Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 11–20 of 750 results

  • Pada era yang serba digital ini, hampir semua bidang mempunyai aplikasinya sendiri. Di bidang kesehatan pun sekarang tersedia aplikasi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang tidak dibatasi oleh jarak maupun posisi geografis lagi. Dengan adanya telemedicine, konsultasi dengan dokter menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien karena Sobat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa perlu melangkah keluar dari […]

    Peran dan Efektivitas Resep Online dari Aplikasi Kesehatan

    Pada era yang serba digital ini, hampir semua bidang mempunyai aplikasinya sendiri. Di bidang kesehatan pun sekarang tersedia aplikasi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang tidak dibatasi oleh jarak maupun posisi geografis lagi. Dengan adanya telemedicine, konsultasi dengan dokter menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien karena Sobat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa perlu melangkah keluar dari rumah. Pelayanan kesehatan jarak jauh yang bisa diberikan meliputi pertukaran informasi kemungkinan diagnosis, hingga pengobatan dan pencegahan penyakit atau kasus cedera, riset dan evaluasi, dan edukasi bagi tenaga medis, semuanya dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu dan komunitas.

    Melalui konsultasi online seperti layanan chat dokter yang sudah disediakan ProSehat, dokter akan melakukan anamnesis yaitu tanya jawab untuk mengumpulkan informasi yang dilakukan secara terarah dan tepat guna menentukan suatu diagnosis. Informasi yang akan ditanyakan seputar riwayat keluhan Sobat saat ini, riwayat penyakit sebelumnya, riwayat penyakit dalam keluarga, maupun riwayat kebiasaan atau gaya hidup. Secara teori, anamnesis yang baik dapat memegang peranan hingga 80% dalam penentuan diagnosis suatu penyakit. Sehingga setelah melakukan anamnesis, seorang dokter sudah bisa memberikan kemungkinan diagnosis utama dan beberapa kemungkinan diagnosis banding lainnya. Langkah selanjutnya adalah pemberian obat sesuai dengan gejala yang disampaikan atau saran lainnya untuk pengobatan yang tepat, bisa juga diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit.

    Untuk berbagai macam kondisi seperti penyakit kulit, konstipasi, batuk pilek, demam, nyeri telinga, mual, muntah, diare, konsultasi mengenai penyakit dan pengobatan yang sedang dijalani, serta berbagai keluhan lainnya, telemedicine dapat membantu Sobat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan termasuk peresepan obat yang lebih cepat dan mudah. Peran dari pemberian resep online akan sesuai pada kondisi berikut:

    • Untuk menghemat waktu dan ongkos transportasi dengan memberikan kenyamanan bagi Sobat karena bahkan tidak perlu meninggalkan tempat tidur saat sedang sakit atau tidak punya waktu untuk melakukan konsultasi dengan dokter secara langsung karena sibuknya aktivitas di kantor maupun sekolah.
    • Pelayanan ini juga sesuai ketika Sobat hanya memerlukan konsultasi untuk melanjutkan pengobatan yang sudah atau sedang dijalani untuk penyesuaian dosis atau perpanjangan tatalaksana. Selain peresepan obat, dokter juga bisa memberikan saran mengenai pola hidup sehat, yang akan mendukung efektivitas kerja dari obat yang diberikan.
    • Akses yang lebih mudah terhadap pelayanan spesialistik sesuai dengan kasus bila diperlukan.
    • Menjelaskan hasil pemeriksaan penunjang laboratorium secara cepat dan tepat.1

    Namun, tatalaksana yang diberikan melalui telemedicine tidak bisa diterapkan pada kasus gawat darurat yang mengancam nyawa seperti serangan jantung, serangan stroke, luka yang memerlukan jahitan, atau kasus trauma yang menyebabkan patah tulang. Semua kasus yang memerlukan tindakan segera untuk tatalaksana gawat darurat perlu dilakukan melalui pertemuan langsung. Karena pada dasarnya tujuan dari pelayanan kesehatan online bukanlah untuk menggantikan kebutuhan Sobat untuk berobat langsung bila memang diperlukan.

    Saat ini telemedicine akan terus dikembangkan agar pelayanan yang diberikan akan semakin maksimal. Menurut berbagai penelitian yang menilai keefektifan berobat online yang sudah dijalani, tatalaksana yang diberikan melalui telemedicine dapat meningkatkan hasil klinis yang menjanjikan terutama pada bidang perawatan luka, psikiatri, dan penyakit kronis (diabetes, penyakit radang sendi, hipertensi, dan nyeri kronis) dibandingkan berobat secara langsung. Pemberian obat melalui konsultasi online tergolong aman, efektif, dapat meningkatkan kepuasan pasien, dan serta dapat mengurangi ongkos dari pengobatan.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. How Telemedicine Can Make Getting Your Prescription Easier – GoodRx [Internet]. The GoodRx Prescription Savings Blog. 2019. Available from: https://www.goodrx.com/blog/how-telemedicine-can-make-getting-your-prescription-easier/
    2. Global Observatory for eHealth series. Telemedicine: Opportunities and developments in Member States. Vol. 2. World Health Organization; 2010.
    3. History and Physical Examination information. What to expect [Internet]. Available from: https://patient.info/doctor/history-and-physical-examination
    4. WHO | WHO Guideline: recommendations on digital interventions for health system strengthening [Internet]. WHO. World Health Organization;. Available from: http://www.who.int/reproductivehealth/publications/digital-interventions-health-system-strengthening/en/
    5. Seehusen DA, Azrak A. The Effectiveness of Outpatient Telehealth Consultations. AFP. 2019 Nov 1;100(9):575–7.
    Read More
  • Pernakah Sobat akhir-akhir ini mendengar tentang telemedicine? Presiden Jokowi telah menyarankan bagi Sobat yang sedang sakit untuk menggunakan berbagai aplikasi sebagai cara berobat online atau disebut juga sebagai telemedicine. Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan telemedicine untuk membantu memperluas cakupan berobat secara online, salah satunya adalah ProSehat. Dengan menggunakan aplikasi telemedicine, […]

    Amankah Menggunakan Resep Secara Online?

    Pernakah Sobat akhir-akhir ini mendengar tentang telemedicine? Presiden Jokowi telah menyarankan bagi Sobat yang sedang sakit untuk menggunakan berbagai aplikasi sebagai cara berobat online atau disebut juga sebagai telemedicine. Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan telemedicine untuk membantu memperluas cakupan berobat secara online, salah satunya adalah ProSehat. Dengan menggunakan aplikasi telemedicine, Sobat dapat melakukan konsultasi hingga peresepan obat tanpa harus bertemu tatap muka dengan tenaga kesehatan. Namun apakah peresepan secara online aman dibandingkan peresepan pada poliklinik?

    Telemedicine diartikan oleh WHO sebagai pemberian pelayanan kesehatan, dimana jarak merupakan faktor kritis. Layanan kesehatan ini menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendapatkan informasi valid untuk diagnosis, tatalaksana dan pencegahan penyakit, penelitian dan evaluasi, dan untuk kelanjutan edukasi dari tenaga kesehatan. Berhubungan dengan pandemi COVID-19 yang sedang terjadi, pemerintah menyarankan bagi Sobat yang sedang sakit untuk tidak keluar rumah. Dari bekerja hingga berobat saat ini disarankan untuk dilakukan secara online. Dengan melakukan hal tersebut, Sobat dapat mengurangi risiko terinfeksi COVID-19 dengan tidak pergi keluar rumah. Beberapa negara sudah melakukan hal ini untuk mengurangi transmisi COVID-19. Tidak hanya untuk Sobat, tetapi tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat juga dapat terhindar dari faktor risiko paparan COVID-19.

    Apabila Sobat menggunakan aplikasi untuk telemedicine, Sobat akan dilayani dengan konsultasi secara online. Langkah selanjutnya adalah peresepan untuk mendapatkan obat. Proses peresepan secara  konvensional seperti dalam keadaan poliklinik memiliki beberapa perbedaan dengan telemedicine. Apakah proses peresepan secara telemedicine yang bersifat online lebih aman? Berikut terdapat beberapa perbedaannya:

    1. Penulisan Resep

    Resep konvensional dibuat dengan tulisan tangan. Dibandingkan dengan telemedicine yang diketik berbasis komputer, tentu pembacaan huruf yang diketik akan lebih mudah. Hal ini akan meminimalisir salah pembacaan sehingga pasien tidak mendapatkan obat yang salah. Hal ini ditekankan untuk obat Look Alike Sound Alike (LASA).

    1. Data untuk Pertimbangan Pemberian Resep

    Sebelum meresepkan obat, dokter perlu mempertimbangkan banyak hal. Beberapa diantaranya seperti anamnesis untuk gejala penyakit, riwayat alergi, interaksi dengan obat yang sedang Sobat konsumsi, dan efek samping obat terhadap kondisi tubuh Sobat saat ini. Sebuah penelitian untuk pasien obstetrik dan ginekologi menemukan bahwa check list yang diisi mandiri sama atau bahkan lebih efektif dibandingkan skrining kontraindikasi dari tenaga medis secara konvensional. Terdapat penelitian lain yang membanding pertimbangan pemeriksaan fisik dari poliklinik dan tanpa pemeriksaan fisik pada telemedicine untuk pemberian antibiotik pada pasien infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Hasil yang didapatkan menyatakan tidak ada perbedaan signifikan untuk pemberian antibiotik pada dua kelompok tersebut. Ini menunjukkan bahwa hanya dari anamnesis, pertimbangan untuk peresepan antibiotik tidak berbeda dengan yang melakukan pemeriksaan fisik secara konvensional. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua obat dapat diresepkan tanpa dilakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu.

    1. Penyerahan Resep dan Obat

    Proses penyerahan resep konvensional dalam keadaan poliklinik diserahkan secara langsung ke pasien secara tatap muka. Dengan telemedicine, penyerahan resep dilakukan secara online sehingga tidak terdapat kontak langsung antara dokter dengan pasien untuk meminimalisir kontak. Setelah itu, proses pengambilan obat juga dilakukan secara online. Pada sistem telemedicine ProSehat, obat yang diresepkan dapat langsung diantarkan ke rumah agar Sobat dapat menghindari risiko kontak jika keluar mencari apotik.

    Penggunaan telemedicine dapat dipertimbangkan sebagai alternatif untuk mengurangi kontak langsung saat pandemi. Beberapa faktor untuk peresepan secara online juga terbukti tidak berbeda dengan cara konvensional. Dengan berobat secara online, Sobat dapat menghindari risiko kontak yang tidak diperlukan. Untuk penyakit yang lebih berat, saat konsultasi online, Sobat mungkin akan disarankan untuk tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit. Apabila Sobat memiliki gejala yang mengarah ke COVID-19 atau memiliki riwayat kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19, pastikan untuk memberitahu saat melakukan konsultasi online. Tenaga kesehatan akan memandu langkah selanjutnya yang perlu Sobat lakukan.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Jonathan Christopher

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Situs Resmi Monitoring COVID-19 milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Covid-monitoring.kemkes.go.id. 2020. Available from: https://covid-monitoring.kemkes.go.id/telemedicine
    2. Telemedicine. Geneva, Switzerland: World Health Organization; 2010.
    3. Hollander J, Carr B. Virtually Perfect? Telemedicine for Covid-19. New England Journal of Medicine. 2020;.
    4. Hariton E, Tracy E. Telemedicine Companies Providing Prescription-Only Medications. Obstetrics & Gynecology. 2019;134(5):941-945.
    5. Yao P, Clark S, Gogia K, Hafeez B, Hsu H, Greenwald P. Antibiotic Prescribing Practices: Is There a Difference Between Patients Seen by Telemedicine Versus Those Seen In-Person?. Telemedicine and e-Health. 2020;26(1):105-107.
    Read More
  • Bulan Ramadan tahun ini cukup berbeda karena dijalani bersamaan dengan pandemi COVID-19 yang membuat masyarakat Indonesia tidak dapat bersilahturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Ibadah selama bulan Ramadan juga harus dilaksanakan di rumah masing-masing demi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Oleh karena itu, Sobat dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi pandemi COVID agar tidak […]

    7 Barang Penting Selama Bulan Ramadan saat Pandemi COVID-19

    Bulan Ramadan tahun ini cukup berbeda karena dijalani bersamaan dengan pandemi COVID-19 yang membuat masyarakat Indonesia tidak dapat bersilahturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Ibadah selama bulan Ramadan juga harus dilaksanakan di rumah masing-masing demi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Oleh karena itu, Sobat dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi pandemi COVID agar tidak menggangu jalannya ibadah puasa selama bulan suci ini. Berikut merupakan 7 barang yang perlu dipersiapkan selama Bulan Ramadan saat pandemi COVID-19.

    1. Hand sanitizer

    Penerapan PSBB membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah. Namun, tetap ada saatnya Sobat harus keluar rumah karena urusan mendesak. Terkadang, tidak semua tempat menyediakan wastafel untuk mencuci tangan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk selalu membawa hand sanitizer setiap keluar rumah. Hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 70 persen dapat membunuh virus yang menempel di permukaan tangan.

    1. Masker

    Apabila Sobat hendak bepergian keluar rumah menggunakan angkutan umum, sepeda motor, maupun mobil pribadi, masker wajib dikenakan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Penelitian membuktikan bahwa pengunaan masker, baik itu masker N95, masker medis, dan masker kain dapat menghambat penyebaran virus dan mencegah virus langsung masuk ke hidung ataupun mulut.

    1. Desinfektan

    Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menekan penyebaran virus corona adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan rumah. Desinfektan dapat digunakan untuk membunuh berbagai jenis virus dan bakteri, termasuk virus corona. Desinfektan berbahan dasar hydrogen peroksida atau alkohol ampuh untuk mensterilkan permukaan benda yang sering disentuh seperti gagang pintu, saklar lampu, kunci rumah, dan sebagainya.

    1. Sabun cuci tangan

    Penelitian membuktikan bahwa sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat membunuh virus corona yang ada di permukaan tangan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk menyediakan sabun cuci tangan di rumah dan mencuci tangan sebelum sahur, sebelum berbuka, sebelum menyentuh wajah, dll, untuk menjaga kebersihan diri dan menekan penyebaran virus corona.

    1. Vitamin C

    Kekurangan vitamin C membuat seseorang rentan terhadap infeksi dan menurunnya kekebalan tubuh. Sebaliknya, asupan vitamin C yang cukup dapat meningkatkan fungsi imun tubuh, yang sangat penting untuk mencegah corona. Vitamin C mudah didapat melalui buah-buahan dan tersedia pula dalam bentuk suplemen makanan. Oleh karena itu, konsumsi vitamin C saat sahur dapat membantu menjaga daya tahan tubuh selama beraktivitas sepanjang hari.

    1. Vitamin E

    Selain vitamin C, vitamin E juga dipercaya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin E merupakan senyawa yang larut dalam lemak dan berfungsi sebagai antioksidan yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Vitamin E yang terdapat dalam kacang-kacangan, alpukat, dan biji-bijian dapat dikonsumsi saat sahur dan berbuka untuk menjaga daya tahan tubuh.

    1. Makanan Bergizi

    Selama menunaikan ibadah puasa, tubuh menahan haus dan lapar selama kurang lebih 12 jam. Oleh karena itu, Sobat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi seperti sayuran dan buah-buahan saat sahur dan buka puasa. Dengan mengkonsumsi makanan bergizi, nutrisi tubuh akan tetap terpenuhi sehingga tidak mudah sakit.1 Makanan bergizi juga dapat meningkatkan sistem imun tubuh untuk mencegah virus corona.1

    Menyiapkan barang-barang di atas dapat membantu Sobat untuk tetap sehat dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Menjalankan ibadah puasa dengan kondisi pandemi COVID-19 memang tidak mudah, namun Bulan Ramadan tetap harus dimaknai sebagai bulan yang suci dan membawa berkah.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr. Fenyta Christyani

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Childs, Calder, & Miles. (2019). Diet and Immune Function. Nutrients11(8), 1933. doi: 10.3390/nu11081933
    2. Gold NA, Avva U. Alcohol Sanitizer. [Updated 2020 Feb 6]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513254/
    3. Ma, Q., Shan, H., Zhang, H., Li, G., Yang, R., & Chen, J. (2020). Potential utilities of mask-wearing and instant hand hygiene for fighting SARS-CoV-2. Journal Of Medical Virology. doi: 10.1002/jmv.25805
    4. Carr, A., & Maggini, S. (2017). Vitamin C and Immune Function. Nutrients9(11), 1211. doi: 10.3390/nu9111211
    5. Lewis, E., Meydani, S., & Wu, D. (2018). Regulatory role of vitamin E in the immune system and inflammation. IUBMB Life71(4), 487-494. doi: 10.1002/iub.1976
    6. Rabenau, H., Kampf, G., Cinatl, J., & Doerr, H. (2005). Efficacy of various disinfectants against SARS coronavirus. Journal Of Hospital Infection61(2), 107-111. doi: 10.1016/j.jhin.2004.12.023
    7. org [Internet]. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. How can you prevent a coronavirus infection? 2020 Mar 26 [Updated 2020 Mar 26].Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK555498/
    Read More
  • Berbagai perubahan situasi terjadi sejak adanya pandemi COVID-19, salah satunya adalah anjuran agar masyarakat tetap di rumah dan menghindari pusat keramaian termasuk mengurangi jumlah kunjungan ke rumah sakit bila kondisi tidak gawat darurat. Hal ini mungkin membuat Mama menjadi bingung apakah anaknya harus tetap imunisasi sesuai dengan jadwalnya? Berikut adalah anjuran mengenai jadwal imunisasi anak […]

    Cara Imunisasi Tetap Aman Selama COVID-19

    Berbagai perubahan situasi terjadi sejak adanya pandemi COVID-19, salah satunya adalah anjuran agar masyarakat tetap di rumah dan menghindari pusat keramaian termasuk mengurangi jumlah kunjungan ke rumah sakit bila kondisi tidak gawat darurat. Hal ini mungkin membuat Mama menjadi bingung apakah anaknya harus tetap imunisasi sesuai dengan jadwalnya? Berikut adalah anjuran mengenai jadwal imunisasi anak pada situasi pandemi COVID-19 dari Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

    Imunisasi dasar bagi bayi hingga anak berusia 18 bulan tergolong penting untuk dilakukan guna melindungi Si Kecil dari berbagai penyakit berbahaya. Walaupun saat ini vaksin untuk COVID-19 masih dalam tahap pengembangan, imunisasi dasar bagi bayi dan balita harus tetap dilakukan. Apabila banyak bayi dan balita yang tidak mendapat imunisasi dasar lengkap akan memungkinkan terjadi wabah penyakit lain yang bisa mengakibatkan banyak anak sakit berat, cacat, atau meninggal.

    Berikut adalah jadwal layanan imunisasi dasar yang harus tetap diberikan di Puskesmas, praktik pribadi dokter, atau rumah sakit:

    • Imunisasi dasar
    • Segera setelah lahir : Hepatitis B 0 + OPV 0 (oral poliovirus vaccine)
    • Usia 1 bulan : BCG
    • Usia 2 bulan : Pentavalent 1 (DPT + Hepatitis B + Hib) + OPV
    • Usia 3 bulan : Pentavalent 2 + OPV 2
    • Usia 4 bulan : Pentavalent 3 + OPV 3 + IPV (inactivated poliovirus vaccine)
    • Usia 9 bulan : MR 1 (vaksin campak)
    • Usia 18 bulan : Pentavalent 4 + OPV 4 + MR 2

    Sebagai catatan, vaksin Pentavalent + OPV dapat diganti dengan pemberian vaksin Hexavalent, yaitu gabungan antara vaksin Pentavalent dengan IPV.

    • Imunisasi tambahan
    • Usia 2 bulan : PCV 1 (pneumococcal conjugate vaccine)
    • Usia 4 bulan : PCV 2
    • Usia 6 bulan : PCV 3 + Influenza 1
    • Usia 7 bulan : Influenza 2

    Jika keadaan tidak memungkinkan pada wilayah dengan penularan luas COVID-19, imunisasi Si Kecil dapat ditunda 1 bulan. Namun, sebaiknya imunisasi segera diberikan bila situasi memungkinkan. Berikut adalah tips aman untuk Si Kecil dalam melaksanakan pemberian imunisasi dasar:

    • Sebelum berangkat untuk imunisasi ke puskesmas, posyandu, atau rumah sakit sebaiknya Mama membuat janji kedatangan terlebih dulu agar antrian lebih teratur dan tidak terlalu banyak anak yang berkumpul terlalu lama.
    • Pastikan berkunjung ke fasilitas kesehatan yang telah memisahkan area atau waktu kunjungan anak sehat dari pengunjung lain yang sedang sakit. Jangan lupa mencatat imunisasi yang diberikan dan menjadwalkan kunjungan imunisasi berikutnya.
    • Sediakan handrub berbahan dasar alkohol atau tetap sering cuci tangan dengan air dan sabun.1
    • Tetap melaksanakan physical distancing, yaitu menjaga jarak 1-2 meter dari orang lain, ini dilakukan karena apabila seseorang batuk atau bersin, terdapat percik renik yang mungkin mengandung virus dan bisa menyebar, lalu terjatuh ke permukaan dalam radius sekitar 1 meter.
    • Setelah melakukan imunisasi, Mama dan Si Kecil sebaiknya langsung pulang ke rumah dan usahakan tidak keluar rumah kecuali ada keperluan yang sangat penting. Sampai di rumah, segera mencuci tangan dengan air dan sabun, serta mengganti pakaian.
    • Di rumah tetap berikan Si Kecil ASI, makanan yang bergizi, jauhi orang yang sedang sakit, pastikan Mama cuci tangan sebelum menyentuh bayi, jangan mencium bayi.
    • Perhatikan bila ada tanda dan gejala COVID-19 seperti batuk, pilek, demam, atau kesulitan bernafas yang ditandai dengan nafas cepat dan sesak nafas, segera dibawa berobat ke dokter.
    • Manfaatkan aplikasi kesehatan seperti ProSehat yang melayani vaksinasi ke rumah. Cukup install aplikasi ProSehat dari Google PlayStore. Pilih layanan imunisasi anak dan pesan sekarang. Nikmati kemudahan layanan dengan dokter ke rumah Anda.

    Selain itu, bagi Mama yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Anda dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Rekomendasi Imunisasi Anak pada Situasi Pandemi COVID-19 [Internet]. IDAI.

    Available from: http://www.idai.or.id/about-idai/idai-statement/rekomendasi-imunisasi-anak-pada-situasi-pandemi-covid-19

    1. Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia: FAQ COVID-19. IDAI. 20 Maret 2020. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/uncategorized/faq-covid-19-dari-idai
    Read More
  • Selama ini bulan suci Ramadan identik dengan kehangatan kegiatan sosial serta keagamaannya. Seperti adanya sahur dan berbuka puasa bersama teman dan keluarga, serta peningkatan kunjungan ke tempat ibadah. Namun, mengingat situasi pandemi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19), ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan pada Ramadan tahun ini. Penularan COVID-19 terjadi melalui percik renik yang keluar […]

    Ramadan Saat Pandemi Corona, Inilah Rekomendasi WHO

    Selama ini bulan suci Ramadan identik dengan kehangatan kegiatan sosial serta keagamaannya. Seperti adanya sahur dan berbuka puasa bersama teman dan keluarga, serta peningkatan kunjungan ke tempat ibadah. Namun, mengingat situasi pandemi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19), ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan pada Ramadan tahun ini.

    Penularan COVID-19 terjadi melalui percik renik yang keluar saat penderita batuk dan bersin. Percikan ini bisa terkena pada permukaan benda maupun langsung ke orang lain. Seseorang dapat tertular bila memegang permukaan ini lalu memegang area mata, hidung, maupun mulut. Sehingga secara umum himbauan dari pemerintah adalah dengan melakukan physical distancing untuk menurunkan angka penularan penyakit tersebut, yaitu dengan menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, menghindari kontak fisik dengan orang lain dan mengganti sapaan, cukup dengan mengangguk atau melambaikan tangan saja, serta melarang aktivitas yang mengumpulkan orang dalam jumlah yang banyak, termasuk penutupan tempat ibadah.

    Berikut adalah rekomendasi dari the World Health Organization (WHO) agar Sobat dan keluarga tetap aman menajalani Ramadan ditengah pandemi COVID-19:

    1. Puasa

    Sejauh ini belum ada penelitian yang mempelajari hubungan puasa dengan risiko terinfeksi COVID-19. Seseorang yang sehat tetap direkomendasikan untuk melakukan puasa seperti tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan, untuk pasien penderita COVID-19 perlu menanyakan ke dokter yang merawatnya untuk mempertimbangkan apakah boleh puasa atau tidak.

    1. Aktivitas fisik

    Selama masa pandemi ini, bila masih memungkinkan untuk melakukan aktivitas fisik, pastikan untuk tetap menjaga jarak dengan orang lain, melakukan kebersihan tangan yang rutin. Sebagai pengganti aktivitas di luar ruangan, dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik di dalam ruangan saja, bisa juga dengan mengikuti beragam kelas aktivitas fisik yang tersedia secara online.

    1. Makanan sehat dan bergizi

    Status gizi yang kurang maupun berlebih dapat berdampak buruk pada sistem imun tubuh, sehingga penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi. Status gizi kurang seringkali dikaitkan dengan kondisi imunosupresi yaitu daya tahan tubuh yang kurang sehingga mudah terkena penyakit. Sedangkan, status gizi yang berlebih meningkatkan risiko terjadi inflamasi kronis yang akan mengganggu daya tahan tubuh juga. Kebutuhan nutrisi manusia dibagi menjadi dua, yaitu kebutuhan nutrisi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta nutrisi mikro yaitu vitamin dan mineral. Pastikan Sobat tetap mendapatkan asupan nutrisi dan hidrasi yang cukup selama bulan suci Ramadan ini.

    1. Merokok

    Merokok tidak dianjurkan dalam segala kondisi, terutama selama bulan suci Ramadan dan pandemi COVID-19 ini. Seorang perokok bisa jadi sudah memiliki penyakit paru-paru yang dapat mengurangi kapasitas fungsi paru-paru sehingga dapat meningkatkan risiko terinfeksi COVID-19. Selain itu, saat merokok, jari bisa saja memegang rokok yang sudah terkontaminasi dan memegang area mulut serta meningkatkan kemungkinan virus menyerang sistem pernafasan.

    1. Menjaga kesehatan mental dan psikososial

    Walaupun kegiatan beribadah yang mengumpulkan orang dalam jumlah besar dibatasi, tetaplah berdoa, berbagi, dan mempedulikan orang-orang disekitar Sobat dengan tetap melakukan physical distancing. Sobat bisa tetap menjaga hubungan dengan kerabat melalui bantuan media digital, mendoakan yang sakit, serta menyebarkan pesan yang membangkitkan semangat dan harapan bagi sesama.

    1. Sedekah atau zakat

    Saat membagikan sedekah atau zakat selama bulan suci Ramadan, pastikan tetap melakukan physical distancing. Hindari kerumunan orang banyak, bila mau berbagi makanan lebih baik makanan yang sudah dikemas sebelumnya. Sebaiknya dibentuk pengurus khusus untuk mengumpulkan, mengemas, menyimpan, dan mendistribusi.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. World Health Organizaton. Safe Ramadan practices in the context of the COVID-19.
    2. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    3. Advice for public [Internet]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    4. Alwarawrah Y, Kiernan K, MacIver NJ. Changes in Nutritional Status Impact Immune Cell Metabolism and Function. Front Immunol [Internet]. 2018 May 16;9. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5968375/
    5. Karacabey K. The Effect of Nutritional Elements on the Immune System. J Obes Wt Loss Ther [Internet]. 2012.;02(09). Available from: https://www.omicsonline.org/open-access/the-effect-of-nutritional-elements-on-the-immune-system-2165-7904.1000152.php?aid=10186
    Read More
  • Di tengah masa pandemi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19), banyak ibu hamil (bumil) yang enggan memeriksakan kehamilannya di rumah sakit karena takut tertular virus corona. Namun, pemeriksaan kehamilan sebenarnya perlu dilakukan secara rutin untuk memantau kesehatan ibu hamil dan janin. Melalui pemeriksaan rutin dalam kehamilan, dokter bisa mendeteksi secara dini bila ada gangguan atau komplikasi […]

    Saatnya Bumil Manfaatkan Telemedicine

    Di tengah masa pandemi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19), banyak ibu hamil (bumil) yang enggan memeriksakan kehamilannya di rumah sakit karena takut tertular virus corona. Namun, pemeriksaan kehamilan sebenarnya perlu dilakukan secara rutin untuk memantau kesehatan ibu hamil dan janin. Melalui pemeriksaan rutin dalam kehamilan, dokter bisa mendeteksi secara dini bila ada gangguan atau komplikasi dalam kehamilan. Untungnya melalui kemajuan teknologi, pemeriksaan kesehatan sekarang bisa dilakukan secara online, yaitu dengan bantuan aplikasi online (salah satunya ProSehat) yang menyediakan media komunikasi tanya jawab dengan dokter yang ahli dibidangnya, sehingga informasi yang Sobat dapatkan tepat dan valid.

    Telemedicine merupakan pendekatan inovatif yang dapat memberikan pelayanan kesehatan secara online. Terkait pemeriksaan kehamilan, baik sebelum maupun sesudah persalinan bisa dilakukan melalui konsultasi online dengan dokter ahli misalnya konsultasi mengenai persalinan risiko tinggi, laktasi, kesehatan mental, dan pemantauan berkala yang bisa dilakukan sendiri dengan bantuan alat seperti pemantauan berat badan, tekanan darah, gula darah, dan detak jantung janin.

    Pemeriksaan sebelum persalinan (prenatal) yang di rekomendasikan oleh the World Health Organization (WHO) adalah setidaknya 8 kali selama masa kehamilan. Untuk melakukan pertemuan yang sebanyak ini tidak semuanya memerlukan pertemuan secara langsung. Pemeriksaan dengan menggunakan ultrasound, tes laborat dengan pengambilan spesimen darah maupun urine, dan vaksinasi hanya dilakukan pada beberapa kunjungan saja. Pertemuan yang lainnya seputar edukasi ibu hamil, menjawab pertanyaan seputar kehamilan, memeriksa tanda-tanda vital ibu dan janin, saat ini alat pemeriksaan tanda vital bisa disediakan di rumah juga. Pemeriksaan online pastinya akan sangat membantu pasien yang perlu melakukan perjalanan jarak jauh untuk melakukan kontrol kehamilan sehingga bisa mempersingkat waktu yang diperlukan.

    Kemampuan untuk melakukan pemeriksaan berkala di rumah juga dinilai lebih menguntungkan pada wanita yang mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama yang mengalami diabetes atau hipertensi dalam kehamilan. Pemeriksaan gula darah yang rutin di rumah pada pasien yang mengalami diabetes dalam kehamilan akan menurunkan perlunya pemeriksaan gula darah di dokter, pemeriksaan sendiri memiliki efektivitas yang sama terhadap pemantauan gula darah yang diinginkan. Sama halnya dengan manajemen dengan hipertensi dalam kehamilan, terdapat penelitian yang menyatakan pemeriksaan tekanan darah di rumah dengan hasil yang dikonsultasikan dengan dokter secara online juga bisa menurunkan perlunya untuk melakukan pemeriksaan secara langsung. Namun memang diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membandingkan hasil akhir tekanan darah yang dipantau secara online maupun secara tradisional.

    Pemeriksaan yang dilakukan secara online tidak terbatas oleh jarak dan batasan geografis, sehingga akses untuk melakukan konsultasi dengan ahlinya di daerah pelosok juga menjadi lebih mudah. Terkadang di daerah pelosok tidak banyak dokter ahli yang tersedia. Sobat bisa meminta opini dan saran dari dokter ahli mengenai hasil pemeriksaan ultrasound yang sudah dilakukan.  Hal ini tentunya juga dapat menghemat pengeluaran yang diperlukan untuk transportasi berobat bagi mereka yang tinggal di pelosok daerah.

    Selain pemeriksaan prenatal, pemeriksaan setelah kehamilan (postnatal) juga memegang peranan penting untuk kesehatan fisik, emosional, dan sosial dari seorang ibu. Berbagai pertanyaan seputar pemberian ASI, kesehatan mental, alat kontrasepsi, pemberian jarak dengan kehamilan berikutnya, ataupun seputar tatalaksana penyakit kronis yang sedang dijalani bisa ditanyakan melalui konsultasi online. Menurut rekomendasi dari the American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG), pemeriksaan setelah persalinan sebaiknya dilakukan dalam 3 minggu setelah persalinan, namun 40% wanita tidak datang ke pemeriksaan ini. Dengan telemedicine diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan ibu.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Global Observatory for eHealth series. Telemedicine: Opportunities and developments in Member States. Vol. 2. World Health Organization; 2010.
    2. Weigel G, Frederiksen B, Feb 26 URP, 2020. Telemedicine and Pregnancy Care [Internet]. The Henry J. Kaiser Family Foundation. 2020 . Available from: https://www.kff.org/womens-health-policy/issue-brief/telemedicine-and-pregnancy-care/
    3. Boelig RC, Saccone G, Bellussi F, Berghella V. MFM guidance for COVID-19. American Journal of Obstetrics & Gynecology MFM. 2020 Mar 19;100106.
    4. WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience. WHO; 2016.
    5. van den Heuvel JF, Groenhof TK, Veerbeek JH, van Solinge WW, Lely AT, Franx A, et al. eHealth as the Next-Generation Perinatal Care: An Overview of the Literature. J Med Internet Res [Internet]. 2018 Jun 5;20(6). Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6008510/
    Read More
  • Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, konsultasi dengan dokter semudah dari genggaman tangan saja. Betul Sobat, kini kian marak konsultasi kesehatan hanya dengan menggunakan gadget saja. Hal ini disebut telemedicine, lalu apakah yang dimaksud dengan telemedicine? Apakah telemedicine cukup efektif dalam konsultasi antara dokter dengan pasien terutama bagi para orang tua dalam berkonsultasi mengenai kesehatan […]

    Peran dan Efektivitas Telemedicine Bagi Kesehatan Anak

    Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, konsultasi dengan dokter semudah dari genggaman tangan saja. Betul Sobat, kini kian marak konsultasi kesehatan hanya dengan menggunakan gadget saja. Hal ini disebut telemedicine, lalu apakah yang dimaksud dengan telemedicine? Apakah telemedicine cukup efektif dalam konsultasi antara dokter dengan pasien terutama bagi para orang tua dalam berkonsultasi mengenai kesehatan anak-anak?

    Akses kesehatan yang lebih baik, efisien, berkualitas dan cost effective merupakan keuntungan utama penggunaan telekesehatan. Sulitnya akses ke tenaga kesehatan di daerah terpencil merupakan masalah yang besar di Indonesia. Penggunaan telekesehatan untuk dapat menjembatani akses dan penanganan pasien di daerah terpencil. Telekesehatan tidak memiliki batasan waktu dan tempat.

    Sobat, ada baiknya kita berkenalan dengan apa yang dimaksud dengan telemedicine ini terlebih dahulu. Telemedicine atau yang disebut dengan e-health merupakan sistem kesehatan yang diselenggarakan secara elektronik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pelayanan dan informasi kesehatan sehingga lebih efektif dan efisien. Diharapkan telemedicine dapat menyajikan informasi kesehatan yang tepat, akurat serta kredibel. Tentunya telemedicine telah didukung oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) dan juga KEMENKES RI (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia). Salah satu aplikasi kesehatan yang sudah bekerja sama dengan KEMENKES RI adalah ProSehat.

    Telemedicine meliputi konsultasi dengan dokter serta edukasi berupa artikel kesehatan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat hanya dengan genggaman gadget saja. Tujuan diadakannya telemedicine untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan dengan dokter para dokter. Sedangkan artikel kesehatan bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kesehatan dan berbagai pencegahan penyakit sebagai upaya promotif dan preventif.

    Lalu, apakah telemedicine ini berpengaruh baik bagi orangtua dalam kesehatan anak? Ya, tentu saja. Dengan adanya fasilitas e-health, memudahkan para orangtua dalam mengakses berbagai artikel kesehatan bagi anak serta bagaimana mengoptimalkan tumbuh kembang anak karena seperti yang diketahui sebelumnya, salah satu tujuan telemedicine adalah untuk mengedukasi masyarakat terutama para orang tua, membantu para orangtua memilih makanan yang tepat bagi kesehatan anak, pola asuh yang tepat bagi anak, serta dapat menolong para orang tua untuk berkomunikasi langsung dengan tenaga medis saat anak mengalami keadaan gawat darurat.

    Salah satu media pernah mencatat bahwa telemedicine mampu menyelamatkan bayi berusia 7 bulan pada tahun 2011 yang mengalami gawat darurat akibat infeksi otak meningococcemia, yang memiliki akses tempat tinggal jauh dari layanan kesehatan. Dipandu dengan telemedicine saat itu, orangtuanya tahu apa yang harus dilakukannya segera, selama dalam perjalanan ke rumah sakit.

    Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Departemen Veteran Amerika Serikat melaporkan bahwa telemedicine menghemat pasien rata-rata 142 menit dan 233 kilometer perjalanan per kunjungan. Studi lain dalam bidang neurologi juga melaporkan bahwa telemedicine menghemat pasien rata-rata 2 jam perjalanan dan 70 dolar per kunjungan. Telemedicine juga sudah diteliti mampu dilaksanakan dan menjembatani layanan kesehatan sebelum dan setelah melahirkan pada daerah pedalaman Afrika serta layanan kesehatan jiwa di pedalaman Australia. Selain keuntungan sosioekonomi yang didapat pasien, keluarga, tenaga kesehatan dan sistem kesehatan, penggunaan telemedicine juga dapat digunakan untuk edukasi dan komunikasi dua arah antara dokter-pasien terutama para orangtua dalam mengedukasi kesehatan anak.

    Selain itu, penggunaan telemedicine telah ditemukan dapat mengurangi secara langsung maupun tidak langsung jumlah rujukan. Pelaksanaan telemedicine yang menggunakan media digital tidak terbatas oleh tempat, sehingga bukan tidak mungkin bahwa pelayanan kesehatan terutama yang bersifat promotif dan preventif dilaksanakan bukan di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas saja. Kedua hal ini akan dapat membantu mengurangi kebutuhan peningkatkan kuantitas fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga telemedicine sangat baik bagi kesehatan seluruh masyarakat termasuk kesehatan anak-anak.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Jesica Chintia Dewi

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Hadian Rahim A. Edukasi Masyarakat Menggunakan Digital Platform [Internet]. Kemkes.go.id. 2019 [cited 23 April 2020]. Available from: https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/rakerkesnas-2019/SESI%20II/Kelompok%206/1-Edukasi-Masyarakat-Menggunakan-Digital-Platform.pdf
    2. Patriella Y. Payung Hukum Aplikasi Kesehatan Online Mendesak | Ekonomi – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2019 [cited 24 April 2020]. Available from: https://ekonomi.bisnis.com/read/20190820/12/1138705/payung-hukum-aplikasi-kesehatan-online-mendesak
    3. P Sunjaya A. Potensi, Aplikasi dan Perkembangan Digital Health di Indonesia. Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara, Jakarta.
    4. Telehealth Saves Lives [Internet]. WeCounsel. 2018 [cited 24 April 2020]. Available from: https://www.wecounsel.com/blog/telehealth-saves-lives/
    5. Burke B, Hall R. Telemedicine: Pediatric Applications. PEDIATRICS [Internet]. 2015 [cited 24 April 2020];136(1):e293-e308. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5754191/
    Read More
  • Bulan suci Ramadan tahun 2020 memang berbeda dari sebelumnya karena saat ini dunia juga sedang dilanda dengan pandemi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Pada bulan Ramadan, merupakan suatu kewajiban bagi semua umat muslim yang sehat di seluruh dunia bangun pagi untuk melakukan sahur dan berbuka puasa atau iftar setelah matahari terbenam, puasa dilakukan dari fajar […]

    Puasa Saat Pandemi, Benarkah Puasa Bisa Menurunkan Imun Tubuh?

    Bulan suci Ramadan tahun 2020 memang berbeda dari sebelumnya karena saat ini dunia juga sedang dilanda dengan pandemi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Pada bulan Ramadan, merupakan suatu kewajiban bagi semua umat muslim yang sehat di seluruh dunia bangun pagi untuk melakukan sahur dan berbuka puasa atau iftar setelah matahari terbenam, puasa dilakukan dari fajar hingga matahari terbenam.

    Sejauh ini, belum ada penelitian yang mendalami korelasi puasa dengan peningkatan risiko terinfeksi COVID-19. Anjuran dari the World Health Organization (WHO), puasa tetap boleh dilakukan oleh orang yang sehat dengan catatan tetap melakukan physical distancing dan selalu menjaga kebersihan tangan. Sedangkan, bagi pasien penderita COVID-19 sebaiknya tetap menanyakan ke dokter yang merawatnya untuk mempertimbangkan apakah kondisi pasien memungkinkan untuk melakukan puasa.

    Menurut penelitian, puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya puasa Ramadan dapat meningkatkan kerja sistem imun, namun peningkatan ini hanya bersifat sementara dan dapat balik kembali ke kondisi awal bila sudah berhenti puasa. Selain meningkatkan kerja sistem imun, puasa juga dapat mengurangi risiko terjadinya kanker, obesitas, diabetes, dan sindrom metabolik.

    Hal yang dapat menurunkan kerja sistem imun tubuh adalah status gizi yang kurang maupun berlebih. Sehingga penting untuk tetap menjaga kebutuhan asupan nutrisi. Status gizi kurang dikaitkan dengan kondisi imunosupresi yaitu daya tahan tubuh yang kurang sehingga mudah terkena penyakit. Sedangkan, status gizi yang berlebih meningkatkan risiko terjadi inflamasi kronis yang akan mengganggu daya tahan tubuh juga.

    Berikut tips agar tubuh menjadi kuat dan sehat saat puasa di tengah pandemi akibat COVID-19:

    1. Makan makanan yang bernutrisi

    Pastikan Sobat mendapatkan kebutuhan nutrisi yang seimbang, mulai dari nutrisi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta nutrisi mikro yaitu vitamin dan mineral. Secara umum, hindari gorengan dan makanan olahan yang tinggi lemak atau gula. Hindari juga makanan yang mengandung garam berlebih seperti sosis produk daging olahan, makanan ringan, dan saus siap saji (mayonais, saus tomat, mustard). Kebutuhan vitamin dan mineral juga tidak kalah pentingnya untuk menjaga kerja sistem imun tubuh yang banyak dapat ditemukan pada buah dan sayur-sayuran.

    1. Dapatkan hidrasi yang cukup

    Minumlah air yang cukup saat sahur dan berbuka. Air putih merupakan pilihan utama karena dapat memberikan hidrasi yang cukup untuk tubuh tanpa menambahkan kalori. Sebaiknya membatasi konsumsi minuman manis karena mengandung banyak gula, bila dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan berat badan. Selain dari minuman, hidrasi juga bisa didapatkan dari makanan yang mengandung kadar air tinggi seperti timun, tomat, pepaya, bayam, dan yang lainnya.

    1. Tetap mengikuti himbauan untuk mencegah penularan COVID-19

    Penularan COVID-19 terjadi melalui percik renik yang keluar saat penderita batuk dan bersin. Percikan ini bisa terkena pada permukaan benda maupun langsung ke orang lain. Seseorang dapat tertular bila memegang permukaan ini lalu memegang area mata, hidung, maupun mulut. Sehingga secara umum himbauan dari pemerintah adalah dengan rajin mencuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik, mengetahui etika batuk dan bersin yang benar, serta melakukan physical dengan menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, menghindari kontak fisik dengan orang lain dan mengganti sapaan, cukup dengan mengangguk atau melambaikan tangan saja, serta melarang aktivitas yang mengumpulkan orang dalam jumlah yang banyak, termasuk penutupan tempat ibadah.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr.Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

     

    1. World Health Organizaton. Safe Ramadan practices in the context of the COVID-19.
    2. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    3. Intermittent fasting from dawn to sunset for 30 consecutive days is associated with anticancer proteomic signature and upregulates key regulatory proteins of glucose and lipid metabolism, circadian clock, DNA repair, cytoskeleton remodeling, immune system and cognitive function in healthy subjects. Journal of Proteomics. 2020 Apr 15;217:103645.
    4. Adawi M, Watad A, Brown S, Aazza K, Aazza H, Zouhir M, et al. Ramadan Fasting Exerts Immunomodulatory Effects: Insights from a Systematic Review. Front Immunol [Internet]. 2017;8. Available from: https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fimmu.2017.01144/full
    5. Alwarawrah Y, Kiernan K, MacIver NJ. Changes in Nutritional Status Impact Immune Cell Metabolism and Function. Front Immunol [Internet]. 2018 May 16;9. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5968375/
    6. Karacabey K. The Effect of Nutritional Elements on the Immune System. J Obes Wt Loss Ther [Internet]. 2012;02(09). Available from: https://www.omicsonline.org/open-access/the-effect-of-nutritional-elements-on-the-immune-system-2165-7904.1000152.php?aid=10186
    7. Tips Berpuasa Ramadhan di Saat Wabah Virus Corona | Fakultas Farmasi UGM [Internet]. 2020. Available from: https://farmasi.ugm.ac.id/id/tips-berpuasa-ramadhan-di-saat-wabah-virus-corona
    Read More
  • Infeksi virus COVID-19 saat ini masih berjalan hingga hampir tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Melihat penyebaran virus COVID-19 yang masih bertambah, maka pemerintah mulai melakukan Rapid Test di beberapa wilayah. Rapid Test dapat memberikan hasil dengan cepat dibandingkan dengan tes PCR. Apakah Rapid Test tersebut? Apakah Sobat perlu melakukan Rapid test dan bagaimana jika hasilnya positif […]

    Kenali Rapid Test dan Pembacaan Hasilnya

    Infeksi virus COVID-19 saat ini masih berjalan hingga hampir tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Melihat penyebaran virus COVID-19 yang masih bertambah, maka pemerintah mulai melakukan Rapid Test di beberapa wilayah. Rapid Test dapat memberikan hasil dengan cepat dibandingkan dengan tes PCR. Apakah Rapid Test tersebut? Apakah Sobat perlu melakukan Rapid test dan bagaimana jika hasilnya positif atau negatif?

    Pengenalan Rapid Test

    Rapid Test atau secara lengkap disebut Rapid Diagnostic Test (RDT) merupakan sebuah pemeriksaan skrining awal untuk mendeteksi antigen atau antibodi (IgG, IgM) dalam tubuh terhadap virus COVID-19.2 Tipe RDT yang lebih sering dijumpai adalah yang mendeteksi antibodi. Antibodi diproduksi oleh respon tubuh terhadap sebuah infeksi, dalam kasus ini terbentuk antibodi terhadap virus COVID-19. Pembentukkan antibodi membutuhkan waktu sekitar beberapa hari hingga minggu dan dipengaruhi oleh faktor usia, status nutrisi, keparahan infeksi, dan obat-obatan yang mensupresi sistem imun.

    Tes ini dapat mendeteksi jika sudah terdapat antibodi terhadap COVID-19 di dalam tubuh Sobat. Waktu yang diperlukan untuk melakukan tes tersebut hanya sekitar 15 menit. Namun harus diingat kembali bahwa tujuan dari RDT adalah untuk skrining. RDT berbeda dengan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosis COVID-19 yaitu Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). RT-PCR merupakan pemeriksaan yang mendeteksi apakah terdapat virus COVID-19 di dalam tubuh Sobat dan merupakan gold standard untuk mendiagnosa pasien COVID-19.

    Apakah Anda perlu melakukan RDT?

    Menurut Kementerian Kesehatan RI, berikut adalah yang diprioritaskan untuk dilakukan RDT:4

    • Orang yang telah kontak dekat dengan pasien positif.
    • Tenaga kesehatan.

    Namun jika Sobat mengalami gejala COVID-19 seperti demam, sesak, dan batuk pastikan untuk memeriksakan diri Sobat ke dokter.

    Hasil dari RDT

    Setelah Sobat menjalani RDT, hasil yang dijumpai dapat berupa kualitatif yaitu negatif atau positif.

    Hasil negatif menunjukkan saat ini didalam tubuh Sobat belum terdapat antibodi terhadap COVID-19. Hasil ini menunjukkan bahwa memang belum terdapat infeksi virus COVID-19 dalam tubuh Sobat. Namun Sobat perlu waspada karena hasil dapat menunjukkan negatif palsu, yang terjadi jika sudah terdapat infeksi namun antibodi yang diproduksi tubuh belum cukup untuk memberikan hasil positif atau terdapat faktor-faktor lain yang memengaruhi penurunan produksi antibodi tubuh seperti yang dijelaskan sebelumnya. Langkah selanjutnya yang harus Sobat lakukan adalah tetap waspada dan pantau diri Sobat selama 14 hari. Jika terdapat gejala COVID-19 seperti demam, sesak, dan batuk, pastikan untuk memeriksakan diri Sobat ke dokter secepatnya.

    Hasil positif menunjukkan bahwa dalam tubuh Sobat terdapat antibodi terhadap COVID-19. Namun perlu diingat juga terdapat hasil positif palsu, yang terjadi karena terdapat antibodi terhadap tipe virus corona lain seperti yang menyebabkan flu biasa.2 Jika hasil RDT positif, Sobat perlu melakukan pemeriksaan RT-PCR untuk memastikan apakah terdapat virus COVID-19 di dalam tubuh Sobat.

    Selain hasil negatif atau positif, Sobat juga mungkin mendapatkan hasil berupa IgM dan IgG negatif atau positif. IgM merupakan antibodi tubuh yang diproduksi dalam jangka waktu cepat yaitu beberapa hari hingga 1 minggu, sedangkan IgG merupakan antibodi tubuh memerlukan waktu sekitar 2-4 minggu dan dapat bertahan selama 6 bulan hingga beberapa tahun.5,6 Terdapat penelitian lain yang menunjukkan bahwa IgM dan IgG dapat timbul pada hari ke-4.

    Berikut tabel penjelasan lebih mudah mengenai hasil IgM dan IgG.

    IgM IgG Keterangan
    Tidak terdapat infeksi COVID-19 atau antibodi tidak terdeteksi
    + Terdapat infeksi COVID-19 akut
    + + Terdapat infeksi COVID-19 akut
    + Terdapat infeksi COVID-19 lampau

    Sebuah penelitian dilakukan untuk membandingkan hasil dari RDT dengan RT-PCR yang merupakan gold standard. Didapatkan RDT memiliki nilai sensitifitas 88,66% dan spesifisitas 90,63%.

    Selama pandemi COVID-19 ini berlangsung, pastikanlah Sobat tetap waspada. Lakukanlah social distancing dan gunakan masker, jagalah kebersihan tangan dan lakukan etika batuk. Bila Sobat mengalami gejala COVID-19 periksakanlah diri Sobat secepatnya ke dokter.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Jonathan Christopher

    DAFTAR PUSTAKA

    1. COVID-19 situation reports. Who.int. 2020. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports
    2. Advice on the use of point-of-care immunodiagnostic tests for COVID-19. Who.int. 2020. Available from: https://www.who.int/news-room/commentaries/detail/advice-on-the-use-of-point-of-care-immunodiagnostic-tests-for-covid-19
    3. Li Z, Yi Y, Luo X, Xiong N, Liu Y, Li S et al. Development and Clinical Application of A Rapid IgM‐IgG Combined Antibody Test for SARS‐CoV‐2 Infection Diagnosis. Journal of Medical Virology. 2020;.
    4. Rapid Test Corona Diprioritaskan bagi Nakes dan Orang Kontak dengan Pasien Positif | Direktorat Jendral P2P. P2p.kemkes.go.id. 2020. Available from: http://p2p.kemkes.go.id/rapid-test-corona-diprioritaskan-bagi-nakes-dan-orang-kontak-dengan-pasien-positif/
    5. FAQs on Diagnostic Testing for SARS-CoV-2. U.S. Food and Drug Administration. 2020. Available from: https://www.fda.gov/medical-devices/emergency-situations-medical-devices/faqs-diagnostic-testing-sars-cov-2
    6. SARS-CoV-2 (Covid-19): Diagnosis by IgG/IgM Rapid Test Clinisciences. Clinisciences.com. 2020. Available from: https://www.clinisciences.com/es/leer/newsletter-26/sars-cov-2-covid-19-diagnosis-by-2264.html
    7. Xiang F, Wang X, He X, Peng Z, Yang B, Zhang J et al. Antibody Detection and Dynamic Characteristics in Patients with COVID-19. Clinical Infectious Diseases. 2020;.
    Read More
  • Presiden Joko Widodo meminta masyakat yang sedang sakit untuk memanfaatkan aplikasi kesehatan untuk berobat secara online (telemedicine). Dengan adanya layanan online, tidak semua orang yang sakit perlu berobat ke rumah sakit. Konsultasi kesehatan bisa dilakukan melalui aplikasi, salah satunya ProSehat. Di tengah pandemi Coronavirus disease 2019 (COVID-19) ini, anjuran konsultasi online sendiri bertujuan untuk melindungi […]

    Berobat Online Lebih Efektif Saat Masa Pandemi Corona

    Presiden Joko Widodo meminta masyakat yang sedang sakit untuk memanfaatkan aplikasi kesehatan untuk berobat secara online (telemedicine). Dengan adanya layanan online, tidak semua orang yang sakit perlu berobat ke rumah sakit. Konsultasi kesehatan bisa dilakukan melalui aplikasi, salah satunya ProSehat. Di tengah pandemi Coronavirus disease 2019 (COVID-19) ini, anjuran konsultasi online sendiri bertujuan untuk melindungi para tenaga medis dengan mengurangi risiko mereka tertular virus.

    Saat ini masyarakat sudah terbiasa untuk mencari informasi kesehatan di internet, tapi belum tentu sumber yang didapat memberikan informasi yang valid. Lebih baik informasi didapatkan dari dokter-dokter yang memang sudah berpengalaman di bidangnya. Telemedicine adalah suatu hasil dari kemajuan teknologi di bidang kesehatan yang memungkinkan pasien berdiskusi dengan dokter secara privat, tanpa harus bertatap muka secara langsung. Sobat dapat berdiskusi langsung dengan dokter dengan memberitahukan keluhan-keluhan yang dialami melalui media komunikasi yang disediakan. Dokter pun akan membantu untuk memberikan informasi mengenai dugaan diagnosis, cara penanganan dan perawatan pertama terhadap kasus cedera atau penyakit, hingga tips lainnya untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

    Dampak dari telemedicine tergolong besar karena dapat meningkatkan akses terhadap pelayanan medis yang berkualitas guna meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Telemedicine juga akan terus berinovasi menggunakan teknologi terbaru untuk memaksimalkan pelayanan yang bisa diberikan. Konsultasi online sangat menguntungkan karena tidak terbatas oleh jarak dan posisi geografis, sehingga Sobat tidak perlu repot-repot beranjak keluar rumah dan menghabiskan waktu mengantri untuk mendapatkan saran dari dokter.

    Dalam usaha untuk menegakkan suatu diagnosis, seorang dokter memerlukan informasi yang mendukung diagnosis melalui anamnesis, yaitu tanya-jawab terarah mengenai keluhan pasien saat ini, riwayat penyakit sebelumnya yang mungkin berhubungan, dan riwayat lainnya seperti riwayat penyakit dalam keluarga atau riwayat kebiasaan pasien. Secara teori, anamnesis sendiri memegang pernanan penting sebesar 80% untuk menentukan diagnosis yang pasti. Sisanya bisa melalui bantuan pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang lainnya. Memang dengan konsultasi online, dokter dapat melakukan anamnesis dengan pasien melalui fitur komunikasi tanya-jawab yang disediakan. Namun, saat ini salah satu kekurangan dari konsultasi online adalah dokter tidak bisa melakukan pemeriksaan fisik langsung ke pasien sehingga diagnosis pasti belum bisa ditegakan. Dokter hanya bisa memberikan kemungkinan diagnosis disertai beberapa diagnosis pembanding lainnya. Sehingga obat yang bisa diberikan juga lebih terbatas.

    Melihat kelebihan dan kekurangan yang sudah dibahas dari telemedicine, berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan melalui konsultasi online:

    • Memberikan kemudahan untuk bertanya jawab mengenai penanganan pertama sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah, seperti pada kasus luka akibat terjatuh, batuk pilek biasa, diare, gigitan serangga, dan lain-lain.
    • Menjawab pertanyaan dengan tepat seputar penyakit dan pengobatan yang sedang atau sudah selesai dijalani sebelumnya.
    • Mempermudah pasien untuk mengetahui hasil laboratorium dengan cepat dan tepat.
    • Memberikan saran mengenai kunjungan ke spesialisasi bidang kedokteran yang sesuai dengan penyakit yang dialami.

    Di tengah pandemi COVID-19 dan himbauan pemerintah untuk di rumah saja, memang kunjungan ke rumah sakit sebaiknya dibatasi bila tidak terlalu darurat. Dengan adanya bantuan aplikasi kesehatan, akan sangat mempermudah Sobat untuk melakukan konsultasi dengan dokter mengenai keluhan yang dialami. Penggunaan telemedicine sendiri akan terus dikembangkan, namun bukan berarti dapat menggantikan kunjungan langsung ke dokter untuk kasus yang memang memerlukan penanganan lebih lanjut. Melainkan sebagai pendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang mudah diakses dan efisien.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Kurangi Risiko Tenaga Medis Tertular Covid-19, Jokowi Minta Warga Berobat Online [Internet]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/04/13/10491681/kurangi-risiko-tenaga-medis-tertular-covid-19-jokowi-minta-warga-berobat
    2. What’s the difference between telemedicine and telehealth? [Internet]. Available from: https://www.aafp.org/media-center/kits/telemedicine-and-telehealth.html
    3. Global Observatory for eHealth series. Telemedicine: Opportunities and developments in Member States. Vol. 2. World Health Organization; 2010.
    4. History and Physical Examination information. What to expect [Internet]. Available from: https://patient.info/doctor/history-and-physical-examination
    5. Telemedicine: What Is It, How Does It Work, and Should I Use It? [Internet]. The GoodRx Prescription Savings Blog. 2020. Available from: https://www.goodrx.com/blog/what-is-telemedicine/
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja