Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 11–20 of 1078 results

  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, di masa kehamilan tentu perlu melakukan pemeriksaan berkala ke dokter maupun bidan. Salah satu pemeriksaan yang diperlukan adalah tes darah untuk mengetahui adanya penyakit infeksi yang dapat berdampak pada janin. Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut mengenai perlunya pemeriksaan TORCH selama masa kehamilan. Apa Itu […]

    Perlukah Pemeriksaan TORCH Saat Hamil ?

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Sahabat Sehat, di masa kehamilan tentu perlu melakukan pemeriksaan berkala ke dokter maupun bidan. Salah satu pemeriksaan yang diperlukan adalah tes darah untuk mengetahui adanya penyakit infeksi yang dapat berdampak pada janin. Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut mengenai perlunya pemeriksaan TORCH selama masa kehamilan.

    Apa Itu TORCH ?

    TORCH adalah singkatan dari sekelompok penyakit infeksi yaitu Toxoplasmosis, Rubella (campak Jerman), Cytomegalovirus (CMV) dan Herpes simpleks. Mari kita bahas satu per satu.

    Toksoplasmosis

    Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan karena infeksi parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini dapat ditemukan pada feses kucing, maupun daging yang tidak dimasak dengan matang. Infeksi toksoplasmosis selama masa kehamilan dapat berdampak pada janin yaitu gangguan penglihatan dan pendengaran, retardasi mental, serta kejang.

    Baca Juga : Tes Kesehatan untuk Perempuan

    Rubella

    Rubella atau disebut juga cacar jerman, merupakan infeksi virus yang menyebabkan timbulnya bintik kemerahan pada kulit. Dampak pada janin jika ibu terinfeksi cacar jerman adalah keguguran, kematian janin dalam kandungan, lahir prematur, gangguan jantung, gangguan penglihatan dan pendengaran, serta tumbuh kembang terhambat. 

    Cytomegalovirus

    Cytomegalovirus (CMV) merupakan salah satu jenis virus yang dapat tidak menimbulkan gejala pada penderitanya. Infeksi CMV selama masa kehamilan beresiko menimbulkan gangguan penglihatan dan pendengaran, epilepsi, serta gangguan intelektual pada janin.

    Herpes Simpleks

    Virus herpes simpleks dapat ditularkan dari ibu ke anak pada saat proses persalinan melalui vagina, namun tidak menutup kemungkinan janin terinfeksi virus herpes simpleks pada saat masih dalam kandungan. Dampak infeksi virus herpes simpleks pada janin yaitu keguguran, lahir prematur, berat badan lahir rendah, gangguan saraf, gangguan pernafasan, hingga kejang.

    Kapan Pemeriksaan TORCH Dilakukan ?

    Sahabat Sehat, para pakar mengungkapkan bahwa pemeriksaan skrining TORCH dapat mulai dilakukan sejak kunjungan pertama ke dokter di masa kehamilan. Selain itu juga dapat dilakukan apabila ibu hamil memiliki keluhan yang mengarah pada infeksi TORCH.

    Selain pemeriksaan TORCH, Sahabat Sehat yang tengah mengandung juga dapat melakukan pemeriksaan lainnya seperti tes HIV, Hepatitis B, gula darah, maupun pemeriksaan kromosom untuk mendeteksi kelainan bawaan janin misalnya Down Syndrome.

    Baca Juga : Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Bagaimana Persiapan Sebelum Menjalani Pemeriksaan TORCH ?

    Sahabat Sehat tidak perlu khawatir sebab pemeriksaan TORCH tidak membutuhkan persiapan khusus. Sebaiknya istirahat yang cukup serta hindari stress berlebih sebelum menjalani pemeriksaan. Informasikan ke dokter apabila akhir-akhir ini ada obat yang Sahabat Sehat konsumsi. 

    Tips Menjaga Kehamilan Selama Masa Pandemi Covid-19

    Bagi Sahabat Sehat yang tengah mengandung, masa pandemi Covid-19 dapat berdampak pada kondisi fisik dan psikologis. Mungkin sebelumnya Sahabat Sehat dapat leluasa mengunjungi tempat umum, namun kini lebih banyak menghabiskan waktu dirumah saja. Berikut beberapa tips yang dapat Sahabat Sehat lakukan dirumah :

    • Kontrol kehamilan berkala

    Di masa pandemi Sahabat Sehat dianjurkan untuk tetap melakukan kontrol kehamilan. Lakukan pemeriksaan kehamilan minimal 3x yaitu pada usia kehamilan 11-12 minggu, usia kehamilan 20-24 minggu, serta di trimester ketiga pada usia kehamilan 32 minggu dan di atas 36 minggu.

    • Patuh menerapkan protokol kesehatan

    Jika Sahabat Sehat mengunjungi tempat umum, seperti rumah sakit, supermarket, dan tempat lainnya sebaiknya gunakan masker, menjaga jarak, membawa hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. 

    • Konsumsi makanan bergizi seimbang

    Sahabat Sehat perlu memenuhi asupan gizi karbohidrat, protein, zat besi, asam folat, vitamin, dan kalsium. Konsumsi buah, sayur, lauk-pauk serta susu ibu hamil setiap hari untuk memastikan asupan gizi terjaga dengan baik.

    • Olahraga

    Selama dirumah, Sahabat Sehat dapat mencoba melakukan olahraga ringan misalnya yoga maupun senam ibu hamil dengan bantuan instruktur secara daring atau menonton tayangan olahraga melalui aplikasi di ponsel.

    • Kelola stress dengan baik

    Cemas berlebihan berpotensi menurunkan imunitas dan berdampak negatif terhadap psikologis ibu hamil. Komunikasikan dengan pasangan atau menuliskan buku harian dapat menjadi satu cara untuk mengeluarkan unek-unek.

    • Istirahat yang cukup

    Bagi Sahabat Sehat yang tengah hamil, jangan lupa untuk beristirahat baik di siang hari maupun malam hari terutama jika sudah mulai merasa lelah.

    Baca Juga : Mau Hamil

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pentingnya pemeriksaan TORCH selama masa kehamilan serta berbagai tips menjaga kehamilan di masa pandemi Covid-19. Jika Sahabat Sehat berminat melakukan pemeriksaan TORCH, segera manfaatkan layanan Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi :

    1. Fatmawati. Pemeriksaan TORCH pada Ibu Hamil dan Bayi [Internet]. Indonesia : RS Awal Bros; [cited 2021 July 15]. Available from : http://awalbros.com/others/pemeriksaan-torch-pada-ibu-hamil-dan-bayi/
    2. University of Rochester Medical Center. TORCH Panel [Internet]. UK : University of Rochester Medical Center; [cited 2021 July 15]. Available from : https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=167&contentid=torch_panel
    3. Ernst H. TORCH Screen [Internet]. USA : Healthline. 2018 [updated 2018 June 19; cited 2021 July 15]. Available from : https://www.healthline.com/health/torch-screen
    4. CNN Indonesia. Cara Menjaga Kehamilan pada Masa Pandemi Covid-19 [Internet]. Indonesia : CNN Indonesia. 2020 [updated 2020 Oct 06; cited 2021 July 15]. Available from : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200928170037-255-551945/cara-menjaga-kehamilan-pada-masa-pandemi-covid-19.
    Read More
  • Kini ada rekomendasi baru dari dokter ahli kanker, bahwa mereka usia 55-74 tahun yang pernah memiliki riwayat perokok berat (lebih dari satu bungkus per hari selama 30 tahun), perlu melakukan pemeriksaan terhadap adanya kanker paru.   Panduan ini menyarankan pemeriksaan seperti CT-scan dada. Hal ini ditarik dari penelitian National Lung Screening Trial dari 26.000 orang yang […]

    Perokok Berat? Ayo Cek Kanker Paru!

    Kini ada rekomendasi baru dari dokter ahli kanker, bahwa mereka usia 55-74 tahun yang pernah memiliki riwayat perokok berat (lebih dari satu bungkus per hari selama 30 tahun), perlu melakukan pemeriksaan terhadap adanya kanker paru.

     

    Panduan ini menyarankan pemeriksaan seperti CT-scan dada. Hal ini ditarik dari penelitian National Lung Screening Trial dari 26.000 orang yang menyebutkan kematian akibat kanker paru bisa diturunkan 20 persen bila dilakukan skrining terlebih dahulu.

    Namun demikian, mereka juga menyebutkan bagi mereka yang positif saat skrining CT-scan, lebih baik melakukan uji lainnya, termasuk prosedur yang invasif.

    Walau demikian, rekomendasi ini tidak berlaku bagi mantan perokok yang sudah berhenti merokok lebih dari 15 tahun yang lalu.

    Sumber: Journal of the American Medical Association, online May 20, 2012.

    Read More
  • Titik Terang Vaksin Kanker Paru

    Vaksin yang memicu sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker paru menunjukkan hasil yang cukup memuaskan pada uji klinis awal di Inggris.

    Penelitian terhadap 148 pasien yang dilaporkan dalam jurnal Lancet Oncology, menunjukkan vaksinasi yang dikombinasikan dengan kemoterapi memperlambat progresifitas kanker. Namun penelitian ini masih terbatas dan diperlukan penelitian dalam skala yang lebih besar.

    Vaksin ini menggunakan prinsip yang sama dengan vaksin pada umumnya, yaitu melatih sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit, dalam hal ini bukan virus atau bakteri melainkan sel kanker. Peneliti di Universitas Strasbourg menggunakan vaksin TG4010 yang merupakan modifikasi genetik dari virus pox.

    Pada percobaan ini, pasien kanker paru dengan jenis kecuali small cell carsinoma diberikan pengobatan kemoterapi standar di mana setengahnya divaksinasi dengan vaksin tersebut. Hasilnya, 6 bulan kemudian 43% pasien yang diberikan vaksinasi tidak mengalami progresifitas dari penyakit kankernya dibandingkan dengan pasien yang tidak mendapat vaksinasi sebesar 35% tidak mengalami progresifitas. Namun, dalam penelitian ini angka harapan hidup pasien yang divaksinasi maupun yang tidak divaksinasi menunjukkan hasil yang hampir sama.

    Diharapkan penelitian ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan harapan kepada para penderita kanker paru.

     

    Sumber : www.bbc.co.uk/news/health

    Read More
  • Lima Penyebab Kanker Paru Pada Non-Perokok

    Walaupun rokok menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kanker paru, tidak semua kanker paru terjadi pada perokok atau mantan perokok. Di Amerika, setiap tahunnya 170.000 orang menderita kanker paru dimana 10% dari jumlah tersebut tergolong dalam orang yang tidak pernah merokok sama sekali. Setelah dilakukan penelitian maka disimpulkan terdapat beberapa faktor dan keadaan yang dapat menyebabkan kanker paru pada non-perokok.

    1. Menjadi perokok pasif merupakan salah satu faktor resiko terkena kanker paru.  Non-perokok yang tinggal berdekatan dengan perokok mempunyai resiko 24% lebih besar menderita kanker paru dibandingkan dengan non-perokok lainnya. Setiap tahunnya, sekitar 3000 kematian akibat kanker paru di AS  terjadi pada perokok pasif.

    2. Gas Radon, gas yang terbentuk dari terurainya uranium, diketahui sebagai salah satu penyebab kanker paru. Diperkirakan 12% total kematian akibat kanker paru disebabkan oleh paparan terhadap gas Radon. Gas ini dapat menembus hampir seluruh lapisan seperti tanah, fondasi rumah, pipa-pipa, selokan dan celah-celah lainnya. Gas ini tidak terlihat dan tidak berbau namun dapat dideteksi dengan peralatan khusus.

    3. Asbes, merupakan material bangunan yang banyak digunakan untuk menahan panas maupun meredam suara. Serat mikroskopik yang terlepas dari asbes, berterbangan di udara dan dapat terhirup sampai ke paru-paru dan mengendap serta bertahan lama di dalam jaringan paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kanker paru dan kanker jenis mesotelioma. Para pekerja yang terpapar asbes memiliki resiko terkena kanker paru lima kali lebih besar dibandingkan pekerja lain yang tidak terpapar. Saat ini penggunaan asbes dibatasi bahkan dilarang dibeberapa negara.

    4. Faktor genetik, disinyalir menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kanker paru baik pada perokok maupun non-perokok.

    5. Polusi Udara dari kendaraan bermotor, industri, dan pembangkit listrik meningkatkan terjadinya resiko terkena kanker paru pada individu yang terpapar atau bekerja disana. diperkirakan 2000 kematian akibat kanker paru pertahun, disebabkan oleh polusi udara.

     

    Sumber: Medical Author: Melissa Conrad Stoppler, MD, Medical Editor: Jay W. Marks, MD www.medicinenet.com

    Read More
  • Estrogen & Rokok Memicu Kanker Paru

     

    Merokok merupakan kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari, karena selain merusak kesehatan diri sendiri, asapnya juga mengganggu dan merusak kesehatan orang disekitarnya. Namun belakangan ini jumlah perokok makin meningkat dan rokok bukan hanya didominasi oleh kaum pria melainkan sudah mulai merambah pada para wanita.

    Menurut penelitian yang dilakukan oleh Jing Peng, PhD, hormone estrogen turut memicu terjadinya kanker paru. Hal ini disebabkan kebiasaan merokok membuat metabolit/zat hasil metabolise estrogen yaitu 4-hydroxy-estrogens (4-OHEs) meningkat dalam tubuh. Metabolit tersebut bersifat toksik terhadap paru dan memicu terjadinya kanker paru.

    Memang percobaan yang dilakukan oleh Jing Peng, Ph D masih terbatas pada tikus. Namun hal tersebut dapat menjadi potensi pengobatan baru untuk menterapi kanker paru dengan anti hormone estrogen. Hal yang masih diteliti lebih lanjut adalah kontradiksi dimana hormone estrogen lebih banyak terdapat pada wanita disbanding pria, namun menurut statistik lebih banyak pria yang terkena kanker paru.

    Semoga penelitian lebih lanjut dapat membantu meningkatkan keberhasilan terapi kanker paru dan pencegahannya.

     

    Sumber: www.sciencedaily.com

    Read More
  • Deteksi Kanker Paru Dengan Nafasmu

    Kanker paru merupakan penyebab kematian terbesar akibat keganasan pada kaum adam. Keterlambatan diagnosis merupakan salah satu penyebab buruknya prognosis dari keganasan tersebut.

    Sebuah penelitian dilakukan oleh Dr. Peter Mazzone dan kawan – kawan, menggunakan suatu alat sensor kolorimetri generasi pertama perusahaan Metabolomxm berusaha mendeteksi keganasan pada paru dengan memanfaatkan nafas pasien yang bersangkutan. Dan hasil penelitian cukup menjanjikan dimana angka keakuratannya mencapai 80%.

    Sensor tersebut bekerja dengan prinsip mendeteksi zat atau kandungan unik (metabolic biosignature) yang dikeluarkan saat bernafas (menghembuskan nafas) dan berfungsi sebagai penanda (marker) kanker. Zat unik tersebut merupakan hasil metabolic dari sel – sel tumor yang aktif dan diharapkan melengkapi alat diagnostic seperti CT Scan paru dan membantu para klinisi dalam penatalaksanaan pasien. Dalam penelitian lebih lanjut, alat tersebut dapat mengidentifikasi subtype dari keganasan itu sendiri.

     

    James R, Jett dari bagian Kedokteran Pulmo dan Kedokteran Onkologi, National Jewish and Editor in Chief of the Journal of Thoracic Oncology menyatakan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai biosignature nafas tersebut serta menegaskan perlunya modalitas deteksi dini keganasan pada paru dengan cara yang non-invasif dan tes nafas metabolomik ini sangat menjanjikan.
    Hal senada juga diungkapkan oleh Paul Rhodes, PhD, Pendiri dan CEO Metabolomx. Beliau menambahkan bahwa penanda kanker pada nafas ini mempunyai prospek menjanjikan sebagai alat untuk deteksi dini keganasan paru secara non invasive, murah, cepat dan akurat. Dan pada akhirnya menurunkan biaya pada sistem pelayanan kesehatan.

    Metabolomx akan segera memulai penelitian lanjutan dengan menggunakan alat sensor generasi baru yang akan berlangsung di Cleveland Clinic. Perusahaan Metabolomx mengharapkan generasi baru tersebut akan lebih sensitif dalam mendeteksi kandungan kimiawi yang terkandung dalam nafas penderita keganasan./ PC

    Sumber: Medical News Today

    Read More
  • Kuku Sebagai Alat Prediksi Kanker Paru

    Menurut studi terbaru yang dipublikasikan di American Journal of Epidemiology, kadar nikotin dalam kuku kaki dapat digunakan sebagai alat untuk memprediksi risiko terkena kanker paru-paru.

    Fakta bahwa kuku kaki tumbuh lambat, dan kadar nikotin dalam kuku kaki lebih stabil daripada dalam air liur atau urin, membuat kuku kaki sebagai indikator yang baik dalam mendeteksi hal tersebut.

    Lebih dari 30.000 orang diminta memberikan potongan kuku kaki mereka dan peneliti membandingkan potongan kuku dari 210 laki-laki yang terkena kanker paru-paru dengan laki-laki yang sehat.

    Walaupun kebiasaan merokok telah dihilangkan, adanya nikotin dalam kuku kaki tetap terdeteksi . Yang mengagetkan, lebih dari 10 persen laki-laki dengan kadar nikotin tertinggi ternyata tidak pernah merokok. Hal ini semakin menguatkan pernyataan bahwa merokok pasif sama berbahayanya dengan merokok aktif.

    Dengan studi ini, dibuktikan bahwa kadar nikotin dalam kuku kaki bisa digunakan sebagai biomarker terhadap paparan tembakau melalui kebiasaan merokok aktif atau terkena paparan asap rokok.

     

    Sumber-Medindia

    Read More
  • Uji Diagnostik Efektif Pendeteksi Kanker Paru Pada Perokok Pasif

    Peneliti AS telah menemukan sebuah metode diagnostik murah, cepat, dan efektif untuk mengidentifikasi kelompok pasien yang tidak pernah merokok namun terkena kanker paru. Ternyata , sekitar 8-12% pasien dengan kanker paru yang tidak pernah merokok dikaitkan dengan timbulnya sebuah produk protein yang disebut anaplasticlimfoma kinase (Alk).

    Dr Ping Yang dari Mayo Clinic, Rochester, Amerika Serikat, mengatakan, “Protein ini mengisyaratkan timbulnya resiko progresivitas penyakit dua kali lipat risiko dalam 5 tahun dibandingkan dengan perokok yang menderita kanker paru namun protein Alk dalam tubuhnya negatif.”

    Metode untuk menguji status Alk pada pasien dapat membantu dokter memilih terapi yang paling tepat untuk pasien demikian. Penelitian selanjutnya ditujukan untuk melihat apakah skrining imunohistokimia, dilanjutkan dengan uji konfirmasi menggunakan fluoresensi hibridisasi in situ, merupakan cara yang praktis dalam melakukan metode ini.

    Sumber : Medindia

    Read More
  • Kanker Paru

    Dikatakan bahwa 1 dari 9 perokok berat berpeluang menderita kanker paru. Anak-anak yang terpapar asap rokok selama 25 tahun pada usia dewasa akan terkena risiko kanker paru. Perempuan yang hidup dengan suami atau pasangan yang perokok memiliki peluang 2-3 kali lipat menderita kanker paru.

    Lalu, apa kaitan sebenarnya antara rokok dan kanker paru? Kalau memang rokok dapat menyebabkan kanker paru, mengapa bisa terjadi demikian? Sebelum pertanyaan-pertanyaan itu terjawab anda perlu tahu dulu apa itu kanker paru!

    APA ITU KANKER PARU SEBENARNYA?
    Insiden kanker paru cukup tinggi. Di Indonesia sendiri kanker paru berada di posisi nomor 4 kanker terbanyak. Dan kebanyakan dari pasien kanker paru (65%) adalah pria.

    Kanker paru adalah penyakit yang ditandai adanya jaringan yang tumbuh (tumor) tak terkontrol pada paru-paru.

    Tumor paru dibagi atas dua yaitu Small cell lung cancer (SCLC) dan Non-Small lung cancer (NSCLC). NSCLC mencakup sekitar 85% dari seluruh kasus kanker paru. Dan NSCLC dibagi lagi menjadi adenokarsinoma, karsinoma sel skuamus, dan karsinoma sel besar. Sementara jenis kanker SCLC merupakan tipe yang lebih sedikit dari kasus kanker paru. SCLC ini disebut juga dengan istilah “oat cell carcinoma” karena mirip bentuk biji gandum.

    APA SAJA YANG MENJADI TANDA DAN GEJALA PENYAKIT KANKER PARU-PARU?

    Sebenarnya tidak ada gejala spesifik dari kanker paru, malah kadang tidak disadari oleh penderita hingga kanker sudah menyebar. Yang bisa menjadi tanda dan gejala kanker paru antara lain:

    • batuk darah
    • berat badan menurun, lemah, dan kurang nafsu makan
    • sulit menelan
    • nafas pendek
    • suara terdengar agak parau
    • sakit di bagian dada

    Terkadang penderita kanker paru sulit bernafas jika kanker-nya tumbuh pada saluran pernafasan.

    APA YANG MENYEBABKAN PENYAKIT INI TERJADI?

    Diduga penyebab utama dari 87% kasus kanker paru adalah merokok. Dalam rokok terkandung karsinogen (semacam pemicu kanker). Nah, karsinogen pun mengandung banyak zat-zat seperti nitrosamine, benzopyrene, dan vinyl chloride.

    Penyebab lain yang cukup berperan pada banyak kasus adalah gas radon. Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau. Gas ini terbentuk dari pemecahan radioaktif radium. Diduga gas radon ini menjadi penyebab nomor dua kanker paru.

    Penyebab kanker paru lainnya antara lain asbestos dan virus. Virus-virus yang dimaksud misalnya papilloma virus, JC Virus, Simian Virus, BK Virus, dan cytomegalovirus.

    TERAPI APA YANG TEPAT UNTUK KANKER PARU-PARU?

    Tiga terapi yang paling umum dilakukan pada kanker paru adalah pembedahan, kemoterapi dan terapi radiasi. Terapi yang diberikan tergantung pada kondisi pasien atau stadium kanker yang diderita. Misalnya NSCLC. Tipe ini memiliki 4 stadium mulai dari stadium I sampai stadium IV.

    Stadium kanker paru dapat dilihat di tabel berikut :

    Terapi yang dapat dilakukan adalah :

    • Pembedahan. Terapi pembedahan sangat umum dilakukan pada pasien kanker paru stadium penyakit I dan II NSCLC. Sedangkan pada stadium III terapi ini masih kontroversial.. Walaupun sebenarnya ada beberapa pasien tertentu dari stadium III yang mendapat pembedahan. Selain itu ada referensi yang menyebutkan pembedahan bisa dilakukan pada stadium IIIA. Tipe pembedahan meliputi “wedge resection” (pengambilan sebagian dari satu lobus), lobectomy (satu lobus), bilobectomy (dua lobus), dan pneumonectomy (seluruh paru-paru).
    • Terapi radiasi. Jika pasien stadium I dan II NSCLC gagal mendapat efek dari terapi pembedahan, maka terapi radiasi biasanya akan diberikan. Dalam hal ini terapi radiasi dilakukan pada kasus yang “inoperable” (terapi pembedahan gagal memberi efek terapi). Secara umum terapi radiasi diberikan pada pasien stadium III dan IV NSCLC.
    • Kemoterapi. Kemoterapi digunakan sebagai terapi dasar untuk pasien mulai dari stadium IIIA. Pada pasien NSCLC, kemoterapi yang sering digunakan adalah cisplatin dan carboplatin yang dikombinasikan dengan gemcitabine, paclitaxek, docetaxel, etoposide atau vinorebine. Sedangkan pada penderita SCLC, biasanya diberkan cisplatin dan carboplatin. Dan terkadang dikombinasikan dengan carboplatin, gemcitabine, paclitaxel, vinorelbine, topotecan dan irinotecan.

    APA SAJA KOMPLIKASI DARI KANKER PARU-PARU?

    Komplikasi yang umum terjadi pada kanker paru antara lain:

    • hiperkalsemia (tingginya kadar kalsium).
    • terjadi perdarahan setelah dilakukan biopsi
    • kadang terjadi penekanan pada korda spinalis. Jika terjadi hal ini, maka segera berikan kortikosteroid.

    Selain itu semua, komplikasi lain yang terjadi bisa akibat dari kemoterapi. Misalnya

    • neutropenia (kekurangan neutrofil)
    • gagal ginjal akibat dampak dari cisplatin
    • kekurangan magnesium. Juga akibat dari cisplatin.

    Kematian pun tidak jarang bisa terjadi sesudah terapi pembedahan.

    APA SAJA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH KANKER PARU-PARU?
    Karena merokok merupakan penyebab utama kanker paru maka pencegahan utama yang dapat dilakukan adalah tidak merokok! Kalau bisa jangan pernah merokok!

    Bagi anda yang mungkin sudah terlanjur merokok ataupun perokok aktif, ada baiknya jika anda segera menghentikan kebiasaan anda itu.

    Peran pemerintah juga sangat dibutuhkan disini. Misalnya tentang edukasi publik mengenai bahaya merokok, membuat larangan merokok pada area-area tertentu, dan meningkatkan pajak tembakau.

    SUMBER REFERENSI:
    ●Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. “Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam”. Penerbitan IPD FKUI Pusat. Jakarta. 2007: 1005 – 1010.
    ●Huq, Syed. MD. (February 2010). “Lung Cancer: Non-Small Cell”.http://www.emedicine.com/
    ●Sarma, Sat. MD. FRCPC (May 2009). “Lung Cancer: Non-Small Cell”.http://www.emedicine.com/

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, seiring berkembangnya teknologi digital kini masyarakat dapat memantau kondisi kesehatan tubuh selama dirumah. Berbagai aplikasi dan alat kesehatan digital telah terhubung melalui jam pintar maupun ponsel sehingga turut membantu Sahabat Sehat menjaga kesehatan tubuh. Nah Sahabat Sehat, apa saja teknologi kesehatan yang dapat diakses dengan mudah […]

    Canggih ! Teknologi Kesehatan Berikut Terhubung Dengan Ponsel

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    teknologi pada praktik medis

    Sahabat Sehat, seiring berkembangnya teknologi digital kini masyarakat dapat memantau kondisi kesehatan tubuh selama dirumah. Berbagai aplikasi dan alat kesehatan digital telah terhubung melalui jam pintar maupun ponsel sehingga turut membantu Sahabat Sehat menjaga kesehatan tubuh. Nah Sahabat Sehat, apa saja teknologi kesehatan yang dapat diakses dengan mudah melalui ponsel ? Mari simak penjelasan berikut ini.

    Jam Tangan Pintar

    Kini jam pintar dari berbagai macam merk telah menyediakan fitur untuk mendeteksi denyut nadi, rekam jantung (EKG), jumlah kalori yang dibakar saat berolahraga, maupun jumlah langkah kaki per hari yang terhubung dengan ponsel. Sahabat Sehat dapat menggunakan jam tangan pintar sebagai salah satu cara untuk memantau kondisi kesehatan sehari-hari. 

    Produk Terkait : WISH Health Watch

    Aplikasi Kesehatan Harian

    Bagi pengguna ponsel android, kini tersedia beragam aplikasi kesehatan yang dapat digunakan untuk memantau jumlah cairan minum, makanan yang dikonsumsi, jam tidur, kalori yang dibakar saat berolahraga, serta jumlah langkah per hari. Sahabat Sehat dapat memantau jumlah asupan kalori dari makanan lalu membandingkan dengan jumlah kalori yang dikeluarkan saat beraktivitas sehari-hari.

    Aplikasi Olahraga

    Bagi Sahabat Sehat yang sebelum masa pandemi Covid-19 rutin melakukan olahraga, kini dapat tetap melakukan olahraga dirumah dengan menggunakan aplikasi olahraga yang terhubung dengan ponsel. Pilih jenis olahraga yang disukai lalu ikuti gerakannya dirumah, setelahnya akan muncul perkiraan jumlah kalori yang Sahabat Sehat keluarkan setelah berolahraga.

    Monitor Rekam Jantung

    Salah satu teknologi teranyar yang cukup bermanfaat adalah alat monitor rekam jantung yang terhubung dengan ponsel. Sebagai contohnya, alat rekam jantung digunakan dengan meletakkan jari pada alat lalu hasil rekam jantung akan terkirim ke ponsel.

    Perangkat Ultrasound 

    Selanjutnya, kini tersedia perangkat ultrasound yang dapat dibawa (portable) dan terhubung dengan ponsel. Perangkat ultrasound umumnya digunakan untuk memeriksa kondisi organ dalam tubuh seperti perut, panggul, dan lainnya.

    Alat Pemantau Gula Darah

    Salah satu alat yang cukup berguna bagi Sahabat Sehat di rumah yang menderita kencing manis adalah alat pemantau gula darah (glukometer). Kini tersedia alat pemantau gula darah yang terhubung dengan ponsel, sehingga Sahabat Sehat dapat mencatat dan memantau kadar gula darah melalui ponsel.

    Alat Pengukur Tekanan Darah

    Bagi Sahabat Sehat yang memiliki riwayat penyakit komorbid, atau sudah memasuki usia lanjut tentu alat pengukur tekanan darah menjadi salah satu barang wajib yang dimiliki di rumah selama masa pandemi Covid-19. Sahabat Sehat tetap dapat memantau tekanan darah melalui alat pengukur tekanan darah yang kini telah terhubung dengan ponsel pintar. 

    Tekanan darah idealnya mencapai 120/80 mmHg. Sahabat Sehat perlu mewaspadai jika tekanan darah mencapai > 130/90 mmHg atau bila disertai dengan keluhan pusing dan lemas, maka dianjurkan untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

    Layanan Terkait : Chatdokter 24 jam

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai perkembangan teknologi canggih di dunia kesehatan yang kini sudah terhubung dengan ponsel. Salah satu produk yang Sahabat Sehat dapat gunakan adalah jam tangan pintar Wish Health yang dapat mengukur detak jantung, kadar oksigen darah, tekanan darah, tingkat stress, geofencing, jam tidur, statistik aktivitas, jumlah kalori terbakar, serta fitur lainnya. 

    Jika Sahabat Sehat tertarik dengan jam tangan pintar Wish Health,  silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi :

    1. Aliyah M. 8 Alat Kesehatan Ini Bisa Dimonitor Pakai Smartphone, Praktis Banget [Internet]. Indonesia : IDN Times. 2019 [updated 2019 April 23; cited 2021 July 14]. Available from : https://www.idntimes.com/tech/gadget/mirqotul-aliyah/8-alat-kesehatan-ini-bisa-dimonitor-pakai-smartphone-c1c2/7
    2. Formaningrum A. 5 Aplikasi Smartphone yang Bisa Bantu Kontrol Kesehatan Tubuhmu! [Internet]. Indonesia : IDN Times. 2018 [updated 2018 March 26; cited 2021 July 14]. Available from : https://www.idntimes.com/tech/trend/aida-fajriyatin-formaningrum/5-aplikasi-smartphone-yang-bisa-bantu-kontrol-kesehatan-tubuhmu-c1c2/5
    3. Akbar D. Smartwatch WISH, Jam Pintar Anak Bangsa yang Bisa Deteksi COVID-19 [Internet]. Indonesia : Info Komputer. 2020 [updated 2020 Dec 06; cited 2021 July 14]. Available from : https://infokomputer.grid.id/read/122459092/smartwatch-wish-jam-pintar-anak-bangsa-yang-bisa-deteksi-covid-19
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja