Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 331–340 of 964 results

  • Kemacetan, kesibukan, hingga rayuan diskon menjadi alasan banyak orang lebih memilih membeli kebutuhannya melalui belanja online. Jangan terlena atau terlalu asyik memilih barang-barang incaranmu, hingga lengah dan berakhir dengan rugi sendiri. Baca Juga: Tips Aman dari Corona Saat Belanja Online Dengan tips belanja online dengan aman berikut ini, dijamin keasyikannya gak bakal berkurang. Apa saja […]

    Berikut Trik Anti Rugi Belanja Online yang Perlu Dicoba

    Kemacetan, kesibukan, hingga rayuan diskon menjadi alasan banyak orang lebih memilih membeli kebutuhannya melalui belanja online. Jangan terlena atau terlalu asyik memilih barang-barang incaranmu, hingga lengah dan berakhir dengan rugi sendiri.

    trik anti rugi belanja online

    Baca Juga: Tips Aman dari Corona Saat Belanja Online

    Dengan tips belanja online dengan aman berikut ini, dijamin keasyikannya gak bakal berkurang. Apa saja sih?

    • Pilih Situs Belanja Online yang Terpercaya

    Kenapa? Situs belanja online terpercaya biasanya sudah dilengkapi metode perlindungan yang terjamin keamanannya. Situs terpercaya sudah banyak kok di Indonesia. Pintar memilihnya ya!

    • Pilih Seller dengan Reputasi Terbaik

    Meski sudah “berselancar” di situs belanja online terpercaya, ada baiknya memilih seller yang terpercaya. Kebanyakan situs belanja online kini sudah menggunakan sistem reputasi untuk seller-nya, jadi pastikan kamu membeli dari seller yang memiliki reputasi tinggi.

    • Gunakan Rekening Bersama

    Dengan sistem ini, pembayaran tidak akan langsung ke penjual jika barang belum sampai ke pembeli sesuai deskripsi. Penjual baru bisa mendapatkan uang tersebut ketika pembeli sudah mengkonfimasi keberhasilan dari transaksi yang dilakukan. Kalau penjual “nakal”, maka uang akan kembali kepada pembeli.

    • Teliti Membaca Deskripsi Produk

    Belanja online tentu membuat konsumen tidak dapat melihat langsung kondisi fisik barang yang diincarnya. Jika tidak teliti membaca, bisa jadi kecewa. Jika sudah teliti dan masih tidak sesuai kondisi barang saat diterima, Anda bisa ajukan keluhan untuk meminta penggantian barang atau pengembalian uang.

    Baca Juga: Tips Aman Berbelanja Online

    • Jangan Pakai Wifi Public Ya!

    Risiko yang paling sering terjadi  saat belanja online adalah pencurian identitas dan data pribadi oleh pihak tak bertanggung jawab. Salah satu cara menghindarinya, sebisa mungkin tidak menggunakan wifi public saat mengakses transaksi online. Lebih baik menggunakan jaringan internet pribadi lho!

    • Jangan Lupa Menyimpan Bukti Transaksi

    Ini sangat penting! Jangan pernah lupa menyimpan bukti transaksi. Jika perlu, simpan juga semua informasi detail terkait transaksi barang apa yang dibeli. Sudah siap belanja online dong?!

    Baca Juga: Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi Digital di Bidang Kesehatan

    • Hati-hati Dengan Social Engineering


      Tahukah bahwa jenis penipuan yang paling marak saat berbelanja online adalah rekayasa sosial atau social engineering. Para pelaku mengincar korban dengan mengaku sebagai karyawan situs belanja online, mengajak pembeli bertransaksi di luar situs, atau meminta data rahasia seperti PIN, password, dan kode OTP. Lindungi terus data rahasiamu dengan tidak memberikannya kepada pihak manapun.

    • Perhatikan Syarat dan Ketentuan Yang Berlaku


      Masing-masing situs belanja online memiliki syarat dan ketentuan dalam menyediakan layanannya. Pastikan kamu sudah membaca dan memahaminya sebelum bertransaksi. Situs-situs tersebut akan memberikan layanannya secara maksimal apabila kamu ikut mematuhi aturan yang berlaku.

    Itulah beberapa trik aman berbelanja online. Jika Sobat ingin berbelanja online produk-produk kesehatan, belanjalah di Prosehat, dan dapatkan promo serta voucher menarik. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Belanja online sudah menjadi bagian dari keseharian kita saat ini. Alasan praktis, cepat dan mudah menjadi faktor utama para konsumen melakukannya. Namun tak jarang kita kecewa dengan layanan dari penjual (seller), layanan customer service maupun produk barang yang diterima tidak sesuai dengan harapan. Sobat Sehat yang sudah menjadi pelanggan setia ProSehat apakah pernah mengalaminya? Besar […]

    Kenali 8 Hak Konsumen Saat Belanja Online

    Belanja online sudah menjadi bagian dari keseharian kita saat ini. Alasan praktis, cepat dan mudah menjadi faktor utama para konsumen melakukannya. Namun tak jarang kita kecewa dengan layanan dari penjual (seller), layanan customer service maupun produk barang yang diterima tidak sesuai dengan harapan.

    Sobat Sehat yang sudah menjadi pelanggan setia ProSehat apakah pernah mengalaminya? Besar harapan kami tentulah jangan sampai Anda menerima layanan yang kurang berkenan. Untuk itu, Sobat perlu mengetahui lebih lanjut bagaimana cara aman belanja online serta trik menjadi konsumen yang cerdas. Simak ulasan berikut ini:

    Sebagai pembeli online, tahukah Sobat jika Anda memiliki hak-hak sebagai konsumen yang secara garis besar mempunyai perlindungan atau hak-hak yang sama dengan belanja offline. Namun, dalam transaksi jual beli/belanja secara online terdapat sejumlah pendekatan hukum perlindungan konsumen. Transaksi atau belanja online mengacu pada PP No.82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE). Peraturan pemerintah tersebut merupakan turunan Undang-Undang No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Perbedaan transaksi atau belanja online dan offline-lah yang mendasari dibuatnya Peraturan ini.

    Secara umum, ada 8 hak-hak konsumen belanja secara umum, antara lain:

    1. Hak memilih jasa/barang.
      2. Hak mendapat informasi atas barang/jasa yang akan dikonsumsi secara benar, jelas, dan jujur.
      3. Hak dilayani dengan perlakuan baik dan tidak diskriminasi.
      4. Hak atas kenyamanan, keselamatan dan keamanan, dalam mengonsumsi barang/jasa.
      5. Hak ganti rugi dan kompensasi.
      6. Hak didengar keluhan dan pendapatnya.
      7. Hak kondisi barang/jasa terjamin sesuai nilai tukar.
      8. Hak mendapat perlindungan hukum dan advokasi, serta upaya penyelesaian sengketa.

    Sebaliknya, para penjual online juga memiliki sejumlah kewajiban, yaitu:

    • Mempunyai itikad baik.
    • Memberikan informasi yang benar, jelas, jujur mengenai kondisi dan jaminan. barang/jasa, serta penjelasan penggunaan, perbaikan, dan pemeliharaan.
    • Melayani dengan baik, jujur, dan tidak diskriminatif.
    • Jaminan mutu barang/jasa sesuai standar yang berlaku.
    • Memberi kesempatan konsumen untuk menguji, mencoba, dan memberi jaminan atau garansi.
    • Memberi kompensasi, ganti tugi, dan penggantian atas kerugian akibat penggunaan.
    • Bila barang tidak sesuai dengan perjanjian, bersedia memberi kompensasi, ganti rugi dan penggantian.

    Nah, sebagai konsumen yang cerdas, tentu Sobat tak ingin kapok setelah berbelanja online bukan? Untuk berbelanja online yang aman, langkah pertama yang harus Sobat lakukan adalah memilih penjual online atau e-commerce yang sudah terpercaya. Lalu jika Anda terlanjur mengalami pengalaman buruk, tugas utama Sobat adalah mengumpulkan semua bukti transaksi dengan pelaku usaha online, kemudian apabila Anda masih ragu untuk melaporkan atau menempuh jalur hukum, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan penyedia jasa hukum sekaligus untuk mendapatkan dampingan hukum dari seorang praktisi hukum terutama yang memiliki bidang perlindungan konsumen.

    Selain itu, bagi Sobat Sehat yang masih setia berbelanja online di ProSehat, jangan ragu lagi untuk menerima layanan kami. Bahkan Anda bisa mendapatkan informasi kesehatan lainnya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Selamat belanja online di ProSehat.

    Referensi:

    1. hukumonline.com/klinik. 2020. Ulasan Lengkap : Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Belanja Online. [online] Available at: [Accessed 12 March 2020].
      2. beritajualbeli.com. 2020. Inilah 8 Hak Konsumen Belanja Di Online Shop – Beritajualbeli.Com. [online] Available at: [Accessed 12 March 2020].
    Read More
  • Saat ini, dunia dihebohkan dengan munculnya jenis virus baru yang menyebabkan gejala menyerupai batuk pilek biasa, tetapi penularannya sangat cepat dan berbahaya. Virus ini disebut dengan corona atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19. Sekitar 95.748 kasus telah terkonfirmasi di seluruh dunia dengan 3.286 kematian dan 53.423 orang sembuh dari penyakit akibat virus ini. Gejala […]

    Waspadai  Penularan COVID-19 di Tempat  Kerja

    Saat ini, dunia dihebohkan dengan munculnya jenis virus baru yang menyebabkan gejala menyerupai batuk pilek biasa, tetapi penularannya sangat cepat dan berbahaya. Virus ini disebut dengan corona atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19. Sekitar 95.748 kasus telah terkonfirmasi di seluruh dunia dengan 3.286 kematian dan 53.423 orang sembuh dari penyakit akibat virus ini.

    Gejala klinis dapat muncul 2 hingga 14 hari setelah terpapar yang menyebabkan batuk, pilek, demam dan sesak napas. Seluruh gejala menunjukkan adanya infeksi pernapasan akut, tetapi dapat berlanjut lebih parah menyebabkan pneumonia (radang paru), sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, serta kematian.

    Nah, mengapa virus ini menyebar sangat cepat hingga ke berbagai penjuru dunia?Hal ini karena virus menular melalui cairan (droplet) yang dikeluarkan dari batuk, bersin penderita atau dari permukaan benda yang terpapar cairan tersebut. Sebagai contoh, bila Sahabat mau rapat di tempat kantor bersama atasan yang baru saja pulang dari luar negri. Lalu, beliau ternyata mengalami gejala COVID-19 dan menutup hidung ketika bersin dan cairannya mengenai meja. Sahabat tidak sengaja mengenai permukaan meja tersebut, maka risiko terkena virus ini menjadi meningkat. Permukaan benda seperti meja, kursi, ponsel, laptop, dsb dapat menjadi sarana transmisi virus ini.

    Selain itu, tempat keramaian, sekolah, kantor merupakan tempat dimana berkumpulnya orang banyak dengan latar belakang penyakit, pekerjaan, dan riwayat travelling yang berbeda, sehingga meningkatkan risiko penularan COVID-19. Dapatkah Sahabat bayangkan bila virus ini mulai menyebar di kantor?Bagaimana cara mencegah penularan COVID-19 di tempat kerja?Yuk, kita simak beberapa tips berikut.

    Pastikan tempat kerja Sahabat bersih dan higenis

    Pastikan semua permukaan benda di sekitar meja Sahabat seperti ponsel, laptop, kursi, dsb dibersihkan setiap hari. Hal ini karena kita tidak mengetahui siapa saja yang akan menularkan cairan batuk yang berisi virus tersebut ke tempat Sahabat bekerja.

    Cuci tangan yang benar dengan menggunakan sabun atau gunakan hand-rub sanitizer

    Cucilah tangan sahabat dengan benar menggunakan air dan sabun selama lebih kurang 20 detik atau gunakan pembersih antiseptik di tangan untuk mencegah penularan COVID-19. Tempelkan poster yang berisi cara mencuci tangan yang benar di kantor, sehingga rekan kerja Sahabat juga dapat melakukannya.

    Jagalah saluran pernapasan agar tetap bersih dan sehat

    Bila Sahabat atau rekan kerja sedang batuk dan pilek, pakailah masker yang dapat menutupi hidung dan mulut. Kemudian, etika batuk dan bersi juga harus dijaga. Ketika sedang batuk atau bersin, gunakan sapu tangan atau lengan bagian dalam untuk menutupinya. Bila Sahabat menggunakan tangan, maka segera cuci tangan dengan sabun untuk menghilangkan virus/bakteri penyebabnya.

    Pemberitahuan saat hendak dinas ke luar negara lain

    Bila Sahabat diberikan tugas untuk bepergian ke luar negri, maka pastikan untuk menghubungi otoritas setempat mengenai kondisi di sana. Bila Anda memiliki riwayat bepergian ke luar negri (negara yang memiliki kasus COVID-19) tetapi tidak memiliki gejala, maka lakukan pengawasan terhadap diri sendiri selama 14 hari bila ada gejala yang timbul. Bila Anda memiliki gejala COVID-19 sepulang dari luar negri, maka isolasikan diri anda di rumah termasuk dari keluarga serta langsung kontak dinas kesehatan setempat.

    Nah, ini saatnya kita sadar akan bahaya COVID-19, terutama bagi mereka yang sering travelling ke luar negri. Namun, jangan khawatir, tetap wasapada dan terus lakukan pencegahan agar terhindar dari penyakit ini.

    Referensi:

    1. World Health Organization. Getting your workplace ready for COVID-19.
    2. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Coronavirus Disease (COVID-19). 2019. Jakarta: Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
    Read More
  • Apakah Sobat pernah mengalami flu biasa? Saat mengalami flu biasa, Sobat tentu akan merasa hidung tersumbat, kadang disertai batuk dan demam. Itu merupakan tanda dan gejala infeksi saluran napas atas. Namun akhir ini dunia dihebohkan dengan virus baru yang bernama Coronavirus (COVID-19). Virus Corona dimulai di Negara Cina, Wuhan, kemudian menyebar ke berbagai negara. Sampai […]

    Cermat Bedakan Flu Biasa dan Corona

    Apakah Sobat pernah mengalami flu biasa? Saat mengalami flu biasa, Sobat tentu akan merasa hidung tersumbat, kadang disertai batuk dan demam. Itu merupakan tanda dan gejala infeksi saluran napas atas. Namun akhir ini dunia dihebohkan dengan virus baru yang bernama Coronavirus (COVID-19). Virus Corona dimulai di Negara Cina, Wuhan, kemudian menyebar ke berbagai negara. Sampai saat ini belum didapatkan pengobatan dan vaksin yang khusus untuk virus Corona tersebut. Infeksi Corona memiliki beberapa tanda dan gejala yang sama seperti flu.1,2 Kalau begitu bagaimanakah kita membedakan keduanya?

    Flu biasa atau Common Cold merupakan infeksi saluran napas atas (ISPA). Pada umumnya, flu biasa disebabkan oleh virus, terutama Human Rhinovirus (HRV) yang menyebabkan >50% ISPA. Penyebab lain yang menyebabkan flu biasa adalah Respiratory Syncytial Virus (RSV), Adenovirus, bakteri dan lain-lain. Tanda dan gejala yang timbul adalah batuk, pilek, bersin, nyeri tenggorokan dan demam. Selama 5-7 hari tanda dan gejala tersebut akan hilang. 3 Flu biasa dapat ditularkan melalui droplet dari orang terinfeksi yang dikeluarkan saat bersin atau batuk. Droplet ini dapat menginfeksi Sobat jika masuk ke saluran pernapasan atau mulut. Pencegahannya mudah, jagalah kebersihan dengan mencuci tangan pada saat yang tepat dan pakailah masker saat sedang sakit. Jika tidak memiliki masker, Sobat dapat melakukan etika batuk dengan benar untuk mencegah droplet tersebar.4 Untuk pengobatan flu biasa jarang diperlukan antibiotik karena penyebab terseringnya adalah virus. Pengobatan terutama ditujukan untuk meredakan tanda dan gejala.

    Virus Corona berbeda dan lebih berbahaya dibandingkan flu biasa karena menyebabkan infeksi saluran napas bawah. Tanda dan gejala yang timbul saat terinfeksi virus corona adalah demam, batuk, dan sesak napas. Tanda dan gejala timbul setelah 2-14 hari terpapar dengan virus tersebut.1 Hingga saat ini, virus Corona sudah menyebar ke berbagai negara, diantaranya yaitu Cina, Korea, Jepang, Singapore, Australia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Kambodia, hingga benua Eropa, Amerika dan akhir-akhir ini Indonesia dengan 2 kasus baru.5

    Penularan virus corona terjadi melalui droplet yang diproduksi oleh orang yang terinfeksi, sama seperti dengan flu biasa. Droplet dapat menginfeksi Sobat juga, masuk melalui saluran pernapasan, mulut, atau mata.1,2 Untuk pencegahan sama seperti flu biasa yakni selalu jaga kebersihan dengan mencuci tangan pada saat yang tepat dan pakailah masker jika Sobat sedang sakit. Droplet akan tertahan dengan masker sehingga tidak tersebar ke orang lain. Hal ini kurang efektif jika orang sehat yang menggunakan masker, karena tidak ada droplet yang dihentikan.6 Pengobatan dan vaksin yang spesifik untuk virus Corona belum ditemukan sampai saat ini. Pengobatan sama dengan flu biasa, ditujukan untuk meredakan tanda dan gejala yang memperberat tubuh menjalankan fungsi normalnya.

    Sudah jelaskah Sobat mengenai perbedaan flu biasa dengan Corona? Keduanya merupakan infeksi virus, namun flu biasa pada umumnya hanya menyebabkan infeksi saluran napas atas sedangkan virus corona menyebabkan infeksi saluran napas bawah. Tentu dampaknya akan lebih berat jika terjadi infeksi saluran napas bawah. Pastikan Sobat selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dan menggunakan masker saat sakit. Jika Sobat kontak dengan keluarga atau teman yang memiliki riwayat berpergian ke Negara Cina dalam waktu dekat dan mengalami tanda dan gejala virus Corona, segeralah periksakan diri Sobat ke dokter.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-nCoV/summary.html
    2. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.who.int/health-topics/coronavirus
    3. Blaas D, Fuchs R. Mechanism of human rhinovirus infections. Molecular and Cellular Pediatrics. 2016;3(1).
    4. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/about/transmission.html
    5. Common Colds [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/features/rhinoviruses/index.html
    6. Coronavirus disease 2019 (COVID-19) Situation Report – 42 [Internet]. WHO; 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports
    Read More
  • Saat ini dunia sedang dihebohkan dengan infeksi virus Corona. Virus ini pertama ditemukan di Cina, khususnya di kota Wuhan. Virus Corona yang diberikan nama COVID-19 oleh CDC dan WHO sudah menyebar keluar dari negara Cina. Dari data terbaru WHO, virus Corona sudah menginfeksi orang-orang di Korea, Jepang, Singapura, Australia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Kambodia, hingga benua […]

    5 Cara Tingkatkan Imun untuk Lawan Corona

    Saat ini dunia sedang dihebohkan dengan infeksi virus Corona. Virus ini pertama ditemukan di Cina, khususnya di kota Wuhan. Virus Corona yang diberikan nama COVID-19 oleh CDC dan WHO sudah menyebar keluar dari negara Cina. Dari data terbaru WHO, virus Corona sudah menginfeksi orang-orang di Korea, Jepang, Singapura, Australia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Kambodia, hingga benua Eropa, Amerika dan Indonesia dengan 2 kasus baru.

    imun untuk lawan corona

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid-19, Mulai dari Suspek hingga Kematian

    Para ahli menemukan bahwa rata-rata virus Corona menginfeksi orang berusia diatas 49 tahun. Pasien virus Corona yang mengalami gejala berat juga ditemukan pada usia tua dengan penyakit lain seperti darah tinggi dan diabetes. Dengan kata lain, virus Corona lebih sering ditemukan pada pasien dengan sistem imun yang lemah. Jika demikian, bagaimanakah caranya Sobat meningkatkan imun tubuh untuk dapat melawan virus Corona? Kita akan membahas beberapa cara yang mudah dan mungkin sepele, namun sangat penting untuk menjaga agar sistem imun tubuh kita tetap prima!

    1. Memiliki pola makan yang baik dan benar

    Makan merupakan hal yang sehari-hari Sobat lakukan bukan? Makan merupakan asupan gizi utama agar sistem imun tubuh dapat bekerja dengan baik. Buatlah jadwal untuk makan 3 kali sehari yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam dengan teratur. Tubuh kita akan membentuk jam tubuh yang bergantung dari jadwal pola makan Sobat.

    Selain itu, makanan yang Sobat makan haruslah makanan yang bergizi. Pastikan Sobat mendapatkan makronutrien yaitu karbohidrat, protein, dan lemak dengan kandungan yang cukup. Jangan lupa untuk konsumsi mikronutrien yaitu vitamin dan mineral yang didapatkan dari buah dan sayur. Direkomendasikan untuk mengkonsumsi 3-5 porsi buah dan sayur setiap harinya.

    1. Jaga tingkat hidrasi tubuh

    Makan memang penting, namun tak kalah juga untuk Sobat minum. Air mungkin mudah diremehkan, tetapi air sangat penting agar sistem imun tubuh kita bekerja. Tubuh kita 60% terdiri dari air. Selain untuk sistem imun tubuh Sobat, air juga memiliki banyak peran yang penting agar setiap sel dalam tubuh dapat berjalan dengan baik. Minumlah 5-8 gelas sehari agar kebutuhan hidrasi Sobat terpenuhi.

    1. Istirahat dengan cukup

    Sistem imun dan sel tubuh Sobat meregenerasi saat Sobat sedang tidur. Tidur yang cukup merupakan hal yang penting karena sel-sel baru akan dibentuk untuk menggantikan sel-sel yang sudah mati. Hal ini akan menjaga agar sistem imun tubuh Sobat tetap berjalan dengan prima esok harinya. Pastikan untuk tidur selama minimal 8 jam dalam satu hari.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    1. Berolahraga dengan rutin

    Tubuh yang beraktivitas dengan rutin akan menjaga kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah tinggi, dan menjaga berat badan tubuh agar tetap ideal. Dengan menjaga tubuh tetap berjalan dengan sehat, maka sistem imun tubuh juga akan berjalan dengan baik. Disarankan untuk berolahraga aerobik selama 150 hingga 300 menit setiap minggunya dengan intensitas sedang untuk dewasa.

    1. Hindari merokok

    Sobat pasti sudah mengetahui efek merokok pada tubuh bukan? Merokok dapat menurunkan imun tubuh dengan berbagai cara. Kimia-kimia yang dihirup saat merokok merupakan racun dan radikal bebas yang merusak sistem imun tubuh. Selain itu, racun dan radikal bebas juga dapat merusak sistem pembuluh darah, sistem pernapasan, dan lainnya dalam tubuh sehingga fungsi tubuh tidak dapat berjalan dengan normal. Ini juga pada akhirnya mengakibatkan sistem imun tubuh Sobat tidak efektif dalam melawan infeksi.

    Baca Juga: Ingin Berhenti Merokok? Konsumsilah 6 Makanan Berikut

    Sekarang Sobat sudah mengetahui beberapa cara untuk meningkatkan imun tubuh. Tidak sulit bukan untuk melakukan hal tersebut? Menjaga sistem imun tubuh Sobat tidak hanya membantu dalam melawan virus Corona, tapi juga dari berbagai penyakit menular lainnya. Jangan lupa untuk menerapkan hal tersebut untuk Sobat, keluarga dan teman agar dapat terhindar dari infeksi virus Corona dan juga penyakit menular lain.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-nCoV/summary.html
    2. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.who.int/health-topics/coronavirus
    3. Novel Coronavirus (2019-nCoV) situation reports [Internet]. Who.int. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports/
    4. del Rio C, Malani P. 2019 Novel Coronavirus—Important Information for Clinicians. JAMA. 2020;.
    5. Q&A on coronaviruses (COVID-19) [Internet]. Who.int. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
    6. Publishing H. How to boost your immune system – Harvard Health [Internet]. Harvard Health. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/how-to-boost-your-immune-system
    7. 8 tips for healthy eating [Internet]. nhs.uk. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: nhs(dot)uk/live-well/eat-well/eight-tips-for-healthy-eating/
    8. The Water in You: Water and the Human Body [Internet]. Usgs.gov. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.usgs.gov/special-topic/water-science-school/science/water-you-water-and-human-body?qt-science_center_objects=0#qt-science_center_objects
    9. Physical Activity Guidelines for Americans [Internet]. HHS.gov. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.hhs.gov/fitness/be-active/physical-activity-guidelines-for-americans/index.html
    Read More
  • Pada tanggal 31 Desember 2019, Tiongkok melaporkan kasus pneumonia misterius yang tidak diketahui penyebabnya. Hanya dalam waktu 3 hari, pasien dengan kasus tersebut bertambah menjadi 44 pasien dan terus bertambah sampai saat ini menjadi ribuan dengan kasus kematian akibat infeksi virus ini mencapai ribuan. Pada awalnya, menurut data epidemiologi, menunjukkan 66% pasien berkaitan dengan pasar […]

    Vitamin C, Wajibkah Dikonsumsi agar Tidak Terserang Corona?

    Pada tanggal 31 Desember 2019, Tiongkok melaporkan kasus pneumonia misterius yang tidak diketahui penyebabnya. Hanya dalam waktu 3 hari, pasien dengan kasus tersebut bertambah menjadi 44 pasien dan terus bertambah sampai saat ini menjadi ribuan dengan kasus kematian akibat infeksi virus ini mencapai ribuan. Pada awalnya, menurut data epidemiologi, menunjukkan 66% pasien berkaitan dengan pasar seafood di Wuhan provinsi Hubei Tiongkok. Sampel dari pasien yang menunjukkan adanya infeksi virus Corona tipe baru yaitu 2019-nCoV. Pada tanggal 11 Febuari 2020, Badan Kesehatan Dunia yaitu WHO (World Health Organization) memberi nama virus tersebut  Severa acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dan nama penyakitnya Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

    Menurut data dunia saat ini, masih ada kasus aktif Corona virus sebanyak 39.651 kasus aktif. Dengan gejala ringan sebanyak 82% kasus (32.553 kasus) dan sebanyak 18% (7.098) kasus dengan menunjukkan gejala berat sampai kritis. Sedangkan sebanyak 48.162 kasus berhasil sembuh total dan sebanyak 3.119 kasus berakhir dengan kematian. Kasus infeksi virus Corona tersebar dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia yang pada tanggal 2 Maret 2020 lalu ditemukan kasus baru terinfeksi virus korona sebanyak 2 kasus.

    Baca Juga: Vitamin Untuk Kamu yang Suka Begadang

    Cara penularan terutama menginfeksi dewasa atau anak usia lebih tua, dengan gejala yang ringan seperti common cold dan faringitis sampai gejala lebih berat seperti SARS atau MERS serta beberapa tipe virus Corona lainnya dapat menyebabkan diare. Sama seperti infeksi virus lainnya, infeksi virus Corona sangat dipengaruhi oleh sistem imun atau daya tahan tubuh, begitu juga tatalaksananya yaitu pemberian obat sesuai gejala serta meningkatkan daya tahan tubuh. Apabila daya tahan tubuh sedang rendah, sedang melakukan perjalanan yang membuat sistem imun turun, serta keadaan cuaca (pada musim dingin atau semi) dapat meningkatkan penularan infeksi virus Corona.

    Karena pada dasarnya  infeksi virus Corona sama seperti infeksi virus pada umumnya yang membutuhkan daya tahan tubuh, maka salah satu pencegahan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan daya tahan tubuh. Salah satunya dengan mengonsumsi vitamin C. Apakah benar vitamin C dapat meningkatkan daya tahan tubuh?

    Dari berbagai penelitian, disebutkan bahwa vitamin C terbukti dapat meningkatkan sistem imun dengan meningkatkan pertahanan tubuh seperti neutrofil (sel tubuh yang melawan kuman patogen seperti virus), meningkatkan antioksidan tubuh, serta meningkatkan sel T (T-cell) yang berfungsi sebagai penangkal kuman patogen di dalam tubuh. Sehingga, fungsi vitamin C dapat sebagai pencegah dan terapi pasien dengan infeksi saluran napas dan infeksi sistemik.

    Baca Juga: 5 Vitamin Penambah Stamina yang Harus Dicoba

    Penelitian lainnya menyebutkan bahwa mengonsumsi vitamin C sebanyak 200 mg setiap hari akan menurunkan risiko flu, serta menurunkan durasi terkena flu pada 8% dewasa dan 14% anak-anak. Dosis vitamin C yang diperlukan pada dewasa yang sehat hanya sebanyak 90 mg untuk laki-laki dan 75 mg pada perempuan per harinya. Apabila dosis vitamin C yang dikonsumsi melebihi 2000 mg, maka akan timbul berbagai efek samping seperti mual, muntah, nyeri perut dna diare. Vitamin C didapatkan dari berbagai makanan sehari-hari seperti strawberry, jeruk dan tomat.

    Selain vitamin C, ada beberapa cara yang dapat Sobat lakukan untuk menghindari diri dari penularan infeksi virus corona, antara lain:

    Gambar 1. Pencegahan lain infeksi Corona virus

    1. Meningkatkan daya tahan tubuh (mengonsumsi makanan yang sehat seperti buah dan sayur, suplemen vitamin C, tidur cukup minimal 6 jam per hari, olahraga setiap hari minimal 30 menit).
    2. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau alkohol minimal 60% atau hand sanitizer.
    3. Menutup hidung dan mulut ketika bersin dan batuk.
    4. Membersihkan benda yang sering dipegang setiap hari seperti handphone, komputer serta gagang pintu.
    5. Tetap tinggal di rumah apabila sedang sakit untuk mencegah penularan ke orang sekitar.
    6. Menggunakan masker medis sesuai standar apabila sedang flu.
    7. Hindari kontak dengan pasien yang terinfeksi.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Burhan E, Isbaniah F, Dwi Susanto A, Yoga Aditama T. Pneumonia COVID-19 Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. 1st ed. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI); 2020.
    2. [Internet]. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: worldometers(dot)info/coronavirus/
    3. AC C, S M. Vitamin C and Immune Function. NCBI [Internet]. 2017 [cited 3 March 2020];017 Nov 3;9(11). Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29099763
    4. Can vitamin C prevent a cold? [Internet]. Harvard Health Publishing. 2017 [cited 3 March 2020]. Available from: health.harvard.edu/cold-and-flu/can-vitamin-c-prevent-a-cold
    5. Sparks H. Health gurus advise lethal vitamin doses to fight coronavirus [Internet]. Nypost.com. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: nypost(dot)com/2020/02/27/phony-health-gurus-are-advising-deadly-vitamin-doses-to-fight-coronavirus/

    Daftar Pustaka Gambar

    Gambar 1 diunduh dari website klikpdpi(dot)com pada tanggal 3 maret 2020.

    Read More
  • Sobat, akibat maraknya penyebaran virus Corona di dunia maka masyarakat sekarang ini dibuat panik. Menurut data dunia saat ini, masih ada Corona virus sebanyak 39.651 kasus aktif. Dengan gejala ringan sebanyak 82% kasus (32.553 kasus) dan sebanyak 18% (7.098) kasus dengan menunjukkan gejala berat sampai kritis. Sedangkan sebanyak 48.162 kasus berhasil sembuh total dan sebanyak […]

    Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker?

    Sobat, akibat maraknya penyebaran virus Corona di dunia maka masyarakat sekarang ini dibuat panik. Menurut data dunia saat ini, masih ada Corona virus sebanyak 39.651 kasus aktif. Dengan gejala ringan sebanyak 82% kasus (32.553 kasus) dan sebanyak 18% (7.098) kasus dengan menunjukkan gejala berat sampai kritis. Sedangkan sebanyak 48.162 kasus berhasil sembuh total dan sebanyak 3.119 kasus berakhir dengan kematian. Kasus infeksi virus Corona tersebar dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia yang baru-baru ini ditemukan kasus baru terinfeksi virus korona sebanyak 2 kasus.

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 Saat PSBB Transisi?

    Dengan terdeteksinya kasus baru di Indonesia, tentu saja membuat masyarakat Indonesia berbondong-bondong memborong masker, antiseptik dan berbagai jenis alat pelindung tubuh untuk menangkal terjangkitnya virus Corona. Sehingga, harga masker dan antiseptik mendadak membludak naik dan sulit dicari. Namun, apakah sebenarnya kita membutuhkan menggunakan masker? Lalu, kapan sebaiknya kita benar-benar harus menggunakan masker?

    Produk Terkait: Jual Masker Kain

    Sebelum kita membahas kapan sebaiknya menggunakan masker, kita perlu memahami cara penyebaran dari beberapa virus atau patogen dapat menular melalui kontak dekat, lingkungan atau benda yang terkontaminasi virus, droplet saluran napas, liur dan partikel airborne. Droplet merupakan partikel berisi air (misalnya, air yang keluar saat kita bersin) dengan diameter >5um. Droplet dapat melewati sampai jarak tertentu, biasanya 1 meter ke permukaan mukosa yang rentan (seseorang dengan daya tahan tubuh yang rendah). Partikel droplet terbilang cukup besar sehingga tidak akan bertahan atau mengendap di udara dalam beberapa waktu yang lama.

    Produksi droplet berasal dari saluran napas diantaranya batuk, bersin atau berbicara serta saat pasien melakukan tindakan invasif prosedur respirasi sputum atau bronkoskopi dan insersi tuba trakea. Sedangkan partikel airborne merupakan partikel dengan ukuran <5um yang dapat menyebar dengan jarak jauh dan masih sangat infeksius. Patogen airborne menyebar  melalui kontak. Kontak langsung merupakan penyebaran virus secara langsung melalui kulit, mukosa, darah, cairan darah yang masuk ke dalam membran mukosa atau kulit yang rusak atau luka.

    Baca Juga: 12 Cara Mencegah Hepatitis B

    Prinsip pencegahan dan strategi penyebaran virus Corona secara umum masih belum dapat dilakukan dengan cara vaksinasi, karena belum ditemukan vaksinasi virus COVID-19. Cara terbaik menghindari tertularnya infeksi virus Corona adalah dengan cara menghindari paparan yaitu dengan cara:

    • Cuci tangan dengan sabun setidaknya 20 detik. Gunakan hand sanitizer berbasis alkohol setidaknya mengandung alkohol 60% apabila air dan sabun tidak tersedia.
    • Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
    • Hindari kontak dengan orang yang sakit.
    • Saat Sobat sedang sakit, gunakan masker medis, dan tetap tinggal di rumah saat sakit dan hindari aktivitas di luar rumah.
    • Tutup mulut saat batuk dan bersin dengan tisu, serta buang tisu di tempat sampah.
    • Bersihkan dan lakukan desinfeksi secara rutin permukaan benda yang sering Sobat sentuh, misalnya handphone, gagang pintu dan komputer.

    Gambar 1. Bagian Masker

    Menggunakan masker medis merupakan salah satu cara pencegahan penularan infeksi virus Corona, namun penggunaan masker saja tentunya tidak cukup untuk melindungi seseorang dari infeksi virus COVID-19, harus disertai dengan usaha lainnya seperti meningkatkan daya tahan tubuh, mencuci tangan dengan sabun dan alkohol.

    Penggunaan masker medis tidak sesuai indikasi sangat tidak diperlukan, yang memerlukan masker adalah orang yang sedang sakit serta tenaga medis yang berinteraksi sering dengan pasien yang terpapar virus Corona. Selain menambah beban ekonomi, penggunaan masker yang salah dapat mengurangi keefektivitasannya dan  dapat membuat masyarakat awam mengabaikan pentingnya usaha pencegahan lainnya yang sama seperti higienitas tangan dan perilaku hidup sehat.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Seputar HIV Aids

    Berikut ini cara penggunaan masker medis yang tepat dan sesuai:

    1. Gunakan masker dengan menutupi mulut dan hidung, kemudian rekatkan dengan baik untuk mencegah celah antara masker dengan wajah.

    Gambar 2: Cara menggunakan  masker wajah

    1. Saat digunakan hindari menyentuh bagian depan masker.
    2. Lepas masker dengan teknik yang benar (jangan menyentuh bagian depan masker (sentuh bagian dalam masker yang tidak berwarna atau bagian tali masker).
    3. Segera cuci tangan setelah melepas masker.
    4. Gunakan masker baru dan kering, segera ganti masker apabila sudah terasa basah atau lembap.
    5. Hindari menggunakan masker bergantian dengan orang lain.
    6. Jangan menggunakan masker yang telah digunakan sebelumnya.
    7. Buang masker ke tempat sampah medis.
    8. Masker pakaian seperti katun tidak direkomendasikan karena virus masih dapat masuk.

    Semoga Sobat dapat lebih bijaksana dalam menggunakan masker medis, dan jangan lupa meningkatkan daya tahan tubuh serta cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Burhan E, Isbaniah F, Dwi Susanto A, Yoga Aditama T. Pneumonia COVID-19 Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. 1st ed. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI); 2020.
    2. Isbaniah, dr, Sp.P F, Dwi Saputro, dr, Sp.A D, Agustina Sitompul, dr, Sp.P P, Manalu, dr, Sp.An, KIC R, Setyawati, Dr,dr,, MBiomed V. Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV). 1st ed. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI, Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P); 2020.
    3. [Internet]. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: worldometers(dot)info/coronavirus/
    4. When and how to use masks [Internet]. Who.int. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: who(dot)int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks
    5. O’kane C, Lynch Baldwin S. Should you wear a face mask to protect against coronavirus? [Internet]. Cbsnews(dot)com. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: cbsnews(dot)com/news/coronavirus-face-mask-symptoms-prevent-protect/

     

    Daftar Pustaka Gambar

    Gambar 1 dan 2 diunduh dari website doctorxdentist(dot)com/surgical-masks-vs-n-95-respirators-shield-against-wuhan-virus-part-1 pada tanggal 3 Maret 2020.

    Read More
  • “Cuci tangan dulu sebelum makan!” Nasihat seperti ini pasti sudah Sobat dengar sejak kecil. Yup, menjaga kesehatan diri sendiri tentu harus dimulai dari hal sederhana. Bahkan kini urusan membersihkan tangan bisa dilakukan dengan pertolongan darurat yaitu hand sanitizer. Benda penyelamat ini bisa jadi alternatif bahkan praktis dibawa kemana-mana. Lantas, pertanyaannya, apa sajakah plus minus jika kita […]

    Plus Minus Cuci Tangan dengan Air VS Hand Sanitizer

    “Cuci tangan dulu sebelum makan!” Nasihat seperti ini pasti sudah Sobat dengar sejak kecil. Yup, menjaga kesehatan diri sendiri tentu harus dimulai dari hal sederhana. Bahkan kini urusan membersihkan tangan bisa dilakukan dengan pertolongan darurat yaitu hand sanitizer. Benda penyelamat ini bisa jadi alternatif bahkan praktis dibawa kemana-mana.

    Lantas, pertanyaannya, apa sajakah plus minus jika kita mencuci tangan dengan air + sabun dibandingkan hand sanitizer?

    Banyak para ahli berpendapat mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun tetap lebih baik daripada hand sanitizer. Tentu saja air dan sabun lebih mampu menghilangkan kotoran dan kuman, apalagi ketika tangan memang terlihat kotor dan berminyak.

    Apa Saja Kandungan Hand Sanitizer?

    Hand sanitizer terdiri dari alkohol, contohnya etanol, sebagai zat aktif yang bekerja sebagai antiseptik. Kandungan lainnya yakni air, pewangi, gliserin. Hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol pada umumnya dapat mencegah mayoritas bakteri dan virus, terutama penyebab flu dan batuk. Namun menurut Infectious Diseases Society of America, hand sanitizer tidak bisa mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri C difficile yang memicu radang di usus besar.

    Tapi ada beberapa produk gel pembersih tangan yang mengklaim bebas alkohol menggantinya dengan komponen antibiotik yang disebut dengan triclosan atau triclocarban. Bahan ini umumnya juga ada dalam pasta gigi dan sabun.

    Risiko Keseringan Menggunakan Hand Sanitizer

    Segala sesuatu yang berlebihan biasanya punya efek yang kurang baik!”. Rupanya hal ini juga berlaku pada hand sanitizer. Pemakaian hand sanitizer terlalu sering memiliki risiko tertentu.

    1. Kebal Antibiotik

    Antibiotik efektif untuk melawan bakteri. Tapi kandungan triclosan dalam gel pembersih tangan yang berfungsi sebagai antibakteri ini dipercaya pakar medis berperan besar membuat bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik.

    2. Kekebalan Tubuh Menurun

    Keseringan memakai hand sanitizer yang mengandung triclosan atau triclocarban dapat menurunkan kekebalan tubuh Sobat dari penyakit dengan membunuh bakteri baik dalam tubuh untuk memerangi bakteri jahat. Bila kekebalan tubuh melemah, maka tubuh akan lebih mudah terserang infeksi.

    Penggunaan dalam jangka panjang berisiko menyebabkan gangguan pada fungsi otot kerangka dan jantung. Terlebih lagi, efek penggunaan gel pembersih tangan yang mengandung triclosan atau triclocarban memang tidak akan langsung terasa. Biasanya penggunaan rutin dalam jangka waktu 3-5 tahun, baru akan mengakibatkan kulit kering dan sensitif.

    3. Kandungan Bahan Kimia Berbahaya

    Pewangi dari gel pembersih tangan diperoleh dari senyawa kimia sintetis yang disebut phtalate. Nah, phtalates ini terkait dengan berbagai gangguan kesehatan seperti penurunan motilitas (gerak) dan konsentrasi (jumlah) sperma, alergi, asma.

    Gunakan Hand Sanitizer Saat Darurat
    Gel pembersih tangan memang praktis dibawa. Namun, tetap saja disarankan hanya digunakan saat memang tidak tersedia air dan sabun untuk mencuci tangan. Ditegaskan oleh American Cleaning Institute, hand sanitizer hanyalah suplemen, bukan untuk menggantikan fungsi cuci tangan dengan sabun. Bahkan untuk beberapa virus penyebab wabah flu seperti Norovirus, mencuci tangan dengan air dan sabun, tetap sangat dianjurkan sebagai pencegahan utama, terutama setelah menggunakan toilet, mengganti popok bayi, sebelum makan, dan menyiapkan makanan.

    Pentingnya Waktu 20-30 Detik!

    Sebenarnya hal yang perlu jadi catatan Sobat adalah cara dan waktu dalam membersihkan tangan. Cara yang tepat untuk membersihkan tangan ialah dengan membasuh seluruh permukaan tangan dan punggung tangan selama 20-30 detik menggunakan sabun dan air.

    Sedangkan jika menggunakan hand sanitizer, Sobat bisa menggunakan sekitar satu atau dua tetes, lalu gosok kedua tangan, di bagian punggung dan telapak, antara jari-jari serta kuku, sampai tangan kering. Jangan lupa membersihkan juga sela-sela jari dan bawah kuku ya, Sobat, karena itulah tempat yang paling banyak menyembunyikan bakteri.

    Nah, jika Sobat membutuhkan informasi maupun produk kesehatan, coba akses www.prosehat.com atau instal aplikasi ProSehat. Keterangan lebih lanjut, bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga! Salam Sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Siapa sih di antara kalian yang sudah mengenal penyakit ini? Atau siapa di antara kalian yang sama sekali belum kenal dengan penyakit paru-paru ini? Radang paru, atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu bila penanganannya terlambat. Penyakit berbahaya yang satu ini merupakan suatu infeksi pada […]

    Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Siapa sih di antara kalian yang sudah mengenal penyakit ini? Atau siapa di antara kalian yang sama sekali belum kenal dengan penyakit paru-paru ini? Radang paru, atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu bila penanganannya terlambat. Penyakit berbahaya yang satu ini merupakan suatu infeksi pada jaringan paru-paru dan penyebabnya sendiri bermacam-macam. Ketika seseorang mengalami pneumonia, kantong udara di paru (alveoli) akan terisi cairan karena infeksi, sehingga kemampuan paru-paru untuk menampung oksigen berkurang.

    Memangnya seberapa sering sih kasus pneumonia ini terjadi? Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi di dunia kedokteran dan menyerang 450 juta orang tiap tahunnya, 150 juta di antaranya adalah anak-anak. Kasus pneumonia ini jauh lebih tinggi daripada kasus AIDS, malaria, ataupun campak yang terjadi di seluruh dunia. Kenapa pneumonia ini banyak terjadi pada anak-anak? Jawabannya tentu saja karena anak-anak belum memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan mudah ditularkan pada lingkungan yang tidak bersih alias kotor; sehingga tidak heran jika kita banyak menemukan kasus pneumonia pada negara berkembang ataupun pada keluarga dengan kelas ekonomi menengah ke bawah.

    Namun, apakah hanya anak-anak saja yang rentan terhadap radang paru-paru? Sayangnya, pneumonia ini merupakan penyakit membahayakan yang bisa menyerang siapa saja dan di mana saja tanpa pandang bulu – alias bisa menyerang anak-anak hingga lansia. Yup, pneumonia juga merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi bagi lansia – khususnya bagi orang tua yang sudah menderita penyakit tertentu seperti sudah mengalami penyakit diabetes, ginjal, ataupun HIV/AIDS. Lalu, bagaimana dengan kita yang berada dalam usia produktif? Apakah kita juga rentan terserang penyakit radang paru-paru?

    Kabar baiknya, kasus pneumonia jarang terjadi pada kita yang berada di usia produktif. Meskipun kasus ini jarang terjadi pada anak muda, bukan berarti kita sama sekali terbebas dari penyakit ini karena infeksi paru-paru bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa kita prediksi sebelumnya. Kasus pneumonia sering luput dari pengawasan orang tua ketika terjadi pada anaknya karena sering kali orang tua menganggap jika anaknya hanya mengalami batuk pilek biasa dan akan sembuh dengan sendirinya dalam hitungan hari – di mana pada kasus pneumonia gejala akan hilang dalam waktu beberapa minggu. Lalu, sebenarnya apa saja gejala dari penyakit radang paru-paru ini?

    Gejala Pneumonia

    Pengetahuan terhadap gejala suatu penyakit sangatlah penting karena kita perlu segera melakukan penanganan terhadap penyakit yang kita miliki dan tentu saja untuk meminimalisir penyakit ini akan menyebar ke bagian tubuh lainnya – dan membuat tubuh kita semakin tidak berdaya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas beberapa gejala pneumonia agar penanganan yang diberikan tidak terlambat. Ketika kita rasa beberapa gejala awal pneumonia muncul pada diri kiita ataupun orang terdekat, sebaiknya kita segera melakukan pemeriksaan medis selanjutnya alias melakukan pemeriksaan sinar X serta tes darah untuk memastikan betul apakah kita mengalami radang paru-paru. Nah berikut adalah beberapa gejala awal pneumonia yang harus kita ketahui:

    1. Batuk disertai dahak

    Batuk disertai dahak adalah gejala pertama dari pneumonia yang sering kali muncul bagi kita yang paru-parunya sudah terinfeksi. Sering kali lendir yang muncul pada batuk berdahak ini bewarna kekuningan atau kehijauan yang menandakan ada yang tidak beres pada organ dalam kita sehingga menyebabkan kerja paru-paru terganggu. Bukan suatu hal yang mengherankan lagi jika dahak terkadang dapat disertai dengan darah apabila kerusakan pada paru-paru sudah termasuk dalam level yang parah.

    1. Nyeri dada

    Nyeri dada merupakan gejala pneumonia berikutnya di mana gejala nyeri dada sendiri sering kali muncul pada berbagai penyakit berbahaya dan biasanya berujung pada kematian – atau memicu timbulnya penyakit berbahaya lainnya. Nyeri dada biasanya terjadi ketika kita sedang menarik udara ataupun bernapas dalam kondisi rileks. Nyeri dada biasanya akan mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan dalam bernafas atau irama nafas mereka yang menjadi tidak beraturan – lebih tepatnya menjadi sangat cepat ataupun menjadi pendek-pendek. Indikasi bersin yang terlalu sering ataupun tidak kunjung berhenti dalam jangka waktu tertentu juga bisa menjadi gejala dari pneumonia.

    1. Demam tinggi dan menggigil

    Gejala pneumonia berikutnya adalah demam tinggi yang terkadang disertai dengan menggigil. Akibat demam tinggi, denyut jantung menjadi lebih cepat dari biasanya disertai adanya rasa nyeri pada dada pasien pneumonia. Radang paru-paru sendiri mengakibatkan paru-paru tidak mampu menampung oksigen sebanyak sebelumnya dan hal ini justru menyebabkan jantung bekerja lebih ekstra daripada ketika kondisi tubuh kita normal. Seramnya lagi ketika radang paru-paru ini tidak segera ditangani alias penanganan yang diberikan terlambat maka dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu.

    1. Mual dan muntah

    Gejala terakhir dari pneumonia berikutnya yang harus kita ketahui adalah mual dan muntah yang sering kali hal ini membuat pasien radang paru-paru menjadi lemas dan tidak bisa beraktivitas dengan optimal seperti ketika kondisi tubuh mereka sehat. Mual dan muntah disebabkan berkembangnya bakteri dan virus dalam tubuh dengan cepat yang tentu saja hal ini menyebabkan nafsu makan kita juga akan menurun drastis. Penurunan nafsu makan ini juga disebabkan karena kondisi tubuh yang kekurangan oksigen sehingga pasien pneumonia seringkali memerlukan infus selama perawatannya di rumah sakit agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi dengan baik.

    Pencegahan Pneumonia

    Setelah kita mengetahui berbagai gejala dari pneumonia, pastilah sebagian dari kita berpikir apakah penyakit radang paru-paru ini bisa dicegah. Kabar baiknya, kita bisa melakukan berbagai cara untuk meminimalisir datangnya penyakit berbahaya ini pada anak atau orang tua kita lho! Wah yang benar nih? Memangnya apa saja yang bisa kita lakukan sebagai upaya pencegahan pneumonia? Berikut adalah beberapa upaya pencegahan pneumonia yang pastinya mudah untuk dilakukan:

    1. Menghentikan kebiasaan merokok

    Siapa sih di antara kita yang suka merokok? Berapa banyak rokok yang biasa kalian konsumsi dalam sehari? Seperti yang kita tahu, rokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat memicu datangnya berbagai penyakit berbahaya pada diri kita. Kebiasaan merokok yang dilakukan tiap hari tentu saja akan memicu timbulnya pneumonia karena  disebabkan kandungan nikotin di dalamnya. Selain itu, kita harus menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol karena alkohol bukan saja hanya menganggu kinerja sistem saraf pusat tetapi juga dapat mengganggu kinerja paru-paru kita.

    1. Gaya hidup sehat

    Agar tidak gampang sakit, maka kita harus mempertahankan daya tahan tubuh seoptimal mungkin. Bila daya tahan tubuh kita baik, maka kuman atau viruspun “hanya lewat” saja dan tidak menginfeksi. Gaya hidup sehat yang dimaksud adalah konsumsi makanan sehat, bergizi, dan seimbang, rutin melakukan olahraga, dan kelola stres agar tidak gampang sakit.

    1. Melakukan vaksinasi

    Pencegahan pneumonia terakhir yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan vaksinasi pneumonia secara rutin, di mana vaksin ini berfungsi untuk mencegah pneumonia pada pasien semakin parah. Vaksin pneumonia diberikan pada anak-anak di bawah 2 tahun dan lansia berusia 65 tahun ke atas, orang dewasa 19-64 tahun yang memiliki kondisi tertentu (penyakit kronis, HIV/AIDS, penurunan daya tahan tubuh, implant koklea dan perokok).

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai pneumonia. Pastinya sekarang sudah tahu kan bagaimana cara mengenali pneumonia dan apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegah pneumonia datang menghantui hidup kita? Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tetap menjaga pola hidup yang sehat agar kita terhindar dari berbagai penyakit mematikan, seperti halnya penyakit radang paru-paru yang satu ini. So, pastinya sekarang kita lebih memperhatikan kesehatan kita bukan?

    Untuk sobat prosehat yang mau vaksinasi namun tidak mau antri maka kamu bisa melakukan vaksinasi di prosehat. Prosehat memberikan layanan imunisasi pneumonia lengkap dan terjangkau. Yuk vaksinasi sekarang.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • docdoc.com/id/info/condition/pneumonia/
    • tribunnews.com/regional/2011/06/19/waspada-penyakit-radang-paru-paru
    • tanyadok.com/anak/pneumonia-pembunuh-utama-balita-di-dunia
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja