Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 351–360 of 824 results

  • Moms, tahukah bahwa saat anak sakit demam, ternyata asupan makanan si kecil perlu diperhatikan. Demam merupakan kenaikan suhu tubuh, bila diukur dengan termometer diatas 38 derajat celcius. Menurut data IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyatakan kasus demam merupakan kasus konsultasi anak terbanyak di poliklinik. Sebenarnya, demam merupakan suatu proses alami tubuh sebagai respons perlawanan tubuh […]

    7 Anjuran Asupan Makanan saat Anak Demam

    Moms, tahukah bahwa saat anak sakit demam, ternyata asupan makanan si kecil perlu diperhatikan. Demam merupakan kenaikan suhu tubuh, bila diukur dengan termometer diatas 38 derajat celcius. Menurut data IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyatakan kasus demam merupakan kasus konsultasi anak terbanyak di poliklinik. Sebenarnya, demam merupakan suatu proses alami tubuh sebagai respons perlawanan tubuh terhadap bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh.

    Sebagian besar orang tua sudah mengetahui bahwa ketika anak demam, maka akan diberikan obat penurun panas (antipiretik), tapi perlu diketahui bahwa penggunaan obat penurun panas bukan bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh kembali ke dalam keadaan normal secara permanen dan bukan bertujuan untuk menangani penyebab utama demam, melainkan untuk mempertahankan suhu tubuh dalam keadaan normal untuk meningkatkan rasa nyaman anak. Pada saat anak demam, ia menjadi gelisah, sulit makan, dan rewel. Sehingga orang tua juga harus memperhatikan asupan makanan si Kecil agar ia segera sembuh.

    Inilah daftar asupan yang diperlukan saat anak demam:

    1. PERBANYAK KONSUMSI AIR

    Komposisi air dalam tubuh anak mempunyai presentasi lebih banyak dibanding orang dewasa. Pada anak, terutama 1 tahun pertama, volume air tubuh total dalam tubuh yaitu sebanyak 65-80%, dan akan terus berkurang saat remaja sebanyak 55-60%. Pada usia bayi 0-6 bulan, bayi memerlukan air sebanyak 700 ml/hari, bayi 7-12 bulan memerlukan 800 ml/hari, anak 1-3 tahun memerlukan cairan sekitar 1300 ml/hari, anak 4-8 tahun memerlukan 1700 ml/hari, anak 9-13 tahun memerlukan 2400 ml/hari pada laki-laki dan 2100 ml/hari pada perempuan, anak 14-18 tahun memerlukan 3300 ml/hari pada laki-laki dan 2300 ml/hari pada perempuan. Sedangkan pada saat demam, anak memerlukan cairan lebih banyak dibandingkan dalam keadaan normal. Setiap kenaikan 1 derajat celsius, dibutuhkan cairan tambahan 10% dari kebutuhan cairan biasanya.

    Misalnya, anak usia 3 tahun terkena demam, dalam keadaan normal, anak memerlukan cairan 1300ml/hari, maka dalam keadaan demam, anak memerlukan tambahan cairan sebesar 130ml, jadi asupan cairan anak 3 tahun yang terserang demam adalah 1430 ml/hari.

    Sumber asupan cairan tidak hanya air putih saja ya Moms, tetapi bisa dari sup sayuran, jus buah dan susu.

    2. BUAH JERUK

    Buah jeruk kaya akan sumber vitamin C dan dipercaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak karena mengandung antioksidan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak dalam melawan penyakit yang masuk. Selain itu, rasa manis dalam buah mengandung gula alami yang dapat meningkatkan asupan energi anak.

    3. SAYUR & BUAH-BUAHAN

    Selain jeruk, buah-buahan seperti stroberi, semangka, nanas, kiwi serta sayur-sayuran juga bermanfaat bagi anak-anak dalam kondisi demam karena sayur dan buah banyak mengandung air yang dapat meningkatkan asupan cairan saat demam. Kemudian sayur dan buah mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap penyakit, serta buah-buahan misalnya pisang mengandung ion kalium yang diperlukan tubuh, pasalnya ion kalium merupakan salah satu ion yang hilang melalui keringat saat anak demam.

    4. MAKANAN YANG MENGANDUNG PROBIOTIK

    Beberapa penelitian menyatakan bahwa probiotik seperti gandum, sereal, yoghurt, dan tempe dapat meningkatkan daya tahan tubuh karena probiotik dapat meningkatkan bakteri baik dalam saluran cerna dan meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap infeksi kuman. Menurut jurnal kedokteran pediatri, probiotik dipercaya dapat membantu menurunkan demam.

    5. MAKANAN YANG MENGANDUNG PROTEIN

    Makanan yang mengandung protein seperti daging, telur, susu, daging ayam, ikan dan keju dipercaya dapat membantu menurunkan demam. Hal ini disebabkan protein menjadi sumber energi yang diperlukan tubuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan infeksi, serta protein merupakan zat yang dapat mempercepat proses penyembuhan.

    6. BAWANG PUTIH

    Bawang putih merupakan bahan obat herbal tradisional yang dipercaya sebagai anti bakteri, anti virus serta anti jamur. Bawang putih dipercaya dapat meningkatkan imun tubuh. Selain dapat menurunkan demam, bawang putih dapat membantu penyembuhan flu. Sebuah penelitian membuktikan pada sekelompok orang yang mengonsumsi bawang putih lebih jarang sakit, secara keseluruhan kelompok orang yang mengonsumsi bawang putih mengalami sakit 70% lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok placebo (kelompok yang tidak mengkonsumsi bawang putih).

    Kita tidak perlu mengonsumsi bawang putih mentah, cukup tambahkan ke hidangan makanan misalnya tambahkan ke dalam sup ayam.

    7. AIR KELAPA

    Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi selama demam merupakan hal yang penting, selain kebutuhan cairan yang dapat terkoreksi, ion-ion yang terkandung dalam air kelapa juga dapat membantu memenuhi kebutuhan ion tubuh yang hilang melalui keringat maupun diare saat demam. Selain itu, air kelapa juga mengandung gula yang dapat meningkatkan energi tubuh dengan meningkatkan gula darah yang dapat membantu tubuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

    Selain dari segi makanan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk dapat membantu menurunkan suhu tubuh anak saat demam, yaitu:

    1. Berikan obat anti demam atau antipiretik seperti parasetamol dan ibuprofen yang dapat menurunkan suhu tubuh anak sesuai dengan dosis anjuran. Namun, untuk mengatasi masalah infeksi pada tubuh diperlukan antibiotik, anti virus atau anti jamur sesuai dengan infeksinya. Oleh karena itu, konsultasi ke dokter sangat diperlukan untuk mengetahui penyebab dari gejala demam.
    2. Kompres anak dengan air hangat di dahi, ketiak serta lipat paha anak.
    3. Jangan kenakan pakaian tebal, gunakan pakaian tipis untuk membantu mendinginkan suhu tubuh.
    4. Perbanyak istirahat, batasi aktivitas fisik anak yang berlebih.

    Kini, Moms sudah tak perlu panik lagi saat anak demam. Jika ingin mengetahui informasi kesehatan lainnya, silakan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga! Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Shivamurthy P, Benakappa A. Beliefs regarding diet during childhood illness. Indian Journal of Community Medicine [Internet]. 2012 [cited 13 September 2018];37(1):20. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3326802/
    2. Penanganan Demam pada Anak [Internet]. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2018 [cited 13 September 2018]. Available from: idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penanganan-demam-pada-anak
    3. Bhowmik D. Traditional and Medicinal Uses of Banana [Internet]. Phytojournal.com. 2018 [cited 14 September 2018]. Available from: phytojournal.com/vol1Issue3/Issue_sept_2012/9.1.pdf
    4. Gebreyohannes G, Gebreyohannes M. Medicinal values of garlic: A review. International Journal of Medicine and Medical Sciences [Internet]. 2018 [cited 14 September 2018];5(9), pp. 401-408(2006-9723). Available from: academicjournals.org/article/article1378915996_Gebreyohannes%20and%20Gebreyohannes.pdf
    Read More
  • Panduan Menu Makanan Sehat untuk Suami dan Si Kecil

    Sarapan adalah salah satu jam makan yang sama pentingnya dengan jam makan lainnya dan kita harus memenuhi kebutuhan gizi anggota keluarga tiap kali mereka makan. Mengonsumsi berbagai jenis makanan yang sehat adalah pilihan yang tepat untuk menjaga tubuh tetap fit dan pastinya menjauhkan kita dari berbagai penyakit. Mengonsumsi makanan sehat di setiap kesempatan pastinya juga membuat kita mampu beraktivitas dengan optimal dalam keseharian kita.

    Namun, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan mengonsumsi makanan sehat? Pertanyaan yang satu ini pastilah bukan suatu hal yang asing lagi terutama bagi kita, seorang ibu yang bertugas untuk memastikan semua anggota keluarga memiliki pola makan yang sehat. Sayangnya tidak jarang juga keluarga yang menerapkan pola makan “kurang sehat”, di mana makanan yang dikonsumsi cenderung makanan fast food alias makanan yang justru mengandung banyak zat tidak sehat dan membuat kita rentan terhadap penyakit. Pastinya kita tidak mau kan ada anggota keluarga yang sakit? Lalu, bagimana caranya menyiapkan makanan sehat setiap waktu?

    Mari disimak panduan makanan sehat untuk suami dan si kecil

    1. Mengonsumsi makanan berprotein tinggi

    Memangnya apa saja sih makanan yang termasuk dalam makanan berprotein tinggi? Tentu saja banyak! Salah satu contoh makanan berprotein tinggi adalah daging, dan sebaiknya kita mengolah daging dengan cara dipanggang ataupun dibakar – yang tentu saja dengan menghindari menggoreng daging. Kenapa begitu? Tentu saja sebaiknya kita menghindari pemakaian minyak pada makanan yang kita konsumsi, karena seperti yang kita tahu minyak goreng justru akan membuat kolesterol kita menjadi tinggi. Bukan hanya daging, kita juga bisa mengonsumsi makanan berprotein tinggi lainnya seperti telur, berbagai produk olahan kedelai, berbagai kacang-kacangan, buncis, serta berbagai produk olahan susu.

    2. Mengonsumsi buah

    Meskipun kelihatannya sepele, buah adalah salah satu jenis makanan yang sebaiknya ada setiap saat di rumah. Buah mampu untuk memenuhi kebutuhan vitamin kita setiap saat dan pastinya membuat tubuh kita segar dan fit sepanjang waktu – sehingga anak ataupun suami tidak mengeluhkan jika tubuh mereka terasa tidak enak setelah beraktivitas seharian. Kita juga bisa mengolah buah menjadi berbagai hidangan, seperti mengolahnya menjadi hidangan penutup mulut sehingga anggota keluarga lainnya semakin bersemangat untuk mengonsumsi buah yang ada.

    3. Mengurangi makanan kemasan

    Tidak dapat dipungkiri jika sebagian besar dari kita memilih untuk mengonsumsi makanan kemasan karena jenis makanan yang satu ini cukup praktis untuk dikonsumsi dan kita tidak perlu memerlukan waktu lama untuk mengolahnya. Namun, tahukah jika ada bahaya yang mengancam di balik makanan kemasan? Pastinya bukan rahasia lagi jika makanan kemasan tinggi akan kandungan gula, garam bahkan berbagai pengawet ataupun pewarna buatan yang apabila dikonsumsi secara terus menerus dapat mengganggu kesehatan kita. Parahnya lagi, berbagai kandungan ini dapat mengganggu kinerja organ kita – contohnya saja menyebabkan gagal ginjal. Pastinya kita tidak ingin hal ini terjadi bukan? Oleh sebab itulah sebaiknya kita mengonsumsi berbagai makanan yang jauh menyehatkan, seperti lebih banyak mengonsumsi sayuran ataupun buah.

    4. Mengonsumsi makanan berserat tinggi

    Shot Code C

    Mengonsumsi berbagai makanan yang tinggi akan serat juga disarankan dalam memulai pola hidup yang sehat karena jenis makanan yang satu ini akan membuat kita kenyang dalam rentang waktu yang lama. Bukan hanya menjaga berat badan kita tetap stabil, mengonsumsi makanan berserat tinggi akan membuat kita mampu untuk beraktivitas dengan optimal sepanjang hari. Beberapa contoh makanan berserat tinggi antara lain adalah nasi merah, nasi putih, roti gandum, dan lain-lain.

    5. Makan secara teratur

    Tidak dapat dipungkiri jika setiap harinya kita memiliki jadwal tertentu untuk makan, seperti kita memiliki jadwal sendiri untuk sarapan, makan siang, ataupun makan malam. Namun, tahukah kalian jika kita dianjurkan untuk makan sebanyak 6 kali dalam sehari? Wah yang benar nih? Bukankah makan dalam jumlah yang banyak justru akan memicu obesitas?

    Makan akan memicu obesitas ketika mengonsumsi makanan dalam jumlah besar tiap kalinya. Namun ketika kita tidak mengonsumsi apapun dalam rentang waktu 3 jam, kadar hormon kortisol akan meningkat dan hal ini justru memicu terjadinya timbunan lemak pada tubuh kita. Hal ini didukung oleh penelitian yang dipublikasikan pada New England Journal of Medicine yang menyatakan jika partisipan yang makan dalam porsi kecil sebanyak 6 kali dalam sehari akan mengalami penurunan kortisol sebanyak 17 persen daripada mereka yang makan hanya sebanyak 3 kali dalam sehari.

    6. Minum air putih

    Apakah kalian sudah memenuhi kebutuhan air putih dalam sehari? Pertanyaan yang satu ini juga sering kali muncul mengingat peran air putih yang sangat penting untuk tubuh kita. Setidaknya kita membutuhkan 2 liter air dalam sehari agar kita mampu untuk beraktivitas dengan optimal dalam sehari. Konsumsi teh setelah makan tidak disarankan karena teh akan menyerap gizi yang terkandung pada makanan.

    7. Makan malam

    Layaknya waktu makan yang lain, makan malam adalah waktu makan terakhir yang tidak boleh kita lupakan bahkan dilewatkan. Kenapa makan malam kita sebut sebagai waktu makan terakhir? Sebaiknya kita tidak mengonsumsi makanan apapun setelah kita makan malam sehingga perut kita bisa beristirahat dengan baik seperti layaknya anggota tubuh lainnya yang memerlukan istirahat ketika kita tidur. Waktu makan malam pun disarankan untuk 4 jam sebelum tidur dan perut yang kosong setelah makan malam akan merangsang kita untuk sarapan keesokan paginya.

    Nah, itu tadi adalah beberapa panduan makan sehat yang bisa kita terapkan untuk keluarga setiap hari bahkan setiap waktu. Pastinya sekarang sudah tidak bingung lagi kan bagaimana cara yang tepat untuk membuat keluarga sehat tiap waktu? So, tunggu apalagi untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Seperti yang kita tahu, vaksin jenisnya bermacam-macam dan tentu saja memiliki fungsi yang berbeda-beda antara satu vaksin dengan lainnya. Pemberian vaksin sejak dini adalah suatu hal yang disarankan mengingat tujuan utama vaksin adalah untuk melindungi kita dari berbagai penyakit yang dapat timbul dalam rentang waktu dekat ataupun beberapa tahun ke depan. Lalu vaksin apa sajakah […]

    Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Seperti yang kita tahu, vaksin jenisnya bermacam-macam dan tentu saja memiliki fungsi yang berbeda-beda antara satu vaksin dengan lainnya. Pemberian vaksin sejak dini adalah suatu hal yang disarankan mengingat tujuan utama vaksin adalah untuk melindungi kita dari berbagai penyakit yang dapat timbul dalam rentang waktu dekat ataupun beberapa tahun ke depan. Lalu vaksin apa sajakah yang sebaiknya diberikan sejak kanak-kanak?

    Beberapa contoh vaksin yang sebaiknya diberikan sejak dini adalah vaksin hepatitis B, polio, DPT, campak, dan lain-lain. Vaksin yang disebutkan barusan dapat dilakukan sejak anak baru lahir bahkan terdapat beberapa jenis vaksin yang perlu dilakukan lebih dari sekali di mana pengulangan vaksin di sini berfungsi sebagai penguat daya imun anak – dengan kata lain membuat anak kebal terhadap virus tertentu. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih jauh mengenai vaksin hepatitis B. Apa sih sebenarnya manfaat dari vaksin hepatitis B ini? Apa yang membedakan vaksin ini dengan jenis vaksin lainnya? Dari pada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasan berikut ini!

    Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B merupakan vaksin yang bisa diberikan sejak anak baru lahir dan tujuan dilakukan vaksin hepatitis B adalah untuk mencegah risiko penularan hepatitis B. Tentu saja dampak dari terserang hepatitis B ini sangat fatal, yaitu kerusakan hati. Kebanyakan pasien yang mengalami penyakit hepatitis bahkan diwajibkan untuk mengonsumsi jenis obat tertentu seumur hidup, dan hal ini pastinya bukan hal baik karena dapat menyebabkan gangguan juga pada ginjal. Apakah penyakit hepatitis B ini hanya bisa menyerang anak-anak?

    Tentu saja tidak! Penyakit hepatitis B ini juga sering kali dialami oleh orang dewasa bahkan terdapat banyak hal yang dapat menjadi faktor pemicu timbulnya penyakit ini pada orang dewasa. Hepatitis B menular melalui hubungan seksual yang berisiko, penggunaan jarum suntik bersama tidak steril atau pemakaian bersama pisau cukur atau sikat gigi dengan penderita hepatitis B. Penanganan hepatitis B yang terlambat tentu saja dapat berujung pada kematian. Pastinya tidak ada yang mau mengalami hal ini bukan?

    Jadwal Vaksinasi Hepatitis B

    Seperti yang kita bahas sebelumnya, terdapat beberapa jenis vaksin yang sebaiknya diberikan beberapa kali supaya badan kita semakin kebal terhadap virus tersebut. Vaksin yang berfungsi untuk menangkal infeksi organ hati ini sebaiknya diberikan pada bayi sebanyak empat dosis, mulai dari anak barusan lahir hingga mereka berusia 4 bulan. Sedangkan vaksinasi hepatitis B untuk orang dewasa dibagi menjadi dalam tiga dosis, di mana rentang waktu antara dosis pertama dan kedua adalah 1 hingga 6 bulan. Vaksinasi hepatitis B ini sebaiknya segera diberikan terlebih ketika kita belum mendapatkannya sama sekali hingga kita berusia 19 tahun.

    Manfaat Vaksinasi Hepatitis B

    Lalu apa sih sebenarnya manfaat yang bisa kita dapatkan dengan melakukan vaksinasi hepatitis B? Vaksin hepatitis B sendiri termasuk dalam golongan vaksin dasar dan kita sudah bisa memberikannya pada bayi yang sudah berusia 12 jam. Salah satu manfaat dari vaksin hepatitis B adalah untuk mencegah masalah hepatitis kronis di mana hal ini dialami hampir 90 persen anak yang tidak mendapatkan vaksinasi hepatitis B sebelum berusia 12 bulan. Manfaat lainnya dengan memberikan vaksinasi hepatitis B pada anak adalah untuk mencegah anak terserang virus penyebab infeksi hati kronis yang bisa menular melalui darah ataupun cairan tubuh lainnya. Virus inilah yang akan menyebabkan gangguan pada hati kita, bahkan bisa memicu timbulnya sirosis hingga kanker liver.

    Itu tadi adalah sekilas informasi mengenai pentingnya melakukan vaksinasi hepatitis B sejak dini. Pastinya sudah tidak ada alasan lagi untuk menunda melakukan vaksinasi hepatitis B pada anak bukan? So, tunggu apalagi? Yuk bawa anak ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan vaksinasi yang satu ini!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Pola hidup sehat adalah suatu hal yang sebagian orang ingin melakukannya tapi masih banyak dari mereka yang mengeluhkan jika hal ini susah dilakukan. Banyak orang beranggapan jika hidup sehat adalah kita benar-benar menghentikan berbagai kebiasaan buruk seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, ataupun bergadang. Namun, tahukah Sobat jika pola hidup sehat bisa dimulai dari hal sederhana […]

    Diet Sehat Usia 20-an yang Bisa Kamu Lakukan

    Pola hidup sehat adalah suatu hal yang sebagian orang ingin melakukannya tapi masih banyak dari mereka yang mengeluhkan jika hal ini susah dilakukan. Banyak orang beranggapan jika hidup sehat adalah kita benar-benar menghentikan berbagai kebiasaan buruk seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, ataupun bergadang. Namun, tahukah Sobat jika pola hidup sehat bisa dimulai dari hal sederhana yang ada di dekat kita?

    Memang apa sih hal sederhana yang dimaksud di sini? Contohnya adalah berbagai sayuran dan buah sebagai jawaban yang tepat untuk memulai pola hidup yang lebih sehat daripada sebelumnya. Mengonsumsi sayuran dan buah dalam jumlah yang cukup adalah suatu hal yang disarankan mengingat banyaknya manfaat yang bisa kita dapatkan dari kedua hal ini. Selain itu, ada beberapa hal sederhana lainnya yang mudah untuk dilakukan dan pastinya membuat kita semakin sehat lho! Wah yang benar nih? Bukan hanya membuat kita semakin sehat, beberapa hal yang akan kita bahas juga efektif untuk menurunkan berat badan alias kita akan menjalani diet sehat pada usia 20-an.

    Nah, daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasannya berikut ini!

    1. Mengurangi konsumsi makanan manis

    Hal satu ini adalah hal yang perlu kita ingat karena makanan manis sangat cepat untuk membuat kita menjadi gendut dan pastinya hal ini tidak diinginkan oleh sebagian besar kaum hawa di luar sana. Mengonsumsi makanan manis juga bisa memicu timbulnya berbagai penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, diabetes, dan lain-lain.

    2. Berolahraga

    Hal berikutnya yang tidak boleh kita lupakan adalah pentingnya berolahraga untuk menjaga badan kita tetap fit. Berbagai olahraga pastinya bisa kita lakukan untuk mendapatkan manfaat yang satu ini, contohnya saja seperti meluangkan waktu 20-30 menit untuk bersepeda, jogging, ataupun berenang. Kita juga bisa berolahraga di rumah seperti naik turun tangga, sit-up, push-up, ataupun membeli alat gym tertentu dan kita gunakan di rumah.

    3. Perbanyak Makanan berprotein rendah lemak

    Seperti yang kita tahu, protein adalah salah satu kebutuhan yang memiliki peran penting untuk tubuh dan harus kita penuhi sehari-hari agar kita dapat beraktivitas dengan optimal dalam sehari. Beberapa contoh makanan yang tinggi akan protein tapi rendah akan lemak adalah berbagai jenis kacang-kacanga, biji-bijian, berbagai olahan kedelai, telur, ataupun sea food. Sebaliknya kita mengurangi atau berhenti mengonsumsi berbagai junk food karena jenis makanan ini justru mengganggu kinerja organ dalam tubuh.

    4. Terpenuhinya jam tidur

    Meskipun kelihatannya sepele, memiliki waktu tidur yang cukup adalah suatu hal yang tidak boleh kita lupakan bahkan bisa menjadi salah satu cara diet yang tepat. Faktanya, kekurangan jam tidur akan membuat kita rentan terhadap penyakit bahkan memicu timbulnya obesitas. Begadang justru akan memicu nafsu makan dan timbulnya berbagai penyakit seperti gangguan pernafasan, hipertensi, bahkan depresi. Oleh sebab itu setidaknya kita perlu tidur selama 7 hingga 9 jam pada malam hari.

    5. Makanan tinggi kalsium

    Satu hal lagi yang tidak boleh kita lupakan ketika kita menjalani diet sehat pada umur 20-an adalah mengonsumsi jenis makanan yang kaya akan kalsium, seperti mengonsumsi berbagai produk olahan susu. Kalsium memiliki peran penting khususnya bagi kita yang memasuki usia 20-an, yaitu menjaga tulang tetap kuat dan pastinya mencegah timbulnya berbagai permasalahan sendi dan tulang di masa mendatang atau ketika kita sudah berusia 60 tahun ke atas.

    Nah, itu tadi adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk diet sehat dan pas untuk kita yang sudah berusia 20-an. Suatu hal yang mudah untuk diingat dan dilakukan bukan? So, tunggu apalagi untuk memulai diet sehat untuk mendapatkan tubuh ideal sejak dini?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Pernahkah Sobat mengalami sakit kepala? Jika ya, Sobat tidak perlu khawatir karena 50% dari populasi di dunia yang berusia 18 – 65 tahun, mengalami sakit kepala minimal 1 kali per tahun. Oleh karena itu, penting bagi Sobat untuk terlebih dahulu mengetahui apa saja tipe sakit kepala agar Sobat lebih paham dalam menerapkan cara tepat mengatasi […]

    5 Cara Tepat Mengatasi Sakit Kepala

    Pernahkah Sobat mengalami sakit kepala? Jika ya, Sobat tidak perlu khawatir karena 50% dari populasi di dunia yang berusia 18 – 65 tahun, mengalami sakit kepala minimal 1 kali per tahun. Oleh karena itu, penting bagi Sobat untuk terlebih dahulu mengetahui apa saja tipe sakit kepala agar Sobat lebih paham dalam menerapkan cara tepat mengatasi sakit kepala yang akan kita kupas bersama pada artikel ini.

    Sakit kepala digolongkan menjadi 2 macam, yaitu sakit kepala primer dan sekunder. Sakit kepala primer ialah sakit kepala yang penyebabnya tidak diketahui secara pasti; sedangkan sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit lain seperti infeksi, kelainan pembuluh darah, trauma, tumor, atau gangguan psikiatri (jiwa). Lebih dari 90% pasien yang mengeluhkan sakit kepala, mengalami sakit kepala primer.

    Tiga jenis sakit kepala primer yang paling sering terjadi antara lain:

    • Tension type headache (TTH)

    TTH merupakan tipe terbanyak yang dialami oleh populasi umum yaitu sekitar 80%. Karakteristik khas dari TTH adalah sakit kepala yang bersifat tumpul, terasa seperti ada tali yang diikat kencang di sekeliling kepala, dengan tingkat keparahan sedang.

    • Migraine

    Migrain memiliki karakter sakit kepala yang lebih berat daripada TTH, dan pada 60% kasus migrain hanya terjadi pada satu sisi kepala sehingga sering dikenal dengan “sakit kepala sebelah.”

    • Cluster headache

    Tipe cluster memiliki karakter nyeri yang paling berat sampai dapat membangunkan penderita dari tidurnya. Sakit kepala yang dirasakan umumnya di belakang atau sekitar mata (satu sisi saja), selama 15 menit – 3 jam. Tipe ini lebih sering dialami oleh pria.

    Sakit kepala primer seringkali tidak diketahui penyebabnya, maka pada umumnya dokter hanya memberikan obat pereda nyeri saja, sehingga masih ada kemungkinan sakit kepala tersebut terjadi kembali.

    Tipe Sakit Kepala Primer Tersering

    Nah, saat ini Sobat telah mengenali beberapa tipe sakit kepala yang paling sering terjadi. Jika Sobat mengalami sakit kepala primer, tentu saja Sobat tidak nyaman jika harus terus–menerus mengonsumsi obat pereda nyeri. Faktor pencetus sakit kepala primer sebagian besar berasal dari lingkungan dan gaya hidup, sehingga alangkah baiknya jika Sobat menerapkan gaya hidup yang sehat daripada bergantung pada obat. Lantas, apa saja 5 cara tepat mengatasi sakit kepala?

    1. MENERAPKAN POLA MAKAN YANG BAIK

    Tak bisa dipungkiri, telat makan dan kelaparan merupakan penyebab tersering dari sakit kepala. Kaitannya masih belum dapat dipastikan, tapi ada teori yang menyatakan bahwa dalam kondisi lapar, gula darah dalam tubuh kita akan menurun (hipoglikemia) sehingga tubuh akan merangsang hormon tertentu untuk memecah cadangan energi guna meningkatkan gula darah. Proses inilah yang diduga menyebabkan otot di daerah kepala menegang dan kita merasakan sakit kepala.

    Oleh karena itu, Sobat dapat mencegah sakit kepala akibat hipoglikemia ini dengan cara menjaga kadar gula darah dalam keadaan selalu stabil, yaitu menerapkan pola makan yang baik. Pola makan baik yang dimaksud adalah memperbanyak frekuensi makan tetapi mengurangi porsinya, sehingga mencegah tubuh kita merasa lapar. Umumnya frekuensi yang disarankan adalah makan 5 kali sehari dengan porsi sedikit, tapi pola makan yang baik bagi setiap orang tidak selalu sama, sehingga sebaiknya Sobat juga menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing–masing dalam menentukan waktu makan. Selain itu, sebuah penelitian menyatakan bahwa konsumsi makanan ringan pada sore hari menjelang malam dapat mengurangi kejadian sakit kepala, terutama dalam keadaan stres.

    2. MEMILIH MAKANAN YANG TEPAT

    Selain pola makan, pilihan makanan juga memiliki pengaruh terhadap sakit kepala, terutama tipe migrain. Beberapa makanan yang disarankan dan yang perlu dihindari bagi penderita migrain ada di bawah ini dan hasilnya 35 dari 40 partisipan penelitian mengaku perbaikan sakit kepala dengan pilihan makanan tersebut, walaupun terdapat juga 5 dari 40 partisipan yang merasa tidak ada perbaikan.

    Makanan yang disarakan antara lain:

    -Biji-bijian (oat, nasi, quinoa, millet)

    -Buah (pir, apricot, bluberi, plum)

    -Sayuran (aparagus, brokoli, kembang kol, pak choy, bayam, selada, zucchini)

    -Lainnya: minyak zaitun, ekstrak vanilla, sirup maple

    Makanan yang perlu dihindari:

    -Biji-bijian: barley, jagung, gandum

    -Buah: golongan sitrus, pisang, dan apel

    -Sayur: tomat, paprika, terong, bawang putih, bawang bombay, ubi manis, seledri

    -Lainnya: kacang-kacangan, cokelat, gula, kopi, teh, alkohol

    3. MENERAPKAN POLA TIDUR YANG BAIK

    Perubahan pola tidur, seperti tidur lebih lama pada akhir minggu atau gangguan tidur saat stres dapat menimbulkan sakit kepala. American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan waktu tidur minimal 7 jam per hari bagi orang dewasa untuk mencapai kesehatan yang optimal.

    4. HINDARI STRES

    Hampir seluruh tipe sakit kepala dapat dipicu oleh stres. Dalam kondisi stres, tubuh Sobat akan meningkatkan produksi hormon stres dan adrenalin yang salah satu akibatnya adalah ketegangan otot serta perubahan diameter pembuluh darah, yang merupakan mekanisme dasar penyebab sakit kepala primer.

    Telah terbukti bahwa manajemen stres yang baik dapat mengurangi keluhan sakit kepala. Luangkanlah waktu untuk berlibur, relaksasi, berolahraga, atau melakukan hobi, setiap kali Sobat selesai menjalani kegiatan yang menimbulkan stres yang tinggi. Jika Sobat menyukai dipijat, hal tersebut dapat dijadikan pelengkap dalam cara tepat mengatasi sakit kepala tipe tension, karena efektif dalam mengurangi frekuensi, durasi dan keparahan nyeri, serta meningkatkan kualitas hidup.

    5. PERTAHANKAN BERAT BADAN IDEAL

    Penelitian menyatakan bahwa berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami migrain, bahkan migrain yang dialami dapat lebih berat dibandingkan dengan seseorang dengan berat badan ideal. Sobat dapat mengetahui apakah saat ini berat badan Sobat sudah ideal atau tidak, dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan rumus . Bagi penduduk Asia, IMT normal yang disarankan adalah 18,5 – 22,9 kg/m2. Jika IMT sudah mencapai 23 kg/m2 atau lebih, maka Sobat perlu menurunkan berat badan, karena selain dapat mengurangi risiko migrain, memiliki IMT normal dapat mengurangi risiko Sobat terkena penyakit terkait obesitas seperti diabetes melitus, penyakit jantung koroner, dan stroke.

    Berikut ini adalah beberapa tips bagi Sobat untuk menurunkan berat badan:

    • Jangan lewatkan waktu makan untuk menurunkan berat badan karena telah kita ketahui bahwa hal ini dapat memicu migrain. Terapkanlah pola makan yang baik seperti yang telah kita kupas bersama pada poin sebelumnya.
    • Sobat perlu ingat untuk rutin minum air putih sepanjang hari, karena selain membantu terhindar dari sakit kepala, juga membantu Sobat merasa tidak lapar selama menjalani aktivitas.
    • Akan lebih baik jika Sobat menemukan dukungan sosial selama proses penurunan berat badan. Beritahu kepada keluarga dan sahabat, sehingga mereka dapat ikut mendukung.

    Nah, bagaimana Sobat? Cobalah terapkan 5 cara tepat mengatasi sakit kepala di atas selama beberapa bulan, dan jika tidak merasa ada perbaikan, sebaiknya Sobat memeriksakan diri ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut.

    Jangan lupa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi

    1. Bunner AE, Agarwal U, Gonzales JF, Valente F, Barnard ND. Nutrition intervention for migraine: a randomized crossover trial. The Journal of Headache and Pain. 2014;15:69.
    2. Diagnosis and management of headache in adults: a national clinical guideline. Scottish Intercolleagiate Guidelines Network. Edinburgh; 2008.
    3. Headache Disorder [Internet]. World Health Organization. 2016. [cited 8 Sept 2018]. Available from: who.int/news-room/fact-sheets/detail/headache-disorders
    4. Rizzoli P, Mullally WJ. Headache. The American Journal of Medicine. 2018;131:17-24.
    5. Turner DP, Smitherman TA, Penzien DB, Porter JAH, Martin VT, Houle TT. Nighttime snacking, stres, and migraine activity. J Clin Neuroscience. 2014;21(4):638-43.
    6. Watson NF, Badr MS, Belenky G, Bliwise DL, Buxton OM, Buysse D, et al. Recommended amount of sleep for a healthy adult: a joint consensus statement of the American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society. 2015;38(6):843-4.
    Read More
  • Perut kembung merupakan suatu masalah yang berhubungan dengan pencernaan dan membuat kita tidak nyaman. Lalu, siapa yang dapat mengalami permasalahan perut kembung? Masalah ini dapat dialami oleh siapa saja, baik mereka yang masih kanak-kanak hingga lanjut usia – bahkan bayi pun dapat mengalaminya. Wah, pastinya kita tidak mau kan buah hati menderita karena masalah pencernaan […]

    10 Tips Mengatasi Kembung pada Bayi

    Perut kembung merupakan suatu masalah yang berhubungan dengan pencernaan dan membuat kita tidak nyaman. Lalu, siapa yang dapat mengalami permasalahan perut kembung? Masalah ini dapat dialami oleh siapa saja, baik mereka yang masih kanak-kanak hingga lanjut usia – bahkan bayi pun dapat mengalaminya.

    Wah, pastinya kita tidak mau kan buah hati menderita karena masalah pencernaan yang satu ini? Lalu, bagaimana kita dapat mengetahui bayi sedang mengalami perut kembung, mengingat mereka belum dapat mengungkapkan apa yang dirasakannya dengan jelas? Kita dapat mengamati beberapa gejala atau tingkah laku bayi yang menandakan bahwa ada yang tidak beres dengan pencernaannya. Beberapa gejala perut kembung pada bayi antara lain adalah bayi yang menangis secara terus menerus dan tentu saja disertai dengan tingkahnya yang rewel.

    Bayi menangis pun dapat berarti banyak hal, untuk mengetahui apakah ada yang tidak beres dengan perutnya kita dapat mengecek bagian sekitar perut. Apabila perut bayi terasa keras, hal ini berarti bayi mengalami perut kembung. Bukan hanya itu saja, bayi juga akan cenderung menggeliat dan melengkungkan punggungnya ke belakang bahkan mengangkat kedua kakinya.

    Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk menangani permasalahan ini? Pastinya kita tidak ingin melihat anak menderita dalam jangka waktu yang lama karena perut kembung kan?

    Oleh karena itu, yuk disimak tips mengatasi kembung pada bayi:

    1. Bantu bayi bersendawa

    Membuat bayi bersendawa adalah cara yang tepat untuk mengeluarkan gas berlebih dari dalam tubuh bayi. Kita dapat menggendong bayi secara tegak atau di atas bahu dan mengelus punggungnya dengan lembut hingga dapat bersendawa. Cara lainnya yang dapat kita lakukan adalah dengan membaringkan buah hati selama 5 hingga 10 menit setelah menyusui dan mengelusnya pada posisi atas bayi. Udara akan lebih mudah bergerak ketika kita mengangkat kecil kembali ke atas dan pastinya memudahkan mereka untuk bersendawa.

    2. Memijat perlahan

    Memijat bayi adalah salah satu cara yang sering dilakukan untuk mengatasi perut kembung anak. Memijat yang dimaksud di sini tentu saja menggunakan teknik tersendiri, yaitu dengan mengusap perut bayi hingga perut mereka tidak lagi keras. Selain itu, kita juga dapat mengusap punggung bayi dengan posisi tengkurap hingga mereka tidak kembung lagi atau setidaknya angin dalam perut mereka berkurang.

    3. Posisi menyusui

    Tidak dapat dipungkiri jika posisi menyusui juga dapat membuat perut anak menjadi kembung sehingga carilah posisi nyaman menyusui untuk mencegah hal ini terjadi. Sebaiknya kita menyusui dengan posisi kepala bayi lebih tinggi daripada perutnya dan hal ini akan membantu susu masuk ke dasar perut dan udara naik ke atas sehingga bayi akan lebih muda bersendawa. Hal ini juga berlaku meskipun kita memberi anak susu pada botol dan kita harus memastikan jika susu sudah tercampur dengan baik. Susu yang menggumpal akan membuat anak meneguk berlebihan dan dapat berujung pada perut kembung anak.

    4. Memandikan bayi dengan air hangat

    Meskipun cara yang satu ini terlihat sepele, tapi air hangat cukuplah efektif untuk membuat anak nyaman dan pastinya menyembuhkan perut kembung anak. Menariknya lagi, cara yang satu ini juga aman untuk dilakukan baik pada bayi yang baru lahir atau sudah berusia beberapa bulan dan pastinya perlu kita lakukan secara perlahan agar bayi merasa nyaman.

    5. Membedong bayi

    Cara yang satu ini dapat dilakukan apabila bayi masih berusia kurang dari dua bulan. Membedong bayi akan membuat mereka menjadi lebih nyaman dan pastinya membantu keluarnya udara dari perut sehingga bayi tidak akan merasa kembung lagi. Selain itu, bayi yang masih berusia di bawah dua bulan masih sering kedinginan sehingga mereka rentan terhadap permasalahan perut kembung.

    6. Menggerakkan kaki bayi seperti bersepeda

    Cara yang satu ini dapat dibilang cukup efektif untuk membuang gas pada perut bayi sehingga mereka tidak akan rewel setelah melakukan gerakan yang satu ini. Selain itu, melakukan cara ini juga semakin mendekatkan hubungan ibu dengan anak karena kita perlu melakukannya secara perlahan dan pastinya mengajak mereka berkomunikasi dan tertawa sehingga bayi merasa lebih rileks. Melakukan gerakan ini akan menekan bagian perut bayi dan tentu saja mendorong gas bergerak ke atas hingga kerongkongan yang berarti gas akan keluar setelahnya.

    7. Tummy time

    Cara terakhir yang dapat kita lakukan untuk membuat bayi tidak mengalami perut kembung lagi adalah dengan melakukan tummy time, yaitu membiarkan bayi tengkurap selama beberapa saat hingga bayi tidak lagi mengalami permasalahan ini. Posisi tengkurap bayi akan membuat gas perut mendapatkan tekanan dari berat badan dan membuat gas keluar dengan bayi bersendawa ataupun buang angin. Selain itu, kita juga dapat mengajak bayi untuk berkomunikasi sehingga mempercepat proses gas terbuang dari dalam perut.

    Nah, itu tadi adalah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah perut kembung pada bayi. Pastinya kita tidak akan panik lagi kan ketika mengetahui anak mengalami masalah perut kembung? Satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk memberikan anak asupan makanan bergizi agar kesehatannya terjaga dan tentu saja diberikan ASI eksklusif agar perkembangannya tidak terganggu. So, yuk lebih perhatikan kesehatan anak dari sekarang!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Kesehatan anak merupakan hal nomor satu bagi orang tua. Anak, khususnya balita sangat rentan untuk terserang penyakit karena daya tubuhnya yang belum kuat alias belum sebagus orang dewasa. Penyakit yang bisa menyerang anak pun terdiri dari berbagai jenis, mulai dari penyakit ringan seperti flu atau batuk yang dapat sembuh dalam hitungan hari. Meskipun terdengar sepele, […]

    6 Aneka Makanan yang Tepat untuk Lengkapi Kebutuhan Gizi Anak

    Kesehatan anak merupakan hal nomor satu bagi orang tua. Anak, khususnya balita sangat rentan untuk terserang penyakit karena daya tubuhnya yang belum kuat alias belum sebagus orang dewasa. Penyakit yang bisa menyerang anak pun terdiri dari berbagai jenis, mulai dari penyakit ringan seperti flu atau batuk yang dapat sembuh dalam hitungan hari. Meskipun terdengar sepele, kita juga tidak boleh lupa jika anak juga bisa terserang penyakit yang dapat mengancam keselamatan nyawanya seperti penyakit jantung ataupun kanker.

    Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan anak, alias meminimalisir datangnya berbagai penyakit pada anak? Kabar baiknya, seiring dengan perkembangan zaman untuk menjaga anak tetap sehat bukanlah suatu perkara yang sulit karena saat ini fasilitas kesehatan yang semakin berkembang. Melakukan imunisasi pada anak sejak dini dan dilakukan secara berulang adalah cara yang tepat untuk meningkatkan daya imun anak. Menariknya lagi, kita bisa mendapatkan berbagai imunisasi dengan cuma-cuma alias diberikan gratis oleh pemerintah. Beberapa imunisasi yang bisa kita dapatkan untuk anak antara lain adalah imunisasi cacar, hepatitis, polio, ataupun campak dan virus rubella. Namun, apakah imunisasi saja sudah cukup untuk menjaga kesehatan anak?

    Tentu saja tidak! Sebagai orang terdekat anak, kita harus memperhatikan kesehatan anak tiap waktu dan salah satunya adalah dengan mengamati kebutuhan gizinya. Kebutuhan gizi anak perlu terpenuhi dengan baik supaya terhindar dari berbagai penyakit dan pastinya dampak lainnya yang tidak kita inginkan. Beberapa ciri anak kekurangan gizi adalah berat badan anak yang kurang alias tidak memenuhi standar yang ada, mengalami pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, bahkan bisa mengalami diare selama beberapa hari. Pastinya kita tidak ingin hal ini terjadi pada anak kan? Kabar baiknya, kita dapat memberikan berbagai jenis makanan tertentu untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dan mengubah pola makanan anak menjadi lebih sehat lagi. Nah, kira-kira apa saja ya makanan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi anak?

    Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini!

    1. Salmon

    Salmon adalah jenis makanan pertama yang aman untuk dikonsumsi anak dan pastinya memberikan banyak manfaat untuk mereka. Salmon adalah salah satu jenis ikan yang kaya akan kandungan asam lemak omega-3 dan kandungan ini lah yang berfungsi untuk meminimalisir anak terserang penyakit jantung di kemudian hari. Bukan hanya itu saja, tingginya kandungan ini bergungsi untuk membuat memori anak semakin bagus alias mencegah anak mudah lupa terhadap suatu hal.

    2. Yogurt

    Susu adalah suatu jenis minuman yang wajar untuk diberikan pada anak, tapi yogurt lebih memiliki manfaat terkait dengan pemenuhan kebutuhan gizi pada anak. Kok bisa? Jawabannya tentu saja karena yogurt kaya akan protein dan terpenuhinya kebutuhan protein anak inilah yang berfungsi untuk memperkuat tulang serta gigi anak. Bukan hanya itu saja, yogurt juga ampuh untuk memerangi bakteri jahat yang ada dalam usus serta memperbaiki sistem pencernaan yang pastinnya mencegah anak mengalami diare. Kita bisa memadukan yogurt dengan beberapa potongan buah supaya anak semakin senang menikmati dessert yang satu ini.

    3. Telur

    Telur adalah jenis makanan berikutnya yang memiliki banyak manfaat untuk anak bahkan membantu anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Kok bisa? Tentu saja karena telur memiiki kandungan vitamin D yang tinggi dan hal ini berarti kebutuhan kalsium anak juga akan terpenuhi dengan baik. Telur biasanya dihidangkan saat sarapan karena makanan ini juga ampuh untuk energi tambahan anak dalam menjalani harinya.

    4. Oatmeal

    Siapa yang tidak kenal dengan makanan yang satu ini? Siapa bilang jika oatmeal hanya cocok untuk orang dewasa? Makanan dengan sejuta manfaat yang satu ini bisa dikonsumsi oleh siapa saja bahkan menariknya lagi juga sangat aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Hal ini juga didukung oleh sebuah peneliitan yang menyatakan bahwa balita dan anak yang rutin mengonsumsi oatmeal akan lebih mampu berkonsentrasi terhadap hal-hal di sekelilingnya. Bukan hanya itu saja, tingginya kandungan serat pada oatmeal juga ampuh untuk meminimalisir datangnya berbagai masalah pencernaan pada anak.

    5. Kayu manis

    Siapa sih yang tidak kenal dengan aroma khas rempah yang satu ini? Siapa sangka jika kayu manis memiliki banyak manfaat bahkan mampu memenuhi kebutuhan gizi anak? Kayu manis merupakan salah satu rempah yang mampu menyeimbangkan kadar gula dalam tubuh yang berarti membuat anak terhindar dari obesitas bahkan meminimalisir timbulnya diabetes di kemudian hari. Selain itu, kayu manis juga dapat berfungsi sebagai tambahan energi untuk anak yang berarti anak akan tetap bersemangat sepanjang ahri dan pastinya jauh dari kata lemas.

    6. Blueberry

    Jenis makanan terakhir yang cocok untuk memenuhi kebutuhan gizi anak berasal dari buah-buahan, tepatnya berasal dari blueberry. Buah yang satu ini kaya akan kandungan nutrisi dan anti-oksidan di mana kedua hal ini sangatlah efektif untuk meminimalisir datangnya berbagai penyakit berbahaya sejak dini. Memberikan blueberry pada anak secara rutin juga efektif untuk menjaga kadar kolesterol dalam batas normal serta ampuh untuk memperkuat memori anak. Mengolah blueberry pun bukan suatu hal yang sulit karena kita bisa memberikannya dalam bentuk jus ataupun berbagai dessert, contohnya saja bisa kita olah menjadi pudding, muffin, ataupun brownies.

    Itu tadi adalah beberapa jenis makanan yang bisa kita berikan secara rutin pada anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya setiap saat. Pastinya sudah tidak bingung lagi kan mengenai makanan sehat apa yang tepat untuk anak? So, tunggu apalagi untuk memulai pola hidup sehat pada anak?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Sarapan adalah salah satu hal yang tidak boleh kita lupakan atau lewatkan mengingat pentingnya hal ini sama dengan makan berat di siang ataupun malam hari. Banyak penelitian juga menyatakan jika sarapan memiliki banyak manfaat untuk tubuh seperti meningkatkan daya konsentrasi, menghindari makan tak terkontrol alias mencegah kita mengemil sepanjang hari, menurunkan berat badan tubuh, bahkan […]

    Trik Kreatif Membuat Menu Sarapan Pagi Anak yang Sehat dan Bergizi

    Sarapan adalah salah satu hal yang tidak boleh kita lupakan atau lewatkan mengingat pentingnya hal ini sama dengan makan berat di siang ataupun malam hari. Banyak penelitian juga menyatakan jika sarapan memiliki banyak manfaat untuk tubuh seperti meningkatkan daya konsentrasi, menghindari makan tak terkontrol alias mencegah kita mengemil sepanjang hari, menurunkan berat badan tubuh, bahkan bisa memberi kita energi tambahan yang pastinya mencegah kita menjadi lemas.

    Sarapan merupakan suatu kebiasaan yang bisa dimulai sejak kecil bahkan sejak anak berusia dini. Seperti memulai kebiasaan baik lainnya, kita perlu membuat semenarik mungkin sehingga anak tertarik untuk memulai pola hidup yang sehat dan pastinya membuat sarapan mereka terasa menyenangkan. Nah, kira-kira apa ya trik membuat sarapan untuk anak yang bisa kita lakukan?

    Dari pada semakin penasaran, yuk kita simak trik kreatif menu sarapan pagi

    1. Membuat menu kesukaannya

    Yup, cara yang satu ini bisa kita lakukan supaya si kecil tidak bermalas-malasan untuk menghabiskan sarapannya di saat pagi. Kita pun bisa mendiskusikan makanan apa yang diinginkan oleh si kecil saat sarapan dan pastinya tidak lupa untuk memberikannya asupan gizi yang seimbang, seperti terdiri dari 4 sehat 5 sempurna.

    2. Membuat menu bervariasi

    Hal ini juga penting untuk diingat sehingga anak tidak bosan untuk mengonsumsi menu yang sama tiap kali sarapan. Membuat menu bervariasi tanpa memberi tahu mereka dahulu apa yang mereka santap juga bisa membuat mereka penasaran dan bersemangat untuk berangkat ke meja makan dan segera menghabiskan sarapannya.

    3. Menyajikan smoothies

    Smoothies adalah salah satu jenis minuman yang menyegarkan dan pastinya disukai oleh anak karena rasanya yang lezat bahkan juga aman untuk dikonsumsi sebagai sarapan. Beberapa buah yang bisa kita olah menjadi smoothies saat sarapan adalah pisang ataupun stroberi. Pisang sangat cocok untuk kita konsumsi sebagai sarapan karena buah yang satu ini tinggi akan nutrisi dan pastinya membuat anak bersemangat sepanjang hari. Kita juga bisa menambakan madu ataupun susu kedelai pada smoothies stroberi kita untuk mengimbangi rasa asam yang dihasilkan oleh stroberi. Tentu saja kita bisa mengolah berbagai buah lainnya sebagai smoothies yang pastinya tidak kalah dengan pisang ataupun stroberi.

    4. Mengolah kentang

    Siapa bilang jika sarapan harus melulu makan nasi? Ketika kita membuat sarapan untuk anak, sebaiknya kita tidak memaksakan kehendak kita agar anak mau mengonsumsi makanan tertentu karena hal ini akan menyebabkan anak menjadi malas makan bahkan bisa membuat mereka membenci sarapan. Sebagai ganti nasi, kita bisa mengolah kentang yang juga kaya akan kandungan karbohidrat. Contohnya saja kita bisa mengolah kentang menjadi pom-pom kentang, yaitu kentang yang direbus kemudian dihaluskan lalu kita sematkan keju di dalamnya lalu digoreng sebelum kita sajikan di meja makan. Hidangan yang satu ini bahkan praktis untuk dibawa anak ke sekolah dan bisa dinikmati bersama teman-temannya.

    5. Menyajikan omelet

    Omelet adalah jenis makanan berikutnya yang sering dihidangkan oleh ibu sebagai sarapan karena penyajiannya yang begitu praktis dan dipastikan anak mau melahapnya hingga habis. Telur adalah salah satu bahan makanna yang disarankan untuk rutin dikonsumsi oleh anak karena berbagai manfaat yang bisa didapatkan. Kita bisa memadukan keju ataupun wortel pada omelet sehingga nilai gizi yang didapatkan anak akan semakin banyak. Menariknya lagi, kita hanya membutuhkan waktu 5 hingga 7 menit untuk menghidangkan omelet bergizi untuk sarapan anak.

    6. Menyajikan pancake

    Pancake adalah jenis makanan berikutnya yang bisa kita berikan pada anak sebagai sarapan ketika mereka bosan dengan nasi ataupun roti. Kita bisa membuat adonan pancake sendiri atau menggunakan adonan pancake instan yang sudah tersedia di supermarket terdekat yang pastinya semakin praktis untuk diolah. Kita bisa memadukan sirup maple ataupun berbagai buah potong sebagai pendamping pancake dan pastinya sarapan berfungsi sebagai sumber energi anak sepanjang hari.

    7. Mengolah roti

    Roti adalah salah satu jenis makanan yang bisa kita sajikan sebagai sarapan ketika anak mulai mengeluh mereka bosan mengonsumsi nasi. Kita bisa mengolah roti menjadi roti bakar dan dipadukan dengan berbagai selai buah-buahan sehingga anak mendapatkan nutrisi dan vitamin dari selai buah tersebut. Akan lebih baik lagi jika kita menyempatkan untuk membuat selai buah sendiri karena pastinya selai buatan kita bebas dari bahan pengawet.

    Selain itu, kita juga bisa mengolah roti dan dipadukan dengan telur ataupun daging serta potongan sayuran yang pastinya akan menjadi sarapan favorit anak. Mengolah roti juga bisa dibilang cukup praktis karena kita hanya membutuhkan waktu 10 sampai 15 menit hingga roti siap disantap anak.

    8. Membuat tumis sayuran

    Tumis sayuran adalah salah satu jenis hidangan yang sering menjadi favorit anak karena rasanya yang tidak terlalu berat dan kita bisa menumis berbagai jenis sayuran untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi anak. Contoh sayuran yang cocok untuk ditumis adalah brokoli, di mana brokoli sendiri memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita seperti memperlancar sistem pencernaan, mencegah terjadinya peradangan, bahkan mampu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Kita juga bisa mengolah berbagai sayuran lainnya yang pastinya cocok untuk diolah menjadi tumis seperti jamur, sawi, kangkung, dan lain-lain.

    Itu tadi adalah beberapa trik membuat sarapan untuk anak yang bisa kita terapkan sewaktu-waktu. Pastinya sekarang sudah tidak bingung lagi kan bagaimana cara yang tepat untuk membuat anak selalu bersemangat mengonsumsi sarapannya? Yuk buat sarapan anak menyenangkan setiap saat!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Apa yang terpikir di benak kalian mengenai tampil cantik? Tampil cantik adalah impian hampir semua wanita dan pastinya bukan rahasia lagi jika wanita rela melakukan apa saja untuk bisa tampil cantik. Melakukan perawatan di klinik kecantikan adalah salah satu cara yang biasa wanita lakukan untuk membuat mereka selalu bisa tampil cantik dan pastinya mencegah timbulnya […]

    Ingin Awet Muda Secara Alami? Batasi 7 Asupan Berikut

    Apa yang terpikir di benak kalian mengenai tampil cantik? Tampil cantik adalah impian hampir semua wanita dan pastinya bukan rahasia lagi jika wanita rela melakukan apa saja untuk bisa tampil cantik. Melakukan perawatan di klinik kecantikan adalah salah satu cara yang biasa wanita lakukan untuk membuat mereka selalu bisa tampil cantik dan pastinya mencegah timbulnya berbagai tanda penuaan sejak dini. Menariknya kita juga bisa melakukan perawatan wajah ataupun tubuh secara mandiri alias dilakukan di rumah dengan memanfaatkan berbagai bahan alami yang berarti kita juga menghemat biaya.

    Sebenarnya apa sih tanda-tanda penuaan dini itu? Penuaan pada wanita biasanya ditandai dengan mereka mengalami menopause, tapi tidak menutup kemungkinan jika berbagai tanda penuaan bisa muncul sebelum menopause. Wah yang benar nih? Berbagai tanda penuaan ini biasanya tampak jelas pada wajah, seperti timbulnya kerutan, kulit kusam, garis-garis halus, bahkan kulit yang mengering. Pastinya kita tidak ingin hal ini terjadi bukan?

    Menariknya, kita bisa tetap awet muda bukan saja hanya dengan melakukan perawatan. Kita bisa memulainya dengan memperhatikan pola makan kita – yang pastinya dengan mengonsumsi makanan sehat dan menghindari berbagai makanan yang dapat memicu penuaan dini. Wah memangnya makanan apa saja yang harus dibatasi pengonsumsiannya sehingga kita bisa tampil awet muda?

    Nah dari pada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasan berikut!

    1. Gorengan

    gorengan

    Siapa sih di antara kita yang masih suka mengonsumsi gorengan? Tahukah kalian jika gorengan dapat memicu timbulnya gejala penuaan dini? Minyak dan lemak yang terkandung pada gorengan akan teroksidasi dan mausk ke dalam tubuh kita. Minyak merupakan salah satu jenis zat yang sulit untuk didetoks untuk tubuh dan menghambat produksi kolagen serta elastin. Terhambatnya produksi kedua zat ini akan menyebabkan kulit kita mengendur dan menjadi lebih kusam.

    2. Kafein

    Mengonsumsi kopi adalah salah menu wajib untuk sebagian besar orang di luar sana. Namun tahukah kalian jika kafein dapat mempercepat proses penuaan pada tubuh kita? Sebuah penelitian menunjukkan jika mengonsumsi 2 hingga 3 cangkir minuman berkafein setiap hari dapat memicu respons adrenocortical pituitary. Kondisi ini akan meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh, di mana hormon ini lebih dikenal sebagai hormon penyebab stres. Bukan hanya menyebabkan stres, hormon kortisol juga dapat merusak kulit.

    3. Garam

    Garam adalah salah satu bumbu dapur yang tidak boleh dilupakan ketika memasak karena hal inilah yang membuat makanan kita menjadi lebih lezat. Sayangnya, terlalu banyak mengonsumsi garam tidaklah disarankan karena bisa mempercepat timbulnya berbagai gejala penuaan dini pada tubuh kita. Kok bisa? Tingginya kandungan sodium pada garam akan meningkatkan tekanan darah kita dan membuat berbagai organ dalam tubuh kita bekerja lebih keras daripada biasanya.

    4. Manis

    Mengonsumsi berbagai makanan manis adalah suatu hal yang disukai oleh sebagian besar wanita, bahkan tidak jarang wanita mengonsumsi berbagai makanan manis sebagai hidangan pencuci mulut. Sayangnya, mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung gula adalah suatu hal yang tidak disarankan karena dapat mempercepat proses penuaan dalam tubuh kita. Bukan hanya itu saja, mengonsumsi terlalu banyak gula juga dapat memicu kandungan kalori dalam tubuh yang berarti meningkatkan risiko kita mengalami obesitas.

    5. Makanan yang diawetkan

    Mengonsumsi berbagai makanan yang diawetkan bukanlah suatu hal yang disarankan apabila kita ingin tampil awet muda. Selain itu, tingginya bahan pengawet yang ada pada suatu makanan bukanlah hal yang baik dan apabila kita mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak tentu saja dapat mempengaruhi kesehatan kita. Bahan pengawet akan memicu timbulnya garis halus dan keriput pada wajah kita serta membuat ginjal bekerja lebih keras daripada seharusnya.

    6. Alkohol

    Alkohol adalah salah satu jenis minuman yang sebaiknya dihindari apabila kita ingin tampil awet muda, mengingat alkohol juga mampu mengganggu kinerja organ kita. Konsumsi alkohol dalam jumlah yang banyak dapat memicu dehidrasi bahkan mengurangi jumlah asam lemak esensial dalam tubuh. Hilangnya asam lemak ini akan memunculkan berbagai tanda penuaan seperti timbulnya garis halus, keriput, pembengkakan pada daerah tubuh tertentu, bahkan tubuh bisa kehilangan kolagen.

    7. Lemak jenuh

    Menurut penelitian, berbagai jenis makanan yang mengandung lemak jenuh dapat mempercepat timbulnya berbagai gejala penuaan sejak dini. Selain itu, tingginya kandungan lemak pada suatu makanan dapat memicu seseorang mengalami obesitas. Beberapa contoh makanan yang tinggi akan lemak jenuh adalah daging merah, susu, ataupun keju.

    Nah itu tadi adalah beberapa makanan yang sebaiknya kita batasi atau justru kita hindari dan hentikan pengonsumsiannya. Suatu hal yang mudah untuk dilakukan bukan? So, tunggu apalagi untuk tampil lebih muda dengan berbagai jenis makanan yang menyehatkan?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Sakit kepala, tentu bukan hal yang asing bagi kita semua. Mungkin hampir setiap orang di dunia ini pernah mengalami sakit kepala, paling tidak satu kali dalam hidupnya. Selain jenis sakit kepala dan penyebabnya sangat bervariasi, sakit kepala juga sangat berhubungan dengan faktor-faktor lain, seperti stres, kecemasan, pola makan dan jenis makanan tertentu, gaya hidup, aktivitas […]

    6 Tips Meredakan Sakit Kepala yang Ampuh!

    Sakit kepala, tentu bukan hal yang asing bagi kita semua. Mungkin hampir setiap orang di dunia ini pernah mengalami sakit kepala, paling tidak satu kali dalam hidupnya. Selain jenis sakit kepala dan penyebabnya sangat bervariasi, sakit kepala juga sangat berhubungan dengan faktor-faktor lain, seperti stres, kecemasan, pola makan dan jenis makanan tertentu, gaya hidup, aktivitas fisik, konsumsi obat-obatan tertentu, kondisi cuaca dan lingkungan, hingga faktor hormonal seperti menstruasi.

    Sobat mungkin juga sudah mencoba berbagai macam obat tapi masih kurang efektif. Lalu bagaimanakah cara meredakan sakit kepala yang manjur? Banyak cara-cara yang ditawarkan tapi kurang tepat dan kadang justru memperparah sakit kepala. Nah, gaya hidup yang baik dan pola asupan makanan, memegang peranan yang sangat penting dalam hal ini. Yuk Sobat, mari kita simak lebih lanjut:

    Sakit kepala merupakan salah satu keluhan yang paling sering dikeluhkan di fasilitas kesehatan. Penyebab sakit kepala sangat beragam mulai dari sakit kepala ringan yang sederhana, mengganggu rasa nyaman, hingga sakit kepala yang berbahaya dan mengancam nyawa. Sakit kepala pada umumnya dibedakan menjadi 2, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer adalah sakit kepala tanpa penyebab yang jelas, seperti sakit kepala tipe tegang (tension-type headache—TTH), migrain, sakit kelapa tipe klaster (cluster-type headache), dan beberapa lainnya. Sedangkan sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan karena penyakit/penyebab lain, seperti karena cedera pada kepala, pecahnya pembuluh darah, infeksi, tumor otak, dan lain-lain. Sakit kepala yang paling sering ditemukan adalah sakit kepala primer, yang sekaligus akan menjadi sasaran topik bacaan kali ini.

    Sakit kepala primer inilah yang memiliki kaitan erat dengan pola makan dan gaya hidup. Banyak makanan dan gaya hidup tertentu yang sudah diteliti lebih lanjut dapat mencetuskan atau memperparah sakit kepala. Berdasarkan penelitian, 12-60% orang dengan migrain akan tercetus oleh gaya hidup dan makanan tertentu.

    Pencetus Sakit Kepala

    Hal yang perlu Sobat semua ketahui terlebih dahulu untuk mengurangi dan meredakan sakit kepala ialah memahami apa yang dapat mencetuskannya. Perlu sobat ingat bahwa faktor pencetus sakit kepala masing-masing orang dapat saja berbeda, tapi secara umum terdapat beberapa hal yang dapat mencetuskan sakit kepala, baik gaya hidup, pola makan hingga beberapa jenis makanan tertentu yang sudah diteliti dapat mencetuskan sakit kepala.

    1. Hindari minuman beralkohol.

    Bagi sebagian orang mungkin minuman beralkohol tidak menyebabkan sakit kepala. Namun, bagi para penderita sakit kepala primer yang kronis, baik migrain maupun jenis sakit kepala primer lainnya, alkohol ternyata dapat mencetuskannya meski dikonsumsi dalam jumlah sedikit.

    1. Hindari makanan/minuman pencetus sakit kepala.

    Inilah topik yang paling sering dibahas dalam sakit kepala. Apa saja yang perlu dihindari? Beberapa jenis makanan atau minuman ternyata sudah terbukti dapat mencetuskan sakit kepala terutama migrain, yaitu:

    • Keju dan produk susu lainnya,
    • Coklat,
    • Kopi (kafein),
    • Buah-buahan seperti sitrus (jeruk),  pisang, dan apel,
    • Kacang-kacangan,
    • Daging merah dan daging yang telah diproses seperti sosis, ham, hotdog,
    • Gandum,
    • Minuman/makanan terlalu dingin,
    • MSG (monosodium glutamat) atau mecin,
    • Aspartame atau pemanis buatan,
    • Makanan berlemak tinggi.

    Makanan atau minuman ini diketahui mengandung banyak faktor yang dapat menyebabkan sakit kepala seperti histamin, tiramin, dan nitrat/nitrit. Tidak menutup kemungkinan Sobat mungkin memiliki jenis makanan lain yang dapat mencetuskan sakit kepala. Penelitian menunjukkan, menghindari asupan pencetus atau eliminasi diet ini dapat menurunkan durasi kekambuhan sakit kepala sebesar 29%.

    Selain itu, mengurangi asupan lemak ternyata dapat menurunkan kadar hormon estrogen, sehingga cocok bagi para wanita yang sering mengalami sakit kepala saat fase premenstruasi.

    1. Pola makan pencetus sakit kepala.

    Tidak hanya jenis makanan, ternyata pola makan yang salah juga dapat mencetuskan sakit kepala loh. Penelitian menemukan bahwa berpuasa dan terlambat makan akan menyebabkan fluktuasi kadar gula di dalam darah yang berujung mencetuskan sakit kepala primer seperti migrain ataupun jenis lainnya pada sebagian orang.

    1. Gaya hidup dan faktor lain pencetus sakit kepala.

    Gaya hidup yang salah ternyata dapat menyebabkan sakit kepala yang dialami Sobat tidak kunjung membaik. Kurang olahraga, kekurangan tidur karena sulit tidur atau kebiasaan tidur larut malam, dan kelelahan yang menyebabkan kurangnya istirahat, dapat mencetuskan sakit kepala.

    Faktor lain yang cukup berpengaruh dalam mencetuskan sakit kepala primer adalah faktor psikososial seperti stres, kecemasan, ketidakpuasan dalam pekerjaan dan masalah dalam pekerjaan lainnya, serta berbagai faktor tidak umum lainnya seperti bau-bauan yang menyengat. Kecemasan juga seringkali diikuti dengan sulit tidur. Penelitian menemukan bahwa kecemasan adalah salah satu faktor penyebab sakit kepala yang berkepanjangan.

    Tips Meredakan Sakit Kepala

    1. Minumlah air. Minum air yang cukup dapat membantu meredakan sakit kepala dalam 30 menit hingga 3 jam. Kekurangan cairan atau dehidrasi yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan sakit kepala.
    2. Berolahraga. Penelitian menemukan bahwa berolahraga secara teratur tidak hanya dapat meredakan sakit kepala primer seperti migrain, tapi juga dapat mencegah kekambuhan di kemudian hari, terutama bagi Sobat yang tidak ingin terlalu bergantung dengan obat-obatan. Olahraga juga dapat membantu meredakan stres dan membuat Sobat menjadi lebih rileks.
    3. Tidur dan istirahat cukup. Jika Sobat sering tidur larut malam, ini saatnya untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Tidur paling tidak 8 jam sehari dan istirahat yang cukup terbukti menurunkan frekuensi dan derajat sakit kepala.
    4. Kompres dingin. Meski terlihat sebagai metode yang sangat tradisional, tapi penelitian mencatat bahwa kompres dingin dapat secara efektif meredakan sakit kepala pada 71% pasien.
    5. Konsumsi kafein dosis rendah. Kafein memang dapat menyebabkan sakit kepala, tapi jika dikonsumsi pada dosis kecil dapat bermanfaat untuk meredakan sakit kepala. Kafein dosis rendah dapat mudah Sobat temui dengan mengonsumsi teh.
    6. Konsumsi makanan kaya magnesium. Diet tinggi magnesium dapat meredakan dan mencegah kekambuhan sakit kepala terutama migrain dan sakit kepala tipe klaster. Contoh makanan kaya magnesium adalah sayur-sayuran hijau seperti bayam, buah alpukat, dan berbagai jenis kentang.

    Jadi, cara meredakan sakit kepala bukan hanya mengonsumsi obat-obatan, tapi juga perlu memerhatikan gaya hidup, pola makan dan jenis makanan yang perlu dihindari untuk meredakan sakit kepala dengan tepat dan holistik. Jangan lupa, jika Sobat sudah mencoba semua yang disarankan di atas namun sakit kepala tidak kunjung membaik, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Atau perkaya info kesehatan lainnya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Keterangan lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Center for Integrated Healthcare. Headache: types, tips, & treatment suggestions. USA: VA Healthcare; 2013. p. 1-4.
    2. Rizzoli P, Mullally WJ. Headache. American Journal of Medicine. 2018;131(1):17–24.
    3. Robbins M, Grosberg BM, Lipton RB. Headache. UK: John Wiley & Sons; 2013. p. 3.
    4. Saracco MG, Calabrese G, Cavallini M, Montano V, Rinaldi B, Valfrè W, Aguggia M. Relationship between primary headache and nutrition: a questionnaire about dietary habits of patients with headache. Neurological Sciences. 2014;35(1):159–161.
    5. Panconesi A. Alcohol-induced headaches: evidence for a central mechanism?. J Neurosci Rural Pract. 2016;7(2):269–275.
    6. Bunner AE, Agarwal U, Gonzales JF, Valente F, Barnard ND. Nutrition intervention for migraine: a randomized crossover trial. Journal of Headache and Pain. 2014;15(1):1–9.
    7. Gonzalez A, Hyde E, Sangwan N, Gilbert JA, Viirre E, Knight R. Migraines are correlated with higher levels of nitrate-, nitrite-, and nitric oxide-reducing oral microbes in the American Gut Project Cohort. mSystems. 2016;1(5):e00105-16.
    8. Yuan H, Silberstein SD. Headache and migraine. Headache. 2018 Jan;58(1):184-193.
    9. Buchholz, D. Heal Your Headache. New York: Workman Publishing. 2002.
    10. Haque B, Rahman KM, Hoque A, Hasan ATMH, Chowdhury RN, Khan SU, et al. Precipitating and relieving factors of migraine versus tension type headache. BMC Neurology. 2012 12:82.
    11. Boardman HF, Thomas E, Millson DS, Croft PR. Psychological, sleep, lifestyle, and comorbid associations with headache. Headache. 2005;45(6):657–669.
    12. Molarius A, Tegelberg Å, Öhrvik J. Socio-economic factors, lifestyle, and headache disorders: a population-based study in Sweden. Headache. 2008;48(10):1426–1437.
    13. Silva-Néto RP, Peres MF, Valença MM. Odorant substances that trigger headaches in migraine patients. Cephalalgia. 2014;34(1):14-21.
    14. Popkin BM, D’Anci KE, Rosenberg IH. Water, hydration, and health. Nutrition Reviews. 2010;68(8):439–458.
    15. Varkey E, Cider Å, Carlsson J, Linde M. Exercise as migraine prophylaxis: a randomized study using relaxation and topiramate as controls. Cephalalgia. 2011;31(14):1428–1438.
    16. Kelman L, Rains JC. Headache and sleep: examination of sleep patterns and complaints in a large clinical sample of migraineurs. Headache. 2005 Jul-Aug;45(7):904-10.
    17. Ucler S, Coskun O, Inan LE, Kanatli Y. Cold therapy in migraine patients: open-label, non-controlled, pilot study. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. 2006;3(4):489–493.
    18. Lipton RB, Diener HC, Robbins MS, Garas SY, Patel K. Caffeine in the management of patients with headache. Journal of Headache and Pain. 2017;18(1).
    19. Mauskop A, Varughese J. Why all migraine patients should be treated with magnesium. Journal of Neural Transmission. 2012;119(5):575–579.
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja