumah maupun karantina terpusat di pusat isolasi. Nah Sahabat Sehat, bagaimana caranya ? Mari simak penjelasan berikut.

    Layanan Telemedicine Selama Isolasi Mandiri

    Bagi Sahabat Sehat yang sudah melakukan pemeriksaan PCR maupun swab antigen di laboratorium yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan dan terkonfirmasi menderita Covid-19, maka Sahabat Sehat akan menerima informasi dari aplikasi Whatsapp resmi milik Kementerian Kesehatan. Data hasil laboratorium akan dikirimkan oleh pihak laboratorium penyedia layanan pemeriksaan Covid-19 ke Kementerian Kesehatan.

    Program layanan telemedicine untuk pasien Covid-19 selama isolasi mandiri hanya berlaku untuk area DKI Jakarta saja. Sahabat Sehat dapat melakukan konsultasi secara daring, salah satunya dengan menggunakan aplikasi Chat Dokter 24 Jam Prosehat.

    Layanan Terkait : Vaksinasi Dewasa

    Apakah Layanan Termasuk Pemberian Obat ?

    Setelah Sahabat Sehat berkonsultasi dengan dokter secara daring, nantinya Sahabat Sehat akan diberikan resep digital sesuai  kondisi nya saat ini. Jika kondisi Sahabat Sehat termasuk dalam kategori pasien yang dapat melakukan isolasi mandiri, maka obat dapat ditebus gratis.

    Bagaimana Cara Menebus Obat Covid-19 ?

    Untuk menebus resep obat gratis dari Kementerian Kesehatan, Sahabat Sehat harus mengirim pesan melalui aplikasi Whatsapp ke salah satu gerai apotik Kimia Farma berikut ini:

    • Jakarta Timur : 628112223049
    • Jakarta Utara : 628112221832
    • Jakarta Pusat : 6287877241590
    • Jakarta Selatan : 62895324874355
    • Jakarta Barat : 6287877241405

    Setelahnya, Sahabat Sehat harus mengirimkan resep digital baik dalam bentuk PDF maupun layar tangkap (screen capture) dari Prosehat beserta KTP, dan alamat pengiriman ke nomor Whatsapp Kimia Farma yang dituju.

    Obat serta vitamin akan ditanggung oleh Kementerian Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan jasa pengiriman Sicepat untuk mengambil obat dan/vitamin dari Apotik Kimia Farma serta mengirimkan ke alamat pasien.

    Layanan Terkait : Rapidtest Covid19

    Apakah Semua Pasien Covid-19 Mendapatkan Obat Gratis ?

    Sahabat Sehat, hanya pasien terkonfirmasi Covid-19 baik tanpa gejala maupun bergejala ringan dengan nomor terdaftar di database Kementerian Kesehatan yang berhak mendapatkan obat dan vitamin gratis dari Kementerian Kesehatan. 

    Apa Saja Obat dan Vitamin Dari Kementerian Kesehatan ?

    Obat dan vitamin yang diberikan gratis dari Kementerian Kesehatan ada 2 macam, yaitu Paket A untuk penderita Covid-19 tanpa gejala serta Paket B untuk penderita Covid-19 dengan gejala ringan.

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita Covid-19 tanpa gejala akan mendapatkan multivitamin meliputi : vitamin C, vitamin D, vitamin E dan zink dengan jumlah masing-masing 10 tablet. Sementara bagi Sahabat Sehat yang menderita Covid-19 dengan gejala ringan akan mendapatkan multivitamin meliputi : vitamin C, vitamin D, vitamin E, zink, Azithromycin, Oseltamivir, serta Parasetamol.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pemberian obat Covid-19 gratis dari pemerintah yang dapat diperoleh melalui Prosehat. Tetap terapkan protokol kesehatan 5M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta membatasi mobilisasi.

    Baca Juga : Ivermectin sebagai Obat Covid-19

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama menjalani isolasi mandiri, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa 

    Referensi :

    1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Layanan Telemedicine Untuk Pasien Isolasi Mandiri. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021 
    2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kemenkes Fasilitasi Konsultasi, Obat Gratis bagi Pasien COVID-19 di Jakarta via Fasilitas Telemedicine [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021 [updated 2021 July 05; cited 2021 July 07]. Available from : https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210705/1338034/kemenkes-fasilitasi-konsultasi-obat-gratis-bagi-pasien-covid-19-di-jakarta-via-fasilitas-telemedicine/ 
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, salah satu gejala yang dapat dialami penderita Covid-19 adalah menurunnya kemampuan mencium (anosmia). Selain itu, Sahabat Sehat mungkin juga dapat mengalami penurunan nafsu makan karena ketidakmampuan indera perasa untuk mengenali rasa makanan. Bagi Sahabat Sehat yang mengalami anosmia, berikut ini beberapa […]

    7 Bahan Alami Atasi Anosmia Akibat Covid-19

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    simplisia nabati

    Sahabat Sehat, salah satu gejala yang dapat dialami penderita Covid-19 adalah menurunnya kemampuan mencium (anosmia). Selain itu, Sahabat Sehat mungkin juga dapat mengalami penurunan nafsu makan karena ketidakmampuan indera perasa untuk mengenali rasa makanan.

    Bagi Sahabat Sehat yang mengalami anosmia, berikut ini beberapa pengobatan alami yang dapat dilakukan dirumah untuk memulihkan kemampuan indra penciuman dan perasa :

    • Air Garam

    Membersihkan bagian dalam hidung secara rutin dengan menggunakan larutan air garam dapat membantu memulihkan kemampuan indra penciuman. 

    • Bawang Putih

    Bawang putih mengandung asam risinoleat yang berperan sebagai anti peradangan dan anti bakteri sehingga mampu mengatasi anosmia secara alami. Tumbuk 4-5 siung bawang putih, lalu campurkan kedalam wadah berisi secangkir air mendidih dan rebus selama dua menit. Minumlah ramuan tersebut dalam keadaan masih hangat untuk membantu memulihkan indra penciuman. 

    • Lemon

    Bahan alami selanjutnya yang dapat Sahabat Sehat coba dirumah adalah lemon. Kandungan vitamin C, antioksidan, dan zat antimikroba yang terdapat pada buah lemon dapat membantu memulihkan indra penciuman Sahabat Sehat yang hilang akibat virus Covid-19.

    Campurkan lemon dengan jahe dan daun mint, atau minum air perasan lemon yang dicampur dengan satu sendok teh madu untuk meredakan radang tenggorokan dan anosmia.

    Baca Juga : Tanda dan Gejala Covid-19

    • Jahe

    Kandungan gingerol aktif pada jahe dapat memberikan rasa dan aroma yang khas sehingga  membantu merangsang indra perasa dan penciuman. Kupas jahe secukupnya, geprek atau tumbuk jahe sampai mengeluarkan air sarinya kemudian rebus dengan air selama 15 menit. Ramuan jahe juga dapat Sahabat Sehat campurkan dengan beberapa batang sereh dan madu secukupnya. Minumlah ramuan ini dua kali sehari dalam keadaan masih hangat.

    • Minyak Jarak

    Minyak jarak memiliki banyak sekali manfaat, salah satunya untuk penanganan anosmia. Kandungan asam risinoleat pada minyak jarak dipercaya turut berperan dalam melawan infeksi, pembengkakan, dan peradangan pada saluran hidung. Hangatkan minyak jarak sesaat lalu oleskan beberapa tetes minyak jarak di dekat tepi lubang hidung. 

    • Daun Mint

    Daun mint memiliki kandungan mentol, zat antimikroba, dan anti peradangan yang bermanfaat dalam mengatasi hidung tersumbat. Sama seperti jahe, Sahabat Sehat dapat menggunakan daun mint untuk melatih indra penciuman, bersama dengan tiga jenis bahan aroma alami yang berbeda lainnya. 

    Selain itu, seduhan air daun mint juga dapat melegakan saluran pernapasan. Rebus 10-15 lembar daun mint dalam secangkir air lalu saring seduhan tersebut dan tambahkan satu sendok madu. Ramuan daun mint dapat membantu melegakan pernapasan dan mengatasi hilangnya kemampuan penciuman.

    Baca Juga : Bahan Makanan Pereda Anosmia

    • Minyak Esensial

    Cara terakhir yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk mengatasi anosmia secara alami adalah dengan menggunakan minyak esensial untuk merangsang respon sensorik. 

    Beberapa penelitian membuktikan bahwa minyak esensial dapat merangsang sensitivitas terhadap bau. Berbagai jenis minyak esensial yang dapat Sahabat Sehat gunakan yaitu kayu manis, pisang, jeruk, dan lavender karena memiliki aroma yang kuat dan tajam. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai bahan alami yang dapat digunakan dirumah untuk mengatasi anosmia. Namun, sebaiknya Sahabat Sehat tetap berkonsultasi dengan dokter maupun fasilitas kesehatan terdekat untuk diberikan penanganan sesuai kondisi tubuh saat ini.

    Baca Juga : Parosmia dan Phantosmia 

    Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan selama menjalani isolasi mandiri, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

     

     

     

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia D Sahabat Sehat, sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa pemberian vaksin Covid-19 untuk anak berusia 12-17 tahun sudah dapat dimulai sesuai dengan Surat Edaran nomor HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 Bagi Masyarakat Rentan serta Masyarakat Umum dan Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun.  Pemberian vaksin Covid-19 untuk anak […]

    Catat ! Lokasi dan Tanggal Vaksinasi Covid-19 Anak dan Remaja

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia D

    vaksin di bulan Ramadan

    Sahabat Sehat, sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa pemberian vaksin Covid-19 untuk anak berusia 12-17 tahun sudah dapat dimulai sesuai dengan Surat Edaran nomor HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 Bagi Masyarakat Rentan serta Masyarakat Umum dan Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun. 

    Pemberian vaksin Covid-19 untuk anak dan remaja tentu didasarkan atas rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) serta pelaksanaan pemberian vaksin Covid-19 di dunia. Nah bagi Sahabat Sehat yang memiliki anak, dimana saja lokasi dan tanggal vaksinasi Covid-19 untuk anak dan remaja ? Mari simak penjelasan berikut.

    Jenis Vaksin Covid-19 

    Dalam program vaksinasi Covid-19 untuk anak dan remaja, jenis vaksin yang digunakan merupakan vaksin asal produksi Sinovac dengan dosis 0,5 ml. Vaksin disuntikan pada otot lengan atas, serta diberikan sebanyak 2 kali dengan jarak 1 bulan.

    Baca Juga : Waspada Kenaikan Angka Covid-19 pada Anak

    Keamanan Vaksin Covid-19 Bagi Anak dan Remaja

    Sahabat Sehat, vaksin Covid-19 asal Sinovac telah memiliki hasil uji klinis fase 1 dan 2 serta telah tersedia di Indonesia. Dalam penelitian, setelah 28 hari disuntik vaksin Covid-19 ditemukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada 26-29% kelompok subjek yang secara statistik tidak berbeda atau bermakna dengan kelompok plasebo (24 %). KIPI terbanyak berupa nyeri ringan dan sedang pada lokasi penyuntikan yang dialami pada 13 % subjek. Sementara itu, kasus KIPI serius hanya terjadi pada 1 kasus dan tidak berkaitan dengan vaksin. 

    Kemungkinan efek samping yang dialami pada kelompok usia 3-11 tahun adalah demam, sedangkan pada kelompok usia 12-17 tahun dapat mengalami nyeri di lokasi suntikan dan tidak ada laporan demam.

    Produk Terkait : Vitamin Anak

    Lokasi dan Tanggal Vaksinasi Covid-19 Anak dan Remaja

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghimbau bahwa pemberian vaksin Covid-19 dilakukan di sekolah dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat atau Kanwil Kementerian Agama setempat, khusus bagi madrasah atau pesantren. Selain itu, berikut adalah beberapa daftar lokasi vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun :

    Universitas Budi Luhur, Auditorium Grha Mahardika Bujana (Jakarta Selatan)

    Vaksinasi dijadwalkan setiap hari Senin-Jumat pukul 08.00-14.00 WIB (Sabtu tentative). Dengan persyaratan sebagai berikut :

    • Berusia 12 tahun ke atas.
    • Menerima semua KTP tanpa syarat domisili.
    • Membawa KTP atau fotokopi Kartu Keluarga (KK).
    • Melakukan pendaftaran d https://form.budiluhur.ac.id/Vaksinasiubl

    Universitas Pancasila, Aula Masjid At-Taqwa (Jakarta Selatan)

    Vaksinasi dijadwalkan pada 5-8 Juli 2021 pukul 08.00-15.00 WIB. Berikut adalah persyaratannya :

    • Minimal berusia 12 tahun.
    • Membawa Kartu Keluarga (KK) atau KTP DKI Jakarta asli dan fotokopi/surat keterangan domisili/surat keterangan bekerja di DKI Jakarta.
    • Melakukan pendaftaran di : https://bit.ly/sentravaksinup
    • Informasi lebih lanjut hubungi (021) 7270086 ext. 133.

    RSUD Matraman (Jakarta Timur)

    Vaksinasi dijadwalkan setiap hari Senin-Jumat pukul 10.00-12.00 WIB, dengan persyaratannya sebagai berikut :

    • Berusia 12 tahun ke atas.
    • Melakukan pendaftaran melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini).

    Menara M-Ten (Jakarta Selatan)

    Sahabat Sehat, vaksinasi dijadwalkan pada 5-10 Juli 201 dan dimulai pada pukul 09.00-14.00 WIB. Berikut adalah persyaratannya :

    • Berlaku untuk semua domisili.
    • Berlaku untuk anak 12 tahun ke atas dengan membawa Kartu Keluarga atau NIK anak.
    • Wajib membawa KTP.
    • Melakukan pendaftaran di https://bit.ly/Sentravaksinasiumum

    Klinik Cinta Anak Bangsa (Jakarta Barat)

    Vaksinasi dijadwalkan pada 7-31 Juli 2021, kecuali hari Senin, Minggu, dan tanggal merah dengan persyaratan sebagai berikut :

    • Mempunyai e-KTP. Bagi peserta vaksin berusia dibawah 18 tahun membawa Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Identitas Anak (KIA).
    • Membawa alat tulis pribadi.
    • Melakukan pendaftaran di tautan www.ycabfoundation.org
    • Vaksinasi dilakukan secara drive thru.

    Sekretariat DPW PAN DKI Jakarta (Jakarta Selatan)

    Vaksinasi dijadwalkan pada Rabu, 7 Juli 2021 dan dimulai pada pukul 08.00 sampai dengan selesai. Berikut adalah persyaratannya :

    • Berusia 12 tahun ke atas.
    • Melakukan pendaftaran ke Whatsapp 0822-9990-4755.

    Rumah Sakit Kanker Dharmais, Lantai 1 (Jakarta Barat)

    Pemberian vaksin Covid-19 dijadwalkan setiap hari Senin-Jumat pukul 08.00-12.00 WIB. Berikut adalah persyaratannya :

    • Membawa KTP asli atau Kartu Keluarga bagi pendaftar berusia 12-17 tahun.
    • Membawa surat keterangan layak vaksin bagi peserta vaksinasi yang memiliki penyakit.
    • Melakukan pendaftaran melalui https://simrspknrskd.com/vaksin/
    • Diharapkan untuk tidak membawa kendaraan pribadi.

    Mall Kota Kasablanka (Jakarta Selatan)

    Vaksinasi dilaksanakan di Mall Kota Kasablanka lantai 3, diberikan dalam dua periode yaitu  periode 1 pada 5-9 Juli dan periode 2 pada 12-16 Juli. Berikut adalah persyaratannya :

    • Membawa lembar pre screening yang sudah dicetak
    • KTP asli atau Kartu Keluarga (KK) bagi yang berusia 12-17 tahun.
    • Membawa pulpen
    • Pendaftaran dengan mengunduh aplikasi JAKI (Jakarta Kini)

    Sentra Vaksinasi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan

    Vaksinasi dilaksanakan di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan (Zona A) pada 1 Juli – 16 Agustus 2021, setiap hari Senin – Jumat dengan kuota sebanyak 600 peserta vaksin per hari. Berikut adalah persyaratannya :

    • Berusia 12 tahun ke atas.
    • Membawa fotokopi KTP 2 lembar untuk usia 18 tahun keatas
    • Membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Identitas Anak (KIA) 2 lembar untuk usia 12-17 atau dokumen lain yang mencantumkan NIK anak.
    • Tidak terdaftar di vaksin gotong royong.
    • Info pendaftaran langsung di tempat registrasi jam 08.00-12.00 WIB.

    Puri Begawan (Kota Bogor)

    Vaksinasi Covid-19 di Puri Begawan dijadwalkan pada 6-9 Juli 2021, dengan persyaratan sebagai berikut :

    • Memiliki KTP atau NIK Kota Bogor
    • Usia 12 tahun ke atas
    • Mendaftar di https://bit.ly/DAFTARVAKSIN_3
    • Pendaftaran ditutup setelah mencapai kuota 5.000 orang.

    Rumah Sakit Lapangan Artha Graha Peduli (Rumkitlap AGP) (Jakarta Utara)

    Sahabat Sehat, vaksinasi dijadwalkan setiap hari Senin-Sabtu pukul 10.00-14.00 WIB dengan syarat sebagai berikut :

    • Terbuka untuk semua WNI berusia 12 tahun keatas yang memiliki NIK.
    • Penyandang disabilitas.
    • Membawa identitas diri berupa KTP atau Kartu Keluarga.
    • Melakukan pendaftaran online melalui https://agparthakes.id/vaksin-umum

    Mall Artha Gading, Function Hall Lantai 5 (Jakarta Utara)

    Vaksinasi dijadwalkan setiap hari Senin-Sabtu pukul 10.00-14.00 WIB. Berikut adalah persyaratannya :

    • Terbuka untuk semua WNI berusia di atas 12 tahun yang memiliki NIK.
    • Penyandang disabilitas.
    • Membawa identitas diri berupa KTP atau Kartu Keluarga.
    • Melakukan pendaftaran online melalui http://agparthakes.id/vaksin-umum

    SCBD, Lot 8 (Jakarta Selatan)

    Vaksinasi Covid-19 dijadwalkan setiap hari Senin-Sabtu pukul 10.00-14.00 WIB dengan persyaratan sebagai berikut :

    • Terbuka untuk semua WNI berusia di atas 12 tahun yang memiliki NIK.
    • Penyandang disabilitas.
    • Membawa identitas diri berupa KTP atau Kartu Keluarga.
    • Melakukan pendaftaran online melalui http://agparthakes.id/vaksin-umum

    Hotel Borobudur Jakarta, Hall Majapahit (Jakarta Pusat)

    Sahabat Sehat, vaksinasi dijadwalkan setiap hari Senin-Sabtu pukul 10.00-14.00 WIB dengan persyaratan sebagai berikut :

    • Terbuka untuk semua WNI berusia di atas 12 tahun yang memiliki NIK.
    • Penyandang disabilitas.
    • Membawa identitas diri berupa KTP atau Kartu Keluarga.
    • Melakukan pendaftaran online melalui http://agparthakes.id/vaksin-umum

    Summarecon Mall Serpong, Gedung Parkir L6 SMS 2 (Kabupaten Tangerang)

    Vaksinasi diberikan pada Minggu 4 Juli 2021 pukul 08.00-14.00 WIB, dengan persyaratan sebagai berikut :

    • Membawa KTP/Kartu Keluarga/surat keterangan domisili di Kabupaten Tangerang
    • Berusia 12 tahun ke atas.
    • Belum pernah terdaftar vaksinasi.
    • Melakukan pendaftaran di https://bit.ly/css_daftarvaksinc19
    • Informasi lebih lanjut hubungi (021) 5422-0811 atau 0813-1772-0859.

    RS St. Carolus Summarecon Serpong (Kabupaten Tangerang)

    Vaksinasi diberikan pada Senin 5 Juli 2021 pukul 08.00-12.00 WIB, dengan syarat sebagai berikut :

    • Membawa KTP/Kartu Keluarga/surat keterangan domisili di Kabupaten Tangerang
    • Berusia 12 tahun ke atas.
    • Belum pernah terdaftar vaksinasi.
    • Melakukan pendaftaran di https://bit.ly/css_daftarvaksinc19
    • Informasi lebih lanjut hubungi (021) 5422-0811 atau 0813-1772-0859.

    Mal Taman Anggrek (Jakarta Barat)

    Sahabat Sehat, vaksinasi Covid-19 dijadwalkan setiap hari Senin-Minggu pukul 10.00-16.00 WIB di Ground Floor – The Kitchen untuk tahap registrasi dan verifikasi data. Sementara di lantai 4 – North Wing untuk tahap screening kesehatan, vaksinasi, dan observasi. Berikut adalah persyaratannya :

    • Anak berusia 12-17 tahun.
    • Membawa Kartu Keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan NIK anak.
    • Bagi anak yang berdomisili di luar DKI Jakarta, maka diharuskan juga untuk membawa surat keterangan domisili.
    • Melakukan pendaftaran di https://tinyurl.com/vaccinejkt

    Klinik Pediacare (Jakarta Selatan)

    Klinik Pediacare menyediakan layanan vaksinasi Covid-19 untuk anak dan remaja, dengan persyaratan sebagai berikut :

    • Anak berusia 12-17 tahun.
    • Membawa Kartu Keluarga DKI Jakarta atau identitas lain yang mencantumkan NIK anak.
    • Melakukan pendaftaran melalui https://bit.ly/vaksincovidanak

    Informasi lebih lanjut hubungi 0819-1000-0019.

    Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta Pusat)

    Sahabat Sehat, vaksinasi Covid-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno di jadwalkan pada 3-4 Juli 2021. Berikut adalah persyaratannya :

    • Membawa lembar pre-screening yang telah dicetak.
    • Membawa KTP asli atau fotokopi Kartu Keluarga bagi pendaftar berusia 12-17 tahun.
    • Melakukan pendaftaran dan memilih jadwal vaksinasi melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini).

    RSIA SamMarie Basra (Jakarta Timur)

    Vaksinasi Covid-19 dijadwalkan setiap hari Rabu dan Jumat pukul 09.00-14.00 WIB, yang di mulai pada 7 Juli 2021. Berikut adalah persyaratannya :

    • Anak dan remaja berusia 12-17 tahun.
    • Membawa Kartu Keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan NIK anak.
    • Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat menghubungi (021) 8661-3145 atau Whatsapp 0877-8400-2551/0821-5712-2323/0812-1913-5501.

    Baca Juga : Gejala Covid-19 pada Anak-Anak

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai lokasi dan tanggal pemberian vaksin Covid-19 untuk anak dan remaja. Setelah divaksin, tetap terapkan protokol kesehatan 5M (menggunakan masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, menjaga jarak, serta membatasi mobilisas). 

    Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Destria. 5 Fakta Vaksinasi COVID-19 untuk Anak 12-17 Tahun, Syarat hingga Dosisnya [Internet]. Indonesia : DetikHealth. 2021 [updated 2021 July 05; cited 2021 July 06]. Available from : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5630689/5-fakta-vaksinasi-covid-19-untuk-anak-12-17-tahun-syarat-hingga-dosisnya
    2. Nabila A. Gaskeun! Daftar Lokasi Vaksin COVID-19 yang Sudah Layani Anak 12-17 Tahun [Internet]. Indonesia : DetikHealth. 2021 [updated 2021 July 06; cited 2021 July 07]. Available from : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5628223/gaskeun-daftar-lokasi-vaksin-covid-19-yang-sudah-layani-anak-12-17-tahun
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Sahabat Sehat, infeksi virus Sars CoV-2 mayoritas menyerang saluran pernafasan sehingga menyebabkan keluhan batuk hingga sesak nafas.1 Seiring dengan semakin terbatasnya ruang perawatan dan ketersediaan oksigen, dianjurkan bagi penderita Covid-19 dengan gejala ringan maupun tanpa gejala untuk melakukan isolasi mandiri di […]

    Posisi Proning Untuk Mengatasi Sesak Nafas Saat Isolasi Mandiri

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Sahabat Sehat, infeksi virus Sars CoV-2 mayoritas menyerang saluran pernafasan sehingga menyebabkan keluhan batuk hingga sesak nafas.1 Seiring dengan semakin terbatasnya ruang perawatan dan ketersediaan oksigen, dianjurkan bagi penderita Covid-19 dengan gejala ringan maupun tanpa gejala untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.2 Salah satu hal penting yang harus dipantau selama dirumah adalah kadar saturasi oksigen dalam tubuh. Nah Sahabat Sehat, apa yang perlu dilakukan selama isolasi mandiri dirumah untuk mengatasi sesak nafas akibat menurunnya kadar oksigen dalam tubuh ? Mari simak penjelasan berikut.

    Pentingnya Mengecek Kadar Saturasi Oksigen

    Salah satu pemeriksaan yang harus Sahabat Sehat lakukan setiap hari saat menjalani isolasi mandiri adalah pemeriksaan kadar saturasi oksigen dengan menggunakan alat oksimetri. 

    Jika Sahabat Sehat mengalami kesulitan bernafas, serta kadar saturasi oksigen menunjukkan angka dibawah 95% sebaiknya melakukan posisi proning yang bertujuan untuk meningkatkan kadar saturasi oksigen didalam tubuh.3

    Baca Juga : Perlukah Tabung Oksigen Saat Isoman di Rumah

    Apa Itu Posisi Proning ?

     

    Proning adalah posisi tubuh yang disetujui secara medis dan dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan yaitu dengan memposisikan tubuh berbaring tengkurap dengan wajah menghadap ke bawah untuk meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh. 

    Posisi proning cukup bermanfaat dalam meningkatkan kadar saturasi oksigen tubuh terutama bagi pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah, sehingga meminimalkan kebutuhan tabung oksigen.3,4

    Bagaimana Cara Posisi Proning ?

    Gambar 1.Ilustrasi Posisi Proning.3

     

    Sahabat Sehat dapat memposisikan tubuh berbaring tengkurap menggunakan bantal atau berbaring ke salah satu sisi (kanan atau kiri) maupun duduk dengan sudut 60-900. Secara medis, dokter menyarankan agar pasien tetap tengkurap minimal 30 menit hingga maksimal 2 jam dengan tujuan untuk meningkatkan ventilasi udara yang masuk ke dalam paru-paru serta menjaga alveolar paru terbuka sehingga lebih mudah bernafas dan meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh.3-5

    Gambar 2. Ilustrasi Posisi Proning.5

    Baca Juga : Yuk Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut 2

    Kondisi Penting Saat Melakukan Posisi Proning

    Sahabat Sehat, saat melakukan posisi proning di rumah sebaiknya perhatikan beberapa kondisi berikut :

    • Ibu hamil tidak dianjurkan melakukan posisi proning
    • Tidak dianjurkan pada pasien yang menderita Deep Venous Thrombosis, maupun riwayat penyakit jantung berat.
    • Tidak dianjurkan bagi Sahabat Sehat yang mengalami patah tulang paha dan panggul, serta kelainan bentuk tulang belakang.
    • Hindari melakukan posisi proning setelah makan. Lakukan minimal 1 jam setelah makan
    • Pastikan ventilasi udara di ruangan sangat baik.3-5

    Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Posisi Proning ?

    Posisi proning dapat dilakukan jika kadar saturasi oksigen Sahabat Sehat mencapai dibawah 94% dengan menggunakan alat ukur oksimetri.3,4 Namun Sahabat Sehat tetap perlu waspada, jika kadar saturasi oksigen mencapai dibawah 90%, pucat, lemas, bibir dan jari kebiruan serta sesak nafas, maka jangan menunda mencari pertolongan medis ke fasilitas kesehatan terdekat.

    Baca Juga : Asma dan Covid-19

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai mengenai posisi proning untuk membantu meningkatkan kadar saturasi oksigen dalam tubuh saat menjalani isolasi mandiri di rumah. Jika selama di rumah, Sahabat Sehat memiliki keluhan maka segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. 

    Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Centers for Disease Control and Prevention. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) – Symptoms [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 Feb 22; cited 2021 July 06]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/symptoms-testing/symptoms.html
    2. BBC News Indonesia. IGD dan ICU sejumlah rumah sakit penuh, pasien dirawat di tenda – ‘Kondisinya darurat mirip perang’ [Internet]. Indonesia : BBC News Indonesia. 2021 [updated 2021 July 05; cited 2021 July 06]. Available from: https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-57711018
    3. Jagga R. Explained: Proning, and how it can help Covid-19 patients breathe easier [Internet]. India : The Indian Express. 2021 [updated 2021 May 11; cited 2021 July 06].  Available from: https://indianexpress.com/article/explained/what-is-proning-covid-patients-breathing-7302520/
    4. Ministry of Health & Family Welfare Government of India. COVID-19 Proning for Self care [Internet]. India : Ministry of Health & Family Welfare Government of India; [cited 2021 July 06]. Available from: https://www.mohfw.gov.in/pdf/COVID19ProningforSelfcare3.pdf
    5. Bentley S, Iavicoli L, Cherkas D, Lane R, Wang E, Atienza M et al. Guidance and Patient Instructions for Proning and Repositioning of Awake, Nonintubated COVID‐19 Patients. Academic Emergency Medicine. 2020;27(8):787-791.
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, akhir-akhir ini program vaksinasi Covid-19 semakin ditingkatkan di seluruh Indonesia. Namun masih menjadi pertanyaan di tengah masyarakat, apakah seseorang yang memiliki riwayat penyakit (komorbid) diperbolehkan menerima vaksin Covid-19 ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut. Rekomendasi PAPDI Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) memberikan […]

    Bolehkah Penderita Riwayat Penyakit/Komorbid Divaksin Covid-19 ?

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    divaksin covid-19 saat berpuasa

    Sahabat Sehat, akhir-akhir ini program vaksinasi Covid-19 semakin ditingkatkan di seluruh Indonesia. Namun masih menjadi pertanyaan di tengah masyarakat, apakah seseorang yang memiliki riwayat penyakit (komorbid) diperbolehkan menerima vaksin Covid-19 ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

    Rekomendasi PAPDI

    Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) memberikan informasi perihal vaksinasi Covid-19 bagi peserta vaksin yang memiliki riwayat penyakit penyerta, sebagai berikut :

    • Penyakit Autoimun

    Penderita penyakit autoimun layak mendapatkan vaksin Covid-19 jika sudah dinyatakan stabil, sesuai rekomendasi dokter yang menangani.

    • Riwayat Alergi

    Bagi Sahabat Sehat yang memiliki riwayat alergi makanan maupun obat, serta penderita rhinitis alergi, maka dapat diberikan vaksin Covid-19. Sementara bagi individu yang memiliki riwayat reaksi anafilaktik dan urtikaria, perlu berhati-hati ketika diberikan vaksin Covid-19. Lakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter yang menangani.

    • Penyakit Paru

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), dan Interstitial Lung Disease (ILD) yang terkontrol dapat diberikan vaksin Covid-19.

    Baca Juga : Rentan Tertular Virus Covid-19

    • Penyakit Hati

    Bagi Sahabat Sehat yang memiliki riwayat penyakit hati, lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebab efektivitas vaksin Covid-19 dapat menurun seiring dengan progresivitas penyakit. 

    Sementara pada individu yang sudah menjalani transplantasi hati, dapat diberikan vaksin Covid-19 minimal 3 bulan pasca transplantasi dan telah menggunakan obat penekan sistem imun (imunosupresan) dosis minimal.

    • Hipertensi

    Bagi Sahabat Sehat yang memiliki riwayat hipertensi, dapat diberikan vaksin Covid-19 selama tekanan darah kurang dari 180/110 mmHg 

    • Penyakit Ginjal Kronis

    Bagi Sahabat Sehat yang memiliki riwayat penyakit ginjal kronis yang saat ini dalam kondisi stabil, dapat diberikan vaksin Covid-19. Lakukan konsultasi lebih dahulu dengan dokter yang menangani.

    • Transplantasi Ginjal

    Pada individu yang baru menerima transplantasi ginjal dan mendapatkan obat penekan sistem imun serta kini dalam kondisi stabil, dapat diberikan vaksin Covid-19. Sahabat Sehat perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter yang menangani

    Baca Juga : Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19

    • Penyakit Jantung

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita gagal jantung, penyakit jantung koroner, dan aritmia yang dalam kondisi stabil maka dapat diberikan vaksin Covid-19.

    • Penyakit Saluran Cerna

    Bagi penderita penyakit saluran cerna selain Inflammatory Bowel Disease (IBD) akut, dapat diberikan vaksin Covid-19. Bagi penderita IBD yang akut, ditandai dengan BAB berdarah, berat badan turun, demam, nafsu makan menurun sebaiknya vaksinasi ditunda dan konsultasikan kembali ke dokter yang menangani.

    • Diabetes melitus

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita diabetes melitus, dapat menerima vaksin Covid-19 kecuali dalam kondisi metabolik akut.

    • Obesitas

    Bagi penderita obesitas tanpa riwayat penyakit (komorbid) yang berat, dapat diberikan vaksin Covid-19.

    • Penyakit Tiroid

    Bagi Sahabat Sehat yang memiliki riwayat penyakit hipertiroid maupun nodul tiroid, dan kini kondisi sudah stabil maka dapat diberikan vaksin Covid-19.

    • Kanker darah, kanker tumor padat, kelainan darah seperti thalasemia, imunohematologi, hemofilia, gangguan koagulasi dan kondisi lainnya.

    Lakukan konsultasi dengan dokter yang merawat sebelum diberikan vaksin Covid-19.

    • Gangguan Psikosomatis

    Bagi individu yang memiliki riwayat gangguan cemas maupun depresi berat, dianjurkan diperbaiki kondisi klinisnya sebelum menerima vaksinasi. 

    • HIV dan Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh

    Bagi penderita HIV, vaksin Covid-19 dapat diberikan jika kadar CD4 mencapai diatas 200 sel/mm3.

    Baca juga : Orang yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Covid-19

    Apabila Sahabat Sehat ragu, konsultasikan kembali dengan dokter yang merawat. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan konsultasi Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Rekomendasi PAPDI tentang Pemberian Vaksinasi COVID-19 pada Pasien dengan Penyakit Penyerta/ Komorbid (Revisi 18 Maret 2021) [Indonesia]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. 2021 [updated 2021 March 18]. Available from : https://www.papdi.or.id/berita/info-papdi/1024-rekomendasi-papdi-tentang-pemberian-vaksinasi-covid-19-pada-pasien-dengan-penyakit-penyerta-komorbid-revisi-18-maret-2021
    2. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Tentang Vaksin Covid-19 [Internet]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. 2021 [updated 2021 Mar 01; cited 2021 July 05]. Available from :https://www.papdi.or.id/download/1026-fqa-pertanyaan-yang-sering-ditanyakan-tentang-vaksin-covid-19-update-24-maret-2021 
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja