Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 21–30 of 1082 results

  • Kuku Sebagai Alat Prediksi Kanker Paru

    Menurut studi terbaru yang dipublikasikan di American Journal of Epidemiology, kadar nikotin dalam kuku kaki dapat digunakan sebagai alat untuk memprediksi risiko terkena kanker paru-paru.

    Fakta bahwa kuku kaki tumbuh lambat, dan kadar nikotin dalam kuku kaki lebih stabil daripada dalam air liur atau urin, membuat kuku kaki sebagai indikator yang baik dalam mendeteksi hal tersebut.

    Lebih dari 30.000 orang diminta memberikan potongan kuku kaki mereka dan peneliti membandingkan potongan kuku dari 210 laki-laki yang terkena kanker paru-paru dengan laki-laki yang sehat.

    Walaupun kebiasaan merokok telah dihilangkan, adanya nikotin dalam kuku kaki tetap terdeteksi . Yang mengagetkan, lebih dari 10 persen laki-laki dengan kadar nikotin tertinggi ternyata tidak pernah merokok. Hal ini semakin menguatkan pernyataan bahwa merokok pasif sama berbahayanya dengan merokok aktif.

    Dengan studi ini, dibuktikan bahwa kadar nikotin dalam kuku kaki bisa digunakan sebagai biomarker terhadap paparan tembakau melalui kebiasaan merokok aktif atau terkena paparan asap rokok.

     

    Sumber-Medindia

    Read More
  • Uji Diagnostik Efektif Pendeteksi Kanker Paru Pada Perokok Pasif

    Peneliti AS telah menemukan sebuah metode diagnostik murah, cepat, dan efektif untuk mengidentifikasi kelompok pasien yang tidak pernah merokok namun terkena kanker paru. Ternyata , sekitar 8-12% pasien dengan kanker paru yang tidak pernah merokok dikaitkan dengan timbulnya sebuah produk protein yang disebut anaplasticlimfoma kinase (Alk).

    Dr Ping Yang dari Mayo Clinic, Rochester, Amerika Serikat, mengatakan, “Protein ini mengisyaratkan timbulnya resiko progresivitas penyakit dua kali lipat risiko dalam 5 tahun dibandingkan dengan perokok yang menderita kanker paru namun protein Alk dalam tubuhnya negatif.”

    Metode untuk menguji status Alk pada pasien dapat membantu dokter memilih terapi yang paling tepat untuk pasien demikian. Penelitian selanjutnya ditujukan untuk melihat apakah skrining imunohistokimia, dilanjutkan dengan uji konfirmasi menggunakan fluoresensi hibridisasi in situ, merupakan cara yang praktis dalam melakukan metode ini.

    Sumber : Medindia

    Read More
  • Kanker Paru

    Dikatakan bahwa 1 dari 9 perokok berat berpeluang menderita kanker paru. Anak-anak yang terpapar asap rokok selama 25 tahun pada usia dewasa akan terkena risiko kanker paru. Perempuan yang hidup dengan suami atau pasangan yang perokok memiliki peluang 2-3 kali lipat menderita kanker paru.

    Lalu, apa kaitan sebenarnya antara rokok dan kanker paru? Kalau memang rokok dapat menyebabkan kanker paru, mengapa bisa terjadi demikian? Sebelum pertanyaan-pertanyaan itu terjawab anda perlu tahu dulu apa itu kanker paru!

    APA ITU KANKER PARU SEBENARNYA?
    Insiden kanker paru cukup tinggi. Di Indonesia sendiri kanker paru berada di posisi nomor 4 kanker terbanyak. Dan kebanyakan dari pasien kanker paru (65%) adalah pria.

    Kanker paru adalah penyakit yang ditandai adanya jaringan yang tumbuh (tumor) tak terkontrol pada paru-paru.

    Tumor paru dibagi atas dua yaitu Small cell lung cancer (SCLC) dan Non-Small lung cancer (NSCLC). NSCLC mencakup sekitar 85% dari seluruh kasus kanker paru. Dan NSCLC dibagi lagi menjadi adenokarsinoma, karsinoma sel skuamus, dan karsinoma sel besar. Sementara jenis kanker SCLC merupakan tipe yang lebih sedikit dari kasus kanker paru. SCLC ini disebut juga dengan istilah “oat cell carcinoma” karena mirip bentuk biji gandum.

    APA SAJA YANG MENJADI TANDA DAN GEJALA PENYAKIT KANKER PARU-PARU?

    Sebenarnya tidak ada gejala spesifik dari kanker paru, malah kadang tidak disadari oleh penderita hingga kanker sudah menyebar. Yang bisa menjadi tanda dan gejala kanker paru antara lain:

    • batuk darah
    • berat badan menurun, lemah, dan kurang nafsu makan
    • sulit menelan
    • nafas pendek
    • suara terdengar agak parau
    • sakit di bagian dada

    Terkadang penderita kanker paru sulit bernafas jika kanker-nya tumbuh pada saluran pernafasan.

    APA YANG MENYEBABKAN PENYAKIT INI TERJADI?

    Diduga penyebab utama dari 87% kasus kanker paru adalah merokok. Dalam rokok terkandung karsinogen (semacam pemicu kanker). Nah, karsinogen pun mengandung banyak zat-zat seperti nitrosamine, benzopyrene, dan vinyl chloride.

    Penyebab lain yang cukup berperan pada banyak kasus adalah gas radon. Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau. Gas ini terbentuk dari pemecahan radioaktif radium. Diduga gas radon ini menjadi penyebab nomor dua kanker paru.

    Penyebab kanker paru lainnya antara lain asbestos dan virus. Virus-virus yang dimaksud misalnya papilloma virus, JC Virus, Simian Virus, BK Virus, dan cytomegalovirus.

    TERAPI APA YANG TEPAT UNTUK KANKER PARU-PARU?

    Tiga terapi yang paling umum dilakukan pada kanker paru adalah pembedahan, kemoterapi dan terapi radiasi. Terapi yang diberikan tergantung pada kondisi pasien atau stadium kanker yang diderita. Misalnya NSCLC. Tipe ini memiliki 4 stadium mulai dari stadium I sampai stadium IV.

    Stadium kanker paru dapat dilihat di tabel berikut :

    Terapi yang dapat dilakukan adalah :

    • Pembedahan. Terapi pembedahan sangat umum dilakukan pada pasien kanker paru stadium penyakit I dan II NSCLC. Sedangkan pada stadium III terapi ini masih kontroversial.. Walaupun sebenarnya ada beberapa pasien tertentu dari stadium III yang mendapat pembedahan. Selain itu ada referensi yang menyebutkan pembedahan bisa dilakukan pada stadium IIIA. Tipe pembedahan meliputi “wedge resection” (pengambilan sebagian dari satu lobus), lobectomy (satu lobus), bilobectomy (dua lobus), dan pneumonectomy (seluruh paru-paru).
    • Terapi radiasi. Jika pasien stadium I dan II NSCLC gagal mendapat efek dari terapi pembedahan, maka terapi radiasi biasanya akan diberikan. Dalam hal ini terapi radiasi dilakukan pada kasus yang “inoperable” (terapi pembedahan gagal memberi efek terapi). Secara umum terapi radiasi diberikan pada pasien stadium III dan IV NSCLC.
    • Kemoterapi. Kemoterapi digunakan sebagai terapi dasar untuk pasien mulai dari stadium IIIA. Pada pasien NSCLC, kemoterapi yang sering digunakan adalah cisplatin dan carboplatin yang dikombinasikan dengan gemcitabine, paclitaxek, docetaxel, etoposide atau vinorebine. Sedangkan pada penderita SCLC, biasanya diberkan cisplatin dan carboplatin. Dan terkadang dikombinasikan dengan carboplatin, gemcitabine, paclitaxel, vinorelbine, topotecan dan irinotecan.

    APA SAJA KOMPLIKASI DARI KANKER PARU-PARU?

    Komplikasi yang umum terjadi pada kanker paru antara lain:

    • hiperkalsemia (tingginya kadar kalsium).
    • terjadi perdarahan setelah dilakukan biopsi
    • kadang terjadi penekanan pada korda spinalis. Jika terjadi hal ini, maka segera berikan kortikosteroid.

    Selain itu semua, komplikasi lain yang terjadi bisa akibat dari kemoterapi. Misalnya

    • neutropenia (kekurangan neutrofil)
    • gagal ginjal akibat dampak dari cisplatin
    • kekurangan magnesium. Juga akibat dari cisplatin.

    Kematian pun tidak jarang bisa terjadi sesudah terapi pembedahan.

    APA SAJA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH KANKER PARU-PARU?
    Karena merokok merupakan penyebab utama kanker paru maka pencegahan utama yang dapat dilakukan adalah tidak merokok! Kalau bisa jangan pernah merokok!

    Bagi anda yang mungkin sudah terlanjur merokok ataupun perokok aktif, ada baiknya jika anda segera menghentikan kebiasaan anda itu.

    Peran pemerintah juga sangat dibutuhkan disini. Misalnya tentang edukasi publik mengenai bahaya merokok, membuat larangan merokok pada area-area tertentu, dan meningkatkan pajak tembakau.

    SUMBER REFERENSI:
    ●Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. “Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam”. Penerbitan IPD FKUI Pusat. Jakarta. 2007: 1005 – 1010.
    ●Huq, Syed. MD. (February 2010). “Lung Cancer: Non-Small Cell”.http://www.emedicine.com/
    ●Sarma, Sat. MD. FRCPC (May 2009). “Lung Cancer: Non-Small Cell”.http://www.emedicine.com/

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, seiring berkembangnya teknologi digital kini masyarakat dapat memantau kondisi kesehatan tubuh selama dirumah. Berbagai aplikasi dan alat kesehatan digital telah terhubung melalui jam pintar maupun ponsel sehingga turut membantu Sahabat Sehat menjaga kesehatan tubuh. Nah Sahabat Sehat, apa saja teknologi kesehatan yang dapat diakses dengan mudah […]

    Canggih ! Teknologi Kesehatan Berikut Terhubung Dengan Ponsel

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    teknologi pada praktik medis

    Sahabat Sehat, seiring berkembangnya teknologi digital kini masyarakat dapat memantau kondisi kesehatan tubuh selama dirumah. Berbagai aplikasi dan alat kesehatan digital telah terhubung melalui jam pintar maupun ponsel sehingga turut membantu Sahabat Sehat menjaga kesehatan tubuh. Nah Sahabat Sehat, apa saja teknologi kesehatan yang dapat diakses dengan mudah melalui ponsel ? Mari simak penjelasan berikut ini.

    Jam Tangan Pintar

    Kini jam pintar dari berbagai macam merk telah menyediakan fitur untuk mendeteksi denyut nadi, rekam jantung (EKG), jumlah kalori yang dibakar saat berolahraga, maupun jumlah langkah kaki per hari yang terhubung dengan ponsel. Sahabat Sehat dapat menggunakan jam tangan pintar sebagai salah satu cara untuk memantau kondisi kesehatan sehari-hari. 

    Produk Terkait : WISH Health Watch

    Aplikasi Kesehatan Harian

    Bagi pengguna ponsel android, kini tersedia beragam aplikasi kesehatan yang dapat digunakan untuk memantau jumlah cairan minum, makanan yang dikonsumsi, jam tidur, kalori yang dibakar saat berolahraga, serta jumlah langkah per hari. Sahabat Sehat dapat memantau jumlah asupan kalori dari makanan lalu membandingkan dengan jumlah kalori yang dikeluarkan saat beraktivitas sehari-hari.

    Aplikasi Olahraga

    Bagi Sahabat Sehat yang sebelum masa pandemi Covid-19 rutin melakukan olahraga, kini dapat tetap melakukan olahraga dirumah dengan menggunakan aplikasi olahraga yang terhubung dengan ponsel. Pilih jenis olahraga yang disukai lalu ikuti gerakannya dirumah, setelahnya akan muncul perkiraan jumlah kalori yang Sahabat Sehat keluarkan setelah berolahraga.

    Monitor Rekam Jantung

    Salah satu teknologi teranyar yang cukup bermanfaat adalah alat monitor rekam jantung yang terhubung dengan ponsel. Sebagai contohnya, alat rekam jantung digunakan dengan meletakkan jari pada alat lalu hasil rekam jantung akan terkirim ke ponsel.

    Perangkat Ultrasound 

    Selanjutnya, kini tersedia perangkat ultrasound yang dapat dibawa (portable) dan terhubung dengan ponsel. Perangkat ultrasound umumnya digunakan untuk memeriksa kondisi organ dalam tubuh seperti perut, panggul, dan lainnya.

    Alat Pemantau Gula Darah

    Salah satu alat yang cukup berguna bagi Sahabat Sehat di rumah yang menderita kencing manis adalah alat pemantau gula darah (glukometer). Kini tersedia alat pemantau gula darah yang terhubung dengan ponsel, sehingga Sahabat Sehat dapat mencatat dan memantau kadar gula darah melalui ponsel.

    Alat Pengukur Tekanan Darah

    Bagi Sahabat Sehat yang memiliki riwayat penyakit komorbid, atau sudah memasuki usia lanjut tentu alat pengukur tekanan darah menjadi salah satu barang wajib yang dimiliki di rumah selama masa pandemi Covid-19. Sahabat Sehat tetap dapat memantau tekanan darah melalui alat pengukur tekanan darah yang kini telah terhubung dengan ponsel pintar. 

    Tekanan darah idealnya mencapai 120/80 mmHg. Sahabat Sehat perlu mewaspadai jika tekanan darah mencapai > 130/90 mmHg atau bila disertai dengan keluhan pusing dan lemas, maka dianjurkan untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

    Layanan Terkait : Chatdokter 24 jam

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai perkembangan teknologi canggih di dunia kesehatan yang kini sudah terhubung dengan ponsel. Salah satu produk yang Sahabat Sehat dapat gunakan adalah jam tangan pintar Wish Health yang dapat mengukur detak jantung, kadar oksigen darah, tekanan darah, tingkat stress, geofencing, jam tidur, statistik aktivitas, jumlah kalori terbakar, serta fitur lainnya. 

    Jika Sahabat Sehat tertarik dengan jam tangan pintar Wish Health,  silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi :

    1. Aliyah M. 8 Alat Kesehatan Ini Bisa Dimonitor Pakai Smartphone, Praktis Banget [Internet]. Indonesia : IDN Times. 2019 [updated 2019 April 23; cited 2021 July 14]. Available from : https://www.idntimes.com/tech/gadget/mirqotul-aliyah/8-alat-kesehatan-ini-bisa-dimonitor-pakai-smartphone-c1c2/7
    2. Formaningrum A. 5 Aplikasi Smartphone yang Bisa Bantu Kontrol Kesehatan Tubuhmu! [Internet]. Indonesia : IDN Times. 2018 [updated 2018 March 26; cited 2021 July 14]. Available from : https://www.idntimes.com/tech/trend/aida-fajriyatin-formaningrum/5-aplikasi-smartphone-yang-bisa-bantu-kontrol-kesehatan-tubuhmu-c1c2/5
    3. Akbar D. Smartwatch WISH, Jam Pintar Anak Bangsa yang Bisa Deteksi COVID-19 [Internet]. Indonesia : Info Komputer. 2020 [updated 2020 Dec 06; cited 2021 July 14]. Available from : https://infokomputer.grid.id/read/122459092/smartwatch-wish-jam-pintar-anak-bangsa-yang-bisa-deteksi-covid-19
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, angka penderita Covid-19 kian meningkat setiap harinya. Kini masyarakat  melakukan berbagai cara untuk melindungi diri dari penularan Covid-19. Mulai dari mencuci tangan, membawa hand sanitizer, menggunakan masker, hingga melakukan vaksinasi.  Namun, ruang lingkup penularan virus Covid-19 ternyata tidak dapat diputus hanya […]

    Tips Mencuci Pakaian Cegah Penularan Covid-19

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Sahabat Sehat, angka penderita Covid-19 kian meningkat setiap harinya. Kini masyarakat  melakukan berbagai cara untuk melindungi diri dari penularan Covid-19. Mulai dari mencuci tangan, membawa hand sanitizer, menggunakan masker, hingga melakukan vaksinasi. 

    Namun, ruang lingkup penularan virus Covid-19 ternyata tidak dapat diputus hanya dengan upaya tersebut, melainkan juga memperhatikan kebersihan barang pribadi seperti pakaian dan handuk. Nah Sahabat Sehat, bagaimana tips mencuci pakaian yang benar untuk mencegah penularan Covid-19 selama masa pandemi ? Mari simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Mencuci Pakaian Mencegah Penularan Covid-19

    Menurut ilmuwan Tide and Downy, Mary Johnson, pakaian sehari-hari dapat dicuci dengan deterjen yang berkualitas tinggi. Namun untuk pakaian dalam, pakaian luar, pakaian olahraga, handuk, hingga sprei perlu usaha ekstra dengan mencuci menggunakan air hangat bersuhu 80 derajat Celcius atau lebih dengan jumlah deterjen yang lebih banyak. Jika Sahabat Sehat ragu perihal keamanan mencuci pakaian dengan air panas dan pemutih, silahkan membaca label perawatan yang biasanya terdapat di bagian dalam pakaian.

    Selain itu, CEO Laundry Heap Deyan Dimitrov turut berbagi tips dalam mencuci pakaian untuk mematikan virus Covid-19 sebagai berikut :

    • Gunakan Suhu Tinggi

    Semakin tinggi suhu air yang Sahabat Sehat gunakan untuk mencuci, akan semakin maksimal dalam membunuh virus Covid-19 yang menempel pada pakaian karena sebagian besar virus tidak mampu bertahan lama dalam suhu lebih dari 60 derajat Celcius.

    • Gunakan Sarung Tangan Saat Mencuci Pakaian Penderita Covid-19

    Sebelum mulai mencuci, pastikan Sahabat Sehat telah memakai sarung tangan terlebih dahulu untuk mencegah perpindahan virus dari pakaian kotor ke tubuh Sahabat Sehat

    • Gunakan Alat Pengering Pakaian

    Suhu panas dan suhu beku telah terbukti mampu menghentikan perkembangbiakan bakteri dan virus. Letakan pakaian yang telah dicuci ke dalam mesin pengering selama 20 menit untuk meningkatkan suhu sekaligus membunuh kuman. 

    • Bersihkan Mesin Cuci

    Saat pandemi Covid-19 seperti ini, kita secara tidak langsung diharuskan untuk terus menjaga kebersihan terutama pakaian. Sahabat Sehat dapat menggunakan campuran cuka putih dan air bersuhu 60 derajat Celcius untuk mencuci mesin. Lakukan hal ini minimal sebulan sekali untuk menjaga kebersihan mesin cuci dan pakaian yang dicuci.

    • Jemur Pakaian Dibawah Sinar Matahari

    Setelah semua proses mencuci selesai, jemurlah pakaian seperti biasa dibawah terik sinar matahari. Gelombang ultraviolet pada sinar matahari mampu mensterilkan pakaian, sehingga virus dan bakteri yang tertinggal dapat lenyap seluruhnya.

     

    Cara mencuci baju seperti diatas turut dapat dilakukan bagi Sahabat Sehat yang menderita Covid-19 dan tengah menjalani isolasi mandiri. 

    Bagaimana Bila Mencuci Pakaian Menggunakan Tangan ?

    Apabila Sahabat Sehat memiliki pakaian berbahan jenis tertentu yang tidak memungkinkan untuk di cuci menggunakan mesin, maka dapat dicuci secara manual dengan menggunakan tangan dan air hangat (maksimal 27 derajat Celcius).

    Rendam pakaian selama 20-30 menit, lalu bilas dengan air bersih. Keringkan dibawah sinar matahari dan cuci tangan setelahnya.

    Bolehkah Menggunakan Jasa Laundry Selama Masa Pandemi?

    Hal ini diperbolehkan selama Sahabat Sehat tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan menggunakan masker saat ke tempat umum, tidak menyentuh barang di lokasi laundry, serta tidak menyentuh wajah selama di tempat umum. Bila menungkinkan, gunakanlah jasa laundry yang menerapkan layanan delivery.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai tips mencuci pakaian untuk mencegah penularan Covid 19. 

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter Prosehat 24 jam. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa 

    Referensi:

    1. Rivas M. How To Wash Clothes During Coronavirus Pandemic [Internet]. USA:Bustle; [updated 2020 Mar 26; cited 2021 July 07]. Available from: https://www.bustle.com/p/how-to-wash-clothes-during-coronavirus-pandemic-22653702
    2. Namira I. Isolasi Mandiri di Rumah? Cara Mencuci Baju Orang Sakit agar Steril [Internet]. Indonesia : IDN Times; [cited 2021 July 07]. Available from: https://jogja.idntimes.com/health/medical/izza-namira-1/cara-mencuci-dan-mensterilkan-baju-orang-sakit-agar-gak-tertular-regional-jogja/5
    3. Liputan 6. 5 Tips Mencuci Pakaian agar Bersih dari Corona COVID-19 [Internet]. Indonesia : Liputan 6. 2020 [updated 2020 Mar 21; cited 2021 July 07]. Available from :https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4207291/5-tips-mencuci-pakaian-agar-bersih-dari-corona-covid-19

     

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Gangguan mental atau kejiwaan dapat dialami oleh siapa saja. Data RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasar) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa jumlah penderita gangguan mental emosional  yang meliputi gejala  depresi  dan  kecemasan pada usia  15  tahun  ke  atas  mencapai  sekitar  6,1%  dari  jumlah  penduduk […]

    Benarkah Obat Terlarang Menghilangkan Stress ? Cek Faktanya Disini

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Gangguan mental atau kejiwaan dapat dialami oleh siapa saja. Data RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasar) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa jumlah penderita gangguan mental emosional  yang meliputi gejala  depresi  dan  kecemasan pada usia  15  tahun  ke  atas  mencapai  sekitar  6,1%  dari  jumlah  penduduk Indonesia, atau setara dengan 11 juta orang.1

    Pada rentang usia 15-24 tahun, angka persentase depresi mencapai 6,2%. Penderita gangguan depresi berat mengalami kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri (self harm) hingga bunuh diri. Sebesar 80 – 90% kasus bunuh diri diketahui merupakan akibat dari depresi dan kecemasan.1 

    Tingginya angka depresi dan kecemasan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor misalnya tekanan dari keluarga, ekonomi maupun pekerjaan. Hal ini turut berdampak pada penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Nah Sahabat Sehat, apakah penggunaan obat terlarang seperti misalnya sabu dapat mengatasi stress ? Mari simak penjelasan berikut

    Apa Itu Narkoba ?

    Sahabat Sehat, menurut Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 dijelaskan bahwa narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi hingga menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.2,3

    Apa Saja Jenis Narkoba?

    Berdasarkan pengaturan pasal 6 ayat (1) UU Narkotika, narkoba atau disebut juga narkotika dibagi menjadi 3 golongan yaitu :

    • Narkotika golongan 1

    Merupakan jenis narkotika yang hanya digunakan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan sebagai terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi untuk menimbulkan ketergantungan.

    Contohnya : opium mentah, tanaman koka, daun koka, kokain mentah, heroina, metamfetamina dan tanaman ganja.

    • Narkotika golongan 2

    Merupakan jenis narkotika yang berkhasiat sebagai pengobatan, dan ilmu pengetahuan serta berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan.

    Contohnya : ekgonina, morfin metobromida dan morfina.

    • Narkotika golongan 3

    Merupakan jenis narkotika yang berkhasiat sebagai pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi serta untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan. Narkotika jenis golongan ini berpotensi ringan mengakibatkan ketergantungan.

    Contohnya: etilmorfina, kodeina, polkodina dan propiram.2,3

    Jenis Narkoba Berdasarkan Efek yang Ditimbulkan

    Berdasarkan efek yang ditimbulkan, narkoba dibagi menjadi beberapa jenis, sebagai berikut

    • Halusinogen

    Jika Sahabat Sehat menggunakan narkoba jenis halusinogen, dapat mengalami halusinasi saat melihat suatu hal atau benda yang sebenarnya tidak ada atau tidak nyata. Contoh narkoba jenis ini adalah kokain dan LSD.

    • Stimulan

    Narkoba jenis stimulan mempunyai efek mempercepat kerja jantung dan otak, lebih dari biasanya. Pengguna narkoba jenis stimulan tampak bersemangat, senang atau gembira dalam kurun waktu tertentu. Contoh narkoba yang termasuk dalam jenis stimulan adalah sabu.

    • Depresan

    Selanjutnya adalah narkoba jenis depresan, yang berperan dalam menekan sistem saraf pusat serta mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Pengguna narkoba jenis ini akan merasakan efek tenang, tertidur atau pingsan. Contohnya adalah putaw.

    • Adiktif

    Narkoba jenis adiktif dapat mengakibatkan penggunanya terlihat pasif dan mengalami kecanduan. Contoh narkoba jenis adiktif adalah ganja, heroin dan putaw.2,3

    Apa Itu Sabu?

    Salah satu jenis narkoba yang seringkali digunakan para artis adalah sabu. Sabu atau Metamfetamin merupakan jenis narkoba yang berbentuk kristal, berwarna putih, dan memiliki efek stimulan. Sabu digunakan dengan cara dihisap atau dihirup.4

    Efek Sabu

    Sahabat Sehat perlu mengetahui bahwa penggunaan sabu dapat mempengaruhi kondisi tubuh dan menimbulkan dampak sebagai berikut: 

    • Gangguan tidur atau insomnia
    • Nafsu makan menghilang
    • Menurunnya konsentrasi hingga hilangnya ingatan
    • Paranoid
    • Meningkatnya detak jantung
    • Euforia atau sensasi gembira yang berlebihan.
    • Percaya diri yang berlebihan
    • Naiknya suhu tubuh.2-5

    Sabu dapat memicu pelepasan zat kimia di otak, yaitu serotonin yang berperan dalam mengatur suasana hati. Kadar serotonin yang tinggi di dalam otak dapat menimbulkan rasa senang. Apabila penggunaan sabu berlanjut di kemudian hari, otak tidak dapat menyerap serotonin seperti biasanya sehingga kadar serotonin menjadi rendah. Kadar serotonin yang rendah akan menyebabkan seseorang sulit mengontrol suasana hati, maupun mengalami gangguan cemas.5

    Bagi Sahabat Sehat yang menggunakan sabu dengan tujuan untuk mengurangi stress, mungkin di awal penggunaan dapat berhasil. Namun seiring berjalannya waktu jika kecemasan atau stress mulai meningkat, hal ini dapat berdampak pada peningkatan jumlah sabu yang dikonsumsi.5 Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter apabila Sahabat Sehat mengalami ketergantungan obat-obatan terlarang. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai dampak penggunaan narkoba jenis sabu. Sebaiknya terapkan pola hidup sehat serta berolahraga secara teratur. Jika mengalami keluhan, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa 

    Referensi

    1. Ayu A. Darurat Kesehatan Mental Bagi Remaja [Internet]. Indonesia : Universitas Gadjah Mada. 2020 [updated 2020 Nov 27; cited 2021 July 09]. Available from: https://egsa.geo.ugm.ac.id/2020/11/27/darurat-kesehatan-mental-bagi-remaja/ 
    2. Badan Narkotika Nasional. Jenis-Jenis Narkoba [Internet]. Indonesia : Badan Narkotika Nasional. 2019 [updated 2019 Feb 22; cited 2021 July 09]. Available from: https://kalteng.bnn.go.id/jenis-jenis-narkoba/ 
    3. Murray K. Addiction in Indonesia – Addiction Center [Internet].USA : Addiction Center. 2021 [updated 2021 June 15; cited 2021 July 09]. Available from: https://www.addictioncenter.com/addiction/addiction-in-indonesia/
    4. Silver Maple Recovery. The Effect of Meth on Anxiety Disorders [Internet]. USA : SIlver Maple Recovery. 2020 [updated 2020 May 20; cited 2021 July 09]. Available from: https://www.silvermaplerecovery.com/blog/meth-and-anxiety-disorders/ 
    5. Substance Abuse and Mental Health Service Administration.  Know The Risk Of Meth. [Internet]. 2021 [updated 2021 July 07; cited 2021 July 09]. Available from : https://www.samhsa.gov/meth 

     

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Sahabat Sehat, angka penderita Covid-19 kian meningkat. Diketahui saat ini ibu hamil maupun ibu menyusui tidak jarang turut terinfeksi Covid-19. Muncul pertanyaan di masyarakat, apakah diperbolehkan ibu yang terkonfirmasi menderita Covid-19 tetap menyusui si kecil?. Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan […]

    Ibu Positif Covid-19, Bolehkah Menyusui Si Kecil ?

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Sahabat Sehat, angka penderita Covid-19 kian meningkat. Diketahui saat ini ibu hamil maupun ibu menyusui tidak jarang turut terinfeksi Covid-19. Muncul pertanyaan di masyarakat, apakah diperbolehkan ibu yang terkonfirmasi menderita Covid-19 tetap menyusui si kecil?. Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

    Bolehkah Ibu Tetap Menyusui Saat Terinfeksi Covid-19 ?

    Sahabat Sehat yang saat ini sedang menyusui namun terinfeksi Covid-19, tidak perlu khawatir sebab tetap diperkenankan menyusui selama menerapkan protokol kesehatan. Hingga kini belum dapat dibuktikan bahwa virus Covid-19 diserap ke dalam ASI (Air Susu Ibu), sehingga belum dapat dibuktikan pula bahwa ibu akan menularkan virus Covid-19 kepada si kecil melalui pemberian ASI. 1

    Virus Covid-19 menular melalui droplet sehingga dikhawatirkan penularan terjadi melalui kontak antara ibu dan si kecil saat proses menyusui, ibu bersin atau batuk, terlebih apabila ibu tidak menggunakan masker saat menyusui.2

    Manfaat ASI Bagi Si Kecil Selama Masa Pandemi

    Pemberian ASI tetap disarankan untuk si kecil karena ASI mengandung antibodi alami yang dapat melindungi si kecil dari berbagai penyakit infeksi, termasuk salah satunya infeksi virus Covid-19. Berdasarkan penelitian, antibodi terhadap virus SARS-COV-2 ditemukan pada ASI.3,4 Disamping itu, menyusui turut berdampak bagi kesehatan ibu. Hormon tubuh ibu saat menyusui dapat mencegah stress dan cemas.1

    Sahabat Sehat, sebelumnya WHO (World Health Organization) telah menyarankan ibu yang terkonfirmasi menderita Covid-19 untuk tetap menyusui si kecil mengingat manfaat ASI sangat baik terkecuali apabila ibu mengalami gejala sedang hingga berat yang menyebabkan ibu tidak mampu untuk menyusui.4,5

    Perhatikan Hal Berikut Saat Menyusui

    Bagi Sahabat Sehat yang tetap ingin menyusui meski saat ini tengah menderita Covid-19, berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan :

    1. Tetap terapkan protokol kesehatan, termasuk saat menyusui si kecil. Gunakan masker terlebih dulu jika ibu mengalami batuk dan pilek.
    2. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun minimal 20 detik sebelum kontak dengan si kecil.
    3. Bersihkan payudara secara berkala sebelum dan sesudah menyusui si kecil.
    4. Jika ibu memiliki gejala Covid-19 sedang hingga berat dan tidak memungkinkan menyusui secara langsung, ibu dapat memompa ASI untuk si kecil. Jangan lupa mencuci tangan sebelum memegang payudara, dan jaga kebersihan botol susu maupun alat pompa ASI.1,2,4,5

    Selama menyusui, Sahabat Sehat sebaiknya tetap penuhi asupan gizi seimbang seperti buah, sayur, maupun produk olahan susu agar meningkatkan daya tahan tubuh dan kualitas ASI yang diproduksi.

    Bolehkah Ibu Positif Covid-19 Berada Dalam Satu Ruangan Bersama Si Kecil ?

    Jika ibu memutuskan berada dalam satu ruangan dengan si kecil, maka ibu perlu memperhatikan jarak antara ibu dengan si kecil yaitu minimal 2 meter. Gunakan masker dan selalu mencuci tangan sebelum menyentuh si kecil. Terapkan hal ini selama menjalani masa isolasi mandiri di rumah sejak hari pertama muncul gejala, atau sejak diketahui hasil pemeriksaan swab PCR yang menunjukkan hasil positif.1

    Menyusui merupakan cara terbaik untuk memenuhi nutrisi si kecil selama masa tumbuh kembangnya. Pada beberapa kondisi ketika Sahabat Sehat tidak dapat menyusui si kecil atau memutuskan untuk tidak menyusui (misalnya gejala Covid-19 cukup berat), maka dapat dipertimbangkan memberikan susu formula dengan tetap memperhatikan kebersihan botol, dot dan peralatan lainnya yang digunakan untuk si kecil.5

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pemberian ASI dari Ibu yang menderita Covid-19. Selama menjalani isolasi mandiri dirumah, tetap terapkan protokol kesehatan 5M yaitu : menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta membatasi mobilisasi. 

    Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan konsultasi Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa 

    Referensi

    1. Awelewa T. Breastfeeding During the COVID-19 Pandemic [Internet].USA : American Academy of Pediatrics. 2021 [updated 2021 Feb 18; cited 2021 July 09]. Available from: https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/COVID-19/Pages/Breastfeeding-During-COVID-19.aspx
    2. Pearl E, Joseph B. Is it Safe to Breastfeed if I Have Coronavirus (COVID-19)? [Internet]. USA : Kids Health for Nemours. 2021 [updated 2021 April; cited 2021 July 09]. Available from: https://kidshealth.org/en/parents/coronavirus-breastfeeding.html
    3. World Health Organization. Breastfeeding and COVID-19 [Internet]. USA : World Health Organization. 2020 [updated 2020 June 23; cited 2021 July 09]. Available from: https://www.who.int/news-room/commentaries/detail/breastfeeding-and-covid-19
    4. World Health Organization Eeastern Mediterannian. Breastfeeding advice during the COVID-19 outbreak [Internet]. Egypt : World Health Organization Eastern Mediterannian; [cited 2021 July 09]. Available from: http://www.emro.who.int/nutrition/covid-19/breastfeeding-advice-during-the-covid-19-outbreak.html
    5. UNICEF. Breastfeeding during the Covid-19 pandemic [Internet]. USA : UNICEF; [cited 2021 July 09]. Available from: https://www.unicef.org/eap/breastfeeding-during-covid-19 

     

    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Setiap manusia memiliki kebutuhan biologis, salah satunya dengan melakukan seks. Seks bisa jadi merupakan hal yang menyenangkan bahkan ada sebagian orang yang mungkin kecanduan seks. Jika seks dilakukan dengan berganti pasangan seksual maka meningkatkan resiko infeksi menular seksual. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara […]

    Intip 6 Tips Menghindari Perilaku Seks Berisiko

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    disfungsi seksual wanita, disfungsi seksual perempuan

    Setiap manusia memiliki kebutuhan biologis, salah satunya dengan melakukan seks. Seks bisa jadi merupakan hal yang menyenangkan bahkan ada sebagian orang yang mungkin kecanduan seks. Jika seks dilakukan dengan berganti pasangan seksual maka meningkatkan resiko infeksi menular seksual. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara menghindari perilaku seks beresiko ? Mari simak penjelasan berikut.

    Dampak Perilaku Seks Beresiko

    Perilaku seks berisiko seperti berganti-ganti pasangan seksual, tidak hanya memberikan dampak buruk bagi kesehatan namun juga berdampak pada kondisi sosial. Perilaku seks beresiko meningkatkan potensi terinfeksi Penyakit Menular Seksual (PMS) yang ditularkan melalui hubungan seksual. 

    Penyakit Menular Seksual dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit seperti chlamydia, gonorrhoea, herpes, HIV/AIDS, HPV, sifilis, dan trichomoniasis. Selain itu, kanker serviks dan hepatitis B juga dapat menular dari perilaku seks berisiko. Infeksi Menular Seksual dapat ditularkan melalui darah, cairan vagina maupun sperma. Perlu diketahui bahwa aktivitas anal seks meningkatkan resiko penularan Penyakit Menular Seksual karena lapisan anus jauh lebih tipis dari vagina, sehingga jaringan anus jauh lebih mudah rusak.

    Produk Terkait : Papsmear

    Cara Mencegah Penyakit Menular Seksual

    Untuk mencegah penularan Penyakit Menular Seksual, berikut beberapa hal yang bisa Sahabat Sehat lakukan dirumah:

    1. Hindari berganti pasangan seksual
    2. Gunakan alat kontrasepsi, seperti kondom yang dapat membantu mengurangi risiko Penyakit Menular Seksual. 
    3. Lakukan deteksi dini dan pemeriksaan ke dokter secara rutin, bila Sahabat Sehat melakukan aktivitas seksual yang berisiko
    4. Setia pada pasangan 
    5. Melakukan vaksinasi, misalnya vaksinasi HPV untuk mencegah infeksi Human Papilloma Virus (HPV) yang menyebabkan kanker serviks dan kutil kelamin. Selain itu, lakukan vaksinasi hepatitis B untuk melindungi dari infeksi hepatitis B.
    6. Hindari penggunaan alkohol atau obat terlarang.

    Produk Terkait : Vaksinasi HPV

    Jika Sahabat Sehat mengkonsumsi alkohol maupun obat terlarang dapat meningkatkan potensi perilaku seks berisiko karena alkohol dan obat terlarang dapat mempengaruhi kesadaran Sahabat Sehat.

    Dengan menjaga kesehatan, menghindari perilaku seks yang berisiko, dan melakukan vaksinasi seperti vaksinasi HPV dan Hepatitis B, Sahabat Sehat dapat menghindari Penyakit Menular Seksual.

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi HPV dan hepatitis B, segera manfaatkan layanan Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Produk Terkait : Vaksinasi Kanker Serviks Paket 1 kali suntik

     Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Felson S. What’s Risky Sex? [Internet]. USA : WebMD. 2020 [updated 2020 June 15; cited 2021 July 08]. Available from: https://www.webmd.com/sex/whats-risky-sex 
    2. Aldo B. Perilaku Seksual Berisiko [Internet]. Indonesia : TanyaDok; [cited 2021 July 08]. Available from: https://www.tanyadok.com/seksualita/perilaku-seksual-berisiko 
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh :  dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, angka kasus Covid-19 belum juga turun hingga kini. Semua orang harus mulai mewaspadai gejala yang dapat dialami jika menderita Covid-19, yaitu demam, batuk, pilek, hilangnya kemampuan indera pengecap dan penciuman maupun tanpa gejala sama sekali. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengembalikan […]

    10 Trik Pulihkan Indera Pengecap & Penciuman Akibat Covid-19

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh :  dr. Monica Cynthia Dewi

    bahan makanan pereda anosmia

    Sahabat Sehat, angka kasus Covid-19 belum juga turun hingga kini. Semua orang harus mulai mewaspadai gejala yang dapat dialami jika menderita Covid-19, yaitu demam, batuk, pilek, hilangnya kemampuan indera pengecap dan penciuman maupun tanpa gejala sama sekali. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengembalikan kemampuan pengecap dan penciuman akibat Covid-19 ? Mari simak penjelasan berikut.

    Cara Mengembalikan Kemampuan Pengecap & Penciuman

    Sebagian penderita Covid-19 melaporkan terjadinya penurunan kemampuan pengecap dan penciuman. Sementara sebagian penderita Covid-19 lainnya tidak melaporkan keluhan ini. Bagi Sahabat Sehat yang mengalami penurunan kemampuan pengecap dan penciuman, lakukan beberapa tips berikut dirumah :

    • Mencuci Hidung

    Cara pertama untuk mengembalikan kemampuan pengecap dan penciuman adalah dengan mencuci hidung menggunakan cairan saline atau larutan air garam. Dengan membersihkan hidung, Sahabat Sehat turut dapat mengeluarkan kotoran yang menyumbat bagian dalam hidung. 

    • Obat Semprot Hidung

    Seperti prosedur mencuci hidung diatas, Sahabat Sehat juga dapat menggunakan obat semprot hidung. Namun penggunaan obat semprot hidung ini harus sesuai dengan saran dokter.  Penggunaan obat semprot hidung seringkali digunakan para penderita sinusitis dan polip hidung

    • Fokus Saat Makan

    Salah satu cara yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk mengembalikan indera pengecap dan penciuman yang hilang akibat infeksi Covid-19 adalah dengan memfokuskan perhatian Sahabat Sehat saat makan. Tambahkan beberapa herba dan rempah ke dalam makanan yang dikonsumsi. Beberapa pakar menyarankan untuk mencoba berbagai resep dan cara penyajian makanan dengan cara yang berbeda.

    • Konsumsi Makanan Kaya Cita Rasa

    Meskipun Sahabat Sehat kehilangan kemampuan indera pengecap maupun penciuman, sebaiknya coba konsumsi makanan maupun minuman yang memiliki cita rasa lebih kuat dibandingkan jenis makanan lain. 

    Sebagai contoh, minum air jeruk nipis, lemon atau buah asam lainnya untuk menstimulasi indera perasa. Tambahkan berbagai bumbu yang memiliki rasa dan aroma yang kuat seperti bawang, bubuk cabai, cuka, asam jawa, maupun kayu manis.

    Baca Juga : Manfaat Berkumur dengan Air Garam bagi Kesehatan Rongga Mulut

    • Konsumsi Bawang Putih

    Bawang putih mengandung asam rinoleat yang diketahui berperan dalam mengurangi pembengkakan dan peradangan pada saluran hidung dan rongga mulut.  Sahabat Sehat dapat menumbuk bawang putih dan menambahkan air. Ramuan bawang putih ini dapat dikonsumsi secara rutin setiap harinya.

    • Konsumsi Cabai

    Kandungan capsaicin dan vitamin C pada cabai dipercaya turut berperan dalam meredakan peradangan dan meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu, rasa pedas yang kuat juga dapat membantu mengembalikan indera perasa serta meningkatkan selera makan.

    • Konsumsi Makanan Kesukaan

    Cara selanjutnya, Sahabat Sehat dianjurkan mengkonsumsi makanan kesukaan sehingga meningkatkan nafsu makan. Tambahkan asupan makanan bergizi seperti buah dan sayur untuk meningkatkan asupan nutrisi bagi tubuh.

    • Konsumsi Makanan Sedikit Namun Sering

    Pola makan seperti ini biasanya dilakukan oleh seseorang yang sedang diet. Namun, kini pola makan sedikit namun sering dianggap ampuh untuk memulihkan indera pengecap dan penciuman. 

    Variasikan menu makanan agar Sahabat Sehat tetap memenuhi asupan sumber karbohidrat, protein, dan lemak. Lalu sertakan beberapa porsi cemilan sehat sebagai selingan di antara makanan utama.

    • Konsumsi Air Putih

    Sahabat Sehat dianjurkan mengkonsumsi air putih yang cukup, minimal 2 liter per hari. Jika Sahabat Sehat kurang minum, mulut menjadi kering yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada rongga mulut saat makan.

    • Jaga Kebersihan Gigi dan Mulut

    Cara terakhir yang dapat Sahabat Sehat lakukan dirumah yaitu dengan rajin menyikat gigi, menggunakan benang gigi, serta kumur rongga mulut. Dengan menjaga kebersihan rongga mulut diharapkan sensitivitas indera perasa kembali pulih.

    Produk Terkait : Obat Kumur

    Sahabat Sehat dianjurkan mempraktekan trik di atas selama menjalani isolasi mandiri untuk mengembalikan kemampuan pengecap dan penciuman. Jika Sahabat Sehat ada keluhan selama menjalani isolasi mandiri, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa 

    Referensi:

    1. Rahmawati A. Cara Mengembalikan Indra Perasa, Lakukan 5 Tips Makan Ini [Internet]. Indonesia : Detik food. 2021 [updated 2021 July 05; cited 2021 July 06]. Available from: https://food.detik.com/info-sehat/d-5631694/cara-mengembalikan-indra-perasa-lakukan-5-tips-makan-ini/1 
    2. Kontan. Begini cara mengembalikan indra perasa setelah sembuh Covid-19 [Internet]. Indonesia : PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [updated 2021 June 05; cited 2021 July 06]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/begini-cara-mengembalikan-indra-perasa-setelah-sembuh-covid-19?page=all 
    3. Sitoresmi A. 8 Cara Mengembalikan Indra Penciuman dan Perasa yang Hilang Akibat Infeksi Covid-19 [Internet]. Indonesia : Liputan 6. 2021 [updated 2021 July 05; cited 2021 July 06].  Available from: https://hot.liputan6.com/read/4599393/8-cara-mengembalikan-indra-penciuman-dan-perasa-yang-hilang-akibat-infeksi-covid-19 
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia D Sahabat Sehat, baru-baru ini Kementerian Kesehatan telah bekerjasama dengan 11 Telemedicine untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat selama menjalani isolasi mandiri. Pasien terkonfirmasi menderita Covid-19 yang tanpa gejala maupun yang bergejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri di rumah maupun karantina terpusat di pusat isolasi. Nah Sahabat Sehat, bagaimana […]

    Obat Covid-19 Gratis Dari Pemerintah ? Yuk Gunakan Layanan Prosehat

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia D

    Sahabat Sehat, baru-baru ini Kementerian Kesehatan telah bekerjasama dengan 11 Telemedicine untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat selama menjalani isolasi mandiri. Pasien terkonfirmasi menderita Covid-19 yang tanpa gejala maupun yang bergejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri di rumah maupun karantina terpusat di pusat isolasi. Nah Sahabat Sehat, bagaimana caranya ? Mari simak penjelasan berikut.

    Layanan Telemedicine Selama Isolasi Mandiri

    Bagi Sahabat Sehat yang sudah melakukan pemeriksaan PCR maupun swab antigen di laboratorium yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan dan terkonfirmasi menderita Covid-19, maka Sahabat Sehat akan menerima informasi dari aplikasi Whatsapp resmi milik Kementerian Kesehatan. Data hasil laboratorium akan dikirimkan oleh pihak laboratorium penyedia layanan pemeriksaan Covid-19 ke Kementerian Kesehatan.

    Program layanan telemedicine untuk pasien Covid-19 selama isolasi mandiri hanya berlaku untuk area DKI Jakarta saja. Sahabat Sehat dapat melakukan konsultasi secara daring, salah satunya dengan menggunakan aplikasi Chat Dokter 24 Jam Prosehat.

    Layanan Terkait : Vaksinasi Dewasa

    Apakah Layanan Termasuk Pemberian Obat ?

    Setelah Sahabat Sehat berkonsultasi dengan dokter secara daring, nantinya Sahabat Sehat akan diberikan resep digital sesuai  kondisi nya saat ini. Jika kondisi Sahabat Sehat termasuk dalam kategori pasien yang dapat melakukan isolasi mandiri, maka obat dapat ditebus gratis.

    Bagaimana Cara Menebus Obat Covid-19 ?

    Untuk menebus resep obat gratis dari Kementerian Kesehatan, Sahabat Sehat harus mengirim pesan melalui aplikasi Whatsapp ke salah satu gerai apotik Kimia Farma berikut ini:

    • Jakarta Timur : 628112223049
    • Jakarta Utara : 628112221832
    • Jakarta Pusat : 6287877241590
    • Jakarta Selatan : 62895324874355
    • Jakarta Barat : 6287877241405

    Setelahnya, Sahabat Sehat harus mengirimkan resep digital baik dalam bentuk PDF maupun layar tangkap (screen capture) dari Prosehat beserta KTP, dan alamat pengiriman ke nomor Whatsapp Kimia Farma yang dituju.

    Obat serta vitamin akan ditanggung oleh Kementerian Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan jasa pengiriman Sicepat untuk mengambil obat dan/vitamin dari Apotik Kimia Farma serta mengirimkan ke alamat pasien.

    Layanan Terkait : Rapidtest Covid19

    Apakah Semua Pasien Covid-19 Mendapatkan Obat Gratis ?

    Sahabat Sehat, hanya pasien terkonfirmasi Covid-19 baik tanpa gejala maupun bergejala ringan dengan nomor terdaftar di database Kementerian Kesehatan yang berhak mendapatkan obat dan vitamin gratis dari Kementerian Kesehatan. 

    Apa Saja Obat dan Vitamin Dari Kementerian Kesehatan ?

    Obat dan vitamin yang diberikan gratis dari Kementerian Kesehatan ada 2 macam, yaitu Paket A untuk penderita Covid-19 tanpa gejala serta Paket B untuk penderita Covid-19 dengan gejala ringan.

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita Covid-19 tanpa gejala akan mendapatkan multivitamin meliputi : vitamin C, vitamin D, vitamin E dan zink dengan jumlah masing-masing 10 tablet. Sementara bagi Sahabat Sehat yang menderita Covid-19 dengan gejala ringan akan mendapatkan multivitamin meliputi : vitamin C, vitamin D, vitamin E, zink, Azithromycin, Oseltamivir, serta Parasetamol.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pemberian obat Covid-19 gratis dari pemerintah yang dapat diperoleh melalui Prosehat. Tetap terapkan protokol kesehatan 5M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta membatasi mobilisasi.

    Baca Juga : Ivermectin sebagai Obat Covid-19

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama menjalani isolasi mandiri, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa 

    Referensi :

    1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Layanan Telemedicine Untuk Pasien Isolasi Mandiri. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021 
    2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kemenkes Fasilitasi Konsultasi, Obat Gratis bagi Pasien COVID-19 di Jakarta via Fasilitas Telemedicine [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021 [updated 2021 July 05; cited 2021 July 07]. Available from : https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210705/1338034/kemenkes-fasilitasi-konsultasi-obat-gratis-bagi-pasien-covid-19-di-jakarta-via-fasilitas-telemedicine/ 
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja