Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 291–300 of 1273 results

  • Pernikahan adalah salah satu momen sekali seumur hidup yang tentunya sangat spesial dan membahagiakan bagi yang akan menikah maupun bagi keluarga, teman, kerabat, dan tamu yang diundang. Namun, pada masa pandemi Covid-19 ini untuk menggelar suatu acara pernikahan dibutuhkan banyak pertimbangan dan persyaratan yang wajib dipatuhi. Tujuannya tentu untuk menjaga keselamatan diri dan para undangan […]

    Serba Serbi Protokol Kesehatan Pernikahan di Tengah Pandemi dan Tips Agar Tetap Terasa Menyenangkan

    Pernikahan adalah salah satu momen sekali seumur hidup yang tentunya sangat spesial dan membahagiakan bagi yang akan menikah maupun bagi keluarga, teman, kerabat, dan tamu yang diundang. Namun, pada masa pandemi Covid-19 ini untuk menggelar suatu acara pernikahan dibutuhkan banyak pertimbangan dan persyaratan yang wajib dipatuhi. Tujuannya tentu untuk menjaga keselamatan diri dan para undangan beserta pihak-pihak yang terlibat agar tidak tertular dan menularkan virus Covid-19.

    protokol kesehatan pernikahan di tengah pandemi

    Baca Juga: Persiapan Menikah di Tengah Corona Seperti Apa?

    Beberapa wilayah di Indonesia saat ini telah mengizinkan warganya untuk mengadakan resepsi pernikahan, dan tentunya harus mamatuhi prosedur dan protokol kesehatan yang ketat. Prosedur yang dikeluarkan salah satunya dari Kementrian Agama (Kemenag), yaitu panduan untuk yang mau menikah di tengah Covid-19 baik di dalam maupun diluar kantor urusan agama (KUA).

    Kemenag telah mengeluarkan Surat Edaran pada 10 Juni 2020 mengenai Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Nikah pada Masa Pandemi Covid-19. Surat Edaran tersebut guna memberikan keleluasaan serta prosedur dalam melangsungkan pernikahan di tengah Covid-19.

    Beberapa Penerapan Protokol Kesehatan Saat Resepsi Pernikahan pada Masa Pandemi:

    • Pilihlah lokasi pernikahan yang memiliki sirkulasi udara yang baik, memilih lokasi outdoor adalah yang terbaik. Tujuannya untuk menganisipasi adanya virus yang lebih cepat menyebar apabila di tempat tertutup dan pengap
    • Menata ulang ruangan untuk memberi ruang agar tamu undangan dapat menjaga jarak dengan baik. Atur jarak 1-2 meter antara tamu satu dengan yang lainnya, seperti pembuatan tanda silang di lantai maupun dibangku sebagai jarak.
    • Membuat pembatasan tamu undangan yang hadir, misalnya dengan menetapkan jumlah maksimal tamu atau dengan menerapkan jam persesi acara acara untuk tamu undangan dan mengingatkan kepada tamu undangan agar tidak membawa anak dibawah usia 5 tahun dan orang tua diatas 60 tahun
    • Pastikan tempat pernikahan sudah disterilisasi sebelum berlangsungnya acara dan kepada keluarga mempelai dianjurkan unuk melapor kepada pihak satpol PP atau kepolisian untuk mendapatkan pengawasan
    • Gunakan media sosial seperti YouTube untuk menyiarkan acara pernikahan secara online untuk tamu yang tidak bisa hadir.
    • Acara wajib dihadiri oleh orang yang benar-benar dalam kondisi sehat dan bugar, wajib adanya pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki venue pernikahan. Jika ada yang demam diatas 37.5 derajat celcius maka tidak diizinkan untuk masuk, dan menggunakan masker face shield dan sarung tangan, termasuk kedua calon pengantin, tamu undangan, penghulu, WO maupun tukang make up
    • Sediakan sabun dan hand sanitizer di banyak titik ruangan agar tamu undangan dapat mudah dan sering membersihkan diri dan hindari menggunakan katering prasmanan, karena peneybaran virus Covid-19 dapat menyebar lewat peralatan makan.
    • Hantaran hanya dilakukan secara virtual, saat ijab qabul hanya 10 orang saja yang diperbolehkan hadir, setiap meja tamu harus beukuran 2 meter serta dilengkapi dengan tisu basah dan hand sanitizer
    • Diperbolehkan adanya kirab pengantin dengan melakukan physical distancingserta menggunakan masker dan face shield
    • Melakukan acara sungkem ijab kabul hanya diperbolekan jika tanpa mencium pipi orang tua. Bertujuan untuk meminimalkan adanya kontak fisik demi mengurangi adanya penyebaran virus, baju yang akan digunakan pengantin pastikan sudah bersih dan steril
    • Keluar masuknya tamu terkoordinir agar tidak menimbulkan kerumunan
    • Mengadakan rapid antigen sebelum resepsi berlangsung, ingatkan selalu protokol kesehatan seperti jaga jarak dan pakai masker.
    • Berikan briefing kepada tamu dan kru foto/video, karena tidak diperkenan kan untuk melayani permintaan foto menggunakan handphone tamu. Apabila ingin mmendapatkan foto, maka tamu dapat menyerahkan nomor handphone atau email kepada kru, sehingga kru dapat mengirimkan foto/video tersebut.
    • Foto bersama diatas panggung dapat dilakukan dengan tetap menjaga jarak dan teidak berdesakan, tidak diperkenankan untuk salam dan peluk kepada pengantin dan keluarga untuk mengucapkan selamat, dan lakukan pemberian sekat atau tanda batasan di area anteran tamu menuju panggung guna mencegah terjadinya anterian yang berdesakan.

    Baca Juga: Wanita Menikah Wajib Lakukan Pap Smear?

    Semua protokol kesehatan diatas harus diterapkan, karena prosedur Kemenag tersebut berdasarkan dari anjuran pemerintah agar anda dapat aman dan nyaman dalam melangsungkan pernikahan. Walaupun terlihat sangat rumit, namun itu semua demi keselamatan nyawa dan kesehatan orang yang anda sayangi.

    Tips Agar Resepsi Pernikahan di Tengah Pandemi Tetap Terasa Menyenangkan

    Anda tak perlu cemas karena acara pernikahan anda tidak sebagus dan seramai saat keadaan normal, karena Sahabat dapat menyiasatinya dengan beberapa tips berikut:

    1. Perbanyak foto dan video dan buatlah dokumentasi pernikahan semenarik mungkin
    2. Gunakan bantuan fotografer professional untuk membuat short movie agar pernikahan anda dapat dikenang dengan baik melalui video.
    3. Pembatasan tamu undangan secara langsung dapat meminimalisir pengeluaran budget anda, sehingga anda dapat mengalokasikan dana tersebut untuk membuat konsep pernikahan yang simple, elegan, bagus dan tentunya lebih intimate bersama keluarga.
    4. Menyiarkan pernikahan anda secara virtual, misalnya seperti melalui live media sosial ataupun melalui kanal youtube. Sehingga kerabat yang tidak dapat hadir bisa tetap melihat dan merasakan kebahagian atas pernikahan anda.
    5. Membuat ide yang menarik, seperti mengadakan doorprize berupa voucher untuk tamu undangan yang menyaksikan pernikanan anda secara virtual.
    6. Undanglah orang-orang terdekat saja dikarenakan kuota yang terbatas.

    Dengan berbagai upaya penerapan protokol kesehatan dan beberapa tips diatas, tentunya dapat lebih aman untuk meminimalkan penularan apabila anda telah melakukan rapid antigen. Rapid antigen ini telah banyak disediakan di pusat-pusat kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan puskesmas.

    Produk Terkait: Tes Corona

    Namun, apabila Sahabat Sehat merasa takut terpapar virus saat dalam perjalanan ke sana, Prosehat punya solusinya karena Sahabat dapat melakukan tes Corona tersebut cukup dari rumah saja.

    Fasilitas Prosehat ini menggunakan teknologi telemedisin yang memungkinkan pasien dapat berkonsultasi secara daring atau online . Prosehat juga memiliki layanan vaksinasi HPV ke rumah sebagai bagian dari vaksinasi pranikah. Jadi, Sahabat Sehat akan merasa yakin, aman, dan nyaman untuk siap nikah.

    Baca Juga: Siap Nikah? Lakukan 5 Persiapan Kesehatan Ini!

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. salatiga.go.id. 2021. Tips Jaga Protokol Kesehatan saat resepsi di Tengah Pandemi – Dinas Kesehatan Kota Salatiga. [online] Available at: <https://dinkes.salatiga.go.id/tips-jaga-protokol-kesehatan-saat-resepsi-di-tengah-pandemi/> [Accessed 23 February 2021].
    2. Kementerian Agama RI. 2021. Pelaksanaan Akad Nikah Saat Pandemi Bisa di Luar KUA, Ini Syaratnya. [online] Available at: <https://kemenag.go.id/berita/read/513506/pelaksanaan-akad-nikah-saat-pandemi-bisa-di-luar-kua–ini-syaratnya> [Accessed 25 February 2021].
    3. 2021. Protokol Kesehatan saat Pernikahan saat Pandemi Corona – Maucash. [online] Available at: <https://maucash.id/protokol-kesehatan-saat-pernikahan-di-pandemi-corona> [Accessed 23 February 2021].
    4. Saputra, R., 2021. Begini Penerapan Protokol Kesehatan saat Hajatan Keluarga di Tengah Pandemi. [online] Tempo. Available at: <https://video.tempo.co/read/22413/begini-penerapan-protokol-kesehatan-saat-hajatan-keluarga-di-tengah-pandemi> [Accessed 23 February 2021].

     

     

    Read More
  • Vaksinasi virus Corona di Indonesia sudah berjalan selama 2 bulan. Hal itu ditandai dengan penyuntikan pertama kepada Presiden Joko Widodo, 13 Januari 2021, yang kemudian dilanjutkan dengan penyuntikan kepada tenaga kesehatan, lansia, dan para pedagang. Terakhir, para tenaga pendidik seperti guru dan dosen juga sudah mulai diberikan vaksinasi pada 24 Februari 2021, dan berikutnya olahragawan […]

    Bolehkah Menerima Vaksinasi Lain Setelah Vaksinasi Virus Corona?

    Vaksinasi virus Corona di Indonesia sudah berjalan selama 2 bulan. Hal itu ditandai dengan penyuntikan pertama kepada Presiden Joko Widodo, 13 Januari 2021, yang kemudian dilanjutkan dengan penyuntikan kepada tenaga kesehatan, lansia, dan para pedagang. Terakhir, para tenaga pendidik seperti guru dan dosen juga sudah mulai diberikan vaksinasi pada 24 Februari 2021, dan berikutnya olahragawan pada 26 Februari 2021.

    vaksinasi lain setelah vaksinasi virus corona

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Pemberian vaksinasi massal ini tentunya untuk membantu mencegah virus Corona secara optimal sehingga virus yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 ini bisa dikendalikan dengan baik dan tepat. Namun tentu saja ada pertanyaan, apakah boleh disuntik vaksin virus lainnya setelah vaksinasi covid-19 ini?

    Jawabannya, tidak boleh. Demikian menurut ahli imunologi dari Allergy and Asthma Network, Purvi Parikh, seperti dilansir dari Bisnis.com. Ia mengatakan seseorang yang sudah divaksinasi Covid-19 tidak boleh menerima vaksinasi lain seperti flu, pneumonia, atau herpes zoster. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah efek samping vaksin Corona yang belum diketahui dan bisa saja muncul jika disuntik berdekatan dengan vaksin lain.

    Melalui sebuah uji klinis, Parikh meminta para relawan tidak boleh menerima vaksinasi lain setidaknya dalam periode empat pekan. Alasannya adalah seperti yang diungkapkan oleh juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi pada sebuah talkshow radio yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan, 23 Februari 2021.

    Baca Juga: Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?

    Ia menyatakan bahwa seseorang tidak boleh menerima suntikan vaksin lain selain vaksin Covid-19 supaya vaksin Corona ini bisa bekerja secara optimal dalam proses pembentukan antibodi. Karena itu, dr. Nadia menyarankan perlu rentang waktu minimal 28 hari jika ingin disuntik vaksin lain setelah menerima vaksin Covid-19.

    Rentang waktu tersebut menurutnya juga dapat menyebabkan seseorang masih bisa terinfeksi covid-19 meski sudah divaksin bahkan juga dapat menyebabkan kematian. Namun, dr. Nadia menyatakan bahwa gejala dan risiko kematian tersebut bukanlah risiko dari vaksinasi melainkan karena pembentukan antibodi yang membutuhkan waktu. Hal ini juga berdasarkan uji klinis vaksinasi di Unpad bahwa antibodi tubuh baru terbentuk secara optimal adalah 28 hari setelah penyuntikan kedua.

    Itulah Sahabat Sehat mengenai boleh tidaknya menerima vaksin lain setelah vaksinasi Covid-19. Bagi Sahabat yang sudah divaksin agar tetap melaksanakan 5M dan PHBS supaya target vaksinasi virus Corona di Indonesia dengan target minimum kekebalan kelompok 70% tercapai dan pencegahan Covid-19 menjadi optimal.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Jangan lupa juga untuk tetap melakukan deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Kemendikbud: Vaksinasi Covid-19 terhadap Guru hingga Dosen Dimulai Rabu Ini [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/02/24/09332801/kemendikbud-vaksinasi-covid-19-terhadap-guru-hingga-dosen-dimulai-rabu-ini
    2. Rakyat P. Vaksinasi Covid-19 Atlet Mulai 26 Februari 2021, Kemenpora: Menjangkau yang akan Ikut PON – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. Pikiran-Rakyat.com. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011490588/vaksinasi-covid-19-atlet-mulai-26-februari-2021-kemenpora-menjangkau-yang-akan-ikut-pon
    3. Setelah Vaksin Covid-19, Bolehkah Disuntik Vaksin Lain? | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20210127/106/1348545/setelah-vaksin-covid-19-bolehkah-disuntik-vaksin-lain
    4. Pinandhita V. Bolehkah Disuntik Vaksin Lain Setelah Divaksin COVID-19? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5435169/bolehkah-disuntik-vaksin-lain-setelah-divaksin-covid-19
    Read More
  • Tentu hal yang menyenangkan ketika Sahabat akhirnya dinyatakan sembuh dari Covid-19. Namun setelah sembuh tersebut, mungkin Sahabat akan merasakan gejala sisa seperti nafas yang pendek, cepat lelah, penciuman belum normal, sakit kepala, perubahan metabolisme, kekebalan tubuh, hingga hilangnya stamina tubuh. Baca Juga: Fenomena Long Covid, Gejala yang Menyerang Eks Pasien Covid-19 Hal tersebut terjadi karena […]

    Bagaimana Cara Memulihkan Stamina Tubuh Setelah Sembuh dari Covid-19?

    Tentu hal yang menyenangkan ketika Sahabat akhirnya dinyatakan sembuh dari Covid-19. Namun setelah sembuh tersebut, mungkin Sahabat akan merasakan gejala sisa seperti nafas yang pendek, cepat lelah, penciuman belum normal, sakit kepala, perubahan metabolisme, kekebalan tubuh, hingga hilangnya stamina tubuh.

    memulihkan stamina tubuh setelah sembuh dari covid-19

    Baca Juga: Fenomena Long Covid, Gejala yang Menyerang Eks Pasien Covid-19

    Hal tersebut terjadi karena tubuh tentu saja membutuhkan waktu untuk pemulihan. Masih adanya gejala sisa ini dapat menganggu ritme kehidupan sehari-hari yang akan berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Karena itu, berikut ini adalah cara supaya Sahabat dapat memulihkan stamina tubuh setelah sembuh dari Covid-19.

    Tetap Melakukan Aktivitas Fisik

    Aktivitas fisik yang dimaksud adalah dengan berolahraga. Aktivitas ini sebenarnya bukanlah hal yang mudah dilakukan karena tubuh sendiri masih dalam kondisi lemah setelah sembuh dari Covid-19. Namun hal ini perlu dilakukan, karena virus tersebut ternyata dapat memicu dan mempercepat hilangnya kekuatan otot dan energi secara alami.

    Untuk bisa berolahraga dan mengembalikan fungsi tubuh setelah dinyatakan negatif dari infeksi Covid-19, Sahabat bisa melakukan olahraga ringan selama maksimal 30 menit, dan lakukanlah secara bertahap.

    Konsumsi Makanan Bergizi Tinggi

    Mengonsumsi makanan-makanan yang memiliki kandungan gizi dan nutrisi tinggi sangat diperlukan agar stamina tubuh cepat pulih. Sahabat disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung protein supaya fungsi otot yang hilang saat terkena infeksi virus Corona dapat segera kembali kuat.

    Produk Terkait: Jual Suplemen

    Protein ini juga nantinya akan membantu memproduksi antibodi dan sel sistem kekebalan, selain mengembalikan energi dalam tubuh. Tentu saja ini tak hanya akan meremajakan organ-organ tubuh, tetapi juga memberikan kekuatan untuk dapat menjalankan fungsi sehari-hari. Selain konsumsi makanan bergizi tinggi, sebaiknya juga mengonsumsi suplemen tambahan jika perlu.

    Latih Kekuatan Otak

    Tidak hanya pada otot yang menjadi lemah setelah sembuh dari Covid-19, tetapi otak juga. Karena kenyataannya, infeksi virus Corona dapat memberikan dampak negatif pada kemampuan kognisi otak sehingga mempengaruhi proses berpikir.

    Baca Juga: Long-Hauler, Paparan Virus Covid Berkepanjangan

    Hal ini tentu saja akan dapat menurunkan kinerja Sahabat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya kehilangan fokus dan konsentrasi saat beraktivitas. Untuk bisa mengembalikan fungsi otak seperti semula, mulailah latih otak kembali dengan melakukan beberapa permainan, seperti puzzle dan teka-teki silang. 

    Istirahat yang Cukup

    Istirahat merupakan hal yang sangat penting bagi manusia, bahkan saat dalam masa pemulihan diri setelah sembuh dari Covid-19. Sahabat perlu beristirahat secara maksimal agar tubuh dapat juga dengan maksimal pulih kembali. Jangan memaksakan dahulu melakukan kegiatan seperti sebelum terserang virus.

    Baca Juga: 5 Makanan Penambah Stamina Tubuh Pria yang Perlu Dicoba

    Itulah beberapa cara yang bisa Sahabat lakukan untuk dapat memulihkan stamina tubuh setelah sembuh dari Covid-19. Selain cara-cara di atas, Sahabat juga hendaknya jangan takabur atau merasa yakin aman bakal tidak terserang Covid kembali karena bagaimanapun reinfeksi orang yang pernah terkena virus cukup besar.

    Untuk itu, Sahabat hendaknya tetap menerapkan protokol-protokol kesehatan saat kembali beraktivitas, dan lakukanlah semua aktivitas yang biasa dilakukan secara perlahan, dan jangan dipaksakan. Apabila Sahabat merasakan sinyal yang kurang enak dari tubuh segera beristirahat, dan konsultasikanlah ke dokter.

    Untuk info selanjutnya mengenai stamina tubuh dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Lahitani S. Baru Sembuh dari Covid-19, Ini 4 Cara Membangun Kembali Stamina Anda [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/citizen6/read/4400623/baru-sembuh-dari-covid-19-ini-4-cara-membangun-kembali-stamina-anda
    2. developer m. Ini yang Harus Dilakukan Setelah Sembuh dari Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://mediaindonesia.com/weekend/349070/ini-yang-harus-dilakukan-setelah-sembuh-dari-covid-19
    3. 2021 L. Cara Memulihkan Diri Pasca Sembuh dari COVID-19 [Internet]. rri.co.id. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://rri.co.id/makassar/sosial-budaya/932761/cara-memulihkan-diri-pasca-sembuh-dari-covid-19
    4. Mediatama G. Setelah sembuh dari corona, ini yang harus kamu lakukan [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/setelah-sembuh-dari-corona-ini-yang-harus-kamu-lakukan?page=all
    Read More
  • Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh turunan corona virus baru. Virus ini ditularkan  melalui kontak langsung dengan percikan yang berasal dari saluran napas orang terinfeksi (seperti batuk atau bersin). Orang juga bisa terinfeksi dengan hanya menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus ini kemudian menyentuh wajah (seperti mata, hidung, mulut). Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan […]

    Cara Mencegah Virus Corona Di Sekolah

    Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh turunan corona virus baru. Virus ini ditularkan  melalui kontak langsung dengan percikan yang berasal dari saluran napas orang terinfeksi (seperti batuk atau bersin). Orang juga bisa terinfeksi dengan hanya menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus ini kemudian menyentuh wajah (seperti mata, hidung, mulut).

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Meskipun virus ini masih baru dan banyak orang yang masih mencari tahu tentang virus ini, masyarakat perlu mengambil tindakan untuk mencegah penularannya, guna mengurangi dampak dari wabah ini. terutama membuat perlindungan bagi anak di fasilitas pendidikan.

    Protokol Utama di Area Pendidikan

    Di Indonesia sendiri telah menerbitkan prokol utama dalam penanganan kasus penyebaran Covid-19. Salah satunya protokol di area pendidikan, terdapat 15 poin di dalamnya yang harus diperhatikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes), serta satuan pendidikan di daerah masing-masing. Antara lain:

    – Disdik melakukan koordinasi dengan Dinkes setempat untuk mengetahui rencana atau kesiapan daerah setempat dalam menghadapi Covid-19.

    – Menyediakan sarana untuk cuci tangan dengan air bersih dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol yang terletak di beberapa titik sekolah, sesuai jumlah yang dibutuhkan.

    – Menginstruksikan kepada warga sekolah untuk cuci tangan dengan air dan sabun serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti makan jajanan sehat dan membuang sampah pada tempatnya.

    – Membersihkan ruangan di lingkungan sekolah secara rutin dengan disinfektan. Khususnya pada tempat atau barang yang sering tersentuh oleh banyak orang. Serta memonitor ketidakhadiran warga sekolah, apabila ada yang tidak hadir karena sakit disarankan segera ke fasilitas kesehatan (Faskes) terdekat untuk memeriksakan diri.

    – Memberikan imbauan kepada warga sekolah yang sakit dengan gejala Covid-19 untuk isolasi diri di rumah dan tidak melakukan kontak dengan orang lain.

    – Tidak memberlakukan hukuman atau sanksi bagi siswa yang tidak masuk karena sakit.

    – Apabila tidak hadir karena sakit yang berkaitan dengan pernapasan dalam jumlah besar, Disdik berkoordinasi dengan Dinkes untuk mengambil tindakan pencegahan lebih lanjut.

    – Mengalihkan tugas pendidik dan tenaga kependidikan yang absen kepada tenaga kependidikan lain yang mampu.

    – Pihak institusi pendidikan harus bisa melakukan skrining awal terhadap warga sekolah yang mengeluh sakit. Selanjutkan akan dilakukan koordinasi dengan Dinkes untuk dilakukan pemeriksaan.

    – Memastikan makanan yang disediakan di sekolah merupakan makanan yang sehat dan dimasak dengan matang.

    – Mengimbau warga sekolah agar tidak berbagi makanan dan minuman. Termasuk juga peralatan makan, minum, dan alat musik tiup.

    – Menginstruksikan agar menghindari kontak fisik langsung seperti bersalaman, cium tangan, berpelukan, dan sebagainya.

    – Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Seperti berkemah dan studi wisata.

    – Melakukan skrining awal, seperti pengukuran suhu tubuh terhadap semua yang datang ke institusi pendidikan.

    Langkah-Langkah Pencegahan Corona di Lingkungan Sekolah:

    – Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

    CTPS adalah singkatan dari Cuci Tangan Pakai Sabun. Guru dan orangtua harus bisa mengajarkan dan membiasakan anak-anak untuk rajin mencuci tangan. Cuci tangan bisa dilakukan saat akan memulai pelajaran di kelas, saat mau makan, setelah selesai dari kamar mandi, setelah bermain atau berkegiatan, dan saat tiba di rumah sepulang dari sekolah.

    Baca Juga: Protokol Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Tempat Kerja

    Sekolah dan orangtua perlu menyediakan tempat cuci tangan yang memang layak. Seperti memiliki akses air bersih dan juga sabun. Lebih baik lagi apabila disediakan juga hand sanitizer, tisu basah, tisu kering, dan tempat sampah untuk membuang sampah.

    – Mengaktifkan Ruang UKS

    Ruang UKS digunakan untuk penanganan awal apabila terdapat anak yang mulai ada gejala Covid-19. Hal ini untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan teman-temannya. Namun, selanjutnya langkah yang tepat adalah dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Apapun penyakitnya, penanganan yang cepat dan tepat akan mencegah penyakit bertambah parah.

    – Menyemprot Ruang Kelas Dengan Disinfektan

    Pencegahan Covid-19 di sekolah yang paling penting salah satunya adalah melakukan penyemprotan ruang kelas dan seluruh kawasan sekolah secara rutin. Apalagi mengingat ruang kelas umumnya tertutup dan potensi penyebaran virusnya akan lebih besar.

    Bahkan barang-barang yang ada di ruang kelas seperti meja, buku, dan mainan yang sering disentuh oleh banyak orang sebaiknya dibersihkan juga secara rutin. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi berkembangbiaknya virus maupun bakteri.

    – Gunakan Masker Dengan Benar

    Masker merupakan komponen yang paling penting dalam mencegah penularan virus Covid-19, karena pada dasarnya penularan virus melalui udara. Dan pemakaian masker bisa mengurangi penularan sampai 80 persen. Ajak anak menggunakan masker dengan benar, sehingga menutupi bagian mulut dan hidung.

    – Membawa Bekal Dari Rumah

    Makanan bisa menjadi salah satu penyebaran virus apabila terkena bersin atau tersentuh tangan orang yang sedang sakit. Maka dari itu, sebaiknya orangtua membekali anak dengan makanan rumah yang lebih terjamin kebersihannya. Disarankan makanan dimasak sampai matang, jangan mentah ataupun setengah matang, hal tersebut guna mengurangi paparan bakteri atau virus.

    – Sekolah mempromosikan pembatasan social (Social distancing)

    Tindakan social distancing bisa memperlambat penyebaran penyakit Covid-19. Sekolah bisa membatasi acara pertemuan dengan jumlah peserta yang banyak. Kemudian  mengikuti perkembangan fakta terbaru dan mengetahui informasi tentang Covid-19, seperti gejala, komplikasi, cara penyebarannya, cara menghentikannya, dsb. Tentunya informasi yang didapat harus berasal dari sumber-sumber terpercaya, seperti UNICEF, WHO, dan Kementerian Kesehatan.

    Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Nah, Sahabat Sehat setelah mengetahui hal apa saja yang harus dilakukan guna mencegah Covid-19 di sekolah, kalian bisa terapkan apabila sudah kembali masuk ke sekolah. Dan jangan sampai lupa atau bosan dengan perintah 3M ya! Mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker.

    Selain dengan menerapkan protokol kesehatan Sahabat juga dapat memantau kesehatan dengan WISH Health Watch, smartwatch yang dapat diintegrasikan dengan ponsel cerdas Sahabat. Smartwatch akan membantu Sahabat supaya terhindar dari Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referesi

    1. Media, K., 2021. 7 Langkah Pencegahan Penularan Virus Corona di Lingkungan Sekolah Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://edukasi.kompas.com/read/2020/03/03/12104981/7-langkah-pencegahan-penularan-virus-corona-di-lingkungan-sekolah?page=all> [Accessed 18 February 2021].
    2. BP-PAUD DAN DIKMAS KALIMANTAN TIMUR. 2021. Langkah Pencegahan Penularan Virus Corona di Lingkungan Sekolah – BP-PAUD DAN DIKMAS KALIMANTAN TIMUR. [online] Available at: <https://pauddikmaskaltim.kemdikbud.go.id/langkah-pencegahan-penularan-virus-corona-di-lingkungan-sekolah/> [Accessed 18 February 2021].
    3. Who.int. 2021. [online] Available at: <https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/pesan-dan-kegiatan-utama-pencegahan-dan-pengendalian-covid-19-di-sekolah—indonesian–march-2020.pdf?sfvrsn=5cdfea17_2> [Accessed 18 February 2021].
    Read More
  • Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung hingga saat ini, bahkan sudah lebih dari 10 bulan, tetapi belum ada tanda-tanda kapan Covid-19 akan berakhir. Penyebaran virus Corona dapat terjadi melalui droplets yang menyebar. Droplets merupakan tetesan cairan yang berasal dari batuk atau bersin. Kasus yang terkena virus covid-19 mengalami peningkatan membuat banyak rumah sakit di Indonesia penuh. Baca […]

    Cara Memantau Kesehatan Diri Sendiri, Keluarga, dan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19

    Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung hingga saat ini, bahkan sudah lebih dari 10 bulan, tetapi belum ada tanda-tanda kapan Covid-19 akan berakhir. Penyebaran virus Corona dapat terjadi melalui droplets yang menyebar. Droplets merupakan tetesan cairan yang berasal dari batuk atau bersin. Kasus yang terkena virus covid-19 mengalami peningkatan membuat banyak rumah sakit di Indonesia penuh.

    memantau kesehatan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat

    Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai Sejuta

    Banyak pasien yang meski dirawat di rumah sakit tidak mendapat tempat tidur, sehingga terpaksa dipulangkan ke rumah. Lalu, apa yang harus dilakukan jika Sahabat Sehat tinggal serumah dengan keluarga yang didiagnosis positif Covid-19 dan harus menjaga agar tidak tertular? Berikut adalah hal yang harus Sahabat Sehat lakukan saat merawat keluarga yang terinfeksi Covid-19 atau saat ada orang yang terinfeksi Covid-19 di rumah:

    Selalu Pakai Masker

    Selalu memakai masker jika Sahabat Sehat berada satu atap dengan keluarga yang terinfeksi Covid-19. Memakai masker adalah hal yang paling penting untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari virus corona. Pemakaian masker wajib dilakukan meski Sahabat Sehat sedang membersihkan rumah, bekerja di rumah, membuatkan makanan, atau apa pun aktivitasnya karena virus corona menyebar lewat tetesan pernapasan (droplets) dan aerosol. Oleh karena itu, Sahabat Sehat harus memakai masker untuk mengurangi penyebaran cairan tetesan pernapasan (droplets).

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Menjaga Kesehatan Mental

    Protokol kesehatan meminta setiap orang yang tinggal serumah dengan orang positif Covid-19 harus mengisolasi diri selama 14 hari. Ini artinya tidak boleh meninggalkan rumah apapun alasannya, kecuali mencari perawatan medis dalam keadaan darurat. Mengingat dampak yang ditimbulkan pada kesehatan mental, sangat penting untuk melakukan beberapa hal yang dapat membantu seperti: tetap berhubungan dengan keluarga dan teman melalui telepon. Kemudian, Sahabat Sehat bisa menjadwalkan hari-hari tertentu untuk melakukan obrolan video dengan setiap anggota keluarga.

    Bersihkan Ruangan Bersama Secara Teratur

    Hal yang tak kalah pentingnya adalah membersihkan ruangan bersama secara teratur. Semua permukaan yang disentuh harus sering dibersihkan dengan disinfektan. Selain mencegah virus Corona, hal ini bisa membantu penyebaran dan menginfeksi anggota keluarga yang lain. Menjaga kebersihan rumah juga akan membantu memberikan rasa aman dan nyaman saat semua orang diisolasi bersama. Sahabat sehat juga perlu menyediakan ruangan yang punya udaha bagus. Ventilasi yang cukup juga penting untuk melindungi diri, serta Sahabat Sehat harus membuka jendela dan pintu sepanjang hari jika memungkinkan.

    Baca Juga: Cara Membersihkan Tempat Kerja dari Virus Corona

    Menghubungi Petugas Medis Jika Diperlukan

    Dalam beberapa kasus, Sahabat Sehat mungkin perlu mencari pertolongan dan dukungan medis saat merawat seseorang dengan virus corona. Sebagai contoh, jika pasien Covid-19 tiba-tiba mengalami sesak, nyeri dada, atau kehilangan kesadaran segeralah cari pertolongan medis.

    Sahabat sehat jangan lupa untuk memeriksakan kesehatan dan melakukan tes swab Covid-19 bila ada anggota keluarga yang terkena Covid-19. Hal ini bertujuan untuk memutus rantai penularan virus ini. Bila ternyata Sahabat Sehat tertulari virus ini, jangan panik, ya. Tetap lakukan protokol kesehatan, ya.

    Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Nah, Sahabat Sehat setelah mengetahui apa saja cara yang harus dilakukan untuk memantau kesehatan diri sendiri, keluarga serta masyarakat dari Covid-19, kalian bisa lakukan apabila merasa mengalami gejala apapun demi kesehatan kita bersama. Dan jangan sampai lupa atau bosan dengan perintah 5M ya! Mencuci tangan, menjaga jarak, menggunakan masker, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi

    Sahabat Sehat juga bisa menggunakan smartwatch WISH atau jam tangan pintar yang berbasis kecerdasan buatan. Jam tangan tersebut mampu berfungsi sebagai alat bantu pemantau kesehatan yang multifungsi bagi penggunanya terutama di masa pandemi Corona ini sehingga Sahabat dapat terhindar dari Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 6 Cara Merawat Keluarga yang Terinfeksi Covid-19 di Rumah Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/20/100000423/6-cara-merawat-keluarga-yang-terinfeksi-covid-19-di-rumah?page=all> [Accessed 18 February 2021].
    2. Media, K., 2021. Panduan Lengkap Kesehatan Keluarga untuk Cegah Virus Corona Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/17/080200065/panduan-lengkap-kesehatan-keluarga-untuk-cegah-virus-corona?page=all> [Accessed 18 February 2021].
    3. Budi, N., 2021. 10 Tips Agar Tak Tertular Jika Ada Anggota Keluarga yang Positif Corona COVID-19. [online] liputan6.com. Available at: <https://www.liputan6.com/bola/read/4223535/10-tips-agar-tak-tertular-jika-ada-anggota-keluarga-yang-positif-corona-covid-19> [Accessed 18 February 2021].
    4. Kemkes.go.id. 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. [online] Available at: <https://www.kemkes.go.id/folder/view/full-content/structure-faq.html> [Accessed 18 February 2021].
    Read More
  • Masa pandemi Corona yang membuat sebagian besar aktivitas harus dilakukan dari rumah seperti bekerja dan sekolah bisa menimbulkan rasa bosan. Untuk mengatasi rasa bosan tersebut di waktu luang, Sahabat disarankan untuk meningkatkan kemampuan seperti mempelajari bahasa asing. Sahabat bisa melakukannya melalui banyak aplikasi online yang mudah diakses melalui gadget. Baca Juga: Inilah Akibat Bekerja Sembari […]

    Belajar Bahasa Asing Saat WFH, Inilah Dampaknya Bagi Kesehatan

    Masa pandemi Corona yang membuat sebagian besar aktivitas harus dilakukan dari rumah seperti bekerja dan sekolah bisa menimbulkan rasa bosan. Untuk mengatasi rasa bosan tersebut di waktu luang, Sahabat disarankan untuk meningkatkan kemampuan seperti mempelajari bahasa asing. Sahabat bisa melakukannya melalui banyak aplikasi online yang mudah diakses melalui gadget.

    belajar bahasa asing saat WFH

    Baca Juga: Inilah Akibat Bekerja Sembari Rebahan Saat WFH bagi Kesehatan

    Ternyata mempelajari bahasa asing, apalagi jika sampai mampu menguasainya, di saat WFH mempunyai dampak yang baik bagi kesehatan tubuh dan jiwa. Lalu apa sajakah dampak-dampak positif tersebut? Yuk, Sahabat mari simak penjelasan-penjelasan di bawah ini!

    Meningkatkan Kinerja Otak

    Tanpa disadari WFH jika tidak dikelola dengan baik bisa menurunkan kinerja otak karena kegiatan tersebut bercampur dengan kehidupan di dalam rumah. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh pada kinerja Sahabat. Karena itu, ketika ada waktu luang di sela WFH, Sahabat dapat mempelajari bahasa asing yang ternyata dapat membantu kinerja otak.

    Hal ini berdasarkan sebuah penelitian bahwa mempelajari bahasa asing selama berbulan-bulan, otak akan mengalami kinerja pertumbuhan yang bagus di empat tempat, yaitu di hippocampus, girus frontal tengah, girus frontal inferior, dan girus temporal superior.

    Membantu Meningkatkan Daya Ingat

    Keuntungan selanjutnya yang dapat dirasakan adalah Sahabat tidak akan mudah cepat lupa atau pikun akibat banyaknya beban pekerjaan selama WFH. Saat mempelajari bahasa asing, otak Sahabat didorong untuk mengingat kata-kata tertentu yang ternyata memang berguna untuk mengembangkan kekuatan otak dalam menyimpan dan mengambil informasi. Tentunya hal ini akan berdampak positif pada pengambilan sebuah keputusan secara logis saat bekerja.

    Produk Terkait: Jual Konilife Focus Tab

    Meningkatkan Kecerdasan Verbal dan Non-Verbal

    Bagi kesehatan mental, belajar bahasa asing saat WFH rupanya cukup berpengaruh. Hal itu bisa terlihat pada kecerdasan verbal dan non-verbal seseorang yang ternyata sangat berhubungan dengan faktor bilingualisme. Dari sebuah hasil penelitian didapat bahwa kecerdasan verbal dan non-verbal pada dasarnya membutuhkan lebih banyak fleksibilitas mental, dan diketahui bahwa orang yang fasih lebih dari satu bahasa secara konsisten cenderung lebih unggul daripada orang yang hanya fasih 1 bahasa.

    Membantu Meningkatkan Konsentrasi

    Ingin konsentrasi Sahabat tetap terjaga saat WFH? Mempelajari bahasa asing bisa membantu Sahabat supaya memiliki konsentrasi penuh pada pekerjaan sehingga tidak terganggu hal-hal di luar aktivitas utama tersebut. Peningkatan konsentrasi dan fokus ini berdasarkan studi penelitian. Dalam penelitian tersebut terlihat bahwa orang yang belajar bahasa asing jauh lebih siap menafsirkan dan mampu dengan cepat berpikir untuk memilih informasi yang penting dan menghilangkan informasi yang tidak penting.

    Baca Juga: Minuman Selain Kopi yang Membantu Meningkatkan Konsentrasi

    Membantu Beradaptasi di Lingkungan yang Baru

    Manusia adalah makhluk sosial yang tentu saja membutuhkan interaksi sosial supaya dari interaksi tersebut dapat terbantu dan tercapai hal-hal yang diinginkan terutama saat di lingkungan baru. Mempelajari bahasa selain bahasa ibu rupanya dapat membantu beradaptasi dalam kondisi tersebut. Lingkungan baru yang dimaksud bukan hanya lingkungan Sahabat berada di negara lain secara harfiah, tetapi juga lingkungan yang berbeda di negara sendiri. Tentunya hal ini secara mental akan bisa menyenangkan hati Sahabat.

    Menunda Penyakit Alzheimer

    Penyakit Alzheimer adalah salah satu penyakit otak yang berakibat pada penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan berbicara, serta berubahnya perilaku secara bertahap. Kondisi ini biasanya dialami lansia 65 tahun ke atas. Tentunya apabila Sahabat mempelajari bahasa asing saat WFH, Sahabat akan dapat menunda penyakit tersebut lebih lama daripada yang hanya mempelajari satu bahasa. 

    Membantu Mengendalikan Emosi

    Dampak lain yang bisa Sahabat rasakan dari belajar bahasa asing adalah dapat membantu mengendalikan emosi menjadi lebih baik dan terarah. Apabila emosi dapat dikendalikan secara baik, hal tersebut dapat berpengaruh secara positif pada fisik dan mental terutama di masa WFH yang akan selalu dihinggapi dengan kebosanan.

    Baca Juga: 7 Tips Orang Tua Dampingi Anak yang Bosan dan Stres Belajar di Rumah

    Itulah Sahabat beberapa dampak yang dapat dirasakan oleh Sahabat dengan belajar bahasa asing saat WFH. Selain itu, mempelajari bahasa asing juga bisa mengusir kebosanan dan mengisi waktu luang. Dampak-dampak yang dirasakan ini tentunya sangat berguna dan berpengaruh pada kinerja Sahabat saat WFH sehingga Sahabat menjadi terus semangat!

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai WFH dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Times I, Zonic A. 8 Manfaat Luar Biasa Belajar Bahasa Asing Menurut Para Ahli [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 24 February 2021]. Available from: https://www.idntimes.com/science/discovery/akromah-zonicc/manfaat-belajar-bahasa-asing-c1c2/8
    2. Media K. 7 Manfaat Menguasai Bahasa Asing bagi Otak [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 24 February 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2014/06/17/1535246/7.Manfaat.Menguasai.Bahas
    Read More
  • Pandemi Corona membuat kebanyakan orang harus melakukan aktivitas dari rumah atau Work from Home (WFH) demi menekan penularan virus Covid-19. Praktek WFH ini sendiri tentunya memberi keuntungan karena membuat para pekerja kantoran tidak perlu memikirkan pakaian yang akan dipakai, kemacetan di jalanan, dan tentu memiliki waktu kerja yang lebih fleksibel. Dari situlah kemudian banyak yang […]

    Inilah Akibat Bekerja Sembari Rebahan Saat WFH bagi Kesehatan

    Pandemi Corona membuat kebanyakan orang harus melakukan aktivitas dari rumah atau Work from Home (WFH) demi menekan penularan virus Covid-19. Praktek WFH ini sendiri tentunya memberi keuntungan karena membuat para pekerja kantoran tidak perlu memikirkan pakaian yang akan dipakai, kemacetan di jalanan, dan tentu memiliki waktu kerja yang lebih fleksibel. Dari situlah kemudian banyak yang memilih bekerja sembari rebahan atau tiduran saat WFH.

    bekerja sembari rebahan saat wfh, bekerja sambil tiduran

    Baca Juga: 6 Tips Menjaga Kesehatan Bagi yang Sahabat Tidak Bisa WFH 

    Hal tersebut berdasarkan sebuah penelitian pada November 2020 bahwa sebanyak 72% dari 1.000 orang di AS bekerja dari rumah selama 24 jam hingga 40 jam sambil rebahan. Ini karena banyak orang yang menganggap bahwa rebahan merupakan hal yang begitu favorit selama dilakukan selama WFH. Padahal, bekerja sembari tidur-tiduran tersebut mempunyai akibat yang tidak baik bagi kesehatan, baik fisik maupun mental.

    Apa sajakah itu? Yuk, Sahabat Sehat, yang sedang WFH dan menjadi kaum rebahan, simak penjelasan-penjelasannya di bawah ini!

    1. Menurunkan Produktivitas Kerja

    Dampak pertama yang akan Sahabat rasakan adalah produktivitas kerja menjadi turun. Hal itu karena ketika bekerja sambil tiduran, baik di atas tempat tidur atau karpet, kita sudah menganggap rebahan sebagai aktivitas untuk beristirahat total sedangkan ketika bekerja di kantor kita menganggap bahwa kantor adalah tempat untuk menyelesaikan pekerjaan.

    Apabila Sahabat benar melakukan hal tersebut, yang justru terjadi adalah Sahabat akan merasakan kekacauan pikiran karena tidak ada batas yang jelas antara kegiatan untuk bekerja dan rebahan. Ini tentunya juga akan memberikan dampak yang tidak baik bagi tubuh seperti menimbulkan rasa sakit pada punggung, leher, dan pinggul yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

    Produk Terkait: Layanan Fisioterapi ke Rumah

    Tentunya hal-hal tersebut membuat produktivitas kerja Sahabat menurun dan selanjutnya bisa mempengaruhi penilaian atasan terhadap Sahabat. Karena itu, para ahli menyarankan supaya tidak bekerja sambil tiduran, dan harus membuat batasan tegas antara kerja dan istirahat. Sebab, bekerja dengan cara seperti itu sebentar saja malah akan membuat fokus bekerja cepat hilang.

    2. Menimbulkan Insomnia

    Akibat kedua adalah Sahabat akan merasakan insomnia. Hal ini terjadi karena secara psikologis Sahabat sudah tidak bisa membedakan lagi aktivitas untuk bekerja dan untuk beristirahat akibat Sahabat mencampuradukkannya menjadi satu. Campur-aduk tersebut membuat Sahabat sulit untuk berhenti bekerja dan menciptakan ketidakseimbangan yang sehat antara rutinitas harian dan pekerjaan.

    Baca Juga: Panduan Ergonomi Saat WFH Seperti Apa?

    Belum lagi jika Sahabat sering bangun telat dan baru mulai bekerja siang hari sehingga baru bisa menyelesaikannya malam hari. Tentu hal ini membuat siklus tidur akan menjadi kacau dan menyebabkan Sahabat jadi kesulitan untuk tidur karena beban fikiran pekerjaan yang belum selesai.

    3. Memicu Perilaku Tidak Higienis

    Tanpa disadari bekerja sembari rebahan akan memicu perilaku tidak higienis atau jorok. Hal ini terjadi karena adanya penumpukan bakteri pada seprai tempat tidur akibat beberapa hari tidak dicuci. Bakteri-bakteri yang menumpuk tersebut berasal dari 15 juta sel kulit manusia yang setiap malam dilepaskan, dan ini tentu saja bisa memengaruhi risiko kesehatan secara keseluruhan yang berakibat Sahabat menjadi rentan sakit.

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat WFH 

    Itulah beberapa akibat yang timbul dari bekerja sembari rebahan saat WFH. Supaya Sahabat tidak merasakan dampak-dampak tersebut, Sahabat disarankan untuk tidak bekerja dengan tiduran alias bekerjalah dengan duduk seperti halnya di kantor. Selain itu, Sahabat sebaiknya memindahkan ruang kerja di tempat tidur yang memang untuk istirahat ke ruang lainnya seperti ruang tamu atau ruang makan untuk mendukung produktivitas, dan Sahabat semakin semangat bekerja dari rumah.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai WFH dan produk-produk kesehatan untuk mendukung produktivitas saat WFH silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Alam S. Catat! Ini Efek Samping Terlalu Sering WFH di Atas Tempat Tidur [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 23 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5400780/catat-ini-efek-samping-terlalu-sering-wfh-di-atas-tempat-tidur
    2. Alasan Ilmiah Kenapa Jangan Bekerja di Atas Tempat Tidur Saat WFH [Internet]. suara.com. 2021 [cited 23 February 2021]. Available from: https://jatim.suara.com/read/2020/07/01/152519/alasan-ilmiah-kenapa-jangan-bekerja-di-atas-tempat-tidur-saat-wfh
    3. Media K. “Work From Home” Jangan Kerja Sambil Rebahan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 23 February 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/19/174600020/work-from-home-jangan-kerja-sambil-rebahan?page=all

     

    Read More
  • Pemerintah, melalui Satgas Covid-19, meminta kepada masyarakat untuk menggunakan masker, terutama saat ke rumah sakit. Demikian yang diungkap oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting. Hal ini ditujukan untuk mencegah penularan Covid-19 secara maksimal. Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tidak Ada Scuba dan Buff […]

    Pemerintah Meminta Masyarakat Menggunakan Masker N95 Saat di Rumah Sakit

    Pemerintah, melalui Satgas Covid-19, meminta kepada masyarakat untuk menggunakan masker, terutama saat ke rumah sakit. Demikian yang diungkap oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting. Hal ini ditujukan untuk mencegah penularan Covid-19 secara maksimal.

    masker N95 saat di rumah sakit

    Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tidak Ada Scuba dan Buff

    Seperti dilansir dari Kompas.com, adapun masker yang disarankan dipakai di area rumah sakit adalah N95 atau KN95. Artinya, Satgas tidak menyarankan masyarakat menggunakan masker kain saat di rumah sakit untuk berobat atau mengunjungi orang sakit.

    Produk Terkait: Jual Masker N95 

    Masker kain juga tidak disarankan digunakan di area publik seperti pusat perbelanjaan, pasar, dan hanya boleh digunakan saat di lingkungan rumah atau lokasi yang sudah diketahui dengan baik. Adapun untuk area publik, satgas menyarankan untuk menggunakan masker medis.

    Mengapa Satgas Menyarankan Masker N95 di Rumah Sakit?

    Berdasarkan efektivitasnya, masker N95 atau KN95 disebut mampu memberikan perlindungan hingga lebih dari 95%. Sementara masker medis melindungi 70 hingga 80% dan masker kain hanya memberikan perlindungan 40 sampai 45%.

    Baca Juga: Aturan Penggunaan pada Masker dan Tips Memakainya

    Mengenai Masker N95

    FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan dari Amerika Serikat menyatakan bahwa masker N95 merupakan jenis masker respirator untuk menyaring udara dari partikel yang sangat kecil. National Institute for Occupational Safety and Health menyebut bahwa N95 ini mampu menyaring virus dan bakteri, termasuk Covid-19.

    Masker respirator ini dibagi berdasarkan kemampuannya masing-masing, yaitu menyaring udara, menahan air, dan minyak melalui kode N, R, dan P.

    Berikut keterangan dari kode-kode tersebut:

    • N berarti tidak tahan minyak
    • R berarti tahan minyak
    • P berarti kedap minyak

    Jika berdasarkan kode tersebut, masker N95 adalah masker respirator yang tidak tahan minyak dengan kemampuan filtrasi partikel hingga 95%. Partikel yang disaring tersebut berukuran lebih besar dari 0,3 mikron seperti virus dan polutan. Selain itu, masker dilengkapi dengan lapisan karbon aktif yang dirancang supaya melekat pada mulut. Hal tersebut mungkin dapat menyebabkan kesulitan bernapas sehingga masker ini tidak disarankan untuk anak-anak, lansia, dan orang-orang yang memiliki masalah terhadap pernapasan.

    Baca Juga: Seperti Inilah Cara Melepas Masker dengan Benar

    Demikianlah mengenai pemakaian masker N95 saat ke rumah sakit oleh masyarakat demi mencegah penularan virus Corona. Tidak hanya syarat dan pemakaian masker saja yang perlu diperhatikan, tetapi juga cara membuang masker yang tepat supaya tidak mencemari lingkungan. Apabila Sahabat menginginkan informasi lebih lanjut mengenai masker dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Media K. Satgas: Gunakan Masker N95 di Area RS dan Mengunjungi Orang Sakit [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 22 February 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/02/21/13522331/satgas-gunakan-masker-n95-di-area-rs-dan-mengunjungi-orang-sakit
    2. Alam S. Ada Kode N95 pada Masker Tenaga Medis, Apa Sih Artinya? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 22 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4992463/ada-kode-n95-pada-masker-tenaga-medis-apa-sih-artinya
    Read More
  • Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa besarnya biaya perawatan pasien Covid-19 tidak main-main. Pada satu pasien Covid-19, biaya yang dikeluarkan dapat mencapai hingga ratusan juta rupiah. Mahalnya biaya perawatan pasien Covid-19 ini tergantung pada kebutuhan dan permintaan yang diperlukan selama masa pengobatan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi besaran biaya perawatan, misalnya berapa lama pasien dirawat inap, obat […]

    Gratis! Mahalnya Biaya Perawatan Covid-19 Ditanggung Pemerintah, Begini Cara Klaimnya

    Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa besarnya biaya perawatan pasien Covid-19 tidak main-main. Pada satu pasien Covid-19, biaya yang dikeluarkan dapat mencapai hingga ratusan juta rupiah. Mahalnya biaya perawatan pasien Covid-19 ini tergantung pada kebutuhan dan permintaan yang diperlukan selama masa pengobatan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi besaran biaya perawatan, misalnya berapa lama pasien dirawat inap, obat dan multivitamin apa saja yang dikonsumsi, alat penunjang hidup apa saja yang dibutuhkan untuk membantu pengobatan, dan sebagainya.

    biaya perawatan covid-19, biaya pengobatan covid-19

    Baca Juga: Tips Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik untuk Keluarga Tercinta!

    Rincian Biaya Perawatan Pasien Covid-19

    1. Pasien Suspek/Probable/Konfirmasi Tanpa Penyakit Komplikasi
    • ICU dan ventilator Rp 15,5 juta per hari
    • ICU non-ventilator Rp 12 juta per hari
    • Isolasi tekanan negatif dan ventilator Rp 10,5 juta per hari
    • Isolasi tekanan negatif non-ventilator Rp 7,5 juta per hari
    • Isolasi non-tekanan negatif dan ventilator Rp 10,5 juta per hari
    • Isolasi non-tekanan negatif non-ventilator Rp 7,5 juta per hari
    1. Pasien Suspek/Probable/Konfirmasi dengan Penyakit Komplikasi
    • ICU dan ventilator Rp 16,5 juta per hari
    • ICU non-ventilator Rp 12,5 juta per hari
    • Isolasi tekanan negatif dan ventilator Rp 14,5 juta per hari
    • Isolasi tekanan negatif non-ventilator Rp 9,5 juta per hari
    • Isolasi non tekanan negatif dan ventilator Rp 14,5 juta per hari
    • Isolasi non tekanan negatif non-ventilator Rp 9,5 juta per hari
    1. Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19
    • Perawatan jenazah Rp 550.000
    • Kantong jenazah Rp 100.000
    • Peti jenazah Rp 1,75 juta
    • Plastik erat Rp 260.000
    • Desinfektan jenazah Rp 100.000
    • Mobil jenazah Rp 500.000
    • Desinfektan mobil jenzah Rp 100.000

    Rincian di atas merupakan gambaran besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan perawatan jika terinfeksi Covid-19.

    Biaya Perawatan Covid-19 Gratis, Ditanggung Pemerintah

    Namun, Sahabat tidak perlu khawatir karena biaya perawatan tersebut ditaggung oleh pemerintah. Ketentuan ini berlaku di seluruh rumah sakit di Indonesia, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta, termasuk rumah sakit rujukan atau yang bukan rumah sakit rujukan Covid-19.

    Baca Juga: Kenali dengan Baik Asuransi Kesehatan Syariah

    Dalam Undang-Undang Wabah Penyakit Menular, pemerintah wajib menanggung seluruh pembiayaan pengobatan masyarakat yang terinfeksi Covid-19.

    Pelayanan Kesehatan Apa Saja yang Dibiayai oleh Pemerintah?

    • Administrasi pelayanan
    • Fasilitas rawat inap (kamar dan fasilitas ruang gawat darurat, ruang perawatan intensif, dan ruang isolasi)
    • Jasa dokter
    • Bantuan di ruangan
    • Penggunaan ventilator
    • Cek laboratorium dan radiologi
    • Alat medis sekali pakai
    • Obat dan vitamin
    • Alat kesehatan dan APD
    • Fasilitas ambulans
    • Perawatan jenazah
    • Pelayanan kesehatan untuk indikasi medis

    Apa Saja Biaya yang Tidak Ditanggung Pemerintah?

    • Layanan khusus di atas standar perawatan Covid-19 yang diminta pasien dan keluarganya. Selisih biaya tersebut yang akan ditagih oleh pihak rumah sakit kepada pasien.
    • Pelayanan di luar tanggungan BPJS
    • Obat-obatan untuk pasien dengan gejala berat, seperti intravenous immunoglobulin therapyatau IVIG, toclizumab, plasma konvalesen.

    Hal yang Perlu Diketahui tentang Klaim Pembiayaan Rumah Sakit

    Untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di Indonesia, terutama dalam pemberian pelayanan kesehatan yang sempurna bagi masyarakat, maka seluruh fasilitas pelayanan kesehatan perlu dilibatkan agar penanganan pasien Covid-19 berjalan optimal.

    1. Jenis rumah sakit

    Hanya rumah sakit rujukan penanggulangan penyakit infeksi emerging (PIE) tertentu dan rumah sakit lain yang mempunyai fasilitas administrasi dan pelayanan kesehatan rujukan pasien Covid-19 yang dapat melakukan klaim biaya pengobatan Covid-19, termasuk rumah sakit lapangan/darurat.

    1. Pelayanan yang dibiayai

    Pelayanan pengobatan dan perawatan yang dapat dibiayai oleh pemerintah, yaitu administrasi, fasilitas kamar dan ruang gawat darurat, ruang rawat intensif, ruang rawat inap, ruang isolasi, jasa dokter, tindakan di ruangan, penggunaan ventilator, cek laboratorium dan radiologi, bahan medis sekali pakai, alat kesehatan dan APD, ambulans, perawatan jenazah, dan pelayanan kesehatan indikasi medis lainnya.

    1. Kriteria untuk pasien rawat jalan
    • Pasien suspek dengan atau tanpa penyakit bawaan/penyakit penyerta, dapat melampirkan bukti cek laboratorium darah rutin dan x-ray foto thorax (ibu hamil dan pasien dengan kondisi medis tertentu seperti gangguan jiwa dan gaduh gelisah dapat pengecualian untuk bukti x-ray foto thorax dengan catatan membawa surat keterangan dari dokter penanggung jawab pasien atau DPJP).
    • Pasien konfirmasi Covid-19 dengan atau tanpa penyakit bawaan/penyakit penyerta, dapat memberikan bukti hasil cek laboratorium RT-PCR dari rumah sakit atau faskes lainnya.
    1. Kriteria pasien rawat inap
    • Pasien suspek usia 60 tahun ke atas tanpa penyakit penyerta, pasien berusia di bawah 60 tahun dengan penyakit penyerta, pasien ISPA berat/pneumonia berat yang butuh perawatan di rumah sakit dan tidak memiliki penyebab lain dari gambaran medis.
    • Pasien probable atau pasien dengan suspek ISPA berat atau terjadi gagal napas dikarenakan aveoli paru dipenuhi cairan/distres pernapasan akut atau meninggal dengan gambaran klinis ke arah Covid-19 dan belum ada hasil cek laboratorium RT-PCR.
    • Pasien konfirmasi
    1. Tanpa gejala dan tidak memiliki tempat untuk melakukan isolasi mandiri dengan menyerahkan surat keterangan dari kepala puskesmas.
    2. Tanpa gejala dan penyakit penyerta
    3. Dengan gejala ringan, sedang, berat/kritis
    4. Suspek/probable/konfirmasi co-insidens

    5. Bukti identitas

    • WNA: passport, KITAS, nomor indentitas United Nation High Commissiner for Refugees (UNHCR)
    • WNI: nomor induk kependudukan, kartu keluarga (KK), atau surat keterangan dari kelurahan
    • Orang terlantar: surat keterangan dari dinas sosial

    Jika semua identitas di atas tidak dapat dibuktikan, maka dapat menggunakan surat keterangan data pasien yang ditandatangani dan distempel oleh kepala dinas kesehatan setempat yang diajukan oleh rumah sakit.

    Cara Klaim Biaya Perawatan Pasien Covid-19

    Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/238/2020 mengenai Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Perawatan Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu untuk rumah sakit yang menyediakan layanan Covid-19 untuk mempermudah pembayaran biaya pasien yang dirawat akibat Covid-19

    1. Rumah sakit mengajukan klaim biaya secara kolektif ke Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dan ditembuskan ke BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat untuk verifikasi melalui email.
    2. Berkas klaim yang dapat diajukan ke rumah sakit adalah untuk pasien yang dirawat sejak 28 Januari 2020 dan dapat diajukan setiap 14 hari kerja.
    3. Berita Acara Verifikasi Pembayaran Klaim Tagihan Pelayanan akan dikeluarkan paling lambat 7 hari kerja sejak klaim diterima BPJS Kesehatan.
    4. Kemudian, Kementrian Kesehatan akan membayar biaya tersebut ke rumah sakit dalam waktu 3 hari kerja setelah Berita Acara Hasil Verifikasi diterima.

    Kendala Pengajuan Klaim Biaya Rumah Sakit

    • Belum adanya petunjuk teknis untuk mengklaim pembiayaan pasien Covid-19 dengan penyakit penyerta.
    • Adanya perbedaan pandangan antara dokter penanggung jawab pasien dengan verifikator mengenai diagnosis komorbid atau penyakit penyerta, kriteria pulang dan kriteria akhir penjaminan.
    • Terapi tambahan seperti IVIG, plasma konvalesen, anti-interleukin, dan stem sel yang masih dalam tahap uji klinis dan tidak dapat di klaim Kemenkes.
    • Perawatan bagi bayi yang terlahir dari ibu yang terinfeksi Covid-19.
    • Terapi obat yang dapat ditanggung oleh BPJS.

    Kendala pada Fasilitas Kesehatan

    Permasalahan administrasi menjadi salah satu penyebab banyaknya tunggakan akibat klaim pelayanan kesehatan pasien Covid-19 yang belum dibayar pemerintah. Selain itu, adanya pengajuan klaim rumah sakit yang baru dilakukan pada akhir tahun 2020 sehingga pengajuan baru akan diproses pada awal tahun ini. Sedangkan anggaran untuk klaim rumah sakit juga diproses Kementrian Keuangan. Keterlambatan pada proses klaim inilah yang menjadi kendala.

    Baca Juga: Pentingnya Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik di Masa Pandemi

    Besarnya biaya pengobatan dan perawatan Covid-19 yang begitu mahal, walaupun gratis tidak semua dapat ditanggung pemerintah. So, tidak ada salahnya sahabat jika mengantisipasi perlindungan dari sekarang. Caranya, Sahabat hanya perlu daftarkan diri dan keluarga melalui asuransi yang disediakan oleh Prosehat. Asuransi ini juga dilengkapi dengan fasilitas tes Covid-19 dan vaksinasi Covid-19. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kemenkes Sebut Biaya Perawatan Pasien COVID-19 Mahal, Memangnya Berapa? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5276740/kemenkes-sebut-biaya-perawatan-pasien-covid-19-mahal-memangnya-berapa
    2. 5 Hal yang Perlu Diketahui soal Klaim Biaya Pasien Covid-19 di Rumah Sakit [Internet] KOMPAS.com. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/07/25/093000665/5-hal-yang-perlu-diketahui-soal-klaim-biaya-pasien-covid-19-di-rumah-sakit
    3. RS Bisa Klaim Biaya Perawatan Pasien Covid-19, Begini Teknisnya [Internet]. kemkes.go.id. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20200409/0733623/rs-klaim-biaya-perawatan-pasien-covid-19-begini-teknisnya/
    4. Ini Biaya Perawatan Pasien Covid-19 yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung Pemerintah[Internet]. cermati.com. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://www.cermati.com/artikel/ini-biaya-perawatan-pasien-covid-19-yang-ditanggung-dan-tidak-ditanggung-pemerintah
    5. 4 Kendala Pengajuan Klaim Penanganan Corona Rumah Sakit pada BPJS Kesehatan [Internet]. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/uang/4-kendala-pengajuan-klaim-penanganan-corona-rumah-sakit-pada-bpjs-kesehatan.html?page=2
    Read More
Chat Dokter 24 Jam